Anda di halaman 1dari 87

Tia Hendrar Prihadi Terpilih Jadi Bunda PAUD

SEMARANG, suaramerdeka.com - Ketua Tim Penggerak PKK Kota


Semarang Tia Hendrar Prihadi dinobatkan jadi Bunda Paud Kota Semarang.
Penobatan dilaksanakan langsung oleh Wali Kota Hendrar Prihadi di PAUD
terpadu Lab. Belia (Kompleks IKIP Veteran), Kamis (12/6).
Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi dalam sambutannya mengatakan,
sebagai bentuk tanggung jawab Pemerintah Kota Semarang dalam hal
pendidikan pada anak usia dini, yang mana pada masa-masa itu merupakan
usia emas untuk perkembangan fisik, mental, dan spiritual seorang anak.
"Sehingga harus diperhatikan kesehatannya, ilmunya, fisik, dan kegiatankegiatan yang berlandaskan nilai positif," tuturnya.
Hendi berharap, Tia Hendrar Prihadi yang juga istrinya, ke depan dapat
mengembangkan PAUD agar memajukan pendidikan anak usia 0-6 tahun.
"Saat ini jumlah PAUD di Kota Semarang berjumlah 200 pos. Atas nama
Pemerintah Kota Semarang dan pribadi, saya ucapkan selamat kepada Ibu
Tia sebagai Bunda PAUD Kota Semarang, ucapnya.
Wali Kota juga mengajak kepada Bunda PAUD yang ada di kecamatankecamatan agar lebih bersemangat dan termotivasi untuk bekerja keras dan
ikhlas mengabdikan hidupnya bagi pendidikan anak usia dini. "Sehingga
nantinya akan mencetak generasi yang kreatif dan inovatif. Tingkatkan peran
dan carilah terobosan baru yang kreatif dan inovatif agar menghasilkan
PAUD yang mendidik generasi yang cerdas, penuh kreatifitas, dan inovasi,
tandasnya.
Sementara Tia Hendrar Prihadi saat ditemui seusai acara mengatakan, gelar
Bunda Paud tidak hanya sekadar simbol. Pihaknya akan membuktikan
dengan kerja keras untuk membangun PAUD menjadi lebih baik. "Kami akan
menyiapkan sumber daya manusia yang cerdas, mempunyai wawasan yang
luas, serta memiliki kompetensi yang tinggi," tegasnya.

Honor Guru PAUD Cair, Dirapel Enam Bulan


TANGSEL Setelah ada keterlambatan honor selama enam bulan, sebanyak
500 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Tangsel, bisa bernafas lega.
Pasalnya, mulai Jumat (6/6) penyaluran dana itu sudah mulai dilakukan
melalui siste transfer menggunakan Bank BJB.
Jadi para guru mengambil buku tabungannya dulu. Nanti ditrasfer. Melalui
rekening pengirimannya untuk menghindari oknum yang suka memotong
hak para guru, kata Mathodah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel,
kemarin.
Jumlah honor sendiri terang Mathodah, untuk tahun 2014 ini naik dari tahun
sebelumnya yang hanya Rp100 ribu. Tahun ini jumlah yang diterima para
guru honorer PAUD Rp250 ribu setiap bulannya.
Masih menurutnya, 500 guru honorer itu sendiri akan menerima akumulatif
honor sejak Januari hingga Juni yang memang belum diberikan. Jadi pada
pencairan honorer Juni ini para guru honorer mendapatkan 6 kali honor sejak
Januari.
Ada keterlambatan pendataan. Jadi dirapel selama enam bulan. Untuk bulan
Juli dan seterusnya diberikan perbulan dan langsung ditransfer, ucapnya.
Anggaran yang disiapkan terang Mathodah untuk honorer para guru PAUD ini
mencapai Rp 22,09 miliar. Guru penerima honorer mulai dari tingkatan PAUD,
MI, SD, SMP, SMA dan SMK. Anggaran itu berasal dari Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah (APBD) 2014.
Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany menambahkan, dengan pemberian
insentif bagi guru honor diharapkan kinerjanya lebih meningkat.
Terutama untuk guru PAUD, saya berikan apresiasi karena mau mengajar
anak-anak yang notabenenya harus memiliki kesabaran tinggi, ucapnya.
(fin)

Mendikbud Janji Benahi Regulasi PAUD

Mendikbud Mohammad Nuh


A+ | Reset | AREPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad
Nuh berjanji akan membenahi regulasi dan kurikulum pendidikan anak usia
dini dan pendidikan dasar.
"Kami mengakui masih banyak problem pendidikan dini yang harus
dibenahi," kata Mendikbud saat menjadi pembicara dalam Rapat Kerja
Nasional Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat.
Ia menguraikan persoalan PAUD di Indonesia antara lain menyangkut
kelembagaan, tenaga pengajar, dan kurikulum.
Menurut Nuh, saat ini belum semua lembaga PAUD terdaftar di Kemdikbud
sehingga belum bisa dibina sepenuhnya.
"Meski begitu kami tetap berterima kasih, meski hanya sepuluh dua puluh
anak, itu upaya yang luar biasa dari masyarakat dalam mencerdaskan anak
bangsa," ujarnya.
Mendikbud juga mengaku kesulitan dalam menentukan standar pengajar
PAUD. Ia menilai PAUD tak harus ditangani oleh guru dengan jenjang

akademik sarjana strata satu (S1) atau diploma empat (D4), yang penting
pengasuh mampu mengembangkan kreativitas dan motivasi anak.
"Kami sedang menyusun regulasi untuk merapikan, apakah di PAUD itu harus
guru, pembina, atau pengasuh. Kalau guru terkena UU Guru dan Dosen,
yakni harus S1 atau D4," katanya.
Sementara terkait kurikulum, menurut Nuh yang harus dibenahi adalah
paradigma pendidikan dasar, yang masih menuntut kemampuan anak-anak
usia dini dalam hal baca tulis dan hitung. Padahal, yang harus dikembangkan
bagi anak usia dini dan sekolah dasar adalah kreativitas dan pendidikan
karakter serta pengenalan etika dan religiusitas.
"Kami melihat ada tuntutan-tuntutan yang tidak logis, misalnya SD harus
begini-begitu. Akibatnya anak TK dipaksa bisa begini-begitu. Seharusnya
yang diajarkan kreativitas dan karakter sambil dimasukkan nilai-nilai
religius," ujarnya.
Karena itu, ia mendukung langkah Muslimat NU dalam memanfaatkan
tempat-tempat ibadah untuk lembaga pendidikan berbasis kemasyarakatan
seperti PAUD dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) serta taman
pendidikan Alquran.
"Masjid pada pagi hari biasanya sepi, kalau bisa memanfaatkan masjid
sebagai PAUD, dapat tiga hal tersebut, yang pertama mengoptimalkan wakaf
atau jariyah para dermawan yang menyumbang masjid. Yang kedua kita
mengajarkan cinta masjid sejak dini, yang ketiga bisa melayani anak-anak
sekitar masjid," katanya.

IDAI: Sistem Pembelajaran di


PAUD Sudah Salah Kaprah

Siswa Paud saat mengikuti kegiatan sekolah dengan menggunakan baju


daerah untuk memperingati hari Kartini. (sumber: Antara/M Agung Rajasa)
Jakarta - Ketua UKK tumbuh Kembang - Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak
Indonesia (IDAI) Eddy Fadlyana mengkritik sistem pembelajaran program
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang menurutnya sudah salah kaprah.
Pasalnya saat ini banyak PAUD yang malah mengajarkan membaca, menulis
dan berhitung (calistung).
"PAUD itu identik dengan stimulasi, dan stimulasi itu identik dengan bermain.
Jadi, apapun kegiatan yang dilakukan dalam PAUD, kontennya harus
bermain. Tapi yang sekarang terjadi, anak-anak justru sudah diajarkan
calistung. Padahal saat periode tumbuh kembang, anak-anak belum
memerlukan pembelajaran tersebut," kata Eddy Fadlyana di Jakarta, Jumat
(6/6).
Menurutnya, pembelajaran yang diberikan di PAUD seharusnya hanya
sebatas menanamkan nilai dasar, konsep dasar dan ketrampilan dasar untuk
mempersiapkan anak-anak masuk Taman Kanak-kanak.
"Anak-anak cukup diajarkan misalnya mengenal warna-warna dasar dengan
metode bermain, atau pengenalan huruf-huruf. Bukannya diajarkan cara
penjumlahan yang malah bisa membuat anak-anak stres. Ini sangat
membahayakan tumbuh kembangnya," tegas dia.
Karena itu, Eddy meminta agar pemerintah segera turun tangan mengawasi
pelaksanaan program PAUD. "Pemerintah harus mengawasi apakah sisitem
yang diterapkan dan materi yang diberikan sudah sesuai dengan tujuan awal
mendirikan PAUD. Kekeliruan ini harus segera dibenahi sebelum makin
parah," tambah Eddy.

Tobapulp Bangun PAUD Dukung Peningkatan SDM


Juni 5, 2014 - Daerah

Medan ( Berita ) : PT Toba Pulp Lestari Tbk membangun sekolah pendidikan


anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Toba Samosir untuk mendukung
peningkatan sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendukung program
Pemerintah Provinsi Satu Desa Satu PAUD.

Bantuan sekolah PAUD di Desa Siantar Tonga-Tonga II, Toba Samosir yang
diberi nama Cahaya merupakan bangunan ke empat yang diberikan
Tobapulp, kata CSR Section Head TobaPulp, Garuda Rajagukguk di Medan,
Kamis [05/06].
Pembangunan yang dilakukan oleh kontraktor lokal itu bersumber dari dana
tanggung jawab sosial perusahaan dan pengembangan komuniti (CSR/CD)
satu persen dari net sales Tobapulp diharapkan membantu peningkatan
sumber daya manusia (SDM).
Sebelum dibangunkan Tobapulp, PAUD di Siantar Tonga-Tonga
diselenggarakan di kantor kepala desa dengan dua guru pembimbing.

itu

Sebelum PAUD Cahaya, Tobapulp sudah membangun tiga PAUD masingmasing di Desa Dolok-Nauli dan Siruar di Kecamatan Parmaksian serta di
Patane-2, Porsea.
Kepala Desa Siantar Tonga-Tonga II, Harlen Siahaan, mengaku merasa sangat
bersyukur dengan bantuan pembangunan PAUD setelah selama ini
dijalankan di kantor kepala desa.
PAUD memang sangat dibutuhkan khususnya di daerah agar semua anakanak bisa mengembangkan karakternya sejak dini sehingga SDM Indonesia
semakin bagus, katanya yang didampingi Bunda PAUD Cahaya, Friska boru
Pangaribuan.
Sebelumnya Bunda PAUD Sumut, Hj. Sutyas Handayani Gatot Pujo Nugroho
menyebutkan, Pemerintha Provinsi Sumut berkeinginan merealisasikan
rencana pembangunan minimal satu PAUD di satu desa.
Menurut Sutyas, PAUD sangat penting bagi pembentukan anak-anak
berkualitas dan untuk mencapai target itu dijalankan program `One Village
One PAUD.
Sutyas menyebutkan, usia emas seorang anak yakni pada usia 3 sampai 5
tahun karena saat itu anak bisa menerima secara baik ajaran yang diberikan
sehingga akan menjadi bekal saat usia dewasa.
Pendidikan merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa
sehingga setiap warga negara harus dan wajib mengikuti jenjang pendidikan,

baik jenjang pendidikan anak usia dini, dasar, menengah maupun tinggi,
katanya. (ant )

Tobapulp Bangun PAUD Dukung Peningkatan SDM


Juni 5, 2014 - Daerah

Medan ( Berita ) : PT Toba Pulp Lestari Tbk membangun sekolah pendidikan


anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Toba Samosir untuk mendukung
peningkatan sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendukung program
Pemerintah Provinsi Satu Desa Satu PAUD.
Bantuan sekolah PAUD di Desa Siantar Tonga-Tonga II, Toba Samosir yang
diberi nama Cahaya merupakan bangunan ke empat yang diberikan
Tobapulp, kata CSR Section Head TobaPulp, Garuda Rajagukguk di Medan,
Kamis [05/06].
Pembangunan yang dilakukan oleh kontraktor lokal itu bersumber dari dana
tanggung jawab sosial perusahaan dan pengembangan komuniti (CSR/CD)
satu persen dari net sales Tobapulp diharapkan membantu peningkatan
sumber daya manusia (SDM).
Sebelum dibangunkan Tobapulp, PAUD di Siantar Tonga-Tonga
diselenggarakan di kantor kepala desa dengan dua guru pembimbing.

itu

Sebelum PAUD Cahaya, Tobapulp sudah membangun tiga PAUD masingmasing di Desa Dolok-Nauli dan Siruar di Kecamatan Parmaksian serta di
Patane-2, Porsea.
Kepala Desa Siantar Tonga-Tonga II, Harlen Siahaan, mengaku merasa sangat
bersyukur dengan bantuan pembangunan PAUD setelah selama ini
dijalankan di kantor kepala desa.
PAUD memang sangat dibutuhkan khususnya di daerah agar semua anakanak bisa mengembangkan karakternya sejak dini sehingga SDM Indonesia
semakin bagus, katanya yang didampingi Bunda PAUD Cahaya, Friska boru
Pangaribuan.

Sebelumnya Bunda PAUD Sumut, Hj. Sutyas Handayani Gatot Pujo Nugroho
menyebutkan, Pemerintha Provinsi Sumut berkeinginan merealisasikan
rencana pembangunan minimal satu PAUD di satu desa.
Menurut Sutyas, PAUD sangat penting bagi pembentukan anak-anak
berkualitas dan untuk mencapai target itu dijalankan program `One Village
One PAUD.
Sutyas menyebutkan, usia emas seorang anak yakni pada usia 3 sampai 5
tahun karena saat itu anak bisa menerima secara baik ajaran yang diberikan
sehingga akan menjadi bekal saat usia dewasa.Pendidikan merupakan aset
penting bagi kemajuan sebuah bangsa sehingga setiap warga negara harus
dan wajib mengikuti jenjang pendidikan, baik jenjang pendidikan anak usia
dini, dasar, menengah maupun tinggi, katanya. (ant )
Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum
jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang
ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang
dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu
pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki
kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan
pada jalur formal, nonformal, dan informal.
Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan
pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah
pertumbuhan dan 5 perkembangan, yaitu : perkembangan moral dan agama,
perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan/kognitif
(daya pikir, daya cipta), sosio emosional (sikap dan emosi) bahasa dan
komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan sesuai
kelompok usia yang dilalui oleh anak usia dini seperti yang tercantum dalam
Permendiknas no 58 tahun 2009.
Ada dua tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini yaitu:

Tujuan utama: untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas,


yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat
perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam
memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan pada masa
dewasa.

Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai


kesiapan belajar (akademik) di sekolah, sehingga dapat mengurangi
usia putus sekolah dan mampu bersaing secara sehat di jenjang
pendidikan berikutnya.

Rentangan anak usia dini menurut Pasal 28 UU Sisdiknas No.20/2003 ayat 1


adalah 0-6 tahun. Sementara menurut kajian rumpun keilmuan PAUD dan
penyelenggaraannya di beberapa negara, PAUD dilaksanakan sejak usia 0-8
tahun (masa emas).
Ruang Lingkup Pendidikan Anak Usia Dini

Infant (0-1 tahun)

Toddler (2-3 tahun)

Preschool/ Kindergarten children (3-6 tahun)

Early Primary School (SD Kelas Awal) (6-8 tahun)

Satuan penyelenggara pendidikan

Taman Kanak-kanak (TK)

Raudatul Athfal (RA)

Bustanul Athfal (BA)

Kelompok bermain (KB)

Taman Pendidikan Alquran (TPA)

Taman Penitipan Anak (TPA)

Satuan PAUD Sejenis (SPS)

Sekolah Dasar Kelas Awal (kelas 1,2,3)

Bina Keluarga Balita

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)

Keluarga

Lingkungan

Perlukah Anak Diikutkan PAUD?


Rabu, 22 Mei 2013 | 09:23 WIB
Berita terkait

Anak PAUD Gorontalo Rayakan Paskah di Rumah Gubernur

Komunitas Menara, PAUD Berkualitas Tanpa Biaya

Festival Mendongeng untuk Guru dan Pustakawan

Cinta Tanah Air, Anak PAUD Aceh Tampilkan Tarian Jawa

KOMPAS.com - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih sering dianggap


pendidikan sekunder, sehingga banyak orang tua yang lebih memilih untuk
langsung menyekolahkan anaknya ke Sekolah Dasar. Sebenarnya, perlukah
anak diikutkan dalam PAUD?
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal (PAUDNI)
Prof. Lydia Freyani Hawadi mengatakan, sebaiknya anak-anak usia 2-6 tahun
diikutkan PAUD karena di tempat ini anak-anak mendapat pengalaman,
sosialisasi, serta pengajaran pada masa terpenting dalam pertumbuhan dan
perkembangan mereka.
Ia memaparkan, PAUD dapat memberikan manfaat yang nyata terhadap
perkembangan kecerdasan dan moral anak. PAUD menanamkan kejujuran,
disiplin, cinta sesama, cinta tanah air, bahkan tentang gizi. Menurutnya,
penyampaian nilai-nilai dasar tersebut semakin efektif jika diberikan sejak
usia dini.
"Esensi dari PAUD adalah pemberian rangsangan atau stimulasi pendidikan
yang sesuai dengan tahap tumbuh-kembang anak dan dilaksanakan melalui
pendekatan bermain sambil belajar," papar Reni, panggilannya, dalam
Nutritalk bertajuk "Pentingnya Tumbuhkan Kecintaan pada Gizi Sejak Dini"

oleh Sarihusada Selasa (21/5/2013) di Jakarta.


Sayangnya, saat ini jumlah anak yang diikutkan dalam PAUD baru mencapai
34,54 persen dari total anak usia PAUD di Indonesia. Padahal ditargetkan
pada tahun 2015 mencapai 70 persen.
Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia ini memaparkan, kurangnya minat
orangtua memasukkan anaknya ke PAUD adalah tambahan biaya pendidikan
sebelum anaknya mencapai pendidikan wajib. Padahal, PAUD bahkan dapat
dilakukan secara tidak formal dengan dukungan pemerintah yang dilakukan
di tempat-tempat umum seperti rumah ibadah atau posyandu.
"Riset menunjukkan, anak-anak yang ikut PAUD cenderung lebih berprestasi
dan ceria, berani, dan bersemangat. Pemantauan anak yang ikut PAUD
hingga kelas 5 SD menunjukkan prestasi mereka lebih baik dibandingkan
anak yang tidak," tutur Reni.
Pilih yang tepat
Bila tinggal di lingkungan yang sudah tersedia banyak PAUD, maka pemilihan
PAUD yang tepat juga perlu diperhatikan oleh orangtua. Menurut Reni, PAUD
yang baik adalah PAUD yang dapat memberikan pendidikan secara holistik
integratif.
Reni pun memaparkan syarat-syarat memilih PAUD yang tepat untuk anak.
Syarat pertama yaitu, pilih yang lokasinya dekat dengan rumah. "Jika terlalu
jauh, anak akan capek di jalan sehingga tidak bisa fokus mengikuti PAUD,"
ujar Reni.
Kedua, pilih yang pengajarnya berkompeten dan memahami teknik
pengajaran PAUD yang tepat. Dan ketiga, kurikulum PAUD jelas dan
memasukkan nilai-nilai dasar positif ke dalamnya.

Membangun Karakter Sejak Pendidikan Anak Usia Dini

Kawan, jika saya ditanya kapan sih waktu yang tepat untuk menentukan
kesuksesan dan keberhasilan seseorang? Maka, jawabnya adalah saat masih
usia dini. Benarkah? Baiklah akan saya bagikan sebuah fakta yang telah
banyak diteliti oleh para peneliti dunia.
Pada usia dini 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen.
Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi,
tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan
fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak
yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden age).

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli Perkembangan dan


Perilaku Anak dari Amerika bernama Brazelton menyebutkan bahwa
pengalaman anak pada bulan dan tahun pertama kehidupannya sangat
menentukan apakah anak ini akan mampu menghadapi tantangan dalam
kehidupannya dan apakah ia akan menunjukkan semangat tinggi untuk
belajar dan berhasil dalam pekerjaannya.
Nah, oleh karena itu, kita sebagai orang tua hendaknya memanfaatkan masa
emas anak untuk memberikan pendidikan karakter yang baik bagi anak.
Sehingga anak bisa meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam
kehidupannya di masa mendatang. Kita sebagai orang tua kadang tidak
sadar, sikap kita pada anak justru akan menjatuhkan si anak. Misalnya,
dengan memukul, memberikan pressure yang pada akhirnya menjadikan
anak bersikap negatif, rendah diri atau minder, penakut dan tidak berani
mengambil resiko, yang pada akhirnya karakter-karakter tersebut akan
dibawanya sampai ia dewasa. Ketika dewasa karakter semacam itu akan
menjadi penghambat baginya dalam meraih dan mewujudkan keinginannya.
Misalnya, tidak bisa menjadi seorang public speaker gara-gara ia minder
atau malu. Tidak berani mengambil peluang tertentu karena ia tidak mau
mengambil resiko dan takut gagal. Padahal, jika dia bersikap positif maka
resiko bisa diubah sebagai tantangan untuk meraih keberhasilan. Anda
setuju kan?
Banyak yang mengatakan keberhasilan kita ditentukan oleh seberapa jenius
otak kita. Semakin kita jenius maka semakin sukses. Semakin kita meraih
predikat juara kelas berturut-turut, maka semakin sukseslah kita. Benarkah
demikian? Eit tunggu dulu!
Saya sendiri kurang setuju dengan anggapan tersebut. Fakta membuktikan,
banyak orang sukses justru tidak mendapatkan prestasi gemilang di
sekolahnya, mereka tidak mendapatkan juara kelas atau menduduki posisi
teratas di sekolahnya. Mengapa demikian? Karena sebenarnya kesuksesan
tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan otak kita saja. Namun kesuksesan
ternyata lebih dominan ditentukan oleh kecakapan membangung hubungan
emosional kita dengan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Selain itu,
yang tidak boleh ditinggalkan adalah hubungan spiritual kita dengan Tuhan
Yang Maha Esa.
Tahukah anda bahwa kecakapan membangun hubungan dengan tiga pilar
(diri sendiri, sosial, dan Tuhan) tersebut merupakan karakter-karakter yang

dimiliki orang-orang sukses. Dan, saya beritahukan pada anda bahwa


karakter tidak sepenuhnya bawaan sejak lahir. Karakter semacam itu bisa
dibentuk. Wow, Benarkah? Saya katakan Benar! Dan pada saat anak berusia
dini-lah terbentuk karakter-karakter itu. Seperti yang kita bahas tadi, bahwa
usia dini adalah masa perkembangan karakter fisik, mental dan spiritual
anak mulai terbentuk. Pada usia dini inilah, karakter anak akan terbentuk
dari hasil belajar dan menyerap dari perilaku kita sebagai orang tua dan dari
lingkungan sekitarnya. Pada usia ini perkembang mental berlangsung sangat
cepat. Pada usia itu pula anak menjadi sangat sensitif dan peka mempelajari
dan berlatih sesuatu yang dilihatnya, dirasakannya dan didengarkannya dari
lingkungannya. Oleh karena itu, lingkungan yang positif akan membentuk
karakter yang positif dan sukses.
Lalu, bagaimana cara membangun karakter anak sejak usia dini?

Karakter akan terbentuk sebagai hasil pemahaman 3 hubungan yang pasti


dialami setiap manusia (triangle relationship), yaitu hubungan dengan diri
sendiri (intrapersonal), dengan lingkungan (hubungan sosial dan alam
sekitar), dan hubungan dengan Tuhan YME (spiritual). Setiap hasil hubungan
tersebut akan memberikan pemaknaan/pemahaman yang pada akhirnya
menjadi nilai dan keyakinan anak. Cara anak memahami bentuk hubungan
tersebut akan menentukan cara anak memperlakukan dunianya.
Pemahaman negatif akan berimbas pada perlakuan yang negatif dan
pemahaman yang positif akan memperlakukan dunianya dengan positif.
Untuk itu, Tumbuhkan pemahaman positif pada diri anak sejak usia
dini, salah satunya dengan cara memberikan kepercayaan pada anak untuk
mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, membantu anak mengarahkan
potensinya dengan begitu mereka lebih mampu untuk bereksplorasi dengan
sendirinya, tidak menekannya baik secara langsung atau secara halus, dan
seterusnya. Biasakan anak bersosialisasi dan berinteraksi dengan
lingkungan sekitar. Ingat pilihan terhadap lingkungan sangat menentukan
pembentukan karakter anak. Seperti kata pepatah bergaul dengan penjual
minyak wangi akan ikut wangi, bergaul dengan penjual ikan akan ikut amis.
Seperti itulah, lingkungan baik dan sehat akan menumbuhkan karakter sehat
dan baik, begitu pula sebaliknya. Dan yang tidak bisa diabaikan adalah
membangun hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Hubungan spiritual dengan Tuhan YME terbangun melalui pelaksanaan dan
penghayatan ibadah ritual yang terimplementasi pada kehidupan sosial.

Nah, sekarang kita memahami mengapa membangun pendidikan karakter


anak sejak usia dini itu penting. Usia dini adalah usia emas, maka
manfaatkan usia emas itu sebaik-baiknya.

Pendidikan Guru PAUD (S1)

Akreditasi
Akreditasi B (Baik) berdasarkan SK BAN-PT No. 025/BAN-PT/AkXV/S1/VIII/2012.
Gelar Lulusan

Sarjana Pendidikan (S.Pd.)


Deskripsi
Jurusan PG-PAUD FIP UNNES menyelenggarakan pendidikan akademik dan
profesi untuk menghasilkan sarjana pendidikan di bidang pendidikan anak
usia dini yang mengembangkan kajian, penelitian, pelatihan di bidang
pendidikan anak usia dini serta menyelenggarakan bimbingan,
pendampingan, advokasi, dan bantuan profesional kepada masyarakat di
bidang pendidikan anak usia dini.
Mahasiswa
Mahasiswa S1 PG-PAUD sebagian berasal dari kota/kabupaten di Provinsi
Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, Jakarta, dan Luar Jawa.
Pada tahun 2012 dan 2013 Jurusan PG PAUD menerima mahasiswa dari Turki.
Prestasi akademik mahasiswa tergolong membanggakan, Indeks prestasi
Kumulatif (IPK) yang diperoleh rata-rata 3,46. Kehadiran mahasiswa dalam
perkuliahan tergolong tertib. Saat ini jumlah mahasiswa 360 orang.
Dosen
Jurusan S1 PG-PAUD memiliki dosen sebanyak 16 orang dan 1 orang tenaga
kependidikan. Kualifikasi akademik S3 sebanyak 1 orang, S2 sebanyak 13,
dan S1 sebanyak 2 orang. Selain menempuh pendidikan di dalam negeri juga
menepuh pendidikan di luar negeri yaitu Monash University, Auckland
University, Central China Normal University dan University of Hull Inggris.
Keunggulan
Kegiatan yang dikembangkan sebagai pendukung dalam kurikulum di
Program Studi PG PAUD adalah menambah kelas komputer anak usia dini,
musik dan lagu AUD, Tarian AUD, dan Bahasa Inggris untuk anak usia dini.
Selain itu mahasiswa semester 2 dan 4 diwajibkan melakukan magang 1
dan magang 2 pada lembaga pendidikan anak usia dini untuk menambah
pengalaman dan wawasan tentang anak usia dini. Alumni Program Studi PG
PAUD siap menjadi pendidik/guru pada lembaga PAUD pada tingkatan
regional, nasional maupun internasional
Kerja Sama
Jurusan PG PAUD FIP UNNES telah menjalin kerjasama dengan lembaga atau
pihak yang terkait dengan anak usia dini baik dengan Dinas Pendidikan

Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat


Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Kementerian
Agama Provinsi Jawa Tengah, serta lembaga-lembaga PAUD di Kota
Semarang. Kerja sama luar negeri dilakukan oleh dosen-dosen PGPAUD
dengan lembaga PAUD di Singapura (Creative O Preschool Bay-Singapura)
The Hong Kong Institute of Education, dan Australian Catholic University.
Selain itu Program Studi PG PAUD memiliki agenda rutin 2 tahunan berupa
workshop dan seminar internasional yang di kemas dalam bentuk
Semarang Early Childhood Research and Education Talk (SECRET)
Alamat
Prodi PG-PAUD FIP Unnes, Kampus Sekaran Gedung A3 Lantai I Gunungpati
Semarang 50229.
Telepon (024)86455497
Email: pgpaud@unnes.ac.id
Website: http://paud.unnes.ac.id

Contoh Profil Sekolah untuk PAUD

PROFIL SEKOLAH
Data Yayasan
Nama
Alamat

: Yayasan ABCD
: ...........................................
...........................................

Akte Notaris

: Nama

: Si Anu, SH
Nomor

Tahun

: 03

: 1989

Identitas Sekolah
1. Nama Sekolah
2. NSS

: PAUD (KOBER/SPS/TAAM) APA SAJA


: ....................................................................

3. Alamat

: .........................................................................
.........................................................................

4. Tahun berdiri
5.

Yayasan Penyelenggara

: 9 Juli 2012
: YAYASAN ABCD

Identitas Kepala PAUD


a. Nama

: Nama Kepala PAUD

b. Tempat Tanggal Lahir

: ...........................................

c. Pendidikan Terakhir

: ..........................................

d. Agama

: .........................................

e. Alamat Rumah

: .................................................................
.................................................................

f.

No Telepon

: 0852xxxxxxxxxxxxx

Keadaan Tanah, Bangunan, Ruangan, dan Infrastruktur

a. Tanah
Status Kepemilikan Tanah

: Hak Guna Pakai

Luas Tanah dan Bagunan

: 154 m2

b. Bangunan / Ruangan
N

NAMA BANGUNAN

GEDUNG

JUMLAH

UKURAN

KONDISI

KET

Ruang Belajar / Ruang Kelas

5x3m

Baik

Ruang Kantor

3x2m

Baik

Toilet

2x2m

Baik

Teras

6 x 1,5 m

Baik

Ruang kosong

3x3m

Rusak

Keadaan Siswa PAUD APA SAJA

DATA SISWA PAUD APA SAJA


TAHUN AJARAN 2012/ 2013

NO

Jenis Kelamin

Jumlah

Laki-Laki

16

Perempuan

15

Total

31

DATA SISWA PAUD APA SAJA


BERDASARKAN USIA
NO

USIA

JUMLAH

4 5 tahun

18

5 6 tahun

13

TOTAL

31

Data Pengajar

Pengajar I
a. Nama

: ..............................................

b. NUPTK

: ..............................................

c. Tempat Tanggal Lahir

: ..............................................

d. Pendidikan Terakhir

: .............................................

e. Agama
f.

: ............................................

Alamat

: ......................................................

g. No. Telepon

: 0819xxxxxxxxxxxxx

h. Pengalaman Mengajar

: 1. TK ......................................

Tahun 2000-

2001
2. Kober ................................

Tahun 2002-2004

3. TK ......................................

Tahun 2005-2011

Pengajar II
a. Nama

: ..............................................

b. NUPTK

: ..............................................

c. Tempat Tanggal Lahir

: ..............................................

d. Pendidikan Terakhir
e. Agama
f.

: .............................................
: ............................................

Alamat

: ......................................................

g. No. Telepon

: 0858xxxxxxxxxxxxx

h. Pengalaman Mengajar

: 1. TK ......................................

Tahun 2002-

2005
2. SPS ...................................
3. TK ......................................

Asisten Pengajar I

Tahun 2005-2009
Tahun 2009-2011

a. Nama

: ..............................................

b. NUPTK

: ..............................................

c. Tempat Tanggal Lahir

: ..............................................

d. Pendidikan Terakhir
e. Agama
f.

: .............................................
: ............................................

Alamat

g. No. Telepon
h. Pengalaman Mengajar

: ......................................................
: 0852xxxxxxxxxxxxx
: 1. PAUD ......................................

Tahun

2007-2009

VISI & MISI PAUD APA SAJA

PAUD APA SAJA sebagai lembaga non formal yang bergerak di bidang pendidikan
usia dini yang mempunyai visi dan misi sebagai berikut:

VISI
Membangun anak cerdas dan mandiri sejak dini.

MISI
1. Membangun akhlak siswa yang Bertaqwa kepada Alloh SWT sejak dini.
2. Membantu peran serta orang tua dalam mendidik anak.

3. Membangun peserta didik yang berkarakter baik.


4. Mempersiapkan anak didik untuk masuk ke jenjang sekolah selanjutnya.

TUJUAN PENDIRIAN

1. Pelaksanaan program kerja dari YAYASAN ABCD


2. Membentuk karakter siswa agar menjadi Insan yang bertaqwa terhadap Tuhan Yang
Maha Esa.
3.

Ikut serta membantu pemerintah dalam usaha peningkatan mutu Sumber Daya
Manusia.

4. Mengembangkan pendidikan dilingkungan sekitar RW.01 Desa Jauh.


5. Pengadaan sekolah yang dekat dengan rumah tinggal sehingga memudahkan orang
tua dan dapat ditinggal sewaktu pembelajaran.
6. Mempersiapkan siswa untuk menjadi manusia yang cerdas dan mandiri.
7. Membekali siswa untuk melanjutkan sekolah ke jenjang selanjutnya.
8. Membangun sekolah yang terpercaya.

WAKTU PEMBELAJARAN

Hari Pembelajaran

: Senin s.d Jumat

Jam Pembelajaran

: 09.00 s.d 11.00 WIB

PENGERTIAN PAUD

Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang
pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi
anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian
rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani
dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut,
yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan


pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan
perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir,
daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan
perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahaptahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.

PAUD merupakan salah satu jenis Pendidikan luar Sekolah


(PLS) termasuk pada satuan kelompok belajar tetapi bukan
merupakan persyaratan masuk TK atau SD.
PAUD adalah pendidikan luar sekolah seperti Kelompok
Bermain dan Penitipan Anak, yang umumnya berjalan
sendiri-sendiri dengan polanya masing-masing, sedangkan
PADU adalah pendidikan sekolah seperti Taman Kanak-kanak
(TK), yang sudah mulai dibina dan diasuh oleh Depdiknas.

Program studi PAUD dibentuk dengan pertimbangan bahwa masyarakat Indonesia


dewasa ini sedang berada dalam kondisi moral dan mentalitas yang
memprihatinkan, yang menjadi akar dari kompleksitas persoalan bangsa. Perbaikan
terhadap kondisi moral dan mentalitas kolektif bangsa Indonesia perlu dilakukan
melalui pendidikan bagi generasi penerus sejak usia dini. Karena itu, perhatian
terhadap pendidikan anak usia dini mejadi suatu keharusan dalam upaya
mempersiapkan generasi penerus yang dapat membawa kehidupan bangsa ke arah
perbaikan yang bermatabat.

Masyarakat sendiri sudah tampak menyadari pentingnya pendidikan anak usia dini.
Hal ini terlihat dari berkembang pesatnya lembaga-lembaga pendidikan bagi anakanak usia balita seperti kelompok bermain (play group),taman kanak-kanak dan
sekolah dasar, baik yang dikelola yayasan maupun berbagai lembaga keagamaan.
Pendidikan anak usia dini sendiri tidak ditekankan semata kepada pemberian
stimulus pengayaan pengetahuan anak, tetapi lebih diarahkan kepada
pengembangan potensi dan daya kreatifitas anak, dan yang sangat penting adalah
pada pembentukan sikap mental dan kepribadian anak yang berlandaskan pada
nilai-nilai ajaran agama. Hal itu semua akan menjadi pondasi bagi perkembangan
watak dan kepribadian anak sampai mereka dewasa dan siap menjalankan berbagai
peran kemanusiaan. Program PAUD diarahkan untuk mempersiapkan para pendidik,
guru, praktisi dan konsultan di bidang pendidikan anak usia dini.

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke


Pinterest

Gara-gara NUPTK, PAUD Terpadu Tinggal Pepesan Kosong


Fauzi Kromosudiro

09 July 2013

Yogyakarta (09/07) PAUD Terpadu yang digembar-gemborkan beberapa


tahun terakhir ini, ternyata pelan tapi pasti digembosi sendiri oleh kebijakan
Kemdikbud. Loh koq bisa? Nalarnya ada pada masalah NUPTK yang tidak
bisa diakses oleh pendidik PAUD jalur pendidikan nonformal. Pada verifikasi
dan validasi (verval) NUPTK lama dan pengajuan NUPTK baru para pendidik
PAUD jalur pendidikan nonformal, seperti pendidik pada kelompok bermain
(KB),
Harga Mati PTK PAUDNI Tidak Pakai NUPTK, Tapi NIPTK
Fauzi Kromosudiro

08 July 2013

Yogyakarta (08/07) Setelah melakukan komunikasi antara pengurus pusat


HPTIK PNF (Himpunan Penggiat Teknologi Informasi dan Komunikasi
Pendidikan Nonformal) dengan Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga
Kependidikan (PPTK) PAUDNI Kemdikbud, dipastikan NUPTK hanya
diperuntukkan bagi jalur pendidikan formal. Pendidik dan tenaga
kependidikan PAUDNI akan diakomodasi dengan NIPTK (nomor induk
pendidik dan tenaga kependidikan). Lilik Subaryanto, Ketua III DPP HPTIK
PNF, melaporkan bahwa
NUPTK PNF (PAUDNI) Bukan Tidak Diakomodir Tapi Sengaja Dihilangkan
Fauzi Kromosudiro

20 June 2013

Oleh Imam R Wahyu Kisah NUPTK, khususnya permasalahan


update/verifikasi data sebenarnya adalah masalah klasik. Pamong Belajar di
Kabupaten Semarang telah mengalami kendala ini tahun kemarin. Hanya
perbedaannya, tahun kemarin verifikasi NUPTK dilakukan manual dengan
mangisi blangko dan dikumpulkan ke Dinas Pendidikan. Sampai di sana pun
penanggungjawab NUPTK Dinas Pendidikan angkat tangan karena di luar
wewenangnya. Akhirnya karena kami ber-18 (Pamong
Merindukan NUPTK, NIPTK yang Datang!
Fauzi Kromosudiro

15 June 2013

Yogyakarta (15/06) Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK)


bak pacar yang sangat dirindukan bagi insan pendidikan nonformal karena
sudah tiga tahun tidak diketahui nasib dan rimbanya. Nah, ketika NUPTK
muncul secara online pendidik dan tenaga kependidikan antusias untuk
mengakses. Namun kecewa karena NUPTK hanya diperuntukkan bagi
pendidik dan tenaga kependidikan formal. Pasca konsultasi para pengurus
asosiasi/forum pendidik dan tenaga
Pamong Belajar Memang Pendiam
Fauzi Kromosudiro

14 June 2013

Oleh Edi Basuki (Humas PP IPABI) Untuk membagi rasa galaunya, Fauzi
mencoba mengajak pamong belajar (yang mau membaca) untuk
mencermati aneka ketidak adilan yang selalu mendera keberadaan pegiat
PNF, diantaranya, masih kata Fauzi dalam tulisannya, sejak nomenklatur
birokrasi kementerian yang mengurusi pendidikan menggunakan
pendekatatan satuan pendidikan dan jenjang pendidikan. Hal inilah yang
menyebabkan tenggalamnya satuan dan program pendidikan nonformal
diketiak
Pendidik dan Tenaga Kependidikan Nonformal Dilarang Punya NUPTK
Fauzi Kromosudiro

14 June 2013

Yogyakarta (14/06) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai tanggal 3


Juni 2013 melakukan verifikasi dan validasi Nomor Induk Pendidik dan
Tenaga Kependidikan (NUPTK). Namun sayang pendidik dan tenaga
kependidikan (PTK) jalur pendidikan nonformal tidak bisa melakukan
verifikasi dan validasi, walaupun NUPTK-nya (jika sudah punya) masih ada
dalam database. Karena itu pada hari Kamis, 13 Juni 2013, para pengurus
pusat asosiasi/forum PTK PAUDNI

Cara Daftar Untuk Mendapatkan NUPTK Baru


Posted on Juni 12, 2013 by nonformalyes

Cara Daftar Untuk Mendapatkan NUPTK Baru

http://2.bp.blogspot.com/w2oqmiiQqaY/UT3huYAGhFI/AAAAAAAAGSQ/RGiD5dev2fY/s1600/nuptk.jpg
NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan) adalah adalah nomor
identitas yang bersifat nasional untuk seluruh PTK (Pendidik dan Tenaga
Kependidikan). NUPTK diberikan kepada seluruh PTK baik PNS maupun NonPNS, dan baik dibawah binaan Kemdikbud maupun Kemenag. NUPTK sebagai
Nomor Identitas resmi untuk keperluan identifikasi dalam berbagai
pelaksanaan program dan kegiatan yang berkaitan dengna pendidikan dalam
rangka peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.
NUPTK berhak dimiliki oleh PTK yang meliputi: Guru, Kepala Sekolah, Wakil
Kepala Sekolah, Kepala TU, Staf TU, Laboran, Pustakawan, Penjaga/Pesuruh,
Pengawas Sekolah yang memenuhi persyaratan. NUPTK terdiri dari 16 digit
angka yang bersifat tetap. NUPTK seorang PTK tidak akan berubah meskipun
yang bersangkutan telah berpindah tempat mengajar atau terjadi perubahan
data periwayatan.
Persyaratan Mendapatkan NUPTK
1. Untuk PNS/CPNS yang dibuktikan dengan bukti SK Penetapan sebagai
Guru/Pendidik untuk segera dilakukan proses pendataanberdasarkan bukti
fisik pendukung.
2. Untuk Non PNS pendataan usulan baru dilakukan maksimal 2 (dua) kali
dalam setahun (pada bulan Juni dan Desember menjelang awal semester)
dengan syarat : Minimal telah memiliki masa kerja 2 tahun yang dibuktikan
dengan SK Penugasan dari lembaga yang berwenang.
Cara Daftar Untuk Mendapatkan NUPTK
Pihak sekolah atau PTK melakukan proses pengajuan data yang
bersangkutan secara online melalui kantor Dinas Pendidikan kabupaten/kota
masing-masing. Data pengajuan NUPTK dinyatakan valid setelah berkas PTK
(hard copy) diserahkan dan diterima Operator Pendataan NUPTK Dinas
Pendidikan kabupaten/kota.
Berkas-berkas yang harus dilengkapi untuk pendaftaran NUPTK Baru:
1. Instrumen NUPTK (Download)
2. SK. Awal / SK Akhir (GTT/GTY, SK Yayasan/SK Bupati)
3. SK. Pembagian Tugas dari sekolah
4. Surat Keterangan Aktif Melaksanakan Tugas
5. Ijazah terakhir

Setelah bekas telah terpenuhi, dibawa ke Dinas Pendidikan kabupaten/kota


untuk diserahkan kepada Operator Pendataan NUPTK. Setiap daerah
mungkin saja berbeda urutan atau berkas untuk pendaftran NUPTK baru. Di
atas adalah gambaran secara umum cara mendapatkan NUPTK, untuk lebih
jelas tenaga pendidik bisa bertanya atau mencari informasi di Dinas
Pendidikan setempat.
Manfaat mendapatkan nomor identifikasi resmi dan bersifat resmi dan
bersifat nasional bagi tenaga pendidik berarti ikut berpartisipasi dalam
sebuah proses/mekanisme pendataan secara nasional. Sehingga dapat
membantu pemerintah dalam merencanakan dan mengikuti berbagai
program
peningkatan
kesejahteraan
bagi
tenaga
pendidik.
SekolahDasar.Net 11 Maret 2013 | #Berita Guru #Regulasi

CARA MENGECEK DATA GURU / NUPTK / DAPODIK

CARA PENGECEKAN DATA GURU / NUPTK / DAPODIK - Kali ini saya ingin
berbagi informasi tentang cara mengecek Data Guru / NUPTK / Dapodik.
Pengecekan data guru ini wajib dilakukan karena apabila data-datanya kurang
lengkap, maka tunjangan guru / pegawai PNS yang sudah sertifikasi tidak akan bisa
cair.

Berikut ini langkah-langkah pengecekan Data Guru / NUPTK / Dapodik :


1. Buka atau klik alamat ini : http://223.27.144.195:8083/info.php
2. Lalu akan muncul Halaman Log in (Masuk) seperti gambar di bawah ini:

3. Masukkan NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan) sebagai


username serta tanggal lahir sebagai password dengan format YYYYMMDD.
Contoh: Jika tanggal lahir anda 07 Oktober 1986, maka passwordnya: 19861007
- Jika login gagal, akan ada keterangan mengenai alasan kegagalan di bawah form.
- Jika muncul informasi NUPTK tidak ditemukan, ada beberapa kemungkinan:
a) Kolom NUPTK belum diisi pada data Dapodik anda;
b) Kolom NUPTK anda diisi namun salah ketik.

c) Data Dapodik belum ter-import ke basis data.


- Jika ada masalah tertentu, sertakan NUPTK dan masalahnya melalui email ke
cekdataguru.dikdas@gmail.com.
4. Setelah memasukan NUPTK dan Tanggal Lahir maka akan muncul seperti ini:

4. Silahkan dilihat baik-baik apa saja yang kurang dan perhatikan bulatan Merah:

Keterangan : Bulatan merah itu yang harus di lengkapi secepatnya.


Penting untuk diperhatikan:

Mohon pastikan alamat e-mail pada Data Dikdas terisi dengan benar, karena
link/tautan untuk konfirmasi data akan dikirim melalui e-mail.

Bila ada Poin Nomor yang belum Valid (berwarna merah) berarti harus di
lengkapi.

Jika: Poin nomor xx, xx, tidak dipenuhi, ini berakibat PTK bersangkutan tidak
memenuhi syarat untuk menerima Tunjangan Profesi, dll.

Itulah sekilas informasi tentang cara pengecekan Data Guru / NUPTK /


Dapodik. Jika Anda masih menemui kesulitan, silahkan baca FAQ (Frequently Asked
Question). Semoga bermanfaat.

DATA NUPTK PAUD YANG DITERIMA, DALAM PENGAJUAN, DAN


DITOLAK
Dirilis pada Senin, 02 April 2012 23:40

Berikut terlampir DATA NUPTK PAUD YANG DITERIMA, DALAM PENGAJUAN,


DAN DITOLAK

Yogyakarta (15/06) Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) bak
pacar yang sangat dirindukan bagi insan pendidikan nonformal karena sudah tiga
tahun tidak diketahui nasib dan rimbanya. Nah, ketika NUPTK muncul secara online
pendidik dan tenaga kependidikan antusias untuk mengakses. Namun kecewa
karena NUPTK hanya diperuntukkan bagi pendidik dan tenaga kependidikan formal.
Pasca konsultasi para pengurus asosiasi/forum pendidik dan tenaga kependidikan
nonformal ke Badan PSDMP dan Direktur PPTK PAUDNI Kemdikbud, menyeruak
informasi adanya rencana NIPTK bagi PTK jalur pendidikan nonformal. Adalah
Bardiati, Kasi di Subdit Program Dit PPTK PAUDNI, yang memberikan informasi awal.
Sontak saya hubungi via telp, dan benar bahwa pendidik dan tenaga kependidikan
PAUDNI pendataan individu akan menggunakan Nomor Induk Pendidik dan Tenaga
Kependidikan disingkat NIPTK. NIPTK ini akan disosialisasikan mulai pertengahan Juli
mendatang.
Secara teknis kemudian saya diminta untuk menghubungi Subroto, pengembang
aplikasi NIPTK. Akhirnya diperoleh informasi lebih jelas bahwa NIPTK diperuntukan
bagi guru TK, guru PAUD (nonformal), pamong belajar, penilik, pengelola PKBM,
pengelola kursus, tenaga lapangan dikmas(TLD)/fasilitator desa intensif (FDI), dan
tutor keaksaraan. NIPTK terdiri dari angka 12 digit, berbeda dengan NUPTK yang 16
digit.
Sudah disiapkan instrumen/format data lembaga dan individu, dimana formatnya
menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pendidikan nonformal. Untuk
kepentingan entri data, di setiap kabupaten/kota akan disiapkan admin dan
operator yang berkedudukan di Dinas Pendidikan kab/kota.
Pendidik dan tenaga kependidikan nonformal yang sudah pernah memiliki NUPTK
tidak perlu melakukan entri data lagi, kami akan mengimpor data yang ada di
sistem NUPTK demikian dijelaskan Subroto.
Pada kesempatan terpisah salah satu penasehat DPP HPTIK PNF, Mulyanta,
menyarankan agar dilakukan replikasi data. Sebaiknya dilakukan replikasi data di
server Ditjen PAUDNI, sehingga tetap terpadu dengan server di Badan PSDMP.
Seperti yang dilakukan di perbankan. Jadi terpadu mekanisme pendataannya
tambah Mulyanta.
Namun demikian, apa pun yang terjadi di antara dua sistem ini apakah akan
terpadu atau tidak, kini pendidik dan tenaga kependidikan nonformal akan memiliki
nomor identitas sendiri yang berlaku secara nasional. Yaitu NIPTK.

Diposkan oleh pospaud mutiara sehat watuagung di 12.32


REPUBLIKA.CO.ID, PADALARANG - Pemerintah daerah diharapkan lebih
memperhatikan penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan juga guru
PAUD.
Pasalnya PAUD dinilai memiliki peran strategis dalam pelaksanaan pendidikan
anak usia dini. Pandangan ini ditegaskan Bunda PAUD Kab. Bandung Barat (KBB), Hj.
Elin Abubakar, dalam acara silaturahmi yang berlangsung di Ciburuy, Senin (10/9).
"Penyelenggaraan PAUD dan gurunya adalah mereka yang terpilih melaksanakan
tugas mulya dan termasuk orang yang mengamalkan ilmu untuk orang lain," kata
Hj. Elin dihadapan para guru PAUD se Kab. Bandung Barat.
Sehubungan dengan hal tersebut, Hj. Elin juga konsen untuk mendorong
pemerintah daerah untuk memperhatikan guru PAUD yang secara langsung akan
menumbuhkan motivasi. Seperti halnya harapan sebagian besar guru PAUD untuk
mendapatkan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).
"Bantuan dari pemerintah memang sudah ada dalam bentuk fasilitas dan insentif
untuk menunjang pendidikan baik dari pusat, provinis dan juga pemerintah daerah.
Disisi lainnya juga peran serta guru PAUD harus kita perhatikan," katanya.
Di tengah tugasnya mendidik anak, guru, imbuh Elin menekankan, juga harus
meningkatkan kualitasnya agar proses penyelengaraaan pendidikan berjalan sesuai
dengan yang diharapkan. "Kita minta Dinas Pendidikan untuk memperhatikan
pekembangan baik fasilitas maipun kualitas penyelenggaraan pendidikan PAUD,"
ujarnya.

B. Visi
Visi PAUD MUTIARA HATI adalah Menjadikan Dunia Anak Lebih
Bermakna. Setiap waktu yang dilalui anak adalah waktu emas yang
sangat bermakna. Namun demikian karena kurangnya pengetahuan
orangtua dan pengasuh (pembimbing), waktu yang seharusnya
digunakan

untuk

mengembangkan

potensi

terpendam

malah

menjadi petaka yang akan merusak perkembangan Anak. Waktu


yang seharusnya menjadikan anak tumbuh dan berkembang
menjadi diri mereka sendiri, malah digunakan untuk memuaskan
orangtua. Untuk itu PAUD MUTIARA HATI hadir untuk bekerja sama

dengan orangtua untuk mengembalikan waktu anak sehingga


waktu anak adalah waktu terbaik, waktu paling bermakna untuk
proses perkembangannya.
C. Misi
Misi PAUD MUTIARA HATI dalam mewujudkan Visi di atas adalah
dengan melaksanakan beberapa rencana :
Melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada anak
Melaksanakan pembelajaran melalui bermain
Memberikan kegiatan pembelajaran yang membebaskan proses
berkembangnya potensi anak
Melakukan pembimbingan dan pengasuhan yang terbaik agar anak
mendapat pembelajaran yang terabaik
Melaksanakan kerja sama dengan pihak lain seperti orangtua,
lembaga pengasuhan lain agar dunia anak dapat dimiliki anak
sepenuhnya
Melakukan kampanye kepada masyarakat agar anak usia dini
memperoleh pembelajaran dan pengasuhan yang terbaik
D. Tujuan
Tujuan PAUD MUTIARA HATI secara umum adalah
Membantu anak untuk terus belajar sepanjang hayat guna
menguasai keterampilan hidup. Pembelajaran bagi anak usia
dini adalah belajar melalui bermain bukan berorientasi pada sisi
akademis saja melainkan menitikberatkan kepada peletakan
dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik, bahasa,
intelektual, sosial-emosi serta seluruh kecerdasan (Kecerdasan
Jamak). Dengan demikian, PAUD yang diselenggarakan harus
dapat mengakomodasi semua aspek pekembangan anak dalam
suasana yang menyenangkan dan menimbulkan minat anak.

Mengoptimalkan

pertumbuhan

dan

perkembangan

berbagai

potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat
menyesuaikan

diri

dengan

lingkungannya.

Sedangkan

berdasarkan tinjauan aspek didaktis psikologis tujuan pendidikan


di Pendidikan Anak Usia Dini yang utama adalah; pertama,
menumbuhkembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan
agar mampu menolong diri sendiri (self help), yaitu mandiri dan
bertanggung

jawab

terhadap

diri

sendiri

seperti

mampu

merawat dan menjaga kondisi fisiknya, mampu mengendalikan


emosinya dan mampu membangun hubungan dengan orang
lain.

Kedua,

meletakkan

dasardasar

tentang

bagaimana

seharusnya belajar (learning how to learn). Hal ini sesuai dengan


perkembangan paradigma baru dunia pendidikan melalui empat
pilar pendidikan yang dicanangkan oleh UNESCO, yaitu learning
to know, learning to do, learning to be dan learning to live
together

yang

dalam

implementasinya

di

lembaga

PAUD

dilakukan melalui pendekatan bermain sambil belajar (learning


by playing) , belajar yang menyenangkan (joyful learning) serta
menumbuhkembangkan

keterampilan

hidup

(life

skills)

sederhana sedini mungkin.


Menyediakan layanan pendidikan yang murah dan bermutu bagi
anak usia 0 6 tahun
Apabila semua pihak terutama orang tua mengetahui dan sadar
akan pentingnya PAUD serta didukung oleh tenaga pendidik yang
dapat melaksanakan pendekatan pembelajaran sesuai dengan
prinsip dan tujuan belajar anak usia dini maka akan terciptalah anak
Indonesia yang cerdas, terampil dan bertanggung jawab yang
tentunya didukung oleh kesehatan yang baik serta akhlak mulia
karena pendidikan anak usia dini harus dilakukan secara holistik
atau menyeluruh baik ilmu, watak dan kepribadian, iman yang baik

serta kesehatan yang prima. Dengan jalan ini PAUD MUTIARA HATI
diharapkan mampu menyiapkan masa depan anak yang diharapkan
pada waktunya mampu membawa bangsa ini menuju kejayaan dan
mampu bersaing dengan dunia global.
F. Rencana Pengembangan di Masa Depan
PAUD MUTIARA HATI memiliki perencanaan pengembangan di masa
depan. Diantaranya adalah
1. Menyediakan sarana dan prasarana pendidikan bagi anak usia
dini yang lebih memadai
2. Meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan PAUD dengan
cara magang, ikut diklat, seminar dan lokakarya
3. Melakukan pendekatan kepada instansi dan atau Dinas yang
berkompeten

untuk

melancarkan

program

pedidikan

yang

diselenggarakan.
4. Melakukan kampanye kepada masyarakat akan pentingnya
pendidikan bagi anak usia dini.
5. Prinsip pendidikan anak usia dini
BERPUSAT PADA ANAK BELAJAR MELALUI BERMAIN

I. Sarana dan Prasarana


i. Sarana
Tempat : Gedung Pinjam Pakai
ii. Prasarana
a. APE LUAR

No

Nama

Jumlah

Keterangan

Prosotan

Titian Tangga Pelangi

b. APE DALAM
No

Nama

Jumlah

Menara lima bentuk

1 set

Pasak warna

1 set

Boneka hewan

1 set

Boneka keluarga

1 set

Balok susun angka

1 set

Balok pembangunan

100 pc

Meronce

1 set

Alat ukur tinggi badan

1 buah

Puzzle buah

6 buah

10

Puzzle alat transportasi

6 buah

Keterangan

11

kuda

1 buah

12

Logo

1 buah

Gitar plastic

1 buah

Raket plastic

1 set

Bus

1 buah

Bola polo

1 set

Mandi bolla

100
bola

Boneka topi

1 buah

Menara donat

1 set

Telepon Barbie

1 buah

Puzzle angka& huruf

1 set

Vinil ikan

Hand pum

1 buah

gelas

1L

Sendok

1L

Mangkok

1L

Piring

1L

c. MEBELER
No

Nama

Jumlah

meja

kursi

loker

papan tulis

Keterangan

d. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran menggunakan sentra. Adapun sentra tersebut
sebagai berikut:

agama
baca tulis
matematika
lingkungan
ketrampilan
seni
musik
drama
balok
pasir
air
di luar kelas
m.
Pembelajaran berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak
yaitu:
1 Anak belajar dengan baik apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi serta
merasakan aman dan tentram secara psikologis
2 Siklus belajar anak selalu berulang

3 Anak belajar melalui interaksi sosial dengan orang dewasa dan anakanak lainnya
II. Jadwal kegiatan belajar mengajar (KBM)
Hari Jadwal pertemuan / proses belajar : 2 jam per hari, 2 hari dalam 1
minggu
Senin : 08.00 10.15 WIB
sabtu : 08.00 10.15 WIB
1. 08.00 08.15 Anak berbaris di halaman dengan membaca IKRAR
2. 08.15 08.30 Anak dibimbing masuk ke dalam kelas untuk
menyebutkan apa saja
3. 08.30 09.30 1. Membaca doa sebelum belajar
2. Membaca doa pembuka hati secara klasikal
4. Anak belajar (Kegiatan Inti)
a. Bernyanyi b. Mewarnai c. Menempel d. Berkreasi sendiri
4. 09.30 10.00 Snack
5. 10.00 10.15 Istirahat Persiapan pulang dan membaca doa pulang

JADWAL KEGIATAN KELOMPOK USIA 2-3 TAHUN

PERTEMUAN KE

KEGIATAN MAIN

BERMAIN AIR

BAHAN ALAM

0 0 0 0 0 0 0 0 0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

BALOK

MEWARNAI

MELUKIS

OUTBOND

MERONCE

MENGGUNTING

MENEMPEL

MENABUR

MENCOCOK

MAIN PLAYDOH

MUSIK

JADWAL KEGIATAN KELOMPOK USIA 4-6 TAHUN

PERTEMUAN KE

KEGIATAN MAIN

0 0 0 0 0 0 0 0 0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

BERMAIN AIR

BAHAN ALAM

BALOK

MEWARNAI

MELUKIS

OUTBOND

MERONCE

MENGGUNTING

MENEMPEL

MENABUR

MENCOCOK

MAIN PLAYDOH

MUSIK

MAIN MATEMATIK

MAIN KEAKSARAAN

MAIN PERAN

SENI TRADISIONAL

III. Perencanaan Program Pembelajaran/ kegiatan belajar


mengajar(KBM)
Waktu
No

Menu Pembelajaran

Penyajia
n

Perencanaan Tahunan dan Semester

Semester I

Tahunan.

semester II

Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan


pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan
mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu
pembelajaran efektif dan hari libur.
KALENDER PENDIDIKAN DAN ANALISIS HARI BELAJAR
EFEKTIF
Semester
Tema untuk Semester I :
1. Aku ( Mengenal Identitas diri )
2. Pengenalan Panca Indra
3. Pengenalan Keluarga
4. Pengenalan Tempat tinggal (Rumah)
5. Pengenalan Sekolah
6. Pengenalan Makanan dan Minuman
7. Pengenalan Pakaian
8. Pengenalan Kesehatan, kebersihan dan keamanan.
9. Pengenalan Makhluk lain ( binatang, tanaman )
Tema untuk semester II :
1. Pengenalan ciptaan Allah dan Ciptaan Manusia,
2. Pengenalan kendaraan,
3. Pekerjaan
4. Rekreasi
5. Mengenal air dan udara
6. Mengenal api

7. Negaraku
8. Alat komunikasi
9. Mengenal gejala alam, matahari bulan, bintang dan bumi.

Perencanaan Kegiatan Bermain mingguan dan harian


Jadwal pertemuan / proses belajar : 2 jam per hari, 2 hari dalam 1 minggu
Senin : 08.00 10.15 WIB
sabtu : 08.00 10.15 WIB
SKBM ( Sistem Kegiatan Belajar Mengajar )
No. Jam ( WIB ) Kegiatan
1. 08.00 08.15 Anak berbaris di halaman dengan membaca IKRAR
2. 08.15 08.30 Anak dibimbing masuk ke dalam kelas
3. 08.30 09.30 1. Membaca doa sebelum belajar
2. Membaca doa pembuka hati
3. Anak belajar
a. Bernyanyi
b. Mewarnai
c. Menempel
d. Berkreasi sendiri
4. 09.30 10.00 Snack
5. 10.00 10.15 Gosok gigi bersama, Istirahat Persiapan
pulang dan membaca doa pulang

Perencanaan Persiapan Jenis Permainan


Sarana Belajar dan Bermain
Alat bermain edukatif
Buku mewarnai, buku cerita bergambar
Alat peraga, miniatur binatang
Maket, gambar dan poster
Bendera, tali, lilin / malam dan puzzles
taman, ayunan, prosotan, jungkitan, balok titian dll
Miniatur alat transportasi

Mobil mobilan, pesawat, balon, bola dll


Alat bermain imajinatif , balok besar / kecil, beraneka rumah-rumahan
Alat permainan tradisional, tanah liat dll
Mainan konstruksi bongkar pasang , potongan kayu, krayon, cat warna
dll
Alat kesenian, tipe recorder, kaset lagu, krincingan dan alat untuk senam
Berbagai macam mainan dari bahan plastik lainnya.

VII. PENGELOLA ADMINISTRASI


A. Administrasi Pengelolaan Kegiatan

No

Administrasi Pengelolaan Kegiatan

ada

tidak

1. Buku pendaftaran anak didik


2. Buku induk anak didik
3. Buku induk tutor
4. Buku daftar hadir anak didik
5. Buku daftar hadir tutor
6. Buku daftar hadir penyelenggara
7. Buku program harian
8. Buku program mingguan
9. Buku program semester
10. Buku program bermain
11. Buku perkembangan anak didik
12. Buku mutasi anak didik
13. Buku tamu
14. Buku ekspedisi
15. Buku agenda surat
16. Buku notula
17. Buku inventaria
B. Administrasi Pengelolaan Keuangan

No Administrasi Pengelolaan Keuangan

ada

1. Buku kas
2. Buku Pendokumentasian bukti pengeluaran dan pemasukan
3. Kartu iuran anak didik
4. Buku rencana anggaran tahunan
5. Buku pengadaan anggaran
C. Administrasi lainnya
I. EVALUASI DAN PELLAPORAN

1. Pelaksanaan Evaluasi

2. Pelaporan

a. harian

a. bulanan

b. mingguan

b. semester

c. bulanan

c. tahunan

d. semester
e. tahunan

tidak

Struktur Pengelolaan
PAUD RHAUDATUL ATHFAL
Instansi
Terkait
Masyarakat

Ketua Yayasan
FAENS

KEPALA
SEKOLAH

Sekretaris

Bag.
Keuangan
Tutor
Kls B

Tutor
Kls A

WARGA BELAJAR

STRUKTUR ORGANISASI

RHAUDATUL ATHFAL
KETUA YAYASAN
FAENS

SEKRETARIS

BENDAHARA

KEPALA SEKOLAH

TUTOR

TUTOR

TUTOR