Anda di halaman 1dari 35

DIREKTORAT BINA PROGRAM

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA


KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

Kebijakan Keterpaduan Perencanaan


Program Cipta Karya

Oleh:
Ir. Edward Abdurrahman, M.Sc
Kasubdit Kebijakan dan Strategi, Direktorat Bina Program

Yogyakarta, 21 Oktober 2014

Kerangka Penyajian
1. Isu Strategis
2. Arahan Kebijakan Pembangunan Ke Depan
3. Konsep Keterpaduan Pembangunan Bidang
Cipta Karya
4. Rencana Terpadu dan Program Investasi
Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM)
Bidang CK

Lampiran

1. Isu Strategis

Percentage (%)

100
80
60
40
20
0

Perkotaan
Perdesaan

1960

1980

2000

2010

2025

2050

14
86

22
78

42
58

54
46

68
32

85
15

Pulau Jawa dihuni oleh


lebih dari 140 juta
jiwa, sehingga kawasan
perkotaan di Jawa
memiliki tingkat
kepadatan yang sangat
tinggi.

Populasi Indonesia berjumlah


247 juta jiwa, dimana lebih dari
separuh penduduknya tinggal di
kawasan perkota-an. Urbanisasi
diperkirakan terus berlanjut
hingga 85% pada tahun 2050.

1. Isu Strategis

"Dampak negatif
perubahan iklim terhadap
ketersediaan dan kualitas
sumber daya air harus
dikelola dengan baik
melalui upaya mitigasi
dan adaptasi.
-- Djoko Kirmanto, Air Untuk
Rakyat: Orasi Ilmiah UGM
(2014)

Perubahan iklim global yang disebabkan emisi gas rumah


kaca telah mengubah pola intensitas hujan dan permukaan
laut sehingga meningkatkan kerawanan kekeringan dan banjir.

70% emisi gas rumah kaca berasal dari kawasan


perkotaan, salah satunya berasal TPA Open Dumping yang
menghasilkan gas metana (CH4). Bangunan gedung juga
potensial emisi baik pada tahap konstruksi dan operasi.

1. Isu Strategis
Acuan
Dasar
(1993)

2009

2010

Proporsi penduduk
terhadap air minum
layak

37,73%

47,71%

Proporsi penduduk
terhadap sanitasi
layak

24,81%

51,18%

Indikator

Goal 7:
Memastikan Kelestarian
Lingkungan Hidup

Target
MDGs
2015

53,26%

55,04%

70%

68,87%

55,53%

55,60%

62,40%

62,41%

KUMUH EKSISTING

Target 7c :
Meningkatkan akses lebih dari
setengah jumlah rumah tangga
tanpa akses berkelanjutan
terhadap air minum dan sanitasi
layak pada tahun 2015
Target 7d:
Meningkatkan kehidupan penduduk
miskin di permukiman kumuh
pada tahun 2020

2011

Saat
ini
(2014)

Target RPJPN
Kota Tanpa Kumuh
2013

2020

Capaian 2013
Target MDGs per Provinsi Tahun 2015

Bengkulu

Sulawesi Barat

Papua

Kalimantan Tengah

Nusa Tenggara Timur

Lampung

Gorontalo

Nusa Tenggara Barat

Sulawesi Tengah

Sumatera Selatan

Maluku

Maluku Utara

Jambi

Kalimantan Selatan

Aceh

Kalimantan Barat

Jawa Barat

Banten

Kep. Bangka Belitung

Sumatera Barat

Sulawesi Selatan

Papua Barat

Sulawesi Utara

Indonesia

Sumatera Utara

Jawa Tengah

Sulawesi Tenggara

Kep. Riau

Jawa Timur

Riau

DI Yogyakarta

Kalimantan Timur

Bali

DKI Jakarta

1. Isu Strategis
6

PROPORSI RUMAH TANGGA YANG MEMILIKI AKSES TERHADAP SUMBER AIR MINUM LAYAK (2013)

100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0

Capaian MDGs Air


Minum: 67,7%

DKI Jakarta
Bali
Kalimantan Timur
DI Yogyakarta
Riau
Jawa Timur
Kep. Riau
Sulawesi Tenggara
Jawa Tengah
Sumatera Utara
Indonesia
Sulawesi Utara
Papua Barat
Sulawesi Selatan
Sumatera Barat
Kep. Bangka Belitung
Banten
Jawa Barat
Kalimantan Barat
Aceh
Kalimantan Selatan
Jambi
Maluku Utara
Maluku
Sumatera Selatan
Sulawesi Tengah
Nusa Tenggara Barat
Gorontalo
Lampung
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Tengah
Papua
Sulawesi Barat
Bengkulu

1. Isu Strategis
100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0

Capaian 2013
Target MDGs per Provinsi Tahun 2015

PROPORSI RUMAH TANGGA YANG MEMILIKI AKSES TERHADAP SANITASI LAYAK (2013)

Capaian MDGs
Sanitasi : 59,71%

2. Arahan Kebijakan Pembangunan


Ke Depan
8

Arahan RPJPN untuk RPJMN 3 bidang Cipta Karya


Tema besar RPJMN 3 adalah daya saing (competitiveness), ketersediaan
layanan infrastruktur, khususnya infrastruktur dasar (jalan, air, sanitasi dan
listrik) sudah terpenuhi terlebih dahulu;
Beberapa arahan dalam bidang Cipta Karya adalah:
Terpenuhinya penyediaan air minum & sanitasi untuk memenuhi
kebutuhan dasar masyarakat akses air minum dan sanitasi yang
layak : 100%
Pemenuhan kebutuhan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan
sarana pendukung, didukung oleh sistem pembiayaan perumahan
jangka panjang dan berkelanjutan, efisien, dan akuntabel kota tanpa
permukiman kumuh : 0%
Pengembangan infrastruktur perdesaan, terutama untuk mendukung
pembangunan pertanian.

2. Arahan Kebijakan Pembangunan Ke


Depan
Amanat Pembangunan Nasional
- RPJP Nasional
- RPJM Nasional
- Millenium
Development Goals

- RTRW Nasional/KSN
- RTRW
Provinsi/Kab/Kota

Kebijakan Ditjen Cipta Karya


100 | 0 | 100
Eksisting 2013

Cakupan Air Minum : 67,73%


Luas Kawasan Kumuh: 34.800 Ha
Cakupan Pelayanan Sanitasi: 59,71%

Renstra DJCK 2015-2019


2015
Indikator Outcome 2015Target
2019
(%)
Capaian pelayanan
akses air minum

2017

2018

2019

Target Target Target Target


(%)
(%)
(%)
(%)

76,00% 82,00% 88,00% 94,00%

100%

8,00% 6,00% 4,00% 2,00%

0%

Capaian pelayanan
akses sanitasi

69,90% 77,40% 85,00% 92,50%

100%

Penataan Bangunan
dan Lingkungan

60,80% 70,60% 80,40% 90,20%

100%

Proporsi rumah tangga


yang menempati hunian
dan permukiman tidak
layak

Renstra DJCK 2015 - 2019

2016

Kebutuhan Pendanaan

Air Minum

Rp 274,8 T
(APBN: Rp 90,7 T)

Kawasan Kumuh

Rp 174,1 T
(APBN: Rp 22,2T)

Sanitasi

Rp 385,3 T
(APBN: Rp 94 T)

14

2. Arahan Kebijakan Pembangunan


Ke Depan

10

Rancangan Renstra Bidang Cipta Karya 2015 - 2019


2015

Indikator Outcome 20152019

2014

2016

2017

2018

2019

Total
Kebutuhan
Kebutuhan
Kebutuhan
Kebutuhan
Kebutuhan Target Pendanaan Porsi APBN
Target
Target
Target
Target
(T)
Pendanaan
Pendanaan
Pendanaan
Pendanaan
Pendanaan Capaian
(T)
Capaian (%)
Capaian (%)
Capaian (%)
Capaian (%)
(T)
(T)
(T)
(T)
(T)
(%)

Capaian pelayanan akses air


70,00%
minum

49,464

76,0%

52,212

82,0%

54,960

88,0%

57,708

94,0%

60,456

100,0%

274,8

89,1

Proporsi rumah tangga yang


menempati hunian dan
10,00%
permukiman tidak layak

31,338

8,0%

33,079

6,0%

34,820

4,0%

36,561

2,0%

38,302

0%

174,1

22,2

Capaian pelayanan akses


sanitasi

62,40%

51,354

69,9%

54,207

77,4%

57,060

85,0%

59,913

92,5%

62,766

100,0%

285,3

94

Penataan Bangunan dan


Lingkungan

51,00%

17,928

60,8%

18,924

70,6%

19,920

80,4%

20,916

90,2%

21,912

100,0%

99,6

12,4

833,8

217,7

150,084

158,422

166,760

175,098

Catatan :
*) Investasi Infrastruktur Kawasan Kumuh (tidak termasuk hunian) Rp.5,3 M/ha dengan hektar kumuh 33.000 ha
**) Renstra Kementerian PU 2010-2014 : Rusunawa 250 T, dengan harga satuan Rp. 15 M/TB

183,436

Skenario 1 Rancangan Renstra Bidang Cipta Karya 2015 2019 (APBN 26,2%)
2015
Indikator Outcome 2015-2019

2016

2017

2018

2019

Kebutuhan
Kebutuhan
Kebutuhan
Kebutuhan
Kebutuhan
Pendanaan (T) Pendanaan (T) Pendanaan (T) Pendanaan (T) Pendanaan (T)

Porsi APBN (T)


- 26.2%

Capaian pelayanan akses air minum

16,038

16,929

17,820

18,711

19,602

89,1

Proporsi rumah tangga yang


menempati hunian dan permukiman
tidak layak

3,996

4,218

4,440

4,662

4,884

22,2

Capaian pelayanan akses sanitasi

16,920

17,860

18,800

19,740

20,680

94

Penataan Bangunan dan Lingkungan

2,232

2,356

2,480

2,604

2,728

12,4

Total APBN

39,186

41,363

43,540

45,717

47,894

217,7

Skenario 2 Rancangan Renstra Bidang Cipta Karya 2015 2019 (APBN 10%)
2015

2016

2017

2018

Kebutuhan
Pendanaan
(T)

Kebutuhan
Pendanaan
(T)

Kebutuhan
Pendanaan
(T)

Kebutuhan
Pendanaan
(T)

Capaian pelayanan akses air minum

4,946

5,221

5,496

5,771

6,046

27,5

Proporsi rumah tangga yang


menempati hunian dan permukiman
tidak layak

3,134

3,308

3,482

3,656

3,830

17,4

Capaian pelayanan akses sanitasi

5,135

5,421

5,706

5,991

6,277

28,5

Penataan Bangunan dan Lingkungan

1,793

1,892

1,992

2,092

2,191

10,0

Total APBN

15,008

15,842

16,676

17,510

18,344

83,4

Indikator Outcome 2015-2019

2019
Kebutuhan Porsi APBN
(T) - 10%
Pendanaan
(T)

3. Konsep Keterpaduan Bidang


Cipta Karya
Kluster A (156 Kab/Kota):
Kab/Kota Strategis Nasional
(PKN/PKSN/KSN/MP3EI-KPI)
yang memiliki Perda RTRW dan
Perda BG, Ibukota Propinsi yg
telah memiliki Perda RTRW;
serta Kab/kota Prioritas Pusat
Kluster B (113 Kab/Kota):
Kab/Kota Strategis Nasional
(PKN/PKSN/KSN/MP3EI-KPI)
yang hanya memiliki Perda
RTRW

Prioritas
Kab./Kota
Strategis
Nasional

Prioritas
Kab./Kota
Responsif
Pemenuhan
SPM
Pemberdayaan
Masyarakat

13

Kluster C (Kab/Kota Lainnya):


Memiliki pedoman rencana dan
program yang berkualitas
untuk pemenuhan SPM Bidang
Cipta Karya di Daerah;
Karakteristik daerah: rawan
bencana alam, cakupan air
minum/sanitasi
rendah, permukiman
kumuh, daerah kritis (miskin);
Memiliki komitmen tinggi dan
program yang responsif

Program
Kreatif

Kluster E :
Program inovasi baru di bidang Cipta Karya;
Diusulkan oleh daerah/stakeholder secara kompetitif dan selektif;
Ditujukan termasuk untuk memfasilitasi daerah berprestasi;

Kluster D :
Kegiatan pemberdayaan
masyarakat di bidang Cipta
Karya;
Bertujuan untuk penanggulangan
kemiskinan di perkotaan dan
perdesaan.

Lanjutan 3. Konsep Keterpaduan Bidang Cipta Karya


14

ENTITAS

BENTUK DUKUNGAN/KEGIATAN

SOFTWARE

Regional

Masterplan
Feasibility Study

Kab/ Kota

Sektor AM
RISPAM
Sektor PPLP
SSK

Kawasan

RTBL
Desain Kawasan

Lingkungan

Rencana Kerja Masyarakat/


Community Action Plan

Sektor Bangkim
RPPKP/SPPIP
Sektor PBL
Perda BG

PEMBANGUNAN FISIK
Sektor AM
Sektor PPLP
SPAM Regional
TPA Regional
IPAL Regional
Sektor AM
Sektor PPLP
Penyehatan PDAM
Infrastruktur Air Limbah terpusat
SPAM Kab/Kota
Infrastruktur Drainase Perkotaan
Infrastruktur TPA Sampah
Sektor AM
Sektor Bangkim
SPAM MBR (di Rusunawa, Kws
Rusunawa
Kumuh dan Kws Nelayan)
Peningkatan Kualitas Permukiman
SPAM di Kws KAPET/MP3EI/KEK
Kumuh
SPAM IKK
PSD Kws Rawan Bencana, Kws
SPAM di Pel. Perikanan
Perbatasan, Pulau Kecil Terluar, & Kws
SPAM di Kws Perbatasan
Perdesaan Potensial (agro/minapolitan &
Sektor PPLP
KTM)
Infrastruktur Air Limbah Komunal
Infrastruktur TPST/3R
Sektor AM
Sektor Bangkim
SPAM Desa Rawan Air/Pesisir/
PPIP
Terpencil
Peningkatan Kualitas Lingkungan
PAMSIMAS
Permukiman (Perbaikan Kampung/KIP)
Sektor PPLP
Sektor PBL
Sanimas
PNPM Mandiri Perkotaan (P2KP)
Revitalisasi Kawasan, Penataan
permukiman tradisional/ bersejarah

3.

Status Dokumen Perencanaan dan Kriteria Kabupaten/Kota


Strategis Nasional Wilayah Sumatera
15
Kebijakan Nasional

NO

KAB/KOTA

PKN

PKSN

KSN

Kebijakan Daerah
KEK

KPI-MP3EI
(Perpres
(PP No. 26 (PP No.26 (PP No.26 (PP No.2
No.32 Th
Th 2008) Th 2008) Th 2008) Th 2011)
2011)

Kota Hijau/Kota
Pusaka/Perdesaan Lestari

PERDA
PERDA
RTRW

BANGUNA
N GEDUNG

KOTA
HIJAU

KOTA PERDESAA
PUSAKA N LESTARI

NAD
1
2
3
4
5
6
7

BANDA ACEH
ACEH BARAT
ACEH BESAR **
SABANG *
LANGSA **
SIMEULUE **
BIREUEN **

8
ACEH TENGGARA
9
ACEH TIMUR **
10
ACEH TAMIANG **
11
BENER MERIAH **
12
LHOKSEUMAWE **
13
ACEH UTARA **
14
ACEH SINGKIL **
15
ACEH BARAT DAYA **
16
NAGAN RAYA **
17
GAYO LUES **
18
PIDIE JAYA **
Sumatera Utara
1
2

MEDAN
BATU BARA **

3
4
5
6
7

SIMALUNGUN
BINJAI
LANGKAT **
SERDANG BEDAGAI **
KOTA TANJUNG BALAI **

KLASTER A
V
V
V
V
V
V
V
KLASTER B
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
KLASTER A
V
V
KLASTER B
V
V
V
V
V
V

V
V
V
V
V
V
V

V
V
V
V
V
V
V

V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V

V
V
V
V
V
V
V

V
V

Kebijakan Nasional
NO

KAB/KOTA

PKN

PKSN

KSN

(PP No. 26 (PP No.26 (PP No.26


Th 2008) Th 2008) Th 2008)

Kebijakan Daerah
KEK

KPI-MP3EI
(Perpres
(PP No.2
No.32 Th
Th 2011)
2011)

Kota Hijau/Kota
16
Pusaka/Perdesaan Lestari

PERDA
PERDA
RTRW

BANGUNA
N GEDUNG

KOTA
HIJAU

KOTA
PERDESAA
PUSAKA N LESTARI

Sumatera Barat
1
2
3

KOTA PADANG
AGAM
PASAMAN BARAT *

KLASTER A
V
V

V
V

V
V
V

V
V

KLASTER B
4
Riau

SOLOK SELATAN

1
Jambi

PEKANBARU

KLASTER A

1
2

V
KLASTER A
V
V
KLASTER B

BATANG HARI
KERINCI

KOTA JAMBI **
TANJUNG JABUNG
4
BARAT **
5
SAROLANGUN **
6
TEBO **
Sumatera Selatan

V
V

V
V

V
V

V
V

V
V

KLASTER A
1
2
3
4
5
6

PALEMBANG
OGAN KOMERING ILIR
LUBUKLINGGAU
EMPAT LAWANG
MUARA ENIM
BANYU ASIN **

V
V

V
V

V
V
V

V
V
V
V

KLASTER B
V

Keterangan :
* : Kabupaten/Kota yang naik kelas dari Klaster B pada TA 2014 menjadi Klaster A pada TA 2015
** : Kabupaten/Kota yang sebelumnya Klaster C pada TA 2014 menjadi Klaster A/Klaster B pada TA 2015

V
V

17
Kebijakan Nasional
NO

KAB/KOTA

PKN

PKSN

KSN

Kebijakan Daerah
KEK

KPI-MP3EI
(Perpres
(PP No. 26 (PP No.26 (PP No.26 (PP No.2
No.32 Th
Th 2008) Th 2008) Th 2008) Th 2011)
2011)

Kota Hijau/Kota
Pusaka/Perdesaan Lestari

PERDA
PERDA
RTRW

BANGUNA
N GEDUNG

KOTA
HIJAU

KOTA PERDESAA
PUSAKA N LESTARI

Bengkulu
KLASTER A
V

1
REJANG LEBONG
2
BENGKULU
Lampung
1
2
3
4
5
6
7

BANDAR LAMPUNG
TANGGAMUS
LAMPUNG TIMUR
METRO **
PIRINGSEWU **
LAMPUNG TENGAH **
LAMPUNG SELATAN **

KLASTER A
V
V
V
V
V
V
V
KLASTER B
V

8
PESAWARAN **
Bangka Belitung

V
V
V

V
V

V
V

V
V
V
V
V
V
V

V
V
V
V
V
V

KLASTER A
1
KOTA PANGKAL PINANG
2
KABUPATEN BANGKA BARAT **
Kepulauan Riau
1

BINTAN

2
3
4
5

NATUNA
KARIMUN
LINGGA **
KEPULAUAN ANAMBAS **

KLASTER A
V
KLASTER B
V
V
V

V
V

Keterangan :
* : Kabupaten/Kota yang naik kelas dari Klaster B pada TA 2014 menjadi Klaster A pada TA 2015
** : Kabupaten/Kota yang sebelumnya Klaster C pada TA 2014 menjadi Klaster A/Klaster B pada TA 2015

V
V

V
V

V
V
V
V

V
V

4. Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur


Jangka Menengah (RPI2JM) Bidang CK

18

4a. RPI2-JM Sebagai Delivery System Pembangunan


Bidang Cipta Karya

19

Permasalahan, Isu strategis, kondisi eksisting

KAB/KOTA

Kebutuhan infrastruktur Cipta Karya


Readiness
Criteria

Usulan Program

RPI2-JM CIPTA KARYA


KAB/KOTA

PROVINSI
SKPD terkait, Satker
Randal, Satker AM,
PLP, Bangkim, PBL

FASILITASI OLEH PROVINSI

TARGET RENSTRA CIPTA KARYA 2015 2019


PUSAT

100 0 - 100

APBN
APBD/DDUB
PHLN
SWASTA DAN
MASYARAKAT

Buku Pedoman Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur


Jangka Menengah (RPI2JM) Bidang CK
20

Sambutan Direktur Jenderal Cipta Karya


Kata Pengantar Direktur Bina Program
Daftar Isi
Daftar Gambar
Daftar Tabel
BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
1.2
Pengertian dan Kedudukan RPI2-JM Bidang Cipta Karya
1.3
Keterkaitan RPI2-JM Bidang Cipta Karya dengan RPI2JM
Bidang PU
1.4
Maksud dan Tujuan
1.5
Prinsip Penyusunan RPI2-JM Bidang Cipta Karya
1.6
Muatan Dokumen RPI2-JM Bidang Cipta Karya
1.7
Mekanisme Penyusunan dan Penilaian RPI2-JM Bidang Cipta
Karya
1.7.1 Hubungan Kerja Penyusunan RPI2-JM Bidang Cipta Karya
1.7.2 Langkah Penyusunan RPI2-JM Bidang Cipta Karya
1.7.3 Penilaian Kelayakan RPI2-JM Bidang Cipta Karya
BAB II KONSEP PERENCANAAN BIDANG CIPTA KARYA
2.1
Konsep Perencanaan dan Pelaksanaan Program Ditjen Cipta
Karya
2.2
Amanat Pembangunan Nasional Terkait Bidang Cipta Karya
2.2.1 RPJP Nasional 2005-2025
2.2.2 RPJM Nasional 2010-2014
2.2.3 MP3EI
2.2.4 MP3KI
2.2.5 KEK
2.2.6 Direktif Presiden Program Pembangunan Berkeadilan

2.3
2.3.1
2.3.2
2.3.3
2.3.4
2.3.5
2.4
2.4.1
2.4.2
2.4.3
2.4.4

Peraturan Perundangan Terkait Bidang PU/CK


UU No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Permukiman
UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung
UU No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air
UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Persampahan
UU No.20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun
Amanat Internasional Bidang Cipta Karya
Agenda Habitat
Konferensi Rio+20
Millenium Development Goals
Agenda Pembangunan Pasca 2015

BAB III RENCANA TATA RUANG WILAYAH SEBAGAI ARAHAN SPASIAL


RPI2- JM
3.1 RTRW Nasional
3.2 RTRW Kawasan Strategis Nasional
3.3 RTRW Pulau
3.4 RTRW Provinsi
3.5 RTRW Kab/Kota
BAB IV ARAHAN STRATEGIS NASIONAL
4.1 Kawasan Strategis Nasional (KSN)
4.2 Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN)
4.3 Pusat Kegiatan Nasional (PKN)
4.4 Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi
Indonesia (MP3EI)
4.5 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
BAB V PRIORITAS KABUPATEN/KOTA BIDANG CIPTA KARYA
5.1 Kab/Kota Prioritas Strategis Nasional Klaster A
5.2 Kab/Kota Prioritas Strategis Nasional Klaster B
5.2 Kab/Kota Klaster C dalam rangka Pemenuhan SPM
5.3 Pemberdayaan Masyarakat (Klaster D)
5.3 Kab/Kota Klaster E bagi daerah dengan Program dan Inovasi yang
Kreatif

Buku Pedoman Rencana Terpadu dan Program Investasi


21
Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Bidang CK
BAB VI PROFIL KABUPATEN/KOTA
6.1 Geografi dan Administratif Wilayah
6.2 Demografi
6.3 Topografi
6.4 Geohidrologi
6.5 Geologi
6.6 Klimatologi
6.7 Sosial dan Ekonomi
BAB VII KETERPADUAN STRATEGI PENGEMBANGAN
KABUPATEN/KOTA
7.1 Arahan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota
7.2 Arahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD)
7.3 Arahan Perda Bangunan Gedung
7.4 Arahan Rencana Induk Sistem PAM Kabupaten/Kota (RISPAM)
7.5 Arahan Strategi Sanitasi Kota (SSK)
7.6 Arahan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL)
7.7 Arahan Rencana Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Permukiman (RP2KP) Kabupaten/Kota
7.8 Arahan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan di Kawasan
Strategis Kabupaten/Kota (RTBL KSK)
7.9I ntegrasi Strategi Pembangunan Kab/Kota dan Sektor
BAB VIII ASPEK TEKNIS PER SEKTOR
8.1 Pengembangan Permukiman
8.1.1 Arahan Kebijakan dan Lingkup Kegiatan
8.1.2 Isu Strategis, Kondisi Eksisting, Permasalahan, dan Tantangan
8.1.3 Analisis Kebutuhan Pengembangan Permukiman
8.1.4 Program-Program Sektor Pengembangan Permukiman
8.1.5 Usulan Program dan Kegiatan

8.2
8.2.1
8.2.2
8.2.3
8.2.4
8.2.5

Penataan Bangunan dan Lingkungan


Arahan Kebijakan dan Lingkup Kegiatan
Isu Strategis, Kondisi Eksisting, Permasalahan, dan Tantangan
Analisis Kebutuhan Penataan Bangunan dan Lingkungan
Program dan Kriteria KesiapanPengembangan PBL
Usulan Program dan Kegiatan

8.3
8.3.1
8.3.2
8.3.3
8.3.4
8.3.5

Sistem Penyediaan Air Minum


Arahan Kebijakan dan Lingkup Kegiatan
Isu Strategis, Kondisi Eksisting, Permasalahan,dan Tantangan
Analisis Kebutuhan Sistem Penyediaan Air Minum
Program dan Kriteria Kesiapan, serta Skema Kebijakan Pendanaan
Pengembangan SPAM
Usulan Program dan Kegiatan Pengembangan SPAM

8.4
8.4.1
8.4.1.1
8.4.1.2
8.4.1.3
8.4.1.4
8.4.2
8.4.2.1
8.4.2.2
8.4.2.3
8.4.2.4

Penyehatan Lingkungan Permukiman


Air Limbah
Arahan Kebijakan dan Lingkup Kegiatan
Isu strategis, Kondisi Eksisting, Permasalahan dan Tantangan
Analisis Kebutuhan Pengelolaan Air Limbah
Program dan Kriteria Kesiapan Pengembangan Air Limbah
Persampahan
Arahan Kebijakan dan Lingkup Kegiatan
Isu strategis, Kondisi Eksisting, Permasalahan dan Tantangan
Analisis Kebutuhan Persampahan
Program dan Kriteria Kesiapan Pengelolaan Persampahan

Buku Pedoman Rencana Terpadu dan Program Investasi


22
Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Bidang CK
8.4.3
8.4.3.1
8.4.3.2
8.4.3.3
8.4.3.4
8.4.4
8.4.4.1
8.4.4.2

Drainase
Arahan Kebijakan dan Lingkup Kegiatan
Isu strategis, Kondisi Eksisting, Permasalahan dan Tantangan
Analisis Kebutuhan Drainase
Program dan Kriteria Kesiapan PengembanganDrainase
Usulan Program dan Kegiatan serta Pembiayaan Proyek
Usulan Program dan Kegiatan Pengembangan Sanitasi
Usulan Pembiayaan Pengembangan Sanitasi

BAB IX KETERPADUAN PROGRAM BERDASARKAN ENTITAS


9.1 Usulan Program di Entitas Regional
9.2 Usulan Program di Entitas Kabupaten/Kota
9.3 Usulan Program di Entitas Kawasan
9.4 Usulan Program di Entitas Lingkungan/Komunitas
BAB X ASPEK LINGKUNGAN DAN SOSIAL DALAM PEMBANGUNAN
BIDANG CIPTA KARYA DI KABUPATEN/KOTA
10.1 Aspek Lingkungan
10.1.1 Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)
10.1.2 AMDAL, UKL-UPL dan SPPLH
10.2 Aspek Sosial
10.2.1 Aspek Sosial pada Perencanaan Pembangunan Bidang Cipta
Karya
10.2.2 Aspek Sosial pada Pelaksanaan Pembangunan Bidang Cipta Karya
10.2.3 Aspek Sosial pada Pasca Pelaksanaan Pembangunan Bidang
Cipta Karya

BAB XI ASPEK PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN BIDANG CIPTA KARYA


DI KABUPATEN/KOTA
11.1 Arahan Kebijakan Pembiayaan Bidang Cipta Karya
11.2 Profil Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/Kota
11.3 Profil Investasi Pembangunan Bidang Cipta Karya
11.3.1 Perkembangan Investasi Pembangunan Cipta Karya Bersumber
dari APBN dalam 5 Tahun
11.3.2 Perkembangan Investasi Pembangunan Cipta Karya Bersumber
dari APBD dalam 5 Tahun
11.3.3 Perkembangan Investasi Perusahaan Daerah Bidang Cipta Karya
dalam 5 tahun
11.3.4 Perkembangan Investasi Pembangunan Cipta Karya Bersumber
dari Swasta
11.4 Proyeksi dan Rencana Investasi Pembangunan Bidang Cipta Karya
11.4.1 Proyeksi APBD 5 tahun ke depan
11.4.2 Rencana Pembiayaan Perusahaan Daerah
11.4.3 Rencana Kerjasama Pemerintah dan Swasta Bidang Cipta Karya 5
Tahun ke Depan
11.5 Analisis Keterpaduan Strategi Peningkatan Investasi Pembangunan
Bidang Cipta Karya
11.5.1 Analisis Kemampuan Keuangan Daerah
11.5.2 Strategi Peningkatan Investasi Bidang Cipta Karya

Buku Pedoman Rencana Terpadu dan Program Investasi


23
Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Bidang CK
BAB XII
12.1
12.2
12.2.1
12.2.2
12.2.3
12.3
12.3.1
12.3.2
12.3.3
12.3.4
12.4
12.4.1
12.4.2
12.4.3

ASPEK KELEMBAGAAN KABUPATEN/KOTA


Arahan Kebijakan Kelembagaan Bidang Cipta Karya
Kondisi Kelembagaan Saat Ini
Kondisi Keorganisasian Bidang Cipta Karya
Kondisi Ketatalaksanaan Bidang Cipta Karya
Kondisi Sumber Daya Manusia (SDM) Bidang Cipta Karya
Analisis Kelembagaan
Analisis Keorganisasian Bidang Cipta Karya
Analisis Ketatalaksanaan Bidang Cipta Karya
Analisis Sumber Daya Manusia (SDM) Bidang Cipta Karya
Analisis SWOT Kelembagaan
Rencana Pengembangan Kelembagaan
Rencana Pengembangan Keorganisasian
Rencana Pengembangan Ketatalaksanaan
Rencana Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)

BAB XIII MATRIKS RENCANA PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR


JANGKA MENENGAH BIDANG CIPTA KARYA (RPI2-JM BIDANG
CK)
13.1
Matriks Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka
Menengah (RPI2-JM) Bidang CK Kabupaten/Kota
13.2
Matriks Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka
Menengah (RPI2-JM) Bidang CK Kabupaten/Kota di setiap Entitas
Daftar Peristilahan Dan Singkatan

Pengertian RPI2JM
Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah:

Dokumen perencanaan dan pemrograman pembangunan, dan


penganggaran infrastruktur Bidang Cipta Karya yang disusun oleh
Pemerintah Kabupaten/Kota dengan jangka waktu 5 (lima) tahun, (multi
sumber pendanaan, dan multi stakeholders).
Pelaksana : Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah
Kabupaten/Kota, masyarakat, dan dunia usaha.
Acuan: rencana tata ruang dan kebijakan skala nasional, provinsi, dan
kabupaten kota.

Maksud dan Tujuan

Maksud
Untuk mewujudkan kemandirian kabupaten/kota dalam
penyelenggaraan infrastruktur permukiman yang
berkelanjutan, baik di perkotaan maupun perdesaan.

Tujuan
Untuk mewujudkan keterpaduan pembangunan
permukiman yang layak huni dan berkelanjutan.

Keterkaitan RPI2-JM dengan Dokumen Perencanaan


RTRW/
Perda

Perda BG
RPJMD

KSK
Integrated
Development
Plan

SSK

RISPAM

RTBL

RP2KP

RPI2JM

Prinsip Penyusunan RPI2-JM

Jangka waktu penyusunan untuk 5 (lima) tahun ke depan.

Meliputi semua sektor ke-Cipta Karya-an.

Memadukan berbagai sumber pendanaan


(pemerintah, swasta, dan masyarakat).

Melibatkan masyarakat dan swasta sebagai pelaku pembangunan


mulai dari proses penyusunan sampai pelaksanaan
pembangunan.

Memperhatikan kebutuhan dan kemampuan daerah (bottom-up).

Muatan Dokumen

Bab I Pendahuluan
Latar Belakang, Maksud, Tujuan, Prinsip Penyusunan, Mekanisme
Penyusunan.

Bab II Arahan Perencanaan Pembangunan Bidang Cipta Karya


Arahan konsep perencanaan: Amanat Pembangunan Nasional, Amanat
Peraturan Perundangan, Amanat Internasional.

Bab III Arahan Strategis Nasional Bidang Cipta Karya untuk Kabupaten/Kota
(Mengacu kepada Arahan RTRW Nasional, Pulau, Propnsi, RTR
KSN, MP3EI, MP3KI, dan KEK)

Bab IV Profil Kabupaten/Kota....


Geografi, Administrasi
Wilayah, Demografi, Topografi, Geohidrologi, Geologi, Klimatologi, Sosial
dan Ekonomi.

Muatan Dokumen

Bab V Keterpaduan Strategi Pengembangan Kabupaten/Kota


Arahan RTRW, RPJMD, Perda BG, RTBL, RISPAM, SSK, RP2KP Kab/Kota, RTBL
KSK, Integrasi Strategi Pembangunan Kab/Kota

Bab VI Aspek Teknis Per Sektor


Rencana proram investasi infrastruktur semua sektor di Bidang Cipta Karya.
Meliputi: isu strategis, kondisi eksisting, permasalahan dan tantangan, analisis
kebutuhan, serta usulan program .

Bab VII Keterpaduan Program Berdasarkan Entitas


Keterpaduan berdasarkan entitas regional, kabupaten/kota, kawasan, dan
lingkungan.

Bab VIII Aspek Lingkungan dan Sosial


Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), AMDAL, UKL UPL, dan
SPPLH, serta Kajian Perlindungan Sosial.

Muatan Dokumen
Bab

IX Aspek Pembiayaan

Profil APBD, profil investasi, proyeksi investasi dan strategi


peningkatan investasi
Bab

X Aspek Kelembagaan Kabupaten/Kota

Kondisi eksisting, Analisis permasalahan dan Rencana


Pengembangan Kelembagaan untuk organisasi, tata-laksana dan
SDM
Bab

XI Matriks Rencana Program Investasi Jangka


Menengah Bidang Cipta Karya (RPI2-JM Kabupaten/Kota)

Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur


31
Jangka Menengah (RPI2JM) Bidang CK
KRITERIA

No

INDIKATOR PENILAIAN

Nilai Max

KRITERIA

KELENGKAPAN DOKUMEN (9,5)


A LEGALISASI

B OUTLINE DOKUMEN

ARAHAN
PERENCANAAN
C
PEMBANGUNAN
BIDANG CIPTA KARYA

ARAHAN STRATEGIS
NASIONAL BIDANG
D
CIPTA KARYA UNTUK
KABUPATEN/KOTA

No

INDIKATOR PENILAIAN

Nilai Max

PROFIL KABUPATEN/KOTA (2)

1 Persetujuan Bupati/Walikota

2.0

Geografi dan Administratif Wilayah

0.3

2 Persetujuan dari Kadis PU Provinsi

2.0

Demografi

0.2

1 Pendahuluan
Arahan Perencanaan Pembangunan Bidang Cipta
2
Karya
3 Arahan Strategis Nasional Bidang Cipta Karya

0.5

Topografi

0.3

Geohidrologi

0.3

Geologi

0.3

4 Profil Kabupaten/Kota

0.5

Klimatologi

0.3

5 Keterpaduan Strategi Pengembangan Kab./Kota

0.5

Sosial dan Ekonomi

0.3

6 Aspek Teknis Per Sektor (AM, PLP, Bangkim, PBL)

0.5

7 Keterpaduan Program Berdasarkan Entitas

0.5

8 Aspek Perlindungan Lingkungan dan Sosial

0.5

9 Aspek Pembiayaan

0.5

10 Aspek Kelembagaan
Matriks Rencana Program dan Investasi Jangka
11
Menengah Bidang Cipta Karya
ARAHAN KEBIJAKAN (4)

0.5

0.5
0.5

0.5

Amanat Pembangunan Nasional Terkait Bidang


1
Cipta Karya

0.5

Amanat Peraturan Perundangan Pembangunan


Terkait Bidang Cipta Karya

0.5

PROFIL
E
KABUPATEN/KOTA

3 Amanat Internasional Bidang Cipta Karya

0.5

1 Arahan RTRW Nasional

0.5

2 Arahan RTRW Pulau

0.5

3 Arahan RTRW Provinsi

0.5

4 Arahan RTR Kawasan Strategis Nasional

0.5

5 Arahan MP3EI/KEK

0.5

KELAYAKAN RENCANA (14,5)

KETERPADUAN
STRATEGI
F
PENGEMBANGAN
PERKOTAAN

1 Arahan RTRW Kabupaten/Kota


Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
2
(RPJMD)
3 Perda Bangunan Gedung (BG)

3.0

5 Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL)


Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum
6
(RISPAM)
7 Strategi Sanitasi Kota (SSK)
Strategi Pengembangan Permukiman dan
8
Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Kabupaten/Kota
Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman
9
Prioritas (RPKPP)
Integrasi Strategi Pembangunan Kab/Kota dan
10
Sektor

1.0

2.0
2.0

1.0
1.0
1.0
1.0
2.5

Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur


32
Jangka Menengah (RPI2JM) Bidang CK
KRITERIA

No

INDIKATOR PENILAIAN

Nilai Max

KRITERIA

KELAYAKAN PROGRAM (46)


1
RENCANA PROGRAM
INVESTASI SEKTOR
G
PENGEMBANGAN
PERMUKIMAN

2
3
4
1

RENCANA PROGRAM
H INVESTASI SEKTOR
PBL

2
3
4
1

RENCANA PROGRAM
I INVESTASI SEKTOR
PPLP

RENCANA PROGRAM
J INVESTASI SEKTOR
AIR MINUM

KETERPADUAN
PROGRAM

Isu Strategis, Kondisi Eksisting, Permasalahan, dan


Tantangan
Analisis Kebutuhan Pengembangan Permukiman
Kesiapan Daerah terhadap Kriteria Kesiapan
(Readiness Criteria) Sektor Pengembangan
Permukiman
Usulan Kebutuhan Program dan Kegiatan
Isu Strategis, Kondisi Eksisting, Permasalahan, dan
Tantangan
Analisis Kebutuhan Sektor PBL
Kesiapan Daerah terhadap Kriteria Kesiapan
(Readiness Criteria) Sektor Penataan Bangunan dan
Lingkungan
Usulan Kebutuhan Program dan Kegiatan
Isu Strategis, Kondisi Eksisting, Permasalahan, dan
Tantangan (Air Limbah, Persampahan, Drainase)

Analisis Kebutuhan Sektor Pengembangan PLP (Air


Limbah, Persampahan, Drainase)
Kesiapan Daerah terhadap Kriteria Kesiapan
3 (Readiness Criteria) Sektor Pengembangan PLP (Air
Limbah, Persampahan, Drainase)
Usulan Kebutuhan Program dan Kegiatan Sektor
4 Pengembangan PLP (Air Limbah, Persampahan,
Drainase)
Isu Strategis, Kondisi Eksisting, Permasalahan, dan
1
Tantangan
2

2 Analisis Kebutuhan Sektor Air Minum


Kesiapan Daerah terhadap Kriteria Kesiapan
3
(Readiness Criteria) Sektor Air Minum
4 Usulan Kebutuhan Program dan Kegiatan
Keterpaduan Program Berdasarkan Entitas
1 Regional, Kab/Kota, Kawasan, dan
Lingkungan/Komunitas

No

INDIKATOR PENILAIAN

Nilai Max

KELAYAKAN LINGKUNGAN DAN SOSIAL (6)


1.0
2.0

PERLINDUNGAN
L LINGKUNGAN DAN
SOSIAL

Analisis Perlindungan Lingkungan (KLHS, Amdal,


UKL-UPL dan SPPLH)
2 Analisis Perlindungan Sosial
1

3.0
3.0

KELAYAKAN PEMBIAYAAN (6)


2.0

1 Profil Perkembangan APBD Kabupaten/Kota

2.0
1.0

M ASPEK PEMBIAYAAN

2.0
2.0

Profil Perkembangan Investasi Bidang Cipta Karya


2 (APBN, APBD Prov, APBD Kab./Kota, Swasta,
Masyarakat)
Proyeksi Investasi Pembangunan Bidang Cipta
3
Karya
4 Strategi peningkatan Investasi bidang Cipta Karya

1.0
1.0
2.0
2.0

KELAYAKAN KELEMBAGAAN (6)


2.0
3.0
6.0

Kondisi Eksisting (organisasi, tata-laksana, dan


SDM)
Analisis Permasalahan (organisasi, tata-laksana,
N ASPEK KELEMBAGAAN
2
dan SDM)
3 Rencana Pengembangan Kelembagaan
1

2.0
2.0
2.0

MATRIKS PROGRAM (6)


6.0

6.0
1.0
2.0
2.0
2.0
4.0

MATRIKS RENCANA
PROGRAM INVESTASI
INFRASTRUKTUR
O
BIDANG CIPTA KARYA
BERDASARKAN
ENTITAS

Telah memuat Rencana Program dan Investasi


1 Infrastruktur bidang Cipta Karya untuk Jangka
Menengah (lima tahun)
Telah memuat informasi keterpaduan
2 pembangunan berdasarkan entitas wilayah dan
sumber pembiayaannya

3.0

3.0

TERIMA
KASIH

DIREKTORAT BINA PROGRAM


DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

33

34

LAMPIRAN

Capaian Akses Air Minum dan Sanitasi Layak


35

Capaian Akses Air Minum


Provinsi
DKI Jakarta
Bali
Kalimantan Timur
DI Yogyakarta
Riau
Jawa Timur
Kep. Riau
Sulawesi Tenggara
Jawa Tengah
Sumatera Utara
Indonesia
Sulawesi Utara
Papua Barat
Sulawesi Selatan
Sumatera Barat
Kep. Bangka Belitung
Banten
Jawa Barat
Kalimantan Barat
Aceh
Kalimantan Selatan
Jambi
Maluku Utara
Maluku
Sumatera Selatan
Sulawesi Tengah
Nusa Tenggara Barat
Gorontalo
Lampung
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Tengah
Papua
Sulawesi Barat
Bengkulu

Capaian 2013
Target 2015
92.49
50.00
89.79
75.00
79.99
73.00
79.25
80.00
74.36
70.00
74.04
73.00
73.57
50.00
71.98
74.00
71.30
75.00
67.81
71.00
67.73
68.87
67.21
70.00
67.17
70.00
66.99
70.00
66.69
70.00
64.98
52.00
64.51
45.00
64.39
70.00
63.18
72.00
62.41
50.00
62.07
70.00
60.57
71.00
59.65
70.00
57.56
71.00
56.90
70.00
55.83
70.00
55.03
70.00
54.96
70.00
54.16
70.00
51.75
70.00
48.04
52.00
44.12
50.00
42.14
70.00
36.82
50.00

Capaian Akses Sanitasi Layak


Selisih
(42.49)
(14.79)
(6.99)
0.75
(4.36)
(1.04)
(23.57)
2.02
3.70
3.19
1.14
2.79
2.83
3.01
3.31
(12.98)
(19.51)
5.61
8.82
(12.41)
7.93
10.43
10.35
13.44
13.10
14.17
14.97
15.04
15.84
18.25
3.96
5.88
27.86
13.18

Provinsi
Bali
DKI Jakarta
DI Yogyakarta
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Banten
Sulawesi Selatan
Jawa Tengah
Sumatera Utara
Riau
Indonesia
Jawa Timur
Sumatera Selatan
Maluku Utara
Sulawesi Tenggara
Jawa Barat
Aceh
Jambi
Nusa Tenggara Barat
Kalimantan Selatan
Papua Barat
Sulawesi Tengah
Sulawesi Barat
Maluku
Lampung
Kalimantan Barat
Sumatera Barat
Gorontalo
Kalimantan Tengah
Bengkulu
Nusa Tenggara Timur
Papua

Capaian 2013
88.10
87.10
80.01
77.62
76.78
72.44
68.14
66.59
65.32
64.05
62.73
59.77
59.71
58.73
58.41
58.12
57.49
56.00
54.37
53.70
53.27
53.17
52.77
52.50
50.61
50.24
49.88
47.49
46.71
46.19
41.85
33.69
27.52
26.17

Target 2015
90.00
90.00
90.00
74.00
65.00
67.00
79.00
69.00
70.00
68.00
65.00
65.00
62.41
65.00
65.00
65.00
65.00
65.00
65.00
65.00
65.00
65.00
65.00
65.00
65.00
65.00
65.00
65.00
65.00
65.00
65.00
65.00
65.00
65.00

Selisih
1.90
2.90
9.99
-3.62
-11.78
-5.44
10.86
2.41
4.68
3.95
2.27
5.23
2.70
6.27
6.59
6.88
7.51
9.00
10.63
11.30
11.73
11.83
12.23
12.50
14.39
14.76
15.12
17.51
18.29
18.81
23.15
31.31
37.48
38.83