Anda di halaman 1dari 14

III.

PENGUJIAN TANPA MERUSAK (N D T)


1. Pengertian NDT
NDT adalah singkatan non destruktif test, yang artinya adalah pengujian tak
merusak. Maksud dari pengujian ini adalah bahwa bendanya tidak akan dirusak,
dipanasi, dirubah yang sifatnya akan merubah struktur benda tersebut. Jadi benda
sebelum diuji dan sesudah diuji akan mempunyai struktur logam yang sama.
Selain NDT ada juga DT yang berarti pengujian dengan jalan merusak, contohnya
uji tarik, uji tekan, uji puntir dan lain lain.
Untuk materi kursus modul II / PM akan membahas NDT pada permukaan benda
saja, dan untuk membahas NDT cacat dalam akan dibahas dalam materi kursus
modul III / PM.
2. Maksud dan Tujuan
Untuk mengetahui keadaan fisik material atau bagian bagian dari mesin
konstruksi, maka diperlukan beberapa cara, dari cara yang paling sederhana hingga
cara yang memerlukan pengertian khusus.
NDT bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh keadaan material masih layak
dipakai atau perlu diganti, jadi dengan mengetahui adanya keretakan keretakan
akan bisa diprediksi suatu peralatan masih biasa beroperasi atau harus dilakukan
perbaikan atau perbaikan suku cadangnya.
3. Macam Macam NDT
1.
Pemeriksaan secara visual dengan mata, kadang kadang memakai kaca
pembesar.
2.
Pengujian kebocoran dengan air sabun.
3.
Pengujian dengan spot chek.
4.
Pengujian dengan fluorescent dry penetrant.
5.
Pengujian dengan magnetic partikel.
6.
Pengujian dengan ultra sonik.
7.
Pengujian dengan eddy curent.
8.
Pengujian dengan crack depth.
9.
Pengujian radiografi dengan sinar X.
10.
Pengujian radiografi dengan sinar (gamma).
Dan lain lain.
Metoda nomor 1 sampai dengan 5 termasuk metoda NDT yang sederhana, mudah
pelaksanaannya.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan

Hal -

1/14

Bentuk Cacat Dan Cara Pengujian

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan

Hal -

2/14

a. Pengujian Dengan DYE Penetrant


Media DYE Penetran
Apabila cacat / retak halus, tidak bisa diperiksa dengan spot chek, gunakanlah
fluorescent DYE penetrant. Fluorescent lebih teliti.
Prosedur Pengujian
1. Siapkan pembersih (lap, ampelas, batu asah)
2. Fluorescent DYE penetrant set lengkap terdiri dari: cleaner, penetrant,
developer dan lampu ultra violet.
3. Setelah bersih semprotkan fluorescent DYE penetrant. Penetrant ini berwarna
hijau. Tunggu 15 menit supaya penetrant meresap ke celah celah yang
ada.
4. Setelah 15 menit, bersihkan dengan lap / majun yang bersih sampai
material benar benar bersih kering tidak ada warna hijau lagi (kalau kurang
bersih akan menyulitkan evaluasi).
5. Selanjutnya semprotkan developer secara merata keseluruh permukaan.
Warna developer ini putih. Untuk memeriksa cacatnya harus memakai lampu
ultra violet, tanpa lampu ultra violet cacatnya tidak tidak kelihatan.
Awas !!! hati hati jangan arahkan lampu itu kemata, bisa merusak mata.
6. Untuk mengukur panjang cacat dan lokasinya digunakan kertas kalkir,
tempelkan ke material yang diuji kemudian dengan sorot lampu ultra violet,
jiplak cacat cacat tersebut. Jadi didapat cacat dengan ukuran yang
sebernarnya.
Laporan:
Laporan dibuat di formulir, Laporan membuat gambar materi yang duji lokasi cacat,
besar, cacat, jenis cacat, pelaksana, catatan lainnya yang dipandang perlu.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan

Hal -

3/14

Pengujian Dengan Fluorescent DYE Penetrant

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan

Hal -

4/14

Prinsip Kerja DYE Penetrant

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan

Hal -

5/14

Sebaiknya kita juga mengetahui pengerjaan dengan spot chek. Walaupun


pengujian ini kurang teliti bila dibandungkan dengan pengujian DYE penetrant,
tetapi karena masih banyaknya pengujian spot chek dilakukan alangkan baiknya
kita pelajari juga.
b.

Pengujian cacat dengan spot chek


Spot chek adalah DYE penetrant untuk memeriksa cacat luar seperti retak, luka,
korosi cavitasi.
Persiapan:
1) Siapkan alat alat pembersih, lap, ampelas dan lain lain.
2) Spot chek terdiri dari cleaner, penetrant, developer.
3) Alat alat untuk membuat laporan: blangko / formulir pengamatan, alat alat
tulis / gambar.
Pengujian:
1 Bersihkan material yang akan diuji, bersihkan hingga bersih dari kotoran, karat
yang melekat, diusahakan hingga permukaan mengkilap (gunakan batu asah /
ampelas duko untuk membersihkannya).
2 Bila permukaaan bersih dan halus, lap dengan kain yang bersih, sampai kering,
kemudian semprotkan cleaner, ini gunanya untuk menghilangkan lemak /
minyak yang ada pada celah celah cacat dan seluruh material yang diuji.
3 Semprotkan penetrant pada seluruh permukaan material yang diuji. Warna
penetrant ini merah, Tunggu 15 menit supaya penetrant meresap kedalam
seluruh celah celah cacat.
4 Setelah 15 menit bersihkan penetrant dengan majun / lap yang bersih, sampai
material benar benar bersih kering, tidak ada warna merah lagi (kalau kurang
bersih , nanti akan mengalami kesukaran dalam evaluasi).
5 Selanjutnya semprotkan developer merata keseluruh permukaan. Warna
developer ini putih, kemudian periksalah apakah warna merah itu muncul, itu
adalah warna penetran yang ada pada celah celah cacat., karena ada
developer menjadi mengembang.
Jadi bisa diketahui adanya cacat, cacat itu bisa berupa retak, luka atau goresan.
6 Ukurlah pajang cacat, untuk memudahkan pengukuran gunakan kertas tipis /
kalkir, tempelkan dan jiplak cacat tersebut, kemudian ukur gambar itu.
Laporan: gambarlah materi yang diuji diformulir laporan. Gambar cacatnya, beri
ukurannya, jenis cacat, tanggal, nama penguji.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan

Hal -

6/14

c.

Pengujian Dengan Magnetic Particle Test


Pengertian
Metode Magnetic Particle untuk memeriksa cacat luar, ketelitian metode Magnetic
Particle bergantung pada tekanan joke. Makin tinggi tegangan joke makin teliti.
Pengujian dengan Magnetic Particle lebih cepat dibanding fluorescent DYE
penetrant. Tetapi fluorescent DYE penetrant lebih teliti dibanding Magnetic Particle.
Prosedur Pengujian
Persiapan:
1. Siapkan alat- alat pembersih: lap, ampelas , batu asah..
2. Siapkan peralatan Magnetic Particle set terdiri dari joke / koil, serbuk besi.
3. Formulir laporan, alat tulis.
Pengujian:
1. Bersihkan material yang akan diuji dengan lap, ampelas, batu asah sampai
mengkilap.
2. Pasang joke / koil pada materi yang akan diuji.
3. Taburkan serbuk besi pada materi yang diuji antara dua kutub joke.
4. Amati bila serbuk besi tersebut berdiri disuatu tempat, berarti ditempat itu ada
cacat.
Laporan:
Laporan dibuat di formulir laporan.
Membuat gambar materi yang diuji, lokasi cacat, ukuran cacat, jenis cacat, tanggal
pengujian, pelaksana, catatan catatan yang dianggap perlu.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan

Hal -

7/14

Pengujian Dengan Magnetic Particle

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan

Hal -

8/14

Magnetic Particle

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan

Hal -

9/14

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan

Hal -

10/14

d. Methode Ultrasonic
1) Pengertian NDT dengan ultrasonic
Pengujian dengan ultrasonic adalah cara untuk mengetahui, mendeteksi,
mengetahui cacat dalam bangun benda yang tidak nampak dari luar. Sedangkan
alat yang dipakai untuk mendeteksi cacat dengan ultrasonic ini disebut ultrasonic
flow detector. Selain itu ada peralatan yang sangat praktis dan simpel
penggunaannya yaitu ultrasonic tickness meter, meskipun ada keterbatasan pada
alat ini tetapi sangat membantu sekali dalam pencarian cacat pada bagian-bagian
peralatan mesin.
Aplikasi
Penggunaan teknik ultrasonic untuk mencari cacat pada bagian dalam benda
sangat vital, sehingga sampai sejauh mana benda kerja tersebut bisa digunakan
bisa kita deteksi dengan ultrasonic flow detektor. Peralatan ini sangat cocok
memeriksa baut-baut, pipa, las-lasan dan konstruksi lainnya.
2) Thickness Gauge
a.

b.

Fungsi Dan Kegunaannya


Untuk mengetahui ukuran tebal pipa / plat biasanya dipakai ultrasonic
thickness meter. Peralatan ini menggunakan probe TR. Sebelum
menggunakan pengukuran dengan ultrasonic thickness maka pada
permukaan benda harus dibersihkan.
Pengukuran Dengan Thicness Gauge
Tebal pipa
Tebal pipa bisa diukur dengan jangka sorong, tetapi jika pipa-pipa tersebut
sudah dirangkai menjadi pemipaan maka sulitlah untuk mengetahui tebal
pipa tersebut. Mengapa tebal pipa harus diketahui ukurannya, ini karena
materi pipa terkena erosi dan korosi oleh aliran fluida dalam pipa maupun
terkena udara luar. Maka palinglah tepat pengguanaan thickness gauge untuk
mendeteksinya.
Retak / cacat
Meskipun tidak teliti penggunan thickness gauge untuk mengetahui retak /
cacat masih bisa digunakan, walaupun nilai cacat tidak diketahui tetapi ada
dan tidaknya cacat masih bisa dideteksi.
Meskipun thickness gauge sangat praktis, harga langsung terbaca, tetapi juga
ada keterbatasannya, yaitu:
Panjang pengukuran maksimal 30 cm.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan

Hal -

11/14

Tidak bisa untuk memperkirakan besarnya cacat.


Arah pengukurannya hanya tegak lurus.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan

Hal -

12/14

c.

Ultrasonic Flaw Detektor


Gelombang ultrasonic adalah gelombang getaran mekanis suara yang
mempunyai frekwensi lebih tinggi dari frekwensi suara biasa.
Frekwensi getaran ultra sonic biasa dipakai dalam NDT adalah 0,25 15 Mhz
Getaran ultrasonic dapat ditimbulkan oleh kristal piezo elektrik yang diberi
tegangan listrik. Kristal piezo elektrik ini kalau diberi tegangan listrik akan
mengembang mengempis sehingga timbul getaran.
Sebaliknya bila diberi getaran akan timbul tegangan listrik.
Jadi kristal ini bisa memancarkan getaran ultra sonic dan bisa menerima
getaran ultra sonic.
Kristal ini digunakan untuk probe ultrasonic flow detector, sebagai pemancar
(transmitter) dan sebagai penerima (receiver).
Ada dua cara perambatan gelombang, yaitu longitudinal dan transfersal.
Getaran longitudinal arah rambatnya sejajar dengan arah getaran (biasa
dipakai dalam probe normal).
Getaran transfersal arah rambatnya tegak lurus arah rambatan (dipakai pada
probe sudut).
Kecepatan dua macam gelombang ini tidak sama (lebih cepat longitudinal).

d.

Jenis Ultrasonic Flaw Detector


Ada dua jenis pendeteksian, yaitu :
Jenis transmisi
Jenis gema
Pada jenis transmisi dipakai dua probe, satu sebagai pemancar dan satu lagi
sebagai penerima.
Pada jenis gema hanya dipakai satu probe sebagai pemancar maupun sebagai
penerima gelombang dipantulkan kembali.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan

Hal -

13/14

3) Cara Kalibrasi Bila Memakai Probe Normal


Misalkan range yang dipakai 500 mm

Putar tombol main switch pada posisi input

Atur tombol range elektrik pada posisi 250 range 1 1250 mm

Letakkan probe pada ketebalan 100 mm (dengan standart blok V 2 )

Atur tombol pengatur range halus sehingga diperoleh 5 buah pulsa gema
(N = 500/100 = 5 pulsa) pada skala layar 0 10

Dengan mengatur delay control dan test range reguler tempatkan pulsapulsa yang timbul pada skala-skala:
Pulsa
Pulsa
Pulsa
Pulsa
Pulsa

1
2
3
4
5

terletak
terletak
terletak
terletak
terletak

pada
pada
pada
pada
pada

(100/500
(100/500
(100/500
(100/500
(100/500

x
x
x
x
x

10)
10)
10)
10)
10)

=
=
=
=
=

2
4
6
8
10

Setelah pulsa-pulsa yang timbul diatur proses pada skala-skala tersebut makau
flow detector telah terkalibrasi untuk range 500 mm.

4) Cara Kalibrasi Bila Memakai Probe TR


Kalibrasi dilakukan dengan menggunakn step wedge, misalkan ketebalan yang
akan diukur antara 4 mm s/d 8 mm.
Putar tombol main switch pada posisi on
Atur tombol range pada posisi 10 dan tombol test range regulator pada posisi
paling kiri
Tempatkan pulsa awal yang timbul pada layar CRT pada skala 0,0 dengan
memutar tombol pengatur letak pulsa awal.
Kemudian letakkan probe pada standar step wedge ketebalan 4 mm
Putar tombol pengatur letak pulsa awal sehingga timbul pulsa 1 kemudian
putar kekiri dan letakkna pulsa ini pada skala 4 pada layar CRT
Kemudian letakkan probe pada standar step wedge ketebalan 8 mm atur
tombol test range regulator sehingga pulsa yang timbul terletak pada skala 8
layar CRT
Ulangi pada step wedge 4 mm dan step wedge 8 mm berulang-ulang sehingga
penunjukan tepat pada skala 4 bila step wedge 4 mm dan pada skala 8 bila
step wedge 8 mm.
Maka ultrasonic flow detector telah terkalibrasi untuk pengukuran tebal 4 mm
sampai 8 mm.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan

Hal -

14/14

Anda mungkin juga menyukai