Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM

FISIOLOGI DAN PENGUKURAN KERJA


(LINGKUNGAN KERJA FISIK)

Disusun Oleh:
Diah Puspita (13522085)
Mauvina Annisa (13522136)

Kelompok: A-9

Asisten Pembimbing:
Sakina Ulandari (E-95)

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA
2014

BAB XI
LINGKUNGAN KERJA FISIK

10.1 Tujuan Praktikum


1. Mengetahui dan memahami penggunaan alat lingkungan kerja fisik.
2. Melakukan simulasi pekerjaan dengan skenario lingkungan kerja fisik.
3. Menganalisis keadaan nyata lingkungan kerja fisik pada suatu pekerjaan.
4. Mengetahui dan memahami tentang pengaruh lingkungan kerja fisik terhadap
hasil suatu pekerjaan.

10.2 Tugas Praktikum


Melakukan simulasi perakitan PCB dengan alat-alat ukur lingkungan kerja fisik dan
penggunaan ruang iklim. Melakukan analisis atau review dari jurnal internasional
mengenai lingkungan kerja fisik.

10.3 Output
10.3.1 Tema Review Jurnal Internasional
Tema

: Administratif

Deskripsi

Pekerjaan di bagian keuangan, mengatur dokumen atau jenis pekerjaan back office.
Tujuan utama pekerjaan ini adalah mengerjakan tugas-tugas administrasi kantor,
seperti mengatur arus dokumen, melakukan surat menyurat dan menyiapkan bahan
presentasi.
Latar belakang :
Pekerjaan di bagian administratif memerlukan lingkungan kerja yang nyaman,
dikarenakan pekerjaan di bagian tersebut membutuhkan waktu untuk duduk yang

cukup lama. Sehingga kondisi ruangan harus di desain sebaik mungkin. Seperti, suhu
ruangan yang tidak panas maupun tidak terlalu dingin. Dikarenakan di bidang tersebut
memerlukan konsentrasi yang cukup tinggi sehingga desain ruangan yang jauh dari
kebisingan dan pencahayaan yang baik sehingga dari solusi yang diberikan dapat
meningkatkan produktivitas maupun kinerja karyawan.

10.3.2 Review Jurnal Internasional


Judul

: Impact of Workplace Quality on Employees Productivity: Case


Study of A Bank in Turkey

Nama author : Demet Leblebici


Volume jurnal : 1
Tahun terbit

: 2012

Penerbit

: Okan University, Turkey

Subjek

: Desain kerja, dan produktivitas kerja

Objek

: Karyawan dan Pejabat

Metode

: Kuesioner

Review

Dalam jurnal Impact of Workplace Quality on Employees Productivity: Case Study


of A Bank in Turkey membahas tentang kualitas lingkungan kerja cukup menentukan
tingkat motivasi karyawan dalam bekerja sehingga meningkat pula kinerja maupun
produktivitasnya. Jurnal ini menyajikan analisis lingkungan kerja dari sebuah bank
swasta luar negeri di Turki dan mengkaji hubungan antara kondisi fisik tempat kerja
dan produktivitas karyawan. Hasil penelitian diimplementasikan pada karyawan bank.
Saat ini peluang kerja untuk karyawan telah meningkat di seluruh dunia
perekonomian, tetapi pemimpin bank perlu menyesuaikan diri untuk mengatasi
dinamika kehidupan bisnis tersebut. Oleh karena itu, eksekutif pengembangan sumber

daya manusia perlu mempertimbangkan strategi baru untuk merekrut dan


mempertahankan bakat terbaik yang dimiliki karyawan mereka. Salah satu cara yang
mungkin dapat digunakan untuk menarik karyawan adalah menaikan gaji yang lebih
tinggi dan memberikan kompensasi. Namun, kualitas lingkungan kerja fisik mungkin
juga memiliki pengaruh yang kuat dalam menarik atau mempertahankan karyawan
yang berbakat agar tetap bekerja di bank tersebut. Persyaratan untuk meningkatkan
produktivitas dan mutu hasil yang baik adalah dengan meningkatkan isu isu
keselamatan karyawan, kesehatan dan kenyamanan karyawan seperti suhu ruangan,
ventilasi yang baik, tingkat kebisingan yang rendah, dan tingkat pencahayaan yang
baik. Menurut Pech dan Slade pada karyawan yang mengundurkan diri dari
perusahaan adalah adanya gangguan lingkungan kerja fisik dan kurangnya minat dari
karyawan tersebut. Lingkungan kerja mungkin adalah akar utama yang menyebabkan
karyawan mengundurkan diri dari bank. Pada penelitian lain menunjukan bahwa
meningkatkan kualitas lingkungan kerja mengurangi keluhan dan ketidakhadiran
karyawan sehingga dapat meningkatkan produktivitas. Hal ini sangat berlaku untuk
karyawan yang menghabiskan banyak waktu di depan komputer.
Asumsi yang diterima secara luas adalah bahwa lingkungan kerja fisik lebih
memotivasi karyawan untuk lebih meningkatkan produktivitasnya. Brill (1992)
memperkirakan

bahwa

perbaikan

dalam

desain

fisik

tempat

kerja

dapat

mengakibatkan 5 10% peningkatan produktivitas karyawan. Stallworth dan Kleiner


(1996) berpendapat bahwa jika perusahaan memperbaiki tata letak yang dirancang
sesuai dengan kebutuhan karyawan dapat memaksimalkan produktivitas dan kepuasan
karyawan. Mereka berpendapat bahwa tempat kerja inovatif dapat dikembangkan
untuk mendorong berbagai informasi dan jaringan dengan kemungkinan dapat terjalin
komunikasi yang baik diantar departemen atau staff bank dan lingkungan fisik kerja
modern dicirikan oleh teknologi, yaitu komputer dan mesin serta perabotan yang baik
dan layak untuk digunakan. Untuk mencapai tingkat produktivitas karyawan, bank
harus memastikan lingkungan kerja fisik yang kondusif untuk kebutuhan bank yang
memfasilitasi interaksi dan privasi, formalitas dan informalitas. Akibatnya,
lingkungan kerja fisik adalah alat yang dapat dimanfaatkan dengan baik untuk
meningkatkan hasil bisnis dan kesejahteraan karyawan. Fasilitas yang memadai
disediakan untuk karyawan sangat penting untuk menghasilkan komitmen karyawan

dan agar tetap bekerja di tempat tersebut. Dari perspektif keamanan, Gyekye (2006)
menunjukkan bahwa kondisi lingkungan mempengaruhi persepsi keselamatan
karyawan yang berdampak pada komitmen karyawan. Penelitian ilmiah yang luas
yang dilakukan oleh Roelofsen (2002) juga telah menghasilkan indikasi bahwa
meningkatkan lingkungan kerja yang menghasilkan pengurangan jumlah keluhan dan
ketidakhadiran dan peningkatan produktivitas. Lingkungan kerja di dalam ruangan
memiliki efek yang besar terhadap produktivitas pekerjaan yang dapat membuat stres.
Seperti yang disarankan oleh Govindarujulu (2004), bisnis mengambil pendekatan
yang lebih strategis untuk pengelolaan lingkungan hidup untuk meningkatkan
produktivitas karyawan melalui peningkatan tingkat kinerja dari karyawan bank.
Dalam semua pola kerja, ditemukan bahwa interaksi ini dianggap memiliki efek yang
paling positif pada produktivitas, dan gangguan lingkungan kerja fisik dianggap
paling memiliki nilai negatif.

Banyak perusahaan bank mencoba desain baru untuk membangun gedung perkantoran
agar dapat meningkatkan produktivitas dan menarik lebih karyawan untuk tetap
bekerja di tempat tersebut. Tata letak fisik ruang kerja bersama dengan proses
pengelolaan yang efisien adalah peran utama untuk meningkatkan produktivitas
karyawan dan meningkatan kinerja perusahaan bank tesebut. Pada bulan Maret 2006,
penelitian dilakukan dengan mengambil sampel. Penelitian tersebut berkaitan dengan
desain kerja, kepuasan bekerja dan produktivitas karyawan. 89% responden dinilai
desain tata letak ruang kerja menjadi hal yang palin penting. Hampir 90% karyawan
baru mengungkapkan bahwa desain tata letak ruang kerja yang efektif penting untuk
peningkatan produktivitas karyawan. Hasil akhir dari penelitian menunjukkan bahwa
hampir 22% peningkatan dapat dicapai dalam kinerja jika kantor mereka dirancang
dengan baik. Tetapi, masih banyak perusahaan bank yang tidak memikirkan bahwa
desain tempat kerja yang baik itu penting karena biaya perusahaan yang mereka punya
masih rendah itulah sebabnya desain tempat kerja mereka masilah buruk, dan 46%
karyawan berpikir bahwa daftar prioritas perusahaan mereka tidak memiliki desain
kerja yang baik. Ketika data diringkas, hampir satu dari setiap lima karyawan dinilai
lingkungan kerja fisik sangatlah penting untuk kenyamana karyawan. 90% mengakui
bahwa sikap mereka tentang pekerjaan sangat dipengaruhi oleh kualitas lingkungan
kerja merkea. 89% menyalahkan lingkungan kerja mereka yang membuat pekerjaan

mereka tidak puas. Demikian pula, The American Society of desainer Interior (ASID,
1999) melakukan penelitian dan mengungkapkan bahwa desain kerja fisik adalah
salah satu dari tiga faktor utama, yang mempengaruhi kinerja dan tingkat kepuasan
karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 31% orang puas dengan pekerjaan
mereka dan telah puas dengan lingkungan kerja mereka. 50% dari orang orang yang
mencari pekerjaan disebuah perusahaan di mana lingkungan fisiknya baik. Peringkat
faktor yang mempengaruhi produktivitas berdasarkan kepentingan karyawan, yaitu :
mebel

atau

perabotan,

kebisingan,

fleksibilitas,

kenyamanan,

komunikasi,

pencahayaan, suhu dan kualitas udara. Produktivitas kerja karyawan di dalam ruangan
atau lingkungan indoor dipengaruhi oleh orang orang yang tidak senang oleh suhu
ruangan yang panas atau terlalu dingin, udara yang pengap, cahaya dan kebisingan di
dalam kantor. Sama dengan kajian sebelumnya, jurnal ini berfokus untuk mengetahui
hubungan antara lingkungan kerja fisik dan kinerja dari karyawan. Analisis ini
dilakukan disebuah bank swasta luar negeri di Turki yang telah beroperasi selama 4
tahun dengan jumlah karyawan sebanyak 300 orang. Dalam penelitian tersebut data
primer dan sekunder yang digunakan. Data sekunder merupakan faktor yang sering
digunakan dalam literatur. Faktor faktor yang diterima untuk mempengaruhi kinerja
dijelaskan dalam bagian sebelumnya. Data primer adalah kesimpulan yang diambil
dari hasil penelitian yang dilakukan kepada 50 karyawan bank dari 300 karyawan
yang bekerja di departemen yang sama. Penelitian tersebut digunakan untuk panggilan
pusat bank yang sebagian besar dipengaruhi dari kondisi tempat kerja karyawan
lainnya karena merupakan syarat dari pekerjaan mereka. Data yang dikumpulkan
dalam penelitian tersebut diolah dengan beberapa dasar teknik statistik untuk
menganalisis pendapat karyawan untuk desain tempat kerja yang nyaman dan dampak
pada produktivitas karyawan. Menurut seluruh hasil penelitian tersebut terbukti bahwa
lingkungan kerja sangat mempengaruhi kinerja karyawan tetapi perilaku di
lingkungan tempat kerja memiliiki efek lebih besar pada kinerja karyawan.

10.3.3 Analisis
Dari jurnal yang telah di review dan hasil penelitian jurnal didapatkan bahwa tingkat
kenyamanan memiliki dampak signifikan terhadap kinerja karyawan daripada tata

letak kantor, juga perilaku karyawan di dalam lingkungan kantor mempunyai efek
yang besar terhadap produktivitas. Para karyawan mengaku sangat nyaman dengan
adanya ventilasi, penghangat ruangan, pencahayaan yang natural maupun buatan,
dekorasi ruangan, kebersihan lingkungan dan tidak ada nya kebisingan. Selain
meningkatkan perbaikan pada lingkungan kerja fisik, mengurangi keluhan dan
ketidakhadiran juga merupakan faktor pada peningkatan produktivitas karyawan.

Daftar Pustaka
http://sosyalbilimler.okan.edu.tr/media/06/50ed303d150ba0f350000006/4Demet_Leblebici.pdf diakses pada 8 Januari 2015, 17.23 WIB

LAMPIRAN
JURNAL ASLI YANG TELAH DI REVIEW