Anda di halaman 1dari 7

Serotonin

Serotonin adalah neurotransmiter, zat kimia yang digunakan untuk membawa


pesan antar neuron. Meskipun hanya sekitar 1% dari serotonin tubuh berada di
otak, serotonin memiliki efek mendalam pada fungsi otak. (99% sisanya
membantu membawa pesan di tempat lain di tubuh, seperti sumsum tulang
belakang dan otot.)
Efek serotonin sangat kompleks dan tidak dipahami sepenuhnya. Terlalu sedikit
serotonin dapat menyebabkan depresi, dan obat-obatan yang meningkatkan kadar
serotonin otak (selective serotonin reuptake inhibitor, atau SSRI) dapat
mengurangi depresi. Namun, obat-obatan tersebut juga dapat menyebabkan efek
samping seperti insomnia, kecemasan dan hilangnya libido
Apa yang Dimaksud Serotonin?
Serotonin adalah nama sebutan populer untuk senyawa 5-hydroxytryptamine.
Rumus kimia serotonin adalah C10H12N2O. Serotonin adalah hormon yang
terdapat dalam kelenjar pinealis, saluran pencernaan, sistem syaraf pusat, dan
keping darah (trombosit). Hormon adalah zat dalam tubuh yang mengatur
aktivitas sel-sel dan organ-organ tertentu.
Serotonin

adalah

neurotransmitter.

Neurotransmitter

adalah

zat

yang

menghantarkan sinyal-sinyal melintasi ruang syaraf antara sel-sel syaraf atau


neuron. Ruang ini disebut synapse.
Bagaimana Serotonin Dibuat di Dalam Tubuh?
Serotonin dibuat melalui proses konversi biokimia yang unik. Penyusun utama
serotonin adalah tryptophan yang merupakan bahan penyusun protein. Sel-sel
membuat serotonin menggunakan tryptophan hydroxylase yang jika digabungkan
dengan tryptophan membentuk 5-hydroxytryptamine yang dikenal dengan nama
serotonin.
Apa

Peran

Serotonin

dalam

Tubuh?

Sebagai neurotransmitter, serotonin membantu menyampaikan pesan-pesan dari


satu tempat ke tempat lain dalam otak. Karena sel-selnya terdistribusi secara luas,

serotonin dipercaya mempengaruhi berbagai fungsi psikologis dan fungsi tubuh


lainnya. Dari sekitar 40 juta sel otak, sebagian besar dipengaruhi secara langsung
atau tidak langsung oleh serotonin. Pengaruh serotonin ini berkaitan dengan
mood, hasrat seksual, fungsi seksual, nafsu makan, tidur, ingatan dan
pembelajaran, pengaturan temperatur, dan sifat-sifat sosial.
Dalam hal fungsi tubuh, serotonin juga mempengaruhi fungsi sistem
kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), otot, dan berbagai elemen dalam
sistem endokrin. Serotonin juga berperan dalam produksi susu pada wanita hamil
dan melahirkan.
Perubahan kadar serotonin dalam otak dapat mempengaruhi mood. Beberapa obat
antidepressant mempengaruhi kerja serotonin, misalnya untuk mengobati depresi.
Sekitar 80% dari total serotonin dalam tubuh terdapat dalam usus, dalam sel
enterochromaffin yang berperan dalam mengendalikan gerakan usus. Sisanya
dibuat di neuron serotonergik dalam sistem syaraf pusat.
Dalam beberapa jenis sel tertentu, serotonin bertindak sebagai faktor penumbuh
yang berperan dalam penyembuhan luka.
Serotonin juga mempengaruhi perasaan kasih sayang. Berdasarkan studi,
seseorang yang memiliki aktivitas serotonin lebih rendah memiliki perasaan kasih
sayang tidak sebaik orang yang memiliki aktivitas serotonin normal.
Serotonin adalah hormon/senyawa kimia yang berfungsi sebagai penghantar
pesan (neurotransmitter) dari satu bagian otak kebagian otak yang lain. Serotonin
yang memiliki nama kimia 5-hidroksitriptamina ini diduga turut berperan aktif
dalam pengiriman pesan emosi, hasrat dan keinginan yang diwujudkan dalam
beberapa sikap sosial.
Serotonin dibentuk di dalam otak melalui proses biokimia yang unik. Serotonin
terbentuk dari tryptopthan yang berkombinasi dengan trytopthan hidroxylase
sebagai reaktor kimia. Meski proses pembentukan serotonin terjadi di otak dan
otak merupakan pengguna terbesar hormone ini, 90% suplai serotonin ditemukan
didalam saluran pencernaan dan dalam sel darah. Berdasarkan riset yang digagas
Crocket hal tersebut terjadi berkaitan dengan produksi asam amino yang terjadi
didalam lambung. Asam amino merupakan senyawa kimia yang diperlukan tubuh

untuk
Peran

membentuk
penting

serotonin

dalam

serotonin.
kehidupan

manusia

Sebagai neurotransmitter, lebih dari 40 juta aktivitas sel otak baik secara langsung
atau tidak langsung dipengaruhi oleh serotonin. Serotonin didistribusikan secara
luas, sehingga mempengaruhi keadaan psikologis dan mempengaruhi beberapa
fungsi tubuh seseorang.
Fungsi serotonin di dalam otak adalah mempengaruhi mood/perasaan seseorang,
mempengaruhi keinginan/hasrat seseorang terhadap itas, memunculkan rangsang
lapar, mengantuk, mengatur suhu tubuh dan berperan penting dalam aktivitas
memory dan proses pembelajaran. Serotonin juga mempengaruhi fungsi system
kardiovaskuler/jantung dan system endokrin. Peneliti juga menemukan korelasi
antara serotonin dan jumlah produksi air susu ibu. Menurut penelitian tersebut
dalam keadaan stress/penuh tekanan/depresi produksi air susu ibu cenderung
sedikit atau bahkan kelenjar air susu ibu tidak berproduksi sama sekali. Fakta lain
menyebutkan dampak kekurangan serotonin juga menjadi penyebab kematian
janin
Serotonin

tiba-tiba.
dan

stress

Jika beberapa hari ini, perasaan anda sering tidak nyaman/bad mood atau amarah
anda mudah tersulut, kemungkinan kadar serotonin dalam otak anda berkurang.
Rasa marah dan rasa tidak nyaman tersebut biasanya akan bertambah parah jika
perut anda berada dalam kondisi kosong/lapar. Hal tersebut terjadi berkaitan
dengan produksi asam amino didalam lambung. Asupan makanan yang kurang
akan menurunkan produksi asam amino, produksi asam amino yang sedikit inilah
yang mempengaruhi persediaan serotonin di dalam otak.
Rasa tidak nyaman ini jika dibiarkan terus menerus akan berdampak buruk
terhadap kesehatan mental. Seseorang akan menjadi lebih mudah depresi, kondisi
mental yang depresi meningkatkan angka keinginan untuk bunuh diri. Menurut
Barry Jacob PHD, tekanan dan stress merupakan factor pemicu utama timbulnya
depresi.

Sayangnya belum ditemukan secara pasti hubungan kausatif antara serotonin dan
depresi. Para peneliti masih sulit membuktikan apakah ketidakseimbangan
serotonin menjadi penyebab depresi atau keadaan depresilah yang menyebabkan
ketidakseimbangan serotonin di dalam otak.
Untuk itu, masih menurut Barry Jacob PHD, diperlukan obat-obat antidepresan
seperti celexa, paxil, Zoloft, lexapro dan Prozac untuk membantu meningkatkan
produksi serotonin yang pada akhirnya efek obat-obatan ini diharapkan dapat
menurunkan/menghilangkan keluhan depresi seseorang.
Jika jumlah Serotonin yang terlalu sedikit dapat menyebabkan depresi, jumlah
serotonin yang terlalu banyak ternyata juga dapat membahayakan kesehatan.
Kelebihan jumlah serotonin ini sering disebut sindrom serotonin. Penyebab paling
banyak terjadinya sindrom ini adalah akibat over dosis obat antidepresan. Berikut
adalah tanda dan gejala sindrom serotonin: pingsan, pupil mata melebar, agitasi,
sakit kepala, peningkatan/penurunan suhu tubuh dan tekanan darah, muntahmuntah, diare, denyut nadi cepat, lemas dan tubuh mengigil. Pada kondisi yang
parah penderita sindrom serotonin dapat jatuh pada keadaan koma atau
mengalami penurunan kesadaran.
Jika terjadi keadaan di atas, maka hentikan pengunaan obat-obatan antidepresan
untuk sementara, Hentikan obat-obatan yang berefek antagonis dan segera bawa
penderita kerumah sakit untuk memperoleh pertolongan pertama.
Lobus frontal adalah bagian depan belahan otak besar. Daerah anterior pada lobus
frontal berhubungan dengan kemampuan berfikir dan konsentrasi. Lobus frontal
juga membantu mengendalikan pergerakan otot terlatih, mood, perecanaan masa
depan,
Fungsi
1)

penentuan

target
lobus

dan

prioritas.
frontal

Presental gyrus merupakan area motor kontralateral dari wajah, lengan,

tungkai, batang, bertangggung jawab untuk aktivitas motorik volunteer.


2)

Area brocas merupakan pusat bicara motorik pada lobus dominant

3)

Suplementari motor area untuk gerakan kotralateral kepala dan lirikan

mata

4)

Area prefrontal merupakan pusat control inhibisi untuk miksi dan

defekasi (Sloane E, 2004:169).

Otak depan adalah struktur wilayah otak yang terletak di bagian atas dan depan
otak. Terdiri atas kulit otak, ganglia basalis, sistem limbik, thalamus, dan
hipotalamus. Bagian pertama dari otak depan adalah kulit otak. Kulit otak adalah
lapisan terluar hemisfer otak yang memainkan peran vital di dalam proses-proses
berpikir dan mental kita. Oleh Karena itu, kulit otak merupakan wilayah otak yang
istimewa. Bagian kedua dari otak depan adalah ganglia basalis. Ganglia basalis
adalah tempat berkumpulnya neuron-neuron yang krusial bagi fungsi motorik.
Disfungsi

pada

ganglia

basalis

dapat

menyebabkan

ketidakmampuan

mengendalikan fungsi motorik tubuh. Ketidakmampuan ini mencakup gemetaran,


gerakan-gerakan yang tidak dikehendaki, perubahan-perubahan di dalam postur
tubuh dan sifat-sifat otot, dan kelambanan bergerak.
Bagian ketiga dari otak depan adalah sistem limbik. Sistem limbik sangat penting
bagi emosi, motivasi, memori, dan pembelajaran. Sistem limbik mampu membuat
manusia mampu beradaptasi dengan baik untuk merespon lingkungan yang
berubah. Sistem limbik memadukan tiga unsur
serebral yang saling berkaitan, yaitu amigdala, septum dan hippocampus.
Amigdala memainkan peran yang penting dalam emosi, khususnya kemarahan
dan agresi (Adolphs, dalam Sternberg 2006). Septum memainkan peran penting
dalam emosi, khususnya kemarahan dan rasa takut. Hipokampus memainkan
peran yang esensial dalam membentuk memori (Cohen, dkk dalam Sternberg
2006). Individu yang telah mengalami kerusakan pada hipokampus masih dapat
memanggil kembali informasi yang telah ada sebelumnya tetapi mereka tidak
dapat membentuk ingatan yang baru. Bagian ke empat dari otak depan adalah
thalamus. Thalamus menyampaikan informasi sensorik lewat kelompok-kelompok
neuron yang disalurkan ke wilayah korteks yang tepat. Kebanyakan input data
sensorik ke dalam otak berjalan lewat thalamus ini. Bertempat kira-kira di pusat
otak, kurang lebih sejajar dengan mata. Untuk mengakomodasi semua tipe

informasi yang berbeda yang perlu dipilah-pilah thalamus dibagi menjadi


sejumlah nucleus (sekelompok neuron dengan fungsi yang sama). Setiap nukleus
menerima informasi dari indera tertentu. Informasi kemudian diteruskan ke
wilayah-wilayah yang berkaitan dengannya di dalam kulit otak. Thalamus juga
membantu kita mengontrol tidur dan terjaga. Ketika thalamus mengalami
malfungsi hasilnya adalah rasa sakit, gemetaran, amnesia, kekacauan berbahasa,
dan perasaan tegang sewaktu terjaga dan tidur (Rockland, dkk dalam Sternberg
2006).
Bagian terakhir dari otak depan adalah hipotalamus. Hipotalamus mengatur
perilaku yang terkait dengan upaya spesies mempertahankan
kelangsungan hidup: berkelahi, makan, melarikan diri, dan kawin. Hipotalamus
juga aktif dalam mengatur emosi-emosi dan reaksi-reaksi terhadap tekanan dan
rasa stress (Malsbury, dalam Sternberg 2006). Hipotalamus berinteraksi dengan
sistem limbik. Meskipun ukurannya kecil, namun hipotalamus justru penting
untuk mengontrol banyak fungsi tubuh.
2. Otak tengah
Otak tengah membantu mengontrol gerakan mata dan koordinasi. Struktur otak
tengah terdiri dari kolikuli superioris yang berfungsi dalam hal penglihatan
(khususnya reflex-refleks visual), kolikuli inferioris yang terlibat di dalam hal
pendengaran, sistem pengaktif retikularis (RAS; meluas sampai otak belakang)
yang penting untuk mengontrol kesadaran (terjaga dari tidur), atensi, fungsi
kardiorespiratoris, dan gerakan tubuh, dan materi abu-abu, nucleus merah, nigra
substantia, wilayah ventralis mempunyai peranan penting untuk mengontrol
gerakan tubuh.
3. Otak belakang
Otak belakang terdiri dari medulla oblongata, pons, dan serebelum. Medulla
berfungsi sebagai titik persimpangan tempat saraf mengarah silang dari satu sisi
tubuh ke sisi otak sebaliknya, terlibat di dalam fungsi-fungsi seperti
kardiorespiratoris, pencernaan dan menelan. Pons terlibat di dalam kesadaran
(tidur dan terjaga); menjembatani transmisi neuron dari satu bagian otak ke bagian

lain; terlibat dengan urat-urat saraf di wajah. Serebelum merupakan esensial bagi
keseimbangan, koordinasi dan keharmonisan gerak otot.