Anda di halaman 1dari 14

Divisi Ujian Uji Kompetensi Dokter Indonesia

Annex 1.

Petunjuk Pembuatan Soal

1. Jenis Soal

Jenis atau tipe soal ujian adalah berupa soal pilihan berganda dengan lima pilihan jawaban soal. Soal terdiri dari stem soal yang berbentuk skenario (vignette), pertanyaan, dan lima pilihan jawaban dengan satu jawaban benar. Jumlah soal- soal ujian seluruhnya adalah 200 soal.

Untuk memudahkan penulisan soal, pada petunjuk ini juga mencantumkan pola redaksional soal yang dapat digunakan sebagai “template” pembuatan soal. (Lihat Pola Soal dengan menggunakan Vignette).

2. Kaidah Umum

Kaidah – kaidah umum yang penting diperhatikan di dalam pembuatan soal:

1) Yakinkan bahwa setiap soal dapat diduga jenis jawabannya tanpa harus melihat pilihan jawaban atau yakinkan bahwa pilihan jawaban adalah 100 % benar atau salah.

2) Usahakan agar data atau informasi penting seoptimal mungkin dicantumkan pada soal (stem), sedangkan pilihan jawaban usahakan sesingkat mungkin.

3)

4) Hindari soal-soal yang bersifat menjebak dan terlalu kompleks serta tidak

relevan. 5) Gunakan pilihan jawaban yang secara gramatikal konsisten dan secara logis

kompatibel dengan soal. 6) Hindari kata-kata absolut seperti, selalu, tidak pernah, dan semua pada pilihan jawaban, dan hindari pula istilah yang tidak jelas (meragukan) seperti biasanya atau sering.

7)

8) Fokuskan soal pada konsep-konsep penting, dan hindari hanya menguji kemampuan mengingat fakta. 9) Fokuskan soal-soal pada konsep penting dan kasus-kasus yang sering serta memiliki potensi masalah serius. 10) Setiap soal diusahakan agar menilai aplikasi pengetahuan, tidak hanya menguji daya ingat terhadap fakta terisolasi. 11) Setiap soal tidak terlalu menekankan aspek klinik yang subspesialis. 12) Setiap soal lebih baik menekankan pada pertanyaan mengenai pengambilan keputusan klinik.

Hindari informasi berlebihan pada soal.

Hindari kalimat atau frase negatif seperti KECUALI, TIDAK, atau BUKAN.

3. Kesalahan struktur soal

Pada bagian ini akan dijelaskan berbagai kesalahan struktur soal yang harus dihindari karena mengarah pada dua hal, yakni, “testwiseness” dan “irrelevant difficulty”. “Testwiseness” adalah suatu keadaan di mana peserta ujian dapat menjawab soatu soal bukan karena penguasaannya terhadap isi materi yang ditanyakan pada soal tersebut, tetapi karena kepintarannya dalam menebak jawaban yang benar. Sementara itu “irrelevant difficulty” berkaitan dengan kesulitan yang dihadapi peserta ujian untuk menjawab suatu soal, bukan karena

Divisi Ujian Uji Kompetensi Dokter Indonesia

sulitnya materi yang diujikan, namun lebih ke arah sulitnya mahasiswa menjawab, yang ditimbulkan oleh struktur soal tersebut. Jenis kesalahan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

A. Kesalahan yang berkaitan dengan testwiseness:

1.

Grammatical Cues

2.

Logical Cues

3.

Istilah yang absolut

4.

Jawaban benar yang panjang

5.

Pengulangan kata dari badan soal ke jawaban

6.

Konvergensi soal

B. Kesalahan yang berkaitan dengan kesulitan yang tidak perlu/relevan

1. Pilihan jawaban yang panjang, kompleks, atau duplikasi

2. Pilihan yang berupa angka tidak diurut sesuai dengan besarnya

3. Pilihan yang mengandung unsur frekuensi suatu kejadian bersifat multi interpretasi

4. Pilihan jawaban tidak parallel dan urutan tidak logis

5. Penggunaan BSSD (bukan salah satu diatas) pada pilihan jawaban

6. Badan soal terlalu panjang, sulit, dan kompleks

Untuk memberikan kejelasan poin – poin di atas, berikut ini dipaparkan contoh – contoh soal yang mengandung kesalahan struktur beserta uraiannya.

A. Kesalahan yang berkaitan dengan testwiseness:

1. Grammatical Cues

C ontoh soal :

Seorang pria, berusia 60 tahun, dibawa ke bagian gawat darurat oleh seorang polisi, yang menemukannya dalam keadaan tergeletak tidak sadarkan diri di sisi jalan. Setelah memastikan bahwa saluran pernafasan dalam keadaan tidak tersumbat, langka h pertama dalam manajemen adalah administrasi intravena:

A. pemeriksaan cairan serebrospinal

B. glukosa dengan vitamin B1 (thiamine)

C. CT scan kepala

D. fe ni toin

E. diazepam

Grammatical cues : satu atau lebih dari opsi jawaban tidak cocok dengan kalimat pertanyaan yang disusun dalam suatu soal. Hal ini terjadi karena penulis hanya memfokuskan diri dalam pembuatan atau pemilihan jawaban yang benar. Sementara it u jawaban yang salah/distraktor tidak diperhatikan dalam pembuatannya. Pada contoh pertanyaan di atas mahasiswa dapat dengan mudah menyingkirkan A & C sebagai jawaban yang benar karena secara logika tidak mungkin benar berdasarkan kalimat pertanyaan yang d iajukan, dalam hal ini menanyakan terapi , sementara A & C jelas tidak

2. Logical Cues

Contoh soal :

Kejahatan adalah

A. terjadi secara merata p ada berbagai kelas social

B. lebih sering muncul pada golongan orang miskin

C. lebih sering muncul pada kelompok masyarakat menengah sampai kaya.

Divisi Ujian Uji Kompetensi Dokter Indonesia

E. mencapai keadaan toleransi yang pla teau terhadap n egara

Logical cues : sebagian opsi jawaban telah memperlihatkan kemungkinan jawaban yang benar. Pada soal di atas mahasiswa yang cukup cerdas dapat melihat bahwa kem ungkinan besar dari jawaban A, B, atau C terdapat jawaban yang benar, sementara mahasiswa yang tidak terlalu cerdas dalam menghadapi soal lebih banyak waktunya untuk mempertimbangkan opsi D dan E. Seringkali, jawaban – jawaban ini pun sebagian mengandung k ebenaran dan membingungkan karena tidak terlihat dalam dimensi yang sama atau tidak bisa diurutkan kedudukannya.Kesalahan ini sering terjadi apabila menggunakan opsi yang mengandung kata - kata “bertambah”, “berkurang”, atau “tetap”

3. Istilah yang absolut

Contoh soal :

Pada pasien dengan demensia lanjut , tipe Alzheimer , defek memori yang terjadi

A. dapat diberikan terapi secara adekuat dengan fosfatidilkolin (lesitin)

B. dapat merupakan sekuel dar i parkinsonism dini

C. tidak pernah terjadi pada pasien dengan neurofibrillary tangles pada otopsi

D. tidak pernah menjadi berat

E. mungkin melibatkan sistem kolinergik

Istilah yang absolut : kata “selalu” atau “tidak pernah” digunakan dalam opsi jawaban Pada soal di atas, opsi A, B, dan E meng andung makna yang tidak mutlak sebagaimana opsi C dan D. Mahasiswa yang cerdas akan menyingkirkan jawaban C dan D karena kedua opsi itu terlihat lebih t idak mungkin sebagai jawaban yang benar karena sifatnya yang cenderung mutlak tersebut . Perlu dicatat bahwa kesalahan semacam ini tidak akan terjadi apabila kalimat pertanyaan terfokus dan opsi jawabannya pendek, hal ini muncul ketika kata kerja dimasukan kedalam opsi jawaban dan bukan di dalam pertanyaan

4. Jawaban benar yang panjang

Contoh soal :

Secondary gain adalah

A. synonym deng an malingering

B. Problem yang biasa timbul pada orang dengan gangguan obsessive - compulsive

C. Komplikasi dari berbagai penyakit dan cenderung untuk memperlama waktu penyakit

D. Tidak pernah timbul pada gangguan otak organic

Jawaban benar yang panjang : pada soal di atas pilihan jawaban C lebih panjang dari yang lain. Selain itu terdapat 2 hal pada pilihan tersebut. Penulis soal kadang terlalu memberi perhatian lebih pada jawaban yang benar sehingga tidak memikirkan distraktor atau pilihan yang salah. Dengan demikian maka muncul banyak pernyataan pada jawaban yang benar secara berlebihan, sementara pada pilihan yang salah atau distraktor lebih pendek pernyataannya.

5. Pengulangan kata dari badan soal ke jawaban

Contoh soal:

Seorang pria berusia 58 tahun dengan riwayat penggunaan al k ohol yang berat dan sebelumnya pernah dirawat karena gangguan psychiatric mengalami kebingungan dan agitasi. Dia mengatakan bahwa dunia ini tidak nyata (unreal ). Keadaan ini disebut:

A. depersonali sasi

B. derailment

Divisi Ujian Uji Kompetensi Dokter Indonesia

D. focal memory deficit

E. tanda anxiet as

Pengulangan kata : pada soal di atas, digunakan kata „unreal“, sementara itu muncul kata „derealisasi“ pada pilihan jawaban C sebagai jawaban yang benar. Kadang – kadan hal ini terjadi dan peserta ujian dapat mencoba menebak jawaban yang mempunyai kaitan ka ta dengan badan soalnya, sehingga hal ini harus dihindari.

6. Konvergensi soal

Contoh soal:

Anestesi lokal akan bekerja paling efektif pada kondisi:

A. dalam bentuk anionic, bekerja dari dalam mem brane syaraf

B. dalam bentuk cationic, bekerja dari dalam membrane syaraf

C. dalam bentuk cationic, bekerja dari luar membrane syaraf

D. dalam bentuk tida k bermuatan , bekerja dari dalam membrane syaraf

E. dalam bentuk tida k bermuatan , bekerja dari luar m embrane syaraf

Konvergensi : jawaban yang benar mengandung komponen – komponen yang paling sering muncul pada pilihan – pilihan yang lain (distraktor). Hal ini tidak terlalu kentara terlihat, tetapi dapat terja di ketika seorang penulis soal mencoba membuat jawaban yang benar, kemudian mencoba membuat jawaban yang salah dengan membuat kombinasi dari jawaban yang benar denga suatu elemen yang salah. Sebagai contoh kalau pilihan jawaban berupa kombinasi sebagai ber ikut: Pensil dan pen, pensil dan spidol, pensil dan krayon, pen dan penghapus. Maka dengan penghitungan sederhana kita dapat menghitung bahwa pensil muncul sebanyak 3 kali, sementara pen sebanyak 2 kali pada jawaban. Sementara elemen lain hanya muncul 1 k ali. Secara tidak disadari hal ini sering terjadi ketika seorang penulis mencoba mencari pilihan yang salah. Dari soal di atas peserta dapat mengeliminasi „bentuk anionic“ sebagai jawaban yang benar, demikian pula dengan „ dari luar membrane syaraf “ yang le bih jarang muncul dibandingkan dengan „ dari dalam membrane syaraf “. Sehingga hanya pilihan B dan D yang mungkin benar, dan karena tiga pilihan mengandung „ tidak bermuatan “ maka

Divisi Ujian Uji Kompetensi Dokter Indonesia

B. Kesalahan yang berkaitan dengan kesulitan yang tidak perlu/relevan

1. Pilihan jawaban yang panjang, kompleks, atau duplikasi

Contoh soal:

Komite Peer review di HMO bisa menolak keputusan dokter dalam penanganan kesehatan a nggotanya. Berkaitan dengan hal ini dokter sebelumnya harus telah menerima proses klarifikasi. Proses kalrifikasi tersebut termasuk apa saja? A. Peringatan, sebuah forum tertutup, pengadilan, kesempatan untuk didengar dan

ditunjukkan bukti yang memberatka n.

B. Peringatan yang tepat, pengadilan pengambilan keputusan, kesempatan untuk bertemu di pengadilan dengan saksi yang memberatkan dan kesempatan untuk menunjukkan bukti yang meringankannya.

C. Peringatan yang tepat waktu dan dipercaya, pengadilan tertu tup untuk pengambilan keputusan, kesempatan untuk mendengarkan bukti yang memberatkan dan bertatap muka dengan saksi yang memberatkan dan kesempatan untuk menunjukkan bukti yang meringankan.

Pilihan jawaban yang panjang, dan komp leks : pada soal di atas dapat terlihat bahwa pilihan jawaban terlalu panjang sehingga menimbulkan kesulitan bagi peserta untuk menjawabnya karena hal teknis tersebut.

2. Pilihan yang berupa angka tidak diurut sesuai dengan besarnya

Contoh soal:

Apabila terjadi infeksi pada rongga pelvis yang berulang ( kedua kalinya ) , berapa kemungkinan seorang wanita mengalami keadaan infertile?

A. kurang dari 20%

B. 20 - 30%

C. Lebih dari 50%

D. 90%

E. 75%

Pilihan dengan besaran tidak berurut : pada soal di atas dapat terlihat bahwa pilihan j awaban yang mengandung suatu ukuran tidak diurutkan dari yang kecil (paling atas) sampai yang besar (paling bawah), dengan demikian dapat menyulitkan mahasiswa dalam menjawabnya .

3. Pilihan yang mengandung unsur frekuensi suatu kejadian bersifat multi interpretative

Contoh soal:

Penderita obesitas berat dewasa muda:

A. biasanya berrespon secara dramatis terhadap regimen diet

B. sering berkaitan dengan kelainan hormon

C. memiliki kemungkinan 75 % untuk kembali n ormal secara spontan

D. mempunyai prognosis yang buruk s

E. biasanya berrespon terhadap terapi obat dan psikoterapi intensif

Pilihan jawaban yang multi interpretative : pada soal di atas dapat terlih at bahwa pilihan jawaban mengandung unsur frekuensi yang mengundang perdebatan, seperti „biasanya“, „sering“, dll. Hal ini sebaiknya dihindari karena jawabannya bisa bersifat subjektif.

Divisi Ujian Uji Kompetensi Dokter Indonesia

4. Pilihan jawaban tidak parallel dan urutan tidak logis

Contoh soal:

Pada penilitian terhadap suatu vaksin, 200 anak laki – l aki yang berusia 2 tahun diberikan vaksin terhadap suatu penyakit tertentu kemudian diikuti selama 5 tahun untuk melihat apakah penyakit tersebut muncul atau tidak. Dari kelompok ini, 85 % tidak pernah bersinggungan dengan penyakit ini. Ma nakah dari pernya taan di bawah ini yang benar untuk hasil penelitian tersebut?

A. Tidak ada kesimpulan yang dapat diambil karena follow – up dilakukan terhadap anak – anak yang tidak divaksinasi.

B. Jumlah kasus yang diteliti (30 kasus selama 5 tahun) terlalu sedikit untuk menghasilkan kesimpulan yang secara statistic bermakna

C. C. Tidak ada kesimpulan yang dapat diambil karena percobaan hanya melibatkan anak laki – laki.

D. Vaccine efficacy (%) dihitung dengan 85 - 15/100

5. Penggunaan BSSD (bukan salah satu di atas) pada pilihan jawaban

Contoh soal:

Kota apa yang terdekat dengan kota New York?

A. Boston

B. Chicago

C. Dallas

D. Los Angeles

E. bukan salah satu di atas

6. Badan soal terlalu panjang, sulit, dan kompleks

Contoh soal:

Di bawah ini merupakan ora ng tua yang memiliki anak dengan Sindroma Down dengan urutan risiko muncul dari yang tertinggi sampai terendah. Diasumsikan umur wanita pada waktu hamil pada semua kasus adalah 22 tahun dan kehamilan terjadi dengan jarak lima tahun. Karyotype anak perempu an adalah:

I: 46, XX, - 14, +T (14q21q) pat II: 46, XX, - 14, +T (14q21q) de novo III: 46, XX, - 14, +T (14q21q) mat IV: 46, XX, - 21, +T (14q21q) pat V: 47, XX, - 21, +T (21q21q) ( orang tua tidak karyotyped)

A. III, IV, I, V, II

B. IV, III, V, I, II

C. III, I, IV, V, II

D. IV, III, I, V, II

E. III, IV, I, II, V

Divisi Ujian Uji Kompetensi Dokter Indonesia

4. Kaidah Penulisan Stem

Skenario klinik (”vignette”) terdiri dari deskripsi data pasien dan skenario kliniknya dengan beberapa atau seluruh informasi di bawah ini:

o

Umur dan jenis kelamin

o

Tempat perawatan (contoh, Unit Emergensi)

o

Keluhan utama

o

Durasi dari keluhan

o

Riwayat pasien lainnya yang berhubungan dengan keluhan

o

Temuan Pemeriksaan Fisik

o

Hasil-hasil pemeriksaan investigasi diagnostik

o

Hasil-hasil terapi sebelumnya, atau penemuan selanjutnya.

5. Kaidah Penulisan Lead In

Pola vignette soal dan pertanyaan (lead in)

a. Seorang (deskripsi pasien) mengalami (jenis trauma dan tempat). Struktur anatomi manakah dibawah ini yang paling mungkin mengalami kerusakan akibat trauma tersebut?

b. Seorang (deskripsi pasien) mengalami (temuan perjalanan penyakit) dan meminum suatu jenis obat. Obat manakah di bawah ini yang paling tepat dapat mengakibatkan (keluhan, tanda, atau temuan hasil lab) sebagaimana kasus di atas?

c. Seorang (deskripsi pasien) mempunyai (kondisi/temuan abnormal). Gejala atau keluhan tambahan apa yang dapat mengarahkan kecenderungan diagnosis pasien tersebut lebih pada (penyakit A) dibandingkan pada (penyakit B)?

d. Seorang (deskripsi pasien) mengalami (keluhan dan gejala). Hal – hal tersebut menunjukkan bahwa kelainan tersebut diakibatkan (adanya/kurangnya/tidak adanya) dari (enzim/mekanisme) berikut ini:

e. Seorang (deskripsi pasien) mengikuti suatu (regimen diet tertentu). Kondisi manakah yang akan terjadi pada pasien tersebut?

f. Seorang (deskripsi pasien) mengalami (keluhan, gejala atau penyakit yang spesifik) dan saat ini sedang menjalani pengobatan dengan (obat atau golongan obat). (Proses atau fungsi) manakah dibawah ini yang di inhibisi sebagai akibat mekanisme kerja obat tersebut?

g. Seorang (deskripsi pasien) mengalami (keadaan abnormal). Berdasarkan kondisi tersebut, (Hasil pemeriksaan lab) manakah dibawah ini yang diperkirakan positif?

h. (periode waktu) setelah (suatu kejadian seperti perjalanan atau mengkonsumsi suatu makanan), seorang (deskripsi pasien) mengalami (keluhan dan gejala). Manakah organisme di bawah ini yang mungkin ditemukan pada analisis

Divisi Ujian Uji Kompetensi Dokter Indonesia

i. Setelah menjalani (suatu prosedur) seorang (deskripsi pasien) mengalami (keluhan dan gejala). Hasil pemeriksaan lab menunjukkan (hasil lab). Manakah dibawah ini yang paling tepat menyebabkan keadaan tersebut?

j. Seorang (deskripsi pasien) meninggal karena menderita (suatu penyakit). Manakah temuan di bawah ini yang diduga akan terlihat pada proses otopsi?

k. Seorang pasien mengalami (keluhan dan gejala). Penjelasan manakah di bawah ini yang dapat mengakibatkan kejadian tersebut?

l. Seorang (deskripsi pasien) mengalami (gejala dan keluhan). Zat (toksik) manakah yang paling tepat sebagai paparan di bawah ini yang dapat mengakibatkan kasus di atas?

m. Mekanisme kerja manakah di bawah ini dari (jenis obat) yang dapat memberikan efek terapi pada pasien (penyakit tertentu)?

n. Seorang pasien mengalami (keadaan abnormal), namun dengan (keadaan normal). Diagnosis manakah dibawah ini yang paling tepat untuk kasus tersebut?

Berbagai contoh Jenis Pertanyaan

Memperkirakan obat yang dikonsumsi

Memperkirakan paparan zat beracun

Memperkirakan jenis diet

Memperkirakan mood

Memprediksi hasil pemeriksaan fisik

Memprediksi hasil lab

Memprediksi sekuel yang timbul

Mengidentifikasi penyebab/diagnosis

Mengidentifikasi sebab reaksi terhadap obat

Mengidentifikasi obat yang harus diberikan

6.

Kaidah Penulisan Option

a. Option yang salah disebut distractor.

b. Option sebaiknya terdiri dari pilihan dengan masalah yang homogen (semuanya merupakan diagnosis, langkah – langkah penanganan pasien, dan lain - lain).

c. Berbeda dari jawaban yang benar

d. Merupakan option yang masuk akal dan membuat mahasiswa yang tidak tahu akan memilihnya.

e. Memiliki bentuk maupun panjang yang menyerupai jawaban yang benar

f. Tidak mengandung kesalahan susunan kalimat dan sesuai dengan bentuk kalimat pada stem.

Demikianlah kesalahan – kesalahan yang harus dihindari dalam pembuatan soal beserta dengan contoh – contohnya.

Divisi Ujian Uji Kompetensi Dokter Indonesia

Referensi:

Susan M. Case & David B. Swanson. Constructing Written Test Questions for the Basic and Clinical Sciences, Third ed. Philadelphia: National Board of Medical Examiners (NBME), 2001

www.nbme.org

Divisi Ujian Uji Kompetensi Dokter Indonesia

Contoh-Contoh Soal

ID

ID

:

:

(Tidak perlu diisi penulis soal)

(Tidak perlu diisi penulis soal)

Tinjauan 1

Tinjauan 1

: 7 area kompetensi sesuai kipdi III

: 7 area kompetensi sesuai kipdi III

Aplikasi biomedis, perilaku, klinis, & epidemiologi pada kedokteran keluarga

Aplikasi biomedis, perilaku, klinis, & epidemiologi pada kedokteran keluarga

Tinjauan 2

Tinjauan 2

Kognitif

Kognitif

Tinjauan 3 :

Tinjauan 3 :

Reasoning

Reasoning

Tinjauan 4

Tinjauan 4 :

:

Penyakit infeksi dan imunologi

Penyakit akibat trauma atau kecelakaan

Tinjauan 5

Tinjauan 5

:

:

Ginjal dan saluran kemih

Hemato dan immunology

Tinjauan 6

Tinjauan 6

:

:

Penapisan (Diagnosis)

Penapisan (Diagnosis) /

Tinjauan 7

Tinjauan 7

:

:

Individu Individu

Stem soal Vignette :

1) Seorang perempuan berusia 32 tahun yang menderita diabetes mellitus tipe 1 mengalami gagal ginjal progresif dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Dialisis belum dilakukan pada pasien ini. Pemeriksaan fisik tidak menunjukkan tanda-tanda abnormalitas. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar hemoglobin = 9 g/dl, hematokrit = 28 %,

dan

MCV

94

µ m3.

Apus

darah tepi menunjukkan sel-sel eritrosit normositer dan

normokromik.

Pertanyaan:

Manakah jawaban di bawah ini yang paling mungkin sebagai penyebab kondisi pasien tersebut?

Pilihan jawaban:

a. Perdarahan akut

b. Leukemia limfositik kronik

c. Anemia Sideroblast

d. Defisiensi erythropoietin

e. Defisiensi enzim eritrosit

Kunci jawaban

:

D

Penulis soal

:

Pandji Irani Fianza,dr,SpPD

Bagian/Departemen : Ilmu Penyakit Dalam

Referensi literatur

: Harrison’s Internal Medicine

Divisi Ujian Uji Kompetensi Dokter Indonesia

Stem soal

Vignette :

2) ID

:

Satu hari setelah perbaikan terhadap ruptur aneurisma aorta yang dilakukan dalam keadaan

(Tidak perlu diisi penulis soal)

Tinjauan 1

emergensi, seorang pria berusia 66 tahun menghasilkan urine sebanyak 35 mL selama

: 7 area kompetensi sesuai kipdi III

Aplikasi biomedis, perilaku, klinis, & epidemiologi pada kedokteran keluarga

perioda 4 jam, sebuah kateter foley masih terpasang. Dia menerima 14 unit darah selama

Tinjauan 2

operasi. Suhu tubuhnya 37.8 C (100 F), tekanan darah 104/68 mmHg, dan nadi 126x/menit.

Kognitif

Tinjauan 3 :

Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya edema perifer yang luas. Suara jantung normal.

Reasoning

Tinjauan 4

:

Pada pemeriksaan dengan auskultasi suara paru terdengar bersih. Perut teraba lunak. Hasil

Kelainan genetik dan kongenital

Tinjauan 5

pemeriksaan laboratorium menunjukkan:

:

Jantung, pembuluh darah dan sistem limfatik

Hematocrit Tinjauan 6 27%

:

Penapisan (Diagnosis)

Tinjauan Serum 7

:

Individu

Na+ 143 mEq/L K+ 5.0 mEq/L Urine Na+ 6 mEq/L

Pertanyaan / Instruksi:

Manakah dari pernyataan di bawah ini yang merupakan penyebab oliguria yang paling tepat untuk pasien tersebut?

Pilihan jawaban:

A. Gagal jantung

B. Hypovolemia

C. Occluded Foley catheter

D. Renal artery thrombosis

E. Transfusion reaction

Kunci jawaban

:

B

Penulis soal

:

Bagian/Departemen :

Referensi literatur

:

Divisi Ujian Uji Kompetensi Dokter Indonesia

Stem soal

Vignette :

3) Seorang bayi laki-laki yang baru lahir berusia 2 minggu dibawa ke dokter karena bibirnya menjadi biru dalam 3 kali kesempatan selama makan; dia juga selalu berkeringat selama diberi makan. Dia lahir pada minggu ke-38 kehamilan dengan berat 2466 g (5 lb 7 oz), sekarang beratnya 2778 g (6 lb 2 oz). Suhunya 37.8 C (100 F), tekanan darah 75/45 mm Hg, nadi 170/min, dan pernafasan 44/menit. Nilai systolic ejection murmur 3/6 terdengar pada batas kiri atas sternal. Sebuah film x- ray pada dada menunjukkan jantung yang berbentuk small boot-shaped dan penurunan pembuluh

ID

darah paru.

:

(Tidak perlu diisi penulis soal)

Tinjauan 1

Aplikasi Pertanyaan biomedis, / Instruksi: perilaku, klinis, & epidemiologi pada kedokteran keluarga

: 7 area kompetensi sesuai kipdi III

Tinjauan 2

Manakah dari pernyataan di bawah ini yang paling tepat untuk diagnosis pasien tersebut?

Kognitif

Tinjauan 3 :

Pilihan jawaban:

Reasoning

Tinjauan 4

A.

Anomalous coronary vessels

:

Tidak berkaitan

Tinjauan 5

B.

Atrial septal defect

:

Tidak berkaitan

Tinjauan 6

C.

Endocardial fibroelastosis

:

Promosi kesehatan dan pencegahan penyakit

Tinjauan 7

D.

Tetralogy of Fallot

:

Individu

E.

Total anomalous pulmonary venous return

Kunci jawaban

:

B

Penulis soal

:

Bagian/Departemen :

Referensi literatur

:

Divisi Ujian Uji Kompetensi Dokter Indonesia

ID

(Tidak perlu diisi penulis soal)

:

Tinjauan Stem soal 1

Manajemen Vignette : masalah kesehatan primer

: 7 area kompetensi sesuai kipdi III

Tinjauan 2 :

4) Seorang pria berusia 18 tahun dibawa ke unit gawat darurat oleh temannya setelah dia pingsan dan

Kognitif

Tinjauan 3 :

tidak bisa dibangunkan. Dia tidak memiliki riwayat penyakit sebelumnya. Tercium alcohol dari

Reasoning

pernafasannya dan tidak ada tanda kecelakaan. Tekanan darah 110/60 mm Hg, nadi 70 x/menit, dan

Tinjauan 4

:

Pertumbuhan, perkembangan, dan degenerasi

jumlah pernafasan 6 x/ menit. Paru-paru bersih ketika diauskultasi. Terdengar S1 dan S2 normal.

Tinjauan 5

:

Reproduksi

Sistolic ejection dengan tingkat 2/6 terdengar. Batas hati dan ujung limpa tidak teraba. Pemeriksaan

Tinjauan 6

:

Manajemen (Terapi)

darah pada tinja menunjukkan hasil negative. Pemeriksaan neurologic sulit untuk dilakukan.

Tinjauan 7

:

Refleks bilateral 1+. Semua ekstremitas bererspon terhadap stimulus nyeri. Kadar lakohol darah

Individu

adalah 200 mg/dL; screening toksikologi menunjukkan hasil positive untuk benzodiazepines pada darah dan metabolites kokain di urin. Pasien tersebut tidak bereaksi terhadap infus dengan naloxone, glucose atau vitamin B1 (thiamine).

Pertanyaan / Instruksi:

Penyalahgunaan substansi di bawah ini manakah yang merupakan penyebab utama kelainan di atas?

Pilihan jawaban:

A. hanya alcohol

B. Alcohol dan benzodiazepines

C. Alcohol dan cocaine

D. Alcohol dan PCP

E. Alcohol dan PCP

Kunci jawaban

:

B

Penulis soal

:

Bagian/Departemen :

Referensi literatur

:

Divisi Ujian Uji Kompetensi Dokter Indonesia

Stem soal

Vignette :

5) Seorang wanita berusia 60 tahun belum pernah melahirkan datang ke dokter dengan keluhan perdarahan sedikit dari vagina yang intermittent selama 4 bulan. Dia tidak punya riwayat penyakit selain tekanan darah yang tinggi yang dikontrol dengan obat nifedipine. Menopause terjadi 9 tahun yang lalu. Pemeriksaan pap smear yang dilakukan 2 tahun yang lalu menunjukan hasil yang normal. Suhu tubuhnya 37.1 C (98.8 F), tekanan darah 138/86 mm Hg dan nadi 84x/menit. Tampak sedikit darah pada mulut rahim, pemeriksaan lain tidak neunjukkan kelainan.

Pertanyaan / Instruksi:

 

Manakah pernyataan di bawah ini yang merupakan langkah paling tepat dalam pengelolaan selanjutnya?

Pilihan jawaban:

A. Reexamination dalam 6 bulan

B. Terapi Oral conjugated estrogen

C. Colposcopy

D. Endometrial sampling

 

E. Ablation of the endometrium

Kunci jawaban

:

D

Penulis soal

:

Bagian/Departemen :

 

Referensi literatur

: