Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN KASUS

Asuhan Keperawatan Pada An. F Dengan Diare Sedang


Di Poli MTBS Puskesmas Garuda

I. Pengkajian Anak
1. Identitas
Nama

: An. F

Tanggal Lahir

: 5 Mei 2014

Umur

: 12 bulan

Jenis kelamin

: laki-laki

Diagnosa Medis

: Diare

Tanggal Pengkajian : 26 Mei 2015


Nama Ayah

1.

: Tn. O

Agama

: Islam

Pekerjaan

: Wiraswasta

Suku/Bangsa

: Sunda/Indonesia

Alamat

: Jl. Pesantren

Pendidikan ayah

: SMA

Pendidikan ibu

: SMA

Keluhan Utama
Buang air besar > 5x dalam sehari dengan konsistensi cair ada ampasnya
berwarna kuning.

2.

Riwayat Penyakit sekarang


2 hari sebelum ke puskesmas, klien mencret > dari 5 kali berupa cairan
kuning, tanpa disertai lender dan darah. Mencret disertai dengan muntah
setiap kali sehabis makan, berupa sisa makanan, keluhan juga disertai
dengan panas badan yang tidak terlalu tinggi terus menerus siang dan
malam. 4 hari sebelum ke puskesmas klien batuk pilek.

3.

Riwayat Kehamilan Dan Persalinan


Prenatal
Selama kehamilan ibu melakukan pemeriksaan ke puskesmas dari
awal kehamilan 2 bulan, sampai kehamilan 9 bulan, ibu di imunisasi

TT, tiak pernah menderita sakit selama hamil.


Natal
Klien lahir cukup bulan yaitu 38 minggu, lahir dengan bantuan
bidan, lahir secara spontan langsung menangis dengan BB 3200 gr

dan TB 50 cm
Postnatal
Ibu mengatakan bayi diasuh oleh ibunya sendiri, diberi ASI eksklusif
sampai umur 6 bulan dan mulai diberi tambahan MPASI sejak umur 6
bulan berupa bubur bayi dan buah yang dihaluskan. Klien mulai
mendapatkan makanan keluarga sejak berumur 1 tahun. Klien sering
mengikuti posyandu 1 bulan sekali dan klien sudah di imunisasi
lengkap sesuai dengan waktunya.

4. Riwayat Masa Lalu


Sebelumnya klien tidak pernah sakit seperti ini apalagi sampai di rawat di
rumah sakit.
5.

Riwayat Kesehatan Keluarga


Riwayat keluhan serupa pada anggota keluarga atau lingkungan disekitar
klien tidak ada, dari kedua keluarga orangtua tidak ada riwayat TBC,
penyakit astma dan DM. Riwayat hipertensi ada dari ibunya bapak klien.
Sumber air minum keluarga adalah air minum isi ulang, jamban yang
digunakan adalah jamban tertutup digunakan oleh 2 orang.

6.

7.

Riwayat Sosial
Klien tinggal bersama keluarga yang terdiri atas 3 orang anggota inti
berpenghasilan cukup, ayah bekerja sebagai wiraswasta dan ibu IRT.
Kebutuhan Dasar
Nutrisi
Klien mendapatkan ASI eksklusif sampai umur 6 bulan dan mulai
diberi tambahan MPASI sejak umur 6 bulan berupa bubur bayi dan
buah yang dihaluskan. Klien mulai mendapatkan makanan keluarga

sejak berumur 1 tahun.

Eliminasi
BAB masih mencret, 4x sehari konsistensi masih cair, warna kekuning
kuningan. BAK tidak ada kelahan.
Menurut keluarga semalam klien rewel tidak bisa tidur sama sekali,

gelisah nangis terus.


8. Pemeriksaan Fisik
Sistem pernafasan
RR : 48 x/mnt, melalui nasal, PCH tak ada, retraksi intercostalis tak
ada, Rhonchi tak ada, wheezing tak ada

Sistem kardiovaskuler
Nadi ; 140 x/mnt, kuat dan teratur, S1 S2 tunggal.

Sistem Pencernaan
Mukosa mulut tampak kering, Bising usus normal 12 x/mnt, ada
kembung saat diperkusi, klien nangis dan menolak jika ibu mau
meneteki, klien juga nampak malas minum.

Sistem Integumen
Warna kulit sawo matang, tugor elastik, suhu 37,40 c, akral hangat.

Sistem muskuloskeletal
Klien nampak lemah, udema tak ada, keterbatasan gerak tak ada.

Sistem persyarafan
Kesadaran komposmentis, GCS 15, tak ada kejang, parese, mata
tampak cekung, skelra tak ikterik, konjungtiva tak anemis, ubun
ubun besar datar.

Sistem Perkemihan
BAK warna kuning, jernih, testis sudah menurun, ruam ruam daerah
perianal ada.

9.

Riwayat Pertumbuhan dan perkembangan


Pertumbuhan
BB

: 6,9 kg, LK: 43 cm, PB : 70 cm

Fontanel anterior : belum menutup sempurna, tidak cekung.


Fontanel posterior : menutup

Perkembangan
Fase Oral: klien senang menggigiti benda apa pun yang diberikan
kepadanya.
True VS Mistrust: timbul rasa aman pada diri anak yang terjadi
akibat interaksi erat antara anak dan ibu. Dari rasa aman, tumbuh
kepercayaan dasar terhadap dunia luar.

Perilaku yang mempengaruhi kesehatan


Pengelolaan makanan menggunakan air keran, minum
menggunakan air isi ulang, menyimpan makanan dilemari makan,
kebiasaan BAB di WC pribadi (septi tank).

10. Penatalaksanaan
Therapi :

11.

Kortimoksazol suspensi 240mg/5ml

ANALISA DATA
DATA

ETIOLOGI

MASALAH

S: DS:
Ib Ibu mengatakan klien mencret >5
kali perhari, konsistensi cair,
(mancer spt air kran), warna
kekuning kuningan.
DO:
O: BB : 6,9 kg, mukosa mulut kering,
klien malas minum dan tampak
haus, UUB datar, klien tampak
lemas, rewel, turgor kulit baik,
mata cekung.
S: DS:
Ibu mengatakan klien tidak mau
menetek.
DO:
O: Keadaan umum lemah, BB 6,9 kg,
PB 64 cm, LD 43 cm, Lk 43 cm
bising usus 45 x/mnt, kembung saat
diperkusi, klien malas dan menolak
saat mau diberi ASI.

DS:
Ibu mengatakan pantatanaknya lecet
(kemerahan)
DO:
Klien mencret, perianal kemerahan

faktor infeksi

masuk dan berkembang dalam


usus

hipersekresi air dan elektrolit


( peningkatan isi rongga usus)

Diare

Diare

distensi abdomen

Mual muntah

Nafsu makan menurun

BB menurun

Perubahan nutriri
Diare

Frekuensi BAB meningkat

Integritas kulit perianal

Gangguan
keseimbangan
cairan dan
elektrolit

Resiko perubahan
nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh

Gangguan
integritas kulit
perianal

Diagnosa Keperawatan
1. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan dampak
sekunder te rhadap diare

2. Resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan


tidak adekuatnya intake dan output yang berlebihan
3. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan peningkatan frekuensi diare.

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


N
O
1

DIAGNOSA
KEPERAWATA
N
Gangguan
keseimbangan cairan
dan elektrolit
berhubungan dengan
kehilangan cairan
skunder terhadap
diare

PERENCANAAN
TUJUAN
setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 2 x 24
jam keseimbangan dan
elektrolit dipertahankan
secara maksimal
Kriteria hasil :
o Tanda vital dalam batas
normal (N: 120-60
x/mnt, S; 36-37,50 c,
RR : < 40 x/mnt )
o Turgor elastik ,
membran mukosa bibir
basah, mata tidak
cekung, UUB tidak
cekung.
o Konsistensi BAB
lembek, frekwensi 1 kali
perhari

INTERVENSI

RASIONAL

Pantau tanda dan gejala


kekurangan cairan dan
elektrolit

1) Penurunan sisrkulasi
volume cairan
menyebabkan
kekeringan mukosa
dan pemekataj urin.
Deteksi dini
memungkinkan terapi
pergantian cairan
segera untuk
memperbaiki deficit

Pantau intake dan output

2)Dehidrasi dapat
meningkatkan laju
filtrasi glomerulus
membuat keluaran tak
aadekuat untuk
membersihkan sisa
metabolisme

3).Timbang berat badan


setiap hari

4).Anjurkan keluarga untuk


memberi minum banyak
pada kien, 2-3 lt/hr
5). Kolaborasi :
Pemeriksaan
laboratorium serum
elektrolit (Na, K,Ca,
BUN)

Cairan parenteral ( IV
line ) sesuai dengan
umur
Obat-obatan :
(antisekresin,
antispasmolitik,
antibiotik)

3).Mendeteksi
kehilangan cairan ,
penurunan 1 kg BB
sama dengan
kehilangan cairan 1 lt
4).Mengganti cairan
dan elektrolit yang
hilang secara oral

koreksi keseimbang
cairan dan elektrolit,
BUN untuk
mengetahui faal ginjal
(kompensasi).

Mengganti cairan dan


elektrolit secara
adekuat dan cepat.
anti sekresi untuk
menurunkan sekresi
cairan dan elektrolit

Perubahan nutrisi
kurang dari kebutuhan
tubuh berhubungan
dengan tidak
adekuatnya intake dan
out put

setelah dilakukan tindakan 1)


perawatan selama dirumah
di RS kebutuhan nutrisi
terpenuhi
Kriteria
:
- Nafsu makan meningkat 2)
- BB meningkat atau normal
sesuai umur
3)
4)

agar simbang,
antispasmolitik untuk
proses absorbsi
normal, antibiotik
sebagai anti bakteri
berspektrum luas
untuk menghambat
endotoksin.
Diskusikan dan jelaskan
1) Serat tinggi, lemak,air
tentang pembatasan diet
terlalu panas / dingin
(makanan berserat tinggi,
dapat merangsang
berlemak dan air terlalu
mengiritasi lambung
panas atau dingin)
dan sluran usus.
Ciptakan lingkungan yang 2) situasi yang nyaman,
bersih, jauh dari bau yang
rileks akan
tak sedap atau sampah,
merangsang nafsu
sajikan makanan dalam
makan
keadaan hangat
Berikan jam istirahat (tidur) 3)Mengurangi pemakaian
serta kurangi kegiatan yang
energi yang berlebihan
berlebihan
4)Mengetahui jumlah
Monitor intake dan out put
output dapat
dalam 24 jam
merencenakan jumlah
makanan

5) Kolaborasi dengan tim


kesehtaan lain :
terapi gizi : Diet TKTP
rendah serat, susu

gangguan integritas
kulit perianal
berhubungan dengan
peningkatan
frekwensi BAB
(diare)

obat-obatan atau vitamin


( A)

pemeriksaan lab Hb, PIT,


Hct,

setelah dilakukan tindaka


1) Diskusikan dan jelaskan
keperawtan selama di rumah
pentingnya menjaga
sakit integritas kulit tidak
tempat tidur
terganggu
2) Demontrasikan serta
Kriteria hasil :
libatkan keluarga dalam
-Tidak terjadi iritasi :
merawat perianal (bila
kemerahan, lecet,
basah dan mengganti
kebersihan terjaga
pakaian bawah serta
-Keluarga mampu
alasnya)
mendemontrasikan
3)
Atur posisi tidur atau
perawatan perianal dengan
duduk dengan selang
baik dan benar.
waktu 2-3 jam

meringankan kerja
lambung dan
penambahan nutrisi
Mengandung zat yang
diperlukan untuk
proses pertumbuhan,
mengetahui kekurangan
nutrisi tubuh.

1) Kebersihan mencegah
perkembang biakan
kuman
2)Mencegah terjadinya
iritassi kulit yang tak
diharapkan oleh karena
kelebaban dan
keasaman feces
3) mengurangi penekanan
yang lama sehingga
tak terjadi iskemi dan
irirtasi

RESUME
ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. F DENGAN DIARE

DI POLI MTBS PUSKESMAS GARUDA

RENI JULIANITA
NPM. 220112140534

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
PROFESI KEPERAWATAN ANAK ANGKATAN XXIX
BANDUNG
2015

Anda mungkin juga menyukai