Anda di halaman 1dari 10

Perspektif Keperawatan Anak

Health during childhood


Kesehatan merupakan fenomena kompleks definisi WHO
Health as a state of complete physical, mental, and social well-being and
not merely the absence of disease or infirmity
Indonesia sehat 2010
Program pembangunan kesehatan :
1. Program lingkungan sehat, perilaku sehat, pemberdayaan masyarakat
2. Program upaya kesehatan
3. Program perbaikan gizi masyarakat
4. Program sumber daya kesehatan
5. Program obat, makanan, dan bahan berbahaya
6. Program kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan
Indikator :
Derajad kesehatan (hasil akhir)
- indikator mortalitas
- indikator morbiditas
- indikator status gizi
Hasil antara
- indikator keadaan lingkungan
- indikator perilaku hidup masyarakat
- Indikator akses dan mutu yankes
Proses masukan
- indikator yankes
- indikator sumber daya kesehatan

- indikator manajemen kesehatan


- indikator kontribusi sektor-sektor terkait
1.
2.
3.

4.

Indikator mortalitas
Angka kematian bayi per
1000 kelahiran hidup
Angka kematian balita per
1000 kelahiran hidup
Angka kematian ibu
melahirkan per 100.000
kelahiran hidup
Angka harapan hidup
waktu lahir

Target 2010
40
58
150

67,9

Indikator morbiditas
Target 2010
1. Angka kesakitan malaria
5
per 1000 penduduk
2. Angka kesakitan polio pada
0,9
anak < 15 thn per 100.000
anak
3. Angka kesakitan DBD per
2
100.000 penduduk
Penyebab kematian anak
No Daerah
1

Jawa dan bali

Luar jawa dan


bali

Penyebab kematian
Gangguan perinatal
Penyakit sistem
pernafasan
Diare
Sistem syaraf
Infeksi
Parasit
Tetanus
Difteri
Pertusis
Campak

PEDIATRIC NURSING

Filosofi/perspektif keperawatan anak merupakan keyakinan atau


pandangan yang dimiliki perawat dalam memberikan pelayanan
keperawatan pada anak yang berfokus pada pada keluarga (family
centered care), pencegahan terhadap trauma (atraumatic care) dan
manajemen kasus.
Tujuan Utama Keperawatan anak :
Mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan serta tingkat
kesehatan yang dapat dicapai oleh setiap anak dalam sistem keluarga.

PENGERTIAN ANAK
Manusia yang mulai lahir sampai dengan usia 18 tahun yang mempunyai
ketergantungan pada manusia dewasa disekitarnya dan belum pernah
kawin.
Anak bukanlah harta atau kekayaan orangtua sebagai nilai ekonomis yang
bisa diperjualbelikan dan anak merupakan masa depan bangsa/dunia, jika
tidak dirawat dengan baik Suramlah Masa Depan Suatu Bangsa.
Tahap Tumbuh Kembang Anak

Periode Prenatal : Embrionik ( 2 8 minggu)


Janin ( 8 minggu 40 minggu / lahir)

Periode Bayi : Neonatus ( lahir 28 hari)


Bayi ( 1 12 bulan)

Periode kanak-kanak awal : Toddler/ batita ( 1 3 tahun)


Prasekolah ( 3 6 tahun)

Periode paruh kanak: Anak sekolah ( 6 12 tahun)


Periode kanak-kanak akhir: Prepubertas ( 10 13 tahun), Remaja ( 13
18 tahun)

Prinsip keperawatan anak


1. Anak sebagai individu yang unik. Tidak memandang anak dari ukuran
fisik melainkan individu unik mempunyai pola pertumbuhan dan
perkembangan menuju proses kematangan
2. Anak sebagai individu unik mempunyai kebutuhan sesuai dengan
tahap perkembangan
Praktik Keperawatan anak mencakup kontak dengan anak dan keluarga
untuk mencegah, mengkaji, melakukan intervensi, meningkatkan
kesejahteraan hidup dengan menggunakan proses keperawatan sesuai
dengan aspek moral/etik dan aspek legal/ hukum.
3. Berorientasi pada pencegahan penyakit dan peningkatan derajad
kesehatan bukan pengobatan anak yang sakit saja
4. Keperawatan anak adalah disiplin ilmu kesehatan yang berfokus pada
kesejahteraan anak sehingga perawat bertanggung jawab secara
komprehensif dalam memberikan askep anak
5. Dalam pemberian askep anak memperhatikan aspek moral (etik) dan
askep hukum (legal)
6. Tujuan keperawatan anak dan remaja untuk meningkatkan maturasi /
kematangan yang sehat bagi anak dan remaja sebagai makhluk
biopsikososial dan spiritual
7. Pada masa yang akan datang kecenderungan keperawatan anak
berfokus pada ilmu tumbuh kembang anak
Peran Perawat Anak
1. Pembina hubungan terapeutik : tetap membedakan perasaan dan
kebutuhan sendiri
2. Pembela keluarga/ Caring : kepedulian dan empati pada orang lain
Membantu anak-anak dan keluarga dalam membuat pilihan setelah
mendapat informasi dan melakukan tindakan terbaik bagi anak
(Rushton, 1993).
Memastikan setiap anak mendapat perawatan yang optimum dan
menyesuaikan perawatan sehingga tercapai kesejahteraan fisik dan
emosional yang optimal bagi anak.
Kebutuhan anak terpenuhi

3. Pencegahan penyakit dan Promosi Kesehatan


- Pendidikan dan bimbingan antisipasi dalam mengenal bahaya atau
komplik disetiap tahap tumbang
- Merumuskan masalah yang terkait dengan : imunisasi, nutrisi,
keamana, perawatan gigi, perkembangan sosialisasi dan disiplin.
- Meningkatkan
kesehatan jiwa mempertimbangkan trauma
psikologis pada setiap produser atau tindakan yang dilakukan.
4. Pendidikan Kesehatan
- Merupakan area dimana perawat perlu persiapan dan praktek
dengan modal peran yang kompeten dalam menyampaikan
informasi, sesuai tingkat pemahaman dan keinginan anak dan
kelurga akan informasi.
- Membantu orang tua untuk memahami diagnosa atau treatmen
medis
- Memacu anak untuk bertanya tentang tubuhnya
5. Memberi Dukungan atau Penguatan dan Konseling dengan cara
Mendengar, Menyentuh, Kehadiran fisik sehingga memfasilitasi
komunikasi non verbal.
Konseling: saling bertukar ide dan pendapat Penyelesaian masalah
bersama
-

Tingkat fungsi yang lebih tinggi


Keluarga mencapai jati diri yang lebih besar
Hubungan lebih akrab

6. Peran Pemulih
Pemulihan kesehatan melalui kegiatan perawatan dalam pemenuhan
kebutuhan fisik dan emosional anak termasuk makan atau minum,
memandikan, membantu BAB atau BAK, berpakaian, keamanan dan
sosialisasi.
Disamping sebagai mitra dalam menjalankan intruksinya dimulai dari
pengkajian sampai evaluasi.
7. Koordinasi atau kolaborasi
Mengkolaborasikan dan mengkoordinaskan
dengan aktivitas profesi lain.

pelayanan

keperawatan

8. Pembuat Keputusan Etik


Menentukan tindakan paling bermanfaat dan sedikit mudaratnya
9. Peneliti
Menerapkan penemuan riset terhadap prakteknya.

10. Perencanaan perawatan atau pelayanan kesehatan


Peran perawat untuk lebih:
-

Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran akan kebutuhan


masyarakat
Memformulasi
Undang-undang
pemerintah
tentang
biaya
kesehatan
Mendukung politisi untuk menentukan diterima atau ditolaknya
legislasi yang signifikan
Terlibat aktif dalam kelompok yang berdedikasi pada kesejahteraan
anak

Komunitas keperawatan profesional


Organisasi orang tua guru
Kelompok pendukung orang tua
Organisasi agama dan relawan

Meningkatkan kualitas pelayanan yang ada

Family Center Care


KEPERAWATAN ANAK BERFOKUS PADA KELUARGA
MEMBERDAYAKAN (ENABLE) : Setiap anggota keluarga berhak untuk
menampilkan kemampuan dan mengembangkan kemampuannya
dalam keluarga untuk memenuhi kebutuhan anak dan keluarga.
MEMPERKOKOH (EMPOWERMENT) : Interaksi perawat keluarga untuk
mempertahankan atau mendapatkan kontrol positif pada keluarga
dalam pengambilan keputusan untuk anak dan keluarga.
Peran perawat mendukung dan memperkokoh kemampuan keluarga
untuk memelihara dan meningkatkan perkembangan anggotanya
Orang tua diperlakukan sebagai mitra sejajar dengan perawat dan
mempunyai peran dalam memutuskan apa yang penting bagi dirinya
dan keluarga

Kemitraan mengimplikasikan bahwa mitra memiliki kemampuan yang


menjadi lebih mampu dengan cara berbagai ilmu, ketrampilan dan
sumber.
Perawat bisa membantu keluarga, mengidentifikasi kekuatan keluarga
dan membinanya
Pemberian askep terapeutik untuk meminimalkan distress psikologis
dan fisik, yang dialami anak yang sakit dan keluarganya dalam sistem
pelayanan kesehatan (Whaley-Wong, 1999)
Distress fisik : kurang tidur, immobilisasi, gangguan rangsang sensori
(nyeri).
Distress psikologis : ansietas, takut, marah, kecewa, malu sedih.
Prinsip atraumatic care
1. Mencegah atau meminimalkan perpisahan anak dari keluarga
2. Meningkatkan kontrol diri
3. Mencegah atau meminimalkan cedera tubuh&nyeri
Contoh :
- Bantu hubungan ortu-anak selama hospitalisasi
- Menyiapkan anak pada prosedur yang baru atau tidak menyenangkan
- Memberikan privasi
- Memberikan mainan untuk ekspresikan rasa takut
- Berikan pilihan pada anak
- Menghargai perbedaan kultur
Contoh lainnya :
- Alat canggih (hightech device)
- Anastesi lokal pada prosedur invasif
- Pemeriksaan fisik
- Distraksi

- Pelibatan aktif
- Dari yang tidak sakit ke yang sakit
Case management
Merupakan sistem pemberian asuhan yang seimbang antara biaya dan
kualitas
Manfaat :

Meningkatkan kepuasan anak dan keluarga


Mengurangi fragmentasi pemberian asuhan
Kondisi perawatan untuk mengontrol biaya
Manajer kasus bertanggung jawab dan bertanggung gugat pada
sekelompok klien tertentu dan menggunakan sistem patologi kritis
yang disusun berdasarkan standart (kauffman dan Blanchom, 1996)
Model ini mencakup ketepatan waktu (lama) perawatan sebagai
komponen dari proses
Ketepatan waktu : rencana multi disiplin yang melibatkan semua
komponen pelayanan untuk 1 episode atau beberapa episode penyakit
dan juga hasil yang diharapkan dari pelayanan yang diberikan
Waktu ini bisa terbatas pada rawat inap saja atau bisa termasuk
seluruh rentang pelayanan

Primary Nursing

Primary nursing secara umum mendukung pelaksanaan askep pada


anak dan menjadikan asuhan yang konsisten terhadap anak serta
berfokus pada unit keluarga sebagai bagian komponen integral pada
perencanaan dan pelaksanaan

Model terkini dalam keperawatan anak : meningkatnya pertanggung


jawaban dan pertanggung gugatan terhadap klien

Salah satu bentuk nyata : bergesernya metode pemberian yan


perawatan dari metode perawatan fungsional menjadi perawatan
primer/PP (utama) :
Bertanggung jawab dan bertanggung gugat selama 24 jam terhadap
sekelompok klien

Merawat langsung dan sedikit sekali pendelegasian kepada staf lain


Pendekatan yang meminimalkan kesulitan ini : dengan menunjuk 1 PP
dan sejumlah asosiet yang dibutuhkan untuk memastikan bahwa
kelompok perawat yang sama merawat anak. Kelompok ini disebut
primary care (inti primer)
Health care planning

Peran utama perawat adalah memberikan pelayanan keperawatan


anak, sebagai perawat anak pemberian keperawatan dapat dilakukan
dengan memenuhi kebutuhan dasar anak :asah ,asih,asuh

Kebutuhan asah: Pemenuhan kebutuhan asah/(stimulasi mental)


akan memperbaiki perkembangan anak sejak dini sehingga
perkembangan psikososial, kecerdasan, kemandirian dan kreatifitas
pada anak sesuai dengan harapan atau usia pertumbuhan dan
perkembangan

Kebutuhan asih: Pemberian kasih sayang anak atau memperbaiki


psikologi anak dalam kehidupan untuk meningkatkan ikatan kasih
sayang yang erat (bonding) dan terciptanya trust (rasa percaya yang
kuat)

Kebutuhan asuh: Kebutuhan fisik yang harus dipenuhi dalam proses


pertumbuhan dan perkembangan, kebutuhan ini dapat meliputi
gizi/nutrisi, pemberian tindakan keperawatan dalam meningkatkan dan
mencegah penyakit, perawatan dan pengobatan bila sakit, tempat dan
perlindungan yang layak, higiene perseorangan dan sanitasi
lingkungan, pakaian, jasmani serta rekreasi

Future Trends
Pergeseran penekanan pelayanan kesehatan : pengobatan penyakit
promosi kesehatan pengembangan peran
Biaya kep. Di RS meningkat. Perlu pengembangan model pelayanan
keperawatan di rumah dan di PHC
Perkembangan IPTEK akan mempengaruhi peran perawat anak

Perubahan Demografi : semakin meningkatnya jumlah penduduk


(anak) pelaksanaan askep anak semakin meningkat khususnya
kualitas asuhan yang diberikan
Perawat anak harus selalu berupaya mengembangkan diri melalui
pendidikan berlanjut