Anda di halaman 1dari 155

RSU SARI

MUTIARA
LUBUK PAKAM

MENYIAPKAN TEMPAT TIDUR TERBUKA


No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/1

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Tempat tidur yang sudah siap di pakai

TUJUAN

Menyiapkan tempat tidur terbuka dapat segera di pakai


pada pasien baru.

KEBIJAKAN

1. Kebijakan
Direktur
No.
01/I.14/RSU.SM/VIII/2008
tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02/K/RSU.SM/XII/2008
tentang Standar Prosedur Tindakan Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
Alat yang perlu di sediakan untuk menyiapkan tempat
tidur terbuka adalah:
1. Tempat tidur,kasur dan bantal
2. Alat-alat tenun/laken, stik laken,sarung bantal dan
selimut
3. Perlak
B. Pelaksanaan :
1. Mencuci tangan.
2. Meletakkan alat-alat tenun.
3. Meletakkan laken, memasukkan bagian kepala dan
bagian kaki dan di buat sudut, masukkan laken
bagian sisi ke bawah kasur.
4. Meletakkan perlak dan stik laken, kemudian
masukkan sama-sama ke bawah kasur.
5. Masukkan bantal ke dalam sarungnya dan
meletakkan bagian kepala.
6. Mencuci tangan.

UNIT TERKAIT

1. IRJ
2. IGD
3. IRI
4. ICU

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

ORIENTASI PASIEN BARU


No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/1
Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Mengenalkan
lingkungan
dan
keperawatan kepada pasien baru.

situasi

lingkungan

TUJUAN

1. Agar pasien tidak asing dengan lingkungan yang baru.


2. Agar pasien merasa betah dan senang berada di
lingkungan yang baru.
3. Memudahkan pekerjaan perawat dalam melaksanakan
asuhan keperawatan.

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No. 01/1.14/RSU.SM/VIII/2008


tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02/K/RSU.SM/XII/2008
tentang Standar Prosedur Tindakan Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Denah ruang perawatan.
2. Fasilitas yang tersedia diruangan.
3. Peraturan / tata tertib tertulis Rumah Sakit.
4. Hak dan Kewajiban pasien
5. Jadwal dokter spesialis tentang konsultasi
6. Perawat yang bertugas
B. Pelaksanaan :
1. Perawat yang bertugas memperkenalkan diri
2. Perawat memberitahu tentang letak kamar mandi/
W.C ruang perawat dan lain-lain.
3. Perawat memberitahu tentang fasilitas yang
tersedia dan cara penggunaannya.
4. Perawat memberi tahu tentang peraturan RS, hak
dan kewajiban pasien serta kunjungan dokter.

UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA

1. IRI
2. ICU

IDENTIFIKASI PASIEN BARU

LUBUK PAKAM
No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/1

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Identifikasi pasien baru adalah pencatatan identitas


pasien baru yaitu nama, umur, jenis kelamin dan
diagnosa.

TUJUAN

Memudahkan pekerjaan perawat dalam melaksanakan


asuhan keperawatan.

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No. 01/1.14/RSU.SM/VIII/2008


tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02/K/RSU.SM/XII/2008
tentang Standar Prosedur Tindakan Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Papan nama
2. Spidol
3. Gelang pasien
B. Pelaksanaan :
1. Mencatat nama, umur, jenis kelamin, tanggal
masuk, diagnosa pasien dan dokter yang merawat
pada papan nama pasien.
2. Mencatat nama, nomor Rekam Medik pada gelang
pasien dan memakaikannya.

UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA

1. IRI
2. ICU

MENIMBANG BERAT BADAN

LUBUK PAKAM

DAN MENGUKUR TINGGI BADAN PASIEN


No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/1

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Suatu alat untuk mengukur berat badan dan tinggi


badan.

TUJUAN

1. Mengetahui berat badan dan tinggi badan pasien


2. Mengetahui keadaan umum pasien
3. Membantu menentukan salah satu penyokong
diagnosa
4. Menentukan diet pasien

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No : 03/1.14/RSU.SM/VIII/2008


tentang Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Peralatan
Medis dan Penunjang Medis
2. Kebijakan Keperawatan No. 03/K/RSU.SM/XII/2008
tentang Fasilitas Peralatan Pelayanan Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
Timbangan berat badan dengan pengukur tinggi
badan
B. Pelaksanaan :
1. Menimbang berat badan
a. Mengatur timbangan agar seimbang, skala
menunjukkan angka.
b. Mempersilakan pasien naik ketimbangan, tanpa
alas kaki
c. Melihat skala timbangan dengan menera secara
tepat
d. Mempersilakan pasien turun dari timbangan.
2. Mengukur tinggi badan
a. Mempersilakan pasien naik ketimbangan berdiri
tegak merapat pada alat pengukur, pandangan
lurus kedepan
b. Merapat alat pengukur pada kepala, kemudian
membaca skalanya
c. Mempersilakan pasien turun dari timbangan
C. Pemeliharaan :
1. Setelah selesai, alat timbangan dirapikan
2. Bila ada kerusakan segera laporkan ke teknisi

UNIT TERKAIT

1. IRJ
2. IGD
3. IRI

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PENGUKURAN TEKANAN DARAH


No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/2

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Mengukur tekanan darah terhadap dinding pembuluh


darah arteri sebagai akibat dipompa dan dialirkannya
darah ke pembuluh darah.

TUJUAN

1. Mengetahui keadaan umum pasien


2. Mengetahui fungsi jantung secara dini
3. Mengetahui dan mengikuti perkembangan jalannya
penyakit
4. Membantu menentukan salah satu penyokong
diagnosa

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No : 01/1.14/RSU.SM/VIII/2008


tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02/K/RSU.SM/XII/2008
tentang Standar Prosedur Tindakan Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
Baki berisi :
1. Tensi meter (Sphyomo manometer) lengkap
2. Stetoskop
Buku catatan dan alat tulis
B. Pelaksanaan :
1. Memberi tahukan dan menjelaskan tujuan
pengukuran tekanan darah pada pasien
2. Mencuci tangan
3. Mengatur posisi pasien seenak mungkin
4. Menarik keatas lengan baju pasien
5. Memasang manset tensi pada lengan atas kira-kira
3 cm diatas fossa cubitti, dengan pipa karet
diletakkan disebelah luar lengan, dibalutkan tetapi
tidak terlalu kencang
6. Memakai stetoskop
7. Meraba denyut arteria brachialis dengan ujung jari
tengah dan jari telunjuk.
8. Pasien tidak diperkenankan menggenggamkan/
mengepalkan tangannya
9. Meletakkan piringan stetoskop diatas arteri
brachialis
10. Mengunci sekrup balon karet
11. Memompakan udara kedalam kantong dengan
cara memijit balon manset berulang-ulang sampai
terlihat air raksa didalam pipa tensi meter naik,

dipompa terus
terdengar lagi

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

denyut

arteria

tidak

PENGUKURAN TEKANAN DARAH


No. Dokumen

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

sampai

No. Revisi

Halaman

2/2

12. Membuka sekrup balon dan menurunkan tekanan


dengan perlahan-lahan
13. Mendengar dengan teliti dan memperhatikan
sampai angka berapa skala pertama terdengar
sebagai tekanan systole
14. Menurunkan dan membuka sekrup tadi perlahanlahan sampai suara nadi terdengar lambat dan
hilang sebagai tekanan dyastole
15. Membuka manset tensi meter digulung dengan
rapi dan dimasukkan kedalam kotak tensi meter
lalu ditutup
16. Merapikan pasien
17. Menyimpan tensi meter dan stetoskop pada
tempatnya
18. Mencatat hasil tekanan darah
19. Mencuci tangan
1.
2.
3.
4.
5.

IRJ
IGD
IRI
ICU
IBS

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PENGHITUNGAN DENYUT NADI


No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/1

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Menghitung
mengembang
dan
mengempisnya
permbuluh darah arteri secara teratur, akibat desakan
darah kedalam pembuluh darah arteri sebagai hasil
kontraksi ventrikel kiri.

TUJUAN

1. Mengetahui keadaan umum pasien


2. Mengetahui fungsi jantung secara dini
3. Mengetahui dan mengikuti perkambangan jalannya
penyakit
4. Membantu menentukan salah satu penyokong
diagnosa

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No. 01/1.14/RSU.SM/VIII/2008


tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02/K/RSU.SM/XII/2008
tentang Standar Prosedur Tindakan Keperawatan

PROSEDUR

A. Tempat pengambilan denyut nadi :


1. Arteri Radialis (dipergelangan tangan)
2. Arteri Temporalis (di pelipis)
3. Arteri Vemoralis ( kelangka paha, muka depan
telinga)
4. Arteri Dorsalis ( di kaki )
5. Arteri Jugularis ( di leher)
6. Arteri Bronchialis ( di kaki, tangan dan paha)
B. Persiapan Alat :
1. Alat menghitung nadi / arloji
2. Buku catatan dan alat tulis
C. Pelaksanaan :
1. Mamberi
tahukan
dan
menjelaskan
penghitungan denyut nadi
2. Membawa alat-alat kedekat pasien
3. Mencuci tangan

UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

1.
2.
3.
4.
5.

IRJ
IGD
IRI
ICU
IBS

PENGHITUNGAN PERNAPASAN
No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

tujuan

No. Revisi

Halaman

1/1

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Yang dimaksud dengan pernapasan adalah mengembang


dan mengempisnya paru-paru secara teratur akibat
peristiwa masuknya udara berisi zat asam (O2) ke dalam
paru-paru dan keluarnya udara berisi CO2,air dan sisasisa oksidasi dari paru-paru

TUJUAN

1. Mengetahui keadaan umum pasien


2. Mengetahui perkembangan penyakit
3. Membantu menentukan salah satu
diagnosa

penyokong

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01/1.14/RSU.SM/VIII/2008


Tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No.02/K/RSU.SM/XII/2008
Tentang Standar Prosedur Tindakan Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Alat menghitung nadi atau arloji
2. Buku catatan dan alat tulis
B. Pelaksanaan :
1. Memberi
tahukan
dan
menjelaskan
tujuan
penghitungan pernapasan pada pasien
2. Menghitung pernapasan dan melihat turun naik
dada sambil memegang pergelangan pasien
3. Cara menghitung sama dengan menghitung denyut
nadi
4. Mencatat hasilnya
5. Mencuci tangan

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.

IRJ
IGD
IRI
ICU
IBS

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MENGUKUR SUHU TUBUH


No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/2

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Mengukur derajat panas yang dihasilkan oleh tubuh


manusia sebagai keseimbangan pembakaran dalam
tubuh dengan pengeluaran panas melalui keringat,
pernapasan, sisa pembuangan dan penyinaran, hantaran
dan convection.

TUJUAN

a. Mengetahui suhu badan pasien


b. Mengetahui adanya kelainan pada tubuh
c. Dipergunakan sebagai salah satu penyokong dalam
membantu menentukan diagnosa

d. Mengetahui perkembangan penyakit

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01/1.14/RSU.SM/VIII/2008


tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan
Keperawatan
No.02/K/RSU.SM/XII/2008
tentang Standar Prosedur Tindakan Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Baki yang berisi :
a. Thermometer dalam tempatnya
b. Tissu dalam tempatnya
c. vaselin / jelly dalam tempatnya
d. Nierbekken
2. Catatan perawat
B. Pelaksanaan :
1. Mengukur suhu pada Axilla (ketiak)
a. Memberitahukan
dan
menjelaskan
tujuan
pengukuran suhu pada pasien
b. Membawa alat-alat kedekat pada
c. Mencuci tangan
d. Mengeringkan ketiak pasien
e. Memeriksa thermometer apakah air raksa telah
turun sampai ke reservoirnya.
f. Mengepitkan ujung thermometer ditengahtengah ketiak
g. Menekan lengan pasien yang ada thermometer
pada dada dengan tangannya memegang
sebelahnya, sedangkan tangan yang lain
memegang siku
h. Mengangkat thermometer setelah 10 s/d 15
menit lalu dilap dengan tissue
i. Membaca hasilnya dan di catat

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MENGUKUR SUHU TUBUH


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

2/2

PROSEDUR

j.

Membersihkan
thermometer
dikembalikan ketempat semula
k. Mencuci tangan

kemudian

2. Mengukur suhu pada rectal (anus)


a. Memberi tahukan dan menjelaskan tujuan
pengukuran suhu melalui anus pada pasien
b. Membawa alat-alat kedekat pasien
c. Mencuci tangan
d. Membebaskan pakaian pasien
e. Miringkan pasien
f. Menekukkan kaki pasien sebelah atas kearah
perut
g. Mengoleskan vaselin pada ujung thermometer
h. Memasukkan thermometer kedalam anus kirakira 3 cm, mengangkat thermometer setelah 5
mnt dilap dengan tissu
i. Membaca hasilnya dan di catat
j. Merapikan pasien
k. Membersihkan
thermometer,
kemudian
dikembalikan ketempat semula
l.
Mencuci tangan
UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

1.
2.
3.
4.
5.

IRJ
IGD
IRI
ICU
IBS

PEMBERIAN CAIRAN MELALUI INFUS


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

1/2

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Yang dimaksud dengan pemberian cairan melalui infus


adalah memasukkan cairan obat atau makanan langsung
kedalam pembuluh darah vena dalam jumlah banyak dan
dalam waktu lama dengan manggunakan infus set
secara bertetes.

TUJUAN

1. Mencukupi kebutuhan tubuh akan cairan dan elektrolit


2. Mempercepat reaksi dari cairan obat, penyembuhan
3. Sebagai makanan untuk pasien yang tidak dapat/tidak
boleh makan melalui mulut

KEBIJAKAN

3. Kebijakan Direktur No: 01/1.14/RSU.SM/VIII/2008


tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
4. Kebijakan
Keperawatan
No.02/K/RSU.SM/XII/2008
tentang Standar Prosedur Tindakan Keperawatan

PROSEDUR

A. Tempat pemasangan infus :


1. Pada lengan :
Vena medians
2. Pada tungkai :
Vena Saphenous
3. Pada leher
:
Vena Jugulasi untuk anak
anak
4. Pada kepala :
Vena Frontale/vena temporalis
untuk anak-anak/ bayi.
B. Persiapan Alat :
1. Baki berisi :
1. Cairan yang dibutuhkan
2. Abocat yang sesuai nomor yang dibutuhkan
3. Infus set
4. Kapas alkohol dalam tempatnya
5. Betadine zalf
6. Gaas steril dalam tempatnya
7. Plester dan gunting verband
8. Spalk dan verban pembalut
9. Alat pembendung
10.Zeil dan alasnya
11.Standar infus
12.Nierbekken
13.Catatan perawat dan spidol
C. Pelaksanaan :
1. Periksa 5
obat,Tepat
waspada)

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

tepat (Tepat nama pasien,Tepat


dosis,Tepat cara,Tepat waktu dan

PEMBERIAN CAIRAN MELALUI INFUS


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

2/2

2. Memberitahukan
dan
menjelaskan
tujuan
pemberian obat suntikan pada pasien
3. Membawa alat-alat ke dekat pasien
4. Mencuci tangan
5. Membuka
pembungkus
botol
cairan
dan
menghapus hamakan tutup botol dengan kapas
alkohol
6. Menusukkan jarum infus set kedalam tutup botol
7. Menggantungkan botol cairan ke standar infus dan
mengisi tabung pengatur tetes cairan
8. Membebaskan udara dari selang infus dengan
mengalirkan cairan ka dalam nierbekken sampai
cairan keluar dari jarum infus
9. Selang infus di jepit dengan kneper dan menutup
jarum infus
10.Memasang pengalas di bawah daerah yang akan di
pasang
11.Anggota badan yang akan dinfus dibedung dengan
torniquit sehingga vena terlihat jelas
12.Menghapus hamakan kulit pada daerah yang akan
ditusuk dengan kapas alkohol
13.Memasukkan abocat ke vena dengan lobang jarum
mengarah ke atas.Bila darah mengalir torniquit
dilepaskan, set infus disambungkan ke abocat dan
cairan di alirkan ke vena
14.Mengoleskan betadine zalf pada tusukan abocat
dan di tiup dengan gaas steril lalu di fiksasi dengan
baik kalau perlu pasang spalk
15.Menhitung tetesan infus sesuai intruksi dokter dan
menulis pada botol cairan, tetesan dan jam
pemberian dengan spidol
16.Merapikan pasien
17.Membawa alat-alat ke meja suntik untuk di rapikan
18.Mencuci tangan
19.Evaluasi setelah 30 menit pemberian obat untuk
melihat reaksi obat
20.Catat : tanggal dan jam pemberian, nama obat dan
dosisnya serta nama perawat yang memberikan
6. IRJ
7. IGD
8. IRI
9. ICU
10.

IBS

TINDAKAN VENA SECTIE


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

1/2

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Tindakan vena sectie adalah menyayat vena denagan


maksud memasukkan vena chateter atau alat lain
kedalamnya.

TUJUAN

Memudahkan masuknya vena chateter kedalam vena


supaya infus atau transfusi dapat dilaksanakan.

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01/1.14/RSU.SM/VIII/2008


tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan
Keperawatan
No.02/K/RSU.SM/XII/2008
tentang Standar Prosedur Tindakan Keperawatan

PROSEDUR

A. Dilakukan kepada :
1. Pasien yang sudah mengalami colaps vena ,
sehingga tidak teraba sehingga sulit dimasukkan
vena chateter.
2. Pasien anak-anak atau bayi karena venanya terlalu
kecil.
3. Pasien dengan kelainan jantung yang akan
menjalani tindakan pengobatan / diagnostik
tertentu.
B. Persiapan Alat :
1. Baki yang di beri alas kain (doek) steril yang berisi
seperangkat alat Vena Sectie steril yang terdiri
dari:
1. Bisturi
2. Gunting vena, Bengkok
3. Penjepit Arteri (Arteri Klem )
4. Nald Poeder dan naald hecting
5. Pinset Chirurgi, Pinset Anatomis, Pinset anatomi
kecil
6. Penjepit doek (doek klem) sekurang-kurangnya 4
buah
7. Penjepit arteri biasa sekurang-kurangnya 2 buah
8. Doek bolong yang terbelah salah satu sisinya
9. Jarum vena sectie (tumpul)
a. Spuit 3 CC secukupnya dalam bak steril
b. Novocain / Procain dalam tempatnya
c. Kain kasa dan kapas lidi steril dalam tempatnya
d. Cat gut 2/10 dan benang sutera Zyde 2/0
e. Abocath no. 18
f. Sarung Tangan steril dalam tempatnya
g. Yodium 3% dan alkohol 70% dalam tempatnya
h. Sofratulle, Kemicetine Zalf, dll
i. Infus set steril dan Cairan infus yang di butuhkan
Korentang steril dalam tempatnya
j. Plester
k. Gunting pembaulut, pembalut/verband
l. Spalk siap pakai (bila perlu)

RSU SARI
MUTIARA

TINDAKAN VENA SECTIE

LUBUK PAKAM
No. Dokumen

PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

2/2

12.Standard infus lengkap dengan gantungan botol


13.Obat-obat lain sesuai dengan kebutuhan
C. Pelaksanaan :
1. Memberi tahu kepada pasien/keluarga tentang halhal yang akan dilakukan dan posisi pasien diatur
dengan kebutuhan.
2. Peralatan dipersiapan (lihat cara memasang infus).
3. Petugas mencuci tangan mengenakan sarung
tangan.
4. Permukaan kulit di daerah yang akan di sayat
didesinfeksi,
mula-mula
dengan
yodium,
selanjutnya dengan alcohol.
5. Doek bolong di pasang di daerah yang akan di
sayat.
6. Berikan obat anasthesi pada daerah yang akan di
sayat.
7. Lakukan vena sectie sampai selesai, kemudian infus
di pasang.
8. Luka sayat di jahit kembali, kemudian di tutup
dengan kain kasa steril dan di plester, ( selanjutnya
dipasang spalk bila perlu, pada pasien anak / bayi ).
9. Pasien di rapikan kembali.
10.Peralatan
di
bersihkan,
di
rapihkan
dan
dikembalikan ke tempat semula.
D. Perhatian :
1. Perhatikan keadaan umum pasien.
2. Perhatikan tehnik septik dan antiseptik.
3.
Hindari tindakan yang menyebabkan pasien
merasa lelah.
4. Jumlah tetesan permenit harus sesuai dengan yang
telah di tentukan oleh Dokter.
5. Vena sectie dilakukan sendiri oleh Dolter, perawat
menyiapkan alat dan pasien.

UNIT TERKAIT

1. IGD
2. IRI
3. ICU

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PEMASANGAN CENTRAL VENOUS PRESSURE


( CVP )
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

1/3

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Memasukan chateter CVP melalui pembuluh darah tepi


seperti vena subclavia, femoralis sehingga ujungnya
berada diatrium kanan atau dimuara vena cava
superior / vena cava inferior.

TUJUAN

1. Untuk mengetahui tekanan vena sentral dan menilai


jumlah cairan dalam tubuh.
2. Untuk memberikan cairan parenteral yang bersifat
hypertonic apabila diberikan melalui vena tepi akan
menyebabkan flebitis.
Misalnya :
a. Dextrose 20 %
b. Triofusin E 1000
c. Intralip 10
d. Aminofusin L 600
e. Aminovel 1000
3. Untuk mempermuda pengambilan darah vena yang
berulang-ulang tanpa menyakiti pasien dengan
tusukan jarum.
4. Untuk memberikan obat-obatan parienteral / intra
vena terutama dalam keadaan darurat.
5. Untuk memberikan cairan dengan cepat dengan
jumlah yang banyak apabila melalui vena tepi tidak
dapat / collaps.

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No : 03/1.14/RSU.SM/VIII/2008


tentang Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Peralatan
Medis dan Penunjang Medis
2. Kebijakan Keperawatan No. 02/K/RSU.SM/XII/2008
tentang Standard Prosedur Tindakan Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Set CVP terdiri dari :
a. Manometer CVP
b. Chateter CVP
c. Three Way
d. Spuit 20 CC
e. 2 set infus set
f. Cairan Na Cl 0,9 %
2. Alat-alat tambahan:
a. Doek lobang sterile
b. Kasa sterile

c. Alkohol 70 %
d. Betadine solution
e. 1 pasang Sarung tangan sterile

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PEMASANGAN CENTRAL VENOUS PRESSURE


( CVP )
No. Dokumen

PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

2/3

f. Lidones 2 % 1 amp
g. Plester
h. Gunting verban
i. Standar infus
j. Stik laken-untuk alas
B. Pelaksanaan :
1. Memberitahu pada pasien / keluarga maksud dan
tujuan pemasangan CVP.
2. Mengatur posisi pasien tidur terlentang tidak
memakai bantal.
3. Kepala lebih rendah 100-200 untuk mencegah
terjadinya emboli udara.
4. Alat-alat yang sudah tersedia dan siap pakai
diletakkan disebelah kanan pasien.
5. Cairan infus dan alat-alat manometer CVP sudah
terpasang distandar infus.
6. Cuci tangan dan pakai sarung tangan sterile
7. Daerah yang akan dipasang CVP didesinfektan
dengan betadine solution secara sirkulir atau dari
dalam kearah luar kemudia dengan alcohol 70 %
dengan cara yang sama.
8. Daerah-daerah yang sudah di desinfektan ditutup
dengan doek lobang, baru lakukan anastesi local
dengan Lidones 2 %
9. Spuit 20 CC di isi dengan Na Cl 0,9 % sterile dan
sambungkan dengan jarum yang akan digunakan.
10.Lihat terlebih dahulu seberapa jauh chateter CVP
yang akan dimasuk kan.
11.Jarum ditusukkan kebagian bawah dari clavicula
dekat tulang dengan sudut kira-kira 45
12.Kedalam jarum kira-kira 3 4 cm lalu dihisap
apakah sudah tepat ke vena cava superior dengan
adanya darah keluar.
13.Spuit dilepas lalu dimasukkan chateter CVP
melalui lobang jarum sampai sebatas mana telah
ditentukan sebelumnya. Setelah dirasa cukup
masuk jarum ditarik dan dilindungi dengan plastik
jarum tersebut.
14.Sebelum disambung dengan infus CVP terlebih
dahulu ditest apakah darah keluar dengan lancar
dan baik, setelah lancar
baru disambungkan

dengan set infus yang telah tersedia dengan


cairannya.
15.Selanjutnya bagian luka di bersihkan dan
diplester dan difiksasi dengan jarak 2 cm dari
luka tusukan, lalu diberi crem betadine dan
ditutup dengan kasa sterile dan direkatkan
dengan
plester
dan
tulis
tanggal
pemasangannya diatas plester

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PROSEDUR

PEMASANGAN CENTRAL VENOUS PRESSURE


( CVP )
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

3/3

15.Rapikan pasien dan alat-alat


16.Cuci tangan
C. Catatan :
Daerah atau lokasi yang dapat digunakan untuk
pemasangan chateter CVP:
1. Daerah Vena Cubiti
2. Daerah Vena Femoral
3. Daerah Vena Intra Claviculer
4. Daerah Vena Supra Claviculer
5. Daerah Vena Jugularis

UNIT TERKAIT

ICU

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PEMBERIAN TRANSFUSI DARAH


No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/2

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Yang dimaksud dengan transfusi darah adalah


memasukkan darah dari seseorang (donor) kepada orang
lain (resipien) kedalam pembuluh darah vena dengan
menggunakan transfusi set secara bertetes

TUJUAN

1. Kekurangan darah pasien teratasi


2. Kadar Hb meningkat

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01/1.14/RSU.SM/VIII/2008


tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2.
Kebijakan Keperawatan No.02/K/RSU.SM/XII/2008
tentang Standar Prosedur Tindakan Keperawatan

PROSEDUR

A. Tempat pemasangan transfusi darah :


1. Pada lengan :
Vena Medians
2. Pada tungkai :
Vena Saphenous
3. Pada leher
:
Vena Jugulasi untuk anak
anak
Pada kepala :
Vena Frontale/vena temporalis
untuk anak-anak/ bayi
B. Persiapan Alat :
1. Baki berisi :
1. Cairan NaCl 0,9 %
2. Transfusi set
3. Betdine zalf
4. Plester dan gunting perban
5. Alat pembendung/torniquit
6. Abocat nomor 18
7. Kapas alkohol & gaas steril dalam tempatnya
8. Spalk, peban pembalut, zeil & alasnya
a. Standart infus
b. Nierbekken
c. Catatan perawat dan spidol
i.

Pelaksanaan :
1. Memberi
tahukan
dan
menjelaskan
pemberian transfusi darah pada pasien
2. Membawa alat-alat ke dekat pasien
3. Mencuci tangan

tujuan

4. Sama dengan pemberian infus, dimulai dengan


pemberian cairan NaCl 0,9 %
5. Memindahkan Saluran transfusi set dari botol NaCl
0,9 % ke bag darah

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PASIEN YANG DISUAP


No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/2

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Menyusun dan mempersiapkan


makanan kepada pasien.

serta

memberikan

TUJUAN

1.
2.
3.
4.
5.

KEBIJAKAN

5. Kebijakan Direktur No: 01/1.14/RSU.SM/VIII/2008


tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
6. Kebijakan
Keperawatan
No.02/K/RSU.SM/XII/2008
tentang Standar Prosedur Tindakan Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Piring makan (cekung) berisi nasi/bubur.
2. Sepasang sendok makan.
3. Kom berisi sop.
4. Kom berisi sayuran.
5. Satu atau dua piring berisi lauk pauk.
6. Satu piring kecil berisi buah dan garpu kecil.
7. Tissue/serbet
8. Air minum dalam gelas.
9. Alat pengisap sedotan.

Memberi diet sesuai dengan kebutuhan


Makanan yang dapat di nikmati oleh pasien.
Pasien dapat menikmati makanan.
Makanan terjamin kebersihannya.
Sebelum dan sesudah makan,Lingkungan pasien tetap
bersih.

B. Pelaksanaan :
1. Memberi tahu pasien.
2. Mencuci tangan.
3. Menyusun dan menyiapkan makanan di baki.
4. Mencocokkan makanan sesuai dengan daftar diet.
5. Membawa baki dan isinya ke tempat pasien.
6. Membaringkan pasien,kepala lebih di tinggikan.
7. Membentangkan serbet di bawah dagu,di atas
dada pasien.
8. Perawat duduk di sebelah kanan pasien waktu
menyuap.
9. Menanyakan kepada pasien apakah ia mau minum
lebih dahulu.
10.Menyuapi pasien dengan hati-hati, memberi
minum setelah selesai.
11.Membersihkan bibir pasien,bila telah selesai.
12.Mengangkat alat-alat bekas makan.
13.Merapikan pasien.

PASIEN YANG DISUAP


No. Dokumen

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM
PROSEDUR

UNIT TERKAIT

No. Revisi

Halaman

2/2

14.Membawa alat-alat ke dapur untuk di bersihkan


dan disiapkan ke tempat semula.
15.Mencuci tangan.
1. IGD
2. IRI
3. ICU

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PEMASANGAN NASO GASTRIC TUBE


(NGT)
No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/2

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Suatu tindakan memasukkan alat pipa yang di buat dari


karet / plastik kedalam lambung melalui hidung atau
mulut

TUJUAN

1. Mencegah atau menghilangkan mual dan muntah


setalah operasi atau mengurangi tekanan udara di
dalam perut
2. Pengobatan pasien dengan perdarahan dalam daluran
pencernaan bagian atas
3. Untuk memberika obat-obatan dan makanan langsung
kesaluran pencernaan
4. Mengeluarkan cairan dan udara dari saluran
pencernaan
5. Untuk mencuci lambung pada pasien yang keracunan
6. Untuk mendapatkan bahandari isi lambung untuk
pemeriksaan

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01/1.14/RSU.SM/VIII/2008


tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan
Keperawatan
No.02/K/RSU.SM/XII/2008
tentang Standar Prosedur Tindakan Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Baki berisi :
1. N.G.T sesuai dengan ukuran yang diperlukan
2. Urogard/urin bag

3. Spuit 50 cc / 100 cc
4. Bak instrument berisi : pinset anatomi
set/sarung tangn 1 pasang & gaas steril
5. K. Jelly
6. Stetoscop
7. Plester & gunting perban
8. Tissu/pengalas
9. Nierbekken
2. Sampiran / sheren

B. Pelaksanaan :
1. Memberi tahukan dan menjelaskan tujuan
pemasangn NGT pada pasien
2. Membawa alat-alat ke dekat pasien
3. Memasang sampiran
4. Mengatur posisi pasien sesuai dengan keadaannya
Meletakkan alat pada dada pasien dan nierbekken
5. Mencuci tangan
7. Memasang sarung tangan
RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PEMASANGAN NASO GASTRIC TUBE


( NGT )
No. Dokumen

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

No. Revisi

Halaman

2/2

8. Mengukur panjang selang NGT yang mau di


masukkan dengan cara dari PX sampai kehidung,
kemudian belok kearah telinga selanjutnya di beri
tanda
9. Ujung selang diolesi dengan jrlly lalu masukkan
selang melalui hidung dengan pelan-pelan sambil
pasien di anjurkan menelan dan menarik napas
sekali-kali sambil ke dalam lambung/sampai batas
yang telah ditentukan
10.Memastikan apakah selang benar-benar telah
masuk kedalam lambung dengan cara pakai
stetoscop
letakkan
diatas
daerah
epigastric,masukkan udara sebanyak 10-20 cc
sambil
didengarkan
setelah
masuk
fiksasi
kebatang hidung denga plester
11.Ujung selang di hubungkan ke urogard
12.Melepaskan sarung tangan dan merapikan pasien
13.Membereskan alat-alat
14.Mencuci tangan
15.Catat : tanggal pemasangan dan periksa warna
cairan yang keluar
1.
2.
3.
4.
5.

IRJ
IGD
IRI
ICU
IBS

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MEMBERI DIET MELALUI N.G.T


(SONDE )
No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/2

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Memasukkan makanan cair ke dalam lambung dengan


menggunakan sonde lambung melalui hidung atau
mulut.

TUJUAN

Memberi makan kepada pasien yang tidak dapat makan


dengan cara biasa

KEBIJAKAN

a. Kebijakan Direktur No: 01/1.14/RSU.SM/VIII/2008


Tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
b. Kebijakan
Keperawatan
No.02/K/RSU.SM/XII/2008
Tentang Standar Prosedur Tindakan Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Baki berisi:
a. N.G.T
b. Urogard
c. Nierbekken
d. Kain gaas dalam tempatnya
e. Handscoen 1 pasang
f. Lubricating atau jelly
g. Spuit 100 cc
h. Stetoskop

i.
j.
k.
l.
m.

Tissue
Plester,Spidol,gunting
Makanan / sonde voeding
Air matang
Bila ada obat yang harus di berikan di bereskan
dulu
n. Sampiran
B. Pelaksanaan :
1. Memberi
tahukan
dan
menjelaskan
tujuan
pemasangan NGT pada pasien.
2. Membawa alat-alat ke dekat pasien
3. Memasang sampiran
4. Mengatur posisi pasien sesuai dengan keadaanny
5. Meletakkan alat pada dada pasien dan nierbekken
6. Mencuci tangan
7. Memasang sarung tangan
8. Mengukur panjang selang NGT yang mau di
masukkan dengan cara dari PX sampai kehidung,
kemudian belok kearah telinga selanjutnya di beri
tanda

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MEMBERI DIET MELALUI N.G.T


(SONDE)
No. Dokumen

PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

2/2

9. Ujung selang diolesi dengan jelly lalu masukkan


selang melalui hidung dengan pelan-pelan sambil
pasien dianjurkan menelan dan menarik napas
sekali-kali sambil ke dalam lambung / sampai
batas yang telah ditentukan
10. Memastikan apakah selang benar-benar telah
masuk
kedalam lambung dengan cara pakai
stetoscop letakkan diatas daerah epigastric,
masukkan udara sebanyak 10-20 cc sambil
didengarkan setelah masuk fiksasi kebatang
hidung denga plester.
11. Memasukkan makanan sedikit demi sedikit
memakai spuid 100 cc yang agak di miringkan,
tinggi spuid kira kira 15-20 dm.
12. Dari permukaan wajah pasien
13. Bila selesai memberi makan beri air matang 30 cc
untuk membilas selang sonde.
14. Selang sonde di hubungkan ke urogard
15. Bersihkan ujung N.G.T dari sisa sisa sonde dengan
tissue
16. Membereskan alat-alat
17. Mencuci tangan

UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

1.
2.
3.
4.
5.

IRJ
IGD
IRI
ICU
IBS

MEMBERI DIET MELALUI N.G.T


(SONDE)
No. Dokumen

PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

2/2

18. Ujung selang diolesi dengan jelly lalu masukkan


selang melalui hidung dengan pelan-pelan sambil
pasien dianjurkan menelan dan menarik napas
sekali-kali sambil ke dalam lambung / sampai
batas yang telah ditentukan
19. Memastikan apakah selang benar-benar telah
masuk
kedalam lambung dengan cara pakai
stetoscop letakkan diatas daerah epigastric,
masukkan udara sebanyak 10-20 cc sambil
didengarkan setelah masuk fiksasi kebatang
hidung denga plester.
20. Memasukkan makanan sedikit demi sedikit
memakai spuid 100 cc yang agak di miringkan,
tinggi spuid kira kira 15-20 dm.
21. Dari permukaan wajah pasien
22. Bila selesai memberi makan beri air matang 30 cc
untuk membilas selang sonde.
23. Selang sonde di hubungkan ke urogard
24. Bersihkan ujung N.G.T dari sisa sisa sonde dengan
tissue
25. Membereskan alat-alat

26. Mencuci tangan


UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

6. IRJ
7. IGD
8. IRI
9. ICU
10.
IBS

PELAYANAN PASIEN KUMBAH LAMBUNG


No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/2

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Membersihkan lambung dengan cara memasukkan


cairan/ cairan isotonik ke dalan lambung dan
mengeluarkan/ membilas kembali dengan menggunakan
selang lambung (N.G.T )

TUJUAN

Membersihkan
lambung

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01/1.14/RSU.SM/VIII/2008


tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan
Keperawatan
No.02/K/RSU.SM/XII/2008
tentang Standar Prosedur Tindakan Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. N.G.T. sesuai dengan ukuran
2. Jelly

dan

mengeluarkan

racun/darah

dari

3. Kassa
4. Sarung tangan
5. Klem
6. Stetoskop
7. Spuit 100 cc
8. Nierbekken
9. Air hangat / dingin 1-2 liter / susu kental
10.Gelas ukur
11.Waskom penampung
12.Skort petugas
13.Pinset anatomis
14.Obat-obat:
- S.A 3 ampul
- Norit 50 tablet (di giling halus )
B. Pelaksanaan :
1. Pasien dan keluarga di berikan penjelasan tentang
tindakan yang akan di lakukan
2. Memasang perlak dan alasnya di dada pasien
3. Meletakkan ember yang di beri alas kain pel ke
dekat pasien
4. Melakukan pemasangan N.G.T. sesuai protap
5. Setelah yakin slang penduga masuk ke lambung
pasien, posisi pasien di atur miring tanpa bantal
dan letak kepala lebih rendah
6. Masukkan air / cairan sebanyak 200 cc dengan
menggunakan spuid 100 cc.Selanjutnya buka
kleam di tungggu sampai air/cairan tersebut keluar
dari lambung yang di tampung dalam ember
RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PEMBERIAN OBAT MELALU ORAL ( MULUT )


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

1/2

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Menyiapkan obat yang dapat diberikan melalui mulut


misalnya tablet, kapsul dan sirup.

TUJUAN

1. Mencegah, mengobati penyakit serta mengurangi


rasa sakit.
2. Membantu menegakkan diagnosa
3. Pasien merasa senang

KEBIJAKAN

7. Kebijakan Direktur No: 01/1.14/RSU.SM/VIII/2008


tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
8. Kebijakan
Keperawatan
No.02/K/RSU.SM/XII/2008
tentang Standar Prosedur Tindakan Keperawatan

PROSEDUR

C.

Persiapan Alat :
1. Baki obat berisi

i.

1. Piring makan (cekung) berisi nasi/bubur.


2. Sepasang sendok makan.
3. Kom berisi sop.
4. Kom berisi sayuran.
5. Satu atau dua piring berisi lauk pauk.
6. Satu piring kecil berisi buah dan garpu kecil.
7. Tissue/serbet
8. Air minum dalam gelas.
9. Alat pengisap sedotan.
Buku obat oral (daftar obat)

D. Pelaksanaan :
1. Periksa 5 Tepat (Tepat nama pasien, Tepat obat,
Tepat cara, Tepat waktu dan waspada)
2. Memberitahukan
dan
menjelaskan
tujuan
pemberian obat pada pasien
3. Membawa alat-alat ke dekat pasien
4. Mencuci tangan
5. Letakkan obat tablet pada pemberian yang sama
dalam tempat obat sesuai tertulis di buku obat
6. Bila pasien mengalami kesulitan dalam menelan
tablet dihaluskan dengan menggunakan gilingan
obat
7. Bantu pasien untuk duduk atau posisi miring
8. Letakkan serbet pada dada pasien dan bantu
pasien dalam memberikan obat, bila pasien tidak
mampu
9. Beri minum setelah makan obat
10. Tetap berada disamping pasien sampai obat
diminum
11. Perhatikan pasien
RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PEMBERIAN OBAT MELALU ORAL ( MULUT )


No. Dokumen

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

No. Revisi

Halaman

2/2

11. Membereskan alat-alat dan mengembalikan ke


tempat
semula
12. Mencuci tangan
13. Evalusai setelah 30 menit pemberian obat untuk
melihat reaksi obat
14. Catat: tanggal dan jam pemberian, nama obat
dan
dosisnya serta nama perawat yang
memberikan
1.
2.
3.
4.
5.

IRJ
IGD
IRI
ICU
IBS

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PEMBERIAN OBAT MELALU MATA


No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/1
Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Membersihkan mata dengan menggunakan bola yang


kapas dibasahi dengan air masak / matang.

TUJUAN

1. Untuk

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01/1.14/RSU.SM/VIII/2008


tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan
Keperawatan
No.02/K/RSU.SM/XII/2008
tentang Standar Prosedur Tindakan Keperawatan

PROSEDUR

1. Persiapan Alat :

membersihkan (meningkatkan
mata) kotoran mata.
2. Mencegah terjadinya penyakit mata

kebersihan

1. Baki obat berisi


a. Obat tetes + pipet
b. Bak instrumen berisi: pincet anatomis,gaas
steril beberapa potong
c. Kom berisi gaas steril dalam larutan boorwater/
Nacl 0,9%
d. Tissue beberapa potong
e. Korentang dalam tempatnya
f. Plester + gunting verban
g. Balutan

UNIT TERKAIT

B. Pelaksanaan :
1. Perawatan mencuci tangan
2. Membaringkan pasien dengan posisi telentang
3. Mengambil kapas yang dibasahi dengan air
matang sedikit diperas
4. Membersihkan mata dari arah luar kedalam
dengan ketentuan satu kapas untuk satu mata
5. Kalau perlu diulangi dengan yang baru lagi
sampai bersih.
6. Membuang kapas kotor kedalam tempat sampah
yang tertutup
7. Mengolesi zalf mata pada kedua mata kanan dan
kiri, ujung tube jangan sampai disentuh dengan
mata
8. Memperhatikan reaksi yang timbul dan mencatat
dalam catatan perawatan
9. Perawat mencuci tangan
1. IGD
2. IRI
3. ICU
4. IBS

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PEMBERIAN OBAT MELALU KULIT


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

1/1

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Memberikan obat dengan cara dioleskan, dikompres


,diberi penyinaran dan di bakar.

TUJUAN

Obat terserap ke dalam kulit.

KEBIJAKAN

1.
2.

PROSEDUR

Kebijakan Direktur No: 01/1.14/RSU.SM/VIII/2008


tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
Kebijakan Keperawatan No. 02/K/RSU.SM/XII/2008
tentang Standar Prosedur Tindakan Keperawatan

A. Persiapan Alat :

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Waskom berisi air hangat.


Waslap.
Handuk kecil.
Obat yang di tentukan.
Bak instrumen kecil berisi.
Spatel bila obat berupa salep/cream dalam
tempatnya.
7. Pinset anatomis.
8. Kapas lidi.
9. Korentang dalam tempatnya.
B. Pelaksanaan :
1. Memberitahu dan menjelaskan kepada pasien.
2. Membawa alat alat ke dekat pasien..
3. Mengatur posisi pasien.
4. Membersihkan bagian badan dengan boor
water/Nacl 0,9% kemudian di keringkan.
5. Mencuci tangan.
6. Bila obat berupa salep/cream dalam pot obat,
mengambilnya dengan menggunakan spatel,
kapas lidi steril,banyaknya tergantung luas
daerah yang akan di
oleskan kemudian di
oleskan pada kulit sambil menekan
7. Bila perlu di balut atau di tutup dengan kain gaas
steril
dengan plester.
8. Merapikan pasien
9. Membereskan alat alat .
10.Mencuci tangan.
UNIT TERKAIT

1. IRJ
2. IRI
3. IGD
4. ICU

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PEMBERIAN OBAT MELALUI ANUS / RECTUM


No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/1
Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Memberikan obat-obat tertentu melalui anus / rectum.

TUJUAN

1. Sebagai pengobatan.
2. Rasa sakit menjadi berkurang.
3. Otot pernapasan menjadi kendor.
4. Faces menjadi lunak dan bab menjadi terangsang.

KEBIJAKAN

a.

Kebijakan Direktur No: 01/1.14/RSU.SM/VIII/2008


tentang Peningkatan Mutu Pelayanan

b.
PROSEDUR

UNIT TERKAIT
RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

Kebijakan Keperawatan No. 02/K/RSU.SM/XII/2008


tentang Standar Prosedur Tindakan Keperawatan
Persiapan Alat :
1. Baki berisi :
a. Obat Suppositorium dalam bungkusnya
b. Sarung tangan kanan
c. Kertas tissu
2. Sampiran
Pelaksanan :
1. Memberitahu dan menjelaskan kepada pasien
2. Membawa alat-alat kedekat pasien
3. Memasang sampiran
4. Membuka pakaian bawah dan mengatur posisi
pasien dalam sikap Sim
5. Mencuci tangan
6. Membuka pembungkus suppositorium
7. Memakai sarung tangan, mengambil obat
suppositorium dan memasukkan kedalam rectum
kira-kira 7 8 cm sambil pasien dianjurkan
bernapas melalui mulut.
8. Menarik jari telunjuk keluar, tangan kiri menjepit
kedua belahan bokong agar suppositorium tidak
keluar
9. Membersihkan daerah anus dengan tissue
10.Menganjurkan pasien tetap berbaring selama
kira-kira 20 menit dan tidak mengedan.
11.Merapikan pasien.
12.Membereskan alat-alat.
13.Mencuci tangan.
14.Mencatat : Keadaan umum / reaksi
pasien
- Hasil dari pemberian obat
- Tanggal dan jam pemberian
- Nama perawat yang melaksanakan

1. IGD 2.

IRI 3.

PEMBERIAN OBAT MELALUI


SUNTIKAN SUBCUTAN
No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

ICU

No. Revisi

Halaman

1/2

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Yang dimaksud dengan suntikan subcutan adalah


memasukkan obat di bawah kulit.

TUJUAN

Mempercepat reaksi dari cairan obat,untuk


penyembuhan.

KEBIJAKAN

1.
2.

PROSEDUR

Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang
Standar
Prosedur
Tindakan
Keperawatan

A. Persiapan Alat :
1. Baki berisi :
a. Spuit 1 cc
b. Kapas alkohol dalam tempatnya
c. Obat yang akan diberikan
d. Nierbekken
2. Catatan perawat
B. Pelaksanaan:
1. Periksa 5 tepat (Tepat nama pasien,Tepat
obat,Tepat dosis,Tepat cara,Tepat waktu dan
waspada)
2. Memberitahukan
dan
menjelaskan
tujuan
pemberian obat suntikan pada pasien
3. Membawa alat-alat ke dekat pasien
4. Mencuci tangan
5. Mengatur posisi pasien serta membebaskan
daerah yang akan disuntik dari pakaian
6. Menghapus hamakan kulit pasien dengan kapas
alkohol, membuang kapas alkohol bekas ke
dalam nierbekken, tunggu sampai kulit kering
7. Mengangkat kulit sedikit dengan jari telunjuk dan
ibu jari tangan kiri kemudian tangan kanan
menusukkan jarum perlahan lahan dengan
lobang jarum mengarah keatas
8. Jarum dan permukaan kulit membuat sudut 45
derajat
9. Menarik penghisap spuit sedikit untuk memeriksa
apakah ada darah atau tidak, bila tidak ada
darah
10.Semprotkan cairan obat perlahan lahan sampai
habis
11.Meletakkan kapas alkohol yang baru di atas
jarum, kemudian menarik spuit dan jarum
dengan cepat sambil memegang pangkal jarum,
lalu malakukan pengurutan pada bekas suntikan

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PEMBERIAN OBAT MELALUI


SUNTIKAN SUBCUTAN
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

2/2

12.
Rapikan pasien
13.
Membawa alat-alat ke meja suntik untuk di
rapikan
14.
Mencuci tangan
15.
Evaluasi setelah 30 menit pemberian obat

untuk melihat reaksi obat


16.
Catat : tanggal dan jam pemberian,nama
obat dan dosisnya serta nama perawat yang
memberikan
UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

1.
2.
3.
4.
5.

IRJ
IGD
IRI
ICU
IBS

PEMBERIAN OBAT MELALUI


SUNTIKAN INTRACUTAN
No. Dokumen

STANDAR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit

No. Revisi

Halaman

1/2

Ditetapkan oleh:
Direktur

PROSEDUR

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Memasukkan obat ke dalam jaringan kulit.

TUJUAN

1.
2.

Mendapat reaksi setempat.


Mendapat / menambahkan kekebalan, misalnya
suntikan BCG.

KEBIJAKAN

1.

Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang
Standar
Prosedur
Tindakan
Keperawatan

2.

PROSEDUR

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

A. Persiapan Alat :
1. Baki obat berisi:
a. Spuit 1cc
b. Kapas alkohol dalam tempatnya
c. Obat yang akan diberikan
d. Nierbekken
2. Catatan perawat
B. Tempat Suntikan :
1. Pada lengan bawah bagian depan lengan bawah
1/3 dari lekukan siku (2/3 dari pergelangan
tangan) untuk mantoux.
2. Pada lengan atas 3 jari di bawah sendi bahu, di
tengah-tengah daerah muskulus deltoideus
untuk BCG.
C. Pelaksanaan:
1. Periksa 5 tepat (Tepat nama pasien,Tepat
obat,Tepat dosis,Tepat cara,Tepat waktu dan
waspada)
2. Memberitahukan
dan
menjelaskan
tujuan
pemberian obat suntikan pada pasien
3. Membawa alat-alat kedekat pasien
4. Mencuci tangan
5. Membebaskan daerah yang akan disuntik dari
pakaian
6. Menghapus hamakan kulit pasien dengan kapas
alkohol
7. Menegangkan kulit pasien dengan tangan kiri
kemudian tangan kanan menusukan jarum
perlahan lahan dengan lobang jarum mengarah
keatas
8. Jarum dan permukaan kulit membuat sudut 1520 derajat
9. Menyemprotkan
cairan
sampai
terjadi
gelembung berwarna putih pada kulit,lalu jarum
ditarik dengan cepat,tidak dihapus hamakan
dengan kapas alkohol dan tidak boleh dilakukan
pengurutan

PEMBERIAN OBAT MELALUI


SUNTIKAN INTRACUTAN
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

2/2

10.Merapikan pasien
11.Membawa alat-alat ke meja suntik untuk
dirapaikan
12.Mancuci tangan
13.Evaluasi setelah 30 menit pemberian obat untuk
melihat reaksi obat
14.Catat : tanggal dan jam pemberian, nama obat
dan dosisnya serta nama perawat yang
memberikan
UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

1.
2.
3.
4.
5.

IRJ
IGD
IRI
ICU
IBS

PEMBERIAN OBAT MELALUI


SUNTIKAN INTRAMUSCULAR

No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/2
Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Yang dimaksud dengan suntikkan intramuscular


menyuntikkan obat kedalam jaringan otot

TUJUAN

Mempercepat reaksi dari cairan obat, untuk


penyembuhan

KEBIJAKAN

1.
2.

PROSEDUR

Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang
Standar
Prosedur
Tindakan
Keperawatan

A. Tempat suntikan :
1. Otot bokong kanan/kiri, yang tepat adalah pada
1/3 bagian dari spina illiaca anterior superior ke
tulang coxygeus
2. Otot paha bagian luar
3. Otot pangkal lengan
B. Persiapan Alat :
1. Baki berisi :
1. Spuit 3 cc 5 cc
2. Kapas alkohol dalam tempatnya
3. Obat yang akan diberikan
4. Nierbekken
a. Catatan perawat
i.

Pelaksanaan :
1. Periksa 5 tepat (Tepat nama pasien,Tepat
obat,Tepat dosis, Tepat cara,Tepat waktu dan
waspada)
2. Memberitahukan
dan
menjelaskan
tujuan
pemberian obat suntikan pada pasien
3. Membawa alat-alat ke dekat pasien
4. Mencuci tangan
5. Mengatur posisi pasien serta membebaskan
daerah yang akan disuntik dari pakaian
6. Menghapus hamakan kulit pasien dengan kapas
alkohol, membuang kapas alkohol bekas ke
dalam nierbekken, tunggu sampai kulit kering
7. Mengangkat kulit sedikit dangan jari telunjuk dan
ibu jari tangan kiri pada daerah bokong atau
mengangkat otot, kemudian tangan kanan
menusukkan jarum perlahan lahan ke dalam otot
tegak lurus dengan permukaan kulit sedalam
pajang jarum, menarik penghisap spuit sedikit
untuk memeriksa apakah ada

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PEMBERIAN OBAT MELALUI


SUNTIKAN INTRAMUSCULAR
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

2/2

darah, bila tidak ada darah semprotkan cairan


obat perlahan lahan sampai habis
8. Setelah obat masuk seluruhnya, meletakkan
kapas alkohol yang baru di atas jarum, kemudian
menarik spuit dan jarum dengan cepat
9. Merapikan pasien
10.Membawa alat-alat ke meja suntik untuk di
rapikan
11.Mencuci tangan
12.Evaluasi setelah 30 menit pemberian obat untuk
melihat reaksi obat
13.Catat : tanggal dan jam pemberian,nama obat
dan dosisnya serta nama perawat yang
memberikan
UNIT TERKAIT

IRJ
IGD
IRI
ICU
IBS

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PEMBERIAN OBAT MELALUI


SUNTIKAN INTRAVENA
No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/2
Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Yang dimaksud dengan suntikan intravena


menyuntikkan obat kedalam jaringan vena

TUJUAN

Mempercepat reaksi dari cairan obat, untuk


penyembuhan

KEBIJAKAN

1.
2.

PROSEDUR

adalah

Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang
Standar
Prosedur
Tindakan
Keperawatan

A. Tempat suntikan :
1. Pada lengan : vena mediana/ vena cedhalica
2. Pada tungkai : vena Saphenous
3. Pada leher : vena Jugulasi untuk anak anak
4. Pada kepala : vena Frontale/vena temporalis
untuk anak-anak/ bayi
B. Persiapan Alat :
1. Baki berisi :
1. Spuit 3 cc 5 cc
2. Kapas alkohol dalam tempatnya
3. Obat yang akan diberikan
4. Zeil dan alasnya
5. Alat pembendung/torniquit
6. Nierbekken
7. Bak insrument
a. Catatan perawat
i.

Pelaksanaan :
1. Periksa 5 tepat (Tepat nama pasien,Tepat
obat,Tepat dosis,Tepat cara,Tepat waktu dan
waspada)
2. Memberitahukan
dan
menjelaskan
tujuan
pemberian obat suntikan pada pasien
3. Membawa alat-alat ke dekat pasien
4. Mencuci tangan
5. Isi spuit dengan obat yang hendak di suntikan,
udara dalam spuit dikeluarkan.Masukkan spuit
kedalam bak instrumen
6. Membebaskan daerah yang akan disuntik dari
pakaian, dan mengatur posisi pasien

7. Pasang zeil dan alasnya, tangan pasien difiksasi


RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PEMBERIAN OBAT MELALUI


SUNTIKAN INTRAVENA
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

2/2

8. Menegakkan kulit pasien dengan tangan kiri, lalu


menusukkan jarum perlahan-lahan ke dalam
vena dengan lobang jarum mengarah keatas
sejajar dengan vena
9. Menarik
penghisap
sedikit
spuit
untuk
memeriksa apakah jarum sudah masuk kedalam
vena yang di tandai dengan masuknya darah
kedalam spuit
10. Fiksasi dilepaskan, kemudian secara perlahan
lahan memasukkan cairan obat ke dalam vena
sampai habis
11. Meletakkan kapas alkohol di atas jarum,
kemudian menarik spuit dan jarum dengan cepat
sambil
memegang
pangkal
jarum
bekas
tusukkan
12. Merapikan pasien
13. Membawa alat-alat ke meja suntik untuk di
rapikan
14. Mencuci tangan
15. Evaluasi setelah 30 menit pemberian obat untuk
melihat reaksi obat
16. Catat : tanggal dan jam pemberian, nama obat
dan dosisnya serta nama perawat yang
memberikan
UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.

IRJ
IGD
IRI
ICU
IBS

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PEMBERIAN OBAT MELALUI


SUNTIKAN INTRAVENA
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

2/2

17. Menegakkan kulit pasien dengan tangan kiri, lalu


menusukkan jarum perlahan-lahan ke dalam
vena dengan lobang jarum mengarah keatas
sejajar dengan vena
18. Menarik
penghisap
sedikit
spuit
untuk
memeriksa apakah jarum sudah masuk kedalam
vena yang di tandai dengan masuknya darah
kedalam spuit
19. Fiksasi dilepaskan, kemudian secara perlahan
lahan memasukkan cairan obat ke dalam vena
sampai habis
20. Meletakkan kapas alkohol di atas jarum,
kemudian menarik spuit dan jarum dengan cepat
sambil
memegang
pangkal
jarum
bekas
tusukkan
21. Merapikan pasien
22. Membawa alat-alat ke meja suntik untuk di
rapikan
23. Mencuci tangan
24. Evaluasi setelah 30 menit pemberian obat untuk
melihat reaksi obat
25. Catat : tanggal dan jam pemberian, nama obat
dan dosisnya serta nama perawat yang
memberikan
UNIT TERKAIT

6.
7.
8.
9.
10.

IRJ
IGD
IRI
ICU
IBS

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PEMBERIAN OKSIGEN (O2)


No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/1
Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Memasukkan O2 ( Zat Asam) kedalam paru-paru pasien


dengan gangguan system pernafasan, melalui saluran
pernafasan dengan menggunakan alat khusus.

TUJUAN

1. Untuk memenuhi kekuarangan zat asam pada pasien


yang dalam keadaan hipoksia/ anoksia
2. Metabolisme berjalan lancar

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No : 03/1.14/RSU.SM/VII/2008


tentang Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Peralatan
Medis dan Penunjang Medis.
2. Kebijakan Keperawatan No. 03/K/RSU.SM/XII/2008
tentang Fasilitas Peralatan Pelayanan Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
Tabung zat asam (O2) terdiri dari :
1. Manometer untuk mengetahui isi O2 dalam tabung.
2. Botol pelembab (humiclifer) diisi dengan aqos
destilata.
3. Flowmeter (pengukur aliran) untuk mengetahui
jumlah O2 yang diberukan permenit.
4. Selang O2 dengan face mask/ nasal cateter/ nasal
canula
B. Pelaksanaan :
1. Memberitahu dan menjelaskan kepada pasien bila
pasien dalam keadaan sadar.
2. Menempatkan alat-alat kedekat pasien.
3. Mencuci tangan.
4. Mengatur posisi pasien dan mengangkatnya .
5. Isi tabung diperiksa dan dicoba.
6. Mengatur volume O2 sesuai intruksi dokter dengan
membuka flow meter.
7. Memasang selang O2.
8. Mengawasi keadaan pasien/ menanyakan kepada

pasien apakah sesaknya berkurang.


9. Alat dibereskan dan perawat cuci tangan.
10.Catat tanggal/ jam pemakaian dengan kecepatan
aliran O2.
11.Monitoring minimal 1/2 -1 jam (K/P).
UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

1.
2.
3.
4.
5.

IRJ
IGD
IRI
ICU
IBS

TINDAKAN PENGHISAPAN LENDIR DAN SEKRESI


( SUCTION )
No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

1/1

STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Tanggal Terbit
16/05/11

Ditetapkan Oleh
Direktur
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Suatu cara penyedotan lendir, kotoran pada saluran


pernafasan dimana pasien sendiri tidak sanggup
mengeluarkannya.

TUJUAN

Untuk membebaskan jalan nafas dari akumulasi sekresi


lendir
dan
kotoran
yang
dapat
menimbulkan
penyumbatan.

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No : 03/1.14/RSU.SM/VIII/2008


tentang Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Peralatan
Medis dan Penunjang Medis
2. Kebijakan Keperawatan No. 03/K/RSU.SM/VIII/2008
tentang Fasilitas Peralatan Pelayanan Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Sarung tangan steril.
2. Suction chateter steril.
3. Pinset anatomis.
4. Suction aparat.
5. Nacl 0,9 % dan aquadest.
6. Air viva.
B. Pelaksanaan :
1. Setelah alat-alat disiapkan dan didekatkan pada
pasien.
2. Pasien diberitahu.
3. Cuci tangan, pasang sarung tangan.
4. Air pipa sambung O2.
5. Lakukan oksigenisasi dengan air viva yang sudah
dialiri O2 3 4 liter selama 1 sampai 2 menit.
6. Suction aparat dinyalakan sambung dengan
chateter steril.
7. Lakukan penyedotan dengan menggunakan
pinset, memasukkan chateter suction ke dalam
tube / saluran pernafasan, lakukan pengisapan
dengan menarik kembali suction chateter
dengan cara diputar ke atas, sambil lobang pada
suction ditutup. Lakukan 5 10 detik chateter
suction diangkat / dicabut.
8. Masukkan dalam larutan fisiologis untuk
penyepuhan.
9. Kemudian lakukan lagi penyedotan.
10. Demikian seterusnya 4 5 kali. Setelah selesai
tindakan ini dilakukan suction dimatikan.
Chateter dicabut dan direndam dalam larutan
aquadest, alat-alat dibereskan dan cuci tangan.

UNIT TERKAIT
RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

1. IRJ
2. IGD

3.
4.

IRI
ICU

5. IBS

PEMASANGAN AMBUBAG

No.Dokumen

STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Tanggal Terbit
16/05/11

No.Revisi

Halaman

1/1

Ditetapkan Oleh
Direktur
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Sebuah alat untuk memasukkan zat asam atau oksigen


kedalam paru-paru yang mengalami gangguan sistem
pernapasan, melalui saluran pernapasan bagian atas.

TUJUAN

1. Untuk memenuhi kekurangan zat asam atau oksigen


pada pasien yang dalam keadaan hipoksia atao
anoksia
2. Metabolise berjalan lancer

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No : 03/1.14/RSU.SM/VIII/2008


tentang Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Peralatan
Medis dan Penunjang Medis
2. Kebijakan Keperawatan No. 03/K/RSU.SM/XII/2008
tentang Fasilitas Peralatan Pelayanan Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
Ambu bag.

Selang O2

Face Mask (sesuai ukuran).

Gudel

Katup in take dalam

Katub in take luar

Tabung O2 + meteran

B. Penggunaan :
1. Dekatkan alat-alat kepada pasien
2. Sambungkan selang O2 ke ambu dan hubungkan
ketabung O2
3. Buka O2 sesuai kebutuhan pasien
4. Buat posisi pasien tidur terlentang
5. Buka jalan nafas dengan memakai gudel dan tarik
mandibula keatas dengan tiga jari tangan kiri
6. Bantu nafas dengan memakai ambu dengan cara,
letakkan face mask menutupi mulut dan hidung
dan ditekan dari atas dengan ibu jari dan jari
telunjuk (supaya O2 tidak keluar dari cela-cela
face mask) Tangan kanan memompa balon ambe
sampai maksimal.

UNIT TERKAIT

a.
b.
c.
d.
e.

IRJ
IGD
IRI
ICU
IBS

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

BASIC LIFE SUPPORT


(BANTUAN HIDUP DASAR)
No.Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No.Revisi

Halaman

1/3
Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Bantuan hidup dasar dengan cepat, tepat dan efektif

TUJUAN

Mengembalikan fungsi jantung dan paru

KEBIJAKAN

1.

Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang : Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008 tentang : Standar Prosedur Tindakan
Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Ambu Bag
2. O2
3. Guedel
4. Papan
B. Pelaksanaan :
1. CPR Dewasa 1 Penolong
a. Periksa keadaan sekitar
Keluarga diberi penjelasan tentang tindakan
yang akan dilakukan
Mengamankan keadaan dari bahaya
Mengatur posisi pasien dalm waktu 10 detik
b. Kesadaran
Menepuk / mengguncang bahu
Menyebutkan kalimat/ kata untuk periksa
kesadaran dengan pendengaran pasien
Meminta pertolongan
c. Airway
Menopang
dagu,
memegang
dahi,
tengadahkan kepala 3-5 detik
d. Breathing
Memeriksa pasien bernafas atau tidak dengan
cara lihat, dengar dan rasa 3-5 detik
Memberikan nafas buatan dari mulut ke
mulut 2x 4-6 detik
Memberikan nafas buatan 10 - 12 x per detik
e. Circulation
Memeriksa nadi leher / karotis 5-10 detik
Menentukan posisi tengah
Menekan dengan kedalaman 1,5 2 inchi (4-5
cm)
Memberikan kompresi dada dan nafas buatan
4x putaran dengan perbandingan 30 : 2 dalam
1 menit
Memeriksa kembali nadi leher

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

BASIC LIFE SUPPORT


(BANTUAN HIDUP DASAR)
No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

2/3

f. Melakukan urutan tahap demi tahap


Melakukan CPR menit pertama dalam waktu
90 detik
2. CPR Dewasa 2 orang penolong
a. Module 1 oleh 1 orang penolong
b. Orang ke dua datang dan mengatakan Saya
dapat bantu ?
c. Orang pertama katakan ya
Setelah putaran
CPR 30 : 2, periksa nadi
leher / Karotis. Katakan Nafas tidak ada , nadi
tidak teraba, berikan 1x nafas kemudian
Katakan lagi lanjutan CPR orang kedua
memulai kompresi dada (dilakukan 3-5 detik)
Kedua orang penolong melakukan :
CPR dengan frekwensi = 5:1, selama satu
menit pergantian
Penolong yang melakukan kompresi dada
memberikan
tanda
ganti
Yaitu
dalam
hitungan : ganti, dua, tiga, empat, lima .
Setelah penolong yang melakukan pernafan
buatan memberikan 1 kali nafas, penolong
yang kompresi merunduk dan memeriksa
nadi leher / Karotis, kemudian mengatakan
nafas tidak ada, nadi tidak teraba
memberikan
satu
kali
nafas
buatan,
kemudian lanjutakan CPR (waktu ganti 3-5
detik)
Penolong yang melakukan ventilasi pertama
melakukan kompresi dan melakukan CPR 5 : 1
3. Dewasa chocking tidak sadar
a. Mengatur posisi terlentang datar
b. Check kesadaran :
Panggil, tepuk-tepuk dan guncang-guncang
Buka jalan nafas : Pegang dahi dan Pegang
dagu
c. Tengadahkan kepala
d. Periksa nafas :
Lihat
Dengar
Rasa
e. Beri nafas buatan, (bila tidak mengembang)
f. Reposisi kepal dan ulangi tengadahkan.
g. Beri nafas buatan kembali, (bila tidak
mengembang juga)
h. Minta pertolongan.
i. Berikan Heimlich maneuvre / abdominal thrush
5 x posisi badan dan tangan tepat 2 jari diatas
pusat.

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

BASIC LIFE SUPPORT


(BANTUAN HIDUP DASAR)
No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

3/3

j. Bersihkan benda asing dengan metode buka


mulut :
Jari silang
Mengangkat lidah dan rahang
Mengorek menggunakan jari
UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.

IGD
IRI
ICU
IBS

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MEMBERI POT DAN URINAL KEPADA PASIEN


No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

1/1

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsudin

PENGERTIAN

Proses pengeluaran sisa pembakaran melalui paruparu,ginjal,


kulit dan pengeluaran ampas-ampas makanan melalui
anus.

TUJUAN

Agar tubuh tidak terganggu atau keracunan oleh zat-zat


dan ampas makanan yang tidak di perlukan oleh tubuh.

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang
Standar
Prosedur
Tindakan
Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Pot dan tutupnya.
2. Kain penutup.
3. Botol berisi air.
4. Kapas cebok.
5. Kertas kloset.
6. Nierbekken / kantong plastik.
7. Sampiran / Scherem.
B. Pelaksanaan :
1. Memberi tahu pasien.
2. Membawa alat ke dekat pasien.
3. Memasang sampiran / scherem
4. Mencuci tangan.
5. Memasang kain penutup.
6. Membuka pakaian sebelah bawah.
7. Meminta kepada pasien menekuk lututnya
kemudian mengangkat bokongnya.
8. Memberi pot / urinal dengan hati-hati dan
memberi bel untuk memanggil perawat bila
selesai BAB/BAK.
9. Mengangkat urinal bila telah selesai (pasa pria)
bila memakai pot. Siram dengan air dari atas
bagian kemaluan kemudian keringkan dengan
kertas kloset,kapas cebok dan kertas kloset yang
kotor, letakkan ke nierbekken / kantong plastik,
pot di ambil.
10. Mengembalikan posisi pasien seperti semula.
11. Mengenakan kembali pakaian dalam pasien dan
kain penutup pasien di ambil.
12. Merapikan pasien,membuka sampiran / sheren.
13. Membereskan alat-alat,membawa pot / urinal dan
isinya ke spoelhok untuk di bersihkan.
14. Cuci tangan.

UNIT TERKAIT

1. IGD
2. IRI

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

3. ICU
4. IBS

MEMBERIKAN HUKNA RENDAH

No.Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No.Revisi

Halaman

1/2

Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsudin

PENGERTIAN

Memasukan cairan sampai ke dalam kolon desenden


melalui anus dengan menggunakan irigator.

TUJUAN

1. Pengobatan pada pasien obstipasi (sembelit )


2. Mendapatkan persendian bahan pemeriksaan
laboratorium

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang
Standar
Prosedur
Tindakan
Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapam Alat :
1. Irigator lengkap (saluran karet, rectum canula,
nelaton kateter)
2. Com berisi cairan hangat/ Na Cl 0,9%
3. Nierbeken
4. Jelly
5. Gaas dan tempatnya
6. Kain penunutup
7. Pot dan tutupnya
8. Air dalam botol, kapas cebok dalam tempatnya
dan tissue
9. Standard irigator
10.Sampiran/ sherem
B. Pelaksanan :
1. Memberitahukan dan menjelaskan tujuan
pemberian huknah rendah pada pasien.
2. Membawa alat-alat ke dekat pasien.
3. Memasang sampiran.
4. Mencuci tangan.
5. Memasang kain penutup.
6. Menanggalkan pakaian bagian bawah.
7. Mengatur posisi pasien : memiringkan kekiri
dengan lutut kanan di tekukkan.
8. Meletakkan nierbeken ke dekat bokong.
9. Menggantungkan irigator pada standar tinggi
irigator kirakira sampai 40 - 50 cm dari bokong
pasien.
10.Mengoleskan jelly pada kanule, kemudian
mengeluarkan dari dalam saluran dan membuka
klem/pengatur cairan, air di tampung dalam
nierbekan.

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MEMBERIKAN HUKNA RENDAH


No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

2/2

11. Menutup klem agar airnya tidak mengalir, kemudian


memasukan kanule ke dalam lobang pelepas (anus),
memasukan kanule kedalam anus kira-kira 75%.
12. Membuka
klem
bila
cairan
akan
habis,
mengeluarkan kanula perlahan-lahan, di lepaskan
saluran, kemudian di letakkan ke dalam nierbeken.
13. Diminta pasien untuk menahan sebentar sambil
menarik
nafas panjang, memint psien untuk
terlentang dan
menekukkan lututnya kemudian
mengangkat bokong lalu diberi pot.
14. Melepaskan sarung tangan dan membereskan
pasien setelah B.A.B .
15. Membereskan alat-alat, di bawa ke spolhoek untuk
di bersihkan kemudian alat di bersihkan ketempat
kanula.
16. Mencuci tangan.
17. Catat : tanggal pemberian huknah.
18. Melepaskan sarung tangan dan membereskan
pasien setelah B.A.B.
19. Membereskan alat-alat, di bawa ke spolhoek untuk
di bersihkan kemudian alat di bersihkan ketempat
kanula.
20. Mencuci tangan
UNIT TERKAIT

1. IRI
2. ICU

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MEMBERIKAN HUKNA TINGGI


No.Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No.Revisi

Halaman

1/2

Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsudin

PENGERTIAN

Memasukan cairan sampai ke dalam kolon Asenden


melalui anus

TUJUAN

1.
2.
3.

KEBIJAKAN

1.
2.

Persiapan operasi
Persiapan pemeriksaan misalnya, BNO, Colon foto,
Cholesystogran, Rectoscoiy
Pengobatan simtomatis pada pasien melena
Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /
2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang
Standar
Prosedur
Tindakan
Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Irigator lengkap (saluran karet, rectum canula,
nelaton kateter) berisi cairan hangat/ Na Cl 0,9%
2. Nierbeken
3. Jelly
4. Gaas dan tempatnya
5. Kain penunutup
6. Pot dan tutupnya
7. Air dalam botol
8. kapas cebok dalam tempatnya
9. tissue
10.Standard irigator
11.Sampiran/ sherem
B. Pelaksanan :
1. Memberitahukan
dan
menjelaskan
tujuan
pemberian huknah rendah/ tinggi pada pasien.
2. Membawa alat-alat ke dekat pasien.
3. Memasang sampiran.
4. Mencuci tangan.
5. Memasang kain penutup.
6. Menanggalkan pakaian bagian bawah.
7. Mengatur posisi pasien, di miringkan kekanan
dengan kedua lutut di tekuk dan tanpa bantal.
8. Meletakkan nierbeken ke dekat bokong.
9. Menggantungkan irigator pada standar
tinggi
kira-kira 20 - 25 cm dari bokong pasien.
10. Mengoleskan jelly pada kanule, kemudian
mengeluarkan dari dalam saluran dan membuka
klem/pengatur cairan, air di tampung dalam
nierbekan.

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MEMBERIKAN HUKNA TINGGI


No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

2/2

11.Menutup klem agar airnya tidak mengalir,


kemudian memasukan kanule ke dalam lobang
pelepas (anus) memasukan nelaton kateter ke
dalam anus kira-kira 10 cm.
12.Membuka
klem bila cairan
akan
habis,
mengeluarkan
kanula perlahan-lahan, di
lepaskan saluran, kemudian diletakkan ke dalam
nierbeken.
13.Diminta pasien untuk menahan sebentar sambil
menarik nafas panjang, meminta pasien untuk
terlentang dan menekukkan lututnya kemudian
mengangkat bokong lalu diberi pot.
14.Melepaskan sarung tangan dan membereskan
pasien setelah B.A.B.
15.Membereskan alat-alat, di bawa ke spolhoek
untuk di bersihkan kemudian alat di bersihkan
ketempat kanula.
16.Mencuci tangan.
17.Catat : tanggal pemberian huknah.
UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

1. IRI
2. ICU

MEMBERIKAN HUKNA GLYSERIN

No.Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No.Revisi

Halaman

1/2

Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsudin

PENGERTIAN

Memasukan glyserin ke dalam kolon sigmoid melalui


anus dengan menggunakan glyserin spuit

TUJUAN

1. Merangsang untuk buang air besar (BAB)


2. Membersihkan kolon pada pasien inpartu
3. Mendapatkan
persendian
bahan
pemeriksaan
laboratorium

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang
Standar
Prosedur
Tindakan
Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Glycerin spuit
2. Com berisi glycerin sebanyak 20-30 cc
3. Nierbeken
4. Kain penutupnya
5. Air dalam botol,
6. Kapas cebok dalam tempatnya
7. Sampiran / sherem
B. Pelaksanaan :
1. Memberitahukan
dan
menjelaskan
tujuan
pemberian huknah glyserin pada pasien.
2. Membawa alat- alat ke dekat pasien.
3. Memasang sampiran.
4. Mencuci tangan.
5. Memasang kain penutup.
6. Menanggalkan pakaian bagian bawah.
7. Miringkan pasien kekiri, lutut kanan ditekukkan.
8. Meletakkan nierbekan ke dekat bokong.
9. Mengisi glyserin spuit dengan glyserin sebanyak
20-30 cc.
10.Mengeluarkan udara dari dalam spuit, kemudian
memasukan kanule ke dalam anus.
11.Menyemprotkan isinya perlahan-lahan sampai
cairan dalam spuit habis, di minta pasien untuk
menarik nafas panjang.
12.Mengeluarkan glyserin spuit perlahan-lahan, di
masukan ke dalam nierbeken.

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MEMBERIKAN HUKNA GLYSERIN

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

2/2

1. Diminta pasien untuk menahan sebentar sambil


menarik nafas panjang dan minta pasien untuk
terlentang dan menekukkan lututnya kemudian
mengangkat bokong lalu di beri pot.
2. Melepaskan sarung tangan dan merapikan pasien
setelah B.A.B.
3. Membereskan alat-alat, di bawa ke spoelhok
untuk di bersihkan kemudian alat di kembalikan
ketempat semula.
4. Mencuci tangan.
5. Catat : Tanggal pemberian huknah gliserin.
UNIT TERKAIT

1. IGD
2. IRI
3. ICU

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MEMBERIKAN HUKNA KATETERISASI URINE


(WANITA DAN PRIA)
No.Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No.Revisi

Halaman

1/2

Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsudin

PENGERTIAN

Suatu tindakan memasukkan pipa yang dibuat dari


karet/plastik melalui uretra sampai kekandung kemih
dengan menggunakan tehnik aseptik

TUJUAN

1. Mengurangi/mengosongkan kandung kemih


2. Pengambilan contoh bahan pada pemeriksaan urin
steril
3. Mengukur urin out-put
4. Membantu pasien untuk urinern
5. Persiapan pasien untuk prosedur operasi

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang
Standar
Prosedur
Tindakan
Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Baki berisi :
a.
Bak instrumen berisi :
Pinset anatomi 1 set / sarung tangan 1
pasang
Gaas steril
b.
Kateter
sesuai
nomor
yang
diperlukan dan urine bag
c.
Aquabides 20 CC
d.
Spuit 10 CC
e.
Bethadin sol dalam botol
f.
K. Jelly
g.
Kapas cebok dalam tempatnya
h.
Nierbeken 2 buah.
2. Sampiran / sherem
B. Pelaksanaan :
1. Memberitahukan
dan
menjelaskan
tujuan
pemberian kateterisasi pada pasien.
2. Membawa alat alat kedekat pasien
3. Memasang sampiran
4. Menyiapkan pasien wanita dengan posisi pasien
terlentang dengan kedua kaki dibengkokkan
( dorsal recumbent ) pada pasien pria dengan
posisiterlentang dengan kaki diluruskan ( supine
), lalu meninggalkan pakaian bagian bawah dan
tutupan dengan kain penutup.
5. Meletakan alas pada bagian bokong pasien dan
meletakan nierbekken diantara tungkai

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MEMBERIKAN HUKNA KATETERISASI URINE


(WANITA DAN PRIA)
No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

2/2

6. Mencuci tangan
7. Memasang sarung tangan
KATETERISASI UNTUK WANITA :
1. Membersikan vulva dengan kapas cebok.
2. Olesi jelly pada ujung kateter kira kira 5 7 cm,
buka labia mayora dengan tangan kiri dan tangan
kanan masukkan ujung kateter perlahan-lahan
kedalam uretra sampai urine keluar, pasien
dianjurkan menarik napas panjang.
3. Menampung urine kedalam nierbekken bila untuk
pemeriksaan ditampung dengan botol steril.
4. Bila kateter yang terus terpasang maka sambung
dengan urine bag, kemudian masukkan cairan
aquabidest kedalam spuit 10 cc lalu isi balon
sebanyak 10 20 cc.
5. Plester kateter pada paha atau dibawah abdomen.
6. Melepaskan sarung tangan dan merapikan pasien.
7. Membereskan alat-alat.
8. Mencuci tangan.
9. Catat : tanggal pemasangan dan periksa warna
serta jumlah urin.
KATETERISASI UNTUK PRIA
1. Memegang penis dengan tangan kiri dengan
memakai gaas steril.
2. Menarik prepitium sedikit kepangkal kemudian
membersihkannya dengan kapas cebok dan olesi
uretra dengan antiseptic.
3. Olesi jelly pada ujung kateter kira-kira 5-7 cm,
memastikan kateter kedalam uretra kira-kira 10-17
cm sambil penis diarahkan keatas sampai urine
mengalir.
Jangan
gunakan
paksaan
apabila
dirasakan ada sedikit tahanan anjurkan pasien lebih
rileks. Apabila tahanan dirasakan lebih kuat atau
dijumpai adanya darah hentikan pemasangan dan
beri tahu dokter, perlahan-lahan kedalam uretra
sampai urine keluar.
4. Dan seterusnya sama melakukan pada wanita.
UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

1. IRJ
2. IGD
3. IRI

MEMBERIKAN SIKAP SIM


No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

1/1

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Sikap dalam posisi setengah telungkup

TUJUAN

1. Memudahkan rectal touche


2. Memudahkan pemberian obat melalui anus
3. Memberi huknah tinggi

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang
Standar
Prosedur
Tindakan
Keperawatan

PROSEDUR

Pelaksanaan :
1. Memberitahu pasien.
2. Mencuci tangan.
3. Mengangkat bantal.
4. Memiringkan pasien, hanya lebih miring/setengah
telungkup dan dada mengenai tempat tidur, lengan
pada sisi yang tertindih (kanan/kiri) diletakkan
sejajar dengan punggung.
5. Merapikan tempat tidur.
6. Mencuci tangan.

UNIT TERKAIT

1. IGD
2. IRI
3. ICU

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MEMBERIKAN SIKAP LITHOTOMY

No.Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No.Revisi

Halaman

1/1

Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Sikap pasien dalam posisi terlentang dan kedua tungkai


diangkat, lutut ditekuk kearah dada, tungkai bawah
ditopang oleh dua orang perawat, bila ada ada
metaginekologi tungkai bawah diletakkan pada penahan
kaki yang tersedia.

TUJUAN

1. Memudahkan pemeriksaan daerah rongga panggul


misalnya, touche
2. Memudahkan pemberian obat melalui anus
3. Memberi huknah tinggi

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang
Standar
Prosedur
Tindakan
Keperawatan

PROSEDUR

A. Sikap lithotomi dilaksanakan pada :


1. Pemeriksaan ginekologi / urologi
2. Pengobatan uretra dan kandung kemih
3. Pelaksanaan perasat kebidanan
4. Operasi haemorrhoid
B. Pelaksanan :
1. Memberi tahu pasien
2. Mencuci tangan
3. Mengangkat kedua tungkai, menekuk lutut
kearah dada, kedua tungkai bawah ditahan oleh
dua oerang perawat, bila ada meja ginekologi,
kedua tungkai bawah diletakkan pada penahan
kaki.
4. Merapikan pasien setelah pemeriksaan atau
melaksanakan perasat
5. Mencuci tangan

UNIT TERKAIT

1. IGD
2. IRI
3. ICU

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

KEBERSIHAN VULVA
No.Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No.Revisi

Halaman

1/1
Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Membantu pasien membersihkan vulvanya yang tidak


dapat dikerjakan sendiri.

TUJUAN

1. Agar vulva tetap bersih dan rasa nyaman


2. Melatih pasien dalam memelihara kebersihan vulva

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang
Standar
Prosedur
Tindakan
Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Kapas savlon dalam tempatnya
2. Sarung tangan 1 pasang
3. Nierbekken
4. Sampiran
B. Pelaksanaan :
1. Memberitahukan kepada pasien
2. Membawa alat-alat kedekat pasien
3. Memasang sampiran
4. Mencuci tangan
5. Membuka pakaian bagian bawa pasien
6. Membuat posisi dorsal recumbent
7. Tangan kiri membuka vulva, tangan kanan
membersihkan vulva dengan kapas savlon
8. Membersikan vulva dari atas kebawah
9. Kapas savlon yang kotor dimasukkan ke
nierbekken
10.Setelah selesai pasien dirapikan dan posisinya
diatur kembali
11.Membuka sarung tangan
12.Peralatan dibereskan dan dikembalikan ketempat
semula
13.Mencuci tangan

UNIT TERKAIT

1. IGD
2. IRI
3. ICU

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PEMERIKSAAN DALAM (TOUCHE)


No.Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No.Revisi

Halaman

1/1

Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Suatu pemeriksaan yang menggunakan 2 jari yang


dimasukkan kedalam liang senggama disertai bantuan
tangan luar yang diletakkan diatas perut.

TUJUAN

1. Untuk menentukan bagian janin yang terletak


terdepan
2. Untuk memeriksa keadaan rahim, liang senggama
dan leher rahim
3. Untuk memeriksa keadaan panggul

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang
Standar
Prosedur
Tindakan
Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Com berisi kapas savlon
2. Satu sarung tangan steril
3. Korentang dalam tempatnya
4. Nierbekken
5. Jelly
6. Sampiran
B. Pelaksanaan :
1. Memberitahu pasien
2. Pasang sampiran
3. Mengatur posisi pasien dalam sikap dorsal
recumbent
4. Meletakkan nierbekken diujung tempat tidur,
bagian kaki
5. Mencuci tangan dan memakai sarung tangan
steril
6. Melakukan tindakan vulva higiene dengan kapas
savlon steril kemudian jari telunjuk dan jari
tengah kanan diolesi jelly
7. Lakukan tindakan pemeriksaan dalam
8. Menganjurkan pasien supaya melemaskan diri
dan menarik napas kalau perlu dan bokong tidak
diangkat.
9. Selesai pemeriksaan dalam, sarung tangan dibuka
10.Membereskan semua alat dan disimpan pada
tempatnya
11.Mencatat hasil pemeriksaan
12.Mencuci tangan

UNIT TEKAIT
RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

IRI Kebidanan

MEMBERIKAN SIKAP LITHOTOMY


No.Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No.Revisi

Halaman

1/1

Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Sikap pasien dalam posisi terlentang dan kedua tungkai


diangkat, lutut ditekuk kearah dada, tungkai bawah
ditopang oleh dua orang perawat, bila ada ada
metaginekologi tungkai bawah diletakkan pada penahan
kaki yang tersedia.

TUJUAN

1. Memudahkan pemeriksaan daerah rongga panggul


misalnya, touche
4. Memudahkan pemberian obat melalui anus
5. Memberi huknah tinggi

KEBIJAKAN

3. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
4. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang
Standar
Prosedur
Tindakan
Keperawatan

PROSEDUR

C. Sikap lithotomi dilaksanakan pada :


1. Pemeriksaan ginekologi / urologi
2. Pengobatan uretra dan kandung kemih
3. Pelaksanaan perasat kebidanan
4. Operasi haemorrhoid
D. Pelaksanan :
6. Memberi tahu pasien
7. Mencuci tangan
8. Mengangkat kedua tungkai, menekuk lutut
kearah dada, kedua tungkai bawah ditahan oleh
dua oerang perawat, bila ada meja ginekologi,
kedua tungkai bawah diletakkan pada penahan
kaki.
9. Merapikan pasien setelah pemeriksaan atau
melaksanakan perasat
10.Mencuci tangan

UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

4. IGD
5. IRI
6. ICU

MENOLONG PERSALINAN NORMAL


No.Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No.Revisi

Halaman

1/4
Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Serangkaian kejadian yang berakhir dengan kelahiran


bayi yang cukup bulan dan hampir cukup bulan yang di
susul
dengan
pengeluaran
plasenta,ketuban,dan
selaput janin dari kandungan ibu.

TUJUAN

1. Untuk menolong ibu dan anak dalam perslinan


normal
2. Untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang
Standar
Prosedur
Tindakan
Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Bak instrumen berisi:
a. 1/2 klem kocher
b. Gunting episiotomi 1
c. Klem kocher 2
d. Gunting tali pusat 1
e. Tali pusat 2
f. Slym zueger
g. Pinset chirurgis1
h. Pinset anatomis 1
i. Spuit 10 cc 1
j. Naald Volder 1
k. Gunting hacting 1
l. Gaas steril
m. Tampon bulat steril 1
n. Doek steril 4
2. Obat-obatan :
a. Yodium 1 botol
b. Bethadin sol 1 botol
c. Lydones 2% 1flc
d. Methergin 1 amp/syntosinon 1 amp
e. Benang hacting
3. Alat-alat lainnya :
a. Nierbekken besar 2
b. Waskom 2
c. Gelas pengukur darah
d. Sampiran
e. Meteran

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MENOLONG PERSALINAN NORMAL


No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

2/4

PROSEDUR

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

B. Pelaksanaan :
1. Penolong menggunakan short plastik.
2. Penolong mencuci tangan secara steril.
3. Memakai sarung tangan steril.
4. Perineum dan sekitarnya di desinfeksidengan
betadin sol
5. Pemecahan selaput ketuban dengan cara :
a. Pasien di buat posisi dorsal recumbent
b. Memberitahu pasien
c. Melakukan pemeriksaan dalam
d. Melakukan
pemecahan
ketuban
pada
pembukaan lengkap dan waktu his lalu
memasukkan klem kocher mengikuti jari
yang sudah masuk pada waktu pemeriksaan
dalam
e. Air ketuban di tampung dalam nierbekken
dan mengukur banyaknya serta melihat
warna air ketuban
f. Memeriksa DJJ setelah memecahkan ketuban
6. Doek steril di bentangkan
7. Tangan kanan dengan kain steril menyokong
perineum
8. Tangan kiri dengan kasa steril memperkuat steril
9. Membersihkan muka bayi
10.Membantu
kepala
mengadakan
resusitasi
spontan ke arah punggung bayi
11.Mencheck up kepala dengan kedua tangan
12.Menarik kepala bayi ke bawah untuk melahirkan
bahu atas
13.Menarik kepala bayi ke atas untuk melahirkan
bahu bagian bawah sambil memperhatikan
perineum
14.Mengkait kedua ketiak dan menarik keluar
sambil memperhatikan perineum
15.Menilai apgar score 1 menit dan 5 menit
16.Membersihkan jalan nafas dengan slym zueger:
a. Membersihkan muka dengan gaas steril
b. Jari telunjuk tangan kiri dimasukkan ke dalam
mulut bayi sampai ke pangkal lidah
c. Tangan kanan memegang penghisap lendir
dan ujungnya di masukkan ke dalam mulut
bayi kemudian di hisap kemudian di lakukan
penghisapan melalui hidung
17.Menjepit tali pusat dengan klem kocher I kira-kira
5 cm dari perut bayi
18.Menjepit tali pusat dengan klem kocher II kirakira 3 cm dari klem kocher I
19.Menggunting tali pusat di antara 2 klem kocher
20.Mangikat tali pusat
21.Mengolesi tali pusat dengan yodium

MENOLONG PERSALINAN NORMAL

No.Dokumen

No.Revisi
A

Halaman

22.Membungkus tali pusat dengan kasa steril


23.Membungkus bayi dengan kain steril dan
meletakkan bayi kedada ibu dan Bantu bayi
mengawali menyusui (kontak dini) selama 30
menit untuk setiap bayi yang afgar scor > 8 (910)
24.Memberikan
kepada
asisten
untuk
membersihkan bayi: memandikan, merawat tali
pusat, menimbang BB, memberi pakaian dan
memberi tanda pengenal yang sama dengan
ibunya
25.Memeriksa kontraksi uterus
26.Memeriksa TFU
27.Memeriksa kandung kemih bila penuh di lakukan
kateterisasi
28.Mengukur pendarahan
29.Pengeluaran plasenta menurut kostner
a. Tangan kiri mengetengahkan uterus
b. Melakukan massage
c. Tangan kanan mengangkat tali pusat sambil
tangan kiri menekan atas symphisis
d. Menekan fundus uteri perlahan lahan ke
bawah setelah plasenta terlepas dari dinding
uterus
e. Memberi suntikan methergin atau sintocinon
30.Memeriksa kontraksi uterus dan TFU
31.Memriksa vulva dan perineum
32.Melakukan penghectingan perineum
a. Pasien di buat posisi lithotomy
b. Mencuci tangan dan memakai sarung tangan
c. Memasang doek steril pada bawah bokong
dan atas perut
d. Melakukan desinfektan dengan bethadine
e. Tampon bulat di masukkan ke dalam vagina
f. Menyuntik lydones 2% sebanyak 5-10 cc pada
daerah perineum
g. Menghecting lapisan otot dan kulit
h. Mengeluarkan tampon
i. Memeriksa anus dengan memasukkan jari
kelingking untuk mengetahui apakah rectum
ikut terjahit
j. Memberikan gaas yang di basahi dengan
bethadine pada luka hecting dan softex
k. Merapikan pasien pada posisi semula
33.Memeriksa plasenta:
a. Mengukur darah pada gelas pengukur
b. Mengukur panjang tali pusat
c. Menunjukkan insertio tali pusat
d. Mengidentifikasi plasenta: selaput, kotiledon,
dan pembuluh darah yang menembus.

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MENOLONG PERSALINAN NORMAL


No.Dokumen

No.Revisi

Halaman
4/4

34.Mengidentifikasi
kotiledon:
kelengkapan,
kelainan, ukuran
35.Mengidentifikasi kelainan bentuk plasenta
36.Menimbang berat plsenta
37.Membereskan alat alat
38.Mencuci tangan
39.Mencatat seluruh hasil pertolongan
40.Persalinan pada status pasien
41.Memperhatikan sterilitas
UNIT TERKAIT

1. IGD
2. Ruang Bersalin

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MENGISAP LENDIR PADA BAYI BARU LAHIR


No.Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No.Revisi

Halaman

1/1

Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Upayakan yang dilakukan dalam membersihkan jalan


nafas bayi baru lahir.

TUJUAN

Agar jalan nafas bayi tidak tergannggu.

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang
Standar
Prosedur
Tindakan
Keperawatan.

PROSEDUR

1. Perawat cuci tangan


2. Membaringkan bayi keatas meja bayi yang sudah
dialasi kain
3. Posisi bayi terlentang
4. Mengisap lendir dimulai dari kedua belah lubang
hidung, kanan dan kiri sampai bersih
5. Memasukkan alat pengisap lendir ke dalam rongga
mulut sampai ketenggorokan
6. Menarik dan mengisap lendir keluar kemudian
buang ke Mmngkok
7. Membersihkan alat pengisap lendir dengan kain
steril
8. Pengisapan lendir diulang sampai bersih Alat-alat
dibersihkan dan dikembalikan pada tempatnya
masing-masing
9. Perawat cuci tangan
10. Dokumentasi tindakan, hasil, dan respon bayi dalam
catatan perawatan.

UNIT TERKAIT

1. Ruang bersalin
2. Ruang Bayi

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MENYUSUKAN DINI / BONDING ATACHMENT


No.Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No.Revisi

Halaman

1/1
Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN

Memberikan ASI pada bayi segera setelah kelahiran.


1.
2.
3.

Ibu san bayi bisa segera saling bersentuhan


Merangsang keluarnya ASI
Mempercepat tali kasih sayang ibu dan bayi

1.

Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang
Standar
Prosedur
Tindakan
Keperawatan

2.

PROSEDUR

1.

Setelah bayi lahir dilakukan pengisapan lendir dan


perawatan
talipusat , bayi dibungkus agar tidak
kedinginan.
2. Areola mamae dipijat untuk mengeluarkan setetes
ASI dengan cara ibu jari memegang payudara
diarah yang berlawanan pijat pelan-pelan aerola
kearah putting susu sampai ASI keluar setetes.
3. Oleskan ASI disekitar putting susu.
4. Kalau ASI tidak keluar bersihkan putting susu
dengan kasa basah
5. Dekatkan mulut bayi kepayudara ibu.
6. Letakan mulut bayi ke putting sampai sebagian
areola mamae masuk ke mulut bayi.
7. Rangsang dagu bayi agar mau menghisap tunggu
sampai lebih kurang 15 menit sampai bayi
menghisap lakukan juga
untuk payudara
sebelahnya.
Catatan :
a. Larangan penggunaan tanpa indikasi dan promosi
susu formula makanan bayi.
b. Larangan memakai dot dan kompeng
c. Pemberian ASI Eksklusif (selama 6 bulan )

UNIT TERKAIT

1. Ruang bersalin
2. Ruang bayi

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MENGUKUR PANJANG BADAN BAYI


No.Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No.Revisi

Halaman

1/1
Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Upaya mengetahui ukuran panjang badan bayi

TUJUAN

Untuk mengetahui tumbuh kembang tuubuh bayi dan


kecukupan nutrisi

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang Standar Prosedur Tindakan
Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Penggaris kayu
2. Kasur busa
B. Pelaksanaan :
1. Pasien dan keluarga diberi tahu tentang tindakan
yang akan dilakukan
2. Perawat mencuci tangan
3. Bayi
ditidurkan
dikasur
busa
tanpa
menggunakan bantal
4. Luruskan badan bayi
5. Ukur panjang badan bayi dari puncak kepala
sampai dengan ujung tumit bayi dengan
penggaris kayu
6. Bayi dirapikan
7. Peralatan dibereskan
8. Perawat mencuci tangan
9. Dokumentasikan tindakan, hasil dan respon bayi

UNIT TERKAIT

1. IGD
2. Ruang bersalin
3. Ruang Bayi

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MENIMBANG BERAT BADAN BAYI


No.Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No.Revisi

Halaman

1/1
Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Suatu tindakan yang dilakukan untuk mengukurberat


badan dengan Timbangan

TUJUAN

1.
2.
3.
4.

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang Standar Prosedur Tindakan
Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
a. Timbangan bayi
b. Buku catatan
c. Kain pengalas timbangan

Untuk mengetahui berat badan bayi


Untuk mengetahui naik/turunnya berat badan bayi
Untuk menentukan diagnosis
Untuk
menentukan
dosis
pengobatan
dan
kebutuhan nutrisi bayi

B. Kriteria pelaksanaan :
1. Perawat mencuci tangan
2. Timbangan diberi kain pengalas dan siap di pakai
3. Timbangan distel dengan angka petunjuk pada
angka nol
4. Selimut dan pakaian bayi dibuka, dibaringkan
diatas timbangan
5. Hasil berat badan dicatat dalam buku
6. Bayi dirapikan dan dibaringkan kembali ditempat
tidur
7. Alat-alat dibereskan
8. Perawat cuci tangan
9. Dokumentasikan hasil
UNIT TERKAIT

e. I.G.D
f. Ruang Bersalin
g. Ruang Bayi

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

IDENTIFIKASI BAYI BARU LAHIR


No.Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No.Revisi

Halaman

1/1
Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Identifikasi bayi baru lahir adalah pencatatan identitas


bayi yang baru lahir di RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam
dengan cara membuat cap kaki bayi kanan / kiri, dan
cap jempol tangan kanan ibunya bayi serta pemberian
gelang nama kepada Bayi.

TUJUAN

Untuk melengkapi identitas


terjadinya kekeliruan.

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang Standar Prosedur Tindakan
Keperawatan

bayi

dan

mencegah

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Bak stempel dan tinta
2. Lembar idenfikasi Bayi dan Kartu lahir bayi
3. Gelang bayi dan ibu
B. Pelaksanaan :
1. Mencap telapak kaki bayi diruang bersalin
a. Mencuci tangan
b. Oleskan tinta pada bak stempel hingga
merata
c. Meletakkan kaki kiri / kanan bayi dan jempol
tangan kanan ibu pada bak stempel
d. Mencapkan telaoak kaki kiri/kanan dan jempol
tangan ibu pada lembar idenfikasi Bayi dan
Kartu lahir bayi
e. Telapak kaki bayi dan jempol tangan kanan
ibu.
2. Menulis Gelang Bayi :
a. Gelang biru untuk bayi laki-laki , Gelang
merah jambu untuk bayi perempuan dean di
pasang pada pergelangan tangan bayi.
b. Mencatumkan nama lengkap ibu , jenis
kelamin bayi ,berat badan lahir, panjang
badan, tanggal dan jam lahir
c. Gelang nama ibu dibuat : Biru / Merah jambu
sesuai dengan jenis kelamin bayi yang di
lahirkan
3. Mengantarkan bayi keruangan bayi dan ibu
keruangan nip
4. Mencatat identitas bayi pada buku lahir

UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

1. Ruang bersalin
2. Ruang nifas
3. Ruang bayi

PERAWATAN LUKA EPISIOTOMI


No.Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No.Revisi

Halaman

1/2
Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Membersihkan luka hecting pada perineum dengan cara


sterilisasi

TUJUAN

1. Untuk mencegah timbulnya infeksi


2. Agar luka hecting tetap bersih dan terpelihara
3. Sebagai pengobatan

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang
Standar
Prosedur
Tindakan
Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Baki berisi :
a. Pinset anatomis
b. Pinset chirurgis
c. Kasa steril
d. Gunting lurus runcing
e. Sarung tangan satu pasang
2. Alat-alat lain :
a. Com kecil steril
b. Betadin salap
c. Nierbekken
d. Kapas savlon dalam tempatnya
e. NaCl 0,9 %
f. Pembalut
g. Sampiran
B. Pelaksanaan :
1. Memberitahu pasien
2. Membawa alat-alat kedekat pasien
3. Memasang sampiran
4. Membuka pakaian bagian bawah pasien
5. Pasien dibuat posisi dorsal recumbent
6. Mencuci tangan
7. Memakai sarung tangan
8. Membersihkan luka dengan kapas savlon
9. Kapas savlon yang kotor dimasukkan ke
nierbekken
10.Membersihkan luka episiotomi dengan NaCl 0,9%
kemudian dikeringkan dan diberi bethadine zalf
ditutup dengan gaas steril dan pembalut
11.Setelah selesai, buka sarung tangan
12.Merapikan pasien

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PERAWATAN LUKA EPISIOTOMI


No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

2/2

13.Mengembalikan peralatan ketempat semula


14.Mencuci tangan
UNIT TERKAIT

1. Ruang bersalin
2. Ruang nifas

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PERAWATAN PAYUDARA
No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

1/2

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsudin

PENGERTIAN

Dengan adanya terjadinya perubahan pada payudara


pertama
mengenai
membesarnya
karena
berkembangnya kelenjar-kelenjar payurada dengan
bertambahnya sel-sel siklus dan sel-sel pembuat asi
yang dipengaruhi oleh hormon yang dihasilkan oleh
placenta dan juga penambahan darah, maka perlu
dipersiapkan ibu untufk menyusui.

TUJUAN

1. Payu dara terawat terutama bagian putingnya


kenyal dan lembab serta selalu bersih
2. Agar laktasi dapat lancar dan terhindar dari
kesakitan dalam menyusui

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang
Standar
Prosedur
Tindakan
Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Handuk kecil 2 buah
2. Kasa dalam tempatnya
3. Baby oil
4. Waslap 1 buah
5. Nierbekken
6. Waskom berisi air hangat dan air dingin
B. Pelaksanaan :
1. Memberitahu pasien
2. Pasien duduk dikursih
3. Pasang sampiran
4. Mencuci tangan
5. Putting susu dikompres dengan kassa yang telah
dibasahi dengan baby oil selama 15 menit
6. Menganjurkan ibu membuka pakaian atas dan
kutang
7. Meletakkan handuk melintang dibawa payudara
8. Membersihkan putting susu
9. Melicinkan tangan dengan baby oil
10.Pengurutan pertama mulai dari tengah, atas
kesamping kanan kiri selanjutnya kearah bawah
lalu keatas dan diangkat kemudian perlahanlahan dilepaskan, dilakukan selama 5 menit
11.Pengurutan
kedua,
telapak
tangan
kiri
menyokong buah dada kiri, tangan kanan
dengan sisi kelingking mengurut buah dada
kearah putting susu dilakukan selama 5 menit
setiap buah dada

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PERAWATAN PAYUDARA

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

2/2

12.Pengurutan ketiga, sama dengan pengurutan


kedua tetapi dengan tangan kanan yang
digenggam mengurut dengan buku-buku jari
dilakukan 5 menit untuk setiap buah dada.
13.Merangsang buah dada dengan air hangat dan
air dingin secara bergantian selama 5 menit
untuk setiap buah dada
14.Buah dada dibersihkan dan dikeringkan dengan
handuk
15.Mengenakkan kutang
16.Merapikan semua alat-alat pada tempatnya
17.Mencuci tangan
UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

IRI Kebidanan

MEMBANTU PASIEN CURETTAGE

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

1/2

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsudin

PENGERTIAN

Suatu tindakan pertolongan untuk mengeluarkan


plasenta/ uri dari rongga rahim dengan menggunakan
alat-alat curet, yang dilakukan oleh dokter Obgyn dan
dengan seorang asisten bidan.

TUJUAN

1. Mengeluarkan/ membersihkan jaringan fetus


2. Mengeluarkan sisa-sisa jaringan plasenta
tertinggal

yang

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU.SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang
Standar
Prosedur
Tindakan
Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Meja instrument berisi :
a. Doek steril
2 lbr
b. Sarung tangan
2 psg
c. Kasa steril dalam tempatnya
d. Speculum slim
2 bh
e. Tampon tang
1 bh
f. Uterus sonde
1 bh
g. Kogel tang gigi dua
1 bh
h. Abortus tang dari ukuran kecil
s/d besar yang tumpul dan yang tajam
1
set
i. Hegar/ busi dalam tempatnya
1 set
2. Alat-alat non steril :
a. Com berisi betadin sol
b. Pot berisi formalin 10 % untuk P.A
c. Formulir P.A
1 lbr
d. Pembalut
1 bh
3. Obat-obatan :
a. Transamin
b. Kateter 50 mg
c. Lidocain
d. Syntosion
e. Methergin
f. S.A
g. Profenid supp
h. RL

1
1
1
1
1
1
2
2

amp
flc
amp
amp
amp
amp
tube
fls

1 bh

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MEMBANTU PASIEN CURETTAGE

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

2/2

4. Alat-alat lain :
a. Spuit 3 cc
b. Spuit 5 cc
c. Abocath no. 20
d. Infus set
e. Gaas Alkohol 90 %

2
1
1
1
1

set
set
set
set
btl

5. Lampu sorot
6. Sampiran
B. Pelaksanaan :
1. Memberitahukan kepada Dokter
2. Memberitahukan
kepada
pasien
dan
menandatangani surat izin tindakan
3. Menganjurkan pasien untuk BAK
4. Membawa meja instrument kedekat pasien
5. Memasang sampiran
6. Membuka pakaian bagian bawah pasien dan
pasien dibuat posisi lithotomy
7. Memberikan obat anastesi melalui IV sesuai
interuksi dokter
8. Dokter dan bidan mencuci tangan dan memakai
sarung tangan
9. Memasang doek steril dibawah bokong dan
diatas perut pasien
10.Melakukan desinfektan pada daerah vagina
dengan bethadine solution
11.Memegang lampu sorot
12.Dokter melakukan curettage
13.Setelah melakukan curettage, vulva dibersihkan
dengan kapas salvon dan diberikan pembalut
14.Pasien dirapikan dan di istirahatkan
15.Alat-alat dibersihkan dan dibawa ketempatnya
16.Mencuci tangan
17.Bila ada jaringan yang akan di P.A kan, jaringan
tersebut dimasukkan pada pot berisi formalin
dan siapkan formulir untuk pemeriksaan.
UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

Ruang Bersalin

PEMASANGAN IUD

No.Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No.Revisi

Halaman

1/2

Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsudin

PENGERTIAN

Pemasangan suatu alat kontrasepsi yang dimasukkan


kedalam rahim yang bentuknya bbermacam-macam
terdiri dari plastik.

TUJUAN

Untuk mengganggu dan mencegah terjadinya nidasi


didalam cavum uteri.

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang
Standar
Prosedur
Tindakan
Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Baki berisi :
a. Doek steril
b. Spekulum cocor bebek
c. Tampon tang
d. Kogel tang gigi 2
e. Sonde uterus
f. Gunting lurus
g. Lidi woten
h. IUD yang dibutuhkan
i. Gaas steril
2. Alat-alat lain :
a. Nierbekken
b. Lampu sorot
c. Korentang dan tempatnya
3. Obat-obatan :
a. Bethadine solution dalam tempatnya
b. Yodium dalam tempatnya
c. Kapas cebok dalam tempatnya
B. Pelaksanaan :
1. Memberitahukan kepada pasien
2. Menganjurkan pasien untuk BAK dan membuka
pakaian dalam
3. Menyuruh pasien naik tempat tidur dan
mengatur posisi dorsal recumbent
4. Mencuci tangan dan memasang sarung tangan
5. Memasang doek steril diatas perut pasien
6. Melakukan vulva hygiene dan pemeriksaan
dalam

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PEMASANGAN IUD
No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

2/2

7. Memasang
speculum
cocor
bebek
dan
membersihkan
liang
senggama
dengan
menggunakan tampon tang dan gaas steril yang
dibasahi dengan bethadine solution sambil
mengamati apakah ada keputihan dan lain-lain
8. Menjepit serviks dengan kogel tang gigi 2, lalu
masukkan sonde uterus untuk mengukur
panjang uterus untuk menentukan ukuran IUD
9. Memasukkan IUD secara perlahan-lahan
10.Melepaskan speculum cocor bebek
11.Melakukan
pemeriksaan
dalam
sambil
melipatkan benang IUD kefenix posterior
12.Melakukan vulva hygiene
13.Pasien dirapikan
14.Alat-alat dibersihkan dan dibawa ketempatnya
15.Mencuci tangan
UNIT TERKAIT

Ruang bersalin

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MEMANDIKAN BAYI
No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/1
Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Upaya memenuhi hygiene bayi dengan membersihkan


tubuhnya.

TUJUAN

Agar kebutuhan personal hygiene bayi terpenuhi

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang Standar Prosedur Tindakan
Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Kom mandi dan sabun mandi
2. Handuk dan Waslap 1 buah
3. Baju / popok dan bedung bersih
4. Minyak bayi (Baby oil / bedak / sisir)
5. Kapas lembab
6. Ember tempat kain kotor
7. Nierbeken
8. Kapas lidi
B. Pelaksanaan :
1. Petugas mencuci tangan
2. Bayi diletakkan diatas meja mandi
3. Mata dibersihkan dengan kapas lembab dengan
arah luar ke dalam
4. Baju bayi dibuka
5. Kepala bayi di letakkan diatas tangan kiri petugas
dan melap bayi dengan sabun dari kepala sampai
ke kaki dan terakhir alat genetalia
6. Bayi di masukan di kom mandi untuk di bersihkan
7. Setelah bersih, bayi diangkat dan di keringkan
dengan handuk
Catatan :
- Hati hati dan jaga agar bayi jangan sampai jatuh
- Jaga agar air tidak masuk ke telinga bayi

UNIT TERKAIT

Ruang bayi

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MERAWAT TALI PUSAT


No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/1

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Upaya yang dilkukan dalam merawat tali pusat bayi

TUJUAN

Untuk mencegah infeksi dengan menjaga kebersihan


tali pusat

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang Standar Prosedur Tindakan
Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Alkohol 70 %
2. Bethadine solution 10 % dalam tempatnya
3. Gaas dan kapas lidi steril dalam tempatnya
4. Korentang dalam tempatnya
5. Perlengkapan pakaian bayi (gurita, popok, baju,
dll)
6. Aquadest steril
B. Pelaksanaan :
1. Perawat mencuci tangan
2. Pembalut yang kotor dibuka dan bila lengket di
basahi terlebih dahulu dengan aquadest
3. Umbilikus (pusat ) dibersihkan dari atas ke bawah
dengan bethadine Sol memakai kapas lidi
4. Umbilikus (pusat) di balut dengan alkafil (kassa
yang telah dibasahi dengan alkohol)
5. Umbilikus di letakkan kemudian gurita di
pasangkan
6. Bayi dirapikan dan di kembalikan ke tempat
tidurnya
7. Alat dirapikan
8. Perawat mencuci tangan
9. Dokumentasikan dan hasil tindakan pada catatan
keperawatan

UNIT TERKAIT

1. Ruang Bersalin
2. Ruang Bayi

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MENGENAKAN POPOK, PAKAIAN DAN BEDUNG


BAYI
No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/1
Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Mengenakan popok, pakain dan bedung bayi setelah


bayi selesai mandi, BAB / BAK atau pakaian kotor.

TUJUAN

Untuk meningkatkan
kesegaran bayi.

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang Standar Prosedur Tindakan
Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Perlengkapan pakaian bayi (popok, gurita, baju,
dll)
2. Kain pengalas bayi
3. Kapas cebok
4. Nierbekken
5. Minyak (baby oil), waslap, air hangat dalam
tempatnya
6. Ember tertutup untuk pakaian kotor

kerapian,

kenyamanan

dan

B. Pelaksanaan :
1. Perawat mencuci tangan
2. Bayi dibaringkan diatas meja bayi
3. Popok basah/ kotor dibuka
4. Bokong bayi dibersihkan dengan kapas cebok,
kemudian dilap dengan waslap tangan, lalu
dikeringkan dan diolesi dengan baby oil
5. Mengenakan popok :
Popok diletakkan dibawah pinggang bayi, sisa
bagian popok lipat keatas hingga menutupi
bagian perut kemudian diikat.
6. Mengenakan baju dari lengan kanan / kiri
kemudian diikat talinya di belakang
7. Mengenakan
bedung
kedua
tangan
bayi
diluruskan di sisi badan bayi kemudia di bedung
dengan rapih
8. Bayi dirapihkan, dibaringkan kembali dalam posisi

sesuai kebutuhan
9. Bereskan alat-alat
10.Perawat mencuci tangan
UNIT TERKAIT

1. Ruang bersalin
2. Ruang bayi

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MENYUSUI BAYI
No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/1
Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Memberi ASI kepada bayi dengan cara menyusui


langsung kepada ibunya.

TUJUAN

1. Memenuhi kebutuhan tubuh akan zat makanan


cairan dan elektrolit
2. Menjalin hubungan batin antara ibu dan anak
3. Meningkatkan daya tahan tubuh
4. Mencegah terjadinya infeksi

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang Standar Prosedur Tindakan
Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Com berisi kapas dan air hangat
2. Nierbekken
B. Pelaksanaan :
1. Perawat mencuci tangan
2. Mengatar bayi ke ibu dengan memperhatikan
nama bayi sesuai dengan nama ibunya
3. Membersihkan putting susu dengan kapas lembab
4. Menyusui bayi dengan sabar, membantu ibu
untuk menyusukan bayinya

UNIT TERKAIT

1. Ruang bayi
2. IRI Kebidanan

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MENYENDAWAKAN BAYI
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

1/1

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Suatu tindakan yang diberikan untuk menghindari


terjadinya komplikasi akibat intake pada oral.

TUJUAN

Agar bayi tidak tersedak

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang
Standar
Prosedur
Tindakan
Keperawatan

PROSEDUR

1. Letakkan bayi tegak lurus pada bahu ibu tangan kiri


ibu menopang kepala dan badan bayi dan tangan
kanan memenepuk-nepuk punggung bayi
2. Atau letakkan bayi pada pangkuan ibu dan perlahanlahan
ditepuk secara pelan pada punggung bayi
sampai bayi bersendawa
3. Kalau bayi sudah tertidur, baringkan miring kekanan
atau tengkurap dan udara akan keluar dengan
sendirinya.

UNIT TERKAIT

Ruang bayi

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MERAWAT BAYI DALAM INKUBATOR


No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/1
Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Suatu cara untuk mempertahankan suhu tubuh bayi


sesuai kebutuhan.

TUJUAN

Untuk memepertahankan suhu tubuh pada bayi sesuai


kebutuhannya.

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang
Standar
Prosedur
Tindakan
Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Tempat tidur khusus lengkap dengan :
8
10 lampu neon masing-masing
20 watt disusun
secara paralel dan dipasang
dalam kotak yang ada ventilasinya.
2. Pleksiglass 0,5 inci yang melapisi bagian bawah
kotak lampu dan berfungsi memblokade sinar
ultra violet
3. Filter biru yang berfungsi memperbesar energi
cahaya yang sampai pada bayi
4. Alat-alat pengaman listrik
5. Kaki tumpuan dan regulator untuk turun dan naik
lampu.
B. Pelaksanaan :
1. Perawat mencuci tangan
2. Memeperhatikan suhu inkubator minimum 320C
3. Memperhatikan
cairan
untuk
mengatur
kelembaban inkubator
4. Observasi
tanda-tanda
vital
bayi
selama
perawatan
5. Segala tindakan untuk memenuhi kebutuhan bayi
misal: mengganti popok, memberi minum, melap

Unit Terkait

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

bayi dilakukan dalam inkobator


6. Pintu inkubator jangan dibuka sesering mungkin
untuk mempertahankan suhu inkubator dan
mengurangi infeksi nosokomial
7. Bayi hanya mengenakan popok
1. Ruang Bayi
2. ICU

PERAWATAN BAYI DENGAN SINAR THERAPI


No. Dokumen

STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Tanggal Terbit
16/05/11

No. Revisi

Halaman

1/2
Ditetapkan oleh:
Direktur
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Pemberian therapi sinar ultraviolet pada bayi dengan


menggunakan tempat tidur khusus.

TUJUAN

Untuk menurunkan kadar bilirubin dalam darah.

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang Standar Prosedur Tindakan
Keperawatan

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MENGUKUR SUHU TUBUH DI RECTUM


No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/1

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Derajat panas yang dihasilkan oleh tubuh manusia


sebagai keseimbangan pembakaran dalam tubuh
dengan
pengeluaran
panas
melalui
keringat,
pernafasan,
sisa-sisa
pembuangan
dan
penyinaran,hantaran dan convection.

TUJUAN

1. Mengetahui suhu badan pasien


2. Mengetahui adanya kelainan pada tubuh
3. Dipergunakan sebagai salah satu penyokong dalam
membantu menentukan diagnosa
4. Mengetahui perkembangan penyakit

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang Standar Prosedur Tindakan
Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Thermometer dalam tempatnya
2. Vaselin dalam tempatnya
3. Tissue dalam tempatnya
4. Nierbeken
5. Catatan suhu
B. Pelaksanaan
1. Memberitahu pasien.
2. Membawa alat alat ke dekat pasien.
3. Mencuci tangan.

4. Membebaskan pakaian pasien.


5. Memiringkan pasien.
6. Menekukkan kaki pasien sebelah atas ke arah
perut.
7. Mengoleskan vaselin pada ujung thermometer.
8. Memasukkan thermometer ke dalam pelepasan
kira-kira 3 cm, mengangkat thermometer setelah
5 menit di lap dengan tissue.
9. Membaca hasilnya dan di catat.
10.Merapikan pasien.
11.Membersihkan
thermometer
kemudian
dikembalikan ke tempat semula.
12.Mencuci tangan.
UNIT TERKAIT
RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

1. Ruang bayi
2. ICU
RAWAT GABUNG ( ROOMING IN )
No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/2
Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Suatu system pelayanan perawatan dimana ibu dan


bayi yang baru lahir di rawat bersama-sama dalam satu
ruangan dalam 24 jam.

TUJUAN

1. Mencegah terjadinya infeksi silang


2. Meningkatkan penggunaan ASI
3. Meningkatkan
kesehatan
ibu,
mengurangi
perdarahan post partum dan komplikasi payudara.
4. Memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu
5. Agar ibu dapat merawat bayinya dirumah nanti.

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang Standar Prosedur Tindakan
Keperawatan

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Timbangan bayi
2. Thermometer dalam tempatnya
3. NaCl 0,9 % / air steril
4. Kapas lidi
5. Perlengkapan mandi
a. Waskom
b. Waslap
c. Sabun
d. Handuk
6. Alkohol 70 %/ Bethadine dalam tempatnya
7. Perlengkapan pakaian bayi

B. Persiapan :
1. Bayi diperiksa, dibersihkan, suhu diukur diaksila
dan timbang setiap hari
2. Bersihkan kelopak mata dengan air steril/ NaCl
0,9 %
Diusapkan dari bagian dalam kearah luar,
perhatikan tanda-tanda infeksi
3. Pantau lubang hidung, telinga dan dibersihkan
dengan kapas yang digulung, mulut dibersihkan
dan perhatikan infeksi kandida, bila ada diberi
gentian violet 1 %
4. Lepaskan pakaian bayi
5. Mandikan bayi 6 jam setelah lahir, wajah bayi
diusap dan badan disabun serta dibersihkan

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

RAWAT GABUNG ( ROOMING IN )


No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

2/2
Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin
6. keringkan badan bayi dengan handuk yang
lembut dan pantau kulit terutama pada lipatan
paha, leher, belakang telinga, ketiak, tungkai dan
genetal
7. Pantau dan bersihkan pada lipatan tali pusat dan
2,5 cm sekitar tali pusat dengan alcohol 70 %/
bethadine. Kemudian dikeringkan dan bungkus
dengan kassa kering dan kemudian diplester.
Perawatan tali pusat dilakukan 2x sehari. Tali
pusat puput pada hari ke 6-7. Perban bila tali
pusat basah atau bila ada tanda infeksi
8. Pasangkan pakaian dan popok yang bersih,
pemakaian gurita tidak dianjurkan karena bayi
bernafas abdominal thorakal. Pakaian diganti
setiap basah, pantat bayi dibersihkan dengan air
bersih dan dikeringkan mencegah lecet.
9. Letakkan bayi dalam tempat tidur yang bersih
10.Cuci tangan setelah menangani bayi dan catat
hasil observasi
11.Bantu ibu untuk menyusui bayinya sewaktu bayi
membutuhkan. Usahakan jangan memberikan
susu formula kecuali jika terpaksa
12.Kontak dengan para pengunjung perlu dihindari
13.Pada waktu tertentu bayi dikumpulkan dalam
ruang bayi supaya ibu dapat istirahat dan tidur
dengan tenang.
14.Bidan bertanggung jawab terhadap bimbingan

mengenai cara pemberian ASI, cara merawat


bayi, cara mengetahui dan mengenal perubahanperubahan yang terjadi pada bayi
15.Catat dan laporkan pada dokter, jika perlu
perawatan intensif.
UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

IRI Kebidanan

PERSIAPAN PASIEN PRE OPERATIF


DIRUANG RAWAT INAP
No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/2
Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGETIAN

Tindakan yang dilakukan oleh perawat ruangan dalam


melakukan persiapan pada pasien baik secara fisik
maupun mental

TUJUAN

1. Sebagai salah satu protap standar dalam persiapan


pasien diruang rawat inap dan ruang bedah
2. Untuk kesembuhan pasien yang optimal

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No. 01/I.14/RSU.SM/VIII/2008


tentang Peningkatan Mutu Pelayanan
2. Kebijakan Keperawatan No. 02/K/RSU.SM/XII/2008
tentang Standar Prosedur Tindakan Keperawatan

PROSEDUR

A. Administrasi
1. Dokter dan perawat memberi penjelasan yang
sejelas-jelasnya tentang penyakit dan tindakan
yang akan dilakukan terhadap pasien.
2. Pasien / keluarga pasien mengisi lembaran
persetujuan SIO (Surat Izin Operasi) atau
penolakan tindakan.
B. Persiapan Personal
1. Mandi
2. Mencukur rambut disekitar daerah yang akan
dioperasi
3. Pemberian pre medikasi

4. Pasien dianjurkan puasa 6-7 jam


5. Klisma untuk khusus obgyn, seperti section,
hysterectomy dan kasus bedah seperti laparatomy,
hernia, haemorroid serta kasus bedah lainnya
sesuai kebutuhan.
6. Menyiapkan obat-obat yang diperlukan selama
operasi
Pemasangan infuse sesuai kebutuhan (abocath no.
18 untuk dewasa) hindari pemasangan infuse
dekat dengan lapangan operasi.
7. Pemasangan kateter sesuai dengan kebutuhan
8. Pemasangan NGT sesuai indikasi
9. Melaporkan kepada petugas ruang bedah untuk
penjadwalan operasi
10.Memakai pakaian khusus (buka pakaian dari
rumah) berupa baju operasi pasien, tutup kepala,
dll.
NB : Pakaian diambil dari ruang operasi
11.Pasien dibawa keruang operasi setengah jam
sebelum tindakan pembedahan.

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PERSIAPAN PASIEN PRE OPERATIF


DIRUANG RAWAT INAP
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

2/2

C. Pemeriksaan Diagnostik
1. Pemeriksaan EKG
a. Pasien di EKG dan dibacakan oleh dokter yang
berwenang
b. Hasil
diberikan/
diberitahukan
kedokter
konsulen (ahli anastesi dan operator)
c. Pasien > 40 tahun wajib dilakukan EKG
2. Persiapan radiologi : Thorax foto
3. Persiapan laboraturium
a. Pasien
dianjurkan
untuk
puasa
sesuai
kebutuhan
b. Petugas laboratorium memeriksa darah rutin,
KGD, LFT pada pasien untuk operasi
c. Hasil pemeriksaan diberikan/ diberitahukan
kepada operator
UNIT TERKAIT

1. IGD
2. IRI
3. ICU

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

ORIENTASI PASIEN PRE OPERATIF


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

1/1

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Mengenalkan lingkungan
kepada pasien.

dan

situasi

kamar

bedah

TUJUAN

1. Pasien tidak asing dengan lingkungan kamar bedah.


2. Menghilangkan rasa takut dan cemas dalam
menghadapi operasi.
3. Memudahkan melakukan tindakan operasi.

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No. 02/I.14/RSU.SM/VIII/2008


tentang Peningkatan Peningkatan Kwalitas dan
Kwantitas SDM
2. Kebijakan Keperawatan No. 04/K/RSU SM/XII/2008
tentang Peningkatan Kwalitas SDM Keperawatan

PROSEDUR

1. Perawat menerima pasien pre operatif dan memberi


dukungan mental dan spiritual
2. Perawat menjelaskan lingkungan dan fasilitas yanga
da dikamar bedah
3. Perawat memperkenalkan dokter bedah, dokter
anastesi dan perawat instrument.
4. Memberikan penjelasan tahap-tahap pembiusan

secara singkat
UNIT TERKAIT

IBS

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

CUCI TANGAN STERIL


No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/2

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Mencuci tangan secara steril merupakan suatu


keharusan bagi setiap perawat dalam menjalankan
tugasnya di kamar bedah dan kamar bersalin.

TUJUAN

1. Membersihkan tangan dari kotoran


2. Mencegah penularan
3. Menjaga ke sterilan

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan.
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang
Standar Prosedur Tindakan
Keperawatan.

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Air yang mengalir ( keran lengan panjang )
2. Sabun
3. Sikat lunak 2 buah

4. Bahan desinfektan
5. Handuk / doek bersih yang kering dan steril 2
buah
B. Pelaksanaan :
1. Melepaskan seluruh perhiasan yang ada ditangan
2. Gulung kedua lengan baju hingga 7 10 cm
diatas siku
3. Kran
air
dibuka
sesuai
kecepatan
yang
dibutuhkan, tangan dibasahi sampai siku,
kepudian
teteskan
antiseptic
secukupnya
ditelapak tangan lagu gosokkan pada kedua
lengan. Bilas dengan air mengalir agar lemak dan
debu hilang (posisi saat membilas jari-jari
menghadap keatas dan lebih tinggi dari siku)
4. Ambil sikat tangan operasi steril yang telah
disiapkan, bersihkan dahului dari sisa-sisa
desinfektan dengan air mengalir
5. Teteskan cairan antiseptic 2-3cc pada telapak
tangan kanan atau pada permukaan sikat
6. Lakukan penyikatan dengan teknik sbb :
a. Lengan kanan, lakukan penyikatan mulai dari
kuku jari tangan, telapak tangan, lengan
bagian luar, lengan bagian dalam hingga atas
siku masing-masing 10 hitungan (jumlah
keseluruhan hingga 100 hitungan) untuk satu
tangan
b. Lengan kiri, lakukan sesuai dengan lengan
kanan
RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

CUCI TANGAN STERIL


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

2/2

7. Bilas kedua lengan dengan air mengalir beserta


sikatnya posisi jari-jari tangan tetap lebih tinggi
dari siku
8. Ulangi teknik penyikatan pada kedua tangan
ketempat yang telah disiapkan
9. Teteskan kembali cairan antiseptic 2-3cc pada
telapak tangan, gosok tanpa menggunakan sikat
hingga dibawah siku tanpa dibilas lagi
10.Dengan kedua tangan tetap sejajar di depan
dada masuklah kekamar operasi dengan posisi
tubuh membelakangi pintu (gunakan punggung
untuk membuka pintu dengan mendorong pintu
saat masuk)
UNIT TERKAIT

1. IBS
2. Ruang bersalin

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MEMASANG JAS OPERASI


No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/1

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Tindakan timbedah dalam menggunakan jas operasi


secara steril sebelum melakukan tindakan pembedahan

TUJUAN

1. Menghindari kontak langsung dengan daerah operasi


2. Mencegah kontaminasi dengan daerah pembedahan
3. Mencegah timbulnya infeksi

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan.
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang
Standar Prosedur Tindakan
Keperawatan.

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :

1. Jas operasi steril sesuai ukuran


2. Lap tangan handuk steril
3. Alkohol 70 % pada tempatnya
B. Pelaksanaan :
1. Setelah mencuci tangan steril kedua tangan di
siram dengan alcohol 70 %
2. Keringkan tangan dengan lap tangan steril
3. Keringkan
kedua
tangan
dengan
cara
memisahkan kedua lap tangan serta tetap
pegang pada lipatan bentuk segitiga kemudian
lingkarkan pada satu lengan putarlah mulai dari
pergelangan kesiku kemudian buang pada
tempatnya
4. lakukan hal yang sama untuk lengan yang satu
lagi.
5. Ambil jas operasi steril diatas meja linen, jas tetap
pada lipatan/ terlipat
6. Pasang pagian atas jas (leher) dan lepas bagian
bawah perhatikan area yang tidak steril
7. Carilah kedua lubang lengan dengan posisi lengan
tetap lurus kedepan secara bersamaan
8. Minumlah bantuan kepada petugas keliling untuk
mengikat tali jas bagian atas dan bawah serta
memberikan ujung tali agar mudah mengikatnya
9.
C. Perhatian :
1. Selama menggunakan jas operasi hindari kontak
dengan objek yang tidak steril
2. Jika terkontaminasi dengan objek yang tidak steril
ganti jas dan mulai dari cuci tangan steril
UNIT TERKAIT

1. IBS

2. Ruang bersalin

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MEMAKAI SARUNG TANGAN


No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/1

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Tindakan mengenakan sarung tangan (handscoen) steril


sebelum melakukan tindakan pembedahan/ operasi

TUJUAN

1. Menghindari kontak langsung dengan daerah operasi


2. Mencegah kontaminasi dengan daerah pembedahan
3. Mencegah timbulnya infeksi

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan.

2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /


2008
tentang
Standar Prosedur Tindakan
Keperawatan.
PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
Handscoen 1 pasang
B. Pelaksanaan :
1. Sesudah mencuci tangan steril dan memakai jas
operasi sesuai prosedur
2. Pakai sarung tangan dengan cara :
a. Sarung tangan kanan diambil dengan tangan
kiri yaitu dengan memegang pada lipatan
sarung tangan, jari tangan kanan dimasukkan
kedalam sarung tangan
b. Lakukan hal yang sama dengan tangan kiri

UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

1. IBS
2. IGD
3. Ruang bersalin

MEMBANTU PELAKSANAAN TINDAKAN OPERASI


No. Dokumen

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

1/2

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Seorang perawat yang memiliki ketrampilan untuk


menjadi asisten dokter bedah

TUJUAN

Untuk memperlancar proses pembedahan

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur No: 01 / 1.14 / RSU. SM / VIII /


2008 tentang Peningkatan Mutu Pelayanan.
2. Kebijakan Keperawatan No. 02 / K / RSU SM / XII /
2008
tentang
Standar Prosedur Tindakan

Keperawatan.
PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Persiapan alat-alat medis dan instrumen yang
dibutuhkan sesuai kasus operasi disterilkan untuk
siap dipakai
2. Petugas ruang bedah menghubungi ahli anstesi
via telepon untuk konfirmasi penjadwalan
pembedahan
3. Pasien yang telah dibawa keruang operasi
dipindahkan ke meja operasi dan diperiksa
kelengkapan alat-alat dan obat-obatan yang
diperlukan selama operasi
4. Kelengkapan alat-alat diperiksa oleh petugas
asisten
instrumen
dan
petugas
omloop,
sedangkan obat-obatan diperiksa oleh petugas
ahli anastesi, omloop dan asisten operator
5. Persiapan obat-obatan seperti : spuit, kain kassa
dan cairan, seperti NaCl 0,9 %, RL, dll.
6. Persiapan alat-alat rumah tangga seperti : AC,
listrik, air, O2, N2O, dll. Untuk kelancaran
pelayanan operasi
B. Persiapan Pasien :
1. Asisten operator melakukan desinfeksi pada
daerah yang akan dioperasi dengan bethadine
dan alcohol 70 %
2. Lapangan operasi dipersempit dengan menutup
daerah luar lapangan operasi dengan doek/ kain
steril pada keempat sisi luar lapangan operasi
tapi
doek
yang
keluar
harus
mencapai
pertengahan tepi meja dengan lantai
3. Kain/ doek steril harus difiksasi kekulit pasien
dengan lapisan plastic tipis (folie) yang
transparan atau dengan doek klemp.
4. Petugas anastesi diberitahu bahwa pasien telah
siap untuk dibius dan selanjutnya siap untuk
dibedah

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MEMBANTU PELAKSANAAN TINDAKAN OPERASI


No. Dokumen

PROSEDUR

No. Revisi

Halaman

2/2

C. Pelaksanaan Operasi :
1. Operasi dan asisten menanyakan perawat
instrumen untuk melayani permintaan alat
2. Operator dan asisten operator tidak dianjurkan
untuk
mengambil
sendiri
alat-alat
yang
diperlukan

3. Operator wajib memberikan informasi kepada


perawat instrumen tentang langkah-langkah
operasi, sambil melaksanakan operasi sesuai
dengan standard profesi
4. Ahli anastesi wajib memberitahu ahli bedah dan
perawat instrumen tentang perubahan keadaan
atau posisi pasien
5. Perawat pembantu atau omloop tetap standbye
diruang operasi
yaitu
aseptic 1 selama
berlangsungnya pembedahan
D. Setelah Pembedahan :
1. Perawat instrumen bertanggungjawab menutup
luka operasi dengan tehnik asepsis
2. Operator/
asisten
operator
mengisi
dan
melengkapi buku laporan operasi yang tersedia
dan diperiksa telah diisi atau belum oleh perawat
instrumen
3. Asisten operator mencatat laporan operasi
kedalam rekam medik pasien
4. Perawat pembantu/ omloop bertanggungjawab
akan pemindahan pasien keluar ruang operasi
5. Ruang operasi dan alat-alat dibersihkan kembali
secara aseptic untuk persiapan operasi berikunya.
UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

IBS

MENYIAPKAN BAHAN/ DARAH UNTUK


PEMERIKSAAN
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

P-IV-066-04-11

1/1

Tanggal Terbit
16/05/11

Ditetapkan oleh:
Direktur

Dr. Syamsuddin
PENGERTIAN
TUJUAN

Mendapatkan bahan untuk pemeriksaan.


Untuk mengetahui penyakit yang diderita.

KEBIJAKAN

Dilakukan oleh petugas laboratorium untuk pemeriksaan


dan mengetahui penyakit yang diderita.

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Kertas etiket nama, no. rekam medik, jenis
pemeriksaan dan tanggal.
2. Tempat/ wadah untuk semua jenis pemeriksaan.
3. Buku expedisi.
B. Pelaksanaan :
1. Bahan yang akan diperiksa dimasukkan kedalam
wadah yang tersedia.
2. Wadah yang diberi kertas etiket yang berisi :
a. Nama
b. No. Rekam medik
c. Jenis pemeriksaan
d. Tanggal
3. Mengisi formulir dengan jelas sesuai etiket :
a. Tanggal
b. Nama pasien
c. Nama dokter
d. Jenis pemeriksaan
e. Ruangan
4. Bahan pemeriksaan dan formulir yang diisi
diserahkan perawat kamar bedah ke bagian
laboratorium atau ruangan.
5. Penyerahan bahan pemeriksaan dicatat dalam
buku expedisi.

UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

1.
2.
3.
4.
5.
6.

IRJ
IGD
IRI
ICU
IBS
Laboratorium

MENUTUP LUKA PEMBEDAHAN


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

1/1

P-IV-067-04-11

STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Tanggal Terbit
16/05/11

Ditetapkan oleh:
Direktur

Dr. Syamsuddin
PENGERTIAN

Memasang penutup atau pembalut pada luka operasi


dengan memperhatikan tehnik aseptic dan antiseptic.

TUJUAN

1. Mencegah infeksi luka operasi dan mencegah infeksi


silang (cross infeksi).
2. Mencegah masuknya kuman, kotoran dan cairan dari
luar.
3. Sebagai penahan pada bagian yang luka.
4. Memberikan rasa aman dan nyaman pada pasien.

KEBIJAKAN

Dilakukan pada pasien yang mengalami proses


pembedahan dan berfungsi mencegah terjadinya infeksi
pada luka operasi.

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Kassa steril
2. NaCl 0,9 %, Alkohol 70 %
3. Bethadine solution
4. Suffratulle/ aminiotic
5. Plester/ hipafix
6. Gunting plester
7. Elastis verban (untuk luka yang membutuhkan
fiksasi khusus)
B. Pelaksanaan :
1. Setelah insisi sudah selesai dihecting luka operasi
dibersihkan dengan NaCl 0,9 % secara perlahanlahan digosok permukaan luka dengan kassa
basah lalu luka dikeringkan dengan kassa steril.
2. Kemudian lakukan desinfektan dengan alcohol 70
% mulai dari dalam keluar.
3. Gunting suffratulle/ aminiotic sesuai ukuran luka
operasi lalu tempelkan tepat diatas bibir luka.
4. Bubuhkan sedikit bethadine solution pada
lembaran kassa steril, letakkan diatas suffratulle
dan kemudian tutup kembali dengan kassa steril.
5. Ambil hipafix/ plester, gunting sesuai ukuran
kassa yang dipasang pada luka operasi dan
rekatkan pada sisi kassa penutup luka operasi
mulailah dari satu sisi ke sisi yang lain.
6. Pasang elastis perban sesuai ukuran dan indikasi
mulai dari posisi distal menuju proksimal.

UNIT TERKAIT
RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

STANDAR
OPERASIONAL

IBS
MENGAWASI TINGKAT KESADARAN
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

P-IV-068-04-11

1/1

Tanggal Terbit

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
PROSEDUR
Dr. Syamsuddin
PENGERTIAN

Suatu tindakan yang dilakukan untuk mengukur atau


mengobservasi keadaan umum pada pasien pra
anastesi dan post operasi.

TUJUAN

Untuk mengetahui dan mengikuti perkembangan jalan


penyakitnya.

KEBIJAKAN

Dilakukan pada pasien pra anastesi dan post operasi


untuk mengetahui keadaan umumnya.

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Aldered score/ GCS
2. Monitoring EKG
B. Pelaksanaan :
1. Perawat memasang perlengkapan monitoring EKG
pada pasien sesuai dengan SOP.
2. Mengobservasi pasien dilihat dari monitoring EKG
tampak :
a. Tensi
b. Heart rate
c. RR
d. Thermometer
e. Saturasi SPO2 dan PCO2
f. Grafik EKG
3. Melakukan penilaian tingkat kesadaran sesuai
dengan skala.
4. Melihat warna kulit.
5. Mencatat hasil penilaian dan melaporkan kepada
operator dan anastesi.

UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

IBS

MELAKUKAN BILAS LAMBUNG


No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

1/2

P-IV-069-04-11

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Membersihkan lambung dengan cara memasukkan


cairan/ cairan isotonik ke dalam lambung dan
mengeluarkan/
membilas
kembali
dengan
menggunakan selang lambung (N.G.T ).

TUJUAN

Membersihkan dan mengeluarkan racun/darah dari


lambung.

KEBIJAKAN

Dilakukan
pada
pasien
yang
mengalami
keracunan/toksin dengan cara memasukkan cairan
isotonik ke dalam lambung.

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MELAKUKAN BILAS LAMBUNG


No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

2/2

P-IV-069-04-11

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA

7. Membilas lambung di lakukan berulang kali


sampai air/ cairan yang keluar dari lambung
berwarna jernih/tidak berbau.
8. Mengobservasikantensi,nadi ,pernafasan dan
respon pasien.
9. Mencatat semua tindakan yang di lakukan.
1. IGD
2. IRI

MELAKUKAN SKIN TEST

LUBUK PAKAM

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

1/1

P-IV-070-04-11

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Memasukkan obat di bawah kulit.


Untuk melihat apakah pasien alergi terhadap obat yang
akan diberikan.
Dilakukan
pada
pasien
hipersensitifitas pada obat.

yang

mengalami

A. Persiapan Alat :
1. Baki berisi :
a. Spuid 1 cc
b. Kapas alkohol pada tempatnya
c. Obat yang akan di berikan
d. Nierbekken
2. Catatan perawat
B. Pelaksanaan :
1. Periksa 5 tepat (Tepat nama pasien, Tepat obat,
Tepat dosis, Tepat cara, Tepat waktu dan
waspada ).
2. Memberitahukan
dan
menjelaskan
tujuan
pemberian obat suntikan (skin test ) kepada
pasien.
3. Membawa alat-alat ke dekat pasien.
4. Mencuci tangan.
5. Melakukan tindakan sesuai dengan protap
suntikan sub cutan.
6. Mengatur posisi pasien serta mambebaskan
daerah yang akan di suntik dari pakaian.
7. Mencuci tangan.
8. Evaluasi setelah 15 menit pemberian obat untuk
melihat reaksi obat.
9. Catat tanggal dan jam pemberian,nama obat
dan dosisnya serta nama perawat yang
memberikan.

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.

IRJ
IGD
IRI
ICU
IBS

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MELAKUKAN PEMERIKSAAN 12 LEAD


No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

1/2

P-IV-071-04-11

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

EKG 12 Lead adalah grafik yang merekam perubahanperubahan potensial listri jantung yang dihubungkan
dengan waktu.

TUJUAN

1. Untuk mengetahui adanya kelainana-kelainan dari


irama jantung (arrthmya), miokardium.
2. Untuk mengetahui pengaruh / efek obat-obat
jantung terutama digitalisasi dan quinidine.
3. Untuk mengetahui adanya gangguan-gangguan
elektrolit.
4. Untuk mengetahui adanya perikarditis.

KEBIJAKAN

Setiap
alat
yang
digunakan
harus
dicek
kelengkapannya baik atau rusak dan perlu dirawat
dengan baik.

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Alat monitoring EKG lengkap dengan :
a. Manset elektroda (limb lead) 4 buah
b. Kabel EKG 4 buah
c. Elektroda 6 buah
d. Arde
2. Jelly EKG
3. Kapas alkohol pada tempatnya
4. Tissu
B. Pelaksanaan :
1. Menjelaskan kepada pasien atau keluarga
mengenai tindakan yang akan dilakukan.
2. Posisi pasien dibuat tidur terlentang.
3. Membuka dan melonggarkan pakaian bagian
atas dan bila pasien memakai jam tangan,
gelang dan logam lain, dilepas
4. Mencuci tangan.
5. Membersihkan kotoran dan lemak dengan
menggunakan kapas alkohol pada daerah dada,
kedua pergelangan tangan dan kedua tungkai
dilokasi pemasangan limb lead / manset EKG
6. Oleskan jelly pada permukaan elektroda
7. Memasang manset elektroda (limb lead) pada
kedua pergelangan tangan dan kedua tungkai
untuk merekam extremitas lead. Kemudian
menyambungkan.

MELAKUKAN PEMERIKSAAN EKG 12 LEAD


RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

2/2

P-IV-071-04-11

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA

kabel EKG pada kedua pergelangan tangan dan


kedua tungkai pasien dengan cara :
a. Warna merah pada tangan kanan
b. Warna kuning pada tangan kiri
c. Warna hitam pada kaki kanan
d. Warna hijau pada kaki kiri
8. Memasang elektroda dada untuk merekam precardial lead sebagai berikut :
a. V1 pada sela iga ke 4 pada garis sternal
kanan
b. V2 pada sela iga ke 4 pada garis sternal kiri
c. V3 antara V2 dan V4
d. V4 pada costae ke 5 pada garis tengah
klavikula kiri (dibawah putting mammae)
e. V5 sejajar V4 pada bagian depan garis
axilaris
f. V6 sejajar pada V4 dan V5 pada pertengahan
garis axilaris
9. Memasang arde
10.Mengecek semua selector yang diperlukan
apakah sudah semua pada posisi yang benar
sesuai dengan ketentuan standard yaitu :
a. Kecepatan gerak kertas 25 mm/detik
b. Ukuran kalibrasi : 1 mv, ukuran ini ada 3
tingkatan : 0,5 mv, 1 mv, 2 mv (biasanya
dipakai 1 mv)
Modenya : Disesuaikan dengan pasien yang d
EKG (anak-anak / dewasa )
Hidupkan monitor EKG, tunggu sebentar dan
bila sudah terbaca tulisan analysis OK baru kita
tekan tombol start maka hasil akan keluar
sesuai dengan yang kita record yaitu 12 Lead
beserta dengan hasilnya, sesudah stop matikan
alat dan sobek kertas dan hasil rekaman
tersebut.
11.Mencatat identitas pasien pada hasil rekaman
EKG yaitu : Nama, Umur, Tanggal, Jam, Jenis
rekaman, Nomor RM, Nama dokter, Nama
perawat yang melakukan pada lembaran yang
telah disediakan untuk penempelan hasil EKG
tersebut.
12.Buka / lepaskan kembali semua elektroda yang
dipasang pada pasien dan bersihkan daerah
dada dan kedua pergelangan tangan serta
kedua tungkai dari sisa-sisa jelly dengan tissue.
13.Rapikan pakaian pasien dan berikan kembali
barang-barang yang dilepas tadi.
14.Perawat mencuci tangan.
1. IRJ
2. IGD
3. IRI

4. ICU
5. IBS

MENYIAPKAN PASIEN DENGAN TINDAKAN AKUT

LUBUK PAKAM

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

1/1

P-IV-072-04-11

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Keadaan acut yang ditandai dengan hypotensi dan


berkurangnya perfusi jaringan akibat dari pemberian
obat-obatan atau bahan kontras.

TUJUAN

Memberikan pengobatan adekuad secara tepat dan


cepat.

KEBIJAKAN

Dilakukan pada pasien yang dalam keadaan akut


seperti : sincope (pingsan).
1. Pasien ditidurkan dengan posisi terlentang
2. Bebaskan jalan nafas
3. Berikan O2
4. Lakukan pengukuran vital sign
5. Bila tekanan darah lebih kecil atau 90 mmHg, beri
infus NaCl 0,9%
6. Beri injeksi Adrenalin :
Anafilaktik Ringan :
1 : 1000 ( 1 mg / ml ) atau dosis 0,1 0,5 mg IV
atau 0,1 0,2 mg SC ( untuk dewasa ) untuk anak
0,01 mg / kg BB

PROSEDUR

Anafilaktik Berat :
Selain pemberian obat yang tersebut diatas
dilanjutkan dengan infus 1 mg Adrenalin dalam 250
cc Detrose 5 % atau NaCl 0,9% atau Intra tracheal
atau Intra cardiac dosis 0,1 mg 1 mg.
Hal tersebut diatas dapat diulangi setelah 5 10
menit apabila belum berhasil.
Pemberian :
a. Cortico steroid sebagai terapi adjuvant,
Dosis dewasa Hidrocortison 200 mg IV atau
Methylprednisolon 50 mg IV setiap 6 jam untuk
1 s/d 2 hari.
b. Anti Histamine sebagai terapi adjuvant,
Dosis dewasa Diphenhydramine 50 mg IV atau
Cimetidinen / Rantidine 50 mg IV.
UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

1.
2.
3.
4.
5.

IGD
IRI
ICU
IBS
I. Radiologi

MENYIAPKAN PASIEN DENGAN TINDAKAN AKUT

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

2/2

P-IV-072-04-11

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

1. Kapas kotor di buang pada tempatnya.


2. Pincet yang sudah di pakai di atur pada
bengkok.
3. Luka di olesi salep burnazine.
4. Luka di tutup dengan kasa steril secukupnya
dengan
menggunakan pincet steril dan
usahakan serat kasa jangan melekat pasa luka.
5. Luka di balut atau di plester dengan rapi.
1.
2.
3.
4.
5.

IRJ
IGD
IRI
ICU
IBS

MEMASANG BIDAI

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

1/2

P-IV-074-04-11

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Bidai atau spalk adalah alat dari kayu, anyaman kawat


atau bahan lainnya yang kuat tetapi ringan dipasang
pada bagian tulang yang patah.

TUJUAN

1. Mencegah pergerakan/ pergeseran dari ujung


tulang yang patah.
2. Mengurangi terjadinya cedera baru disekitar bagian
tulang yang patah.
3. Memberi istirahat pada bagian anggota badan yang
patah.
4. Mengurangi rasa nyeri.
5. Mempercepat penyembuhan.
Macam-macam Bidai :
1. Bidai keras
Umumnya terbuat dari kayu, aluminium, karton,
plastik, atau bahan lain yang kuat dan ringan.
Contoh : Bidai kayu, bidai udara, bidai vakum.
2. Bidai traksi
Bidai bentuk jadi dan bervariasi dan hanya dipakai
oleh tenaga terlatih khusus, umumnya dipakai
pada tulang paha.
Contoh : Bidai traksi tulang paha.
3. Bidai improvisasi
Bidai yang dibuat dari bahan yang cukup kuat dan
ringan untuk penompang. Pembuatannya sangat
tergantung dari bahan yang tersedia dan
kemampuan improvisasi si penolong.
Contoh : Majalah, Koran, Karton, dll.
4. Gendongan/ Belat dan Bebat
Pembidaian dengan menggunakan pembalut,
umumnya dipakai mitella (kain segitiga) dan
bermanfaat sebagai sarana untuk menghentikan
pergerakan daerah cedera.
Contoh : Gendongan lengan.

KEBIJAKAN

Setiap
alat
yang
digunakan
harus
dicek
kelengkapannyabaik atau rusak dan perlu dirawat
dengan baik.

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MEMASANG BIDAI
No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

2/2

P-IV-074-04-11

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Bidai yang sidah dibalut sesuai ukuran
2. Kassa
3. Bethadine
4. NaCl 0,9 %
5. Bengkok
6. Baki + alas bertutup
7. Pincet
B. Pelaksanaan :
1. Perawat memberitahukan kepada keluarga.
2. Dekatkan alat-alat ke dekat pasien.
3. Memcuci tangan.
4. Pilih dan siapkan bidai yang sudah dibalut
dengan pembalut.
5. Lakukan pembidaian melalui dua sendi.
6. Hasil pembidaian : Harus cukup jumlahnya,
dimulai dari sebelah atas dan bagian bawah
tempat yang patah, tidak kendor dan tidak
keras.
7. Tanyakan keluhan utama pasien.
8. Merapikan pasien dan alat-alat.
9. Perawat mencuci tangan.
C. Prinsip dan Syarat Pembidaian
1. Lakukan pembidaian pada tempat dimana
anggota badan mengalami cedera.
2. Lakukan pembidaian pada persangkaan patah
tulang, jadi tidak perlu harus dipastikan dulu
ada atau tidaknya patah tulang.
3. Bidai harus melewati minimal dua sendi yang
berbatasan.
4. Bahan yang digunakan sebaiknya bersifat
elastis, tidak mudah patah dan juga tidak terlalu
lentur.
5. Ikatan pada bidai mantap tidak terlalu kuat dan
terlalu kendor.
6. Bidai dibalut dengan pembalut sebelum
digunakan.
7. Kalau memungkinkan anggota gerak tersebut
ditinggikan setelah dibidai.
8. Sepatu, gelang, jam tangan dan alat pengikat
perlu dilepas.
D. Hal-hal
yang
harus
diperhatikan
dalam
pemasangan bidai :
1. Sensorik, yaitu dengan memberi rangsangan.
2. Motorik, yaitu dengan menggerakkan.
3. Refiling kapiler, yaitu dengan kembali kapiler
yang telah dihambat.

UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

IGD

MENYIAPKAN PASIEN DAN ALAT UNTUK


PEMASANGAN WSD

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

P-IV-075-04-11

1/2

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Pemasangan drainage ke dalam rongga pleura pada


pasien dengan gangguan sistem pernafasan , untuk
mengeluarkan cairan dari rongga pleura.

TUJUAN

Mempertahankan kelancaran / pengeluaran cairan dari


rongga pleura melalui drainage, sehingga paru-paru
dapat berfungsi secara normal.

KEBIJAKAN

1. Dilakukan pada pasien yanag mengalami gangguan


pernapasan.
2. Setiap
alat
yang
digunakan
harus
dicek
kelengkapannya baik atau rusak dan perlu dirawat
dengan baik.

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Satu set angkat jahitan
2. Tuffer dan kassa steril dalam tromol
3. Korentang steril
4. Plester dan gunting
5. Piala ginjal
6. Alkohol 70%
7. Bensin
8. Vaselin zalf
9. Kantong balutan kotor
10.Kocher 2 buah
11.Botol WSD steril berisi larutan sublimat 1.0/00
sampai pipa drain lebih kurang 2 cm.
12.Selang steril sebagai penyambung antara botol
WSD dengan drain.
13.Bethadine solution 10%
B. Pelaksanaan :
1. Memberitahu dan menjelaskan pada pasien
mengenai prosedur yang di lakukan.
2. Memasang tabir di sekeliling tempat tidur.
3. Membebaskan pakaian pasien bagian atas.
4. Membantu pasien dalam posisi duduk atau
duduk sesuai kemampuan pasien.
5. Perawat mencuci tangan .
6. Membuka set angkat jahitan dan meletakkan
pada tempat yang mudah terjangkau oleh
perawat.

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MENYIAPKAN PASIEN DAN ALAT UNTUK


PEMASANGAN WSD

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

P-IV-075-04-11

2/2

7. Membuka balutan dengan hati hati dan balutan


kotor di masukkan ke kantong balutan
kotor,bekas plester di bersihkan dengan bensin
bila perlu balutan dalam di angkat dengan
menggunakan pincet steril.
8. Mendesinfeksi sekitar drain dengan alkohol 70%
dan
mengoleskan luka operasi dengan
bethadine sol 10%.
9. Jaga darah supaya tidak tertarik/tercabut dan
selang/ penyambung tak terlepas sehingga
udara tak masuk ke dalam rongga thorax.
10.Observasi krepitasi kulit sekitar drain.
11.Menutup sekitar drain dengan kasa steril yang
sudah di
gunting tengahnya kemudian di
plester.
12.Memasang selang penyambung yang sudaah di
sediakan pada pipa botol WSD yang baru
,kemudian ujung selang di tutup kasa steril.
13.Drain yang di pasang di kleam dengan kocher.
14.Melepaskan sambungan selang botol dari
drain,di hubungkan dengan selang penyambung
botol WSD yang baru.
15.Melepaskan kocher dari drain.
16.Mengobservasi :
Apakah ada undulasi, bila tidak ada di cari
penyebabnya
a. Apakah paru paru tidak mengembang
b. Apakah ada penyumbatan pada selang
karena ada darah atau kotoran lain
c. Apakah solution tak bekerja dengan baik
d. Sambungan selang longgar
17.Keluhan pasien dan tanda-tanda vital, gejala
cyanotis, tanda-tanda perdarahan dan dada
terasa tertekan.
18.Apakah ada krepitasipada kulit sekitar drain.
19.Melatih pasien untuk bernafas dalam dan batuk.
20.Menganjurkan pasien untuk sesering mungkin
untuk menarik nafas dalam.
21.Sebelum drain di cabut, pasien di anjurkan
menarik nafas dalam, dan segera di cabut, luka
bekas drain di tutup dengan kasa steril yang
sudah di olesi vaselin steril, kemudian di plester.
22.Merapikan pakaian pasien dan lingkungannya,
kemudian membantu pasien dalam posisi
menyenangkan.
23.Membersihkan alat alat dan mengembalikan
pada tempatnya.
24.Perawat mencuci tangan.
25.Menulis prosedur yang telah di lakukan pada
catatan perawatan.
1. IGD
2. ICU

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MENYIAPKAN PASIEN DAN ALAT UNTUK TINDAKAN


DC-SHOCK
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

076/IV/04/11

1/2

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Suatu unit alat listrik yang dirancang sedemikian rupa


dan berguna untuk memberi arus listrik searah pada
otot jantung langsung maupun melalui dinding dada.

TUJUAN

Menghilangkan spesifik arithmya / ventricular fibrilasi.

KEBIJAKAN

1. Setiap alat yang digunakan harus dicek


kelengkapannya baik atau rusak dan perlu
dirawat secara efektif.
2. Memberikan rasa aman dan tenang kepada
pasien sebelum dilakukan tindakan keperawatan.

PROSEDUR

A. Jenis nya :
1. Internal D.C Shock 15 50 WS . Joule, ini biasa
dilakukan diruang bedah ataupun diruang rawat
jantung yang dapat lebih cepat melaksanakannya
dengan membuka kembali sayatan pada dada
untuk dapat memberikan langsung arus listrik
pada otot jantung.
2. External D.C Shock 70 300 WS / Joule.
B. Persiapan Alat :
Alat Defibrilator yang siap pakai
1.
EKG monitor
2.
Vedel metal
3.
Jelly dan tissu
4.
Peralatan therapi O2
5.
Alat-alat dan obat-obat emergency
6.
2 orang perawat untuk pendamping.
7.
C. Pelaksanaan :
1. Memberi tahu tindakan kepada keluarga bila
sedang mendampingi pasien
2. Dorong emergency trolly lengkap dengan obatobat serta alat RKP ke dekat tempat pasien.
3. Mencuci tangan
4. Pasang EKG monitor
5. Melakukan cek ulang diagnosa dengan cepat dan
teliti
melalui monitor dan rekam EKG untuk
mencegah
kekeliruan
yang
dapat
mengakibatkan fatal.

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

MENYIAPKAN PASIEN DAN ALAT UNTUK TINDAKAN


DC-SHOCK
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

P-IV-076-04-11

2/2

6. Memberi bantuan pernafasan dengan ambubag


oleh perawat dan F102 tinggi sampai saat
melakukan perasat DC Shock.
7. Menentukan kapasitas watt sec /joule yang
dibutuhkan pada mesin defibrillator oleh Perawat
ke 2 ( biasanya
dimulai dari 150; 200; 250
sampai 300 watt sec k/p ) sesuai instruksi dokter.
8. Dokter / perawat ke 2 meletakkan ke 2 paddle
pada sekitar dada setelah diberi jelly.
9. Paddle I oleh tangan kiri didaerah north sternum
10.Paddle II oleh tangan kanan mid axial panda
intercortalis untuk VI
11.Sambil meletakkan vedel beri aba-aba agar
tempat tidur tidak disentuh.
12.Amati ECG monitoring bila tidak ada perubahan
naikkan
joulenya / kekuatannya catat sampai
berapa kali dilakukan
1. ICU
2. IBS

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MEMYIAPKAN PASIEN DAN ALAT UNTUK INTUBASI


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

1/2

P-IV-077-04-11

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Suatu cara membuka jalan nafas secara definitif


menggunakan tube yang dimasukkan dari mulut ke
trachea, menggunakan laryngoscope sebagai alat
Bantu.

TUJUAN

1. Untuk mempertahankan jalan nafas pasien yang


tidak sadar dengan cara menahan lidah agar tidak
tertutup oleh pangkal lidah yang tiak jatuh di dinding
posterior pharing
2. Membuka sumbatan jalan nafas karena sekresi yang
kental
3. Mempertahankan oksigenisasi dengan pemberian
oksigen
dengan menggunakan vasemask pada
pasien apnoe

KEBIJAKAN

PROSEDUR

1. Setiap alat yang digunakan harus dicek


kelengkapannya baik atau rusak dan perlu
dirawat secara efektif.
2. Memberikan rasa aman dan tenang kepada
pasien sebelum dilakukan tindakan keperawatan.
A. Persiapan Alat :
1. ETT dalam berbagai ukuran :
a. Bayi
: 2,5 3.5 mm
b. Anak-anak
: 4.0 6.0 mm
c. Dewasa pria : 8.0 8.5 mm

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

d. Dewasa wanita : 7.0 8.0 mm


Stylet
Laryngoscope
Anastesi jely, anastesi spray
Spuit 10 cc tanpa jarum
Oropharyngeal tube
Suction
Plester

B. Persiapan pasien :
1. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan baik pada
pasien/ keluarga
2. Minta persetujuan tindakan medik secara tertulis
3. Jika memakai gigi palsu agar dilepas
4. Persiapan pasien dalam posisi leher fleksi dan
kepala ekstensi
5. Pasien mendapat terapi intra vena yang stabil
C. Pelaksanaan :
1. Persiapan laringoscope , sesuai kebutuhan pasien
dengan lampu yang terpasang baik sehingga
tidak lepas saat intubasi
RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PROSEDUR

MENYIAPKAN PASIEN DAN ALAT UNTUK INTUBASI


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

P-IV-077-04-11

2/2

2. Persiapan
ETT
yang
dibutuhkan
dengan
pengecekan balon pada tube
3. Siapkan wire sylet yang dipasang ke dalam ETT
sehingga ujungnya tidak menonjol (2-3 cm) dari
ujung tube
4. Persiapan ambu bag dan alat suction yang dapat
bekerja dengan baik
5. Posisi kepala ekstensi dan leher fleksi
6. Laringoscope pegang dengan tangan kiri, tangan
kanan membuka mulut. Blade dimasukkan dari
sisi kanan mulut sambil mendorong lidah ke kri
sehingga tidak menghalangi pandangan ke
pharing, suction digunakan untuk membersihkan
orofaring
7. Ujung blade di dorong lebih dalam menyelusuri
punggung lidah sampai mencapai epiglotis, blade
diangkat sehingga epiglotis terangkat dan glotis
terbuka
8. Seorang asisten untuk memegang suction dan
ETT dan menekan cartilago cricoid sehingga
esofagus tertutup sehingga mengurangi resiko
regurgitasi dan aspirasi dan glotis lebih mudah
terlihat
9. Bila vocal cord terlihat jelas, ujung ETT
dimasukkan sampai ujung proksimal dari cuff
berada 2 cm distal dari vocal cord batasan selang

balon sampai di ujung bibir.


10.Blade dan style dilepas dan balon dikembangkan
dengan 5-10 cc udara
UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM
]

1. ICU
2. IBS

MENYIAPKAN PASIEN DAN ALAT UNTUK EXTUBASI


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

P-IV-078-04-11

1/1

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Suatu tindakan mengangkat pipa dari trachea melalui


mulut/ hidung

TUJUAN

Mengembalikan fungsi fisiologis pernafasan

KEBIJAKAN

PROSEDUR

1. Setiap alat yang digunakan harus dicek


kelengkapannya baik atau rusak dan perlu
dirawat secara efektif.
2. Memberikan rasa aman dan tenang kepada
pasien sebelum dilakukan tindakan keperawatan.
A. Persiapan Alat :
1. Set therapy oksigen
2. Emergency trolly
3. Set extubasi
4. Obat-obat life saving
5. Spuit 10 cc/ 20 cc
6. Sedang chateter dan alat penghisap lender

B. Persiapan Pasien :
1. Pasien dan keluarga diberikan penjelasan tentang
tujuan tindakan yang akan dilakukan
2. Mengajarkan
pasien
cara
batuk
dan
mengeluarkan sputum yang efektif
C. Pelaksanaan :
1. Menjelaskan pada pasien dan keluarga tindakan
yang akan dilakukan
2. Mencuci tangan
3. Menghisap sekresi sebelum dilakukan tindakan
extubasi
4. Mengempiskan cuff ETT
5. Melepaskan fiksasi ETT
6. Dokter/ perawat melakukan extubasi
7. Anjurkan pasien untuk batuk dan nafas dalam
8. Memberikan therapy oksigen melalui sungkup
muka dengan konsentrasi tinggi
9. Lakukan pemantauan respirasi dengan baik dan
benar
10.Membersihkan bekas plester dengan bensin
11.Mencuci tangan
UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

1. ICU
2. IBS

MELAKUKAN PEMASANGAN VENTILATOR


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

P-IV-079-04-11

1/5

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Suatu alat yang digunakan untuk membantu pernafasan


secara mekanik.

TUJUAN

1. Memberikan kekuatan mekanis pada system paru


untuk mempertahankan ventilasi yang physiologis.
2. Manipulasi Air Way Pressure dan Corak Ventilasi
untuk
memperbaiki
efisien
ventilasi
dan
oksigenisasi.
3. Mengurangi kerja Myocard dengan jalan mengurangi
kerja keras.

KEBIJAKAN

1. Setiap alat yang digunakan harus dicek


kelengkapannya baik atau rusak dan perlu
dirawat secara efektif.
2. Memberikan rasa aman dan tenang kepada

pasien sebelum dilakukan tindakan keperawatan.


PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Ventilator + O2 dan udara tekan
2. Spirometer
3. Air viva (ambubag)
4. Suction
5. Cuffinflator (Spuit 10 cc)
B. Indikasi Pemasangan ABN :
1. Mekanik :
a. Respiratori rate (RR) 35x/i
b. Tidal volume < 5 cc/kg BB
2. Oksigenisasi :
a. Pa O2 < 60 dengan FiO2 Room air 21%
b. Pa O2 < 70 dengan FiO2 40%
c. Pa O2 < 100 dengan FiO2 100%
Ventilasi :
PaCO2 mgHg
Catatan : Khususnya babi pasien PPOM san
status asthmaticus ketentuan tersebut
diatas tidak berlaku
3. Penggunaan Alat :
a. Hubungkan ventilator dengan sumber listrik
b. Hubungkan ventilator dengan sumber O 2 dan
UT
c. Isi humidifier dengan aqua
d. Perhatikan Breathing Sircuit, apakah ada
kebocoran dengan menggunakan test Lung

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PROSEDUR

MELAKUKAN PEMASANGAN VENTILATOR


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

P-IV-079-04-11

2/5

e. Atur mesin sesuai dengan klasifikasi kerja


yang dibutuhkan
f. Hubungkan ventilator dengan pasien melalui
konector ETT / T.T setelah ventilator disiapkan
sesuai
dengan
pola
pernafasan
yang
dibutuhkan.
C. Tingkat-tingkat pernapasan melalui Ventilator :
1. Control / Kendali :
Suatu
keadaan,
dimana
semua
aktivitas
pernafasan pasien sepenuhnya diambil alih oleh
ventilator.
Mencakup antara lain :
a. T.V. : jumlah udara yang dibutuhkan
b. Respirator Rate per menit (12 20 x/mt)
c. Fraksi / konsentrasi O2 (FiO2 sesuai dengan
kebutuhan)
Pernafasan kontrol hanya digunakan untuk
pasien yang tidak bernafas (apnoe) dengan
2 cara :

1. Pernafasan kontrol untuk :


a. Pasien itu sendiri tidak bernafas (apnoe)
b. Pasien yang sedang menggunakan obatobat muscle relaxan anesthesi
Mis : Tetanus, Post Op
1. Pernafasan kontrol khusus pasien dengan
resusitasi otak ( RO atau pasien sengaja tidak
dibuat bernafas selama 1 3 x 24 jam)
Cara
mempersiapkan
ABN
untuk
Pernapasan Kontrol :
a. Modus ditentukan ke arah kontrol
b. RR ditentukan
c. Menentukan minute volume (MV) (RR x
TV): Volume pernafasan dalam satu menit
d. Tentukan tidal volume (TV) ( 8 12 cc/kg
BB): Volume pernafasan dalam satu kali
pernafasan normal
e. Tentukan Inspirasi Time : Normal 25%
Mis : Rate 15 x/mt
1 x bernafas : 60 : 15 : 4 detik
Jadi waktu inspirasi =
25 x 4 dtk
= 1 dtk
100
f. Tentukan Pause Time : Normal 10%
Mis : Rate 15 x/mt
1 x bernafas : 60 : 15 : 4 detik
Jadi waktu pause =
10 x 4 dtk
= 0.4 dtk
100

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PROSEDUR

MELAKUKAN PEMASANGAN VENTILATOR


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

P-IV-079-04-11

3/5

g. Tentukan Expirasi Time : 65%


Memberikan O2 dengan konsentrasi tinggi
(Fi O2 100%) selama 1 menit dan kemudian
diturunkan
atau
disesuaikan
dengan
kebutuhan.
2. Pernapasan Asisted :
Suatu pola pernafasan dimana ventilator hanya
bersifat membantu
apabila pasien
sudah
berusaha bernafas.
Assisted Controle : Suatu pola pernafasan dimana
A.B.N disiapkan untuk dapat membantu dua cara
bergantian yaitu dengan :
a. Pernapasan control
b. Asisted
Pengaturan A.B.N untuk pola nafas assisted / controle
ini tetap sama dengan pola kontrol, hanya pasien tidak

lagi diberikan

obat Relaxan.

SIM V :
Sincronise Intermitten Mandatory Ventilasi yang
berarti : Memberikan bantuan pernafasan secara
intermitten atau selang-seling dari pernafasan assisted
dengan pernafasan spontan (tahap awal penyapihan
pasien dari penggunaan A.B.N)
Di dalam pola pernafasan ini, bantuan secara
pernafasan assisted mulai dikurangi bertahap
Pernafasan SIM V dimulai dengan mandat 10 x/mt atau
setiap 6 detik yang selalu dipopmpakan A.B.N tepat
pada waktu pasien bernafas, sehingga bantuan
pernafasan dari A.B.N, akan selalu selaras dengan
irama pernafasan yang disebut sinkron.
Mis : SIM V 10 x : 60 detik (satu menit)
Berarti setiap 6 detik mesin memberi bantuan SIM
V 6 x : 60 detik, berarti setiap 10 detik mesin
memberi bantuan nafas
Cara mempersiapkan A.B.N untuk pola Pernapasan
SIM V.
Ada beberapa tombol yang harus dirubah :
Modus dipindahkan ke arah SIM V
Siapkan R.R SIM V yang diharapkan, biasanya dimulai
dari 10 x/mt
Ket : Semakin panjang waktu interval SIM V adalah
bertujuan
untuk memberi peluang lebih lama bagi
pasien untuk dapat bernafas spontan.
Mis : - Dengan memberikan SIM V 10 x/mt, ternyata
setelah dihitung jumlah seluruh frekwensi
pernafasan pasien sampai 15 x/mt berarti 5 x
adalah pernafasan spontan tanpa bantuan
A.B.N
RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PROSEDUR

MELAKUKAN PEMASANGAN VENTILATOR


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

P-IV-079-04-11

4/5

Demikian seterusnya bila keadaan umum


bertambah baik dan tidak ada tanda-tanda
sesak nafas, Cardio Vasculer stabil dan T.V
sudah mencapai > 0.5 normal, SIM V dapat
diturunkan menjadi 8 x/mt : 6 x/mt sampai
seterusnya bila perlu hanya 1 x/2 menit.
Umumnya bila tidak ada tanda-tanda capek atau
sesak nafas
sesudah SIMV 4 x/mt selama 1 2 jam
pasien dapat langsung di T.Piece atau dilepas dari
bantuan A.B.N.
Sebaliknya bila ada tanda-tanda tidak mampu (tampak
sesak dan capek) dapat dikembalikan ke pola
pernafasan Asisted Control.
CPAP :

Continous Positif Air Way Pressure yaitu :


Pasien mampu bernafas, tetapi pada akhir expirasi
diberi tekanan menggunakan PEEP + 2.5
PEEP :
Positif End Exipiratory Pressure yaitu memberikan
tekanan positif pada akhir expirasi, sehingga bisa
menahan udara expirasi sehingga tekanan yang
ditentukan (5 15 Cm H2O).
PRESSURE CYCLE :
Setiap mesin yang memberi inspiratie ditentukan oleh
tekanan maksimum seperti SIMV.
Ventilator secara otomatis memberi mandat bernafas
jika periode Sinkronisasi berakhir tanpa upaya
inspiratory patient (Inspiratie akan terhenti apabila
tekanan dalam paru-paru sudah sesuai)
Indikasi PEEP :
Pada paien yang memakai ventilaor dengan FiO 2 ,
tetapi PO2
(pada Blood gas)
* Broncho Pneumonia
* Atelektase di paru-paru (Paru-paru tidak
mengembang)
* Oedema Paru yaitu untuk menahan cairan yang ada
pada dinding paru-paru, supaya cairan tidak masuk
ke paru-paru.
Angka Normal ASTRUP ( Blood Gas )
PH
= 7.35 7.45
PCO2
= 35 45 mmHG
BE
= -2.5 - +2.5
HCO3
= 21 25 meg IL
TCO2
= 24 30
SATURASI O2 =
90 100
PO2
= 80 90

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PROSEDUR

MELAKUKAN PEMASANGAN VENTILATOR


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

P-IV-079-04-11

5/5

Acidosis Metabolik
PH
< 7.35
HCO3
< 21
BE
< -2.5
Koreksi Bichat

Alkalosis metabolic
PH
>
7.35
HCO3 >
21

BE

>

+2.5

Acidosis Respiratorik : PCO2


Tindakan :
Fisiotherapi
Suction
Bronchial Washing (Spoeting)
Bronchoscopie
Alkalosis respiratorik : PCO2
Pasang dead speech (ruang rugi) 2-3 kg BB
O2 sungkup (ventimask)
Rebereathing bag
Rumus pemberian Bic-Nat/ Meylon :
1/3 x BB x BE
1/6 x BB x BE
UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

1. ICU
2. IBS

MENYIAPKAN PASIEN DAN ALAT NEBULEZER


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

P-IV-080-04-11

1/1

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Nebulezer merupakan alat untuk memberi obat melalui


inhalasi.

TUJUAN

1. Untuk mengurangi sesak pada pasien asma


2. Untuk melonggarkan jalan nafas

KEBIJAKAN

1. Setiap alat yang digunakan harus


kelengkapannya baik atau rusak dan

dicek
perlu

dirawat secara efektif.


2. Memberikan rasa aman dan tenang kepada
pasien sebelum dilakukan tindakan keperawatan.
PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Alat nebulezer yang dilengkapi dengan:
a. Selang penyambung obat ke mesin
b. Kabel listrik ke alat
c. Corong inhalasi atau pace maker
2. Obat ventolin 1 ampul
B. Pelaksanaan:
1. Memasukkan obat ventolin ke tabung nebulezer
2. Mengatur posisi pasien dengan kapala lebih tinggi
3. Memasang face masker atau corong inhalasi
menutup hidung dan mulut dengan sempurna
4. Sambungkan kabel mesin ke listrik
5. Hidupkan mesin dengan memutar tombol warna
putih ke kanan
6. Bila pasien kooperatif ajari nafas dalam
7. Disaat pasien menarik nafas tekan tombol tabung
nebulezer
8. Setelah
habis
obatnya,lepaskan
face
masker/corong inhalasi

UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

1. IGD
2. IRI
3. ICU

MELAKUKAN TINDAKAN FISIO THERAPY DADA


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

P-IV-081-04-11

1/2

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN
TUJUAN

Tindakan yang terdiri dari penepukan dada pada daerah


dada penggetaran (vibrasi)
1. Untuk mempertahankan ventilasi yang adekuat dan
mencegah infeksi pada saluran pernafasan pada

pasien tirah baring


2. Merangsang terjadinya batuk dan mempertahankan
kelancaran sirkulasi darah
3. Mencegah kolaps paru yang disebabkan retensi
sputum
KEBIJAKAN

Memberikan rasa aman dan tenang kepada


pasien sebelum dilakukan tindakan keperawatan.

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Handuk untuk alas
2. Bantal
3. Minyak untuk digosokkan pada bagian tubuh
yang tertekan
4. Set penghisap sekresi lengkap siap pakai
5. Stetoskop
6. Nierbekken
7. Tissu
B. Pelaksanaan :
1. Pasien diberitahu penjelasan tentang tindakan
yang akan dilakukan
2. Posisi pasien diatur sesuai kebutuhan
3. Melatih pernafasan (breathing exercise) dan
batuk efektif
4. Mengajarkan pasien tehnik relaksasi sesuai
kondisi pasien
5. Menepuk (perkusi/clapping) pada dinding thorax
pasien untuk membantu agar sekresi yang
melekat pada dinding alveoli terlepas.
6. Menggelarkan/ vibrasi pada bagian dada anterior
agar sekresi yang tertimbun di alveoli terlepas
pada saat expirasi
7. Memberikan posisi drainase (postural drainase)
selama 15-20 menit, agar sekresi dijalan nafas
mudah dihisap

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MELAKUKAN TINDAKAN FISIO THERAPY DADA


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

P-IV-081-04-11

2/2

PROSEDUR

8. Melakukan latihan nafas dengan melakukan


inspirasi normal melalui hidung dan expirasi
melalui mulut, hal ini dilakukan 1-4 x sesuai
kemampuan pasien
9. Melakukan diaphragmatic breathing yaitu dengan
melakukan
inspirasi
perlahan-lahan
sambil
tangan menahan gerakan diafragma kemudian
melakukan expirasi secara perlahan-lahan, hal ini
dilakukan pasien 1-4x sesuai dengan kemampuan
pasien
10. Pasien dirapikan kembali
NB : - Fisiotherapy dada dilakukan sebelum makan
- Berikan obat penenang/ relaksasi pada pasien
yang kejang rangsang sebelum fisiotherapy dada
- Hentikan fhisiotherapy dada bila pasien kelihatan
letih dan kesakitan

UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

STANDAR
OPERASIONAL

ICU

MELAKUKAN PEMANTAUAN
CENTRAL VENOUS PRESSURE (CVP)
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

P-IV-082-04-11

1/3

Tanggal Terbit

Ditetapkan oleh:
Direktur

PROSEDUR

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Memasukkan kateter CVP melalui pembuluh darah tepi


seperti Vena sub clavia, femoralis sehingga ujungnya
berada di atrium kanan atau dimana vena cava superior/
vena cava inferior.

TUJUAN

1. Untuk mengetahui tekanan vena central dan menilai


jumlah cairan dalam tubuh
2. Untuk memberikan cairan parenteral yang bersifat
hypertonic apabila diberikan melalui vena tepi akan
menyebabkan flebitis. Misal :
a. Dextrose 20%
b. Triofusin E 1000
c. Intralip 10
d. Aminofusin L 600
e. Aminovel 1000
3. Untuk mempermudah pengambilan darah vena yang
berulang-ulang tanpa menyakiti pasien dengan
tusukan jarum.
4. Untuk memberikan obat-obat parenteral/ intravena
terutama dalam keadaan darurat
5. Untuk memberikan cairan dengan cepat dalam
jumlah yang banyak apabila melalui vena tepi tidak
dapat/ collaps

KEBIJAKAN

Dilakukan pada :
1. Pasien craniatomi, hidrosephalus
2. Mengontrol kebutuhan cairan dalam tubuh.

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Set CVP terdiri dari :
a. Manometer CVP
b. Kateter CVP
c. Three way
d. Spuit 20 cc
e. 2 set infuset
f. Cairan NaCl 0,9%
2. Alat-alat tambahan :
a. Doek bolong steril
b. Kassa steril
c. Alkohol 70 %
d. Bethadine solution
e. 1 pasang sarung tangan steril

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MELAKUKAN PEMANTAUAN
CENTRAL VENOUS PRESSURE (CVP)
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

P-IV-082-04-11

2/3

PROSEDUR

f.
g.
h.
i.
j.
k.

Lidones 2% 1 amp
Bethadine cream
Plester
Gunting verban
Standard infuse
Stik laken untuk alas

B. Pelaksanaan :
1. Memberikan pada pasien/ keluarga maksud dan
tujuan pemasangan CVP
2. Mengatur posisi pasien tidur terlentang tidak
memakai bantal
3. Kepala lebih rendah kira-kira 10 0-200 untuk
mencegah terjadinya emboli udara
4. Alat-alat yang sudah tersedia dan siap pakai
diletakkan di sebelah kanan pasien.
5. Cairan infus dan alat-alat manometer CVP sudah
terpasang di standard infus.
6. Cuci tangan dan pakai sarung tangan steril
7. Daerah yang akan dipasang CVP di desinfektan
dengan bethadine solution secara sirkulir atau
dari dalam kearah luar kemudian dengan alcohol
70 % dengan cara yang sama
8. Daerah-daerah yang sudah didesinfektan ditutup
dengan doek bolong baru lakukan anastesi local
dengan lidones 2 %
9. Spuit 20 cc di isi dengan NaCl 0,9% steril dan
sambungkan dengan jarum yang akan digunakan
10.Lihat terlebih dahulu seberapa jauh kateter CVP
yang akan dimasukkan
11.Jarum dimasukkan kebagian bawah dari clavicula
dekat tulang denga sudut kira-kira 450 kedalam
jarum kira-kira 3-4 cm lalu dihisap apakah sudah
tepat ke vena cava superior dengan adanya
darah keluar, spuit dilepas, lalu dimasukkan
kateter CVP melalui lobang jarum sampai sebatas
mana telah ditentukan sebelumnya. Setelah
dirasa cukup masuk jarum ditarik dan dilindungi
dengan plastik jarum tersebut
12.Sebelum disambung dengan infus CVP terlebih
dahulu ditest apakah darah keluar dengan lancar
dan baik, setelah lancar baru disambungkan
dengan set infus yang telah tersedia dengan
cairannya.
13.Selanjutnya bagian luka dibersihkan, diplester
dan difiksasi dengan jarak 2cm dari tusukan,
diberi cream bethadine dan ditutup dengan kassa
steril dan di rekatkan dengan plester

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MELAKUKAN PEMANTAUAN
CENTRAL VENOUS PRESSURE (CVP)
No. Dokumen
P-IV-082-04-11

No. Revisi

Halaman

3/3

PROSEDUR

14.Rapikan pasien dan alat-alat


15.Cuci tangan
Catatan :
Daerah atau lokasi yang dapat
pemasangan CVP :
1. Daerah vena cubiti
2. Daerah vena femoral
3. Daerah vena intra claviculer
4. Daerah vena supra clavikuler
5. Daerah vena jugularis

UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

digunakan

untuk

ICU

MELAKUKAN PEMASANGAN MONITORING EKG


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

1/2

P-IV-083-04-11

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan oleh:
Direktur

11/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Monitoring EKG adalah grafik yang merekam perubahanperubahan potensial listri jantung yang dihubungkan
dengan waktu.

TUJUAN

1. Untuk mengetahui adanya kelainan-kelainan dari


irama jantung (arrhytmia), miokardium
2. Untuk mengetahui pengaruh/ efek obat-obat jantung
terutama digitalisasi dan quinidine
3. Untuk mengetahui adanya gangguan-gangguan
elektolit
4. Untuk mengetahuio adanya perikarditis

KEBIJAKAN

Memberikan rasa aman dan tenang kepada pasien


sebelum dilakukan tindakan keperawatan.

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. EKG monitor
2. Elektrode 3 buah
3. Jelly EKG
4. Kapas
basah
deksinfektan

direndam

dengan

larutan

B. Pelaksanaan :
1. Elektrode direkatkan kearah dada sesuai dengan
posisi pemasangan dari lead yaitu :
a. Kabel pasien yang berwarna merah dijepitkan
pada elektrode yang posisinya diletakkan
pada intercostal ke 4 sebelah kanan
b. Kabel pasien yang berwarna kuning dijepitkan
pada elektrode yang posisinya diletakkan
pada intercostal ke 4 sebelah kiri
c. Kabel pasien yang berwarna hijau dijepitkan
pada elektrode yang posisinya diletakkan
pada intercostal ke 5 sebelah kiri
2. Setelah kabel pasien terpasang semua, alat EKG
dihidupkan dan gambaran EKG akan terlihat
dilayar EKG.
3. Set alarm sistem dengan batasan paling bawah
60 x/i dan batasan maksimal 100 x/i.

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

MELAKUKAN PEMASANGAN MONITORING EKG


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

P-IV-083-04-11

2/2

PROSEDUR

C. Pemeliharaan :
1. Setelah selesai matikan alat monitor dengan
menekan tombol OFF, lepaskan kabel-kabel
listrik dan arde dari coknya
2. Cabut kabel pasien dari electrode dan bersihkan
dengan kapas yang direndam dengan larutan
deksinfektan kemudian lap dengan waslap
sampai kering
3. Gulung kabel pasien dan kabel power dengan
memanjang dan longgar kemudian diletakkan
didalam laci meja monitor tersebut
4. Tutup alat dengan kain penutupnya dan letakkan/
simpan alat ditempat yang aman dan mudah
terjangkau pada saat akan digunakan.
a. Bila ada kerusakan segera laporkan ke teknisi
b. Service alat sekali dalam 6 bulan
D. Masalah Gambar EKG dilayar Monitor :
1. Gambar tidak jelas, ini disebabkan oleh intensitas
cahaya terlalu tinggi/ rendah
2. Gambar tidak stabil/ naik turun bias disebabkan :
a. Pasien gelisah/ bergerak-gerak
b. Viksasi electrode tidak baik/ tidak kuat
3. Gambaran bergetar/ tebal bias disebabkan :
a. Sistem arde/ ground tidak berfungsi dengan
baik
b. Orde
electrode
lain
yang
terpasang
berdekatan
c. Kemungkinan jelly kering

UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

1.
2.
3.
4.

IGD
IRI
ICU
IBS

MENCUCI TANGAN BIASA


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

P-IV-084-04-11
A

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

1/1

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

TUJUAN

Mencuci tangan selain merupakan suatu keharusan bagi


setiap perawat dalam menjalankan tugasnya yang
berhubungan dengan pasien juga untuk menjaga
kesehatan perawat sendiri.
1. Melatih suatu kebiasaan baik.
2. Membersihkan tangan dari kotoran .
3. Mencegah penularan.

KEBIJAKAN

1. Sebelum
dan
sesudah
bersentuhan
dengan
pasien/alat kesehatan.
2. Sebelum dan sesudah berdinas di Rumah Sakit.

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Air yang mengalir ( keran, ceret, tangki kecil ),bila
mempergunakan tangki kecil atau ceret, sediakan
ember kosong atau pasu cuci tangan (baskom)
2. Sabun
3. Handuk bersih yang kering
B. Pelaksanaan :
1. Melepaskan arloji / Jam tangan.
2. Membuka keran.
3. Membahasahi tangan dengan air sampai kesiku.
4. Menggosok tangan dengan sabun merata sampai
ke siku.
5. Menggosok putaran keran dengan sabun.
6. Membilas putaran keran.
7. Menutup keran.
8. Mengeringkan tangan dengan handuk yang
bersih dan kering.

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.

IGD
IRI
ICU
IBS

KESELAMATAN PASIEN ( PATIENT SAFETY )


RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

P-IV-085-04-11
A

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

1/2

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Suatu perhatian yang khusus dari perawat / bidan di RS


di dalam memberikan perawatan pada pasien yang
lemah, bingung, gelisah atau tidak kuat yang mana
membuat pasien terjatuh, luka dan mengalami cedera
sampai dengan kematian.

TUJUAN

1. Memberikan rasa aman dan nyaman untuk pasien.


2. Menurunnya kejadian tidak diharapkan di RS.
3. Terlaksananya
program-program
pencegahan
sehingga tidak terjadi pengulangan kejadian tidak
diharapkan.
.

KEBIJAKAN

Keselamatan pasien (patient safety) harus diutamakan


untuk mencegah tidak terjadinya pengulangan kejadian
yang tidak diharapkan.

PROSEDUR

Penanganan Keselamatan Pasien di Keperawatan terdiri


dari :
A. Pada Pasien Baru:
1. Perawat yang bertugas memperkenalkan diri
pada pasien dan keluarga pasien serta memantau
pasien bila pasien kritis dilakukan setiap saat
sesuai dengan kondisi kegawatan pasien, bila
kondisi sudah membaik dilakukan pemantauan
setiap 1 jam untuk memastikan apakan ada
kebutuhan pasien.
2. Orientasi pasien dilingkungan RS, ruangan pasien,
peraturan-peraturan, hak dan kewajiban pasien
serta bagaimana mengoperasikan tempat tidur,
bell, T.V, AC dan kulkas. Amati pasien untuk
memastikan
bahwa instruksi-instruksi yang
diberikan sudah dimengerti oleh pasien / keluarga
dan pastikan bahwa lemari disebelah tempat
tidur dapat dengan mudah dijangkau oleh pasien.
3. Menilai gaya berjalan pasien apakah ada resiko
untuk jatuh pada waktu masuk rumah sakit.
Sediakan sebuah alat bantu atau brancard serta
memberikan
instruksi
yang
tepat
untuk
menggunakan alat bantu / instruksikan pasien
untuk meminta bantuan apabila hendak pindah
tempat.
4. Evaluasi aturan obat-obat yang digunakan oleh
pasien untuk mengetahui efeksamping dari obat.
5. Menjaga tempat tidur pasien dalam keadaan
rendah dan kunci roda tempat tidur untuk
mencegah agar tempat tidur tidak bergeser apa
bila pasien hendak bergeser atau naik turun dari
tempat tidur.
KESELAMATAN PASIEN ( PATIENT SAFETY )

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

2/2

P-IV-085-04-11

PROSEDUR

6. Anjurkan pasien untuk menggunakan sendal yang


tidak licin, untuk mencegah agar pasien tidak
tergelincir saat berjalan, bila pasien turun dari
tempat tidur.
7. Meyakinkan bahwa kursi terkunci baik apabila
digunakan sebelum pasien dipindahkan kekursi
roda tersebut untuk dibawa keluar atau kedalam
maupun sewaktu hendak berdiri atau keluar dari
kursi roda.
B. Pasien Post- Operative
1. Perawat tetap berada ditempat selama masa
awal post-operative.
2. Perawat mengadakan observasi tentang keadaan
pasien.
3. Pemasangan pagar pengaman tempat tidur
untuk:
a. Menjaga pasien agar tidak jatuh dari tempat
tidur
b. Khusus pasien yang kesadarannya belum pulih
betul
c. Untuk digunakan pasien yang hendak
memiringkan badannya kekanan / kekiri
dengan cara memegang pagar pengaman
tersebut.
4. Pasang
tali
pinggang
pengaman
dan
menggunakan tali pengikat tangan / kaki untuk
pasien sangat gelisah agar infus tidak terlepas
dan pada brankard harus dilengkapi dengan
pagar pengaman dan tali pinggang pengaman
untuk menjaga.

UNIT TERKAIT

RSU SARI

1.
2.
3.
4.
5.

IRJ
IGD
IRI
ICU
IBS

PELAYANAN PERAWATAN DI ISOLASI PEMAKAIAN


CELEMEK, MASKER DAN TUTUP KEPALA

MUTIARA
LUBUK PAKAM

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

1/2

P-IV-086-04-11

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Suatu alat yang digunakan pada pasien di kamar


pengasingan.

TUJUAN

Untuk melindungi dan menghindari diri dari kontaminasi


dan penularan penyakit.

KEBIJAKAN

Setiap alat yang digunakan harus dicek kelengkapannya


baik atau rusak dan perlu dirawat dengan baik.

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Penutup kepala
2. Masker
3. Celemek
4. Sabun dalam tempatnya
5. Handuk
6. Ember plastik sedang yang berisi larutan lysol 35%
7. Alat pengaduk
8. Gantungan celemek
B. Pelaksanaan:
1. Mencuci tangan.
2. Memakai tutup kepala, masker dan celemek.
3. Memberikan pertolongan pada pasien, misalnya :
memandikan.
4. Mencuci tangan dengan sabun di bawah air
mengalir.
5. Membuka masker, penutup kepala dan di
masukkan kedalam ember berisi larutan lisol 3-5
% tekan dengan alat pengaduk bila tidak
terendam seluruhnya.
6. Membuka tali celemek bagian pinggang, setelah
menolong pasien.
7. Mencuci tanga sampai batas lengan celemek
dengan sabun dan membilasnya dibawah air
mengalir.
8. Memasukkan jari-jari kedua tangan kedalam
celemek bagian leher depan mengarah kekuduk
dan membuka tali celemek bagian kuduk.
9. Memasukkan tangan kiri kedalam lengan celemek
kanan kemudian ditarik keujung kanan, sampai
menutupi tangan kanan seluruhnya.
10.Tangan yang terbungkus lengan celemek menarik
lengan celemek kiri sampai menutupi seluruh
tangan kiri.

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PELAYANAN PERAWATAN DI ISOLASI PEMAKAIAN


CELEMEK, MASKER DAN TUTUP KEPALA
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

2/2

P-IV-086-04-11

PROSEDUR

11.Menanggalkan celemek dan digantung pada


tempatnya.
12.Celemek harus berada dalam posisi terbalik
(tergantung diluar ruangan).
13.Mencuci tangan dengan sabun dan dibilas dengan
air mengalir.
14.Membawa ember berisi masker dan tutup kepala
ketempat cuci untuk dicuci.
15.Mencuci tangan.
C. Perhatian :
1. Celemek diganti 3 x sehari, sesuai dengan
pertukaran dinas.
2. Pemakaian masker hanya dilakukan pada waktu
menolong pasien yang penularan penyakitnya
melalui pernafasan.
3. Masker dan penutup kepala setelah dipakai tidak
boleh dimasukkan kedalam kantong baju atau
dibawa keluar ruangan.

UNIT TERKAIT

1. IRI
2. ICU

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PELAYANAN PERAWATAN DI ISOLASI MENGANGKAT


ALAT TENUN DAN MENGHAPUS HAMA PERALATAN
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

P-IV-088-04-11

1/2

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN
TUJUAN

Suatu cara tertentu untuk mengangkat alat tenun dan


peralatan dikar pengasingan.
Terhindar dari penularan.

KEBIJAKAN

Pelayanan perawatan di isolasi mengangkat alat tenun


dan menghapus hama peralatan agar terhindar dari
penularan penyakit.

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Penutup kepala
2. Masker
3. Celemek
4. Sabun dalam tempat
5. Handuk
6. Ember plastik kecil yang berisi larutan Lysol 3-5 %
7. Ember plastik sedang
8. Kertas koran
9. Kertas catatan, pensil dan peniti
10.Kursi yang mempunyai sandaran
11.Kantong pakaian kotor
B. Pelaksanaan :
1. Mencuci tangan.
2. Memakai tutup kepala, masker dan celemek.
3. Membentangkan Koran pada kursi sampai
menutupi sandaran.
4. Meletakkan kantong pakaian kotor dikursi diatas
koran, sebagian mulut kantong menyangkut pada
sandaran kursi, sebagian lagi dilipat mengarah
keluar.
5. Melepaskan alat tenun satu persatu, digulung dan
dimasukkan langsung kedalam kantong pakaian
kotor.
6. Menggulung
perlak
dan
memasukkannya
kedalam ember plastik kosong untuk selanjutnya
direndam dalam larutan lisol 3-5 %, didiamkan
selama 2 jam kemudian dicuci.
7. Membuka masker dan tutup kepala dimasukkan
kedalam ember plastik berisi larutan Lysol 3-5 %
sampai semuanya terendam dalam larutan
tersebut.
8. Membuka ikatan tali celemek bagian pinggang.

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

PELAYANAN PERAWATAN DI ISOLASI MENGANGKAT


ALAT TENUN DAN MENGHAPUS HAMA PERALATAN
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

P-IV-088-04-11

2/2

9. Mencuci tangan sampai batas lengan celemek


dengan sabun, dibilas dibawah air mengalir.
10.Menanggalkan
celemek,
menggulung
lalu
memasukkan
kedalam
kantong
pakaian,
kemudian mengikat kantong tersebut.
11.Mencatat alat tenun, kemudian dipenitikan
catatan itu pada kantong pakaian kotor.
12.Mengangkat
kantong,
dibawa
ketempat
pengumpulan alat tenun kotor, selanjutnya
dibawa ketempat pencucinya.
13.Membawa ember dengan perlak ketempat cuci,
direndam dalam larutan Lysol 3-5 % didiamkan
selama 2 jam, kemudian dicuci.
14.Mengangkat kertas Koran lalu dibakar.
15.Mencuci tangan.
1. IRI
2. ICU

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PELAYANAN PERAWATAN DI ISOLASI


MENGHAPUS HAMA DAN MEMBERSIHKAN
TEMPAT TIDUR SERTA PERALATAN
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

P-IV-089-04-11

1/1

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR
PENGERTIAN
TUJUAN

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin
Suatu cara penghapus hama dikamar pengasingan.
Untuk membasmi kuman.

KEBIJAKAN

Mempertahankan kesterilan dan kebersihan ruang


isolasi, agar bebas dari kuman penyakit.

PROSEDUR

1. Persiapan Alat :
Sinar Ultra Violet
2. Pelaksanaan :
a. Dilakukan penyinaran, jendela/ pintu ditutup.
b. Setelah lampu UV mati, ruangan, tempat tidur
dan peralatan dibersihkan.

UNIT TERKAIT

1. IRI
2. ICU

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PELAYANAN PERAWATAN DI ISOLASI


MEMBERSIHKAN ALAT MAKAN
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

P-IV-090-04-11

1/1

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Suata cara untuk membersihkan alat makan dikamar


pengasingan.

TUJUAN

Menghapus hamakan alat makan dari kontaminasi


penyakit menular.

KEBIJAKAN

Dilakukan pada pasien yang


seperti : TB.Paru, Hepatitis, dll.

berpotensi

menular

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Tempat sampah tertutup berisi larutan Lysol 35%.
2. Waskom yang cukup besar untuk merendam alat
makan.
3. 2 helai lap kering.
4. Tempat pengeringan piring atau rak piring.
5. Ceret berisi air panas.
B. Pelaksanaan :
1. Membawa alat-alat makan ketempat khusus
untuk dibersihkan.
2. Membersihkan piring dan alat lain dari sisa
makanan.
3. Memasukkan sisa makanan ketempat sampah
yang berisi larutan 3-5 %.
4. Masukkan alat-alat makan kedalam waskom berisi
larutkan lisol 3-5 %, usahakan agar semua alat
terendam selama 3 jam, kemudian dicuci, cara
mencuci sama dengan cara mencuci alat makan
pasien biasa.
5. Membilas dengan air panas untuk menghilangkan
ban Lysol.
6. Mengeringkan dengan cara sama seperti pada
alat makan pasien biasa, tetapi disimpan secara
terpisah.
7. Mencuci tangan.
C. Perhatian :
1. Alat-alat makan perlu diberi tanda untuk menjaga
supaya jangan terjadi kekeliruan pemakaian.
2. Perlu disediakan cadangan alat, terutama gelas,
untuk menjaga keterlambatan pemberian minum
apabila belum waktunya membersihkan alat-alat
sedang direndam.

UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

1. IRI
2. ICU

PELAYANAN PERAWATAN DI ISOLASI


MENGHAPUS HAMA FECES, DAHAK, DAN URIN
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

1/1

P-IV-091-04-11

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Suatu cara untuk menghapus hama yang bersumber


dari feces, dahak dan urin dimakar pengasingan.

TUJUAN

Untuk mencegah penularan penyakit.

KEBIJAKAN

Dilakukan pada :
1. Pasien berpenyakit menular.
2. Pasien yang disangka penyakit menular.

PROSEDUR

A. Persiapan Alat :
1. Tong yang bertutup, khusus untuk menampung
feces, dan urin, berisi larutan Lysol 3-5 %.
2. Tempat yang cukup besar untuk merendam
pispot, urinal, dan sputum pot berisi larutan Lysol
3-5%.
3. Tempat merendam sikat yang berisi larutan Lysol
3-5 %.
B. Pelaksanaan :
1. Membuang feces, urin dan dahak kedalam closet.
2. Membersihkan pispot, urinal dan sputum pot
dengan sikat yang direndam didalam larutan
Lysol 3-5 %.
3. Membilas dengan air.
4. Memasukkan kedalam ember berisi larutan Lysol
3-5 % sampai semuanya terendam, didiamkan
selama 3 jam, kemudian dicuci.
5. Mencuci tangan.

UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

1. IRI
2. ICU

PENANGGULANGAN KEBAKARAN
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

P-IV-092-04-11

1/1

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Suatu proses dalam menangani kebakaran dalam setiap


unit kerja.

TUJUAN

Mengatasi agar tidak meluasnya kebakaran.

KEBIJAKAN

Penanggulangan dan penyelamatan yang dilakukan


pada pasien dan seluruh pegawai Rumah Sakit agar
terhindar dari kebakaran.

PROSEDUR

1. Perawat memberitahukan kepada satpam melalui


telepon / bell.
2. Perawat mengambil alat pemadam kebakaran dari
tempatnya.
3. Buka tutup label, angkat selang ( Growsp ) jika gas
telah keluar arahkan selang kepenyebab kebakaran
sampai gas tersebut habis.
Perhatian :
a. Gas tidak dapat dihentikan atau di stop
b. Perhatikan arah datangnya angin, jangan
melawan arus angin.
4. Bila tidak dapat ditangani, hubungi petugas
pemadam kebakar.
5. Pasien di pindahkan keruangan lain.

UNIT TERKAIT

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

1.
2.
3.
4.
5.

IRJ
IGD
IRI
ICU
IBS

KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

P-IV-093-04-11

1/1

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan oleh:
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Suatu proses dalam menangani pasien yang terkena


wabah penyakit yang terjadi secara tiba-tiba.

TUJUAN

1. Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan


2. Meningkatkan mutu pelayanan medis

KEBIJAKAN

Penanganan yang dilakukan terhadap kejadian yang


secara tiba-tiba.

PROSEDUR

1. Ruangan khusus di persiapkan.


2. Jumlah tenaga di perkirakan.
3. Di tangani sesuai jenis penyakit utau wabah yang
datang ke RS.
4. Mengkoordinasikan dengan unit terkait.
5. Membuat laporan kepada Direktur contohnya: jumlah
pasien dan cara penanggulangannya.
6. Direktuk melapor ke dinas kesehatan.

UNIT TERKAIT

Seluruh Instalasi

RSU SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

PENANGGULANGAN ANAPHYILAKTIK SHOCK


No.Dokumen

No.Revisi

Halaman

1/1

P-IV-094-04-11

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan Oleh
Direktur

16/05/11
Dr. Syamsuddin

PENGERTIAN

Keadaan acut yang ditandai dengan hypotensi dan


berkurangnya perfusi jaringan akibat dari pemberian
obat-obatan atau bahan kontras.

TUJUAN

Memberikan pengobatan adekuad secara tepat dan


cepat.

KEBIJAKAN

Melaksanakan tindakan keperawatan secara efektif


pada pasien.
1. Pasien ditidurkan dengan posisi terlentang.
2. Bebaskan jalan nafas.
3. Berikan O2.
4. Lakukan pengukuran vital sign.
5. Bila tekanan darah lebih kecil atau 90 mmHg, beri
infus NaCl 0,9%.
6. Beri injeksi Adrenalin :
a. Anafilaktik Ringan :
1 : 1000 ( 1 mg / ml ) atau dosis 0,1 0,5 mg IV
atau 0,1 0,25 mg SC ( untuk dewasa ) untuk
anak 0,01 mg / kg BB
b. Anafilaktik Berat :
Selain pemberian obat yang tersebut diatas
dilanjutkan dengan infus 1 mg Adrenalin dalam
250 CC Detrose 5 % atau NaCl 0,9% atau Intra
tracheal atau Intra cardiac dosis 0,1 mg 1 mg
Hal tersebut diatas dapat diulangi setelah 5 10
menit apabila belum berhasil.
Pemberian :
a. Cortico steroid sebagai terapi adjuvant,
Dosis dewasa Hidrocortison 200 mg IV atau
Methylprednisolon 50 mg IV setiap 6 jam untuk
1 s/d 2 hari.
b. Anti Histamine sebagai terapi adjuvant,
Dosis dewasa Diphenhydramine 50 mg IV atau
Cimetidinen / Rantidine 50 mg IV.

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.

IGD
IRI
ICU
IBS