Anda di halaman 1dari 31

.

Ujian SIM C

1.Fungsi marka jalan adalah:


Untuk memberi batas jalan agar jalan terlihat jelas oleh
pemakai jalan yang sedang berlalu lintas di jalan.
Untuk menambah dan mengurangi kecepatan pemakai jalan
yang berlalu lintas di jalan.
Untuk mengatur lalu lintas atau memperingatkan atau
menuntun pemakai jalan dalam berlalu lintas di jalan.
2.Yang bukan merupakan marka lambang adalah:
Segitiga.
Gambar.
Panas
3.Rambu dengan warna dasar kuning dengan lambang atau tulisan
berwarna hitam merupakan:
Rambu petunjuk.
Rambu perintah.
Rambu peringatan.
4.Garis ganda yang terdiri dari garis utuh dan garis putus-putus
termasuk:
Marka membujur.
Marka melintang.
Marka serong.
5. Dalam suatu persimpangan jalan terdapat alat pemberi isyarat
lalu lintas, polisi lalu lintas dan polisi pamongpraja. Isyarat lalu
lintas yang manakah yang harus diikuti oleh para pemakai jalan?
Alat pemberi isyarat lalu lintas
Polisi lalu lintas
Polisi pamongpraja
6.Keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang tidak bersifat
sementara disebut:
Parkir
Berhenti
Mogok
7.Yang berhak untuk melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor
di jalan adalah:
Polisi Negara Republik Indonesia
Polisi Negara Republik Indonesia dan Pegawai Negeri Sipil
yang bertugas di pemerintah daerah setempat.
Polisi Negara Republik Indonesia dan Pegawai Negeri Sipil
yang memiliki kualifikasi tertentu di bidang lalu lintas dan
angkutan jalan.
8.Pada jalan tanjakan atau menurun yang tidak mungkin bagi
kendaraan untuk saling berpapasan, yang harus diprioritaskan
adalah:
Pengemudi kendaraan yang arahnya turun harus memberi
kesempatan jalan kepada yang menanjak.
Pengemudi kendaraan yang arahnya menanjak harus memberi
kesempatan jalan kepada yang arahnya turun.
Pengemudi kendaraan yang arahnya turun.
9.Sepeda motor adalah:
Kendaraan bermotor beroda dua, baik dengan maupun tanpa
kereta samping.
Kendaraan bermotor beroda dua atau tiga, dengan rumah-
rumah, tanpa kereta samping.
Kendaraan bermotor beroda dua atau tiga tanpa rumah-rumah,
baik dengan maupun tanpa kereta samping.
10.Bagian jalan yang dipergunakan untuk lalu lintas kendaraan
adalah:
Lajur
Jalur
Marka

10 Soal berikutnya

11.Apabila petugas yang mengatur lalu lintas dengan


menggunakan sempritan, arti dari tiupan pendek 2 kali adalah:
Berhenti
Jalan
Meminta perhatian pemakai jalan yang tidak mengindahkan
isyarat yang telah diberikan oleh petugas.
12.Apa kegunaan bahu jalan?
Untuk pejalan kaki.
Untuk berhenti dan parkir.
untuk berhenti dalam keadaan darurat.
13.Apa kegunaan helm?
Untuk melindungi pandangan pengendara, melindungi
pengendara dari panas dan hujan.
Untuk melindungi kepala dari benturan atau gesekan yang
mengakibatkan luka di kepala.
Untuk menambah penampilan pengendara dan merupakan
kelengkapan bagi sepeda motor.
14.Kendaraan yang digerakkan oleh peralatan teknik yang berada
pada kendaraan itu, disebut:
Sepedamotor
Kendaraan bermotor
motor besar
15.Surat izin mengemudi golongan C digunakan untuk:
Mengemudikan sepeda motor yang dirancang mampu
mencapai kecepatan lebih dari 40 km per jam.
Mengemudikan sepeda motor yang dirancang dengan
kecepatan tidak lebih dari 40 kilometer per jam.
Pilihan a dan b salah.
16.Di antara pernyataan di bawah ini, yang manakah yang benar?
Surat Izin Mengemudi golongan C dapat diberlakukan sebagai
Surat Izin Mengemudi golongan D.
Surat Izin Mengemudi golongan A dapat digunakan untuk
menjalankan taksi.
Surat Izin Mengemudi golongan D dapat diberlakukan sebagai
Surat Izin Mengemudi golongan C.
17.Marka jalan berupa tanda garis membujur yang utuh berwarna
putih pada badan jalan berfungsi sebagai:
Pembantas untuk jalur kendaraan bermotor.
Pembagi jalan.
Petunjuk kepada para pengemudi akan adanya larangan
berpindah lajur atau jalur lintasan.
18.Pada saat akan membelok, teknik mengemudikan sepeda motor
yang baik adalah:
Memiringkan posisi sepeda motor dan pengemudi ke arah
pusat tikungan yang sesuai dengan kecepatan dan ketajaman
tikungan.
Memiringkan sepeda motor ke arah pusat tikungan dan tetap
pada posisi tegak.
Menambah kecepatan pada jarak pendek sebelum mencapai
tikungan.
19.Marka jalan berupa tanda garis membujur yang utuh berwarna
kuning pada bahu (bingkai) jalan antara lain berfungsi sebagai:
Tanda batas tempat parkir.
Tanda batas tempat berhenti.
Tanda batas paling luar tepi sisi kiri jalan lalu lintas.
20.Dalam keadaan lalu lintas yang bagaimana, dilarang mendahului kendaraan lain:
Di jalan depan sekolah.
Di dalam kompleks pemukiman militer/TNI, yang ada tempat
latihannya.
Situasi lalu lintas padat dan pandangan ke depan terhalang.
21.SIM apakah yang perlu dimiliki, apabila Anda akan
mengemudikan sepeda motor 300 cc dengan kereta samping?
SIM A
SIM C
SIM D
22.Apa kegunaan bahu jalan?
Untuk kendaraan tidak bermotor.
Untuk pejalan kaki.
Untuk berhenti dan parkir.
23.Anda diwajibkan menggunakan pesawat penunjuk apabila:
Sedang berpapasan.
Hendak mundur.
Hendak beralih ke jalur lain di jalan yang terbagi atas
beberapa lajur.
24.Pengemudi kendaraan bermotor yang terbukti beberapa kali
melakukan pelanggaran lalu lintas atau pengemudi kendaraan
bermotor yang terlibat sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan
lalu lintas dengan korban luka berat atau meninggal dunia, maka
Polri berwenang untuk:
Membatalkan SIM-nya.
Melakukan uji ulang.
Mencabut SIM-nya.
45.Apa arti rambu berikut?
rintangan/hambatan/gangguan bagi lalu lintas dari arah lain
yang wajib didahulukan.
Dilarang berjalan terus, wajib berhenti sesaat dan meneruskan
perjalanan setelah mendapat kepastian aman dari lalu lintas
25.Apabila petugas mengatur lalu lintas dengan sempritan, tiupan 1
kali panjang berarti:
Jalan
Berhenti
Meminta perhatian pemakai jalan
26.Tanda nomor kendaraan bermotor dianggap sah, apabila:
Dibuat sendiri oleh pemilik kendaraan bermotor, asalkan
sesuai dengan persyaratan undang-undang.
Dibuat sendiri sambil menunggu pelat nomor asli dari Polri.
Diperoleh dari polisi lalu lintas yang mengeluarkan STNK dan
pelat nomor.
28.Bagaimana seharusnya sikap yang terpuji dari setiap
pengemudi?
Memperlihatkan kepandaian dan kelihaian mengemudi kepada
pemakai jalan lain.
Sedemikian rupa sehingga selalu mengalah dan berjalan
dipinggir jalan.
Sedemikian rupa sehingga keselamatan dan keamanan lalu
lintas selalu diutamakan.
27.Apa yang Anda harus lakukan bila melihat pejalan kaki
menunggu untuk menyeberang di tempat rambu ini?
Lewati tempat penyebrangan secepat mungkin
Dekati tempat penyebrangan pejalan kaki dengan kecepatan
yang sedemikian rupa, sehingga bila perlu segera dapat
dihentikan.
Jangan berhenti, anda berhak melintas lebih dulu.
29.STNK selalu terkait dengan:
Seorang dan kendaraan bermotor.
Orang tertentu dan daerah tempat kendaraan itu menetap.
Kendaraan bermotor, orang tertentu dan daerah tempat
kendaraan itu menetap.
30.Helmisasi perlu dilakukan untuk mencegah cedera pada bagian
kepala bila mengalami suatu kecelakaan. Ketentuan yang harus
diikuti sebagai berikut:
Pengemudi saja yang harus memakai helm.
Pengemudi dan pembonceng harus memakai helm.
Pengemudi sepeda motor yang kurang dari 100 cc tidak
diharuskan memakai helm.
31.Perubahan yang tidak boleh dilakukan pada sepeda motor yang
dapat menyebabkan STNK tidak sah lagi, adalah:
Memasang dan mengganti mesin dengan kemampuan yang
lebih besar.
Mengganti kaca spion dan tempat duduk.
Mengadakan perubahan pada sistem pembuangan (modifikasi
knalpot).
32.Kendaraan apa yang berbahaya untuk didahului dan harus
didahului hanya pada jarak yang memadai adalah:
Kendaraan roda 2.
Kendaraan roda 3.
Kendaraan roda 4.
33.Sebagai pengemudi sepeda motor, maka:
Untuk mencapai tujuan yang lebih cepat, diperbolehkan zig-
zag di antara mobil, asalkan tidak terjadi kecelakaan.
Hanya boleh mendahului dari sebelah kanan apabila tidak ada
rintangan lalu lintas lain dan dapat dilakukan dengan aman.
Diperbolehkan mendahului kendaraan lain dari kiri atau
kanan.
34.Perbuatan pertama apa yang Anda lakukan sebagai pengemudi,
apabila terjadi tabrakan?
Segera menghentikan kendaraan, biarpun di tengah jalan.
yang penting adalah menunjukkan bekas-bekas rem kepada
petugas Polisi bahwa Anda berada pada jalur yang benar
sesuai peraturan.
Segera menghentikan kendaraan dan mendatangi pengemudi
kendaraan lawan tabrakan, untuk meminta
pertanggungjawaban kerugian yang Anda derita.

35.Apabila anda mendengar bunyi suara sirene yang kemungkinan


dari pemadam kebakaran, polisi atau konvoi kendaraan, Anda
diharuskan:
Menambah kecepatan.
Menepi dan jalan terus, kalau memungkinkan mengikuti
karaoke kendaraan yang mengeluarkan bunyi/suara sirene.
Menepi dan berhenti sampai konvoi lewat dan jalan aman.
36.Apa arti rambu berikut?
Daerah berbahaya.
Akhir dari semua larangan setempat terhadap kendaraan
bergerak.
Beri kesempatan kepada kendaraan bermotor.
37.Apa arti rambu berikut?
Kecepatan minimum yang diwajibkan
Kecepatan tidak boleh melebihi 30 km
Akhiri kecepatan minimum yan gdiwajibkan
38.Apa arti rambu berikut?
Silang datar berpintu
Silang datar dengan dua atau lebh jalur rel.
Silang datar dengan satu jalur rel
39.Apa arti rambu berikut?
Wajib mengikuti arah ke kanan.
Lajur ataubagian jalan yagn wajib diikuti.
Wajib mengikuti arah yang ditunjuk
40.Apa arti rambu berikut ini?
Rambu petunjuk tempat berbalik arah.
Wajib mengikuti arah yang ditentukan pada bundaran.
Tikungan tajam ke kanan.

41.Apa arti rambu berikut?


Wajib berjalan lurus ke depan.
Awal berlakunya rambu sesuai arah panah lalu lintas ke
depan.
42.Apa arti rambu berikut?
Dilarang parkir sampai dengan jarak 15 m dari tempat
pemasangan rambu menurut arah lalu lintas kecuali yang
dinyatakan lain dengan papan tambahan.
Dilarang berhenti sampai dengan jarak 15 m dari tempat
pemasangan rambu menurut arah lalu lintas kecuali yang
dinyatakan lain dengan papan tambahan.
Larangan mengikuti kendaraan di depan kurang dari jarak 15
m
43.Apa arti rambu berikut?
Larangan masuk bagi gerobak dorong dan sejenisnya.
Larangan masuk bagi gerobak, pedati dan sejenisnya
Larangan masuk bagi delman dan sejenisnya.
44. Apa arti rambu berikut?
Larangan masuk bagi semua kendaraan bermotro maupun
tidak bermotor dari kedua arah.
Larangan masuk bagi semua kendaraan bermotro maupun
tidak bermotor dari satu arah masuk.
Larangan masuk bagi semua kendaraan bermotor.
46.Apa arti rambu berikut?
Semua pemakai jalan dilarang masuk.
Semua kendaraan bermotor dilarang masuk.
Semua
47. Apa artiWajib kendaraan
rambumengikuti dilarang masuk.
berikut? salah satu lajur yang ditunjuk.
Wajib mengikuti salah satu arah yagn ditunjuk.
Wajib berjalan lurus ke depan.
48. Apa yang harus anda hindari apabila anda melewati rambu ini?
Menambah kecepatan.
Mengerem dengan dengan kuat dan mendadak.

Melakukan gerakan-gerakan mengemudi yang mendadak atau


mengerem dengan kuat dan mendadak

49.Apa arti rambu berikut ini?


Semua kendaraan dilarang masuk
Semua kendaraan bermotor dilarang masuk.
Semua kendaraan bermotor dilarang melintas dan parkir.
50.Apa arti rambu berikut:
Batas akhir semua larangan setempat terhadap kendaraan
bergerak
Pengulangan berlakunya rambu sesuai arah panah lalulintas ke
depan dan belakang
Lalu lintas dua arah

10 Soal berikutnya
Materi Ujian SIM C

PENGETAHUAN DAN TATA CARA BERLALU LINTAS

1. RAMBU-RAMBU
a. Rambu-rambu terdiri dari 4 golongan :
1) Rambu Peringatan digunakan untuk menyatakan peringatan bahaya atau tempat
berbahaya pada jalan di depan pemakai jalan.
2) Rambu Larangan digunakan untuk menyatakan perbuatan yang dilarang dilakukan
oleh pemakai jalan.
3) Rambu Perintah digunakan untuk menyatakan perintah yang wajib dilakukan oleh
pemakai jalan.

4) Rambu Petunjuk digunakan untuk menyatakan petunjuk mengenai jurusan, jalan,


situasi, kota, tempat, pengaturan, fasilitas dan lain-lain bagi pemakai jalan.
b. Rambu-rambu ditempatkan secara tetap.
c. Dalam keadaan dan kegiatan tertentu dapat digunakan rambu-rambu yang bersifat
sementara Pada rambu-rambu dapat ditambahkan papan tambahan dibawahnya yang
memuat keterangan yang diperlukan untuk menyatakan hanya berlaku untuk waktu-
waktu, jarak-jarak dan jenis kendaraan tertentu ataupun perihal lainnya.

d. Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan lokasi, bentuk dan ukuran, lambang, tata
cara penempatan, pemasangan, pemindahan, warna dan arti dari setiap rambu-rambu dan
papan tambahan diatur dengan Keputusan Menteri.

2. MARKA JALAN
a. Marka jalan berfungsi untuk mengatur lalu lintas atau memperingat-kan atau menuntun
pemakai jalan dalam berlalu lintas di jalan.
b. Marka jalan terdiri dari :
1) Marka Membujur :
a) Garis Utuh;
- Marka membujur berupa garis utuh berfungsi sebagai larangan bagi kendaraan melintasi
garis tersebut.
- Marka membujur apabila berada ditepi jalan hanya berfungsi sebagai peringatan tanda
tepi jalur lantas.
b) Garis Putus-putus;
Marka membujur berupa garis putus-putus merupakan pembatas lajur yang berfungsi
mengarahkan lalu lintas dan/atau memperingatkan akan ada marka membujur yang
berupa garis utuh didepan.
c) Garis ganda yg terdiri dari garis utuh & garis putus-putus
Marka membujur berupa garis ganda yang terdiri dari garis utuh dan garis putus-putus
menyatakan bahwa kendaraan yang berada pada sisi garis utuh dilarang melintasi garis
ganda tersebut, sedangkan kendaraan yang berada pada sisi garis putus-putus dapat
melintasi garis ganda tersebut
d) Garis ganda yang terdiri dari dua garis utuh.
Marka membujur berupa garis ganda yang terdiri dari dua garis utuh menyatakan bahwa
kendaraan dilarang melintasi garis ganda tersebut.
2) Marka Melintang
a) Garis Utuh
Marka melintang berupa garis utuh menyatakan batas berhenti bagi kendaraan yang
diwajibkan berhenti oleh alat pemberi isyarat lalu lintas atau tambu stop.

b) Garis Putus-putus
Marka melintang berupa garis putus-putus menyatakan batas yang tidak dapat dilamapui
kendaraan sewaktu memberi kesempatan kepada kendaraan yang mendapat hak utama
pada persimpangan
3) Marka Serong;
a) Marka serong berupa garis utuh.
(1) Daerah yang tidak boleh dimasuki kendaraan
(2) Pemberitahuan awal sdh mendekati pulau lalu lintas.
(3) Dilarang dilintasi kendaraan.
b) Marka serong yang dibatasi dengan rangka garis putus-putus digunakan untuk
menyatakan kendaraan tidak boleh memasuki daerah tersebut sampai mendapat kepastian
selamat.
4) Marka Lambang.
Marka Lambang dapat berupa panah, segitiga atau tulisan, dipergunakan untuk
mengulangi maksud rambu-rambu atau untuk memberitahu pemakai jalan yang tidak
dapat dinyatakan dengan rambu-rambu dan dapat ditempatkan secara sendiri atau dengan
rambu lalu lintas tertentu.
5) Marka Lainnya.
Marka lainnya adalah marka jalan selain marka membujur, marka melintang, marka
serong dan marka lambang :
a. Garis Utuh baik membujur, melintang maupun serong untuk menyatakan batas tempat
parkir.
b. Garis-garis Utuh yang membujur tersusun melintang jalan untuk menyatakan tempat
penyeberangan.
c. Garis utuh yang saling berhubungan merupakan kombinasi dari garis melintang dan
garis serong yang membentuk garis berliku-liku untuk menyatakan larangan parkir.
Marka jalan yang dinyatakan dengan garis-garis pada permukaan jalan dapat digantikan
dengan paku jalan atau kerucut lalu lintas.

3. ALAT PEMBERI ISYARAT LALU LINTAS (APIL)


a. Alat pemberi isyarat lalu lintas berfungsi untuk mengatur kendaraan dan/atau pejalan
kaki.
1) Lampu tiga warna :
a) Cahaya berwarna merah, menyatakan kendaraan harus berhenti.
b) Cahaya berwana kuning, menyatakan kendaraan yang belum sampai pada marka
melintang dengan garis utuh bersiap untuk berhenti.
c) Cahaya berwarna hijau, menyatakan kendaraan harus maju.

2) Lampu dua warna :


a) Cahaya berwarna merah;
b) Cahaya berwarna hijau.
3) Lampu satu warna, untuk memberikan peringatan bahaya kepada pemakai jalan yaitu
cahaya berwarna kuning atau merah kelap-kelip

4. ALAT PENGENDALI DAN PENGAMAN PEMAKAI JALAN


Alat pengendali pemakai jalan yang digunakan untuk pengendalian atau pembatasan
terhadap kecepatan, ukuran muatan kendaraan pada ruas-ruas jalan tertentu terdiri dari:
a. Alat pembatas kecepatan;
1) Pagar Pengaman;
2) Cermin Tikungan;
3) Delinator;
4) Pulau-pulau lalu lintas;
5) Pita penggaduh.
b. Alat pembatas tinggi, lebar dan berat (Jembatan Timbang).

5. KEKUATAN HUKUM ALAT PEMBERI ISYARAT LALU LINTAS (APIL),


RAMBU-RAMBU, DAN MARKA JALAN SERTA KEDUDUKAN PETUGAS YANG
BERWENANG.
a. Pemasangan rambu-rambu lalu lintas, marka jalan dan/atau alat pemberi isyarat lalu
lintas, harus diselesaikan paling lama 60 hari sejak tanggal larangan dan/atau perintah
diumumkan dalam Berita Negara.
b. Rambu-rambu lalu lintas, marka jalan dan/atau alat pemberi isyarat lalu lintas
mempunyai kekuatan hukum setelah 30 hari sejak tanggal pemasangan.
c. Jangka waktu 30 hari digunakan untuk memberikan informasi kepada pemakai jalan.
d. Setiap orang dilarang menempelkan atau memasang sesuatu menyerupai, menambah
atau mengurangi arti dari rambu-rambu, marka jalan, dan alat pemberi isyarat lalu lintas.
e. Alat pemberi isyarat lalu lintas yang merupakan perintah harus didahulukan dari
rambu-rambu dan/atau marka jalan.
f. Dalam keadaan tertentu petugas Polisi Negara Republik Indonesia dapat melakukan
tindakan :
1) Memberhentikan arus lalu lintas dan/atau pemakai jalan tertentu;
2) Memerintahkan pemakai jalan untuk jalan terus;
3) Mempercepat arus lalu lintas;
4) Memperlambat arus lalu lintas;
5) Mengubah arah arus lalu lintas.
g. Pemakai jalan wajib mematuhi perintah yang diberikan oleh petugas Polisi Negara
Republik Indonesia.
h. Perintah yang diberikan oleh petugas Polisi Negara Republik Indonesia wajib
didahulukan dari pada perintah yang diberikan oleh alat pemberi isyarat lalu lintas,
rambu-rambu dan/atau marka jalan.
i. Pengaturan yang diberikan oleh Petugas Polri dapat berupa dengan Isyarat Tangan,
Peluit ataupun dengan Lampu Senter (Malam hari).

6. FASILITAS PENDUKUNG
a. Fasilitas pendukung meliputi fasilitas pejalan kaki, parkir pada badan jalan, halte,
tempat istirahat, dan penerangan jalan.
a. Trotoar;
b. Tempat penyeberangan yang dinyatakan dengan marka jalan dan/atau rambu-rambu;
c. Jembatan penyeberangan;
d. Terowongan penyeberangan.
b. Penetapan lokasi, pembangunan, pengelolaan, dan pemeliharaan fasilitas pendukung,
dilakukan oleh Menteri.
c. Penetapan lokasi, pembangunan, pengelolaan, dan pemeliharaan fasilitas pendukung
yang berada di jalan tol dilakukan oleh penyelenggara jalan tol.

7. TATA CARA BERLALU LINTAS


a. Penggunaan Jalur Jalan
1) Tata cara berlalu lintas di jalan adalah dengan mengambil jalur jalan sebelah kiri.
2) Penggunaan jalan selain jalur sebelah kiri hanya dapat dilakukan apabila :
a) Pengemudi bermaksud akan melewati kendaraan didepannya;
b) Ditunjuk atau ditetapkan oleh petugas yang berwenang, untuk gunakan jalur kiri yang
bersifat sementara.
b. Gerakan Lalu Lintas Kendaraan Bermotor
1) Tata Cara Melewati
a) Pengemudi yang akan melewati kendaraan lain harus mempunyai pandangan bebas
dan menjaga ruang yang cukup bagi kendaraan yang dilewatinya.
b) Pengemudi mengambil lajur atau jalur jalan sebelah kanan dari kendaraan yang akan
dilewati.
c) Dalam keadaan tertentu pengemudi dapat mengambil lajur atau jalur jalan sebelah kiri
dengan tetap memperhatikan keselamatan lalu lintas.
(1) Lajur sebelah kanan atau lajur paling kanan dalam keadaan macet;
(2) Bermaksud akan belok kiri.
d) Apabila kendaraan yang akan dilewati telah memberi isyarat akan mengambil lajur
atau jalur jalan sebelah kanan, maka pengemudi yang akan menyalip pada saat yang
bersamaan dilarang melewati kendaraan tersebut.
e) Pengemudi harus memperlambat kendaraannya apabila akan melewati:
(1) Kendaraan umum yang sedang berada pada tempat turun-naik penumpang;

(2) Kendaraan tidak bermotor yang ditarik oleh hewan, hewan yang ditunggangi, atau
hewan yang digiring.
f) Pengemudi mobil bus sekolah yang sedang berhenti untuk menurunkan dan/atau
menaikkan akan sekolah wajib menyalakan tanda lampu berhenti mobil bus sekolah dan
Pengemudi kendaraan yang berada di belakang mobil bus sekolah yang sedang berhenti
wajib menghentikan kendaraannya.
g) Pengemudi dilarang melewati :
(1) Kendaraan lain di persimpangan atau persilangan sebidang;
(2) Kendaraan lain yang sedang memberi kesempatan menyeberang kepada pejalan kaki
atau pengendara sepeda.
h) Pengemudi yang akan dilewati kendaraan lain wajib :
(1) Memberikan ruang gerak yang cukup bagi kendaraan yang akan melewati;
(2) Memberi kesempatan atau menjaga kecepatan sehingga dapat melewati dengan aman.
2) Tata Cara Berpapasan
a) Pengemudi yang berpapasan dengan kendaraan lain dari arah berlawanan pada jalan
dua arah yang tidak dipisah-kan secara jelas, harus memberikan ruang gerak yang cukup
di sebelah kanan kendaraan.
b) Jika pengemudi terhalang oleh suatu rintangan atau pemakai jalan lain di depannya,
harus mendahulukan kendaraan yang d atang dari arah berlawanan.
c) Pada jalan tanjakan/menurun yang tidak memungkinkan bagi kendaraan untuk saling
berpapasan, pengemudi kendaraan yang arahnya turun harus memberi kesempatan jalan
kepada kendaraan yang menanjak.
3) Tata Cara Membelok
a) Pengemudi yang akan membelok atau berbalik arah, harus mengamati situasi lalu
lintas di depan, samping dan belakang kendaraan dan memberikan isyarat dengan lampu
penunjuk arah atau isyarat lengannya.
b) Pengemudi yang akan berpindah lajur atau bergerak ke samping, harus mengamati
situasi lalu lintas di depan, samping dan belakang kendaraan serta memberikan isyarat.
c) Pengemudi dapat langsung belok ke kiri pada setiap persimpangan jalan, kecuali
ditentukan lain oleh rambu-rambu atau alat pemberi isyarat lalu lintas pengatur belok kiri.
4) Tata Cara Memperlambat Kendaraan
Pengemudi yang akan memperlambat kendaraannya, harus mengamati situasi lalu lintas
di samping dan belakang kendaraan serta memperlambat kendaraan dengan cara yang
tidak membahayakan kendaraan lain.
5) Posisi Kendaraan di Jalan
a) Pada lajur yang memiliki dua atau lebih lajur serah, kendaraan yang berkecepatan lebih
rendah daripada kendaraan lain harus mengambil lajur sebelah kiri.
b) Pada jalur searah yang terbagi atas dua atau lebih lajur, gerakan perpindahan
kendaraan ke lajur lain harus memperhatikan situasi kendaraan di depan, samping dan
belakang serta memberi isyarat dengan lampu penunjuk arah.
c) Pada jalur searah yang terbagi atas dua atau lebih lajur yang dilengkapi rambu-rambu
dan/atau marka petunjuk kecepatan masing-masing lajur, maka kendaraan harus berada
pada lajur sesuai kecepatnnya.
d) Pada persimpangan yang dikendalikan dengan bundaran, gerakan kendaraan harus
memutar atau memutar sebagian bundaran searah jarum jam, kecuali ditentukan lain yang
dinyatakan dengan rambu-rambu dan/atau marka jalan.
6) Jarak Antara Kendaraan
Pengemudi pada waktu mengikuti atau berada di belakang kendaraan lain, wajib menjaga
jarak dengan kendaraan yang berada didepannya.
c. Hak Utama Pada Persimpangan dan Perlintasan Sebidang
1) Pada persimpangan sebidang yang tidak dikendalikan dengan alat pemberi isyarat lalu
lintas, pengemudi wajib memberikan hak utama kepada :
a) Kendaraan yang datang dari arah depan dan/atau dari arah cabang persimpangan yang
lain jika hal itu dinyatakan dengan rambu-rambu atau marka jalan;
b) Kendaraan dari jalan utama apabila pengemudi tersebut datang dari cabang
persimpangan yang lebih kecil atau dari pekarangan yang berbatasan dengan jalan;
c) Kendaraan yang datang dari arah cabang persimpangan sebelah kirinya apabila cabang
persimpangan 4 (empat) atau lebih dan sama besar;
d) Kendaraan yang datang dari arah cabang sebelah kirinya di persimpangan 3 (tiga) yang
tidak tegak lurus;
e) Kendaraan yang datang dari arah cabang persimpangan yang lurus pada persimpangan
3 (tiga) tegak lurus.
2) Apabila persimpangan dilengkapi dengan alat pengendali lalu lintas yang berbentuk
bundaran, pengemudi harus memberikan hak utama kepada kendaraan lain yang telah
berada di seputar bundaran.
3) Pada persilangan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan, pengemudi harus:
a) Mendahulukan kereta api;
b) Memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.
d. Hak Utama Penggunaan Jalan Untuk Kelancaran Lalu Lintas
1) Pemakai jalan wajib mendahulukan sesuai urutan prioritas sebagai berikut:
a) Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas;
b) Ambulans mengangkut orang sakit;
c) Kendaraan untuk memberik pertolongan pada kecelakaan lalu lintas;
d) Kendaraan Kepala Negara atau Pemerintah Asing yang menjadi tamu negara;
e) Iring-iringan pengantaran jenazah;
f) Konvoi, pawai atau kendaraan orang cacat;
g) Kendaraan yang penggunaannya untuk keperluan khusus atau menyangkut barang-
barang khusus.
2) Kendaraan yang mendapat prioritas harus dengan pengawalan petugas yang
berwenang atau dilengkapi dengan isyarat atau tanda-tanda lain.
3) Petugas yang berwenang, melakukan pengamanan apabila mengetahuinya adanya
pemakai jalan sebagaimana dimaksud diatas.
4) Perintah atau larangan yang dinyatakan dengan alat pemberi isyarat lalu lintas tentang
isyarat berhenti tidak diberlakukan kepada kendaraan sebagaimana dimaksud diatas.
e. Berhenti dan Parkir
1) Setiap jalan dapat dipergunakan sebagai tempat berhenti atau parkir apabila tidak
dilarang oleh rambu-rambu atau marka atau tanda-tanda lain atau di tempat-tempat
tertentu.
2) Tempat-tempat tertentu tersebut adalah :
a) ) 6 m  Sekitar tempat penyeberangan pejalan kaki / tempat penyeberangan sepeda
yg telah ditentukan (
b) ) 25 m  Pada jalur khusus pejalan kaki (
c) ) 50 m  Pada tikungan tertentu (
d) ) 100 m  Di atas jembatan (
e) ) 25 m  Pada tempat yang mendekati perlintasan sebidang dan persimpangan (
f) ) 6 m  Di muka pintu keluar masuk pekarangan (
g) ) 6 m  Pada tempat yang dapat menutupi rambu-rambu atau alat pemberi isyarat
lalu lintas (
h) ) 6 m  Berdekatan dengan keran pemadam kebakaran atau sumber air sejenis (
3) Setiap kendaraan bermotor atau kereta gandengan atau tempelan yang berhenti atau
parkir dalam keadaan darurat wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat
peringatan bahaya atau isyarat lainnya dan tidak berlaku untuk sepeda motor tanpa kereta
samping.
4) Parkir kendaraan di jalan dilakukan secara sejajar/membentuk sudut menurut arah lalu
lintas.
f. Penggunaan Komponen Pendukung dan perlengkapan Ranmor
1) Pengemudi kendaraan bermotor roda empat atau lebih dan penumpang yang duduk di
samping pengemudi wajib menggunakan sabuk keselamatan.
2) Pengemudi dan penumpang kendaraan bermotor roda dua atau kendaraann bermotor
roda empat / lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah, wajib menggunakan
helm.
g. Peringatan dengan Bunyi dan Penggunaan Lampu
1) Peringatan dengan Bunyi
a) Isyarat peringatan dengan bunyi yang berupa klakson dapat digunakan apabila :
(1) Diperlukan untuk keselamatan lalu lintas;
(2) Melewati kendaraan bermotor lainnya.
b) Isyarat peringatan dilarang digunakan oleh pengemudi:
(1) Pada tempat-tempat tertentu yang dinyakan dengan rambu-rambu;
(2) Apabila isyarat bunyi tersebut mengeluarkan suara yang tidak sesuai dengan
persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor.
c) Isyarat peringatan dengan bunyi yang berupa sirene hanya dapat digunakan oleh :
(1) Kendaraan pemadam kebakaran yg sdg melak-sanakan tugas termasuk kendaraan yg
diper-bantukan untuk keperluan pemadam kebakaran;
(2) Ambulans yang sedang mengangkut orang sakit;
(3) Kendaraan jenazah yg sdg mengangkut jenazah;
(4) Kendaraan petugas penegak hukum tertentu yang sedang melaksanakan tugas;
(5) Kendaraan petugas pengawal kendaraan Kepala Negara/Pemerintah Asing yg menjadi
tamu negara.
2) Penggunaan Lampu
a) Pengemudi kendaraan bermotor waktu malam hari atau waktu lain dalam keadaan
gelap, wajib menyalakan lampu yang meliputi:
(1) Lampu utama dekat;
(2) Lampu posisi depan dan posisi belakang;
(3) Lampu tanda nomor kendaraan;
(4) Lampu batas yang diwajibkan bagi kendaraan bermotor tertentu.
b) Waktu malam hari atau waktu lain dalam keadaan gelap setia kendaraan tidak
bermotor harus menggunakan lampu yang diwajibkan.
c) Pengemudi kendaraan bermotor dilarang:
(1) Menyalakan lampu-lampu dan/atau menggunakan lampu selain yang telah diwajibkan
kecuali tidak membahayakan/mengganggu pemakai jalan lain;
(2) Menyalakan lampu utama jauh pada waktu berpapasan dengan kendaraan lain;
(3) Menyalakan lampu kabut pada waktu cuaca terang;
(4) Menutup lampu penunjuk arah, lampu mundur, lampu rem, lampu isyarat peringatan
bahaya dan lampu tanda berhenti untuk bus sekolah;
(5) Menyalakan lampu peringatan berwarna biru atau merah kecuali pengemudi
kendaraan bermotor yang mendapatkan prioritas.
d) Pengemudi kendaraan bermotor wajib:
(1) Menjaga agar lampu kendaraannya tetap berfungsi dan tidak menyilaukan pengemudi
kendaraan lain;
(2) Menyalakan lampu penunjuk arah pada waktu akan membelok atau berbalik arah;
(3) Menyalakan lampu tanda berhenti bagi pengemudi bus sekolah, waktu menurunkan
dan/atau menaik-kan penumpang;
(4) Menyalakan lampu peringatan berwarna biru bagi pengemudi kendaraan yang
mendapatkan prioritas.
(5) Menyalakan lampu peringatan berwarna kuning bagi pengemudi kendaraan bermotor
untuk penggunaan tertentu atau yang mengangkut barang tertentu.
h. Kecepatan Maksimum dan/atau MinimumKendaraan Bermotor
1) Jalan Kelas I, II dan III A dalam jarinngan jalan primer untuk :
a) Mobil penumpang, mobil bus dan mobil barang serta sepeda motor adalah 100
kilometer perjam;
b) Kendaraan bermotor dengan kereta gandengan atau tempelan adalah 80 kilometer per
jam;
2) Jalan Kelas III B dalam jaringan jalan primer untuk mobiil penumpang, mobil bus dan
mobil barang tidak termasuk kendaraan bermotor dengan kereta gandengan atau kereta
tempelan adalah 80 kilometer per jam;
3) Jalan Kelas III C dalam jaringan jalan primer untuk mobil penumpang, mobil bus dan
mobil barang tidak termasuk kendaraan bermotor dengan kereta gandengan atau kereta
tempelan adalah 60 kilometer per jam;
4) Jalan Kelas II dan III A dalam jaringan jalan sekunder untuk :
a) Mobil penumpang, mobil bus dan mobil barang adalah 70 kilometer perjam;
b) Kendaraan bermotor dengan kereta gandengan atau tempelan adalah 60 kilometer per
jam;
5) Pada Jalan Kelas III B dalam jaringan jalan sekunder untuk mobil penumpang, mobil
bus dan mobil barang tidak termasuk kendaraan bermotor dengan kereta gandengan atau
kereta tempelan adalah 50 kilometer per jam;
6) Pada Jalan Kelas III C dalam jaringan jalan sekunder untuk mobil penumpang, mobil
bus dan mobil barang tidak termasuk kendaraan bermotor dengan kereta gandengan atau
kereta tempelan adalah 40 kilometer per jam.
i. Perilaku Pengemudi Terhadap Pejalan Kaki
Pengemudi kendaraan bermotor wajib mengutamakan keselamatan pejalan kaki:
1) Yg berada pada bagian jalan yg diperuntukkan bagi pejalan kaki
2) Yg akan atau sedang menyeberang jalan.
j. Larangan Penggunaan Jalan
1) Dilarang mengemudikan kendaraan bermotor melalui jalan yang memiliki kelas jalan
yang lebih rendah dari kelas jalan yang diizinkan dilalui oleh kendaraan tersebut.
2) Dilarang mengemudikan kendaraan bermotor barang tertentu yang bermuatan di luar
jaringan lintas yang telah ditetapkan.

8. PEMINDAHAN KENDARAAN BERMOTOR


a. Petugas yang berwenang dapat melakukan pemindahan kendaraan bermotor.
b. Pemindahan kendaraan bermotor dilakukan dalam hal :
1) Kendaraan yang patut diduga terlibat dalam tindak kejahatan;
2) Kendaraan bermotor mengalami kerusakan teknis & berhenti / parkir pada tempat yang
dilarang untuk berhenti & atau parkir;
a) Kendaraan yang mengalami kerusakan teknis dipindah-kan ke tempat lain yang tidak
mengganggu kelancaran lalu lintas atas prakarsa pengemudi kendaraan itu sendiri dengan
atau tanpa bantuan petugas yang berwenang.
b) Apabila setelah jangka waktu 15 (lima belas) menit sejak kendaraan berhenti atau
parkir, pengemudi kendaraan tidak memindahkan kendaraannya, pemindahan kendaraan
dilakukan oleh petugas yang berwenang.
3) Kendaraan yang diparkir pada tempat yang dilarang untuk berhenti dan/atau parkir;
a) Pemindahan kendaraan yang diparkir pada tempat yang dilarang untuk berhenti
dan/atau parkir, dilakukan oleh petugas yang berwenang setelah jangka waktu 15 (lima
belas) menit pengemudi dan/atau pemilik kendaraan tersebut tidak berhasil diketemukan
oleh petugas yang berwenang.
b) Apabila pengemudi dan/atau pemilik kendaraan diketemukan oleh petugas yang
berwenang sebelum jangka waktu dilampaui, kendaraan tidak boleh dipindahkan oleh
petugas.
c) Pemindahan kendaraan dilakukan ketempat lain yang tidak menggangu keselamatan
dan kelancaran lalu lintas atau ketempat yang ditentukan oleh petugas yang berwenang.
d) Dalam melakukan pemindahan kendaraan, petugas yang berwenang harus :
(1) Menggunakan mobil derek;
(2) Bertanggung jawab atas kelengkapan dan keutuhan kendaraan beserta muatannya;
(3) Membuat berita acara pemindahan kendaraan bermotor;
(4) Memberitahukan kepada pemilik atau pemegang kendaraan bermotor.
4) Kendaraan yang parkir di jalan yang tidak diketahui pemiliknya dalam jangka waktu 2
(dua) kali 24 (dua puluh empat) jam.
a) Pemindahan kendaraan bermotor dapat dilakukan oleh badan hukum Indonesia yang
ditunjuk.
b) Pemindahan kendaraan bermotor di jalan Tol, dilaksanakan oleh penyelenggara jalan
tol.
c) Pemindahan kendaraan dapat dipungut biaya.

9. PERSYARATAN TEKNIS DAN LAIK JALAN KENDARAAN BERMOTOR.


Kendaraan bermotor dikelompokkan dalam beberapa jenis, yaitu:
- Sepeda motor;
- Mobil penumpang;
- Mobil bus;
- Mobil barang;
- Kendaraan khusus.
a. Lampu-lampu dan Alat Pemantul Cahaya
1) Setiap kendaraan bermotor (Roda 4 keatas) harus dilengkapi dengan lampu-lampu dan
alat pemantul cahaya yang meliputi :
a) Lampu utama dekat secara berpasangan;
b) Lampu utama jauh secara berpasangan, untuk kendaraan bermotor yang mampu
mencapai kecepatan lebih dari 40 kilometer per jam pada jalan datar;
c) Lampu penunjuk arah secara berpasangan di bagian depan dan bagian belakang
kendaraan;
d) Lampu rem secara berpasangan;
e) Lampu posisi depan secara berpasangan;
f) Lampu posisi belakang secara berpasangan;
g) Lampu mundur;
h) Lampu penerangan tanda motor kendaraan bermotor di bagian belakang kendaraan;
i) Lampu isyarat peringatan bahaya;
j) Lampu tanda batas secara berpasangan, untuk kendaraan bermotor yang lebarnya lebih
dari 2.100 milimeter;
k) Pemantul cahaya berwarna merah secara berpasangan dan tidak berbentuk segitiga.
2) Sepeda motor dengan atau tanpa kereta samping harus dilengkapi dengan lampu-
lampu dan pemantul cahaya yang meliputi :
a) Lampu utama dekat;
b) Lampu utama jauh apabila mampu mencapai kecepatan melebihi 40 kilometer per jam
pada jalan datar;
c) Lampu penunjuk arah secara berpasangan di bagian depan dan bagian belakang
kendaraan;
d) Satu Lampu Rem.
e) Satu Lampu posisi depan.
f) Satu Lampu posisi belakang.
g) Satu Lampu penerangan tanda motor kendaraan bermotor di bagian belakang
kendaraan.
h) Satu Pemantul cahaya berwarna merah secara berpasangan dan tidak berbentuk
segitiga;
Dilarang memasang lampu pada kendaraan bermotor, kereta berlaku atau kereta tempelan
yang menyinarkan :
a. cahaya kelap-kelip, selain lampu penunjuk arah dan lampu isyarat peringatan bahaya;
b. cahaya berwarna merah ke arah depan;
c. cahaya berwarna putih ke arah belakang kecuali lampu mundur.
Pasal 66
Lampu isyarat berwarna biru hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor :
a. petugas penegak hukum tertentu;
b. dinas pemadam kebakaran;
c. penanggulangan bencana;
d. ambulans;
e. unit palang merah;
f. mobil jenazah.
Pasal 67
Lampu isyarat berwarna kuning hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor :
a. untuk membangun, merawat, atau membersihkan fasilitas umum;
b. untuk menderek kendaraan;
c. pengangkut bahan berbahaya dan beracun, limbah bahan berbahaya dan beracun, peti
kemas dan alat berat;
d. yang mempunyai ukuran lebih dari ukuran maksimum yang diperbolehkan untuk
dioperasikan di jalan;
e. milik instansi pemerintah yang dipergunakan dalam rangka keamanan barang yang
diangkut.
Komponen Pendukung
Pasal 70
Komponen pendukung kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat
(2) huruf a, terdiri dari :
a. pengukur kecepatan, untuk kendaraan bermotor yang memiliki kemampuan kecepatan
40 km/jam atau lebih pada jalan datar;
b. kaca spion;
c. penghapus kaca kecuali sepeda motor;
d. klakson;
e. sabuk keselamatan kecuali sepeda motor;
f. sepakbor;
g. bumper, kecuali sepeda motor.

(1) Pengukur kecepatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 huruf a, dipasang pada
tempat yang mudah dilihat oleh pengemudi.
(1) Kaca spion kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 huruf b,
berjumlah dua buah atau lebih, kecuali sepeda motor.
(2) Kaca spion sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dibuat dari kaca atau bahan
menyerupai kaca yang tidak merubah jarak dan bentuk orang dan/atau barang yang
dilihat.
(3) Kaca spion sepeda motor sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berjumlah sekurang-
kurangnya satu buah.
(1) Penghapus kaca sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 huruf c, sekurang-kurangnya
berjumlah satu buah.
Klakson sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 huruf d, harus dapat mengeluarkan bunyi
yang dalam keadaan biasa dapat didengar pada jarak 60 meter.
Peringatan bunyi berupa sirena hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor :
a. petugas penegak hukum tertentu;
b. dinas pemadam kebakaran;
c. penanggulangan bencana;
d. kendaraan ambulans;
e. unit palang merah;
f. mobil jenazah.
(1) Sabuk keselamatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 huruf e, berjumlah dua
jangkar atau lebih yang dipasang untuk melengkapi tempat duduk pengemudi dan tempat
duduk penumpang di samping tempat duduk pengemudi.
(1) Sepakbor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 huruf f, diwajibkan untuk setiap
kendaraan bermotor.
(1) Bumper sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 huruf g, dipasang:
a. di depan belakang untuk mobil penumpang dan mobil bus;
b. di depan untuk mobil barang.
(2) Bumper depan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak boleh menonjol ke depan
lebih dari 50 centimeter melewati bagian badan kendaraan yang paling depan.
Peralatan dan Perlengkapan Kendaraan
Setiap kendaraan bermotor kecuali sepeda motor dilengkapi peralatan kendaraan
bermotor sekurang-kurangnya meliputi dongkrak dan alat pembuka ban.
(1) Setiap kendaraan bermotor kecuali sepeda motor tanpa kereta samping, dilengkapi
perlengkapan kendaraan bermotor sekurang-kurangnya meliputi :
a. ban cadangan;
b. segitiga pengaman;
c. helm bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan
rumah-rumah.
(2) Setiap sepeda motor dengan atau tanpa kereta samping, dilengkapi dengan helm untuk
pengemudi dan penumpangnya.

Ukuran dan Muatan Kendaraan Bermotor


(1) Ukuran utama kendaraan bermotor, dengan atau tanpa muatannya adalah sebagai
berikut :
a. lebar maksimum 2.500 milimeter;
b. tinggi maksimum 4.200 milimeter dan tidak lebih dari 1,7 kali lebar kendaraannya;
c. panjang maksimum kendaraan bermotor tunggal 12.000 milimeter, sedangkan
rangkaian kendaraan bermotor dengan kereta gandengan atau kereta tempelan tidak lebih
dari 18.000 milimeter;
d. panjang bagian kendaraan tanpa muatan yang menjulur ke belakang dari sumbu paling
belakang, maksimum 62,50 % dari jarak sumbunya, sedangkan yang menjulur ke depan
dari sumbu paling depan, maksimum 43,50 % dari jarak sumbunya;
e. sudut pergi bagian belakang bawah kendaraan sekurang-kurangnya 8 derajat diukur
dari atas permukaan jalan.
(2) Ukuran tinggi mobil bus tingkat dapat melebihi ukuran tinggi maksimum
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b.
(3) Ukuran panjang mobil bus tempel tidak lebih dari 18.000 milimeter.
(4) Apabila kendaraan bermotor dengan atau tanpa muatan memiliki tinggi total lebih
dari 3.500 milimeter, wajib dilengkapi dengan tanda peringatan mengenai tinggi
kendaraan yang dikemudikan.
(5) Tanda peringatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) berupa tulisan yang mudah
dilihat oleh pengemudi di dalam ruang pengemudi.

Persyaratan Laik Jalan Kendaraan Bermotor


(1) Kendaraan bermotor harus memenuhi ambang batas laik jalan, yang meliputi :
a. emisi gas buang kendaraan bermotor;
b. kebisingan suara kendaraan bermotor;
c. efisiensi sistem rem utama;
d. efisiensi sistem rem parkir;
e. kincup roda depan;
f. tingkat suara klakson;
g. kemampuan pancar dan arah sinar lampu utama;
h. radius putar;
i. alat penunjuk kecepatan;
j. kekuatan, unjuk kerja dan ketahanan ban luar untuk masing-masing jenis, ukuran dan
lapisan;
k. kedalaman alur ban luar.

PENDAFTARAN KENDARAAN BERMOTOR


(1) Setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan wajib didaftarkan.
(2) Pendaftaran kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan
untuk pengumpulan data yang dapat digunakan :
a. tertib administrasi;
b. pengendalian kendaraan yang dioperasikan di Indonesia;
c. mempermudah penyidikan pelanggaran atau kejahatan menyangkut kendaraan yang
bersangkutan;
d. dalam rangka perencanaan, rekayasa dan manajemen lalu lintas dan angkutan jalan;
e. memenuhi kebutuhan data lainnya dalam rangka perencanaan pembangunan nasional.
(1) Untuk keperluan tertentu kendaraan bermotor yang belum pernah didaftarkan dapat
dioperasikan di jalan.
(2) Keperluan tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi :
a. memindahkan kendaraan dari tempat penjual, distributor atau pabrikan ke tempat
tertentu untuk mengganti atau melengkapi komponen penting dari kendaraan yang
bersangkutan atau ke tempat pendaftaran kendaraan bermotor;
b. memindahkan dari satu tempat penyimpanan di suatu pabrik ke tempat penyimpanan di
pabrik lainnya;
c. mencoba kendaraan baru sebelum kendaraan tersebut dijual;
d. mencoba kendaraan bermotor yang sedang dalam taraf penelitian;
e. memindahkan kendaraan bermotor dari tempat penjual ke tempat pembeli.
Pasal 174
(1) Pendaftaran kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172 ayat (1)
untuk yang pertama kali wajib memenuhi syarat-syarat :
a. memiliki sertifikat registrasi uji tipe dan tanda bukti lulus uji tipe, atau buku dan tanda
bukti lulus uji berkala;
b. memiliki bukti pemilikan kendaraan bermotor yang sah.
(2) Pendaftaran kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diajukan
secara tertulis dengan dilampiri sekurang-kurangnya data mengenai :
a. nama pemilik yang dibuktikan dengan tanda jati diri yang bersangkutan, dan dalam hal
badan hukum, nama badan hukum yang bersangkutan yang dibuktikan dengan akte
pendirian;
b. alamat pemilik atau badan hukum;
c. wilayah administrasi, tempat kendaraan bermotor itu biasanya berada;
d. bukti pelunasan pembayaran pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan
bermotor, dan sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan;
e. jenis kendaraan bermotor;
f. merek, tipe, tahun pembuatan, dan warna kendaraan bermotor;
g. nomor rangka landasan kendaraan bermotor;
h. nomor motor penggerak/mesin;
i. jenis bahan bakar;
j. tanggal pembelian.
Pasal 175
Sebagai bukti bahwa kendaraan bermotor telah didaftarkan, diberikan buku pemilik
kendaraan bermotor, surat tanda nomor kendaraan bermotor serta tanda nomor kendaraan
bermotor.
Pasal 176
(1) Buku pemilik kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175 berisi data
mengenai:
a. nama dan alamat pemilik;
b. jenis kendaraan;
c. jumlah roda dan sumbu;
d. merek dan tipe;
e. tahun pembuatan/perakitan;
f. nomor rangka landasan kendaraan bermotor;
g. nomor motor penggerak/mesin;
h. bahan bakar;
i. warna dasar kendaraan;
j. keterangan pabean untuk kendaraan bermotor yang diimpor;
k. nomor dan tanggal sertifikat uji tipe dan sertifikat registrasi uji tipe atau nomor buku
uji berkala untuk kendaraan bermotor yang tidak diwajibkan uji tipe;
l. nomor pendaftaran kendaraan bermotor.
(2) Apabila terjadi perubahan nama dan/atau alamat pemilik dan/atau perubahan
mengenai spesifikasi teknik kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam ayat (1),
harus dicatat dalam buku pemilik kendaraan bermotor.
(3) Surat tanda nomor kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175 berisi
data mengenai :
a. nomor pendaftaran kendaraan bermotor;
b. nama dan alamat pemilik;
c. merek dan tipe;
d. jenis;
e. tahun pembuatan/perakitan;
f. isi silinder;
g. warna dasar kendaraan;
h. nomor rangka landasan kendaraan bermotor;
i. nomor motor penggerak/mesin;
j. jumlah berat yang diperbolehkan dan/atau jumlah berat kombinasi yang diperbolehkan
untuk mobil barang dan mobil bus;
k. nomor buku pemilik kendaraan bermotor;
l. masa berlaku;
m. warna tanda nomor kendaraan bermotor;
n. bahan bakar;
o. kode lokasi;
p. nomor urut pendaftaran.
(4) Tanda nomor kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175 berisi data
mengenai:
a. kode wilayah pendaftaran;
b. nomor pendaftaran kendaraan bermotor;
c. masa berlaku.
Pasal 177
Buku pemilik kendaraan bermotor dan surat tanda nomor kendaraan bermotor
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176 harus dibuat dari bahan yang mempunyai unsur-
unsur pengaman.
Pasal 178
Bentuk, ukuran, bahan, warna, dan cara pemasangan tanda nomor kendaraan bermotor
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176 ayat (3) harus memenuhi syarat-syarat sebagai
berikut :
a. berbentuk lempengan tipis persegiempat, dengan ukuran panjang 250 milimeter dan
lebar 105 milimeter untuk sepeda motor dan ukuran panjang 395 milimeter serta lebar
135 milimeter untuk kendaraan jenis lainnya serta ditambahkan tempat untuk
pemasangan tanda uji;
b. terbuat dari bahan yang cukup kuat serta tahan terhadap cuaca, yang pada
permukaannya berisi huruf dan angka yang dibuat dari bahan yang dapat memantulkan
cahaya;
c. tinggi huruf dan angka pada tanda nomor kendaraan bermotor yang dituliskan pada
lempengan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, sekurang-kurangnya 45 milimeter
untuk sepeda motor, dan 70 milimeter untuk kendaraan bermotor jenis lainnya;
d. warna tanda nomor kendaraan bermotor adalah sebagai berikut :
1) dasar hitam, tulisan putih untuk kendaraan bermotor bukan umum dan kendaraan
bermotor sewa;
2) dasar kuning, tulisan hitam untuk kendaraan umum;
3) dasar merah, tulisan putih untuk kendaraan bermotor dinas pemerintah;
4) dasar putih, tulisan hitam untuk kendaraan bermotor Korps Diplomatik negara asing.
e. Tanda nomor kendaraan bermotor dipasang pada tempat yang disediakan di bagian
depan dan belakang kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 86.
Pasal 179
(1) Buku pemilik kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176 ayat (1)
berlaku selama kendaraan bermotor yang bersangkutan masih dioperasikan.
(2) Surat tanda nomor kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176 ayat
(2) berlaku selama 5 (lima) tahun, setiap tahun diadakan pengesahan kembali dan tidak
diganti.
Pasal 180
Pendaftaran kendaraan bermotor sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari lalu lintas
dan angkutan jalan dilaksanakan oleh unit pelaksana pendaftaran kendaraan bermotor
satuan lalu lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang selanjutnya di dalam
Peraturan Pemerintah ini disebut pelaksana pendaftaran kendaraan bermotor.
Pasal 181
(1) Permohonan pendaftaran kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal
155 disampaikan kepada pelaksana pendaftaran kendaraan bermotor.
(2) Pelaksana pendaftaran kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
dalam jangka waktu selambat-lambatnya 24 jam sejak permohonan pendaftaran diterima
secara lengkap harus memberikan bukti pendaftaran kepada pemohon, atau menolak
permohonan pendaftaran.
(3) Permohonan pendaftaran kendaraan bermotor ditolak apabila :
a. pemohon tidak memenuhi syarat-syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 155;
b. kendaraan bermotor telah memiliki nomor pendaftaran kendaraan bermotor.
Pasal 182
Pemilik dari kendaraan bermotor yang telah mendapat bukti pendaftaran kendaraan
bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175 harus melaporkan kepada pelaksana
pendaftaran kendaraan bermotor yang menerbitkan bukti pendaftaran apabila :
a. bukti pendaftaran hilang atau rusak sehingga mengakibatkan tidak dapat terbaca
dengan jelas;
b. operasi kendaraannya dipindahkan secara terus menerus lebih dari 3 (tiga) bulan ke
wilayah lain di luar wilayah tempat kendaraan didaftarkan;
c. spesifikasi teknik kendaraan bermotor diubah sehingga tidak sesuai lagi dengan data
yang terdapat dalam bukti pendaftaran;
d. pemilikan kendaraan bermotor beralih sehingga nama pemilik tidak sesuai lagi dengan
yang tercantum dalam bukti pendaftaran.
Pasal 183
(1) Surat tanda nomor kendaraan bermotor dicabut apabila kewajiban sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 182 huruf b, huruf c, dan huruf d tidak dilaksanakan.
(2) Pemilik kendaraan bermotor yang surat tanda nomor kendaraan bermotornya dicabut
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat diberi surat tanda nomor kendaraan
bermotor yang baru setelah yang bersangkutan mendaftar kembali sesuai dengan
persyaratan yang berlaku.
Pasal 184
(1) Permohonan pengesahan surat tanda nomor kendaraan bermotor sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 179 ayat (2) diajukan kepada pelaksana pendaftaran kendaraan
bermotor dengan melengkapi persyaratan sebagai berikut :
a. surat pernyataan pemilik kendaraan bermotor bahwa tidak terjadi perubahan indentitas
pemilik dan atau spesifikasi teknik kendaraan bermotor;
b. tanda jati diri pemilik kendaraan bermotor;
c. surat tanda nomor kendaraan bermotor;
d. buku pemilik kendaraan bermotor.
(2) Setelah menerima permohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) secara lengkap
dan pemohon menunjukkan bukti pelunasan pembayaran pajak kendaraan bermotor dan
sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan, pada hari itu juga surat tanda nomor
kendaraan bermotor yang telah disahkan harus sudah diberikan kepada pemohon.
Pasal 185
Pengesahan surat tanda nomor kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal
179 ayat (2) tidak dipungut biaya.
Pasal 186
Permohonan perpanjangan masa berlaku surat tanda nomor kendaraan bermotor diajukan
kepada pelaksana pendaftaran kendaraan bermotor dengan melampirkan:
a. surat tanda nomor kendaraan bermotor yang lama atau surat keterangan yang sah
apabila tidak dapat menyerahkan surat tanda nomor kendaraan bermotor dimaksud;
b. salinan tanda jati diri pemilik kendaraan bermotor setelah menunjukkan aslinya;
c. salinan bukti lulus uji kendaraan bermotor yang bersangkutan setelah menunjukkan
aslinya.
Pasal 187
Permohonan perubahan tanda bukti pendaftaran kendaraan bermotor diajukan kepada
pelaksana pendaftaran kendaraan bermotor dan memenuhi persyaratan:
a. melampirkan surat tanda nomor kendaraan bermotor yang lama atau surat keterangan
yang sah apabila tidak dapat melampirkan surat tanda nomor kendaraan bermotor
dimaksud;
b. melampirkan buku pemilik kendaraan bermotor yang bersangkutan;
c. melampirkan salinan tanda jati diri pemilik kendaraan bermotor dengan menunjukkan
aslinya;
d. melampirkan salinan bukti lulus diuji berkala kendaraan bermotor yang bersangkutan
dengan menunjukkan aslinya;
e. membawa kendaraan bermotor yang bersangkutan untuk diperiksa.
Pasal 189
(1) Setelah menerima permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 186 atau Pasal
187 atau Pasal 188 secara lengkap, dalam jangka waktu selambat-lambatnya 24 jam,
bukti perpanjangan, perusahaan atau penggantian harus sudah diberikan kepada
pemohon.
(2) Permohonan perpanjangan, perubahan dan penggantian sebagaimana dimaksud dalam
ayat (1) dinyatakan ditolak apabila :
a. tidak memenuhi persyaratan sebagaimana tersebut dalam Pasal 186, Pasal 187 dan
Pasal 188;
b. kendaraan tersebut tersangkut dalam perkara tindak pidana;
c. atas permintaan instansi yang berwenang.
(3) Penolakan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) wajib diberikan secara tertulis
dalam jangka waktu selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari.
Pasal 190
(1) Pendaftaran kendaraan bermotor, perpanjangan, perubahan dan penggantian tanda
bukti pendaftaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 174, Pasal 186, Pasal 187, dan
Pasal 188 dipungut biaya.
(2) Atas usul Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Menteri menetapkan biaya
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) setelah berkoordinasi dengan Menteri yang
bertanggung jawab di bidang pertahanan keamanan dan mendapat persetujuan Menteri
yang bertanggung jawab di bidang keuangan negara.
Pasal 191
(1) Pengoperasian kendaraan bermotor di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173,
dilengkapi dengan surat tanda coba kendaraan bermotor dan tanda coba kendaraan
bermotor.
(2) Surat tanda coba kendaraan bermotor dan tanda coba kendaraan bermotor
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diberikan kepada badan usaha di bidang
penjualan, pembuatan, perakitan, atau pengimporan kendaraan bermotor.
(3) Untuk memperoleh surat tanda coba kendaraan bermotor dan tanda coba kendaraan
bermotor diajukan permohonan secara tertulis kepada pelaksana pendaftaran kendaraan
bermotor, yang memuat:
a. nama pemohon yang bertanggung jawab, dibuktikan dengan jati dirinya dan nama
badan usaha yang diwakilinya;
Ujian SIM Praktek
Soal Ujian SIM C:
Ketentuan dalam ujian praktek ini adalah bahwa kaki tidak boleh turun, dan terdiri dari 3
bagian:
- Jalan lurus sempit
- Jalan membentuk angka 8 yang sangat kecil
- Jalan zigzag yang sangat sempit dan sulit. Saya gagal di ujian ini 3 kali. Setelah 4 kali
baru berhasil

Soal-soal ujian SIM tersebut menurut saya terlalu sulit untuk dilakukan apalagi untuk
orang yang belum lama belajar naik motor. Bahkan saya yang sudah berpengalaman
hampir 20 tahun mengendarai motorpun merasa kesulitan dengan ujian ini terutama ujian
zigzag (lihat gambar di atas). Hal ini diperkuat dengan tingkat kegagalan yang sangat
tinggi bagi para peserta, rombongan saya bahkan gagal semua.
Setelah saya pikir, ujian ini nampaknya sama sekali tidak berguna di dunia nyata. Emang
siapa yang akan jalan di gang, sambil zigzag dan repot-repot tidak turun kakinya ke jalan.
Ndak mungkin deh, menurut saya malah kalau hal itu dipraktekkan malah akan
membahayakan pengguna jalan lain.
Saya jadi kepikiran, bahwa jika lulus ujian ini, maka kita bukannya akan memerlukannya
di jalan beneran tetapi di sirkus sebagai ahli akrobat. Jangan tertipu dengan contoh yang
diberikan oleh petugas di sana yang seolah-olah mudah doilakukan. Percayalah, mereka
bisa melakukan dengan mudah karena mereka sudah melatihnya setiap hari. Bagi orang-
orang yang baru mencobanya pertama kali kemungkinana besar akan kesulitan karena
kapan kita pernah melakukan hal tersebut di jalan raya? Di tambah lagi, kita tidak
diperkenankan mencoba terlebih dahulu agar paling tidak dapat membiasakan diri. It gets
harder.
Pemikiran saya, kalau ujian SIM C ini dibiarkan seperti ini tidak heran banyak orang
yang frustasi dan mendorong mereka untuk ambil jalan pintas dengan menggunakan jasa
calo ya?
Kebetulan bersama saya ada orang yang sudah 3 kali ikut ujian praktek ini dan masih
gagal juga. Kebayangkan, frustasinya bolak-balik ke kantor polisi cuman untuk ujian
selama sekitar 10 menit. Gagal maning…gagal maning…

Berikut beberapa tips dari saya yang sudah gagal 3 kali mencoba
- Saat berbelok ambil mepet ke kiri juika akan belok kiri dan sebaliknya.
- Gunakan gigi 2 untuk mempermudah pengaturan gas lebih halus.
- Pergunakan motor milik anda sendiri agar anda sudah terbiasa dengan motor tersebut.
- Khusus untuk zigzag jangan ambil terlalu melebar, ambil arah lurus dan semepet
mungkin dengan palang pertama, dan segera belokkan roda depan anda ke arah
sebaliknya begiru melewati rintangan pertama.
- Jangan pikirkan roda belakang, sebagai gantinya fokus ke roda depan agar dapat melalui
rintangan semepet mungkin dan menjaga keseimbangan.
- Anda dapat membuat latihan sendiri dengan cara membuat lubang kotak ukuran 15 x 15
jarak sumbu 1 m sebanyak 6 buah dan cobalah untuk melaluinya secara zigzag tanpa
terperosok ke dalam lubang tersebut.
Update 23 Juli 2009: Ada tips baru yang saya dapet hari ini dari teman, saya sendiri
belum mencobanya. Tipsnya adalah gunakan choke, tujuannya agar saat motor di gas
akselerasinya tidak terlalu cepat sehingga memudahkan kontrol saat belok-belok. Jangan
terlalu besar chokenya ya, kuatirnya malah motor gampang mati.

Saran saya untuk penyelenggara:


- Biarkan peserta mencoba terlebih dahulu untuk membiasakan diri.
- Soal ujian seharusnya dipermudah misalnya dengan memperlebar jarak antar rintangan
atau ukuran angka 8. Toh tujuan kita hanya mengecek kemampuan mengendarai
seseorang, dan bukan untuk mencetak ahli akrobat.
- Harapannnya, dengan berkurangnya tingkat kesulitan ujian praktek ini, maka orang
tidak akan terdorong untuk nembak.

Soal Ujian SIM A


Ujian Praktek SIM A hanya terdiri dari 1 aktivitas yaitu parkir di antara rintangan dari
arah kiri dan kanan. Ketentuannya adalah bahwa kita tidak boleh memajumundurkan
mobil saat proses parkir tersebut. Dengan kata lain hanya boleh mundur saja.
Berikut beberapa tipsnya:
- Biasakan terlebih dulu dengan pedal gas, umumnya mobil yang digunakan sudah tidak
layak lagi pengaturan gasnya dan sudah habis kanvas koplingnya.
- Atur kaca spion terlebih dahulu sesuai kebutuhan kita. Pastikan bahwa bagian roda
belakang nampak di spion kita.
- Lakukan perlahan-lahan dan kalau perlu berhenti dulu. Ingatlah bahaw ayang dilarang
adalah maju dan bukan berhenti. Berhenti sejenak akan membantu kita mengukur jarak
lebih baik.
- Perhatikan posisi ban belakang dan rintangan, ambil semepet mungkin jarak antara roda
belakang dan rintangannya.
- Ambil putaran yang agak jauh agar mobil lebih lurus saat masuk dan tidak menyenggol
rintangan di sisi lain.

Ok. Itu sharing pengalaman saya, semoga bermanfaat. Jika anda memiliki pengalaman
atau tips lainnya, atau ingin menyempurnakan tulisan ini silahkan masukkan komentar
anda.

Saran terakhir, Mari kita perbaiki bangsa ini mulai dari diri kita dengan menggunakan
prosedur resmi mengurus SIM, at least untuk perpanjangan. Saya juga belum tahu,
apakah ujian SIM ini bisa dilakukan di outlet SIM yang ada di Mall. Kalau bisa asik juga
ya.
BTW: Kalau pengen belajar cara memperoleh uang puluhan juta dari bisnis internet
silahkan klik di sini.