Anda di halaman 1dari 6

PENDIDIKAN SEKS

By: Rena Rasyidah S.Kep Ners


Pengertian
Berbagai pendapat mengemukakan berkaitan denganpengertian pendidikan
seks (Sex Education. Adapun pendapat bahwa pendidikan seks sama dengan
penerangan tentang anatomi fisiologi alat kelamin manusia, sehingga ilmunya adalah
yang membahas mengenai perbedaan kelamin lakilaki dan perempuan. Pendidikan
seks adah penerangan tentang bahaya-bahaya penyakit kelamin.Pendidikan seks sama
dengan sex play dan hanya perlu diberikan kepada orang dewasa. Salim Sahli dalam
Miqdad, 2001, memberikan batasan tentang pendidikan seks ini sebagai berikut:
Sex education atau pendidikan seks artinya penerangan yang bertujuan untuk
membimbing serta mengasuh tiap-tiap laki-laki maupun perempuan sejak dari
anak-anak sampai sesudah dewasa, perihal pergaulan antar jenis kelamin
umumnya dan kehidupan seksual khususnya agar mereka dapat melakukan
sebagaimana mestinya, sehingga kehidupan berkelamin itu mendatangkan
kebahagiaan dan kesejahteraan bagi umat manusia
Ulawan dan Hathout (1992) dalam bukunya Pendidikan Seks mengemukakan
bahwa yang dimaksud pendidikan seks adah masalah mengajarkan, memberi
pengertian dan menjelaskan masalah-masalah yang menyangkut seks naluri dan
perkawinan kepada anak-anak sejak akalnya mulai tumbuh dan siap memahami halhal diatas. Sahli (1981) memberikan upaya bimbingan/asuhan terhadap pria atau
wanita dari anak hingga dewasa tentang pergaulan antar kelamin pada umumnya dan
kehidupan seksual pada khususnya.
Tujuan umum Pendidikan Seks
Sesuai kesepakatan International Conference of Sex Education and Family
Planning tahun 1962, maka tujuan pendidikan seks itu adalah:
Untuk menghasilkan manusia dewasa yang dapat menjalankan kehidupan yang
bahagia karena dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat dan lingkungannya, serta
bertanggung jawab terhadap dirinyasendiri dan terhadap orang lain.

Tujuan ini dapat diuraikan dalam beberapa unsur:


1. Menghasilkan manusia dewasa yang bertanggung jawab terhada diri sendiri
dan orang lain
2. Manusia dewasa yang menyesuaikan diri terhadap lingkungan dan masyarakat
Tujuan khusus:
1. Mengenal seluk beluk/ perihal seks buruk dan seks yang sehat/baik
2. Menghindari dari kejadian yang tidak dikehendaki akibat tidak mengetahui
3. Menghindari dari kecelakaan remaja
Mis Adventure Sex ( peristiwa jelek) yang disebabkan oleh ketidaktahuan
tentang sex
Harlina Martono yang mengutip pendapat Kir Kendall dalam Miqdad (2001)
meyebutkan bahwa tujuan pendidikan sex adalah:
1. Membemtuk pengertian tentang perbedaan seks antara pria dan wanita dalam
keluarga, pekerjaan dan seluruh kehidupan yang selalu berubah dan berbeda
dalam tiap masyarakat dan kebudayaan.
2. Membentuk pengertian tentang peranan seks didalam kehidupan manusia dan
keluarga, hubungan antara sex dan cinta, peranan sex perkawinan.
3. Megembangkan pengertian diri sendiri sehubungan dengan fungsi dan
kebutuhan seks. Disini pendidikan seks menjadi pendidikan mengenai
seksualitas manusia, jadi seks dalam arti sempit (incontext)
Manfaat Pendidikan Seks
Pada dasarnya manfaat seks linear pada tujuannya yang telah dicapai karena sejauh
tujuan dapat dicapai sejauh itu juga manfaat yang didapt. Manfaat dari pendidikan
seks adalah dengan pengetahuan tentang seks orang dapat:
1. Mengarahkan anak/orang untuk mengenal seks secara alamiah. Penyampaian
pendidikan seks disesuaikan dengan umur, usia, pengetahuan. Karena semakin
bertambah umur semakin bertambah pengetahuan.
2. Memberi pengetahuan yang benar tentang seks kepada anak-anak karena
mereka akan tahu dengan sendirinya dan pengetahuan itu belum benar dengan
resikonya
3. Memberi arah kepada anak remaja dengan karakteristik selalu ingin tahu
termasuk ingin tahu tentang sex dan ingin mencoba

4. Mengetahui seks normal dan menyimpang.


Sasaran Pendidikan Seks
Sasaran pendidikan seks ini tentunya manusia dalam golongan umur tertentu baik pria
maupun wanita. Penyimpangan seksual, bentuk seksual, duration, paraphilia atau
peversi yaitu pola prilaku seksual yang tidak normal yang bersumber dari kepuasan
seksual. Cara lain dalam mencari kepuasan seksual di luar cara melakukan hubungan
seksual yang normal. Penyimpangan seksual juga berarti perbuatan persetubuhan
yang tidak sopan dan tidak senonoh dalam tujuan maupun cara pemuasannya.
Jika dikaji ada (4) empat latar belakang penyebabnya yaitu:
1. Ada kelainan secara biologis
2. Sosio-religius
3. Sosio-kultural
4. Pengalaman masa kecil dalam tugas perkembangan yang kurang sempurna.
Macam-macam Penyimpangan Sex:
1. Onani, yaitu pemuasan nafsu seksual dengan aktivitas sendiri melaui tangan
dan anggota tubuh yang lain, 93% pria pernah mengalami dan 60% pada
wanita.
2. Transvestitisme, yaitu kecenderungan seseorang berpakaian menurut pakaian
jenis kelamin lain. Misalnya pria senang berpakaian seperti wanita atau
sebaliknya
3. Keinginan/

ketertarikan

berhubungan

seksual

sesama

jenis

misalya

homoseksual pada pria dan lesbian pada wanita.


4. Frotteurisme, yaitu keinginan seseorang untuk
5.

menggosok-gosokkan tangan atau tubuhnya terutama organ genitalnya kpada


lawan jenisnya baik secara tesembunyai atau terang-terangan

6. Micriscopia, yaitu keinginan seseorang untuk melihat kelamin orang lain jika
nafsunya memuncak/ hasratnya meluap-luap
7. Ekshibitiosme, yaitu keinginan untuk memperlihatkan alat kelaminnya
kepada orang lain
8. Voyeurisme/Skeptophilia,

kecendrungan

mengintip

atau

menguping

pembicaraan/perbuatan seksual orang lain yang diikuti dengan melakukan


onani
9. Pedophilia, yaitu pemuasan nafsu seksual dengan anak-anak

10. Geromtophilia, yaitu orang yang mendapat kepuasan seksual jika


berhubungan dengan orang lain
11. Bestiality/Zoodomis, yaitu pemuasan seksual dengan berhubungan seks
dengan binatang
12. Sado masachisme, yaitu gabungan antara sadisme dengan macahisme, orang
yang akan mendapat kenikmatan seksual melalui cara menyiksa lawan
jenisnya
13. Necrophilia, yaitu orang yang memuaskan nafsunya dengan mayat, biasanya
dibunuh dulu baru digauli
14. Nascisme yaitu orang yang mencintai dirinya sendiri
15. Inces, yaitu terjadinya hubungan dengan keluarga
16. Fetichisme yaitu orang yang menganggap benda sebagai tubuh manusia yang
memiliki

kekuatan

yangmemuaskan.

untuk

melakukan

hubungan

seks

dengan

hasil

PENDIDIKAN SEKS
Pengertian
Sex education atau pendidikan seks artinya penerangan yang
bertujuan untuk membimbing serta mengasuh tiap-tiap laki-laki maupun perempuan
sejak dari anak-anak sampai sesudah dewasa, perihal pergaulan antar jenis kelamin
umumnya dan kehidupan seksual khususnya agar mereka dapat melakukan
sebagaimana mestinya, sehingga kehidupan berkelamin itu mendatangkan
kebahagiaan dan kesejahteraan bagi umat manusia
Tujuan umum Pendidikan Seks
Sesuai kesepakatan International Conference of Sex Education and Family
Planning tahun 1962, maka tujuan pendidikan seks itu adalah:
Untuk menghasilkan manusia dewasa yang dapat menjalankan kehidupan yang
bahagia karena dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat dan lingkungannya, serta
bertanggung jawab terhadap dirinyasendiri dan terhadap orang lain.
Tujuan khusus:
4. Mengenal seluk beluk/ perihal seks buruk dan seks yang sehat/baik
5. Menghindari dari kejadian yang tidak dikehendaki akibat tidak mengetahui
6. Menghindari dari kecelakaan remaja
Mis Adventure Sex ( peristiwa jelek) yang disebabkan oleh ketidaktahuan
tentang sex

Manfaat Pendidikan Seks


5. Mengarahkan anak/orang untuk mengenal seks secara alamiah.
6. Memberi pengetahuan yang benar tentang seks kepada anak-anak
7. Memberi arah kepada anak remaja
8. Mengetahui seks normal dan menyimpang.

Sasaran Pendidikan Seks

Sasaran pendidikan seks ini tentunya manusia dalam golongan umur tertentu baik pria
maupun wanita.
. Penyimpangan seksual jika dikaji ada (4) empat latar belakang penyebabnya yaitu:
5. Ada kelainan secara biologis
6. Sosio-religius
7. Sosio-kultural
8. Pengalaman masa kecil dalam tugas perkembangan yang kurang sempurna.
Macam-macam Penyimpangan Sex:
17. Onani,
18. Transvestitisme
19. homoseksual/ lesbian
20. Frotteurisme
21. Micriscopia
22. Ekshibitiosme
23. Voyeurisme/Skeptophilia
24. Pedophilia
25. Geromtophilia,
26. Bestiality/Zoodomis,
27. Sado masachisme,
28. Necrophilia,
29. Nascisme
30. Inces
31. Fetichisme