Anda di halaman 1dari 20

PERCOBAAN TRIAXIAL

ASTM D 2850-87 (UU)


ASTMD 4767-88 (CU)
A. DASAR TEORI
Dewasa ini, uji geser triaksial adalah uji yang paling dapat diandalkan untuk
menentukan parameter tegangan geser. Uji ini telah digunakan secara luas untuk
keperluan pengujian biasa ataupun untuk keperluan riset.
Pada uji ini umumnya digunakan sebuah sampel tanah kira-kira berdiameter
1,5inch (38,1mm) da panjang 3 inch (76,2 mm). sampel tanah (=benda uji)
tersebut ditutup dengan membran karet yang tipis dan diletakkan di di dalam
sebuah bejana silinder dari bahan plastik ( atau juga gelas) yang kemudian bejana
tersebut diisi dengan air atau larutan gliserin. Di dalam bejana, benda uji tersebut
akan mendapat tekanan hidrostatis (catatan : untuk media penekan dapat juga
digunakan udara). Untuk menyebabkan terjadinya keruntuhan geser pada benda
uji, tegangan aksial (vertikal) diberikan melalui suatu piston vertikal (tegangan ini
biasanya juga disebut dengan deviator. Pembebanan arah vertikal dapat dibedakan
dengan dua cara :
1.

dengan

memberikan

beban

mati

yang

berangsur-angsur

ditambah

(penambahan setiap saat sama) sampai benda uji runtuh (deformasi arah
aksial akibata pembebanan ini diukur dengan sebuah arloji ukur/dial gage).
2.

dengan memberikan deformasi arah aksial (vertikal) dengan kecepatan


deformasi yang tetap dengan bantuan gigi-gigi mesin atau pembebanan
hidrolis. Cara ini disebut juga sebagai uji regangan terkendali.

Beban aksial yang diberikan diukur dengan bantuan sebuah proving ring
(lingkaran pengukur beban yang berhubungan dengan piston vertikal).
Juga alat ini dilengkapi dengan pipa-pipa untuk mengalirkan air ke dan dari
dalam sampel tanah dimana pipa-pipa tersebut juga berguna sebagai sarana
pengukur tegangan air pori (pada kondisi uji). Ada tiga tipe standar dari uji
triaksial yang biasa dilakukan.
Tiga tipe standar uji triaksial :
1. Consolidated-drained test atau drainade test (CD test)
2. Consolidated- undrained test (CU test)
3. Unconsolidated-undrained test atau Undrained test (UU test)
Pada praktikum kali ini hanya dilakukan uji Unconsolidated-Undrained(UU)
Pada uji air termampatkan tak terkonsolidasi, kita tidak diizinkan mengalirkan
air dari dan ke benda uji selama memberikan tekanan sel 3 . Benda uji tadi kita
uji sampai runtuh dengan deviator d , (di arah aksial) tanpa memperbolehkan
pengaliran air (dari dan ke dalam benda uji). Karena pengaliran air tidak dapat
terjadi di kedua tahap tersebut, maka uji ini dapat diselesaikan dengan cepat.
Karena adanya tegangan sel (=tegangan penyekap) 3 tegangan air pori di dalam
benda uji tanah tersebut akan naik menajdi U c ( U at consolidation). Kemudian
tegangan pasir pori ini akan naik lagi sebesar U d akibat dari pemberian
tegangan deviator. Jadi, teganagn total air pori di dalam benda uji pada tahap
pemberian tegangan deviator adalah :
U U c U d

Jika U c B 3 dan U d A d
Jadi :
U B 3 A. 4 B 3 A( 1 3 )

Pada umumnya, pengujian ini kita lakukan dangan sampel tanah lempung,
dan uji ini menyajikan konsep kekuatan geser tanah yang sangat penting untuk
tanah berkohesi yang jenuh air. Tambahkan tegangan aksial pada saat tanah
mencapai keruntuhan ( d ) f akan praktis selalu sama besarnya, berapapun
besarnya harga tegangan cell(sel) yang ada. Garis keruntuhan untuk tegangan
total dari lingkaran-lingkaran tegangan Mohr berbentuk garis horizontal dan
disebut sebagai garis 0 dan f C u .
Seperti dijelaskan , tujuan utama dari percobaan ini adalah untuk menentukan
parameter dari kekuatan geser seperti diberikan pada persamaan Coulomb
dimana:
= c. tan
Dimana:
= Kekuatan geser
C = Kohesi
= Tegangan antara partikel tanah (total atau efektif)
= Sudut geser dalam derajat

Bila bentuk persamaan di atas dapat diubah dalam bentuk tegangan efektif, maka:
= c. (-u) tan
Dimana c dan adalah parameter kekuatan tanah efektif. Harga tegangan
tanah efektif umumnya dianggap sebagai parameter kekuatan yang sebenarnya.

Percobaan triaxial memungkinkan mita menyelidiki kekuatan tanah dalam


beberapa kekuatan sesuai dengan jenis tanah. Untuk tanah pasir, ada dua keadaan
yang diselidiki, yaitu Consolidated Drained (CD) dan Consolidated Undrained
(CU).

Sedangkan

untuk

tanah

lempung,

keadaan

yang

diselidiki

adalah

Unconsolidated Undrained (UU), Consolidated Undrained (CU) dan Consolidated


Drained (CD).
Keadaan Undrained didapat dengan cara menutup saluran pembuangan air
sehingga tidak memungkinkan terjadinya air di dalam tanah selama percobaan.
Keadaan Drained terjadi apabila air dapat keluar dari sel percobaan sehingga
tekanan air dalam sel menjadi minimal. Percobaan triaxial terjadi dalam keadaan
Drained dapat berlangsung selama seminggu, dengan demikian jarang sekali
orang melakukan keadaan Drained, terutama untuk tanah butir halus. Oleh karena
itu, buku ini hanya menerangkan percobaan triaxial dalam keadaan Undrained
saja.
Jenis- jenis percobaan triaxial dapat dibedakan dengan cara membuka dan
menutup saluran- saluran yang ada (Gb. 1).
1. Unconsolidated Undrained (UU), menempatkan contoh tanah dalam
membran ke dalam sel dengan saluran A dan B tertutup. Pada saat itu, batu
pori dan saluran A dan B penuh air. Berikan tekanan dalam sel dilanjutkan
dengan percobaan beben dan deformasi seperti pada percobaan kuat tekan
bebas. Harga c dan didapat dari derajat kejenuhan contoh tanah.
Sebaiknya dilakukan pada tanah lemung dengan derajat kejenuhan
mendekati 100 %. Percobaan ini tak dapat dilakukan pada tanah butir
kasar (pasir).
2. Consolidated Undrained (CU), dilakukan setelah tanah mengalami
konsolidasi akibat tekanan dalam sel dari saluran A dan B terbuka. Selama

konsolidasi volumr tanah akan berkurang, maka harus diberikan tambahan


air dalam sel. Sampai melakukan konsolidasi bila tidak diperlukan
penambahan dalam suatu waktu tertentu. Konsolidasi A dan B ditutup
(tetap penuh air) setelah proses konsolidasi. Beban diberikan dan mulailah
percobaan beban dan deformasi seperti pada percobaan kuat tekan bebas.
Ada dua jenis konsolidasi yang dapat dilakukan terhadap contoh tanah
yaitu isotropic dan anisotropic. Konsolidasi isotrpic apabila tekanan
konstan dari segala arah. Hal ini dilakukan dengan memasukkan contoh
tanah dalam keadaan siap ke dalam sel triaxial dan memberi tekanan sel
sebesar 2-5 N/m2. konsolidasi anisotropic dilakukan dengan mengikuti
keadaan tanah insitu, dimana tekana literal tidak sam dengan tekanan
tanah vertical.
3. Consolidated Drained Test (CD) atau slow-test. Dalam percibaan ini
saluran A dibuka dan konsolidasi dilakukan pada percobaan CU. Pada
akhir konsolidasi, saluran dibiarkan terbuka dan beban diberikan sedikit
demi sedikit. Pembacaan dilakukan seperti pada percobaan kuat tekan
bebas. Untuk tanah kohesif setengah jenuh sampai jenuh, angka
Poisson=0,35-0,5.
Pada umumnya hasil percobaan triaxial lebih baik daripada percobaan kuat
tekan bebas.

B. TUJUAN

Untuk metoda kekuatan geser tanah c dan dan modulus kekakuan es serta
bilangan poisson c dari tanah butir kasar dan tanah kohesif.
C. PERALATAN
1. Mesin penekan (dikontrol dengan regangan)
2. Sel triaxial
3. Tempat contoh tanah, membrane karet, alat untuk menarik membran, strip
karet dan batu pori.
4. Pompa vakum dengan tekanan udara dengan indicator yang diperlukan.
5. Kaliber
6. Alat untuk mentrim contoh tanah

D. HASIL PERCOBAAN
A. Parameter kekuatan geser tanah (c dan )
1. Untuk tanah kering (kohesif maupun non kohesif), percobaan UU, CU dan
CD akan memberikan hasil yang sama.
2. Untuk percobaan tanah kohesif setengah jeniuh maupun jenuh, maka
percobaan CD menghasilkan harga yang sama dengan tanah kering.
3. Untuk percobaan tanah kohesif yang jenuh, percobaan UU menghasilkan
= 0, percobaan CU menghasilkan yang sangat kecil, dan c = 0 untuk
percobaan CD. Harga- harga ini akan tergantung apakah tanah itu
terkonsolidasi atau tidak.
4. Untuk tanah kohesif setengah jenuh, hasil percobaan tergantung dari
derajat kejenuhan.

B. Parameter elastis dan (modulus tan dan angka Poisson)

Modulus yang dihasilkan biasanya sangat rendah. Sedangkan angka Poisson


sebaiknya diperkirakan saja. Untuk tanah yang non kohesif dan tanah kohesif
yang kering, angka Poisson adalah 0,25-0,4. Untuk tanah kohesif yang setengah
jenuh sampai jenuh, angka Poisson adalah 0,35-0,5.
Pada umumnya hasil percobaan triaxial lebih baik daripada percobaan
kuat tekan bebas.
E. KEPERLUAN PERCOBAAN
Untuk tanah non kohesif, diperlukan paling sedikit dua percobaan pada
tekanan sel yang berbeda. Sedangkan untuk tanah kohesif diperlukan paling
sedikit tiga percobaan.
Beban axial (didapat dengan cara yang sama dengan percobaan kuat tekan
bebas) pada suatu defirmasi disebut tekanan deviator (1-2). Beban ini diplot
sebagai ordinat sedangkan regangan sebagai absis. Dari kurva didapat tegangan
deviator maksimum atau tegangan deviator pada regangan 15 %, dua atau tiga
kurva dapat diplot pada grafik yang sama. Es didapat dari sudut awal setiap kurva,
sedangkan angka Poisson diperkirakan sesuai dengan jenis dan keadaan tanah.
Tegangan maksimum (disebut juga tegangan puncak)untuk setiap percobaan
kemudian digunakan untuk memplot Lingkaran Mohr untuk mendapatkan
parameter kekuatan geser tanah.
F. RANGKAIAN KERJA
A. Tanah Non Kohesif (pasir)
1. Letakkan plat dasr pada dasr sel. Rekatkan karet pada pelat dasr dengan
strip karet atau gelang karet. Untuk menghasilkan sambungan kedap air,
pelat dasar disambungkan dengan lemak silicon sebelum menyambungkan
membran. Salah anggota grup mengukur ketebalan membrane sehingga
luas contoh tanah dapt diketahui secara lebih akurat. Letakkan batu pori
pada pelat dasar. Batu pori harus dijenuhkan sebelum digunakan.

2. Timbang pasir kering dan tentukan kepadatannya sehingga percobaan


lanjutan dapat dilakukan pada kepadatan yang sama.
3. Letakkan contoh tanah (mold) di sekeliling membrane karet dan lipatkan
membrane di atas mold. Untuk ini diginakan alat penarik membrane
khusus. Lalu divakum sehingga membrane melekat pada dinding mold.
Untuk penarikan mold digunakan kertas filter antara mold dan membrane.
4. Masukkan pasir dengan hati- hati ke dalam membrane. Masukkan pasir
dalam beberapa lapisan dan pukul-pukul dengan hati-hati untuk mencapai
kepadatan yang diinginkan. Kepadatan dapat juga dilakukan dengan
mengalirkan air dari bawah (saluran A), masukkan pasir sampai
kedalaman tertentu, tutup saluran A kemudian dipadatkan. Lakukan
sampai tercapai tinggi sample.
5. Letakkan batu pori atas (dalam keadaan basah), kemudian letakkan plat
atas. Plat dapat diolesi oli untuk mendapatkan lapisan yang kedap air.
Tarik membrane sehingga menutupi plat atas dan diikat dengan gelang
karet.
6. Sambungkan tabung dari plat atas ke vakum (B). Tutup saluran A pada
dasar sel dan vakum dengan tekanan 200-250 mm Hg.
7. Lepaskan mold dan periksa membrane apakah ada kebocoran. Bila ada
maka sample harus dibuat kembali.
8. Ukur tinggi sample di tiga tempat dan gunakan harga rata-rata untuk
mendapatkan L0. Ukur diameter sample di tiga tempat dengan
menggunakan kaliber. Tentukan daiameter rata-rata.
dratarata - 2dtengah - dbawah
4
Drata-rata=

Tentukan A0 berdasarkan drata-rata.


1. Letakkan silinder Lucite pada dasar sel. Pastikan bahwasambungansambungan dalam keadaan baik dan tidak ada kebocoran. Letakkan sel pada

mesin penekan kontak antara torak beban dan sel menghasilkan beban tidak
lebih dari 0,5 kg (5 N).
2. Berikan tekanan sel 3 dan pada saat yang sama kurangi vakum pada bagian
dalam sample sehingga mencapai 0. Dengan vakum pada B tertutup rapat,
buka saluran A dan periksa apakah ada udara yang keluar di bawah tekanan.
Bila ada udara yang keluar, hentikan percobaan, karena hal itu menunjukkan
adanya kebocoran.
Pada saat tekanan sel diberikan maka tekanan yang dicatat pada mesin
menjadi negative, maka letak beban harus diset lagi sehingga jarum
menunjukkan angka 0,5 kg. Setelah semua pekerjaan persiapan selesai, jarum
beban (DMV) diset lagi menjadi 0 dengan hati-hati.
1. Bila kejenuhan sample diperlukan maka buka saluran A dan B sampai
kejenuhan yang diinginkan terpenuhi. Tekanan vakum yang cukup rendah
dapat diberikan untuk mempercepat proses penjenuhan.
Sebagai alternative suatu tekanan yang dibesut back pressure sebesar 3/2
dapat diberikan pada reservoir sample. Yakinkan bahwa selama proses
penjenuhan torak beban tetap berada dalam posisi yang memberikan beban
kira-kira 0,5 kg.
2. Sambungkan alat pengukur deviasi dengan ketelitian 0,01 mm/div. pada mesin
sehingga deviasi sample dapat diukur. Periksa bila dial menunjukkan angka 0.
3. Periksa apakah mesin telah diset pada kecepatan regangan yang telah
ditentukan (misalnya 0,5 atau 1,25 mm/menit).
4. Hidupkan mesin penekan dan ambil pembacaan beban dan deformasi secara
bersamaan. Pembacaan dilakukan pada 5, 15, 25, 50 dan setiap 50 dan
100divisi pembacaan selanjutnya sampai:
a. Tegangan puncak tercapai
b. Regangan mencapai lebih dari 15 %
c. Beban konstan pada 3 & 4 pembacaan yang berurutan.

Periksa teakanan sel secara tertur dan jangan biarkan tekanan sel bervariasi
lebih dari 0,05 kg/cm2 (5 kpa).
1. Bila sample telah mengalami keruntuhan, atau bila tegangan 15 % telah
tercapai, matikan mesin dan lepaskan tekanan sel. Lepaskan peralatan
deformasi dan lepaskan sel triaxial dari mesin.
2. Siapkan sample yang baru untuk percobaan selanjutnya dan lakukan langkah
1-15.
B. Tanah Kohesif (lempung)
Walaupun percobaan untuk tanah pasir dapat dilakukan dengan cepat, tetapi
untuk keperluan belajar, tanah kohesif yang terdiri dari campuran dari campuran
dari tanah lempung dan pasir yang tidak jenuh dan dipadatkan (remolded)
merupakan pilihan yang baik. Contoh tanah dapat dipersiapkan dengan mudah
dan parameter kekuatan geser tanah dipersiapkan dengan mudah. Tanah harus
mengandung kadar air yang cukupdan pemadatan dapat dilakukan dalam 3
lapisan dengan 20,25 dan 30 pukulan per lapis.
1. Siapkan dua atau tiga sample dengan perbandingan L/d yang sesuai.
2. Untuk membrane yang dipadatkan, gunakan saja ukuran mold.
3. Ambil membrane pada ukuran yang sesuai dan letakkan pada alat penarik
membrane. Lipat ujung-ujungnya pada ujung alat penarik vakum. Kalau
tidak ada kebocoran maka membrane akan terbentuk dengan baik di dalm
alat penarik tersebut.
4. Masukkan contoh tanah pada membrane, bagian dalm membrane dapat
diolesi perrolium jelli, bubuk Teflon atau air saja untuk memudahkan
memasukan sample.
5. Sambungkan contoh tanah dengan plat bawah dengan menyelubungkan
sisa membrane dan mengeratkan sambungan dengan karet gelang. Olesi
karet tersebut dengan oli silikon untuk mendapatkan sambungan yang
baik. Letakkan plat atas dengan batu pori. Batu pori harus jenuh air atau
setidaknya basah. Plat atas dapat diolesi oli untuk mendapatkan lapisan

yang kedap air. Tarik membrane hingga menutupi plat atas dan diikatkan
dengan gelang karet.
6. Lepaskan alat penarik membrane dan hubungkan sample pada dasar sel
triaxial. Lakukan sangat hati-hati sehingga tidak mengakibatkan kerusakan
sample.
7. Sambungkan plat atas pada sambungan vakum, tetapi jangan diberikan
tekanan. Bila akan dilakukan percobaan CU, maka alirkan air ke dalam
dan keluar sample. Kemudian tutup saluran air ke dalam sample, tapi
biarkan saluran vakum tetap terbuka. Yakinkan saluran-saluran batu pori
pada plat atas semuanya dalam keadaan jenuh air.
8. Letakkan penutup Lucite pada sel dan letakkan sel triaxial pada mesin
penekan. Tempatkan beban pada sel sampai dialnya bergerak sedikit (tidak
lebih dari 0,5 kg).
9.

Berikan tekanan sel 3untuk percobaan CU, amati pengaliran air keluar
sample. Bila tidak ada aliran maka lanjutkan sampai langkah 11.

Saluran keluar dapat disalurkan pada suatu burrete. Bila level air konstan
maka proses konsolidasi dinyatakan selesai.
1. Bila kejenuhan sample diperlukan, maka buka saluran A dan B sampai
kejenuhan yang diinginkan terpenuhi. Jangan memberikan tekanan vakum
untuk mempercepat proses penjenuhan, karena pengaruhnya justru akan
memperlambat proses karena permeabilitas tanah kohesif yang rendah.
2. Bila contoh tanah telah jenuh dan diperlukan untuk mengukur perubahan
volume, maka buka saluran-saluran yang diperlukan untuk memenuhi
saluran tersebut dengan air, kemudian tutup saluran pengeluaran dengan
cepat. Buka saluran kea rah burret sehingga perubahan saluran dapat
dibaca.
3. Periksa apakah mesin telah diset pada kecepatan regangan yang telah
ditentukan (misalnya 0,5 atau 1,25 mm/menit).

4. Hidupkan mesin penekan dan ambil pembacaan beban dan deformasi


secara bersamaan. Pembacaan dilakuakn pada 5, 15, 25 dan setiap 50 dan
100 divisi pembacaan selanjutnya sampai:
a. Tegangan puncak tercapai
b. Regangan mencapai >15 %
c. Beban konstan pada 3 dan 4 pembacaan yang berurutan.
Periksa tekanan sel secara teratur dan jangan biarkan tekanan sel bervariasi
lebih dai 0,005 kg/cm2 (5 kpa).
1. Bila sample telah mengalami keruntuhan, atau bila regangan 15 % telah
tercapai, matikan mesin penekan dan lepaskan tekanan sel. Lepaskan
peralatan deformasi dan lepaskan sel triaxial dari mesin. Bersihkan sel dan
mesin.
2. Siapkan sample yang baru untuk percobaan selanjutnya dan lakukan
langkah kerja 1-15.

Percobaan Triaxial

Proyek

Dikerjakan Oleh

Lokasi

Tanggal dikerjakan :

Bor No

Kedalaman :
Dimensi Contoh Tanah
Jenis Tanah

cm

Derajat kejenuhan

Diameter contoh

cm

Berat isi

Luas contoh

cm2

Kadar air

Tinggi contoh

cm

Loading rate

Volume contoh

cm3

Loading ring constant :

P1

= 1 kg/cm 2

P 2 = 1,5kg/cm 2

P3

= 2 kg/cm 2

Contoh Perhitungan

Beban

: 1 Kg/cm

Pada Cycle (menit)

: 0,5

Pembacaan arloji regangan : 433


Beban (P)

: 46

Perubahan Tinggi Pembacaan arloji regangan x


433 x

1
1000

1
1000

0,433

Regangan

l
x100%
lo
0,433
x100%
76

0,569 %

Faktor Koreksi (Fk)

1
1

0,569 1,006
11100
100

Luas Terkoreksi = A x Fk = 11,3411x 1,006 = 11,4091

Tegangan Deviator

Tegangan Normal = 1 + Tegangan Deviator

P
46

4,0319
Lc 11,4091

= 1 + 4,0319
= 5,0319
Beban

: 1,5 Kg/cm

Pada Cycle (menit)

: 0,5

Pembacaan arloji regangan : 392


Beban (P)

: 34

Perubahan Tinggi Pembacaan arloji regangan x


392 x

1
1000

1
1000

0,392

Regangan

l
x100%
lo
0,392
x100%
76

0,516 %

Faktor Koreksi (Fk)

1
1

0,516 1,005
11100
100

Luas Terkoreksi = A x Fk = 11,398 x 1,005 = 11,398

Tegangan Deviator

Tegangan Normal = 1 + Tegangan Deviator

P
34

2,983
Lc 11,398

= 1 + 2,983
= 3,983

Beban

: 2 Kg/cm

Pada Cycle (menit)

: 0,5

Pembacaan arloji regangan : 330

Beban (P)

: 50

Perubahan Tinggi Pembacaan arloji regangan x


330 x

1
1000

1
1000

0,333

Regangan

l
x100%
lo
0,33
x100%
76

0,434 %

Faktor Koreksi (Fk)

1
1

0,434 1,004
11100
100

Luas Terkoreksi = A x Fk = 11,386 x 1,004 = 11,386

Tegangan Deviator

Tegangan Normal = 1 + Tegangan Deviator

P
50

4,391
Lc 11,38

= 1 + 4,391
= 5,391

Untuk 3 1 Kg/cm2
(1 - 3) max

= 5,4456

(1 - 3) max = 2,7228

Untuk 3 1,5 Kg/cm2


(1 - 3) max

= 6,828

(1 - 3) max = 3.414
Untuk 3 2 Kg/cm2
(1 - 3) max

= 8,454

(1 - 3) max

= 4,227

Tabel Lingkaran Mohr


Lingkaran

Tegangan Deviator

Tekanan (Kg/cm2)
3

3 + 2

(1 - 3) max
Y1
Y2
Y3
0
2,72
0

X1
1

X2
3,72

X3
6,45

3,41

1,5

4,91

8,33

3
X
Y

4,23

2
3,72

6,23
4,91

10,45
6,23

2,72

3,41

4,23

Mohr

Gambar Alat