Anda di halaman 1dari 17

PENGOPERASIAN NURSE CALL

No. Dokumen :
001/SPO/KEB/RSSAK/III/2015
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)

No. Revisi :
Halaman :
01
1/1
Ditetapkan,

Tanggal Terbit :
28 Maret 2015

PENGERTIAN

dr. H. Mahruzzaman Naim,SpA


Direktur RSSA Karawaci
Penatalaksanaan pengoperasian Nurse Call

TUJUAN

Untuk memudahkan penggunaan Nurse Call

KEBIJAKAN

1. Peraturan direktur nomor 002/PER/DIR/RSSAK/II/2015 tentang kebijakan


pelayanan Rumah Sakit
2. Peraturan direktur nomor 016/PER/DIR/RSSAK/II/2015 tentang pelayanan
ruang kebidanan

PROSEDUR
1. Tekan tombol power ON untuk mengaktifkan alat.
Tekan tombol OFF untuk me-non aktifkan alat.
2. Chime volume (Max-Min) : untuk menyetel besar dan kecil suara perawat
yang terdengar diruang pasien dengan memonitor dengan memutar tombol
Max-Min
3. Rec-Volume (Max-Min) : untuk menyetel besar dan kecil suara pasien yang
terdengar monitoring dengan memutar tombol Max-Min
4. * Bila Pasien menekan bel
1. Maka akan terdengar bunyi di Monitoring Bell
2. Lampu Monitoring serta lampu diatas pintu kamar pasien menyala.
* Untuk mendengar dan menjawab painggilan pasien
1. Tekan tombol yang menyala dan tekan tombol talk atau mengangkat
gagang telepon (suara perawat akan terdengar di ruangan pasien yang
memanggil).
2. Lepaskan tombol talk atau dengarkan lewat gagang telepon (suara
apsien akan terdengar di monitoring).
3. Selesai pembicaraan, tombol menyala untuk pasien ditekan kembali ke
posisi semula
Peralatan :
Mesin Nurse Call

UNIT TERKAIT

NB :
Bersihkan alat tiap hari dengan mengelap permukaannya dengan lap kering,
hindari lap basah agar tidak terkontak aliran listrik
---

PENGGUNAAN INFUS PUMP TIPE TE-112


No. Dokumen :
002/SPO/KEB/RSSAK/III/2015
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)

No. Revisi :
Halaman :
01
1/3
Ditetapkan,

Tanggal Terbit :
28 Maret 2015

PENGERTIAN

dr. H. Mahruzzaman Naim,SpA


Direktur RSSA Karawaci
Penatalaksanaan penggunaan infus TE-112

TUJUAN

Untuk memudahkan penggunaan infusion pump tipe TE-112

KEBIJAKAN

1. Peraturan direktur nomor 002/PER/DIR/RSSAK/II/2015 tentang kebijakan


pelayanan Rumah Sakit
2. Peraturan direktur nomor 016/PER/DIR/RSSAK/II/2015 tentang pelayanan
ruang kebidanan
1. Persiapan Pertama
1) Tempatkan alat pada tiang infus.
Dengan menggunakan pole Camp yang terletak di belakang alat,
tempatkan/sambungkan alat dengan tiang infus.
2) Hubungkan suplai AC (220 Volt, 50-60 Hz)
a. Sambungkan suplai AC ke konektor yang ada/terletak dibelakang
alat.
b. Lampu indikator (charge) akan menyala, ini menandakan baterai
yang ada didalam alat sedang diisi.
3) Hubungkan/sambungkan drip sensor.
Masukkan kabel sensor ke konektor/terminal drip sensor yang
terletak dibelakang alat, sampai tanda yang ada pada kabel
bertemu dengan tanda pada alat.
4) Tekan tombol power.
a. Buka pintu alat terdapat selang infus didalamnya.
b. Tekan dan tahan tombol tersebut selama 1 detik.
a) Semua Indikator kecuali indikator change akan berkedip 3x,
alarm berbunyi dan peristaltic finger bergerak.
b) Indikator air dan door menyala terus menerus sampai
tombol star/Silince ditekan.

PROSEDUR

2. Persiapan pemberian infus


1) Posisi dari manual roler clamp
2) Hubungkan tabung infus dengan bagian penunjangnya.
3) Isi drip Chamber dengan cairan infus.
3. Pasang pemberian infus.
1) Tarik Release Lever samping dan turunkan sampai terkunci.
2) Tempat/pasang selang pada tempat yang telah disediakan. Pastikan
selang dalam keadaan benar (lurus) dan melalui air-Inline detektor,
finger dan Acclusion Detektor.

PENGGUNAAN INFUS PUMP TIPE TE-112


No. Dokumen :
002/SPO/KEB/RSSAK/III/2015
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
PROSEDUR

No. Revisi :
Halaman :
01
2/3
Ditetapkan,

Tanggal Terbit :
28 Maret 2015
dr. H. Mahruzzaman Naim,SpA
Direktur RSSA Karawaci
4. Tutup pintu

Tutup pintu dan kunci dengan menggunakan door Lock lever


5. Pasang drip Sensor

Cara memasangnya pada drip Chamber yaitu dengan menekannya


dengan jari. Sensornya harus terletak diantara lubang dari drip
Chamber dengan permukaan cairan infus
6. Pengetesan volume tetesan (drop/mL) dan cairan infus.
7. Pengetesan junlah cairan infus yang akan diberikan (mL/h). Diletakkan
dengan menekan tombol infusion set selama 0.5 detik. Pastikan simbol
D. Rate dan simbol Ml/h atau simbol Drops/min tampil dilayar, kemudian
tombol pemilihan untuk menset jumlah cairan yang akan diberikan.
a. Setiap kali menekan tombol " maka akan naik 1
b. Setiap kali menekan tombol v maka akan turun 1
c. Setiap kali menekan tombol maka akan naik 100
d. Setiap kali menekan tombol maka akan turun 100
8. Penegetesan batas (limit) pemberian infus (mL).
D.limit dapat diatur dari 0s/d 9999 mL. Jika tidak
diperlukan langsung melakukan prosedurselanjutnya. Adapun cara
untuk mengaturnya sebagai berikut :
1) Tekan tombol select maka simbol D.Limit akan tampil pada
layar
2) Gunakan tombol pemilihan untuk menentukan jumlah yang
diinginkan (mL).
a. Setiap kali menekan tombol " maka akan naik 1.
b. Setiap kali menekan tombol v maka akan turun 1
c. Setiap kali menekan tombol maka akan naik 100
d. Setiap kali menekan tombol maka akan turun 100.
Setelah selesai maka layar akan kembali ke posisi semula (d.rate)
dalam 10 detik.
Pengaturan d.Limit dilakukan ketika indikator start?stop berwarna
orange dan simbol D.limit dan kemudian baru dilakukan pengaturan.
Jika simbol D.rate ditampilkan pada display maka kita harus
menekan tombol select untuk mengubah ke posisi D.limit dan
kemudian baru dilakukan pengaturan.

PENGGUNAAN INFUS PUMP TIPE TE-112


No. Dokumen :
002/SPO/KEB/RSSAK/III/2015
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)

Tanggal Terbit :
28 Maret 2015
dr. H. Mahruzzaman Naim,SpA
Direktur RSSA Karawaci

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

No. Revisi :
Halaman :
01
3/3
Ditetapkan,

9. Buka Roller Clamp


10. Lakukan proses penginfusan pada pasien.
11. Tekan tombol star/stop untuk memulai pengoperasian
a) Periksa D.Rate, D,limit, jumlah tetesan dan saluran infus sekali
lagi.
b) Lampu indikator star/stop berwarna hijau dan prsoes dimulai.
Lampu indikator star/stop akan terus menyala selama proses
infus berlangsung.
Ketika cairan infus akan habis maka alarm empty akan
berbunyi.
12. Proses infus selesai
a) Ketika jumlah yang disalurkan sudah mencapai limit dari jumlah yang
diatur maka lampu indikator dari completion akan menyala dan
alarm berbunyi.
b) Untuk memberhentikan pengoperasian alat tekan tombol
star/stop/silince sekali lagi.
13. Matikan power.
a) Tekan dan tahan selama 1 detik tombol power untuk
mematikan/memutuskan yang masuk ke alat. Semua indikator akan
mati kecuali charge.
---

PESANAN PULANG
No. Dokumen :
003/SPO/KEB/RSSAK/III/2015
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

No. Revisi :
Halaman :
01
1/1
Ditetapkan,

Tanggal Terbit :
28 Maret 2015
dr. H. Mahruzzaman Naim,SpA
Direktur RSSA Karawaci
Penatalaksanaan pesanan pulang
Supaya ibu bisa mengerti perawatan selama di rumah
1. Peraturan direktur nomor 002/PER/DIR/RSSAK/II/2015 tentang kebijakan
pelayanan Rumah Sakit
2. Peraturan direktur nomor 016/PER/DIR/RSSAK/II/2015 tentang pelayanan
ruang kebidanan
1. kontrol sesuai dengan pesanan dokter atau 1 minggu setelah pulang dari
rumah sakit.
2. Jaga kebersihan luka episiotomi atau luka operasi
3. Ibu cukup istirahat dan makan yang cukup
4. Makan obat secara teratur
5. Jangan minum jamu dan makan ayam arak atau kolesom.
6. Bila terjadi kegawatan di rumah atau perdarahan yang banyak segera ke
rumah sakit.
7. Ada surat tanda keluar.
8. Klik vacan pada sistem wipro.
---

PENGGUNAAN BED PAN WASHER


No. Dokumen :
004/SPO/KEB/RSSAK/III/2015
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN

PROSEDUR

No. Revisi :
Halaman :
01
1/2
Ditetapkan,

Tanggal Terbit :
28 Maret 2015
dr. H. Mahruzzaman Naim,SpA
Direktur RSSA Karawaci
Penatalaksanaan bed pan washer
Alat yang dicuci bersih maksimal
1. Peraturan direktur nomor 002/PER/DIR/RSSAK/II/2015 tentang kebijakan
pelayanan Rumah Sakit
2. Peraturan direktur nomor 016/PER/DIR/RSSAK/II/2015 tentang pelayanan
ruang kebidanan
1. Masukkan peralatan seperti Bed Pan Washer ke ruang pencucian yaitu
dengan membuka pintu mesin bagian tengah.
Masukkan sesuai tempatnya masing-masing. Maximum kapasitas peralatan 1
urinal, 1 pot beserta tutupnya, jika tempat masih mencukupi dapat pula
dimasukkan piala ginjal.
2. Setelah peralatan tersebut masuk ke ruang pencuci sesuai posisi masingmasing, tutup pintu ruang pencuci dan selama siklus pencucian berjalan pintu
harus selalu ditutup.
3. Cara mengoperasikan mesin tersebut yaitu dengan menekan tombol yang ada
pada mesin pencuci secara perlahan sesuai dengan keadaan peralatan,
apakah terlalu kotor atau tidak.
Cara desinfeksi yang digunakan pada Bed Pan Washer seperti doyen SK 22E.
Cairan ini disimpan pada mesin Bed Pan Washer bagian bawah. Berat cairan ini +
5 kg. Cairan ini dapat digunakan + 1 bulan. Jika habis cairan ini dapat diganti
dengan cara membuka pintu mesin bagian bawah. Setelah cairan tersebut diganti
pintu harus selalu terkunci. Pemeliharaan Bed Pan Washer yaitu dengan lap
basah setiap hari hanya pada bagian luar saja.
Kode-kode bila ada kerusakan pada mesin Bed Pan Washer
Tanda F : Tanda Peringatan
Tanda Er : Tanda gangguan/kerusakan
F1
: Pintu tidak tertutup
F2
: Tempat penyimpanan air (tanki) tidak ada air
Er1
: Sekering yang menghubungkan arus listrik pada slang pompa
rusak/kurang baik
Er2
: Pompa untuk desinfektan bocor
Er3
: Aliran listrik pada pengatur suhu kortsleting
Er4
: Pengatur suhu rusak
Er5
: Tidak ada air hangat di tempat penyimpanan air hangat.

PENGGUNAAN BED PAN WASHER


No. Dokumen :
004/SPO/KEB/RSSAK/III/2015
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
PROSEDUR

Tanggal Terbit :
28 Maret 2015
Er6
Er7
Er8
Er99
Er99
Er9

UNIT TERKAIT

No. Revisi :
Halaman :
01
2/2
Ditetapkan,

---

dr. H. Mahruzzaman Naim,SpA


Direktur RSSA Karawaci
: Suhu air hangat terlalu tinggi (lebih dari 70C)
: Desinfeksi tidak berjalan
: Suhu desinfektan yang diset tidak tercapai dikarenakan isi tanki
evaporator tensi penuh kerusakan pada PCB (sirkuit alat-alat).
: Arus listrik mati
: Elektrolik (alat-alat elektrolik) rusak
: Suhu desinfeksi melebihi suhu yang diset.

PEMELIHARAAN PAYUDARA SESUDAH MELAHIRKAN


No. Dokumen :
005/SPO/KEB/RSSAK/III/2015
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)

No. Revisi :
Halaman :
01
1/1
Ditetapkan,

Tanggal Terbit :
28 Maret 2015
dr. H. Mahruzzaman Naim,SpA
Direktur RSSA Karawaci

PENGERTIAN

Penatalaksanaan pemeliharaan payudara.

TUJUAN

1.
2.
3.
1.

KEBIJAKAN

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

Memelihara kebersihan payudara


Menlancarkan keluarnya ASI
Mencegah bendungan pada payudara/mencegah payudara bengkak.
Peraturan direktur nomor 002/PER/DIR/RSSAK/II/2015 tentang kebijakan
pelayanan Rumah Sakit
2. Peraturan direktur nomor 016/PER/DIR/RSSAK/II/2015 tentang pelayanan
ruang kebidanan
Peralatan :
a. 2 buah kom air hangat dan dingin
b. 2 buah wash lap
c. 1 handuk besar
d. Baby oil
Prosedur :
Persyaratan untuk mencapai hasil yang baik :
1. Pengurutan harus dikerjakan secara sistimatis dan teratur
2. Memperhatikan makanan yang seimbang
3. Memperhatikan kebersihan sehari-hari
4. Memakai BH yang bersih dan bentuknya yang menyokong payudara.
5. Istirahat yang cukup dan pikiran yang tenang.
6. Menghindari rokok dan minuman yang beralkohol
Langkah-langkah ;
a) Tuang minyak secukupnya
b) Friction :
Sokong payudara kiri dengan tangan kiri, tangan kanan menyokong
payudara kanan, dua atau tiga jari dari tangan yang berlawanan membuat
gerakan memutar sambil menekan dari pangkal payudara dan berakhir di
puting susu, setiap payudara dua kali gerakan.
c) Pengompresan dengan cara :
Kompres kedua payudara dengan waslap hangat 2 menit, kompres
bergantian 2x berturut-turut dengan air hangat di akhiri dengan air dingin
selama 1 menit.
Kemudian di lap pakai handuk dan pakai BH yang menyokong payudara.
---

PENYULUHAN POST PARTUM


No. Dokumen :
006/SPO/KEB/RSSAK/III/2015
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
PENGERTIAN
TUJUAN

No. Revisi :
Halaman :
01
1/1
Ditetapkan,

Tanggal Terbit :
28 Maret 2015
dr. H. Mahruzzaman Naim,SpA
Direktur RSSA Karawaci
Penatalaksanaan penyuluhan kesehatan pada pasien setelah melahirkan.

PROSEDUR

Agar penyuluhan kesehatan tersampaikan atau diterima dengan baik jelas dan
benar.
1. Peraturan direktur nomor 002/PER/DIR/RSSAK/II/2015 tentang kebijakan
pelayanan Rumah Sakit
2. Peraturan direktur nomor 016/PER/DIR/RSSAK/II/2015 tentang pelayanan
ruang kebidanan
1.
Pasien dinyatakan boleh pulang oleh dokter primer kemudian bidan
memberitahu kepada pasien mengenai manfaat ASI bagi ibu dan bayi.
2.
Bidan menyampaikan kepada pasien mengenai gizi yang seimbang
sangat dibutuhkan bagi ibu ibu yang sedang menyusui.
3.
Bidan memberitahu cara perawatan luka operasi kepada pasien sectio
caesar, dan cara perawatan episiotomy bila pasien melahirkan secara normal
sesuai instruksi dokter.

UNIT TERKAIT

---

KEBIJAKAN

PENYULUHAN MEMANDIKAN BAYI DI RUMAH


No. Dokumen :
007/SPO/KEB/RSSAK/III/2015
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)

Tanggal Terbit :
28 Maret 2015
dr. H. Mahruzzaman Naim,SpA
Direktur RSSA Karawaci

PENGERTIAN

Memelihara kebersihan tubuh

TUJUAN

1.
2.
3.
4.
1.

KEBIJAKAN

PROSEDUR

No. Revisi :
Halaman :
01
1/1
Ditetapkan,

Membersihkan kulit
Merangsang peredaran darah
Memberikan perasaan nyaman dan segar
Melatih bayi agar terbiasa dengan kebersihan
Peraturan direktur nomor 002/PER/DIR/RSSAK/II/2015 tentang kebijakan
pelayanan Rumah Sakit
2. Peraturan direktur nomor 016/PER/DIR/RSSAK/II/2015 tentang pelayanan
ruang kebidanan
Peralatan :
a. Wash lap
b. Bak mandi
c. Handuk
d. Seperangkat perlengkapan bayi
e. Alkohol 70%
f. Kassa steril
g. Baby oil
h. Sisir
i. Ember tertutup untuk pakaian kotor
Syarat-syarat yang utama :
Jangan meninggalkan bayi sendirian diats tempat tidur, karena bahaya bayi jatuh
yang dapat menyebabkan geger otak atau patah tulang dan lain-lainnya.
Menyediakan keperluan :
1. Bak mandi diisi air hangat, basuh bayi dengan sabun mulai dari kepala,
badan, kedua tangan, punggung, kedua kaki, terakhir alat kelamin.
Kemudian masukkan dalam bak mandi dengan perasat garpu (khusus
untuk bayi, handuk tidak boleh dicampur dengan yang lain karena kulit
bayi masih sangat halus dan mudah terkena infeksi).
2. Kassa steril untuk membungkus tali pusat di basahi dengan alkohol 70%
3. Ember tertutup untuk menaruh perlengkapan bayi yang kotor.
4. Kapas basah untuk membersihkan pantat bayi bila buang air besar.
5. Minyak/baby oil untuk mengmpres sarap pada kepala bayi setengah jam
sebelum dimandikan.
6. Sisir kepala bayi dengan sisir bayi.
7. Pakaian yang bersih dan kering

UNIT TERKAIT

---

CARA MENYUSUI BAYI YANG BENAR


No. Dokumen :
008/SPO/KEB/RSSAK/III/2015
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

No. Revisi :
Halaman :
01
1/1
Ditetapkan,

Tanggal Terbit :
28 Maret 2015
dr. H. Mahruzzaman Naim,SpA
Direktur RSSA Karawaci
Penatalaksanaan penyuluhan kesehatan pada pasien setelah melahirkan.
Agar penyuluhan kesehatan tersampaikan atau diterima dengan baik jelas dan
benar.
1. Peraturan direktur nomor 002/PER/DIR/RSSAK/II/2015 tentang kebijakan
pelayanan Rumah Sakit
2. Peraturan direktur nomor 016/PER/DIR/RSSAK/II/2015 tentang pelayanan
ruang kebidanan
1. Cuci tangan sebelum memberi ASI
2. Usahakan posisi duduk dan menyenangkan
3. Pikiran dalam keadaan tenang.
4. Membersihkan payudara dengan cara mengoleskan ASI dengan jari pada
daerah puting dan areola (daerah hitam).
5. Peluk bayi dan letakkan kepala bayi pada siku tubuh bayi menghadap ibu
menyentuh payudara
6. Pegang payudara dengan cara ibu jari berada diatas puting sedangkan
keempat jari lainnya dibawah payudara.
7. Pastikan puting susu sampai areola le mulut bayi
8. Susukan bayi pada kedua payudara secara bergantian.
9. Sendawakan bayi secara halus pada bahu ibu atau tengkurap pada
pangkuan
10. Berikan air matang hangat 1 2 sendok teh untuk membersihkan mulut bayi.
---

POST NATAL
No. Dokumen :
009/SPO/KEB/RSSAK/III/2015
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

No. Revisi :
Halaman :
01
1/1
Ditetapkan,

Tanggal Terbit :
28 Maret 2015
dr. H. Mahruzzaman Naim,SpA
Direktur RSSA Karawaci
Pengamatan pada ibu dan bayi pada masa nifas
Untuk menilai keadaan ibu dan bayi baru lahir dan untuk mencegah infeksi dan
menangani masalah yang terjadi.
1. Peraturan direktur nomor 002/PER/DIR/RSSAK/II/2015 tentang kebijakan
pelayanan Rumah Sakit
2. Peraturan direktur nomor 016/PER/DIR/RSSAK/II/2015 tentang pelayanan
ruang kebidanan
1. 6-8 jam setelah masa persalinan ibu harus bisa buang air kecil
2. Mencegah pendarahan masa infas.
3. Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan
4. Kolaborasi dengan dokter jika pendarahan berlanjut
5. Memberikan penyuluhan pada ibu atau salah satu anggota keluarga
bagaimana cara mencegah pendarahan masa nifas karena atonia uteri.
6. Pemberian ASI awal
7. Melakukan hubungan antara ibu dengan bayi baru lahir
8. Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipothermia
9. Bidan menolong persalinan harus tinggal dengan ibu dan bayi baru lahir
untuk 2 jam pertama setelah kelahiran atau sampai keadaan ibu dan bayi
dalam keadaan stabil.
---

PENGGUNAAN TEMPAT TIDUR MANUAL


No. Dokumen :
010/SPO/KEB/RSSAK/III/2015
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

No. Revisi :
Halaman :
01
1/1
Ditetapkan,

Tanggal Terbit :
28 Maret 2015
dr. H. Mahruzzaman Naim,SpA
Direktur RSSA Karawaci
Tempat tidur yang dipakai untuk tidur yang dapat dirubah posisi hanya bagian
atas.
Supaya setiap pasien dapat tidur dengan nyaman.
1. Peraturan direktur nomor 002/PER/DIR/RSSAK/II/2015 tentang kebijakan
pelayanan Rumah Sakit
2. Peraturan direktur nomor 016/PER/DIR/RSSAK/II/2015 tentang pelayanan
ruang kebidanan
1. Menempatkan roda tempat tidur pada rel lalu di kunci.
2. Mengatur posisi tempat tidur sesuai kebutuhan pasien :
Menaikkan bagian kepala dengan cara mengangkat bagian atas tempat
tidur sesuai dengan yang diinginkan (dapat dilihat pada sisi tempat tidur),
kemudian untuk menurunkan angkat bagian bawah dan turunkan bagian
atas tempat tidur.
3. Untuk memasang penghalang tempat tidur :
Angkat hek sampai maksimal hingga terdengar bunyi klik.
Untuk membuka penghalang, tekan engsel di bagian ujung tempat tidur
lalu turunkan.
4. Pada tempat tidur terdapat 2 lubang untuk menempatkan standar infus, 2
lubang di bagian kepala.
---

SENAM NIFAS
No. Dokumen :
011/SPO/KEB/RSSAK/III/2015
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
PENGERTIAN

No. Revisi :
Halaman :
01
1/1
Ditetapkan,

Tanggal Terbit :
28 Maret 2015
dr. H. Mahruzzaman Naim,SpA
Direktur RSSA Karawaci
Penatalaksanaan senam setelah melahirkan.

TUJUAN

KEBIJAKAN

1. Peraturan direktur nomor 002/PER/DIR/RSSAK/II/2015 tentang kebijakan


pelayanan Rumah Sakit
2. Peraturan direktur nomor 016/PER/DIR/RSSAK/II/2015 tentang pelayanan
ruang kebidanan
Peralatan :
a. Matras
b. Bantal

PROSEDUR

Memperlancar peredaran darah.


Mengencangkan otot-otot.
Melatih relaksasi.
Mengembalikan bentuk tubuh

Prosedur :
1. Pasien dijelaskan tujuan dilakukan senam nifas.
2. Pasien diajarkan tehnik-tehnik senam nifas sesuai teori dan langkah-langkah
senam nifas.
Syarat-syarat ibu yang mengikuti senam nifas :
Ibu dengan spontan partus hari ke I dan ke II.
Ibu dengan post sc hari ke II dan ke III tanpa komplikasi.
UNIT TERKAIT

---

SENAM HAMIL
No. Dokumen :
012/SPO/KEB/RSSAK/III/2015
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN

PROSEDUR

No. Revisi :
Halaman :
01
1/1
Ditetapkan,

Tanggal Terbit :
28 Maret 2015
dr. H. Mahruzzaman Naim,SpA
Direktur RSSA Karawaci
Penatalaksanaan senam selama kehamilan sesuai dengan instruksi dokter.
Memotivasi ibu untuk melahirkan secara normal dengan cara mengajarkan teknik
relaksasi pernafasan sehingga tercapai persalinan yang aman, cepat dan
spontan.
1. Peraturan direktur nomor 002/PER/DIR/RSSAK/II/2015 tentang kebijakan
pelayanan Rumah Sakit
2. Peraturan direktur nomor 016/PER/DIR/RSSAK/II/2015 tentang pelayanan
ruang kebidanan
Peralatan :
a. Matras
b. Bantal
Prosedur :
1. Pasien dijelaskan tujuan dan guna dilakukan senam hamil.
2. Ibu hamil diajarkan teknik-teknik senam hamil sesuai dengan teori atau
langkah-langkah senam hamil.
Syarat-syarat ibu yang boleh mengikuti senam hamil :
Ibu hamil yang sehat dan tidak ada kontra indikasi.

UNIT TERKAIT

---

HYGIENE PERINEUM
No. Dokumen :
013/SPO/KEB/RSSAK/III/2015
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)

No. Revisi :
Halaman :
01
1/1
Ditetapkan,

Tanggal Terbit :
28 Maret 2015

PENGERTIAN

dr. H. Mahruzzaman Naim,SpA


Direktur RSSA Karawaci
Penatalaksanaan perawatan luka perineum pada post partum.

TUJUAN

Mencegah terjadinya infeksi pada ibu-ibu post partum.

KEBIJAKAN

1. Peraturan direktur nomor 002/PER/DIR/RSSAK/II/2015 tentang kebijakan


pelayanan Rumah Sakit
2. Peraturan direktur nomor 016/PER/DIR/RSSAK/II/2015 tentang pelayanan
ruang kebidanan
1. Perawat / Bidan memperkenalkan diri kepada pasien.
2. Perawat memberitahu kepada pasien untuk perawatan luka perineum.
3. Perawat menutup gordyn pada saat melakukan tindakan.
4. Perawat membersihkan luka perineum sesuai instruksi dokter.
5. Perawat memberitahu kepada pasien bahwa tindakan telah selesai.
6. Perawat merapihkan pasien kembali.
7. Perawat merapihkan alat-alat kembali.
8. Perawat mendokumentasikan tindakan.

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

---

Anda mungkin juga menyukai