Anda di halaman 1dari 2

INTISARI

Berdasarkan kriteria Gyssens, penggunaan antibiotik dinyatakan


tepat/rasional jika memenuhi kriteria/kategori 0, sedangkan penggunaan antibiotik
yang memenuhi kriteria/kategori I-VI dapat dinyatakan tidak tepat/tidak rasional.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan
antibiotika sebelum dan sesudah adanya pemberian informasi obat oleh farmasis
kepada dokter pada pemilihan terapi untuk pasien pneumonia dibangsal rawat
inap RSUD Brebes. Rancangan penelitiannya quasi experimental, jalannya
pelitian terbagi menjadi 3 tahap yaitu, tahap 1 pengambilan data sebelum adanya
intervensi (analisa rekam medis Januari-Juni 2012), tahap 2 adanya intervensi
farmasis berupa pemberian informasi obat kepada dokter berupa guideline terapi
pneumonia menurut IDSA 2007 dan hasil analisa penelitian pada tahap 1
(Desember 2012), tahap ke 3 pengambilan data sesudah intervensi (bulan JanuariJuni 2013). Evaluasi rasionalitas antibiotik dilakukan pada semua regimen
antibiotik dengan metode gyssens.
Sebanyak 27 pasien memenuhi kriteria untuk menjadi subjek penelitian
pada penelitian sebelum intervensi dan 24 pasien pada penelitian sesudah
intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penelitian tahap 1 subyek
yang mendapat antibiotik tunggal sebesar 65,51% dan pada tahap 3 62,. Rerata
lama perawatan pada kelompok yang mendapat antibiotik tunggal 4,77 hari
sedangkan pada antibiotik kombinasi 4,50 hari(p=0,646 > 0,05).
Kualitas penggunaan antibiotik pada sebelum intervensi yang memenuhi
kategori 0 (rasional) sebanyak 50% dan tidak rasional 50%, sedangkan pada
sesudah intervensi yang rasional sebesar 48,50% dan tidak rasional 51,50%
dengan p=0,897 (>0,05). Rerata lama perawatan dirumah sakit pada kelompok
yang mendapat antibiotik rasional adalah 4,64 (2-9) hari dan yang tidak rasional
4,81 (3-9) hari dengan p=0,674 (> 0,05). Hubungan antara rasionalitas
penggunaan antibiotik dengan outcome klinik yang diuji dengan uji Fisher
didapatkan nilai p=1,00 (>0,05).
Tidak ada perbedaan yang bermakna pada parameter kuantitatif berupa
lama perawatan di rumah sakit dengan rasionalitas antibiotik, dan parameter
kualitatif berupa outcome klinik dengan rasionalitas antibiotik juga tidak terdapat
hubungan yang bermakna. Tidak ada perbedaan yang bernakna pada rasionalitas
penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia antara sebelum dan sesudah adanya
pemberian informasi obat oleh farmasis di bangsal rawat inap di RSUD Brebes.
Kata kunci : kualitas, antibiotik, pneumonia, informasi obat, farmasis

xi

ABSTRACT
Based on the criteria of Gyssens, antibiotic use was rational when met the
0 criteria/category, whereas the use of antibiotics met the criteria I-VI/category
known as irrational.
The aim of this study was to observe the rationality usage of antibiotics
before and after the provision of drug information by the pharmacist on a
selection of therapies for patients with pneumonia in the ward of Brebes Public
Health. This study aims to determine the rationality of the use of antibiotics before
and after the provision of drug information by pharmacists to physicians in the
selection of therapy for patients hospitalized pneumonia Brebes Hospital. The
design of quasi experimental study, a retrospective analysis of medical records of
observations in January-June 2012, the pharmacist intervention in the form of
provision of drug information to physicians in the form of pneumonia, according
to IDSA guidelines in 2007, and a discussion of intervals and doses of antibiotics
during the month of December 2012. Prospective study in January - June 2013
against pneumonia patients inpatients wards Brebes Hospital. Evaluation of
antibiotic selection was performed in all antibiotic regimens prescribed by a
doctor.
A total of 27 patients met the subject criteria of the retrospective study and
24 patients met the criteria of the prospective study. The results of this study
showed that in the retrospective study subjects who received a single antibiotic
was 65.51% and 62.50% on the prospective study, while receiving antibiotic
combination on retrospective and prospective study were 20.69% and 33.33%
respectively. The average length of stay (LoS) in the group receiving a single
antibiotic was 4.77 days while 4.50 days on the antibiotic combination (p = 0.646
> 0,05).
Quality of antibiotic use on retrospektif that met category 0 (rational) was
50% and 50% was irrational, while on the retrospective study of rational and
irrational were 48,50% and 51,50% respectively with the p value = 0.897 (>
0.05). The average length of stay in the group receiving antibiotics rationally and
irrationally were 4.64 (2-9) days and 4.81 (3-9) days respectively with p = 0.674
(> 0,05). The correlation between rationality antibiotic use and clinical outcome
was tested with Fisher test obtained p value = 1,00 (> 0.05).
There is no significant correlation in the parameters such as the duration of
treatment in the hospital with antibiotics rationality, and qualitative parameters
such as clinical outcomes with antibiotics rationality there is also no significant
correlation. No significant correlation between on rationality use of antibiotics in
pneumonia patients between before and after the provision of drug information to
pharmacists in the inpatient wards at Brebes Hospital.
Key words : quality, antibiotics, pneumonia, drug information, pharmacist .

xii