Anda di halaman 1dari 8

# CV.

## KREASI BORNEO ENGINEERING

Laporan Struktur

BAB I
PERHITUNGAN STRUKTUR DERMAGA SELAT TENGAH
A. DATA PERENCANAAN
Panjang dermaga
Lebar dermaga
Elevasi dermaga

=
=
=

22
20
8.5

m
m
m

Parameter Material
Berat jenis beton
Berat jenis bata

=
=

2400 kg/m^3
1700 kg/m^3

B.1. Meban Mati
B.1.1. Berat Pelat
No

Section

1
2
3
4
5
6
7
8

L-1
L-2
L-3
L-4
L-5
L-6
L-7
L-8

Tebal pelat

P
L
(m)
(m)
7.54
6.00
14.30
4.00
14.30
6.00
2.00
2.00
6.60
2.00
6.60
1.00
11.10
3.30
11.79
3.30
Luas Total (A tot) =

t=
q pelat = bj beton*A tot*t =

A
(m^2)
45.24
57.20
85.80
2.00
13.20
6.60
36.63
38.91
285.58 m^2
0.2 m
137077 kg

## B.1.2. Berat Balok

Tinggi
Lebar
Panjang total

h=
0.5 m
b=
0.3 m
l = 246.328 m
q balok = bj beton*b*h*l = 88678.1 kg

Panjang
Lebar

h=
b=

0.7 m
0.7 m

I-1

## CV. KREASI BORNEO ENGINEERING

Tinggi
Jumlah

Laporan Struktur

t=
n=
q pile = bj beton*b*h*t*n =

0.65 m
30 bh
22932 kg

## B.1.4. Berat Tiang

Diameter
Jumlah
Tebal selimut
Panjang tiang (L)

=
=
=
=

0.3
30
0.012
28

m
m
m
m

## Perhitungan fixity point adalah sebagai berikut :

Diameter,
D=
30 cm
Modulus elastisitas,
E = 2100000 kg/cm^3
Inersia,
I = 39760.78 cm^4
N SPT,
=
28
Kh,
0.15*SPT =
4.2 kg/cm^3
= (kh*D/(4EI))^1/4 = 0.004407
Zr = 1/ = 226.9034 cm
Diambil fixity point
=
2.27 m
Luas 1 tiang
A = /4 (D^2-(D-t)^2) = 0.005542 m^2
W tiang

=
=

Bj. Beton*A*L*n
11172.21 kg

## B.1.4. Berat Bangunan Pelengkap

1. Bangunan Pos Penjaga
Panjang pos jaga
Lebar pos jaga

=
=

15 m
4m

Kolom :
b=
h=
t=
n=

0.25
0.25
3
9

m
m
m
bh

1.5
3
9
0.15

m
m
bh
m

Berat = bj beton*b*h*l*n =

4050 kg

Bata :
L=
t=
n=
b=

I-2

Laporan Struktur

## Aksesoris lain = 30% total berat bangunan = 4313.25 kg

Total Berat bangunan = 18690.8 kg
= 311.513 kg/m^2
2. Tiang Sandaran
Tiang beton
b=
h=
t=

0.2 m
0.1 m
1m

Berat = bj beton*b*h*t =

48 kg

Sandaran pipa
berat pipa3"
Panjang pipa
Jumlah pipa
Panjang total

=
=
=
=

## Berat = Berat pipa*panjang*jml =

Berat total per 3 m
Berat total per 1 m
Berat total

8.79
3
3
43.067

kg/m
m
bh
m

79.11 kg

=
127.11 kg/3m
=
42.37 kg/m
= 1824.749 kg

20515.5 kg

## B.2. Beban Hidup

yang berupa beban roda kendaraan pick-up 6,441 m3 yang diuraikan sebagai
berikut. Ilustrasi pick-up yang digunakan sebagai desain dermaga.

Panjang box
Lebar box
Tinggi box
Volume
W mobil
A mobil

Lm =
bm=
tm=
Vm =
Q=
Lm*bm =

2.56
1.7
1.48
6.441

m
m
m
m^3

2000 kg
4.352 m^2

I-3

Laporan Struktur

## Sehingga beban terdistribusi adalah :

UDL
Q/A = 459.5588 kg/m^2
Berdasarkan perhitungan di atas uniformly distributed live load untuk perencanaan
dermaga ditetapkan sebesar :
UDL
Luas Dermaga total
Wll

= 459.5588 kg/m^2
Atot =
285.58 m^2
UDL*Atot = 131239.4 kg

## B.3. Beban Gempa

Wilayah gempa di Indonesia dibagi menjadi 6 zona berdasarkan percepatan puncak
batuan dasarnya, pembagian zona ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Berdasarkan pembagian wilayah gempa pada gambar diatas terlihat bahwa Sungai
Kapuas Kabupaten Kapuas termasuk dalam zona gempa 1. Nilai faktor respon
gempa bisa ditentukan berdasarkan grafik berikut ini.

Jenis tanah lokasi dermaga adalah tanah sedang berdasarkan nilai rata-rata N-SPT
pada tiap kedalaman. Nilai waktu getar bangunan Tx=Ty= 0,06 H dengan
Tinggi Bangunan =

7.18 m

I-4

## CV. KREASI BORNEO ENGINEERING

Laporan Struktur

Tx=Ty= 0,06 H^ =

0.263 detik

Dari pembacaan grafik diatas, maka untuk perencanaan diambil nilai koefisien
gempa dasar Ci sebesar 0,13 untuk struktur dermaga.
Berdasarkan SNI-1726-2002 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk
bangunan gedung gaya geser dasar nominal sebagai respon ragam yang

i
C
Rt
Wt

=
=
=
=
=

Faktor keutamaan
=
1
Faktor respon gempa
=
0.13
Faktor daktilitas
=
5.6
Berat total struktur
Berat (pelat + balok + poer + tiang + Bangunan Pelengkap)
+ 50 % beban hidup
= 345994 kg

Maka :
V = Ci*Wt/Rt = 8032.01 kg
B.4. Beban Berthing dan Pemilihan Fender
Keperluan fender bagi suatu dermaga sangat ditentukan dari ukuran kapal dan
kecepatan merapat. Dalam memilih fender yang akan digunakan trelebih dahulu
dipakai dalam perencanaan fender dan bollard adalah sebagai berikut.
Jenis Kapal
DWt
LOA
Beam (B)
Draft (d)
Kec. Merapat
Sudut merapat

K.Penyebrangan
ton
20
m
16.6
m
6.22
m
1.14
m/dt
0.25
deg
10

## B.4.1. Perhitungan beban berthing

a. Koef. Eksentrisitas (Ce)

Untuk dermaga

0.5

I-5

Laporan Struktur

## b. Koefisien Massa Semu (Cm)

Dimana :
W =1.687*DWT^0.969 =
Lpp = 0.846*LOA^1.0193 =
Cb = W/(Lpp*b*d*W0) =
Cm = 1+(/2)*(d/Cb*B) =

30.75 ton
14.83 m
0.29
2.008

## c. Koefisien Softness (Cs)

Nilai koefisien softness diambil sebesar = 1 (OCDI) dengan asumsi tidak
d. Koefisien Konfigurasi Penambatan (Cc)
Untuk jenis struktur dermaga dengan pondasi tiang, nilai Cc = 1
Sehingga besar energi berthing adalah :

## Ef = (W*V^2/2g)*Ce*Cm*Cs*Cc = 0.09836 Tonm

B.4.2. Memilih Jenis Fender
Pemilihan fender didasarkan besar energi yang diabsorsi oleh fender tersebut (Er) yang
harus lebih besar dari energi tumbukan kapal (Ef), Er = 0.29 > Ef = 0.0984 tm. Pada
perencanaan ini diasumsi bahwa beban berthing seluruhnya diterima oleh fender.
Digunakan fender tipe FV004-1-1.
Tipe
FV001-1-4

A
100

Dimensi (cm)
B
C
107.5 85.5

Gaya
(ton)
6

(R/E)
(tm)
(m^2)
0.29
0.098
20.69

Dimensi (cm)
a
30

b
24

c
5

d
2.5

e
9.8

f
15

g
2.2

I-6

Laporan Struktur

## Log r = -1.055+0.65log(DWT) = -0.2093 m

r = 0.61755 m
L = 2*(r^2-(r-h)^2)^0.5 =

0.97 m

0.97 m

Jenis Kapal
DWt
LOA
Beam (B)
Draft (d)
Freeboard
Lpp
udara =
air laut =

K.Penyebrangan
ton
20
m
16.6
m
6.22
m
1.14
m
0.5
m
14.83
1.25 kg/m^3
1025 kg/m^3

## a. Perhitungan beban mooring akibat gaya angin

Beban maksimum mooring akibat gaya angin terjadi ketika arah angin membentuk
sudut 90o terhadap sumbu memanjang kapal. Sehingga gaya angin yang
diperhitungkan disini adalah gaya angin yang bekerja di atas permukaan air. (tegak
lurus dengan sumbu kapal dan sejajar sumbu kapal). Tinggi kapal di atas
permukaan dipengaruhi oleh kapal dalam keadaan sarat penuh dan kosong. Bagian
kapal yang terendam pada saat kapal kosong dalah sepertiga tinggi draft kapal.
Rw = 1.1*Qa*Aw
Dimana :
Vw =
Qa = 0.063*V^2 =
Aw = LOA*Freeboard =

18 m/det
20.412 kg/m
8.3 m^2

I-7

## CV. KREASI BORNEO ENGINEERING

Laporan Struktur

Rw = 1.1*Qa*Aw = 186.3616 kg

186.362

## b. Perhitungan beban mooring akibat gaya arus

Arus yang bekerja pada bagian kapal yang terendam air juga akan
dermaga dan alat penambat (boulder). Dalam perhitungan gaya arus ini diambil
gaya yang paling besar diantara pada arah sisi kapal dan pada arah haluan
kapal. Perhitungan tekanan arus adalah sebagai berikut:

## 1. Gaya tekanan karena arus yang bekerja dalam arah haluan :

Rf = 0.14*S*V^2
Dimana :
S = Bw*Freeboard =
3.11 m^2
V=
0.25 m/det
Rf = 0.14*S*V^2 = 0.027213 Ton
2. Gaya tekanan karena arus yang bekerja dalam arah sisi kapal :
Rf = 0.5*p*C*V^2*B
Dimana :
C=
1.3 (arus melintang)
p=
104.5 (kgf d/m^4)
B = LOA*Draf =
18.924 m
Rf = 0.5*p*C*V^2*B = 80.33829 kg
= 0.080338 ton

TIANG
BALOK INDUK
B.k. Panjang
B.k. pendek
FENDER

Momen (kNm)
Mlap.
Mtump
14.484
14.484
24.61
24.61
6.435
3.428
18.826
19.664
-

V
P
kg
kg
1054.99 18142.9
1845.4
528.862
1562.8
2579.67
-

## SID DAN DED DERMAGA PENYEBERANGAN SELAT DI SUNGAI KAPUAS

T
kNm
2.908
0.291
-

I-8

### Dapatkan aplikasi gratis kami

Hak cipta © 2021 Scribd Inc.