Anda di halaman 1dari 3

Riska and Rony (^_^) 10

Tinea Kruris

Definisi

Tinea adalah penyakit pada jaringan yang mengandung zat tanduk, misalnya lapisan teratas pada
kulit pada epidermis, rambut, dan kuku, yang disebabkan golongan jamur dermatofita (jamur
yang menyerang kulit). Tinea kruris sendiri merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh
jamur pada daerah genitokrural (selangkangan), sekitar anus, bokong dan kadang-kadang sampai
perut bagian bawah.

Penyebab

Jamur dermatofita yang sering ditemukan pada kasus tinea kruris adalah, E.Floccosum, T.
Rubrum, dan T. Mentagrophytes.

Pria lebih sering terkena daripada wanita. Maserasi dan oklusi kulit lipat paha menyebabkan
peningkatan suhu dan kelembaban kulit yang akan memudahkan infeksi. Tinea kruris biasanya
timbul akibat penjalaran infeksi dari bagian tubuh lain. Penularan juga dapat terjadi melalui
kontak langsung dengan individu yang terinfeksi atau tidak langsung melalui benda yang
mengandung jamur, misalnya handuk, lantai kamar mandi, tempat tidur hotel dan lain-lain.
Riska and Rony (^_^) 10
Gejala

Biasanya lokasi pada daerah selangkangan atau sisi paha atas bagian dalam, dapat terjadi di
kedua paha atau di salah satu paha saja. Keluhan utama adalah rasa gatal yang dapat hebat. Lesi
berbatas tegas, tepi meninggi yang dapat berupa bintil-bintil kemerahan atau lenting-lenting
kemerahan, atau kadang terlihat lenting-lenting yang berisi nanah. Bagian tengah menyembuh
berupa daerah coklat kehitaman bersisik. Garukan terus-menerus dapat menimbulkan gambaran
penebalan kulit. Buah zakar sangat jarang menunjukkan keluhan, meskipun pemeriksaan jamur
dapat positif, hal yang berbeda dengan kandidiasis yang sering menunjukkan keterlibatan pada
buah zakar dan penis.

Pemeriksaan penunjang

Pada tinea kruris, bahan untuk pemeriksaan jamur sebaiknya diambil dengan mengerok tepi lesi
yang meninggi atau aktif. Khusus untuk lesi yang berbentuk lenting-lenting, seluruh atapnya
harus diambil untuk bahan pemeriksaan. Pemeriksaan mikroskopik (dengan menggunakan
mikroskop) secara langsung menunjukkan artrospora (hifa yang bercabang) yang khas pada
infeksi dermatofita.

Penatalaksanaan

Menghilangkan faktor penunjang sangat penting, misalnya mengusahakan daerah lesi selalu
kering dengan memakai baju yang menyerap keringat. Obat antijamur yang dioleskan adalah
terapi pilihan untuk lesi yang terbatas dan dapat dijangkau. Berbagai macam obat imidazol dan
alilamin tersedia dalam beberapa formulasi. Semuanya memberikan keberhasilan terapi yang
tinggi (70-100%) dan jarang ditemukan efek samping. Obat ini digunakan pagi dan sore hari
selama sekurang-kurangnya 2-4 minggu. Terapi dioleskan sampai 3 cm di luar batas lesi dan
diteruskan sekurang-kurangnya 2 minggu setelah lesi menyembuh.
Pengobatan dengan obat yang diminum diperlukan jika lesi luas atau gagal dengan pengobatan
topikal. Obat oral yang dapat digunakan adalah.

• griseofulvin microsized 500-1000 mg/hari selam 2-6 minggu, meskipun beberapa laporan
menunjukkan kemungkinan kasus kebal terhadap pengobatan
Riska and Rony (^_^) 10
• ketokonazol 200 mg/hari selama kurang lebih 4 minggu
• itrakonazol 100 mg/hari selama 2 minggu atau 200 mg/hari selama 1 minggu
• terbinafin 250 mg/hari selama 1-2 minggu

Mengobati atau menghilangkan sumber penularan merupakan hal penting untuk mencegah
penularan jamur kembali dan penyebaran lebih lanjut kepada manusia