Anda di halaman 1dari 19

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN WP

DENGAN WAHAM CURIGA


DI RUANG BRATASENA RSJ PROVINSI BALI, BANGLI
TANGGAL 5-6 Mei 2014
I. PENGKAJIAN
Pengkajian dilakukan di Ruang Bratasena RSJ Provinsi Bali, Bangli pada
tanggal 5 Mei 2014, Pkl. 09.00 WITA, teknik yang digunakan yaitu wawancara,
observasi, pemeriksaan fisik dan catatan medis pasien. Untuk menvalidasi data yang
di dapat dari hasil pengkajian tersebut didapatkan data sebagai berikut:
A. Pengumpulan data
1. Identitas

Pasien

Penanggung

Nama

: WP

: WS

Umur

: 40 tahun

: 45 tahun

Jenis kelamin

: Laki-Laki

: Laki - Laki

Pendidikan

:-

: Guru

Suku / Bangsa

: Indonesia

: Indonesia

Agama

: Hindu

: Hindu

Status

: Belum Menikah

: Sudah Menikah

No.Rekam Medik

: 003472

Tanggal Dirawat

: 24-9-2013

Hubungan Dengan Pasien

: Saudara Kandung

Alamat

: Bugbug, Karangasem

Informant

: Pasien dan Rekam medik.

2. Alasan dirawat
1) Keluhan Utama
a) Saat masuk rumah sakit
Berdasarkan catatan medik poliklinik pasien datang ke RSJ Bangli
di antar oleh keluarganya. Pasien dating menggunakan baju
kemeja biru dan celana panjang kain coklat dengan membawa
plastic. Pasien hanya tertunduk diam dengan pandangan tajam
seperti orang curiga melihat pemeriksa. Selama observasi sesekali
pasien tampak ngumik ngumik dengan suara yang tidak jelas.
1

Pasien diajak ke RSJ oleh keluarga karena bingung dan ngumik


ngumik sendiri sejak 3 hari yang lalu. Keluarga juga mengatakan
pasien sempat tidak tidur selama 2 hari hanya mondar mandir
dikamar. Pasien sudah berkali kali di opname di RSJ. Terakhir
dirawat bulan yang lalu dan baru pulang 3 hari yang lalu dengan
membawa 4 macam obat dan pasien hanya mau minum obat 2 kali
saja. Pasien menyangkal bahwa dirinya sedang sakit dan merasa
baik baik saja.
b) Keluhan saat pengkajian
Pasien bercerita bahwa ia merasa semua orang yang ia temui
nenantangnya untuk berkelahi. Selain itu pasien mengatakan
bahwa ia merasa orang disekitarnya itu meneror dan memberikan
penyakit padanya.
2) Riwayat penyakit
a) Faktor predisposisi
Pasien sebelumnya sudah sering bolak-balik Rumah Sakit Jiwa. Therapy :
TXP, Haldol, Carbamazepine. Riwayat putus obat (+) Pengalaman masa
lalu yang tidak menyenangkan disangkal oleh pasien. Riwayat gangguan
jiwa pada keluarga (-)
Masalah keperawatan

: Risiko Perilaku Kekerasan

b) Faktor Presipitasi
Faktor presipitasi yang

merupakan

faktor pencetus

pasien

mengalami gangguan isi pikir adalah karena stres lingkungan yakni


secara biologis menetapkan

ambang toleransi terhadap stres yang

berinterasksi dengan stresor lingkungan untuk menentukan terjadinya


gangguan prilaku.

3. Pemeriksaan fisik
a) Tanda-tanda vital
Tekanan darah
Nadi
Suhu
Respirasi

: 130/80mmHg
: 80 x/mnt
: 36,50C
: 18 x/mnt
2

b) Keluhan fisik

: Pasien mengatakan tidak ada keluhan dengan

tubuhnya sekarang.
4. Psikososial
1) Genogram

Keterangan :
: Laki-laki
: Perempuan
: Klien
: Orang terdekat
: Tinggal serumah
: Meninggal
Penjelasan genogram :
Pasien merupakan anak terakhir dari 3 bersaudara. Pasien mengatakan
bapaknya sudah meninggal dan ia tinggal bersama ibu dan saudaranya, hanya
pasien yang belum menikah, karena kedua saudara laki-lakinya sudah
menikah.
2) Konsep Diri
1. Citra Diri
Saat ditanya tentang persepsinya mengenai citra tubuhnya pasien
mengatakan tidak ada yang dibenci pada dirinya, pasien menerima
tubuhnya apa adanya
Masalah Keperawatan : Tidak ada
2. Identitas Diri
Pasien mampu menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, jenis
kelamin, dan umurnya. Pasien tahu statusnya dalam keluarga sebagai
anak ketiga dan ia tau jumlah saudaranya dan ia memiliki kakak.
3

Masalah keperawatan : Tidak ada


3. Peran diri
Pasien mengatakan dirinya sekarang adalah sebagai seorang anak dan
tidak mempunyai pekerjaan tetap
Masalah keperawatan : tidak ada
4. Ideal Diri
Pasien mengatakan bahwa di Bangli melakukan perawatan agar sehat
dan ingin pulang tapi menunggu keluarga konsul dengan dokter
terlebih dahulu. Pasien juga mengatakan ingin menikah mengingat
umurnya sudah cukup sperti kakak laki-lakinya yang sudah
berkeluarga. Pasien juga mengatakan ingin memiliki istri yang
umurnya 5 tahun lebih muda dari dirinya.
Masalah keperawatan : Tidak ada
5. Harga Diri
Pasien merasa tidak ada masalah dalam berhubungan dengan orang
lain. Pasien juga mengatakan mengenal baik teman-teman di
ruangannya.
Masalah keperawatan : tidak ada
3) Hubungan Sosial
a. Orang Terdekat
Pasien mengatakan orang terdekat dengannya adalah ibu dan
saudaranya.
Masalah keperawatan : tidak ada.
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok
Pasien berbaur dengan baik dan tidak ada masalah antar temannya di
RSJ.
Masalah keperawatan : tidak ada.
c. Hambatan dalam hubungan dengan orang lain
Pasien tidak memiliki hambatan dengan orang lain atau dengan pasien
lain di rumah sakit jiwa. Pasien bergaul dengan teman-temannya yang
lain di RSJ.
Masalah Keperawatan : tidak ada
d. Spiritual
a) Nilai dan Keyakinan : Pasien beragama hindu
b) Kegiatan Ibadah : Selama dirawat pasien jarang sembahyang
Masalah Keperawatan : tidak ada.
5. Status Mental
a. Penampilan.
Saat pengkajian pasien menggunakan baju kaos berwarna hitam berkerah
dan celana pendek jeans selutut berwarna hitam, rambut pasien rapi.
Secara keseluruhan pasien tampak bersih dan rapi.
4

Masalah keperawatan : tidak ada


b. Pembicaraan
Pada saat pengkajian pasien menggunakan Bahasa Bali dan Indonesia,
pasien dapat menjawab semua pertanyaan perawat walaupun terkadang
tidak nyambung dan ngumik ngumik sendiri. Pasien berbicara ketika
ditanya dan menjawab pertanyaan perawat namun sesekali pasien
bercerita yang jauh dari topik pembicaraan.
Masalah keperawatan : tidak ada
c. Aktifitas Motorik
Saat pengkajian pasien duduk sambil merokok. Pasien hanya berdiam diri
dalam ruang perawatan.
Masalah keperawatan : tidak ada.
d. Alam Perasaan
Saat pengkajian pasien tampak tenang dalam berkomunikasi,tubuhnya
terlihat gemetar, pasien tidak tampak sedih atau gembira yang berlebihan
Masalah Keperawatan : tidak ada
e. Afek
Ekspresi wajah pasien baik setiap menjawab pertanyaan perawat. Dari
hasil observasi afek yang ditunjukkan pasien sesuai dengan stimulus yang
diberikan.
Masalah keperawatan : tidak ada
f.
Interaksi selama wawancara
Pasien cukup kooperatif dalam menjawab pertanyaan yang diberikan saat
wawancara, pasien mendominasi pembicaraan, bila ditanya jawabannya
kadang

lebih

dari

porsi

pertanyaan.

Pasien

tampak

defensif

(mempetahankan pendapat dan kebenaran dirinya). Kontak mata pasien


dengan perawat sangat baik
Masalah keperawatan : tidak ada.
g. Persepsi
Pasien mengatakan selama ini tidak pernah mendengar suara-suara dan
tidak pernah melihat bayangan-bayangan ( objek ) yang aneh.
Masalah Keperawatan : Tidak ada
h. Isi Pikir.
Isi pemikiran pasien tidak logis, pasien melihat semua orang yang ia
temui seperti sedang mengajaknya berkelahi, pasien merasa semua orang
membencinya dan ingin mencelakainya, pasien juga mengangap orang
disekitarnya memberikan penyakit kepadanya.
Masalah Keperawatan : Waham curiga.
i.
Tingkat Kesadaran
Saat pengkajian pasien sadar baik, compos mentis. Pasien dapat
5

menyebutkan nama, alamat, jumlah saudara. Pasien tahu orang yang


diajak bicara adalah perawat, pasien juga mengetahui dimana dia berada
saat ini dan pasien tidak mengalami disorientasi waktu.
Masalah Keperawatan : tidak ada
j.
Memori
Pasien tidak mengalami gangguan memori, dia ingat baik siapa yang
mengantarnya ke RSJ saudara kandungnya.
Masalah Keperawatan : Tidak ada
k. Tingkat Konsentrasi
Pasien tidak mengalami gangguan kemampuan pada tingkat konsentrasi
dan cukup focus menjawab pertanyaan perawat.
Masalah Keperawatan : tidak ada
l.
Kemampuan Penilaian
Saat pengkajian pasien mampu memberikan suatu keputusan dan
kemampuan penilaian pasien cukup baik jika diberi pilihan yaitu makan
dulu apa cuci tangan dulu?, pasien menjawab cuci tangan dulu baru
makan karena biar tangannya bersih dan tidak sakit perut, setelah makan
cuci tangan kembali.
Masalah Keperawatan : tidak ada
m. Daya Tilik
Pasien tahu dirinya di RSJ dan tidak mengingkari penyakitnya.
Masalah Keperawatan : Tidak ada.
6. Kebutuhan Persiapan Pulang.
a) Makan dan minum
Pasien mengatakan makan tiga kali sehari mandiri dengan menu yang
telah disediakan dari RS. Pasien makan diluar ruang perawatan bersama
teman temannya dengan rapi tidak ada yang berantakan, pasien
biasanya mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Pasien biasanya
minum air putih yang telah disediakan di RS sembil makan dan jika
pasien merasa haus. Pasien mengatakan makanan yang diberikan enak
dan mendapatkan porsi yang banyak.
b) BAB/BAK
Pasien mengatakan biasa BAB satu kali sehari dan BAK 4-5 kali sehari.
c) Mandi
Pasien mengatakan biasa mandi 2 kali sehari pagi dan sore, pasien rajin
gosok gigi dan keramas. Pasien tampak rapi.
d) Berpakaian
Pasien mengatakan mengganti pakainnya 1 hari sekali, pasien
6

mengatakan biasanya perawat yang mengambilkannya pakaian ganti.


e) Istirahat tidur
Menurut pasien ia selalu nyenyak tidur di dalam kamar rumah sakit.
f)
Penggunaan obat
Pasien mengatakan obat yang diberikan padanya selalu di minum, pasien
mengatakan minum obat 2 x sehari pagi dan sore.
g) Pemeliharaan kesehatan
Pasien mengatakan kalau sudah keluar dari RSJ dia akan rajin minum
obat dan kontrol agar tidak kambuh.
h) Aktifitas di dalam rumah
Pasien mengatakan dirumah dia hanya tidur saja dan tidak melakukan
kegiatan apa-apa
f)
Aktifitas diluar rumah.
Pasien mengatakan sehari-hari hanya jalan jalan saja disekitar rumah
karena bosan berdiam di rumah terus.
7. Mekanisme koping.
Mekanisme koping pasien maladaptif dimana pasien mengalami perubahan
isi pikir yang tidak sesuai dengan realita (waham curiga), reaksi berlebihan,
kuat mempertahankan pendapatnya, pasien banyak bicara kepada orang lain.
Masalah Keperawatan : Mekanisme koping tidak efektif.
8. Masalah Psikososial dan lingkungan.
Pasien hanya sendiri di ruang perawatan dan hanya berdiam diri dalam
ruang tersebut.
9. Pengetahuan
Pasien mengatakan dirinya tidak sakit, pasien ingin cepat pulang namun
menunggu konsul keluarga dan dokter terlebih dahulu.
Masalah Keperawatan : Tidak ada.
10. Aspek Medik
Diagnosa Medik : Skhizofrenia Paranoid
Therapy Medik :
Haldol 2 x 5 mg
Carba 3 x 200 mg
TXP 2 x 2 mg
II.

DIAGNOSA
A. Daftar Masalah
1. Waham Curiga
2. Koping individu tidak efektif
B. Pohon Masalah
7

Risiko Tinggi mencederai diri


Orang lain dan lingkungan

Waham Curiga

Riwayat Halusinasi

Akibat

Core problem

Penyebab

C. Diagnosa Keperawatan
Prioritas diagnose :
1. Waham curiga

RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN WAHAM CURIGA


TANGGAL 5-6 Mei 2014
Nama Pasien : WP

Diagnosa Medis

: Skizofrenia Paranooid

No RM

Ruangan

: Bratasena

Tgl

: 003472
Diagnosa

Perencanaan
Kriteria hasil

Tujuan

Keperawatan
Senin, 3 Mei Wahan curiga

TUM :

2014

Pasien dapat berpikir

Pk. 10.00

sesuai realita.

Intervensi

TUK 1 :
Pasien dapat membina Setelah
hubungan
percaya
perawat

diberikan askep selama 15 1. Bina

saling menit dengan 2 kali pertemuan pasien


dengan diharapkan:
a. Mau menerima kehadiran
perawat di sampingnya
b. Mengatakan mau menerima
bantuan perawat
c. Tidak menunjukkan tanda-tanda
curiga
d. Mengijinkan duduk disamping

hubungan

saling

percaya

menggunakan

prinsip

komunikasi terapeutik:
a. Beri salam
b. Perkenalkan diri,

tanyakan

dengan

nama serta nama panggilan


yang disukai
c. Jelaskan tujuan interaksi
d. Yakinkan
pasien
dalam
keadaan aman dan perawat
9

siap

menolong

dan

mendampinginya
e. Yakinkan bahwa kerahasiaan
f.

pasien akan tetap terjaga


tunjukkan sikap terbuka dan

jujuran
g. Perhatikan kebutuhan dasar
dan

beri

bantuan

untuk

memenuhinya
2. Beri kesempatan untuk
mengungkapkan perasaannya
3. Sediakan waktu untuk
mendengarkan pasien
TUK 2:
Pasien

Setelah 2 x interaksi pasien: Pasien 1. Bantu pasien untuk mengungkapkan


dapat menceritakan ide-ide dan perasaan

mengidentifikasi

yang muncul secara berulang dalam

perasaan yang muncul pikirannya


secara berulang dalam
pikiran pasien

perasaan dan pikirannya


a. Diskusikan
dengan
pengalaman

yang

pasien
dialami

selama ini termasuk hubungan


dengan

orang

lingkungannya

yang

berarti,
kerja,

sekolah,dsb.
10

b. Dengarkan pernyataan pasien


dengan empati tanpa dukungan
atau

menentang

wahamnya.
c. Katakana

pernyataan

perawat

dapat

memahami apa yang diceritakan


TUK 3:

pasien.
3. Bantu pasien untuk mengidentifikasi

Setelah 2 x interaksi pasien :

Pasien

kejadian-

kebutuhan yang tidak terpenuhi

mengidentifikasi

kejadian sesuai dengan urutan

serta kejadian yang menjadi factor

stressor atau pencetus

waktu serta harapan/ kebutuhan

pencetus wahamnya

wahamnya

dasar yang tidak terpenuhi seperti

a. diskusikan

factor)

dapat

(triggers

a. Dapat

menyebutkan

: harga diri, rasa aman, dsb.


b. Dapat menyebutkan hubungan
antara
kebutuhan

tentang
traumatic

dengan

pasien

kejadian-kejadian
yang

menimbulkan

kejadian

traumatis/

rasa takut, ansietas, maupun

tidak

terpenuhi

perasaan tidak dihargai

dengan wahamnya.

b. Diskusikan

kebutuhan/harapan

yang belum terpenuhi


c. Diskusikan dengan pasien caracara mengatasi kebutuhan yang
tidak terpenuhi dan kejadian
11

yang traumatic.
d. Diskusikan
apakah

dengan

ada

pasien

halusinasi

yang

meningkatkan pikiran/ perasaan


yang terkait wahamnya.
e. Diskusikan dengan pasien antara
kejadian-kejadian
TUK 4:
Pasien
mengidentifikasi
wahamnya

Setelah

interaksi

tersebut

dengan wahamnya.
pasien: 1. Bantu
pasien
mengidentifikasi

dapat menyebutkan perbedaan pengalaman


nyata dengan pengalaman wahamnya.

keyakinanya yang salah tentang


situasi yang nyata (bila pasien sudah
siap)
a. Diskusikan

dengan

pasien

pengalaman wahamnya tanpa


berargumentasi
b. Katakan kepada pasien akan
keraguan

perawat

pernyataan pasien
c. Diskusikan dengan
respon

perasaan

terhadap
pasien
terhadap

wahamnya
12

d. Diskusikan
intensitas,

frekuensi,
dan

durasi

terjadinya waham
e. Bantu pasien membedakan
situasi nyata dengan situasi
yang dipersepsikan salah oleh
pasien
TUK 5:
Setelah 2 x interaksi: pasien 1. Diskusikan dengan pasien
pengalaman-pengalaman yang
Pasien
dapat menjelaskan gangguan fungsi hidup
tidak menguntungkan sebagai
mengidentifikasi
sehari-hari yang diakibatkan ideakibat dari wahamnya seperti :
a. Hambatan dalam berinteraksi
konsekuensi
dari ide/fikirannya
yang tidak sesuai
dengan keluarga
wahamnya
dengan kenyataan seperti:
b. Hambatan dalam berinteraksi
a. Hubungan dengan keluarga
dengan orang lain
b. Hubungan dengan orang lain
c. Hambatan dalam melakukan
c. Aktivitas sehari-hari
d. Pekerjaan
aktivitas sehari- hari
e. Sekolah
d. Perubahan dalam prestasi kerja/
f. Prestasi,dsb
sekolah
2. Ajak pasien melihat bahwa waham
tersebut

adalah

masalah

yang

membutuhkan bantuan dari orang


lain
3. Diskusikan dengan pasien orang/
13

tempat ia minta bantuan apabila


wahamnya

Pasien

dapat
tekhnik

melakukan aktivitas yang konstruktif


mengalihkan

menghentikan pikiran

wahamnya

terpusat

wahamnya

pada

disukainya

sesuai dengan minatnya yang dapat 2. Anjurkan

distraksi sebagai cara


yang

sulit

dikendaliakn
Setelah 2 x interaksi pasien: pasien 1. Diskusikan hobi/ aktivitas yang

TUK 6 :
melakukan

timbul/

focus

pasien

dari

pasien

melakukan

memilih

aktivitas

membutuhkan

dan
yang

perhatian

dan

keterampilan fisik
3. Ikutsertakan pasien dalam aktivitas
fisik yang membutuhkan perhatian
sebagai pengisi waktu luang
4. Libatkan

pasien

dalam

TAK

orientasi realita
5. Bicara dengan pasien topic-topik
yang nyata
6. Anjurkan pasien untuk bertanggung
jawab

secara

mempertahankan/

personal

dalam

meningkatkan

kesehatan dan pemulihannya


14

7. Beri penghargaan bagi setiap upaya


TUK 7 :
Pasien
memanfaatkan
dengan baik

1. Setelah
dapat
obat

interaksi

pasien yang positif


pasien 1. Diskusikan dengan pasien tentang

menyebutkan,

manfaat dan kerugian tidak minum

a. Manfaat minum obat

obat, nama, warna, dosis, cara, efek

b. Kerugian tidak minum obat

terapi dan efek samping penggunaan

c. Nama, warna, dosis, efek terapi

obat

dan efek samping obat


2. Setelah

1x

iteraksi

mendemonstrasikan

2. Pantau pasien saat penggunaan obat


pasien

penggunaan

obat dengan benar


3. Setelah

akibat

minum

tanpa

dokter.

obat

pujian

jika

pasien

menggunakan obat dengan benar


3. Diskusikan akibat berhenti minum

interaksi

menyebutkan

a. Beri

pasien

obat tanpa konsultasi dengan dokter

berhenti

a. Anjurkan

pasien

untuk

konsultasi

konsultasi

kepada

dokter/

perawat jika terjadi hal-hal yang


tidak diinginkan

15

IV. IMPLEMENTASI
No.
1

Hari/Tgl/

No.

Jam
Senin, 3 Mei

TUK
1

Tindakan Keperawatan

Respon Pasien

Paraf

Membina hubungan saling S : Selamat pagi, nama saya

2014

percaya

dengan

Pk. 10.00

dengan cara :
a. Mengucapkan

pasien, P
salam O : Pasien mau membalas

Selamat pagi Pak dan salam, mau berjabat tangan,


mengulurkan tangan.

ada kontak mata. perawat

b. Perkenalkan diri dengan memanggil pasien dengan


pasien

panggilan kesukaannya pak

c. Memanggil
dengan

pasien P

sebutan

yang

saja

sesuai

dengan

permintaan pasien.

disukainya
d. Menjelaskan
dengan

jelas

membuat

tujuan
dan
kontrak

dengan pasien
e. Meyakinkan

pasien

bahwa ia bisa bercerita


dan

rahasianya

akan

terjaga
f. Mempertahankan kontak
mata dengan pasien saat
1

berbicara.
Melakukan perpisahan dan S : iya
kontrak
sekarang

dengan

pasien

mengobrolnya

O : Pasien mengangguk

kita cukupkan dulu sampai


disini, bapak sudah baik
mau menceritakan perasaan
bapak

kepada

saya,

silahkan bapak melanjutkan


aktivitas, besok pukul 10.00
kita mengobrol lagi yaa

16

pak
Salam terapeutik selamat

S : ya selamat pagi, saya

2014

pagi pak P, masih ingat

masih ingat dengan bapak J

PK.09.30

dengan saya ? bagaimana

yang

perasaan bapak saat ini ?

mengobrol kemarin

Selasa, 6 Mei

mengajak

saya

O : ekspresi pasien datar,


pasien sudah mau berjabat
tangan
2

Berdiskusi dengan pasien S : pasien mengatakan saya


mengenai

pengalamannya

tinggal dengan ibu dan kakak

selama ini dengan orang saya karena bapaknya sudah


terdekatnya, saat bekerja,

meninggal.

dsb

bekerja

Saya

tidak

O : Pasien tidak malu dan


mau

menceritakan

masa

lalunya
Memberi kesempatan pada S : semua orang nantangin
pasien

untuk saya,

ngajakin

saya

mengungkapkan

berkelahi, saya lihat orang

penyebab/faktor

pencetus orang juga mau buat saya

timbulnya waham

celaka
O : kontak mata pasien ada,
pasien

berbicara

tampak

Menanyakan apakah pasien

serius, suara keras.


S : saya tau saya dirumah

tau ini dimana dan apa

sakit tapi saya ingin pulang,

kegiatan sehari-hari pasien

saya tidak sakit.

d RS
O
2

pasien

mengingkari

dirinya sakit.
Mengakhiri percakapan dan S : iyaa pak, boleh saja
melakukan kontrak waktu

17

yang akan datang dengan


pasien,

hari

ini

O : pasien kembali ke tempat

sudah tidurnya

selesai kita mengobrolnya,


bagaimana

kalau

besok

pagi kita mengobrol lagi


jam 10.00 WITA? sekarang
bapak

bisa

istirahat/melanjutkan
aktvitas

18

V. EVALUASI
Hari, tgl
Selasa, 5

Waktu
Pk. 13.30

Mei 2014

WITA

No. TUK
TUK 1

Evaluasi
S : Selamat pagi, nama saya P
O : Pasien mau membalas salam, mau berjabat
tangan,

ada

memanggil

kontak
pasien

mata.

dengan

perawat
panggilan

kesukaannya pak P saja sesuai dengan


permintaan pasien.
A : TUK 1 tercapai
P : Lanjutkan TUK 2

Selasa, 6

Pk. 13.30

Mei 2014

WITA

TUK 2

S : Pasien mau menceritakan ide-ide dan


perasaan yang muncul secara berulang
dalam pikirannya pasien mengatakan
semua orang nantangin saya, ngajakin
saya berkelahi, saya lihat orang orang
juga mau buat saya celaka
O : saat salam terapeutik pasien sudah mau
berjabat tangan dengan perawat. pasien
mau

bercerita

perasaannya,

mengenai
ekspresi

ide-ide
wajah

dan

pasien

nampak serius, ada kontak mata dengan


perawat
A : TUK 1 tercapai, TUK 2 tercapai
P : Pertahankan kondisi pasien, lanjutkan ke
TUK 3

19