Anda di halaman 1dari 3

TIME-DRIVEN ACTIVITY-BASED COSTING

By Robert S. Kaplan and Steven R. Anderson


Summary
Banyak perusahaan yang menolak activity-based costing karena tidak bisa menampilkan
kompleksitas operasi perusahaan mereka, membutuhkan waktu yang lama untuk
mengimplementasikannya, dan terlalu mahal untuk pembuatan dan pengelolaannya. Oleh
karaena itu ditemukan beberapa solusi untuk masalah tersebut.

Perkembangan ABC Sistem


1.

ABC Tradisional
Pada tradisional ABC yang ditekankan adalah pada skala penerapannya. Oleh karena

itu tradisional ABC akan lebih baik bila diterapkan pada satu departemen saja, contohnya
departemen produksi saja. Untuk membuat model ABC ini pegawai melakukan survey
untuk mengetahui estimasi persentase waktu yang mereka butuhkan untuk setiap
aktivitas. Masalah akan mulai timbul ketika kita menggunakan pendekatan ABC
tradisional pada skala yang lebih besar sebab dibutuhkan lebih banyak SDM dan fasilitas
untuk mempertemukan dan memproses data-data yang dibutuhkan untuk membuat
sebuah laporan bulanan. Selain itu waktu dan biaya untuk pembuatan dan pengelolaan
model ABC pada skala besar ini menjadi penghalang yang besar untuk diadopsi di
sebagian besar perusahaan. Pada ABC tradisional model ini, juga sering mengalami
kendala khususnya sering terjadi perdebatan dalam menentukan cost driver.
Masalah yang sesungguhnya dari model ABC tradisional ini adalah pada saat
pelaksanaan proses survey dan interview itu sendiri. Ketika pegawai mengestimasikan
waktu yang dibutuhkan untuk setiap yang aktivitas. Banyak laporan individual yang
mempunyai persentase unused atau idle cukup signifikan. Akibatnya cost driver sering
dihitung dengan asumsi sumber daya bekerja pada kapasitas optimal. Ini berarti estimasi
cost driver selalu lebih tinggi.

Seperti dapat dilihat pada gambar diatas, persentase waktu yang dibutuhkan untuk
tiap aktivitas didasarkan pada alokasi utilisasi konsumen pada aktivitas departemen.
Akibatnya penentuan cost driver untuk tiap aktivitas menjadi tidak akurat.

2.

The New ABC


Metode ABC yang baru dikembangkan untuk menjawab permasalahan yang timbul

pada ABC tradisional tanpa menolak konsep yang sudah ada sebelumnya. Sistem ABC
pada prinsipnya sangat membantu perusahaan untuk mengidentifikasi biaya yang penting
dari setiap aktivitas perusahaan dan juga peluang untuk memperoleh profit yang optimal
melalui peningkatan proses di lantai produksi, desain produk yang lebih murah, dan
variasi produk yang rasional. Potensi seperti ini dalam skala besar menunjukan peluang
yang besar bagi perusahaan. Penyederhanaan sekarang ini sangat mungkin dilakukan
dengan pendekatan yang disebut dengan call time-driven ABC, yang mana sangat sukses
diimplementasikan di banyak perusahaan. Dalam metode ABC yang baru, setiap
kelompok sumber daya, hanya meminta dua estimasi parameter yaitu the cost per time
unit dan the unit times of consupmtion, yang mana pendekatan ini akan menunjukkan
cost driver yang lebih akurat.

Jika pada ABC tradisional, persentase waktu yang dibutuhkan untuk tiap aktivitas
didasarkan pada alokasi utilisasi konsumen pada aktivitas departemen. Akibatnya
penentuan cost driver untuk tiap aktivitas menjadi tidak akurat.
Maka pada metode ABC yang baru dapat dilihat pada gambar diatas bahwa
penentuan cost driver berdasarkan praktek kapasitas departemen untuk tiap aktivitas,
sehingga cost driver yang dihasilkan lebih akurat karena meminta dua estimasi parameter
yaitu the cost per time unit dan the unit times of consupmtion.
Daripada pegawai melakukan survey, manajer pertama kali akan langsung mengestimasi
kapasitas praktikal pada sumber daya pendukung sebagai persentase dari kapasitas
sebenarnya. Kapasitas dari sumber daya yang sering dipakai adalah diukur dari waktu
ketersediaannya, tapi pendekatan ABC yang baru ini juga mengetahui sumber daya yang
diukur dalam satuan lain. Hal ini disebut Estimating the cost per time unit of capacity.
Parameter yang kedua dalam metode ABC adalah Estimating the unit times of activities.
Manajer menentukan waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit untuk setiap
jenis aktivitas. Kemudian cost driver dihitung dengan mengalikan dua variabel input
yang sudah diestimasi sebelumnya.