Anda di halaman 1dari 24

Pembentukan Energi Bagi Tubuh Dengan Metabolisme

Yuni Inri Yanti


102012146/A1
yuniinri_yanti@yahoo.com
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jalan Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat 11510

Pendahuluan
Latar Belakang
Untuk dapat tumbuh kembang dan melakukan berbagai aktifitas dalam kehidupan
sehari-hari, seseorang memerlukan energi dan nutrisi yang didapat melalui makanan.
Menurut sumber energi yang dapat diperoleh, makanan dapat digolongkan menjadi 3 kelas
makanan utama (makronutrien), yaitu karbohidrat, lipid (lemak), dan protein.
Akan tetapi, tidak sedikit orang, terutama di Indonesia, yang berada di dalam garis
kemiskinan mengalami kesulitan untuk dapat memenuhi kebutuhan energinya. Banyak orang
yang tidak mendapatkan asupan makanan hingga berhari-hari sehingga mengalami suatu
keadaan yang disebut dengan starvasi. Starvasi adalah suatu keadaan dimana terjadi
kekurangan asupan energi dan unsur unsur nutrisi essensial yang diperlukan tubuh dalam
beberapa hari sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan perubahan proses metabolisme
unsur-unsur utama di dalam tubuh.
Tujuan Penulisan
Melalui makalah ini, diharapkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Ukrida dapat
mengetahui metabolisme karbohidrat, metabolisme lemak, metabolisme protein serta
metabolisme energi. Makalah ini dibuat juga bertujuan agar dapat diperoleh pemahaman dan
pendalaman materi PBL (Program Based Learning) blok 11- Metabolik Endokrin-1.

Skenario
Setelah berlari keliling lapangan bola selama 5 kali putaran, seorang pelajar merasakan
letih dan pusing.

Pembahasan
1. Metabolisme Energi
Metabolisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan interkonvensi senyawa
kimia di dalam tubuh, jalur yang diambil oleh tiap molekul, hubugan antarmolekul, dan
mekanisme yang mengatur aliran metabolit melalui jalur-jalur metabolisme. Jalur metabolik
digolongkan menjadi tiga kategori: (1) Jalur anabolik, yaitu jalur yang berperan membentuk
senyawa yang besar dari senyawa-senyawa kecil. (2) Jalur katabolik, yaitu jalur yang
berperan menguraikan menjadi senyawa-senyawa kecil, jalur ini umumnya menghasilkan
energi, menghasilkan ekuivalen pereduksi, dan ATP terutama melalui rantai respiratorik. (3)
Jalur amfibolik, yang berlangsung di persimpangan metabolisme, bekerja sebagai
penghubung antara jalur katabolik dan anabolik, misalnya siklus asam sitrat. Pengetahuan
tentang metabolisme normal sangat penting untuk memahami kelainan yang mendasari
penyakit. Metabolisme normal mencakup adaptasi terhadap masa kelaparan, aktivitas fisik,
kehamilan, dan menyusui. Kelainan metabolisme dapat terjadi karena defisiensi gizi, enzim,
sekresi abnormal hormon, atau efek obat dan toksin. Orang dewasa dengan berat badan 70 kg
memerlukan sekitar 10-12 MJ (2400-2900 kkal) dari bahan bakar metabolik setiap hari. Bagi
manusia kebutuhan ini terpenuhi dari karbohidrat (40-60%), lipid (terutama triasilgliserol, 3040%), dan protein (10-15%), serta alkohol. Campuran karbohidrat, lipid, dan protein yang
dioksidasi bergantung pada apakah subjek berada dalam keadaan puasa atau kenyang, dan
bergantung pada intensitas kerja fisik.1 Jika asupan bahan bakar metabolik selalu lebih besar
daripada pengeluaran energi, kelebihan bakar ini disimpan, umumnya sebagai triasilgliserol
di jaringan adiposa sehingga timbul obesitas dan berbagai masalah kesehatan yang
menyertainya. Sebaliknya, jika asupan bahan bakar metabolik terus menerus lebih sedikit
daripada pengeluaran energi, cadangan lemak dan karbohidrat nihil, asam amino yang berasal
dari pergantian protein digunakan utuk sintesis protein sehingga terjadi emaciation (kurus
kering), pengecilan otot (wasting), dan akhirnya kematian.1
Metabolisme energi juga dipengaruhi oleh fosforilasi oksidatif. Fosforilasi oksidatif
merupakan proses yang menghasilkan ATP dengan melalui proses oksidasi. Dan merupakan
2

suatu deretan reaksi oksidasi-reduksi yang terjadi di mitokondria (rantai pernapasan), enzim
yang berperan adalah oksidoreduktase, dan menghasilkan energi berupa panas dan ATP.
Proses fosforilasi oksidatif yaitu: metabolisme lemak, glukosa, dan asam amino
menghasilkan proton-proton (H+) yang mengalami translokasi melintasi membran
mitokondria dalam. Difusi proton-proton ini mengikuti penurunan gradien konsentrasinya
mendorong ATP sintase mengubah ADP menjadi ATP.2

Gambar 1. Metabolisme energi utama3

2. Karbohidrat
Karbohidrat memegang peranan terpenting pada tubuh karena merupakan sumber
energi utama bagi manusia. Karbohidrat ialah suatu senyawa yang terdiri dari molekulmolekul karbon (C), hydrogen (H) dan oksigen (O) atau karbon dan hidrat (H 2O) sehingga
dinamakan karbo-hidrat.1 Dalam tumbuhan senyawa ini dibentuk melaui proses fotosintesis
antara air (H2O) dan karbondioksida (CO2), di mana dengan bantuan sinar matahari
menghasilkan senyawa sakarida dengan rumus Cn(H2O)n atau CnH2nOn. Berikut adalah reaksi
pembentukkan karbohidrat (glukosa) pada tumbuh-tumbuhan:
Sinar matahari
6 CO2 + 6 H2O
C6 H12 O6 + 6O2
Klorofil

Klasifikasi karbohidrat
Berdasarkan jumlah unit gula dalam rantai, karbohidrat digolongkan menjadi 4
golongan utama yaitu:1
1. Monosakarida (terdiri atas 1 unit gula)
2. Disakarida (terdiri atas 2 unit gula)
3. Oligosakarida (terdiri atas 3-10 unit gula)
4. Polisakarida (terdiri atas lebih dari 10 unit gula)
Pembentukan rantai karbohidrat menggunakan ikatan glikosida.
Berdasarkan lokasi gugus C=O, monosakarida digolongkan menjadi 2 yaitu:
1.
Aldosa (berupa aldehid)
2.
Ketosa (berupa keton)
3

Fungsi Karbohidrat
Fungsi karbohidrat bagi manusia antara lain:1
1. Sumber energi utama
Fungsi utama karbohidrat adalah menyediakan energi bagi tubuh. Satu gram
karbohidrat menghasilkan 4 kilokalori. Karbohidrat di dalam tubuh berada dalam
sirkulasi darah sebagai glukosa untuk keperluan energi segera sebagian disimpan
sebagi glikogen dalam hati dan jaringan otot, dan sebagian diubah menjadi lemak
untuk kemudian disimpan sebagai cadangan energi di dalam jaringn lemak.
Seseorang yang memakan karbohidrat dalam jumlah berlebihan akan menjadi
gemuk. System saraf sentral dan otak sama sekali tergantung pada glukosa untuk
keperluan energinya.
2. Pemberi rasa manis pada makanan
Beri rasa manis pada makanan, khususnya mono dan disakarida. Gula tidak
mempunyai rasa manis yang sama. Fruktosa adalah gula paling manis. Bila tingkat
kemanisan sakarosa diberi nilai 1, maka tingkat kemanisan fruktosa adalah 1,7;
glukosa 0,7; mmaltosa 0,4; dan laktosa 0,2.
3. Penghemat protein
Bila karbohidrat makanan tidak mencukupi, maka protein akan digunakan untuk
memenuhi kebutuhan energi, dengan mengalahkan fungsi utamanya sebagai zat
pembangun. Sebaliknya, bila karbohidrat makanan mencukupi, protein terutama
akan digunakan sebagai zat pembangun.
4. Pengatur metabolisme lemak
Karbohidrat mencegah terjadinya oksidasi lemak yang tidak sempurna, sehingga
menghasilakan bahan-bahan keton berupa asam asetoasetat, aseton, dan asam betahidroksi-butirat. Bahan-bahan ini dibentuk dalam hati dan dikelurkan melalui urine
dengan mengikat basa berupa ion natrium. Hal ini dapat menyebabkan
ketidakseimbangan natrium dan dehidrasi. pH cairan tubuh menurun. Keadaan ini
menimbulkan ketosis atau asidosisyang dapat merugikan tubuh. Dibutuhkan antara
50-100 gram karbohidrat sehari untuk mencegah ketosis.
5. Membantu pengeluaran feses
Karbohidrat membantu pengeluaran feses dengan cara mengatur peristaltik usus
dan memberi bentuk pada feses. Selulosa dalam serat makanan mengatur peristaltic
usus sedangkan hemiselulosa dan pectin mampu menyerap banyak air dalam usus
besar sehingga memberi bentuk pada sisa makanan yang akan dikeluarkan. Serat
makanan

mencegah

kegemukan,

konstipasi,

hemoroid,

penyakit-penyakit

divertikulosis, kanker usus beasr, penyakit diabetes mellitus, dan jantung koroner
yang berkaitan dengan kadar kolesterol darah tinggi.
6. Laktosa dalam susu membantu absorpsi kalsium.
Laktosa lebih lama tinggal dalam saluran cerna, sehingga menyebabkan
pertumbuhan bakteri yang menguntungkan. Bakteri tertentu diduga mensintesis
vitamin-vitamin tertentu dalam usus besar. Asam glukoronat turunan glukosa,
didalam hati mengikat toksin-toksin dan bakteri dan mengubahnya menjadi bentukbentuk yang dapat dikeluarkan dari tubuh.
7. Komponen struktural sel
8. Karbohidrat ikut menyusun membran sel tubuh manusia.
Sumber Karbohidrat
Sumber karbohidrat adalah padi-padian atau serealia, umbi-umbian, kacang-kacangan
kering dan gula. Hasil oleh bahan-bahan ini adalah bihun, mie, roti, tepung-tepungan, selai,
sirup, dan sebagainya. Sebagian besar sayuran dan buah tidak mengandung karbohidrat.
Sayur umbi-imbian seperti wortel dan bit serta sayur kacang-kacangan relatif lebih banyak
mengandung karbohidrat daripad sayur daun-daunan. Bahan makanan hewani seperti daging,
ayam, ikan, telur, dan susu sedikit sekali mengandung karbohidrat. Sumber karbohidrat yang
banyak dimakan sebagai makanan pokok di Indonesia adalah beras, jagung, ubi, singkong,
talas dan sagu.

Metabolisme Karbohidrat
Metabolisme Utama
a.

Glikolisis Embden Meyerhoff


Proses glikolisis ialah proses awal dari metabolisme gugus gula hasil pemecahan

karbohidrat di dalam sel. Proses glikolisis ialah suatu proses yang bertujuan untuk
menghasilkan piruvat dalam keadaan aerob ataupun laktat dalam keadaan anaerob
sehingga dapat terbentuk energi. Glikolisis terjadi di dalam sitoplasma sel/sitosol. Pada
keadaan aerob, 1 molekul glukosa yang melalui proses glikolisis dapat menghasilkan 8
ATP sedangkan dalam keadaan anaerob jumlah ATP yang dihasilkan lebih sedikit yaitu
2 ATP.

Gambar 2. Glikolisis Secara Kimia

Di eritrosit, proses glikolisis selalu terjadi dalam keadaan anaerob karena


ketiadaan mitokondria. Hal ini menyebabkan hasil akhirnya selalu berupa laktat.2,5
Proses glikolisis terjadi melalui tahapan-tahapan tertentu. Tahapan-tahapan tersebut
adalah:
1.

Glukosa glukosa 6-P.


Enzim yang berperan ialah glukokinase di hepar dan heksokinase di jaringan

ekstrahepatik. Proses perubahan ini memerlukan donor phospat yang didapat melalui
pelepasan gugus phospat dari sebuah molekul ATP menjadi ADP. Selain itu diperlukan
ion magnesium. Reaksi ini tidak dapat terjadi dalam arah yang berlawanan. Glukosa 6P merupakan molekul yang penting bukan hanya dalam glikolisis EM, melainkan juga
proses lain seperti HMP shunt dan glikogenolisis.
2.
Glukosa 6-P Fruktosa 6-P. Enzim yang berperan adalah isomerase.
3.
Fruktosa 6-P Fruktosa 1,6 bifosfat
Enzim yang berperan ialah fosfofruktokinase. Enzim ini bekerja bantuan ion
magnesium dan ambilan satu gugus phospat dari ATP. Enzim ini merupakan enzim
kunci yang mengatur kecepatan proses glikolisis.
4.
Fruktosa 1,6 bifosfat gliseraldehid 3-P + DHAP (bantuan enzim aldolase)
DHAP gliseraldehid 3-P (isomerase). Sehingga pada proses ini dihasilkan 2 molekul
gliseraldehid 3-P.
5.
Gliseraldehid 3-P 1,3 bifosfogliserat (gliseraldehid 3-P Dehidrogenase)
Proses ini memerlukan koenzim NAD+ yang akan bereaksi dengan phospat
inorganik menjadi NADH dan melepas ion hidrogen. Proses ini akan menghasilkan 3
ATP melalui rantai pernapasan. Proses ini dapat dihambat oleh iodoasetat.
6.
1,3 bifosfogliserat 3 fosfogliserat (fosfogliserat kinase). Dengan bantuan ion
magnesium, proses ini akan menghasilkan 1 ATP pada tingkat substrat.
7.
3 fosfogliserat 2 fosfogliserat (mutase)
8.
2 fosfogliserat Phospo enol piruvat (enolase). Memerlukan ion magnesium dan
akan dihambat oleh flourida.
9.
Phospo enol piruvat (enol) piruvat (piruvat kinase)
Proses ini memerlukan ion magnesium dan ADP. Gugus phospat dari phospo enol
piruvat akan diambil untuk bergabung dengan ADP membentuk 1 molekul ATP.
6

9. (enol) piruvat (keto) piruvat. Proses ini berlangsung secara spontan.


Proses diatas dalam keadaan normal akan menghasilkan 10 ATP. Langkah kelima
menghasilkan 3 ATP, namun karena ada 2 molekul gliseraldehid 3-P maka energi yang
dihasilkan menjadi 6 ATP. Proses yang berlangsung dibawahnya juga terjadi dalam 2
molekul, sehingga ATP yang terbentuk pada langkah 6 sebanyak 2 ATP dan langkah 9
sebanyak 2 ATP. Totalnya ialah 10 ATP. Sedangkan energi yang digunakan dalam proses ini
ialah 2 ATP. ATP ini digunakan pada langkah 1 dan 3. Sehingga total energi dalam glikolisis
pada proses aerob ialah sebesar 8 ATP.
Pada keadaan anaerob rantai pernafasan tidak terjadi. Yang terjadi adalah pembentukan
laktat. Sehingga 6 ATP pada langkah kelima tidak terbentuk. Oleh karena itu jumlah ATP
yang dihasilkan hanya 2 ATP.

b.

Oksidasi Piruvat Asetil KoA


Piruvat yang telah terbentuk sebagai hasil proses glikolisis dapat masuk ke dalam

mitokondria untuk mengalami oksidasi menjadi molekul asetil koA. 1 molekul glukosa akan
menghasilkan 2 molekul piruvat yang memiliki 3 atom karbon. Piruvat akan diubah menjadi
asetil koA yang memiliki 2 atom karbon. Dalam eritrosit, setelah mengalami glikolisis maka
piruvat akan diubah menjadi laktat.2
Piruvat dehidrogenase ialah enzim yang berperan dalam proses ini. Konsentrasi dari
piruvat dehidrogenase meningkat pada saat makan dan saat piruvat banyak terbentuk.
Sebaliknya kondisi kelaparan serta konsentrasi asetil koA yang meningkat akan menghambat
kerja dari piruvat dehidrogenase.

Gambar 3. Oksidasi Piruvat

Selain itu kinase spesifik juga berperan dalam proses oksidasi piruvat. Fosforilasi
kinase dapat menghambat aktivitas enzim ini, sedangkan defosforilasi kinase dapat
mempercepat kerja enzim ini. Enzim ini memerlukan koenzim NAD + yang melalui rantai
pernapasan akan berubah menjadi NADH dan menghasilkan 3 ATP.
Proses reaksi memerlukan 5 vitamin dalam bentuk koenzim, yaitu vitamin asam lipoat,
vitamin B1, B2, B5 dan vitamin asam pantotenat. Sedangkan hambatan pada enzim piruvat
dehidrogenase dapat menyebabkan laktat asidosis. Kondisi ini dapat terjadi pada keracunan
ion merkuri dan pada penderita diabetes melitus.5 Jumlah ATP yang dihasilkan pada proses ini
ialah sebesar 6 ATP.
c.

Siklus Asam Sitrat


Siklus asam sitrat merupakan jalur akhir bersama metabolisme karbohidrat, protein dan

lemak. Asetil koA sebagai substrat awal kerja enzim pada siklus asam sitrat dapat dihasilkan
dari katabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Siklus ini dapat terjadi di mitokondria.

Gambar 4. Siklus Krebs

Siklus ini merupakan siklus dimana terjadi penggabungan antara molekul asetil koA
dengan oksaloasetat hingga terbentuk asam trikarboksilat yaitu asam sitrat. Asam sitrat akan
mengalami beberapa reaksi untuk akhirnya kembali membentuk oksaloasetat.5
Proses yang terjadi adalah sebagai berikut:
1. Asetil koA + oksaloasetat + H2O sitrat + koASH (enzim sitrat sintase)
2. Sitrat isositrat (enzim akonitase)

Kerja enzim dapat dihambat oleh fluoroasetat. Hal ini dikarenakan fluoroasetat dapat
berkondensasi dengan oksaloasetat membentuk fluorositrat yang menghambat kerja
3.

enzim akonitase.
Isositrat + NAD+ ketoglutarat + CO 2 + NADH + H+ (enzim isositrat

dehidrogenase). Proses ini melalui rantai pernapasan akan menghasilkan 3 ATP.


4.
ketoglutarat + NAD+ + koASH Suksinil ko-A + CO 2 + NADH + H+ (enzim
ketoglutarat dehidrogenase). Proses ini juga menghasilkan 3 ATP. Kerja enzim dapat
dihambat oleh arsenat.
5.
Suksinil KoA + GDP +Pi Suksinat + GTP + koASH (enzim suksinat tiokinase).
Melalui tingkat substrat maka GTP dapat menyumbang 1 gugus phospat ke ADP untuk
menghasilkan ATP.3
6.
Suksinat + FAD Fumarat + FADH2 (enzim suksinat dehidrogenase). Kerja enzim dapat
dihambat malonat yang sifat inhibisinya ialah kompetitif. Jumlah ATP yang dihasilkan
melalui proses ini ialah 2 ATP.
7.
Fumarat + H2O Malat (enzim fumarase)
8.
Malat + NAD+ Oksaloasetat + NADH + H+ (enzim malat dehidrogenase). Jumlah ATP
yang dihasilkan melalui proses ini ialah sebesar 3 ATP.
Regulasi terutama dari siklus asam sitrat adalah konsentrasi produk. Semakin tinggi
konsentrasi produk, maka enzim untuk mensintesisnya semakin dihambat.2
Hasil dari siklus asam sitrat adalah 24 ATP, yang terdiri dari:
3 NADH : 9 ATP
1 FADH2 : 2 ATP
1 GTP : 1 ATP
Karena ada 2 molekul asetil koA, maka jumlah energi menjadi 12 x 2 ATP = 24 ATP.
Dari ketiga proses diatas total energi yang dihasilkan dalam oksidasi satu molekul
glukosa ialah sebesar 38 ATP (glikolisis 8 ATP, oksidasi piruvat 6 ATP dan siklus asam sitrat
24 ATP)
d.

HMP Shunt
HMP merupakan singkatan dari hexose mono phospat = pentose phospat pathway.

Proses ini merupakan jalan lain untuk oksidasi glukosa melalui dehidrogenasi dengan NADP
sebagai akseptor H+. Proses ini terjadi di sitoplasma sel dan tidak menghasilkan ATP. HMP
shunt aktif di hati, jaringan adiposa, sel darah merah, korteks adrenal, kelenjar tiroid, kelenjar
mammae yang sedang laktasi dan kelenjar testis. Bagi sel darah merah, proses ini
menyediakan glutation untuk melindungi membran sel dari proses oksidasi oleh molekul
H2O2.5

Proses ini bertujuan untuk menyediakan NADPH + H+. NADPH penting bagi sintesis
asam lemak, kolesterol, hormon steroid, asam amino dan hormon tiroid. Selain itu proses ini
akan menyediakan ribosa 5 phospat untuk sintesis nukleotida (RNA DNA).
HMP Shunt merupakan proses multisiklik, karena molekul glukosa 6-P yang digunakan
dapat kembali menjadi glukosa 6-P. Proses ini memerlukan 3 molekul glukosa 6 phospat.
Adapun enzim yang dibutuhkan dalam proses ini ialah :
Glukosa 6-P dehidrogenase yang mengubah glukosa 6-P menjadi 6-fosfoglukonat.
6-fosfo glukonat dehidrogenase mengubah 6 fosfoglukonat menjadi ribulosa 5-Phospat.

Epimerase mengubah ribulosa 5 phospat xilulosa 5 phospat dan ribosa 5 phospat


arabinosa 5 phospat.
Keto isomerase mengubah ribulosa 5 phospat menjadi ribosa 5 phospat.
Transketolase dan transadolase.
e.

Glikogenesis
Merupakan proses pembentukan glikogen dari molekul glukosa. Fungsi dari

pembentukan glikogen ialah sebagai cadangan energi terutama di hati dan otot. Proses
glikogenesis umumnya meningkat sesaat setelah makan dan menurun pada saat puasa/lapar.2
Glikogen merupakan polisakarida yang terdiri dari rantai lurus dan rantai bercabang.
Pada rantai lurus terjadi ikatan glikosidik antara gugus gula yang satu dengan yang lainnya
pada ikatan 1,4 dan ikatan glikosidik rantai bercabang pada ikatan 1,6. Glikogen ini
adalah simpanan utama karbohidrat yang paling mudah diubah kembali menjadi
monosakarida, tidak seperti halnya pada lemak yang relatif lebih sulit dimobilisasi.
Proses glikogenesis terjadi di hati dan otot. Di hati fungsi utama glikogen ialah sebagai
simpanan glukosa dan akan dipakai bila sewaktu-waktu kadar glukosa di dalam darah
mengalami penurunan. Sedangkan glikogen di otot berfungsi sebagai sumber energi untuk
proses glikolisis di dalam sel otot sendiri, bukan sebagai sumber glukosa untuk meningkatkan
kadar glukosa darah. Mengapa? Karena tidak ada enzim glukosa 6-P fosfatase yang dapat
mengubah glukosa 6-P menjadi glukosa bebas di otot. Enzim ini terdapat di hati.5
Proses glikogenesis awalnya memerlukan molekul glikogen asal yang terbentuk dari
protein. Pada asam amino tiroksin dari protein inilah akan terjadi glikosilasi. Namun glukosa
bebas tidak dapat langsung ditautkan pada glikogen primer ini. Bentuk glukosa yang dapat
ditautkan ialah UDP glukosa.
Proses glikogenesis yang terjadi adalah sebagai berikut:
1. Pembentukan UDP glukosa dari glukosa 1-P. Reaksi ini terjadi dengan bantuan enzim
UDP glukosa pirofosforilase. Reaksinya ialah: Glukosa 1-P + UTP UDP Glukosa + 2Pi
2. Pembentukan unit glukosil 14 dari molekul glikogen primer yang ditambahkan molekul
UDP glukosa dengan bantuan enzim glikogen sintase.
3. Bila jumlah molekul dalam rantai lurus telah mencapai 11 molekul glukosa, maka enzim
percabangan akan memindahkan 6 molekul glukosa ke cabang lain.
10

f.

Glikogenolisis
Merupakan proses kebalikan dari glikogenesis, yaitu proses pemecahan glikogen

menjadi glukosa. Dapat terjadi di hati dan otot. Di hati proses ini akan meningkatkan kadar
glukosa darah meskipun dalam jumlah yang kecil. Sedangkan di otot glikogenolisis terjadi
pada keadaan kerja fisik seperti berolahraga.
Proses yang terjadi adalah sebagai berikut:
1. Pada rantai cabang dari glikogen, enzim fosforilase yang merupakan enzim regulator
akan mengkatalisis reaksi pemecahan ikatan glikosidik atau yang disebut juga dengan
fosforilisis (pemecahan dengan phospat). Oleh fosforilase, molekul glukosa akan dilepas dan
diikat dengan phospat pada atom karbon nomor 1. Proses pelepasan ini akan terus berlanjut
sampai tinggal 4 molekul glukosa di cabang.3
2. Glukan transferase akan memindahkan 3 dari 4 molekul glukosa yang tersisa ke rantai
lurus dan meninggalkan 1 molekul glukosa pada cabang tersebut.
3. Debranching enzyme akan menghidrolisis tempat percabangan dimana tersisa 1 molekul
glukosa untuk menghasilkan 1 glukosa bebas. Dengan kata lain enzim ini meniadakan
percabangan. Karena hanya 1 molekul glukosa bebas yang dihasilkan (meskipun ada glukosa
1-P), maka hanya sedikit terjadi kenaikan kadar glukosa darah akibat proses ini.
g.

Glukoneogenesis
Merupakan reaksi pembentukan karbohidrat dari senyawa non karbohidrat. Senyawa

yang dimaksud adalah asam amino glukogenik, laktat, gliserol dan propionat. Tujuannya
ialah menyediakan glukosa bagi tubuh bila dalam keaadan lemah dan berpuasa. Proses ini
terjadi di hati dan ginjal. Proses ini melibatkan sebagian besar glikolisis EM, siklus asam
sitrat dan beberapa reaksi lainnya.

Gambar 5. Glikolisis dan glukoneogenesis

Metabolisme Minor Pathway


11

a.

Jalan Metabolisme Asam Uronat

Merupakan suatu proses pengubahan glukosa menjadi asam uronat. Asam uronat
kemudian dapat diubah menjadi xylulosa yang akan masuk ke dalam HMP shunt karena
xylulosa merupakan salah satu komponen dari HMP shunt. Pada organisme yang
tingkatannya lebih rendah dari primata (seperti aves) jalur ini digunakan untuk
mensintesis vitamin C. Asam uronat selain dapat diubah menjadi xylulosa dapat juga
digunakan untuk sintesis glikosaminoglikan dan proteoglikan. Selain itu asam uronat
dapat berkonjugasi dengan xenobiotik agar lebih mudah dimetabolisir oleh tubuh.2
b. Metabolisme Fruktosa
Tujuannya ialah agar dapat menggunakan fruktosa sebagai sumber energi untuk
mendapatkan ATP melalui proses metabolisme karbohidrat. Caranya ialah dengan
mengubah fruktosa menjadi fruktosa 1-P. Analog dengan glukosa, pada fruktosa ada
dua enzim yang bekerja yaitu fruktokinase dan heksosakinase. Fruktokinase didapati di
hati dan spesifik bekerja untuk fruktosa, sedangkan heksokinase terdapat di jaringan
ekstrahepatik.
Namun, tidak seperti glukokinase yang berafinitas rendah terhadap glukosa di hati,
fruktokinase berafinitas relatif lebih tinggi dibandingkan heksokinase terhadap fruktosa.
Bahkan proses glikolisis fruktosa di dalam hati berlangsung lebih cepat dibanding
jaringan ekstrahepatik karena proses ini melewati jalan pintas. Yang dimaksud dengan
jalan pintas ialah pada proses ini tidak melalu reaksi yang dikatalisis oleh fruktofosfokinase. Pada keadaan diabetes, penumpukan fruktosa bersama sorbitol (bentuk alkohol
dari glukosa) dapat menyebabkan katarak.2
c. Metabolisme Galaktosa
Proses metabolisme galaktosa terjadi di hati dengan jalan mengubah galaktosa
menjadi glukosa. Bagaimana prosesnya?
Mengubah galaktosa menjadi galaktosa 1-P dengan enzim galaktokinase.

Galaktosa 1-P + UDP glukosa glukosa 1-P + UDP galaktosa dengan enzim
galaktosa 1-P Uridil Transferase
UDP galaktosa UDP glukosa dengan bantuan UDP galaktosa 4-epimerase.
UDP glukosa + PPi UTP + glukosa 1-P dengan UDPG pirofosforilase
Akhirnya glukosa 1-P diubah menjadi glukosa 6-P yang akan masuk ke dalam
proses glikolisis.
d. Metabolisme Gula Amin (Heksosamin)
Proses metabolisme gula amin diperlukan untuk sintesis glikosaminoglikan,
proteoglikan, gangliosida dan asam sialat.2
3. Lemak
Lemak, disebut juga lipid, adalah suatu zat yang kaya akan energi, berfungsi sebagai
sumber energi yang utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak yang beredar di dalam
12

tubuh diperoleh dari dua sumber yaitu dari makanan dan hasil produksi organ hati, yang bisa
disimpan di dalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi. Sifat-sifat lemak antara lain:
1. Tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik seperti eter, CHCl3, benzen,
alkohol/aseton panas, xylen, dll. serta dapat diekstraksi dari sel hewan/tumbuhan dengan
pelarut tersebut.
2. Secara kimia, penyusun utama adalah asam lemak (dalam 100 gram lipid terdapat 95%
asam lemak)
3. Lipid mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh manusia seperti asam lemak essential.
Klasifikasi Lemak (Lipid)1
1. Lipid sederhana.
Lipid sederhana adalah golongan lipid yang jika dihidrolisis akan menghasilkan asam
lemak dan gliserol. Contohnya: fat/minyak (TAG/trigliserida)
2. Lipid kompleks (majemuk).
Lipid kompleks adalah golongan lipid yang jika dihidrolisis akan menghasilkan asam
lemak dan berbagai senyawa lainnya. Contohnya: fosfolipid dan glikolipid.
Fosfolipid + H2O menghasilkan asam lemak + alkohol + asam fosfat + senyawa
nitrogen.
Glikolipid + H2O menghasilkan asam lemak + karbohidrat + sfingosin.
4. Lipid turunan
Lipid turunan adalah senyawa-senyawa yang dihasilkan bila lipid sederhana dan lipid
kompleks mengalami hidrolisis. Contohnya: asam lemak, gliserol, alkohol padat,
aldehid, keton bodies.
Secara klinis, komponen lipid utama yang dapat dijumpai dalam plasma adalah:1
1. Trigliserida (lemak netral)
2. Asam Lemak
3. Kolesterol
4. Fosfolipid
Trigliserida merupakan asam lemak yang dibentuk dari esterifikasi tiga molekul
asam lemak menjadi satu molekul gliserol. Jaringan adiposa memiliki simpanan
trigliserid yang berfungsi sebagai gudang lemak yang segera dapat digunakan.
Dengan masuk dan keluar dari molekul trigliserida di jaringan adiposa, asam-asam
lemak merupakan bahan untuk konversi menjadi glukosa (glukoneogenesis) serta untuk
pembakaran langsung untuk menghasilkan energi.
Asam lemak dapat berasal dari makanan, tetapi juga berasal dari kelebihan glukosa
yang diubah oleh hati dan jaringan lemak menjadi energi yang dapat disimpan. Lebih
dari 95% lemak yang berasal dari makanan adalah trigliserida. Proses pencernaan

13

trigliserida dari asam lemak dalam diet (eksogenus), dan diantarkan ke aliran darah
sebagai kilomikron (droplet lemak kecil yang diselubungi protein).4
Kolesterol berasal dari makanan dan sintesis endogen di dalam tubuh. Sumber
kolesterol dalam makanan seperti kuning telur, susu, daging, lemak (gajih), dan
sebaginya terutama dalam keadaan ester. Dalam usus, ester tersebut kemudian
dihidrolisis oleh kolesterol esterase yang berasal dari pankreas dan kolesterol bebas
yang terbentuk diserap oleh mukosa usus dengan kilomikron sebagai alat transport ke
sistem limfatik dan akhirnya ke sirkulasi vena. Kira-kira 70% kolesterol yang
diesterifikasi (dikombinasikan dengan asam lemak), serta 30% dalam bentuk bebas.
Kolesterol disintesis di hati dan usus serta ditemukan dalam eritrosit, membran sel, dan
otot. Kolesterol penting dalam struktur dinding sel dan dalam bahan yang membuat
kulit kedap air. Kolesterol digunakan tubuh untuk membentuk garam empedu sebagai
fasilitator untuk pencernaan lemak dan untuk pembentukan hormon steroid (misal
kortisol, estrogen, androgen) oleh kalenjar adrenal, ovarium, dan testis.
Fosfolipid, lesitin, sfingomielin, dan sefalin merupakan komponen utama pada
membrane sel dan juga bekerja dalam larutan untuk mengubah tegangan permukaan
cairan (misal aktifitas surfaktan cairan di paru). Fosfolipid dalam darah berasal dari hati
dan usus, serta dalam jumlah kecil sintesis di berbagai jaringan. Fosfolipid dalam darah
dapat ikut serta dalam metabolisme sel dan juga dalam koagulasi darah.
Karena lipid tidak dapat larut dalam air, maka itu memerlukan suatu pengangkut
agar bisa masuk dalam sirkulasi darah. Pengangkut itu adalah suatu protein yang
dinamakan lipoprotein. Lipoprotein dalam sirkulasi terdiri dari partikel berbagai ukuran
yang juga mengandung kolesterol, trigliserida, fosfolipid, protein dalam jumlah berbeda
sehingga masing-masing lipoprotein memiliki karakteristik densitas yang berbeda.
Lipoprotein terbesar dan paling rendah densitasnya adalah kilomikron, diikuti oleh
lipoprotein densitas sangat rendah (very low density lipoprotein, VLDL), lipoprotein
densitas rendah (low density lipoprotein, LDL), lipoprotein densitas sedang
(intermediate density lipoprotein, IDL), dan lipoprotein densitas tinggi (high density
lipoprotein, HDL).5
Sebagian besar trigliserida pada plasma tidak dalam keadaan puasa terdapat dalam
bentuk kilomikron, sedangkan pada sampel plasma puasa, trigliserida terutama terdapat
dalam bentuk VLDL. Sebagian kolesterol plasma terkandung dalam LDL. Sebagian
kecil (15-25%) kolesterol berada dalam HDL.
Jalur eksogen atau makanan pengangkutan lemak melibatkan penyerapan
trigliserida dan kolesterol melalui usus, disertai pembentukan dan pembebasan
14

kilomikron ke dalam limfe dank e aliran darah melalui duktur torasikus. Kilomikron
membebaskan trigliserida ke jaringan adiposa sewaktu beredar dalam sirkulasi. Selain
itu, juga mengaktifkan lipoprotein lipase yang dapat melepaskan asam lemak bebas dari
trigliserida sehingga ukuran kilomikron berkurang menjadi sisa yang akhirnya diserap
oleh hati. Asam-asam lemak yang dikeluarkan pada gilirannya diserap oleh sel otot dan
adiposa.
Fungsi Lemak
1. Sebagai sumber energi (memiliki kandungan 9 kkal/g)
2. Unsur pembangun membran sel dan bertanggung jawab untuk lewatnya berbagai
bahan yang masuk dan keluar sel.
3. Sebagai pelindung organ-organ penting, penyekat jaringan tubuh.
4. Menjaga tubuh terhadap pengaruh luar, misalnya: suhu, luka (infeksi).
5. Insulator listrik (agar impuls-impuls syaraf merambat dengan cepat)
6. Membantu melarutkan dan mentransport senyawa-senyawa tertentu (misal vitamin
A, D, E dan K) dalam aliran darah untuk keperluan metabolisme.
Sumber Lemak
Sumber lemak terbagi menjadi 2, yaitu lemak hewani dan lemak nabati. Lemak nabati
berasal dari bahan makanan tumbuhan sementara lemak nabati dari hewan termasuk telur,
susu. Sumber lemak nabati berada di dalam sitoplasma berupa droplet dan pada hewani
berada di dalam jaringan adiposa.
Metabolisme Lemak
Setelah mengalami pencernaan di usus, molekul lemak akan diabsorpsi. Namun
molekul lemak tidak dapat diabsorpsi begitu saja. Hal ini dikarenakan sifat lemak yang
hidrofobik. Sehingga harus ada molekul pembawa, yaitu khilomikron. Khilomikron akan
membawa asam lemak bersama 2 monogliserida ke dalam limfe kemudian beredar dalam
darah. Selain menggunakan khilomikron, bentuk transportasi lemak yang lain di dalam darah
ialah VLDL, HDL, LDL, IDL, dan FFA yang terikat albumin. Jalur metabolisme lemak akan
dimulai ketika asam lemak masuk ke dalam sel.2
Metabolisme lemak di dalam tubuh meliputi metabolisme:
1.

Asam lemak jenuh


Asam lemak jenuh dapat masuk ke dalam sel untuk mengalami oksidasi. Di dalam sel,

oksidasi asam lemak akan terjadi di dalam mitokondria. Namun asam lemak yang masuk ke
dalam mitokondria umumnya berukuran kecil. Bila jumlah atom C pada asam lemak lebih
dari 12, maka akan ada molekul pembawa yang disebut sebagai karnitin yang akan membawa
asam lemak jenis ini masuk untuk mengalami oksidasi di dalam mitokondria. Di dalam
mitokondria, jenis oksidasi asam lemak jenuh ini ialah oksidasi beta. Oksidasi ini merupakan
15

oksidasi utama yang terjadi di dalam mitokondria. Senyawa awal dari proses metabolisme ini
ialah asil ko-A yang merupakan bentuk aktivasi dari molekul asam lemak bebas. Pada proses
oksidasi ini memerlukan koenzim NAD dan FAD yang akan menghasilkan energi melalui
rantai pernapasan. Oksidasi asam lemak jenuh dapat meghasilkan asetil ko-A dan propionil
ko-A (bila jumlah atom C ganjil). Asetil ko-A dapat masuk ke dalam siklus asam sitrat.2
Selain itu proses oksidasi asam lemak jenuh dapat berlangsung di peroksisom. Namun
proses ini tidak dapat menghasilkan ATP. Asam lemak rantai panjang umumnya mengalami
oksidasi di peroksisom. Pada oksidasi ini dihasilkan oktanoil-koA dan asetil ko-A. Proses
oksidasi alfa asam lemak dapat berlangsung di jaringan otak. Proses ini juga tidak
menghasilkan ATP dan tidak perlu pengaktifan oleh asil ko-A.
Oksidasi omega berlangsund di hepar. Dimana proses oksidasi ini memerlukan NADPH
dan dikatalisis oleh sitokrom P-450 serta dapat menghasilkan asam dikarboksilat.
2.

Asam lemak tidak jenuh


Pada reaksi ini jumlah ATP yang dihasilkan lebih sedikit dibanding asam lemak jenuh.

Hal ini dikarenakan akan dipakai 2 ATP pada reaksi oksidasi beta yang merupakan bagian
dari reaksi yang menghasilkan FADH2. Produk oksidasinya sama dengan oksidasi asam
lemak jenuh, akan tetapi jumlah ATP berbeda.
Asam lemak juga dapat disintesis dengan menggunakan jalur sintesis de novo maupun
pemanjangan gugus asam lemak. Jalus sintesis de novo merupakan jalur ekstramitokondria
yang mengubah asetil ko-A menjadi asam palmitat. Jalur ini akan berlangsung bila ada
kelebihan kalori makanan. Sumber utama jalur ini ialah karbohidrat. Melalui proses glikolisis
dan oksidasi piruvat akan dihasilkan asetil Ko-A. Awalnya asetil ko-A akan diubah ke
malonil ko-A dengan bantuan asetil ko-A karboksilase. Selanjutnya malonil ko-A akan masuk
ke kompleks enzim untuk menghasilkan asam palmitat. Kompleks enzim ini terdiri dari 7
enzim yang akan menambah 2 atom C pada setiap kerja enzimnya.2,5
3.

Eikosanoat
Merupakan senyawa yang berasal dari asam lemak tidak jenuh. Asam lemak tidak jenuh

disini bersifat essensial, yaitu asam linoleat (6), asam alfa linolenat (3) dan asam
arakhidonat (9). Sintesis eikisanoat melalui jalan metabolisme siklooksigenasi dan
lipokigenase. Akan menghasilkan leukotrien, prostaglandin, prostasiklin, dan tromboksan.2
4.

Triasilgliserol
16

Sintesis triasilgliserol terjadi di hati, jaringan adiposa dan mukosa usus. Proses ini
terutama terjadi di mikrosom.
Proses di mukosa usus terjadi melalui reaksi berikut:
2-monoasilgliserol + 2 asil ko-A triasilgliserol + 2 koA
Triasilgliserol diangkut dalam khilomikron ke limfe untuk masuk ke dalam darah.
Proses di hati terjadi melalui reaksi berikut:
Gliserol 3-P + 3 asil-koA triasilgliserol + 3 koA + Pi
Gliserol 3-P bisa didapat melalui gliserol maupun glukosa melalui proses glikolisis. Namun
gliserol disini tidak dapat dipakai karena keatifan glikokinase yang rendah.
Proses di jaringan adiposa melalui :
Gliserol 3-P + 3 asil-koA triasilgliserol + 3 koA + Pi
Tidak seperti di hati dan mukosa usus, triasilgliserol yang terbentuk disini akan disimpan di
jaringan adiposa.
Sedangkan proses katabolisme triasilgliserol terutama terjadi di jaringan adiposa
dengan jalan memotong asam lemak satu per satu hingga tersisa gliserol. Enzim yang
berperan yaitu triasil gliserol lipase, diasil gliserol lipase dan monoasil gliserol lipase.
Sedangkan triasilgliserol yang terdapat di dalam VLDL dan khilomikron dihidrolisis oleh
lipoprotein lipase yang terdapat pada dinding pembuluh darah.2
5.

Benda keton
Proses ketogenesis terjadi di mitokondria dan hati. Proses ini memakai asetil-KoA

sebagai bahan baku. Pada proses ini dibutuhkan enzim tiolase, HMG-koA sintase, HMG-koA
liase dan beta 3-OH butirat .
Jenis bedan keton yang dihasilkan ialah aseton, asam asetoasetat dan asam beta 3-OH
butirat. Kedua asam ini bisa saling interkonversi.
Benda keton yang terbentuk bisa dibawa darah ke jaringan ekstrahepatik untuk
diaktifkan menjadi asetil ko-A. Sementara aseton akan keluar melalui udara pernapasan.2
Ketogenesis meningkat pada peningkatan asam lemak bebas dalam darah yang bisa
terjadi pada keadaan kelaparan, DM tidak terkontrol, diet tinggi lemak dan hormon yang
meningkatkan lipolisis. Akibat peningkatan ketogenesis dapat menyebabkan ketosis dan
asidosis metabolik.
6.

Lipoprotein
Lemak dalam darah ditranspor dalam bentuk lipoprotein. Lipoprotein didalam darah

dapat dipisahkan dengan cara ultrasentrifugasi dan elektroforesa. Bila dipisahkan lipoprotein

17

akan tersusun dari yang memiliki berat molekul terkecil (lapisan atas) hingga berat molekul
terbesar (lapisan bawah). Dengan cara ultrasentrifugasi didapat susunan dari atas ke bawah
ialah khilomikron, VLDL, LDL dan HDL.
Khilomikron disintesis dalam sel usus dengan menggunakan protein apo-B48 dalam
ribosom dan retikulum endoplasma kasar serta sintesis lipid di retikulum endoplasma halus.
Setelah itu terjadi penggabungan antara komponen lipid dan protein di retikulum endoplasma
halus. Kemudian terjadi sintesis apo-AI dan apo-AII membentuk khilomikron yang belum
sempurna. Tambahan apo-C dan apo-E akan menyempurnakan khilomikron. Pada badan
golgi dapat terjadi penambahan karbohidrat pada lipoprotein ini.2
VLDL disintesis bagian proteinnya menggunakan apo-B100 di ribosom dan retikulum
endoplasma kasar sedangkan lipid disintesis di retikulum endoplasma halus. Dalam retikulum
endoplasma halus juga akan bergabung membentuk VLDL nascent seperti khilomikron.
Kemudian akan mendapat penambahan apo-E dan apo-C serta karbohidrat.
HDL disintesis dengan menggunakan apo A1. HDL awalnya berbentuk diskoid hingga
menjadi sferis yang merupakan HDL sempurna. Dalam HDL terdapat banyak fosfolipid.
7.

Kolesterol
Kolesterol adalah lipid amfipatik yang merupakan komponen struktural esensial pada

membran dan lapisan luar lipoprotein plasma. Senyawa ini disintesis di banyak jaringan dari
asetil-koA dan merupakan prekursor semua steroid lain di dalam tubuh.
Pembentukan kolesterol
Pembentukan kolesterol dari lanosterol berlangsung di retikulum endoplasma dan melibatkan
pertukaran-pertukaran di inti steroid dan rantai samping membentuk desmosterol, dan
akhirnya membentuk kolesterol.

Ekskresi kolesterol

Kolesterol diekskresikan dari tubuh di dalam empedu sebagai kolesterol atau asam (garam)
empedu.Asam empedu primer disintesis di hati dari kolesterol. 7alfa-hidroksilasi adalah
tahap regulatorik pertama dan terpenting dalam biosintesis asam empedu dikatalisis oleh
kolesterol7alfa-hidroksilase (merupakan monooksigenase dan perlu NADPH dan sit450).
Tahap-tahap selanjutnya juga dikatalisis oleh enzim-enzim monooksigenase menghasilkan
asam empedu primer. Sebagian asam empedu primer di usus mengalami perubahan lebih
lanjut akibat aktivitas bakteri usus yang mencakup dekonjugasi dan 7alfa-dehidroksilasi
yang menghasilkan asam empedu sekunder, asam deoksikolat dan asam litokolat. Asam
18

empedu primer dan sekunder diserap di ileum dan 98-99% dikembalikan ke hati melalui
sirkulasi porta (sirkulasi enterohepatik). Sebagian kecil asam empedu yang lolos dari
absorbsi dikeluarkan melalui tinja. 5
4.

Protein
Protein berasal dari bahasa Yunani yaitu proteos yang berarti yang utama atau yang

didahulukan, di mana benar adanya bahwa protein adalah zat yang paling penting dalam
setiap organisme.1
Protein merupakan bagian terbesar pada tubuh sesudah air. Seperlima bagian tubuh
adalah protein, setengahnya ada di dalam otot, seperlima ada di dalam tulang dan tulang
rawan, sepersepuluh di dalam kulit, dan selebihnya di dalam jarigan lain dan cairan tubuh.
Semua enzim, hormon, pengangkutan zat-zat gizi, matriks intraseluler dan lain sebagainya
adalah protein. Di samping itu asam amino yang membentuk protein bertindak sebagai
prekursor sebagai prekursor sebagian besar koenzim, hormon, asam nukleat, dan molekulmolekul yang esensial untuk kehidupan. Protein mempunyai fungsi yang tidak dapat
digantikan oleh zat gizi lain, yaitu membangun serta memelihara sel-sel dan jaringan tubuh.
Protein adalah molekul makromolekul yang mempunyai berat molekul antara 5 ribu
hingga beberapa juta. Protein terdiri atas rantai-rantai panjang asam amino, yang terikat satu
sama lain dalam ikatan peptida. Asam amino terdiri atas unsur-unsur karbon (C), hydrogen
(H), oksigen (O) dan nitrogen(N); beberapa asam amino di samping itu mengandung unsurunsur fosfor, besi, sulfur, iodium, dan kobalt. Unsur utama protein adalah nitrogen, di mana
nitrogen merupakan 16% dari berat protein.
Jenis protein sangat banyak, mungkin sampai 10 10-1012.. Ini dapat dibayangkan bila
diketahui bahwa protein terdiri atas sekian kombinasi berbagai jenis dan jumlah asam amino.
Ada dua puluh jenis asam amino yang diketahui sampai sekarang yang terdiri atas 8 asam
amino esensial (tidak dapat diproduksi tubuh) dan 10 asam amino non-esensial (dapat
diproduksi tubuh). Asam amino esensial tersebut adalah: Phenilalanin, Valin, Lysin, Isoleusin,
Triptophan, Threonin, Leusin, dan Methionin. Sedangkan asam amino yang non-esensial
adalah Asam Aspartat, Asam Glutamat, Glysin, Serin, Prolin, Hidroksiprolin, Tyronin,
Hidroksilisin, Asparagin, dan Alanin. Selain itu, jug terdapat 2 asam amino semi-esensial
(asam amino yang dapat mencukupi untuk proses pertumbuhan orang dewasa, tetapi tidak
mencukupi untuk proses pertumbuhan anak anak), yaitu Arginin dan Histidin.

19

Klasifikasi Protein
Berdasarkan komponen-komponen yang menyusun protein:1
1. Protein Simpleks. Hasil hidrolisis total protein jenis ini merupakan campuran yang hanya
terdiri atas asam-asam amino.
2. Protein Kompleks (complex protein, conjugated protein). Hasil hidrolisa total dari protein
jenis ini. Selain terdiri atas berbagai jenis asam amino juga terdapat komponen lain misalnya
unsur logam gugusan phosphat dan sebagainya (contoh: hemoglobin, lipoprotein,
glikoprotein, dan sebagainya)
3. Protein Derivat (protein derivative). Merupakan ikatan antara (intermediate product)
sebagal hasil hidrolisa parsial dari protein native, misalnya albumosa, peptone dan
sebagainya.
Berdasarkan sumbernya, protein diklasifikasikan menjadi:
1. Protein hewani, yaitu protein dalam bahan makanan yang berasal dan binatang, seperti
protein dari daging, protein susu, dan sebagainya.
2. Protein nabati, yaitu protein yang berasal dan bahan makanan turnbuhan, seperti protein
dari jagung (zein), dan terigu, dan sebagainya.
Fungsi Protein
1. Pertumbuhan dan pemeliharaan.
Protein tubuh berada dalam keadaan dinamis, yang secara bergantian pecah dan disintesis
kembali. Tiap hari sekitar 3% jumlah protein total berada dalam keadaan berubah ini.
2. Pembentukan ikatan-ikatan esensial tubuh.
Hormon tiroid, epinefrin, insulin adalah ptotein, begitu juga dengan enzim. Ikatan-ikatan ini
bertindak sebagai katalisator atau membantu perubahan-perubahan biokimia yang terjadi di
dalam tubuh.
3. Mengatur keseimbangan air.
Keseimbangan cairan tubuh harus dijaga melaui sistem kompleks yang melibatkan protein
dan elektrolit.

20

4. Memelihara netralitas tubuh.


Protein tubuh bentindak sebagai buffer, menjaga pH tetap konstan. Sebagian besar jaringan
tubuh berfungsi dalam keadaan pH netral atau sedikit alkali (pH 7,35-7,45).
5. Pembentukan antibodi
kemampuan tubuh terhadap detoksifikasi terhadap bahan-bahan racun dikontrol oleh enzimenzim yang terdapat terutama di dalam hati.
6. Mengangkut zat-zat gizi
Protein memegang peranan esensial dalam mengangkut zat-zat gizi dari saluran cerna melaui
dinding saluran cerna ke dalam darah, dari darah ke jaringan-jaringan, dan melalui membran
sel ke dalam sel-sel.
7. Sumber energi.
Protein menghasilkan energi sebesar 4 kkal/g.
Sumber Protein
Bahan makanan hewani merupakan sumber protein yang baik, seperti telur, susu,
daging, unggas, ikan dan kerang. Sumber protein nabati adalah kacang kedelai dan hasil
olahannya seperti tahu dan tempe serta kacang-kacangan lainnya.
Metabolisme Protein
Protein yang dimakan didalam tubuh akan dihidrolisis menggunakan enzim-enzim
tertentu. Adapun enzim yang bekerja ialah pepsin dengan bantuan HCl di lambung. Setelah
mencapai usus halus, maka pankreas akan mensekresikan tripsin, kimotripsin dan
karboksipeptidase yang juga bekerja untuk memotong protein menjadi polipeptida. Yang
bertugas sebagai pemecah terakhir ialah peptidase dan aminopeptidase. Setelah terbentuk
asam amino, melalui transpor mediated aktif dengan bantuan ion natrium, asam amino akan
dibawa ke dalam darah melalui lumen usus halus. Vitamin B6 membantu kerja ion natrium
ini.2
Asam amino dapat disintesis dalam tubuh dan didapatkan dari makanan. Seperti yang
telah dibahas diatas, asam amino yang disintesis tubuh disebut sebagai asam amino non
essensial. Total terdapat 12 asam amino non essensial. 9 diantaranya disintesis dari komponen
siklus asam sitrat, sedangkan 3 yang lain didapatkan dari asam amino essensial.5
Biosintesis asam amino non essensial:
1. ketoglutarat Asam Glutamat
2. Asam Glutamat Glutamin
3. Glutamat Prolin Hidroksi Prolin
21

4. Piruvat Alanin
5. Oksaloaseat Aspartat Alanin
6. D-3-Fosfogliserat Serin
7. Glioksilat dan Kolin Glisin
8. Metionin dan Serin Sistein
9. Phenilalanin Tirosin
10. Lisin Hidroksi Lisin
Setelah asam amino disintesis, maka di ribosom asam amino akan dirangkai
membentuk protein. Protein tubuh mempunyai masa turn over dan dapat dikatabolisme.
Lisosom merupakan tempat utama katabolisme protein, sedangkan sitosol merupakan tempat
katabolisme protein yang memiliki masa kerja pendek dan protein yang abnormal. Setelah
dikatabolisme, bentuk ekskresi terutama dari protein ialah urea melalui urin. Urea disintesis
melalui empat tahap, yaitu:
1. Transaminasi
Pada transaminasi dengan bantuan piruvat dan ketoglutarat, berbagai macam asam
amino akan diubah kedalam bentuk keto sedangkan piruvat akan membentuk alanin dan
ketoglutarat akan membentuk glutamat. Caranya ialah dengan melepas gugus amina dari
asam amino. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:

Piruvat + Asam Amino Alanin + Asam Amino -keto (ALA transaminase)

ketoglutarat + Asam Amino

Glutamat + Asam Amino -keto (glutamat

transaminase)
Namun pemusatan asam amino lebih bekerja untuk pembentukan asam glutamat
dibanding alanin. Reaksi transaminasi tidak terjadi pada asam amino lisin, threonin, prolin
dan hidroksi prolin. Glutamat hasil proses transaminasi dapat mengalami proses deaminasi
oksidatif untuk menghasilkan amoniak.

2. Deaminasi Oksidatif
Pada proses ini glutamat akan melepas gugus amina yang akan bereaksi dengan ion
hidrogen membentuk amoniak.
L-Glutamat + NAD+/NADP+ ketoglutarat + NH3 + NADH/NADPH + H+ .
22

(L-glutamat dehidrogenase).
3. Transpor Amonia
Amoniak ditranspor dalam darah menuju ke hati untuk mengalami intoksikasi. Kadar
amoniak yang normal dalam darah ialah berkisar 10-20 g/dL. Kadar amoniak yang tinggi
dapat menyebabkan gangguan bicara, penglihatan kabur hingga koma. Hal ini dapat dijumpai
pada sirosis hati. Selain hasil katabolisme, amoniak darah juga berasal dari senyawa N di
dkolon akibat aktivitas bakteri usus.
Setelah sampai di hati, amoniak dapat digunakan untuk sintesis urea ataupun
pembentukan asam amino.
4. Sintesis Urea
Terjadi di hati. Dalam hepatosit, proses ini terjadi di mitokondria dan sitosil. Enzim
pengatur pada siklus urea ialah karbamoil fosfat sintase I. Senyawa awal yang dibutuhkan
ialah NH4+ dan CO2. Nitrogen disini dapat dibawa oleh asam amino citrulin, ornitin, arginin,
arginin suksinat dan aspartat. Kondisi patologis seperti diabetes melitus tidak terkontrol dapat
mendorong peningkatan sintesis urea. Kelainan pada siklus urea dapat menyebabkan
intoksikasi amonia yang dapat menyebabkan retardasi mental.3

Penutupan
Kesimpulan
Energi yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari didapatkan dari makanan
yang dikonsumsi yaitu yang utama adalah karbohidrat, lemak dan protein. Apabila energi
yang dihasilkan dari metabolisme karbohidrat sudah tidak mencukupi untuk aktivitas, maka
energi akan diperoleh dari metabolisme lemak dan protein yang disimpan dalam tubuh untuk
energi cadangan. Pada proses metabolisme energi juga memerlukan beberapa proses agar

23

dapat membentuk energi yang diserap oleh tubuh. Karena itu, metabolisme pembentukan
energi sangat penting untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Daftar Pustaka
1. Harjasasmita. Ikhtisat biokimia dasar B. Jakarta: FKUI 2003.
2. Murray RK, Granner DK, Mayes PA. Biokimia harper edisi 27. Jakarta: EGC 2009.
3.

Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke system. Edisi ke-2. Jakarta: EGC;

2001.h.609-86.
4.

Ganong WF. Buku ajar fisiologi kedokteran. Edisi ke-20. Jakarta: Penerbit Buku

Kedokteran EGC; 2003.h.276-88.


5. Marks DB, Marks AD, Smith CM. Biokimia kedokteran dasar. Jakarta : EGC;
2000.770.h.546-8.

24

Anda mungkin juga menyukai