Anda di halaman 1dari 21

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP )
NAMA SEKOLAH
MATA PELAJARAN
KELAS / SEMESTER
MATERI POKOK

ALOKASI WAKTU

: SMK MAHARDIKA
: KOMUNIKASI DATA
: XI / GANJIL
: STANDAR KOMUNIKASI:
Standar Organisasi

OSI

Internet Standar

: 8 X 45 MENIT (8 JP)

A. Kompetensi Inti ( KI )
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku ( jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan,
gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsive dan proaktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian
dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
social dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan factual, konseptual, procedural berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya, dan human iora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan diri yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda
sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar ( KD )
3.2. Menganalisis berbagai standar komunikasi data.
4.2. Menyajikan berbagai standar komunikasi data
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. 3.2.1. Mendeskripsikan organisasi standar komunikasi data.
2. 3.2.2. Mendeskripsikan Layer OSI pembentuk komunikasi data
3. 3.2.3. Mendeskripsikan internet standar dalam komunikasi data
4. 4.2.1. Mengidentifikasikan standar organisasi pembentuk standar komunikasi
5. 4.2.2. Mengidentifikasi OSI layer pembentuk standar komunikasi
6. 4.2.3. Mengidentifikasi internet standar pembentuk komunikasi data
D. Tujuan Pembelajaran
1. 3.2.1. Siswa dapat mendeskripsikan organisasi standar komunikasi data.
2. 3.2.2. Siswa dapat mendeskripsikan Layer OSI pembentuk komunikasi data
3. 3.2.3. Siswa dapat mendeskripsikan internet standar dalam komunikasi data
4. 4.2.1. Siswa dapat mengidentifikasikan standar organisasi pembentuk standar komunikasi
5. 4.2.2. Siswa dapat mengidentifikasi OSI layer pembentuk standar komunikasi
6. 4.2.3. Siswa dapat mengidentifikasi internet standar pembentuk komunikasi data
E. Materi Pembelajaran
Standar Organisasi
1. IEEE
IEEE adalah organisasi nirlaba internasional, yang merupakan asosiasi profesional utama untuk

peningkatan teknologi.
Sebelumnya, IEEE merupakan kepanjangan dari Institute of Electrical and Electronics Engineers.
Namun berkembangnya cakupan bidang ilmu dan aplikasi yang diperdalam organisasi ini membuat
nama-nama kelektroan dianggap tidak relevan lagi,
sehingga IEEE tidak dianggap memiliki kepanjangan lagi, selain sebuah nama yang dieja sebagai Eyetriple-E.
Di samping society, IEEE memiliki badan standard (Standard Association, IEEE-SA). IEEE-SA memiliki
wibawa cukup besar untuk bisa mempersatukan substandard industri membentuk standardisasi
internasional yang diakui seluruh industri.
Beberapa standar IEEE :
o

IEEE 802.3 Ethernet akses LAN.

IEEE 802.11 Wifi, akses wireless LAN.

IEEE 802.16 WiMAX, akses wireless MAN.


Saya hanya membahas sedikit mengenail WiMax:
WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah sebuah tanda sertifikasi untuk produkproduk yang lulus tes cocok dan sesuai dengan standar IEEE 802.16. WiMAX merupakan teknologi
nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh. WiMAX merupakan teknologi
broadband yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan
evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data
yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga membawa isu open standar. Dalam arti komunikasi perangkat
WiMAX diantara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan
kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX layak diaplikasikan untuk last mile broadband
connections, backhaul, dan high speed enterprise.

2. ANSI
ANSI (American National Standards Institute adalah sebuah kelompok yang mendefinisikan standar
Amerika Serikat untuk industri pemrosesan informasi. ANSI berpartisipasi dalam mendefinisikan standar
protokol jaringan dan merepresentasikan Amerika Serikat dalam hubungannya dengan badan-badan
penentu standar International lain, misalnya ISO , Ansi adalah organisasi sukarela yang terdiri atas
anggota dari sektor usaha, pemerintah, dan lain-lain yang mengkoordinasikan aktivitas yang
berhubungan dengan standar, dan memperkuat posisi Amerika Serikat dalam organisasi standar
nasional. ANSI membantu dengan komunikasi dan jaringan (selain banyak hal lainnya). ANSI adalah
anggota IEC dan ISO.
ANSI adalah lembaga amerika yang mengeluarkan standard ASCII (American Standard Code for
Information Interchange).ASCII (American Standard Code for Information Interchange) merupakan suatu
standar internasional dalam kode huruf dan simbol seperti Hex dan Unicode tetapi ASCII lebih bersifat
universal, contohnya 124 adalah untuk karakter "|". Ia selalu digunakan oleh komputer dan alat
komunikasi lain untuk menunjukkan teks. Kode ASCII sebenarnya memiliki komposisi bilangan biner
sebanyak 8 bit. Dimulai dari 00000000 hingga 11111111. Total kombinasi yang dihasilkan sebanyak 256,
dimulai dari kode 0 hingga 255 dalam sistem bilangan Desimal.
SQL adalah standar ANSI (American National Standards Institute) bahasa pemrograman untuk
mengakses dan memanipulasi database. Statemen SQL digunakan untuk menerima, mengubah dan
menghapus data. SQL bekerja dengan berbagai sistem database antara lain MS Access, DB2, Informix,
MS SQL Server, Oracle, Sybase, dll.
Sesuai kegunaan dan perkembangannya, SQL memiliki beberapa versi, tetapi agar tidak terjadi
kekeliruan dibuat standar oleh ANSI, mereka harus memiliki keywords utama yang dipakai secara umum
yaitu (SELECT, UPDATE, DELETE, INSERT, WHERE, dan sebagainya).
ANSI C adalah standar bahasa C pertama.

3. TIA
Asosiasi Industri Telekomunikasi (TIA) adalah suatu organisasi terpisah yang diakui oleh ANSI dan
bekerjasama dengan Asosiasi Industri Elektronika (EIA). TIA dikenal terbaik untuk mengembangkan
standard pemasangan kabel menggunakan disain dan instalasi sistem pemasangan kabel yang terkoordinasi. Sehingga mampu untuk mendukung suatu cakupan aplikasi yang luas dan memenuhi
kebutuhan kecepatan yang tinggi pada masa kini dan mendatang.
Contoh standart dari TIA/EIA :
Standard TIA 568A-B
4. ECMA (European Computer Manufacturers Association)
Sebelumnya dikenal sebagai ECMA (European Computer Manufacturers Association) , lembaga ini
merupakan perkumpulan orang eropa yang mengeluarkan standar dalam sistem teknologi dan informasi.
Ecma International adalah lembaga yang mengeluarkan standarisasi dalam ECMAScript, sebuah
standard yang mengelola JavaScript.
5. ITU-R
International Telecommunication Union Radiocommunication Sector (ITU-R)
Sebuah organisasi global yang ada dan didirikan untuk mengatur penggunaan frekuensi radio (RF)
diseluruh penjuru dunia. The United Nations (PBB), menugaskan kepada International Telecommunication
Union Radiocommunication Sector (ITU-R) ini, untuk mengatur dalam hal skala penggunaan frekuensi,
secara global.
Nah, karena dunia ini luas, maka kemudian ITU-R membaginya menjadi beberapa wilayah. Hingga
masing-masing wilayah, diatur oleh organisasi yang berbeda.
Pembagian wilayah ini yaitu meluputi:
o

Region A: North and South America


Inter-American Telecommunication Commission (CITEL) www.citel.oas.org

Region B: Western Europe


European Conference of Postal and Telecommunications Administrations (CEPT) www.cept.org

Region C: Eastern Europe and Northern Asia


Regional Commonwealth in the field of Communications (RCC) www.rcc.org

Region D: Africa
African Telecommunications Union (ATU) www.atu-uat.org

Region E: Asia and Australasia


Asia-Pacific Telecommunity (APT) www.aptsec.org
Dari masing-masing wilayah atau region ini, kemudian bekerja sama dan dibagi-bagi lagi dengan
organisasi-organisasi dari masing-masing negara setempat. Contohnya:

Australia, Australian Communications Authority (ACA)

Japan, Association of Radio Industries and Businesses (ARIB)

New Zealand, Ministry of Economic Development

United States, Federal Communications Commission (FCC)

6. Federal Communications Commission (FCC)


FCC adalah organisasi yang bergerak di bidang pertelekomunkasian. Organisasi ini yang mengatur
segala jenis komunikasi baik yang keluar ataupun ke dalam negara Amerika Serikat.
Wireless, sebagai sarana telekomunikasi, tentu saja ikut menjadi wewenang dari FCC ini. Tujuan FCC
mengatur komunikasi wireless, adalah agar tidak terjadi kesimpang siuran, maupun penyalahgunaan
dalam hal penggunaan sinyal atau frekuensi radio yang digunakan dalam teknologi wireless.
FCC adalah organisasi independent yang didirikan oleh pemerintah US. FCC bertanggung jawab untuk
mengatur segala jenis penggunaan perangkat telekomunikasi, baik yang menggunakan radio, televisi,
wire, satellite, dan kabel. Wilayah kekuasaan FCC ini meliputi 50 negara bagian yang ada di US, dan
beberapa distrik yang menjadi teritori dari Negara US.
Hampir disetiap negara mempunyai badan atau organisasi yang serupa dengan FCC ini.
FCC dan organisasi sejenis, adalah organisasi yang bertugas, sekaligus yang berhak untuk membuat
berbagai aturan yang menyangkut mengenai apa saja yang boleh, dan tidak boleh dilakukan oleh
seorang user dalam hal penggunaan wireless, khususnya yang menyangkut penggunaan Frekuensi
Radio (RF) untuk melakukan transmisi.
Aturan ini meliputi dalam hal penggunaan:
o

Frequency

Bandwidth.

Maximum power of the intentional radiator.

Maximum equivalent isotropically radiated power (EIRP)

Use (indoor dan/atau outdoor).


Dari aturan-aturan inilah, FCC dan organisasi sejenis membuat prosedure dan standar kerja. Organisasiorganisasi ini dibentuk dan bekerja sama, dengan tujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan akan
meningkatnya permintaan yang menyangkut teknologi wireless, yang sedang berkembang dengan pesat
saat ini.

7. ISO
Organisasi Internasional untuk Standardisasi, International Organization for Standardization (ISO) adalah
badan penetap standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standar nasional setiap
negara. Pada awalnya, singkatan dari nama lembaga tersebut adalah IOS, bukan ISO. Tetapi sekarang
lebih sering memakai singkatan ISO, karena dalam bahasa yunani sos berarti sama (equal). Penggunaan
ini dapat dilihat pada kata isometrik atau isonomi.
Didirikan pada23 February 1947 ISO menetapkan standar-standar industrial dan komersial dunia. ISO,
yang merupakan lembaga nirlaba internasional, pada awalnya dibentuk untuk membuat dan
memperkenalkan standardisasi internasional untuk apa saja.Dalam menetapkan suatu standar tersebut
mereka mengundang wakil anggotanya dari 130 negara untuk duduk dalam Komite Teknis (TC), Sub
Komite (SC) dan Kelompok Kerja (WG).
Meski ISO adalah organisasi nonpemerintah, kemampuannya untuk menetapkan standar yang sering
menjadi hukum melalui persetujuan atau standar nasional membuatnya lebih berpengaruh daripada
kebanyakan organisasi non-pemerintah lainnya, dan dalam prakteknya ISO menjadi konsorsium dengan
hubungan yang kuat dengan pihak-pihak pemerintah. Peserta ISO termasuk satu badan standar nasional
dari setiap negara dan perusahaan-perusahaan besar.
ISO bekerja sama dengan Komisi Elektroteknik Internasional (IEC) yang bertanggung jawab terhadap
standardisasi peralatan elektronik.
Penerapan ISO di suatu perusahaan berguna untuk:

Meningkatkan citra perusahaan

Meningkatkan kinerja lingkungan perusahaan

Meningkatkan efisiensi kegiatan

Memperbaiki manajemen organisasi dengan menerapkan perencanaan, pelaksanaan, pengukuran


dan tindakan perbaikan (plan, do, check, act)

Meningkatkan penataan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan dalam hal pengelolaan


lingkungan

Mengurangi resiko usaha

Meningkatkan daya saing

Meningkatkan komunikasi internal dan hubungan baik dengan berbagai pihak yang berkepentingan

Mendapat kepercayaan dari konsumen/mitra kerja/pemodal


Contoh :
Standarisasi Protokol (ISO 7498)
ISO (International Standard Organization) mengajukan struktur dan fungsi protocol komunikasi data.
Model tersebut dikenal sebagai OSI (Open System Interconnection) Reference Model.
Terdiri atas 7 layer (lapisan) yang mendefinisikan fungsi. Untuk tiap layernya dapat terdiri atas sejumlah
protocol yang berbeda, masing-masing menyediakan pelayanan yang sesuai dengan fungsi layer
tersebut.

8. IETF
IETF adalah ebuah organisasi yang berwenang dan bertanggung jawab dalam mengatur dan
menetapkan protocol-protocol standard yang digunakan di internet.
Internet Engineering Task Force (disingkat IETF), merupakan sebuah organisasi yang menjaring banyak
pihak (baik itu individual ataupun organisasional) yang tertarik dalam pengembangan jaringan komputer
dan Internet. Organisasi ini diatur oleh IESG (Internet Engineering Steering Group), dan diberi tugas
untuk mempelajari masalah-masalah teknik yang terjadi dalam jaringan komputer dan Internet, dan
kemudian mengusulkan solusi dari masalah tersebut kepada IAB (Internet Architecture Board). Pekerjaan
IETF dilakukan oleh banyak kelompok kerja (disebut sebagai Working Groups) yang berkonsentrasi di
satu bagian topik saja, seperti halnya keamanan, routing, dan lainnya. IETF merupakan pihak yang
mempublikasikan spesifikasi yang membuat standar protokol TCP/IP.
Kebijakan protokol QoS (Quality of Service) yang diusulkan sebagai standar IETF untuk
mengkomunikasikan informasi kebijakan QoS dalam jaringan.
9. World Wide Web Consortium (W3C)
The World Wide Web Consortium (W3C) merupakan sebuah lembaga konsorsium yang membuat dan
terus berobservasi dalam pengembangan teknologi web mencangkup XML, HTML dan aplikasi-aplikasi
lain yang sering digunakan dalam dunia web. Mereka juga selalu mengeluarkan aturan dan standard
supaya siapapun yang membuat dan mengimplementasikan selalu memperhatikan berbagai aspek yang
fital seperti kecocokan dengan perangkat dan browser pengakses, pembaca hingga membuat sebuah
website yang dapat berjalan bertahun-tahun karena perubahannya mudah.
Walaupun W3C bukan satu-satunya standar dalam pembuatan web, namun W3C merupakan lembaga
yang sangat besar pengaruhya bagi dunia web. Selain mengeluarkan standard yang mudah dimengerti
ternyata lembaga inipun mengeluarkan artikel dan tutorial yang mendukung teknologi yang diobservenya

itu. Bahkan untuk mengecek kehandalan desain kita, W3C mengeluarkan beberapa macam validator.
World Wide Web Consortium (W3C) adalah suatu konsorsium yang bekerja untuk mengembangkan
standar-standar untuk World Wide Web. Spesifikasi teknologi-teknologi utama yang dipakai sebagai basis
utama web, seperti URL (Uniform Resource Locator), HTTP (HyperText Transfer Protocol), dan HTML
(HyperText Markup Language) dikembangkan dan diatur oleh badan ini.
Standard dari W3C (Konsorsium World Wide Web) XML,CGI,CSS,HTML5,dll
LAYER OSI
Pengertian 7 Layer OSI

7 Layer OSI adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh
badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI mempunyai sebuah
kepanjangan, yaitu : Open System Inter Connection yang merupakan Kumpulan Layer-layer yang tidak saling
bergantungan namun saling berkaitan satu sama lainnya, maksud dari pernyataan tersebut adalah masing-masing
Layer sudah mempunyai Tugas dan Tanggung Jawab masing-masing dan Saling mengisi satu sama lain, dan sama
halnya dengan sebuah kerjasama Kelompok. jika salah satu dari Layer tersebut tidak digunakan berarti tidak akan
Terbentuk jaringan.
Komponen Penyusun 7 Layer OSI
7 OSI Layer memiliki 7 Layer yang Terdiri dari :
1. Physical Layer
2. DataLink Layer
3. Network Layer
4. Transport Layer
5. Session Layer
6. Presentation Layer
7. Application Layer.
Dari ke Tujuh layer tersebuat mempunyai 2 (dua) Tingkatan Layer, yaitu:
1. Lower Layer yang meliputi : Physical Layer, DataLink Layer, dan Network Layer.
2. Upper Layer yang meliputi : Transport Layer, Session Layer, Presentation Layer, dan Application Layer
Fungsi Masing-Masing Layer beserta Protokol dan Perangkatnya
Dari ke Tujuh Layer tersebut juga mempunyai Tugas dan Tanggung Jawab masing-masing, yaitu :

1. Physical Layer : Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi
bit, arsitektur jaringan, topologi jaringan dan pengabelan. Adapun perangkat-perangkat yang dapat
dihubungkan dengan Physical layer adalah NIC (Network Interface Card) berikut dengan Kabel - kabelnya
2. DataLink Layer : Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format
yangdisebut sebagai frame. Pada Layer ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat
keras seperti Halnya MAC Address, dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti HUB,
Bridge, Repeater, dan Switch layer 2 (Switch un-manage) beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi Layer
ini menjadi dua Layer anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
3. Network Layer : Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan
kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan Router dan Switch layer-3 (Switch
Manage).
4. Transport Layer : Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut
ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada
layer ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan
mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
5. Session Layer : Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau
dihancurkan. Selain itu, di layer ini juga dilakukan resolusi nama.
6. Presentation Layer : Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke
dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam Layer ini adalah
perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga
Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
7. Application Layer : Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur
bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol
yang berada dalam layer ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.

INTERNET STANDAR
KONSEP TCP/IP
TCP/IP merupakan salah satu protocol jaringan selain NetBEUI dari Microsoft atau IPX/SPX dari Novell.
Sejarah TCP/IP sendiri bermula dari Departemen Pertahanan Amerika serikat (DOD) yang membuat TCP/IP
dengan maksud untuk menggabungkan hubungan komunikasi jaringan dari berbagai macam jenis komputer,
yang akhirnya DOD Anvanced Research Project Agency menjadikan protocol TCP/IP tersebut sebagai
standar untuk
komunikasi antar jaringan. Hubungan pelaksanan antar jaringan (internetworking) disebut ARPANET, yang
dalam perkembangannya berubah menjadi internet yang dikenal sekarang.
TCP/IP awalnya dibuat untuk komputer berbasis sistem operasi Unix. Ketika Hyper-Text Transfer Protocol
(HTTP) telah berkembang seiring dengan bahasa Hyper-Text Markup Language (HTML), maka internet
(World Wide Web=WWW) terbentuk. Hal ini menyebabkan IPX sebagai bahasa komunikasi jaringan semakin
pudar.
Keuntungan TCP/IP
Mendukung berbagai jenis platfom jenis komputer dan server.
Akses ke Internet mudah

Kemampuan routing yang tinggi


Mendukung SNMP (Simple Network Management Protocol).
Mendukung DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol).
Mendukung WINS (Windows Internet Name Service), memungkinkan saling melihat (browse) antara
client dan server.
Mendukung POP (Post Office Protocol), HTTP, dan berbagai standar protcol yang lain.
Sistem standar penomoran yang terpusat pada satu tempat/organisasi (IDNIC).
90
Kerugian TCP/IP
Karena adanya sistem standar penomoran yang terpusat, maka ada biaya tambahan untuk mendaftarkan
nama domain.
Standar protocol yang paling lambat kecepatannya.
a. Prinsip kerja InterNet Protocol (IP).
Fungsi dari InterNet Protocol secara sederhana dapat diterangkan seperti cara kerja kantor pos pada proses
pengiriman surat. Surat kita masukan ke kotak pos akan diambil oleh petugas pos dan kemudian akan
dikirim melalui route yang sebarang (random), tanpa si pengirim maupun si penerima surat mengetahui jalur
perjalanan surat tersebut. Juga jika kita mengirimkan dua surat yang ditujukan pada alamat yang sama pada
hari yang sama, belum tentu akan sampai bersamaan karena mungkin surat yang satu akan mengambil
route yang berbeda dengan surat yang lain. Di samping itu, tidak ada jaminan bahwa surat akan sampai
ditangan tujuan, kecuali jika kita mengirimkannya menggunakan surat tercatat.
Prinsip di atas digunakan oleh InterNet Protocol, "surat" diatas dikenal dengan sebutan datagram. InterNet
protocol (IP) berfungsi menyampaikan datagram dari satu komputer ke komputer lain tanpa tergantung pada
media kompunikasi yang digunakan. Data transport layer dipotong menjadi datagram-datagram yang dapat
dibawa oleh IP. Tiap datagram dilepas dalam jaringan komputer dan akan mencari sendiri secara otomatis
rute yang harus ditempuh ke komputer tujuan. Hal ini dikenal sebagai transmisi connectionless. Dengan kata
lain, komputer pengirim datagram sama sekali tidak mengetahui apakah datagram akan sampai atau tidak.
Untuk membantu mencapai komputer tujuan, setiap komputer dalam jaringan TCP/IP harus diberikan IP
address. IP address harus unik untuk setiap komputer, tetapi tidak menjadi halangan bila sebuah komputer
mempunyai beberapa IP address. IP address terdiri atas 8 byte data yang mempunyai nilai dari 0-255 yang
sering ditulis dalam bentuk [xx.xx.xx.xx],
(xx mempunyai nilai dari 0-255).
91
b. Prinsip kerja Transmission Control Protocol (TCP).
Berbeda dengan InterNet Protokol (IP), TCP mempunyai prinsip kerja seperti "virtual circuit" pada jaringan
telepon. TCP lebih mementingkan tata-cara dan keandalan dalam pengiriman data antara dua komputer
dalam jaringan. TCP tidak perduli dengan apa-apa yang dikerjakan oleh IP, yang penting adalah hubungan
komunikasi antara dua komputer berjalan dengan baik. Dalam hal ini, TCP mengatur bagaimana cara
membuka hubungan komunikasi, jenis aplikasi apa yang akan dilakukan dalam komunikasi tersebut

(misalnya mengirim e-mail, transfer file dsb.) Di samping itu, juga mendeteksi dan mengoreksi jika ada
kesalahan data. TCP mengatur seluruh proses koneksi antara satu komputer dengan komputer yang lain
dalam sebuah jaringan komputer.
Berbeda dengan IP yang mengandalkan mekanisme connectionless pada TCP mekanisme hubungan adalah
connection oriented. Dalam hal ini, hubungan secara logik akan dibangun oleh TCP antara satu komputer
dengan komputer yang lain. Dalam waktu yang ditentukan komputer yang sedang berhubungan harus
mengirimkan data atau acknowledge agar hubungan tetap berlangsung. Jika hal ini tidak sanggup dilakukan
maka dapat diasumsikan bahwa komputer yang sedang berhubungan dengan kita mengalami gangguan dan
hubungan secara logik dapat diputus.
TCP mengatur multiplexing dari data yang dikirim/diterima oleh sebuah komputer. Adanya identifikasi pada
TCP header memungkinkan multiplexing dilakukan. Hal ini memungkinkan sebuah komputer melakukan
beberapa hubungan TCP secara logik. Bentuk hubungan adalah full duplex, hal ini memungkinkan dua buah
komputer saling berbicara dalam waktu bersamaan tanpa harus bergantian menggunakan kanal komunikasi.
Untuk mengatasi saturasi (congestion) pada kanal komunikasi, pada header TCP dilengkapi informasi
tentang flow control.
Hal yang cukup penting untuk dipahami pada TCP adalah port number. Port number menentukan servis yang
dilakukan oleh program aplikasi diatas TCP. Nomor-nomor ini telah ditentukan oleh Network Information
Center dalam Request For Comment (RFC) 1010 [10]. Sebagai contoh untuk aplikasi File Transfer Protokol
(FTP) diatas transport layer TCP digunakan port nomor 20 dan masih banyak lagi.
92
Prinsip kerja dari TCP berdasarkan prinsip client-server. Server adalah program pada komputer yang secara
pasif akan mendengarkan (listen) nomor port yang telah ditentukan pada TCP. Sedang client adalah program
yang secara aktif akan membuka hubungan TCP ke komputer server untuk meminta servis yang dibutuhkan.
c. Pengalamatan Internet (IP Address)
Setiap host (induk) komputer yang menggunakan protocol TCP/IP harus mempunyai alamat internet sendiri
(IP Address). Internet Address merupakan alamat logikal yang terdiri dari 32 bit, yang dibagi menjadi empat
bagian yang masing-masing bagian terdiri dari 8 bit. Penulisan umumny dilakukan dengan nptasi desimal
sebagai berikut:
xxxx.xxxx.xxxx.xxxx
Bentuk binernya adalah: bbbbbbbb. bbbbbbbb. bbbbbbbb. bbbbbbbb di mana b bernilai 1 atau 0. Karena tiap
field terdiri dari 8 bit maka nilai tiap field-nya dimuali dari 0 sampai dengan 255. Dalam mengatur pembagian
alamat, dibagi atas beberapa kelas nomor jaringan seperti pada gambar di bawah ini:

Gambar 2.37. Pembagian Kelas


Berdasarkan kelas ini maka alamat minimum dan maksimum menjadi:
Kelas A nilai minimum 00000000=000, nilai maksimum 01111111=127
Kelas B nilai minimum 10000000=128, nilai maksimum 10111111=191
Kelas C nilai minimum 11000000=192, nilai maksimum 11011111=223
Kelas D nilai minimum 11100000=224, nilai maksimum 11011111=239
Kelas E nilai minimum 11110000=240, nilai maksimum 11110111=247

d. Alamat Subnet
Untuk mempermudah kerja manajer jaringan, maka jaringan dapat dibagi menjadi beberapa sub jarinagn
(subnet), misalnya beberapa departemen membaginya menjadi subjaringan sendiri sesuai denagn
departemennya dan antarsubnetnya menggunakan router.
Alamat subnet diambil dari alamat host dengan menggunakan subnet mask.
Subnet mask menentukan akhir dari alamat jaringan. Nilai subnet mask bernilai biner 1 unruk menentukan
alamat akhir jaringan dan bernilai 0 untuk host-nya.

Standar (default) Subnet Mask adalah:

255.0.0.0 untuk kelas A


255.255.0.0 untuk kelas B
255.255.255.0 untuk kelas C
Jika jaringan yang diinstal tidak besar, sebaiknya digunakan default subnet mask yang diberikan sesuai
dengan kelasnya.
e. Alamat IP Spesial
Ada beberapa alamat untuk IP yang tidak boleh digunakan sebagai alamat host karena sudah dipakai untuk
fungsi-fungsi tertentu yaitu:
Alamat broadcast yang disebut local broadcast adalah 255.255.255.255
Alamat 127.xxxx.xxxx.xxxx dipakai sebagai alamat loopback yaitu paket yang ditransmisikan kembali oleh
buffer komputer itu sendiri tanpa ditransmisikan ke media jaringan sebagai alamat untuk diagnostik dan
pengecekan konfigurasi TCP/IP.

Komponen Jaringan Ethernet


Sampai saat ini Ethernet menggunakan media kabel thin coax, thick coax, fiber optic, dan UTP
dengan jumlah node maximum 1024.
Pada instalasi jaringan yang luas, biasanya antar gedung:

biasanya digunakan kabel fiber optic atau thick coax sebagai backbones. Kabel Backbones ini

berfungsi sebagai bus segment linier dengan panjang maximum 500 m, dan 2500 m jika menggunakan
repeater, dimana satu segment dapat dihubungkan dengan 100 node.

komputer dihubungkan ke backbones dengan manggunakan drop cable, melalui sebuah transceiver.

Transceiver
Terminator
Drop Cable

Work Station

File Server 1

Work Station

Gambar Thick coax sebagai backbone pada jaringan thick-ethernet


Untuk instalasi yang lebih kecil, biasanya dalam satu gedung:

digunakan kabel thin coax atau UTP.

jarak maximum satu segment kabel thin coax adalah 185 m - 300 m dan 100 node per segment

kabel UTP digunakan dengan topologi star, dan memerlukan sebuah hub atau consentrator yang

diletakkan di tengah-tengah topologi star.

BNC Terminator

BNC T-Connector

BNC Connector
Work Station

Repeater

Work Station

Work Station

Work Station

File Server 2

File Server 1

Work Station

Work Station
BNC Terminator

Gambar Implementasi ethernet dengan thin-coax


4.INSTALASI KABEL
4.1.Instalasi Kabel Ethernet
Kabel thin-ethernet dibuat dengan kabel coax RG-58. Panjang minimal satu segment adalah 18 inchi.
Pada kedua ujung kabel ini dipasangi konektor BNC. Dibutuhkan juga konektor T BNC. Kedua ujung segment
kabel harus dipasangi BNC Terminator.
4.2.Instalasi Kabel Thin-Ethernet

satu segmen terdiri dari:

1. kabel koaksial RG-58


1. sepasang konektor BNC

untuk menghubungkan sebuah node digunakan BNC T

satu segmen harus diakhiri dengan terminator BNC

panjang minimum 18 inchi


Kabel koaksial RG-58

BNC Connetctor
BNC Connetctor
BNC T

BNC Terminator

BNC T

BNC Terminator

Gambar Contoh segment kabel thin coax


4.3.Instalasi Kabel Thick-Ethernet

satu segmen terdiri dari:

1. kabel koaksial RG-8


1. sepasang konektor BNC

untuk menghubungkan sebuah node digunakan transceiver dan drop cable melalui konektor DB 15

satu segmen harus diakhiri dengan terminator

Kabel koaksial RG-8

BNC Connetctor
Transceiver

BNC Connetctor

DB 15
ke node

Drop Cable

Terminator

Gambar segmen kabel thick-coax


4.4.Instalasi Kabel Star-Ethernet

satu segmen terdiri dari:

1. kabel UTP
1. sepasang konektor RJ-45 atau RJ-11

tidak ada persilangan antar kaki-kaki konektor

Kabel UTP yang digunakan adalah 24 AWG. Dibutuhkan juga konektor RJ-45 dan RJ-45 crimp tool untuk
memasangkan kabel ke konektornya. Untuk topologi star dibutuhkan juga consentrator yang berfungsi
sebagai pusat perkabelan dan meneruskan paket-paket ethernet ke tujuan yang benar.
Pada kabel UTP biasa terdapat 8 kabel yang berwarna-warni. Pada kecepatan transfer yang berbeda maka
susunan warna kabel UTP sebaiknya memakai aturan yang standart.
Untuk kabel yang digunakan pada kecepatan transfer data 10Mbps maka susunan kabelnya bebas, asalkan
selang-seling antara satu warna dengan warna putih pasangannya. Selain itu agar kabel bisa konek , kedua
ujung kabel yang sudah dipasang konektor bila disejajarkan urutan kabelnya harus sama.
Sedangkan untuk kabel yang digunakan pada kecepatan transfer data 100Mbps, susunan kabel digambarkan
pada job sheet.
Kabel UTP

Konektor RJ-45

Gambar Kabel UTP dan konektornya

4.5.Menghubungkan PC ke Jaringan Ethernet


Setiap PC dihubungkan ke jaringan ethernet dengan perantaraan Network Interface Card (NIC) yang cocok
untuk digunakan dengan kabel coax, twisted pair, atau fiber-optic.
jumper
shared memory
base address
jumper
I/O address

UTP out
Thick ethernet
out

jumper
dma channel
jumper
IRQ level

BNC out

Gambar Network Interface Card dan jumper-jumpernya

Agar dapat digunakan, semua NIC harus memiliki device driver untuk setiap sistem operasi. Device driver ini
dapat diperoleh dari pembuat operating sistem maupun dari pembuat NIC itu sendiri.

F. Strategi Pembelajaran
Pendekatan
Model pembelajaran
Metode

: Scientific
: DL (discovery learning), Project Base Learning
: Penugasan, tanya jawab, diskusi, proyek

G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke satu
WAKTU
10

KEGIATAN GURU
Kegiatan Pendahuluan
Berdoa
Mengecek kehadiran dan kondisi
kelas
Motivasi
:
Mengingatkan kembali
peserta didik seputar materi
pelajaran yang pernah
didapatkan saat pelajaran
sebelumnya
Pembentukan akhlak atau
sikap sosial dan spiritual
siswa
Menyampaikan Tujuan
Pembelajaran

KEGIATAN SISWA
Berdoa (KI 1)
Menjawab pertanyaan Guru

Memperhatikan penjelasan dan


pertanyaan Guru dan diharapkan
terdapat perubahan sikap sosial
dan spiritual siswa

Memperhatikan penjelasan dan


pertanyaan Guru seputar materi
sebelumnya dan dengan harapan

TAHAP
Motivasi dan penyampaian
tujuan pembelajaran

WAKTU

KEGIATAN GURU

KEGIATAN SISWA

TAHAP

agar siswa mampu membedakan


materi sebelumnya dengan yang
akan dipelajari
160

Kegiatan Inti
80 Kegiatan Inti I

Menayangkan materi badanbadan standarisasi komunikasi


dan Layer OSI

Memaparkan kepada siswa


tentang badan-badan
standarisasi komunikasi dan
Layer OSI secara singkat
Membagi siswa menjadi 9
kelompok (menyebutkan angka
1-9) kelompok Genap
membahas Standar Organisasi
dan kelompok ganjil membahas
layer OSI
Membagikan LK siswa per
kelompok dan materi standar
organisasi dan Layer OSI
Meminta siswa memperhatikan
materi yang dibagikan dan
mengisi LK sesuai petunjuk
pengerjaan

Memberikan waktu kepada


siswa untuk mengisi LK
bersama kelompoknya

Meminta perwakilan dari tiap


kelompok mempresentasikan
temuannya
Meminta kelompok lain untuk
menanggapi hasil presentasi
dari kelompok yang lain dan
guru sebagai mediator diskusi
Bertanya kepada seluruh
kelompok pendapatnya
mengenai materi badan standar
organisasi dan layer OSI yang
telah ditayangkan

Menampilkan materi tambahan


untuk memperkuat pengetahuan
siswa mengenai materi yang
telah diberikan

Memperhatikan tayangan dari Guru


tentang materi badan-badan
standarisasi komunikasi dan Layer
OSI (KI-3)
Memperhatikan pemaparan singkat
dari Guru tentang badan standar
organisasi komunikasi dan Layer
OSI
Membentuk kelompok menjadi 9
kelompok sesuai angka yang
disebutkan dan ketentuan

Mengamati
Tayangan / gambar
tentang standar
komunikasi dan layer OSI

Menerima LK dari Guru untuk


lembar pengamatan
Mengerjakan tugas yang telah
diberikan

Berdiskusi bersama kelompoknya


(KI-3)

Mempresentasikan hasil diskusi (KI4)


Menanggapi hasil diskusi yang
dipresentasikan kelompok lain (KI4)
Menjawab pertanyaan Guru
berdasarkan pengetahuan yang
telah didapatkan dari hasil diskusi
dan pemaparan kelompok lain (KI4)

Mengeksplorasi
Mengeksplrasi standar
komunikasi
Mengeksplorasi standar
komunikasi di OSI

Mengkomunikasikan
Menyampaikan hasil
analisis standar
komunikasi di organisasi,
OSI dan internet
Menanya
Mengajukan pertanyaan
tentang standar
komunikasi

Memperhatikan tayangan dan


mendalami materi bersama guru
(KI-3)

Mengkomunikasikan
Menyampaikan hasil
analisis standar
komunikasi di organisasi,
OSI dan internet

Mengerjakan pertanyaan soal yang


diberikan (KI-3)

Mengkomunikasikan
Menyampaikan hasil

80 Kegiatan Inti II

Guru memberikan pertanyaan


mengenai materi yang telah

WAKTU

KEGIATAN GURU

KEGIATAN SISWA

diberikan

10

Bersama siswa mengkoreksi


hasil pekerjaan siswa bersamasama

Menjawab pertanyaan soal yang


diberikan (KI-3)

TAHAP
analisis standar
komunikasi di organisasi,
OSI dan internet

Kegiatan Penutup

Bersama siswa menyimpulkan


materi dan memberikan
apresiasi pada kelompok kinerja
terbaik
Menanyakan pengalaman apa
yang didapat siswa pada
pertemuan hari ini
Penjelasan singkat pertemuan
berikutnya.
Berdoa/salam

Merangkum & menyimpulkan


materi, merevisi pekerjaan yang
belum sempurna ( menerima
saran/kelebihan orang lain )

Fase menarik
kesimpulan

Pertemuan ke dua
WAKTU
10

KEGIATAN GURU
Kegiatan Pendahuluan
Berdoa
Mengecek kehadiran dan kondisi
kelas
Motivasi
:
Mengingatkan kembali
peserta didik seputar materi
pelajaran yang pernah
didapatkan saat
pembelajaran sebelumnya
Pembentukan akhlak atau
sikap sosial dan spiritual
siswa
Menyampaikan Tujuan
Pembelajaran

160

Kegiatan Inti
80 Kegiatan Inti I
Menayangkan gambar skema
TCP/IP dan gambar
pengkabelan jaringan
Bertanya kepada siswa tentang
materi yang ditayangkan untuk
mengetahui pemahaman awal
siswa
Membentuk kelompok siswa
dengan jumlah 1 kelompok 2
siswa

KEGIATAN SISWA

TAHAP

Berdoa (KI 1)
Menjawab pertanyaan Guru

Memperhatikan penjelasan dan


pertanyaan Guru dan diharapkan
terdapat perubahan sikap sosial
dan spiritual siswa

Motivasi dan penyampaian


tujuan pembelajaran

Memperhatikan penjelasan dan


pertanyaan Guru seputar materi
sebelumnya dan dengan harapan
agar siswa mampu membedakan
materi sebelumnya dengan yang
akan dipelajari

Memperhatikan tayangan dari Guru


gambar skema TCP/IP dan gambar
pengkabelan jaringan (KI-3)
Menjawab pertanyaan yang
diberikan oleh guru
Membentuk kelompok sesuai aturan

Mengamati
Tayangan / gambar
tentang keragaman
komunikasi

WAKTU

KEGIATAN GURU

Membagikan Lembar Kerja


untuk pengamatan gambar
Meminta siswa memperhatikan
tayangan yang telah ditampilkan

Memberikan waktu kepada


siswa untuk mengisi LK
bersama kelompoknya

Meminta perwakilan dari tiap


kelompok (sampling 4-5
kelompok) mempresentasikan
temuannya
Meminta kelompok lain untuk
menanggapi hasil presentasi
dari kelompok yang lain dan
guru sebagai mediator diskusi

KEGIATAN SISWA

TAHAP

Menerima LK dari Guru untuk


lembar pengamatan
Memperhatikan tayangan yang
ditampilkan

Berdiskusi bersama kelompoknya


(KI-3)

Mempresentasikan hasil diskusi (KI4)


Menanggapi hasil diskusi yang
dipresentasikan kelompok lain (KI4)

Mengeksplorasi
Membuat bagan
komunikasi
Membuat bagan tiap tipe
komunikasi
Mengeksplorasi kekhasan
tipe komunikasi
Mengkomunikasikan
Menyampaikan hasil
analisis keragaman
komunikasi dan
kekhasannya

Bertanya kepada seluruh


kelompok pendapatnya
mengenai gambar yang telah
ditayangkan

Menjawab pertanyaan Guru


berdasarkan pengetahuan yang
telah didapatkan dari hasil diskusi
dan pemaparan kelompok lain (KI4)

Menanya
Mengajukan pertanyaan
tentang keragaman
komunikasi

Menampilkan materi tambahan


untuk memperkuat pengetahuan
siswa mengenai gambar
tayangan yang telah diberikan

Memperhatikan tayangan dan


mendalami materi bersama guru
(KI-3)

Mengkomunikasikan
Menyampaikan hasil
analisis keragaman
komunikasi dan
kekhasannya

80 Kegiatan Inti II

10

Guru memberikan
permasalahan dengan
pembentukan kabel untuk
koneksi jaringan dan
pengaturannya (menggunakan
packet tracer dan kabel utp)
Mengkoreksi hasil pekerjaan
siswa dan memberikan
masukan terhadap hasil yang
dikerjakan oleh siswa

Mengerjakan tugas guru dengan


membuat kabel jenis tertentu
(straight) sesuai aturan
internasional dan mensimulasikan
tcp/ip nya dengan software packet
tracer. (KI-4)
Menyerahkan hasil kerja dan
berdiskusi dengan guru tentang
hasil pekerjaannya. (KI-4)

Mengeksplorasi
Mengeksplrasi standar
komunikasi
Mengeksplorasi standar
komunikasi di OSI
Mengeksplorasi standar
komunikasi di internet

Kegiatan Penutup

Menanyakan pengalaman apa


yang didapat siswa pada
pertemuan hari ini
Penjelasan singkat pertemuan
berikutnya.
Berdoa/salam

H. Alat / Media/ Sumber Belajar

Merangkum & menyimpulkan


materi, merevisi pekerjaan yang
belum sempurna ( menerima
saran/kelebihan orang lain )

Fase menarik
kesimpulan

1.
2.
3.
4.
5.

Penilaian Hasil Belajar


Teknik Penilaian : Pengamatan, Kinerja, dan Tes Tertulis
1. Prosedur Penilaian Aspek Spiritual dan Sosial
Nilai akhir (NA) atau Skor rerata

1
2
3
4
5
6
7
8
9
dst

Berdoa
Rasa syukur
Menjaga lingkungan
Jujur
Kerjasama
Disiplin
Toleransi
Petunjuk penskoran:

Toleransi

Disiplin

Kerjasama

Jujur

lingkungan hidupMenjaga

Nama Peserta Didik

Rasa syukur

No.

Jml Skor

Butir penilaian
Sosial

Spiritual

Berdoa

I.

Modul Komunikasi Data


Buku referensi dan artikel yang sesuai
Internet
Lembar Kerja Siswa / Jobsheet
Laptop / LCD Projector

: Peserta didik berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu.


: Peserta didik mengucapkan syukur atas karunia Tuhan
: Peserta didik menjaga lingkungan sekitar dengan membuang sampah pada
tempatnya, merapikan benda pada tempatnya
: Peserta didik membuat karya dan menyelesaikan tugas dari ide sendiri
: Peserta didik bekerja sama dalam kelompok.
: Ketepatan dalam pengerjaan
: Peserta didik menghargai hasil karya temannya.

Skor 4
Skor 3

= Selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan


= Sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak
melakukan
= Kadang-kadang, apabila kadang- kadang melakukan dan sering tidak melakukan
= Tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Skor 2
Skor 1

Nilai akhir=

jumlah skor
jumlah butir aspek yang dinilai

2. Prosedur Penilaian Aspek Pengetahuan


Pertemuan kesatu
a) Teknik Penilaian
b) Bentuk instrument

: Tes tertulis
: Tes uraian

c) Instrumen soal

1) Apakah kepanjangan dari IEEE? Apa fungsi lembaga ini? Jelaskan!


2) ANSI merupakan lembaga yang mengurusi bidang apa? Jelaskan!
3) FCC mengatur di bidang apasajakah? Sebutkan!
4) Mengapa ISO harus diterapkan? Sebutkan dan jelaskan!
5) Gambarkan susunan 7 Layer OSI dan berilah penjelasan tiap Layernya!
6) Sebutkan dan jelaskan pembagian 2 tingkatan layer OSI!
7) Jelaskan proses tersampaikannya data melalui layer OSI!
Petunjuk penilaian:
a) Skor maksimal 100
b) Nilai persoal maksimal 10, kecuali soal no. 7 dan no.5 skor 20, soal no. 4 dan no. 1 skor 15
c) Tidak menjawab nilai 0 (nol)
d) Menjawab salah nilai 2
Pertemuan kedua
a) Teknik Penilaian
b) Bentuk instrument

: Tes tertulis
: Tes uraian

c) Instrumen soal

1) Tuliskan susunan kabel di bawah ini.......


No. Absen

Nama

: 1.
2.

Susunan kabel cross


Ujung A
Ujung B
No
Warna
No
Warna
1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8

Susunan kabel straight


Ujung A
Ujung B
No
Warna
No
Warna
1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8

Petunjuk Penilaian: Untuk penilaian, jika ada salah satu kabel yang salah maka tidak ada
toleransi atau dianggap salah (nulai 70). Jika benar nilainya 100
2) Kerjakanlah skema jaringan dibawah ini dan berilah pengalamatan yang tepat di aplikasi
Packet Tracer

Lembar Penilaian Observasi Siswa

NO

Nama Komputer (IP Address)

NAMA
A

Nilai
Total
E

1
2
3
4
5
Rubrik Penilaian
4

: Jika IP benar dan komputer dapat berkomunikasi, skema sesuai, tepat waktu

: Jika IP benar dan komputer dapat berkomunikasi, skema tidak sesuai, tepat waktu

: Jika IP salah dan komputer tidak dapat berkomunikasi, skema sesuai, tepat waktu

1
: jika IP salah dan komputer tidak dapat berkomunikasi, skema salah, tidak tepat
waktu

3. Prosedur Penilaian Aspek Keterampilan


a) Teknik
b) Bentuk instrument

: observasi presentasi dan diskusi


: lembar observasi
SKOR
TOTAL
PendapatMenghargai

LaporanKreatifitas

BerfikirKerunutan

NAMA

Toleransi

NO

Bahasa Ilmiah

BUTIR PENILAIAN

3
4
5
Dst...
Petunjuk penskoran:
Skor 4
Skor 3
Skor 2
Skor 1

= Selalu, apabila selalu melakukan sesuai butir penilaian


= Sering, apabila sering melakukan sesuai butir penilaian dan kadang-kadang tidak
melakukan
= Kadang-kadang, apabila kadang- kadang melakukan dan sering tidak melakukan
= Tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Karangploso, 20 agustus 2014


Mengetahui,
Kepala SMK Mahardika Karangploso

Guru Produktif TKJ

Drs. H. Supandi, M.Si

Eko Tristyo Purwanto, S.Pd