Anda di halaman 1dari 18

PROPOSAL PENELITIAN

1. Latar Belakang Penelitian


Perkembangan perekonomian yang semakin maju dan berkembang
memicu munculnya banyak perusahaan baik yang bergerak dalam bidang dagang,
jasa, maupun lainnya. Setiap perusahaan pada umumnya mempunyai tujuan yang
sama yaitu memperoleh laba. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka diperlukan
manajemen yang baik agar sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat dikelola
dengan efektif dan efisien.
Salah satu badan usaha yang bergerak dalam bidang dagang, jasa, dan
simpan pinjam yaitu koperasi. Drs. Mohammad Hatta sebagai bapak koperasi
Indonesia mendefinisikan koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki
nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong (Sitio dan Tamba,
2001:17). Sistem perekonomian berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, koperasi
merupakan salah satu dari tiga kekuatan perekonomian yang saling terkait yaitu
perekonomian negara, swasta, dan koperasi.UUD 1945 pasal 33 ayat 1
menyatakan bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama
berdasar atas asas kekeluargaan. Penjelasan UUD 1945 pasal 33 ayat 1 bahwa
badan usaha yang sesuai dengan itu adalah koperasi.Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 17 Tahun 2012 Tentang Perkoperasian,koperasi adalah badan
hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum
koperasi,dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk
menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang
ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi.
Sebuah perusahaan termasuk koperasi agar dapat terus berjalan diperlukan
adanya suatu laba. Pengertian laba menurut Harahap (2010) kelebihan
penghasilan atas biaya selama satu periode akutansi. Laba yang diperoleh
digunakan untuk menjalankan operasional dan kelangsungan perusahaan di masa
mendatang. Laba perusahaan diharapkan setiap periode mengalami kenaikan,
sehingga dibutuhkan perhitungan laba yang akan dicapai di masa mendatang.
Akan tetapi karena koperasi berwatak sosial maka mencari laba bukan untuk

perseorangan tetapi untuk kemakmuran seluruh anggotanya. Oleh karena itu,


koperasi perlu memperhatikan posisi kinerja keuangannya agar koperasi dapat
terus menjalankan aktivitas operasionalnya supaya kelangsungan usaha koperasi
tetap terus terjaga. Kinerja keuangan diartikan sebagai suatu tampilan perusahaan
dalam periode waktu tertentu (Mulyadi, 2001:63). Salah satu aspek pengelolaan
keuangan koperasi yaitu dengan melakukan pencatatan dalam bentuk laporan
keuangan.
Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan merupakan salah satu
sumber informasi mengenai kinerja dan perubahan posisi keuangan perusahaan,
yang sangat berguna untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat. Agar
informasi yang tersaji menjadi lebih bermanfaat dalam pengambilan keputusan,
data keuangan harus dikonversi menjadi informasi yang berguna dalam
pengambilan keputusan ekonomis, hal ini ditempuh dengan cara melakukan
analisis laporan keuangan.
Analisis laporan keuangan dapat dipergunakan investor untuk
memprediksi masa depan, sedangkan bagi manajemen dapat dipergunakan untuk
mengantisipasi kondisi masa depan dan sebagai titik awal perencanaam tindakan
yang akan mempengaruhi kondisi perusahaan di masa yang akan datang. Laporan
keuangan merupakan ringkasan data keuangan perusahaan sehingga disusun dan
ditafsir untuk kepentingan manajemen dan pihak-pihak yang mempunyai
kepentingan melalui data perusahaan, salah satu metode analisis laporan keuangan
yang dapat digunakan adalah rasio keuangan.
Analisis rasio merupakan suatu bentuk atau cara yang umum digunakan
dalam menganalisis laporan finansial suatu perusahaan. Dengan menggunakan
alat analisis berupa rasio ini akan memberi gambaran kepada penganalisa tentang
baik buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu perusahaan. Penganalisa harus
mampu untuk menyesuaikan faktor-faktor yang ada pada periode atau waktu ini
dengan faktor-faktor dimasa yang akan datang yang mungkin akan mempengaruhi
posisi keuangan atau hasil operasi perusahaan yang bersangkutan (Munawir, 2000
: 64).

Rasio aktivitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa


besar efektifitas perusahaan dalam memanfaatkan sumber dananya. Dalam
penelitian ini jenis rasio Aktivitas yang digunakan adalah Perputaran Persediaan
(Inventory Turn Over) dan Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turn Over)
Rasio perputaran persediaan mengukur efisiensi pengelolaan persediaan
barang dagang. Rasio ini merupakan indikasi yang cukup populer untuk menilai
efisiensi operasional, yang memperlihatkan seberapa baiknya manajemen mengontrol
modal yang ada pada persediaan (Agnes Sawir 2005:15).
Semakin kecil rasio ini, semakin jelek begitu juga sebaliknya. Cara
menghitung rasio perputaran persediaan dilakukan denga dua cara yaitu : pertama
membandingkan antara harga pokok barang yang dijual dengan nilai persediaan dan
kedua membandingkan antara penjualan nilai persediaan.
Apabila rasio yang diperoleh tinggi, ini menunjukkan perusahaan bekerja
secara efisien dan likuid persediaan semakin baik. Demikian pula apabila perputaran
persediaan rendah berarti perusahaan bekerja secara tidak efisien atau tidak produktif
dan banyak barang persediaan yang menumpuk (Kasmir 2008:180).
Rasio perputaran modal kerja menunjukkan banyaknya penjualan (dalam
rupiah) yang dapat diperoleh perusahaan untuk tiap rupiah modal kerja.
Apabila perputaran modal kerja yang rendah, dapat diartikan perusahaan
sedang kelebihan modal kerja. Hal ini mungkin disebabkan karena rendahnya
perputaran persediaan atau piutang atau saldo kas yang terlalu besar. Demikian pula
sebaliknya jika perputaran modal kerja tinggi, mungkin disebabkan tingginya
perputaran persediaan atau perputaran piutang atau saldo kas yang terlalu kecil.
Dalam penelitian ini peneliti melakukan penelitian pada Primer Koperasi

Polisi (PRIMKOPPOL) RESOR Garut merupakan koperasi yang dibentuk dan


dimiliki oleh Polisi Resor Garut. Adapun data mengenai perputaran persediaan,
perputaran modal kerja dan pertumbuhan laba Primer Koperasi Polisi
(PRIMKOPPOL) RESOR Garut pada tahun 2007-2014 disajikan dalam tabel 1
berikut:

Tabel 1
Perputaran Persedian, Perputaran Modal Kerja dan Pertumbuhan laba,
pada Primer Koperasi Polisi (PRIMKOPPOL) RESOR Garut
Periode 2007-2014
Tahun
2007
2008
2009
2010
2011
2012
2013
2014

Perputaran
Persediaan
39,98
58,83
52,37
33,07
36,16
46,77
34,08
28,42

Perputaran Pertumbuhan
Modal Kerja
Laba (%)
55,72
0,00
46,41
66,67
52,41
64,44
39,60
40,54
39,86
46,15
37,77
41,05
31,46
26,87
17,22
19,85

Sumber : PRIMKOPPOL Resor Garut, data diolah kembali

Dari tabel 1 di atas terlihat bahwa pada rata-rata perputaran persediaan


menunjukkan perubahan, terjadi kenaikan dan penurunan. Pada tahun 2008
mengalami kenaikan, tahun 2009 dan 2010 mengalami penurunan, pada tahun
2011 dan 2012 mengalami kenaikan, serta pada tahun 2013 dan 2014 mengalami
penurunan. Hal ini berarti apabila perputaran persediaan rendah maka perusahaan
bekerja secara tidak efisien atau tidak produktif dan banyak barang persediaan yang
menumpuk. Begitu pula sebaliknya apabila perputaran persediaan tinggi maka
menunjukkan perusahaan bekerja secara efisien dan likuid persediaan semakin baik.
Dilihat dari rata-rata perputaran modal kerja mengalami penurunan pada
tahun 2008, kenaikan pada tahun 2009, penurunan kembali pada tahun 2010,
kenaikan kembali pada tahun 2011 walaupun tidak terlalu tinggi, serta penurunan
pada tahun 2012 hingga 2014. Hal ini berarti apabila perputaran modal kerja rendah,
perusahaan sedang kelebihan modal kerja. Hal ini mungkin disebabkan karena
rendahnya perputaran persediaan. Demikian pula sebaliknya jika perputaran modal
kerja tinggi, mungkin disebabkan tingginya perputaran persediaan atau perputaran
terlalu kecil
.Sedangkan pertumbuhan laba setiap tahunnya cenderung mengalami penurunan
setiap tahunnya. Dari 2008 hingga 2010 mengalami penurunan,2011 mengalami kenaikan
dan pada tahun 2012 hingga 2014 mengalami penurunan. Jika melihat pada teori

sebelumnya yang mengatakan bahwa perputaran persediaan tinggi maka pertumbuhan


laba akan meningkat tetapi terdapat penyimpangan yaitu nilai perputaran persediaan
meningkat tetapi pertumbuhan laba mengalami penurunan.

Berdasarkan paparan latar belakang penelitian diatas, maka penulis tertarik


untuk melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Perputaran Persediaan
dan Perputaran Modal Kerja terhadap Pertumbuhan Laba pada Primer
Koperasi Polisi (PRIMKOPPOL) Resor Garut
2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti menentukan identifikasi
masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana Perputaran Persediaan, Perputaran Modal Kerja dan
Pertumbuhan Laba pada Primer Koperasi Polisi (PRIMKOPPOL) Resor
Garut?
2. Bagaimana pengaruh Perputaran Persediaan dan Perputaran Modal Kerja
secara simultan terhadap Pertumbuhan Laba?
3. Bagaimana pengaruh Perputaran Persediaan dan Perputaran Modal Kerja
secara parsial terhadap Pertumbuhan Laba?
3. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan latar belakang dan identifikasi masalah yang telah
diuraikan, maka tujuan yang ingin dicapai penulis dalam penelitian ini yaitu :
1. Untuk mengetahui Perputaran Persediaan, Perputaran Modal Kerja dan
Pertumbuhan Laba pada Primer Koperasi Polisi (PRIMKOPPOL) Resor
Garut.
2. Untuk mengetahui pengaruh Perputaran Persediaan dan Perputaran Modal
Kerja secara simultan terhadap Pertumbuhan Laba.
3. Untuk mengetahui pengaruh Perputaran Persediaan dan Perputaran Modal
Kerja secara parsial terhadap Pertumbuhan Laba.

4. Kegunaan Penelitian
1. Kegunaan Teoritis
a. Bagi Peneliti
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan peneliti
terutama dalam kajian manajemen keuangan
b. Bagi Pihak Lain
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian
selanjutnya terutama penelitian yang berkaitan dengan manajemen
keuangan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
laba.
2. Kegunaan Praktis
a. Bagi Primer Koperasi Polisi (PRIMKOPPOL) Resor Garut
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan pertimbangan bagi
semua pihak Primer Koperasi Polisi (PRIMKOPPOL) Resor Garut
dalam mengambil kebijakan, terutama bagi pihak internal dalam
memaksimalkan aktifitas perusahaan untuk mencapai tujuan
perusahaan.
b. Bagi manajer keuangan maupun bendahara sebagai bahan evaluasi
terhadap kebijakan pengelolaan keuangan koperasi yang selama ini
diterapkan.
c. Bagi para pemakai laporan keuangan diharapkan dapat memberikan
tambahan informasi terutama kaitannya dalam pertumbuhan laba.
5. Pembatasan Masalah
Agar pokok permasalahan yang diteliti tidak melebar terlalu jauh, maka
peneliti membatasi masalah hanya pada data laporan keuangan Primer Koperasi
Polisi (PRIMKOPPOL) Resor Garut Periode 2007-2014
6. Kerangka Pemikiran dan Hipotesis
6.1 Kerangka Pemikiran
Perputaran persediaan merupakan berapa kali persediaan akan berputar dan
kembali lagi. Perputaran persediaan merupakan aktivitas perusahaan yang jelas
diperlukan dan diperhitungkan, karena dapat mengetahui efisiensi biaya, juga berguna
untuk memperoleh laba yang besar. Inventory turnover menunjukkan kemampuan
dana yang tertanam dalam inventory berputar dalam suatu periode tertentu, atau
likuiditas dari inventory dan tendensi untuk adanya overstock. Pengertian perputaran

persediaan menurut beberapa ahli antara lain sebagai berikut : Menurut Soemarso
(2004:392) bahwa : Perputaran Persediaan menunjukkan berapa kali (secara ratarata) persediaan barang dijual dan diganti selama satu periode. Sedangkan menurut
Jumingan (2008:128) menjelaskan bahwa : Perputaran Persediaan menunjukkan
barang dijual dan diadakan kembali selama satu periode akuntansi. Semakin kecil
rasio ini, semakin jelek begitu juga sebaliknya. Cara menghitung rasio perputaran
persediaan dilakukan denga dua cara yaitu : pertama membandingkan antara harga
pokok barang yang dijual dengan nilai persediaan dan kedua membandingkan antara
penjualan nilai persediaan.

Penjualan
Perputaran Persediaan =
Persediaan

Modal kerja selalu dalam keadaan berputar atau beroperasi dalam


perusahaan selama perusahaan yang bersangkutan dalam keadaan usaha. Periode
perputaran modal kerja (working capital turnorver period) dimulai saat kas
diinvestasikan dalam komponen modal kerja sampai saat dimana kas kembali lagi
menjadi kas. Makin pendek periode tersebut berarti makin cepat perputarannya
atau makin tinggi tingkat perputarannya (turnorver rate-nya). Lama periode
perputaran modal kerjanya tergantung kepada berapa lama periode perputaran dari
masing-masing komponen dari modal kerja tersebut (Riyanto,2001). Untuk
menilai keefektifan modal kerja dapat digunakan ratio antara total penjualan
dengan jumlah modal kerja rata-rata (working capital turnorver). Ratio ini
menunjukan hubungan antara modal kerja dengan penjualan akan menunjukan
banyaknya penjualan yang dapat diperoleh perusahaan (dalam jumlah rupiah)
untuk tiap rupiah modal kerja (Munawir, 2000). Formulasi dari Working Capital
Turnover (WCT) adalah sebagai berikut :
Penjualan
Perputaran Modal Kerja =
Aktiva Lancar Kewajiban Lancar

Perbandingan antara laba tahun tertentu terhadap laba tahun berikutnya


(Meriawaty,2005:71). Perbandingan antara laba tahun tertentu terhadap laba tahun
berikutnya. Adanya pertumbuhan laba yang terus meningkat dari tahun ke tahun akan
memberikan informasi positif mengenai kinerja perusahaan. Pertumbuhan laba
perusahaan yang baik mencerminkan bahwa kinerja perusahaan juga baik karena laba
merupakan ukuran kinerja dari suatu perusahaan, maka semakin tinggi laba yang
dicapai perusahaan, mengindikasikan semakin baik kinerja perusahaan. Dengan
demikian apabila rasio keuangan perusahaan baik maka pertumbuhan laba perusahaan
juga baik. Rumus yang dikemukakan untuk mengetahui pertumbuhan laba sebuah
perusahaan sebagai berikut:

L(t) L(t-1)
Pertumbuhan Laba =
L(t-1)
Keterangan:
L(t) = Laba periode t
L(t-1) = laba periode t-1
Selain uraian diatas peneliti juga membahas tentang penelitian-penelitian
terdahulu yang berhubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
laba guna memperkuat penelitian yang dilaksanakan, penelitian-penelitian terdahulu
adalah sebagai berikut:
1. Nurhadi (2009)

Penelitian ini berjudul Pengaruh Perputaran Aktiva Terhadap


Pertumbuhan Laba Industri Rokok yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa analisis simultan
variabel independen berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba.
Sebagian diketahui bahwa Perputaran Aktiva Tetap, Perputaran Total
Aktiva dan Perputaran Modal Kerja signifikan mempengaruhi
pertumbuhan laba. Sementara Perputaran Persediaan tidak signifikan
mempengaruhi pertumbuhan laba.
2. Naila Rahmatika

Penelitian ini berjudul Pengaruh Rasio Perputaran Kas, Perputaran


Piutang dan Perputaran Modal Kerja terhadap Pertumbuhan Laba pada
Koperasi Serba Usaha Kota Malang Tahun 2010. Hasil penelitian ini
menunjukkan pengaruh, baik secara parsial maupun simultan antara rasio
perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran modal kerja terhadap
pertumbuhan laba diketahui bahwa ketiga variabel bebas pengaruh positif
dan signifikan terhadap pertumbuhan laba.
3. Rima Prihartanty, SE
Penelitian ini berjudul Analisis Pengaruh Rasio Likuiditas, Rasio
Leverage, Rasio Aktivitas, Dan Rasio Profitabilitas Terhadap Net Income
Growth (Studi Pada Perusahaan Perdagangan Retail Yang Listed di BEI
Periode 2005 2009). Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel CR,
DAR, dan IT secara individual berpengaruh negatif signifikan terhadap
NIG pada level of significance kurang dari 5% yaitu masing-masing
sebesar 0,001, 0,011, dan 0,006. Namun pada variabel IT, pengaruh yang
negatif signifikan terhadap NIG tersebut menunjukkan arah yang
berlawanan dengan hipotesis penelitian yaitu variabel IT berpengaruh
positif terhadap NIG. Sedangkan, variabel NPM secara individual
berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap NIG pada level of
significance lebih dari 5% yaitu sebesar 0,888.

.
Berdasarkan latar belakang masalah dan kerangka pemikiran yang telah
diuraikan, maka paradigma dari kerangka penilitian ini dapat digambarkan dalam
gambar 1 berikut:

Perputaran Persediaan
(X1)
Pertumbuhan Laba
(Y)

10

Perputaran Modal Kerja


(X2)

Gambar 1
Paradigma Penelitian

Keterangan :
= Pengaruh secara parsial
= Pengaruh secara simultan

6.2 Hipotesis
Hipotesis utama yaitu Perputaran Persediaan dan Perputaran Modal kerja
secara simultan berpengaruh terhadap Pertumbuhan Laba, gambaran hipotesisnya
adalah sebagai berikut:
H0 : Perputaran Persediaan dan Perputaran Modal kerja secara simultan tidak
berpengaruh terhadap Pertumbuhan Laba
H1 : Perputaran Persediaan dan Perputaran Modal secara simultanberpengaruh
terhadap Pertumbuhan Laba
Sedangkan sub hipotesisnya yaitu Perputaran Persedian dan Perputaran
Modar Kerja secara parsial berpengaruh terhadap Pertumbuhan Laba, gambaran
hipotesisnya adalah sebagai berikut:
H0 : Perputaran Persediaan secara parsial tidak berpengaruh terhadap Pertumbuhan
Laba
H1 : Perputaran Persediaan secara parsial berpengaruh terhadap Pertumbuhan
Laba
H0 : Perputaran Modal Kerja secara parsial tidak berpengaruh terhadap
Pertumbuhan Laba
H1 : Perputaran Modal Kerja secara parsial berpengaruh terhadap Pertumbuhan
Laba

11

7. Metodologi Penelitian
7.1 Metode yang digunakan
Metode penelitian yang digunakan adalah metode asosiatif, dimana
metode asosiatif dilakukan untuk mengetahui hubungan atau pengaruh antara dua
variabel atau lebih dengan bentuk hubungan kausal yaitu hubungan yang
menunjukkan sebab akibat.
7.2 Operasionalisai Variabel
Menurut Sugiyono (2012:58), variabel penelitian adalah: seagala sesuatu
yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga
diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.
Terdapat dua variabel dalam penelitian ini yaitu:
1. Variabel Independen (X)
Menurut Sugiyono (2012:59), variabel independen adalah: Variabel yang
mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya
variabel dependen (terikat). Variabel indepnden dalam peneltian ini
adalah Perputaran Persediaan dan Perputaran Modal Kerja.
2. Variabel Dependen (Y)
Menurut Sugiyono (2012:59), variabel dependen adalah: Variabel yang
dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.
Dalam penelitian ini yang menjadi dependen adalah Pertumbuhan Laba.
Untuk lebih jelasnya, gambaran operasionalisasi variabel dapat dilihat
pada tabel 2 berikut:

Tabel 2
Operasionalisasi Variabel
Variabel
Perputaran Persediaan
(X1)
(Syahrial,2011:39)

Dimensi
Perputaran
Aktiva

Indikator
Penjualan

Skala

_______________

Rasio

Persediaan

12

Perputaran Modal

Penjualan

Kerja

Perputaran

__________________________

(X2)

Aktiva

Aktiva Lancar-Kewajiban

(Syahrial,2011:39)
Pertumbuhan Laba

Pertumbuhan

(Y)

Laba

Rasio

Lancar
L(t) L(t-1)
______________

Rasio

L(t-1)

Sumber: diolah kembali oleh peneliti, 2015

7.3 Jenis dan Sumber Data


Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif karena data
dalam bentuk laporan keuangan yang berisikan angka-angka, sebagaimana
dikemukakan oleh Sugiyono (2012: 12), bahwa: Metode kuantitatif merupakan
metode penelitian yang datanya berupa angka-angka dan analisis menggunakan
statistik.
Menurut Sugiyono (2012: 13), bahwa: Metode penelitian kuantitafif
dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat
positivme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu,
pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat
kuantitatif statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder runtun
waktu (time series) tahunan yang diperoleh dari laporan keuangan yang ada pada
Primer Koperasi Polisi (PRIMKOPPOL) Resor Garut serta dilaporkan setiap akhir
periode tertentu mulai dari tahun 2007-2014.

7.4 Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut:

13

1. Penelitian Kepustakaan (Library Research)


Penelitian ini dilakukan dengan cara mencari buku-buku (text book),
literatur, jurnal ilmiah maupun internet serta sumber lain yang relevan
dengan objek permasalahan yang diteliti. Adapun pengertian penelitian
kepustakaan menurut Iqbal (2006:5) adalah: Penelitian yang dilaksanakan
dengan menggunakan kepustakaan, baik berupa buku, catatan, maupun
laporan hasil penelitian dari peneliti terdahulu.
2. Penelitian dokumentasi
Penelitian ini dilakukan dengan membuat salinan atau menggandakan data
yang ada dan mempelajari dokumen-dokumen berhubungan dengan
penelitian. Sesuai pendapat Iqbal (2006;5) yang menyatakan bahwa studi
dokumentasi merupakan Teknik data yang tidak langsung ditujukan pada
subjek penelitian, namun melalui dokumen.
7.5 Tekhnik Pengolahan Data
Pengolahan data menurut Iqbal adalah: Suatu proses dalam memperoleh
data ringkasan atau angka ringkasan dengan menggunakan cara-cara atau rumusrumus tertentu.
Tekhnik pengolahan data dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu
dengan menganalisis data serta pengujian terhadap hipotesis menggunakan
analisis regresi berganda untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara
variabel X (Perputaran Persediaan dan Perputaran Modal Kerja) terhadap variabel
Y (Pertumbuhan Laba) baik secara simultan maupun parsial, analisis koefisien
korelasi, dan selanjutnya dilakukan pengujian koefisien determinasi. Untuk
mempermudah pelaksanaan perhitungan dapat pula menggunakan alat bantu SPSS
(Statistical Product and Service Solution) versi 20.

1. Analisis Regresi Berganda

14

Analisis regresi ganda (Multivariate regresssion) merupakan analaisis


yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh satu atau lebih variabel bebas
(independen) terhadap variabel terikat (dependen) (Ghozali, 2009).
Analisis Regresi Berganda dalam penelitian ini dinyatakan dalam
pernyataan berikut :
y=a+b1 X 1 +b2 X 2 + b n X n
Keterangan :
Y = variabel dependen (pertumbuhan laba)
X = variabel independen (perputaran persediaan & perputaran modal kerja)
a = Konstanta (Intercept)
b = koefisien regresi atau nilai parameter
2. Analisis Koefisien Korelasi
Analisis koefisien korelasi yaitu analisis yang digunakan untuk
menyatakan hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen.
Kuatnya hubungan antar variabel dinyatakan dalam koefisien korelasi
(Sugiyono,2012). Untuk dapat memberikan penafsiran terhadap koefisien korelasi
yang ditemukan tersebut besar atau kecil, maka dapat berpedoman pada tabel
dibawah ini:
Tabel 4
Interpretasi Koefisien Korelasi
Interval Koefisien
Tingkat Hubungan
0,00-0,199
Sangat Rendah
0,20-0,399
Rendah
0,40-0,599
Sedang
0,60-0,799
Kuat
0,80-1,000
Sangat Kuat
Sumber:Sugiyono(2012)
3. Uji Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh
kemampuana model dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali,
2012:97). Koefisien determinasi pada regresi logistik dapat di lihat dari nilai R

15

Square, di mana R square tersebut dapat di interprestasikan sperti nilai R Square


pada multiple regression (Ghozali, 2012:341).
7.6 Rancangan Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis yang di lakukan adalah pengujian hipotesis kuantitatif.
Di mana Hipotesis nol adalah suatu hubungan antar variabel yang definitif atau
eksak sama dengan nol, atau secara umum dinyatakan bahwa tidak ada hubungan
antar variabel yang diteliti, sedangkan hipotesis alternatif menyatakan adanya
hubungan antar variabel yang diteliti Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian
ini adalah :
Pengaruh Perputaran Persediaan dan Perputaran Modal Kerja
Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Primer Koperasi Polisi (PRIMKOPPOL)
Resor Garut
Hipotesi ini terbagi dua, yaitu
1. Hipotesis utama
Hipotesis utama dalam penelitian ini merupakan pengujian hipotesis
secara simultan. Pengujian hipotesis secara simultan dilakukan dengan
membandigkan nilai signifikansi variabel pada tabel ANOVA HASIL output SPSS
dengan besarnya alfa (signifikansi penelitian) yang digunakan. Uji simultan
bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama variabel independen
terhadap variabel dependen.
Gambaran hipotesis untuk pengujian secara simultan pada penelitian ini
adalah sebagai berikut:
H0 : Perputaran Persediaan dan Perputaran Modal kerja secara simultan tidak
berpengaruh terhadap Pertumbuhan Laba
H1 :Perputaran Persediaan dan Perputaran Modal secara simultanberpengaruh
terhadap Pertumbuhan Laba
Kaidah keputusan untuk pengujian hipotesis secara simultan adalah
sebagai berikut:
1. Jika signifikansi variabel < alfa, maka H0 diterima dan H1 ditolak
2. Jika signifikansi variabel > alfa, maka H0 ditolak dan H1 diterima

16

2. Sub hipotesis
Sub hipotesis dalam penelitian ini merupakan pengujian hipotesis secara
parsial. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel
independen yaitu Perputaran Persediaan dan Perputaran Modal Kerja secara
parsial berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Pengujian hipotesis
dilakukan dengan cara membandingkan antara nilai signifikansi variabel pada
tabel coefisient hasil output SPSS dengan alfa (signifikansi penelitian) yang
digunakan.
Gambaran hipotesis untuk pengujian secara parsial pada penelitian ini
adalah sebagai berikut:
H0 : Perputaran Persediaan secara parsial tidak berpengaruh terhadap Pertumbuhan
Laba
H1 :Perputaran Persediaan secara parsial berpengaruh terhadap Pertumbuhan
Laba
H0 :Perputaran Modal Kerja secara parsial tidak berpengaruh terhadap
Pertumbuhan Laba
H1 : Perputaran Modal Kerja secara parsial berpengaruh terhadap Pertumbuhan
Laba
Kaidah keputusan untuk pengujian hipotesis secara parsial adalah sebagai
berikut:
1. Jika signifikansi variabel < alfa, maka H0 diterima dan H1 ditolak
2. Jika signifikansi variabel > alfa, maka H0 ditolak dan H1 diterima

17

8. Lokasi dan Jadwal Penelitian


Penelitian ini dilakukan di PRIMKOPPOL Resor Garut dengan jadwal penelitian
sebagai berikut:
Tabel 4
Jadwal Penelitian
No

Kegiatan

Tahap Persiapan
Tahap Pengumpulan

2
3
4

Feb

Mar

Waktu Kegiatan
April Mei Juni Juli

Agt

Sept

Data
Tahap Pengolahan
Data
Tahap Penyelesaian
Penelitian
9. Sistematika Pembahasan
Peneliti memaparkan sistematika pembahasan dari BAB 1 sampai BAB 5
unruk mempermudah dalam membaca dan memahami permasalahan yang akan
dibahas, sistematika pembahasannya adalah sebagai berikut:
BAB 1 PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan mengenai latar belakang yang mendasari peneliti dalam
menentukan topik yang akan dibahas dan menjadikannya sebagai judul
skripsi. Bab ini meliputi uraian latar belakang masalah, identifikasi masalah
tujuan penelitian, kegunaan penelitian, pembatasan masalah, serta kerangka
pemikiran dan hipotesis.
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
Yang menelusiri teori-teori yang mendukung dan relevan dengan penelitian
mengenai perputaran persediaan, perputaran modal kerja, dan pertibuhan
laba.
BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN
Bab ini menguraikan gambaran umum dari objek penelitian bab ini juga
membahas metode yang digunakan peneliti, membahas operasionalisasi variabel,

18

jenis dan sumber data, teknik pengumpulan data, teknik pengolahan data,
pengujian hipotesis dan tahapan lainnya.
BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini menguraikan secara jelas hasil-hasil yang peneliti peroleh dair
penelitian yang dilakukan mengenai masalah yang diteliti.
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN
Berisi ringkasan dari hasil penelitian yang telah dilakukan serta saran yang
berkaitan dengan hasil penelitian kepada perusahaan.