Anda di halaman 1dari 12

MINERAL BAGI KEHIDUPAN

MINERAL adalah bahan anoganik, bahan kimia yang didapat makhluk dari
alam, yang asalnya ialah dari tanah. Ada yang larut dalam air lalu masuk tubuh
lewat air minum atau air yang dipakai untuk mencuci sayur dan memasak.
MINERAL itu biasanya masuk tubuh dalam bentuk garam, dan lalu digunakan
dalam bentuk elektrolit. Elektrolit ialah bentuk ion dari mineral itu, bermuatan
listrik positif (+) atau negatif (-). Ada sebagian mineral itu dipakai sel sebagai
poros atau inti suatu molekul, ada pula dipakai untuk menghubungkan suatu
cabang ke batang suatu molekul.
Banyak unsur dalam tanah itu masuk tubuh lewat salur pencernaan begitu
saja, tanpa diabsorpsi dinding usus. Lalu keluar lagi bersama tinja. Jika mineral
itu masuk tubuh lewat bukan lewat saluran makanan, tetapi lewat saluran napas,
itu

sering

akan

melekat

dan

mengendap

di

antara

sel-sel

alveolus.

Jika mineral itu melekat pada silia saluran napas akan dicoba kayuhkan lagi ke
luar tubuh lewat tekak dan keluar berupa dahak, ingus, atau masuk saluran
cerna. Sayang silia hanya terdapat pada ranting tenggorokan, tidak ada pada
alveolus (gelembung paru). Alveolus ialah tempat pengikatan oksigen oleh darah
lalu diangkut ke semua sel. Ada di antara mineral itu berada dalam debu yang
sangat halus atau berupa jelaga dalam asap knalpot kenderaan atau cerobong
pabrik, yang dapat terhirup bersama gas pernapasan hingga mencapai alveolus.
Karena itu setelah lengket di sana tidak bisa lagi dikeluarkan lewat tekak. sel-sel
peronda pun, makrofaga, bekerja keras seperti tukang sapu jalan raya dan taman
kota. Makrofaga itu bertindak sebagai penyedot debu. Di dalam sitoplasma
makrofoga itu banyak terdapat lisosom yang bekerja untuk mencernakan bahan y
ang disedot.
Tetapi sayang makrofoga itu hanya beraninya saja, mereka tak punya enzim
untuk mengurai mineral dan jelaga. Maka lisosom di dalam sitoplasma makrofoga
itu pun makin lama makin gembung lalu pecah. Makrofaganya sendiri pun mati.
Bangkai makrofoga itu dimakan lagi oleh makrofoga lain yang masih hidup.
Demikianlah terus berlangsung dalam paru. Mineral yang tidak bisa dicerna dan
akan tetap berada dalam relung paru ialah pasir, kapur, dan serat abses. Di
antara ketiga mineral itu sesungguhnya Ca (calsium, kalsium, zat kapur) penting
sekali bagi tubuh, jika masuk lewat saluran cerna. Tetapi, dalam paru tidak bisa
dicernakan atau dibuang. Mineral itu pun menumpuk sehingga pada suatu ketika
mengganggu kesehatan (calicosis, silicosis, absbestosis).

MINERAL yang masuk tubuh lewat makanan sebagian diabsorpsi oleh dinding
usus. dan digunakan untuk berbagai kebutuhan hidup. Mineral yang digunakan
oleh tubuh ialah : Fe (ferum, zat besi), Ca (calsium, zat kapur), Na (natrium), K
(kalium), Cl (chlor), Mg (magnesium), P (phosphor), fosfor), S (sulfur, belerang),
Zn

(zink,

seng)

(iodium),

(flor),

Co

(cobalt),

dan

St

(srontium).

Fe (ferum, zat besi),:


Banyak terdapat dalam hati, telur, ikan, lokan, kacang-kacangan, sayur, dan
sereal. Dalam lambung bereaksi dengan asam lambung HCL membentuk FeCL2.
Sekitar 60 persen Fe yang diabsorpsi usus dipakai untuk membikin hemoglobin
(Hb), 20 persen lainnya untuk membikin mioglobin otot, dan dalam enzim
pernapasan, dan 20 persen lagi disalurkan kedalam hati, limpa, dan sumsum
tulang.
Dalam sumsum disimpan sebagai ferretin dan hemosiderin. Fe yang keluar
dari penghancuran eritrosit tidak dibuang, tetapi disimpan berupa ferritin dan
hemosiderin juga, lalu dipakai lagi ntuk membikin Hb baru.Sel mukosa usus
mengandung apoferritin, lalu gabung dengan Fe yang kemudian diabsorpsi
menjadi ferritin. Masuk darah Fe gabung dengan protein darah globulin
membentuk transferrin. Yang di absorpsi dari usus sedikit saja, sebagian besar Fe
dalam makanan keluar tubuh lagi. Jadi secara biasa sesungguhnya tubuh tidak
kekurangan unsur ini.
Wanita yang sedang haid banyak Fe keluar tubuh, karena itu ia perlu cukup
makanan yang mengandung unsur ini. Makanan sehari-hari yang bervariasi sudah
cukup memelihara kesehatan tubuh. Jika defisiensi terjadi anemia atau kurang
darah (maksudnya eritrosit). Suplemen unsur ini ialah berupa Fe-sulfat. Seharihari unsur ini jika kelebihan keluar lewat tinja, keringat, dan bulu atau rambut
yang gugur.

Calcium (Kalsium)
Gejala Defisiensi : Kram atau kejang otot (Muscle cramps or tremors), susah
tidur (insomnia) atau ketegangan (nervousness), sakit sendi atau radang sendi, gigi
busuk (tooth decay), tekanan darah tinggi;
Sumber : Almon, prem, biji pumpkin (=sejenis labu); Ca : Masuk tubuh lewat
makanan dan minuman, seperti susu, keju, sayur, telur, mentega, kacang-kacangan,
wortel, dan jeruk. Banyak pula terkandung dalam air putih biasa. Sulit diabsorpsi dari
usus, hanya lebih kurang separuh dari yang dimakan dimanfatkan, selebihnya dibuang
lewat tinja. Absorpsi dalam usus kurang jika tubuh kurang vitamin D.DALAM darah

terdapat dalam plasma. Sebagian dalam bentuk ion, sebagian gabung dengan protein.
Kadar Ca darah dikontrol tetap oleh hormon paratormon yang digetahkan kelenjar
anak gondok. Ca kelebihan dalam jaringan dibuang selain lewat tinja, juga lewat
kemih.Ca berguna untuk membentuk tulang dan gigi. Peranannya yang sangat penting
ialah untuk memelihara kelancaran perangsangan saraf dan kerutan otot. Jika
defisiensi tulang dan gigi jadi rapuh atau lunak. Rambatan perangsangan juga
terganggu,

menyebabkan

otot

suka

semut-semutan

lalu

kejang-kejang.

Pada wanita hamil dan menyusukan, jika pasokan dari makanan kurang, tulang jadi
lunak dan tipis, karena unsur ini banyak diabsorpsi untuk kebutuhan janin atau bayi.
Dalam air susu ibu banyak sekali terkandung unsur ini, yaitu 1 gram per 1.000 ml.
Unsur ini juga berperan dalam proses pembekuan darah dan pembekuan susu. Maka
jika defisiensi menyebabkan pembekuan jadi lambat. Pada bayi air susu sulit
bergumpal, sehingga sulit pula dicernakan.
P: Phosphorus (Fosfor)
Untuk memegang peran utama dalam membina struktur dan fisiologi tubuh
makhluk. ATP, asam nukleat, membran, protein, dan berbagai enzim mengandung P
dalam bentuk ikatan fosfat. Untuk melepaskan glukosa dari glikogen sebagai sumber
energi dan untuk mengubah glukosa jadi glukogen yanag akan disimpan dalam hati
dan otot, perlu gugus fosfat sebagai pelaksana reaksi. Unsur ini diabsorpsi tubuh dari
usus berupa ion fosfat. Ion ini ada yang bergabung dengan bahan anorganik ada pula
dengan organik. Bahan organik, misalnya, dalam kasein susu, fosfolipida, dan asam
nukleat.
Sumber P yang penting ialah susu, keju, telur, daging, ikan, sereal, dan sayur. Dalam
sereal unsur ini berada dalam asam fitat, tetapi dalam bentuk ini sulit diabsorpsi. Lagi
pula asam ini dapat menghalangi diabsorpsi Fe dan Ca. Gandum mengandung enzim
fitase, yang merombak asam fitat menjadi inositol dan asam fosfat. Dalam bentuk
garam anorganik unsur ini mudah diabsorpsi dari usus. Dalam darah sangat penting,
ikut membina eritrosit dan plasma darah. Kelebihan P sebagian besar dibuang lewat
kemih, sebagian kecil lewat tinja.
P juga bertindak sebagai dapar dalam darah dan cairan tubuh. Kebutuhan sehari-hari
meningkat pada wanita hamil dan menyusukan. Enzim fosfatase memecah
fosfoglukosa jadi glukosa dan asam fosfat. Dalam tulang rawan penting untuk proses
pembentukan tulang.

Unsur ini juga perlu memelihara kelancaran fungsi ginjal menyaring ampas
metabolisme untuk jadi kemih. Enzim fosfatase juga penting digetah kelenjar
prostat ke dalam air mani. Pada darah pasien kanker prostat kadar enzim ini
tinggi, karena itu dapat dipakai sebagai diagnosa apakah prostat seorang pria
sudah mengangker atau belum.
Tulang mengandung sekitar 60 persen garam anorganik P dan 40 persen
garam organik, terutama dalam bentuk osein. Selain itu dalam tulang ada
berbagai unsur mineral lain, yaitu Ca, Mg, Na, K, Str, dan Fe. Mineral dalam
tulang berupa apatit, garam Ca-fosfat, dan kapur (CaCO3). Gigi juga banyak
mengandung P. Lapisan email dan dentin mengandung Ca-fosfat berkadar tinggi,
tetapi lebih rendah kadar CaCO3 dibanding tulang. Mineral tulang, termasuk
garam fosfat, terus menerus mengalami perombakan-penumpukan, sesuai
dengan kebutuhan dalam metabolisme tubuh.

Magnesium
Terutama ditemukan dalam tulang dan esensial untuk pertumbuhan tulang,
magnesium juga dibutuhkan dalam setiap sel dan untuk berfungsinya beberapa enzim
yang dibutuhkan untuk memakai energi (dari makanan). Magnesium juga dibutuhkan
untuk berfungsinya kalsium secara normal;
Gejala Defisiensi : Kejang otot, kelemahan otot, susah tidur (insomnia) atau
ketegangan (nervousness), tekanan darah tinggi, detak jantung tak beraturan, susah
buang air besar, sawan (fits or convulsions), hiperaktif, depresi, bingung (confusion),
kurang nafsu makan, kalsium disimpan dalam jaringan lunak misalnya sebagai batu
ginjal;
Sumber : Almon (almonds), kacang mete, kacang brasil (brazil nuts), kacang tanah,
kacang pikan (pecan nuts, sejenis kemiri), kismis (raisin); Banyak terdapat dalam
makanan berupa sayur dan buah. Jika sumber dari hewan, banyak terdapat
dalam susu, ikan, dan daging

Iodine (Yodium)
Dibutuhkan bagi kelenjar tiroid (thyroid gland) untuk memproduksi hormon
tiroid (thyroid hormone), yang mengatur lebih dari 100 sistem enzim, termasuk
tingkat metabolis, pertumbuhan, reproduksi dan banyak lagi fungsi esensial lainnya;
Gejala Defisiensi : Defisiensi sangat jarang terjadi pada masyarakat masa kini di

seluruh dunia yang mengkonsumsi tumbuhan dan karena banyak merek garam dapur
yang diperkaya dengan yodium;
Sumber : Tumbuhan yang tumbuh di permukaan tanah yang sangat bervariasi
tergantung variasi tingkat lapisan tanah (soil) alami; Sumber terutama ikan laut,
kerang, dan agar.
Penting untuk membikin hormon tiroksin yang dihasilkan oleh kelenjar
gondok. Anak, ibu hamil dan sedang menyusukan perlu lebih banyak unsur ini
dari pada orang dewasa biasa. Rakyat kita kini diharuskan pemerintah dipasok
oleh unsur lewat garam dapur. Jika defisiensi timbul penyakit gondok dan
pertumbuhan anak terhambat atau terganggu.
F (flor): Terdapat dalam jaring lunak, tulang dan gigi. Unsur ini banyak
terkandung dalam air minum. Jika minum air yang mengandung banyak F
berlebihan maka gigi jadi rusak dan berwarna cokelat. Namun jika masuk tubuh
secara biasa, artinya dalam kadar normal, unsur ini perlu untuk pertumbuhan dan
pemeliharaan gigi.
Na (natrium),: Biasa didapat tubuh dari makanan laut, dalam senyawa
dengan Cl (khlor) berupa garam dapur (NaCl). Orang butuh pasokan garam dapur
secara teratur tiap hari, dan ini sudah dirasakan oleh penduduk dunia sejak
zaman purba.Ion Na membina bahan dasar antar sel berbagai jaringan, dan
bersama ion K berperan mengatur kelancaran keluarnya air dan sari makanan
dari dan ke dalam sel. Kelebihan atau sebagai sisa metabolisme unsur ini dibuang
lewat kemih. Sebagian ikut pula dibuang lewat peluh dalam upaya tubuh
mengatur agar suhu tubuh tetap, juga lewat tinja. Bervariasi kebutuhan orang
terhadap NaCl. Penduduk Amerika Serikat memakan 3-6 gram per hari, sedang
Jepang 10-15 gram per hari, sama dengan kebutuhan orang ketika berada di
gurun yang panas terik, terutama ketika berada di padang arafah tanah suci. Tapi
hati-hati jika kelebihan, bisa hipertensi, gangguan kardiovaskuler, ginjal, dan
cirrosis hati.
K (kalium): Bekerja sama dengan Na mengatur keseimbangan kadar air
sel, dan bersama Na berguna pula untuk mengatur kelancaran keluar-masuk zat
makanan dari/ke dalam sel.
N: Berguna untuk membentuk protein, ATP, dan asam nukleat. Tak ada ketiga
unsur ini maka tak terbentuk sel, berarti tak ada kehidupan. Unsur ini banyak
terkandung dalam sayur, buah, umbi, dan biji. Biasanya masuk tubuh dalam

bentuk nitrat (NO3-). Di udara banyak terkandung unsur ini dalam bentuk N2.
Oleh kilat dan petir, dan oleh bantuan bakteri, N2 di udara diubah jadi NO3-,
barulah bisa diisap oleh akar tumbuhan, lalu dipakai untuk menyintesa protein,
asam nukleat, vitamin, dan beberapa bahan organik lain. Manusia biasa memberi
tumbuhan pupuk yang mengandung banyak nitrat yang dibikin di pabrik, disebut
pupuk nitrat. Kelebihan atau jika tergabung dalam ampas metabolisme, unsur ini
dibuang dalam bentuk amoniak (NH3), asam urat, dan urea.
Co penting untuk membuat vitamin B12 (cobalamin). Cu perlu untuk
pembikinan pigmen Hb. Meski unsur ini tidak ikut membina Hb tetapi untuk
pembikinannya unsur ini mutlak harus ada. Darah hewan rendah berwarna biru,
karena pigmen pernapasannya mengandung Cu, sebagai ganti Fe pada hewan
tinggi yang membuat darah berwarna merah.

Zinc (Seng)
Dibutuhkan

untuk

kesehatan

sistem

imunitas,

pertumbuhan

normal,

pembentukan jaringan, kedewasaan seksual lelaki dan kerja dari berbagai jenis enzim;
Lebih banyak seng yang dibutuhkan ketika jaringan baru harus dibentuk, misalnya
untuk

pemulihan

dari

pembedahan,

pemulihan

luka

bakar;

Mineral peningkat imunitas yang paling penting. Tak diragukan lagi seng membantu
tubuh memerangi infeksi;
Gejala Defisiensi : Indra pembau dan indra perasa yang lemah, bercak-bercak putih di
lebih dari dua kuku, sering infeksi, tanda-tanda tergores (stretch marks), jerawat atau
kulit berminyak, kesuburan rendah, kulit pucat, kecenderungan mudah depresi,
kehilangan nafsu makan;
Sumber : Kacang brasil, kacang tanah, oat (=sejenis gandum), almon and biji
pumpkin (=sejenis labu);Zn untuk kelancaran produksi mani. Jika kadar unsur ini
kurang dalam tubuh satu indikasi keinfertilan seorang pria.
S (sulfur, belerang),
Banyak bertindak untuk menjembatani berbagai cabang dengan untaian
asam-asam amino suatu molekul protein. Molekul imunoglobulin yang berbentuk
seperti huruf Y itu, adalah contoh protein yang memiliki jembatan yang dibina
atas unsur S. (Dr Wildan Yatim, dosen Biologi Sel dan Sitogenetika IKD, Program
Pascasarjana Universitas Padjadjaran, Bandung)

Chloride (Klorida)
Bekerjasama dengan sodium dan potasium dalam mengatur keseimbangan cairan
tubuh;
Gejala Defisiensi : Defisiensi sangat jarang terjadi, kecuali sebagai akibat dari
berkeringat/muntah-muntah yang terlalu berkepanjangan dan berat;
Chromium (Krom)
Sebagai bagian dari campuran yang dibutuhkan untuk memudahkan sistem
insulin bekerja Terlibat dalam metabolisme lemak dan dalam pemeliharaan struktur
materi genetik;
Gejala Defisiensi : Toleransi terhadap glukosa yang buruk dan kolesterol darah
meningkat;
Sumber : Kacang-kacangan dan biji-bijian;
Copper (Tembaga)
Bagian dari berbagai jenis enzim, tembaga dibutuhkan untuk berbagai fungsi
yang luas cakupannya: pembentukan (formasi) darah dan tulang, produksi pigmen
melanin

dari

kulit

dan

rambut,

dan

pelepasan

energi

dari

makanan;

Gejala Defisiensi : Defisiensi sangat jarang dikenali tapi gejala dini dapat termasuk
kerusakan fungsi jantung dan anemia;
Sumber : Buah-buahan dan kacang-kacangan;
Manganese (Mangan)
Bagian dari beberapa enzim esensial dan memicu banyak aktivitias lainnya,
termasuk antioksidan dan proses produksi energi;
Gejala Defisiensi : Kejang otot, pertumbuhan pada masa kanak-kanak yang
terhambat, pening atau indra kesimbangan yang buruk, sawan, sakit lutut, sakit sendi,
penyakit kardiovaskular (cardiovascular);
Sumber : Nanas, blackberry, raspberry, anggur, strawberry, kacang-kacangan dan
biji-bijian;
Molybdenum (Molibdenum)
Bagian dari beberapa jenis enzim, termasuk mekanisme untuk membuang
asam

urik

(uric

acid),

menggunakan

besi,

dan

metabolisme

DNA ;

Gejala Defisiensi : Gejala defisiensi tidak diketahui kecuali adanya kelebihan

tembaga dan sulfat yang sangat terkait dengan penggunaan molibdenum;


Sumber : Tomat
Potassium (Potasium)
Pelengkap (Complement) sodium dalam mengatur keseimbangan cairan
tubuh;
Membantu tubuh membuang kelebihan sodium, yang membantu mencegah dan
menyembuhkan tekanan darah yang meningkat; Memudahkan nutrien bergerak masuk
ke dalam sel dan memudahkan produk limbah bergerak keluar dari sel; Meningkatkan
kesehatan syaraf dan otot, membantu sekresi/pengeluaran insulin untuk pengendalian
gula darah; Terlibat dalam metabolisme, memelihara berfungsinya jantung,
merangsang pergerakan usus untuk mendorong eliminasi yang seharusnya;
Gejala Defisiensi : Detak jantung yang kencang tak teratur, kelemahan otot, sakit
seperti tertusuk jarum (pins and needles), iritabilitas (irritability), mual-mual (nausea),
muntah-muntah (vomiting), diare, perut kembung, selulit (cellulite), tekanan darah
rendah akibat ketidakseimbangan rasio potasium/sodium, bingung (confusion), apati
mental (mental apathy);
Sumber : Buah-buahan, khususnya buah kering, seperti aprikot, juga pisang dan
berbagai varietas buah jeruk;
Selenium
Sebuah bagian vital dari sistem pertahanan antioksidan tubuh, selenium
bekerjasama dengan vitamin E dan dapat menggantikan sebagian fungsi vitamin E;
Gejala Defisiensi : Keluarga dengan sejarah kanker turun temurun, tanda-tanda
penuaan dini, katarak, tekanan darah tinggi, sering infeksi;
Sumber : Kacang brasil dan biji bunga matahari;
Sodium
Esensial dalam jumlah kecil untuk menata keseimbangan cairan tubuh,
bekerjasama dengan potasium dan klorida; Membantu berfungsinya syaraf;
Digunakan dalam kontraksi otot termasuk otot jantung, digunakan dalam produksi
energi, membantu memindahkan nutrien ke dalam sel-sel;
Gejala Defisiensi : Pening, kelelahan karena kepanasan (heat exhaustion), tekanan
darah rendah, denyut nadi cepat, apati mental (mental apathy), kehilangan nafsu
makan, kejang otot, mual-mual (nausea), muntah-muntah (vomiting), berat tubuh
turun, sakit kepala;

Sumber : Zaitun
Beberapa mineral (natrium, klorida, kalium, kalsium, fosfat dan magnesium),
dimasukkan kedalam golongan makronutrisi karena zat-zat tersebut dibutuhkan oleh
tubuh

dalam

jumlah

relatif

besar

dan

juga

disebut

makromineral.

mineral lainnya merupakan mikronutrisi, karena dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah
kecil dan juga disebut mikromineral. yang termasuk ke dalam mikromineral adalah zat
besi, seng, tembaga, mangan, molibdenum, selenium, yodium dan fluorida.
kekurangan mineral, kecuali zat besi dan yodium, jarang terjadi. kelebihan beberapa
mineral bisa menyebabkan keracunan.
Mineral
kebutuhan
akibat dari kekurangan &
harian
kelebihan
dewasa

zat gizi

sumber
utama

fungsi utama

natrium

garam, sapi,
babi,
ikan
sarden, keju,
zaitun hijau,
roti jagung,
keripik
kentang,
acar kubis

kekurangan:kadar
keseimbangan
natrium dlm darah rendah,
asam-basa
kebingungan, koma
1 gram
fungsi saraf &
kelebihan:kadar
otot
natrium dlm darah tinggi,
kebingungan, koma,/td>

klorida

sama dengan keseimbangan


natrium
elektrolis

kalium

kalsium

kekurangan : gangguan
1,5 gram
keseimbangan asam-basa

susu skim,
pisang, buah
plum
yg
dikeringkan,
kismis

fungsi saraf &


otot
keseimbangan
asam-basa
&
keseimbangan
air

kekurangan:kadar kalium
dlm
darah
rendah,
kelumpuhan,
gangguan
jantung
2 gram

kelebihan:kadar
kalium dlm darah tingi,
kelumpuhan,
gangguan
jantung

susu
&
produk
olahan susu,
daging, ikan,
telur,
gandum,
buncis,

pembentukan
tulang & gigi
pembekuan
darah
fungsi saraf &
otot
irama jantung

kekurangan:kadar
1 gram
kalsium dlm darah rendah,
kejang otot

kelebihan:kadar
kalsium dlm darah tinggi,
hilangnya tekanan usus,
kegagalan ginjal, tingkah

buahbuahan,
sayuran

normal

laku abnormal (psikosa)

fosfat

susu, keju,
daging,
unggas,
ikan,
gandum,
kacangkacangan,
tanaman
polong

pembentukan
tulang & gigi
keseimbangan
asam-basa
komponen asam
nukteat
produksi energi

kekurangan:mudah
tersinggung, kelemahan,
kelainan
sel
darah,
kelainan usus & ginjal
0,9 gram
kelebihan:terjadi pada
penderita gagal ginjal,
kadar fosfat dlm darah
tinggi

magnesium

sayuran
berdaun
hijau,
kacangkacangan,
gandum,
makanan
laut

kekurangan:kadar
magnesium dlm darah
pembentukan
rendah,
fungsi
saraf
tulang & gigi abnormal
fungsi saraf & kelebihan:kadar
0,3 gram
otot
magnesium dlm darah
pengaktivan
tinggi, tekanan darah
enzim
rendah,
kegagalan
pernafasan,
gangguan
irama jantung

zat besi

pembentukan
enzim,
yg
berfungsi
tepung
mengubah
kedele,
berbagai reaksi
ginjal sapi,
kimia
dlm
hati, buncis,
tubuh
kerangpembentukan
kerangan,
komponen
buah peach
utama dari sel
darah merah &
sel-sel otot

kekurangan:anemia,
kesulitan menelan, kuku
berbentuk
sendok,
kelainan
usus,
berkurangnya
kinerja,
gangguan
kemampuan
12
belajar
miligram

kelebihan:pengendapan
zat besi, kerusakanhati
(sirosis), diabetes melitus
(kencing
manis),
pewarnaan kulit

daging,
makanan
laut

komponen
enzim
pembentukan
sel darah merah
pembentukan
tulang,/td.

kekurangan : pertumbuhan
yg lambat, tertundanya 15
kematangan
seksual, miligram
berkurangnya sensasi rasa

daging,
tiram,
kacangkacangan,

komponen
enzim
pembentukan
sel darah merah

kekurangan:anemia 2 miligram
pada anak yg menderita
malnutrisi

seng

tembaga

mangan

tanaman
polong
yg pembentukan
dikeringkan, tulang
gandum

kelebihan:pengendapan
tembaga dalam otak,
kerusakan hati

gandum,
buah-buahan komponen
yg
enzim
dikeringkan

kekurangan:penurunan
berat badan, iritasi kulit,
mual
&
muntah,
perubahan warna rambut, 3,5
pertumbuhan rambut yg miligram
lambat

kelebihan:kerusakan
saraf

produk
pengaktivan
molibdenum olahan susu,
enzim
gandum

kekurangan : asidosis,
denyut jantung yg cepat,
150
pernafasan cepat, bintik
mikrogram
buta, rabun senja, mudah
tersinggung

selenium

daging
&
hasil hewan
lainnya,
konsentrasi
tanah
yg
terdapat dlm
tumbuhan

yodium

kekurangan:pembesaran
pembentukan
makanan
kelenjar tiroid (goiter),
hormon tiroid,
laut, garam
kretinisme,
tuli-bisu,
yg
berfungsi
beryodium,
pertumbuhan janin & 150
mengatur
produk
perkembangan otak yg mikrogram
mekanisme
olahan susu,
abnormal
pengontrolan
air minum

kelebihan:kadang
energi
menyebabkan tingginya
kadar hormon tiroid

fluor

kekurangan:nyeri otot
penting untuk & kelemahan
sintesa
suatu kelebihan:rambut & 60
enzim
kuku rontok, peradangan mikrogram
antioksidan,/td> kulit, mungkin terjadi
kelainan saraf

teh, kopi, air


yg
pembentukan
mengandung tulang & gigi
fluor

kekurangan:meningkatnya
resiko terjadinya kavitasi
gigi, mungkin terjadi
penipisan tulang
2,5

kelebihan:fluorosis
miligram
(penumpukan berlebihan
dari fluor), gigi berbintik
&
berlubang,
pertumbuhan tulang diluar
tulang belakang

TUGAS MATA KULIAH


GIZI DAN KESEHATAN KELUARGA
MINERAL

OLEH: KELOMPOK IVB


ARIANI K
M. SUGENG
DWI PURMANTO
RIGA NATALIA
INDAH K.D
SUKADI
LINUS LIAH DING
YUANITA M

SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN (STPP)


MAGELANG
JURUSAN PENYULUHAN PERTANIAN
DI YOGYAKARTA
2006