Anda di halaman 1dari 458

PRA RANCANGAN PABRIK

PEMBUATAN N-BUTIRALDEHID DARI PROPILEN DAN GAS


SINTESIS
DENGAN KATALIS RHODIUM MELALUI PROSES OXO-REACTION
DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 21.000 TON/TAHUN

TUGAS AKHIR

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan


Ujian Sarjana Teknik Kimia

Oleh :

DENI MARDAYANI
040405042

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2009
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

KATA PENGANTAR
Puji Syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT karena atas kehendak dan
rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir yang berjudul PraRancangan Pabrik Pembuatan n-Butiraldehid dari Propilen dan Gas Sintesis
dengan Katalis Rhodium melalui Proses Oxo-Reaction dengan Kapasitas
Produksi 21.000 ton/tahun. Tugas akhir ini disusun untuk melengkapi salah satu
syarat mengikuti ujian sarjana di Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik,
Universitas Sumatera Utara.
Dalam kesempatan ini penulis ingin berterima kasih dan bersimpuh di kaki
kedua orang tua (Ayah dan Ibu) penulis atas segala doa dan jerih payahnya yang
takkan terbalas sampai kapanpun. Tugas akhir ini mengkin tidak akan selesai tanpa
bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu, atas selesainya tugas akhir ini
izinkanlah penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Ir. M. Yusuf Ritonga, MT selaku Dosen Pembimbing I sekaligus sebagai
Dosen Penguji I yang telah banyak membimbing dan memberi masukan
selama menyelesaikan tugas akhir ini.
2. Ibu Maulida, ST, M.Sc selaku Dosen Pembimbing II yang telah membimbing
dan memberi masukan selama menyelesaikan tugas akhir ini.
3. Bapak Dr. Eng. Ir. Irvan, MT selaku Dosen Penguji II sekaligus sebagai
Koordinator Tugas Akhir Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik USU.
4. Bapak Ir. Syahrul Fauzi Siregar, MT, selaku Dosen Penguji III atas saran dan
masukannya dalam perbaikan tugas akhir ini.
5. Ibu Ir. Renita Manurung, MT, selaku Ketua Departemen Teknik Kimia Fakultas
Teknik USU.
6. Seluruh Bapak dan Ibu Staff pengajar di Departemen Teknik Kimia, Fakultas
Teknik USU.
7. Kak Sri, Pak Sutiyono, Buk Pono, dan seluruh pegawai Departemen Teknik
Kimia, Fakultas Teknik USU, terima kasih atas segala bantuannya.
8. Abang dan Kakakku tercinta (Bang Pul, Uni, dan Aci), terima kasih atas segala
perhatian, doa, nasehat, motivasi serta kasih sayang yang amat besar yang telah
diberikan kepada penulis.
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

9. Kak Juli dan Bang Fiqih atas doa dan motivasi yang telah diberikan.
10. Amak One, Amak Taek, Mama, Cak ni, Elok, Tek En, Ni Rat, Ni Vera dan
semua keluarga besar yang ada di Padang dan Pekanbaru yang telah banyak
memberikan motivasi kepada penulis.
11. Orang yang selalu ada disamping penulis, Andriza, yang tak pernah bosannya
memberikan semangat, doa, motivasi kepada penulis, dan untuk segala
pengertiannya.
12. Idel, patner sekaligus teman seperjuangan di Teknik Kimia yang telah banyak
membantu dalam meyelesaikan tugas akhir ini.
13. Teman di sepanjang malamku selama hampir 5 tahun, Indah Yono, terima kasih
atas motivasi, kebersamaan, bantuan, dan pengertiannya selama ini.
14. Bobby, teman terbaikku selama di Teknik Kimia.
15. Suden, Indah, Welly, Kiki, Wahid, Zulfikar, Novita, Mala, Baharin, Titi, Heni,
Joas, Daniel, dan teman-teman Stambuk 04 yang tidak bisa disebutkan satu
persatu, atas segala doa, bantuan, dan masukannya.
16. Uni Merina, Bang Nirza, Kak Hany, Bang Ajih, Uni Meli, Kak Inur, Bang Pipin,
Bang Dudi, Bang Wayan, dan semua abang, kakak, dan adik-adik di Teknik
Kimia yang telah banyak membantu penulis.
17. Bang Teguh, Mei, Tika dan semua teman-teman OJT PT Inalum angkatan 3 yang
tidak bisa disebutkan satu persatu, atas informasi dan motivasi yang diberikan.
18. Teman-teman sepermainan penulis, Montana, Elvi, Fery, Digo, da Riki, da Idris.
19. Serta seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari dalam penyusunan tugas akhir ini masih banyak terdapat
kekurangan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan saran dan kritik dari
pembaca yang konstruktif demi kesempurnaan penulisan tugas akhir ini. Akhir
kata, penulis berharap dapat mengaplikasikan ilmu yang selama ini penulis
peroleh bagi masyarakat dan semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca semua.
Medan,

Maret 2009
Penulis

Deni Mardayani
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

INTISARI
Pembuatan n-butiraldehid ini dibuat melalui proses hidroformilasi atau oxo
reaction. Pabrik ini direncanakan akan berproduksi dengan kapasitas 21.000
ton/tahun dan beroperasi selama 330 hari dalam setahun. Pendirian pabrik ini
diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor.
Lokasi pabrik direncanakan dibangun di daerah Asahan, Sumatera Utara
dengan luas areal 23.914 m2. Pemilihan lokasi dikarenakan tempat tersebut
merupakan tempat industri dan dekat dengan perolehan bahan baku. Tenaga kerja
yang dibutuhkan berjumlah 197 orang dengan bentuk badan usaha Perseroan
Terbatas (PT) yang dipimpin oleh seorang direktur utama dengan struktur organisasi
bentuk garis.
Hasil analisa ekonomi pabrik n-butiraldehid adalah sebagai berikut :

Total Modal Investasi

: Rp 151.405.672.277,-

Total Biaya Produksi

: Rp 254.221.839.880,-

Hasil Penjualan

: Rp 375.379.199.227,-

Laba Bersih

: Rp 82.871.633.793,-

Profit Margin (PM)

: 30,66 %

Break Event Point (BEP)

: 40,72 %

Return of Investment (ROI)

: 26,76 %

Pay Out Time (POT)

: 3,74 tahun

Return on Network (RON)

: 44,59 %

Internal Rate of Return (IRR)

: 38,91 %

Dari hasil analisa aspek ekonomi yang telah dilakukan, maka dapat
disimpulkan bahwa pabrik pembuatan n-butiraldehid ini layak untuk didirikan.

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................

INTISARI ...................................................................................................

ii

DAFTAR ISI ...............................................................................................

iii

DAFTAR GAMBAR ..................................................................................

DAFTAR TABEL .......................................................................................

vi

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................

I-1

1.1 Latar Belakang ............................................................................

I-1

1.2 Rumusan Masalah .......................................................................

I-3

1.3 Tujuan Pra Rancangan Pabrik ......................................................

I-4

1.4 Manfaat Perancangan...................................................................

I-4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA .................................................................

II-1

2.1 Aldehid........................................................................................

II-1

2.2 Butiraldehid .................................................................................

II-2

2.3 Kegunaan Butiraldehid ................................................................

II-2

2.4 Sifat Reaktan, Produk, dan Bahan Pembantu ...............................

II-4

2.5 Pemilihan Proses .........................................................................

II-11

2.6 Destilasi ......................................................................................

II-12

2.7 Deskripsi Proses ..........................................................................

II-21

BAB III NERACA MASSA ........................................................................

III-1

BAB IV NERACA ENERGI.......................................................................

IV-1

BAB V SPESIFIKASI PERALATAN ........................................................

V-1

BAB VI INSTRUMENTASI DAN KESELAMATAN KERJA ...............

VI-1

6.1 Instrumentasi ...............................................................................

VI-1

6.2 Keselamatan Kerja Pabrik............................................................ VI-13


BAB VII UTILITAS ................................................................................... VII-1
7.1 Kebutuhan Uap ............................................................................ VII-1
7.2 Kebutuhan Air ............................................................................. VII-2
7.3 Kebutuhan Bahan Kimia .............................................................. VII-12
7.4 Kebutuhan Listrik ........................................................................ VII-13
7.5 Kebutuhan Bahan Bakar .............................................................. VII-13
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

7.6 Unit Pengolahan Limbah ............................................................. VII-15


7.7 Spesifikasi Peralatan Utilitas ....................................................... VII-23
BAB VIII LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK .................................. VIII-1
8.1 Landasan Teori ............................................................................ VIII-1
8.2 Lokasi Pabrik .............................................................................. VIII-1
8.3 Tata Letak Pabrik ........................................................................ VIII-4
8.4 Perincian Luas Tanah ................................................................. VIII-9
BAB IX ORGANISASI DAN MANAJEMEN PERUSAHAAN ..............

IX-1

9.1 Organisasi Perusahaan ................................................................

IX-1

9.2 Manajemen Perusahaan ...............................................................

IX-9

9.3 Badan Usaha................................................................................ IX-13


9.4 Uraian Tugas, Wewenang Dan Tanggung Jawab ......................... IX-18
9.5 Tenaga Kerja dan Jam kerja ........................................................ IX-22
9.6 Sistem Penggajian ....................................................................... IX-24
9.7 Kesejahteraan Tenaga Kerja ........................................................ IX-26
BAB X ANALISA EKONOMI ...................................................................

X-1

10.1 Modal Investasi .........................................................................

X-1

10.2 Biaya Produksi Total (BPT)/ Total Cost (TC) ............................

X-4

10.3 Total Penjualan (Total Sales) .....................................................

X-5

10.4 Perkiraan Rugi/ Laba Usaha.......................................................

X-5

10.5 Analisa Aspek Ekonomi ............................................................

X-5

BAB XI KESIMPULAN .............................................................................

XI-1

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................

ix

LAMPIRAN A PERHITUNGAN NERACA MASSA


LAMPIRAN B PERHITUNGAN NERACA PANAS
LAMPIRAN C PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERALATAN
LAMPIRAN D PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERALATAN UTILITAS
LAMPIRAN E PERHITUNGAN ASPEK EKONOMI

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Sebuah Aldehid .........................................................................

II-1

Gambar 2.2 Reaksi Oksidasi Aldehid ...........................................................

II-1

Gambar 2.3 Struktur Molekul Butiraldehid ..................................................

II-2

Gambar 2.4 Kegunaan Butiraldehid .............................................................

II-3

Gambar 2.5 Turunan Senyawa n-Butiraldehid dan i-Butiraldehid .................

II-4

Gambar 2.6 Konsumsi Dunia Terhadap Oxo Chemical Reaction ..................

II-11

Gambar 2.7 Flooded Trays ...........................................................................

II-16

Gambar 2.8 Tinggi Permukaan Cairan pada Dasar Kolom ............................

II-17

Gambar 2.9 Reaksi Pembentukan n-Burtiraldehid ........................................

II-22

Gambar 2.10 Blok Diagram alir Proses Pembuatan n-Butiraldehid ...............

II-24

Gambar 6.1 Diagram balok Sistem Pengendalian Feedback .........................

VI-4

Gamabr 6.2 Loop Pengendalian ....................................................................

VI-2

Gambar 6.3 Instrumentasi Tangki Bahan Baku .............................................

VI-8

Gambar 6.4 Instrumentasi Tangki Cairan .....................................................

VI-8

Gambar 6.5 Instrumentasi Expander ............................................................

VI-9

Gambar 6.6 Instrumentasi Cooler .................................................................

VI-9

Gambar 6.7 Instrumentasi Reaktor ............................................................... VI-10


Gambar 6.8 Instrumentasi Kondensor .......................................................... VI-10
Gambar 6.9 Instrumentasi Separator ............................................................. VI-11
Gambar 6.10 Instrumentasi Hydrocyclone .................................................... VI-11
Gambar 6.11 Instrumentasi Akumulator ....................................................... VI-11
Gambar 6.12 Instrumentasi Kolom Destilasi ................................................ VI-12
Gambar 6.13 Instrumentasi Reboiler ............................................................ VI-12
Gambar 6.14 Instrumentasi Pompa ................................................................ VI-13
Gambar 7.1 Blok Diagram Alir Proses Utilitas ............................................. VII-35
Gambar 8.1 Tata Letak Pabrik Butiraldehid ................................................. VIII-11
Gambar 9.1 Struktur Organisasi Garis ..........................................................

IX-4

Gambar 9.2 Struktur Organisasi Fungsional .................................................

IX-6

Gambar 9.3 Struktur Organisasi Garis dan Staf ............................................

IX-7

Gambar 9.4 Struktur Organisasi Pabrik n-Butiraldehid ................................. IX-28


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Gambar LE.1 Grafik BEP Pabrik Pembuatan n-Butiraldehid ......................... LE-30

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Data Statistik Kebutuhan Butiraldehid di Indonesia .......................

I-1

Tabel 1.2 Data Perkiraan Kebutuhan Butiraldehid untuk Tahun 2007-2010 ...

I-2

Tabel 1.3 Data Statistik Impor Propilen Indonesia Tahun 2008 .....................

I-3

Tabel 1.4 Data Statistik Butanol Indonesia Tahun 2006 ................................

I-3

Tabel 2.1 Sifat Fisika Butiraldehid ...............................................................

II-10

Tabel 3.1 Neraca Massa Reaktor ...................................................................

III-1

Tabel 3.2 Neraca Massa Separator Propilen ..................................................

III-2

Tabel 3.3 Neraca Massa Separator Tekanan Rendah .....................................

III-2

Tabel 3.4 Neraca Massa Separator Katalis.....................................................

III-3

Tabel 3.5 Neraca Massa Kolom Destilasi ......................................................

III-3

Tabel 3.6 Neraca Massa Kondensor ..............................................................

III-3

Tabel 3.7 Neraca Massa Reboiler ..................................................................

III-4

Tabel 4.1 Neraca Energi Pada Reaktor ..........................................................

IV-1

Tabel 4.2 Neraca Energi Pada Cooler I .........................................................

IV-1

Tabel 4.3 Neraca Energi Pada Separator Propilen .........................................

IV-1

Tabel 4.4 Neraca Energi Pada Cooler II ........................................................

IV-2

Tabel 4.5 Neraca Energi Pada Separator Tekanan Rendah.............................

IV-2

Tabel 4.6 Neraca Energi Pada Pada Cooler III ..............................................

IV-2

Tabel 4.7 Neraca Energi Pada Heater............................................................

IV-2

Tabel 4.8 Neraca Energi Pada Kondensor .....................................................

IV-3

Tabel 4.9 Neraca Panas Pada Reboiler ..........................................................

IV-3

Tabel 4.10 Neraca Energi Pada Cooler IV ....................................................

IV-3

Tabel 4.11 Neraca Energi Pada Cooler V .....................................................

IV-3

Tabel 7.1 Kebutuhan Air Pendingin ............................................................. VII-2


Tabel 7.2 Kebutuhan Air Untuk Berbagai Keperluan ................................... VII-4
Tabel 7.3 Kualitas Air Sungai Silau, Asahan ................................................ VII-5
Tabel 7.3 Perincian Kebutuhan Listrik ......................................................... VII-13
Tabel 8.1 Perincian Luas Area Pabrik .......................................................... VIII-9
Tabel 8.2 Keterangan Gambar ....................................................................... VIII-12
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tabel 9.1 Jumlah Tenaga Kerja Beserta Tingkatan Pendidikannya ............... IX-22
Tabel 9.2 Jadwal Kerja Karyawan Shift ........................................................ IX-24
Tabel 9.3 Gaji Karyawan ............................................................................. IX-25
Tabel LA.1 Neraca Massa Reaktor ................................................................

LA-5

Tabel LA.2 Neraca Massa Separator Propilen ...............................................

LA-8

Tabel LA.3 Neraca Massa Separator Tekanan Rendah .................................. LA-10


Tabel LA.4 Neraca Massa Pemisah Katalis ................................................... LA-11
Tabel LA.5 Neraca Massa Kolom Destilasi ................................................... LA-14
Tabel LA.6 Komponen Konstanta Antoine ................................................... LA-14
Tabel LA.7 Suhu Umpan Masuk Kolom Destilasi ........................................ LA-15
Tabel LA.8 Titik Embun Kolom Destilasi .................................................... LA-15
Tabel LA.9 Titik Gelembung Kolom Destilasi ............................................. LA-15
Tabel LA.10 Omega Point Kolom Destilasi ................................................. LA-16
Tabel LA.11 Perhitungan RDM ...................................................................... LA-16
Tabel LA.12 Neraca Massa Kondensor ........................................................ LA-18
Tabel LA.13 Merca Massa Reboiler ............................................................. LA-18
Tabel LB.1 Data Kapasitas Panas Gas (J/mol K) ...........................................

LB-1

Tabel LB.2 Data Kapasitas Panas Cairan (J/mol K) .......................................

LB-2

Tabel LB.3 Data Panas Latent (J/mol) ...........................................................

LB-2

Tabel LB.4 Panas Pembentukan ....................................................................

LB-2

Tabel LB.5 Tekanan Uap Antoine (kPa) ln P = A (B/(t+C)) .......................

LB-2

Tabel LB.6 Data Steam Air Pendingin yang Digunakan ...............................

LB-3

Tanel LB.7 Neraca Panas Masuk Reaktor ....................................................

LB-4

Tabel LB.8 Neraca Panas Masuk Reaktor Komponen Propilen ....................

LB-4

Tabel LB.9 Neraca Panas Keluar Reaktor ....................................................

LB-5

Tabel LB.10 Panas Reaksi Akibat Perubahan Tekanan .................................

LB-5

Tabel LB.11 Neraca Panas Masuk Cooler I ..................................................

LB-7

Tabel LB.12 Neraca Panas Keluar Cooler I ...................................................

LB-8

Tabel LB.13 Neraca Panas Masuk Separator Propilen ..................................

LB-9

Tabel LB.14 Neraca Panas Keluar Separator Propilen (Alur 8) .................... LB-10
Tabel LB.15 Neraca Panas Keluar Separator Propilen (Alur 7) .................... LB-10
Tabel LB.16 Neraca Panas Masuk Cooler II ................................................ LB-11
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tabel LB.17 Neraca Panas Keluar Cooler II ................................................ LB-12


Tabel LB.18 Neraca Panas Masuk Separator Tekanan Rendah ..................... LB-13
Tabel LB.19 Neraca Panas Keluar Separator Tekanan Rendah (Alur 12)....... LB-14
Tabel LB.20 Neraca Panas Keluar Separator Tekanan Rendah (Alur 11)....... LB-14
Tabel LB.21 Neraca Panas Masuk Cooler III ............................................... LB-16
Tabel LB.22 Neraca Panas Keluar Cooler III ............................................... LB-16
Tabel LB.23 Neraca Panas Masuk Heater .................................................... LB-18
Tabel LB.24 Neraca Panas Keluar Heater .................................................... LB-18
Tabel LB.25 Neraca Panas Masuk Kondensor .............................................. LB-19
Tabel LB.26 Neraca Panas Keluar Kondensor .............................................. LB-20
Tabel LB.27 Neraca Panas Keluar Kondensor Sebagai Refluks .................... LB-20
Tabel LB.28 Neraca Panas Masuk Reboiler ................................................. LB-21
Tabel LB.29 Neraca Panas Keluar Reboiler yang Dikembalikan ke Kolom ... LB-21
Tabel.LB.30 Neraca Panas Keluar Reboiler ................................................. LB-22
Tabel LB.31 Neraca Panas Masuk Cooler IV ............................................... LB-23
Tabel LB.32 Neraca Panas Masuk Cooler V ................................................ LB-24
Tabel LC.1 Komponen Pada Tangki Gas Sintesis..........................................

LC-2

Tabel LC.2 Data-Data Komponen Campuran Gas ........................................ LC-15


Tabel LC.3 Data Viskositas Komponen ....................................................... LC-25
Tabel LC.4 Komposisi Cairan ...................................................................... LC-49
Tabel LC.5 Komposisi Gas .......................................................................... LC-50
Tabel LC.6 Komponen Pada Tangki Gas Sintesis.......................................... LC-50
Tabel LD.1 Sketsa Bar Screen Tampak Atas ................................................

LD-2

Tabel LD.2 Grafik Enthalpy dan Temperatur pada Cooling Tower ............... LD-58
Tabel LE.1 Perincian Harga Bangunan, dan Sarana Lainnya ........................

LE-1

Tabel LE.2 Harga Indeks Marshall dan Swift ...............................................

LE-3

Tabel LE.3 Estimasi Harga Peralatan Proses Impor .......................................

LE-6

Table LE.4 Estimasi Harga Peralatan Proses Non-Impor ...............................

LE-7

Tabel LE.5 Estimasi Harga Peralatan Utilitas Impor .....................................

LE-7

Tabel LE.6 Estimasi Harga Peralatan Utilitas Non-Impor .............................

LE-8

Tabel LE.7 Biaya Sarana Transportasi ......................................................... LE-11


Tabel LE.8 Perincian Gaji Karyawan ........................................................... LE-15
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tabel LE.9 Perincian Biaya Kas ................................................................... LE-17


Tabel LE.10 Perincian Modal Kerja ............................................................. LE-18
Tabel LE.11 Aturan Depresiasi Sesuai UU RI No. 17 Tahun 2000 ............... LE-19
Tabel LE-12 Perhitungan Biaya Depresiasi Sesuai UU RI ............................. LE-20
Tabel LE.13 Data Perhitungan Internal Rate of Return (IRR)........................ LE-29

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang akan melaksanakan
pembangunan dan pengembangan di berbagai sektor, salah satunya adalah sektor
industri. Dalam pembangunan, sektor industri makin berperan strategis karena
merupakan motor penggerak dalam pembangunan suatu negara. Sektor ini
diharapkan disamping sebagai penyerap tenaga kerja terbesar, penghasil devisa, juga
sebagai pemacu pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Industri yang tengah dikembangkan di Indonesia yaitu industri kimia. Melalui
industri ini diharapkan Indonesia mampu memanfaatkan potensi yang ada, karena
industri kimia membutuhkan perangkat-perangkat lain untuk mencapai tujuannya.
Adanya peningkatan disektor industri kimia ini akan menyebabkan kebutuhan bahan
baku industri kimia tersebut pun semakin meningkat.
Untuk menopang kelangsungan industri yang bergerak dalam bidang
menghasilkan barang jadi maka dibutuhkan industri yang dapat menghasilkan
bahan baku. Sampai saat ini kebutuhan akan bahan baku dan bahan penunjang di
Indonesia masih banyak didatangkan dari luar negeri. Jika bahan baku dan bahan
penunjang tersebut bisa dihasilkan di dalam negeri, hal ini tentunya akan sangat
menghemat pengeluaran devisa negara.
Tabel 1.1 Data Statistik Kebutuhan Butiraldehid di Indonesia
Tahun

Berat (kg)

2002

4.905.807

2003

6.478.645

2004

7.073.154

2005

6.222.921

2006

11.604,996

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

(Sumber : DIS HS No. 2912.13.000, 2007)


Dari data di atas, dapat dilihat bahwa kebutuhan Indonesia akan butiraldehid
terus meningkat dari tahun 2002 sampai tahun 2006. Sama halnya dengan kebutuhan
dunia akan butiraldehid juga terus meningkat seiring dengan berkembangnya
pembangunan disektor industri kimia. Peningkatan kebutuhan dunia akan
butiraldehid tersebut meningkat antara 2 3 % setiap tahunnya (Asley dan Tudor,
2007).
Dengan dibangunnya pabrik butiraldehid di Indonesia akan memacu
perkembangan industri-industri yang menggunakan butiraldehid sebagai bahan baku
maupun bahan pembantu.
Butiraldehid dihasilkan melalui reaksi hidroformilasi propilen atau reaksi
antara gas propilen dengan gas sintesis (karbon monoksida dan hidrogen). Proses ini
disebut juga dengan oxo reaction (Orthmer, 1998)
Reaksi :
2CH3CH=CH2 + 2CO + 2H2 CH3CH2CH2CHO + (CH3)2CHCHO
Propilen

gas sintesis

n-butiraldehid

i-butiraldehid

Propilen dan gas sintesis merupakan reaktan yang digunakan dalam proses
hidroformilasi ini. Sedangkan katalis yang digunakan yaitu rodium yang berikatan
dengan ligannya yaitu tripenilpospin. Katalis ini akan dilarutkan dalam air.
Butiraldehid sangat banyak digunakan dalam dunia industri kimia, terutama
sebagai zat perantara atau sebagai zat intermediet, misalnya sebagai bahan pembuat
2-Etil heksanol (2-EH), n-butanol, dan Poli Vinil Butiral (PVB) (Orthmer, 1998).
Tabel 1.2 Data Statistik Impor Butanol Indonesia Tahun 2006
No.

Negara

Berat (kg)

1.

Jepang

8.595.524

2.

Singapura

6.457.112

3.

Malaysia

12.968.652

(Sumber : Biro Pusat Statistik, 2006)


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

1.2 Perumusan Masalah


Semakin tingginya penggunaan butiraldehid di dunia yang merupakan produk
antara dalam suatu proses industri seperti n-butanol dan 2-etil heksanol, memacu
Indonesia untuk memberikan suatu prospek baru untuk dibuat suatu perancangan
pabrik pembuatan butiraldehid (C4H8O) dengan menggunakan bahan baku propilen
(C3H6) dan gas sintesis (CO dan H2) dengan menggunakan proses hidroformilasi
(oxo reaction).

1.3 Tujuan Pra Rancangan Pabrik


Tujuan dari pra rancangan pabrik butiraldehid dari propilen dan gas sintesis
dengan proses oxo reaction adalah :
1. Untuk memproduksi butiraldehid, serta untuk menerapkan berbagai disiplin ilmu
yang telah diterima di Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas
Sumatera Utara, khususnya di bidang rancangan pabrik, proses, dan operasi
teknik kimia yang akan memberikan gambaran tentang kelayakan pra
rancangan pendirian pabrik ini.
2. Pendirian pabrik ini diharapkan dapat menjadikan Indonesia sebagai salah satu
produsen butiraldehid di dunia.
3. Dari segi ekonomi, dengan adanya pendirian pabrik ini diharapkan dapat
menyerap tenaga kerja dan secara tidak langsung dapat meningkatkan
perekonomian masyarakat sehingga jumlah pengangguran di dalam negeri dapat
dikurangi.

1.4 Manfaat Perancangan


Manfaat pra rancangan pabrik pembuatan butiraldehid (C4H8O) dengan
menggunakan bahan baku propilen (C3H6) dan gas sintesis (CO dan H2) dengan
menggunakan proses oxo reaction atau hidroformilasi adalah memberi gambaran
kelayakan (feasibility) pabrik ini untuk dikembangkan di Indonesia. Dimana nantinya
gambaran tersebut menjadi patokan untuk pengambilan keputusan terhadap pendirian
suatu pabrik.

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Aldehid
Aldehid adalah salah satu senyawa organik yang memiliki gugus karbonil
(sebuah ikatan rangkap C=O) yang berikatan dengan satu atom hidrogen. Aldehid
termasuk senyawa yang sederhana jika ditinjau berdasarkan tidak adanya gugusgugus reaktif yang lain seperti -OH atau -Cl yang terikat langsung pada atom karbon
di gugus karbonil - seperti yang bisa ditemukan misalnya pada asam-asam
karboksilat yang mengandung gugus -COOH.

Gambar 2.1 Sebuah Aldehid


(Anonim, 2008 a)
Keberadaan atom hidrogen dalam gugus menjadikan aldehid sangat mudah
teroksidas atau dengan kata lain, aldehid adalah agen pereduksi yang kuat. Pada
kondisi asam, aldehid dioksidasi menjadi sebuah asam karboksilat. Pada kondisi
basa, asam karboksilat tidak bisa terbentuk karena dapat bereaksi dengan logam
alkali. Namun yang terbentuk adalah garam dari asam karboksilat (Anonim, 2008 a).

Gambar 2.2 Reaksi Oksidasi Aldehid


(Anonim, 2008 a)
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Contoh umum dari aldehid yang banyak digunakan dalam dunia industri
adalah formaldehid (metanal), asetaldehid (etanal), isobutiraldehid (2-metilpropanal),
dan butiraldehid (n-butanal). (Kirk- Othmer, 1998).

2.2 Butiraldehid
Butiraldehid merupakan salah satu senyawa yang memiliki gugus aldehid
yang banyak digunakan dalam industri kimia. Butiraldehid dikenal juga dengan nama
n-butanal atau butil aldehid. Secara alami butiraldehid terdapat pada daun teh, aroma
kopi, dan asap tembakau. Butiraldehid merupakan produk intermediet yang banyak
digunakan untuk menghasilkan produk-produk lain seperti n-butanol, 2 etil heksanol
(2-EH), dan Poli (Vinil Butiral). (Kirk- Othmer, 1998).
Butiraldehid sebagai bahan baku pembuatan n-butanol ini merupakan cairan
jernih yang tidak berwarna dan mempunyai bau yang khas. Sifat fisika n-butiraldehid
antara lain dapat larut dalam air, etil alkohol, etil asetat, aseton, dan toluen, dan
merupakan zat yang mudah terbakar (Halimatuddahliana, 2004).

Gambar 2.3 Struktur Molekul Butiraldehid


(Anonim, 2008 b)

2.3 Kegunaan Butiraldehid


Butiraldehid merupakan produk utama dalam proses hidroformilasi propilen
dan gas sintesis serta merupakan produk antara yang banyak digunakan dalam
industri kimia. Butiraldehid melalui beberapa proses pengolahan lanjut, baru dapat
dikonsumsi secara langsung oleh manusia. Misalnya proses aldolisasi dari nbutiraldehid akan menghasilkan 2-etil heksanal dan untuk selanjutnya hidrogenasi 2etil heksanal akan menghasilkan 2-etil heksanol yang banyak digunakan sebagai
plasticiser.
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Produk n-butanol dihasilkan dari proses hidrogenasi n-butiraldehid,


sedangkan penambahan polivinil alkohol pada n-butiraldehid menghasilkan polivinil
butiral. Untuk i-butiraldehid yang merupakan produk antara dalam pembuatan nbutiraldehid pada proses hidroformilasi ini juga memiliki banyak kegunaan.
Hidrogenasi dari i-butiraldehid akan menghasilkan isobutanol yang berguna sebagai
bahan plasticiser dan pelarut. Sedangkan oksidasi i-butiraldehid menghasilkan asam
isobutiral (Anonim, 2003 b). Untuk kegunaan lebih lengkapnya dapat dilihat pada
gambar 2.4.

Gambar 2.4 Kegunaan Butiraldehid


(Anonim, 2003 b)
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Gambar 2.5 Turunan Senyawa n-Butiraldehid dan i-Butiraldehid


(Agar, 2003)

2.4 Sifat Reaktan, Produk, dan Bahan Pembantu


2.4.1 Propilen (C3H6)
A. Sifat sifat Fisika
1. Berat molekul

: 42 gr/mol

2. Titik didih

: 225,4 K- 47,7 oC

3. Titik beku

: 87,9 K

4. Temperatur kritis

: 365 K

5. Tekanan kritis

: 4,6 MPa

6. Volume kritis

: 181 cm3/mol

7. Densitas cairan pada 223 K : 0,612 gr/cm3


8. Entalpi pembentukan

: 20,42 kJ/mol4

9. Wujud

: Gas

10. Merupakan senyawa yang tidak berwarna yang memiliki bau harum.
(Kirk-Orthmer, 1998).
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

B. Sifat sifat Kimia


1. Propilen diproduksi melalui proses steam craking hidrokarbon pada
pemurnian minyak bumi yang juga menghasilkan etilen, metana dan
hidrogen.
Rekasi : 2CH3CH2CH3 CH3CH=CH2 + CH2=CH2 + CH4 + H2
2. Reaksi propilen dengan amonia dan oksigen menghasilkan akrilonitrit pada
industri asam akrilik.
Reaksi : CH3CH=CH2 + NH3 + 3/2 O2

CH2=CHCN + 3H2O

3. Pada temperatur tinggi klorinasi propilen dengan klorida memproduksi


gliserol.
Reaksi : CH3CH=CH2 + Cl2

770 K

CH2=CHCH2Cl + HCl

4. Reaksi propilen dengan salah asam karboksilat menghasilkan propilen oksida


yang banyak digunakan dalam industri plastik poliuretra dan foam.
Reaksi :

5. Produk iso-propil alkohol dibuat dari propilen dengan asam sulfat yang untuk
selanjutnya direaksikan dengan uap air. Produk ini banyak digunakan dalam
proses industri kimia, pelarut, dan farmasi.
H2SO4

Reaksi : CH2=CHCH3

H2O

CH3CHOSO3HCH3 CH3CHOHCH3

6. Cumene dibuat dari reaksi antara propilen dan benzena. Cumene merupakan
produk intermediet dalam industri fenol dan aseton.
Reaksi :

(Speight, 1995).

2.4.2 Karbon Monoksida (CO)


A. Sifat sifat fisika
1. Berat molekul

: 28 gr/mol

2. Titik didih

: 68,09 K

3. Titik lebur

: 81,65 K

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

4. Densitas pada 273 K

: 1,2501 kg/m3

5. Temperatur kritis

: 132,9 K

6. Tidak berwarna
7. Tidak berbau
8. Tidak berasa
9. Bersifat racun
(Kirk-Orthmer, 1998).

B. Sifat sifat Kimia


1. Reaksi eksotermik antara uap air dan karbon akan menghasilkan gas sintetis
yang digunakan sebagai bahan baku dalam proses hidroformilasi.
Rekasi : H2O + C H2 + CO
2. Karbon monoksida merupakan hasil samping dari reduksi bijih logam oksida
dengan karbon.
Reaksi : MO + C M + CO
3. Produksi CO dalam skala laboratorium adalah dengan pemanasan campuran
bubuk seng dan kalsium karbonat.
Reaksi : Zn + CaCO3 ZnO + CaO + CO
4. Pada besi pentakarbonil [Fe(CO)5] pasangan elektron pada karbon
berinteraksi dengan logam dan karbon monoksida menyumbangkan pasangan
elektronnya kepada logam. Pada kondisi

ini, karbon monoksida disebut

sebagai ligan karbonil.


Reaksi :

5. Reaksi karbon monoksida dengan klorin menghasilkan COCl2 yang untuk


proses selanjutnya, COCl2 bereaksi dengan toluen-2,4-diamin digunakan
dalam industri yang menghasilkan toluen diisosianat.
Reaksi :

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

6. Reaksi karbon monoksida dengan alkohol merupakan proses dalam industri


etil akrilat.
Reaksi :
(Speight, 1995).

2.4.3 Hidrogen (H2)


A. Sifat sifat Fisika
1. Berat molekul

: 2 gr/mol

2. Viskositas pada 0 oC

: 0,00839 cP

3. Densitas pada 0 oC

: 0,04460 x 103 mol/cm3

4. Konduktivitas termal

: 1,740 mW/(cm.K)

5. Tidak berwarna
6. Tidak berbau
7. Bersifat non-logam
8. Merupakan gas diatomik yang sangat mudah terbakar.
9. Unsur teringan
10. Senyawa hidrogen relatif langka dan jarang dijumpai secara alami di bumi.
(Kirk-Orthmer, 1998).

B. Sifat- sifat Kimia


1. Hidrogen biasanya dihasilkan secara industri dari berbagai senyawa
hidrokarbon seperti metana.
Reaksi : CH4 + H2O CO + 3 H2
2. Elektrolisis air menghasilkan hidrogen atau disebut juga dengan dekomposisi
air.
Reaksi : 2H2O 2H2 + O2
3. Keseluruhan dari reaksi steam hidrokarbon ini dalam industri akan
menghasilkan efisiensi dalam operasi dan memberikan panas pada boiler.
Reaksi :

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

4. Pirolisis dari hidrokarbon menghasilkan etilen dan hidrogen dalam industri


etilen.
Reaksi : C2H6 C2H4 + H2
5. Dalam skala laboratorium, hidrogen dihasilkan dari reaksi antara logam dan
asam atau air.
Reaksi : Zn + 2HCl ZnCl2 + H2
6. Reaksi antara hidrogen dan karbon monoksida merupakan reakasi yang
sangat penting dalam produksi metanol.
Reaksi : CO + 2H2 CH3OH
7. Sintesis gas digunakan untuk memproduksi substitisi gas alam (SNG),
metana dan hidrokarbon tinggi.
Reaksi : CO + 3H2 CH4 + H2O
(Kirk-Orthmer, 1998).

2.4.4 Rhodium (Rh)


Sifat sifat :
1. Berat molekul

: 102,90550 gr/mol

2. Massa jenis

: 12,41 gr/cm

3. Titik lebur

: 2237 K

4. Titik didih

: 3968 K

5. Kalor peleburan

: 26,59 kJ/mol

6. Kalor penguapan

: 494 kJ/mol

7. Kapasitas kalor

: 24,98 J/(molK)

8. Kondusktivitas termal

: 150 W/(mK)

9. Merupakan logam transisi yang berwana putih keperakan dan sering


digunakan sebagai katalis.
(Anonim, 2008)

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

2.4.5 Tripenilpospin (C18H15P)


Sifat sifat :
1. Berat molekul

: 262,29 gr/mol

2. Titik didih

: 377 oC

3. Titik lebur

: 79 81 oC

4. Spesifik graviti

: 1,08

5. Tidak larut dalam air.


6. Merupakan pengoksidasi kuat yang sering digunakan sebagai ligan katalis
dalam dunia industri.
7. Berbentuk serbuk putih.
(Baker, 2007)

2.4.6 Air (H2O)


Sifat sifat umum
1. Titik beku

: 0oC

2. Titik didih

: 100oC

3. Densitas

: 1 gr/ml

4. Berat molekul

: 18,016 gr/mol

5. Spesifik gravity (cair)

: 1 gr/ml

6. Spesifik gravity (beku) : 0,195


7. Kalor jenisnya

: 1 kal/groC

8. Viskositas

: 0,8909 mPa.s (25C)

9. Membiaskan cahaya datang.


10. pH antara 6,8 7,2
11. Merupakan larutan elektrolit.
12. Larutan bersifat polar karena memiliki pasangan electron.
13. Bentuk molekulnya tetrahedral (menyudut).
14. Merupakan senyawa kovalen.
(Perry, 1999)

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

2.4.7 Butiraldehid (C4H8O)


A. Sifat sifat Fisika
Tabel 2.1 Sifat Fisika Butiraldehid
No.

Keterangan

n-Butiraldehid

i-Butiraldehid

1.

Rumus kimia

n-C3H7CHO

i-C3H7CHO

2.

Berat molekul

72,11 gr/mol

72,11 gr/mol

3.

Titik didih

74, 8 oC

64,1 oC

4.

Titik lebur

- 96,4 oC

- 65,0 oC

5.

Temperatur kritis

263,95 oC

233,85

6.

Tekanan kritis

4000 kPa

4100 kPa

7.

Densitas cairan

801,6 kg/m3

789,1 kg/m3

8.

Viskositas

0,343 cP

0,504 cP

(Kirk-Orthmer, 1998)

B. Sifat sifat Kimia


1. Dihasilkan melalui reaksi antara propilen dan gas sintesis.
Reaksi : CH3CH=CH2 + CO + H2 CH3CH2CH2CHO + (CH3)2CHCHO
2. Hidrogenasi n-butiraldehid menghasilkan n-butanol.
Reaksi : C3H7CHO + H2 C4H9OH
3. Proses aldolisasi dari n-butiraldehid menghasilkan 2-etil heksanal dan untuk
selanjutnya hidrogenasi 2-etil heksanal akan menghasilkan 2-etil heksanol
yang banyak digunakan sebagai plasticiser.
4. Penambahan polivinil alkohol pada n-butiraldehid menghasilkan polivinil
butiral.
5. Hidrogenasi dari i-butiraldehid akan menghasilkan isobutanol yang berguna
sebagai bahan plasticiser dan pelarut.
6. Oksidasi i-butiraldehid menghasilkan asam isobutiral.
(Kirk-Orthmer, 1998)

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

2.5 Pemilihan Proses


Salah satu cara pembuatan aldehid adalah dengan cara reaksi hidroformilasi
(oxo reaction).

CHO
RCH=CH2 + CO + H2

RCHCH3
RCH2CH2CHO

Reaksi ini ditemukan oleh Roelen of Ruhrchemie AG di Jerman pada tahun


1938. Katalis yang digunakan pertama kali adalah HCo(CO)4 pada temperatur
operasi 110 180 oC dan tekanan 200 250 atm dengan konversi olefin sebesar
85 90 %. Reaksi hidroformilasi ini merupakan proses yang paling banyak
digunakan dalam produksi bahan kimia dengan logam transisi kompleks, yaitu
sekitar 3,5 x 109 kg/tahun. Reaksi ini dapat mengkonversi olefin menjadi rantai lurus
dan cabang dengan perbandingan 3 : 1 (freepatens, 2008).
Hasil dari reaksi ini selanjutnya dapat dihidrolisa menjadi oxo alcohol yang
dapat digunakan sebagai pelarut dan pembuatan plasticizer. Khusus alkohol rantai
lurus C12 C15 dapat disulfonasi dalam skala besar menjadi detergen.
Pembuatan butiraldehid dari propilen di dunia sangat banyak dilakukan
melalui proses oxo. Produksi dan konsumsi dunia akan oxo reaction pada tahun 2005
mencapai 2,9 juta meter ton.

Gambar 2.6 Konsumsi Dunia Terhadap Oxo Chemichal


(Anonim, 2003 b)

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Berikut beberapa pertimbangan yang dilakukan dalam pemilihan proses,


bahan dan reaktor dalam pembuatan butiraldehid :
1. Reaktor yang digunakan yaitu CSTR (Continious Strirred Tank Reaktor) atau
tangki tangki berpengaduk. Reaktor ini terdiri dari suatu tangki yang
dilengkapi dengan agitator mekanik dan suatu jaket pendingin. Hal ini
dikarenakan reaksi yang terjadi merupakan reaksi eksotermis dan perlu
adanya perpindahan massa dan panas yang baik (Levenspiel, 2001).
2. Pemurnian produk menggunakan destilasi karena adanya perbedaan titik
didih antara n-butiraldehid dan i-butiraldehid. Dimana titik didih n-C4H8O
yaitu 74, 8 oC dan i-C4H8O yaitu 64,1 oC.
3. Katalis yang digunakan yaitu rodium tripenilpospin (Rh-TPP). Hal ini
disebabkan karena rodium merupakan katalis logam yang sangat reaktif bila
dibandingkan dengan katalis logam lainnya. Proses oxo merupakan proses
yang menggunakan katalis logam komplek. Penelitian mengenai reaksi
hidroformilasi dewasa ini terfokus pada penggunaan katalis cobalt, rhodium
dan platinum walaupun lebih cenderung pada rhodium karena rhodium
merupakan logam yang paling reaktif. Perbandingan kereaktifan logamlogam katalis adalah sebagai berikut:
Rh >> Co >> Ir, Ru > Os> Pt > Pd > Fe > Ni

2.6 Deskripsi Proses


Proses pembuatan butiraldehid dari propilen dan gas sintesis dengan ini
meliputi :
2.6.1 Persiapan Bahan Baku
Propilen dan gas sintesis digunakan sebagai bahan baku dari pembuatan
butiraldehid dengan menggunakan proses hidroformilasi. Propilen yang digunakan
diperoleh dari hasil samping pengilangan minyak bumi terdiri dari campuran
propilen 96,5 % dan propana 3,5 %. Untuk tahap persiapan bahan baku, propilen
dimasukkan ke dalam tangki penyimpanan TT-101. Gas sintesis yang merupakan
campuran dari gas hidrogen (H2) dan karbon monoksida (CO) dengan perbandingan

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

komposisi yaitu 49 % CO dan 51 % H2 untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam


tangki penyimpanan TT-102 (freepatens, 2008).
Dalam proses ini digunakan rhodium tripenilphospin sebagai katalis dan air
sebagai pelarut dari katalis. Campuran katalis dan pelarutnya dimasukkan ke dalam
tangki penyimpanan TT-103.

2.6.2 Tahap Reaksi


Propilen dan gas sintesis (CO dan H2) yang digunakan sebagai reaktan
memiliki perbandingan 1 : 1 : 1
Reaksi : 2 CH3CH=CH2 + 2 CO + 2 H2 CH3CH2CH2CHO + (CH3)2CHCHO
Propilen

Gas sintesis

n-butiraldehid

iso-butiraldehid

(freepatents, 2008)

Reaktan berupa propilen dari tangki penyimpanan T-101 dipompakan ke


reaktor R-101 dan gas sintesis dari tangki penyimpanan T-102 sebelum dimasukkan
ke dalam reaktor, tekanannya diturunkan dari keadaan 13 atm hingga mencapai 6 atm
pada expander E-101. Katalis dari tangki TT-103 juga dimasukkan ke dalam reaktor
R-101. Di dalam reaktor akan terjadi pencampuran dari semua bahan-bahan yang
digunakan. Reaksi yang terjadi di dalam reaktor yaitu reaksi eksotermis dengan
konversi reaktan 99 %.
Reaksi yang terjadi adalah :

Gambar 2.7 Reaksi Pembentukan Butiraldehid (n/i)


(Agar, 2003)

Campuran gas yang keluar dari reaktor selanjutnya didinginkan pada cooler
E-102 yang selanjutnya akan dialirkan ke separator pemisah propilen (V-101). Di
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

dalam separator propilen, propilen akan dipisahkan dari campurannya. Produk atas
berupa propilen dengan komposisi 2,8 %, gas sintesis 95 %, dan campuran n-dan ibutiraldehid sebesar 2,2 %. Produk atas tersebut didinginkan pada separator reaktan
sisa I V-102. Propilen dan gas sintesis yang dipisahkan akan dikembalikan lagi ke
reaktor sedangkan n- dan i-butiraldehid disimpan dalam tangki penyimpanan TT-106
sebagai hasil samping. Produk bawah yang masih mengandung gas sintesis
selanjutnya dipompakan dan dialirkan ke separator tekanan rendah V-103. Produk
atas dari separator tekanan rendah ini yaitu 95 % gas sintesis dan 5 % campuran ndan i-butiraldehid. Produk atas ini didinginkan pada separator reaktan sisa II V-104.
Gas sintesis akan dikembalikan ke reaktor sedangkan n-dan i butiraldehid akan
disimpan dalam tangki penyimpanan TT-106. Untuk selanjutnya, produk akan
dimurnikan dari katalis yang digunakan, maka campuran produk dan katalis ini
dipisahkan pada separator katalis/ hydrocyclon (V-105). Pada hydro cyclon

ini,

katalis yang memiliki berat jenis yang lebih besar dibandingkan dengan produk, akan
mengendap pada bagian bawah, dan selanjutnya akan dikembalikan ke tangki
persiapan katalis (TT-103). Produk yang dihasilkan terdiri dari campuran n- dan ibutiraldehid. Produk ini akan dimurnikan berdasarkan perbedaan titik didihnya pada
kolom destilasi V-106. Sebelum dimurnikan pada kolom destilasi, larutan ini
dipanaskan pada heater E-103 untuk mencapai suhu operasi pada kolom destilasi.

2.6.3 Tahap Pemurnian Produk


Di dalam kolom destilasi akan terjadi proses pemisahan dari larutan tersebut
berdasarkan titik didihnya. Sehingga produk atas dari destilasi ini selanjutnya
dikondensasi pada E-104 dan dihasilkan n- dan i- butiraldehid dan air. Hasil dari
kondensasi sebagian di refluks ke kolom destilasi dan sebagian lagi masukkan ke
dalam akumulator V-107. Selanjutnya didinginkan pada cooler E-107 sehingga suhu
i-butiraldehid mencapai suhu kamar (25

C) dan disimpan dalam tangki

penyimpanan TT-105. Produk bawah dari kolom destilasi dipanaskan pada reboiler
E-105. Sebagian produk dikembalikan ke kolom destilasi dan sebagian lagi
dipompakan ke cooler E-106 sehingga suhu n-butiraldehid mencapai 25

C.

Selanjutnya n-butiraldehid dipompa dan disimpan dalam tangki penyimpanan TT104.


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

BLOK DIAGRAM PROSES PEMBUATAN N-BUTIRALDEHID

CO
H2

C 3H 6
C 3H 8

Tangki Gas
Sintesis

80 oC
13 atm
CO
H2

Tangki Propilen

-49,85 oC
6 atm
C 3H 6
C 3H 8

Tangki
Katalis + Air

Expander

80 oC
6 atm

Separator
Reaktan I

Separator
Reaktan II

CO
H2

100 oC
6 atm

Reaktor

105 oC
1,29310 atm

Cooler I
CO
H2
C3H6
C3H8
n-C4H8O
i-C4H8O
Katalis

85 C
6 atm

Separator
Propilen

CO
H2
C 3H 6
C 3H 8
n-C4H8O
i-C4H8O
Katalis

50,52 oC
0,06014 atm

50,52 oC
0,06014 atm

Separator
Katalis

Separator
Tekanan Rendah
CO
H2
n-C4H8O
i-C4H8O
Katalis

n-C4H8O
i-C4H8O
Katalis

n-C4H8O
i-C4H8O
Air

76,85 oC
1,30274 atm

Destilasi

25 oC
6 atm

n-C4H8O
i-C4H8O
Air
63,3 oC
0,88823 atm

25 oC
1 atm

Tangki
i-Butiraldehid

Cooler II

Kondensor

Akumulator

Tangki
n- dan
i-Butiraldehid

Heater

76,82 oC
1,30274 atm

n-C4H8O
Air

65,3 oC
0,88823 atm

n-C4H8O
i-C4H8O
Air

Tangki
n-Butiraldehid

25 oC
1 atm

Cooler II

71,85 oC
1,30274 atm

71,85 oC
1,30274 atm

Reboiler

n-C4H8O
Air

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi
21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Gambar 2.8 Blok Diargram Alir Pembuatan n-Butiraldehid

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi
21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Steam

Air pendingin

13
TC

9
PC
TC

14
PC

PI

V-104

PC
10

2
8

LI

E-101

TC

V-102

12
21

TIRC

LI

E-104
PIRC

PIRC

TIRC

PIRC

TT-101

23

V-107

TI

LI

TT-106
E-107

TC

LC

LI
26

24

22
6

R-101

LC

FC

TC

PIRC

TC

TC

20

E-102

J-109
TT-105

FC
15

TC
FI

TC

E-105

V-105

V-103

V-101

FC

E-103

V-106

J-101

TT-102

11

7
FC

18

17
FC

FC

LC
FC

TC

FC

LI
25

J-103

Air

19
16

E-106
J-104

FC
TI
4

LI

TT-103

J-105

J-106

J-108

J-107
TT-104

J-102

Kondensat

Air
Air Pendingin
pendingin bekas

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi
21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Keterangan Gambar
No.

Kode

TT-101

Keterangan
Tangki Penyimpanan Gas
Sintesis

TT-102

Tangki Penyimpanan Propilen

TT-103

Tangki Persiapan Katalis

E-101

Expander

J-101

Pompa I

J-102

Pompa II

R-101

Reaktor

J-103

Pompa III

E-102

Cooler I

10

V-101

Separator Propilen

11

J-104

Pompa IV

12

V-102

Separator Reaktan I

13

V-103

Separator Tekanan Rendah

14

J-105

Pompa V

15

V-104

Separator Reaktan II

16

V-105

Separator Katalis

17

E-103

Heater

18

J-106

Pompa VI

19

V-106

Kolom Destilasi

20

E-104

Kondensdor

21

J-107

Pompa VII

22

E-105

Reboiler

23

E-106

Cooler IV

24

V-107

Akumulator

25

E-107

Cooler V

26

J-108

Pompa VIII

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi
21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

27

J-109

28

TT-104

Pompa IX
Tangki Penyimpanan n-Butiraldehid

29

TT-105

Tangki Penyimpanan i-Butiraldehid

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN

DIGRAM ALIR PROSES PRODUKSI


PABRIK PEMBUATAN N-BUTIRALDEHID
PRA RANCANGAN PABRIK
PEMBUATAN N-BUTIRALDEHID DARI PROPILEN DAN GAS SINTESIS
DENGAN KATALIS RHODIUM MELALUI PROSES OXO-REACTION
DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 21.000 TON/TAHUN
Skala
Digambar
Dperiksa/
Disetujui

Tanpa Skala
Nama

: Deni Mardayani

NIM

: 040405042

Tanggal

Tanda Tangan

1. Dosen Pembimbing I : Ir. M. Yusuf Ritonga, MT


NIP

: 131 836 667

2. Dosen Pembimbing II : Maulida, ST, M.Sc


NIP

: 132 161 240

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi
21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Alur
(kg/jam)

No

10

Propilen

1.667,31945

9,51646

9,51646

9,51646

9,51646

Propana
Karbon
Monoksida

63,36702

3,98877

3,98877

3,98877

3,98877

3
4
5

Hidrogen
nButiraldehid

6
7

1.279,49462

1.279,49462

138,28073

138,28073

11,59054

126,69012

126,69012

92,94362

92,94362

13,35469

13,35469

0,81684

12,53785

12,53785

2.653,03

15,49241

15,49241

2,44617

2,44617

2.668,52142

2.668,52142

i-Butiraldehid

269,46263

269,46263

267,01646

Air

144,26243

144,26243

144,26243

Katalis

147,59104

3,32861

3,32861

3,32861

Total

1.372,43824

1.372,43824

1.730,68647

147,59104

3.250,71574

3.250,71574

3.080,04389

170,67178

152,73320

17,93858

10

Temperatur (oC)

80

80

-49,85

25

100

85

105

105

43

43

11

Tekanan (Atm)

13

1,29310

1,29310

1,29310

1,29310

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

11,59054

11,59054

0,81684

0,81684

2.651,79

1,2433

265,15151

1,86494

144,26243
3,32861
3.064,52826

15,51562

1,2433

2.651,78571

2.651,78571

2.959,70395

1,86494
-

265,15151
144,64593

265,15151
144,64593

143,61338

3,32861

12,40738

3,10824

3.061,58315

3,32861

3.061,58315

2.651,51515
-

139,55343
-

3.103,31733

308,18880

2.791,06858

4,05995

0,30795

0,03739

301,79373

36,64222

5,31819

0,17749

312,24875

307,41987

36,85710

50,52

50,52

42

42

50,52

50,52

70

70

76,82

76,82

63,3

63,3

0,06014

0,06014

0,06014

0,06014

0,06014

0,06014

1,08562

1,08562

1,30274

1,30274

0,88823

0,88823

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi
21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

23

24

25

26

0,27056

0,27056

265,15151

265,15151

5,1407

5,1407

2.651,51515
-

0,27056
265,15151

139,55343
-

5,1407

270,56277

270,56277

2.791,06858

270,56277

63,3

63,3

25

25

0,88823

0,88823

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi
21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

BAB III
NERACA MASSA
Hasil perhitungan neraca massa pada proses pembuatan n-butiraldehid
dengan kapasitas produksi 21.000 ton/tahun dapat diuraikan sebagai berikut :
Basis perhitungan

: 1 jam operasi

Waktu kerja

: 330 hari

Satuan operasi

: kg/jam

3.1 Reaktor (R-101)


Tabel 3.1 Neraca Massa Reaktor
Komponen

Alur Keluar

Alur Masuk
N (kmol)

Alur 5
F (kg)

N (kmol)

F (kg)

C3H6

39,62261

1.667,31945

0,22615

9,51646

C3H8

1,43709

63,36702

0,09046

3,98877

CO

45,67992

1.279,49462

4,93683

138,28073

H2

46,02081

92,94362

6,62435

13,35469

n-C4H8O

37,00626

2.668,52142

i- C4H8O

3,73683

269,46263

8,05236

147,59104

8,05236

147,59104

140,81279

3.250,71575

60,67325

3.250,71575

Katalis
Total

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

3.2 Separator Propilen (V-101)


Tabel 3.2 Neraca Massa Separator Propilen
Alur Masuk
Komponen

Alur Keluar

Alur 6
N (kmol)

Alur 8
F (kg)

N (kmol)

Alur 7
F (kg)

N (kmol)

F (kg)

C3H6

0,22615

9,51646

0,22615

9,51646

C3H8

0,09046

3,98877

0,09046

3,98877

CO

4,93683

138,28073

4,52303

126,69012

0,41380

11,59054

H2

6,62435

13,35469

6,21917

12,53785

0,40518

0,81684

n-C4H8O

37,00626

2.668,52142

0,21484

15,49241

36,79142

2.653,02901

i- C4H8O

3,73683

269,46263

0,03392

2,44617

3,70290

267,01646

Katalis

8,05236

147,59104

8,05236

147,59104

Total

60,67325

3.250,71575

11,30757

170,67186

49,36566

3.080,04389

3.3 Separator Tekanan Rendah (V-103)


Tabel 3.3 Neraca Massa Separator Tekanan Rendah
Alur Masuk
Komponen

Alur Keluar

Alur 7
N (kmol)

Alur 12
F (kg)

N (kmol)

Alur 11
F (kg)

N (kmol)

F (kg)

CO

0,41380

11,59054

0,41380

11,59054

H2

0,40518

0,81684

0,40518

0,81684

n-C4H8O

36,79141

2.653,02901

0,01724

1,24330

36,77417

2.651,78571

i- C4H8O

3,70290

267,01646

0,02586

1,86494

3,67704

265,15151

Katalis

8,05236

147,59104

8,05236

147,59104

Total

49,36566

3.080,04389

0,86208

15,51562

48,50358

3.064,52827

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

3.4 Separator Katalis (V-105)


Tabel 3.4 Neraca Massa Separator Katalis
Alur Masuk
Komponen

Alur Keluar

Alur 11
N (kmol)

Alur 15
F (kg)

Alur 16

N (kmol)

F (kg)

N (kmol)

F (kg)

n-C4H8O

36,77417

2.651,78571

36,77417

2.651,78571

i- C4H8O

3,67704

265,15151

3,67704

265,15151

8,05236

147,59104

8,03142

144,64593

0,08131

3,32861

48,50358

3.064,52827

48,42227

3.061,58316

0,08131

3,32861

Air
Katalis
Total

3.5 Kolom Destilasi (V-106)


Tabel 3.5 Neraca Massa Kolom Destilasi
Alur Masuk
Komponen

Alur Keluar

Alur 17
N (kmol)

Alur 23
F (kg)

N (kmol)

Alur 19
F (kg)

N (kmol)

F (kg)

n-C4H8O

36,77417

2.651,78571

0,00375

0,27056

36,77042

2.651,5151

i- C4H8O

3,67704

265,15151

3,67704

265,15151

Air

8,03142

144,64593

0,28534

5,14070

7,73192

139,55343

48,42227

3.061,58316

3,96613

270,56270

44,50234

2.791,06858

Total

3.6 Kondensor (E-104)


Tabel 3.6 Neraca Massa Kondensor
Alur Masuk

Alur Keluar

Alur 21

Komponen

Alur 23

Alur 22

(kmol/jam)

(kg/jam)

(kmol/jam)

(kg/jam)

(kmol/jam)

(kg/jam)

n-C4H8O

0,00427

0,30795

0,00375

0,27056

0,00052

0,03739

i- C4H8O

4,18518

301,79373

3,67704

265,15151

0,50814

36,64222

Air

0,29519

5,31819

0,28534

5,14070

0,00985

0,17749

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Total

4,48464

307,41987

3,96613

270,56270

0,51851

36,85710

3.7 Reboiler (E-105)


Tabel 3.7 Neraca Massa Reboiler
Alur Masuk
Alur 18

Komponen

n-C4H8O
Air
Total

Alur Keluar
Alur 19

Alur 20

(kmol/jam)

(kg/jam)

(kmol/jam)

(kg/jam)

(kmol/jam)

(kg/jam)

41,04429

2.959,70395

36,77042

2.651,51515

4,27387

308,18880

7,95686

143,61338

7,73192

139,55343

0,22494

4,05995

49,00115

3.103,31733

44,50234

2.791,06858

4,49881

312,24875

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

BAB IV
NERACA ENERGI
Basis perhitungan

: 1 jam operasi

Satuan operasi

: kJ/jam

Temperatur refference

: 25 oC = 298,15 K

4.1 Reaktor (R-101)


Tabel 4.1 Neraca Energi pada Reaktor
Komponen
Umpan

Alur Masuk (kJ/jam)

Alur Keluar (kJ/jam)

624.048,76372

Produk

418.314,36342

Hr

-13.303,12805

Hr (6 atm)
Air Pendingin
Total

-937.707,09884
- 1.156.744,62719
-532.695,8633

-532.695,8633

4.2 Cooler I (E-102)


Tabel 4.2 Neraca Energi pada Cooler I
Komponen
Umpan

Alur Masuk (kJ/jam)

Alur Keluar (kJ/jam)

418.413,49694

Produk

287.511,44628

Air Pendingin

130.902,05066

Total

418.413,49694

418.413,49694

4.3 Separator Propilen (V-101)


Tabel 4.3 Neraca Energi pada Separator Propilen
Komponen
Umpan

Alur Masuk (kJ/jam)

Alur Keluar (kJ/jam)

287.511,44628

Produk

448.011,35610

Air Pendingin

160.499,90990

Total

287.511,44628

287.511,44628

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

4.4 Separator Reaktan I (V-102)


Tabel 4.4 Neraca Energi pada Separator Reaktan I
Komponen
Umpan

Alur Masuk (kJ/jam)

Alur Keluar (kJ/jam)

29.941,95070

Produk

6.218,93844

Hr

-7.890,75784

Air Pendingin

31.613,77010

Total

29.941,95070

29.941,95070

4.5 Separator Tekanan Rendah (V-103)


Tabel 4.5 Neraca Energi pada Separator Tekanan Rendah
Komponen
Umpan

Alur Masuk (kJ/jam)

Alur Keluar (kJ/jam)

418.069,40544

Produk
Panas laten

-190.735,29080
1.284.590,82033

615

Air Pendingin
Total

1.893.350,51659
1.702.660,22500

1.702.660,22500

4.6 Separator Reaktan II (V-104)


Tabel 4.6 Neraca Energi pada Separator Reaktan II
Komponen
Umpan

Alur Masuk (kJ/jam)

Alur Keluar (kJ/jam)

716,35165

Produk

476,15595

Air Pendingin

240,19570

Total

716,35165

716,35165

4.7 Heater (E-103)


Tabel 4.7 Neraca Energi pada Heater
Komponen
Umpan

Alur Masuk (kJ/jam)

Alur Keluar (kJ/jam)

203.672,66886

Produk

419.327,76140

Air Pendingin

215.655,09254

Total

419.327,76140

419.327,76140

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

4.8 Kolom Destilasi (V-106)


4.8.1 Kondensor (E-104)
Tabel 4.8 Neraca Energi pada Kondensor
Komponen

Alur Masuk (kJ/jam)

Umpan

Alur Keluar (kJ/jam)

19.270,96944

Produk

-105.179,83300

Air Pendingin

124.450,80244

Total

19.270,9694

19.270,9694

4.8.2 Reboiler (E-105)


Tabel 4.9 Neraca Energi pada Reboiler
Komponen

Alur Masuk (kJ/jam)

Umpan

Alur Keluar (kJ/jam)

371.056,20972

Produk

583.111.48360

Air Pendingin

212.055,27400

Total

371.056,20972

371.056,20972

4.9 Cooler II (E-106)


Tabel 4.10 Neraca Energi pada Cooler II
Komponen

Alur Masuk (kJ/jam)

Umpan

Alur Keluar (kJ/jam)

334.465,35124

Produk

Air Pendingin

- 334.465,35124

Total

4.10 Cooler III (E-107)


Tabel 4.11 Neraca Energi pada Cooler III
Komponen
Umpan

Alur Masuk (kJ/jam)

Alur Keluar (kJ/jam)

23.051,27643

Produk
Air Pendingin
Total

0
-23.051,27643
0

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

BAB V
SPESIFIKASI PERALATAN

1. Tangki Penyimpanan Gas Sintesis (TT-101)


Fungsi

: Menyimpan gas sintesis untuk kebutuhan 7 hari

Bahan konstruksi : Low alloy steels SA 202 Grade B


Bentuk

: Silinder dengan alas datar dan tutup ellipsoidal

Jenis sambungan : Double welded butt join


Jumlah

: 4 unit

Kondisi operasi

: Tekanan

= 1.317,23 kPa =13 atm

Temperatur = 353,15 K
Kapasitas

: 123,58186 m3

Ukuran

: - Silinder

= 80 oC

Diamater = 5,01255 m

Tinggi

= 6,26568 m

Tebal

= 1 in

- Tutup
-

Diameter = 5,01255 m

Tinggi

= 1,25314 m

Tebal

= 1 in

2. Expander (E-101)
Fungsi

: Menurunkan tekanan campuran gas sintesis dari tangki


penyimpanan sebelum masuk ke reaktor

Bahan konstruksi : Comercial steel


Jenis

: Centrifugal expander

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi

: - Tekanan masuk (P1)

= 1.317,23 kPa = 13 atm

- Tekanan keluar (P2)

= 607,95 kPa

- Temperatur masuk

= 353,15 K

Diameter pipa

: 6 in

Daya

: 1/60 hp

= 6 atm

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

3. Tangki Penyimpanan Propilen (TT-102)


Fungsi

: Menyimpan propilen untuk kebutuhan 30 hari

Bahan konstruksi : Carbon steel SA 212 Grade B


Bentuk

: Silinder dengan alas datar dan tutup ellipsoidal

Jenis sambungan : Double welded butt join


Jumlah

: 2 unit

Kondisi operasi

: Tekanan

= 607,95 kPa = 6 atm

Temperatur = 223,3 K
Kapasitas

: 1.216,03788 m3

Ukuran

: - Silinder

= - 49,85 oC

Diamater = 10,74127 m

Tinggi

= 13,42659 m

Tebal

= 1 in

- Tutup

Diameter = 10,74127 m

Tinggi

= 2,68532 m

Tebal

= 1 in

4. Pompa I (J-101)
Fungsi

: Memompa propilen dari tangki penyimpanan ke reaktor

Bahan

: Carbon stainless steel

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi

: - Tekanan

= 607,95 kPa = 6 atm

- Temperatur = 223,3 K = - 49,85 oC


Diameter pipa

: 1 in

Daya

: 1/12 hp

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

5. Tangki Persiapan Katalis (TT-103)


Fungsi

: Mempersiapkan campuran katalis yang akan digunakan

Bahan konstruksi : Low alloy steels SA 202 Grade B


Bentuk

: Silinder datar berpengaduk

Jenis sambungan : Double welded butt join


Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi

: Tekanan

= 607,95 kPa = 6 atm

Temperatur = 298,15 K = 25 oC
Kapasitas

: 0,18797 m3

Ukuran

: - Silinder
-

Diamater = 0,71084 m

Tinggi

= 0,94778 m

Tebal

= 3/16 in

- Pengaduk
- Diameter

= 0,21325 m

- Daya

= 0,01225 hp

6. Pompa II (J-102)
Fungsi

: Memompa katalis dari tangki penyimpanan ke reaktor

Bahan

: Carbon stainless steel

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi

: - Tekanan

= 607,95 kPa = 6 atm

- Temperatur = 298,15 K
Diameter pipa

: 3/8 in

Daya

: 1/60 hp

= 25 oC

7. Reaktor (R-101)
Fungsi

: Tempat berlangsungnya reaksi oxo (oxo reaction)

Jenis

: Continous Stirrer Tank Reactor (CSTR)

Bentuk

: Silinder vertikal dengan alas dan tutup berbentuk elips yang


dilengkapi dengan pengaduk dan jaket

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Bahan konstruksi : Low alloy steels SA-203 Grade A


Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi

: - Tekanan

= 607,95 kPa = 6 atm

- Temperatur = 373,15 K
Kapasitas

: 601,91240 m3

Ukuran

: - Silinder

= 100 o C

Diamater = 8,31588 m

Tinggi

= 11,08784 m

Tebal

= 1 in

- Tutup
-

Diameter = 8,31588 m

Tinggi

= 2,07897 m

Tebal

= 1 in

- Pengaduk
-

Diameter = 2,49476 m

Daya

= 1,01571 hp

- Jaket Reaktor

Diameter dalam (D1)

= 8,33492 m

Diameter luar (D2)

= 8,36032 m

Tinggi

= 11,08784 m

Tebal

= in

8. Pompa III (J-103)


Fungsi

: Memompa bahan dari reaktor ke cooler

Bahan konstruksi : Carbon steinless steel


Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi

: - Tekanan

= 607,95 kPa = 6 atm

- Temperatur = 372,15 K
Diameter pipa

: 8 in

Daya

: 1/4 hp

= 100 oC

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

9. Cooler I (E-102)
Fungsi

: Menurunkan temperatur campuran gas dan cair sebelum


dimasukkan ke dalam separator propilen

Jenis

: Double Pipe Heat Exchanger (DPHE)

Dipakai

: Pipa 2 1 in IPS, 12 ft hairpin

Jumlah

: 1 unit

Luas permukaan : 31,32000 ft2


Jumlah hairpin

: 3 hairpin

10. Separator Propilen (V-101)


Fungsi

: Memisahkan propilen dan propana dari campuran

Bahan konstruksi : Low alloy steels SA 202 Grade B


Bentuk

: Silinder dengan alas dan tutup elipsoidal

Jenis sambungan : Double welded butt join


Jumlah

: 1unit

Kondisi operasi

: - Tekanan

= 131 kPa

- Temperatur = 378,15 K
Kapasitas

: 601,91240 m3

Ukuran

: - Silinder

= 1,29310 atm
= 105 oC

Diamater = 8,31588 m

Tinggi

= 11,08784 m

Tebal

= 3/8 in

- Tutup
-

Diameter = 8,31588 m

Tinggi

= 2,07897 m

Tebal

= 3/8 in

11. Pompa IV (J-104)


Fungsi

: Memompa campuran dari separator pemisah propilen ke


separator tekanan rendah.

Bahan

: Carbon stainless steel

Jenis

: Pompa sentrifugal

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi : - Tekanan

= 130,69 kPa = 1,29310 atm

- Temperatur = 378,15 K
Diameter pipa

: 14 in

Daya

: 5 hp

= 105 oC

12. Separator Reaktan I (V-102)


Fungsi

: Untuk mendinginkan reaktan

Bahan konstruksi : Low alloy SA 302 Grade B


Bentuk

: Silinder dengan alas dan tutup elipsoidal

Jenis sambungan : Double welded butt join


Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi

: - Tekanan

= 130,69 kPa = 1,29310 atm

- Temperatur = 378,15 K
Kapasitas

: 178,42126 m3

Ukuran

: - Silinder

= 105 oC

Diamater

= 5,54472 m

Tinggi

= 7,39295 m

Tebal

= in

Diameter

= 5,54472 m

Tinggi

= 1,38618 m

Tebal

= in

Diameter dalam

= 5,54472 m

Diameter luar

= 5,57004 m

Tebal

= in

- Tutup

- Jaket

13. Separator Tekanan Rendah (V-103)


Fungsi

: Memisahkan reaktan sisa

Bahan konstruksi : Low alloy SA 302 Grade B


Bentuk

: Silinder dengan alas dan tutup elipsoidal

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Jenis sambungan : Double welded butt join


Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi

: - Tekanan

= 6,09 kPa

- Temperatur = 323,67 K
Kapasitas

: 252,27026 m3

Ukuran

: - Silinder

= 0,06014 atm
= 50,52 oC

Diamater = 6,22328 m

Tinggi

= 8,29770 m

Tebal

= 3/16 in

- Tutup
-

Diameter = 6,22328 m

Tinggi

= 1,55582 m

Tebal

/16 in

14. Pompa V (J-105)


Fungsi

: Memompa bahan-bahan dari separator tekanan rendah ke


separator katalis

Bahan

: Carbon stainless steel

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi : - Tekanan

= 6,09 kPa

- Temperatur = 323,67 K
Diameter pipa

: 6 in

Daya

: hp

= 0,06014 atm
= 50,52 oC

15. Separator Reaktan II (V-104)


Fungsi

: Untuk mendinginkan reaktan

Bahan konstruksi : Low alloy SA 302 Grade B


Bentuk

: Silinder dengan alas dan tutup elipsoidal

Jenis sambungan : Double welded butt join


Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi

: - Tekanan

= 6,09 kPa

- Temperatur = 323,67 K

= 0,06014 atm
50,52 oC

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Kapasitas

: 48,04021 m3

Ukuran

: - Silinder
-

Diamater

= 3,25804 m

Tinggi

= 4,34405 m

Tebal

= 3/16 in

Diameter

= 3,25804 m

Tinggi

= 0,81451 m

Tebal

= 3/16 in

Diameter dalam

= 3,58626 m

Diameter luar

= 3,59580 m

Tebal

= 3/16 in

- Tutup

- Jaket

16. Separator Katalis (V-105)


Fungsi

: Memisahkan katalis dari produk yang dihasilkan

Bahan konstruksi : Carbon steel SA 212 Grade B


Jenis

: Hydrosiclone

Jenis sambungan : Double welded butt join


Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi

: - Tekanan

= 6,09 kPa

- Temperatur = 323,65 K
Ukuran

= 0,06014 atm
= 50,5 oC

: - Silinder
-

Diamater = 0,54881 m

Tinggi

= 1,09762 m

- Konis
-

Diameter = 0,54881 m

Tinggi

- Daya

= 1,09762 m
= 53,88565 hp

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

17. Heater (E-105)


Fungsi

: Menaikkan temperatur cairan sebelum dimasukkan ke dalam


kolom destilasi

Jenis

: Double Pipe Heat Exchanger (DPHE)

Dipakai

: Pipa 2 1 in IPS, 12 ft hairpin

Jumlah

: 1 unit

Luas permukaan : 31,32000 ft2


Jumlah hairpin

: 2 haripin

18. Pompa VI (J-106)


Fungsi

: Memompa bahan-bahan dari heater ke kolom destilasi

Bahan

: Carbon stainless steel

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi : - Tekanan

= 132 kPa

- Temperatur = 350K
Diameter pipa

: 1 in

Daya

: 1/12 hp

= 1,30274 atm
= 76,85 oC

19. Kolom Destilasi (V-106)


Fungsi

: Memisahkan campuran n- dengan i-butiraldehid

Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 Grade C


Bentuk

: Silinder vertikal dengan alas dan tutup elipsoidal

Jenis

: Sieve tray

Jenis sambungan : Double welded butt join


Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi

: - Tekanan

= 132 kPa

- Temperatur = 350 K
Tahapan teoritis

: 26 tahapan

Tray umpan

: Tray ke- 9 dari bawah

= 1,30274 atm
= 76,85 oC

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tray spacing

: 0,3 m

Kecepatan masuk : 3,16836 ft/s


Kecepatan dessain : 2,19124 ft/s
Luas permukaan : 0,44272 ft2
Pressure drop

= 0,04123 m2

: 0,18747 kPa/tray

Spesifikasi kolom : - Kolom destilasi


- Diameter

= 0,22918 m

- Tinggi

= 7,8 m

- Tebal

= 3/16 in

- Elipsoidal
- Diameter

= 0,22918 m

- Tinggi

= 0,05729 m

- Tebal

= 3/16 in

20. Kondensor (E-104)


Fungsi

: Menurunkan temperatur campuran cairan sebelum


dimasukkan ke dalam akumulator

Jenis

: Double Pipe Heat Exchanger (DPHE)

Dipakai

: Pipa 2 1 in IPS, 12 ft hairpin

Jumlah

: 1 unit

Luas permukaan : 125,28000 ft2


Jumlah hairpin

: 12 hairpin

21. Pompa VII (J-107)


Fungsi

: Memompa bahan-bahan dari separator tekanan rendah ke


separator katalis

Bahan

: Carbon stainless steel

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi

: - Tekanan

= 132 kPa

- Temperatur = 345 K
Diameter pipa

= 1,30274 atm
= 71,85 oC

: 1 in

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

: 1/12 hp

Daya
22. Reboiler (E-105)
Fungsi

: Menaikkan temperatur cairan sebelum dimasukkan ke dalam


kolom destilasi

Jenis

: Double Pipe Heat Exchanger (DPHE)

Dipakai

: Pipa 2 1 in IPS, 20 ft hairpin

Jumlah

: 1 unit

Luas permukaan : 191,40000 ft2


Jumlah hairpin

: 11 hairpin

23. Cooler II (E-106)


Fungsi

: Menurunkan temperatur campuran gas dan cair sebelum


dimasukkan ke dalam tangki penyimpanan n-butiraldehid

Jenis

: Double Pipe Heat Exchanger (DPHE)

Dipakai

: Pipa 2 1 in IPS, 12 ft hairpin

Jumlah

: 1 unit

Luas permukaan : 150,60000 ft2


Jumlah hairpin

: 15 hairpin

24. Akumulator (V-107)


Fungsi

: Mengakumulasi kondesat sebelum didinginkan di cooler

Bahan konstruksi : Low alloy steel SA 353


Bentuk

: Silinder dengan alas dan tutup elipsoidal

Jenis sambungan : Double welded butt join


Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi

: - Tekanan

= 90 kPa

- Temperatur = 336,45 K
Kapasitas

: 0,40202 m3

Ukuran

: - Silinder

= 0,88823 atm
= 63,3 oC

Diamater = 0,60835 m

Tinggi

= 0,47269 m

Panjang

= 1,82506 m

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tebal

= 1 in

- Tutup
-

Diameter = 0,60835 m

Tinggi

= 0,47269 m

Panjang

= 0,15208 m

Tebal

= 1 in

25. Cooler III (E-107)


Fungsi

: Menurunkan temperatur cairan sebelum masuk ke tangki


penyimpanan

Jenis

: Double Pipe Heat Exchanger (DPHE)

Dipakai

: Pipa 2 1 in IPS, 12 ft hairpin

Jumlah

: 1 unit

Luas permukaan : 73,79317 ft2


Jumlah hairpin

: 7 hairpin

26. Pompa VIII (J-108)


Fungsi

: Memompa bahan-bahan dari cooler ke tangki penyimpanan

Bahan

: Carbon stainless steel

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi

: - Tekanan

= 101,325 kPa = 1 atm

- Temperatur = 298,15 K
Diameter pipa

: 1 in

Daya

: 1/12 hp

= 25 oC

27. Tangki Penyimpanan n-Butiraldehid (TT-104)


Fungsi

: Menyimpan n-Butiraldehid

Bahan konstruksi : Carbon steel SA 285 Grade C


Bentuk

: Silinder dengan alas dan tutup datar

Jenis sambungan : Double welded butt join


Jumlah

: 2 unit

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Kondisi operasi

: - Tekanan

= 101,325 kPa = 1 atm

- Temperatur = 298,15 K
Kapasitas

: 1.485,781776 m3

Ukuran

: - Silinder

= 25 oC

Diamater = 11,23869 m

Tinggi

= 14,98491 m

Tebal

= 1 in

28. Pompa IX (J-109)


Fungsi

: Memompa bahan-bahan dari cooler ke tangki penyimpanan

Bahan

: Carbon stainless steel

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi

: - Tekanan

= 101,325 kPa = 1 atm

- Temperatur = 298,15 K
Diameter pipa

: in

Daya

: 1/60 hp

= 25 oC

29. Tangki Penyimpanan i-Butiraldehid (TT-105)


Fungsi

: Menyimpan i-Butiraldehid

Bahan konstruksi : Carbon steel SA 129 Grade A


Bentuk

: Silinder dengan alas dan tutup datar

Jenis sambungan : Double welded butt join


Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi

: - Tekanan

= 101,325 kPa = 1 atm

- Temperatur = 298,15 K
Kapasitas

: 294,7426502 m3

Ukuran

: - Silinder

= 25 oC

Diamater = 6,55458 m

Tinggi

= 8,73944 m

Tebal

= 3/4 in

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

30. Tangki Penyimpanan n- dan i-Butiraldehid (TT-106)


Fungsi

: Menyimpan n- dan i-Butiraldehid

Bahan konstruksi : Carbon steel SA 129 Grade A


Bentuk

: Silinder dengan alas dan tutup datar

Jenis sambungan : Double welded butt join


Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi

: - Tekanan

= 131 kPa

- Temperatur = 316,15 K
Kapasitas

: 10,73038 m3

Ukuran

: - Silinder

= 1,29310 atm
= 43 oC

Diamater = 2,17238 m

Tinggi

= 2,89650 m

Tebal

= 3/8 in

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

BAB VI
INSTRUMENTASI DAN KESELAMATAN KERJA
6.1 Instrumentasi
Instrumentasi merupakan alat yang digunakan di dalam suatu proses kontrol
untuk mengatur jalannya proses agar diperoleh hasil sesuai dengan yang diharapkan.
Dengan adanya alat kontrol maka dapat diketahui dan dikorelasi segala kesalahan
ataupun penyimpangan proses yang mungkin terjadi. Namun, tujuan dasar dari
pengendalian tersebut adalah agar tingkat kesalahan (error) pada kondisi proses di
pabrik dapat mencapai tingkat paling minimum sehingga produk dapat dihasilkan
secara maksimal.
Instrumentasi pada dasarnya terdiri dari :
1.

Elemen perasa atau elemen utama (sensing element / primary element), yaitu
elemen yang menunjukkan adanya perubahan dari nilai variabel yang diukur.

2.

Elemen pengukur (measuring element), yaitu elemen yang menerima output


dari elemen primer dan melakukan pengukuran, dalam hal ini termasuk alatalat penunjuk (indicator) maupun alat pencatat (recorder).

3.

Elemen pengontrol (controlling element), yaitu elemen yang mengadakan


perubahan nilai dari variabel yang dirasakan oleh elemen perasa dan diukur
oleh elemen pengukur dengan mengatur sumber tenaga sesuai dengan
perubahan yang terjadi. Tenaga tersebut dapat berupa tenaga mekanis ataupun
elektrik.

Instrumentasi berfungsi sebagai pengontrol (control), penunjuk (indicator),


pencatat (recorder), dan pemberi tanda bahaya (alarm). Secara umum, kerja dari
alat- alat instrumentasi berdasarkan sifat konsep dasar pengendalian prosesnya dapat
dibagi menjadi dua bagian yaitu :
1.

Pengendalian secara Manual

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tindakan pengendalian yang dilakukan oleh manusia. Sistem pengendalian


ini merupakan sistem yang ekonomis karena tidak membutuhkan begitu banyak
instrumentasi dan instalasinya. Namun pengendalian ini berpotensi tidak praktis
dan tidak aman karena sebagai pengendalinya adalah manusia yang tidak lepas
dari kesalahan.
2.

Pengendalian secara Otomatis


Berbeda dengan pengendalian secara manual, pengendalian secara
otomatis menggunakan instrumentasi sebagi pengendali proses, namun manusia
masih terlibat sebagai otak pengendali. Banyak pekerjaan manusia dalam
pengendalian secara manual diambil alih oleh instrumentasi sehingga membuat
sistem pengendalian ini sangat praktis dan menguntungkan.
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam instrumen-instrumen adalah

(Timmerhaus, 2004) :
1. Range yang diperlukan untuk pengukuran
2. Level instrumentasi
3. Ketelitian yang dibutuhkan
4. Bahan konstruksinya
5. Pengaruh pemasangan instrumentasi pada kondisi proses

Hal-hal yang diharapkan dari pemakaian alat-alat instrumentasi adalah :


1.

Kualitas produk dapat diperoleh sesuai dengan yang diinginkan.

2.

Pengoperasian sistem peralatan lebih mudah.

3.

Sistem kerja lebih efisien.

4.

Penyimpangan yang mungkin terjadi dapat dideteksi dengan cepat.

Variabel-variabel yang biasa dikontrol atau diukur oleh instrumen dapat


dibedakan atas dua bagian, yaitu:
1. Variabel utama, seperti : temperatur, tekanan, laju alir, dan level cairan.
2. Variabel tambahan, seperti : densitas, viskositas, panas spesifik, konduktivitas,
pH, humiditas, titik embun, komposisi kimia, kandungan kelembaban, dan
variabel lainnya.
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

6.1.1 Tujuan Pengendalian


Tujuan perancangan sistem pengendalian dari pabrik pembuatan butiraldehid
sebagai keamanan operasi pabrik yang mencakup :
Mempertahankan variabel-variabel proses seperti temperatur dan tekanan
tetap berada dalam rentang operasi yang aman dengan harga toleransi yang
kecil.
Mendeteksi situasi berbahaya kemungkinan terjadinya kebocoran alat, karena
komponen zat yang digunakan pada pabrik sangat mudah terbakar.
Pendeteksian dilakukan dengan menyediakan alarm dan sistem penghentian
operasi secara otomatis (automatic shut down systems).
Mengontrol setiap penyimpangan operasi agar tidak terjadi kecelakaan kerja
maupun kerusakan pada alat proses.

6.1.2 Jenis-jenis Pengendalian dan Alat Pengendali


Sistem pengendalian yang digunakan pada pabrik ini menggunakan dan
mengkombinasikan beberapa tipe pengendalian sesuai dengan tujuan dan
keperluannya :
1. Feedback control
Perubahan pada sistem diukur (setelah adanya gangguan), hasil pengukuran
dibandingkan

dengan

set

point,

hasil

perbandingan

digunakan

untuk

mengendalikan variabel yang dimanipulasi.


2. Feedforward control
Besarnya gangguan diukur (sensor pada input), hasil pengukuran digunakan
untuk mengendalikan variabel yang dimanipulasi.
3. Adaptive control
Sistem pengendalian yang dapat menyesuaikan parameternya secara otomatis
sedemikian rupa untuk mengatasi perubahan yang terjadi dalam proses yang
dikendalikannya, umumnya ditandai dengan adanya reset input pada controller
(selain set point pada input dari sensor).
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

4. Inferential control
Seringkali variabel yang ingin dikendalikan tidak dapat diukur secara langsung,
sebagai solusinya digunakan sistem pengendalian di mana variabel yang terukur
digunakan untuk mengestimasi variabel yang akan dikendalikan, variabel terukur
dan variabel tak terukur tersebut dihubungkan dengan suatu persamaan
matematika.
Pengendalian yang banyak digunakan adalah jenis feedback (umpan balik)
berdasarkan pertimbangan kemudahan pengendalian. Diagram balok untuk sistem
pengendalian ini secara umum dapat dilihat pada Gambar 6.1 berikut ini :
gangguan
(disturbances)

controller

Elemen
Pengendali
Akhir

Proses

measuring
device

Gambar 6.1 Diagram Balok Sistem Pengendalian Feedback

Pengukuran nilai keempat variabel di atas menggunakan bantuan sensor


untuk mendeteksi nilai masing-masing variabel proses. Sedangkan variabel proses
yang lain termasuk dalam kategori tertentu karena variabel itu tergantung kebutuhan
akan proses yang melibatkannya. Variabel proses tersebut antara lain :
a. Konsentrasi
b. Kepadatan (density) dan spesific gravity
c. Kelembaban (humidity) dan kadar air (moisture)
d. Kekeruhan zat cair (turbidity) dan derajat warna zat cair (clarity)
Untuk pengukuran nilai variabel proses di atas dapat digunakan sebuah
penganalisis (analyzer).
SET POINT

ELEMEN
PENGUKURAN

ELEMEN
PENGENDALI
ELEMEN
PENGENDALI AKHIR

ELEMEN
PRIMER

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan PROSES


N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

GANGGUAN

Dari gambar di atas


dapat 6.2
dijelaskan
bahwa dalam proses terdapat variabel
Gambar
Loop Pengendalian
proses yang diantisipasi oleh elemen primer sebagai nilai perubahan proses misalnya
naik turunnya level suatu tangki, tinggi rendahnya temperatur, cepat lambatnya aliran
fluida, dan tinggi rendahnya tekanan dalam suatu tangki. Variabel proses ini bersifat
relatif atau dalam kondisi berubah-ubah. Sensor diterjemahkan sebagai harga
pengukuran. Untuk lebih jelasnya, gambar di bawah ini merupakan suatu contoh
aktual dari suatu proses yang terkendali.
Pada dasarnya sistem pengendalian terdiri dari (Considine,1985) :
a. Elemen Primer (Primary Element)
Elemen Primer berfungsi untuk menunjukkan kualitas dan kuantitas suatu
variabel proses dan menerjemahkan nilai itu dalam bentuk sinyal dengan
menggunakan transducer sebagai sensor. Ada banyak sensor yang digunakan
tergantung variabel proses yang ada.
Sensor untuk temperatur, yaitu bimetal, thermocouple, termal mekanik, dll.
Sensor untuk tekanan, yaitu diafragma, cincin keseimbangan, dll.
Sensor untuk level, yaitu pelampung, elemen radioaktif, perbedaan tekanan, dll.
Sensor untuk aliran atau flow, yaitu orifice, nozzle dll.

b. Elemen Pengukuran (Measuring Element)


Elemen Pengukuran berfungsi mengonversikan segala perubahan nilai yang
dihasilkan elemen primer yang berupa sinyal ke dalam sebuah harga pengukuran
yang dikirimkan transmitter ke elemen pengendali.
Tipe Konvensional
Tipe ini menggunakan prinsip perbedaan kapasitansi.
Tipe Smart
Tipe smart menggunakan microprocessor elektronic sebagai pemroses sinyal.

c. Elemen Pengendali (Controlling Element)


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Elemen pengendali berfungsi menerima sinyal dari elemen pengukur yang


kemudian dibandingkan dengan set point di dalam pengendali (controller). Hasilnya
berupa sinyal koreksi yang akan dikirim ke elemen pengendali menggunakan
processor (computer, microprocessor) sebagai pemroses sinyal pengendalian. Jenis
elemen pengendali yang digunakan tergantung pada variabel prosesnya.
Elemen pengendali yang umum digunakan dalam pabrik adalah :
1. Untuk variabel temperatur:
a. Temperature Controller (TC) adalah instrumentasi yang digunakan untuk
mengamati temperatur suatu alat dan bila terjadi perubahan dapat melakukan
pengendalian.
b. Temperature Indicator (TI) adalah instrumentasi yang digunakan untuk
mengamati temperatur dari suatu alat.
c. Temperature Indicator Recorder Controller (TIRC) adalah instrumentasi
yang digunakan untuk mengamati temperatur suatu alat yang hasilnya akan
tersimpan dalam suatu memori.
2. Untuk variabel tinggi permukaan cairan
a. Level Controller (LC) adalah instumentasi yang digunakan untuk mengamati
ketinggian cairan dalam suatu alat dan bila terjadi perubahan dapat
melakukan pengendalian.
b. Level Indicator (LI) adalah instrumentasi yang digunakan untuk mengamati
ketinggian cairan dalam suatu alat.
3. Untuk variabel tekanan
a. Pressure Controller (PC) adalah instrumentasi yang digunakan untuk
mengamati tekanan operasi suatu alat dan bila terjadi perubahan dapat
melakukan pengendalian.
b. Pressure Indicator (PI) adalah instrumentasi yang digunakan untuk
mengamati tekanan operasi suatu alat.
c. Pressure Indicator Recorder Controller (PIRC) adalah instrumentasi yang
digunakan untuk mengamati tekanan suatu alat yang hasilnya akan tersimpan
dalam suatu memori.
4. Untuk variabel aliran cairan

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

a. Flow Controller (FC) adalah instrumentasi yang digunakan untuk mengamati


laju alir larutan atau cairan yang melalui suatu alat dan bila terjadi perubahan
dapat melakukan pengendalian.
b. Flow Indicator (FI) adalah instrumentasi yang digunakan untuk mengamati
laju aliran atau cairan suatu alat.

d. Elemen Pengendali Akhir


Elemen pengendali akhir berperan mengonversikan sinyal yang diterimanya
menjadi sebuah tindakan korektif terhadap proses. Umumnya industri menggunakan
control valve dan pompa sebagai elemen pengendali akhir.
1. Control valve
Control valve mempunyai tiga elemen penyusun, yaitu :
Positioner yang berfungsi untuk mengatur posisi actuator.
Actuator Valve berfungsi mengaktualisasikan sinyal pengendali (valve).
Ada dua jenis actuator valve berdasarkan prinsip kerjanya yaitu :
a. Actuator spring atau per
Actuator ini menggunakan spring atau per sebagai penggerak piston
actuator.
b. Actuator aksi ganda (double acting)
Untuk menggerakkan piston, actuator ini menggunakan tekanan udara
yang dimasukkan ke rumah actuator.
Valve, merupakan elemen pengendali proses. Ada banyak tipe valve
berdasarkan bentuknya seperti butterfly valve, valve bola, dan valve
segmen.
2. Pompa Listrik
Elemen pompa terdiri dari dua bagian, yaitu :
Actuator Pompa.
Sebagai actuator pompa adalah motor listrik. Motor listrik mengubah
tenaga listrik menjadi tenaga mekanik. Prinsip kerjanya berdasarkan
induksi elektromagnetik yang menggerakkan motor.

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Pompa listrik berfungsi memindahkan/menggerakkan fluida baik itu zat


cair, gas dan padat.

Secara garis besar, fungsi instrumentasi adalah sebagai berikut :


1. Penunjuk (indicator)
2. Pencatat (recorder)
3. Pengontrol (regulator)
4. Pemberi tanda bahaya (alarm)
Adapun instrumentasi yang digunakan pada pabrik pembuatan butiraldehid
adalah :
1. Instrumentasi Tangki Bahan Baku
Instrumentasi pada tangki penyimpanan bahan baku berupa level indicator (LI)
dan pressure indicator (PI). LI berfungsi untuk menunjukkan level bahan yang
ada di dalam tangki dan PI bertujuan untuk menunjukkan tekanan bahan yang
ada di dalam tangki.

PI
LI

Gambar 6.3 Instrumentasi Tangki Bahan Baku


2. Instrumentasi Tangki Pencampuran Katalis (cairan)
Instrumentasi pada tangki pencampuran katalis ini berupa level indicator (LI)
yang berfungsi untuk menunjukkan tinggi cairan di dalam tangki dan
temperature indicator (TI) yang berfungsi untuk menunjukkan temperatur di
dalam tangki.
Air

LI

TI

P-782

Gambar 6.4 Instrumentasi Tangki Cairan


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

3. Instrumentasi Expander
Instrumentasi pada compressor mencakup pressure controller (PC). Pressure
controller (PC) berfungsi untuk mengatur tekanan bahan dalam pipa sehingga
tekanan operasi dalam compressor diatur sesuai dengan kondisi operasi yang
diinginkan dengan mengatur bukaan katup aliran bahan.
PC

Gambar 6.5 Instrumentasi Expander

4. Instrumentasi Cooler
Temperature controller (TC) pada cooler berfungsi untuk mengatur besarnya
suhu di dalam cooler dengan cara mengatur banyaknya air pendingin yang
dialirkan. Jika temperatur di bawah kondisi yang diharapkan (set point), maka
valve akan terbuka lebih besar dan jika temperatur di atas kondisi yang
diharapkan maka valve akan terbuka lebih kecil.
Air pendingin

TC

Air pendingin bekas

Gambar 6.6 Instrumentasi Cooller

5. Instrumentasi Reaktor
Instrumentasi pada reaktor terdiri dari temperature indicator recorder controller
(TIRC), pressure indicator recorder controller (PIRC), dan level controller
(LC). TIRC berfungsi untuk mengontrol dan mencatat temperatur dalam reaktor
dengan mengatur bukaan katup air pendingin. PIRC berfungsi untuk mengontrol
dan mencatat tekanan dalam reaktor. LC berfungsi untuk mengontrol tinggi
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

cairan dalam reaktor dengan mengatur bukaan katup aliran produk keluar
reaktor.

PIRC

TIRC

LC

Gambar 6.7 Instrumentasi Reaktor

6. Instrumentasi Kondensor
Temperature control (TC) pada kondensor berfungsi untuk mengatur besarnya
suhu di dalam kondensor dengan cara mengatur banyaknya air pendingin yang
dialirkan. Jika temperatur di bawah kondisi yang diharapkan (set point), maka
valve akan terbuka lebih besar dan jika temperatur di atas kondisi yang
diharapkan maka valve akan terbuka lebih kecil.
Air pendingin

TC

Air pendingin bekas

Gambar 6.8 Instrumentasi Kondensor

7. Instrumentasi Separator
Instrumentasi pada separator terdiri dari pressure indicator recorder controller
(PIRC) dan temperatur controller (TC). PIRC berfungsi untuk mengontrol dan
mencatat tekanan dalam separator. Temperature control (TC) pada separator
berfungsi untuk mengatur besarnya suhu di dalam separator.

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

PIRC

TC

FI

Gambar 6.9 Instrumentasi Separator

8. Instrumentasi Hydrocyclone
Instrumentasi pada hydrocyclone mencakup level controller (LC) yang berfungsi
untuk mengatur ketinggian cairan pada hydrocyclone dengan mengatur bukaan
katup cairan masuk dan keluar.

LC

Gambar 6.10 Instrumentasi Hydrocyclone

9. Instrumentasi Accumulator
Instrumentasi pada accumulator mencakup level controller (LC) yang berfungsi
untuk mengatur ketinggian cairan dalam accumulator dengan mengatur bukaan
katup cairan keluar

LC

Gambar 6.11 Instrumentasi Accumulator

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

10. Instrumentasi Kolom Destilasi


Instrumentasi pada kolom destilasi mencakup temperature indicator recorder
controller (TIRC), dan pressure indicator recorder controller (PIRC). TIRC
berfungsi untuk mengontrol dan mencatat temperatur dalam reaktor dengan
mengatur bukaan katup air pendingin. PIRC berfungsi untuk mengontrol dan
mencatat tekanan dalam reaktor. LC berfungsi untuk mengontrol tinggi cairan
dalam kolom destilasi dengan mengatur bukaan katup aliran produk keluar
reaktor.

TIRC

PIRC

LC

Gambar 6.12 Instrumentasi Kolom Destilasi


11. Instrumentasi Reboiler
Instrumentasi pada reboiler mencakup temperature controller (TC) yang
berfungsi untuk mengatur temperatur di dalam reboiler dengan mengatur bukaan
katup uap pemanas masuk.
TC

Gambar 6.13 Instrumentasi Reboiler


12. Instrumentasi Separator Reaktan
Instrumentasi pada separator reaktan mencakup temperature controller (TC)
yang berfungsi untuk mengatur temperatur di dalam separator dengan mengatur
bukaan katup uap pemanas masuk dan pressure controller (PC) untuk mengatur
tekanan di dalam separator.

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Air pendingin
TC
PC

Air pendingin
bekas

Gambar 6.14 Instrumentasi Separator Reaktan


13. Instrumentasi pompa
Instrumentasi pada pompa mencakup flow indicator (FI) yang berfungsi untuk
menunjukkan laju alir bahan dalam pipa dengan mengatur bukaan katup aliran
bahan.
FI

Gambar 6.15 Instrumentasi Pompa

6.2 Keselamatan Kerja Pabrik


6.2.1 Landasan Keselamatan Kerja
Standar keselamatan kerja di Indonesia paling buruk dibandingkan dengan
negara di kawasan Asia Tenggara lainnya. Indikatornya, selama tujuh bulan pertama
2003 di Indonesia tercatat sedikitnya 51.528 kecelakaan kerja (Global Estimates
Fatalities in 2002 ILO. Berdasarkan kondisi tersebut, ILO menyerukan usaha
bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan pengusaha, untuk
meningkatkan keselamatan kerja serta perlu adanya pengawasan berdasarkan
konvensi-konvensi ILO (Anonim, 2004).
Konsep dasar mengenai keselamatan dan kesehatan kerja meliputi dua hal
terbesar yang menjadi penyebab kecelakaan kerja yaitu : perilaku yang tidak aman
dan kondisi lingkungan yang tidak aman. Berdasarkan data dari Biro Pelatihan
Tenaga Kerja, penyebab kecelakaan yang diakibatkan oleh perilaku yang tidak aman
sebagai berikut :
1. Sembrono dan tidak hati hati
2. Tidak mematuhi peraturan
3.. Tidak mengikuti standar prosedur kerja

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

3. Tidak mengikuti standar prosedur kerja


4. Tidak memakai alat pelindung diri
5. Kondisi badan yang lemah
Persentase penyebab kecelakaan kerja yaitu 3 % dikarenakan oleh sebab yang
tidak bisa dihindarkan (seperti bencana alam), selain itu 24 % dikarenakan
lingkungan atau peralatan yang tidak memenuhi syarat dan 73 % dikarenakan
perilaku yang tidak aman. Cara efektif untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja
adalah dengan menghindari terjadinya lima perilaku tidak aman yang telah
disebutkan di atas.
Tujuan keselamatan dan
kesehatan kerja

Melindungi kesehatan tenaga kerja, meningkatkan efisiensi kerja,


mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit.
1. Mengantisipasi keberadaan faktor penyebab bahaya dan

Berbagai arah
keselamatan dan kesehatan
kerja

melakukan pencegahan sebelumnya.


2. Memahami jenis-jenis bahaya yang ada di tempat kerja
3. Mengevaluasi tingkat bahaya di tempat kerja
4. Mengendalikan terjadinya bahaya atau komplikasi.

Mengenai peraturan
keselamatan dan kesehatan
tenaga kerja

Yang terutama adalah UU Keselamatan dan Kesehatan Tenaga


Kerja dan Detail Pelaksanaan UU Keselamatan dan Kesehatan
Tenaga Kerja.

1. Bahaya jenis kimia: terhirup atau terjadinya kontak antara


kulit dengan cairan metal, cairan non-metal, hidrokarbon dan
abu, gas, uap steam, asap dan embun yang beracun.
Faktor penyebab berbahaya
yang sering ditemui

2. Bahaya jenis fisika: lingkungan yang bertemperatur panas dan


dingin, lingkungan yang beradiasi pengion dan non pengion,
bising, vibrasi dan tekanan udara yang tidak normal.
3. Bahaya yang mengancam manusia dikarenakan jenis proyek:
pencahayaan dan penerangan yang kurang, bahaya dari
pengangkutan, dan bahaya yg ditimbulkan oleh peralatan.
1. Pengendalian teknik: mengganti prosedur kerja, menutup

Cara pengendalian ancaman

mengisolasi bahan berbahaya, menggunakan otomatisasi

bahaya kesehatan kerja

pekerjaan, menggunakan cara kerja basah dan ventilasi


pergantian udara.

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

2. Pengendalian administrasi : mengurangi waktu pajanan,


menyusun peraturan keselamatan dan kesehatan, memakai
alat pelindung, memasang tanda tanda peringatan, membuat
daftar data bahan-bahan yang aman, melakukan pelatihan
sistem penangganan darurat.
3. Pemantauan kesehatan : melakukan pemeriksaan kesehatan.
Menurut H. W. Heinrich, penyebab kecelakaan kerja yang sering
ditemui adalah perilaku yang tidak aman sebesar 88 %, kondisi
Mengapa diperlukan adanya
pendidikan keselamatan dan
kesehatan kerja?

lingkungan yang tidak aman sebesar 10 %, atau kedua hal tersebut


di atas terjadi secara bersamaan. Oleh karena itu, pelaksanaan
diklat keselamatan dan kesehatan tenaga kerja dapat mencegah
perilaku yang tidak aman dan memperbaiki kondisi lingkungan
yang tidak aman.

UU Keselamatan dan Kesehatan Kerja mengatur agar tenaga


Peraturan yang perlu ditaati

kerja, petugas keselamatan dan kesehatan kerja dan manajer wajib


mengikuti pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja.
1. Petugas keselamatan dan kesehatan kerja
2. Manajer bagian operasional keselamatan dan kesehatan kerja
3. Petugas operator mesin dan perlengkapan yang berbahaya
4. Petugas operator khusus

Obyek pendidikan dan


pelatihan keselamatan dan
kesehatan kerja

5. Petugas operator umum


6. Petugas penguji kondisi lingkungan kerja
7. Petugas estimasi keselamatan pembangunan
8. Petugas estimasi keselamatan proses produksi
9. Petugas penyelamat
10. Tenaga kerja baru atau sebelum tenaga kerja mendapat rotasi
pekerjaan.

Prinsip analisa keselamatan


dan kesehatan kerja

Mencari penyebab dari seluruh tingkat lapisan, dari lapisan dalam


sampai dengan akar penyebabnya, dicari secara tuntas, hingga
dapat diketahui penyebab utamanya dan melakukan perbaikan.
Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, sebelumnya harus

Pencegahan kecelakaan kerja

dimulai dari pengenalan bahaya di tempat kerja, estimasi, tiga


langkah pengendalian, dalam pengenalan bahaya perlu

adanya

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

konfirmasi keberadaan bahaya di tempat kerja, memutuskan


pengaruh bahaya; dalam mengestimasi bahaya perlu diketahui
adanya tenaga kerja di bawah ancaman bahaya pajanan atau
kemungkinan pajanan, konfirmasi apakah kadar pajanan sesuai
dengan peraturan, memahami pengendalian perlengkapan atau
apakah

langkah

manajemen

sesuai

persyaratan;

dalam

pengendalian bahaya perlu dilakukan pengendalian sumber


bahaya, dari pengendalian jalur bahaya, dari pengendalian
tambahan terhadap tenaga kerja pajanan, menetapkan prosedur
pengamanan.
Berdasarkan UU Perlindungan Tenaga Kerja dan Kecelakaan
Kerja, pemilik usaha pada saat mulai memakai tenaga kerja, harus
membantu tenaga kerjanya untuk mendaftar keikutsertaan
Tindakan penanganan setelah
terjadi kecelakaaan kerja

asuransi tenaga kerja, demi menjamin keselamatan tenga kerja.


Selain itu, setelah terjadi kecelakaan kerja, pemilik usaha wajib
memberikan subsidi kecelakaan kerja, apabila pemilik usaha tidak
mendaftarkan tenaga kerjanya ikut serta asuransi tenaga kerja
sesuai dengan UU Standar Ketenagakerjaan, maka pemilik usaha
akan dikenakan denda.

(Sumber : Anonim, 2008 g)

6.2.2 Pencegahan Kecelakaan Kerja di Pabrik Pembuatan Butiraldehid


Pada pra rancangan pabrik pembuatan butiraldehid ini, usaha-usaha
pencegahan terhadap bahaya-bahaya yang mungkin terjadi dilakukan dengan cara :
1. Pencegahan Terhadap Kebakaran
Pencegahan kebakaran adalah usaha menyadari atau mewaspadai akan faktorfaktor yang menjadi sebab munculnya atau terjadinya kebakaran dan mengambil
langkah-langkah untuk mencegah kemungkinan tersebut menjadi kenyataan.
Pencegahan kebakaran membutuhkan suatu program pendidikan beserta pengawasan
karyawan, suatu rencana pemeliharaan yang cermat dan teratur pada bangunan dan
kelengkapannya, inspeksi/pemeriksaan, penyediaan dan penempatan yang baik dari
peralatan pemadam kebakaran termasuk memeliharanya baik segi siap-pakainya
maupun dari segi mudah dicapainya.
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Kebakaran di Indonesia dibagi menjadi tiga kelas, yaitu:

1. Kelas
Kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda padat, misalnya kertas, kayu,
plastik, karet, busa dan lain-lainnya. Media pemadaman kebakaran untuk
kelas ini berupa: air, pasir, karung goni yang dibasahi, dan Alat Pemadam
Kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering.

2. Kelas
Kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda mudah terbakar berupa cairan,
misalnya bensin, solar, minyak tanah, spirtus, alkohol dan lain-lainnya. Media
pemadaman kebakaran untuk kelas ini berupa: pasir dan Alat Pemadam
Kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering. Dilarang memakai air
untuk jenis ini karena berat jenis air lebih berat dari pada berat jenis bahan di
atas sehingga bila kita menggunakan air maka kebakaran akan melebar
kemana-mana

3. Kelas
Kebakaran yang disebabkan oleh listrik. Media pemadaman kebakaran untuk
kelas ini berupa: Alat Pemadam Kebakaran (APAR) atau racun api tepung
kimia kering. Matikan dulu sumber listrik agar kita aman dalam
memadamkan kebakaran
Kebakaran adalah suatu nyala api, baik kecil atau besar pada tempat yang
tidak kita hendaki, merugikan, dan pada umumnya sukar dikendalikan. Api terjadi
karena persenyawaan dari:

Sumber panas, seperti energi elektron (listrik statis atau dinamis), sinar
matahari, reaksi kimia, dan perubahan kimia.

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Benda mudah terbakar, seperti bahan-bahan kimia, bahan bakar, kayu, plastik
dan sebagainya.

Oksigen (tersedia di udara)

Apabila ketiganya bersenyawa maka akan terjadi api. Dalam pencegahan


terjadinya kebakaran kita harus bisa mengontrol sumber panas dan benda mudah
terbakar, misalnya Dilarang Merokok ketika Sedang Melakukan Pengisian Bahan
Bakar, Pemasangan Tanda-Tanda Peringatan, dan sebagainya.
Beberapa peralatan pencegahan kebakaran yang biasa ada di pabrik :
1. APAR/ Fire Extinguishers/ Racun Api
Merupakan peralatan dengan reaksi cepat yang multi guna karena dapat
dipakai untuk jenis kebakaran A,B, dan C. Peralatan ini mempunyai berbagai
ukuran beratnya, sehingga dapat ditempatkan sesuai dengan besar-kecilnya
resiko kebakaran yang mungkin timbul dari daerah tersebut, misalnya tempat
penimbunan bahan bakar terasa tidak rasional bila di situ kita tempatkan
racun api dengan ukuran 1,2 kg dengan jumlah satu tabung. Bahan yang ada
dalam tabung pemadam api tersebut ada yang dari bahan kimia kering, foam /
busa dan CO2, untuk halon tidak diperkenankan dipakai di Indonesia.
2. Hydran
Ada 3 jenis hydran, yaitu :
hydran gedung, ditempatkan dalam gedung
hydran halaman, ditempatkan di halaman
hydran kota biasanya ditempatkan pada beberapa titik yang memungkinkan
unit pemadam kebakaran suatu kota mengambil cadangan air
3. Detektor Asap/ Smoke Detector
Merupakan

peralatan

yang

memungkinkan

secara

otomatis

akan

memberitahukan kepada setiap orang apabila ada asap pada suatu daerah
maka alat ini akan berbunyi, khusus untuk pemakaian dalam gedung.
4. Fire Alarm
Merupakan peralatan yang dipergunakan untuk memberitahukan kepada
setiap orang akan adanya bahaya kebakaran pada suatu tempat

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

5. Sprinkler
Merupakan peralatan yang dipergunakan khusus dalam gedung, yang akan
memancarkan air secara otomatis apabila terjadi pemanasan pada suatu suhu
tertentu pada daerah di mana ada sprinkler tersebut.
(Anonim, 2000 a)
2. Pencegahan Terhadap Bahaya Mekanis
Upaya pencegahan kecelakaan terhadap bahaya mekanis adalah :
1. Alat-alat dipasang dengan penahan yang cukup berat untuk mencegah
kemungkinan terguling atau terjatuh.
2. Sistem ruang gerak karyawan dibuat cukup lebar dan tidak menghambat kegiatan
karyawan.
3. Jalur perpipaan sebaiknya berada di atas permukaan tanah atau diletakkan pada
atap lantai pertama kalau di dalam gedung atau setinggi 4,5 meter bila diluar
gedung agar tidak menghalangi kendaraan yang lewat.
4. Letak alat diatur sedemikian rupa sehingga para operator dapat bekerja dengan
tenang dan tidak akan menyulitkan apabila ada perbaikan atau pembongkaran.
5. Pada alat-alat yang bergerak atau berputar harus diberikan tutup pelindung untuk
menghindari terjadinya kecelakaan kerja.
3. Pencegahan Terhadap Bahaya Listrik
Upaya peningkatan keselamatan kerja terhadap listrik adalah sebagai berikut :
1. Setiap instalasi dan alat-alat listrik harus diamankan dengan pemakaian sekring
atau pemutus arus listrik otomatis lainnya.
2. Sistem perkabelan listrik harus dirancang secara terpadu dengan tata letak pabrik
untuk menjaga keselamatan dan kemudahan jika harus dilakukan perbaikan.
3. Penempatan dan pemasangan motor-motor listrik tidak boleh mengganggu lalu
lintas pekerja.
4. Memasang papan tanda larangan yang jelas pada daerah sumber tegangan tinggi.
5. Isolasi kawat hantaran listrik harus disesuaikan dengan keperluan.
6. Setiap peralatan yang menjulang tinggi harus dilengkapi dengan alat penangkal
petir yang dibumikan.
7. Kabel-kabel listrik yang letaknya berdekatan dengan alat-alat yang bekerja pada
suhu tinggi harus diisolasi secara khusus.
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

6.2.3 Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan


Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan adalah bantuan pertama yang
diberikan kepada orang yang cedera akibat kecelakaan sebelum ditangani oleh tenaga
medis dengan sasaran menyelamatkan nyawa, menghindari cedera atau kondisi yang
lebih parah dan mempercepat penyembuhan.
Seorang pemberi pertolongan pertama bertugas:

Memeriksa keadaan tanpa membahayakan diri sendiri, misalnya memeriksa


apakah masih ada kabel listrik tegangan tinggi di sekitar korban, atau ada
ceceran bahan kimia berbahaya dll.

Menenangkan korban dan melindunginya dari bahaya yang mungkin timbul

Jika perlu membawa korban kembali ke tempat tinggalnya atau ke tempat


sarana medis terdekat.
Sikap tenang dan percaya diri selama menilai situasi dan melakukan

perawatan medis yang diperlukan, akan menentramkan semua orang terutama korban
dan membuat mereka yakin ia akan mampu mengatasi situasi.
Seorang pemberi P3K yang bijaksana tidak hanya tergantung dari barangbarang yang ada dalam perlengkapan P3K-nya, tetapi ia akan berusaha untuk
menggunakan barang apa saja yang ada di sekitarnya, dan apabila perlu ia akan
membuatnya sendiri, misalnya tandu darurat, penyangga darurat dan lain-lain.
Hal-hal yang perlu dicermati dalam menangani korban yang mengalami
kecelakaan antara lain :

Urutan kejadian; Bagaimana Kecelakaan Terjadi? (Tanyakan pada korban


dan saksi mata).

Gejala; Dengar baik-baik segala ucapan korban, apakah ia merasa sakit?


Lihat secara jelas, bagian tubuh mana yang mengalami pendarahan?
Dapatkah digerakkan?

Tanda-tanda; Periksa korban dari ujung kepala hingga kaki dengan cermat,
bandingkan ke dua sisi badan korban. Adakah kejanggalan yang terlihat atau
teraba? Apakah korban mengenakan tanda-tanda medis seperti gelang medis.

Perkecil resiko terjadinya kecelakaan susulan; misalnya terjadi kecelakaan


lalu lintas, perkecil resiko terjadinya kebakaran dengan mematikan stater /

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

kunci kontak, segera siagakan alat pemadam kebakaran. Peringatkan


Kendaraan lain yang melewati tempat kejadian, seperti dengan memasang
segitiga pengaman atau tunjuk beberapa orang untuk mengatur lalu lintas

Saksi Mata

Pertolongan terhadap korban mendapat kecelakaan yang disebabkan oleh :

Berhubungan dengan Listrik


Bila korban terkena sengatan listrik tegangan rendah, misalnya di ruang tamu,
hentikan aliran listrik dengan mematikan sekering atau mencabut stop kontak.
Bila hal ini sulit untuk dilakukan, berdirilah pada permukaan yang kering,
misalnya gulungan kertas, keset karet dll, dan sentakkan anggota tubuh
korban yang terkena aliran listrik tersebut dengan benda yang bukan
menghantarkan arus listrik, misalnya tangkai sapu. Kemudian baru lakukan
pertolongan pertama seperlunya. Dilarang menyentuhkan korban dengan
benda basah, karena air merupakan penghantar listrik yang baik.

Berhubungan dengan Kendaraan Pengangkut Bahan Kimia


Biasanya kendaraan pengangkut bahan kimia selalu memberikan tanda-tanda
peringatan, misalnya apakah cairan yang dimuat mengandung zat beracun, zat
mudah terbakar, zat korosif dll. untuk itu kita harus berhati-hati dalam
menanganinya. Misalnya kita ragu-ragu untuk menolongnya, usaha paling
bagus adalah dengan segera melaporkan kecelakaan tersebut dengan datadata yang ada.

Berhubungan dengan Binatang Buas atau Berbisa


Sebelum kita melakukan pertolongan pertama, alangkah bijaksananya bila
kita terlebih dahulu mengecek apakah binatang tersebut masih ada di tempat
kejadian atau sudah pergi.

Kenyamanan dan kondisi cedera harus menjadi pertimbangan utama dalam


memindahkan korban. Ada dua hal penting, yaitu:
1. Lebih baik pindahkan barang-barang yang bisa membahayakan korban, bila
hal ini tidak mungkin untuk dilakukan, baru dilakukan usaha memindahkan
korban.
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

2. Jangan memindahkan sendiri korban, bila ada orang lain yang dapat
membantu.
Agar cedera korban tidak tambah parah, tunggu sampai orang yang ahli
datang karena penanganan yang ceroboh dapat memperparah cedera. Misalnya
tulang yang patah dapat merobek pembuluh darah dan menyebabkan pendarahan
hebat. Pilihlah teknik yang sesuai dengan kondisi cedera, jumlah tenaga penolong,
ukuran tubuh korban, dan rute yang akan dilewati (Anonim, 2000 b).

6.2.4 Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)


Upaya peningkatan keselamatan kerja bagi karyawan pada pabrik ini adalah
dengan menyediakan fasilitas sesuai bidang kerjanya. Fasilitas yang diberikan berupa
alat pelindung diri yang wajib digunakan oleh setiap karyawan selama berada di
lokasi pabrik.
Adapun alat pelindung diri yang disediakan adalah sebagai berikut:
1. Pakaian kerja
Pakaian dibuat dari bahan-bahan seperti katun, wol, serat, sintetis, dan asbes.
Pada musim panas sekalipun tidak diperkenankan bekerja dengan keadaan badan
atas terbuka.
2. Helm
Helm digunakan untuk melindungi kepala dari percikan-percikan bahan kimia,
terutama apabila bekerja dengan pipa-pipa yang letaknya lebih tinggi dari kepala,
maupun tangki-tangki serta peralatan lain yang dapat bocor.
3. Sarung tangan
Dalam menangani beberapa bahan kimia yang bersifat korosif, maka karyawan
diwajibkan menggunakan sarung tangan untuk menghindari hal-hal yang tidak
diinginkan.
4. Masker
Berguna untuk memberikan perlindungan terhadap debu-debu yang berbahaya
ataupun uap bahan kimia agar tidak terhirup.
5. Sepatu pengaman
Sepatu harus kuat dan harus dapat melindungi kaki dari bahan kimia dan panas.
Sepatu pengaman bertutup baja dapat melindungi kaki dari bahaya terjepit.
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Sepatu setengah tertutup atau bot dapat dipakai tergantung pada jenis pekerjaan
yang dilakukan.
6.

Penutup telinga
Berguna untuk melindungi telinga dari kebisingan yang berlebihan yang dapat
merusak pendengaran.

7.

Kacamata kerja
Berguna untuk melindungi mata dari debu yang berlebihan ataupun benda-benda
lain yang melayang di udara.

6.2.5 Penyediaan Poliklinik di Lokasi Pabrik


Poliklinik disediakan untuk tempat pengobatan akibat kecelakaan yang terjadi
di lokasi pabrik seperti terhirup gas beracun, luka terbakar, patah tulang dan lain
sebagainya.

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

BAB VII
UTILITAS
Dalam suatu pabrik, utilitas merupakan sarana penunjang utama untuk
memperlancar proses produksi.

Agar proses produksi dapat

dapat terus

berkesinambungan , harus didukung oleh sarana dan prasarana utilitas yang baik.
Berdasarkan kebutuhannya, utilitas pada pra-rancangan pabrik pembuatan nbutiraldehid terdiri dari:
1. Kebutuhan uap (steam)
2. Kebutuhan air
3. Kebutuhan bahan kimia untuk pengolahan air
4. Kebutuhan tenaga listrik
5. Kebutuhan tenaga bahan bakar
6. Unit pengolahan limbah

7.1 Kebutuhan Uap (Steam)


Pada pengoperasian pabrik butiraldehid ini dibutuhkan uap sebagai media
pemanas. Uap yang digunakan adalah saturated steam dengan temperatur 100 oC dan
tekanan 1 atm. Uap ini akan digunakan antara lain pada alat :
Separator propilen

71,11295 kg

Heater

= 1.721,49504 kg

Reboiler

93,95865 kg

Total uap yang diperlukan untuk produksi pabrik adalah = 1.886,56664 kg/jam
Tambahan untuk kebocoran (faktor keamanan) diambil sebesar 30 % dari
total kebutuhan uap (Perry, 1999). Maka kebutuhan uap adalah :
Tambahan untuk kebocoran (faktor keamanan)
= 30 % 1.886,56664 kg/jam
= 565,96999 kg/jam
Total uap yang dihasilkan ketel,
= (1.886,56664 + 565,96999) kg/jam
= 2.452,53663 kg/jam
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Diperkirakan 80 % kondensat dapat digunakan kembali (Evans, 1978),


sehingga kondensat yang digunakan kembali adalah :
= 80 % 1.617,53026 kg/jam = 1.509,25331 kg/jam
Kebutuhan air tambahan untuk ketel :
= (2.452,53663 1.509,25331) kg/jam
= 943,28332 kg/jam
7.2 Kebutuhan Air
Dalam proses produksi, air memegang peranan penting, baik untuk kebutuhan
proses maupun kebutuhan domestik. Adapun kebutuhan air pada pabrik pembuatan
butiraldehid ini adalah sebagai berikut :
1. Air untuk umpan ketel = 943,28332 kg/jam
2. Air Pendingin :
Adapun kebutuhan air pendingin pada pabrik pembuatan butiraldehid antara lain :
Tabel 7.1 Kebutuhan Air Pendingin
Alat

Kebutuhan Air (kg/jam)

Reaktor

23.128,79043

Cooler I

2.617,35047

Cooler II
Pemisah tekanan rendah
Cooler III
Kondensor
Cooler IV
Cooler V
Total

632,10863
37.857,02243
4,80265
2.488,35954
460,90393
6.687,54264
73.876,88072

Air pendingin bekas digunakan kembali setelah didinginkan dalam menara


pendingin air. Dengan menganggap terjadi kehilangan air selama proses sirkulasi,
maka air tambahan yang diperlukan adalah jumlah air yang hilang karena penguapan,
drift loss, dan blowdown. (Perry, 1999)

Air yang hilang karena penguapan dapat dihitung dengan persamaan :


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

We = 0,00085 Wc (T1 T2)

................................................ (Perry, 1999)

Di mana:
Wc = Jumlah air masuk menara = 73.876,88072 kg/jam
T1 = Temperatur air masuk = 40 C = 104 F
T2 = Temperatur air keluar = 28 C = 82,4 F
Maka,
We = 0,00085 73.876,88072 (104 82,4)
= 1.356,37953 kg/jam
Air yang hilang karena drift loss biasanya 0,1 0,2 % dari air pendingin yang
masuk ke menara air (Perry, 1999). Ditetapkan drift loss 0,2 %, maka :
Wd = 0,002 73.876,88072 = 147,75376 kg/jam
Air yang hilang karena blowdown bergantung pada jumlah siklus sirkulasi air
pendingin, biasanya antara 3 5 siklus (Perry, 1999).
Ditetapkan 5 siklus, maka:
Wb =

We
1.356,37953
=
S 1
5 1

= 339,09488 kg/jam .................... (Perry, 1999)

Sehingga air tambahan yang diperlukan


= We + Wd + Wb
= 1.356,37953 + 147,75376 + 339,09488
= 1.843,22817 kg/jam
3. Air proses = 144,64593 kg/jam pada tangki pencampur katalis

4. Air untuk berbagai kebutuhan


a. Kebutuhan air domestik
Kebutuhan air domestik untuk tiap orang/shift adalah 40 100 ltr/hari
(Metcalf, 1991). Diambil 60 liter/hari = 2,5 liter/jam
air = 995,68 kg/m3 = 0,99568 kg/liter
Jumlah karyawan = 197 orang

Maka total air domestik = 2,5 liter/jam 197


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= 492,5 ltr/jam 0,99568 kg/liter


= 490,37240 kg/jam

b. Kebutuhan air laboratorium


Kebutuhan air untuk laboratorium adalah 1000 1800 ltr/hari (Metcalf dan
Eddy, 1991), Maka diambil 1200 ltr/hari = 50 kg/jam.

c. Kebutuhan air kantin dan tempat ibadah


Kebutuhan air untuk kantin dan rumah ibadah adalah 40 120 liter/hari
(Metcalf dan Eddy, 1991). Maka diambil 100 liter/hari = 4,17 liter/jam
air = 995,68 kg/m3 = 0,99568 kg/liter
Pengunjung rata rata = 150 orang.
Maka total kebutuhan airnya = 4,17 150
= 625,5 ltr/jam 0,99568 kg/liter
= 622,79784 kg/jam
d. Kebutuhan air poliklinik
Kebutuhan air untuk poliklinik adalah 1000 1500 ltr/hari. (Metcalf dan
Eddy, 2003), Maka diambil 1200 ltr/hari = 50 kg/jam
Tabel 7.2 Pemakaian Air Untuk Berbagai Kebutuhan
Tempat

Jumlah (kg/jam)

Domestik

490,3724

Laboratorium

50

Kantin dan tempat ibadah


Poliklinik

622,79784
50

Total

1.213,17024

Sehingga total kebutuhan air adalah :


= 943,28332 + 1.843,22817 + 144,64593 + 1.213,17024 = 4.144,32766 kg/jam
Sumber air untuk pabrik pembuatan n-butiraldehid ini adalah dari Sungai
Silau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Adapun kualitas air Sungai
Silau, Asahan dapat dilihat pada tabel berikut :
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tabel 7.3. Kualitas Air Sungai Silau, Asahan


No.

Parameter

Suhu

Satuan
0

Hasil

26,5

Besi (Fe)

mg/L

0,42

Cadmium (Cd)

mg/L

0,023

Klorida (Cl)

mg/l

60

Mangan (Mn)

mg/L

0,028

Kalsium (K)

mg/L

45

Magnesium (Mg)

mg/L

28

Oksigen terlarut (O2)

mg/L

5,66

Seng (Zn)

mg/L

>0,0004

10

Sulfat (SO42-)

mg/L

42

11

Tembaga (Cu)

mg/L

0,01

12

Timbal (Pb)

mg/L

0,648

13

Total Dissolved Solid

mg/L

52,8

14

Hardness (as CaCO3)

mg/L

95

Sumber :

Laporan Baku Mutu Air, Bapedal SUMUT, 2007.

Untuk menjamin kelangsungan penyediaan air, maka di lokasi pengambilan air


dibangun fasilitas penampungan air (water intake) yang juga merupakan tempat
pengolahan awal air sungai. Pengolahan ini meliputi penyaringan sampah dan
kotoran yang terbawa bersama air. Selanjutnya air dipompakan ke lokasi pabrik
untuk diolah dan digunakan sesuai dengan keperluannya. Pengolahan air di pabrik
terdiri dari beberapa tahap, yaitu :
1. Screening
2. Koagulasi dan flokulasi
3. Filtrasi
4. Demineralisasi
5. Deaerasi
(Degremont, 1991)

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

7.2.1 Screening
Tahap screening merupakan tahap awal dari pengolahan air. Adapun tujuan
screening adalah:
Menjaga struktur alur dalam utilitas terhadap objek besar yang mungkin
merusak fasilitas unit utilitas.
Memudahkan pemisahan dan menyingkirkan partikel-partikel padat yang
besar yang terbawa dalam air sungai.
Pada tahap ini, partikel yang besar akan tersaring tanpa bantuan bahan
kimia. Sedangkan partikel-partikel yang lebih kecil akan terikut bersama air menuju
unit pengolahan selanjutnya (Degremont, 1991).

7.2.2 Koagulasi dan Flokulasi


Koagulasi dan flokulasi merupakan proses penghilangan kekeruhan di dalam
air dengan cara mencampurkannya dengan larutan Al2(SO4)3 dan Na2CO3 (soda
abu). Larutan Al2(SO4)3 berfungsi sebagai koagulan utama dan larutan Na2CO3
sebagai bahan koagulan tambahan yaitu berfungsi sebagai bahan pambantu untuk
mempercepat pengendapan dan penetralan pH. Pada bak clarifier, akan terjadi
proses koagulasi dan flokulasi. Tahap ini bertujuan menyingkirkan Suspended Solid
(SS) dan koloid (Degremont, 1991).
Koagulan yang biasa dipakai adalah koagulan trivalent. Reaksi hidrolisis akan terjadi
menurut reaksi :
M3+ + 3H2O

M(OH)3 + 3 H+

Dalam hal ini, pH menjadi faktor yang penting dalam penyingkiran koloid.
Kondisi pH yang optimum penting untuk terjadinya koagulasi dan terbentuknya
flok-flok (flokulasi). Pengatur pH dipakai larutan soda abu Na2CO3 yang berfungsi
sebagai bahan pembantu untuk mempercepat pengendapan dan penetralan pH. Dua
jenis reaksi yang akan terjadi adalah (Degremont, 1991) :
Al2(SO4)3 + 6 Na2CO3 + 6H2O

2Al(OH)3 + 12Na+ + 6HCO3- + 3SO43-

2Al2(SO4)3 + 6 Na2CO3 + 6H2O 4Al(OH)3 + 12Na+ + 6CO2 + 6SO43-

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Reaksi koagulasi yang terjadi :


Al2(SO4)3 + 3H2O + 3Na2CO3

2Al(OH)3 + 3Na2SO4 + 3CO2

Selain penetralan pH, soda abu juga digunakan untuk menyingkirkan kesadahan
permanent menurut proses soda dingin menurut reaksi (Degremont, 1991):
CaSO4 + Na2CO3 Na2SO4 + CaCO3
CaCl2 + Na2CO3

2NaCl + CaCO3

Selanjutnya flok-flok yang akan mengendap ke dasar clarifier karena gaya


gravitasi, sedangkan air jernih akan keluar melimpah (overflow) yang selanjutnya
akan masuk ke penyaring pasir (sand filter) untuk penyaringan.
Pemakaian larutan alum umumnya hingga 50 ppm terhadap jumlah air yang
akan diolah, sedangkan perbandingan pemakaian alum dan abu soda = 1 : 0,54
(Crities, 2004).
Perhitungan alum dan abu soda yang diperlukan :
Total kebutuhan air

= 4.144,32766 kg/jam

Pemakaian larutan alum

= 50 ppm

Pemakaian larutan soda abu

= 0,54 50
= 27 ppm

Larutan alum Al2(SO4)3 yang dibutuhkan = 50 10-6 4.144,32766 kg/jam


= 0,20722 kg/jam
Larutan abu soda Na2CO3 yang dibutuhkan = 27 10-6 4.144,32766
= 0,11189 kg/jam

7.2.3 Filtrasi
Filtrasi dalam pemurnian air merupakan operasi yang sangat umum dengan
tujuan menyingkirkan Suspended Solid (SS), termasuk partikulat BOD dalam air
(Metcalf, 1991).
Unit filtrasi dalam pabrik pembuatan n-butiraldehid dari gas sintesis dan
propilen menggunakan media filtrasi granular (Granular Medium Filtration) sebagai
berikut :
1. Lapisan atas terdiri dari pasir hijau (green sand). Lapisan ini bertujuan
memisahkan flok dan koagulan yang masih terikut bersama air.
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

2. Untuk menghasilkan penyaringan yang efektif, perlu digunakan medium berpori


misalnya atrasit atau marmer. Untuk beberapa pengolahan dua tahap atau tiga
tahap pada pengolahan effluent pabrik, perlu menggunakan bahan dengan luar
permukaan pori yang besar dan daya adsorpsi yang lebih besar, seperti Biolite,
pozzuolana ataupun Granular Active Carbon/GAC).
3. Lapisan bawah menggunakan batu kerikil/gravel.
(Degremont, 1991)
Untuk air domestik, laboratorium, kantin, dan tempat ibadah, serta poliklinik,
dilakukan proses klorinasi, yaitu mereaksikan air dengan klor untuk membunuh
kuman-kuman di dalam air. Klor yang digunakan biasanya berupa kaporit
[Ca(ClO)2].

Perhitungan Kebutuhan Kaporit [Ca(ClO)2] :


Total kebutuhan air yang memerlukan proses klorinasi

= 1.213,17024 kg/jam

Kaporit yang digunakan direncanakan mengandung klorin 70 %


Kebutuhan klorin

= 2 ppm dari berat air

Total kebutuhan kaporit

= (2 10-6 1.213,17024) / 0,7 = 0,00347 kg/jam

7.2.4 Demineralisasi
Air untuk umpan ketel harus murni dan bebas dari garam-garam terlarut.
Untuk itu perlu dilakukan proses demineralisasi, dimana alat demineralisasi dibagi
atas :
a. Penukar Kation
Berfungsi untuk mengikat logam-logam alkali dan mengurangi kesadahan air
yang digunakan. Proses yang terjadi adalah pertukaran antara kation Ca, Mg, dan Mn
yang larut dalam air dengan kation hidrogen dan resin. Resin yang digunakan bertipe
gel dengan merek IR22 (Lorch, 1981).
Reaksi yang terjadi :
2H+R + Ca2+ Ca2+R + 2H+
2H+R + Mg2+ Mg2+R + 2H+
2H+R + Mn2+ Mn2+R + 2H+
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Untuk regenerasi dipakai H2SO4 dengan reaksi :

CaSO4 + 2H+R

Ca2+R + H2SO4

Mg2+R + H2SO4 MgSO4 + 2H+R


Mn2+R + H2SO4 MnSO4 + 2H+R
Perhitungan Kesadahan Kation
Air Sungai Silau, Asahan mengandung kation Fe2+, Cd+2, Mn+2, K+, Mg2+,
Zn+2, Cu+2 dan Pb+2, dan masing-masing 0,42 ppm, 0,023 ppm, 0,028 ppm, 45 ppm,
28 ppm, 0,0004 ppm, 0,01 ppm dan 0,648 ppm (Tabel 7.3)
1 gr/gal = 17,1 ppm
Total kesadahan kation = 0,42 + 0,023 + 0,028 + 45 + 28 + 0,0004 + 0,01 + 0,648
= 74,1294 ppm
= 74,1294 ppm / 17,1
= 4,33505 gr/gal
Jumlah air yang diolah = 943,28332 kg/jam (air umpan ketel)
=

943,28332 kg/jam kg/jam


264,17 gal/m 3
995,68 kg/m 3

= 250,26831 gal/jam = 4,17114 gal/menit


Kesadahan air

= 4,33505 gr/gal 250,26831 gal/jam 24 jam/hari


= 26.038,21529 gr/hari
= 26,03821 kg/hari

Perhitungan ukuran Cation Exchanger


Jumlah air yang diolah = 4,17114 gal/menit
Dari Tabel 12.4, Nalco Water Handbook, 1988 diperoleh data data sebagai berikut:
-

Diameter penukar kation

= 2 ft

Luas penampang penukar kation

= 4,91 ft2

Jumlah penukar kation

= 1 unit

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Volume Resin yang Diperlukan


Total kesadahan air = 26,03821 kg/hari
Dari Tabel 12.2, Nalco Water Handbook, 1988 diperoleh :
-

Kapasitas resin

= 25 kg/ft3

Kebutuhan regenerant

= 6 lb H2SO4/ft3 resin

Kebutuhan resin

26,03821 kg/hari
= 1,04153 ft3/hari
3
25 kg/ft

Tinggi resin

1,04153
= 0,21212 ft
4,91

Tinggi minimum resin adalah 30 in = 2,5 ft (Tabel 12.4, Nalco Water Handbook,
1988)
Sehingga volume resin yang dibutuhkan = 2,5 ft 4,91 ft2 = 12,275 ft3
Waktu regenerasi

12,275 ft 3 25 kg/ft 3
26,03821 kg/hari

= 11,78556 hari 12 hari


Kebutuhan regenerant H2SO4

= 26,03821 kg/hari

6 lb/ft 3
25 kg/ft 3

= 6,24917 lb/hari = 2,83462 kg/hari


= 0,11811 kg/jam

b. Penukar Anion
Penukar anion berfungsi untuk menukar anion negatif yang terdapat dalam air
dengan ion hidroksida dari resin. Resin yang digunakan bermerek IRA410. Resin
ini merupakan kopolimer stirena DVB (Lorch,1981). Reaksi yang terjadi :
2ROH + SO42-
ROH + Cl-

R2SO4 + 2OHRCl

+ OH-

Untuk regenerasi dipakai larutan NaOH dengan reaksi :


R2SO4 + 2NaOH Na2SO4 + 2ROH
RCl

+ NaOH NaCl

+ ROH

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Perhitungan Kesadahan Anion


Air Sungai Silau Asahan mengandung Anion

Cl- dan SO4-2, sebanyak

60 ppm dan 42 ppm (Tabel 7.3)


1 gr/gal = 17,1 ppm
Total kesadahan anion

= 60 + 42 ppm = 104 ppm


=

102
17,1

= 5,96491 gr/gal
Jumlah air yang diolah

= 943,28332 kg/jam (air umpan ketel)


=

943,28332 kg/jam kg/jam


264,17 gal/m 3
3
995,68 kg/m

= 250,26831 gal/jam = 4,17114 gal/menit


= 5,96491 gr/gal 250,26831 gal/jam 24 jam/hari

Kesadahan air

= 35.827,87068 gr/hari
= 35,82787 kg/hari

Perhitungan Ukuran Anion Exchanger


Jumlah air yang diolah = = 4,17114 gal/menit
Dari Tabel 12.4 , Nalco Water Handbook, 1988, diperoleh :
- Diameter penukar anion

= 2 ft

- Luas penampang penukar anion

= 3,14 ft2

- Jumlah penukar anion

= 1 unit

Volume resin yang diperlukan


Total kesadahan air

= 35,82787 kg/hari

Dari Tabel 12.7, Nalco Water Handbook, 1988, diperoleh :


- Kapasitas resin

= 32 kg/ft3

- Kebutuhan regenerant

= 6 lb NaOH/ft3 resin

Maka :
Kebutuhan resin
Tinggi resin

35,82787 kg/hari
= 1,11962 ft3/hari
3
32 kg/ft
1,11962
=
= 0,35657 ft
3,14
=

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tinggi minimum resin adalah 30 in = 2,5 ft (Tabel 12.4, Nalco Water Handbook,
1988)
Volume resin

= 2,5 ft 3,14 ft2 = 7,85 ft3

Waktu regenerasi

7,85 ft 3 12 kgr/ft 3
=
= 2,62924 hari
35,82787 kg/hari

Kebutuhan regenerant NaOH

= 35,82787 kg/hari

3,5 lb/ft 3
12 kg/ft 3

= 10,44980 lb/hari

= 4,74003 kg/hari

= 0,19750 kg/jam

7.2.5 Deaerator
Deaerator berfungsi untuk memanaskan air yang keluar dari alat penukar ion
(ion exchanger) dan kondensat bekas sebelum dikirim sebagai air umpan ketel. Pada
deaerator ini, air dipanaskan supaya gas-gas yang terlarut dalam air, seperti O2 dan
CO2 dapat dihilangkan, sebab gas-gas tersebut dapat menyebabkan korosi.
Pemanasan dilakukan dengan menggunakan koil pemanas di dalam deaerator.

7.3 Kebutuhan Bahan Kimia


Kebutuhan bahan kimia :

7.4

Al2(SO4)3

= 0,20722 kg/jam

Na2CO3

= 0,11189 kg/jam

Kaporit

= 0,00347 kg/jam

H2SO4

= 0,11811 kg/jam

NaOH

= 0,19750 kg/jam

Kebutuhan Listrik

Tabel 7.3 Perincian Kebutuhan Listrik


No.

Pemakaian

Daya (hp)

1.

Unit Proses

100,52

2.

Unit utilitas

165,71877

3.

Ruang kontrol dan laboratorium

30

4.

Bengkel

35

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Penerangan dan perkantoran

30

Perumahan

85

Total
Total kebutuhan listrik

456,23877
= 456,23877 hp 0,7457 kW/hp
= 340,21725 kW

Efisiensi generator

= 80%

Daya output generator

340,21725 kW
= 425,27156 kW
0,8

Untuk perancangan digunakan generator diesel AC, 1 MW, 480 volt, 50 Hz, 3 fasa
(2 unit terpakai dan satu unit sebagai cadangan)

7.5 Kebutuhan Bahan Bakar


Bahan bakar yang digunakan untuk pembangkit tenaga listrik (generator) adalah
minyak solar, karena minyak solar memiliki efisiensi dan nilai bakar yang tinggi.
1. Keperluan Bahan Bakar Generator
Nilai bahan bakar solar

= 19.860 Btu/lbm

................... (Perry, 1999)

Densitas bahan bakar solar

= 0,89 kg/l

Daya yang dibutuhkan

= 425,27156 kW 0,9478Btu/kWs 3.600 s/jam

............................. (Perry, 1997)

= 1.451.060,584 Btu/jam
Jumlah solar yang dibutuhkan untuk bahan bakar generator adalah :
=

1.451.060,584 btu/jam
19.860 btu/lbm

= 73,06448 lbm/jam 0,454 kg/lbm


= 33,17127 kg/jam

Kebutuhan solar

33,17127 kg/jam
= 37,27109 liter/jam
0,89 kg/ltr

2. Kebutuhan Bahan Bakar Ketel Uap


Umpan yang dihasilkan ketel

= 2.452,53663 kg/jam

a. Total Panas Steam Keluar


Panas laten saturated steam (100 oC) = 2.256,9 kJ/kg ........ (Reklaitis, 1983)
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Maka panas yang dibutuhkan ketel adalah :


= 2.452,53663 kg/jam 2.256,9 kJ/kg
= 5.535.129,92 kJ/jam / (Btu/1,05506 kJ)
= 5.246.270,279 Btu/jam

b. Panas Masuk Ketel Uap


-

Panas kondensat masuk

= Massa kondensat Hliquid kondensat


= 1.509,25331 kg/jam 419,1 kJ/kg
= 632.528,0622 kJ/jam

Panas air tambahan dari deaerator


Massa air tambahan

= 943,28332 kg/jam = 52,40463 kmol/jam

Panas air tambahan

363,15
= N H 2O Cp (l )dT

298,15
= 52,40463 kmol/jam 4.909,5336 kJ/kmol
= 257.282,2918 kJ/jam

Total panas masuk ketel = 632.528,0622 kJ/jam + 257.282,2918 kJ/jam


= 889.810,354 kJ/jam (Btu/1,05506 kJ)
= 843.374,1721 Btu/jam

Maka total panas yang dibutuhkan ketel = Panas keluar Panas masuk
= (5.246.270,279 843.374,1721) Btu/jam
= 4.402.896,107 Btu/jam

Efisiensi ketel uap = 75 %


Panas yang harus disuplai ketel = 4.402.896,107 Btu/jam / 0,75
= 5.870.528,143 Btu/jam
Jumlah bahan bakar

= 5.870.528,143 Btu/jam / 19.860 Btu/lbm


= 295.59557 lbm/jam 0,45359 kg/lbm
= 134,07919 kg/jam

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

134,07919 kg/jam
= 150,65078 liter/jam
0,89 kg/ltr

Kebutuhan solar

Total kebutuhan solar

= Solar generator + Solar ketel uap


= 37,27109 liter/jam + 150,65078 liter/jam
= 187,92187 liter/jam

7.6 Unit Pengolahan Limbah


Limbah dari suatu pabrik harus diolah sebelum dibuang ke badan air atau
atmosfer, karena limbah tersebut mengandung bermacam-macam zat yang dapat
membahayakan alam sekitar maupun manusia itu sendiri. Demi kelestarian
lingkungan hidup, maka setiap pabrik harus mempunyai unit pengolahan limbah.
Sumber-sumber limbah cair pabrik pembuatan n-butiraldehid meliputi :
1. Limbah proses, berasal dari filter press dan limbah proses akibat zat-zat yang
terbuang, bocor atau tumpah.
2. Limbah cair, berasal dari hasil pencucian peralatan pabrik. Limbah ini
diperkirakan mengandung kerak dan kotoran-kotoran yang melekat pada
peralatan pabrik.
3. Limbah domestik, limbah ini mengandung bahan organik sisa pencernaan yang
berasal dari kamar mandi di lokasi pabrik, serta limbah dari kantin berupa limbah
padat dan limbah cair.
4. Limbah laboratorium, limbah yang berasal dari laboratorium ini mengandung
bahan-bahan kimia yang digunakan untuk menganalisa mutu bahan baku yang
dipergunakan dan mutu produk yang dihasilkan, serta yang dipergunakan untuk
penelitian dan pengembangan proses.
Pengolahan limbah cair pabrik ini dilakukan dengan menggunakan activated
sludge (sistem lumpur aktif), mengingat cara ini dapat menghasilkan effluent dengan
BOD yang lebih rendah (20 30 mg/l) (Perry, 1999).
1. Pencucian peralatan pabrik

= 50 liter/jam

2. Limbah domestik dan kantor


Dari Tabel 32 hal 157 Metcalf & Eddy, 1991, diperoleh :
Limbah domestik untuk kantor per orang

= 75 liter/hari

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Limbah domestik untuk perumahan karyawan per rumah

= 450 liter/hari

Limbah domestik untuk kantin per orang

= 35 liter/hari

Jadi, total limbah domestik yang dihasilkan :


= (197 orang 75 ltr/hari.orang) + (150 rumah 450 ltr/rumah.hari) + (197
orang 35 ltr/orang/hari)
= 89.170 liter/hari

3. Laboratorium

= 3.715,41667 liter/jam

= 15 liter/jam

Jadi, total air buangan = (50 + 3.715,41667 + 15) liter/jam


= 3.780,41667 liter/jam = 3,78041 m3/jam

7.6.1 Bak Penampungan


Fungsi : Tempat menampung air buangan sementara
Laju volumetrik air buangan

= 3,78041 m3/jam

Waktu penampungan air buangan

= 10 hari

Volume air buangan

= 3,78041 10 24 = 907,29840 m3

Bak dijaga agar terisi 90 %, maka volume bak =

907,29840
= 1.008,10933 m3
0,9

Direncanakan akan digunakan 4 bak penampungan, sehingga :


= 1/4 1.008,10933 m3

Volume 1 bak

= 252,02733 m3
Direncanakan ukuran bak yaitu sebagai berikut :
- Panjang bak (p) = 1,5 lebar bak ( l )
- Tinggi bak (t)

= lebar bak ( l )

Maka : Volume bak = p l t


252, 02733 m3 = 1,5 l l l
l

= 5,51804 m

= 8,27707 m

= 5,51804 m

Luas bak = 45,67321 m2


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

7.6.2 Bak Pengendapan Awal


Fungsi : Menghilangkan padatan dengan cara pengendapan
Laju volumetrik air buangan = 3,78041 m3/jam
Waktu tinggal air

= 2 jam

.............................. (Perry, 1997)

Volume bak (V)

= 3,78041 m3/jam 2 jam = 7,56082 m3

7,56082
= 8,40091 m3
0,9

Bak terisi 90 % maka volume bak =

Direncanakan ukuran bak sebagai berikut :


- Panjang bak (p) = 2 lebar bak ( l )
- Tinggi bak (t)

Maka : Volume bak


8,40091 m3

= lebar bak ( l )

= p l t
= 2l l l

= 1,61348 m

= 3,22697 m

= 1,61348 m

Luas bak

= 5,20665 m2

7.6.3 Bak Netralisasi


Fungsi : Tempat menetralkan pH limbah
Air buangan pabrik yang mengandung bahan organik mempunyai pH = 5
(Hammer, 1998). Limbah pabrik yang terdiri dari bahan-bahan organik harus
dinetralkan sampai pH = 6 (Kep.42/MENLH/10/1998). Untuk menetralkan limbah
digunakan soda abu (Na2CO3). Kebutuhan Na2CO3 untuk menetralkan pH air limbah
adalah 0,15 gr Na2CO3/ 30 ml air limbah (Lab. Analisa FMIPA USU,1999).
Laju volumetrik air buangan

= 3,78041 m3/jam

Kebutuhan Na2CO3

= 3,78041

1 kg
m3
ml 0,15 gr
10 6 3

jam
30 ml 1.000 gr
m

= 18,90205 kg/jam

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

18,90205
= 63,00683 kg/jam
0,3

Laju alir larutan 30 % Na2CO3

Densitas larutan 30 % Na2CO3

= 1.327 kg/m3 ............................. (Perry, 1999)

Volume 30 % Na2CO3

63,00683
= 0,04748 m3/jam
1.327

Direncanakan waktu penampungan air buangan selama 1 hari.


= (3,78041 + 0,04748) m3/jam 1 hari 24 jam/hari

Volume limbah

= 91,86936 m3
Bak yang digunakan direncanakan terisi 90 % bagian.
Volume bak

91,86936
= 102,07706 m3
0,9

Direncanakan ukuran bak sebagai berikut :


- Panjang bak (p) = 2 lebar bak ( l )
- Tinggi bak (t)
Maka : Volume bak

= lebar bak ( l )
= p l t

102,07706 m3 = 2 l l l
l = 3,70936 m

p = 7,41873 m
t = 3,70936 m
Luas bak = 27,51874 m2

7.6.4 Pengolahan Limbah dengan Sistem Activated Sludge (Lumpur Aktif)


Proses lumpur aktif merupakan proses aerobis di mana flok biologis (lumpur
yang mengandung bahan-bahan biologis) tersuspensi di dalam campuran lumpur
yang mengandung oksigen. Biasanya mikroorganisme yang digunakan merupakan
kultur campuran. Flok biologis ini sendiri merupakan makanan bagi mikroorganisme
ini sehingga akan diresirkulasi kembali ke tangki aerasi.

Laju volumetrik (Q) air buangan


Q = 3,78041 m3/jam
= 998,67847 gal/jam

= 23.968,28329 gal/hari

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

BOD5 (So)

= 783 mg/l

Efisiensi (E) = 95 %

(Punmia & Ashok, 1998)

Koefisien pertumbuhan yield (Y) = 0,6 mg VSS/mg BOD5 (Punmia & Ashok, 1998)
Koefisien endogenous decay (Kd) = 0,06 hari-1 (Tabel 14.2, Punmia & Ashok, 1998)
Mixed Liquor Suspended Solid

= 441 mg/l

Mixed Liquor Volatile Suspended Solid (x) = 353 mg/l

Direncanakan :
Waktu tinggal sel (c) = 10 hari
1. Penentuan BOD Effluent (S)

Es =
95 =

So S
100 ................................. (Pers. 14.17, Punmia & Ashok, 1998)
So
783 S
100
783

S = 39,15 mg/l

BOD hasil pengolahan sudah sesuai dengan keputusan Menteri Negara


Lingkungan Hidup No. KEP-03/MENLH/1/1998 yaitu kadar maksimum BOD dalam
limbah cair industri adalah 50 mg/l

2. Penentuan Volume Aerator (V)

xV=
V =

Y Q (So S) c
......................... (Pers. 14.15a, Punmia & Ashok, 1998)
(1 + k d . c )

(0,6) (23.968,28329 gal/hari) (783 39,15)mg/l (10 hari)


(353 mg/l) (1 + 0,06 10)

= 189.399,51350 gal = 716,95481 m3

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

3. Penentuan Ukuran Kolam Aerasi


Direncanakan :
Panjang bak

= 2 tinggi bak

Lebar bak

= 2 tinggi bak

Selanjutnya :
V = p l t
V = 2t2t t
716,95481 m3 = 4 t3
t = 5,63824 m
p = 11,27648 m
l

= 11,27648 m

Faktor kelonggaran = 0,5 m di atas permukaan air ............... (Metcalf & Eddy, 1991)
Tinggi = ( 5,63824 + 0,5 ) m = 6,13824 m

4. Penentuan Jumlah Lumpur yang Dibuang


Q

Tangki
aerasi

Q + Qr
X

Tangki
sedimentasi

Qr
Xr

c =

Qe
Xe

Qw
Qw'
Xr

Vr.X
Qw.X + Q.X e

dimana,
Xe = konsentrasi lumpur setelah diolah = 0,8 S
10 hari =
Qw

(189.399,51350 gal)(353 mg/l)


Qw (353 mg/l) + (23.968,28329 gal)(0,8 39,15 mg/l)

= 16.813,36032 gal/hari = 63,64546 m3/jam

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

5. Penentuan Jumlah Flok yang Diresirkulasi (Qr)


Qe = Q = 23.968,28329 gal/hari
Qr
= 0,25
Q

....................................................... (Metcalf, 1991)

Qr = 23.968,28329 0,25
Px = Qw Xr

= 5.992,07082 gal/hari

............................................................ (Metcalf & Eddy, 1991)

Px = Yobs .Q.(So S) ..................................................... (Metcalf & Eddy, 1991)

Yobs =

Y
.............................................................. (Metcalf & Eddy, 1991)
1 + k dc

Yobs =

0,6
= 0,375
1 + (0,06).(10)

Px

= (0,375) (23.968,28329 gal/hari) (783 39,15 ) mg/l


= 6.685.802,822 gal.mg/l.hari

dimana,
Px

= Lumpur aktif yang dibuang

Qw = Laju alir lumpur yang dibuang


Xr = Konsentrasi solid yang dikembalikan ke reaktor
8,34 = Faktor konversi
maka,
Px
6.685.802,822 gal.mg/l.hari
Xr

= Qw.Xr
= 16.813,36032 gal/hari Xr
= 397,64822 mg/liter

6. Laju Alir Effluent (Qe)


Akumulasi = Laju alir massa masuk Laju alir massa keluar
0

= Q + Qr Qe (Qr + Qw)

= Q Qe Qw

Qe

= Q Qw

Qe

= 23.968,28329 gal/hari 16.813,36032 gal/hari

Qe

= 7.154,92297 gal/hari

= Q.X + Qr.Xr Qe.Xe (Qr.Xr + Qw.Xw)

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Xw = Xr = 397,64822 mg/liter
= Q.X Qe.Xe Qw.Xw
0

= (23.968,28329 gal/hari 353 mg/l) (7.154,92297 Xe)


(16.813,36032 gal/hari 397,64822 mg/l)

Xe

= 248,08110 mg/l

5. Penentuan Waktu Tinggal di Aerator ()

Vr
189.399,51350 gal
= 6,32167 hari
=
Q + Qr 23.968,28329 gal/hari + 5.992,07082 gal/hari

6. Penentuan Daya yang Dibutuhkan


P = 10 hp ........................................................... (Metcalf, 1991, hal.574)
Udara yang dihasilkan = 3 lb/hp.jam ............................. (Metcalf, 1991, hal.573)
Maka udara yang dihasilkan aerator untuk daya = 10 hp
= 3 lb/hp.jam 10 hp
= 30 lb/jam = 13,6054 kg/jam

7.6.5 Tangki Sedimentasi


Fungsi : Mengendapkan flok biologis dari tangki aerasi dan sebagian diresirkulasi
kembali ke tangki aerasi
Laju volumetrik air buangan = Q + Qr
= (23.968,28329 + 5.992,07082) gal/hari
= (29.960,35411 gal/hari) / 264,172 gal/m3
= 113,41230 m3/hari
Diperkirakan kecepatan overflow maksimum = 33 m3/m2 hari ............(Perry, 1999)
Waktu tinggal air

= 2 jam = 0,0833 hari

............(Perry, 1999)

Volume tangki (V) = 113, 41230 m3/hari 0,0833 hari = 9,44724 m3


Luas tangki (A)

= (113,41230 m3/hari) / (33 m3/m2 hari)


= 3,43673 m2

A
D

= 1 D2
4
=

4 3,43673 m 2
3,14

= 2,09234 m

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Kedalaman tangki, H = V/A = 9,44722 / 2,09234 = 4,51509 m.


7.7

Spesifikasi Peralatan Utilitas

7.7.1 Screening (SC-01)


Fungsi

: Untuk menyaring kotoran air sungai

Jenis

: Bar screen

Jumlah

: 1 unit

Laju alir massa

: 4.144,32766 kg/jam

Ukuran screen

: Panjang

=2m

Lebar

=2m

: Lebar

=2m

Ukuran bar

Tebal

= 20 mm

Bar clear spascing

: 20 mm

Head loss

: 3,28934 10-6

7.7.2 Pompa Screening (PU-1)


Fungsi

: Memompa air sungai dari screening ke bak


penampungan

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Diameter pipa

: 2 in

Daya motor

: 1/12 hp

7.7.3 Water Reservoir I (WR-01)


Fungsi

: Tempat penampungan air sementara

Jenis

: Beton kedap air

Jumlah

: 1 unit

Laju alir massa


Kapasitas

: 332,99474 m3

Panjang

: 9,08253 m

Lebar

: 6,05502 m

: 4.144,32766 kg/jam

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tinggi

: 6,05502 m

7.7.4 Pompa Water Reservoir I (PU-02)


Fungsi

: Memompa air dari water reservoir ke bak


sedimentasi

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Diameter pipa

: 2 in

Daya motor

: 1/12 hp

7.7.5 Bak Sedimentasi (BS-01)


Fungsi

Untuk mengendapkan lumpur yang terikut

Jenis

: Grift Chamber Sedimentation

Jumlah

: 1 unit

Aliran

: Horizontal sepanjang bak sedimentasi

dengan air

Bahan kontruksi

: Beton kedap air

Laju alir massa

: 4.144,32766 kg/jam

Panjang

: 0,3048 m

Lebar

: 0, 6096 m

Tinggi

: 3,048 m

Waktu retensi

: 8,16354 menit

7.7.6 Pompa Bak Sedimentasi (PU-03)


Fungsi

: Memompa air dari bak sedimentasi ke clarifier

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Diameter pipa

: 2 in

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Daya motor

: 1/12 hp

7.7.7 Tangki Pelarutan Alum [Al2(SO4)3] (TP-01)


Fungsi

: Membuat larutan alum [Al2(SO4)3]

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Carbon Steel SA283 Grade C

Kapasitas

: 0,43785 m3

Diameter

: 0,71910 m

Tinggi

: 1,07865 m

Tebal

: 1/4 in

Daya motor

: 1/60 hp

7.7.8 Pompa Alum [Al2(SO4)3] (PU-04)


Fungsi

: Memompa air dari tangki pelarutan alum ke clarifier

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Diameter pipa

Daya motor

: 1/60 hp

/8 in

7.7.9 Tangki Pelarutan Soda Abu (Na2CO3) (TP-02)


Fungsi

: Membuat larutan soda abu (Na2CO3)

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Carbon Steel SA283 Grade C

Kapasitas

: 0,24284 m3

Diameter

: 0,59081 m

Tinggi

: 0,88622 m

Tebal

: 1/4 in

Daya motor

: 1/60 hp

7.7.10 Pompa Soda Abu (Na2CO3) (PU-05)


Fungsi

: Memompa larutan soda abu dari tangki pelarutan

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

soda abu ke clarifier


Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Diameter pipa

Daya motor

: 1/60 hp

/8 in

7.7.11 Clarifier (CL-01)


Fungsi

: Memisahkan endapan (flok-flok) yang terbentuk


karena penambahan alum dan soda abu.

Tipe

: External Solid Recirculation Clarifier

Bentuk

: Circular desain

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA 283 Grade C

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 4,99491 m3

Diameter

: 1,61878 m

Tinggi

: 2,96777 m

Tebal

: 3/16 in

Daya motor

1/
20

hp

7.7.12 Pompa Sand Filter (PU-06)


Fungsi

: Memompa air dari clarifier ke sand filter

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Diameter pipa

: 2 in

Daya motor

: 1/20 hp

7.7.13 Sand Filter (SF-01)


Fungsi

: Menyaring partikel partikel yang masih terbawa


dalam air yang keluar dari clarifier

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup ellipsoidal

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA 283 Grade C

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 1,66492 m3

Diameter

: 1,08366 m

Tinggi

: 1,98671 m

Tebal

: 3/16 in

7.7.14 Pompa Utilitas I (PU-07)


Fungsi

: Memompa air dari sand filter ke tangki utilitas

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Diameter pipa

: 2 in

Daya motor

: 1/12 hp

7.7.15 Tangki Utilitas I (TU-01)


Fungsi

: Menampung air yang akan didistribusikan sebagai air


proses, air kebutuhan domestik, air umpan ketel, air
pendingin dan air pelarut bahan kimia lainnya.

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA 283, Grade C

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 29,96862 m3

Diameter

: 3,05928 m

Tinggi

: 4,07904 m

Tebal

: 1/4 in

7.7.16 Pompa Utilitas II (PU-08)


Fungsi

: Memompa air dari tangki utilitas I ke water reservoir

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Diameter pipa

: 1 in

Daya motor

: 1/20 hp

7.7.17 Water Reservoir II (WR-02)


Fungsi

: Tempat penampungan air untuk air kebutuhan


domestik

Jenis

: Beton kedap air

Jumlah

: 1 unit
Laju alir massa

: 1.213,17024 kg/jam

Kapasitas

: 35,09089 m3

Panjang

: 4,29002 m

Lebar

: 2,86001 m

Tinggi

: 2,86001 m

7.7.18 Tangki Pelarutan Kaporit [Ca(ClO)2] (TP-03)


Fungsi

: Membuat larutan kaporit [Ca(ClO)2]

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon Steel SA129 grade A

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 0,00707 m3

Diameter

: 0,18176 m

Tinggi

: 0,27264 m

Tebal

: 3/16 in

Daya motor

: 1/60 hp

7.7.19 Pompa Kaporit [Ca(ClO)2] (PU-09)


Fungsi

: Memompa larutan kaporit ke water reservoir II

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Diameter pipa

: 1/8 in

Daya motor

: 1/60 hp

7.7.20 Pompa Utilitas III (PU-10)


Fungsi

: Memompa air dari water reservoir untuk kebutuhan


domestik

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Diameter pipa

: 1 in

Daya motor

: 1/20 hp

7.7.21 Pompa Utilitas IV (PU-11)


Fungsi

: Memompa air dari tangki utilitas I ke water cooling


tower

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Diameter pipa

: 1 in

Daya motor

: 1/20 hp

7.7.22 Water Cooling Tower (WCT-01)


Fungsi

: Mendinginkan air pendingin bekas dari temperatur


40 oC menjadi 28 oC

Jenis

: Mechanical Draft Cooling Tower

Bahan konstruksi

: Carbon Steel SA53 Grade B.

Kondisi operasi

: Suhu air masuk menara (TL2) = 40 oC = 104 oF


Suhu air keluar menara (TL1) = 28 oC = 82,4 oF

Jumlah

: 1 unit

Laju alir massa

: 73.876,88072 kg/jam

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Luas menara

: 196,68486 ft2

Tinggi menara

: 14,60305 m

Daya

: 6 hp

7.7.23 Pompa Cation Exchanger (PU-12)


Fungsi

: Memompa air dari tangki utilitas I ke cation


exchanger

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Diameter pipa

: 1 in

Daya motor

: 1/60 hp

7.7.24 Cation Exchanger/ Penukar Kation (CE-01)


Fungsi

: Mengurangi kesadahan air

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon Steel SA283 grade C

Jumlah

: 1 unit

Siliner

: - Diameter

= 0,60960 m

- Tinggi

= 1,06680 m

- Tebal

= 3/16 in

Alas dan tutup

: - Diameter

= 0,60960 m

- Tinggi

= 0,15240 m

7.7.25 Tangki Pelarutan Asam Sulfat [H2SO4] (TP-04)


Fungsi

: Membuat larutan asam sulfat

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Low Alloy Steel SA203 grade A

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 2,40292 m3

Diameter

: 1,31920 m

Tinggi

: 1,75893 m

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tebal

: 3/16 in

Daya motor

: 1/60 hp

7.7.26 Pompa Asam Sulfat [H2SO4] (PU-13)


Fungsi

: Memompa larutan asam sulfat ke cation exchanger

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Diameter pipa

: 1/8 in

Daya motor

: 1/60 hp

7.7.27 Anion Exchanger/ Penukar Anion (AE-01)


Fungsi

: Mengurangi kesadahan air

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon Steel SA283 grade C

Jumlah

: 1 unit

Siliner

: - Diameter

= 0,60960 m

- Tinggi

= 1,06680 m

- Tebal

= 3/16 in

Alas dan tutup

: - Diameter

= 0,60960 m

- Tinggi

= 0,15240 m

7.7.28 Pompa Anion Exchanger (PU-14)


Fungsi

: Memompa air dari cation exchanger ke anion


exchanger

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Diameter pipa

: 1 in

Daya motor

: 1/60 hp

7.7.29 Tangki Pelarutan NaOH (TP-05)


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Fungsi

: Tempat membuat larutan NaOH

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon Steel, SA-283 grade C

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 2,81027 m3

Diameter

: 1,38989 m

Tinggi

: 1,85318 m

Tebal

: 3/16 in

Daya motor

: 1/8 hp

7.7.30 Pompa Larutan NaOH (PU-15)


Fungsi

: Memompa larutan NaOH ke anion exchanger

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Diameter pipa

: 1/8 in

Daya motor

: 1/60 hp

7.7.31 Pompa Utilitas IV (PU-16)


Fungsi

: Memompa air dari penukar anion ke deaerator dan


dan untuk kebutuhan air proses

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Diameter pipa

: 1 in

Daya motor

: 1/60 hp

7.7.32 Pompa Utilitas V (PU-17)


Fungsi

: Memompa air dari water cooling tower untuk


kebutuhan air pendingin

Jenis

: Pompa sentrifugal

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Diameter pipa

: 6 in

Daya motor

: 2 hp

7.7.33 Deaerator (DE-01)


Fungsi

: Menghilangkan gas-gas yang terlarut dalam air


umpan

Bentuk

: Silinder horizontal dengan tutup dan alas ellipsoidal

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-283 grade C

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 73,16901 m3

Silinder

: - Diameter = 4,11945

Tutup dan alas

- Panjang

= 5,49260

- Tebal

= 3/8 in

: - Diameter = 4,11945 m
- Panjang

= 1,02986 m

- Tebal

= 3/8 in

7.7.34 Ketel Uap (KU-01)


Fungsi

: Menyediakan uap untuk keperluan proses

Jenis

: Ketel pipa api

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-283, Grade C

Jumlah

: 1 unit

Panjang tube

: 5,4864 m

Ukuran pipa

: 2 in

Jumlah tube

: 135 buah

Daya

: 156,72710 hp

7.7.35 Pompa Ketel Uap (PU-18)


Fungsi

: Memompa air dari water cooling tower untuk


kebutuhan proses

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Diameter pipa

: 1 in

Daya motor

/12 hp

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tangki Pelarutan
Alum

Air Sungai

Screening

Water
Reservoir I

Bak
Sedimentasi

Tangki Pelarutan
Soda Abu

Sand
Filter

Clarifier

Tangki
Utilitas

Tangki
Pelarutan Kaporit

Domestik

Water
Reservoir II

Air
Pendingin

Water Cooling
Tower

Steam

Ketel Uap

Deaerator

Anion
Exchanger

Cation
Exchanger

Tangki
Pelarutan NaOH

Tangki
Pelarutan H2SO4

Air
Proses

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi
21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Gambar 7.1 Diagram Alir Proses Utilitas di Pabrik n-Butiraldehid

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi
21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Kondensat
Air Pendingin Bekas
FC

NaOH
TP-05

PU-15

FC

H2SO4
TP-04

Steam
PU-13
FC

FC

Al2(SO4)3

FC

Na2CO3
TP-01

PU-04

PU-05 TP-02

FC

CE

WCT-01

AE
FC

FC

FC

WR-01

PU-02

BS-01

PU-03

SF-01

PU-08
PU-09

CL-01

PU-18

Kaporit

FC

PU-06
PU-01

PU-16

PU-14
PU-11

FC

FC

KU-01

FC

DE

PU-12
FC
FC

PU-17

FC

PU-07

TP-03

TU-01

SC-01
FC

Air Pendingin
Domestik

WR-02

PU-10

Air Proses

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi
21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Keterangan Gambar
No.

Kode

1.
2.
3.
4.

SC-01
WR-01
BS-01
CL-01

5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.

TP-01
TP-02
SF-01
TU-01
WR-02
TP-03
WCT01
CE-01
TP-04
AE-01
TP-05
DE-01

17.
18.

KU-01
PU

Keterangan
Screening
Water Reservoir I
Bak Sedimentasi
Clarifier
Tangki Pelarutan
Alum
Tangki Pelarutan Soda Abu
Sand Filter
Tangki Utilitas
Water Reservoir II
Tangki Pelarutan Kaporit
Water Cooling Tower
Cation Exchanger
Tangki Pelarutan Asam Sulfat
Anion Exchanger
Tangki Pelarutan NaOH
Deaerator
Ketel
Uap
Pompa Utilitas

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi
21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi
21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
DIGRAM ALIR PROSES PRODUKSI
PABRIK PEMBUATAN N-BUTIRALDEHID
PRA RANCANGAN PABRIK
PEMBUATAN N-BUTIRALDEHID DARI PROPILEN DAN GAS SINTESIS
DENGAN KATALIS RHODIUM MELALUI PROSES OXO-REACTION
DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 21.000 TON/TAHUN
Skala
Digambar
Dperiksa/
Disetujui

Tanpa Skala
Nama
: Deni Mardayani
NIM
: 040405042
1. Dosen Pembimbing I : Ir. M. Yusuf Ritonga, MT
NIP
: 131 836 667
2. Dosen Pembimbing II : Maulida, ST, M.Sc
NIP
: 132 161 240

Tanggal

Tanda Tangan

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi
21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

BAB VIII
LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK

8.1

Landasan Teori
Lokasi suatu pabrik dapat mempengaruhi kedudukan pabrik dalam

persaingan. penentuan lokasi pabrik yang tepat tidak semudah yang diperkirakan,
banyak faktor yang dapat mempengaruhinya. Idealnya, lokasi yang dipilih harus
dapat memberikan

keuntungan untuk jangka panjang dan dapat memberikan

kemungkinan untuk memperluas pabrik.


Lokasi pabrik yang baik akan menentukan hal-hal sebagai berikut:
1. Kemampuan untuk melayani konsumen.
2. Kemampuan untuk mendapatkan bahan mentah yang berkesinambungan dan
harganya sampai di tempat relatif murah.
3. Kemudahan untuk mendapatkan tenaga karyawan.
Oleh karenanya pemilihan tempat bagi berdirinya suatu pabrik harus
memperhatikan beberapa faktor yang berperan yaitu faktor utama dan faktor khusus.

8.2

Lokasi Pabrik
Penentuan lokasi pabrik sangat menentukan kemajuan dan kelangsungan

dari industri, baik pada masa sekarang maupun pada masa yang akan datang, karena
hal ini berpengaruh terhadap faktor produksi dan distribusi dari pabrik yang
didirikan. Pemilihan yang tepat mengenai lokasi pabrik harus memberikan suatu
perhitungan biaya produksi dan distribusi yang minimal serta pertimbangan
sosiologi, yaitu pertimbangan dalam mempelajari sikap dan sifat masyarakat di
sekitar lokasi pabrik.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, maka Pabrik Pembuatan butiraldehid
ini direncanakan berlokasi di daerah Kuala Tanjung Kabupaten Asahan Sumatera
Utara. Kabupaten Asahan sudah merupakan salah satu kota dengan banyak kegiatan
baik itu di bidang perindustrian, ekonomi, dan pendidikan.

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Dasar pertimbangan dalam pemilihan lokasi pabrik adalah:


1. Bahan Baku
Suatu pabrik sebaiknya berada di daerah yang dekat dengan sumber bahan
baku dan daerah pemasaran sehingga transportasi dapat berjalan dengan lancar.
Bahan baku direncanakan diperoleh dari pabrik-pabrik yang ada Sumatera Utara.

2. Letak dari Pasar dan Kondisi Pemasaran


Produk butiraldehid ini dapat diangkut ataupun dikapalkan dengan mudah
ke daerah pemasaran dalam dan luar negeri. Kebutuhan butiraldehid menunjukkan
peningkatan dari tahun ke tahun sehingga tidak menjadi hambatan dalam hal
pemasaran. Sarana transportasi darat yang baik sehingga mempermudah untuk
transportasi produk menuju negara tujuan penjualan. Kawasan industri Kuala
Tanjung, Asahan mempunyai pelabuhan dan relatif dekat dengan negara lain seperti
Singapura dan Malaysia. Selain itu, daerah ini merupakan daerah industri sehingga
produknya dapat dipasarkan kepada pabrik yang membutuhkannya di kawasan
industri tersebut atau diekspor ke manca negara seperti : Singapura, Malaysia,
Jepang, China dan Korea.

3. Fasilitas Transportasi
Lokasi yang dipilih dalam rencana pendirian pabrik ini merupakan
kawasan industri, yang telah memiliki sarana pengangkutan darat dan pelabuhan
sehingga pembelian bahan baku dan pelemparan produk dapat dilakukan melalui
jalan darat maupun laut.

4. Kebutuhan Tenaga Listrik dan Bahan Bakar


Dalam pendirian suatu pabrik, tenaga listrik dan bahan bakar adalah
faktor penunjang yang paling penting. Kebutuhan tenaga listrik untuk operasi pabrik
dapat diperoleh dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Tebing Tinggi
Sumatera Utara. Disamping itu juga digunakan generator diesel (bila terjadi
pemadaman listrik) yang bahan bakarnya diperoleh dari Pertamina.

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

5. Kebutuhan Air
Air merupakan kebutuhan penting bagi suatu pabrik industri kimia, baik
itu untuk keperluan proses, domestik, maupun untuk keperluan lainnya. Air yang
diperoleh untuk seluruh kebutuhan pabrik diperoleh dari aliran sungai Silau Asahan
yang ada di sekitar pabrik. Sebelum dapat digunakan untuk berbagai keperluan
tertentu, air sungai ini terlebih dahulu mengalami proses pengolahan air di bagian
utilitas.

6. Tenaga Kerja
Tenaga kerja merupakan modal untuk pendirian suatu pabrik. Dengan
didirikannya pabrik di Kabupaten Asahan ini diharapkan akan dapat menyerap
tenaga kerja potensial yang cukup banyak di daerah tersebut. Tenaga kerja ini
merupakan tenaga kerja yang produktif dari berbagai tingkatan baik yang terdidik
maupun yang belum terdidik serta tenaga kerja yang terlatih maupun tidak terlatih.
Tenaga kerja untuk pabrik ini direkrut dari :
-

Perguruan tinggi lokal dan lainnya, serta masyarakat sekitar.

Tenaga ahli yang berasal dari daerah sekitar dan luar daerah.

7. Harga Tanah dan Bangunan


Tanah yang tersedia untuk lokasi pabrik masih cukup luas, biaya tanah
dan bangunan untuk pendirian pabrik relatif terjangkau.

8. Kemungkinan Perluasan dan Ekspansi


Ekspansi pabrik dimungkinkan karena tanah yang tersedia cukup luas dan
di sekeliling pabrik belum banyak berdiri pabrik serta tidak mengganggu pemukiman
penduduk sekitarnya. ....................................................................................

9. Kondisi Iklim dan Cuaca


Seperti kebanyakan daerah lain di Indonesia, maka kondisi cuaca dan
iklim di sekitar lokasi pabrik relatif stabil. Untuk daerah ini belum pernah terjadi
bencana alam yang berarti sehingga memungkinkan operasi pabrik berjalan dengan
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

lancar. Temperatur udara tidak pernah mengalami penurunan atau kenaikan yang
cukup tajam, dimana temperatur udara berada diantara 28 33 oC dan tekanan udara
berkisar pada 760 mmHg.

10. Masyarakat di Sekitar Pabrik


Sikap masyarakat diperkirakan akan mendukung pendirian pabrik
pembuatan butiraldehid ini karena selain akan menyediakan lapangan kerja bagi
mereka, pabrik ini ramah lingkungan, karena limbah yang dihasilkan tidak berbahaya
dan diperkirakan tidak akan mengganggu keselamatan dan keamanan masyarakat di
sekitarnya.

11. Perumahan
Mengingat di daerah lokasi pabrik merupakan salah satu kawasan
industri, maka direncanakan untuk mendirikan fasilitas perumahan karyawan (mess)
beserta lapangan olah raga (terbuka maupun tertutup) di sekitarnya sebagai salah satu
daya tarik bagi karyawan yang akan bekerja di pabrik. Hal ini tentu akan
meningkatkan biaya investasi perusahaan.

8.3 Tata Letak Pabrik


Tata letak pabrik merupakan suatu landasan utama dalam dunia industri
sehingga sudah tidak perlu dibuktikan lagi bahwa setiap perusahaan atau pabrik pasti
membutuhkan lay-out dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya. Lay-out
yang akan digunakan harus dirancang dengan baik, sehingga para pekerja dapat
bekerja dengan efektif dan efisien. Lay-out pabrik disebut juga tata letak atau tata
ruang di dalam pabrik. Lay-out pabrik adalah cara penempatan fasilitas-fasilitas
produksi guna memperlancar proses produksi yang efektif dan efisien. Fasilitas
pabrik dapat berupa mesin-mesin, alat-alat produksi, alat pengangkutan bahan, dan
peralatan pengawasan.
Perencanaan lay-out menurut James A Moore adalah rencana dari
keseluruhan tata letak fasilitas industri yang didalamnya, termasuk bagaimana
personelnya ditempatkan, alat-alat operasi gudang, pemindahan material, dan alat
pendukung lain sehingga akan tercipta suatu tujuan yang optimum dengan kegiatan
yang ada dengan menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada dalam perusahaan.
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Dengan lay-out yang baik dalam perusahaan akan menimbulkan impulse buying bagi
konsumen.
Prinsip dasar penyusunan lay-out suatu pabrik yaitu :
1. Integrasi secara total terhadap faktor-faktor produksi, tata letak fasilitas pabrik
dilakukan secara terintegrasi dari semua faktor yang mempengaruhi proses
produksi menjadi satu organisasi yang besar.
2. Jarak pemindahan bahan paling minimum. Waktu pemindahan bahan dari satu
proses ke proses yang lain dalam industri dapat dihemat dengan cara mengurangi
jarak perpindahan.
3. Memperlancar aliran kerja, diupayakan untuk menghindari gerakan balik (back
tracking), gerakan memotong (cross movement), dan gerak macet (congestion),
dengan kata lain material diusahakan bergerak terus tanpa adanya interupsi oleh
gangguan jadwal kerja.
4. Kepuasan dan keselamatan kerja, sehingga memberikan suasana kerja yang
menyenangkan.
5. Fleksibilitas, yaitu dapat mengantisipasi perubahan teknologi, komunikasi,
kebutuhan konsumen.

8.3.1 Perencanaan Tata Letak Fasilitas Produksi


Perencanaan tata letak fasilitas produksi berhubungan erat dengan proses
perencanaan dan pengaturan letak mesin, peralatan, aliran bahan, dan pekerja pada
masing-masing stasiun kerja (work station). Pengaturan tata letak fasilitas produksi
harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut :
1. Jenis produk, termasuk didalamnya desain produk dan volume produksi.
2. Urutan proses, apakah atas dasar arus ataukan atas dasar proses.
3. Peralatan yang digunakan, baik teknologi, jenis, maupun kapasitas mesin.

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

4. Pemeliharaan dan penggantian mesin dan peralatan (maintenance and


replacement).
5. Keseimbangan kapasitas antar mesin dan antar departemen (balance capacity)
6. Area tenaga kerja (employee area).
7. Area pelayanan (service area).
8. Fleksibilitas (flexibility)
Dasar pengaturan lay-out atau cara pengaturan rencana tata letak pabrik
adalah :
1. Lay-out Proses
Lay-out proses atau lay-out fungsional adalah penyusunan lay-out dimana alat
yang sejenis atau yang mempunyai fungsi sama ditempatkan dalam bagian yang
sama. Model ini cocok untuk discret production dan bila proses produksi tidak baku,
yaitu jika perusahaan membuat berbagai jenis produk yang berbeda atau suatu
produk dasar yang diproduksi dalam berbagai macam variasi. Atas dasar proses,
terlebih dahulu ditentukan jenis produk, tipe manufacturing, dan karakter peralatan
produksi.

Mesin-mesin

dan

peralatan

yang

mempunyai

karakter

serupa

dikelompokkan menjadi satu, contoh pemakaian lay-out ini adalah untuk


pergudangan, rumah sakit, universitas, dan perkantoran.
Keuntungan dari lay-out proses adalah :
-

Memungkinkan utilitas mesin yang tinggi

Memungkinkan penggunaan mesin-mesin yang multiguna sehingga dapat dengan


cepat mengikuti perubahan jenis produksi.

Memperkecil terhentinya produksi yang diakibatkan oleh kerusakan mesin.

Sangat fleksibel dalam mengalokasikan personil dan peralatan.

Investasi yang rendah karena dapat mengurangi duplikasi peralatan.

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Memungkinkan spesialisasi supervise.


Kelemahan dari lay-out proses adalah :

Meningkatnya kebutuhan material handling karena aliran proses yang beragam


dan tidak dapat digunakannya ban berjalan.

Pengawasan produksi yang lebih sulit.

Meningkatnya persediaan barang dalam proses.

Total waktu produksi per unit yang lebih lama.

Memerlukan skill yang lebih tinggi.

Pekerjaan routing, penjadwalan dan akunting biaya yang lebih sulit, Karena
setiap ada order baru harus dilakukan perencanaan atau perhitungan kembali.

2. Lay-out Produk
Lay-out produk dipilih apabila proses produksinya telah distandarisasikan dan
berproduksi dalam jumlah besar. Setiap produk akan melalui tahapan operasi yang
sama sejak dari awal sampai akhir. Penyusunan bagian diatur sedemikian rupa
sehingga dari bagian tersebut dapat dihasilkan suatu jenis produk tertentu.. Atas
dasar produk, terlebih dahulu ditentukan jenis pekerjaan yang harus dilakukan pada
produk yang akan dihasilkan. Pengaturan tata letak fasilitas pabrik seperti mesin,
tidak memandang tipenya dan penempatannya sesuai dengan urutan dari satu proses
ke proses yang lain. Contoh : tempat cuci mobil otomatis, kafetaria, atau perakitan
mobil
Keuntungan dari model lay-out produk adalah sebagai berikut :
-

Aliran material yang simple dan langsung.

Persediaan barang dalam proses yang rendah.

Total waktu produksi per unit yang rendah.

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tidak memerlukan skill tenaga kerja yang tinggi.

Kebutuhan material handling yang rendah.

Dapat menggunakan mesin khusus atau otomatis.

Dapat menggunakan ban berjalan karena aliran material sudah tertentu.

Kebutuhan material dapat diperkirakan dan dijadwalkan dengan lebih mudah.


Kelemahan dari model lay-out produk adalah :

Kerusakan pada sebuah mesin dapat menghentikan produksi.

Perubahan desain produk dapat mengakibatkan tidak efektifnya lay-out yang


bersangkutan.

Biasanya memerlukan investasi mesin/ peralatan yang besar.

Karena sifat pekerjaannya yang monoton dapat mengakibatkan kebosanan.

Manfaat Perancangan Lay-out Pabrik


Dengan adanya sasaran yang akan dicapai dari lay-out suatu pabrik maka
dengan sendirinya kita dapat memperoleh manfaat dari adanya perencanaan lay-out
pabrik. Manfaat lay-out pabrik diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan jumlah produksi, sehingga proses produksi berjalan lancar, yang
berimpas pada output yang besar, biaya dan jam tenaga kerja serta mesin
minimum.
2. Mengurangi waktu tunggu, artinya terjadi keseimbangan beban dan waktu antara
mesin yang satu dengan mesil lainnya, selain itu juga dapat mengurangi
penumpukan bahan dalam proses, dan waktu tunggu.
3. Mengurangi proses pemindahan bahan dan meminimalkan jarak antara proses
yang satu dengan yang berikutnya.
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

4. Hemat ruang, karena tidak terjadi penumpukan material dalam proses, dan jarak
antara masing-masing mesin berlebihan sehingga akan menambah luas bangunan
yang tidak dibutuhkan.
5. Mempersingkat waktu proses, jarak antar mesin pendek atau antara operasi yang
satu dengan yang lain.
6. Efisiensi penggunaan fasilitas, pendayagunaan elemen produksi, yaitu tenaga
kerja, mesin, dan peralatan.
7. Meningkatkan kepuasan dan keselamatan kerja, sehingga menciptakan suasana
lingkungan kerja yang aman, nyaman, tertib, dan rapi, mempermudah supervisi,
mempermudah perbaikan dan penggantian fasilitas produksi, meningkatkan
kinerja menjadi lebih baik, dan pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas.
8. Mengurangi kesimpangsiuran yang disebabkan oleh material menunggu, adanya
gerak yang tidak perlu, dan banyaknya perpotongan aliran dalam proses produksi
(intersection).
(Anonim, 2008 m).

8.4 Perincian Luas Tanah


Luas area yang diperlukan untuk lokasi pabrik pembuatan butiraldehid
diperkirakan sebagai berikut
Tabel 8.1 Perincian Luas Area Pabrik
No.

Nama Bangunan

Luas (m2)

1.

Pos Keamanan

100

2.

Tempat Parkir

600

3.

Taman

500

4.

Perkantoran

600

5.

Perpustakaan

80

6.

Masjid

300

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

7.

Laboratorium

80

8.

Poliklinik

100

9.

Kantin

200

10.

Ruang kontrol

300

11.

Area bahan baku

1.300

12.

Area proses

3.000

13.

Area produk

450

14.

Area perluasan

15.

Bengkel

400

16.

Unit pengolahan limbah

200

17.

Unit pengolahan air

500

18.

Pengolahan uap

100

19.

Pengolahan listrik

500

20.

Pemadam kebakaran

150

21.

Perumahan karyawan

22.

Sarana olah raga

23.

Aula

80

24.

Jalan

3.000

2.000

7.000
200

Total

21.740

Luas area antara bangunan diperkirakan 10 % dari luas total bangunan, sehingga:
Luas tanah keseluruhan = Luas total banguna + 10 % Luas total bangunan
= 21.740 + (0,1)(21.740)
= 23.914 m2

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

21

22
21

23
3

21
S
Skala 1:1000

21

21

Jalan Raya
5
15

20

7 3

3
8
3

20 2
10

12
16
11

13
17

14

18

19

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi
21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

SUNGAI

Gambar 8.1 Tata Letak Pabrik Butiraldehid

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi
21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tabel 8.2 Keterangan Gambar


No.

Keterangan

No.

Keterangan

1.

Pos Keamanan

13.

Areal Produk

2.

Tempat Parkir

14.

Areal Perluasan

3.

Taman

15.

Bengkel

4.

Perkantoran

16.

Unit Pengolahan Limbah

5.

Perpustakaan

17.

Unit Pengolahan Air

6.

Masjid

18.

Unit Pengolahan Uap

7.

Laboratorium

19.

Unit Pembangkit Listrik

8.

Poliklinik

20.

Pemadam Kebakaran

9.

Kantin/ Koperasi

21.

Perumahan Karyawan

10.

Ruang Kontrol

22.

Sarana Olah Raga

11.

Areal Bahan Baku

23.

Aula

12.

Areal Proses

24.

Jalan

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

BAB IX
ORGANISASI DAN MANAJEMEN PERUSAHAAN

9.1 Organisasi Perusahaan


Organisasi perusahaan merupakan hal yang penting dalam pendirian sebuah
pabrik, hal ini menyangkut efektivitas dalam peningkatan kemampuan perusahaan
dalam memproduksi dan mendistribusikan produk yang dihasilkan. Dalam upaya
peningkatan efektivitas dan kinerja perusahaan maka pengaturan atau manajemen
harus menjadi hal yang mutlak. Tanpa manajemen yang efektif dan efisien tidak akan
ada usaha yang berhasil cukup lama. Adanya manajemen yang teratur dengan baik
dari kinerja sumber daya manusia maupun terhadap fasilitas yang ada maka secara
otomatis organisasi akan berkembang dengan baik.

9.1.1 Pengertian Organisasi


1. Organisasi Menurut Stoner
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orangorang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.

2. Organisasi Menurut James D. Mooney


Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan
bersama.

3. Organisasi Menurut Chester I. Bernard


Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh
dua orang atau lebih.

Secara umum organisasi perusahaan dibagi menjadi dua, yaitu :


1. Organisasi Formal

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang
mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan
kerja yang rasional.
Contoh : Perseroan Terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.
2. Organisasi Informal
Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat
pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari.
Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak sd, kemping ke
gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain (Anonim, 2006 b)
Agar seseorang dapat ikut mengembangkan organisasi dimana dia berada,
maka adanya pengetahuan mengenai perkembangan teori organisasi yang pada
hakikatnya mendasari terbentuknya organisasi.

Teori organisasi dibedakan ke dalam dua bentuk, yaitu :


1. Teori Klasik
Teori klasik berpangkal tolak pada struktur, hubungan, fungsi formal kegiatan
orang dalam rangka mencapai tujuan bersama.
Teori klasik dibagi lagi ke dalam :
a. Teori Birokrasi: organisasi berdasarkan aturan tertentu
b. Teori Administrasi: organiaasi berdasarkan unsur-unsur manajemen yaitu
perencana-an, pengorganisasian, perintah, koordinasi dan pengawasan
c. Teori Manajemen Ilmiah: organisasi berdasarkan metode kerja ilmiah.

2. Teori Neoklasik
Teori neoklasik berdasarkan pada hubungan-hubungan informal yang
manusiawi. Teori organisasi neoklasik mendekati organisasi sebagai kelompok orang
dengan tujuan bersama. Teori organisasi neoklasik berkembang dengan pembenahan
teori organisasi klasik berdasar percobaan hawthorne yang memandang organisasi
sebagai suatu sistem terbuka di mana segmen teknis dan manusiawi saling berkaitan
dengan erat dan sikap karyawan merupakan faktor yang penting bagi peningkatan
produktivitas.
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Pembenahan meliputi aspek pembagian kerja, proses skalar dan fungsional,


struktur organisasi, serta rentang kendali. Teori organisasi neoklasik memahami
adanya organisasi in-formal yang muncul karena faktor lokasi, jenis pekerjaan, minat
dan masalah khusus (vested).
3. Teori Modern.
Teori organisasi modern merupakan teori yang mendekati masalah sebagai
suatu sistem keseluruhan, memperhatikan berbagai variabel, dan memahami adanya
proses dinamis. Teori organisasi modern membicarakan sistem dan ketergantungan
bagian, organisasi formal, organisasi informal, struktur status dan peranan, dan
lingkungan fisik. Selain itu dikemukakan pula proses hubungan dalam sistem dan
tujuan organisasi.
Organisasi, menurut teori organisasi modern, adalah proses yang tersusun
dalam suatu sistem dimana orang didalamnya berinteraksi untuk tujuan (Sofa, 2008).

9.1.2 Struktur Organisasi


Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian
serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan
kegiatan operasional untuk mencapai tujuan. Struktur organisasi menggambarkan
dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan
bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasi yang
baik harus menjelaskan hubungan wewenang siapa melapor kepada siapa.
Ada 4 elemen struktur organisasi, diantaranya :
1. Adanya spesialisasi kegiatan kerja
2. Adanya standardisasi kegiatan kerja
3. Adanya koordinasi kegiatan kerja
4. Besaran seluruh organisasi.
(Anonim, 2007 a).

Bersadarkan tipe dan bentuknya, maka struktur organisasi dibagi atas :


1. Bentuk Organisasi Garis
Organisasi ini diciptakan oleh Henry fayol dan biasanya organisasi ini dipakai
perusahaan kecil saja. Dalam organisasi garis ini pendelegasian wewenang dilakukan
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

secara vertical melalui garis terpendek dari seorang atasan kepada bawahannya.
Pelaporan tanggung jawab dari bawahan kepada atasannya juga dilakukan melalui
garis vertical yang terpendek. Perintah-perintah hanya diberikan seorang atasan saja
dan pelaporan tanggung jawab kepada atasan bersangkutan.
Ciri-ciri organisasi garis antara lain :
1. Organisasinya relatif kecil dan sederhana.
2. Hubungan antara atasan dengan bawahan masih bersifat langsung melalui
garis wewenang terpendek.
3. Pucuk pimpinan biasanya pemilik perusahaan.
4. Jumlah karyawannya relatif sedikit dan saling menegenal.
5. Tingkat spesialisasinya belum begitu tinggi dan alat-alatnya tidak beraneka
ragam.
6. Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang dan tanggung jawab
penuh atas segala bidang pekerjaan yang ada dalam unitnya, artinya
disamping pekerjaan pokoknya, ia masih berkuasa dan bertanggung jawab
pula dalam tugas-tugas tambahan, seperti urusan kepegawaian, keuangan,
administrasi, dan sebagainya.
Direktur

Kepala Bagian
Produksi

Unit A

Kepala Bagian
Pemasaran

Unit B

Unit A

Unit B

Gambar 9.1 Struktur Organisasi Garis


(Manulang, 1982)

Kebaikan bentuk organisasi garis, yaitu :


a. Kesatuan pimpinan dan asas kesatuan komando tetap dipertahankan sepenuhnya.

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

b. Garis komando dan pengendalian tegas, tidak mungkin terjadi kesimpangsiuran


karena pimpinan langsung berhubungan dengan karyawan.
c. Proses pengambilan, kebijakan, dan instruksi-instruksi berjalan cepat dan tidka
bertele-tele.
d. Pengawasan melekat (waskat) secara ketat terhadap kegiatan-kegiatan karyawan
dapat dilaksanakan
e. Kidisiplinan dan semangat kerja karyawan umumnya baik.

Keburukan bentuk orgabisasi garis, yaitu :


a. Tujuan pribadi pucuk pimpinan dan tujuan organisasi sering kali tidak dapat
dibedakan.
b. Ada kecenderungan dan kesempatan pucuk pimpinan untuk bertindak secara
otoritas atau diktator.
c. Maju dan mundurnya organisasi bergantung kepada kesepakatan pucuk pimpinan
saja.
d. Organisasi secara keseluruhan terlalu bergantung pada satu orang saja.
e. Kaderisasi dan pengembangan bawahan kurang mendapat perhatian.
(Manulang, 1982)

2. Bentuk Organisasi Fungsional


Organisasi fungsional adalah organisasi yang disusun berdasarkan sifat dan
macam pekerjaan yang harus dilakukan. Pada tipe organisasi fungsional ini masalha
pembagian kerja mendapat perhatian yang sangat penting. Pembagian kerja
berdasarkan spesialisasi yang mendalam dan setiap pejabat hanya mengerjakan suatu
tugas atau pekerjaan berdasarkan spesialisasinya. Organisasi fungsional ini
diciptakan oleh F.W. Taylor.
Ciri-ciri organisasi fungsional antara lain :
1. Penempatan pejabat berdasarkan spesialisasinya.
2. Koordinasi menyeluruh biasanya hanya diperlukan pada tingkat atas.
3. Terdapat dua kelompok wewenang, yaitu wewenang garis dan wewenang fungsi.
Kebaikan organisasi fungsional, yaitu :
a. Spesialisasi karyawan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal.
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

b. Keuntungan adanya spesialisasi dapat diperolah seoptimal mungkin.


c. Para karyawan akan terampil dibidangnya masing-masing.
d. Efesiensi dan produktivitas dapat ditingkatkan.
e. Solidaritas, moral, dan kedisplinan karyawan yang mengerjakan pekerjaan yang
sama tinggi.
f. Direktur utama tugasnya ringan, karena para direkturnya adalah spesialis
dibidangnya masing-masing.
Keburukan organisasi fungsional, yaitu :
a. Para bawahan sering bingun karena mendapat perintah dari beberapa orang
atasan.
b. Pekerjaan yang dilakukan kadang-kadang membosankan bagi karyawan.
c. Para karyawan mementingkan bidang pekerjaannya, sehingga sukar dilaksanakan
koordinasi.
(Manulang, 1982)
Direktur Utama

Direktur
Teknik

Direktur
Perencanaan

Proyek A

Proyek B

Direktur
Peralatan

Proyek C

Proyek D

(Line Authority = garis perintah


Funtional Authority

Gambar 9.2 Struktur Organisasi Fungsional


(Manulang, 1982)

3. Bentuk Organisasi Garis dan Staf


Pada dasarnya organisasi ini merupakan kombinasi dari organisasi garis dan
fungsional. Kombinasi ini dilakukan dengan cara memanfaatkan kebaikanDeni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

kebaikannya dan meniadakan keburukan-keburukannya. Asas kesatuan komando


tetap dipertahankan dan pelimpahan wewenang berlangsung secara vertikal dari
pucuk pimpinan kepada pimpinan dibawahnya. Pucuk pimpinan tetap sepenuhnya
berhak menetapkan keputusan, kebijaksanaan, dan merealisasikan tujuan perusahaan.
Garis wewenang tetap berada pada pimpinan, sedangkan staf hanya memiliki
wewenag staf saja, dipakai atau tidaknya saran-saran, data, dan informasi para staf
sepenuhnya tergantung pada pimpinan sendiri. Tipe organisasi garis dan staf ini
umumnya digunakan untuk organisasi yang besar, daerah kerjanya luas, dan
pekerjaannya banyak.
Ciri-ciri organisasi garis dan staf, antara lain :
1. Pucuk pimpinan hanya satu orang dan dibantu oleh para staf.
2. terdapat dua kelompok wewenag, yaitu wewenag garis dan wewenag staf.
3. Kesatuan perintah tetap dipertahankan, setiap atasan mempunyai bawahan
tertentu dan setiap bawahan hanya mempunyai seorang atasan langsung.
4. Organisasinya besar, karyawannya banyak, dan pekerjaannya bersifat kompleks.
5. Hubungan antara atasan dengan bawahannya tidak bersifat langsung.
6. Pimpinan dan para karyawan tidak semuanya saling mengenal.
7. Spesialisasi yang beraneka ragam diperlukan dan dipergunakan secara optimal.
Direktur
Utama

Staf

Manajer
Pemasaran

Manajer
Produksi

Staf

Staf

Unit A

Unit B

Unit C

Unit A

Unit B

Unit C

Gambar 9.3 Struktur Organisasi Garis dan Staf


(Manulang, 1982)

Kebaikan organanisasi garis dan staf iini antara lain :

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

a. Asas kesatuan pimpinan tetap dipertahankan, sebab pimpinan tetap berada dalam
satu tangan saja.
b. Adanya pengelompokan wewenang, yaitu wewennag garis dan wewenag staf.
c. Adanya pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas antara pimpinan, staf,
dan pelaksana.
d. Pimpinan mempunyai bawahan tertentu, sedan bawahan hanya mempunyai
seorang atasan tertentu saja.
e. Bawahan hanya mendapat perintah dan memberikan tanggung jawab kepada
seorang atasan tertentu saja.
f. Pelaksanaan tugas-tugas pimpinan relatif lebih lancar, karena mendapat bantuan
data, informasi, saran-saran, dan pemikiran dari para stafnya.
g. Organisasi ini fleksibel dan luwes, karena dapat diterapkan pada organisasi besar
dan kecil, organisasi perusahaan maupun organisasi sosial.
h. Kedisiplinan dan moral karyawan tinggi, karena tugas-tugasnya sesuai dengan
keahliannya.
i.

Keuntungan dan spesialisasi dapat diperoleh seoptimal mungkin.

j.

Koordinasi relatif mudah dilakukan, karena sudah ada pembagian tugas yang
jelas.

k. Bakat karyawan yang berbeda-beda dapat dikembangkan, karena mereka bekerja


sesuai dengan kecakapan dan keahliannya.
l.

Perintah dan pertanggungjawabannya melalui garis vertikal terpendek.

Keburukan organisasi garis dan staf, yaitu :


a. Kelompok pelaksana sering bingung untuk membedakan perintah atau nasihat.
b. Solidaritas karyawan kurang karena tidak saling mengenal.
c. Persaingan kurang sehat sering terjadi, sebab setiap unit atau bagian menganggap
tugas-tugasnyalah yang terpenting.
(Manulang, 1982)

Berdasarkan penjelasan mengenai struktur organisasi di atas dapat diketahui


kebaikan

dan

keburukan

dari

beberapa

bentuk

organisasi.

Setelah

mempertimbangkan baik dan buruknya maka pada Pra rancangan Pabrik Pembuatan
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Butiraldehid dari Propilen dan Gas Sintesis ini menggunakan bentuk organisasi
garis.

9.1.3 Efektivitas Organisasi


Efektivitas organisasi adalah tingkat keberhasilan organisasi dalam usaha
untuk mencapai tujuan atau sasarannya.
Pengukuran Efektivitas Organisasi adalah :
-

Pendekatan Sumber- Proses- Sasaran

Pendekatan Constituency
Kriteria pengukuran efektivitas organisasi antara lain :

Adaptabilitas dan fleksibilitas organisasi

Produktivitas

Kepuasan karyawan

Tingkat keuntungan

Keberhasilan dalam mendapatkan sumber

Kebebasan dari rasa tertekan para anggota organisasi.

Kontrol terhadap lingkungan

Efisiensi organisasi

Kemampuan organisasi untuk mempertahankan anggotanya.

Pertumbuhan organisasi

Kelancaran komunikasi dalam organisasi

Kemampuan mempertahankan eksistensi organisasi

(Anonim, 2008 j)

9.2 Manajemen Perusahaan


Manajemen suatu perusahaan adalah nyawa dari suatu perusahaan.
Manajemen yang menentukan pertumbuhan atau kebangkrutan suatu perusahaan.
Dengan adanya suatu pengelolaan dan manajemen yang baik maka suatu perusahaan
akan mampu bertahan dari segala tekanan, kendala, dan rintangan yang ada. Bahkan
akan berkembang menjadi lebih besar dan lebih baik lagi. Dalam mengelola
perusahaan maka ada prinsip dan standarisasi dimana hal-hal tersebut akan sangat
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

membantu perkembangan perusahaan bila diterapkan dengan baik. Prisip dan standar
ini bukanlah nilai mutlak dalam kesuksesan suatu perusahaan. Tidak selamanya suatu
perusahaan yang telah melakukan segala sesuatunya dengan baik akan sukses.
Terkadang ada beberapa kendala atau halangan yang tidak dapat dihindari contohnya
tertipu rekan kerja atau tertimpa bencana serta kendala-kendala lainnya.
Berikut adalah beberapa prinsip dan standarisasi yang diharapkan mampu
mendukung kemajuan dan perkembangan suatu perusahaan :
1. Perancanaan yang Matang
Sebelum suatu perusahaan berdiri maka biasanya modal merupakan kendala
awal yang harus dipenuhi sebelum perusahaan berjalan. Tidak selamanya modal
besar pasti memberikan keuntungan besar. Pengelolaan modal yang efektif dan
efisien akan memberikan keuntungan yang maksimal. Untuk kita kita harus
melakukan perhitungan modal dan biaya yang diperlukan untuk operasional
perusahaan dalam jangka beberapa waktu ke depan. Kita harus mampu memberikan
anggaran yang aman untuk operasional perusahaan dalam beberapa waktu kedepan.
Jadi bukan mengamankan anggaran hanya untuk hari ini dan besok. Dengan adanya
pengamanan anggaran dalam jangka panjang maka perusahaan akan mampu bertahan
bila mengalami kendala atau bencana yang sifatnya mendadak dan tidak
diperhitungkan sebelumnya.
Dengan melakukan perencanaan dan perancangan perusahaan secara matang
maka perusahaan akan siap menghadapi berbagai kendala dan rintangan karena telah
diperhitungkan sebelumnya. Misalnya dalam membuat suatu produk maka kita harus
melakukan penelitian terlebih dahulu mengenai pasar, konsumen, produk pesaing,
dan kendala-kendala yang mungkin akan muncul agar produk kita tepat sasaran dan
tidak gugur bila terkena berbagai tekanan dan kendala yang muncul. Saat ini
penggunaan teknologi informasi dalam kegiatan bisnis mampu memudahkan dan
mempercepat perencanaan perusahaan. Sistem yang digunakan disebut Enterprise
Resource Planning (ERP) dimana sistem ini melakukan perencanaan dengan konsep
Manajemen Operasional dengan suatu aplikasi yang terintegrasi. Beberapa kegiatan
manajemen dapat terbantu dengan sistem ini seperti inventory management, financial
management, reporting, manufacturing management, dan kegiatan lainnya.

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

2. Sumber Daya Manusia yang Berkualitas, Loyal, dan Sejahtera.


Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas merupakan kunci penggerak
perusahaan. Dengan adanya SDM yang mampu menggerakkan perusahaan dengan
baik maka suatu perusahaan akan mampu berkembang dan melakukan bisnisnya
dengan efektif dan efisien. SDM yang berkualitas tidaklah cukup untuk menjalankan
perusahaan dalam jangka panjang. Diperlukan loyalitas pegawai terhadap perusahaan
tempat dimana dia bekerja. Dengan membangun hubungan emosional antara
perusahaan dan pegawainya maka seorang pegawai akan berusaha semaksimal
mungkin memberikan kontribusi terbaik buat perusahaan. Bila kewajibannya telah
dilakukan maka dia hanya akan berjalan ditempat tanpa memberikan inovasi,
kreatifitas, dan ide cemerlang yang sebenarnya bisa dilakukan bila pegawai memiliki
ikatan emosional yang membuat dia ingin ikut membangun dan mengembangkan
perusahaan menjadi lebih baik.
Sumber daya manusia yang berkualitas, dan loyal belum tentu dapat
memberikan kontribusi terbaik yang dimilikinya. Manusia yang memiliki kebutuhan
tentu akan berusaha agar dapat memenuhi segala kebutuhannya. Bila seorang
pegawai merasa bahwa penghasilan yang dimilikinya tidak memenuhi kebutuhannya
maka tentu dia akan berusaha untuk mencari jalan agar dapat memenuhi seluruh
kebutuhannya. Bila hal ini terjadi maka pegawai mencari kerja sampingan yang akan
menyita waktu, pikiran, dan tenaganya sehingga ia tidak dapat memberikan
kemampuannya secara maksimal pada perusahaan. Dengan adanya dukungan dari
perusahaan agar pegawai tidak dipusingkan oleh hal-hal lain diluar perusahaan maka
pegawai diharapkan dapat memberikan kontribusi maksimal buat perkembangan
perusahaan.

3. Manajer yang Terbuka, Tegas, dan Demokrat


Kepemimpinan seorang manajer merupakan penunjuk jalan yang benar bagi
perusahaan. Mereka adalah nakhoda kapal yang akan menentukan apakah
perusahaan akan mencapai tujuan atau tidak. Jiwa kepemimpinan yang berwibawa
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

harus dimiliki oleh seorang manajer perusahaan, namun dengan wibawa bukan
berarti bersikap tertutup terhadap pegawainya. Justru sikap terbuka seorang
pemimpin yang mau menerima masukan dan saran dari bawahannya akan membantu
seorang manajer dalam memimpin perusahaan atau departemen yang dibawahinya.
Ketegasan dalam memimpin dan mengambil keputusan sangat diperlukan
oleh seorang manajer, karena ditangan mereka keputusan akan jalan yang ditempuh
oleh perusahaan akan menentukan perkembangan dan operasional perusahaan.
Setiap pengambilan keputusan melibatkan banyak pihak, baik itu bawahan
ataupun pihak lain yang terkait. Dengan adanya masukan dari yang lain maka
manajer dapat mempertimbangkan dan mengambil keputusan yang tepat dan
memuaskan banyak pihak.
Hubungan antara manajer dan bawahan juga harus baik dan terjaga. Sebisa
mungkin ada hubungan 2 arah antara manajer dan bawahan Bila ada hubungan
harmonis seperti keluarga dalam suatu perusahaan maka akan tercipta team kerja
yang solid dan kuat dalam menjalankan perusahaan.

4. Lingkungan Kerja yang Nyaman dan Mendukung


Seorang pekerja menghabiskan hampir setengah hidupnya dalam sehari
berada di kantor. Untuk itu lingkungan kantor yang nyaman, kondusif, dan
mendukung pekerjaan mutlak diperlukan. Lingkungan kerja bukan berarti hanya
kantor saja, akan tetapi termasuk suasana kerja, dan hubungan antar pegawai
perusahaan. Bila salah satu bagian dari lingkungan kerja tersebut ada yang membuat
tidak nyaman seorang pekerja maka akan berdampak terhadap menurunnya kinerja
dan kontribusi pegawai tersebut terhadap perusahaan.
Kantor adalah tempat bekerja dimana kenyamanan kantor bergantung pada
kebersihan, kerapian, ketenangan, keindahan, suhu dan udara yang sesuai, serta tata
letak furnitur, dan ruangan yang baik. Perangkat kerja yang mendukung juga perlu
diperhatikan. Jangan memaksakan penghematan terhadap perangkat kantor yang
dapat menghambat pekerja. Kantor yang nyaman akan membuat pegawai betah dan
tidak terburu-buru ingin meninggalkan kantor sehingga pekerja lebih berkosentrasi
dalam melakukan pekerjaannya. Suasana kekeluargaan di kantor perlu dibina agar
pegawai merasa sebagai bagian dari perusahaan dan memiliki rasa tanggung jawab
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

terhadap perusahaan untuk menjaga nama baik perusahaan. Jangan sampai ada sifat
iri, sinis, atau ada pertikaian antar pegawai karena akan mengganggu pekerjaan dan
kinerja perusahaan.
Perlu diperhatikan juga bagaimana pegawai berangkat dan pulang dari kantor.
Bila pegawai tinggal terlalu jauh dari kantor maka perlu dipikirkan bagaimana bila
terkendala macet dan terlambat sampai dikantor. Ada baiknya perusahaan
menyediakan jemputan karyawan karena selain membantu karyawan juga akan
mengakrabkan karyawan karena ada waktu bercerita dalam perjalanan dari atau ke
kantor.

5. Terbuka dan Selalu Belajar


Perkembangan dunia bisnis begitu cepat. Begitu banyak bidang yang
mendukung suatu bisnis misalnya bidang teknologi informasi. Begitu banyak
perubahan yang terjadi diluar perusahaan, karena itu kita tidak boleh tertutup dan
harus berusaha menerima perubahan yang ada. Dengan selalu mempelajari
perubahan dan perkembangan maka suatu perusahaan akan dapat bersaing dengan
perusahaan lain dan tidak tertinggal oleh trend dan perkembangan yang terus
berjalan. Perusahaan harus mempelajari dan menerapkan berbagai perkembangan
dan perubahan yang mampu memberikan manfaat yang efektif dan efisien bagi
perusahaan. Dengan demikian maka perusahaan akan selalu dapat berkembang, dan
berjalan seiring dengan perubahan dan perkembangan yang ada (Anonim, 2008 f).

9.3 Badan Usaha


Jenis jenis badan usaha yang ada di Indonesia antara lain :
1. Perseorangan Usaha Dagang
Perusahaan perseorangan adalah badan usaha kepemilikannya dimiliki oleh
satu orang. Individu dapat membuat badan usaha perseorangan tanpa izin dan tata
cara tententu. Semua orang bebas membuat bisnis personal tanpa adanya batasan
untuk mendirikannya. Pada umumnya perusahaan perseorangan bermodal kecil,
terbatasnya jenis serta jumlah produksi, memiliki tenaga kerja / buruh yang sedikit
dan penggunaan alat produksi teknologi sederhana. Contoh perusahaan perseorangan

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

seperti toko kelontong, tukang bakso keliling, pedagang asongan, dan lain
sebagainya.
Ciri dan sifat perusahaan perseorangan antara lain :

Relatif mudah didirikan dan juga dibubarkan.

Tanggung jawab tidak terbatas dan bisa melibatkan harta pribadi.

Tidak ada pajak, yang ada adalah pungutan dan retribusi.

Seluruh keuntungan dinikmati sendiri.

Sulit mengatur roda perusahaan karena diatur sendiri.

Keuntungan yang kecil yang terkadang harus mengorbankan penghasilan yang


lebih besar.

Jangka waktu badan usaha tidak terbatas atau seumur hidup.

Sewaktu-waktu dapat dipindah tangankan

(Anonim, 2006 a)

2. Persekutuan/ Badan Usaha Persekutuan/ Partnership


Perusahaan persekutuan adalah badan usaha yang dimiliki oleh dua orang
atau lebih yang secara bersama-sama bekerja sama untuk mencapai tujuan bisnis.
Untuk mendirikan badan usaha persekutuan membutuhkan izin khusus pada instansi
pemerintah yang terkait. Badan usaha persekutuan ini dibagi menjadi 2 yaitu :
a. Tidak berbadan hukum

Persekutuan Perdata (Maatschaap)


Ciri dan sifat persekutuan Perdata antara lain :
-

Diatur dalam pasal 1618 KUHPdt.

Persetujuan dua orang atau lebih untuk memasukkan sesuatu dengan


tujuan membagi keuntungan.

Dapat dibuat secara lisan ataupun tertulis.

Tanggung jawab sekutu sampai keharta pribadi masing-masing.

Tanggung jawab adalah pro-rata (tergantung perjanjin).

(Kristianto, 2007).

Firma

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Firma adalah suatu bentuk persekutuan bisnis yang terdiri dari dua orang atau
lebih dengan nama bersama yang tanggung jawabnya terbagi rata tidak
terbatas pada setiap pemiliknya. Firma diatur dalam pasal 15 35 KUHD.
Ciri dan sifat firma yaitu :
-

Apabila terdapat hutang tak terbayar, maka setiap pemilik wajib melunasi
dengan harta pribadi.

Setiap anggota firma memiliki hak untuk menjadi pemimpin.

Seorang anggota tidak berhak memasukkan anggota baru tanpa seizin


anggota yang lainnya.

Keanggotaan firma melekat dan berlaku seumur hidup.

Seorang anggota mempunyai hak untuk membubarkan firma.

Pendiriannya tidak memerlukan akte pendirian.

Mudah memperoleh kredit usaha.

(Anonim, 2006 a)

CV (Commanditaire Venotschaap)
CV adalah suatu bentuk badan usaha bisnis yang didirikan dan dimiliki oleh
dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat
keterlibatan yang berbeda-beda diantara anggotanya. Diatur dalam pasal
1 21 KUHD. Satu pihak dalam CV mengelola usaha secara aktif yang
melibatkan harta pribadi dan pihak lainnya hanya menyertakan modal saja
tanpa harus melibatkan harta pribadi ketika krisis finansial. Yang aktif
mengurus perusahaan CV disebut sekutu aktif dan yang hanya menyetor
modal disebut sekutu pasif.
Ciri dan sifat CV antara lain :
-

Sulit untuk menarik modal yang telah disetor.

Modal besar karena didirikan banyak pihak.

Mudah mendapatkan kredit pinjaman.

Ada anggota aktif yang memiliki tanggung jawab tidak terbatas dan ada
yang pasif tinggal menunggu keuntungan.

Relatif mudah untuk didirikan.

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Kelangsungan hidup perusahaan CV tidak menentu.

(Anonim, 2006 a)

b. Berbadan hukum

PT (perseroan Terbatas)
Perseroan terbatas adalah organisasi bisnis yang memiliki badan hukum resmi
yang dimiliki oleh minimal dua orang dengan tanggung jawab yang hanya
berlaku pada perusahaan tanpa melibatkan harta pribadi atau perseorangan
yang ada di dalamnya. Di dalam PT pemilik modal tidak harus memimpin
perusahaan, karena dapat menunjuk orang lain di luar pemilik modal untuk
menjadi pimpinan. Untuk mendirikan PT / perseroan terbatas dibutuhkan
sejumlah modal minimal dalam jumlah tertentu dan berbagai persyaratan
lainnya. Mengenai PT diatur dalam UU Perseroan Terbatas No. 40 Tahun
2007.
Ciri dan sifat dari PT antara lain :
-

Kewajiban terbatas pada modal tanpa melibatkan harta pribadi.

Modal dan ukuran perusahaan besar.

Kelangsungan hidup perusahaan PT ada di tangan pemilik saham.

Dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki bagian saham.

Kepemilikan mudah berpindah tangan.

Mudah mencari tenaga kerja untuk karyawan / pegawai.

Keuntungan dibagikan kepada pemilik modal / saham dalam bentuk


dividen.

Kekuatan dewan direksi lebih besar daripada kekuatan pemegang saham.

Sulit untuk membubarkan PT.

Didirikan dengan akta notaris dan berlaku sejak disahkan oleh Menteri
Kehakiman.

Pajak berganda pada pajak penghasilan / PPH dan pajak deviden.

Organ persero adalah RUPS, direksi, dan komisaris.

(Anonim, 2006 a).

Koperasi

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Ciri dan sifat koperasi antara lain :


-

Diatur dalam UU tentang Koperasi No. 25 Tahun 1992 tentang


Perkoperasian.

Dibemtuk oleh orang-orang koperasi primer atau koperasi-koperasi


sekunder.

Dibentuk dengan membuat akta pendirian yang mumuat AD.

Berbadan hokum setelah disahkan pemerintah.

Perangkat organisasi : Rapat Anggota, Pengurus, dan Pengawas.

Modal dari para anggota.

Tanggung jawab dipikul oleh para anggota.

Rapat anggota memberikan kuasa pengurusan kepada pengurus.

(Kristianto, 2007).

Yayasan
Ciri dan sifat yayasan antara lain :
-

Diatur dalam UU tentang Yayasan No. 16 Tahun 2001 jo No. 28 Tahun


2004.

Bertujuan untuk tidak mengambil profit/ non-komersil

(Kristianto, 2007).
2. Bentuk lain

Perwakilan Usaha Perdagangan Asing (Representative office)


Ciri dan sifat kantor perwakilan antara lain :
-

Diatur dalam Permendag No. 10/MDAG/PER/3/2006 tentang Ketentuan


dan Tata Cara Penerbitan Surat Izin Usaha Perwakilan Perusahaan
Perdagangan Asing.

Berupa izin usaha perorangan yang diberikan kepada pimpinan kantor


perwakilan.

Tanggung jawab pribadi dari pimpinan kantor perwakilan.

Kegiatan usaha terbatas, hanya didirikan untuk penjualan/ pemasaran


produk atau pembelian produk untuk diekspor.

(Kristianto, 2007).
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Dari uraian mengenai badan usaha di atas, maka badan usaha yang sesuai
untuk pabrik pembuatan butiraldehid ini adalah suatu badan usaha yang memiliki
ikatan badan hukum yang kuat dan tidak mudah untuk dibubarkan yaitu badan usaha
dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT).

9.4

Uraian Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab

9.4.1 Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)


Pemegang kekuasaan tertinggi pada struktur organisasi garis dan staf adalah
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilakukan minimal satu kali dalam
setahun. Bila ada sesuatu hal, RUPS dapat dilakukan secara mendadak sesuai dengan
jumlah forum. RUPS dihadiri oleh pemilik saham, Dewan Komisaris dan Direktur.
Hak dan wewenang RUPS :
1. Meminta pertanggung-jawaban Dewan Komisaris dan Direktur lewat suatu
sidang.
2. Dengan musyawarah dapat mengganti Dewan Komisaris dan Direktur serta
mengesahkan anggota pemegang saham bila mengundurkan diri.
3. Menetapkan besar laba tahunan yang diperoleh untuk dibagikan, dicadangkan,
atau ditanamkan kembali.

9.4.2 Dewan Komisaris


Dewan komisaris dipilih dalam RUPS untuk mewakili para pemegang saham
dalam mengawasi jalannya perusahaan. Dewan komisaris ini bertanggung jawab
kepada RUPS.
Tugas-tugas dewan komisaris adalah:
1. Menentukan garis besar kebijaksanaan perusahaan.
2. Mengadakan rapat tahunan para pemegang saham.
3. Meminta laporan pertanggungjawaban direktur utama secara berkala.
4. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap seluruh kegiatan dan
pelaksanaan tugas direktur
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

9.4.3 Direktur
Direktur merupakan pimpinan tertinggi yang diangkat oleh dewan komisaris.
Adapun tugas-tugas direktur adalah:
1. Memimpin dan membina perusahaan secara efektif dan efisien.
2. Menyusun dan melaksanakan kebijaksanaan umum pabrik sesuai dengan
kebijaksanaan RUPS.
3. Mengadakan kerjasama dengan pihak luar demi kepentingan perusahaan.
4. Mewakili perusahaan dalam mengadakan hubungan maupun perjanjianperjanjian dengan pihak ketiga.
5. Merencanakan dan mengawasi pelaksanaan tugas setiap personalia yang bekerja
pada perusahaan.

Dalam melaksanakan tugasnya, direktur dibantu oleh manajer pemasaran,


manajer keuangan, manajer personalia, manajer teknik dan manajer produksi.

9.4.4 Sekretaris
Sekretaris diangkat oleh direktur utama untuk menangani masalah suratmenyurat untuk pihak perusahaan, menangani kearsipan dan pekerjaan lainnya untuk
membantu direktur dalam menangani administrasi perusahaan.

9.4.5 Manajer
Dalam perusahaan ini terdapat empat orang manajer, yaitu :

1. Manajer Umum dan Sumber Daya Alam (SDM)


Manajer umum dan Sumber Daya Alam (SDM) bertanggung jawab langsung
kepada direktur. Tugasnya mengkoordinir segala kegiatan yang berhubungan dengan
SDM dan umum. Manajer ini dibantu oleh dua kepala bagian, yaitu kepala bagian
umum dan kepala bagian SDM.

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

2. Manajer Bisnis dan Keuangan


Manajer bisnis dan keuangan bertanggung jawab langsung kepada direktur
dalam mengawasi dan mengatur masalah bisnis dan keuangan. Manajer ini dibantu
oleh dua kepala bagian, yaitu kepala bagian bisnis dan kepala bagian keuangan.
3. Manajer Teknik
Manajer teknik bertanggung jawab langsung kepada direktur dalam
mengkoordinir segala kegiatan yang berhubungan dengan masalah teknik baik di
lapangan maupun di kantor. Dalam menjalankan tugasnya manajer teknik dibantu
oleh dua kelapa bagian, yaitu kepala bagian mesin dan kepala bagian listrik.

4. Manajer Produksi
Manajer produksi bertanggung jawab langsung kepada direktur dalam
mengkoordinir segala kegiatan yang berhubungan dengan proses baik dibagian
produksi maupun utilitas. Dalam menjalankan tugasnya manajer produksi dibantu
oleh dua kelapa bagian, yaitu kepala bagian proses dan kepala bagian utilitas.

9.4.6 Kepala Bagian


Setiap manajer dibantu oleh kepala bagian. Adapun kepala bagian yang ada
di perusahaan ini adalah :

1. Kepala Bagian Umum


Kepala bagian umum bertanggung jawab kepada manajer umum dan Sumber
Daya Manusia (SDM). Tugasnya adalah menjalin menciptakan hubungan yang baik
antara karyawan-karyawan, karyawan-perusahaan, dan perusahaan-pihak luar. Selain
itu kepala bagian umum juga bertugas mengurus segala hal yang berhubungan
dengan keamanan industri.

2. Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (SDM)

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Kepala bagian Sumber Daya Manusia (SDM) bertanggung jawab kepada


manajer umum dan Sumber Daya Manusia (SDM). Tugasnya dalah mengurus bagian
personalia, pengembangan SDM, dan kesehatan kerja karyawan.

3. Kepala Bagian Bisnis


Kepala bagian bisnis bertanggung jawab kepada manajer bisnis dan
keuangan. Tugasnya adalah mengkoordinir dan mengawasi masalah pengadaan
bahan baku, bahan penolong, dan segala kebutuhan perusahaan serta mengurus
masalah pemasaran produk dan promosi.

4. Kepala Bagian Keuangan


Kepala bagian keuangan bertanggung jawab kepada manajer bisnis dan
keuangan. Tugasnya adalah mengkoordinir dan mengawasi segala kegiatan
pembukuan baik administrasi maupun akuntansi.

5. Kepala Bagian Mesin


Kepala bagian mesin bertanggung jawab kepada manajer teknik. Tugasnya
adalah menyusun program perawatan, pemeliharaan, serta penggantian peralatan
proses. Dalam melaksanakan tuganya, kepala bagian mesin dibantu oleh dua orang
kepala seksi, yaitu seksi instrumentasi dan seksi pemeliharaan pabrik.

6. Kepala Bagian Listrik


Kepala bagian mesin bertanggung jawab kepada manajer teknik. Tugasnya
adalah mengkoordinir segala kegiatan pemeliharaan, pengamanan, perawatan, dan
perbaikan peralatan listrik.

7. Kepala Bagian Proses


Kepala bagian proses bertanggung jawab kepada manajer produksi. Tugasnya
adalah untuk mengkoordinir dan mengawasi segala kegiatan proses meliputi operasi,
laboratorium, serta riset dan pengembangan.

8. Kepala Bagian Utilitas


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Kepala bagian utilitas bertanggung jawab kepada manajer produksi.


Tugasnya adalah untuk mengkoordinir dan mengawasi segala kegiatan utilitas
meliputi pengolahan air dan limbah.

9.5

Tenaga Kerja dan Jam Kerja


Jumlah tenaga kerja pada pabrik pembuatan Butiraldehid ini direncanakan

sebanyak 167 orang. Status tenaga kerja pada perusahaan ini dibagi atas :
1. Tenaga kerja bulanan dengan pembayaran gaji sebulan sekali.
2. Tenaga kerja harian dengan upah yang dibayar 2 minggu sekali.
3. Tenaga kerja honorer/kontrak dengan upah dibayar sesuai perjanjian kontrak.

9.5.1 Jumlah dan Tingkat Pendidikan Tenaga Kerja


Dalam melaksanakan kegiatan perusahaan di pabrik pembuatan Butiraldehid
dibutuhkan susunan tenaga kerja seperti pada susunan struktur organisasi. Adapun
jumlah tenaga kerja beserta tingkat pendidikan yang disyaratkan dapat dilihat pada
Tabel berikut ini.

Tabel 9.1 Jumlah Tenaga Kerja Beserta Tingkat Pendidikannya


Jabatan

Jumlah

Pendidikan

Dewan Komisaris

Teknik Kimia/Industri (S3)

Direktur

Teknik Kimia (S2), berpengalaman 10 tahun

Sekretaris

Akutansi (S1, pengalaman 2 tahun

Manajer Umum dan SDM

Psikologi (S1), pengalaman 2 tahun

Manajer Bisnis dan Keuangan

Manajer Teknik

Manajer Produksi

Teknik Kimia (S1)

Kepala Bagian Umum

Teknik Industri (S1)

Kepala Bagian SDM

Psikologi (S1)/

Kepala Bagian Bisnis

Akuntansi / Manajemen (S1)

Ekonomi/

Akuntansi/

Manajemen/

(S1),

pengalaman 2 tahun
Teknik Mesin/ Teknik Elektro/Teknik Kimia
(S1), pengalaman 2 tahun

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Kepala Bagian Keuangan

Akuntansi (S1)

Kepala Bagian Mesin

Teknik Fisika/ Teknik Mesin (S1)

Kepala Bagian Listrik

Teknik Elektro (S1)

Kepala Bagian Proses

Teknik Kimia (S1)

Kepala Bagian Utilitas

Teknik Kimia/ Teknik Lingkungan (S1)

Kepala Seksi

17

Teknik/ Ekonomi/ MIPA (S1)

Karyawan Umum dan SDM

14

S1 / D3

14

D3 / SMK

Karyawan Teknik

17

D3 / SMK

Karyawan Produksi

75

D3 / SMK / SMA

Dokter

Kedokteran (S1)

Perawat

Akademi Keperawatan (D3)

Petugas Keamanan

15

SMA/ Pensiunan angkatan

Petugas Kebersihan

15

SMA / SMP

Supir

SMA / SMK

Karyawan

Bisnis

dan

Keuangan

Jumlah

197

9.5.2 Pengaturan Jam Kerja


Pabrik pembuatan butiraldehid ini direncanakan beroperasi 330 hari per tahun
secara kontinu 24 jam sehari. Berdasarkan pengaturan jam kerja, karyawan dapat
digolongkan menjadi dua golongan, yaitu :
1. Karyawan non-shift, yaitu karyawan yang tidak berhubungan langsung dengan
proses produksi, misalnya bagian administrasi dan lain-lain.
Jam kerja karyawan non-shift ditetapkan 43 jam per minggu dan jam kerja
selebihnya dianggap lembur. Perincian jam kerja non-shift adalah :

a. Senin Kamis
- Pukul 08.00 12.00 WIB Waktu kerja
- Pukul 12.00 13.00 WIB Waktu istirahat
- Pukul 13.00 17.00 WIB Waktu kerja

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

b. Jumat
- Pukul 08.00 12.00 WIB Waktu kerja
- Pukul 12.00 14.00 WIB Waktu istirahat
- Pukul 14.00 17.00 WIB Waktu kerja

c. Sabtu
- Pukul 07.00 11.00 WIB Waktu kerja
2. Karyawan shift, yaitu karyawan yang berhubungan langsung dengan proses
produksi yang memerlukan pengawasan secara terus-menerus selama 24 jam,
misalnya bagian produksi, utilitas, kamar listrik (genset), keamanan, dan lainlain. Perincian jam kerja shift adalah :
a. Shift I

: Pukul 08.00 16.00 WIB

b. Shift II

: Pukul 16.00 00.00 WIB

c. Shift III

: Pukul 00.00 08.00 WIB

Karyawan shift bekerja secara bergiliran. Untuk memenuhi kebutuhan pabrik,


setiap karyawan shift dibagi menjadi empat tim dimana tiga tim kerja dan satu
tim istirahat. Pada hari Minggu dan libur nasional karyawan shift tetap bekerja
dan libur 1 hari setelah setelah tiga kali shift.

Tabel 9.2 Jadwal Kerja Karyawan Shift


Senin

Hari
Tim

dan Selasa

Rabu
dan Kamis

Jumat
dan Sabtu

Mingg
u dan Senin

II

Libur

III

II

Libur

III

Libur

III

II

III

II

Libur

9.6 Sistem Penggajian


Penggajian karyawan didasarkan kepada jabatan, tingkat pendidikan,
pengalaman kerja, keahlian, dan resiko kerja. Selain itu, UMP (Upah Minimum
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Propinsi) Tahun 2008 juga merupakan standar pabrik dalam penggajian


karyawaannya. Saat ini UMP Sumatera Utara yang ditetapkan melalui SK Gubernur
Sumatera Utara (Gubsu) No 561/2048/K/2007 adalah sebesar Rp 822.205/bulan.
(Anonim, 2007 c).

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Perincian gaji karyawan adalah sebagai berikut :


Tabel 9.3 Gaji Karyawan
Jabatan

Jumlah

Gaji/Bln (Rp)

Jumlah Gaji/Bln (Rp)

Dewan Komisaris

20.000.000

60.000.000

Direktur

15.000.000

15.000.000

Sekretaris

2.500.000

2.500.000

Manajer Umum dan SDM

8.000.000

8.000.000

Manajer Bisnis dan Keuangan

8.000.000

8.000.000

Manajer Teknik

8.000.000

8.000.000

Manajer Produksi

8.000.000

8.000.000

Kepala Bagian Umum

5.000.000

5.000.000

Kepala Bagian SDM

5.000.000

5.000.000

Kepala Bagian Bisnis

5.000.000

5.000.000

Kepala Bagian Keuangan

5.000.000

5.000.000

Kepala Bagian Mesin

5.000.000

5.000.000

Kepala Bagian Listrik

5.000.000

5.000.000

Kepala Bagian Proses

5.000.000

5.000.000

Kepala Bagian Utilitas

5.000.000

5.000.000

Kepala Seksi

17

4.000.000

68.000.000

Karyawan Umum dan SDM

14

2.500.000

35.000.000

Karyawan Bisnis dan Keuangan

14

2.500.000

35.000.000

Karyawan Teknik

17

2.500.000

42.500.000

Karyawan Produksi

75

2.500.000

187.500.000

Dokter

3.500.000

7.000.000

Perawat

1.500.000

7.500.000

Petugas Keamanan

15

1.500.000

22.500.000

Petugas Kebersihan

15

1.000.000

15.000.000

Supir

1.200.000

7.200.000

Jumlah

197

576.700.000

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

9.7 Kesejahteraan Tenaga Kerja


Pengusaha umumnya menilai bahwa karyawan adalah bawahan yang harus
selalu

tunduk

pada

aturan

main

perusahaan. Banyak

pengusaha

yang

memandang karyawan bukan sebagai mitra kerja dan aset yang berharga. Bahkan
mereka tidak memberikan kesempatan karyawan untuk maju, baik dari segi
pengetahuan, networking, maupun finansial.
Tidak sedikit pengusaha yang hanya memikirkan keuntungan bisnisnya
semata, sementara hak-hak karyawan disepelekan bahkan diinjak-injak. Ketika hakhak karyawan disepelekan bahkan dirampas, dampak yang mungkin timbul adalah :
-

Semangat karyawan menurun, kinerja menurun, produktivitas rendah, output


produksi rendah, bila terus-terusan sangat mungkin perusahaan akan terus
merugi.

Timbul kecemburuan sosial, disatu sisi pemilik berganti ganti mobil mewah dan
terus memperkaya diri, di sisi lain karyawannya selalu kekurangan untuk
menutupi biaya hidup sehari-harinya. Dampaknya mereka jadi rendah diri, apatis
dan kehilangan kreativitas serta semangat untuk maju.

Mereka akan berfikir untuk mencari tempat lain yang lebih baik, bisa berupa
pekerjaan ataupun wirausaha. Ancaman resign besar-besaran karyawan
mungkin sudah didepan mata.

Rasa memiliki karyawan terhadap perusahaan menjadi hilang. Mereka tidak lagi
komitmen terhadap visi dan misi perusahaan kedepan.

Memicu karyawan yang lemah iman dan tidak jujur untuk korupsi, mark-up,
bahkan mencuri aset perusahaan.

(Anonim, 2007 b).

Untuk mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang terjadi di atas, maka


dalam pabrik pembuatan butiraldehid ini, ada beberapa fasilitas yang diberikan
kepada para karyawan. Fasilitas yang disediakan perusahaan untuk menunjang
kesejahteraan staf dan karyawan antara lain :
1. Fasilitas perumahan yang dilengkapi dengan sarana listrik dan air.
2. Penyediaan seragam dan Alat pelindugn Diri (APD) saat bekerja seperti sepatu,
sarung tangan, helmet, kaca mata, dan sarung tangan.
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

3. Fasilitas asuransi tenaga kerja, meliputi tunjangan kecelakaan kerja, tunjangan


kematian, yang diberikan kepada keluarga karyawan yang meninggal dunia baik
karena kecelakaan sewaktu bekerja maupun diluar pekerjaan.
4. Penyediaan sarana transportasi (bus karyawan).
5. Fasilitas cuti tahunan.
6. Tunjangan hari raya dan bonus akhir tahun.
7. Penyediaan tempat ibadah, koperasi, balai pertemuan, taman, dan sarana olah
raga.
8. Pelayanan kesehatan secara Cuma-Cuma bagi karyawan dan keluarga (1 istri/
suami dan 3 anak).
9. Pembagian beasiswa kepada anak-anak karyawan yang berprestasi.

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

STRUKTUR ORGANISASI PABRIK PEMBUATAN


BUTIRALDEHID

Keterangan:
Garis komando
Garis koordinasi

RUPS

Dewan Komisaris

Direktur

Sekretaris

Manajer Umum dan


SDM

Kabag Umum

Kasie
Humas

Kasie
Keamanan
Industri

Manajer Bisnis dan


Keuangan

Kabag SDM

Kasie
Pengembangan
SDM & Kesehatan
Kerja

Kabag Bisnis

Kasie
Personalia

Kasie
Pengadaan

Kasie
Pemasaran

Manajer Teknik

Kabag Keuangan

Kasie
Keuangan
& Akunting

Kasie
Perpajakan

Kabag Mesin

Kasie
Instrumentasi

Kasie
Pemelihraan
&Perbaikan

Manager Produksi

Kabag Proses

Kabag Listrik

Kasie
Instrumentasi

Kasie
Pemelihraan
&Perbaikan

Kasie
Operasi

Kasie
Lab

Kabag Utilitas

Kasie Riset&
pengembangan

Kasie
Air

Kasie
Limbah

KARYAWAN

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi
21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Gambar 9.4 Struktur Organisasi Pabrik Pembuatan n-Butiraldehid

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi
21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

BAB X
ANALISA EKONOMI
Untuk mengevaluasi kelayakan berdirinya suatu pabrik dan tingkat
pendapatannya, maka dilakukan analisa perhitungan secara teknik. Selanjutnya perlu
juga dilakukan analisa terhadap aspek ekonomi dan pembiayaannya. Dari hasil
analisa tersebut diharapkan berbagai kebijaksanaan dapat diambil untuk pengarahan
secara tepat. Suatu rancangan pabrik dianggap layak didirikan bila dapat beroperasi
dalam kondisi yang memberikan keuntungan.
Berbagai parameter ekonomi digunakan sebagai pedoman untuk menentukan
layak tidaknya suatu pabrik didirikan dan besarnya tingkat pendapatan yang dapat
diterima dari segi ekonomi. Parameter-parameter tersebut antara lain:
1. Modal investasi/ Capital Investment (CI)
2. Biaya produksi total/ Total Cost (TC)
3. Marjin keuntungan/ Profit Margin (PM)
4. Titik impas/ Break Even Point (BEP)
5. Laju pengembalian modal/ Return On Investment (ROI)
6. Waktu pengembalian modal/ Pay Out Time (POT)
7. Laju pengembalian internal/ Internal Rate of Return (IRR)

10.1

Modal Investasi
Modal investasi adalah seluruh modal untuk mendirikan pabrik dan mulai

menjalankan usaha sampai mampu menarik hasil penjualan. Modal investasi terdiri
dari :
10.1.1 Modal Investasi Tetap/ Fixed Capital Investment (FCI)

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Modal investasi tetap adalah modal yang diperlukan untuk menyediakan


segala peralatan dan fasilitas manufaktur pabrik. Modal investasi tetap ini terdiri
dari :
1. Modal Investasi Tetap Langsung (MITL)/ Direct Fixed Capital Investment
(DFCI), yaitu modal yang diperlukan untuk mendirikan bangunan pabrik,
membeli dan memasang mesin, peralatan proses, dan peralatan pendukung yang
diperlukan untuk operasi pabrik.
Modal investasi tetap langsung ini meliputi :
-

Modal untuk tanah

Modal untuk bangunan

Modal untuk peralatan proses

Modal untuk peralatan utilitas

Modal untuk instrumentasi dan alat kontrol

Modal untuk perpipaan

Modal untuk instalasi listrik

Modal untuk insulasi

Modal untuk investaris kantor

Modal untuk perlengkapan kebakaran dan keamanan

Modal untuk sarana transportasi

2. Dari hasil perhitungan pada Lampiran E diperoleh modal investasi tetap


langsung, MITL sebesar Rp 120.344.734.141,-. Modal Investasi Tetap Tak
Langsung (MITTL)/ Indirect Fixed Capital Investment (IFCI), yaitu modal yang
diperlukan pada saat pendirian pabrik (construction overhead) dan semua
komponen pabrik yang tidak berhubungan secara langsung dengan operasi
proses. Modal investasi tetap tak langsung ini meliputi :
-

Modal untuk pra-investasi

Modal untuk engineering dan supervisi

Modal untuk biaya kontraktor (contractors fee)

Modal untuk biaya tak terduga (contigencies)

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Dari perhitungan pada Lampiran E diperoleh modal investasi tetap tak langsung,
MITTL sebesar Rp 31.060.938.136,Maka modal investasi tetap, MIT = MITL + MITTL
= Rp 120.344.734.141,- + Rp 31.060.938.136,= Rp 151.405.672.277,-

10.1.2 Modal Kerja/ Working Capital (WC)


Modal kerja adalah modal yang diperlukan untuk memulai usaha sampai
mampu menarik keuntungan dari hasil penjualan dan memutar keuangannya. Jangka
waktu pengadaan biasanya antara 3 4 bulan, tergantung pada cepat atau lambatnya
hasil produksi yang diterima. Dalam perancangan ini jangka waktu pengadaan modal
kerja diambil 3 bulan. Modal kerja ini meliputi:
-

Modal untuk biaya bahan baku proses dan utilitas

Modal untuk kas


Kas merupakan cadangan yang digunakan untuk kelancaran operasi dan
jumlahnya tergantung pada jenis usaha. Alokasi kas meliputi gaji pegawai, biaya
administrasi umum dan pemasaran, pajak, dan biaya lainnya.

Modal untuk mulai beroperasi (start-up)

Modal untuk piutang dagang


Piutang dagang adalah biaya yang harus dibayar sesuai dengan nilai penjualan
yang dikreditkan. Besarnya dihitung berdasarkan lamanya kredit dan nilai jual
tiap satuan produk.
Rumus yang digunakan:
PD =

IP
HPT
12

Dengan: PD = Piutang dagang


IP

= Jangka waktu yang diberikan (3 bulan)

HPT = Hasil penjualan tahunan


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Dari hasil perhitungan pada Lampiran E diperoleh modal kerja, sebesar =


Rp 90.826.384.509,Maka, Total Modal Investasi = Modal Investasi Tetap + Modal Kerja
= Rp 151.405.672.277,- + Rp 158.332.110.766,= Rp 309.737.783.043,-

Modal investasi berasal dari :


-

Modal sendiri/saham-saham sebanyak 60 % dari modal investasi total. Dari


Lampiran E diperoleh modal sendiri sebesar Rp 185.842.669.826,-

Pinjaman dari bank sebanyak 40 % dari modal investai total. Dari Lampiran E
diperoleh pinjaman bank sebesar Rp 123.895.113.217,-

10.2

Biaya Produksi Total (BPT)/ Total Cost (TC)


Biaya produksi total merupakan semua biaya yang digunakan selama pabrik

beroperasi. Biaya produksi total meliputi :

10.2.1 Biaya Tetap (BT)/ Fixed Cost (FC)


Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tidak tergantung pada jumlah
produksi, meliputi :
-

Gaji tetap karyawan

Depresiasi dan amortisasi

Pajak bumi dan bangunan

Bunga pinjaman bank

Biaya perawatan tetap

Biaya tambahan

Biaya administrasi umum

Biaya pemasaran dan distribusi

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Biaya asuransi
Dari hasil perhitungan pada Lampiran E diperoleh biaya tetap, BT sebesar

Rp 83.233.896.144,-

10.2.2 Biaya Variabel (BV)/ Variable Cost (VC)


Biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya tergantung pada jumlah
produksi. Biaya variabel meliputi :
-

Biaya bahan baku proses dan utilitas

Biaya karyawan tidak tetap/tenaga kerja borongan

Biaya pemasaran

Biaya laboratorium serta penelitian dan pengembangan (litbang)

Biaya pemeliharaan

Biaya tambahan
Dari hasil perhitungan pada Lampiran E diperoleh biaya variabel, BV sebesar

Rp 170.987.943.736,-

Maka, biaya produksi total, BPT = Biaya Tetap + Biaya Variabel


= Rp 254.221.839.880,-

10.3 Total Penjualan (Total Sales)


Penjualan diperoleh dari hasil penjualan produk n- dan i-butiraldehid yaitu
sebesar Rp 375.379.199.227,-

10.4 Perkiraan Rugi/Laba Usaha


Dari hasil perhitungan pada Lampiran E diperoleh :

10.5

1. Laba sebelum pajak

= Rp 115.099.491.379,-

2. Pajak penghasilan

= Rp 32.227.857.586,-

3. Laba setelah pajak

= Rp 82.871.633.793,-

Analisa Aspek Ekonomi

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

10.5.1 Profit Margin (PM)


Profit Margin adalah persentase perbandingan antara keuntungan sebelum
pajak penghasilan PPh terhadap total penjualan.
PM

Laba Sebelum Pajak


100 %
Total Penjualan

Rp 115.099.491.379,100%
Rp 375.379.199.227,-

= 30,66 %

Dari hasil perhitungan diperoleh profit margin sebesar 30,66 % maka pra
rancangan pabrik ini memberikan keuntungan.

10.5.2 Break Even Point (BEP)


Break Even Point adalah keadaan kapasitas produksi pabrik pada saat hasil
penjualan hanya dapat menutupi biaya produksi. Dalam keadaan ini pabrik tidak
untung dan tidak rugi.
BEP

Biaya Tetap
100%
Total Penjualan Biaya Variabel

Rp 83.233.896.144,
100 %
( Rp 375.379.199.227 ,-) ( Rp 170.987.943.736 ,-)

= 40,72 %
Kapasitas produksi pada titik BEP

= 8.551,793543 ton/tahun

Nilai penjualan pada titik BEP

= Rp 152.865.019.631,-

Dari data feasibilities, (Timmerhaus, 2004)


-

BEP 50 %, pabrik layak (feasible)

BEP 50 %, pabrik kurang layak (infeasible).

Dari hasil perhitungan diperoleh BEP sebesar 40,72 % maka pra rancangan
pabrik ini layak untuk didirikan.

10.5.3 Return On Investment (ROI)

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Return on Investment adalah besarnya persentase pengembalian modal tiap


tahun dari penghasilan bersih.
ROI

Laba Setelah Pajak


100%
Total Modal Investasi

Rp 82.871.633.793 ,100%
Rp 309.737.783.043 ,-

= 26,76 %

Analisa ini dilakukan untuk mengetahui laju pengembalian modal investasi


total dalam pendirian pabrik. Kategori resiko pengembalian modal tersebut adalah :

ROI 15 % resiko pengembalian modal rendah

ROI 45 % resiko pengembalian modal rata-rata

ROI 45 % resiko pengembalian modal tinggi


Dari hasil perhitungan diperoleh ROI sebesar 26,76 %, sehingga pabrik

yang akan didirikan ini termasuk resiko laju pengembalian modal rata-rata.

10.5.4 Pay Out Time (POT)


Pay Out Time adalah angka yang menunjukkan berapa lama waktu
pengembalian modal dengan membandingkan besar total modal investasi dengan
penghasilan bersih setiap tahun. Untuk itu, pabrik dianggap beroperasi pada
kapasitas penuh setiap tahun.
POT

1
1 tahun
0,2676

= 3,74 tahun

Dari harga di atas dapat dilihat bahwa seluruh modal investasi akan kembali
setelah 3,74 tahun operasi.

10.5.5 Return on Network (RON)

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Return on Network merupakan perbandingan laba setelah pajak dengan modal


sendiri.
RON =

Laba Setelah Pajak


100 %
Modal Sendiri

Rp 82.871.633.793,
100 %
Rp 185.842.669.826,-

= 44,59 %

10.5.6 Internal Rate of Return (IRR)


Internal Rate of Return merupakan persentase yang menggambarkan tingkat
pengembalian modal investasi di dalam perusahaan.
Apabila IRR ternyata lebih besar dari bunga riil yang berlaku, maka pabrik
akan menguntungkan tetapi bila IRR lebih kecil dari bunga riil yang berlaku maka
pabrik dianggap rugi. Dari perhitungan Lampiran E diperoleh IRR = 38,91 %,
sehingga pabrik akan menguntungkan karena IRR yang diperoleh lebih besar dari
bunga pinjaman bank saat ini yang sebesar 15 % (Bank Mandiri, 2009).

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

BAB XI
KESIMPULAN

Hasil analisa perhitungan pada pra rancangan pabrik pembuatan nbutiraldehid dari propilen dan gas sintesis dengan kapasitas produksi 21.000 ton/
tahun diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu :
2. Kapasitas produksi n-butiraldehid direncanakan 21.000 ton/tahun.
3. Bentuk badan hukum perusahaan yang direncanakan adalah Perseroan
Terbatas (PT).
4. Bentuk organisasi yang direncanakan adalah bentuk garis dengan jumlah
tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 197 orang.
5. Luas tanah yang dibutuhkan untuk pendirian pabrik yaitu seluas 23.914 m2
6. Analisa ekonomi :

Total Modal Investasi

: Rp 151.405.672.277,-

Total Biaya Produksi

: Rp 254.221.839.880,-

Hasil Penjualan

: Rp 375.379.199.227,-

Laba Bersih

: Rp 82.871.633.793,-

Profit Margin (PM)

: 30,66 %

Break Event Point (BEP)

: 40,72 %

Return of Investment (ROI)

: 26,76 %

Pay Out Time (POT)

: 3,74 tahun

Return on Network (RON)

: 44,59 %

Internal Rate of Return (IRR)

: 38,91 %

Dari hasil analisa aspek ekonomi yang telah dilakukan, maka dapat
disimpulkan bahwa pabik pembuatan n-butiraldehid ini layak untuk didirikan.

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

DAFTAR PUSTAKA

Agar, W, David. 2003. Introduction to Catalyst. University of Dortmund.


Bangalore. 24 Agustus 2008.
Anonim. 2000 a. Pencegah Kebakaran. http://s@fedesign.com. 19 Oktober 2008.
Anonim. 2000 b. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan. http://s@fedesign.com.
19 Oktober 2008.
Anonim. 2003 a. Aldehid dan Keton. http://chem-is-try.org. 13 Agustus 2008.
Anonim. 2003 b. Oxo Alcohol. http://chemsystem.com 24 Agustus 2008.
Anonim. 2004. Standar Keselamatan Kerja di Indonesia. Harian Kompas.
http://KCM.com. 09 Oktober 2008.
Anonim. 2006 a. Bentuk, Jenis, dan Macam Badan Usaha-Organisasi Bisnis
Perusahaan. http://organisasi.org. 19 November 2008.
Anonim. 2006 b. Pengertian, Definisi dan Arti Organisasi - Organisasi Formal dan
Informal. http://organisasi.org. 17 November 2008.
Anonim. 2007 a. Pengertian Struktur Organisasi Serta Empat Elemen Di Dalamnya
-

Ilmu

Pengetahuan

Ekonomi

Manajemen.

http://organisasi.org.

17 November 2008.
Anonim.

2007

b.

Perhatikan

Kesejahteraan

Karyawan.

http://dkoor.wordpress.com. 17 November 2008.


Anonim. 2007 c. UMP Sumut. http://medankita.com. 19 November 2008
Anonim.

2008

a.

Aldehid.

Wikipedia.

http://wikipedia.org/wiki/aldehyde.

07 Agustus 2008.
Anonim. 2008 b. Butanal. http://googleimage.com. 09 Agustus 2008.
Anonim.

2008

c.

Butyraldehyde.

Digital

Information

Service

(DIS).

http://www.disb2b.com. 02 Agustus 2008.


Anonim. 2008 d. Hidrogen. Wikipedia. http://wikipedia.org/wiki/hidrogen
09 Agustus 2008.
Anonim.

2008

e.

Karbon

Monoksida.

Wikipedia.

http://wikipedia.org/wiki/karbonmonoksida. 09 Agustus 2008.


Anonim. 2008 f. Manajemen Bisnis-Prinsip dan Standarisasi Manajemen
Perusahaan. Posted in Article,Business,Recommended. 19 November 2008
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Anonim. 2008 g. Materi Pelajaran Keselamatan Kerja Tenaga Kerja Asing-Bidang


Petrokimia. http://www.iosh.gov.tw. 19 Oktober 2008.
Anonim. 2008 h. Pengertian Destilasi. http://acehforum.or.id/. 22 Agustus 2008.
Anonim. 2008 i. PetroChina Hydroformylation Plant, Sichuan Province, China.
http://SPGMediaGroupPLC.com. 11 Agustus 2008.
Anonim. 2008 j. Pengorganisasian dan Struktur Organisasi. ppt. 19 Oktober 2008.
Anonim. 2008 k. Synthetic Routes of 2-Ethyl Hexanol Production. pdf. 24 Agustus
2008.
Anonim. 2008 m. Tugas Akhir. http://INDOSKRIPSI.com. 09 Oktober 2008.
Anonim. 2008 m. Rhodium. http://wikipedia.org/wiki/rhodium. 22 Agustus 2008.
Anonim. 2009 a. http://KITCO.com. Price Rhodium. 28 Januari 2009.
Anonim. 2009 b. http://wikipedia.com. Price Synthetic Gas. 28 Januari 2009.
Ashley, Michael and Tudor, Richard. 2008. Enhancement of Industrial
Hydroformylation Processes by the Adoption of Rhodium-Based Catalyst:
Part I . http://freepatentsonline.com. 11 Agustus 2008.
Baker, J.T. 2007. Triphenylphosphine. Material Safety Data Sheet (MSDS).
Phillipsburg. 13 Agustus 2008.
Biro Pusat Statistik. 2006. Data Impor Indonesia. Sumatera Utara
Brownell, L.E., Young E.H., 1959. Process Equipment Design. New Delhi: Wiley
Eastern Ltd.
CV. Rudang Jaya. 2008. Price Product List. Medan.
Chopley, Nicolas.P. 2004. Handbook Of Chemical Engineering Calculations. 3rd
Edition. New York: Mc. Grow-Hill Book Company
Digital Information Service. 2008. http://DIS.com. 28 Januari 2008
Geankoplis, C.J. 1997. Transport Process and Unit Operation. 4th Edition. New
Delhi: Prentice-Hall of India.
Halimatuddahliana. 2004. Pembuatan n-Butanol Dari Berbagai Proses. USU
Digital Library. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Kern, D.Q. 1950. Process Heat Transfer. New York : McGraw-Hill Book Company.
Kirk-Othmer. 1998. Encyclopedia of Chemical Technology, New York: John Wiley
& Sons, Inc.
Kristianto, Novizal. 2007. Pendirian Badan Usaha. JAC Indonesia.
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Manulang, M. 1982. Dasar-Dasar Marketting Modern. Edisi 1. Penerbit Liberty.


Yogyakrta.
Metcalf dan Eddy, 1991. Wastewater Engineering Treatment, Disposal, Reuse.
McGraw-HillBook Company, New Delhi.
Nalco. 1988. The Nalco Water Handbook. 2nd Edition. McGraw-Hill Book Company.
New York.
Perry, Robert H. dan Dow W. Green. 1997. Chemical Engineering HandBook. 5th
Edition. New York: McGraw-Hill Book Company.
Perry, Robert H. dan Dow W. Green. 1999. Chemical Engineering HandBook. 7th
Edition. New York: McGraw-Hill Book Company.
PT. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia-AAJI. 2008. Price Product List. Jakarta.
PT. Media Grup Indonesia. 2009. Market Review. 17 Februari 2009
PT. Prudential Life Assurance. 2007. Price Product List. Jakarta.
PT. Pertamina. 2008. Price Product List. Jakarta.
Reklaitis, G.V. 1983. Introduction to Material and Energy Balance. New York:
McGraw-Hill Book Company.
Securytas. 2009. Price Propylene. http://e-samuel.com. 28 Januari 2009
Smith, J.M., 1996. Introduction to Chemical Engineering Thermodynamics.
5th Edition. New York: McGraw- Hill Book Company.
Speight, G, James. 1995. Chemical and Process Design Handbook. Mc Graw Hill
Companies. United States.
Sofa. 2008. Organisai dan Perusahaan. http://WordPress.com. 17 November 2008
Timmerhaus, K. D. dan Max S. Peters. 1991. Plant Design and Economics for
Chemical Engineers, 4th Edition, Singapore: McGraw-Hill Book Company.
Ulrich, Gael D.. 1984. A Guide to Chemical Engineering Process Design Economics.
Jhon Wiley and Sons Inc, USA. New York.
Yusuf, Muhammad.. 1994. Destilasi Praktis-2. pdf. USU Digital Library.
Universitas Sumatera Utara. Medan.
Walas, Stanley M. 1988. Chemical Process Equipment. United States of America;
Butterworth Publicher.

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

LAMPIRAN A
PERHITUNGAN NERACA MASSA
LA.1 Perhitungan Pendahuluan
Perancangan pabrik pembuatan butiraldehid dilaksanakan untuk kapasitas
produksi 21,000 ton/tahun dengan ketentuan sebagai berikut :
1 tahun operasi = 330 hari kerja
1 hari kerja

= 24 jam

Basis

= 1 jam operasi

Maka kapasitas produksi tiap jam adalah :


=

21.000 ton 1.000 kg 1 tahun 1 hari

1 tahun
1 ton
330 hari 24 jam

= 2.651,51515 kg/jam

Berat Molekul (Othmer, Kirk, 1998; Reklaitis,1983; Wikipedia, 2008)


Propilen

= 42,08 kg/kmol

Propana

= 44,094 kg/kmol

Karbon monoksida

= 28,01 kg/kmol

Hydrogen

= 2,016 kg/kmol

Normal butiraldehid = 72,11 kg/kmol


Iso butiraldehid

= 72,11 kg/kmol

Rhodium

= 102,9055 kg/kmol

Tripenilphosphine

= 262,29 kg/kmol

LA.2 Komposisi Umpan


Reaktan untuk menghasilkan normal butiraldehid dan iso butiraldehid adalah
propilen melalui perhitungan mundur diperoleh laju alir propilen (N1) = 41,05970
kmol dengan komposisi umpan masuk: propilen 96,5 % dan propana 3,5 %
(freepatents, 2008) sehingga jumlah :
Propilen (N 1C3H6 )

= 0,965 41,05970
= 39,62261 kmol

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= 0,035 41,05970

Propana (N 1C3H8 )

= 1,43709 kmol
Laju alir gas sintesis (N2) = 91,70073 kmol, dengan komposisi 49 % karbon
monoksida (CO) dan 51 % hidrogen (H2) (freepatens, 2008) sehingga jumlah :
2
Karbon monoksida (N CO
)

= 0,498 91,70073 kmol


= 45,67992 kmol
= 0,502 91,70073 kmol

Hidrogen (N 2H 2 )

= 46,02081 kmol

LA.3 Reaktor (R-101)


Laju alir masuk rekator N1dan N2 berturut-turut 41,05970 kmol dan
91,70073 kmol,
C3H6
C3H8
CO
H2

2
1
4

Katalis

n-C4H8O
i- C4H8O
C3H6
C3H8
CO
H2

Laju Alir Mol Masuk Reaktor


N 1C3H6

= 39,62261 kmol

N 1C3H8

= 1,43709 kmol

2
N CO

= 45,67992 kmol

N 2H 2

= 46,02081 kmol

N 4Katalis

= 8,05236 kmol

Laju Alir Mol Keluar Reaktor (N5)


N 5C3H 6

= 0,22615 kmol

N 5C3H8

= 0,09046 kmol

N 5CO

= 4,93683 kmol

N 5H 2

= 6,62435 kmol

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Laju Alir Massa Keluar (N5)


Konversi propilen 99 % dengan reaksi yang terjadi di dalam reaktor :
R1
C H + CO + H
CHO + CHO
(Sebagai hasil samping reaksi)
3

Propilen

C3H8
Propilen

Gas Sintesis

+ CO
Karbon monoksida

n-butiraldehid

iso-butiraldehid

C4H8O + C4H8O

(Sebagai hasil samping reaksi)

n-butiraldehid iso-butiraldehid

(Othmer, 1998)
R1 (laju pembentukan n dan i-butiraldehid)

= 0,99 39,62261
= 39,39646 kmol

R2 (laju pembentukan n dan i-butiraldehid)

= 0,94 1,43709
= 1,34663 kmol

N C3H 6

= N 1C3H 6 R1
= 39,62261 (1)( 39,39646)
= 0,22615 kmol

N C3H8

= N 1C3H8 R2
= 1,43709 (1)( 1,34663)
= 0,09046 kmol

N 6CO

2
= N CO
R1 R2

= 45,67992 (1)( 39,39646) (1)( 1,34663)


= 4,93683 kmol
N 6H 2

= N 2H 2 R1
= 46,02081 (1)( 39,39646)
= 6,62435 kmol

N 6n dan i C 4 H8O

= R1 + R2
= 39,39646 + 1,34663
= 40,74309 kmol

Perbandingan n- dan iso-butiraldehid = 1 : 10, sehingga :


N 6n C 4 H8O

= 0,99 40,74309

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= 37,00626 kmol
N i6C 4 H8O

= 0,01 40,74309
= 3,73683 kmol

Neraca Massa Katalis


Katalis yang digunakan berupa RHOPAC yang terdiri dari campuran :
Berat molekul
Rhodium

= 102,9055 kg/kmol .................................. (Wikipedia, 2008)

Karbon Monoksida

= 28,02 kg/kmol

Triphenilphospine

= 262,69 kg/kmol ....................................... (Wikipedia, 2008)

....................................... (Reklaitis, 1983)

Pelarut yang digunakan :


Air

= 18,01 kg/kmol

...................................... (Reklaitis, 1983)

Dari perhitungan mundur yang dilakukan didapatkan jumlah air yang


menguap dan ikut pada produk adalah sejumlah 8,03142 kmol = 144,26243 kg
Massa pelarut

= 144,26243 kg

campuran

= air
= 1 kg/liter

Volume campuran

= 144,26243 liter

Jumlah rhodium (Rh) yang dibutuhkan adalah 300 ppm (freepatents, 2004)
sehingga jumlah yang dibutuhkan adalah :
Volume Rh

= 300 ppm 144,64593 liter


= 0,043394 liter

Massa Rh

= v
= 0,043394 liter 12,41 kg/liter ................ (Wikipedia, 2008)
= 0,53852 kg

Mol Rh

Massa Rh
Berat Molekul

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

0,53852 kg
= 0,00523 kmol
102,9055 kg/kmol

Perbandingan Rh, CO dan TPP = 1 : 1 : 2 (freepatent,2004), sehingga :


Mol CO

= 0,00523 kmol

Massa CO

= 0,14662 kg

Jumlah TPP

= 0,01047 kmol

Massa TPP

= 2,64347 kg

Massa seluruh katalis = 147,59104 kg

Tabel LA.1 Neraca Massa Reaktor


Alur Keluar

Alur Masuk

Komponen

N (kmol)

Alur 5
F (kg)

N (kmol)

F (kg)

C3H6

39,62261

1.667,31945

0,22615

9,51646

C3H8

1,43709

63,36702

0,09046

3,98877

CO

45,67992

1.279,49462

4,93683

138,28073

H2

46,02081

92,94362

6,62435

13,35469

n-C4H8O

37,00626

2.668,52142

i- C4H8O

3,73683

269,46263

8,05236

147,59104

8,05236

147,59104

140,81279

3.250,71575

60,67325

3.250,71575

Katalis
Total

LA. 4 Separator Propilen (V-101)

8
n- C4H8O
i- C4H8O
C3H6 , C3H8,
CO
H2
katalis

n-butiraldehid
iso-butiraldehid
C3H6 , C3H8,
CO
H2

n- C4H8O
i- C4H8O
CO
H2
Katalis

Laju Alir Mol Masuk Separator Propilen (N6)


N 6C3H 6

= 0,22615 kmol

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

N 6C3H8

= 0,09046 kmol

N 6CO

= 4,93683 kmol

N 6H 2

= 6,62435 kmol

N 6n C4H8O

= 37,00626 kmol

N i6C4H8O

= 3,73683 kmol

Komposisi produk atas (freepatents, 2008):


5,5 % dari jumlah umpan yang masuk yaitu =

5,5
3.103,12471 = 170,67186 kg,
100

sehingga jumlah mol pada produk atas adalah:


Mol produk atas

5,5 % umpan masuk


jumlah hasil kali komposisi dengan BM

= 11,30758 kmol
Komposisi produk atas :
x 8C3H 6

=2%

x 8C3H8

= 0,8 %

x 8CO

= 40 %

x 8H 2

= 55 %

x 8n C4H8O

= 1,9 %

x 8i C4H8O

= 0,3 %

Laju Alir Mol Produk Atas (N8)


N 8C3H 6

= x 8C3H 6 jumlah mol produk atas


= 0,02 11,30758 kmol
= 0,22615 kmol

N 8C3H8

= x 9C3H8 jumlah mol produk atas


= 0,008 11,30758 kmol
= 0,09046 kmol

N 8CO

= x 8CO jumlah mol produk atas


= 0,4 11,30758 kmol
= 4,52303 kmol

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

N 8H 2

= x 8H 2 jumlah mol produk atas


= 0,55 11,30758 kmol
= 6,21917 kmol

N 8n C4H8O

= x 8n C4H8O jumlah mol produk atas


= 0,019 11,30758 kmol
= 0,21484 kmol

N 8i C4H8O

= x 8i C4H8O jumlah mol produk atas


= 0,003 11,30758 kmol
= 0,03392 kmol

Laju Alir Mol Produk Bawah (N7)


N 7C3H 6

= N 6C3H 6 N 8C3H 6
= 0,22615 0,22615
= 0 kmol

N 7C3H8

= N 6C3H8 N 8C3H8
= 0,09046 0,09046
= 0 kmol

N 7CO

= N 6CO N 8CO
= 4,93683 4,52303
= 0,41380 kmol

N 7H 2

= N 6H 2 N 8H 2
= 6,62435 6,21917
= 0,40518 kmol

N 7n C4H8O

= N 6n C4H8O N 8n C4H8O
= 37,00626 0,21484
= 36,79142 kmol

N i7C4H8O

= N i6C4H8O N 8i C4H8O
= 3,73682 0,03392
= 3,70290 kmol

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

F 7Katalis

= 147,59104 kg

Tabel LA. 2 Neraca Massa Separator Propilen


Alur Masuk
Komponen

Alur Keluar

Alur 6
N (kmol)

Alur 8
F (kg)

N (kmol)

Alur 7
F (kg)

N (kmol)

F (kg)

C3H6

0,22615

9,51646

0,22615

9,51646

C3H8

0,09046

3,98877

0,09046

3,98877

CO

4,93683

138,28073

4,52303

126,69012

0,41380

11,59054

H2

6,62435

13,35469

6,21917

12,53785

0,40518

0,81684

n-C4H8O

37,00626

2.668,52142

0,21484

15,49241

36,79142

2.653,02901

i- C4H8O

3,73683

269,46263

0,03392

2,44617

3,70290

267,01646

Katalis

8,05236

147,59104

8,05236

147,59104

Total

60,67325

3.250,71575

11,30757

170,67186

49,36566

3.080,04389

LA. 5 Separator Tekanan Rendah (V-103)


12

n-C4H8O
i-C4H8O
CO
H2
Katalis

n-C4H8O
i-C4H8O
CO
H2

11

n-C4H8O
i-C4H8O
Katalis

Laju Alir Mol Masuk Separator (N7)


N 7CO

= 0,41380 kmol

N 7H 2

= 0,40518 kmol

N 7n C4H8O

= 36,79142 kmol

N i7C4H8O

= 3,70290 kmol

F 7Katalis

= 147,59104 kg

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Laju Alir Mol Keluar Produk Atas (N12)


Komposisi produk atas :
0,5 % dari jumlah umpan yang masuk yaitu =

0,5
3.103,12471 = 15,51562 kg,
100

sehingga jumlah mol pada produk atas adalah:


Mol produk atas

0,5 % umpan masuk


jumlah hasil kali komposisi dengan BM

= 0,86208 kmol

Komposisi produk atas :


x 12
CO

= 48 %

x 12
H2

= 47 %

x 12
n C 4 H 8O

=2%

x 12
i C 4 H 8O

=3%

Laju Alir Mol Produk Atas (N12)


N 12
CO

= x 12
CO jumlah mol produk atas
= 0,48 0,86208 kmol
= 0,41380 kmol

N 12
H2

= x 12
jumlah mol produk atas
H2
= 0,47 0,86208 kmol
= 0,40518 kmol

N 12
n C 4 H 8O

= x 12
n C 4 H 8O jumlah mol produk atas
= 0,02 0,86208 kmol
= 0,01724 kmol

N 12
i C 4 H 8O

= x 12
i C 4 H 8O jumlah mol produk atas
= 0,03 0,86208 kmol

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= 0,02586 kmol

Laju Alir Mol Keluar Produk Bawah (N11)


N 11
CO

= N 7CO

N 12
CO

= 0,41380 0,41380
= 0 kmol
N 11
H2

= N 7H 2 N 12
H2
= 0,40518 0,40518
= 0 kmol

N 11
n C 4 H 8O

= N 7n C4H8O

N 12
n C 4 H 8O

= 36,79141 0,01724
= 36,77417 kmol
N 11
i C 4 H 8O

= N i7C4H8O

N 12
i C 4 H 8O

= 3,70290 0,02586 kmol


= 3,67704 kmol
F 12
Katalis

= 147,59104 kg

Tabel LA.3 Neraca Massa Separator Tekanan Rendah


Alur Masuk
Komponen

Alur Keluar

Alur 7
N (kmol)

Alur 12
F (kg)

N (kmol)

Alur 11
F (kg)

N (kmol)

F (kg)

CO

0,41380

11,59054

0,41380

11,59054

H2

0,40518

0,81684

0,40518

0,81684

n-C4H8O

36,79141

2.653,02901

0,01724

1,24330

36,77417

2.651,78571

i- C4H8O

3,70290

267,01646

0,02586

1,86494

3,67704

265,15151

Katalis

8,05236

147,59104

8,05236

147,59104

Total

49,36566

3.080,04389

0,86208

15,51562

48,50358

3.064,52827

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

LA,6 Separator Katalis (V-105)


15
n- C4H8O
i- C4H8O
Katalis

11

16

n- C4H8O
i- C4H8O
Air

katalis

Laju Alir Mol Masuk (N11)


N 11
n C 4 H 8O

= 36,77417 kmol

N 11
i C 4 H 8O

= 3,67704 kmol

F 11
Katalis

= 147,59104 kg

Laju Alir Mol Keluar Produk Atas (N15)


N 15
n C 4 H 8O

= 36,77417 kmol

N 15
i C 4 H 8O

= 3,67704 kmol

N 15
Air

= 8,05236 kmol (dari perhitungan jumlah katalis pada reaktor)

F 15
Air

= 144,64593 kg
Laju alir massa keluar pada produk bawah, yang keseluruhannya adalah

katalis yang digunakan untuk reaksi, kecuali air yang telah menguap
N 16
Katalis

= 0,08131 kmol

Tabel LA.4 Neraca Massa Pemisah Katalis


Komponen

Alur Masuk
Alur 11

Alur Keluar
Alur 15

Alur 16

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

N (kmol)

F (kg)

N (kmol)

F (kg)

N (kmol)

F (kg)

n-C4H8O

36,77417

2.651,78571

36,77417

2.651,78571

i- C4H8O

3,67704

265,15151

3,67704

265,15151

8,05236

147,59104

8,03142

144,64593

0,08131

3,32861

48,50358

3.064,52827

48,42227

3.061,58316

0,08131

3,32861

Air
Katalis
Total

LA.7 Kolom Destilasi (V-106)


21

n- C4H8O
i- C4H8O
Air

22

23

17

n- C4H8O
i- C4H8O
Air

20
18

19

n- C4H8O
AIr

Laju Alir Massa Masuk Kolom Destilasi (N17)


N 17
n C 4 H 8O

= 36,77417 kmol

N 17
i C 4 H8O

= 3,67704 kmol

N 17
Air

= 8,03142 kmol

Laju alir massa keluar produk bawah sesuai dengan kapasitas produksi yang
diharapkan :
x 19
n C 4 H 8O

= 95 %

x 19
Air

=5%

(Othmer, 1998)

N 19
n C 4 H 8O

= 36,77042 kmol

F 19
n C 4 H 8O

= 36,77042 72,11
= 2.651,5151 kg

F 19
Air

2.651,5151
0,05
0,95

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= 139,55343 kg
N 19
Air

19
FAir
BM

139,55343
= 7,74608 kmol
18,016

Laju Alir Massa Keluar Produk Atas (N21)


x i21C 4 H8O

= 98 %

x 21
n C 4 H 8O

= 0,1 %

x 21
Air

= 1,9 %

................................................. (Othmer, 1998)

Perbandingan n-butiraldehid dan i-butiraldehid yang dihasilkan = 1 : 10 sehingga :


N i23C4H8O

1
N19
n -C 4 H 8O
11

1
36,77042
11

= 3,67704 kmol

F i23C4H8O

= N i23-C4H8O BM i butiraldehid
= 3,67704 72,11
= 265,15151 kmol

Jumlah mol pada produk atas =


=

N i23-C4H8O
0,98

3,67704 kmol
0,98

= 3,75208 kmol
N 23
n C 4 H 8O

= 0,1 % jumlah mol produk atas


= 0,001 3,75208 kmol
= 0,00375 kmol

F 23
Air

= 1,9 % jumlah massa produk atas


= 0,019 265,15151 kmol
= 5,14070 kg

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

N 23
Air

F 23
Air
BM Air

5,14070
= 0,28534 kmol
72,11

Tabel LA.5 Neraca Massa Kolom Destilasi


Alur Masuk
Komponen

Alur Keluar

Alur 17
N (kmol)

Alur 23
F (kg)

N (kmol)

Alur 19
F (kg)

N (kmol)

F (kg)

n-C4H8O

36,77417

2.651,78571

0,00375

0,27056

36,77042

2.651,5151

i- C4H8O

3,67704

265,15151

3,67704

265,15151

Air

8,03142

144,64593

0,28534

5,14070

7,73192

139,55343

48,42227

3.061,58316

3,96613

270,56270

44,50234

2.791,06858

Total

LA.7.1 Kondensor (E-104)


Iso-butiraldehid
n-butiraldehid
air

21

Kondensor
22

Iso-butiraldehid
n-butiraldehid
air

23

Tekanan uap komponen, dapat dihitung dengan menggunakan Persamaan Antoine:


ln P = A

B
(T + C)

................... (Reklaitis, 1983)

Keterangan :
P

= Tekanan (kPa)

A,B,C

= Konstanta Antoine

= Temperatur (K)

Tabel LA.6 Komponen Konstanta Antoine


Komponen

n-C4H8O

7,21736

1317,94

229,115

i- C4H8O

14,851

2998,05

-44,2128

16,5362

3985,44

-38,9974

Air

Sumber : Reklaitis, 1983


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Suhu Umpan Masuk Kolom Distilasi


Trial T = 350 K
P

= 132 kPa

Tabel LA.7 Suhu Umpan Masuk Kolom Distilasi


Komponen

Xif

Pa

Ki (Pa/P)

if (Ki/Kj)

Ki,Xif

n-C4H8O

0,86605

139,99085

1,06053

0,91847

33,87830

i- C4H8O

0,04735

155,49799

1,17801

0,05578

2,05740

Air

0,08660

41,32169

0,31304

0,02711

1,00000

Total

1,00136

Dari hasil perhitungan diperoleh Ki,Xi 1, sehingga trial T dapat diterima,


Penentuan Titik Embun Distilat
Trial T = 338,45 K

Tabel LA. 8 Titik Embun Kolom Distilasi


Komponen

Yid

Pa

Ki (Pa/P)

id (Ki/Kj)

Yid/Ki

10

4,41862

n-C4H8O

0,001

133,65538

1,01254

i- C4H8O

0,98

105,82340

0,96203

0,99830

4,19820

0,019

25,20684

0,22915

0,00174

1,00000

Air
Total

1,01254

-6

1,00005

Dari hasil perhitungan diperoleh Yid/Ki 1, sehingga trial T dapat diterima,

Penentuan Titik Gelembung


Trial T = 345 K
Tabel LA.9 Titik Gelembung Kolom Distilasi
Komponen

Xib

Pa

Ki (Pa/P)

Ki,Xib

ib (Ki/Kj)

n-C4H8O

0,95

142,74470

1,05737

0,98774

1,00000

Air

0,05

50,61013

0,46009

0,01523

0,29304

Total

1,00297

Dari hasil perhitungan diperoleh Ki,Xi 1, sehingga trial T dapat diterima,


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Refluks Minimum Distilat


Karena umpan dimasukkan pada titik gelembung (zat cair jenuh), maka q = 1

R Dm + 1 =
1 q =

i .x iD
i

.x
i .x iF
sehingga i iF = 0
i
i

Trial = 1,0869
Tabel LA.10 Omega Point Kolom Distilasi
Komponen

iF

x iF

i .x iF
i

n-C4H8O

0,86605

33,87830

1,00000

0,04735

2,05738

0,10038

Air

0,08660

1,00000

-0,99660
-0,00147

Total

Oleh karena

i .x iF
0 , sehingga trial = 1,0869 dapat diterima
i

Tabel LA.11 Perhitungan RDm


Komponen

i .x Di
i

id

Yid

n-C4H8O

0,001

4,41862

0,00133

i-C4H8O

0,98

4,19820

1,32235

0,019

-0,23015

Air
Total

1,09353

i .x iD
i

R Dm + 1

R Dm + 1

= 1,09353

R Dm

= 0,09351

RD

= 1,5 RDm . (Mc,Cabe dkk,1999)

RD
= 0,14027
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

N 23
LD
= 21
N
D

RD

LD

= 0,14027 3,69663
= 0,51851 kmol

Neraca Mol Keluar (Destilat)


N i23C4H8O

= 3,67704 kmol

N 23
n C 4 H 8O

= 0,00375 kmol

N 23
Air

= 0,28534 kmol

Neraca Keluar (Refluks)


N 22
n C 4 H 8O

= Yid L D
= 0,001 0,51851
= 0,00052 kmol

N i22C4H8O

= Yid L D
= 0,98 0,51851
= 0,50814 kmol

N 22
Air

= Yid L D
= 0,019 0,51851
= 0,00985 kmol

Neraca Mol Masuk Kondensor


N i21C4H8O

= N i23C4H8O + N i22C4H8O
= 3,67704 + 0,50814
= 4,18518 kmol

N 21
n C 4 H 8O

22
= N 23
n C 4 H 8O + N n C 4 H 8O

= 0,00375 + 0,00052
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= 0,00427 kmol
N 21
Air

22
= N 21
Air + N Air

= 0,28534 + 0,00985
= 0,29519 kmol

Tabel LA.12 Neraca Massa Kondensor


Alur Masuk

Alur Keluar

Alur 21

Komponen

Alur 23

Alur 22

(kmol/jam)

(kg/jam)

(kmol/jam)

(kg/jam)

(kmol/jam)

(kg/jam)

n-C4H8O

0,00427

0,30795

0,00375

0,27056

0,00052

0,03739

i- C4H8O

4,18518

301,79373

3,67704

265,15151

0,50814

36,64222

Air

0,29519

5,31819

0,28534

5,14070

0,00985

0,17749

Total

4,48464

307,41987

3,96613

270,56270

0,51851

36,85710

LA.7.1 Reboiler (E-105)


20

n- C4H8O
Air

18

19
Ld

n- C4H8O
Air

Laju alir massa keluar sebagai destilat adalah kapasitas produksi akhir
N 19
i C 4 H 8O

= 36,77042 kmol

N 19
Air

= 7,73192 kmol

Laju alir massa keluar yang dikembalikan ke kolom destilasi


LB

= LD + (q f) ............................................ (Geankoplis, 1997)

= 1 (umpan dalam ke adaan mendidih)

= jumlah mol umpan yang masuk pada kolom destilasi


= 48,48264 kmol

LB

= 0,51851 + (1 48,48264)

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= 49,00115 kmol
= LB D

VB

= 49,00115 44,50234
= 4,49881 kmol
= x ib VB

N 20
n C 4 H 8O

= 0,95 4,49881
= 4,27387 kmol
= x ib VB

N 20
Air

= 0,05 4,49881
= 0,22494 kmol

Laju Alir Masuk Reboiler


20
= N 19
n C 4 H 8O + N n C 4 H 8O

N 18
n C 4 H 8O

= 36,77042 + 4,27387
= 41,04429 kmol
N 18
Air

20
= N 19
Air + N Air

= 7,73192 + 0,22494
= 7,95686 kmol

Tabel LA.13 Neraca Massa Reboiler


Alur Masuk
Alur 18

Komponen

n-C4H8O
Air
Total

Alur Keluar
Alur 19

Alur 20

(kmol/jam)

(kg/jam)

(kmol/jam)

(kg/jam)

(kmol/jam)

(kg/jam)

41,04429

2.959,70395

36,77042

2.651,51515

4,27387

308,18880

7,95686

143,61338

7,73192

139,55343

0,22494

4,05995

49,00115

3.103,31733

44,50234

2.791,06858

4,49881

312,24875

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

LAMPIRAN B
PERHITUNGAN NERACA ENERGI
Basis perhitungan

: 1 jam operasi

Satuan operasi

: kJ/jam

Temperatur refference

: 25 oC = 298,15 K

Perhitungan neraca panas menggunakan rumus sebagai berikut :


Perhitungan beban panas pada masing-masing alur masuk dan keluar
Q=H=

Tref

n x Cp x dT

...................... (Smith,Van Ness, 1996)

Persamaan umum untuk menghitung kapasitas panas gas adalah sebagai berikut :
Cp (g) = a + bT + cT 2 + dT 3 + eT 4 + fT 5

Tabel LB.1 Data Kapasitas Panas Gas (J/mol K)


Komponen

102

0,0003514

28,6774

0,184132

0,0002766

C3H6

24,3657

0,0712795

0,0003384

C3H8

47,2659

-0,131469

0,00117

H2

17,6386

0,0670055

-0,000131

CO

29,0063

0,0024924

n-C4H8O

64,4

i- C4H8O

6,48

-1,86

10-5

-4,638
-5,153
1,697
1,006
4,799
-3,537

e
10-7
10-7
10-7
10-7
10-7
10-8

1,09
2,305
8,189
-2,92
-2,87
1,008

10-10
10-10
10-10
10-10
10-11
10-11

(sumber: Reklaitis, 1983)

Dan persamaan umum untuk menghitung kapasitas panas cairan adalah:


Cp (l) = a + bT + cT 2 + dT 4

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Table LB. 2 Data Kapasitas Panas Cairan (J/mol K)


Komponen

n-C4H8O
i- C4H8O
C3H6
C3H8
Air

28,21

1,104

-0,0028523

2,953E-06

25,3636

0,966816

-0,00287136

3,757E-06

12.2867

0.918751

-0.00434735

7.94316E-06

33.7507

0.746408

-0.00364966

7.1067E-06

18,2964

0,472118

-0,00133878

1,314E-06

(Sumber: Reklaitis, 1983)


Table LB.3 Data Panas Latent (J/mol)
Komponen

Titik Didih

n-C4H8O

74,8

31790

64,1

31272,9

225,5

18372,6

231,6

18773,1

100

40565,2

i- C4H8O
C3H6
C3H8

Panas Latent

Air

(Sumber: Reklaitis, 1983)


Table LB. 4 Panas Pembentukan
Komponen

Hf (kcal/kmol)

n-C4H8O

-49

i- C4H8O

-51,56

C3H6

4,88

C3H8

-24,82
0

H2
CO

-26,42

(Sumber: Reklaitis, 1983)


Tabel LB.5 Tekanan Uap Antoine (kPa) ln P = A-(B/(t+C))
Komponen
n-C4H8O
i- C4H8O
C3H6
C3H8
H2
CO

7,21736

1317,94

229,115

14,851

2998,05

-44,2128

13,8782

1875,25

-22,9101

13,7097

1872,82

-25,1011

12,7844

232,32

8,08

13,8722

769,93

1,6369

(Sumber: Reklaitis, 1983)


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tabel LB.6 Data steam air pendingin yang digunakan


T (oC)

(kJ/kg)

28

40

100

2256,9

Air pendingin

Saturated steam

(Sumber: Reklaitis, 1983)

Data kapasitas panas padatan katalis = 24,98 kJ/kmol.K (freepatent, 2008)


LB.1 Reaktor (R-101)
Air pendingin keluar 40 o C

C3H6
C3H8
CO
H2

100 oC

100 oC

n-C4H8O
i- C4H8O
C3H6
C3H8
CO
H2

Air pendingin masuk 28 oC

Kondisi reaksi : Tekanan (P) = 6 atm


Temperatur = 100 oC
Jenis reaksi

: Eksotermis

Reaksi yang terjadi:


C3H6 + CO + H2

r1

Propilen Gas Sintesis

C3H8

C4H8O + C4H8O(Sebagai hasil samping reaksi)


n-butiraldehid

r2

+ CO

Propilen Karbon monoksida

iso-butiraldehid

C4H8O + C4H8O(Sebagai hasil samping reaksi)


n-butiraldehid

iso-butiraldehid

Neraca panas masuk reaktor:


(Q in)

373,15
n
i =1

N in

Cp

(g)

dT

298.15

(Q in)

373,15
n
i =1

N in

Cp

lg)

dT

298.15

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Persamaan neraca panas pada umumnya


Q

i =1

Dimana

N Hi
N

= jumlah mol komponen (kmol)

Hi

= enthalpi dari komponen i (kJ/kmol)

Secara umum persamaan Cp dT dapat diselesaikan dengan persamaan:

Cp dT

= a(T2 T1 ) + b ((T2 ) 2 (T1 ) 2 ) + c ((T2 )3 (T1 )3 ) + d ((T2 ) 4 (T1 ) 4 ) + e ((T2 )5 (T1 )5 )


2

Tabel LB.7 Neraca Panas Masuk Reaktor


in

Komponen

Cp dT

N (kmol/jam)

Q in (kJ/jam)

298.15

C3H6

39,62261

-7.358,81455

-291.575,439

C3H8

1,43709

-8.046,41058

-11.563,41618

H2

45,67992

2.154,42763

98.414,08178

CO

46,02081

2.189,79658

100.776,1985

Air

8,03142

Katalis

0,02132

Total panas

-103.948,57492

Tabel LB.8 Neraca Panas Masuk Reaktor Komponen Propilen pada Titik Didih
Komponen

H laten

N (kmol/jam)

Q in (kJ/jam)

C3H6

39,62261

18.372,6

727.970,36454

C3H8

1,43709

18.773,1

26,97863

Total panas

Panas yang masuk dari katalis

727.997,34314

= Cp m t

t = 0, sehingga:
Panas yang masuk dari katalis

=0

Sehingga jumlah panas yang masuk = -103.948,57492 + 727.997,34314


= 624.048,76372 kJ

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Panas keluar (Q out)


(P = 6 atm, T = 100 oC)
(Q out)

373,15
n
i =1

Cp

N out

(g)

dT

298.15

Tabel LB.9 Neraca Panas Keluar Reaktor


373.15

Komponen

Cp

N (kmol/jam)

(g)

dT

Q out (kJ/jam)

298.15

n-C4H8O

37.00626

8.523,22577

315.412,70888

i- C4H8O

3.73683

7.907,61923

29.549,42877

C3H6

0,22615

5.238,70824

1.184,73387

C3H8

0,09046

15.834,32820

1.432,37333

H2

4,93683

2.154,42763

10.636,04296

CO

6,62435

2.189.79657

14.505,97891

Air

8,03142

5.671.86795

45.553,15369

Katalis

0,02132

1873,5

39,94302

Total panas

418.314,36342

Laju reaksi pembentukan dengan reaktan propilen:


r1

= 39,39646 kmol/jam

Laju reaksi pembentukan dengan propilen


r2

= 1,34663 kmol/jam

Panas reaksi pembentukan pada suhu 25 oC:


H1

produk

f produk N reaktan f reaktan


i

H1

= -2.830,09835 kkal

H2

= -60,37794 kkal

H1 + H2

= -2.890,47628 kkal = -13.303,12805 kJ

Tabel LB.10 Panas Reaksi Akibat Perubahan Tekanan


Komponen

Tc

Pr

H0

Pr

H1

n-C4H8O

525

39,48

0,345

6,58

-12405 -29230

i- C4H8O

507

40,46

0,37

6,7433

-18706 -25700

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Nilai H0 dan H1 didapatkan dari table E Smith, 2001


Persamaan untuk menghitung H

= H0 + H1

H n-butiraldehid

= - 12.405 + 0,345 (-29.230)


= - 22.489,98413 kJ/kmol

H iso-butiraldehid

= - 18706 + 0,37 (-25700)


= - 28.215,59949. kJ/kmol

Jumlah panas akibat perubahan tekanan:


Q(6 atm)

= -937.707,09884 kJ

Persamaan neraca panas secara umum:


Qtotal

= Qout + Hreaksi + H - Qin


= 418.314,36342 + -13.303,12805 + -937.707,09884 624.048,76372
= - 1.156.744,62719 kJ

QTotal adalah panas yang dilepaskan oleh komponen-komponen pada reaktor


Sehingga dibutuhkan media pendingin untuk menyerap panas yang dilepas, Dari
hukum kekekalan energi yang menyatakan energi yang dilepas sama dengan energi
yang diterima,sehingga panas yang diserap oleh air pendingin, Air pendingin yang
digunakan memiliki temperatur 28 oC dan diharapkan keluar pada suhu 40 oC,

Sehingga untuk enthalpi air pendingin yang digunakan adalah


Cpl

= a + bT + cT2 + dT 3

Sehingga enthalpi dari air pendingin


313.15

Cpl dT

= a(T2 T1 ) + b ((T2 ) 2 (T1 ) 2 ) + c ((T2 )3 (T1 )3 ) + d ((T2 ) 4 (T1 ) 4 )


2

301.15

= 901,03766 kj/kmol
Qyang diserap

= Qyang dilepas

= N H

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

1.156.744,62719
901,03766

= -1.283,79165 kmol

Massa air pendingin yang dibutuhkan (m)

= N BM
= 1.283,79165 18,016
= 23.128,79043 kg

LB. 2 Cooler I (E-102)


Air pendingin bekas 40 oC

n-C4H8O
i- C4H8O
C3H6
C3H8
H2
CO
Air

n-butiraldehid
iso-butiraldehid
propilen
propana
hydrogen
karbon monoksida
air

85 oC

100 oC

Air pendingin 28 oC

Panas masuk (Qin)

= in=1 N in

373,15

Cp

(g)

dT

298.15

(P = 6 atm, T = 100 oC)


Tabel LB.11 Neraca Panas Masuk Cooler
373.15

Komponen

N (kmol/jam)

Cp

(g)

dT

Q in (kJ/jam)

298.15

n-C4H8O

37,00626

8.523,22577

315.412,71025

i- C4H8O

3,73683

7.907,61923

29.549,40895

C3H6

0,22615

5.238,70824

1.184,74285

C3H8

0,09046

15.834,32820

1.432,38419

H2

6,62435

2.154,42763

14.271,68565

CO

4,93683

2.189.79657

10.810,66298

Air

8,03142

5.671.86795

45.553,17224

Katalis

0,02132

1873,5

198,72984

Total panas

418.413,49694

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Panas keluar (Q out)


(P = 6 atm, T = 85 oC)
(Q out)

358,15
n
i =1

Cp

N out

(g)

dT

298.15

Neraca massa masuk = neraca massa keluar


Tabel LB.12 Neraca Panas Keluar Cooler
358.15

Komponen

N (kmol/jam)

Cp

(g)

dT

Q out (kJ/jam)

298.15

n-C4H8O

37,00626

6.729,86660

249.047,19426

i- C4H8O

3,73683

6.223,71786

23.256,96000

C3H6

0,22615

4.119,58543

931,65131

C3H8

0,09046

12.034,97332

1.088,69194

H2

6,62435

1.720,10755

11.394,59682

CO

4,93683

1.750.93121

8.644,05739

Air

8,03142

-876,86160

-7.042,44667

Katalis

0,02132

8.946,587

190,74123

Total panas

Qtotal

287.511,44628

= Qout Qin
= 287.511,44628 418.413,49694
= -130.902,05066 kJ

Qyang diserap air


Qyang diserap air

= 130.902,05066 kJ
= N

313.15

Cpl dT

301.15

Q yang diserap
313.15

Cp

(l)

301.15

= 145,27922 kJ
m

= N BM
= 145,27922 18,016
= 2.617,35047 kg

Jumlah kebutuhan air pendingin = 2.617,35047 kg


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

LB. 3 Separator Propilen (V-101)

105 C
Steam 100 C
N-butiraldehid
Iso-butiraldehid
Propilen
Propana
85C
Hidrogen
Karbon monoksida
Katalis
Air

105 C
Kondensat 100 C

N-butiraldehid
Iso-butiraldehid
Propilen
Propana
Hidrogen
Karbon monoksida

N-butiraldehid
Iso-butiraldehid
Hidrogen
Karbon monoksida
Katalis
Air

Panas masuk (Qin)


(T = 85 oC)
(Q in)

358,15
n
i =1

N in

Cp

(g)

dT

298,15

Tabel LB.13 Neraca Panas Masuk Separator Propilen (Alur 6)


358.15

Komponen

N (kmol/jam)

Cp

(g)

dT

Q in (kJ/jam)

298.15

n-C4H8O

37,00626

6.729,86660

249.047,19426

i- C4H8O

3,73683

6.223,71786

23.256,96000

C3H6

0,22615

4.119,58543

931,65131

C3H8

0,09046

12.034,97332

1.088,69194

H2

6,62435

1.720,10755

11.394,59682

CO

4,93683

1.750.93121

8.644,05739

Air

8,03142

-876,86160

-7.042,44667

Katalis

0,02132

8.946,587

190,74123

Total panas

287.511,44628

Panas keluar alur 8


(T keluar = 105 oC)
(Qout)

378,15
n
i =1

N out

Cp

(g)

dT

298.15

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tabel LB.14 Neraca Panas Keluar Separator Propilen (Alur 8)


378.15

Komponen

N (kmol/jam)

Cp

(g)

dT

Q out (kJ/jam)

298.15

n-C4H8O

0,21484

9.131,01079

1.961,74406

i- C4H8O

0,03392

8.479,94334

287,66306

C3H6

0,22615

5.619,58974

1.270,87985

C3H8

0,09046

17.180,57887

1.554,16695

H2

6,21917

2.299,45724

14.300,72044

CO

4,52303

2.336.21407

10.566,77634

Total panas

29.941,95070

Panas keluar separator alur 7


(T keluar = 105 oC)
(Qout)

378,15
n
i =1

Cp

N out

(g)

dT

298,15

Tabel LB.15 Neraca Panas Keluar Separator Propilen (Alur 7)


378.15

Komponen

N (kmol/jam)

Cp

(g)

dT

Q out (kJ/jam)

298.15

n-C4H8O

36,79142

9.131,01079

335.942,81675

i- C4H8O

3,70290

8.479,94334

31.400,42235

H2

0,40518

2.299,45724

931,69234

CO

0,41380

2.336.21407

966,72556

Air

8,03142

6.053,844469

48.620,98735

Katalis

0,02132

9.446,187

206,76108

Total panas

Qtotal

418.069,40544

= Qout (alur 7) + Qout (alur 8) - Qin


= 418.069,40544 + 29.941,95070 - 287.511,44628
= 160.499,90990 kJ

Qtoral

= Qsteam

Qsteam

= 160.499,90990 kJ

Qsteam

=m

313.15

Cp

(g)

dT

301.15

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Q steam

= 71,11295 kg

313.15

Cp

(g)

dT

301.15

LB. 4 Separator Reaktan I (V-102)


Air pendingin 28 oC

n-butiraldehid
i-Butiraldehid
Propilen
Propana
Karbon Monoksida
Hidrogen

n-butiraldehid
i-Butiraldehid
Propilen
Propana
Karbon Monoksida
Hidrogen

Air pendingin
Bekas 40 oC

Panas masuk separator


(T masuk = 105 oC)
(Qin)

378,15
n
i =1

N in

Cp

(g)

dT

298.15

Tabel LB.16 Neraca Panas Masuk Separator


378.15

Komponen

N (kmol/jam)

Cp

(g)

dT

Q in (kJ/jam)

298.15

n-C4H8O

0,21484

9.131,01079

1.961,74406

i- C4H8O

0,03392

8.479,94334

287,66306

C3H6

0,22615

5.619,58974

1.270,87985

C3H8

0,09046

17.180,57887

1.554,16695

H2

6,21917

2.299,45724

14.300,72044

CO

4,52303

2.336.21407

10.566,77634

Total panas

29.941,95070

Panas keluar separator


(T keluar = 43 oC)
(Qout)

315,15
n
i =1

N out

Cp

(g)

dT

298.15

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tabel LB.17 Neraca Panas Keluar Separator


315.15

Komponen

N (kmol/jam)

Cp

(g)

dT

Q out (kJ/jam)

298.15

n-C4H8O

0,21484

1.835,63344

394,37507

i- C4H8O

0,03392

1.678,57923

56,94204

C3H6

0,22615

1.108,88993

250,77736

C3H8

0,09046

2.944,76710

266,38565

H2

6,21917

483,86948

3.009,26761

CO

4,52303

495.50602

2.241,19072

Total panas

6.218,93844

Panas laten n-butiraldehid dan iso butiraldehid:


Panas laten () n-butiraldehid

= -31.790 kJ/kmol

Panas laten () iso-butiraldehid

= -31.272,9 kJ/kmol

Panas laten n-butiraldehid

= Nn-butiraldehid
= -31.790 0,21484
= -6.829,89485 kJ

Panas laten iso-butiraldehid

= Niso-butiraldehid
= -31.272,9 0,03392
= -1.060,86299 kJ

Hair pendingin

313.15

Cpl (air) dT

= 901,03766 kJ

301.15

Hukum kekekalan energi


Qyang dilepas

= Qyang diserap

Qyang dilepas

= Qout + H Qin
= 6.218,93844 +(-6.829,89485 1.060,86299) 29.941,95070
= -31.613,77010 kJ

Qyang diserap

= 31.613,77010 kj

Banyak air pendingin yang dibutuhkan (m) =

Q yang diserap
313.15

BM air

Cpl(air)dT

301.15

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

31.613,7701
18.016
901,03766

= 632,10863 kg

LB. 5 Separator Tekanan Rendah (V-103)

Air pendingin
bekas 40 C

N-butiraldehid
50,52 oC
50,5 C Iso-butiraldehid
Hidrogen
Karbon monoksida

N-butiraldehid
Iso-butiraldehid105C
Hidrogen
Karbon monoksida
Katalis
Air
50,52 oC

50,5 C
Air pendingin 28
C

N-butiraldehid
Iso-butiraldehid
Katalis
Air

Panas masuk separator (T = 105 oC)


(Qin)

378,15
n
i =1

N in

Cp

(g)

dT

298.15

Tabel LB.18 Neraca Panas Masuk Separator Tekanan Rendah


378.15

Komponen

N (kmol/jam)

Cp

(g)

dT

Q in (kJ/jam)

298.15

n-C4H8O

36,79142

9.131,01079

335.942,81675

i- C4H8O

3,70290

8.479,94334

31.400,42235

H2

0,40518

2.299,45724

931,69234

CO

0,41380

2.336.21407

966,72556

Air

8,03142

6.053,844469

48.620,98735

Katalis

0,02132

9.446,187

206,76108

Total panas

418.069,40544

Panas keluar separator pada alur atas (T = 50,52 oC)


(Qout)

323,67
n
i =1

N out

Cp

(g)

dT

298.15

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tabel LB.19 Neraca Panas Keluar Separator Tekanan Rendah pada Alur 12
323.67

Komponen

N (kmol/jam)

Cp

(g)

dT

Qout (kJ/jam)

298.15

n-C4H8O

0,01724

2.776,598057

47,87319

i- C4H8O

0,02586

2.545,331979

65,82866

H2

0,40518

727.54317

294,78539

CO

0,41380

743.99311

307,86441

Total panas

716,35164

Panas keluar separator pada alur bawah (T = 50,52 oC)


(Qout)

323,67
n
i =1

Cp

N out

(g)

dT

298.15

Tabel LB.20 Neraca Panas Keluar Separator Tekanan Rendah pada Alur 11
323.67

Komponen

N (kmol/jam)

Cp

(l)

dT

Q out (kJ/jam)

298.15

n-C4H8O

36,77417

-4.987,06603

-183.395,23582

i- C4H8O

3,67704

-6.384.37778

-23.475,62670

Air

8,03142

1.918,12410

15.405,26657

Katalis

0,02132

637,48960

13,95357

Total panas

-191.451,64246

Panas latent untuk n-butiraldehid dan iso-butiraldehid:


Panas laten () n-butiraldehid

= - 31.790 kJ/kmol

Panas laten () iso-butiraldehid

= - 31.272,9 kJ/kmol

Panas laten n-butiraldehid

= Nn-butiraldehid
= - 31.790 36,77417
= -1.169.599,11611 kJ

Panas laten iso-butiraldehid

= Niso-butiraldehid
= - 31.272,9 3,67704
= -114.991,70422 kJ

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Jumlah panas latent

= -1.169.599,11611 + (-114.991,70422)
= -1.284.590,82033 kJ

Panas total pada kolom pemisah tekanan rendah


Qtotal

= Qout + Qin
= -191.451,64246 + 716,35164 + (-1.284.590,82033) - 418.069,40544
= -1.893.350,51659 kJ

Qtotal merupakan panas yang dilepas, sehingga diperlukan media pendingin, yang
digunakan adalah air pada suhu 28 oC,
Qyang diserap

= Qyang dilepas
= 1.893.350,51659 kJ

Hair pendingin

313.15

Cpl (air) dT

= 901,03766 kJ

301.15

Banyak air pendingin yang dibutuhkan (m) =

Q yang diserap
313.15

BM air

Cpl(air)dT

301.15

1.893.350,51659
18,016
901,03766

= 37.857,02243 kg

LB. 6 Separator Reaktan II (V-104)


(T masuk = 50,52 oC dan T keluar = 43 oC)
Air pendingin 28 oC

n-butiraldehid
i-Butiraldehid
Propilen
Propana
Karbon Monoksida
Hidrogen

n-butiraldehid
i-Butiraldehid
Propilen
Propana
Karbon Monoksida
Hidrogen

Air pendingin
Bekas 40 oC

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Panas masuk separator


(T masuk = 50,52 oC)
(Qin)

323,67
n
i =1

Cp

N in

(g)

dT

298.15

Tabel LB.21 Neraca Panas Masuk Separator


323.67

Komponen

N (kmol/jam)

Cp

(g)

dT

Q in (kJ/jam)

298.15

n-C4H8O

0,01724

2.776,59806

47,87319

i- C4H8O

0,02586

2.545,33198

65,82866

H2

0,40518

727.54317

294,78539

CO

0,41380

743.99311

307,86441

Total panas

716,35165

Panas keluar cooler


(T keluar = 42 oC)
(Qout)

316,15
n
i =1

N out

Cp

(g)

dT

298.15

Tabel LB.22 Neraca Panas Keluar Separator


316.15

Komponen

N (kmol/jam)

Cp

(g)

dT

Q out (kJ/jam)

298.15

n-C4H8O

0,01724

1.835,63344

31,64939

i- C4H8O

0,02586

1.678,57923

43,41226

H2

0,40518

483,86948

196,05387

CO

0,41380

495.50602

205,04043

Total panas

Hair pendingin

476,15595

313.15

Cpl (air) dT

= 901,03766 kJ

301.15

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Hukum kekekalan energi


Qyang dilepas

= Qyang diserap

Qyang dilepas

= Qout Qin
= 476,15595 716,35165
= - 240,19570 kJ

Qyang diserap

= 240,19570 kj

Banyak air pendingin yang dibutuhkan (m) =

Q yang diserap
313.15

BM air

Cpl(air)dT

301.15

240,19570
18.016
901,03766

= 4,80265 kg

LB. 7 Heater (E-103)


T masuk

= 50,52 oC

T keluar

= 76,85 oC
Saturated steam 100C

N-butiraldehid
Iso-butiraldehid
air

50,52 C

76,85 C

N-butiraldehid
Iso-butiraldehid
Air

Kondensat 100C

Panas masuk heater


(T masuk = 50,52 oC)
(Qin)

323,67
n
i =1

N in

Cp

(l)

dT

298.15

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tabel LB.23 Neraca Panas Masuk Heater


323.67

Komponen

Cp

N (kmol/jam)

(l)

dT

Q in (kJ/jam)

298.15

n-C4H8O

36,77417

4.707,81403

173.125,97402

i- C4H8O

3,67704

4.117,82823

15.141,42828

Air

8,03142

1.918,12410

15.405,26657

Total panas

203.672,66886

Panas keluar heater


(T keluar = 76,85 oC)
(Qout)

316,15
n
i =1

N out

Cp

(l)

dT

298.15

Tabel LB.24 Neraca Panas Keluar Heater


343,15

Komponen

Cp

N (kmol/jam)

(l)

dT

Q out (kJ/jam)

298.15

n-C4H8O

36,77417

9.692,44048

356.431,49640

i- C4H8O

3,67704

8.564,76416

31.492,99950

Air

8,03142

3.910,04987

31.403,26550

Total panas

419.327,76140

Panas total heater (Qtotal)

= Qout - Qin
= 419.327,76140 - 203.672,66886
= 215.655,09254 kJ

Panas yang dibutuhkan = panas yang diberikan steam, sehingga panas yang diberikan
oleh steam

= 215.655,09254 kJ

Steam yang digunakan pada suhu 100 oC, dengan panas latentnya 2.256,9 kJ/kmol
Jumlah steam yang dibutuhkan =

Qtotal

18,016

steam

215.655,09254
18,016
2.256,9

= 1.721,49504 kg
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

LB. 8 Kolom Destilasi (V-106)

Air pendingin bekas 40C

Air pendingin
28C

63.3 C

N-butiraldehid
Iso-butiraldehid
Air

70C

74.8 CSteam 100C

N-butiraldehid
Iso-butiraldehid
Air

kondensat 100C

N-butiraldehid
Air

LB.8.1 Kondensor (E-104)


Panas masuk kondensor (T = 65,3 oC)
(Qin)

350
n
i =1

N in

Cp

(g)

dT

298.15

Tabel LB.25 Neraca Panas Masuk Kondensor


350

Komponen

N (kmol/jam)

Cp

(g)

dT

Q in (kJ/jam)

298.15

n-C4H8O

0,00427

4.981,26030

21,27296

i- C4H8O

4,18519

4.590,17031

19.210,71518

Air

0,29519

1.517.37654

38,98129

Total panas

19.270,96944

Panas keluar pada kondensor sebagai kondensat (T dew = 63,3 oC)


(Qout)

342,15
n
i =1

N out

Cp

298.15

(g)

dT +

342,15
n
i =1

N out

Cp

(l)

dT - Hvl

298.15

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tabel LB.26 Neraca Panas Keluar Kondensor sebagai Kondensat


336.45

Komponen

N (kmol/jam)

Cp

343.15
(l)

dT

Cp

Hvl

298.15

(g)

dT

Qout (kJ/jam)

336.45

n-C4H8O

0,00375

7.110,98372

-31790

159,47118

-91,99939

i- C4H8O

3,67704

6.249,30289

-31.272,9

148,16709

-91.468,00665

Air

0,28534

2.883.43079

-40.565,2

47,34282

-596,06029

Total panas

-92.156,06633

Panas keluar pada kondensor sebagai refluks (T dew = 63,3 oC)


(Qout)

342,15
n
i =1

N out

Cp

(g)

dT Hvl +

342,15
n
i =1

N out

298.15

Cp

(l)

dT

298.15

Tabel LB. 27 Neraca Panas Keluar Kondensor sebagai Refluks


343.15

336.45

Komponen

N (kmol/jam)

Cp

(l)

dT

Hvl

Cp

(g)

dT

Q out (kJ/jam)

336.45

298.15

n-C4H8O

0,00052

7.110,98372

-31790

159,47118

-12,71373

i- C4H8O

0,50814

6.249,30289

-31.272,9

148,16709

-12.640,28758

Air

0,00985

2.883.43079

-40.565,2

47,34282

-370,76537

Total panas

Panas keseluruhan (Qtotal)

-13.023,76668

= Qout Qin
= -13.023,76668 + (- 92.156,06633) 19.270,96944
= -124.450,80244 kJ

Panas yang diserap oleh air pendingin (Qair) = 124.450,80244 kJ

Massa air pendingin yang digunakan (m)

Q yang diserap
313.15

BM air

Cpl(air)dT

301.15

124.450,80244
18,016
901,03766

= 2.488,35954 kg

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

LB.8.2 Reboiler (E-105)


Steam
100C
N-butiraldehid
80
C
N-butiraldehid
Air
80
76,85
C
C
Kondensat
100C

N-butiraldehid
Air

Panas masuk reboiler (T = 71,85 oC)


(Qin)

350
n
i =1

N in

Cp

(l)

dT

298.15

Tabel LB.28 Neraca Panas Masuk Reboiler


350

Komponen

Cp

N (kmol/jam)

(l)

dT

Q in (kJ/jam)

298.15

n-C4H8O

41,04429

8.383,07168

344.077,24868

7,95686

3.390,65388

26.978,96104

Air

Total panas

371.056,20972

Panas keluar yang dikembalikan ke dalam kolom distilasi (T buble = 80 oC)


(Qout)

349,15
n
i =1

N out

Cp (g) dT +

298.15

347,15
n
i =1

Cp

N out

(l)

dT + Hvl

298.15

Tabel LB.29 Neraca Panas Keluar Reboiler yang dikembalikan ke Kolom Distilasi
353.15

347.15

Komponen

N (kmol/jam)

Cp (l) dT

Hvl

Cp

(g)

dT

Q out (kJ/jam)

347.15

298.15

n-C4H8O

4,27387

-1.922,21923

31.790

1.168,70538

132.645,92305

Air

0,22494

-759,24411

40.565,2

339,141105

9.030,26032

Total panas

141.676,18336

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Panas keluar reboiler (T buble = 80 oC)


(Qout)

342,15
n
i =1

N out

Cp

(g)

dT - Hvl +

342,15

n
i =1

298.15

N out

Cp

(l)

dT

298.15

Tabel LB.30 Neraca Panas Keluar Reboiler


353,15

Komponen

Cp

N (kmol/jam)

(l)

dT

Q out (kJ/jam)

298.15

n-C4H8O
Air

36,77042

11.068,79684

407.004,33405

7,73192

4.453,09381

34.430,96631

Total Panas

Panas keseluruhan (Qtotal)

441.435,30036

= Qout Qin
= 441.435,30036 + 141.676,18336 371.056,20972
= 212.055,27400 kJ

Panas yang diberikan oleh steam (Qsteam)

= 212.055,27400 kJ

Massa steam yang digunakan (m)

Q total
(100 0 C)

212.055,27400
2256,9

= m

= 93,95865 kg

LB. 9 Cooler II (E-106)


Air pendingin bekas 40 C

N-butiraldehid 71,85 C
Iso-butiraldehid
Air

25C

N-butiraldehid
Air

Air pendingin 28C

Panas masuk cooler (T masuk 71,85 oC)


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

(Qin)

342,15
n
i =1

Cp

N in

(g)

dT

298.15

Tabel LB.31 Neraca Panas Masuk Cooler


343.15

Komponen

Cp

N (kmol/jam)

(g)

dT

Q in (kJ/jam)

298.15

n-C4H8O

36,77042

8.383,07168

308.249,08576

7,73192

3.390,65388

26.216,26548

Air

Total panas

334.465,35124

Panas keluar kondensor (T = 25 oC)


(Qout)

298,15
n
i =1

Cp

N out

(l)

dT

= t

=0

298,15

Qtotal

= Qout Qin
= 0 334.465,35124
= 334.465,35124 kJ

Qtotal merupakan panas yang dilepas dan dibutuhkan media pendingin, yaitu air
pendingin yang masuk pada suhu 28 oC.
Qtotal

= Qyang diserap

Qtotal

= N

313.15

Cp

(l)

dT

301.15

334.465,35124
901,03766

= 371,20019 kmol

= N BM
= 6.687,54264 kg

Jumlah air pendingin yang dibutuhkan adalah sebanyak 6.687,54264 kg.

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

LB. 10 Cooler III (E-107)


Air pendingin bekas 40 C

N-butiraldehid 63,3 C
Iso-butiraldehid
Air

25C N-butiraldehid
Iso-butiraldehid
Air

Air pendingin 28C

Panas masuk kondensor (T masuk 63,3 oC)


(Qin)

342,15
n
i =1

N in

Cp

(g)

dT

298.15

Tabel LB.32 Neraca Energi Masuk Cooler


342.15

Komponen

Cp

N (kmol/jam)

(g)

dT

Q in (kJ/jam)

298.15

n-C4H8O

0,00375

7.110,98372

26,66619

i-C4H8O

3,67704

6.249,30289

22.978,93670

Air

0,28534

2.883,43079

45,67354

Total panas

23.051,27643

Panas keluar kondensor (T = 25 oC)


(Qout)

298,15
n
i =1

N out

Cp

(l)

dT

= t

=0

298,15

Qtotal

= Qout - Qin
= 0 23.051,27643
= -23.051,27643 kJ

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Qtotal merupakan panas yang dilepas dan dibutuhkan media pendingin, yaitu air
pendingin yang masuk pada suhu 28 oC.
Qtotal

= Qyang diserap
313.15

Qtotal

= N

Cp

(l)

dT

301.15

23.051,27643
901,03766

= 25,58303 kmol

= N BM
= 460,90393 kg

Jumlah air pendingin yang dibutuhkan adalah sebanyak 460,90393 kg.

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

LAMPIRAN C
PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERALATAN
LC. 1 Tangki Penyimpanan Gas Sintesis (TT-101)
Fungsi

: Menyimpan gas sintesis untuk kebutuhan 7 hari

Bahan konstruksi

: Low alloy steels SA 202 Grade B

Bentuk

: Silinder dengan alas datar dan tutup ellipsoidal

Jenis sambungan

: Double welded butt join

Jumlah

: 4 unit

Kondisi Operasi
Tekanan

= 13 atm

= 13,6092 bar ........... (freepatent, 2008)

Temperatur

= 353,15 K ...................................... (freepatent, 2008)

Kebutuhan perancangan

= 7 hari

Faktor kelonggaran

= 20 %

Gas sintesis terdiri dari campuran hidrogen dan karbon monoksida dengan data
Komposisi komponen :
-

H2

= 0,501

Co

= 0,499

a. Volume Tangki
Komponen yang disimpan berada dalam fasa gas, sehingga perhitungannya
dilakukan dengan persamaan gas ideal.

P V = z R T
Dimana :
P

= Tekanan (atm)

= Volume zat (m3)

= Faktor kompresibilitas

= Tetapan gas (0,082057

= Temperatur (K)

m 3atm
)
kg mol K

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Untuk mencari nilai dari faktor kompresibilitas (z) digunakan metode Kay dan
dibutuhkan data:
Tabel LC.1 Komponen Pada Tangki Gas Sintesis
Komponen

Tc (K)

Pc (bar)

ZC

yi

H2

33,19

13,13

0,305

0,501

CO

132,9

34,99

0,299

0,499

= y i Tci

Ti
= 0,501 33,19

TH 2

= 0,499 132,9

TCO

= 66,20298 K

= 16,65669 K

= 16,65669 + 66,20298

= 82,85967 K
Pi
= 0,501 13,13

PH 2

= y i Pci
= 0,499 34,99

PCO

= 17,4299 bar

= 6,58940 bar

= 6,58940 + 17,4299

= 24,01937 bar

Zi
= 0,501 0,305

Z H2

= y i Z ci
= 0,499 0,299

Z CO

= 0,14894

= 0,15307

= 0,15307 + 0,14894
= 0,30201

Tr

Toperasi

Pr

353,15
= 4,26202
82,85967

Tr

Poperasi

Pr

13,60920
= 0,57410
24,01937

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Dari gambar 1.3 di Handbook Of Chemical Engineering Calculation didapatkan nilai


z = 1,1 sehingga volume reaktan dapat dihitung.
VBahan

zRT
P

1,1 0,082057 353,15


13

VBahan

= 2,45202 m3

VTangki

= (1 + 0,2) VBahan
= 1,2 2,45202
= 2,94243 m3

Untuk kebutuhan 7 hari diperlukan volume tangki sebesar ;


= 7 24 2,94243

Volume tangki

= 494,32743 m3
Direncanakan dibangun 4 unit tangki, maka ;
Volume tangki per unit =

494,32743
= 123,58186 m3
4

b. Diameter dan Tinggi Tangki


Direncanakan perbandingan tinggi dan diameter tangki (Hs : D) = 5 : 4

VS

D 2
=
Hs
4

(Brownell, 1959)

5 D 3
=
16
Ds

16 123,58186
5 3,14

= 5,01255 m
Hs

= 197,34443 in

= 5 D
4
= 5 5,01255
4

= 6,26568 m

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= D

197,34443
in
2

= 98,67221 in

Hs

c. Tebal Tangki
Untuk tutup ellipsoidal

ts

Pr
+ Cc ............................................... (Brownel, 1959)
S.Ej 0,6 P

Dimana:
P

= Maximum allowable internal preasure

= Jari-jari tangki

= Maximum allowable working stress

Ej

= Join efficiency

Cc

= Allowance for corrosion

Tinggi bahan baku :


Hc

= (1 0,2 ) Hs
= 0,8 6,26568 m

= 5,01255 m
Densitas campuran gas dapat dihitung dengan rumus :

MP
z R T

Dimana :
P

= Tekanan (atm)

= Berat molekul campuran

= Faktor kompresibilitas

= Tetapan gas (0,082057

= Temperatur (K)

m 3atm
)
kg mol K

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= (0,501 2,016) + (0,499 28,01)

= 14,965 kmol/kg
Sehingga ,

14,965 13
1,1 0,082057 353,15

= 6,10300 kg/m3
Phidrostatik = g Hc
= 6,10300 kg/m3 9,8 m/det2 5,01255 m
= 0,29980 kPa
= 0,00296 atm

Poperasi = 13 atm + 0,00296 atm


= 13,00296 atm
Pdesign = (1 + faktor keamanan) Poperasi
= (1 + 0,2) 13,00296
= 15,60355 atm

ts

= 229 psi

Pr
+ Cc
S.Ej 0,6 P

229 psi 98,67221 in


+ 0,125 in
21.250 psi 0,8 0,6 229 psi

= 1,46683 in
Maka, tebal tangki yang digunakan adalah 1 in (Brownel, 1959).
d. Diameter dan Tinggi Tutup Tangki
Diameter tutup tangki sama dengan diameter tangki.= 5,01255 m

= 197,34443 in

Perbandingan tinggi dan diameter tutup tangki adalah = 1 : 4, sehingga


ht

5,01255
m
4

= 1,25314 m

He

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tinggi tangki keseluruhan adalah tinggi silinder ditambah dengan tinggi tutup:
Ttangki = Hs + ht
= 6,26568 m + 1,25314 m
= 7,51882 m
e. Tebal Tutup Tangki
Tebal penutup tangki untuk jenis elipsoidal

ts

Pr
+ Cc
S.Ej 0,2 P

229 psi 98,67221 in


+ 0,125 in
21.250 psi 0,8 0,2 229 psi

= 1,45957 in
Sehingga tebal tangki yang digunakan adalah 1 in (Brownel, 1959)

LC. 2 Expander (E-101)


Fungsi

: Menurunkan tekanan campuran gas sintesis dari tangki


penyimpanan sebelum masuk ke reaktor

Bahan konstruksi

: Comercial steel

Jenis

: Centrifugal expander

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi
Tekanan masuk (P1)

= 13 atm

Tekanan keluar (P2)

= 6 atm

Temperatur masuk

= 353,15 K

Rasio spesifik ()

= 1,4

Laju alir massa (F)

= 1.372,43824 kg/jam = 0,84047 lbm/s

campuran

= 6,10300 kg/m3

Laju alir volumetrik (Q)

F 0,84047
=
0,38100

= 0,38100 lbm/ft3
= 2,20596 ft3/s

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Diameter pipa ekonomis dapat dihitung dengan persamaan:


De

= 3,9 (Q0,45)(0,13)
= 3,9 (2,20596 0,45)( 6,10300,13)
= 4,91138 in

Sehingga dipilih meterial pipa comercial steel 6 in schedule 40, dengan spesifikasi:

Diameter dalam (ID) = 6,065 in

Diameter luar (OD)

= 6,065 in

Luas penampang

= 28,9 in2 ......................................... (Brownel, 1959)


1

RT P2
1 ................ (Geankoplis,2003)
=

1 M P1

Kerja mekanik (Ws)

1, 4 1

1,4 0,082057(353,15) 6 1, 4
=
1

7
1,4 1 1.372,43824

= - 0,00318 J/kg

Daya yang dibutuhkan (P)

- Ws m
........................................ (Geankoplis,2003)

0,00318 (1.372,43824 )
0,6

= 7,28350 ft.lbf/s = 0,01324 hp


Maka daya motor yang digunakan adalah 1/60 hp.

LC.3 Tangki Penyimpanan Propilen (TT-101)


Fungsi

: Menyimpan propilen untuk kebutuhan 30 hari

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA 212 Grade B

Bentuk

: Silinder dengan alas datar dan tutup ellipsoidal

Jenis sambungan

: Double welded butt join

Jumlah

: 2 unit

Kondisi Operasi
Tekanan

= 1 atm

Temperatur

= 223,3 K = - 49,85 oC

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Laju alir massa

= 1.730,68648 kg/jam

Kebutuhan perancangan

= 30 hari

Faktor kelonggaran

= 20 %

Data komposisi komponen


-

C3H6

= 0,963

C3H8

= 0,037

Data densitas komponen


-

C3H6

= 612 kg/m3

C3H8

= 700 kg/m3

(Kirk-Orthmer, 1998)

Densitas campuran
= yi i

= (0,963 612 ) + (0,037 700 )


= 615,22202 kg/m3

a. Volume Tangki
Volume larutan

= Vpropilen + Vpropana
=

m propilen
propilen

m propana
propana

1.667,31945 63,36702
+
612
700

= 2,72438 + 0,09052
= 2,81490 m3

Volume tangki

= ( 100 % + 20 % ) 2,81490
= 1,2 2,81490
= 3,37788 m3

Untuk kebutuhan 30 diperlukan volume tangki sebesar ;


Volume tangki

= 30 24 3,37788
= 2.432,07577 m3

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Direncanakan dibangun 2 unit tangki, maka ;


Volume tangki per unit =

2.432,07577
= 1.216,03788 m3
2

b. Diameter dan Tinggi Tangki


Direncanakan perbandingan tinggi dan diameter tangki (Hs : D) = 5 : 4

VS

D 2
Hs
4

5 D 3
16

.... (Brownell, 1959)

16 1.216,03788
5 3,14

= 10,74127 m = 423 in

Hs

= 5 D
4
= 5 10,74127
4
= 13,42659 m = 528,60497 in

= D
=

423
in
2

= 211,44199 in

Hs

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

c. Tebal Tangki
Untuk tutup ellipsoidal

ts

Pr
+ Cc ............................................... (Brownel, 1959)
S.Ej 0,6 P

Dimana:
P

= Maximum allowable internal preasure

= Jari-jari tangki

= Maximum allowable working stress

Ej

= Join efficiency

Cc

= Allowance for corrosion

Tinggi cairan:
Hc

= (1 0,2 ) Hs
= 0,8 13,42659 m
= 10,74127 m

Phidrostatik = g Hc
= 615,22202 kg/m3 9,8 m/det2 10,74127 m
= 64,76103 kPa
= 0,63919 atm

Poperasi = 1 atm + 0,63919


= 1,63919 atm
Pdesign = (1 + faktor keamanan) Poperasi
= (1 + 0,2) 1,63919
= 1,96703 atm = 28,90747 psi

ts

Pr
+ Cc
S.Ej 0,6 P

28,90747 psi 211,44199 in


+ 0,125 in
10.000 psi 0,8 0,6 28,90747 psi

= 0,89069 in
Maka, tebal tangki yang digunakan adalah 1 in (Brownel, 1959).
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

d. Diameter dan Tinggi Tutup Tangki


Diameter tutup tangki sama dengan diameter tangki.= 10,74127 m = 423 in
Perbandingan tinggi dan diameter tutup tangki adalah = 1 : 4, sehingga
ht

10,74127 m
m
4

= 2,68532 m

He

Tinggi tangki keseluruhan adalah tinggi silinder ditambah dengan tinggi tutup:
Ttangki = 13,42659 m + 2,68532 m
= 16,11191 m

e. Tebal Tutup Tangki


Tebal penutup tangki untuk jenis elipsoidal

ts

Pr
+ Cc
S.Ej 0,2 P

28,90747 psi 211,44199 in


+ 0,125 in
10.000 psi 0,8 0,2 28,90747 psi

= 0,88958 in
Sehingga tebal tangki yang digunakan adalah 1 in (Brownel, 1959).

LC. 4 Pompa I (J-101)


Fungsi

: Memompa propilen dari tangki penyimpanan ke reaktor

Bahan

: Carbon stainless steel

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi
Tekanan

= 1 atm

Laju alir masssa (F)

= 1.730,68647 kg/jam = 1,05985 lbm/s

Densitas campuran ()

= 615,2220152 kg/m3 = 38,40697 lbm/ft3

Viskositas campuran ()

= 0,23 cP

= 0,00015 lbm/ft3.s

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Laju alir volumetrik (Q)

1,05985
= 0,02760 ft 3 /s
38,40697

Laju alir volume pompa sentrifugal berkisar dari 6,67 10-5 sampai 6,3 m3/s
dan viskositasnya kurang dari 0,05 Pa.s (Geankoplis, 1997). Maka dengan nilai Q
dan campuran di atas dapat menggunakan pompa sentrifugal.
Perencanaan pompa :
Diameter optimum (De)

= 3,9 (Q 0,45) ( 0,13)


= 3,9 (0,02760 0,45) (38,40697 0,13)
= 1,24570 in

Dari hasil perhitungan diameter optimum maka diambil pipa dengan spesifikasi :
- Ukuran nominal pipa

= 1 in

- Schedule pipa

= 40

- Inside Diameter (D)

= 1,38 in

= 0,11500 ft

- Outside Diameter

= 1,66 in

= 0,13833 ft

- Luas penampang pipa (A)

= 1,5 in

= 0,01042 ft2

Laju linear fluida rata-rata (v)


v

Q
A

0,02760
= 2,64936 ft/s
0,01042
Bilangan Reynold (NRe)
=

NRe

vD

38,40697 2,64936 0,11500


0,00015

= 75.710,20565

Dari bilangan Reynold yang dihitung didapatkan bahwa aliran pada pompa
adalah aliran turbulen.
Dari gambar 2.3-10 Geankoplis didapatkan nilai : 4,6 10-5, sehingga nilai

4,6 10 5
= 0,00040
0,11500

Didapatkan nilai faktor fanning ( f ) : 0,005


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Friction Loss
1. Contraction Loss pada Keluaran Tangki
A2 v2

hc = 0,55 1
.............................................. (Geankoplis, 1997)
A
1 2.. g c

2,64936 2
= 0,05999 ft.lbf/lbm
2 (1) (32,174)

= 0,55 (1 0)

2. Friction pada Pipa Lurus


Panjang pipa lurus = 50 ft
Ff = 4f

L v 2
D 2 gc

= 4 0,005

50 2,64936 2
= 0,94857 ft.lbf/lbm
0,11500 2 32,174

3. Friction pada 2 buah Elbow 90 o


2
hf = n.kf v
2 gc

= 2 0,75

.................................................................. (Geankoplis, 1997)

2,64936 2
= 0,16362 ft.lbf/lbm
2 32,174

4. Friction pada 1 buah Check Valve


hf = n.kf

v 2 ................................................................. (Geankoplis, 1997)


2 gc

2,64936 2
= 1 2
= 0,21816 ft lbf/lbm
2 32,174
5. Expansion Loss pada Tank Entrance

A
hex = 1 1
A2

v2

.................................................... (Geankoplis, 1997)


2.. g c

2,64936 2
= (1 0)
= 0,10908 ft.lbf/lbm
2 1 32,174
Jumlah friction loss (f) = 0,05999 + 0,94857 + 0,16362 + 0,21816 + 0,10908
= 1,49942 ft lbf/lbm
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

P P
1
2
2
(v 2 v1 ) + g(z 2 z1 ) + 2 1 + f ...................... (Geankoplis, 1997)
2

Ws =

Dimana :
Diameter pipa konstan, v1 = v2
Selisih tinggi pipa, z1 z 2 =10 ft
Tekanan konstan, p2 = p1
Sehingga,
Ws =

1
(0) + 32,174 (10) + 0 + f
2 1

Ws =

32,174 ft/s 2
1
(0) +
(10 ft) + 0 + 1,49942 ft.lbf/lbm
2
32,174 ft.lbm/lbf.s 2

= 11,49942 ft.lbf/lbm

Energi pompa, Wp :
Ws = -.Wp ...................................................................... (Geankoplis, 1997)
Bila efisiensi pompa 60 %, maka :
Wp =
P

11,49942
= 19,16571 ft.lbf/lbm
0,6

= m Wp

................................................................ (Geankoplis, 1997)

= 1,05985 lbm/s 19,16571 ft.lbf/lbm


= 20,31284 ft.lbf/s

= 0,03693 hp

Maka daya motor yang digunakan adalah 1/12 hp.

LC.5 Tangki Persiapan Katalis (TT-103)


Fungsi

: Mempersiapkan campuran katalis yang akan digunakan

Bahan konstruksi

: Low alloy steels SA 202 Grade B

Bentuk

: Silinder datar berpengaduk

Jenis sambungan

: Double welded butt join

Jumlah

: 1 unit

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Kondisi Operasi
Tekanan

= 1 atm

= 1,03012 bar .......... (freepatent, 2008)

Temperatur

= 298,15 K ..................................... (freepatent, 2008)

Kebutuhan perancangan

= 30 hari

Faktor kelonggaran

= 20 %

a. Volume Tangki
Katalis terdiri dari campuran rhodium dan air dengan data densitas dan massa
masing-masing komponen ditampilkan pada tabel di bawah ini.
Tabel LC. 2 Data-Data Komponen Campuran Katalis
Komponen

Densitas (kg/m3)

Rh
H2O

Massa (kg)

12.410

3,58692

1.000

144,69412

(Sumber: wikipedia, 2008)


Dari data-data di atas didapatkan volume masing-masing komponen :
Vi

mi
i

VRhodium

3,32861
12.410

= 0,01195 m3
VAir

144,69412
1.000

= 0,14469 m3
Volume keseluruhan = VRh + VAir
= 0,01195 m3 + 0,14469 m3
= 0,15664 m3
Volume tangki

= ( 1 + 0,2 ) Volume keseluruhan


= 1,2 0,15664
= 0,18797 m3

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

b. Diameter dan Tinggi Tangki

VTangki

D 2
H .................................................. .. (Brownel, 1959)
4

Perbandingan tinggi dan diameter tangki (Hs : Ds) adalah 4 : 3, sehingga:

D 3
3

VTangki

Ds

=3

Hs

= 4 D
3

0,18797 3
3,14

= 0,71084 m

= 4 0,71084
3
r

= 0,94778 m

= Ds
= 0,71084 m

= 0,35542 m = 13,99286 in

Hs

c. Tebal Tangki
Untuk Cylindrical shells

ts

Pr
+ Cc ............................................... (Brownel, 1959)
S Ej 0,6 P

Dimana :
P

= Maximum allowable internal preasure

= Jari-jari tangki

= Maximum allowable working stress

Ej

= Join efficiency

Cc

= Allowance for corrosion

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tinggi cairan :
Hc

= (1 0,2) Hs
= 0,8 0,94778 m
= 0,18956 m

Campuran =

m Campuran

Campuran =

148,28104
= 946,61996 kg/m3
0,15664

VCampuran

PHidrostatik = g Hc
= 946,61996 9,8 0,18956
= 1,75850 kPa

= 0,01736 atm

POperasi = 1 + 0,01736 atm


= 1,01736 atm
PDesign = (1 + Faktor keamanan) Poperasi
= (1 + 0,2) 1,01736
= 1,22083 atm = 17,94128 psi

ts

Pr
+ Cc
S.Ej 0,6 P

17,94128 psi 13,99286 in


+ 0,125 in
11.500 psi 0,8 0,6 17,94128 psi

= 0,15232 in
Tebal tangki yang digunakan adalah 3/16 in (Brownel, 1959).

d. Daya Pengaduk
Viskositas campuran ()

= 0,8937 cP

Untuk viskositas campuran yang kurang dari 100 Pa.s dapat menggunakan
pengaduk jenis turbin (Geankoplis, 1997). Maka digunakan jenis pengaduk flat six-

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

blade turbin dengan empat buah baffle dan 90 rpm. Dimana viskositas lebih besar
dari 2,5 Pa.s tidak diperlukan baffle (Geankoplis, 1997).

Perbandingan diameter pengaduk dan diameter tangki (Da : Ds) = 0,3, sehingga
Da

= 0,3 Ds
= 0,3 0,71084 m
= 0,21325 m

Tinggi turbin dari tangki (C) = 1/3 (Ds), sehingga


C

1
0,71084
3

= 0,23694 m

Lebar blade turbin (w) 1


............................................ (Geankoplies, 2003)
=
Diameter turbin (D a )
5
Sehingga, w

1
D a = 0,21325 m
5

Lebar baffle (j)


1
. (Geankoplies, 2003)
=
Diameter tangki (D s ) 12
Sehingga, j

1
D s = 0,05923 m
12

Bilangan Reynold (Nre)


NRe

D a N (0,21325 2 ) (1,5)(946, 61996)


=
= 72,25256

0,89370

Dimana :
NRe = Bilangan Reynold untuk pengadukan
Da

= Diameter pengaduk

= Perbandingan kecepatan

= Densitas campuran

= Viskositas campuran

Perbandingan Da dan W = 1/5 dan perbandingan j dan Dt = 1/12, sehingga


dari figure 3.4-5 kurva 1 Geankoplis, didapatkan nilai Np = 6
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Daya yang dibutuhkan adalah:


P

= N p N 3 D 5a

= 6 1.022,7466 9 (1,53 ) (0,213255 )


= 9,13352 J/s = 0,01225 hp

LC.6 Pompa II (J-102)


Fungsi

: Memompa bahan-bahan dari tangki persiapan katalis ke reaktor

Bahan

: Carbon stainless steel

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi
Temperatur

= 25 oC

Tekanan

= 1 atm

Laju alir masssa (F)

= 147,59104 kg/jam = 0,09038 lbm/s

Densitas campuran ()

= 946,61996 kg/m3

Viskositas campuran ()

= 0,89370 cP
F
0,09038
=
=

59,09542

Laju alir volumetrik (Q)

= 607,95 kPa
= 59,09542 lbm/ft3
= 0,00060 lbm/ft3.s

= 0,00153 ft 3 /s

Laju alir volume pompa sentrifugal berkisar dari 6,67 10-5 sampai 6,3 m3/s
dan viskositasnya kurang dari 0,05 Pa.s (Geankoplis, 1997). Maka dengan nilai Q
dan campuran di atas dapat menggunakan pompa sentrifugal.
Perencanaan pompa :
Diameter optimum (De)

= 3,9 (Q 0,45) ( 0,13)


= 3,9 (0,00153 0,45) (59,09542 0,13)
= 0,35843 in

Dari hasil perhitungan diameter optimum maka diambil pipa dengan spesifikasi :
3

- Ukuran nominal pipa

/8 in

- Schedule pipa

= 40

- Inside Diameter (D)

= 0,493 in = 0,04108 ft

- Outside Diameter

= 0,675 in

- Luas penampang pipa (A)

= 0,192 in2 = 0,00133 ft2

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Laju linear fluida rata-rata (v)


v

Q
A

0,00153
0,00133

= 1,14717 ft/s

Bilangan Reynold (NRe)


NRe

vD

59,09542 1,14717 0,04108


= 4.637,56449
0,00060

Dari bilangan Reynold yang dihitung didapatkan bahwa aliran pada pompa
adalah aliran turbulen.
Dari gambar 2.3-10 Geankoplis didapatkan nilai : 4,6 10-5, sehingga nilai

4,6 10 5
= 0,00112
0,04108

Didapatkan nilai f faktor fanning : 0,009


Friction Loss
1. Contraction Loss pada Keluaran Tangki
A
hc = 0,55 1 2
A1

v2

............................................. (Geankoplis, 1997)


2.. g c

1,14717 2
= 0,55 (1 0)
= 0,01125 ft.lbf/lbm
2 (1) (32,174)
2. Friction pada Pipa Lurus
Panjang pipa lurus = 30 ft
Ff = 4f

L v 2
D 2 gc

= 4 0,005

30 1,14717 2
= 0,53765 ft.lbf/lbm
0,66508 2 32,174

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

3. Friction pada 2 buah Elbow 90 o


2
hf = n.kf v
2 gc

= 2 0,75

.................................................................. (Geankoplis, 1997)

1,14717 2
= 0,03068 ft.lbf/lbm
2 32,174

4. Friction pada 1 buah Check Valve


hf = n.kf
= 1 2

v 2 ................................................................ (Geankoplis, 1997)


2 gc
1,14717 2
= 0,04090 ft lbf/lbm
2 32,174

5. Expansion Loss pada Tank Entrance

A
hex = 1 1
A2
= (1 0)

v2

.................................................... (Geankoplis, 1997)


2.. g c
1,14717 2
= 0,02045 ft.lbf/lbm
2 1 32,174

Jumlah friction loss (f)

= 0,01125 + 0,53765 + 0,03068 + 0,04090 + 0,02045


= 0,64093 ft lbf/lbm

Ws =

P P
1
2
2
(v 2 v1 ) + g(z 2 z1 ) + 2 1 + f ...................... (Geankoplis, 1997)
2

Dimana:
Diameter pipa konstan, v1 = v2
Selisih tinggi pipa, z1 z 2 =10 ft
Tekanan konstan, p2 = p1
Sehingga,
Ws =

1
(0) + 32,174 (10) + 0 + f
2 1

32,174 ft/s 2
1
Ws = (0) +
(10 ft) + 0 + 0,64093 ft.lbf/lbm
2
32,174 ft.lbm/lbf.s 2
= 10,64093 ft.lbf/lbm
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Energi pompa, Wp :
Ws = -.Wp ...................................................................... (Geankoplis, 1997)
Bila efisiensi pompa 60 %, maka :
Wp =
P

10,64093
= 12,97674 ft.lbf/lbm
0,6

= m Wp

................................................................ (Geankoplis, 1997)

= 0,09038 lbm/s 12,97674 ft.lbf/lbm


= 1,17288 ft.lbf/s

= 0,00213 hp

Maka daya motor yang digunakan adalah 1/60 hp.

LC.7 Reaktor (R-101)


Fungsi

: Tempat berlangsungnya reaksi oxo (oxo reaction)

Jenis

: Continous Stirrer Tank Reactor (CSTR)

Bentuk

: Silinder vertikal dengan alas dan tutup berbentuk elips yang


dilengkapi dengan pengaduk dan jaket

Bahan konstruksi

: Low alloy steels SA-203 Grade A

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi
Temperatur operasi

= 100 o C

= 373,15 K

Tekanan

= 6 atm

= 607,98 kPa

Laju alir massa masuk

= 3.250,71575 kg/jam

Laju alir molar

= 140,81279 kmol/jam

Waktu tinggal di reaktor () = 0,25 jam ...................................... (freepatent, 2008)


Reaksi yang terjadi :
Reaksi utama

: C3H6 + CO + H2 C4H8O + (CH3)2C2H2O

Reaksi samping

: C3H8 + H2 C4H8O + (CH3)2C2H2O

Desain Tangki

C AO

y A P 0,29845 607,98
=
= 0,05849 kmol/liter
RT
8,314 373,15

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

a. Volume Reaktor
V

FAO
C AO

0,25 jam 140,81279


0,05849

= 601,91240 m3
b. Diameter dan Tinggi Silinder

VTangki =

D 2
H (Brownel, 1959)
4

Perbandingan diameter dan tinggi (Ds : Hs) = 3:4

D 3
3

VTangki

Ds

=3

Ds

= 8,31588 m = 327,39626 in

rs

= 163,69813 in

601,91240 3
3,14

Ds 3
= , sehingga tinggi tangki silinder :
Hs 4
=

Hs

4 8,31588
3

= 11,08784 m
c. Tebal Tangki
Untuk Cylindrical shells

ts

Pr
+ Cc (Brownel, 1959)
S Ej 0,6 P

Dimana :
P

= Maximum allowable internal pressure

= Jari-jari tangki

= Maximum allowable working stress

Ej

= Join efficiency

Cc

= Allowance for corrosion

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tinggi cairan :
Hc

= ( 1 0,2 ) 11,08784
= 10,53345 m

Faktor keamanan 20 %
PDesign = (1 + faktor keamanan) Poperasi
= (1 + 0,2) 6,00047
= 7,20056 atm

ts

= 105,81943 psi

Pr
+ Cc
S.Ej 0,6 P

105,81943 psi 163,69813 in


+ 0,125 in
16.500 psi 0,8 0,6 105,81943 psi

= 1,38490 in
Tebal tangki yang digunakan adalah 1 in (Brownel, 1959).

d. Diameter dan Tinggi Ellipsoidal


Diameter ellipsoidal = diameter tangki = 8,31588 m
Perbandingan diameter dan tinggi tutup tangki = 4 : 1, sehingga:
Tinggi tutup tangki

1
8,31588
4

= 2,07897 m
Tinggi tangki keseluruhan

= 11,08784 + 2,07897
= 13,16681 m

e. Tebal Elipsoidal

ts

PD
+ Cc
2S.Ej 0,2 P

105,81943 psi 327,39626 in


+ 0,125 in
2 16.500 psi 0,8 0,2 105,81943 psi

= 1,38007 in
Tebal ellipsoidal yang digunakan adalah 1 in (Brownel, 1959).

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

e. Daya Pengaduk
Tabel LC. 3 Data Viskositas Komponen
Komponen

Berat (kg)

% Berat

Viskositas

C3H6

1.667,31945

0,51291

0,01500

C3H8

63,36702

0,01949

0,00900

1.279,49462

0,39360

0,02150

92,94362

0,02859

0,00100

147,59104

0,04540

0,56000

CO
H2
Katalis

campuran

wi

= 0,04179 cP
Untuk viskositas campuran yang kurang dari 100 Pa.s dapat menggunakan
pengaduk jenis turbin (Geankoplis, 1997). Maka digunakan jenis pengaduk flat sixblade turbin dengan empat buah baffle dan 90 rpm. Dimana viskositas lebih besar
dari 2,5 Pa.s tidak diperlukan baffle (Geankoplis, 1997).

Perbandingan diameter pengaduk dan diameter tangki (Da : Dt) = 0,3, sehingga
Da

= 0,3 Ds
= 0,3 8,31588 m
= 2,49476 m

Tinggi turbin dari tangki (C) = 1/3 (Ds), sehingga


C

1
8,31588
3

= 2,77196 m

Lebar blade turbin (w) 1


............................................ (Geankoplies, 2003)
=
Diameter turbin (D a )
5
Sehingga, w

1
D a = 0,49895 m
5

Lebar baffle (j)


1
. (Geankoplies, 2003)
=
Diameter tangki (D s ) 12
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Sehingga, j

1
D s = 0,69299 m
12

Bilangan Reynold (Nre)


2

D N 2,49476 2 (1,5)(5,40065)
= a
=
= 1.206,61655

0,04179

NRe
Dimana:

NRe = Bilangan Reynold untuk pengadukan


Da

= Diameter pengaduk

= Perbandingan kecepatan

= Densitas campuran

= Viskositas campuran

Perbandingan Da dan W = 1/5 dan perbandingan j dan Dt = 1/12, sehingga


dari figure 3.4-5 kurva 1 Geankoplis, didapatkan nilai Np = 0.43.
Daya yang dibutuhkan adalah:
P

= N p N 3 D 5a

= 4 5,4121 (1,5 3 ) (2,37015 5 )


= 757,41814 J/s

= 1,01571 hp

f. Desain Jaket Reaktor


Ditetapkan jarak jaket ()

= 0,5 in

Sehingga :
Diameter dalam (D1) ....................................................................................

Dt + (2 tebal tangki)
= 327,39626 in + ( 2 1 )
= 328,14626 in = 8,33492 m

Jari-jari (r) ....................................................................................................

D1
....................................................................................................
= 328,14626
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= 164,0731296 in

Diameter luar (D2)

= 2 +D1 = (2 ) + 328,14626 in
= 329,14626 in = 8,36032 m

Tinggi jaket = Tinggi silinder = 11,08784 m


Phidrostatik

= g H
= 993,27 kg/m3 9,8 m/det2 11,08784 m
= 107,92956 kPa

= 1,06526 atm

Tekanan udara luar, Po = 1 atm


Poperasi

= 1 + 1,06526
= 2,06526 atm

Faktor keamanan 20 %,
Pdesain

= (1 + fk) Poperasi
= 1,2 2,06526 atm
= 2,47832 atm

= 36,42136 psi

Untuk bahan konstruksi Carbon steel, SA 285, Grade C dan jenis sambungan
double-welded butt joint :
S = 13.750 psi
Ej = 0,8
C = 0,02 in/tahun
n = 10 tahun
Cc = 0,02 in/tahun x 10 tahun = 0,2 in

ts

PD
+Cc
2S .E
j 0,2P

36,42136 164,0731296
+ 0,2
13.750 0,8 0,6 36,42136

= 0,74433 in
Maka tebal jaket yang digunakan adalah in (Brownell, 1959).
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

LC.8 Pompa III (J-103)


Fungsi

: Memompa bahan-bahan dari reaktor ke cooler

Bahan

: Carbon stainless steel

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi
Temperatur

= 100 oC

Tekanan

= 6 atm

Laju alir masssa (F)

= 3.250,71575 kg/jam = 1,99070 lbm/s

Densitas campuran ()

= 5,40065 kg/m3

= 0,33715 lbm/ft3

Viskositas campuran ()

= 0,04179 cP

= 0,00003 lbm/ft3.s

Laju alir volumetrik (Q)

= 607,95 kPa

1,99070
0,33715

= 5,90449 ft 3 /s

Laju alir volume pompa sentrifugal berkisar dari 6,67 10-5 sampai 6,3 m3/s
dan viskositasnya kurang dari 0,05 Pa.s (Geankoplis, 1997). Maka dengan nilai Q
dan campuran di atas dapat menggunakan pompa sentrifugal.
Perencanaan pompa :
Diameter optimum (De)

= 3,9 (Q 0,45) ( 0,13)


= 3,9 (5,90449 0,45) (0,33715 0,13)
= 7,52859 in

Dari hasil perhitungan diameter optimum maka diambil pipa dengan spesifikasi :
- Ukuran nominal pipa

= 8 in

- Schedule pipa

= 40

- Inside Diameter (D)

= 7,981 in = 0,66508 ft

- Outside Diameter

= 8,625 in

- Luas penampang pipa (A)

= 0,34719 ft2

Laju linear fluida rata-rata (v)


v

Q
A

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

5,90449
= 17,00629 ft/s
0,34719

Bilangan Reynold (NRe)


NRe

vD

0,33715 17,00629 0,66508


= 135.804,93269
0,00003

Dari bilangan Reynold yang dihitung didapatkan bahwa aliran pada pompa
adalah aliran turbulen.
Dari gambar 2.3-10 Geankoplis didapatkan nilai : 4,6 10-5, sehingga nilai

4,6 10 5
= 0,00007
0,66508

Didapatkan nilai f faktor fanning : 0,005


Friction Loss
1. Contraction Loss pada Keluaran Tangki
A v2
hc = 0,55 1 2
.............................................. (Geankoplis, 1997)
A1 2.. g c

= 0,55 (1 0)

17,00629 2
= 2,47199 ft.lbf/lbm
2 (1) (32,174)

2. Friction pada Pipa Lurus


Panjang pipa lurus = 50 ft
Ff = 4f

L v 2
D 2 gc

50 17,00629 2
= 4 0,005
= 6,75812 ft.lbf/lbm
0,66508 2 32,174
3. Friction pada 3 buah Elbow 90 o
2
hf = n.kf v
2 gc

= 3 0,75

.................................................................. (Geankoplis, 1997)


17,00629 2
= 6,74179 ft.lbf/lbm
2 32,174

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

4. Friction pada 1 buah Check Valve


hf = n.kf
= 1 2

v 2 ................................................................ (Geankoplis, 1997)


2 gc
17,00629 2
= 8,97843 ft lbf/lbm
2 32,174

5. Expansion Loss pada Tank Entrance

A
hex = 1 1
A2

v2

.................................................... (Geankoplis, 1997)


2.. g c

17,00629 2
= 4,49453 ft.lbf/lbm
= (1 0)
2 1 32,174
Jumlah friction loss (f)

= 2,47199 + 6,75812 + 6,74179 + 8,97843 + 4,49453

= 29,45549 ft lbf/lbm
P P
1
2
2
Ws =
(v 2 v1 ) + g(z 2 z1 ) + 2 1 + f ...................... (Geankoplis, 1997)
2

Dimana:
Diameter pipa konstan, v1 = v2
Selisih tinggi pipa, z1 z 2 =10 ft
Tekanan konstan, p2 = p1
Sehingga,
Ws =

1
(0) + 32,174 (10) + 0 + f
2 1

32,174 ft/s 2
1
Ws = (0) +
(10 ft) + 0 + 29,45549 ft.lbf/lbm
2
32,174 ft.lbm/lbf.s 2
= 39,76339 ft.lbf/lbm
Energi pompa, Wp :
Ws = -.Wp ...................................................................... (Geankoplis, 1997)
Bila efisiensi pompa 60 %, maka :
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Wp =

39,76339
= 65,75915 ft.lbf/lbm
0,6

= m Wp

................................................................ (Geankoplis, 1997)

= 1,99070 lbm/s 65,75915 ft.lbf/lbm


= 130,90689 ft.lbf/s

= 0,23801 hp

Maka daya motor yang digunakan adalah 1/4 hp.

LC.9 Cooler I (E-102)


Fungsi

: Menurunkan temperatur campuran gas dan cair sebelum


dimasukkan ke dalam separator propilen

Jenis

: Double Pipe Heat Exchanger (DPHE)

Dipakai

: Pipa 2 1 in IPS, 12 ft hairpin

Jumlah

: 1 unit

Fluida Panas
Laju alir fluida masuk

= 3.250,71575 kg/jam

= 7.166,63893 lbm/jam

Temperatur awal (T1)

= 100 oC

= 212 oF

Temperatur akhir (T2)

= 85 oC

= 185 oF

Laju alir fluida masuk

= 2.617,35047 kg/jam

= 5.770,3002 lbm/jam

Temperatur awal (t1)

= 28 oC

= 82,4 oF

Temperatur akhir (t2)

= 40 oC

= 104 oF

Panas yang diserap (Q)

= 130.902,0507 kJ/jam

= 124.070,7170 Btu/jam

Fluida Dingin

1. Beda Suhu ( t )
Fluida Panas

Fluida Dingin

Selisih

T1 = 212 F

Temperatur lebih tinggi

t2 = 104 F

t 2 = 108 oF

T2 = 185 oF

Temperatur lebih rendah

t1 = 82,4 oF

t 1 = 102,6 oF

T1 T2 = 27 oF

Selisih

t2 t1 = 21,6 oF

t 2 t 1 = 5,4 oF

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

LMTD

t 2 t 1
t
2,3 log 2
t 1

5,4
= 105,39525 o F
108
2,3 log

102,6

2. Temperatur Kalorik (Tc dan tc)


Tc =

T1 + T2 212 + 185
=
=198,5 o F
2
2

tc =

t1 + t 2 82,4 + 104
=
= 93,2 o F
2
2

Fluida Panas (Anulus ; campuran gas)


3. Flow Area
Untuk pipa dengan ukuran 2 in IPS dengan schedule 40 diperoleh :
OD = D1 =
=

ID = D2

1,66
in = 0,13833 ft
12

2,067
in = 0,17225 ft ..............................................(Tabel 11, Kern)
12

(D 2 D1 ) 3,14 (0,17225 2 0,13833 2 )


aa =
=
= 0,00827 ft 2
4
4
2

Da

(D
=

D1
D1

2
2

) = (0,17225

0,19833 2 )
= 0,07615 ft
0,19833
2

4. Kecepatan Massa

Ga =

W 7.166,63893
=
= 866.671,5842 lb/jam ft 2
aa
0,00827

5. Bilangan Reynold
Viskositas campuran gas ( ) = 0,04311 cP
= 0,04311 cP 2,42 = 0,10432 lb/ft.jam

Rea =

D a G a 0,07615 866.671,5842
=
= 632.649,6696

0,10432

6. Dari bilangan Reynold = 632.649,6696 diperoleh JH = 975 (Gambar 24, Kern)


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

7. Kapasitas Panas
c = 0,01255 Btu/lbm.oF
k=

(3,52 + 1,32 c)
BM

(3,52 + 1,32 0,01255) 0,10432


= 0,02772 Btu/jam.ft2.(oF/ft)
13,30827

0,01255 0,10432
=

0,02772

= 0,36145

8. Koefisien Koreksi, ho

k c
ho = JH

Da k
= 975

0,14

..................................................(Pers. 6.15 b, Kern)

0,02772
0,36145 1
0,07615

= 56,71582 Btu/jam.ft2.oF
Fluida Dingin (Inner pipe ; air)
3. Flow Area
Untuk pipa dengan ukuran 1 in IPS dengan schedule 40 diperoleh :
OD =

1,66
in = 0,13833 ft
12

ID =

1,380
in = 0,115 ft ................................................(Tabel 11, Kern)
12

D = ID = 0,115 ft

ap =

(D 2 ) 3,14 (0,115 2 )
2
=
= 0,01038 ft
4
4

4. Kecepatan Massa

Gp =

W 5.770,3002
=
= 555.818,59343 lb/jam ft 2
ap
0,01038

5. Bilangan Reynold
Pada tc = 93,2 oF, = 0,77 cP ......................................... (Gambar 14, Kern)
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= 0,77 cP 2,42 = 1,86340 lb/ft.jam

D Gp

0,115 555.818,59343
= 34.302,42473

1,86340
6. Dari bilangan Reynold = 34302,42473 diperoleh JH = 105 .... (Gambar 24, Kern)
Re =

7. Kapasitas Panas
Pada tc = 93,2 oF, diperoleh c = 0,99 Btu/lbm.oF ........................(Gambar 2, Kern)
k = 0,36 Btu/jam.ft2.(oF/ft) ................................................. (Tabel 4, Kern)

0,99 1,86340
=

0,36

= 1,72404

8. Koefisien Koreksi, hi

k
hi = JH
Da
= 105

0,14

.............................................. (Pers. 6.15 a, Kern)

0,36
1,72404 1
0,115

= 566,68305 Btu/jam.ft2.oF
9. Koreksi hi
hio =

h i ID 566,68305 0,115
=
= 471,09796 Btu/jam.ft2.oF
OD
0,13833

10. Clean Overall Coefficient, Uc


Uc =

h io h o 471,09796 56,71582
=
= 50,62146 Btu/jam.ft2.oF
h io + h o 471,09796 + 56,71582

11. Design Overall Coefficient, UD

1
1
1
=
+ Ro =
+ 0,002 = 0,02175 Btu/jam.ft2.oF
UD Uc
50,62146
UD = 45,96757 Btu/jam.ft2.oF

12. Luas Permukaan

A=

Q
124.070,71698
=
= 25,60924 ft2
U D LMTD 45,96757 105,39524

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Untuk pipa 1 in diperoleh A = 0,435 ft2/ft . (Tabel 11, Kern)


Panjang pipa yang dibutuhkan

A 25,60924
=
= 58,87182 ft2
'
0,435
A

Hairpin yang dipakai 12 ft

58,87182
= 2,45299
2 12

Maka A sebenarnya

= 3 2 12 A
= 31,32000 ft2

Berarti diperlukan 3 pipa hairpin ukuran 12 ft

13. Koreksi UD

UD =

Q
124.070,71698
=
= 37,58604 Btu/jam.ft2.oF
A LMTD 31,32000 105,39524

14. Faktor Pengotor, RD

RD =

U c U D 50,62146 37,58604
=
= 0,00685
U c U D 50,62146 37,58604

RD ketentuan

= 0,002

RD yang diperoleh

= 0,00685

Sesuai dengan ketentuan.

Pressurre Drop
Fluida Panas (Anulus; campuran gas)
1. Da = (D2 D1)
= (0,17225 0,13833)
= 0,03392 ft
Rea =

D a 'G a 0,03392 866.671,5842


=
= 281.781,17828

0,10432

f = 0,0035 +

0,264
0,264
= 0,0035 +
= 0,00486
0,42
(DG/ )
(281.781,17828) 0,42

s = 1 ; = 6,76515 62,5 = 422,82220

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

2. Fa =

4fG a L
2g 2 D a

3.

4 (0,00486) (281.781,17828) 2 72

= 0,20728 ft
2
2 4,18 10 8 (422,82220 ) (0,03392 )
Ga
281.781,17828
V=
=
= 0,56937 fps
3.600 (3.600)(422,82220)

V2
F1 = 3
2g
P a =
=

0,56937 2
= 3

2 32,2

= 0,01510 ft

(Fa + F1 )
144
(0,20728 + 0,01510 ) 422,82220
144

= 0,65296 psi
P yang diperbolehkan < 5 psi

Fluida Dingin (Inner pipe ; air)


1. Untuk Re = 34.302,42473

0,264

f = 0,0035 +

(DG/ )

0,42

= 0,0035 +

0,264

(34302,42473)0,42

= 0,00679

; = 1 62,5 = 62,5

s=1

2. Fp =

3. P a =

4fG 2 L
2g 2 D

4 (0,00679) (34.302,42473) 2 72

2 4,18 10 8 (62,5) (0,115)


2

= 1,60789 ft

Fp
144

1,60789 62,5
144

= 0,69787 psi
P yang diperbolehkan < 10 psi
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

LC.10 Separator Propilen (V-101)


Fungsi

: Memisahkan propilen dan propana dari campuran

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA 212 Grade B

Bentuk

: Silinder dengan alas dan tutup elipsoidal

Jenis sambungan

: Double welded butt join

Jumlah

: 1unit

Kondisi Operasi
Tekanan

= 130 kPa

= 1,2831 atm ..

(freepatent, 2008)

Temperatur

= 378,15 K .

(freepatent, 2008)

Faktor kelonggaran

= 20 %

a. Volume Tangki
Karena seluruh zat pada reaktor langsung dialirkan ke pemisah tekanan tinggi
sehingga volume tangki sama dengan volume raktor yaitu : 601,91240 m3
b. Diameter dan Tinggi Tangki

Vtangki =

D 2
H ......................................................................... (Brownel, 1959)
4

Perbandingan diameter dan tinggi (Ds : Hs) = 3:4

D 3
3

Vtangki

Ds

=3

Ds

= 8,31588 m = 327,39709 in

601,91240 3
3,14

Ds 3
= , sehingga tinggi tangki silinder:
Hs 4
Hs

4 8,31588
= 11,08784 m
3

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= 327,39709

rs

= 163,69855 in

Hs

c. Tebal Tangki
Untuk Cylindrical shells

ts

Pr
+ Cc ............................................... (Brownel, 1959)
S Ej 0,6 P

Dimana :
P

= Maximum allowable internal preasure

= Jari-jari tangki

= Maximum allowable working stress

Ej

= Join efficiency

Cc

= Allowance for corrosion

Tinggi cairan :
Hc

= ( 1 0,2 ) Hs
= 0,8 11,08784
= 14,63595 m

Phidrostatik = g Hc
= 5,40065 9,8 14,63595
= 0,77463 kPa

= 0,00765 atm

Poperasi = 1,2831 + 0,00765


= 1,29075 atm
Faktor keamanan 20 %
Pdesign = ( 1 + fk ) Poperasi
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= (1 + 0,2) 1,29075
= 1,54889 atm

ts

= 22,76256 psi

Pr
+ Cc
S.Ej 0,6 P

22,76256 psi 163,69855 in


+ 0,125 in
21.250 psi 0,85 0,6 22,76256 psi

= 0,33145 in
Tebal tangki yang digunakan adalah 3/8 in (Brownel, 1959)
d. Diameter dan Tinggi Elipsoidal
Diameter ellipsoidal = diameter tangki = 8,31588 m
Perbandingan diameter dan tinggi tutup tangki = 4 : 1, sehingga:
Tinggi elipsoidal

1
8,31588
4

= 2,07897 m
Tinggi tangki keseluruhan

= 11,08784 + (2 2,07897)
= 15,24578 m

Tinggi design tangki

= (1 + f k) Tinggi tangki
= 1,2 15,24578
= 18,29494 m

He

d. Tebal Elipsoidal
Untuk tutup dan alas ellipsoidal

ts

PD
+ Cc
2S.Ej 0,2 P

22,76256 psi 327,39709 inch


+ 0,125 in
2 21.250 psi 0,85 0,2 22,76256 psi

= 0,33132 in
Tebal elipsoidal tangki yang digunakan adalah 3/8 in (Brownel, 1959)
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

LC.11 Pompa IV (J-104)


Fungsi

: Memompa campuran dari separator pemisah propilen ke


separator tekanan rendah.

Bahan

: Carbon stainless steel

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi
Temperatur

= 100 oC

Tekanan

= 6 atm

Laju alir masssa (F)

= 3.250,71575 kg/jam = 1,99070 lbm/s

Densitas campuran ()

= 0,81120 kg/m3

= 0,05064 lbm/ft3

Viskositas campuran ()

= 0,35233 cP

= 0,00024 lbm/ft3.s

Laju alir volumetrik (Q)

= 607,95 kPa

1,99070
= 39,30977 ft 3 /s
0,05064

Laju alir volume pompa sentrifugal berkisar dari 6,67 10-5 sampai 6,3 m3/s
dan viskositasnya kurang dari 0,05 Pa.s (Geankoplis, 1997). Maka dengan nilai Q
dan campuran di atas dapat menggunakan pompa sentrifugal.
Perencanaan pompa :
Diameter optimum (De)

= 3,9 (Q 0,45) ( 0,13)


= 3,9 (39,30977 0,45) (0,05064 0,13)
= 13,80943 in

Dari hasil perhitungan diameter optimum maka diambil pipa dengan spesifikasi :
- Ukuran nominal pipa

= 14 in

- Schedule pipa

= 40

- Inside Diameter (D)

= 13,25 in = 1,10412 ft

- Outside Diameter

= 14 in

= 1,16662 ft

- Luas penampang pipa (A)

= 50 in2

= 0,34719 ft2

Laju linear fluida rata-rata (v)


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Q
A

39,30977
= 113,22121 ft/s
0,34719

Bilangan Reynold (NRe)


NRe

vD

0,05064 113,22121 1,10412


= 26.739,64444
0,00024

Dari bilangan Reynold yang dihitung didapatkan bahwa aliran pada pompa
adalah aliran turbulen.
Dari gambar 2.3-10 Geankoplis didapatkan nilai : 4,6 10-5, sehingga nilai

4,6 10 5
=
= 0,00004
1,10412

Didapatkan nilai f faktor fanning : 0,006

Friction Loss
1. Contraction Loss pada Keluaran Tangki
A
hc = 0,55 1 2
A1

= 0,55 (1 0)

v2

............................................. (Geankoplis, 1997)


2.. g c

113,22121 2
= 109,56786 ft.lbf/lbm
2 (1) (32,174)

2. Friction pada Pipa Lurus


Panjang pipa lurus = 30 ft
Ff = 4f

L v 2
D 2 gc

30 113,221212
= 4 0,005
= 129,90795 ft.lbf/lbm
1,10412 2 32,174
3. Friction pada 2 buah Elbow 90 o
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

2
hf = n.kf v
2 gc

= 2 0,75

.................................................................. (Geankoplis, 1997)

113,221212
= 298,82144 ft.lbf/lbm
2 32,174

4. Friction pada 1 buah Check Valve


hf = n.kf

v 2 ................................................................ (Geankoplis, 1997)


2 gc

113,221212
= 398,42859 ft lbf/lbm
= 1 0,17
2 32,174
5. Expansion Loss pada Tank Entrance

A
hex = 1 1
A2

v2

.................................................... (Geankoplis, 1997)


2.. g c

113,221212
= (1 0)
= 199,21429 ft.lbf/lbm
2 1 32,174
Friction loss (f)

= 109,56786 + 129,90795 + 298,82144 + 398,42859 + 199,21429


= 1.135,94013 ft lbf/lbm

Ws =

P P
1
2
2
(v 2 v1 ) + g(z 2 z1 ) + 2 1 + f ...................... (Geankoplis, 1997)
2

Dimana:
Diameter pipa konstan, v1 = v2
Selisih tinggi pipa, z1 z 2 = 20 ft
P1 = 3.277,97 lbf/ft ; P2 = 176,619 lbf/ft
Sehingga,
Ws =

1
(0) + 32,174 (10) + 0 + f
2 1

Ws =

1
32,174 ft/s 2
(0) +
(20 ft) + (-574,22) + 1.135,94013 ft.lbf/lbm
2
32,174 ft.lbm/lbf.s 2

= 581,71832 ft.lbf/lbm
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Energi pompa, Wp :
Ws = -.Wp ...................................................................... (Geankoplis, 1997)
Bila efisiensi pompa 75 %, maka :

581,71832
= 775,62443 ft.lbf/lbm
0,75
= m Wp ................................................................ (Geankoplis, 1997)

Wp =
P

= 1,99070 lbm/s 775,62443 ft.lbf/lbm


= 1.544,03727 ft.lbf/s
= 2,80734 hp
Maka daya motor yang digunakan adalah 3 hp.

LC.12 Cooler II (E-103)


Fungsi

: Menurunkan temperatur campuran gas dan cair sebelum dikembalikan


ke reaktor dan dimasukkan ke dalam tangki penyimpanan

Jenis

: Double Pipe Heat Exchanger (DPHE)

Dipakai

: Pipa 2 1 in IPS, 15 ft hairpin

Jumlah

: 1 unit

Fluida Panas
Laju alir fluida masuk

= 170,67187 kg/jam

= 345,54568 lbm/jam

Temperatur awal (T1)

= 105 oC

= 221 oF

Temperatur akhir (T2)

= 41 oC

= 105,8 oF

Laju alir fluida masuk

= 632,10863 kg/jam

= 1.279,779774 lbm/jam

Temperatur awal (t1)

= 28 oC

= 82,4 oF

Temperatur akhir (t2)

= 40 oC

= 104 oF

Panas yang diserap (Q)

= 31.613,77010 kJ/jam

= 29.963,95475 Btu/jam

Fluida Dingin

1. Beda Suhu ( t )
Fluida Panas

Fluida Dingin

Selisih

T1 = 221 oF

Temperatur lebih tinggi

t2 = 104 oF

t 2 = 117 oF

T2 = 105,8 oF

Temperatur lebih rendah

t1 = 82,4 oF

t 1 = 23,4 oF

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

T1 T2 = 115,2 oF Selisih
=

LMTD

t 2 t 1
t
2,3 log 2
t 1

t2 t1 = 21,6 oF

t 2 t 1 = 93,6 oF

93,6
= 58,22232 o F
117
2,3 log

23,4

2. Temperatur Kalorik (Tc dan tc)


Tc =

T1 + T2 212 + 185
=
=198,5 o F
2
2

tc =

t1 + t 2 82,4 + 104
=
= 93,2 o F
2
2

Fluida Panas (Anulus ; campuran gas)


3. Flow Area
Untuk pipa dengan ukuran 2 in IPS dengan schedule 40 diperoleh :
OD = D1 =
ID = D2

1,66
in = 0,13833 ft
12
2,067
in = 0,17225 ft ............................................ (Tabel 11, Kern)
12

(D 2 D1 ) 3,14 (0,17225 2 0,13833 2 )


=
= 0,00827 ft 2
4
4
2

aa =
Da =

(D

D1
D1

2
2

) = (0,17225

0,19833 2 )
= 0,07615 ft
0,19833
2

4. Kecepatan Massa

Ga =

W 345,54568
=
= 41.787,31847 lb/jam ft 2
aa
0,00827

5. Bilangan Reynold
Viskositas campuran gas ( ) = 0,043 cP
= 0,043 cP 2,42 = 0,10406 lb/ft.jam

Rea =

D a G a 0,07615 41.787,31847
=
= 30.579,13170

0,10406

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

6. Dari bilangan Reynold = 30.579,13170 diperoleh JH = 110 ... (Gambar 24, Kern)

7. Kapasitas Panas
c = 2,00 10 -3 Btu/lbm.oF
k=

=
c

(3,52 + 1,32 c)
BM

(3,52 + 1,32 2,00 10 3 ) 0,10406


= 0,02428 Btu/jam.ft2.(oF/ft)
15,09522

2,00 10 -3 0,10406

=
0,02428

= 0,20480

8. Koreksi Koefisien, ho

k c
ho = JH

Da k
= 110

0,14

................................................ (Pers. 6.15 b, Kern)

0,02428
0,20480 1
0,07615

= 7,18402 Btu/jam.ft2.oF
Fluida Dingin (Inner pipe ; air)
3. Flow Area
Untuk pipa dengan ukuran 1 in IPS dengan schedule 40 diperoleh :
OD =

1,66
in = 0,13833 ft
12

ID =

1,380
in = 0,115 ft ............................................................. (Tabel 11, Kern)
12

D = ID = 0,115 ft

(D 2 ) 3,14 (0,115 2 )
2
ap =
=
= 0,01038 ft
4
4
4. Kecepatan Massa

Gp =

W 1279,779774
=
= 123.273,55057 lb/jam ft 2
ap
0,01038

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

5. Bilangan Reynold
Pada tc = 93,2 oF, = 0,77 cP .......................................... (Gambar 14, Kern)
= 0,77 cP 2,42 = 1,86340 lb/ft.jam

Re =

D Gp

0,115 123.273,55057
= 7.607,84497
1,86340

6. Dari bilangan Reynold = 7.607,84497 diperoleh JH = 28 ........ (Gambar 24, Kern)

7. Kapasitas Panas
Pada tc = 93,2 oF, diperoleh c = 0,99 Btu/lbm.oF ....................... (Gambar 2, Kern)
k = 0,36 Btu/jam.ft2.(oF/ft) ................................................... (Tabel 4, Kern)

0,99 1,86340
=

0,36

= 1,72404

8. Koefisien Koreksi, hi

k c
hi = JH

Da k
= 28

0,14

............................................... (Pers. 6.15 a, Kern)

0,36
1,72404 1
0,115

= 151,11548 Btu/jam.ft2.oF
9. Koreksi hi
hio =

h i ID 151,11548 0,115
=
= 125,62612 Btu/jam.ft2.oF
OD
0,13833

10. . Clean Overall Coefficient, Uc


Uc =

h io h o 125,62612 7,18402
=
= 6,79542 Btu/jam.ft2.oF
h io + h o 125,62612 + 7,18402

11. Design Overall Coefficien, UD

1
1
1
=
+ Ro =
+ 0,002 = 0,14916 Btu/jam.ft2.oF
UD Uc
6,79542
UD = 6,70431 Btu/jam.ft2.oF
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

12. Luas Permukaan

A=

Q
29.963,95475
=
= 76,76369 ft2
U D LMTD 6,70431 58,22232

Untuk pipa 1 in diperoleh A = 0,435 ft2/ft ... (Tabel 11, Kern)


Panjang pipa yang dibutuhkan =

A 76,76369
=
= 176,46826 ft2
'
0,435
A

Hairpin yang dipakai 15 ft

176,46826
2 15

Maka A sebenarnya

= 6 2 15 A

= 5,88228

= 78,30000 ft2
Berarti diperlukan 6 pipa hairpin ukuran 15 ft
13. Koreksi UD

UD =

Q
29.963,95475
=
= 6,57276 Btu/jam.ft2.oF
A LMTD 78,30000 58,22232

14. Faktor Pengotor


RD =

U c U D 6,79542 6,57276
=
= 0,00499
Uc UD
6,79542 6,57276

RD ketentuan

= 0,002

RD yang diperoleh

= 0,00499

Sesuai dengan ketentuan.


Pressurre Drop
Fluida Panas (Anulus; campuran gas)
1. Da = (D2 D1)
= (0,17225 0,13833)
= 0,03392 ft
Rea =

D a 'G a 0,03392 41.787,31847


=
= 13.619,89767

0,10406

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

f = 0,0035 +

0,264

(DG/ )

0,42

= 0,0035 +

0,264
= 0,00834
(13.619,89767) 0,42

= 0,338 62,5 = 21,125


2

2. Fa =

4fG a L
2g 2 D a

3.

V=

4 (0,00834) (41.787,31847) 2 180

2 4,18 10 8 (21,125) (0,03392 )


2

= 0,82911 ft

Ga
41.787,31847
=
= 0,54947 fps
3.600 (3.600)(21,125)

V2
F1 = 6
2g
P a =
=

0,54947 2
= 6

2 32,2

= 0,02813 ft

(Fa + F1 )
144
(0,82911 + 0,02813 ) 21,125
144

= 0,12576 psi
P yang diperbolehkan < 5 psi

Fluida Dingin (Inner pipe ; air)


1. Untuk Re = 7.607,84497

f = 0,0035 +

0,264

(DG/ )

0,42

= 0,0035 +

0,264

(7.607,84497 )0,42

= 0,00969

; = 1 62,5 = 62,5

s=1

2. Fp =

3. P a =

4fG 2 L
2g 2 D

4 (0,00969) (123.273,55057) 2 180

2 4,18 10 8 (62,5) (0,115)


2

= 0,28222 ft

Fp
144

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

0,28222 62,5
144

= 0,12249 psi
P yang diperbolehkan = 10 psi
LC. 13 Separator Tekanan Rendah (V-102)
Fungsi

: Memisahkan reaktan sisa

Bahan konstruksi

: Low alloy SA 302 Grade B

Bentuk

: Silinder dengan alas dan tutup ellipsoidal

Jenis sambungan

: Double welded butt join

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi
Tekanan

= 6,09 kPa

= 0,06014 atm ........ (freepatent, 2008)

Temperatur

= 323,67 K ..................................... (freepatent, 2008)

Kebutuhan perancangan

= 1 jam produksi

Faktor kelonggaran

= 20 %

Data Bahan Konstruksi:


S (maximum allowable working stress)

= 10.000 Psi

Ej (join efficiency)

= 0,85

Cc (allowance for corrosion)

= 0,125 in

Komposisi masuk pada kolom pemisah yang terdiri dari 3 fasa


1. Fasa Liquid
Tabel LC.4 Komposisi Cairan
Komponen

Massa

Komposisi

Densitas

Densitas Campuran

(kg)

(yi)

(kg/m3)

(kg/m3)

n-C4H8O

2.653,02901

0,86568

i- C4H8O

267,01646

0,08713
0,04720

Pelarut katalis
Jumlah

Densitas campuran

144,64593

789,1

810,20529

1.007

3.064,69140

801,6

y
i

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= 810,20529 kg/m3

Persamaan untuk densitas campuran :

massa
, sehingga volume untuk fasa cair:
volume

Vliquid

massa 3.064,69140
=

810,20529

= 3,78261 m3
2. Fasa Gas
Tabel LC.5 Komposisi Gas
Komponen

Massa

Komposisi

(kg)

(yi)

H2
CO
Jumlah

0,81684

0,06584

11,59054

0,93416
1

12,40738

Untuk mencari nilai dari faktor kompresibilitas (z) digunakan metode Kay dan
dibutuhkan data:
Tabel LC.6 Komponen Pada Tangki Gas Sintesis
Komponen

Tc (K)

Pc (bar)

Zc

yi

H2

33,19

13,13

0,305

0,06584

CO

132,9

34,99

0,299

0,93416

Ti
TH 2

= 0,06584 33,19

= y i Tci
TCO

= 0,93416 132,9
= 124,15053 K

= 2,18506 K

= 2,18506 + 124,15053

= 126,33559 K
Pi

= y i Pci

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

PH 2

= 0,06584 13,13

PCO

= 0,93416 34,99
= 32,68643 kPa

= 0,86441 kPa

= 0,86442 + 32,6864

= 33,55085 kPa

Zi
Z H2

= y i Z ci

= 0,06584 0,305

Z CO

= 0,93416 0,299
= 0,27932

= 0,02008

= 0,02008 + 0,27932
= 0,29940

Tr

Toperasi

323,67
126,33559

Pr

= 2,56199

Poperasi

6 ,0 9
3 3,5 5 0 8

= 0,18161

Dari gambar 1.3 Handbook Of Chemical Engineering Calculation didapatkan nilai Z


= 0,99 sehingga volume zat dalam fasa gas.
Densitas campuran gas dapat dihitung dengan:

MP
z R T

Dimana:
P

= Tekanan (kPa)

= Berat molekul campuran

= Faktor kompresibilitas

= Tetapan gas (8,31 kPa (m3)/(kg mol. K))

= Temperatur (K)
M

= (0,06584 2,016) + (0,93416 28,01)


= 26,29868 kmol/kg

Sehingga,

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

26,298682 6,09
0,99 8,31 323,67

= 0,06018 kg/m3

Persamaan untuk densitas campuran :

massa
, sehingga volume untuk fasa gas
volume

Vgas

massa 12,40738
=

0,060180

= 206,17439 m3
3. Fasa Solid
katalis

= 12,41 kg/m3 ............................................ (Wikipedia, 2008)

Massa katalis

= 3,32861 kg

Vsolid

massa 3,32861
=

12,41

= 0,26822 m3
Volume keseluruhan

= Vliquid + Vgas + Vsolid


= 3,78261 + 206,17439 + 0,26822
= 210,22522 m3

a. Volume Tangki
Volume tangki untuk kebutuhan produksi 1 jam
V Total

= (1,2) 210,22522
= 252,27026 m3

b. Diameter dan Tinggi Tangki


Perbandingan tinggi dan diameter tangki (H : D)= 4:3

Vtangki

D 2
H ................................................... (Brownel, 1959)
4

Vtangki

D 3
3

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

=3

Ds

252,27026 3
3,14

= 6,22328 m

Hs

4
D
3

4
6,22328 = 8,29770 m
3

= Ds

rs

= 3,11164 m = 122,30920 in

Hs

c. Tebal Tangki

ts

Pr
+ Cc .............................................. (Brownel, 1959)
S.Ej 0,6 P

Dimana:
P

= Maximum allowable internal preasure

= Jari-jari tangki

= Maximum allowable working stress

Ej

= Join efficiency

Cc

= Allowance for corrosion

Tinggi cairan:
Hc

= (1 0,2) Hs
= 0,8 8,29770
= 6,63816 m

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

campuran =

m campuran
Vcampuran

3080,42739
= 14,65299 kg/m 3
210,22522

Phidrostatik = g Hc
= 14,65299 9,8 6,63816
= 0,95324 kPa

= 0,00941 atm

Poperasi = 0,06014 + 0,00941


= 0,06955 atm
Pdesign = (1 + faktor keamanan) Poperasi
= (1 + 0,2) 0,06955
= 0,08346 atm

ts

= 1,22651 psi

Pr
+ Cc
S.Ej 0,6 P

1,22651 psi 122,30920 in


+ 0,125 in
10.000 psi 0,8 0,6 1,22651 psi

= 0,14375 in
Tebal tangki yang digunakan adalah 3/16 in (Brownel, 1959).
d. Diameter dan Tinggi Elipsoidal
Diameter elipasoidal sama dengan diameter tangki

= 6,22328 m

Perbandingan tinggi ellipsoidal dan diameter tangki adalah = 1 : 4, sehingga


ht

= 6,22328
4

= 1,55582 m

He

Sehingga tinggi tangki keseluruhan


Ttangki

= Tinggi silinder (Hs) + (2 Tinggi tutup elipsoidal)


= 8,29770 + ( 2 1,55582 )
= 11,40934 m

e. Tebal Elipsoidal
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tebal penutup tangki untuk jenis elipsoidal

ts

PD
+ Cc ..........................
2S.Ej 0,2 P

1,22651 psi 245,01109 in


+ 0,125 in
2 10.000 psi 0,8 0,2 1,22651 psi

(Timmerhaus, 1991)

= 0,14378 in
Tebal tangki yang digunakan adalah 3/16 in (Brownel, 1959).
LC.14 Pompa V (J-105)
Fungsi

: Memompa bahan-bahan dari separator tekanan rendah ke separator


katalis

Bahan

: Carbon stainless steel

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi
Temperatur

= 100 oC

Tekanan

= 6 atm

Laju alir masssa (F)

= 3.064,52827 kg/jam = 1,87668 lbm/s

Densitas campuran ()

= 14,65299 kg/m3

= 0,91475 lbm/ft3

Viskositas campuran ()

= 0,04501 cP

= 0,00003 lbm/ft3.s

Laju alir volumetrik (Q)

= 607,95 kPa

1,87668
= 2,05157 ft 3 /s
0,91475

Laju alir volume pompa sentrifugal berkisar dari 6,67 10-5 sampai 6,3 m3/s
dan viskositasnya kurang dari 0,05 Pa.s (Geankoplis, 1997). Maka dengan nilai Q
dan campuran di atas dapat menggunakan pompa sentrifugal.
Perencanaan pompa :
Diameter optimum (De)

= 3,9 (Q 0,45) ( 0,13)


= 3,9 (2,05157 0,45) (0,91475 0,13)
= 5,32688 in

Dari hasil perhitungan diameter optimum maka diambil pipa dengan spesifikasi :
- Ukuran nominal pipa

= 6 in

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

- Schedule pipa

= 40

- Inside Diameter (D)

= 6,065 in = 0,50540 ft

- Outside Diameter

= 6,625 in = 0,55206 ft

- Luas penampang pipa (A)

= 28,9 in2 = 0,20068 ft2

Laju linear fluida rata-rata (v)


v

Q
A

5,32688
= 10,22318 ft/s
0,20068

Bilangan Reynold (NRe)


NRe

vDe

0,91475 10,22318 0,50540


= 156.255,91299
0,00003

Dari bilangan Reynold yang dihitung didapatkan bahwa aliran pada pompa
adalah aliran turbulen.
Dari gambar 2.3-10 Geankoplis didapatkan nilai : 4,6 10-5, sehingga nilai

4,6 10 5
= 0,00009
0,50540

Didapatkan nilai f faktor fanning : 0,004

Friction Loss
1. Contraction Loss pada Keluaran Tangki
A v2
hc = 0,55 1 2
.............................................. (Geankoplis, 1997)
A1 2.. g c

= 0,55 (1 0)

10,22318 2
= 0,89330 ft.lbf/lbm
2 (1) (32,174)

2. Friction pada Pipa Lurus


Panjang pipa lurus = 20 ft
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Ff = 4f

L v 2
D 2 gc

= 4 0,004

20 10,22318 2
= 1,54257 ft.lbf/lbm
0,50540 2 32,174

3. Friction pada 2 buah Elbow 90 o


2
hf = n.kf v
2 gc

.................................................................. (Geankoplis, 1997)

10,22318 2
= 2 0,75
2 32,174

= 2,43629 ft.lbf/lbm

4. Friction pada 1 buah Check Valve


hf = n.kf

v 2 ................................................................ (Geankoplis, 1997)


2 gc

= 1 0,17

10,22318 2
= 3,24838 ft lbf/lbm
2 32,174

5. Expansion Loss pada Tank Entrance

A
hex = 1 1
A2
= (1 0)

v2

.................................................... (Geankoplis, 1997)


2.. g c
10,22318 2
= 1,62419 ft.lbf/lbm
2 1 32,174

Jumlah friction loss (f) = 0,89330 + 1,54257 + 2,43629 + 3,24838 + 1,62419


= 9,74474 ft lbf/lbm
Ws =

P P
1
2
2
(v 2 v1 ) + g(z 2 z1 ) + 2 1 + f ...................... (Geankoplis, 1997)
2

Dimana:
Diameter pipa konstan, v1 = v2
Selisih tinggi pipa, z1 z 2 = 20 ft
Tekanan konstan, p2 = p1
Sehingga,
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Ws =

1
(0) + 32,174 (10) + 0 + f
2 1

Ws =

32,174 ft/s 2
1
(0) +
(20 ft) + 0 + 9,74474 ft.lbf/lbm
2
32,174 ft.lbm/lbf.s 2

= 29,74474 ft.lbf/lbm
Energi pompa, Wp :
Ws = -.Wp ...................................................................... (Geankoplis, 1997)
Bila efisiensi pompa 60 %, maka :

29,74474
0,6

Wp =
P

= m Wp

= 49,57456 ft.lbf/lbm
................................................................ (Geankoplis, 1997)

= 1,87668 lbm/s 49,57456 ft.lbf/lbm


= 93,03574 ft.lbf/s

= 0,16916 hp

Maka daya motor yang digunakan adalah hp.

LC.15 Cooler III (E-104)


Fungsi

: Menurunkan temperatur campuran gas dan cair sebelum dikembalikan


ke reaktor dan dimasukkan ke dalam tangki penyimpanan

Jenis

: Double Pipe Heat Exchanger (DPHE)

Dipakai

: Pipa 2 1 in IPS, 15 ft hairpin

Jumlah

: 1 unit

Fluida Panas
Laju alir fluida masuk

= 15,51562 kg/jam

= 34,20627 lbm/jam

Temperatur awal (T1)

= 50,52 oC

= 122,936 oF

Temperatur akhir (T2)

= 42 oC

= 107,6 oF

Laju alir fluida masuk

= 4,80265 kg/jam

= 10,58809 lbm/jam

Temperatur awal (t1)

= 28 oC

= 82,4 oF

Temperatur akhir (t2)

= 40 oC

= 104 oF

Panas yang diserap (Q)

= 240,19570 kJ/jam

= 227,66070 Btu/jam

Fluida Dingin

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

1. Beda Suhu ( t )
Fluida Panas

Fluida Dingin

Selisih

T1 = 122,936 oF

Temperatur lebih tinggi

t2 = 104 oF

t 2 = 18,936 oF

T2 = 107,6 oF

Temperatur lebih rendah

t1 = 82,4 oF

t 1 = 25,2 oF

T1 T2 = 15,336 oF

Selisih

t2 t1 = 21,6 oF

t 2 t 1 = -6,264 oF

LMTD

t 2 t 1
t
2,3 log 2
t 1

6,264
o
= 21,94366 F
18,936
2,3 log

125,2

2. Temperatur Kalorik (Tc dan tc)


Tc =

T1 + T2 122,936 + 107,6
=
=115,268 o F
2
2

tc =

t 1 + t 2 82,4 + 104
=
= 93,2 o F
2
2

Fluida Dingin (Anulus ; air)


3. Flow Area
Untuk pipa dengan ukuran 2 in IPS dengan schedule 40 diperoleh :
OD = D1 =
ID = D2

1,66
in = 0,13833 ft
12

2,067
in = 0,17225 ft ..............................................(Tabel 11, Kern)
12

(D 2 D1 ) 3,14 (0,17225 2 0,13833 2 )


aa =
=
= 0,00827 ft 2
4
4
2

Da

(D
=

D1
D1

2
2

) = (0,17225

0,13833 2 )
= 0,07615 ft
0,13833
2

4. Kecepatan Massa

Ga =

W 10,58809
=
= 1.280,43194 lb/jam ft 2
aa
0,00827

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

5. Bilangan Reynold
Pada tc = 93,2 oF, = 0,77 cP ......................................... (Gambar 14, Kern)
= 0,77 cP 2,42 = 1,86340 lb/ft.jam

Rea =

D a G a 0,07615 1.280,43194
=
= 52,32568

1,86340

6. Dari bilangan Reynold = 52,32568 diperoleh JH = 2,2

........ (Gambar 24, Kern)

7. Kapasitas Panas
Pada tc = 93,2 oF, diperoleh c = 0,99 Btu/lbm.oF ....................... (Gambar 2, Kern)
k = 0,36 Btu/jam.ft2.(oF/ft) ................................................... (Tabel 4, Kern)

0,99 1,86340
=

0,36

= 1,72404

8. Koefisien Koreksi, ho

k c
ho = JH

Da k
= 2,2

0,14

.............................................. (Pers. 6.15 b, Kern)

0,99
1,72404 1
0,07615

= 7,92706 Btu/jam.ft2.oF
Fluida Panas (Inner pipe ; gas)
3. Flow Area
Untuk pipa dengan ukuran 1 in IPS dengan schedule 40 diperoleh :
OD =

1,66
in = 0,13833 ft
12

ID =

1,380
in = 0,115 ft ..............................................................(Tabel 11, Kern)
12

D = ID = 0,115 ft

ap =

(D 2 ) 3,14 (0,115 2 )
2
=
= 0,01038 ft
4
4

4. Kecepatan Massa

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Gp =

W 34,20627
=
= 3.294,88549 lb/jam ft 2
ap
0,01038

5. Bilangan Reynold
Viskositas campuran gas ( ) = 0,03277 cP
= 0,03277 cP 2,42 = 0,07930 lb/ft.jam

D Gp

Rep =

0,115 3.294,88549
= 4.778,00235
0,07930

6. Dari bilangan Reynold = 4.778,00235 diperoleh JH = 16 ...... (Gambar 24, Kern)


7. Kapasitas Panas
c = 3,62731 Btu/lbm.OF
(3,52 + 1,32 c)
BM

k =

=
c

(3,52 + 1,32 3,62731) 0,07930


= 0,00950 Btu/jam.ft2.(oF/ft)
69,3845

3,62731 0,07930
=

0,00950

= 3,11733

8. Koefisien Koreksi, hi

k c
hi = JH

D k
= 16

0,14

............................................... (Pers. 6.15 a, Kern)

0,00950
3,11733 1 = 4,11844 Btu/jam.ft2.oF
0,115

9. Koreksi hi
hio =

h i ID 4,11844 0,115
=
= 3,42377 Btu/jam.ft2.oF
OD
0,13833

10. Clean Overall Coefficient, Uc


Uc =

h io h o 3,42377 7,92706
=
= 2,39105 Btu/jam.ft2.oF
h io + h o 3,42377 + 7,92706

11. Design Overall Coefficient, UD


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

1
1
1
=
+ Ro =
+ 0,002 = 0,42023 Btu/jam.ft2.oF
UD Uc
2,39105
UD = 2,37967 Btu/jam.ft2.oF
12. Luas Permukaan

A=

Q
227,6607018
=
= 4,35975 ft2
U D LMTD 2,37967 21,94366

Untuk pipa 2 in diperoleh A = 0,435 ft2/ft ... (Tabel 11, Kern)


Panjang pipa yang dibutuhkan

A 4,35975
=
= 10,02243 ft2
'
0,435
A

Hairpin yang dipakai 12 ft

10,02243
= 0,41760
2 12

Maka A sebenarnya

= 1 2 12 A
= 24 0,435
= 10,44000 ft2

Berarti diperlukan 1 pipa hairpin ukuran 12 ft

13. Koreksi UD

UD =

Q
227,6607018
=
= 0,99375 Btu/jam.ft2.oF
A LMTD 10,44000 21,94366

14. Faktor Pengotor, RD


RD =

U c U D 2,39105 0,99375
=
= 0,58806
U c U D 2,39105 0,99375

RD ketentuan

= 0,002

RD yang diperoleh

= 0,58806

Sesuai dengan ketentuan.

Pressurre Drop
Fluida Dingin (Anulus; air)
1. Da = (D2 D1)
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= (0,17225 0,13833)
= 0,03392 ft
Rea =

D a 'G a 0,03392 1.280,43194


=
= 23,30578

1,86340

f = 0,0035 +

0,264

(DG/ )

0,42

= 0,0035 +

0,264
= 0,07385
(23,30578) 0,42

= 1 62,5 = 62,5
2

2. Fa =

4fG a L
2g 2 D a

3.

V=

4 (0,07385) (1.280,43194) 2 24

2 4,18 10 8 (62,5) (0,03392)


2

= 0,00010 ft

Ga
1.280,43194
=
= 0,00569 fps
3.600 (3.600)(62,5)

V2
0,00569 2
= 12
F1 = 1
2g
2 32,2
(Fa + F1 )
P a =
144

= 5,02877 10-7 ft

(0,00010 + 5,02877 10 -7 ) 62,5


144

= 4,57671 10-5 psi


P yang diperbolehkan < 10 psi

Fluida Dingin (Inner pipe ; gas)


1. Untuk Re = 4.778,00235
f = 0,0035 +
s=1

2. Fp =

0,264

(DG/ )

0,42

= 0,0035 +

0,264

(4.778,00235)0,42

= 0,01102

; = 793,1196 62,5 = 49.569,97500


4fG 2 L
2g 2 D

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

4 (0,01102) (3294,88549) 2 24

3. P a =

2 4,18 10

)(49.569,97500) (0,115)
2

= 4,86253 10-11 ft

Fp

144

4,86253 10 -11 49.569,97500


144

= 1,67386 10-8 psi


P yang diperbolehkan < 5 psi
LC.16 Separator Katalis (V-103)
Fungsi

: Memisahkan katalis dari produk yang dihasilkan

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA 212 Grade B

Jenis

: Hydrosiclone

Jenis sambungan

: Double welded butt join

Jumlah

: 1unit

Kondisi Operasi
Tekanan

= 1 atm

Temperatur

= 323,65 K

Faktor kelonggaran

= 20 %

= 50,5 oC

a. Gas yang akan dipisah (Nt)


Jumlah partikel yang akan dipisahkan

= 99,80 %

Dari persentasi yang akan dipisahkan diperoleh Dp/Dpc = 9 .....(Walas, 1988)


Kecepatan putaran siklon

[
= [1,1079 0,00077 50 + 1,924(10

= 50 ft/s = 15,24 m/s

N t = 0,1079 0,00077 V + 1,924(10 6 ) V 2 V ............................. (Walas, 1988)


6

) (50 2 ) 50

= 3,71050 m3/s

b. Diameter Siklon
Ukuran partikel katalis

= 34,3 nm

Densitas katalis

= 12,41 gr/l

= 12.410 gr/m3

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Densitas campuran

= 1.007 gr/m3

Viskositas

= 0,30731 cP = 0,64185 10 5

Diameter partikel kritikal (Dpc)

Ukuran partikel
9

34,3
= 3,81111 nm
9

4 D pc v ( katalis campuran )
2

Diameter (Dp)

4 3,811112 15,24 (12.410 1.007)


9 0,64185 10 5

= 5,48811 1011 nm = 0,54881 m


c. Tinggi Siklon
Perbandingan diameter dan tinggi siklon katalis adalah = 1 : 2
Maka, tinggi siklon (ts)

= 2 0,54881
= 1,09762 m

Tinggi kerucut = tinggi shell

= 1,09762 m

Tinggi siklon keseluruhan

= 1,09762 +1,09762
= 2,19524 m

d. Daya yang Dihasilkan


w

10 13,10 (5,48811 1011 ) 0,5 1


(34,3) 0,5

........................... (Perry, 1999)

= -23,57997 kWh/ton
waktual =
=

wF
1.000
23,57997 3.064,52827
1.000

= - 72,2618 kWh

= 53,88565 hp

C.17 Heater (E-105)


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Fungsi

: Menaikkan temperatur cairan

sebelum dimasukkan ke dalam

kolom destilasi
Jenis

: Double Pipe Heat Exchanger (DPHE)

Dipakai

: Pipa 2 1 in IPS, 12 ft hairpin

Jumlah

: 1 unit

Fluida Panas
Laju alir fluida masuk

= 1.721,49504 kg/jam
o

= 3.795,26674 lbm/jam

Temperatur awal (T1)

= 100 C

= 212 oF

Temperatur akhir (T2)

= 100 oC

= 212 oF

Panas yang diserap (Q)

= 215.655,09254 kJ/jam

= 204.400,7853 Btu/jam

Laju alir fluida masuk

= 3.061,58316 kg/jam

= 6.749,67076 lbm/jam

Temperatur awal (t1)

= 50,52 oC

= 122,936 oF,

Temperatur akhir (t2)

= 76,82 oC

= 170,33 oF

Fluida Dingin

1. Beda Suhu ( t )
Fluida Panas

Fluida Dingin

Selisih

T1 = 212 oF

Temperatur lebih tinggi

t2 = 170,33 oF

t 2 = 41,67 oF

T2 = 212 oF

Temperatur lebih rendah

t1 = 122,936 oF

t 1 = 89,064 oF

T1 T2 = 0 oF

Selisih

t2 t1 = 47,394 oF

t 2 t 1 = -47,394 oF

LMTD

t 2 t 1
t
2,3 log 2
t 1

47,394
= 62,46565 o F
41,67
2,3 log

89,064

2. Temperatur Kalorik (Tc dan tc)


Tc =

T1 + T2 212 + 212
=
= 212 o F
2
2

tc =

t 1 + t 2 122,936 + 170,33
=
= 146,633 o F
2
2

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Fluida Panas (Anulus; steam)


3. Flow Area
Untuk pipa dengan ukuran 2 in IPS dengan schedule 40 diperoleh :
OD = D1 =
ID = D2

1,66
in = 0,13833 ft
12
2,067
in = 0,17225 ft ............................................ (Tabel 11, Kern)
12

(D 2 D1 ) 3,14 (0,17225 2 0,13833 2 )


=
= 0,00827 ft 2
4
4
2

aa =
Da

(D
=

D1
D1

2
2

) = (0,17225

0,13833 2 )
= 0,07615 ft
0,13833
2

4. Kecepatan Massa

Ga =

W 3.795,26674
=
= 458.966,87012 lb/jam ft 2
aa
0,00827

5. Bilangan Reynold
Viskositas steam pada suhu 212 oF ( ) = 0,24000 cP
= 0,24000 cP 2,42 = 0,58080 lb/ft.jam

Rea =

D a G a 0,07615 458.966,87012
=
= 60.175,42939

0,58080

6. Dari bilangan Reynold = 60.175,42939 diperoleh JH = 190 ... (Gambar 24, Kern)

7. Kapasitas Panas
Pada suhu 212 oF diperoleh c = 1,15 Btu/lbm.oF .................... (Gambar 2, Kern)
k = 0,415 Btu/jam.ft2.(oF/ft) ...................................................... (Tabel 4, Kern)

1,15 0,58080
=

0,415

= 1,17190

8. Koefisien Koreksi, ho

k c
ho = JH

Da k

0,14

................................................ (Pers. 6.15 b, Kern)

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= 190

0,415
1,17190 1
0,07615

= 536,45659 Btu/jam.ft2.oF
Fluida Dingin (Inner pipe ; campuran cairan)
3. Flow Area
Untuk pipa dengan ukuran 1 in IPS dengan schedule 40 diperoleh :
OD =

1,66
in = 0,13833 ft
12

ID =

1,380
in = 0,115 ft ............................................................. (Tabel 11, Kern)
12

D = ID = 0,115 ft

(D 2 ) 3,14 (0,115 2 )
2
ap =
=
= 0,01038 ft
4
4
4. Kecepatan Massa

Gp =

W 6.749,67076
=
= 650.155,51610 lb/jam ft 2
ap
0,01038

5. Bilangan Reynold
Viskositas ( ) = 0,36531 cP
= 0,36531 cP 2,42 = 0,88405 lb/ft.jam

Re =

D Gp

0,115 650.155,51610
= 84.575,17466
0,88405

6. Dari bilangan Reynold = 84.575,17466 diperoleh JH = 230 .... (Gambar 24, Kern)
7. Kapasitas Panas
c = 0,75999 Btu/lbm.oF
k = 0,05749 Btu/jam.ft2.(oF/ft)

0,75999 0,88405
=

0,05749

= 2,26930

8. Koefisien Koreksi, hi
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

k c
hi = JH

Da k

0,14

................................................ (Pers. 6.15 a, Kern)

0,05749
2,26930 1
0,115

= 230

= 260,92812 Btu/jam.ft2.oF
9. Koreksi hi

h i ID 260,92812 0,115
=
= 216,91614 Btu/jam.ft2.oF
OD
0,13833
10. . Clean Overall Coefficient, Uc
hio =

Uc =

h io h o 216,91614 536,45659
=
= 154,46019 Btu/jam.ft2.oF
h io + h o 216,91614 + 536,45659

11. Design Overall Coefficient ,UD

1
1
1
=
+ Ro =
+ 0,002 = 0,00847 Btu/jam.ft2.oF
UD Uc
154,46019
UD = 118,00579 Btu/jam.ft2.oF
12. Luas Permukaan

A=

Q
204.400,78530
=
= 27,72924 ft2
U D LMTD 118,00579 62,46565

Untuk pipa 1 in diperoleh A = 0,435 ft2/ft ... (Tabel 11, Kern)


Panjang pipa yang dibutuhkan =

A 27,72924
=
0,435
A'

Hairpin yang dipakai 12 ft

63,74538
= 2,65606
2 12

Maka A sebenarnya

= 3 2 12 A

= 63,74538 ft2

= 31,32000 ft2
Berarti diperlukan 2 pipa hairpin ukuran 12 ft

13. Koreksi UD

UD =

Q
204.400,78530
=
= 104,47672 Btu/jam.ft2.oF
A LMTD 31,32000 62,46565

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

14. Faktor Pengotor

U c U D 154,46019 104,47672
=
= 0,00310
U c U D 154,46019 104,47672

RD =

RD ketentuan

= 0,002

RD yang diperoleh

= 0,00310

Sesuai dengan ketentuan.

Pressurre Drop
Fluida Panas (Anulus; steam)
1. Da = (D2 D1)
= (0,17225 0,13833)
= 0,03392 ft
Rea =

D a 'G a 0,03392 458.966,87012


=
= 26.802,04260

0,24000

f = 0,0035 +

0,264

(DG/ )

0,42

= 0,0035 +

0,264
= 0,00715
(26.802,04260) 0,42

s = 1 ; = 1 62,5 = 62,5
2

2. Fa =

3.

V=

4fG a L
2g 2 D a
4 (0,00715) (458.966,87012) 2 72

2 4,18 10 8 (62,5) (0,03392 )


2

= 3,91396 ft

Ga
458.966,87012
=
= 2,03985 fps
3.600
(3.600)(62,5)

V2
2,03985 2
= 3
F1 = 3
2g
2 32,2
(Fa + F1 )
P a =
144
=

= 0,19384 ft

(3,91396 + 0,12922) 62,5


144

= 1,78290 psi
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

P yang diperbolehkan < 10 psi


Fluida Dingin (Inner pipe ; larutan)
1. Untuk Re = 84.575,17466

f = 0,0035 +

0,264

(DG/ )

0,42

= 0,0035 +

0,264

(84.575,17466)0,42

= 0,00575

= 47,59129 62,5 = 2.974,45552

2. Fp =

4fG 2 L
2g 2 D

4 (0,00575) (650.155,51610) 2 72

3. P a =

2 4,18 10 8 (2.974,45552) (0,115)


2

= 0,00082 ft

Fp
144

0,00082 2.974,45552
144

= 0,01700 psi
P yang diperbolehkan < 10 psi

LC.18 Pompa VI (J-106)


Fungsi

: Memompa bahan dari heater ke kolom destilasi

Bahan

: Carbon stainless steel

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi
Temperatur

= 76,82 oC

Tekanan

= 1 atm

Laju alir masssa (F)

= 3.061,58316 kg/jam = 1,87488 lbm/s

Densitas campuran ()

= 810,22164 kg/m3

= 50,58037 lbm/ft3

Viskositas campuran ()

= 0,36531 cP

= 0,00025 lbm/ft3.s

Laju alir volumetrik (Q)

1,87488
= 0,03707 ft 3 /s
50,58037

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Laju alir volume pompa sentrifugal berkisar dari 6,67 10-5 sampai 6,3 m3/s
dan viskositasnya kurang dari 0,05 Pa.s (Geankoplis, 1997). Maka dengan nilai Q
dan campuran di atas dapat menggunakan pompa sentrifugal.
Perencanaan pompa :
Diameter optimum (De)

= 3,9 (Q 0,45) ( 0,13)


= 3,9 (0,03707 0,45) (50,58037 0,13)
= 1,47444 in

Dari hasil perhitungan diameter optimum maka diambil pipa dengan spesifikasi :
- Ukuran nominal pipa

= 1 in

- Schedule pipa

= 40

- Inside Diameter (D)

= 2,649 in = 0,20574 ft

- Outside Diameter

= 1,9 in

- Luas penampang pipa (A)

= 0,15833 ft
2

= 2,04 in

= 0,01417 ft2

Laju linear fluida rata-rata (v)


v

Q
A

0,03707
= 2,61673 ft/s
0,01417

Bilangan Reynold (NRe)


NRe

vD

50,58037 2,61673 0,20574


= 110.931,83490
0,00025
Dari bilangan Reynold yang dihitung didapatkan bahwa aliran pada pompa
=

adalah aliran turbulen.


Dari gambar 2.3-10 Geankoplis didapatkan nilai : 4,6 10-5, sehingga nilai

4,6 10 5
=
= 0,00022
0,20574

Didapatkan nilai faktor fanning ( f ) : 0,004

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Friction Loss
1. Contraction Loss pada Keluaran Tangki
A v2
hc = 0,55 1 2
.............................................. (Geankoplis, 1997)
A1 2.. g c

2,61673 2
= 0,05853 ft.lbf/lbm
= 0,55 (1 0)
2 (1) (32,174)

2. Friction pada Pipa Lurus


Panjang pipa lurus = 30 ft
Ff = 4f

L v 2
D 2 gc

= 4 0,004

30 2,61673 2
= 0,24826 ft.lbf/lbm
0,66508 2 32,174

3. Friction pada 3 buah Elbow 90 o


2
hf = n.kf v
2 gc

.................................................................. (Geankoplis, 1997)

2,61673 2
= 3 0,75
= 0,23942 ft.lbf/lbm
2 32,174
4. Friction pada 1 buah Check Valve
hf = n.kf

v 2 ................................................................. (Geankoplis, 1997)


2 gc

2,61673 2
= 1 2
= 0,21282 ft lbf/lbm
2 32,174
5. Expansion Loss pada Tank Entrance

A
hex = 1 1
A2
= (1 0)

v2

.................................................... (Geankoplis, 1997)


2.. g c
2,61673 2
= 0,10641 ft.lbf/lbm
2 1 32,174

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Jumlah friction loss (f) = 0,05853 + 0,24826 + 0,23942 + 0,21282 + 0,10641


= 0,86543 ft lbf/lbm
P P
1
2
2
(v 2 v1 ) + g(z 2 z1 ) + 2 1 + f ...................... (Geankoplis, 1997)
2

Ws =

Dimana:
Diameter pipa konstan, v1 = v2
Selisih tinggi pipa, z1 z 2 =10 ft
Tekanan konstan, p2 = p1
Sehingga,
Ws =

1
(0) + 32,174 (10) + 0 + f
2 1

Ws =

32,174 ft/s 2
1
(0) +
(10 ft) + 0 + 0,86543 ft.lbf/lbm
2
32,174 ft.lbm/lbf.s 2

= 10,86543 ft.lbf/lbm

Energi pompa, Wp :
Ws = -.Wp ...................................................................... (Geankoplis, 1997)
Bila efisiensi pompa 60 %, maka :
Wp =
P

10,86543
= 18,10906 ft.lbf/lbm
0,6

= m Wp

................................................................ (Geankoplis, 1997)

= 1,87488 lbm/s 18,10906 ft.lbf/lbm


= 33,95230 ft.lbf/s

= 0,06173 hp

Maka daya motor yang digunakan adalah 1/12 hp.

LC. 19 Kolom Destilasi (V-104)


Fungsi

: Memisahkan campuran n- dengan i-butiraldehid

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-283 Grade C

Bentuk

: Silinder vertikal dengan alas dan tutup elipsoidal

Jenis

: Sieve tray

Jenis sambungan

: Double welded butt join

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi
Tekanan

= 132 kpa

= 1,30274 atm

Temperatur

= 350 K

= 76,85 oC

Laju alir massa

= 3.061,583162 kg/jam

Kebutuhan perancangan

= 1 jam

Faktor kelonggaran

= 20 %

a. Jumlah Tray Kolom Destilasi


Jumlah tahapan minimum (Nm)

log [(x LD /x HD )(x HW / x LW )]


log ( av )

Dimana : xLD = fraksi komponen titik didih rendah pada destilat


xHD = fraksi komponen titik didih tinggi pada destilat
xHW = fraksi komponen titik didih rendah pada produk bawah
xLW = fraksi komponen titik didih tinggi pada produk bawah
Jumlah tahapan minimum (Nm) =
=

log [(x LD /x HD )(x HW / x LW )]


.... (Geankoplis, 1997)
log ( av )
log [(0,98/0,019)(0,95/0,05)
log 2,04895

= 9,60168
Jumlah tahapan 9,60168 10
Tray umpan minimum

log [(x LD /x HD )(x HF / x LF )]


log ( av )

log [(0,98/0,019)(0.08660/0.04735)
log 2,04895

...(Treybal, 1980)

= 6,33870 7
Perbandingan tray umpan dengan tray keseluruhan =

6,33870
9,60168

= 0,66017 66 %

66 % artinya 66 % jumlah keseluruhan tray berada pada di atas tray umpan.

Jumlah tahapan teoritis


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

R R min
R +1

0,14029 0,09353
= 0,04101
0,14029 + 1

Dari gambar 8.4 Choply didapatkan nilai

N N min
= 0,6 sehingga
N +1

Jumlah tahapan teoritisnya (N)

= 25,50419

26 tahapan

Tray umpan

= 0,34 26

= 8,84 9.

Tray umpan berada pada tray ke 9 dari bawah.


Jarak antar tray ditetapkan

= 0,3 m

Berat molekul rata-rata komponen pada destilasi = 67,4252 kmol/kg


Densitas uap (v)

= 3,05839 kg/m3

= 0,191 lb/ft3

Densitas cairan (l)

= 830,1325 kg/m3

= 51,82 lb/ft3

b. Diameter Kolom Destilasi


0,5

3.103,31733 kg/jam 0,191 lb/ft 3


L V

=
V L
302,56452 kg/jam 51,82 lb/ft 3

0,5

= 0,62270

Dari gambar 11.5-3 Geankoplis untuk jarak antar tray 0,3 m didapatkan nilai
Kv

= 0,15 ft/s.

Surface tention ()

= 70

Kecepatan masuk (vmax)


= Kv
20

..(Geankoplis. 1997)
0,2

L V
V

70
= 0,15 ft/s
20

0,2

..(Geankoplis, 1997)

51,82 - 0,191 lb/ft 3


51,82 lb/ft 3

= 3,16836 ft/s
Kecepatan design (vdesign)

= 3,16836 (0,91)(0,95)(0,8) = 2,19124 ft/s

Luas permukaan kolom

667,04407 lb/jam
1
1

3
3600 s/jam
0,191 lb/ft 2,19124 ft/s

= 0,44272 ft2 = 0,04123 m2


Luas permukaan (A)

D 2
=

Diameter (D)

= 0,22918 m = 9,02283 in

D=

4A

4 (0,04123 )
3,14

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Jari-jari (r)

=D
=

Tinggi kolom (Hs)

9,02283
= 4,51141 in
2

= Jarak tray jumlah tray

..(Geankoplis, 1997)

= 0,3 m 26 = 7,8 m
c. Tebal Tangki
P design

= 1,2 132 kPa

Tekanan yang dibolehkan

= 12.650 psi

Join effisiensi

= 0,8

Faktor korosi

= 0,125 in

Tebal tangki (t)

Pr
+ 0,125
SE 0,6 P

22,974 psi 4,51141


+ 0,125
12.650 psi (0,8) 0,6 (22,974 psi)

= 158,4 kPa

= 22,974 psi

= 0,13525 in
Tebal tangki yang digunakan 3/16 in (Brownel, 1959)
d. Diameter dan Tinggi Elipsoidal
Diameter elipsoidal = diameter tangki = 0,22918 m, sehingga
Tinggi elipsoidal (He)

Tinggi tangki keseluruhan

1
Diameter elipsoidal
4

0,22918
4

= 0,05729 m

= Hs + 2 (He)
= 7,8 + 2 (0,05729)

= 7,91459 m

e. Tebal Elipsoidal
Tebal elipsoidal tangki

Pr
+ 0,125
SE 0,6 P

22,974 psi 4,51141


+ 0,125
12.650 psi (0,8) 0,6 (22,974 psi)

= 0,13525 in
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tebal elipsoidal yang digunakan adalah 3/16 in . (Brownell, 1959)

Presurre Drop
Dapat dihitung dengan menggunakan persamaan dry tray losses and liquid losses.
= hd + hi

h tray

Data-data :
Hole diameter

= 0,25 in

Luas permukaan

(Choply, 2004)

(0,25 in) 2
4

= 0,04906 in2

Dari gambar 8.10 Choply didapatkan nilai FH = 9.


vH

= FH

0,5

9
(0,191 lb/ft 3 ) 0,5

= 20,59329 ft/s

Total luas permukaan lobang yang dibutuhkan :


A

667,04407 lb/jam
V
=
[ v (3600 s/h)(v H )]
[0,191 ft/m 3 (3600 s/h) (20,59329 ft/s)]

= 0,04710 ft2
hd

v
= 0,186 V H
L C

dimana ; V

(Choply, 2004)

= Densitas uap (kg/m3)

= Densitas liquid (kg/m3)

vH

= Kecepatan masuk hole (ft/s)

= Discharge coefficient

C didapatkan dari gambar 8.11 dengan luas permukaan 0,04710 ft2, nilai C 0,65.

hd

0,191 lb/ft 3
= 0,186
51,82 lb/ft 3

0,04710 ft 2

0,65

hliq

= (h w h ow )

.. (Choply, 2004)

= 0,6

.. (Choply, 2004)

0,04
L diameter lobang

= 6,28307 10-3 in of liquid

0,04 70
51,82 lb/ft 3 0,25 in

= 0,21613 in of liquid
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

hd + h = 6,28307 10-3 + 0,21613 in of liquid


= 0,22241 in of liquid
Dari gambar 8.12 Choply dengan hd + h = 0,22241 didapatkan hw + how =
1,5, sehingga
hliq

= 0,6 1,5

Pressure Drop

= ( 0,9 + 6,28307 10-3) in of liquid

= 0,9 in of liquid

= 0,90628 in of liquid

Dengan densitas cairan 51,82 lb/ft3 pressure drop dikonversikan menjadi :


51,82
= 0,90628

62,4

= 0,75262 in H2O

= 0,18747 kPa/tray

LC.20 Kondensor (E-106)


Fungsi

: Menurunkan temperatur cairan sebelum masuk ke akumulator

Jenis

: Double Pipe Heat Exchanger (DPHE)

Dipakai

: Pipa 2 1 in IPS, 12 ft hairpin

Jumlah

: 1 unit

Fluida Panas
Laju alir fluida masuk

= 307,41987 kg/jam

= 677,74834 lbm/jam

Temperatur awal (T1)

= 70 oC

= 158 oF

Temperatur akhir (T2)

= 63,3 oC

= 145,94 oF

Laju alir fluida masuk

= 2.488,35954 kg/jam

= 5.485,92240 lbm/jam

Temperatur awal (t1)

= 28 oC

= 82,4 oF

Temperatur akhir (t2)

= 40 oC

= 104 oF

Panas yang diserap (Q)

= 124.450,80240 kJ/jam

=117.956,13751 Btu/jam

Fluida Dingin

1. Beda Suhu ( t )
Fluida Panas

Fluida Dingin

Selisih

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

T1 = 158 oF

Temperatur lebih tinggi

t2 = 104 oF

t 2 = 54 oF

T2 = 145,94 oF

Temperatur lebih rendah

t1 = 82,4 oF

t 1 = 63,54 oF

t2 t1 = 21,6 oF

t 2 t 1 = - 9,54 oF

T1 T2 = 12,06 oF Selisih
=

LMTD

t 2 t 1
t
2,3 log 2
t 1

9,54
= 58,70663 o F
54
2,3 log

63,54

2. Temperatur Kalorik (Tc dan tc)


Tc =

T1 + T2 158 + 145,97
=
=151,97 o F
2
2

tc =

t1 + t 2 82,4 + 104
=
= 93,2 o F
2
2

Fluida Panas (Anulus ; n-Butiraldehid)


3. Flow Area
Untuk pipa dengan ukuran 2 in IPS dengan schedule 40 diperoleh :
OD = D1 =
=

ID = D2

1,66
in = 0,13833 ft
12
2,067
in = 0,17225 ft ............................................ (Tabel 11, Kern)
12

(D 2 D1 ) 3,14 (0,17225 2 0,13833 2 )


=
= 0,00827 ft 2
4
4
2

aa =

Da

(D
=

D1
D1

2
2

) = (0,17225

0,13833 2 )
= 0,07615 ft
0,13833
2

4. Kecepatan Massa

Ga =

W 677,74834
=
aa
0,00827

= 81,961,04680 lb/jam ft 2

5. Bilangan Reynold
Viskositas campuran gas ( ) = 0,50466 cP
= 0,50466 cP 2,42 = 1,22128 lb/ft.jam
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Rea =

D a G a 0,07615 81,961,04680
=
= 5.110,40281

0,93058

6. Dari bilangan Reynold = 5.110,40281 diperoleh JH = 18 ...... (Gambar 24, Kern)


7. Kapasitas Panas
c = 0,75999 Btu/lbm.oF
k = 0,07769 Btu/jam.ft2.(oF/ft)

0,75999 0,50466
=

0,07769

= 2,28600

8. Koefisien Koreksi, ho

k
ho = JH
Da
= 18

0,14

................................................ (Pers. 6.15 b, Kern)

0,04997
2,28600 1
0,07615

= 18,56018 Btu/jam.ft2.oF
Fluida Dingin (Inner pipe ; air)
3. Flow Area
Untuk pipa dengan ukuran 1 in IPS dengan schedule 40 diperoleh :
OD =

1,66
in = 0,13833 ft
12

ID =

1,380
in = 0,115 ft ............................................................. (Tabel 11, Kern)
12

D = ID = 0,115 ft

(D 2 ) 3,14 (0,115 2 )
2
ap =
=
= 0,01038 ft
4
4
4. Kecepatan Massa

Gp =

W 5.485,92240
=
= 528.426,17580 lb/jam ft 2
ap
0,01038

5. Bilangan Reynold
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Pada tc = 93,2 oF, = 0,77 cP .......................................... (Gambar 14, Kern)


= 0,77 cP 2,42 = 1,86340 lb/ft.jam

D Gp

Re =

0,115 528.426,17580
= 32.611,89772
1,86340

6. Dari bilangan Reynold = 32.611,89772 diperoleh JH = 110 .... (Gambar 24, Kern)
7. Kapasitas Panas
Pada tc = 93,2 oF, diperoleh c = 0,99 Btu/lbm.oF ....................... (Gambar 2, Kern)
k = 0,36 Btu/jam.ft2.(oF/ft) ................................................... (Tabel 4, Kern)

0,99 1,86340
=

0,36

= 1,72404

8. Koefisien Koreksi, hi

k c
hi = JH

Da k
= 110

0,14

................................................ (Pers. 6.15 a, Kern)

0,36
1,72404 1 = 593,66796 Btu/jam.ft2.oF
0,115

9. Koreksi hi
hio =

h i ID 593,66796 0,115
=
= 493,53119 Btu/jam.ft2.oF
OD
0,13833

10. Clean Overall Coefficient, Uc


Uc =

h io h o
493,53119 18,56018
=
= 17,88749 Btu/jam.ft2.oF
h io + h o 493,53119 + 18,56018

11. Design Overall Coefficient, UD

1
1
1
=
+ Ro =
+ 0,002 = 0,05790 Btu/jam.ft2.oF
UD Uc
17,88749
UD = 17,26967 Btu/jam.ft2.oF
12. Luas Permukaan

A=

Q
117.956,13750
=
= 116,34544 ft2
U D LMTD 17,26967 58,70663

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Untuk pipa 1 in diperoleh A = 0,435 ft2/ft ... (Tabel 11, Kern)


Panjang pipa yang dibutuhkan =

A 116,34544
=
0,435
A'

Hairpin yang dipakai 12 ft

267,46078
= 11,14420
2 12

Maka A sebenarnya

= 12 2 12 A

= 267,46078 ft2

= 125,28000 ft2
Berarti diperlukan 12 pipa hairpin ukuran 12 ft

13. Koreksi UD

UD =

Q
117.956,13750
=
= 16,03805 Btu/jam.ft2.oF
A LMTD 125,28000 58,70663

14. Faktor Pengotor, RD

RD =

U c U D 17,88749 - 16,03805
=
U c U D 17,88749 16,03805

RD ketentuan

= 0,002

RD yang diperoleh

= 0,00645

= 0,00645

Sesuai dengan ketentuan.

Pressurre Drop
Fluida Panas (Anulus; larutan)
3. Da = (D2 D1)
= (0,17225 0,13833)
= 0,03392 ft
Rea =

D a 'G a 0,03392 81,961,04680


=
= 2.276,16546

0,83006

f = 0,0035 +

0,264

(DG/ )

0,42

= 0,0035 +

0,264
= 0,01377
(2.276,16546) 0,42

= 794,25960 62,5 = 49.641,22500

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

4. Fa =

4fG a L
2g 2 D a

3.

V=

4 (0,01377) (81,961,04680) 2 288

2 4,18 10

)(49.641,22500) (0,03392)
2

= 1,52512 10-6 ft

Ga
81,961,04680
=
= 0,00046 fps
3.600 (3.600)(49.641,22500)

V2
F1 = 12
2g

P a =
=

0,00046 2
= 12

2 32,2

= 3,26617 10-9 ft

(Fa + F1 )
144
(1,52512 10 -6 + 3,26617 10 -9 ) 49.641,225 00
144

= 0,00053 psi
P yang diperbolehkan < 10 psi

Fluida Dingin (Inner pipe ; air)


1. Untuk Re = 32.611,89772

f = 0,0035 +

0,264
0,264
= 0,0035 +
= 0,00686
0,42
(DG/ )
(32.611,89772)0,42

; = 1 62,5 = 62,5

s=1

2. Fp =

3. P a =

4fG 2 L
2g 2 D
4 (0,00693) (528.426,17580) 2 288
= 5,87365 ft
2
2 4,18 10 8 (62,5) (0,115)

Fp
144

5,87365 62,5
144

= 2,54933 psi
P yang diperbolehkan < 10 psi
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

LC.21 Pompa VII (J-107)


Fungsi

: Memompa bahan dari kolom destilasi ke reboiler

Bahan

: Carbon stainless steel

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi
Temperatur

= 76,85 oC

Tekanan

= 1 atm

Laju alir masssa (F)

= 2.791,06858 kg/jam = 1,70922 lbm/s

Densitas campuran ()

= 811,87000 kg/m3

= 50,68327 lbm/ft3

Viskositas campuran ()

= 0,41202 cP

= 0,00028 lbm/ft3.s

Laju alir volumetrik (Q)

1,70922
= 0,03372 ft 3 /s
50,68327

Laju alir volume pompa sentrifugal berkisar dari 6,67 10-5 sampai 6,3 m3/s
dan viskositasnya kurang dari 0,05 Pa.s (Geankoplis, 1997). Maka dengan nilai Q
dan campuran di atas dapat menggunakan pompa sentrifugal.
Perencanaan pompa :
Diameter optimum (De)

= 3,9 (Q 0,45) ( 0,13)


= 3,9 (0,03372 0,45) (50,68327 0,13)
= 1,41341 in

Dari hasil perhitungan diameter optimum maka diambil pipa dengan spesifikasi :
- Ukuran nominal pipa

= 1 in

- Schedule pipa

= 40

- Inside Diameter (D)

= 1,61 in

= 0,13416 ft

- Outside Diameter

= 1,9 in

= 0,15833 ft

- Luas penampang pipa (A)

= 2,04 in

= 0,01417 ft2

Laju linear fluida rata-rata (v)


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Q
A

0,03372
= 2,38068 ft/s
0,01417

Bilangan Reynold (NRe)


NRe

vD

50,68327 2,38068 0,13416


0,00028

= 58.469,47345

Dari bilangan Reynold yang dihitung didapatkan bahwa aliran pada pompa
adalah aliran turbulen.
Dari gambar 2.3-10 Geankoplis didapatkan nilai : 4,6 10-5, sehingga nilai

4,6 10 5
=
= 0,00022
0,20574

Didapatkan nilai faktor fanning ( f ) : 0,005

Friction Loss
1. Contraction Loss pada Keluaran Tangki
A v2
hc = 0,55 1 2
.............................................. (Geankoplis, 1997)
A1 2.. g c

= 0,55 (1 0)

2,38068 2
= 0,04844 ft.lbf/lbm
2 (1) (32,174)

2. Friction pada Pipa Lurus


Panjang pipa lurus = 10 ft
L v 2
Ff = 4f
D 2 gc
= 4 0,005

10 2,38068 2
= 0,39390 ft.lbf/lbm
0,13416 2 32,174

3. Friction pada 2 buah Elbow 90 o


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

2
hf = n.kf v
2 gc

= 2 0,75

.................................................................. (Geankoplis, 1997)

2,38068 2
= 0,13212 ft.lbf/lbm
2 32,174

4. Friction pada 1 buah Check Valve


hf = n.kf

v 2 ................................................................. (Geankoplis, 1997)


2 gc

= 1 2

2,38068 2
= 0,17616 ft lbf/lbm
2 32,174

5. Expansion Loss pada Tank Entrance

A
hex = 1 1
A2
= (1 0)

v2

.................................................... (Geankoplis, 1997)


2..
g
c

2,38068 2
= 0,08808 ft.lbf/lbm
2 1 32,174

Jumlah friction loss (f) = 0,04844 + 0,39390 + 0,13212 + 0,17616 + 0,08808


= 0,83869 ft lbf/lbm
Ws =

P P
1
2
2
(v 2 v1 ) + g(z 2 z1 ) + 2 1 + f ...................... (Geankoplis, 1997)
2

Dimana:
Diameter pipa konstan, v1 = v2
Selisih tinggi pipa, z1 z 2 =10 ft
Tekanan konstan, p2 = p1
Sehingga,
Ws =

1
(0) + 32,174 (10) + 0 + f
2 1

Ws =

32,174 ft/s 2
1
(0) +
(10 ft) + 0 + 0,83869 ft.lbf/lbm
2
32,174 ft.lbm/lbf.s 2

= 10,83869 ft.lbf/lbm

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Energi pompa, Wp :
Ws = -.Wp ...................................................................... (Geankoplis, 1997)
Bila efisiensi pompa 60 %, maka :
Wp =
P

10,83869
= 18,06449 ft.lbf/lbm
0,6

= m Wp

................................................................ (Geankoplis, 1997)

= 1,70922 lbm/s 18,06449 ft.lbf/lbm


= 30,87618 ft.lbf/s

= 0,05614 hp

Maka daya motor yang digunakan adalah 1/12 hp.

LC.22 Reboiler (E-107)


Fungsi

: Menaikkan temperatur cairan

sebelum dimasukkan ke dalam

kolom destilasi
Jenis

: Double Pipe Heat Exchanger (DPHE)

Dipakai

: Pipa 2 1 in IPS, 20 ft hairpin

Jumlah

: 1 unit

Fluida Panas
Laju alir fluida masuk

= 93,95865 kg/jam

= 207,14445 lbm/jam

Temperatur awal (T1)

= 100 oC

= 212 oF

Temperatur akhir (T2)

= 100 oC

= 212 oF

Panas yang diberi (Q)

= 212.055,27400 kJ/jam

=200.988,82907 Btu/jam

Laju alir fluida masuk

= 3.103,31733 kg/jam

= 6.841,67934 lbm/jam

Temperatur awal (t1)

= 70 oC

= 176 oF

Temperatur akhir (t2)

= 76,85 oC

= 170,33 oF

Fluida Dingin

1. Beda Suhu ( t )
Fluida Panas
T1 = 212 oF

Fluida Dingin
Temperatur lebih tinggi

t2 = 170,33 oF

Selisih
t 2 = 36 oF

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

T2 = 212 oF

Temperatur lebih rendah

t1 = 176 oF

t 1 = 41,67 oF

T1 T2 = 0 oF

Selisih

t2 t1 = 5,67 oF

t 2 t 1 = -5,67 oF

LMTD

t 2 t 1
t
2,3 log 2
t 1

5,67
= 38,80949 o F
36
2,3 log

41,67

2. Temperatur Kalorik (Tc dan tc)


Tc =

T1 + T2 212 + 212
=
= 212 o F
2
2

tc =

t 1 + t 2 170,33 + 176
=
= 173,165 o F
2
2

Fluida Panas (Anulus ; steam)


3. Flow Area
Untuk pipa dengan ukuran 2 in IPS dengan schedule 40 diperoleh :
OD = D1 =
ID = D2

1,66
in = 0,13833 ft
12
2,067
in = 0,17225 ft ............................................ (Tabel 11, Kern)
12

(D 2 D1 ) 3,14 (0,17225 2 0,13833 2 )


aa =
=
= 0,00827 ft 2
4
4
2

Da

(D
=

D1
D1

2
2

) = (0,17225

0,13833 2 )
= 0,07615 ft
0,13833
2

4. Kecepatan massa

Ga =

W 207,14445
=
= 25.050,26533 lb/jam ft 2
aa
0,00827

5. Bilangan Reynold
Viskositas steam pada suhu 212 oF ( ) = 0,24000 cP
= 0,24000 cP 2,42 = 0,58080 lb/ft.jam

Rea =

D a G a 0,07615 25.050,26533
=
= 3.284,35574

0,58080

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

6. Dari bilangan Reynold = 3.284,35574 diperoleh JH = 12 ...... (Gambar 24, Kern)


7. Kapasitas Panas
Pada suhu 212 oF diperoleh c = 1,15 Btu/lbm.oF .................... (Gambar 2, Kern)
k = 0,415 Btu/jam.ft2.(oF/ft) ...................................................... (Tabel 4, Kern)

1,15 0,58080
=

0,415

= 1,17190

8. Koefisien Koreksi, ho

k c
ho = JH

Da k
= 12

0,14

........................................ (Pers. 6.15 b, Kern)

0,415
1,17190 1
0,07615

= 33,88147 Btu/jam.ft2.oF
Fluida Dingin (Inner pipe ; n-Butiraldehid)
3. Flow Area
Untuk pipa dengan ukuran 1 in IPS dengan schedule 40 diperoleh :
OD =

1,66
in = 0,13833 ft
12

ID =

1,380
in = 0,115 ft ............................................................. (Tabel 11, Kern)
12

D = ID = 0,115 ft

ap =

(D 2 ) 3,14 (0,115 2 )
2
=
= 0,01038 ft
4
4

4. Kecepatan Massa
Gp =

W 6.841,67934
=
= 659.018,1533 lb/jam ft 2
ap
0,01038

5. Bilangan Reynold
Viskositas ( ) = 0,41202 cP
= 0,41202 cP 2,42 = 0,99708 lb/ft.jam
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

D Gp

Re =

0,115 659.018,1533
= 76.009,30869
0,99708

6. Dari bilangan Reynold = 76.009,30869 diperoleh JH = 220 .... (Gambar 24, Kern)
7. Kapasitas Panas
c = 0,66500 Btu/lbm.oF
k = 0,06134 Btu/jam.ft2.(oF/ft)

0,66500 0,99708
=

0,06134

= 2,21108

8. Koefisien Koreksi, hi

k c
hi = JH

Da k
= 220

0,14

................................................ (Pers. 6.15 a, Kern)

0,06134
2,21108 1
0,115

= 259,45722 Btu/jam.ft2.oF
9. Koreksi hi
hio =

h i ID 259,45722 0,115
=
= 215,69335 Btu/jam.ft2.oF
OD
0,13833

10. . Clean Overall Coefficient, Uc


Uc =

h io h o 215,69335 33,88147
=
= 29,28183 Btu/jam.ft2.oF
h io + h o 215,69335 + 33,88147

11. Design Overall Coefficien ,UD

1
1
1
=
+ Ro =
+ 0,002 = 0,03615 Btu/jam.ft2.oF
UD Uc
29,28183
UD = 27,66185 Btu/jam.ft2.oF
12. Luas Permukaan

A=

Q
200.988,82907
=
= 187,22023 ft2
U D LMTD 27,66185 38,80949

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Untuk pipa 1 in diperoleh A = 0,435 ft2/ft ... (Tabel 11, Kern)


Panjang pipa yang dibutuhkan =

A 187,22023
=
= 430,39134 ft2
'
0,435
A

Hairpin yang dipakai 20 ft

430,39134
= 10,75978
2 20

Maka A sebenarnya

= 11 2 20 A
= 191,40000 ft2

Berarti diperlukan 20 pipa hairpin ukuran 11 ft

13. Koreksi UD

UD =

Q
200.988,82907
=
= 27,05778 Btu/jam.ft2.oF
A LMTD 191,40000 38,80949

14. Faktor Pengotor, RD


RD =

U c U D 29,28183 27,05778
=
= 0,00281
U c U D 29,28183 27,05778

RD ketentuan

= 0,002

RD yang diperoleh

= 0,00281

Sesuai dengan ketentuan.


Pressurre Drop
Fluida Panas (Anulus; steam)
1. Da = (D2 D1)
= (0,17225 0,13833)
= 0,03392 ft
Rea =

D a 'G a 0,03392 25.050,26533


=
= 1.462,84693

0,24000

f = 0,0035 +

0,264

(DG/ )

0,42

= 0,0035 +

0,264
= 0,01587
(25.050,26533) 0,42

s = 1 ; = 1 62,5 = 62,5

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

2. Fa =

4fG a L
2g 2 D a

3.

V=

4 (0,01587) (25.050,26533) 2 440

2 4,18 10 8 (62,5) (0,03392 )


2

= 0,15820 ft

Ga
25.050,26533
=
= 0,11133 fps
3.600 (3.600)(62,5)

V2
0,11133 2
= 11
F1 = 11
2g
2 32,2
(Fa + F1 )
P a =
144
=

= 0,00212 ft

(0,15820 + 0,00212) 62,5


144

= 0,06958 psi
P yang diperbolehkan < 10 psi

Fluida Dingin (Inner pipe ; larutan)


1. Untuk Re = 76009,30869
0,264
0,264
f = 0,0035 +
= 0,0035 +
= 0,00585
0,42
(76009,30869)0,42
(DG/ )
= 811,87 62,5 = 50.741,87500

2. Fp =

3. P a =

4fG 2 L
2g 2 D

4 (0,00585) (592.709,24170) 2 440

2 4,18 10 8 (50.741,875) (0,115)


2

= 0,00002 ft

Fp
144

0,00002 50.741,87500
144

= 0,00637 psi
P yang diperbolehkan < 10 psi
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

LC.23 Cooler IV (E-108)


Fungsi

: Menurunkan temperatur cairan sebelum dimasukkan ke dalam


tangki penyimpanan n-butiraldehid

Jenis

: Double Pipe Heat Exchanger (DPHE)

Dipakai

: Pipa 2 1 in IPS, 12 ft hairpin

Jumlah

: 1 unit

Fluida Panas
Laju alir fluida masuk

= 2.791,06858 kg/jam

= 6.153,28508 lbm/jam

Temperatur awal (T1)

= 76 oC

= 168,8 oF

Temperatur akhir (T2)

= 25 oC

= 77 oF

Laju alir fluida masuk

= 6.687,54624 kg/jam

= 14.743,5928 lbm/jam

Temperatur awal (t1)

= 28 oC

= 82,4 oF

Temperatur akhir (t2)

= 40 oC

= 104 oF

Panas yang diserap (Q)

= 334.465,35124 kJ/jam

=317.010,73990 Btu/jam

Fluida Dingin

1. Beda Suhu ( t )
Fluida Panas

Fluida Dingin

Selisih

T1 = 168,8 oF

Temperatur lebih tinggi

t2 = 104 oF

t 2 = 64,8 oF

T2 = 77 oF

Temperatur lebih rendah

t1 = 82,4 oF

t 1 = - 5,4 oF

T1 T2 = 81 oF

Selisih

t2 t1 = 21,6 oF

t 2 t 1 = 70,2 oF

LMTD

t 2 t 1
t
2,3 log 2
t 1

70,2
= 28,28231 o F
64,8
2,3 log

5,4

2. Temperatur kalorik (Tc dan tc)


Tc =

T1 + T2 168,8 + 77
=
=122,9 o F
2
2

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

tc =

t1 + t 2 82,4 + 104
=
= 93,2 o F
2
2

Fluida Panas (Anulus ; n-Butiraldehid)


3. Flow Area
Untuk pipa dengan ukuran 2 in IPS dengan schedule 40 diperoleh :
OD = D1 =
ID = D2

1,66
in = 0,13833 ft
12
2,067
in = 0,17225 ft ............................................ (Tabel 11, Kern)
12

(D 2 D1 ) 3,14 (0,17225 2 0,13833 2 )


aa =
=
= 0,00827 ft 2
4
4
2

Da

(D
=

D1
D1

2
2

) = (0,17225

0,13833 2 )
= 0,07615 ft
0,13833
2

4. Kecepatan Massa

Ga =

W 14.743,5928
=
= 744.125,29847 lb/jam ft 2
aa
0,00827

5. Bilangan Reynold
Viskositas campuran gas ( ) = 0,34300 cP
= 0,41202 cP 2,42 = 0,99708 lb/ft.jam

Rea =

D a G a 0,07615 744.125,29847
=
= 56.830,58179

0,99708

6. Dari bilangan Reynold = 56.830,58179 diperoleh JH = 190 ... (Gambar 24, Kern)
7. Kapasitas Panas
c = 0,21322 Btu/lbm.oF
k = 0,04997 Btu/jam.ft2.(oF/ft)

0,21322 0,99708
=

0,04997

= 1,57310

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

8. Koefisien Koreksi, ho

k c
ho = JH

Da k
= 190

0,14

................................................ (Pers. 6.15 b, Kern)

0,04997
1,57310 1
0,07615

= 94,76365 Btu/jam.ft2.oF

Fluida Dingin (Inner pipe ; air)


3. Flow area
Untuk pipa dengan ukuran 1 in IPS dengan schedule 40 diperoleh :
OD =

1,66
in = 0,13833 ft
12

ID =

1,380
in = 0,115 ft ............................................................. (Tabel 11, Kern)
12

D = ID = 0,115 ft

ap =

(D 2 ) 3,14 (0,115 2 )
2
=
= 0,01038 ft
4
4

4. Kecepatan Massa

Gp =

W 12.635,1968
=
= 1.420.162,33100 lb/jam ft 2
ap
0,01038

5. Bilangan Reynold
Pada tc = 93,2 oF, = 0,77 cP .......................................... (Gambar 14, Kern)
= 0,77 cP 2,42 = 1,86340 lb/ft.jam

Re =

D Gp

0,115 1.420.162,33100
= 87.645,52327
1,86340

6. Dari bilangan Reynold = 87.645,52327 diperoleh JH = 250 .... (Gambar 24, Kern)
7. Kapasitas panas
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Pada tc = 93,2 oF, diperoleh c = 0,99 Btu/lbm.oF ....................... (Gambar 2, Kern)


k = 0,36 Btu/jam.ft2.(oF/ft) ................................................... (Tabel 4, Kern)

0,99 1,86340
=

0,36

= 1,72404

8. Koefisien Koreksi, hi

k
hi = JH
Da
= 250

0,14

................................................ (Pers. 6.15 a, Kern)

0,36
1,72404 1
0,115

= 1.349,24535 Btu/jam.ft2.oF
9. Koreksi hi
hio =

h i ID 1.349,24535 0,115
=
= 1.121,66180 Btu/jam.ft2.oF
OD
0,13833

10. Clean Overall Coefficient, Uc


Uc =

h io h o 1.121,66180 94,76365
=
= 87,38124 Btu/jam.ft2.oF
h io + h o 1.121,66180 + 94,76365

11. Design Overall Coefficient, UD

1
1
1
=
+ Ro =
+ 0,002 = 0,01344 Btu/jam.ft2.oF
UD Uc
87,38124
UD = 74,38205 Btu/jam.ft2.oF
12. Luas Permukaan

A=

Q
317.010,7399
=
= 150,69226 ft2
U D LMTD 74,38205 28,28231

Untuk pipa 1 in diperoleh A = 0,435 ft2/ft ... (Tabel 11, Kern)


Panjang pipa yang dibutuhkan =

A 150,69226
=
= 346,41899 ft2
'
0,435
A

Hairpin yang dipakai 12 ft

346,41899
= 14,43412
2 12

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= 15 2 12 A

Maka A sebenarnya

= 156,60000 ft2
Berarti diperlukan 15 pipa hairpin ukuran 12 ft
13. Koreksi UD

UD =

317.010,73990
Q
=
= 71,57598 Btu/jam.ft2.oF
A LMTD 156,60000 28,28231

14. Faktor Pengotor, RD

RD =

U c U D 87,38124 71,57598
=
= 0,00253
U c U D 87,38124 71,57598

RD ketentuan

= 0,002

RD yang diperoleh

= 0,00253

Sesuai dengan ketentuan.

Pressurre Drop
Fluida Panas (Anulus; n-Butiraldehid)
1. Da = (D2 D1)
= (0,17225 0,13833) = 0,03392 ft
Rea =

D a 'G a 0,03392 744.125,29847


=
= 25.312,25269

0,83006

f = 0,0035 +

0,264

(DG/ )

0,42

= 0,0035 +

0,264
= 0,00723
(25.312,25269) 0,42

= 801,60000 62,5 = 50.100,00000


2

2. Fa =
=

3.

V=

4fG a L
2g 2 D a
4 (0,00719) (744.125,29847) 2 360

2 4,18 10

)(50.100,00000) (0,03392)
2

= 8,10502 10-5 ft

Ga
744.125,29847
=
= 0,00413 fps
3.600 (3.600)(50.100,00000)

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

V2
F1 = 15
2g

P a =
=

0,00413 2
= 15

2 32,2

= 3,96476 10-6 ft

(Fa + F1 )
144
(8,10502 10 -5 + 3,96476 10 -6 ) 50.100,000 00
144

= 0,02958 psi
P yang diperbolehkan < 10 psi

Fluida Dingin (Inner pipe ; air)


1. Untuk Re = 87.645,52327

0,264

f = 0,0035 +

(DG/ )

0,42

= 0,0035 +

0,264

(87.645,52327 )0,42

= 0,00572

; = 1 62,5 = 62,5

s=1

4fG 2 L
2. Fp =
2g 2 D
=

3. P a =

4 (0,00386) (1.420.162,33100) 2 360

2 4,18 10 8 (62,5) (0,115)


2

= 0,44208 ft

Fp
144

0,44208 62,5
144

= 1,91875 psi
P yang diperbolehkan < 10 psi

LC.24 Akumulator (V-105)


Fungsi

: Mengakumulasi kondensat sebelum didinginkan di cooler

Bahan konstruksi

: Low alloy steel SA 353

Bentuk

: Silinder horizontal dengan tutup ellipsoidal

Jenis sambungan

: Double welded butt join

Jumlah

: 1 unit

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Kondisi Operasi
Temperatur

= 338,45 K

Tekanan

= 110 bar

Laju alir massa

= 270,56270 kg/jam

Kebutuhan perancangan

= 1 jam

Faktor kelonggaran

= 20 %

= 108,562 atm

Data komposisi komponen


-

n-Butiraldehid

= 0,001

i-Butiraldehid

= 0,98

Air

= 0,019

Data densitas komponen


-

n-Butiraldehid

= 801,6 kg/m3

i-Butiraldehid

= 789,1 kg/m3

Air

= 1.000 kg/m3

(Kirk-Orthmer, 1998)
Densitas campuran
= yi i

= (0,001 801,6 ) + (0,98 789,1) + (0,019 1.000 )


= 793,11960 kg/m3
a. Volume Tangki
Volume bahan

=
=

Volume tangki

270,56270
793,1196

= 0,34114 m3

= ( 1 + 0,2 ) 0,34114
= 1,2 0,34114
= 0,40936 m3

b. Diameter dan Tinggi Tangki


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Fraksi volume

0,34114 m 3
= 0,83333
0,40936 m 3

Untuk fraksi volume 0,83333, maka H/D = 0,77700 (Perry,1999)


Vh

= 2 (H/D)2 (1,5 (H/D) .. (Wallas,1988)

= V/Vo

Vo

= 0,13090 D3

Vh

= 0,52360 D3 (0,777002) (1,5 0,77700)


= 0,22855 D3

Untuk kapasitas shell

= 2 arc cos ( 1 2(H/D)) .. (Wallas,1988)


= 2 arc cos (- 0,554)

= 247,28

rad

Vs

= Vo (V/Vo)

247,28
= 4,315 rad
57,30

= ( )( sin ) .. (Wallas,1988)
=

2 1
D L( )( sin )
2
4

= 5,22595 D2L
Vt
Perbandingan L/D
Vt

= 0,40936 m3 = 0,2285 D3 + 0,5299 D2L


= 3, maka ;
= 0,40936 m3 = 0,2285 D3 + 0,5299 D2 (3D)
= 0,22515 D3

= 0,60835 m = 23,95089 in

= 1,82506 m

= 0,30418 m = 11,97548 in

= 0,47269 m

c. Tebal Tangki
Untuk tutup ellipsoidal
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

ts

Pr
+ Cc
S.Ej 0,6 P

Dimana:
P

= Maximum allowable internal preasure

= Jari-jari tangki

= Maximum allowable working stress

Ej

= Join efficiency

Cc

= Allowance for corrosion

Phidrostatik = g H
= 793,1196 kg/m3 9,8 m/det2 0,47269 m
= 3,67402 kPa

= 0,03626 atm

Poperasi = 108,562 atm + 0,03626 atm


= 108,59826 atm
Pdesign = (1 + faktor keamanan) Poperasi
= (1 + 0,2) 108,59826
= 130,31792 atm

ts

= 1.915,19000 psi

Pr
+ Cc
S.Ej 0,6 P

1.915,19000 psi 11,97548 in


+ 0,125 in
22.500 psi 0,8 0,6 1.915,19000 psi

= 1,48607 in
Maka, tebal tangki yang digunakan adalah 1 in (Brownel, 1959).

d. Diameter dan Tinggi Tutup Tangki


Diameter tutup tangki sama dengan diameter tangki = 0,60835 m
Perbandingan panjang dan diameter tutup tangki adalah = 1 : 4, sehingga
Lt

0,60835
m
4

= 0,15208 m
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
Dt
USU Repository 2009

Lt

Panjang tangki keseluruhan adalah panjang silinder ditambah dengan panjang tutup :
Ltangki = Ls + Lt
= 1,82506 m + 0,15208 m
= 1,97714 m
e. Tebal Tutup Tangki
Tebal penutup tangki untuk jenis elipsoidal

th

PD
+ Cc
2 S.Ej 0,2 P

1.915,19000 psi 23,95089 in


+ 0,125 in
2 22.500 psi 0,8 0,2 1.915,19000 psi

= 1,41288 in
Sehingga tebal tangki yang digunakan adalah 1 in (Brownel, 1959).

LC.25 Cooler V (E-109)


Fungsi

: Menurunkan temperatur cairan sebelum masuk ke tangki


penyimpanan

Jenis

: Double Pipe Heat Exchanger (DPHE)

Dipakai

: Pipa 2 1 in IPS, 12 ft hairpin

Jumlah

: 1 unit

Fluida Panas
Laju alir fluida masuk

= 270,56270 kg/jam
o

= 596,49177 lbm/jam

Temperatur awal (T1)

= 70 C

= 158 oF

Temperatur akhir (T2)

= 25 oC

= 77 oF

Laju alir fluida masuk

= 460,90393 kg/jam

= 1.016,12454 lbm/jam

Temperatur awal (t1)

= 28 oC

= 82,4 oF

Fluida Dingin

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Temperatur akhir (t2)

= 40 oC

= 104 oF

Panas yang diserap (Q)

= 23.051,27643kJ/jam

= 21.848,30856 Btu/jam

1. Beda Suhu ( t )
Fluida Panas

Fluida Dingin

Selisih

T1 = 158 oF

Temperatur lebih tinggi

t2 = 104 oF

t 2 = 54 oF

T2 = 77 oF

Temperatur lebih rendah

t1 = 82,4 oF

t 1 = 5,4 oF

T1 T2 = 81 oF

Selisih

t2 t1 = 21,6 oF

t 2 t 1 = 59,4 oF

LMTD

t 2 t 1
t
2,3 log 2
t 1

59,4
= 25,82609 o F
54
2,3 log

5,4

2. Temperatur Kalorik (Tc dan tc)


Tc =

T1 + T2 158 + 77
=
=117,5 o F
2
2

tc =

t1 + t 2 82,4 + 104
=
= 93,2 o F
2
2

Fluida Panas (Anulus ; i-butiraldehid)


3. Flow Area
Untuk pipa dengan ukuran 2 in IPS dengan schedule 40 diperoleh :
OD = D1 =
ID = D2

1,66
in = 0,13833 ft
12

2,067
in = 0,17225 ft ............................................. (Tabel 11, Kern)
12

(D 2 D1 ) 3,14 (0,17225 2 0,13833 2 )


=
= 0,00827 ft 2
4
4
2

aa =
Da

(D
=

D1
D1

2
2

) = (0,17225

0,13833 2 )
= 0,07615 ft
0,13833
2

4. Kecepatan Massa

Ga =

W 596,49177
=
= 72.134,57646 lb/jam ft 2
aa
0,00827

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

5. Bilangan Reynold
Viskositas campuran gas ( ) = 0,38454 cP
= 0,38454 cP 2,42 = 0,93058 lb/ft.jam

Rea =

D a G a 0,07615 72.134,57646
=
= 5.902,71753

0,93058

6. Dari bilangan Reynold = 5.902,71753 diperoleh JH = 18 .... (Gambar 24, Kern)

7. Kapasitas Panas
c = 0,75999 Btu/lbm.oF
k = 0,06666 Btu/jam.ft2.(oF/ft)

0,75999 0,93058
=

0,06666

= 2,19734

8. Koefisien Koreksi, ho

k c
ho = JH

Da k
= 18

0,14

................................................ (Pers. 6.15 b, Kern)

0,06666
2,19734 1
0,07615

= 15,30664 Btu/jam.ft2.oF
Fluida Dingin (Inner pipe ; air)
3. Flow Area
Untuk pipa dengan ukuran 1 in IPS dengan schedule 40 diperoleh :
OD =

1,66
in = 0,13833 ft
12

ID =

1,380
in = 0,115 ft ............................................................. (Tabel 11, Kern)
12

D = ID = 0,115 ft

(D 2 ) 3,14 (0,115 2 )
2
ap =
=
= 0,01038 ft
4
4
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

4. Kecepatan Massa

Gp =

W 1.016,12454
=
= 97.877,21477 lb/jam ft 2
ap
0,01038

5. Bilangan Reynold
Pada tc = 93,2 oF, = 0,77 cP .......................................... (Gambar 14, Kern)
= 0,77 cP 2,42 = 1,86340 lb/ft.jam

D Gp

0,115 97.877,21477
= 6.040,50644

1,86340
6. Dari bilangan Reynold = 6.040,50644 diperoleh JH = 19 ....... (Gambar 24, Kern)
Re =

7. Kapasitas Panas
Pada tc = 93,2 oF, diperoleh c = 0,99 Btu/lbm.oF ....................... (Gambar 2, Kern)
k = 0,36 Btu/jam.ft2.(oF/ft) ................................................... (Tabel 4, Kern)

0,99 1,86340
=

0,36

= 1,72404

8. Koefisein Koreksi, hi

k c
hi = JH

Da k
= 19

0,14

................................................ (Pers. 6.15 a, Kern)

0,36
1,72404 1
0,115

= 102,54265 Btu/jam.ft2.oF
9. Koreksi hi
hio =

10.

Clean Overall Coefficient, Uc


Uc =

11.

h i ID 102,54265 0,115
=
= 85,24630 Btu/jam.ft2.oF
OD
0,13833

h io h o 85,24630 15,30664
=
= 12,97659 Btu/jam.ft2.oF
h io + h o 85,24630 + 15,30664

Design Overall Coefficient, UD

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

1
1
1
=
+ Ro =
+ 0,002 = 0,07906 Btu/jam.ft2.oF
UD Uc
12,97659
UD = 12,64833 Btu/jam.ft2.oF
12.

Luas Permukaan

A=

Q
21.848,30856
=
= 66,88458 ft2
U D LMTD 12,64833 25,82609

Untuk pipa 1 in diperoleh A = 0,435 ft2/ft ... (Tabel 11, Kern)


Panjang pipa yang dibutuhkan =

A 66,88458
=
= 153,75766 ft2
'
0,435
A

Hairpin yang dipakai 12 ft

153,75766
= 6,40657
2 12

Maka A sebenarnya

= 7 2 12 A
= 73,08000 ft2

Berarti diperlukan 7 pipa hairpin ukuran 12 ft

13.

Koreksi UD

UD =

14.

Q
21.848,30856
=
= 11,57606 Btu/jam.ft2.oF
A LMTD 73,08000 25,82609

Faktor Pengotor, RD

RD =

U c U D 12,97659 11,57606
=
= 0,00932
U c U D 12,97659 11,57606

RD ketentuan

= 0,002

RD yang diperoleh

= 0,00932

Sesuai dengan ketentuan.


Pressurre Drop
Fluida Panas (Anulus; i-butiraldehid)
1. Da = (D2 D1)
= (0,17225 0,13833)
= 0,03392 ft
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Rea =

D a 'G a 0,03392 72.134,57646


=
= 2.629,06120

0,93058

f = 0,0035 +

0,264

(DG/ )

0,42

= 0,0035 +

0,264
= 0,01317
(2.629,06120) 0,42

= 793,11960 62,5 = 49.569,97500


2

4fG a L
2. Fa =
2g 2 D a

3.

V=

4 (0,01317) (72.134,57646) 2 168

2 4,18 10

)(49.569,97500) (0,03392)
2

= 6,60820 10-7 ft

Ga
72.134,57646
=
= 0,00040 fps
3.600 (3.600)(49.569,97500)

V2
F1 = 7
2g

P a =

0,00040 2
= 7

2 32,2

= 2,44698 10-9 ft

(Fa + F1 )
144

(6,60820 10 -7 + 2,44698 10 -9 ) 49.569,975 00


=
144

= 0,00023 psi
P yang diperbolehkan < 10 psi

Fluida Dingin (Inner pipe ; air)


1. Untuk Re = 6.040,50644

f = 0,0035 +

0,264

= 0,0035 +

(DG/ )

0,42

0,264

(6.040,50644 )0,42

= 0,01032

; = 1 62,5 = 62,5

s=1

2. Fp =

4fG 2 L
2g 2 D

4 (0,01032) (97.877,21477) 2 168

2 4,18 10 8 (62,5) (0,115)


2

= 0,17685 ft

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

3. P a =

Fp
144

0,17685 62,5
144

= 0,07676 psi
P yang diperbolehkan < 10 psi

LC.26 Pompa VIII (J-108)


Fungsi

: Memompa bahan dari cooler ke tangki penyimpanan nbutiraldehid

Bahan

: Carbon stainless steel

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi
Temperatur

= 76,85 oC

Tekanan

= 1 atm

Laju alir masssa (F)

= 2.791,06858 kg/jam = 1,70922 lbm/s

Densitas campuran ()

= 811,87000 kg/m3

= 50,68327 lbm/ft3

Viskositas campuran ()

= 0,41202 cP

= 0,00028 lbm/ft3.s

Laju alir volumetrik (Q)

1,70922
= 0,03372 ft 3 /s
50,68327

Laju alir volume pompa sentrifugal berkisar dari 6,67 10-5 sampai 6,3 m3/s
dan viskositasnya kurang dari 0,05 Pa.s (Geankoplis, 1997). Maka dengan nilai Q
dan campuran di atas dapat menggunakan pompa sentrifugal.
Perencanaan pompa :
Diameter optimum (De)

= 3,9 (Q 0,45) ( 0,13)


= 3,9 (0,03372 0,45) (50,68327 0,13)
= 1,41341 in

Dari hasil perhitungan diameter optimum maka diambil pipa dengan spesifikasi :
- Ukuran nominal pipa

= 1 in

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

- Schedule pipa

= 40

- Inside Diameter (D)

= 1,61 in

= 0,13416 ft

- Outside Diameter

= 1,9 in

= 0,15833 ft

- Luas penampang pipa (A)

= 2,04 in2 = 0,01417 ft2

Laju linear fluida rata-rata (v)


v

Q
A

0,03372
= 2,38068 ft/s
0,01417

Bilangan Reynold (NRe)


NRe

vD

50,68327 2,38068 0,13416


0,00028

= 58.469,47345

Dari bilangan Reynold yang dihitung didapatkan bahwa aliran pada pompa
adalah aliran turbulen.
Dari gambar 2.3-10 Geankoplis didapatkan nilai : 4,6 10-5, sehingga nilai

4,6 10 5
= 0,00022
0,20574

Didapatkan nilai faktor fanning ( f ) : 0,005

Friction Loss
1. Contraction Loss pada Keluaran Tangki
A v2
hc = 0,55 1 2
.............................................. (Geankoplis, 1997)
A1 2.. g c

= 0,55 (1 0)

2,38068 2
= 0,04844 ft.lbf/lbm
2 (1) (32,174)

2. Friction pada Pipa Lurus


Panjang pipa lurus = 10 ft
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Ff = 4f

L v 2
D 2 gc

= 4 0,005

10 2,38068 2
= 0,39390 ft.lbf/lbm
0,13416 2 32,174

3. Friction pada 2 buah Elbow 90 o


2
hf = n.kf v
2 gc

.................................................................. (Geankoplis, 1997)

2,38068 2
= 0,13212 ft.lbf/lbm
= 2 0,75
2 32,174
4. Friction pada 1 buah Check Valve
hf = n.kf

v 2 ................................................................. (Geankoplis, 1997)


2 gc

= 1 2

2,38068 2
= 0,17616 ft lbf/lbm
2 32,174

5. Expansion Loss pada Tank Entrance

A
hex = 1 1
A2
= (1 0)

v2

.................................................... (Geankoplis, 1997)


2.. g c
2,38068 2
= 0,08808 ft.lbf/lbm
2 1 32,174

Jumlah friction loss (f) = 0,04844 + 0,39390 + 0,13212 + 0,17616 + 0,08808


= 0,83869 ft lbf/lbm
Ws =

P P
1
2
2
(v 2 v1 ) + g(z 2 z1 ) + 2 1 + f ...................... (Geankoplis, 1997)
2

Dimana:
Diameter pipa konstan, v1 = v2
Selisih tinggi pipa, z1 z 2 =10 ft
Tekanan konstan, p2 = p1

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Sehingga,
Ws =

1
(0) + 32,174 (10) + 0 + f
2 1

32,174 ft/s 2
1
Ws = (0) +
(10 ft) + 0 + 0,83869 ft.lbf/lbm
2
32,174 ft.lbm/lbf.s 2
= 10,83869 ft.lbf/lbm

Energi pompa, Wp :
Ws = -.Wp ...................................................................... (Geankoplis, 1997)
Bila efisiensi pompa 60 %, maka :
Wp =
P

10,83869
= 18,06449 ft.lbf/lbm
0,6

= m Wp

................................................................ (Geankoplis, 1997)

= 1,70922 lbm/s 18,06449 ft.lbf/lbm


= 30,87618 ft.lbf/s

= 0,05614 hp

Maka daya motor yang digunakan adalah 1/12 hp.

LC. 27 Tangki Penyimpanan n-Butiraldehid (TT-104)


Fungsi

: Menyimpan n-Butiraldehid

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA 285 Grade C

Bentuk

: Silinder dengan alas dan tutup datar

Jenis sambungan

: Double welded butt join

Jumlah

: 2 unit

Kondisi Operasi
Tekanan

= 1 atm

Temperatur

= 298,15 K

Laju alir massa

= 2.791,06858 kg/jam

Kebutuhan perancangan

= 1 jam

Faktor kelonggaran

= 20 %

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Data komposisi komponen


-

n-Butiraldehid

= 0,05

Air

= 0,95

Data densitas komponen


-

n-Butiraldehid

= 801,6 kg/m3

Air

= 1.000 kg/m3

(Kirk-Orthmer, 1998)

Densitas campuran
= yi i

= (0,05 801,6 ) + (0,95 1.000 )


= 811,52 kg/m3
a. Volume Tangki
Volume bahan

=
=

2.791,06858
811,52

= 3,43931 m3
Volume tangki

= ( 1 + 0,2 ) 3,43931
= 1,2 3,43931
= 4,12717 m3

Untuk kebutuhan 30 diperlukan volume tangki sebesar ;


Volume tangki

= 30 24 4,12717
= 2.971,563551 m3

Direncanakan banyak tangki penyimpanan yaitu 2 unit


Volume 1 unit tangki =

2.971,563551 3
m = 1.485,781776 m3
2

b. Diameter dan Tinggi Tangki


Direncanakan perbandingan tinggi dan diameter tangki (Hs : D) = 4 : 3

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

VS

D 2
Hs
4

D3
3

(Brownell, 1959)

3 1.485,781776
3,14

= 11,23869 m

= 442,46820 in

= 4 D
3

Hs

= 4 11,23869
3

= 14,98491 m

= D

442,46820
in
2

= 221,23410 in

Hs

c. Tebal Tangki
Untuk tutup ellipsoidal

ts

Pr
+ Cc ............................................... (Brownel, 1959)
S.Ej 0,6 P

Dimana:
P

= Maximum allowable internal preasure

= Jari-jari tangki

= Maximum allowable working stress

Ej

= Join efficiency

Cc

= Allowance for corrosion

Tinggi bahan baku :


Hc

= (1 0,2 ) Hs
= 0,8 14,98491 m

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= 11,98793 m
Phidrostatik = g H c
= 811,52 kg/m3 9,8 m/det2 11,98793 m
= 95,33878 kPa

= 0,94099 atm

Poperasi = 1 atm + 0,94099 atm


= 1,94099 atm
Pdesign = (1 + faktor keamanan) Poperasi
= (1 + 0,2) 1,94099
= 2,32919 atm

ts

= 34,22981 psi

Pr
+ Cc
S.Ej 0,6 P

34,22981 psi 221,23410 in


+ 0,125 in
10.000 psi 0,8 0,6 34,22981 psi

= 1,07404 in
Maka, tebal tangki yang digunakan adalah 1 in (Brownel, 1959).
LC.28 Pompa IX (J-109)
Fungsi

: Memompa bahan dari kolom destilasi ke tangki penyimpanan ibutiraldehid

Bahan

: Carbon stainless steel

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi
Temperatur

= 25 oC

Tekanan

= 1 atm

Laju alir masssa (F)

= 270,56270 kg/jam = 0,16569 lbm/s

Densitas campuran ()

= 793,11960 kg/m3

= 49,51273 lbm/ft3

Viskositas campuran ()

= 0,38454 cP

= 0,00026 lbm/ft3.s

Laju alir volumetrik (Q)

0,16569
= 0,00335 ft 3 /s
49,51273

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Laju alir volume pompa sentrifugal berkisar dari 6,67 10-5 sampai 6,3 m3/s
dan viskositasnya kurang dari 0,05 Pa.s (Geankoplis, 1997). Maka dengan nilai Q
dan campuran di atas dapat menggunakan pompa sentrifugal.
Perencanaan pompa :
Diameter optimum (De)

= 3,9 (Q 0,45) ( 0,13)


= 3,9 (0,00335 0,45) (49,512730,13)
= 0,49824 in

Dari hasil perhitungan diameter optimum maka diambil pipa dengan spesifikasi :
- Ukuran nominal pipa

= in

- Schedule pipa

= 40

- Inside Diameter (D)

= 0,622 in = 0,05183 ft

- Outside Diameter

= 0,84 in

- Luas penampang pipa (A)

= 0,304 in2 = 0,00211 ft2

= 0,07000 ft

Laju linear fluida rata-rata (v)


v

Q
A

0,00335
= 1,55682 ft/s
0,00211

Bilangan Reynold (NRe)


NRe

vD

49,51273 1,55682 0,05183


0,00026

= 15.461,65279

Dari bilangan Reynold yang dihitung didapatkan bahwa aliran pada pompa
adalah aliran turbulen.
Dari gambar 2.3-10 Geankoplis didapatkan nilai : 4,6 10-5, sehingga nilai

4,6 10 5
= 0,00089
0,05183

Didapatkan nilai faktor fanning ( f ) : 0,007


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Friction Loss
1. Contraction Loss pada Keluaran Tangki
A v2
hc = 0,55 1 2
.............................................. (Geankoplis, 1997)
A1 2.. g c

= 0,55 (1 0)

1,55682 2
= 0,02072 ft.lbf/lbm
2 (1) (32,174)

2. Friction pada Pipa Lurus


Panjang pipa lurus = 30 ft
Ff = 4f

L v 2
D 2 gc

30 1,55682 2
= 4 0,005
= 0,61042 ft.lbf/lbm
0,05183 2 32,174
3. Friction pada 3 buah Elbow 90 o
2
hf = n.kf v
2 gc

= 3 0,75

.................................................................. (Geankoplis, 1997)

1,55682 2
= 0,08475 ft.lbf/lbm
2 32,174

4. Friction pada 1 buah Check Valve


hf = n.kf

v 2 ................................................................. (Geankoplis, 1997)


2 gc

1,55682 2
= 1 2
= 0,07533 ft lbf/lbm
2 32,174
5. Expansion Loss pada Tank Entrance

A
hex = 1 1
A2

v2

.................................................... (Geankoplis, 1997)


2.. g c

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= (1 0)

1,55682 2
= 0,03767 ft.lbf/lbm
2 1 32,174

Jumlah friction loss (f) = 0,02072 + 0,61042 + 0,08475 + 0,07533 + 0,03767


= 0,82888 ft lbf/lbm
P P
1
2
2
(v 2 v1 ) + g(z 2 z1 ) + 2 1 + f ...................... (Geankoplis, 1997)
2

Ws =

Dimana:
Diameter pipa konstan, v1 = v2
Selisih tinggi pipa, z1 z 2 = 3 ft
Tekanan konstan, p2 = p1
Sehingga,
Ws =

1
(0) + 32,174 (10) + 0 + f
2 1

Ws =

32,174 ft/s 2
1
(0) +
(3 ft) + 0 + 0,82888 ft.lbf/lbm
2
32,174 ft.lbm/lbf.s 2

= 3,82888 ft.lbf/lbm

Energi pompa, Wp :
Ws = -.Wp ...................................................................... (Geankoplis, 1997)

Bila efisiensi pompa 60 %, maka :


Wp =
P

3,82888
= 6,38146 ft.lbf/lbm
0,6

= m Wp

................................................................ (Geankoplis, 1997)

= 0,16272 lbm/s 6,38146 ft.lbf/lbm


= 1,03837 ft.lbf/s

= 0,00189 hp

Maka daya motor yang digunakan adalah 1/60 hp.

LC. 29 Tangki Penyimpanan i-Butiraldehid (TT-105)


Fungsi

: Menyimpan i-Butiraldehid

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA 129 Grade A

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Bentuk

: Silinder dengan alas dan tutup datar

Jenis sambungan

: Double welded butt join

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi
Tekanan

= 1 atm

Temperatur

= 298,15 K

Laju alir massa

= 270,56270 kg/jam

Kebutuhan perancangan

= 1 jam

Faktor kelonggaran

= 20 %

Data komposisi komponen


-

n-Butiraldehid

= 0,001

i-Butiraldehid

= 0,98

Air

= 0,019

Data densitas komponen


-

n-Butiraldehid

= 801,6 kg/m3

i-Butiraldehid

= 789,1 kg/m3

Air

= 1.000 kg/m3

(Kirk-Orthmer, 1998)

Densitas campuran
= yi i

= (0,001 801,6 ) + (0,98 789,1) + (0,019 1.000 )


= 793,1196 kg/m3
a. Volume Tangki
Volume bahan

Volume tangki

270,56270
= 0,34114 m3
793,11960

= ( 1 + 0,2 ) 0,34114

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= 1,2 0,34114
= 0,40936 m3
Untuk kebutuhan 30 diperlukan volume tangki sebesar ;
= 30 24 0,40936

Volume tangki

= 294,74265 m3
b. Diameter dan Tinggi Tangki
Direncanakan perbandingan tinggi dan diameter tangki (Hs : D) = 4 : 3

VS

D 2
Hs
4

D3
3

(Brownell, 1959)

3 294,74265
3,14

= 6,55458 m

= 258,05447 in

= 4 D
3

Hs

= 4 6,55458
3

= 8,73944 m

= D

258,05447
in
2

= 129,02723 in

Hs

c. Tebal Tangki
Untuk tutup ellipsoidal

ts

Pr
+ Cc ............................................... (Brownel, 1959)
S.Ej 0,6 P

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Dimana:
P

= Maximum allowable internal preasure

= Jari-jari tangki

= Maximum allowable working stress

Ej

= Join efficiency

Cc

= Allowance for corrosion

Tinggi bahan baku :


Hc

= (1 0,2 ) Hs
= 0,8 8,73944 m

= 6,99155 m
Phidrostatik = g H c
= 793,1196 kg/m3 9,8 m/det2 6,99155 m
= 54,34234 kPa

= 0,53636 atm

Poperasi = 1 atm + 0,53636 atm


= 1,53636 atm
Pdesign = (1 + faktor keamanan) Poperasi
= (1 + 0,2) 1,53636
= 1,84363 atm

ts

= 27,09400 psi

Pr
+ Cc
S.Ej 0,6 P

27,09400 psi 129,02723 in


+ 0,125 in
10.000 psi 0,8 0,6 27,09400 psi

= 0,56287 in
Maka, tebal tangki yang digunakan adalah 3/4 in (Brownel, 1959).

LC.30 Tangki Penyimpanan n- dan i-Butiraldehid (TT-106)


Fungsi

: Menyimpan n- dan i-Butiraldehid

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA 129 Grade A

Bentuk

: Silinder dengan alas dan tutup datar

Jenis sambungan

: Double welded butt join

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi
Tekanan

= 1 atm

Temperatur

= 298,15 K

Laju alir massa

= 9,85008 kg/jam

Kebutuhan perancangan

= 1 jam

Faktor kelonggaran

= 20 %

Data komposisi komponen


-

n-Butiraldehid

= 0,001

i-Butiraldehid

= 0,98

Air

= 0,019

Data densitas komponen


-

n-Butiraldehid

= 801,6 kg/m3

i-Butiraldehid

= 789,1 kg/m3

Air

= 1.000 kg/m3

(Kirk-Orthmer, 1998)
Densitas campuran
= yi i

= (0,001 801,6 ) + (0,98 789,1) + (0,019 1.000 )


= 793,11960 kg/m3
a. Volume Tangki
Volume bahan

=
=

9,85008
793,11960

= 0,01242 m3
Volume tangki

= ( 1 + 0,2 ) 0,01242
= 1,2 0,01242

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= 0,01490 m3
Untuk kebutuhan 30 diperlukan volume tangki sebesar ;
= 30 24 0,01490

Volume tangki

= 10,73038 m3
b. Diameter dan Tinggi Tangki
Direncanakan perbandingan tinggi dan diameter tangki (Hs : D) = 4 : 3

VS

D 2
Hs
4

D3
3

(Brownell, 1959)

3 0,01490
3,14

= 2,17238 m = 85,52676 in
= 4 D
3

Hs

= 4 2,17238 = 2,89650 m
3
= D

85,52676
in = 42,76338 in
2

Hs

c. Tebal Tangki
Untuk tutup ellipsoidal

ts

Pr
+ Cc ............................................... (Brownel, 1959)
S.Ej 0,6 P

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Dimana:
P

= Maximum allowable internal preasure

= Jari-jari tangki

= Maximum allowable working stress

Ej

= Join efficiency

Cc

= Allowance for corrosion

Tinggi bahan baku :


Hc

= (1 0,2 ) Hs
= 0,8 2,89650 m
= 2,31720 m

Phidrostatik = g H c
= 793,11960 kg/m3 9,8 m/det2 2,31720 m
= 18,01063 kPa

= 0,17776 atm

Poperasi = 1 atm + 0,17776 atm


= 1,17776 atm
Pdesign = (1 + faktor keamanan) Poperasi
= (1 + 0,2) 1,17776
= 1,41332 atm

ts

= 20,77012 psi

Pr
+ Cc
S.Ej 0,6 P

20,77012 psi 42,76338 in


+ 0,125 in
10.000 psi 0,8 0,6 20,77012 psi

= 0,23620 in
Maka, tebal tangki yang digunakan adalah 3/8 in (Brownel, 1959).

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

LAMPIRAN D
PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERALATAN UTILITAS

LD.1 Screening (SC-01)


Fungsi

: Menyaring partikel-partikel padat yang besar

Jenis

: Bar screen

Jumlah
: 1 unit
Bahan konstruksi : Stainless steel
Kondisi operasi:
- Temperatur
= 30 oC
- Densitas air ()

= 995,68 kg/m3 ................................. (Geankoplis, 1997)

Diperkirakan lumpur yang ikut dalam aliran air adalah 5 %


Laju alir massa (F)
= 4.144,32766 kg/jam
4.144,32766 kg/jam 1 jam/3600 s
Laju alir volumetrik (Q) =
995,65 kg/m 3
= 0,00116 m3/s
Dari tabel 5.1. Physical Chemical Treatment of Water and Wastewater digunakan
ukuran bar dengan spesifikasi :
Lebar bar
= 5 mm; Tebal bar
= 20 mm;
Bar clear spacing

= 20 mm; Slope

= 30 o

Direncanakan ukuran screening:


Panjang screen
= 2m
Lebar screen

= 2m

Misalkan, jumlah bar = x


Maka,
20 x + 20 (x + 1) = 2000
40 x = 1980
x = 49,5 50 buah
Luas bukaan (A2) = 20 (50 + 1) (2000) = 2.040.000 mm2 = 2,04 m2
Untuk pemurnian air sungai menggunakan bar screen, diperkirakan Cd = 0,6
dan 30 % screen tersumbat.
Q2
0,00116 2
Head loss (h) =
=
2
2
2 9,8 0,6 2 2,04 2
2 g Cd A 2
= 3,28934 10-6 m dari air

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

2m

20 mm
2m

20 mm

Gambar LD 1. Sketsa Bar Screen Tampak Atas

LD.2 Pompa Screening (PU 01)


Fungsi

: Memompa air sungai dari screening ke bak penampungan

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah
: 1 unit
Bahan konstruksi : Commercial steel
Kondisi operasi : Temperatur 30 oC
Densitas air () = 995,68 kg/m3 = 62,15813 lbm/ft3 ..........(Geankoplis, 1997)
Viskositas air () = 0,8007 cP
= 0,00054 lbm/ft.s ...........(Geankoplis,1997)
Laju alir massa (F) = 4.144,32766 kg/jam = 2,53794 lbm/s
F
2,53794 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = =

62,15813 lbm/ft 3
= 0,04083 ft3/s = 0,00116 m3/s
Laju alir volume pompa sentrifugal berkisar dari 6,67 10-5 sampai 6,3 m3/s
dan viskositasnya kurang dari 0,05 Pa.s (Geankoplis, 1997). Maka dengan nilai Q
dan campuran di atas dapat menggunakan pompa sentrifugal.

Desain pompa :
De

= 3,9 (Q)0,45()0,13 ...............................................(Timmerhaus,1991)


= 3,9 (0,04083 ft3/s ) 0,45 (62,15813 lbm/ft3) 0,13

= 1,58184 in
Dari hasil perhitungan diameter optimum maka diambil pipa dengan spesifikasi :
- Ukuran nominal pipa
= 2 in
- Schedule pipa
= 40
- Inside Diameter
= 2,067 in = 0,17224 ft
- Outside Diameter
= 2,38 in = 0,19833 ft
- Luas penampang pipa (A) = 3,35 in2 = 0,02326 ft2
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Laju linear fluida rata-rata (v)


0,04083
Q
=
= 1,75524 ft/s
v =
0,02326
A
Bilangan Reynold (NRe)
(62,15813 lb m /ft 3 )(1,75524 ft/s)(0,17224 ft)
vD
NRe
=
=

0,00054 lb m /ft.s
= 34.926,57194
Dari bilangan Reynold yang dihitung didapatkan bahwa aliran pada pompa
adalah aliran turbulen.
Dari gambar 2.3-10 Geankoplis didapatkan nilai : 4,6 10-5, sehingga nilai
4,6 10 5

=
= 0,00027
D
0,17224
Dan didapatkan nilai f faktor fanning : 0,006
Friction Loss
5. Contraction Loss pada Keluaran Tangki
A v2
.............................................. (Geankoplis, 1997)
hc = 0,55 1 2
A
2..
g
1
c

= 0,55 (1 0)

1,75524 2
= 0,02633 ft.lbf/lbm
2 (1) (32,174)

6. Friction pada Pipa Lurus


Panjang pipa lurus = 30 ft
Ff

L.v 2
= 4f
D.2.g c
= 4 0,006

......................................................... (Geankoplis, 1997)


30 1,75524 2
= 0,20014 ft.lbf/lbm
2(0,17224) (32,174)

7. Friction pada 2 buah Elbow 90 o


hf

= n.kf.

v2
.......................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

1,75524 2
= 2 0,75
= 0,07182 ft.lbf/lbm
2 32,174
8. Friction pada 1 buah Check Valve

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

hf

v2
........................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

= n.kf

= 1 2

1,75524 2
= 0,09576 ft.lbf/lbm
2 32,174

5. Expansion Loss pada Tank Entrance

A
hex = 1 1
A2

v2

.................................................... (Geankoplis, 1997)


2.. g c

= (1 0)

1,75524 2
= 0,04788 ft.lbf/lbm
2 1 32,174

Jumlah friction loss (f)

Ws =

= 0,02633 + 0,20014 + 0,07182 + 0,09576 + 0,04788


= 0,44192 ft.lbf/lbm

P P
1
2
2
(v 2 v1 ) + g(z 2 z1 ) + 2 1 + f ...................... (Geankoplis, 1997)
2

Dimana :
Diameter pipa konstan, v1 = v2
Selisih tinggi pipa, z1 z 2 =10 ft
Tekanan konstan, p2 = p1
Sehingga,
1
Ws =
(0) + 32,174 (10) + 0 + f
2 1
32,174 ft/s 2
1
Ws = (0) +
(10 ft) + 0 + 0,44192 ft.lbf/lbm
2
32,174 ft.lbm/lbf.s 2
= 10,44192 ft.lbf/lbm
Energi pompa, Wp :
Ws = -.Wp ...................................................................... (Geankoplis, 1997)
Bila efisiensi pompa 60 %, maka :
10,44192
Wp =
= 17,40320 ft.lbf/lbm
0,6
P = m Wp ................................................................ (Geankoplis, 1997)
= 2,53794 lbm/s 17,40320 ft.lbf/lbm
= 44,16829 ft.lbf/s

= 0,08031 hp

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Maka daya motor yang digunakan adalah 1/12 hp.


LD.3 Water Reservoir I (WR-01)
Fungsi

: Tempat penampungan air sementara

Jumlah

: 1 unit

Jenis

: Beton kedap air

Kondisi operasi
- Temperatur

:
= 30 C

- Tekanan
Laju massa air
Densitas air

= 1 atm
= 4.144,32766 kg/jam
= 995,68 kg/m3

4.144,3276 6 kg/jam
= 4,16243 m3/jam
3
995,68 kg/m
Waktu penampungan air = 3 hari
Volume air
= 4,16243 m3/jam 3 hari 24 jam/hari
= 299,69527 m3
299,69527 m 3
= 332,99474 m 3
Bak terisi 90 % maka volume bak
=
0,9
Direncanakan ukuran bak sebagai berikut :
Laju alir volume (Q)

- Panjang bak (p) = 1,5 lebar bak ( l )


- Tinggi bak (t)

= lebar bak ( l )

Volume bak = p l t
332,99474 m3 = 1,5 l l l
l
t
p

= 6,05502 m
= 6,05502 m
= 9,08253 m

LD.4 Pompa Water Reservoir I (PU-02)


Fungsi

: Memompa air dari water reservoir ke bak sedimentasi

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah
: 1 unit
Bahan konstruksi : Commercial steel
Kondisi operasi : Temperatur 30 oC
Densitas air ()

= 995,68 kg/m3 = 62,15813 lbm/ft3 ..........(Geankoplis, 1997)

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Viskositas air () = 0,8007 cP


= 0,00054 lbm/ft.s ...........(Geankoplis,1997)
Laju alir massa (F) = 4.144,32766 kg/jam = 2,53794 lbm/s
F
2,53794 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = =

62,15813 lbm/ft 3
= 0,04083 ft3/s = 0,00116 m3/s
Laju alir volume pompa sentrifugal berkisar dari 6,67 10-5 sampai 6,3 m3/s
dan viskositasnya kurang dari 0,05 Pa.s (Geankoplis, 1997). Maka dengan nilai Q
dan campuran di atas dapat menggunakan pompa sentrifugal.
Desain pompa :
De

= 3,9 (Q)0,45()0,13 ...............................................(Timmerhaus,1991)


= 3,9 (0,04083 ft3/s ) 0,45 (62,15813 lbm/ft3) 0,13

= 1,58184 in
Dari hasil perhitungan diameter optimum maka diambil pipa dengan spesifikasi :
- Ukuran nominal pipa
= 2 in
- Schedule pipa
= 40
- Inside Diameter
= 2,067 in = 0,17224 ft
- Outside Diameter
= 2,38 in = 0,19833 ft
- Luas penampang pipa (A) = 3,35 in2 = 0,02326 ft2
Laju linear fluida rata-rata (v)
0,04083
Q
v =
=
= 1,75524 ft/s
0,02326
A
Bilangan Reynold (NRe)
vD
=
NRe

(62,15813 lb m /ft 3 )(1,75524 ft/s)(0,17224 ft)


0,00054 lb m /ft.s
= 34.926,57194
Dari bilangan Reynold yang dihitung didapatkan bahwa aliran pada pompa
adalah aliran turbulen.
Dari gambar 2.3-10 Geankoplis didapatkan nilai : 4,6 10-5, sehingga nilai
4,6 10 5

=
= 0,00027
D
0,17224
Dan didapatkan nilai f faktor fanning : 0,006
=

Friction Loss
1. Contraction Loss pada Keluaran Tangki
A v2
hc = 0,55 1 2
.............................................. (Geankoplis, 1997)
A1 2.. g c

1,75524 2
= 0,55 (1 0)
= 0,02633 ft.lbf/lbm
2 (1) (32,174)
2. Friction pada Pipa Lurus
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Panjang pipa lurus = 30 ft


Ff

= 4f

L.v 2
D.2.g c

= 4 0,006

......................................................... (Geankoplis, 1997)


30 1,75524 2
= 0,20014 ft.lbf/lbm
2(0,17224) (32,174)

3. Friction pada 2 buah Elbow 90 o


hf

v2
.......................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

= n.kf.

= 2 0,75

1,75524 2
= 0,07182 ft.lbf/lbm
2 32,174

4. Friction pada 1 buah Check Valve


hf

v2
........................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

= n.kf

= 1 2

1,75524 2
= 0,09576 ft.lbf/lbm
2 32,174

5. Expansion Loss pada Tank Entrance

A
hex = 1 1
A2

v2

.................................................... (Geankoplis, 1997)


2.. g c

= (1 0)

1,75524 2
= 0,04788 ft.lbf/lbm
2 1 32,174

Jumlah friction loss (f)


Ws =

= 0,02633 + 0,20014 + 0,07182 + 0,09576 + 0,04788


= 0,44192 ft.lbf/lbm

P P
1
2
2
(v 2 v1 ) + g(z 2 z1 ) + 2 1 + f ...................... (Geankoplis, 1997)
2

Dimana :
Diameter pipa konstan, v1 = v2
Selisih tinggi pipa, z 1 z 2 = 7 ft
Tekanan konstan, p2 = p1
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Sehingga,
1
Ws =
(0) + 32,174 (7) + 0 + f
2 1
32,174 ft/s 2
1
Ws = (0) +
(7 ft) + 0 + 0,44192 ft.lbf/lbm
2
32,174 ft.lbm/lbf.s 2
= 7,44192 ft.lbf/lbm
Energi pompa, Wp :
Ws = -.Wp ...................................................................... (Geankoplis, 1997)
Bila efisiensi pompa 60 %, maka :
7,44192
Wp =
= 12,40320 ft.lbf/lbm
0,6
P = m Wp ................................................................ (Geankoplis, 1997)
= 2,53794 lbm/s 12,40320 ft.lbf/lbm
= 31,47859 ft.lbf/s
= 0,05723 hp
Maka daya motor yang digunakan adalah 1/12 hp.

LD.5 Bak Sedimentasi (BS-01)


Fungsi

: Untuk mengendapkan lumpur yang terikut dengan air

Jumlah

: 1 unit

Jenis

: Grift Chamber Sedimentation

Aliran

: Horizontal sepanjang bak sedimentasi

Bahan kontruksi : Beton kedap air


Kondisi operasi
Temperatur

:
= 30 oC

Tekanan

= 1 atm

Laju alir massa (F)

= 4.144,32766 kg/jam = 2,53796 lbm/s

Densitas air

= 995,68 kg/m3 = 62,15627 lbm/ft3


2,53796 lb m /s
=
62,15627 lb m /ft 3

Laju air volumetrik,

= 0,04083 ft3/s = 2,44992 ft3/mnt


Desain Perancangan
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Bak dibuat dua persegi panjang untuk desain efektif ............... (Kawamura, 1991)
Perhitungan ukuran tiap bak :
Kecepatan pengendapan 0,1 mm pasir adalah:

0 = 1,57 ft/min atau 8 mm/s ............................... (Kawamura, 1991)


Desain diperkirakan menggunakan spesifikasi :
Kedalaman tangki

= 10 ft

= 3,048 m

Lebar tangki

= 2 ft

= 0, 6096 m

Kecepatan aliran, v

2,44992 ft 3 /mnt
12 ft 2 ft

Desain panjang ideal bak :

= 0,10208 ft/mnt

h
L = K v ......................... (Kawamura,1991)
0

dengan : K = faktor keamanan = 1,5


h = kedalaman air efektif ( 10 16 ft); diambil 10 ft.
10
L = 1,5
0,10208 = 0,97529 ft
1,57
Diambil panjang bak = 1 ft = 0,3048 m
Maka :

Uji Desain

V
(1 2 10 ) ft 3
=
= 8,16354 menit
Q
2,44992 ft 3 /mnt
Desain diterima, dimana t diizinkan 6 15 menit .................... (Kawamura, 1991)

Waktu retensi, t =

Surface loading :

Q
A

laju volumetrik
luas permukaan masukan air

2,44992 ft 3 /mnt (7,48052 gal/ft 3 )


2 ft 1ft
= 9,16333 gpm/ft2
Desain diterima, dimana surface loading diizinkan diantara 4 10 gpm/ft2
Headloss (h); bak menggunakan gate valve, full open (16 in) :
=

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

h = K

v2
2g

((0,10208 ft/mnt )(1mnt/60 s)(0,3048 m/ft)) 2


2 (9,8 m/s 2 )
= 2,33239 10 -9 ft
= 0,17

LD. 6 Pompa Bak Sedimentasi (PU-3)


Fungsi
: Memompa air dari bak sedimentasi ke clarifier
Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah
: 1 unit
Bahan konstruksi : Commercial steel
Kondisi operasi : Temperatur 30 oC
Densitas air () = 995,68 kg/m3 = 62,15813 lbm/ft3 ..........(Geankoplis, 1997)
Viskositas air () = 0,8007 cP
= 0,00054 lbm/ft.s ...........(Geankoplis,1997)
Laju alir massa (F) = 4.144,32766 kg/jam = 2,53794 lbm/s
F
2,53794 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = =

62,15813 lbm/ft 3
= 0,04083 ft3/s = 0,00116 m3/s
Laju alir volume pompa sentrifugal berkisar dari 6,67 10-5 sampai 6,3 m3/s
dan viskositasnya kurang dari 0,05 Pa.s (Geankoplis, 1997). Maka dengan nilai Q
dan campuran di atas dapat menggunakan pompa sentrifugal.
Desain pompa :
De

= 3,9 (Q)0,45()0,13 ...............................................(Timmerhaus,1991)


= 3,9 (0,04083 ft3/s ) 0,45 (62,15813 lbm/ft3) 0,13

= 1,58184 in
Dari hasil perhitungan diameter optimum maka diambil pipa dengan spesifikasi :
- Ukuran nominal pipa
= 2 in
- Schedule pipa
= 40
- Inside Diameter
= 2,067 in = 0,17224 ft
- Outside Diameter
= 2,38 in = 0,19833 ft
- Luas penampang pipa (A) = 3,35 in2 = 0,02326 ft2
Laju linear fluida rata-rata (v)
0,04083
Q
v =
=
= 1,75524 ft/s
0,02326
A
Bilangan Reynold (NRe)
(62,15813 lb m /ft 3 )(1,75524 ft/s)(0,17224 ft)
vD
NRe
=
=

0,00054 lb m /ft.s
= 34.926,57194
Dari bilangan Reynold yang dihitung didapatkan bahwa aliran pada pompa
adalah aliran turbulen.
Dari gambar 2.3-10 Geankoplis didapatkan nilai : 4,6 10-5, sehingga nilai
4,6 10 5

=
= 0,00027
D
0,17224
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Dan didapatkan nilai f faktor fanning : 0,006


Friction Loss
1. Contraction Loss pada Keluaran Tangki
A v2
hc = 0,55 1 2
.............................................. (Geankoplis, 1997)
A1 2.. g c

1,75524 2
= 0,02633 ft.lbf/lbm
= 0,55 (1 0)
2 (1) (32,174)

2. Friction pada Pipa Lurus


Panjang pipa lurus = 50 ft
Ff

= 4f

L.v 2
D.2.g c

= 4 0,006

......................................................... (Geankoplis, 1997)


50 1,75524 2
= 0,33356 ft.lbf/lbm
2(0,17224) (32,174)

3. Friction pada 5 buah Elbow 90 o


hf

v2
.......................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

= n.kf.

= 5 0,75

1,75524 2
= 0,17954 ft.lbf/lbm
2 32,174

4. Friction pada 1 buah Check Valve


hf

v2
........................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

= n.kf

= 1 2

1,75524 2
= 0,09576 ft.lbf/lbm
2 32,174

5. Expansion Loss pada Tank Entrance

A
hex = 1 1
A2

v2

.................................................... (Geankoplis, 1997)


2.. g c

= (1 0)

1,75524 2
= 0,04788 ft.lbf/lbm
2 1 32,174

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Jumlah friction loss (f)

Ws =

= 0,02633 + 0,33356 + 0,17954 + 0,09576 + 0,04788


= 0,68307 ft.lbf/lbm

P P
1
2
2
(v 2 v1 ) + g(z 2 z1 ) + 2 1 + f ...................... (Geankoplis, 1997)
2

Dimana :
Diameter pipa konstan, v1 = v2
Selisih tinggi pipa, z 1 z 2 = 7 ft
Tekanan konstan, p2 = p1
Sehingga,
1
Ws =
(0) + 32,174 (7) + 0 + f
2 1
32,174 ft/s 2
1
Ws = (0) +
(7 ft) + 0 + 0,68307 ft.lbf/lbm
2
32,174 ft.lbm/lbf.s 2
= 7,68307 ft.lbf/lbm
Energi pompa, Wp :
Ws = -.Wp ...................................................................... (Geankoplis, 1997)
Bila efisiensi pompa 60 %, maka :
7,68307
Wp =
= 12,80512 ft.lbf/lbm
0,6
P = m Wp ................................................................ (Geankoplis, 1997)
= 2,53794 lbm/s 12,80512 ft.lbf/lbm
= 32,49863 ft.lbf/s
= 0,05909 hp
Maka daya motor yang digunakan adalah 1/12 hp.
LD. 7 Tangki Pelarutan Alum [Al2(SO4)3] (TP-01)
Fungsi
: Membuat larutan alum [Al2(SO4)3]
Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi : Carbon Steel SA283 Grade C


Kondisi operasi :

Temperatur

= 30 oC

Tekanan

= 1 atm

Al2(SO4)3 yang digunakan

= 50 ppm

Al2(SO4)3 yang digunakan berupa larutan 30 % (% berat)


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Laju massa Al2(SO4)3

= 0,20722 kg/jam

Densitas Al2(SO4)3 30 %

= 1.363 kg/m3 = 85,0898 lbm/ft3 ..... (Perry, 1999)

Kebutuhan perancangan

= 30 hari

Faktor keamanan

= 20 %

a. Diameter dan Tinggi Tangki

0,20722 kg/jam 24 jam/hari 30 hari


= 0,36488 m3
3
0,3 1.363 kg/m
Volume tangki, Vt = 1,2 0,36488 m3 = 0,43785 m3
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tangki, D : H = 2 : 3

Volume larutan, Vl =

1
D 2 H
4
1
3
3
0,43785 m = D 2 D
4
2
3 3
3
0,43785 m = D
8
V=

Maka :

D = 0,71910 m = 28,31103 in
r = 0,35955 m
H = 1,07865 m

b. Tebal Dinding Tangki


Tinggi cairan dalam tangki =

volume larutan
tinggi silinder
volume silinder

0,36488
1,07865 m
0,43785

= 0,89887 m

Phid = g Hc
= 1.363 kg/m3 9,8 m/det2 0,89887
= 12,00663 kPa
= 0,11851 atm
Tekanan operasi = 1 atm
P = 1 atm + 0,11851 = 1,11851 atm
Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, Pdesign = (1,05) (1,11851) atm = 1,17443 atm = 17,25943 psi
Untuk bahan konstruksi Carbon Steel SA283 grade C :
S
= 12.650 psi
Ej
= 0,8
C
= 0,002 in/tahun
n
= 10 tahun
Cc
= 0,02 in/tahun 10 tahun = 0,2 in
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tebal shell tangki :


PD
t =
+ Cc ...............................................................(Brownell, 1959)
2SE 1,2 P
(17,25943 kPa) (27,37020 )
=
+ 0,2
(2)(12.650)(08) 1,2(17,25943 )
= 0,22417 in
Maka tebal tangki yang adalah 1/4 in ........................................(Brownell, 1959).
c. Daya Pengaduk
Viskositas Al2(SO4)3 30 % = 6,7210-4 lbm/ft = 6,7210-7 Pa.s
Untuk viskositas campuran yang kurang dari 100 Pa.s dapat menggunakan
pengaduk jenis turbin (Geankoplis, 1997). Maka dapat digunakan jenis pengaduk
flat six-blade turbin dengan empat buah baffle dan 60 rpm. Dimana untuk
viskositas lebih besar dari 2,5 Pa.s tidak diperlukan baffle (Geankoplis, 1997).
Untuk pengaduk :
..................................(Geankoplis, 1997)
Dimana : Dt = Diameter tangki
Da = Diameter agitator
E = Tinggi turbin dari dasar tangki
W = Lebar blade pada turbin
J = Lebar baffle
Sehingga diperoleh :
Da = 0,3 Dt
E = Da

= 0,3 0,71910 m
= 0,21573 m

= 0,21573 m

W = 1/5 Da

= 1/5 0,21573 m

= 0,04315 m

J = 1/12 Dt = 1/12 0,71910 m

= 0,05992 m

Kecepatan pengadukan, N = 1 putaran/det


Da 2 N
............................................................... (Geankoplis, 1997)
NRe =

0,21573 2 m .1s 1 1.363 kg/m 3 .


6,72 10 -7 kg/m1s1

= 63.433,20023

Dari gambar 3.4-5 (Geankoplis, 1997), untuk pengaduk jenis turbin dengan
4 baffle diambil kurva 1, sehingga didapat nilai dari Np = 4
P = N p . . N3 . Da

............................................................(Geankoplis, 1997)

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= 4 1.363 kg/m3 (1 S-1)3 (0,21573 m)5


= 2,54746 J/s = 0,00254 kW
Efisiensi motor 60 % (Geankoplis, 2007). Maka daya motor yang digunakan:
0,00254
= 0,00358 kW
Daya motor =
0,6
= 0,00487 hp
Maka daya motor yang digunakan adalah 1/60 hp

LD.8 Pompa Alum [Al2(SO4)3] (PU-04)


Fungsi

: Memompa air dari tangki pelarutan alum ke clarifier

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah
: 1 unit
Bahan konstruksi : Commercial steel
Kondisi operasi : Temperatur 30 oC
Densitas ()
= 1.363 kg/m3 = 85,08912 lbm/ft3 ..........(Geankoplis, 1997)
Viskositas ()
= 0,000672 cP = 4,516 10-7 lbm/ft.s ...... (Geankoplis,1997)
Laju alir massa (F) = 0,20722 kg/jam = 0,00013 lbm/s
F
0,00013 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = =

85,08912 lbm/ft 3
= 1,49137 10-6 ft3/s = 4,223 10-8 m3/s
Untuk larutan dengan viskositas kurang dari 0,05 Pa.s dapat menggunakan
pompa sentrifugal (Geankoplis, 1997).
Desain pompa :
De

= 3,9 (Q)0,45()0,13 ...............................................(Timmerhaus,1991)


= 3,9 (1,49137 10-6 ft3/s ) 0,45 (85,08912 lbm/ft3) 0,13
= 0,01660 in

Dari hasil perhitungan diameter optimum maka diambil pipa dengan spesifikasi :
- Ukuran nominal pipa
= 1/8 in
- Schedule pipa
= 40
- Inside Diameter
= 0,269 in = 0,02242 ft
- Outside Diameter
= 0,405 in = 0,03375 ft
- Luas penampang pipa (A) = 0,058 in2 = 0,00040 ft2
Laju linear fluida rata-rata (v)
Q 1,49137 10 -6
v =
=
= 0,00370 ft/s
0,00040
A
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Bilangan Reynold (NRe)


vD
NRe
=

(85,08912 lb m /ft 3 )(0,00370 ft/s)(0,02242 ft)


4,516 10 -7 lb m /ft.s
= 15.640,93527
Dari bilangan Reynold yang dihitung didapatkan bahwa aliran pada pompa
adalah aliran turbulen.
Dari gambar 2.3-10 Geankoplis didapatkan nilai : 4,6 10-5, sehingga nilai
4,6 10 5

=
= 0,00205
D
0,02242
Dan didapatkan nilai f faktor fanning : 0,007
=

Friction Loss
1. Contraction Loss pada Keluaran Tangki
A2 v2

hc = 0,55 1
.............................................. (Geankoplis, 1997)
A
1 2.. g c

0,00370 2
= 0,55 (1 0)
= 1,172 10-7 ft.lbf/lbm
2 (1) (32,174)
2. Friction pada Pipa Lurus
Panjang pipa lurus = 50 ft
Ff

= 4f

L.v 2
D.2.g c

= 4 0,007

......................................................... (Geankoplis, 1997)


50 0,00370 2
= 1,3309 10-5 ft.lbf/lbm
2(0,02242) (32,174)

3. Friction pada 2 buah Elbow 90 o


hf

= n.kf.

v2
.......................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

= 2 0,75

0,00370 2
= 3,1964 10-7 ft.lbf/lbm
2 32,174

4. Friction pada 1 buah Check Valve


hf

v2
= n.kf
........................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c
= 1 2

0,00370 2
= 4,2619 10-7 ft.lbf/lbm
2 32,174

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

5. Expansion Loss pada Tank Entrance

A
hex = 1 1
A2
= (1 0)

v2

.................................................... (Geankoplis, 1997)


2.. g c
0,00370 2
= 2,131 10-7 ft.lbf/lbm
2 1 32,174

Jumlah friction loss (f)

Ws =

= 1,172 10-7 + 1,3309 10-5 + 3,1964 10-7 + 4,2619


10-7 + 2,131 10-7
= 1,4385 10-5 ft.lbf/lbm

P P
1
2
2
(v 2 v1 ) + g(z 2 z1 ) + 2 1 + f ...................... (Geankoplis, 1997)
2

Dimana :
Diameter pipa konstan, v1 = v2
Selisih tinggi pipa, z1 z 2 = 6 ft
Tekanan konstan, p2 = p1
Sehingga,
1
Ws =
(0) + 32,174 (6) + 0 + f
2 1
32,174 ft/s 2
1
Ws = (0) +
(6 ft) + 0 + (1,4385 10 -5 ) ft.lbf/lbm
2
2
32,174 ft.lbm/lbf.s
= 6,00001 ft.lbf/lbm
Energi pompa, Wp :
Ws = -.Wp ...................................................................... (Geankoplis, 1997)
Bila efisiensi pompa 60 %, maka :
6,00001
Wp =
= 10,00002 ft.lbf/lbm
0,6
P = m Wp ................................................................ (Geankoplis, 1997)
= 0,00013 lbm/s 10,00002 ft.lbf/lbm
= 0,00127 ft.lbf/s
= 2,30726 10-6 hp
Maka daya motor yang digunakan adalah 1/60 hp.
LD. 9 Tangki Pelarutan Soda Abu (Na2CO3) (TP-02)
Fungsi
: Membuat larutan soda abu (Na2CO3)
Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi : Carbon Steel SA283 Grade C


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Kondisi operasi :
Temperatur

= 30 oC

Tekanan

= 1 atm

Na2CO3 yang digunakan

= 27 ppm

Na2CO3 yang digunakan berupa larutan 30 % (% berat)


Laju massa Na2CO3

= 0,11189 kg/jam

Densitas Na2CO3 30 %

= 1.327 kg/m3 = 82,8423 lbm/ft3 .........(Perry, 1999)

Kebutuhan perancangan

= 30 hari

Faktor keamanan

= 20 %

a. Ukuran Tangki
Volume larutan, Vl =

0,11189 kg/jam 24 jam/hari 30 hari


0,3 1.327 kg/m 3

= 0,20236 m3
Volume tangki, Vt = 1,2 0,20236 m3 = 0,24284 m3
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tangki, D : H = 2 : 3
1
D 2 H
4
1
3
0,24284 m 3 = D 2 D
4
2
3
0,24284 m 3 = D 3
8
V=

Maka : D = 0,59081 m = 23,26040 in ; H = 0,88622 m


b. Tebal Tangki
Tinggi cairan dalam tangki =

volume larutan
tinggi silinder
volume silinder

0,20236
0,88622 = 0,73852 m
0,24284

Phid = g Hc
= 1.327 kg/m3 9,8 m/det2 0,73852 m
= 9,60412 kPa = 0,09479 atm
Tekanan udara luar, Po = 1 atm
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Poperasi = 1 + 0,09479 atm = 1,09479 atm


Faktor keamanan 5 %,
Pdesain = (1+fk)Poperasi = 1,05 1,09479 atm = 1,14953 atm = 16,89353 psi
Untuk bahan konstruksi Carbon Steel SA283 grade C :
S
Ej
C
n
Cc

= 12.650 psi
= 0,8
= 0,002 in/tahun
= 10 tahun
= 0,02 in/tahun x 10 tahun = 0,2 in
PD
t =
+ Cc ...............................................................(Brownell, 1959)
2SE 1,2 P
(16,89353 ) (23,26040 )
=
+ 0,02
(2)(12.650)(0,8) 1,2(16,89353 )
= 0,21943 in
Maka tebal tangki yang adalah in .........................................(Brownell, 1959)
c. Daya Pengaduk
Viskositas Na2CO3 30 % = 3,6910-4 cP = 0,00055 Pa.s
Untuk viskositas campuran yang kurang dari 100 Pa.s dapat menggunakan
pengaduk jenis turbin (Geankoplis, 1997). Maka dapat digunakan jenis pengaduk
flat six-blade turbin dengan empat buah baffle dan 60 rpm. Dimana untuk
viskositas lebih besar dari 2,5 Pa.s tidak diperlukan baffle (Geankoplis, 1997).
Untuk pengaduk:
(Geankoplis, 1997)

Dimana :
Dt = Diameter tangki
Da = Diameter agitator
E

= Tinggi turbin dari dasar tangki

W = Lebar blade pada turbin


J

= Lebar baffle

Sehingga diperoleh :
Da = 0,3 Dt = 0,3 0,59081 m
= 0,17724 m
E = Da = 0,17724 m
W = 1/5 Da = 1/5 0,17724 m
= 0,03545 m
J = 1/12 Dt = 1/12 0,59081 m = 0,04923 m
Kecepatan pengadukan, N = 1 putaran/det

Da 2 N
........................................................... (Geankoplis, 1997)
NRe =

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

0,17724 m 2 1/s 1 1.327


= 75.797,00138
0,00055 Pa.s

Dari tabel 9-2 (McCabe, 1994), untuk pengaduk jenis turbin kT = 6,3
k T N 3 Da 5
P=
gc
=

.................................................... (McCabe, 1994)

6,3 (1s 1 ) (0,17724 m) 5 1.327 kg/m 3


9,8 kg m .m/kg f .s 2

= 0,14923 J/s
= 0,00149 kW
Efisiensi motor 60 % (Geankoplis, 2007). Maka daya motor yang digunakan:
0,00149
= 0,00248 kW
Daya motor =
0,6
= 0,00337 hp
Maka daya motor yang digunakan adalah 1/60 hp

LD.10 Pompa Soda Abu (PU-05)


Fungsi

: Memompa larutan soda abu dari tangki pelarutan soda abu


ke clarifier

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah
: 1 unit
Bahan konstruksi : Commercial steel
Kondisi operasi : Temperatur 30 oC
Densitas ()
= 1.327 kg/m3 = 82,84171 lbm/ft3 ..........(Geankoplis, 1997)
Viskositas ()
= 0,000369 cP = 2,48 10-7 lbm/ft.s ...... (Geankoplis,1997)
Laju alir massa (F) = 0,11189 kg/jam = 0,00007 lbm/s
F
0,00007 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = =

82,84171 lbm/ft 3
= 8,27122 10-7 ft3/s
Untuk larutan dengan viskositas kurang dari 0,05 Pa.s dapat menggunakan
pompa sentrifugal (Geankoplis, 1997).
Desain pompa :
De

= 3,9 (Q)0,45()0,13 ...............................................(Timmerhaus,1991)


= 3,9 (8,27122 10-7 ft3/s ) 0,45 (82,84171 lbm/ft3) 0,13
= 0,01269 in

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Dari hasil perhitungan diameter optimum maka diambil pipa dengan spesifikasi :
- Ukuran nominal pipa
= 1/8 in
- Schedule pipa
= 40
- Inside Diameter
= 0,269 in = 0,02242 ft
- Outside Diameter
= 0,405 in = 0,03375 ft
- Luas penampang pipa (A) = 0,058 in2 = 0,00040 ft2
Laju linear fluida rata-rata (v)
8,27122 10 -7
Q
v =
=
= 0,00205 ft/s
0,00040
A
Bilangan Reynold (NRe)
vD
NRe
=

(82,84171 lb m /ft 3 )(0,00205 ft/s)(0,02242 ft)


2,48 10 -7 lb m /ft.s
= 15.380,31500
Dari bilangan Reynold yang dihitung didapatkan bahwa aliran pada pompa
adalah aliran turbulen.
Dari gambar 2.3-10 Geankoplis didapatkan nilai : 4,6 10-5, sehingga nilai
4,6 10 5

=
= 0,00205
D
0,02242
Dan didapatkan nilai f faktor fanning : 0,007
=

Friction Loss
1. Contraction Loss pada Keluaran Tangki
A v2
hc = 0,55 1 2
.............................................. (Geankoplis, 1997)
A
2..
g
1
c

= 0,55 (1 0)

0,00205 2
= 3,60 10-8 ft.lbf/lbm
2 (1) (32,174)

2. Friction pada Pipa Lurus


Panjang pipa lurus = 50 ft
Ff

= 4f

L.v 2
D.2.g c

= 4 0,007

......................................................... (Geankoplis, 1997)


50 0,00205 2
= 4,0937 10-6 ft.lbf/lbm
2(0,02242) (32,174)

3. Friction pada 2 buah Elbow 90 o


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

hf

= n.kf.

v2
.......................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

= 2 0,75

0,00205 2
= 9,8318 10-8 ft.lbf/lbm
2 32,174

4. Friction pada 1 buah Check Valve


hf

= n.kf

v2
........................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

= 1 2

0,00205 2
= 1,3109 10-7 ft.lbf/lbm
2 32,174

5. Expansion Loss pada Tank Entrance

A
hex = 1 1
A2
= (1 0)

v2

.................................................... (Geankoplis, 1997)


2.. g c
0,00205 2
= 6,5545 10-8 ft.lbf/lbm
2 1 32,174

Jumlah friction loss (f)

Ws =

= 3,60 10-8 + 4,0937 10-6 + 9,8318 10-8 + 1,3109


10-7 + 6,5545 10-8
= 4,4247 10-6 ft.lbf/lbm

P P
1
2
2
(v 2 v1 ) + g(z 2 z1 ) + 2 1 + f ...................... (Geankoplis, 1997)
2

Dimana :
Diameter pipa konstan, v1 = v2
Selisih tinggi pipa, z1 z 2 = 5 ft
Tekanan konstan, p2 = p1
Sehingga,
1
Ws =
(0) + 32,174 (6) + 0 + f
2 1
32,174 ft/s 2
1
Ws = (0) +
(5 ft) + 0 + ( 4,4247 10 -6 ) ft.lbf/lbm
2
2
32,174 ft.lbm/lbf.s
= 5,00000 ft.lbf/lbm
Energi pompa, Wp :
Ws = -.Wp ...................................................................... (Geankoplis, 1997)
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Bila efisiensi pompa 60 %, maka :


5,00000
= 8,33334 ft.lbf/lbm
Wp =
0,6
P = m Wp ................................................................ (Geankoplis, 1997)
= 0,00007 lbm/s 8,33334 ft.lbf/lbm
= 0,00057 ft.lbf/s
= 1,03819 10-6 hp
Maka daya motor yang digunakan adalah 1/60 hp.

LD.11

Clarifier (CL-01)

Fungsi

: Memisahkan endapan (flok-flok) yang terbentuk karena


penambahan alum dan soda abu.

Tipe

: External Solid Recirculation Clarifier

Bentuk

: Circular desain

Bahan konstruksi : Carbon steel SA 283 Grade C


Kondisi operasi
Temperatur
Tekanan

:
= 30 oC
= 1 atm

Laju massa air (F1)


Laju massa Al2(SO4)3 (F2)

= 4.144,32766 kg/jam = 2,53796 lbm/s


= 0,20722 kg/jam

Laju massa Na2CO3 (F3)

= 0,11189 kg/jam

Laju massa total, m


Densitas Al2(SO4)3

= 4.144,61601 kg/jam
= 2,71 gr/ml ...................................... (Perry, 1997)

Densitas Na2CO3

= 2,533 gr/ml .................................... (Perry, 1997)

Densitas air

= 0,99568 gr/ml ............................... (Perry, 1997)

Reaksi koagulasi :
Al2(SO4)3 + 3 Na2CO3 + 3 H2O 2 Al(OH)3 + 3 Na2SO4 + 3CO2

Dari Metcalf & Eddy, 1984, diperoleh :


Untuk clarifier type upflow (radial) :
Kedalaman air = 3 5 m
Settling time = 1 3 jam
Dipilih : Kedalaman air (H) = 3 m
Settling time = 1 jam

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

a. Diameter dan Tinggi Clarifier


Densitas larutan,

4.144,61601
(4.144,32766 / 995,68) + ( 0,20722 / 2.710) + (0,11189 / 2.533)

= 995,72789 kg/m3
m
4.144,61601 kg/jam
=
= 4,16243 m3
Volume cairan, V =
3

995,72789 kg/m
Faktor Keamanan = 20 %
Volume clarifier = ( 1 + 20 %) Vcairan
= 1,2 4,16243 m3

= 4,99491 m3

Hs

Volume Clarifier, Vs
Perbandingan tinggi dan diameter clarifier (H : D) = 4 : 3
Vs =

1
D 2 H , Sehingga : Vs
4

1
D 3
3

Volume alas clarifier kerucut, Vc


Vc =

D 2 H c
............................................................................... (Perry, 1999)
12
D
Hc

Perbandingan tinggi kerucut dengan diameter kerucut (Hc : D) = 1 : 2


Vc =

D 3
.................................................................................... (Perry, 1999)
24

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

V = Vs + Vc
4,99491 m3
Ds = 1,61878 m
Hs = 4/3 1,61878
Ds = Dc
Hc = 1,61878
Tinggi clarifier keseluruhan

3 D 3
8
= 1,1775 D3
=

= 63,73165 in
= 2,15838 m
= 1,61878 m
= 0,80939 m
= Hs + Hc
= 2,15838 m + 0,80939 m
= 2,96777 m

b. Tebal Dinding Tangki


Tekanan hidrostatik
Phid = g hc
= 995,72789 kg/m3 9,8 m/det2 2,96777 m
= 7,89816 kPa
= 0,07795 atm
Tekanan operasi = 1 atm
P = 0,07795 + 1 = 1,07795 atm
Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, Pdesign = (1,05) (1,07795) atm = 1,13185 atm = 16,63371 psi
Joint efficien = 0,8 .........................................................................(Brownell,1959)
Allowable stress = 12.650 psi ..................................................(Brownell,1959)
Faktor korosi = 1/8 in
Tebal shell tangki :
PD
t =
+ Cc................................................................(Brownell, 1959)
2SE 1,2 P
=

(16,63371 ) (63,73165 )
+ (0,125)
(2)(12.650)(0,8) 1,2(16,63371)

= 0,17743 in
Tebal shell yang digunakan = 3/16 in .............................................(Brownell,1959)
c. Daya Clarifier
P = 0,006 D2 ....................................................................................(Ulrich, 1984)

Dimana : P = daya yang dibutuhkan, kW


Sehingga, P = 0,006 ( 1,61878 )2 = 0,01572 kW = 0,02108 hp
Bila efisiensi motor = 60 %, maka :
0,02108
P=
= 0,03514 hp
0,6
Maka dipilih motor dengan daya 1/20 hp

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

LD.12 Pompa Sand Filter (PU-06)


Fungsi

: Memompa air dari clarifier ke sand filter

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah
: 1 unit
Bahan konstruksi : Commercial steel
Kondisi operasi : Temperatur 30 oC
Densitas campuran () = 995,72789 kg/m3 = 62,16112 lbm/ft3 (Geankoplis, 1997)
Viskositas campuran () = 0,801741 cP = 0,00054 lbm/ft.s ......(Geankoplis,1997)
Laju alir massa (F) = 4.144,61601 kg/jam = 2,53812 lbm/s
F
2,53812 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = =

62,16112 lbm/ft 3
= 0,04083 ft3/s = 0,00116 m3/s
Laju alir volume pompa sentrifugal berkisar dari 6,67 10-5 sampai 6,3 m3/s
dan viskositasnya kurang dari 0,05 Pa.s (Geankoplis, 1997). Maka dengan nilai Q
dan campuran di atas dapat menggunakan pompa sentrifugal.
Desain pompa :
De

= 3,9 (Q)0,45()0,13 ...............................................(Timmerhaus,1991)


= 3,9 (0,04083 ft3/s ) 0,45 (62,16112 lbm/ft3) 0,13

= 1,58186 in
Dari hasil perhitungan diameter optimum maka diambil pipa dengan spesifikasi :
- Ukuran nominal pipa
= 2 in
- Schedule pipa
= 40
- Inside Diameter
= 2,067 in = 0,17224 ft
- Outside Diameter
= 2,38 in = 0,19833 ft
- Luas penampang pipa (A) = 3,35 in2 = 0,02326 ft2
Laju linear fluida rata-rata (v)
0,04083
Q
v =
=
= 1,75528 ft/s
0,02326
A
Bilangan Reynold (NRe)
(62,16112 lb m /ft 3 )(1,75528 ft/s)(0,17224 ft)
vD
NRe
=
=

0,00054 lb m /ft.s
= 34.883,64936
Dari bilangan Reynold yang dihitung didapatkan bahwa aliran pada pompa
adalah aliran turbulen.
Dari gambar 2.3-10 Geankoplis didapatkan nilai : 4,6 10-5, sehingga nilai
4,6 10 5

=
= 0,00027
D
0,17224
Dan didapatkan nilai f faktor fanning : 0,006
Friction Loss
1. Contraction Loss pada Keluaran Tangki
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

A v2
hc = 0,55 1 2
.............................................. (Geankoplis, 1997)
A1 2.. g c

= 0,55 (1 0)

1,75528 2
= 0,02633 ft.lbf/lbm
2 (1) (32,174)

2. Friction pada Pipa Lurus


Panjang pipa lurus = 30 ft
Ff

= 4f

L.v 2
D.2.g c

= 4 0,006

......................................................... (Geankoplis, 1997)


50 1,75528 2
= 0,20015 ft.lbf/lbm
2(0,17224) (32,174)

3. Friction pada 3 buah Elbow 90 o


hf

v2
.......................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

= n.kf.

1,75528 2
= 3 0,75
= 0,10773 ft.lbf/lbm
2 32,174
4. Friction pada 1 buah Check Valve
hf

v2
= n.kf
........................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c
= 1 2

1,75528 2
= 0,09576 ft.lbf/lbm
2 32,174

5. Expansion Loss pada Tank Entrance

A
hex = 1 1
A2

v2

.................................................... (Geankoplis, 1997)


2..
g
c

= (1 0)

1,75528 2
= 0,04788 ft.lbf/lbm
2 1 32,174

Jumlah friction loss (f)

= 0,02633 + 0,20015 + 0,10773 + 0,09576 + 0,04788


= 0,47785 ft.lbf/lbm

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

P P
1
2
2
(v 2 v1 ) + g(z 2 z1 ) + 2 1 + f ...................... (Geankoplis, 1997)
2

Ws =

Dimana :
Diameter pipa konstan, v1 = v2
Selisih tinggi pipa, z1 z 2 = 6 ft
Tekanan konstan, p2 = p1
Sehingga,
1
Ws =
(0) + 32,174 (6) + 0 + f
2 1
32,174 ft/s 2
1
Ws = (0) +
(6 ft) + 0 + 0,47785 ft.lbf/lbm
2
32,174 ft.lbm/lbf.s 2
= 6,47785 ft.lbf/lbm
Energi pompa, Wp :
Ws = -.Wp ...................................................................... (Geankoplis, 1997)
Bila efisiensi pompa 60 %, maka :
6,47785
= 10,79642 ft.lbf/lbm
Wp =
0,6
P = m Wp ................................................................ (Geankoplis, 1997)
= 2,53812 lbm/s 10,79642 ft.lbf/lbm
= 27,40257 ft.lbf/s = 0,04982 hp
Maka daya motor yang digunakan adalah 1/20 hp.

LD.13

Sand Filter (SF-01)

Fungsi

: Menyaring partikel partikel yang masih terbawa dalam air


yang keluar dari clarifier

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup ellipsoidal

Bahan konstruksi : Carbon steel SA 283 Grade C

Kondisi operasi :
Temperatur

= 30 oC

Tekanan

= 1 atm

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Laju massa air


Densitas air

= 4.144,32766 kg/jam = 2,53796 lbm/s


= 995,68 kg/m3 .......................................(Geankoplis, 1997)

Faktor keamanan

= 20 %

Sand filter dirancang untuk penampungan 1/4 jam operasi.


Sand filter dirancang untuk volume bahan penyaring 1/3 volume tangki.
a. Volume Tangki

4.144,32766 kg/jam 0,25 jam


= 1,04058 m3
3
995,68 kg/m
Volume tangki = 1,2 1,04058 m3 = 1,24869 m3
Volume total, Vt = (1 + 1/3) 1,24869 = 1,66492 m3
Volume air, Va =

Hs

b. Diameter dan Tinggi Tangki


Volume silinder (Vs),
Vs =

1
D 2 H
4

...................................................................(Brownell, 1959)

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi, D : H = 3 : 4, sehingga:

D3
V=
3
Volume Elipsodal (Ve),
D

He

Perbandingan tinggi ellipsoidal dengan diameter tangki (He : D) = 1 : 4


Ve =

............................................................................. (Perry, 1999)

Volume tangki (V),


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= Vs + 2Ve
5 D 3
=
12
5(3,14)(D3 )
1,66492 =
D =
12
D = 1,08366 m
Hs = (4/3) D = 1,44488 m

1,66492 12
= 1,08366 m
5 3,14

c. Diameter dan Tinggi Tutup


Diameter tutup = diameter tangki = 1,44488 m
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tutup H : D = 1 : 4
1
Tinggi tutup
= 1,08366 = 0,27091 m
4
Tinggi tangki total
= 1,44488 + 2(0,27091) = 1,98671 m
d. Tebal Shell dan Tutup Tangki
1
1,44488 = 0,36122 m
4
Tinggi cairan dalam tangki = 80 % dari tinggi tangki
= 0,8 1,98671 m = 1,58936 m

Tinggi penyaring

= g Hc
= 995,68 kg/m3 9,8 m/det2 1,58936 m
= 15,50848 kPa = 0,15307 atm
Tekanan operasi = 1 atm
Poperasi
= 1 + 0,15307 = 1,15307 atm
Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, Pdesign = (1,05) (1,15307 atm) = 1,21072 atm = 17,79277 psi
Joint efficiency = 0,8 .......................................................... (Brownell,1959)
Allowable stress = 12.650 psia .............................................. (Brownell,1959)
Phidrostatik

Tebal shell tangki:


PD
t=
+ Cc
2SE 1,2 P
=

................................................ (Wallas, 1997)

(17,79277) (42,66370)
+ (0,125) = 0,16254 in
2 (12.650)(0,8) 1,2 (17,79277 )

Tebal shell standar yang digunakan 3/16 in


Tutup terbuat dari bahan yang sama dengan dinding tangki dan ditetapkan
tebal tutup 3/16 in.

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

LD.14 Pompa Utilitas I (PU-07)


Fungsi

: Memompa air dari sand filter ke tangki utilitas

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah
: 1 unit
Bahan konstruksi : Commercial steel
Kondisi operasi : Temperatur 30 oC
Densitas air () = 995,68 kg/m3 = 62,15813 lbm/ft3 ..........(Geankoplis, 1997)
Viskositas air () = 0,8007 cP
= 0,00054 lbm/ft.s ...........(Geankoplis,1997)
Laju alir massa (F) = 4.144,32766 kg/jam = 2,53794 lbm/s
F
2,53794 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = =

62,15813 lbm/ft 3
= 0,04083 ft3/s = 0,00116 m3/s
Laju alir volume pompa sentrifugal berkisar dari 6,67 10-5 sampai 6,3 m3/s
dan viskositasnya kurang dari 0,05 Pa.s (Geankoplis, 1997). Maka dengan nilai Q
dan campuran di atas dapat menggunakan pompa sentrifugal.
Desain pompa :
De

= 3,9 (Q)0,45()0,13 ...............................................(Timmerhaus,1991)


= 3,9 (0,04083 ft3/s ) 0,45 (62,15813 lbm/ft3) 0,13
= 1,58184 in

Dari hasil perhitungan diameter optimum maka diambil pipa dengan spesifikasi :
- Ukuran nominal pipa
= 2 in
- Schedule pipa
= 40
- Inside Diameter
= 2,067 in = 0,17224 ft
- Outside Diameter
= 2,38 in = 0,19833 ft
- Luas penampang pipa (A) = 3,35 in2 = 0,02326 ft2
Laju linear fluida rata-rata (v)
0,04083
Q
v =
=
= 1,75524 ft/s
0,02326
A
Bilangan Reynold (NRe)
vD
=
NRe

(62,15813 lb m /ft 3 )(1,75524 ft/s)(0,17224 ft)


0,00054 lb m /ft.s
= 34.926,57194
Dari bilangan Reynold yang dihitung didapatkan bahwa aliran pada pompa
adalah aliran turbulen.
Dari gambar 2.3-10 Geankoplis didapatkan nilai : 4,6 10-5, sehingga nilai
4,6 10 5

=
= 0,00027
D
0,17224
Dan didapatkan nilai f faktor fanning : 0,006
=

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Friction Loss
1. Contraction Loss pada Keluaran Tangki
A v2
hc = 0,55 1 2
.............................................. (Geankoplis, 1997)
A1 2.. g c

= 0,55 (1 0)

1,75524 2
= 0,02633 ft.lbf/lbm
2 (1) (32,174)

2. Friction pada Pipa Lurus


Panjang pipa lurus = 30 ft
Ff

= 4f

L.v 2
D.2.g c

= 4 0,006

......................................................... (Geankoplis, 1997)


30 1,75524 2
= 0,20014 ft.lbf/lbm
2(0,17224) (32,174)

3. Friction pada 2 buah Elbow 90 o


hf

= n.kf.

v2
.......................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

1,75524 2
= 2 0,75
= 0,07182 ft.lbf/lbm
2 32,174
4. Friction pada 1 buah Check Valve
hf

= n.kf

v2
........................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

1,75524 2
= 1 2
= 0,09576 ft.lbf/lbm
2 32,174
5. Expansion Loss pada Tank Entrance

A
hex = 1 1
A2

v2

.................................................... (Geankoplis, 1997)


2.. g c

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= (1 0)

1,75524 2
= 0,04788 ft.lbf/lbm
2 1 32,174

Jumlah friction loss (f)

Ws =

= 0,02633 + 0,20014 + 0,07182 + 0,09576 + 0,04788


= 0,44192 ft.lbf/lbm

P P
1
2
2
(v 2 v1 ) + g(z 2 z1 ) + 2 1 + f ...................... (Geankoplis, 1997)
2

Dimana :
Diameter pipa konstan, v1 = v2
Selisih tinggi pipa, z1 z 2 =10 ft
Tekanan konstan, p2 = p1
Sehingga,
1
Ws =
(0) + 32,174 (10) + 0 + f
2 1
32,174 ft/s 2
1
Ws = (0) +
(10 ft) + 0 + 0,44192 ft.lbf/lbm
2
32,174 ft.lbm/lbf.s 2
= 10,44192 ft.lbf/lbm
Energi pompa, Wp :
Ws = -.Wp ...................................................................... (Geankoplis, 1997)
Bila efisiensi pompa 60 %, maka :
10,44192
Wp =
= 17,40320 ft.lbf/lbm
0,6
P = m Wp ................................................................ (Geankoplis, 1997)
= 2,53794 lbm/s 17,40320 ft.lbf/lbm
= 44,16829 ft.lbf/s
= 0,08031 hp
Maka daya motor yang digunakan adalah 1/12 hp.

LD.15 Tangki Utilitas I (TU 01)


Fungsi

: Menampung air yang akan didistribusikan sebagai air


proses, air kebutuhan domestik, air umpan ketel, air
pendingin dan air pelarut bahan kimia lainnya.

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi : Carbon steel SA 283, Grade C


Kondisi operasi

Temperatur

= 30 oC

Tekanan

= 1 atm

Laju massa air


Densitas air

= 4.144,32766 kg/jam
= 995,68 kg/m3
......................(Geankoplis, 1997)

Kebutuhan perancangan = 6 jam


Faktor keamanan

= 20 %

a. Volume Tangki

= 4.144,32766 kg/jam 6 jam


= 24,97385 m3
995,68 kg/m 3
Volume tangki, Vt = 1,2 24,97385 m3 = 29,96862 m3
Volume air, Va =

b. Diameter Tangki
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder, D : H =3 : 4
V = 1 D 2 H , sehingga,
4
V = 1 D 2 (4D )
4
3
3 29,96862 m 3
D=
3,14
H = 4,07904 m
3

D = 3 3V

D = 3,05928 m = 120,44423 in

c. Tebal Tangki
Tinggi air dalam tangki =

24,97385 m 3
4,07904 m = 3,39920 m
29,96862 m 3

Tekanan hidrostatik
P = gh
= 995,68 kg/m3 9,8 m/det2 3,39920 m
= 33,16827 kPa
= 0,32737 atm
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tekanan operasi = 1 atm


P = 0,32737 atm + 1 atm
Faktor kelonggaran
Pdesign
Joint efficiency
Allowable stress
Tebal shell tangki:
PD
t =
+ Cc
2SE 1,2 P
=

= 1,32737 atm

=5%
= (1,05) (1,32737 atm) = 1,39374 atm
= 20,48239 psi
= 0,8 ................................................ (Brownell,1959)
= 12.650 psi .................................... (Brownell,1959)
................................................. (Walas, 1997)

20,48239 120,44423
+ (0,125) in
2 (12.650 ) (0,8) 1,2 (20,48239 )

= 0,24703 in
Tebal shell standar yang digunakan 1/4 in

...................... (Brownell,1959)

LD.16 Pompa Utilitas II (PU-08)


Fungsi
: Memompa air dari tangki utilitas I ke water reservoir II
Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah
: 1 unit
Bahan konstruksi : Commercial steel
Kondisi operasi : Temperatur 30 oC
Densitas air () = 995,68 kg/m3 = 62,15813 lbm/ft3 ..........(Geankoplis, 1997)
Viskositas air () = 0,8007 cP
= 0,00054 lbm/ft.s ...........(Geankoplis,1997)
Laju alir massa (F) = 1.213,17024 kg/jam = 0,74293 lbm/s
F
0,74293 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = =

62,15813 lbm/ft 3
= 0,01195 ft3/s = 0,00034 m3/s
Laju alir volume pompa sentrifugal berkisar dari 6,67 10-5 sampai 6,3 m3/s
dan viskositasnya kurang dari 0,05 Pa.s (Geankoplis, 1997). Maka dengan nilai Q
dan campuran di atas dapat menggunakan pompa sentrifugal.
Desain pompa :
De

= 3,9 (Q)0,45()0,13 ...............................................(Timmerhaus,1991)


= 3,9 (0,01195 ft3/s ) 0,45 (62,15813 lbm/ft3) 0,13

= 0,91006 in
Dari hasil perhitungan diameter optimum maka diambil pipa dengan spesifikasi :
- Ukuran nominal pipa
= 1 in
- Schedule pipa
= 40
- Inside Diameter
= 1,049 in = 0,08741 ft
- Outside Diameter
= 1,32 in = 0,11000 ft
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

- Luas penampang pipa (A) = 0,864 in2 = 0,00600 ft2


Laju linear fluida rata-rata (v)
0,01195
Q
v =
=
= 1,99221 ft/s
0,00600
A
Bilangan Reynold (NRe)
vD
NRe
=

(62,15813 lb m /ft 3 )(1,99221 ft/s)(0,08741 ft)


0,00054 lb m /ft.s
= 20.118,22687
Dari bilangan Reynold yang dihitung didapatkan bahwa aliran pada pompa
adalah aliran turbulen.
Dari gambar 2.3-10 Geankoplis didapatkan nilai : 4,6 10-5, sehingga nilai
4,6 10 5

=
= 0,00053
D
0,08741
Dan didapatkan nilai f faktor fanning : 0,007
Friction Loss
1. Contraction Loss pada Keluaran Tangki
=

A v2
hc = 0,55 1 2
.............................................. (Geankoplis, 1997)
A1 2.. g c

= 0,55 (1 0)

1,99221 2
= 0,03392 ft.lbf/lbm
2 (1) (32,174)

2. Friction pada Pipa Lurus


Panjang pipa lurus = 50 ft
Ff

= 4f

L.v 2
D.2.g c

= 4 0,007

......................................................... (Geankoplis, 1997)


50 1,99221 2
= 0,98784 ft.lbf/lbm
2(0,08741) (32,174)

3. Friction pada 1 buah Elbow 90 o


hf

= n.kf.

v2
.......................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

= 1 0,75

1,99221 2
= 0,04626 ft.lbf/lbm
2 32,174

4. Friction pada 1 buah Check Valve


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

hf

= n.kf

v2
........................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

= 1 2

1,99221 2
= 0,12336 ft.lbf/lbm
2 32,174

5. Expansion Loss pada Tank Entrance

A
hex = 1 1
A2

v2

.................................................... (Geankoplis, 1997)


2.. g c

1,992212
= 0,06168 ft.lbf/lbm
2 1 32,174
Jumlah friction loss (f)
= 0,03392 + 0,98784 + 0,04626 + 0,12336 + 0,06168
= 1,25305 ft.lbf/lbm
= (1 0)

Ws =

P P
1
2
2
(v 2 v1 ) + g(z 2 z1 ) + 2 1 + f ...................... (Geankoplis, 1997)
2

Dimana :
Diameter pipa konstan, v1 = v2
Selisih tinggi pipa, z1 z 2 =10 ft
Tekanan konstan, p2 = p1
Sehingga,
1
Ws =
(0) + 32,174 (10) + 0 + f
2 1
32,174 ft/s 2
1
Ws = (0) +
(10 ft) + 0 + 1,25305 ft.lbf/lbm
2
32,174 ft.lbm/lbf.s 2
= 11,25305 ft.lbf/lbm
Energi pompa, Wp :
Ws = -.Wp ...................................................................... (Geankoplis, 1997)
Bila efisiensi pompa 60 %, maka :
11,25305
Wp =
= 18,75509 ft.lbf/lbm
0,6
P = m Wp ................................................................ (Geankoplis, 1997)
= 0,74293 lbm/s 18,75509 ft.lbf/lbm
= 13,93376 ft.lbf/s
= 0,02533 hp
Maka daya motor yang digunakan adalah 1/20 hp.

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

LD.17

Water Reservoir II (WR 02)

Fungsi

: Tempat penampungan air untuk air kebutuhan domestik

Jenis

: Beton kedap air

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi :
Temperatur

= 30 oC

Tekanan

= 1 atm

Laju massa air


Densitas air

= 1.213,17024 kg/jam
= 995,68 kg/m3
......................(Geankoplis, 1997)

Kebutuhan perancangan = 24 jam


= 20 %

Faktor keamanan

Volume Tangki
Volume air, Va

1.213,17024 kg/jam 24 jam


995,68 kg/m 3

= 29,24242 m3
Volume bak, Vt
= 1,2 29,24242 m3 = 35,09089 m3
Direncanakan ukuran bak sebagai berikut :
- Panjang bak (p) = 1,5 lebar bak (l)
- Tinggi bak (t)

= lebar bak (l)

Maka : Volume bak = p l t


35,09089 m3 = 1,5 l l l
Jadi,

= 2,86001 m
l
Panjang bak = 4,29002 m
Tinggi bak = 2,86001 m

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

LD.18 Tangki Pelarutan Kaporit [Ca(ClO)2] (TP-03)


Fungsi
: Membuat larutan kaporit [Ca(ClO)2]
Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi : Carbon Steel SA129 grade A


Kondisi operasi

Temperatur

= 30 oC

Tekanan

= 1 atm

Ca(ClO)2 yang digunakan

= 2 ppm

Ca(ClO)2 yang digunakan berupa larutan 70% (% berat)


Laju massa Ca(ClO)2

= 0,00347 kg/jam

Densitas Ca(ClO)2 70 %

= 1.272 kg/m3 = 79,4088 lbm/ft3 ... (Perry, 1997)

Kebutuhan perancangan

= 90 hari

Faktor keamanan

= 20 %

a. Volume Tangki
0,00347 kg/jam 24 jam/hari 90 hari
= 0,00589 m3
1.272 kg/m 3
Volume tangki, Vt = 1,2 0,00589 m3= 0,00707 m3

Volume larutan, Vl =

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tangki, D : H = 2 : 3


1
D 2 H
4
1
3
0,00707 m 3 = D 2 D
4
2
3
0,00707 m 3 = D 3
8
V=

Maka : D = 0,18176 m = 7,15603 in


H = 0,27264 m
b. Tebal Dinding Tangki
Tinggi cairan dalam tangki =

volume cairan tinggi silinder


volume silinder

0,00589
0,27264 m = 0,22720 m
0,00707

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Phid = g Hc
= 1.272 kg/m3 9,8 m/det2 0,22720 m
= 2,83223 kPa
= 0,02795 atm
Tekanan operasi = 1 atm
P = 0,02795 + 1 = 1,02795 atm
Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, Pdesign = (1,05) (1,02795) = 1,07935 atm = 15,86215 psi
Untuk bahan konstruksi Carbon Steel SA129 grade A :
S
= 10.000 psi
Ej
= 0,8
C
= 0,0125 in/tahun
n
= 10 tahun
Cc
= 0, 02 in/tahun 10 tahun = 0, 125 in
Tebal shell tangki :
PD
t =
+ Cc ...............................................................(Brownell, 1959)
2SE 1,2 P
=

(15,86215 ) (7,15603)
+ 0,125
(2)(10.000)(08) 1,2(15,86215 )

= 0,13061 in
Maka tebal tangki yang adalah 3/16 in

...................................(Brownell, 1959)

c. Daya Pengaduk
Viskositas kaporit
= 6,719710-7 lbm/fts = 0,001 kg/m.s .......(Othmer, 1967)
Untuk viskositas campuran yang kurang dari 100 Pa.s dapat menggunakan
pengaduk jenis turbin (Geankoplis, 1997). Maka dapat digunakan jenis pengaduk flat
six-blade turbin dengan empat buah baffle dan 60 rpm. Dimana untuk viskositas
lebih besar dari 2,5 Pa.s tidak diperlukan baffle (Geankoplis, 1997).
..................................(Geankoplis, 1997)
Dimana : Dt
Da
E
W
J

=
=
=
=
=

Diameter tangki
Diameter agitator
Tinggi turbin dari dasar tangki
Lebar blade pada turbin
Lebar baffle

Sehingga diperoleh:
Da = 0,3 Dt
E = Da

= 0,3 0,18176 m
= 0,05453 m

= 0,05453 m

W = 1/5 Da

= 1/5 0,05453 m

= 0,01091 m

J = 1/12 Dt

= 1/12 0,18176 m

= 0,01515 m

Kecepatan pengadukan, N = 1 putaran/det


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

NRe =

Da 2 N
............................................................... (Geankoplis, 1997)

0,05453 2 m .1s 1 1.272 kg/m 3 .


= 3.782,31858
0,001 kg/m1s1

Dari gambar 3.4-5 (Geankoplis, 1997), untuk pengaduk jenis turbin dengan 4
baffle diambil kurva 1, sehingga didapat nilai dari Np = 5
P = N p . . N3 . Da

............................................................(Geankoplis, 1997)

= 5 . 1.272 kg/m3 . (1 S-1)3 . (0,05453 m)5


= 0,00307 J/s
= 3,06113 10-6 kW
Maka daya motor yang digunakan adalah 1/60 hp
LD.19 Pompa Kaporit [Ca(ClO)2] (PU-09)
Fungsi
: Memompa larutan kaporit ke water reservoir II
Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah
: 1 unit
Bahan konstruksi : Commercial steel
Kondisi operasi : Temperatur 30 oC
Densitas ()
= 1.272 kg/m3 = 79,40818 lbm/ft3 ..........(Geankoplis, 1997)
Viskositas ()
= 6,7197 10-8 lbm/ft.s ...... (Geankoplis,1997)
Laju alir massa (F) = 0,00347 kg/jam = 2,125 10-6 lbm/s
F
2,125 10 -6 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = =

79,40818 lbm/ft 3
= 2,67603 10-8 ft3/s
Untuk larutan dengan viskositas kurang dari 0,05 Pa.s dapat menggunakan
pompa sentrifugal (Geankoplis, 1997).
Desain pompa :
De

= 3,9 (Q)0,45()0,13 ...............................................(Timmerhaus,1991)


= 3,9 (2,67603 10-8 ft3/s ) 0,45 (79,40818 lbm/ft3) 0,13

= 0,00269 in
Dari hasil perhitungan diameter optimum maka diambil pipa dengan spesifikasi :
- Ukuran nominal pipa
= 1/8 in
- Schedule pipa
= 40
- Inside Diameter
= 0,269 in = 0,02242 ft
- Outside Diameter
= 0,405 in = 0,03375 ft
- Luas penampang pipa (A) = 0,058 in2 = 0,00040 ft2
Laju linear fluida rata-rata (v)
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

2,67603 10 -8
Q
=
= 6,64448 10-5 ft/s
0,00040
A

Bilangan Reynold (NRe)


vD
NRe
=

(79,40818 lb m /ft 3 )(6,64448 10 -5 ft/s)(0,02242 ft)


6,7197 10 -7 lb m /ft.s
= 176,00694
Dari bilangan Reynold yang dihitung didapatkan bahwa aliran pada pompa
adalah aliran laminar.
Dari gambar 2.3-10 Geankoplis didapatkan nilai f faktor fanning : 0,09
=

Friction Loss
1. Contraction Loss pada Keluaran Tangki
A v2
hc = 0,55 1 2
.............................................. (Geankoplis, 1997)
A
2..
g
1
c

= 0,55 (1 0)

(6,64448 10 -5 )
2 (1) (32,174)

= 3,77354 10-11 ft.lbf/lbm

2. Friction pada Pipa Lurus


Panjang pipa lurus = 50 ft
Ff

= 4f

L.v 2
D.2.g c

......................................................... (Geankoplis, 1997)

50 (6,64448 10 -5 ) 2
= 4 0,007
= 5,50941 10-8 ft.lbf/lbm
2(0,02242) (32,174)
3. Friction pada 1 buah Elbow 90 o
hf

= n.kf.

v2
.......................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

= 1 0,75

(6,64448 10 -5 )
2 32,174

= 5,14574 10-11 ft.lbf/lbm

4. Friction pada 1 buah Check Valve


hf

= n.kf

v2
........................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= 1 2

(6,64448 10 -5 ) 2
= 1,3722 10-10 ft.lbf/lbm
2 32,174

5. Expansion Loss pada Tank Entrance

A
hex = 1 1
A2

v2

.................................................... (Geankoplis, 1997)


2.. g c

(6,64448 10 -5 ) 2
= 6,86098 10-11 ft.lbf/lbm
2 1 32,174
Jumlah friction loss (f)
= 3,77354 10-11 + 5,50941 10-8 + 5,14574 10-11 +
1,3722 10-10 + 6,86098 10-11
= 5,53891 10-8 ft.lbf/lbm
= (1 0)

Ws =

P P
1
2
2
(v 2 v1 ) + g(z 2 z1 ) + 2 1 + f ...................... (Geankoplis, 1997)
2

Dimana :
Diameter pipa konstan, v1 = v2
Selisih tinggi pipa, z1 z 2 =10 ft
Tekanan konstan, p2 = p1
Sehingga,
1
Ws =
(0) + 32,174 (10) + 0 + f
2 1
32,174 ft/s 2
1
Ws = (0) +
(10 ft) + 0 + ( 5,53891 10 -8 ) ft.lbf/lbm
2
2
32,174 ft.lbm/lbf.s
= 10,00000 ft.lbf/lbm
Energi pompa, Wp :
Ws = -.Wp ...................................................................... (Geankoplis, 1997)
Bila efisiensi pompa 60 %, maka :
10,00000
Wp =
= 16,66667 ft.lbf/lbm
0,6
P = m Wp ................................................................ (Geankoplis, 1997)
= 2,125 10-6 lbm/s 16,66667 ft.lbf/lbm
= 3,5416 10-5 ft.lbf/s
= 6,43936 10-8 hp
1
Maka daya motor yang digunakan adalah /60 hp.
LD.20 Pompa Utilitas II (PU-10)
Fungsi
: Memompa air dari water reservoir II untuk kebutuhan
domestik
Jenis

: Pompa sentrifugal

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Jumlah
: 1 unit
Bahan konstruksi : Commercial steel
Kondisi operasi : Temperatur 30 oC
Densitas air () = 995,68 kg/m3 = 62,15813 lbm/ft3 ..........(Geankoplis, 1997)
Viskositas air () = 0,8007 cP
= 0,00054 lbm/ft.s ...........(Geankoplis,1997)
Laju alir massa (F) = 1.213,17024 kg/jam = 0,74293 lbm/s
F
0,74293 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = =

62,15813 lbm/ft 3
= 0,01195 ft3/s = 0,00034 m3/s
Laju alir volume pompa sentrifugal berkisar dari 6,67 10-5 sampai 6,3 m3/s
dan viskositasnya kurang dari 0,05 Pa.s (Geankoplis, 1997). Maka dengan nilai Q
dan campuran di atas dapat menggunakan pompa sentrifugal.
Desain pompa :
De

= 3,9 (Q)0,45()0,13 ...............................................(Timmerhaus,1991)


= 3,9 (0,01195 ft3/s ) 0,45 (62,15813 lbm/ft3) 0,13

= 0,91006 in
Dari hasil perhitungan diameter optimum maka diambil pipa dengan spesifikasi :
- Ukuran nominal pipa
= 1 in
- Schedule pipa
= 40
- Inside Diameter
= 1,049 in = 0,08741 ft
- Outside Diameter
= 1,32 in = 0,11000 ft
- Luas penampang pipa (A) = 0,864 in2 = 0,00600 ft2
Laju linear fluida rata-rata (v)
0,01195
Q
v =
=
= 1,99221 ft/s
0,00600
A
Bilangan Reynold (NRe)
vD
NRe
=

(62,15813 lb m /ft 3 )(1,99221 ft/s)(0,08741 ft)


0,00054 lb m /ft.s
= 20.118,22687
Dari bilangan Reynold yang dihitung didapatkan bahwa aliran pada pompa
adalah aliran turbulen.
Dari gambar 2.3-10 Geankoplis didapatkan nilai : 4,6 10-5, sehingga nilai
4,6 10 5

=
= 0,00053
D
0,08741
Dan didapatkan nilai f faktor fanning : 0,007
=

Friction Loss
1. Contraction Loss pada Keluaran Tangki
A v2
hc = 0,55 1 2
.............................................. (Geankoplis, 1997)
A1 2.. g c
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

1,99221 2
= 0,03392 ft.lbf/lbm
2 (1) (32,174)

= 0,55 (1 0)

2. Friction pada Pipa Lurus


Panjang pipa lurus = 50 ft
Ff

= 4f

L.v 2
D.2.g c

= 4 0,007

......................................................... (Geankoplis, 1997)


50 1,99221 2
= 0,98784 ft.lbf/lbm
2(0,08741) (32,174)

3. Friction pada 1 buah Elbow 90 o


hf

= n.kf.

v2
.......................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

= 1 0,75

1,99221 2
= 0,04626 ft.lbf/lbm
2 32,174

4. Friction pada 1 buah Check Valve


hf

= n.kf

v2
........................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

= 1 2

1,99221 2
= 0,12336 ft.lbf/lbm
2 32,174

5. Expansion Loss pada Tank Entrance

A
hex = 1 1
A2
= (1 0)

v2

.................................................... (Geankoplis, 1997)


2.. g c
1,992212
= 0,06168 ft.lbf/lbm
2 1 32,174

Jumlah friction loss (f)

Ws =

= 0,03392 + 0,98784 + 0,04626 + 0,12336 + 0,06168


= 1,25305 ft.lbf/lbm

P P
1
2
2
(v 2 v1 ) + g(z 2 z1 ) + 2 1 + f ...................... (Geankoplis, 1997)
2

Dimana :
Diameter pipa konstan, v1 = v2
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Selisih tinggi pipa, z1 z 2 =10 ft


Tekanan konstan, p2 = p1
Sehingga,
1
Ws =
(0) + 32,174 (10) + 0 + f
2 1
32,174 ft/s 2
1
Ws = (0) +
(10 ft) + 0 + 1,25305 ft.lbf/lbm
2
32,174 ft.lbm/lbf.s 2
= 11,25305 ft.lbf/lbm
Energi pompa, Wp :
Ws = -.Wp ...................................................................... (Geankoplis, 1997)
Bila efisiensi pompa 60 %, maka :
11,25305
Wp =
= 18,75509 ft.lbf/lbm
0,6
P = m Wp ................................................................ (Geankoplis, 1997)
= 0,74293 lbm/s 18,75509 ft.lbf/lbm
= 13,93376 ft.lbf/s
= 0,02533 hp
Maka daya motor yang digunakan adalah 1/20 hp.
LD. 21 Pompa Utilitas III (PU-11)
Fungsi
: Memompa air dari tangki utilitas I ke water cooling tower
Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah
: 1 unit
Bahan konstruksi : Commercial steel
Kondisi operasi : Temperatur 30 oC
Densitas air () = 995,68 kg/m3 = 62,15813 lbm/ft3 ..........(Geankoplis, 1997)
Viskositas air () = 0,8007 cP
= 0,00054 lbm/ft.s ...........(Geankoplis,1997)
Laju alir massa (F) = 1.843,22817 kg/jam = 1,12877 lbm/s
F
1,12877 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = =

62,15813 lbm/ft 3
= 0,01816 ft3/s = 0,00051 m3/s
Laju alir volume pompa sentrifugal berkisar dari 6,67 10-5 sampai 6,3 m3/s
dan viskositasnya kurang dari 0,05 Pa.s (Geankoplis, 1997). Maka dengan nilai Q
dan campuran di atas dapat menggunakan pompa sentrifugal.
Desain pompa :
De

= 3,9 (Q)0,45()0,13 ...............................................(Timmerhaus,1991)


= 3,9 (0,01816 ft3/s) 0,45 (62,15813 lbm/ft3) 0,13
= 1,09855 in

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Dari hasil perhitungan diameter optimum maka diambil pipa dengan spesifikasi :
- Ukuran nominal pipa
= 1 in
- Schedule pipa
= 40
- Inside Diameter
= 1,38 in = 0,11500 ft
- Outside Diameter
= 1,66 in = 0,13833 ft
- Luas penampang pipa (A) = 1,5 in2 = 0,01042 ft2
Laju linear fluida rata-rata (v)
0,01816
Q
v =
=
= 1,74347 ft/s
0,01042
A

Bilangan Reynold (NRe)


vD
=
NRe

(62,15813 lb m /ft 3 )(1,74347 ft/s)(0,11500 ft)


0,00054 lb m /ft.s
= 23.161,84409
=

Dari bilangan Reynold yang dihitung didapatkan bahwa aliran pada pompa
adalah aliran turbulen.
Dari gambar 2.3-10 Geankoplis didapatkan nilai : 4,6 10-5, sehingga nilai
4,6 10 5

=
= 0,00040
D
0,11500
Dan didapatkan nilai f faktor fanning : 0,006
Friction Loss
1. Contraction Loss pada Keluaran Tangki
A v2
hc = 0,55 1 2
.............................................. (Geankoplis, 1997)
A1 2.. g c

= 0,55 (1 0)

1,74347 2
= 0,02598 ft.lbf/lbm
2 (1) (32,174)

2. Friction pada Pipa Lurus


Panjang pipa lurus = 50 ft
Ff

= 4f

L.v 2
D.2.g c

= 4 0,006

......................................................... (Geankoplis, 1997)


50 1,74347 2
= 0,49294 ft.lbf/lbm
2(0,08741) (32,174)

3. Friction pada 1 buah Elbow 90 o

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

hf

= n.kf.

v2
.......................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

= 1 0,75

1,74347 2
= 0,07086 ft.lbf/lbm
2 32,174

4. Friction pada 1 buah Check Valve


hf

= n.kf

v2
........................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

1,74347 2
= 0,09448 ft.lbf/lbm
= 1 2
2 32,174
5. Expansion Loss pada Tank Entrance

A
hex = 1 1
A2

v2

.................................................... (Geankoplis, 1997)


2.. g c

1,74347 2
= (1 0)
= 0,04724 ft.lbf/lbm
2 1 32,174
Jumlah friction loss (f)
Ws =

= 0,02598 + 0,49294 + 0,07086 + 0,09448 + 0,04724


= 0,73149 ft.lbf/lbm

P P
1
2
2
(v 2 v1 ) + g(z 2 z1 ) + 2 1 + f ...................... (Geankoplis, 1997)
2

Dimana :
Diameter pipa konstan, v1 = v2
Selisih tinggi pipa, z1 z 2 =10 ft
Tekanan konstan, p2 = p1
Sehingga,
1
Ws =
(0) + 32,174 (10) + 0 + f
2 1
32,174 ft/s 2
1
Ws = (0) +
(10 ft) + 0 + 0,73149 ft.lbf/lbm
2
32,174 ft.lbm/lbf.s 2
= 10,73149 ft.lbf/lbm
Energi pompa, Wp :
Ws = -.Wp ...................................................................... (Geankoplis, 1997)

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Bila efisiensi pompa 60 %, maka :


10,73149
= 17,88582 ft.lbf/lbm
Wp =
0,6
P = m Wp ................................................................ (Geankoplis, 1997)
= 1,12877 lbm/s 17,88582 ft.lbf/lbm
= 20,18902 ft.lbf/s
= 0,03671 hp
Maka daya motor yang digunakan adalah 1/20 hp.
LD.22 Water Cooling Tower (WCT-01)
Fungsi
: Mendinginkan air pendingin bekas dari temperatur 40 oC
menjadi 28 oC
Jenis

: Mechanical Draft Cooling Tower

Bahan konstruksi : Carbon Steel SA53 Grade B.


Kondisi operasi :
Suhu air masuk menara (TL2)

= 40 oC = 104 oF

Suhu air keluar menara (TL1)

= 28 oC = 82,4 oF

Suhu udara (TG1)

= 30 oC = 86 oF

Laju alir massa masuk (F)


Densitas air pada 40 oC ()

= 73.876,88072 kg/jam
= 992,25 kg/m3
......... (Geankoplis, 1997)

Laju alir volumetrik (Q)

73.876,88072 kg/jam
992,25 kg/m 3

= 74,45389 m3/jam = 327,80810 gal/min


Dari Gambar 12-14, Perry, 1997, diperoleh suhu cembung basah, Tw = 75 oF
Dari Gambar 12-14, Perry, 1999, diperoleh konsentrasi air = 2 gal/ft2menit
Faktor keamanan = 20 %
Luas menara, A = 1,2 (kapasitas air/konsentrasi air)
= 1,2 (327,8081058 gal/menit /(2 gal/ft2. menit)
= 196,68486 ft2
Dari kurva kelembaban, diperoleh H = 0,013 kg uap air/kg udara kering,
sehingga, kelembaban udara yang masuk:

H y1

= (1,005 + 1,88H)(T T0 ) + 2,501,4H

..........(Geankoplis, 1997)

= (1,005 + 1,88 0,013 )(28 0) + (2.501,4 0,013)


= 63,3962 103 J/kg
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Direncanakan perbandingan laju udara dengan laju air yang masuk (G : L) =


5 : 6, sehingga laju alir udara masuk (G) = 51.969,84538 kg/jam
Laju alir liquid/ satuan luas (L)

73.876,8807 kg/jam 3,2808 m 2


196,68486 ft 2 3.600 s

= 1,12304 kg/m2s
5
= 1,12304
6

Laju alir gas/ satuan luas (G)

G(H y2 H y1 ) = L cL (TL2 TL1 )

= 0,93587 kg/m2s
........................................... (Geankoplis, 1997)

0,93587 (Hy2 61,337 103 J/kg) = 1,12304 (40 oC 28 oC)


= 123,689 103 J/kg

Hy2
200
180

Entalpi, Hy (J/kg) 10^3

160
140
120

Garis Kesetimbangan

100

Garis Operasi

80
60
40
20
0
0

10

20

30

40

50

Temperatur (Derajat Celcius)

Gambar LD.2 Grafik Enthalpy dan Temperatur pada Cooling Tower


Ketinggian menara, z =

.................. (Geankoplis, 1997)

Diestimasi koefisien mass-transfer, kG.a = 1,207 10-7 kg mol/s.m3


Tabel LD.1
hy
63,3962
75,4546
87,5132
99,8718
111,63
123,689

Perhitungan Entalpi dalam Penentuan Tinggi Menara Pendingin


hy*
1/(hy*-hy)
71,63748
0,12134
85,2637
0,10195
98,8899
0,08790
112,5161
0,07909
126,1423
0,06891
139,7686
0,06219

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

0,14000

1/(Hy* - Hy) . 10^3

0,12000
0,10000
0,08000
0,06000
0,04000
0,02000
0,00000
0

20

40

60

80

100

120

140

Hy . 10^3

Gambar LD.2 Kurva Hy terhadap 1/(Hy* Hy)


Luas daerah di bawah kurva dari pada Gambar LD.2 =
Tinggi menara air (z) =

G
M B k Ga P

dHy

Hy * Hy

= 5,53280 m2

dH y
H Hy
*
y

0,93587
(5,53280)
29 (1,207 10 7 ) (1,013 10 5 )
= 14,60305 m
=

Diambil performance menara 90 %, maka dari Gambar 1215, Perry, 1997,


diperoleh tenaga kipas 0,03 hp/ft2.
Daya yang diperlukan = 0,03 hp/ft2 196,68486 ft2 = 5,90055 hp
Digunakan daya standard 6 hp
LD.23 Pompa Cation Exchanger (PU-12)
Fungsi
: Memompa air dari tangki utilitas I ke cation exchanger
Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah
: 1 unit
Bahan konstruksi : Commercial steel
Kondisi operasi : Temperatur 30 oC
Densitas air ()
= 995,68 kg/m3 = 62,15813 lbm/ft3 ..........(Geankoplis, 1997)
Viskositas air () = 0,8007 cP = 0,00054 lbm/ft.s ...........(Geankoplis,1997)
Laju alir massa (F) = 943,28332 kg/jam = 0,57766 lbm/s
F
0,57766 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = =

62,15813 lbm/ft 3
= 0,00929 ft3/s = 0,00026 m3/s

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Laju alir volume pompa sentrifugal berkisar dari 6,67 10-5 sampai 6,3 m3/s
dan viskositasnya kurang dari 0,05 Pa.s (Geankoplis, 1997). Maka dengan nilai Q
dan campuran di atas dapat menggunakan pompa sentrifugal.
Desain pompa :
De

= 3,9 (Q)0,45()0,13 ...............................................(Timmerhaus,1991)


= 3,9 (0,00929 ft3/s) 0,45 (62,15813 lbm/ft3) 0,13

= 0,81264 in
Dari hasil perhitungan diameter optimum maka diambil pipa dengan spesifikasi :
- Ukuran nominal pipa
= 1 in
- Schedule pipa
= 40
- Inside Diameter
= 1,049 in = 0,08741 ft
- Outside Diameter
= 1,32 in = 0,11000 ft
- Luas penampang pipa (A) = 0,864 in2 = 0,00600 ft2
Laju linear fluida rata-rata (v)
0,00929
Q
=
= 1,54901 ft/s
v =
0,00600
A
Bilangan Reynold (NRe)
vD
NRe
=

(62,15813 lb m /ft 3 )(1,54901 ft/s)(0,08741 ft)


0,00054 lb m /ft.s
= 15.642,64207
Dari bilangan Reynold yang dihitung didapatkan bahwa aliran pada pompa
adalah aliran turbulen.
Dari gambar 2.3-10 Geankoplis didapatkan nilai : 4,6 10-5, sehingga nilai
4,6 10 5

=
= 0,00053
D
0,08741
Dan didapatkan nilai f faktor fanning : 0,007
=

Friction Loss
1. Contraction Loss pada Keluaran Tangki
A v2
hc = 0,55 1 2
.............................................. (Geankoplis, 1997)
A1 2.. g c

= 0,55 (1 0)

1,54901 2
= 0,02051 ft.lbf/lbm
2 (1) (32,174)

2. Friction pada Pipa Lurus


Panjang pipa lurus = 30 ft
Ff

= 4f

L.v 2
D.2.g c

......................................................... (Geankoplis, 1997)

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= 4 0,007

30 1,54901 2
= 0,35833 ft.lbf/lbm
2(0,08741) (32,174)

3. Friction pada 2 buah Elbow 90 o


hf

= n.kf.

v2
.......................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

= 2 0,75

1,54901 2
= 0,05593 ft.lbf/lbm
2 32,174

4. Friction pada 1 buah Check Valve


hf

= n.kf

v2
........................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

= 1 2

1,54901 2
= 0,07458 ft.lbf/lbm
2 32,174

5. Expansion Loss pada Tank Entrance

A
hex = 1 1
A2
= (1 0)

v2

.................................................... (Geankoplis, 1997)


2.. g c
1,54901 2
= 0,03729 ft.lbf/lbm
2 1 32,174

Jumlah friction loss (f)

Ws =

= 0,02051 + 0,35833 + 0,05593 + 0,07458 + 0,03729


= 0,54663 ft.lbf/lbm

P P
1
2
2
(v 2 v1 ) + g(z 2 z1 ) + 2 1 + f ...................... (Geankoplis, 1997)
2

Dimana :
Diameter pipa konstan, v1 = v2
Selisih tinggi pipa, z1 z 2 = 5 ft
Tekanan konstan, p2 = p1
Sehingga,
1
Ws =
(0) + 32,174 (10) + 0 + f
2 1
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

32,174 ft/s 2
1
(0) +
(5 ft) + 0 + 0,54663 ft.lbf/lbm
2
32,174 ft.lbm/lbf.s 2
= 5,54663 ft.lbf/lbm
Energi pompa, Wp :
Ws =

Ws = -.Wp ...................................................................... (Geankoplis, 1997)

Bila efisiensi pompa 60 %, maka :


5,54663
= 9,24439 ft.lbf/lbm
Wp =
0,6
P = m Wp ................................................................ (Geankoplis, 1997)
= 0,00026 lbm/s 9,24439 ft.lbf/lbm
= 5,34008 ft.lbf/s
= 0,00971 hp
Maka daya motor yang digunakan adalah 1/60 hp.
LD.24 Cation Exchanger / Penukar Kation (CE-01)
Fungsi
: Mengurangi kesadahan air
Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi : Carbon Steel SA283 grade C


Kondisi operasi

Temperatur

= 30 oC

Tekanan

= 1 atm

Laju alir massa (F)


Densitas air

= 943,28332 kg/jam
= 995,68 kg/m3

Kebutuhan perancangan

= 24 jam

Faktor keamanan

= 20 %

.................. (Perry, 1999)

a. Ukuran Cation Exchanger


Dari Tabel 12.4, The Nalco Water Handbook, diperoleh :
- Diameter penukar kation

= 2 ft = 0,60960 m

- Luas penampang penukar kation = 4,91 ft2


Tinggi resin dalam cation exchanger = 2,5 ft
Tinggi silinder

= 1,2 2,5 ft
= 3,0 ft

Diameter tutup = diameter tangki

= 0,7620 m

= 0,91440 m

= 0,60960 m

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tinggi tutup tangki direncanakan dari diameter tutup


= 1 0,60960 m = 0,15240 m
4

Tinggi tutup tangki


Tinggi penukar kation keseluruhan

= 0,91440 m + 0,15240 m
= 1,06680 m

Tinggi bahan dalam tangki

= 0,8 1,06680 m
= 0,85344 m

b. Tebal Dinding Tangki


Phidrostatik = g Hc
= 995,68 kg/m3 9,8 m/det2 0,85344 m
= 8,32758 kPa
= 0,08219 atm
Tekanan operasi = 1 atm
P = 0,08219 atm + 1 atm = 1,08219 atm
Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, Pdesign = (1,05) (1,08219 atm) = 1,13630 atm = 16,69911 psi
Untuk bahan konstruksi Carbon Steel SA283 grade C :
S
= 12.650 psi
Ej
= 0,8
C
= 0,0125 in/tahun
n
= 10 tahun
Cc
= 0,125 in/tahun
Tebal shell tangki :
PD
t =
+ Cc .............................................................. (Brownell, 1959)
2SE 1,2 P
=

(16,69911 ) (24)
+ 0,125 in
(2)(12.650)(0,8) 1,2(16,69911 )

= 0,14482 in
Maka tebal tangki yang adalah 3/16 in ........................................ (Brownell, 1959)

LD.25 Tangki Pelarutan Asam Sulfat [H2SO4] (TP-04)


Fungsi
: Membuat larutan asam sulfat
Bentuk
: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi

: Low Alloy Steel SA203 grade A

Kondisi operasi

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Temperatur

= 30 oC

Tekanan

= 1 atm

H2SO4 yang digunakan mempunyai konsentrasi 4 % (% berat) ....(Nalco, 1988)


Laju massa H2SO4

= 0,11811 kg/jam

Densitas H2SO4

= 1.061,7 kg/m3 = 66,27961 lbm/ft3 ......(Perry, 1999)

Kebutuhan perancangan = 30 hari


Faktor keamanan

= 20 %

a. Ukuran Tangki

0,11811 kg/hari 30 hari 24 jam


= 2,00243 m3
3
0,04 1.061,7 kg/m
Volume tangki, Vt = 1,2 2,00243 m3 = 2,40292 m3
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tangki, D : H = 3 : 4
Volume larutan, Vl =

1
D 2 H
4
1
4
3
2,40292 m = D 2 D
4
3
1 3
3
2,40292 m = D
3
V=

Maka : D = 1,31920 m = 51,93697 in


H = 1,75893 m
b. Tebal Tangki
Tinggi cairan dalam tangki

Phidrostatik

volume cairan tinggi silinder


volume silinder

2,00243
1,75893 = 1,46578 m
2,40292

= g Hc
= 1.061,7 kg/m3 9,8 m/det2 1,46578 m

= 15,25090 kPa = 0,15053 atm


Tekanan operasi = 1 atm
P = 0,15053 atm + 1 atm = 1,15053 atm
Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, Pdesign = (1,05) (1,15053 atm) = 1,20805 atm = 17,75354 psi
Untuk bahan konstruksi Low Alloy Steel SA203 grade A :
S

= 16.250 psi

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Ej
C
n
Cc

=
=
=
=

0,8
0,0125 in/tahun
10 tahun
0,125 in

Tebal shell tangki :


PD
t =
+ Cc ...............................................................(Brownell, 1959)
2SE 1,2 P
=

(17,75354 ) (51,93697 )
+ 0,125 in
(2)(16.250)(0,8) 1,2(17,75354 )

= 0,17060 in
Maka tebal tangki yang adalah 3/16 in

..............................(Brownell, 1959)

d. Daya Pengaduk
Viskositas H2SO4 4 % = 3,5. 10-6 lbm/ftdetik = 0,0052 Pa.s
Untuk viskositas campuran yang kurang dari 100 Pa.s dapat menggunakan
pengaduk jenis turbin (Geankoplis, 1997). Maka dapat digunakan jenis pengaduk
flat six-blade turbin dengan empat buah baffle dan 60 rpm. Dimana untuk
viskositas lebih besar dari 2,5 Pa.s tidak diperlukan baffle (Geankoplis, 1997).
Untuk pengaduk:
..................................(Geankoplis, 1997)
Dimana : Dt = Diameter tangki
Da = Diameter agitator
E = Tinggi turbin dari dasar tangki
W = Lebar blade pada turbin
J = Lebar baffle
Sehingga diperoleh :
Da = 0,3 Dt

= 0,3 1,31920 m = 0,39576 m

E = Da

= 0,39576 m

W = 1/5 Da

= 1/5 0,39576 m = 0,07915 m

J = 1/12 Dt = 1/12 1,31920 m = 0,10993 m


Kecepatan pengadukan, N = 1 putaran/det
Da 2 N
............................................................... (Geankoplis, 1997)
NRe =

0,39576

m .1s 1 1.061,7 kg/m 3 .


0,0052 kg/m1s1
2

= 31.978,80777

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Dari gambar 3.4-5 (Geankoplis, 1997), untuk pengaduk jenis turbin dengan 4
baffle diambil kurva 1, sehingga didapat nilai dari Np = 6
P = N p . . N3 . Da

............................................................(Geankoplis, 1997)

= 6 . 1.061,7 kg/m3 . (1 S-1)3 . (0,13720 m)5


= 0,30968 J/s = 0,00309 kW
Maka motor yang digunakan adalah 1/60 hp
LD.26 Pompa Asam Sulfat [H2SO4] (PU-13)
Fungsi
: Memompa larutan asam sulfat ke cation exchanger
Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah
: 1 unit
Bahan konstruksi : Commercial steel
Kondisi operasi : Temperatur 30 oC
Densitas ()
= 1.061,7 kg/m3 = 66,27961 lbm/ft3 .......(Geankoplis, 1997)
Viskositas ()
= 3,4924. 10-6 lbm/ftdetik lbm/ft.s ............. (Geankoplis,1997)
Laju alir massa (F) = 0,11811 kg/jam = 7,2329 10-5 lbm/s
F
7,2329 10 -5 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = =

66,27961 lbm/ft 3
= 1,09127 10-6 ft3/s
Untuk larutan dengan viskositas kurang dari 0,05 Pa.s dapat menggunakan
pompa sentrifugal (Geankoplis, 1997).
Desain pompa :
De

= 3,9 (Q)0,45()0,13 ...............................................(Timmerhaus,1991)


= 3,9 (1,09127 10-6 ft3/s ) 0,45 (66,27961 lbm/ft3) 0,13

= 0,01396 in
Dari hasil perhitungan diameter optimum maka diambil pipa dengan spesifikasi :
- Ukuran nominal pipa
= 1/8 in
- Schedule pipa
= 40
- Inside Diameter
= 0,269 in = 0,02242 ft
- Outside Diameter
= 0,405 in = 0,03375 ft
- Luas penampang pipa (A) = 0,058 in2 = 0,00040 ft2
Laju linear fluida rata-rata (v)
Q 1,09127 10 -6
v =
=
= 0,00271 ft/s
0,00040
A
Bilangan Reynold (NRe)
(66,27961 lb m /ft 3 )(0,00271 ft/s)(0,02242 ft)
vD
NRe
=
=

3,4942 10 -6 lb m /ft.s
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= 1.152,08268
Dari bilangan Reynold yang dihitung didapatkan bahwa aliran pada pompa
adalah aliran laminar.
Dari gambar 2.3-10 Geankoplis didapatkan nilai f faktor fanning : 0,017
Friction Loss
1. Contraction Loss pada Keluaran Tangki
A v2
hc = 0,55 1 2
.............................................. (Geankoplis, 1997)
A1 2.. g c

= 0,55 (1 0)

(0,00271 ) 2
= 6,27529 10-8 ft.lbf/lbm
2 (1) (32,174)

2. Friction pada Pipa Lurus


Panjang pipa lurus = 30 ft
Ff

L.v 2
= 4f
D.2.g c
= 4 0,017

......................................................... (Geankoplis, 1997)


30 (0,00271 ) 2
= 1,03836 10-5 ft.lbf/lbm
2(0,02242) (32,174)

3. Friction pada 3 buah Elbow 90 o


hf

= n.kf.

v2
.......................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

(0,00271) 2
= 3 0,75
= 2,56717 10-7 ft.lbf/lbm
2 32,174
4. Friction pada 1 buah Check Valve
hf

= n.kf

v2
........................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

(0,00271 ) 2
= 2,28193 10-7 ft.lbf/lbm
2 32,174
5. Expansion Loss pada Tank Entrance
= 1 2

A
hex = 1 1
A2
= (1 0)

v2

.................................................... (Geankoplis, 1997)


2..
g
c

(0,00271 ) 2
= 1,14096 10-7 ft.lbf/lbm
2 1 32,174

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Jumlah friction loss (f)

Ws =

= 6,27529 10-8 + 1,03836 10-5 + 2,56717 10-7 +


2,28193 10-7 + 1,14096 10-7
= 1,10454 10-5 ft.lbf/lbm

P P
1
2
2
(v 2 v1 ) + g(z 2 z1 ) + 2 1 + f ...................... (Geankoplis, 1997)
2

Dimana :
Diameter pipa konstan, v1 = v2
Selisih tinggi pipa, z1 z 2 = 5 ft
Tekanan konstan, p2 = p1
Sehingga,
1
Ws =
(0) + 32,174 (10) + 0 + f
2 1
32,174 ft/s 2
1
Ws = (0) +
(5 ft) + 0 + (1,10454 10 -5 ) ft.lbf/lbm
2
2
32,174 ft.lbm/lbf.s
= 5,00001 ft.lbf/lbm
Energi pompa, Wp :
Ws = -.Wp ...................................................................... (Geankoplis, 1997)
Bila efisiensi pompa 60 %, maka :
5,00001
Wp =
= 8,33335 ft.lbf/lbm
0,6
P = m Wp ................................................................ (Geankoplis, 1997)
= 7,2329 10-5 lbm/s 8,33335 ft.lbf/lbm
= 0,00060 ft.lbf/s
= 1,0959 10-6 hp
Maka daya motor yang digunakan adalah 1/60 hp.
LD. 27 Anion Exchanger / Penukar Anion (AE-01)
Fungsi
: Mengurangi kesadahan air
Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi : Carbon Steel SA283 grade C


Kondisi operasi

Temperatur

= 30 oC

Tekanan

= 1 atm

Laju alir massa (F)


Densitas air

= 943,28332 kg/jam
= 995,68 kg/m3
.............................. (Perry, 1999)

Kebutuhan perancangan

= 24 jam

Faktor keamanan

= 20 %

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

a. Ukuran Anion Exchanger


Dari Tabel 12.4, The Nalco Water Handbook, diperoleh :
a. Diameter penukar anion

= 2 ft = 0,60960 m = 24 in

b. Luas penampang penukar anion

= 3,14 ft2

Tinggi resin dalam anion exchanger

= 2,5 ft

Tinggi silinder

= 1,2 2,5 ft
= 3,0 ft

= 0,7620 m

= 0,91440 m

Diameter tutup = diameter tangki = 0,60960 m


Tinggi tutup tangki direncanakan dari diameter tutup
Tinggi tutup tangki = 1 0,60960 m = 0,15240 m
4
Tinggi penukar anion keseluruhan

= 0,91440 m + 0,15240 m
= 1,06680 m

Tinggi bahan dalam tangki

= 0,8 1,06680 m
= 0,85344 m

b. Tebal Dinding Tangki


Phid = g Hc
= 995,68 kg/m3 9,8 m/det2 0,85344 m
= 8,32758 kPa
= 0,08220 atm
Tekanan operasi = 1 atm
P = 0,08220 atm + 1 atm = 1,08220 atm
Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, Pdesign = (1,05) (1,08220 atm) = 1,13631 atm = 16,69921 psi
Untuk bahan konstruksi Carbon Steel SA283 grade C :
S
= 12.650 psi
Ej
= 0,8
C
= 0,0125 in/tahun
n
= 10 tahun
Cc
= 0,125 in/10 tahun
Tebal shell tangki :
PD
t =
+ Cc ...............................................................(Brownell, 1959)
2SE 1,2 P
=

(16,69921 ) (24)
+ 0,125 in
(2)(12.650)(0,8) 1,2(16,69921 )

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= 0,14482 in
Maka tebal tangki yang adalah 3/16 in ........................................(Brownell, 1959).
LD.28 Pompa Anion Exchanger (PU-14)
Fungsi
: Memompa air dari cation exchanger ke anion exchanger
Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah
: 1 unit
Bahan konstruksi : Commercial steel
Kondisi operasi : Temperatur 30 oC
Densitas air ()
= 995,68 kg/m3 = 62,15813 lbm/ft3 ..........(Geankoplis, 1997)
Viskositas air () = 0,8007 cP = 0,00054 lbm/ft.s ...........(Geankoplis,1997)
Laju alir massa (F) = 943,28332 kg/jam = 0,57766 lbm/s
F
0,57766 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = =

62,15813 lbm/ft 3
= 0,00929 ft3/s = 0,00026 m3/s
Laju alir volume pompa sentrifugal berkisar dari 6,67 10-5 sampai 6,3 m3/s
dan viskositasnya kurang dari 0,05 Pa.s (Geankoplis, 1997). Maka dengan nilai Q
dan campuran di atas dapat menggunakan pompa sentrifugal.
Desain pompa :
De

= 3,9 (Q)0,45()0,13 ...............................................(Timmerhaus,1991)


= 3,9 (0,00929 ft3/s) 0,45 (62,15813 lbm/ft3) 0,13

= 0,81264 in
Dari hasil perhitungan diameter optimum maka diambil pipa dengan spesifikasi :
- Ukuran nominal pipa
= 1 in
- Schedule pipa
= 40
- Inside Diameter
= 1,049 in = 0,08741 ft
- Outside Diameter
= 1,32 in = 0,11000 ft
- Luas penampang pipa (A) = 0,864 in2 = 0,00600 ft2
Laju linear fluida rata-rata (v)
0,00929
Q
v =
=
= 1,54901 ft/s
0,00600
A
Bilangan Reynold (NRe)
vD
NRe
=

(62,15813 lb m /ft 3 )(1,54901 ft/s)(0,08741 ft)


0,00054 lb m /ft.s
= 15.642,64207
Dari bilangan Reynold yang dihitung didapatkan bahwa aliran pada pompa
adalah aliran turbulen.
=

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Dari gambar 2.3-10 Geankoplis didapatkan nilai : 4,6 10-5, sehingga nilai
4,6 10 5

=
= 0,00053
D
0,08741
Dan didapatkan nilai f faktor fanning : 0,007
Friction Loss
1. Contraction Loss pada Keluaran Tangki
A v2
hc = 0,55 1 2
.............................................. (Geankoplis, 1997)
A1 2.. g c

1,54901 2
= 0,02051 ft.lbf/lbm
2 (1) (32,174)
2. Friction pada Pipa Lurus
= 0,55 (1 0)

Panjang pipa lurus = 30 ft


Ff

= 4f

L.v 2
D.2.g c

= 4 0,007

......................................................... (Geankoplis, 1997)


30 1,54901 2
= 0,35833 ft.lbf/lbm
2(0,08741) (32,174)

3. Friction pada 2 buah Elbow 90 o


hf

= n.kf.

v2
.......................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

= 2 0,75

1,54901 2
= 0,05593 ft.lbf/lbm
2 32,174

4. Friction pada 1 buah Check Valve


hf

= n.kf

v2
........................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

= 1 2

1,54901 2
= 0,07458 ft.lbf/lbm
2 32,174

5. Expansion Loss pada Tank Entrance

A
hex = 1 1
A2
= (1 0)

v2

.................................................... (Geankoplis, 1997)


2.. g c
1,54901 2
= 0,03729 ft.lbf/lbm
2 1 32,174

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Jumlah friction loss (f)

Ws =

= 0,02051 + 0,35833 + 0,05593 + 0,07458 + 0,03729


= 0,54663 ft.lbf/lbm

P P
1
2
2
(v 2 v1 ) + g(z 2 z1 ) + 2 1 + f ...................... (Geankoplis, 1997)
2

Dimana :
Diameter pipa konstan, v1 = v2
Selisih tinggi pipa, z1 z 2 = 5 ft
Tekanan konstan, p2 = p1

Sehingga,
1
Ws =
(0) + 32,174 (10) + 0 + f
2 1
32,174 ft/s 2
1
Ws = (0) +
(5 ft) + 0 + 0,54663 ft.lbf/lbm
2
32,174 ft.lbm/lbf.s 2
= 5,54663 ft.lbf/lbm
Energi pompa, Wp :
Ws = -.Wp ...................................................................... (Geankoplis, 1997)
Bila efisiensi pompa 60 %, maka :
5,54663
Wp =
= 9,24439 ft.lbf/lbm
0,6
P = m Wp ................................................................ (Geankoplis, 1997)
= 0,00026 lbm/s 9,24439 ft.lbf/lbm
= 5,34008 ft.lbf/s
= 0,00971 hp
Maka daya motor yang digunakan adalah 1/60 hp.
LD.29 Tangki Pelarutan NaOH (TP-05)
Fungsi
: Tempat membuat larutan NaOH
Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi : Carbon Steel, SA-283 grade C


Kondisi operasi

Temperatur

= 30 oC

Tekanan

= 1 atm

NaOH yang dipakai berupa larutan 4 % (% berat)


Laju massa NaOH

= 0,19750 kg/jam

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Densitas larutan NaOH 4%

= 1.518 kg/m3 = 94,7689 lbm/ft3 ..(Perry, 1999)

Kebutuhan perancangan

= 30 hari

Faktor keamanan

= 20 %

a. Volume Tangki
Volume larutan, Vl =

0,19750 kg/jam 30 hari 24 jam


= 2,34189 m3
3
0,04 1.518 kg/m

Volume tangki, Vt = 1,2 2,34189 m3 = 2,81027 m3

Hs

Volume silinder tangki (Vs)


.................................................. (Brownell & Young, 1959)

Vs =

Perbandingan tinggi silinder dengan diameter tangki (Hs : D) = 4 : 3


1
D 2 H
4
1
4
3
2,81027 m = D 2 D
4
3
1
2,81027 m 3 = D 3
3
V=

Maka :

D = 1,38989 m = 54,72004 in
H = 1,85318 m

b. Tebal Tangki
Tinggi cairan dalam tangki =

volume cairan tinggi silinder


volume silinder

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

2,34189
1,85318 = 1,54431 m
2,81027

Phid = g Hc
= 1.518 kg/m3 9,8 m/det2 1,54431 m
= 22,97385 kPa

= 0,22675 atm

Tekanan udara luar, Po = 1 atm


Poperasi = 0,22675 atm + 1 atm

= 1,22675 atm

Faktor keamanan 20 %,
Pdesain = (1 + fk)Poperasi = 1,2 1,22675 atm = 1,47210 atm = 21,63402 psi
Untuk bahan konstruksi Carbon Steel, SA-283, grade C :
S
Ej
C
n
Cc

= 12.650 psi
= 0,8
= 0,0125 in/tahun
= 10 tahun
= 0,125 in
PD
t
=
+ 0,125 in
2SE 1,2P
21,63402 54,72004
=
+ 0,125 in
2(12.650)(0,8) 1,2 (21,63402 )
= 0,18356 in
Maka tebal tangki yang digunakan adalah 3/16 in
...............(Brownell, 1959)
c. Daya Pengaduk
NaOH 4% = 4,3006 10-7 lbm/ft.det = 0,00064 Pa.s
Untuk viskositas campuran yang kurang dari 100 Pa.s dapat menggunakan
pengaduk jenis turbin (Geankoplis, 1997). Maka dapat digunakan jenis pengaduk
flat six-blade turbin dengan empat buah baffle dan 60 rpm. Dimana untuk
viskositas lebih besar dari 2,5 Pa.s tidak diperlukan baffle (Geankoplis, 1997).
Untuk pengaduk:
.......................(Geankoplis, 1997)

Dimana : Dt = Diameter tangki


Da = Diameter agitator
E = Tinggi turbin dari dasar tangki
W = Lebar blade pada turbin
J = Lebar baffle
Sehingga diperoleh :
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Da = 0,3 Dt = 0,3 1,38989 m


E = Da

= 0,41697 m

= 0,41697 m

W = 1/5 Da = 1/5 0,41697 m

= 0,08340 m

J = 1/12 Dt = 1/12 1,38989 m = 0,11582 m

Kecepatan pengadukan, N = 1 putaran/det

Da 2 N
............................................ (Geankoplis, 1997. Hal. 144)

(0,41697 m) 2 (1 put/s) (1.518 kg/m 3 )


=
= 41.238,36297
0,0064 Pa.s
Dari gambar 3.4-5 (Geankoplis, 1997), untuk pengaduk jenis turbin dengan 4
NRe =

baffle diambil kurva 1, sehingga didapat nilai dari Np = 6


P = N p . . N3 . Da

............................................................(Geankoplis, 1997)

= 6 . 1.518 kg/m3 . (1 S-1)3 . (0,41697 m)5


= 114,80137 J/s = 0,11480 kW
Maka motor yang digunakan adalah 1/8 kW
LD.30 Pompa Larutan NaOH (PU-15)
Fungsi
: Memompa larutan natrium hidroksida ke anion exchanger
Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah
: 1 unit
Bahan konstruksi : Commercial steel
Kondisi operasi : Temperatur 30 oC
Densitas ()
= 1.518 kg/m3 = 94,76543 lbm/ft3 ....... (Geankoplis, 1997)
Viskositas ()
= 4,3006 10-7 lbm/ftdetik lbm/ft.s .......... (Geankoplis,1997)
Laju alir massa (F) = 0,19750 kg/jam = 0,00012 lbm/s
F
0,00012 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = =

94,76543 lbm/ft 3
= 1,27628 10-6 ft3/s
Untuk larutan dengan viskositas kurang dari 0,05 Pa.s dapat menggunakan
pompa sentrifugal (Geankoplis, 1997).

Desain pompa :
De

= 3,9 (Q)0,45()0,13 ...............................................(Timmerhaus,1991)


= 3,9 (1,27628 10-6 ft3/s ) 0,45 (94,76543 lbm/ft3) 0,13

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= 0,01569 in
Dari hasil perhitungan diameter optimum maka diambil pipa dengan spesifikasi :
- Ukuran nominal pipa
= 1/8 in
- Schedule pipa
= 40
- Inside Diameter
= 0,269 in = 0,02242 ft
- Outside Diameter
= 0,405 in = 0,03375 ft
- Luas penampang pipa (A) = 0,058 in2 = 0,00040 ft2
Laju linear fluida rata-rata (v)
Q 1,27628 10 -6
v =
=
= 0,00317 ft/s
0,00040
A
Bilangan Reynold (NRe)
vD
NRe
=

(94,76543 lb m /ft 3 )(0,00317 ft/s)(0,02242 ft)


4,3006 10 -7 lb m /ft.s
= 15.652,63465
Dari bilangan Reynold yang dihitung didapatkan bahwa aliran pada pompa
adalah aliran turbulen.
Dari gambar 2.3-10 Geankoplis didapatkan nilai : 4,6 10-5, sehingga nilai
4,6 10 5

=
= 0,00205
D
0,02242
Dan didapatkan nilai f faktor fanning : 0,007
=

Friction Loss
1. Contraction Loss pada Keluaran Tangki
A2 v2

.............................................. (Geankoplis, 1997)


hc = 0,55 1
A
1 2.. g c

(0,00317) 2
= 0,55 (1 0)
= 8,58332 10-8 ft.lbf/lbm
2 (1) (32,174)
2. Friction pada Pipa Lurus
Panjang pipa lurus = 30 ft
Ff

= 4f

L.v 2
D.2.g c

......................................................... (Geankoplis, 1997)

30 (0,00317 ) 2
= 4 0,007
= 5,84814 10-6 ft.lbf/lbm
2(0,02242) (32,174)
3. Friction pada 3 buah Elbow 90 o
hf

= n.kf.

v2
.......................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= 3 0,75

(0,00317 ) 2
= 3,51136 10-7 ft.lbf/lbm
2 32,174

4. Friction pada 1 buah Check Valve


hf

= n.kf

v2
........................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

(0,00317 ) 2
= 3,12121 10-7 ft.lbf/lbm
2 32,174
5. Expansion Loss pada Tank Entrance
= 1 2

A
hex = 1 1
A2
= (1 0)

v2

.................................................... (Geankoplis, 1997)


2.. g c
(0,00317 ) 2
= 1,5606 10-7 ft.lbf/lbm
2 1 32,174

Jumlah friction loss (f)

Ws =

= 8,58332 10-8 + 5,84814 10-6 + 3,51136 10-7 +


3,12121 10-7 + 1,5606 10-7
= 6,75329 10-6 ft.lbf/lbm

P P
1
2
2
(v 2 v1 ) + g(z 2 z1 ) + 2 1 + f ...................... (Geankoplis, 1997)
2

Dimana :
Diameter pipa konstan, v1 = v2
Selisih tinggi pipa, z1 z 2 = 5 ft
Tekanan konstan, p2 = p1
Sehingga,
1
Ws =
(0) + 32,174 (10) + 0 + f
2 1
32,174 ft/s 2
1
Ws = (0) +
(5 ft) + 0 + ( 6,75329 10 -6 ) ft.lbf/lbm
2
32,174 ft.lbm/lbf.s 2
= 5,00001 ft.lbf/lbm
Energi pompa, Wp :
Ws = -.Wp ...................................................................... (Geankoplis, 1997)
Bila efisiensi pompa 60 %, maka :
5,00001
Wp =
= 8,33335 ft.lbf/lbm
0,6
P = m Wp ................................................................ (Geankoplis, 1997)
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= 0,00012 10-5 lbm/s 8,33335 ft.lbf/lbm


= 0,00101 ft.lbf/s
= 1,83253 10-6 hp
Maka daya motor yang digunakan adalah 1/60 hp.
LD.31 Pompa Utilitas IV (PU-16)
Fungsi
: Memompa air dari penukar anion ke deaerator dan air proses
Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah
: 1 unit
Bahan konstruksi : Commercial steel
Kondisi operasi : Temperatur 30 oC
Densitas air ()
= 995,68 kg/m3 = 62,15813 lbm/ft3 ..........(Geankoplis, 1997)
Viskositas air () = 0,8007 cP = 0,00054 lbm/ft.s ...........(Geankoplis,1997)
Laju alir massa (F) = 943,28332 kg/jam = 0,57766 lbm/s
F
0,57766 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = =

62,15813 lbm/ft 3
= 0,00929 ft3/s = 0,00026 m3/s
Laju alir volume pompa sentrifugal berkisar dari 6,67 10-5 sampai 6,3 m3/s
dan viskositasnya kurang dari 0,05 Pa.s (Geankoplis, 1997). Maka dengan nilai Q
dan campuran di atas dapat menggunakan pompa sentrifugal.
Desain pompa :
De

= 3,9 (Q)0,45()0,13 ...............................................(Timmerhaus,1991)


= 3,9 (0,00929 ft3/s) 0,45 (62,15813 lbm/ft3) 0,13

= 0,81264 in
Dari hasil perhitungan diameter optimum maka diambil pipa dengan spesifikasi :
- Ukuran nominal pipa
= 1 in
- Schedule pipa
= 40
- Inside Diameter
= 1,049 in = 0,08741 ft
- Outside Diameter
= 1,32 in = 0,11000 ft
- Luas penampang pipa (A) = 0,864 in2 = 0,00600 ft2
Laju linear fluida rata-rata (v)
0,00929
Q
v =
=
= 1,54901 ft/s
0,00600
A
Bilangan Reynold (NRe)
vD
NRe
=

(62,15813 lb m /ft 3 )(1,54901 ft/s)(0,08741 ft)


=
0,00054 lb m /ft.s
= 15.642,64207
Dari bilangan Reynold yang dihitung didapatkan bahwa aliran pada pompa
adalah aliran turbulen.

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Dari gambar 2.3-10 Geankoplis didapatkan nilai : 4,6 10-5, sehingga nilai
4,6 10 5

=
= 0,00053
D
0,08741
Dan didapatkan nilai f faktor fanning : 0,007

Friction Loss
1. Contraction Loss pada Keluaran Tangki
A v2
hc = 0,55 1 2
.............................................. (Geankoplis, 1997)
A1 2.. g c

1,54901 2
= 0,02051 ft.lbf/lbm
2 (1) (32,174)
2. Friction pada Pipa Lurus
= 0,55 (1 0)

Panjang pipa lurus = 30 ft


Ff

L.v 2
= 4f
D.2.g c
= 4 0,007

......................................................... (Geankoplis, 1997)


30 1,54901 2
= 0,35833 ft.lbf/lbm
2(0,08741) (32,174)

3. Friction pada 2 buah Elbow 90 o


hf

= n.kf.

v2
.......................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

= 2 0,75

1,54901 2
= 0,05593 ft.lbf/lbm
2 32,174

4. Friction pada 1 buah Check Valve


hf

= n.kf

v2
........................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

= 1 2

1,54901 2
= 0,07458 ft.lbf/lbm
2 32,174

5. Expansion Loss pada Tank Entrance

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009


A
hex = 1 1
A2
= (1 0)

v2

.................................................... (Geankoplis, 1997)


2.. g c
1,54901 2
= 0,03729 ft.lbf/lbm
2 1 32,174

Jumlah friction loss (f)

Ws =

= 0,02051 + 0,35833 + 0,05593 + 0,07458 + 0,03729


= 0,54663 ft.lbf/lbm

P P
1
2
2
(v 2 v1 ) + g(z 2 z1 ) + 2 1 + f ...................... (Geankoplis, 1997)
2

Dimana :
Diameter pipa konstan, v1 = v2
Selisih tinggi pipa, z1 z 2 = 5 ft
Tekanan konstan, p2 = p1
Sehingga,
1
Ws =
(0) + 32,174 (10) + 0 + f
2 1
32,174 ft/s 2
1
Ws = (0) +
(5 ft) + 0 + 0,54663 ft.lbf/lbm
2
32,174 ft.lbm/lbf.s 2
= 5,54663 ft.lbf/lbm
Energi pompa, Wp :
Ws = -.Wp ...................................................................... (Geankoplis, 1997)
Bila efisiensi pompa 60 %, maka :
5,54663
Wp =
= 9,24439 ft.lbf/lbm
0,6
P = m Wp ................................................................ (Geankoplis, 1997)
= 0,00026 lbm/s 9,24439 ft.lbf/lbm
= 5,34008 ft.lbf/s
= 0,00971 hp
Maka daya motor yang digunakan adalah 1/60 hp.
LD.32 Pompa Utilitas V (TU-17)
Fungsi
: Memompa air dari water cooling tower untuk kebutuhan air
pendingin
Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah
: 1 unit
Bahan konstruksi : Commercial steel
Kondisi operasi : Temperatur 30 oC
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Densitas air ()
= 995,68 kg/m3 = 62,15813 lbm/ft3 ..........(Geankoplis, 1997)
Viskositas air () = 0,8007 cP = 0,00054 lbm/ft.s ...........(Geankoplis,1997)
Laju alir massa (F) = 75.720,10889 kg/jam = 46,37015 lbm/s
F
46,37015 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = =

62,15813 lbm/ft 3
= 0,74600 ft3/s = 0,02112 m3/s
Laju alir volume pompa sentrifugal berkisar dari 6,67 10-5 sampai 6,3 m3/s
dan viskositasnya kurang dari 0,05 Pa.s (Geankoplis, 1997). Maka dengan nilai Q
dan campuran di atas dapat menggunakan pompa sentrifugal.
Desain pompa :
De

= 3,9 (Q)0,45()0,13 ...............................................(Timmerhaus,1991)


= 3,9 (0,74600 ft3/s ) 0,45 (62,15813 lbm/ft3) 0,13

= 5,84726 in
Dari hasil perhitungan diameter optimum maka diambil pipa dengan spesifikasi :
- Ukuran nominal pipa
= 6 in
- Schedule pipa
= 40
- Inside Diameter
= 6,065 in = 0,50540 ft
- Outside Diameter
= 6,625 in = 0,55206 ft
- Luas penampang pipa (A) = 28,9 in2 = 0,20068 ft2
Laju linear fluida rata-rata (v)
0,74600
Q
v =
=
= 3,71741 ft/s
0,20068
A
Bilangan Reynold (NRe)
vD
NRe
=

(62,15813 lb m /ft 3 )(3,71741 ft/s)(0,50540 ft)


0,00054 lb m /ft.s
= 217.045,30696
Dari bilangan Reynold yang dihitung didapatkan bahwa aliran pada pompa
adalah aliran turbulen.
Dari gambar 2.3-10 Geankoplis didapatkan nilai : 4,6 10-5, sehingga nilai
4,6 10 5

=
= 0,00009
D
0,50540
Dan didapatkan nilai f faktor fanning : 0,006
=

Friction Loss
1. Contraction Loss pada Keluaran Tangki
A v2
hc = 0,55 1 2
.............................................. (Geankoplis, 1997)
A1 2.. g c
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= 0,55 (1 0)

3,71741 2
= 0,11812 ft.lbf/lbm
2 (1) (32,174)

2. Friction pada Pipa Lurus


Panjang pipa lurus = 50 ft
Ff

= 4f

L.v 2
D.2.g c

= 4 0,006

......................................................... (Geankoplis, 1997)


50 3,717412
= 0,50991 ft.lbf/lbm
2(0,08741) (32,174)

3. Friction pada 2 buah Elbow 90 o


hf

= n.kf.

v2
.......................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

= 2 0,75

3,71741 2
= 0,32213 ft.lbf/lbm
2 32,174

4. Friction pada 1 buah Check Valve


hf

= n.kf

v2
........................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

3,71741 2
= 0,42951 ft.lbf/lbm
2 32,174
5. Expansion Loss pada Tank Entrance
= 1 2

A
hex = 1 1
A2
= (1 0)

v2

.................................................... (Geankoplis, 1997)


2.. g c
3,71741 2
= 0,21476 ft.lbf/lbm
2 1 32,174

Jumlah friction loss (f)


Ws =

= 0,11812 + 0,50991 + 0,32213 + 0,42951 + 0,21476


= 1,59443 ft.lbf/lbm

P P
1
2
2
(v 2 v1 ) + g(z 2 z1 ) + 2 1 + f ...................... (Geankoplis, 1997)
2

Dimana :
Diameter pipa konstan, v1 = v2
Selisih tinggi pipa, z1 z 2 =10 ft
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tekanan konstan, p2 = p1
Sehingga,
1
Ws =
(0) + 32,174 (10) + 0 + f
2 1
32,174 ft/s 2
1
Ws = (0) +
(10 ft) + 0 + 1,59443 ft.lbf/lbm
2
32,174 ft.lbm/lbf.s 2
= 11,59443 ft.lbf/lbm
Energi pompa, Wp :
Ws = -.Wp ...................................................................... (Geankoplis, 1997)
Bila efisiensi pompa 60 %, maka :
11,59443
Wp =
= 19,32405 ft.lbf/lbm
0,6
P = m Wp ................................................................ (Geankoplis, 1997)
= 46,37015 lbm/s 19,32405 ft.lbf/lbm
= 896,05896 ft.lbf/s
= 1,62920 hp
Maka daya motor yang digunakan adalah 2 hp.
LD.33 Deaerator (DE-01)
Fungsi
: Menghilangkan gas-gas yang terlarut dalam air umpan
Bentuk

: Silinder horizontal dengan tutup dan alas ellipsoidal

Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 Grade C


Kondisi operasi

Temperatur

= 90 C

Tekanan

= 1 atm

Laju massa air

= 2.452,53663 kg/jam

Densitas air

= 965,34 kg/m3

........ (Geankoplis, 1997)

Kebutuhan perancangan = 24 jam


Faktor keamanan

= 20 %

a. Volume Tangki
Volume air, Va =

2.452,53663 kg/jam 24 jam


= 60,97427 m3
3
965,34 kg/m

Volume tangki = 1,2 60,97427 m3 = 73,16901 m3


b. Diameter Tangki
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Volume tangki (Vs)


V=

D 2 H
.................................................................. (Brownell, 1959)
4

Perbandingan panjang silinder dengan diameter tangki (H : D) = 4:3


V=

H
D3
73,16901 m =
D=
3
3

3V

D = 4,11945 m = 162,18316 in
H = (4/3) D

= 5,49260 m

Diameter ellipsoidal = diameter tangki = 4,11945 m


4,11945 m
Panjang tutup =
= 1,02986 m
4

Tinggi tangki = diameter tangki = 4,11945 m

c. Tebal Tangki
Tinggi cairan dalam tangki =

volume cairan diameter silinder


volume silinder

60,97427
4,11945 m = 3,43290 m
73,16901

Phid = g Hc
= 995,34 kg/m3 9,8 m/det2 3,43290 m
= 33,48545 kPa = 0,33050 atm
Tekanan udara luar, Po = 1 atm
Poperasi = 0,33050 atm + 1 atm = 1,33050 atm
Faktor keamanan 20 %,
Pdesain = (1 + fk)Poperasi = 1,2 1,33050 atm = 1,59660 atm = 23,46366 psi
Untuk bahan konstruksi Carbon Steel, SA-283 grade C :
S
Ej
C

= 12.650 psi
= 0,8
= 0,0125 in/tahun

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

n
Cc

= 10 tahun
= 0,125 in
PD
t
=
+ 0,125 in
2SE 1,2P
23,46366 162,18316
=
+ 0,125 in
2(12.650)(0,8) 1,2 (23,46366)
= 0,31327 in
.......... (Brownell, 1959)
Maka tebal tangki yang digunakan adalah 3/8 in
d. Tebal Tutup Tangki

PD
................. (Walas, 1959)
+ 0,125 in
2SE 0,2P
23,46366 162,18316
=
+ 0,125 in
2(12.650)(0,8) 0,2 (23,46366)
= 0,31306 in
............(Brownell, 1959).
Maka tebal tangki yang digunakan adalah 3/8 in
t

LD. 34 Ketel Uap (KU-01)


Fungsi
: Menyediakan uap untuk keperluan proses
Jenis

: Ketel pipa api

Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283, Grade C


Jumlah

: 1 unit

Uap jenuh yang digunakan bersuhu 100 C


Dari steam table, Rekleitis, 1987, diperoleh :
Kalor laten steam = 2.256,9 kJ/kg

= 970,34 Btu/lbm

Kebutuhan uap

= 5.406,86225 lbm/jam

= 2.452,53663 kg/jam

Menghitung Daya Ketel Uap


W=

34,5 P 970,3
H

dimana: P = Daya boiler, hp


W = Kebutuhan uap, lbm/jam
H = Kalor laten steam, Btu/lbm
Maka,

P=

5.406,86225 970,34
= 156,72710 hp
34,5 970,3

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Menghitung Jumlah Tube


Dari ASTM Boiler Code, permukaan bidang pemanas = 10 ft2/hp.
Luas permukaan perpindahan panas,
A
= P 10 ft2/hp
A
= 156,72710 hp 10 ft2/hp
A
= 1.567,27100 ft2
Direncanakan menggunakan tube dengan spesifikasi :
Panjang tube
= 18 ft
Ukuran pipa

= 2 in

Luas permukaan pipa, a

= 0,647 ft2 / ft

Sehingga jumlah tube =


A
(1.567,27100 ft 2 )
Nt =
=
L x a'
18 ft 0,647 ft 2 /ft
Nt = 134,57591
Nt = 135 buah
LD.35 Pompa Ketel Uap (PU-18)
Fungsi
: Memompa air dari water cooling tower untuk kebutuhan air
pendingin
Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah
: 1 unit
Bahan konstruksi : Commercial steel
Kondisi operasi : Temperatur 30 oC
Densitas air ()
= 995,68 kg/m3 = 62,15813 lbm/ft3 ..........(Geankoplis, 1997)
Viskositas air () = 0,8007 cP = 0,00054 lbm/ft.s ...........(Geankoplis,1997)
Laju alir massa (F) = 2452,53663 kg/jam = 1,50191 lbm/s
F
1,50191 lbm/s
Laju alir volumetrik, Q = =

62,15813 lbm/ft 3
= 0,02416 ft3/s = 0,00068 m3/s
Laju alir volume pompa sentrifugal berkisar dari 6,67 10-5 sampai 6,3 m3/s
dan viskositasnya kurang dari 0,05 Pa.s (Geankoplis, 1997). Maka dengan nilai Q
dan campuran di atas dapat menggunakan pompa sentrifugal.
Desain pompa :
De

= 3,9 (Q)0,45()0,13 ...............................................(Timmerhaus,1991)


= 3,9 (0,02416 ft3/s ) 0,45 (62,15813 lbm/ft3) 0,13
= 1,24921 in

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Dari hasil perhitungan diameter optimum maka diambil pipa dengan spesifikasi :
- Ukuran nominal pipa
= 1 in
- Schedule pipa
= 40
- Inside Diameter
= 1,38 in = 0,11500 ft
- Outside Diameter
= 1,66 in = 0,13833 ft
- Luas penampang pipa (A) = 1,5 in2 = 0,01042 ft2
Laju linear fluida rata-rata (v)
0,02416
Q
v =
=
0,01042
A
Bilangan Reynold (NRe)
vD
NRe
=

= 2,31980 ft/s

(62,15813 lb m /ft 3 )(2,31980 ft/s)(0,11500 ft)


=
0,00054 lb m /ft.s
= 30.818,36095

Dari bilangan Reynold yang dihitung didapatkan bahwa aliran pada pompa
adalah aliran turbulen.
Dari gambar 2.3-10 Geankoplis didapatkan nilai : 4,6 10-5, sehingga nilai
4,6 10 5

=
= 0,00040
D
0,11500
Dan didapatkan nilai f faktor fanning : 0,006
Friction Loss
1. Contraction Loss pada Keluaran Tangki
A v2
hc = 0,55 1 2
.............................................. (Geankoplis, 1997)
A1 2.. g c

= 0,55 (1 0)

2,31980 2
= 0,04600 ft.lbf/lbm
2 (1) (32,174)

2. Friction pada Pipa Lurus


Panjang pipa lurus = 50 ft
Ff

= 4f

L.v 2
D.2.g c

= 4 0,006

......................................................... (Geankoplis, 1997)


50 2,31980 2
= 0,87270 ft.lbf/lbm
2(0,08741) (32,174)

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

3. Friction pada 2 buah Elbow 90 o


hf

= n.kf.

v2
.......................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

= 2 0,75

2,31980 2
= 0,12545 ft.lbf/lbm
2 32,174

4. Friction pada 1 buah Check Valve


hf

= n.kf

v2
........................................................... (Geankoplis, 1997)
2.g c

= 1 2

2,31980 2
= 0,16726 ft.lbf/lbm
2 32,174

5. Expansion Loss pada Tank Entrance

A
hex = 1 1
A2
= (1 0)

v2

.................................................... (Geankoplis, 1997)


2.. g c
2,31980 2
= 0,08363 ft.lbf/lbm
2 1 32,174

Jumlah friction loss (f)


Ws =

= 0,04600 + 0,87270 + 0,12545 + 0,16726 + 0,08363


= 1,29504 ft.lbf/lbm

P P
1
2
2
(v 2 v1 ) + g(z 2 z1 ) + 2 1 + f ...................... (Geankoplis, 1997)
2

Dimana :
Diameter pipa konstan, v1 = v2
Selisih tinggi pipa, z1 z 2 =10 ft
Tekanan konstan, p2 = p1
Sehingga,
1
Ws =
(0) + 32,174 (10) + 0 + f
2 1
32,174 ft/s 2
1
Ws = (0) +
(10 ft) + 0 + 1,29504 ft.lbf/lbm
2
32,174 ft.lbm/lbf.s 2
= 11,29504 ft.lbf/lbm
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Energi pompa, Wp :
Ws = -.Wp ...................................................................... (Geankoplis, 1997)
Bila efisiensi pompa 60 %, maka :
11,29504
Wp =
= 18,82507 ft.lbf/lbm
0,6
P

= m Wp

................................................................ (Geankoplis, 1997)

= 1,50191 lbm/s 18,82507 ft.lbf/lbm


= 28,27349 ft.lbf/s = 0,05141 hp
Maka daya motor yang digunakan adalah 1/12 hp.

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

LAMPIRAN E
PERHITUNGAN ASPEK EKONOMI
Dalam rencana pra rancangan pabrik pembuatan n-butiraldehid ini digunakan
asumsi sebagai berikut:
1

Pabrik beroperasi selama 330 hari dalam setahun.

Kapasitas maksimum adalah 21.000 ton/tahun.

Perhitungan didasarkan pada harga alat terpasang (HAT)

Harga alat disesuaikan dengan nilai tukar dolar terhadap rupiah, yaitu :
US$ 1 = Rp 11.760,- .......................................... (Metro TV, 17 Februari 2009)

E.1

Modal Investasi Tetap (Fixed Capital Investment)

E.1.1 Modal Investasi Tetap Langsung (MITL)


A.

Biaya Tanah Lokasi Pabrik


Luas tanah seluruhnya

= 21.740 m2

Biaya tanah pada lokasi pabrik berkisar

= Rp 300.000/m2.

Jarak antar alat-alat diperkirakan 10 %


= [(0,1 21.740) + 21.740] Rp 300.000,-

= Rp 7.174.200.000,-

Biaya perataan tanah diperkirakan 5 %


Biaya perataan tanah

= 0,5 Rp 7.174.200.000,-

= Rp

358.710.000,-

Maka total biaya tanah (A) adalah :


= Rp 7.174.200.000,- + Rp 358.710.000,-

B.

= Rp 7.532.910.000,-

Harga Bangunan dan Sarana

Tabel LE.1 Perincian Harga Bangunan, dan Sarana Lainnya


No.

Nama Bangunan

Luas (m2)

Harga
(Rp/m2)

Jumlah (Rp)

1.

Pos keamanan

100

300.000

30.000.000

2.

Tempat parkir

600

150.000

90.000.000

3.

Taman

500

80.000

40.000.000

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

4.

Perkantoran

600

2.000.000

1.200.000.000

Tabel LE.1 Perincian Harga Bangunan, dan Sarana Lainnya ..................... (Lanjutan)
No.

Nama Bangunan

5.

Perpustakaan

6.

Masjid

7.

Laboratorium

8.

Luas (m2)

Harga
(Rp/m2)

Jumlah (Rp)

80

300.000

24.000.000

300

500.000

150.000.000

80

1.000.000

80.000.000

Poliklinik

100

500.000

50.000.000

9.

Kantin

200

300.000

60.000.000

10.

Ruang kontrol

300

1.000.000

300.000.000

11.

Area bahan baku

1.300

400.000

520.000.000

12.

Area proses

3.000

2.000.000

6.000.000.000

13.

Area produk

450

500.000

225.000.000

14.

Area perluasan

2.000

120.000

240.000.000

15.

Bengkel

400

250.000

100.000.000

16.

Unit pengolahan limbah

200

1.000.000

200.000.000

17.

Unit pengolahan air

500

500.000

250.000.000

18.

Pengolahan uap

100

500.000

50.000.000

19.

Pengolahan listrik

500

500.000

250.000.000

20.

Pemadam kebakaran

150

500.000

75.000.000

21.

Perumahan karyawan

7.000

800.000

5.600.000.000

22.

Sarana olah raga

200

1.000.000

200.000.000

23.

Aula

80

250.000

20.000.000

24.

Jalan

3.000

300.000

900.000.000

Total

21.740

16.654.000.000

Total biaya bangunan dan sarana (B) = Rp. 16.654.000.000,-

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

C.

Perincian Harga Peralatan


Harga peralatan yang di impor dapat ditentukan dengan menggunakan

persamaan berikut (Timmerhaus et al, 2004) :

X I
Cx = Cy 2 x
X 1 I y
m

dimana: Cx = Harga alat pada tahun 2007


Cy = Harga alat pada tahun dan kapasitas yang tersedia
X1 = Kapasitas alat yang tersedia
X2 = Kapasitas alat yang diinginkan
Ix = Indeks harga pada tahun 2007
Iy = Indeks harga pada tahun yang tersedia
m = Faktor eksponensial untuk kapasitas (tergantung jenis alat)

Untuk menentukan indeks harga pada tahun 2007 digunakan metode regresi
koefisien korelasi :

r=

[n X i Yi X i Yi ]
(n X i 2 (X i )2 ) (n Yi 2 (Yi )2 )

......... (Montgomery, 1992)

Tabel LE.2 Harga Indeks Marshall dan Swift


Tahun

Indeks

(Xi)

(Yi)

1.

1989

2.

No.

Xi.Yi

Xi

Yi

895

1780155

3956121

801025

1990

915

1820850

3960100

837225

3.

1991

931

1853621

3964081

866761

4.

1992

943

1878456

3968064

889249

5.

1993

967

1927231

3972049

935089

6.

1994

993

1980042

3976036

986049

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

7.

1995

1028

2050860

3980025

1056784

8.

1996

1039

2073844

3984016

1079521

9.

1997

1057

2110829

3988009

1117249

10.

1998

1062

2121876

3992004

1127844

Tabel LE.2 Harga Indeks Marshall dan Swift ............................. (Lanjutan)


Tahun

Indeks

(Xi)

(Yi)

11.

1999

12.

No.

Xi.Yi

Xi

Yi

1068

2134932

3996001

1140624

2000

1089

2178000

4000000

1185921

13.

2001

1094

2189094

4004001

1196836

14.

2002

1103

2208206

4008004

1216609

Total

27937

14184

28307996

55748511

14436786

(Sumber: Timmerhaus et al, 2004)

Data :

n = 14

Xi = 27937

Yi = 14184

XiYi = 28307996

Xi = 55748511

Yi = 14436786

Dengan memasukkan harga-harga pada Tabel LE2, maka diperoleh harga


koefisien korelasi:
r =

(14)(28307996) (27937)(14184)
[(14)(55748511) (27937) 2 ] [(14)(14436786) (14184) 2 ]

= 0,98 1
Harga koefisien yang mendekati 1 menyatakan bahwa terdapat hubungan
linier antar variabel X dan Y, sehingga persamaan regresi yang mendekati adalah
persamaan regresi linier.
Persamaan umum regresi linier, Y = a + b X
Dimana

= indeks harga pada tahun yang dicari (2007)

= variabel tahun ke n 1

a, b = tetapan persamaan regresi


Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tetapan regresi ditentukan oleh :


b=

(n X i Yi ) (X i Yi )
(n X i 2 ) (X i )2

a =

Yi. Xi 2 Xi. Xi.Yi


n.Xi 2 (Xi) 2

Maka :
b =

(14)(28307996) (27937)(14184) 53536


=
= 16,809
3185
(14)(55748511) (27937) 2

a =

(14184)(55748511) (27937)(28307996) 103604228


=
= 32528,8
3185
(14)(55748511) (27937) 2

Sehingga persamaan regresi liniernya adalah:


Y=a+bX
Y = 16,809 X 32528,8
Dengan demikian, harga indeks pada tahun 2009 adalah:
Y = 16,809 (2009) 32528,8
Y = 1240,481

Perhitungan harga peralatan menggunakan adalah harga faktor eksponsial


(m) Marshall & Swift. Harga faktor eksponen ini beracuan pada Tabel 6-4,
Timmerhaus et al (2004). Untuk alat yang tidak tersedia, faktor eksponensialnya
dianggap 0,6 (Timmerhaus et al, 2004)

D. Contoh Perhitungan Harga Peralatan:


- Tangki Penyimpanan Propilen (TT-101)
Kapasitas tangki, X2 = 1.216,03788 m3. Dari Gambar 14-58 Timmerhaus et
al, 2004), diperoleh untuk harga kapasitas tangki (X1) 1.000 m3 adalah (Cy) US$
180.000 Dari tabel 6-4, Timmerhaus (2004), faktor eksponen untuk tangki adalah
(m) 0,57. Indeks harga pada tahun 2002 (Iy) 1103.
Indeks harga tahun 2009 (Ix) adalah 1240,481. Maka estimasi harga tangki
untuk (X2) 1.216,03788 m3 adalah :

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

1.216,03788
Cx = US$ 180.000

1.000

0 , 57

1.240,481

1103

Cx = US$ 226,312 Rp 11.760,Cx = Rp 2.661.425.295 ,-/unit

Tabel LE.3 Estimasi Harga Peralatan Proses Import


No.

Kode Alat

Unit

Harga /Unit (Rp)

Harga Total (Rp)

1.

TT 101

2.661.425.295

5.322.850.589

2.

TT-102

895.338.729

3.581.354.917

3.

E-101

1.013.583

1.013.583

4.

TT-103

51.009.656

51.009.656

5.

R-101

2.624.161.529

2.624.161.529

6.

E-102

34.619.993

34.619.993

7.

V-101

2.733.920.599

2.733.920.599

8.

E-103

6.311.051

6.311.051

9.

V-102

1.207.781.760

1.207.781.760

10.

E-104

27.143.898

27.143.898

11.

V-103

62.861.368

62.861.368

12.

E-105

27.143.898

27.143.898

13.

V-104

472.629.233

472.629.233

14.

E-106

34.824.012

34.824.012

15

E-107

44.907.091

44.907.091

16.

E-108

39.812.992

39.812.992

17.

V-105

39.745.870

39.745.870

18.

E-109

87.243.091

87.243.091

19.

TT-104

1.695.376.724

3.390.753.449

20.

TT-105

494.924.080

494.924.080

21

TT-106

225.514.185

247.830.223

Total

20.540.318.977

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tabel LE.4 Estimasi Harga Peralatan Proses Non-Import


No.

Kode Alat

Unit

Harga /Unit (Rp)

Harga Total (Rp)

1.

J-101

16.858.904

16.858.904

2.

J-102

7.982.208

7.982.208

3.

J-103

62.682.645

62.682.645

4.

J-104

148.062.748

148.062.748

5.

J-105

104.713.697

104.713.697

6.

J-106

3.508.538

3.508.538

7.

J-107

18.227.339

18.227.339

8.

J-108

18.196.773

18.196.773

9.

J-109

12.917.406

12.917.406

Total

393.150.257

Tabel LE. 5 Estimasi Harga Peralatan Utilitas Import


No.

Kode Alat

Unit

Harga /Unit (Rp)

Harga Total (Rp)

1.

SC-01

70.226.408

70.226.408

2.

TP-01

71.017.669

71.017.669

3.

TP-02

53.201.426

53.201.426

4.

CL-01

257.557.782

257.557.782

5.

SF-01

49.915.839

49.915.839

6.

TU-01

252.864.355

252.864.355

7.

TP-03

9.404.429

9.404.429

8.

WCT-01

124.529.939

124.529.939

9.

CE-01

78.338.814

78.338.814

10.

TP-04

163.560.585

163.560.585

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

11.

AE-01

53.602.069

53.602.069

12.

TP-05

176.605.042

176.605.042

13.

DE

117.842.380

117.842.380

14.

KU

443.722.188

443.722.188

15.

Lumpur aktif

1.320.992.193

1.320.992.193

Total

3.243.381.116

Tabel LE.6 Estimasi Harga Peralatan Utilitas Non-Import


No.

Kode Alat

Unit

Harga /Unit (Rp)

Harga Total (Rp)

1.

PU-01

4.848.787

4.848.787

2.

PU-02

4.921.325

4.921.325

3.

PU-03

4.921.325

4.921.325

4.

PU-04

337.546

337.546

5.

PU-05

421.933

421.933

6.

PU-06

4.611.214

4.611.214

7.

PU-07

4.611.214

4.611.214

8.

PU-08

3.036.574

3.036.574

9.

PU-09

621.319

621.319

10.

PU-10

3.036.574

3.036.574

11.

PU-11

3.512.868

3.512.868

13.

PU-13

2.814.958

2.814.958

14.

PU-14

461.981

461.981

15.

PU-15

2.814.958

2.814.958

16.

PU-16

485.941

485.941

17.

PU-17

2.814.958

2.814.958

18.

PU-18

19.

WR

12.015.064
6.500.000

12.015.064
13.000.000

20.

BS-01

6.500.000

6.500.000

21.

Tangki Penampungan

15.000.000

30.000.000

22.

Tangki Aerasi

35.000.000

35.000.000

23.

Generator

75.000.000

150.000.000

Total

341.758.302

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Untuk harga alat impor sampai di lokasi pabrik ditambahkan biaya sebagai berikut :
-

Biaya transportasi

= 5%

Biaya asuransi

= 1%

Bea masuk

= 15 %

.................................... (Rusjdi, 2004)

PPn

= 10 %

.................................... (Rusjdi, 2004)

PPh

= 10 %

..................................... (Rusjdi, 2004)

Biaya gudang di pelabuhan

= 0,5 %

Biaya administrasi pelabuhan = 0,5 %

Transportasi lokal

= 0,5 %

Biaya tak terduga

= 0,5 %

Total

= 43 %

Untuk harga alat non-impor sampai di lokasi pabrik ditambahkan biaya sebagai
berikut :
-

PPn

= 10 %

................................. (Rusjdi, 2004)

PPh

= 10 %

................................. (Rusjdi, 2004)

Transportasi lokal

= 0,5 %

Biaya tak terduga

= 0,5 %

Total

= 21 %

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Total harga peralatan tiba di lokasi pabrik (purchased-equipment delivered) :


Total

= 1,43 (Rp 20.540.318.977,- + Rp 3.243.381.116,-) + 1,21


(Rp 393.150.257,- + Rp 341.758.302)
= Rp 34.899.930.490,Biaya pemasangan diperkirakan 9 % dari total harga peralatan (Timmerhaus,

2004), sehingga total harga peralatan ditambah biaya pemasangan adalah :


(C)

= (1,09 Rp 34.899.930.490,-)
= Rp 38.040.924.235,-

Instrumentasi dan Alat Kontrol


Diperkirakan biaya instrumentasi dan alat kontrol 30 % dari total pembelian
peralatan (Timmerhaus et al, 2004).
Biaya instrumentasi dan alat kontrol (D) = 0,3 Rp 34.899.930.490,= Rp 10.469.979.147, Biaya Perpipaan
Diperkirakan biaya perpipaan adalah 80 % dari total biaya pembelian peralatan
(Timmerhaus et al, 2004).
Biaya perpipaan (E)

= 0,8 Rp 34.899.930.490,= Rp 27.919.944.392,-

Baja Instalasi Listrik


Diperkirakan biaya instalasi listrik adalah 15 % dari total biaya pembelian
peralatan (Timmerhaus et al, 2004).
Biaya instalasi listrik (F)

= 0,15 Rp 34.899.930.490,= Rp 5.234.989.574,-

Biaya Insulasi
Diperkirakan biaya insulasi adalah 9 % dari total biaya pembelian peralatan
(Timmerhaus et al, 2004).
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= 0,09 Rp 34.899.930.490,-

Biaya insulasi (G)

= Rp 3.140.993.744, Biaya Inventaris Kantor


Diperkirakan biaya untuk inventaris kantor adalah 5 % dari total biaya pembelian
peralatan (Timmerhaus et al, 2004).
= 0,05 Rp 34.899.930.490,-

Biaya inventaris kantor (H)

= Rp 1.744.996.525,-

Biaya Perlengkapan Kebakaran dan Keamanan


Diperkirakan biaya perlengkapan kebakaran dan keamanan adalah 5 % dari total
pembelian peralatan (Timmerhaus et al, 2004)
Biaya perlengkapan kebakaran dan keamanan (I) = 0,05 Rp 34.899.930.490,= Rp 1.744.996.525, Sarana Transportasi
Untuk mempermudah pekerjaan, perusahaan memberikan fasilitas sarana
transportasi (J) seperti pada table berikut :

Tabel LE. 7 Biaya Sarana Transportasi


No.

Jenis Kendaraan

Unit

Tipe

Harga/ Unit

Harga Total

(Rp)

(Rp)

Dewan komisaris

BMW 120i

448.000.000 1.344.000.000

Direktur

Honda New Civic-i

330.000.000

330.000.000

Manajer

Kijang Innova

210.000.000

840.000.000

Bus karyawan

Mitsubishi Colt

380.000.000 1.520.000.000

Truk

Truk

475.000.000 2.375.000.000

Mobil pemasaran

Minibus L-300

130.000.000

390.000.000

Sepeda

10

Federal

1.200.000

12.000.000

Mobil pemadam kebakaran

Truk tangki

375.000.000

750.000.000

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Ambulance

Standar

300.000.000

Total

300.000.000
7.861.000.000

Total MITL = A + B + C + D + E + F + G + H + I + J
= Rp 120.344.734.141,-

E.1.2 Modal Investasi Tetap Tidak Langsung (MITTL)


a. Pra Investasi
Ditetapkan sebesar 7 % dari total pembelian peralatan (Timmerhaus et al, 2004).
Pra Investasi (K)

= 0,07 Rp 34.899.930.490,= Rp 2.442.995.134,-

b. Biaya Engineering dan Supervisi


Diperkirakan 30% dari total harga peralatan (Timmerhaus et al, 2004).
Biaya Engineering dan Supervisi (L)

= 0,3 Rp 34.899.930.490,= Rp 10.469.979.147,-

c. Biaya Legalitas
Diperkirakan 4 % dari total pembelian peralatan (Timmerhaus et al, 2004)
Biaya legalias (M)

= 0,04 Rp 34.899.930.490,= Rp 1.395.997.220,-

d. Biaya Kontraktor
Diperkirakan 8 % dari biaya tetap langsung (Timmerhaus et al, 2004)
Biaya kontraktor (N)

= 0,08 Rp 34.899.930.490,= Rp 2.791.994.439,-

e. Biaya Tak Terduga


Diperkirakan 40 % dari total pembelian peralatan (Timmerhaus et al, 2004).
Biaya tak terduga (O)

= 0,4 Rp 34.899.930.490,= Rp 13.959.972.196,-

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Total MITTL

=K+L+M+N+O
= Rp 31.060.938.136,-

Total MIT

= MITL + MITTL
= Rp 120.344.734.141,- + Rp 31.060.938.136,= Rp 151.405.672.277,-

E. 2

Modal Kerja
Modal kerja dihitung berdasarkan pengoperasian selama 3 bulan (90 hari).

E.2

Persediaan Bahan Baku

E.2.1 Bahan Proses


1. Propilen
Kebutuhan

= 1.730,68648 kg/jam

Harga

= Rp 10.500,- /kg

Harga total

= Rp 10.500,- 90 hari 24 jam 1.730,68648 kg/jam

.................................. (Securytas, 2009)

= Rp 39.251.969.366,-

2. Gas Sintesis
Kebutuhan

= 2,45202 m3/jam

Harga

= Rp 78.540/28 m3

Harga total

= Rp 2.805,- 90 hari 24 jam 2,45202 m3/jam

= Rp. 2.805,- / m3 .... (Wikipedia, 2009)

= Rp 14.856.299,-

3. Rhodium
Kebutuhan

= 3,58692 kg/jam

= 126,525 oz/jam

Harga `

= Rp 3.366.000,- /oz .................................... (KITCO, 2009)

Harga total

= Rp 3.366.000,- 2 jam 126,525 oz/jam


= Rp 851.766.300 ,-

B. Persediaan Bahan Baku


1. Alum, Al2(SO4)3
Kebutuhan

= 0,20722 kg/jam

Harga

= Rp 8.000,-/kg

...................... (CV. Rudang Jaya, 2008)

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Harga total

= Rp 8.000,-/kg 90 hari 24 jam/hari 0,20722 kg/jam


= Rp 3.580.762,-

2. Soda Abu, Na2CO3


Kebutuhan

= 0,11189 kg/jam

Harga

= Rp 48.000,-/kg

Harga total

= Rp 48.000,-/kg 90 hari 24 jam/hari 0,11189 kg/jam

...................... (CV Rudang Jaya., 2008)

= Rp 11.600.755,3. Kaporit, Ca(ClO)2


Kebutuhan

= 0,00347 kg/jam

...................... (CV Rudang Jaya., 2008)

Harga

= Rp 7.000,-/kg

Harga total

= Rp 7.000,-/kg 90 hari 24 jam/hari 0,00347 kg/jam


= Rp 52.406,-

4. Asam Sulfat, H2SO4


Kebutuhan

= 0,11811 kg/jam = 0,09449 L/jam

Harga

= Rp 365.000,- /L

Harga total

= Rp 365.000,-/L 90 hari 24 jam 0,09449 L/jam

...................... (CV Rudang Jaya., 2008)

= Rp 74.494.339,-

5. Natrium Hidroksida (NaOH)


Kebutuhan

= 0,19750 kg/jam

Harga

= Rp. 10.000,-/kg

Harga total

= Rp.10.000,-/kg 90 hari 24 jam 0,19750 kg/jam

...................... (CV Rudang Jaya., 2008)

= Rp 4.266.000,-

6. Solar
Kebutuhan

= 187,92187 L/jam

Harga solar industri per 17 Desember 2008 = Rp. 6.100,- (Pertamina, 2008).
Harga total

= Rp. 6.100,-/L 90 hari 24 jam 187,92187 L/jam


= Rp 2.476.058.559,-

Total biaya persediaan bahan baku proses dan utilitas selama 3 bulan adalah :
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

= Rp 42.688.644.786,E. 2.2 Kas


A. Gaji Pegawai
Tabel LE. 8 Perincian Gaji
Jabatan

Jumlah

Gaji/Bln (Rp)

Jumlah Gaji/Bln (Rp)

Dewan Komisaris

20.000.000

60.000.000

Direktur

15.000.000

15.000.000

Sekretaris

2.500.000

2.500.000

Manajer Umum dan SDM

8.000.000

8.000.000

Manajer Bisnis dan Keuangan

8.000.000

8.000.000

Manajer Teknik

8.000.000

8.000.000

Manajer Produksi

8.000.000

8.000.000

Kepala Bagian Umum

5.000.000

5.000.000

Kepala Bagian SDM

5.000.000

5.000.000

Kepala Bagian Bisnis

5.000.000

5.000.000

Kepala Bagian Keuangan

5.000.000

5.000.000

Kepala Bagian Mesin

5.000.000

5.000.000

Kepala Bagian Listrik

5.000.000

5.000.000

Kepala Bagian Proses

5.000.000

5.000.000

Kepala Bagian Utilitas

5.000.000

5.000.000

Kepala Seksi

17

4.000.000

68.000.000

Karyawan Umum dan SDM

14

2.500.000

35.000.000

Karyawan Bisnis dan Keuangan

14

2.500.000

35.000.000

Karyawan Teknik

17

2.500.000

42.500.000

Karyawan Produksi

75

2.500.000

187.500.000

Dokter

3.500.000

7.000.000

Perawat

1.500.000

7.500.000

Petugas Keamanan

15

1.500.000

22.500.000

Petugas Kebersihan

15

1.000.000

15.000.000

Supir

1.200.000

7.200.000

Jumlah

197

576.700.000

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Total gaji pegawai selama 3 bulan

= 3 Rp. 576.700.000,= Rp1.730.100.000,-

B. Biaya Administrasi Umum


Diperkirakan 20 % dari total gaji pegawai

= 0,2 Rp1.730.100.000,= Rp 346.020,000,-

C. Biaya Pemasaran
Diperkirakan 20 % dari total gaji pegawai

= 0,2 Rp. 1.730.100.000,= Rp. 346.020.000,-

D. Pajak Bumi dan Bangunan


Dasar perhitungan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) mengacu kepada UndangUndang RI No. 20 Tahun 2000 Jo UU No. 21 Tahun 1997 tentang Bea Perolehan
Hak atas Tanah dan Bangunan sebagai berikut :
-

Yang menjadi objek pajak adalah perolehan hak atas tanah dan atas bangunan
(Pasal 2 ayat 1 UU No.20/00).

Dasar pengenaan pajak adalah Nilai Perolehan Objek Pajak (Pasal 6 ayat 1 UU
No.20/00).

Tarif pajak ditetapkan sebesar 5% (Pasal 5 UU No.21/97).

Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak ditetapkan sebesar Rp.
30.000.000,- (Pasal 7 ayat 1 UU No.21/97).

Besarnya pajak yang terutang dihitung dengan cara mengalikkan tarif pajak
dengan Nilai Perolehan Objek Kena Pajak (Pasal 8 ayat 2 UU No.21/97).

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Maka berdasarkan penjelasan di atas, perhitungan PBB ditetapkan sebagai berikut :

Wajib Pajak Pabrik Pembuatan n-Butiraldehid

Nilai Perolehan Objek Pajak


Tanah

Rp

7.532.910.000,-

Bangunan

Rp

16.654.000.000,-

Total NJOP

Rp

24.186.910.000,-

Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak

(Rp.

Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak

Rp

24.156.910.000,-

Pajak yang Terutang (5 % NPOPKP)

Rp

1.207.845.500,-

30.000.000,- )

Tabel LE.9 Perincian Biaya Kas


No.

Jenis Biaya

Jumlah (Rp)

1.

Gaji Pegawai

1.730.100.000

2.

Administrasi Umum

346.020.000

3.

Pemasaran

346.020.000

4.

Pajak Bumi dan Bangunan

1.207.845.500

Total

3.629.985.500

D. Biaya Start -Up


Diperkirakan 12 % dari Modal Investasi Tetap (Timmerhaus et al, 2004).
Biaya Start- up

= 0,12 Rp 151.405.672.277,= Rp 18.168.680.673,-

E. 2.3 Piutang Dagang


PD =

IP
HPT
12

dimana:

PD

= Piutang dagang

IP

= Jangka waktu kredit yang diberikan (1 bulan)

HPT

= Hasil penjualan tahunan

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Biaya Penjualan
Harga jual butiraldehid = US$ 1,2 /kg
Produksi butiraldehid

(Digital Information Service, 2008)

= 2.791,06858 kg/jam

Produk samping iso-butiraldehid = 36,8571 kg/jam


Hasil penjualan butiraldehid dan iso-butiraldehid tahunan
= Rp 14.112,- (2791,06858 + 36,8571) kg/jam 24 jam/hari 330 hari/tahun
= Rp 316.068.882.594,Piutang Dagang

1
Rp 316.068.882.594,12

= Rp 26.339.073.549,Perincian modal kerja dapat dilihat pada tabel berikut :


Tabel LE.10 Perincian Modal Kerja
No.

Biaya

Jumlah (Rp)

1.

Bahan baku proses dan utilitas

42.688.644.786,-

2.

Kas

3.

Start-Up

18.168.680.673,-

4.

Piutang Dagang

26.339.073.549,-

3.629.985.500,-

Total

Total Modal Investasi

90.826.384.509,-

= Modal Investasi Tetap + Modal Kerja


= Rp 151.405.672.277,- + Rp 90.826.384.509,= Rp 242.232.056.786,-

Sumber Modal
Modal berasal dari :
a. Modal Sendiri

= 60 % Total Modal Investasi


= 0,6 Rp 242.232.056.786,= Rp 145.339.234.072,-

b. Modal dari Bank

= 40 % Total Modal Investasi


= 0,4 Rp 242.232.056.786,= Rp 96.892.822.714,-

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

E. 3

Biaya Produksi Total

E.3.1 Biaya Tetap (Fixed Cost = FC)


A.

Gaji Tetap Karyawan


Gaji tetap karyawan terdiri dari gaji tetap setiap bulan ditambah 2 bulan gaji
yang diberikan sebagai tunjangan, sehingga :
Gaji Total (P)

= (12 + 2) Rp. 576.700.000,= Rp 8.073.800.000,-

B.

Bunga Pinjaman Bank


Bunga pinjaman bank adalah 8,25 % dari total pinjaman (Metro TV, 2009).
Bunga Bank (Q)

= 0,0825 Rp 96.892.822.714,= Rp 7.993.657.874,-

C.

Depresiasi dan Amortisasi


Pengeluaran untuk memperoleh harta berwujud yang mempunyai masa

manfaat lebih dari 1 (satu) tahun harus dibebankan sebagai biaya untuk
mendapatkan,

menagih,

dan

memelihara

penghasilan

melalui

penyusutan

(Rusdji,2004). Pada perancangan pabrik ini, dipakai metode garis lurus atau straight
line method. Dasar penyusutan menggunakan masa manfaat dan tarif penyusutan
sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia

No. 17 Tahun 2000 Pasal 11

ayat 6 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.


Tabel LE.11 Aturan Depresiasi Sesuai UU Republik Indonesia No. 17 Tahun 2000
Kelompok Harta

Masa

Tarif

Berwujud

(tahun)

(%)

25

Beberapa Jenis Harta

I. Bukan Bangunan
1.Kelompok 1

Mesin kantor, perlengkapan, alat perangkat/


tools industri.

2. Kelompok 2

12,5

Mobil, truk kerja

3. Kelompok 3

16

6,25

Mesin industri kimia, mesin industri mesin

20

II. Bangunan
Permanen

Bangunan sarana dan penunjang

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Sumber : Waluyo, 2000 dan Rusdji,2004


Depresiasi dihitung dengan metode garis lurus dengan harga akhir nol.
D=

PL
n

Dimana : D

= Depresiasi per tahun

= Harga awal peralatan

= Harga akhir peralatan

= Umur peralatan (tahun)

Tabel LE.12 Perhitungan Biaya Depresiasi sesuai UU RI No. 17 Tahun 2000


Komponen

Biaya (Rp)

Umur

Depresiasi

(Tahun)

(Rp)

Bangunan

16.654.000.000

20

832.700.000

Peralatan proses dan utilitas

34.899.930.490

16

2.181.245.656

Instrumentrasi dan pengendalian proses

10.469.979.147

2.617.494.787

Perpipaan

27.919.944.392

Instalasi listrik

5.234.989.574

Insulasi

3.140.993.744

Inventaris kantor

1.744.996.525

Perlengkapan keamanan dan kebakaran


Sarana transportasi

1.744.996.525
7.861.000.000

Total

4
4
4
4
4
8

6.979.986.098
1.308.747.393
785.248.436
436.249.131
436.249.131
982.625.000
16.560.545.632

Semua modal investasi tetap langsung (MITL) kecuali tanah mengalami


penyusutan yang disebut depresiasi, sedangkan modal investasi tetap tidak langsung
(MITTL) juga mengalami penyusutan yang disebut amortisasi.
Pengeluaran untuk memperoleh harta tak berwujud dan pengeluaran lainnya
yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun untuk mendapatkan,
menagih, dan memelihara penghasilan dapat dihitung dengan amortisasi dengan
menerapkan taat azas (UU RI Pasal 11 ayat 1 No. Tahun 2000). Para Wajib Pajak
menggunakan tarif amortisasi untuk harta tidak berwujud dengan menggunakan masa
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

manfaat kelompok masa 4 (empat) tahun sesuai pendekatan prakiraan harta tak
berwujud yang dimaksud (Rusdji, 2004).
Untuk masa 4 tahun, maka biaya amortisasi adalah 20 % dari MITTL. sehingga :
= 0,20 Rp 31.060.938.136,-

Biaya amortisasi

= Rp 6.212.187.627,Total biaya depresiasi dan amortisasi (R)


= Rp 16.560.545.632,- + Rp 6.212.187.627,= Rp 22.772.733.259,-

D. Biaya Total Perawatan


1. Perawatan Mesin dan Alat-Alat Proses
Peralatan mesin dan peralatan dalam industri proses berkisar 2 sampai 20 %.
Maka

diambil

20

dari

harga

peralatan

terpasang

di

pabrik

(Timmerhaus et al, 2004).


= 0,2 Rp 38.040.924.235,-

Biaya peralatan mesin

= Rp 3.804.092.423,2. Perawatan Bangunan


Diperkirakan 10 % dari harga bangunan (Timmerhaus er al, 2004)
Biaya perawataan bangunan = 0,1 Rp. 16.654.000.000,= Rp1.665.400.000,3. Perawatan Kendaraan
Diperkirakan 10 % dari harga kendaraan (Timmerhaus et al, 2004).
Biaya perawatan kendaraan

= 0,1 Rp 7.861.000.000,= Rp 786.100.000,-

4. Perawatan Instrumentasi dan Alat Kontrol


Diperkirakan

10

dari

harga

instrumentasi

dan

alat

kontrol

(Timmerhaus et al, 2004).


Perawatan instrumen

= 0,1 Rp 10.469.979.147,= Rp 1.046.997.915,-

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

5. Perawatan Perpipaan
Diperkirakan 10 % dari harga perpipaan (Timmerhaus et al, 2004).
Perawatan perpipaan

= 0,1 Rp 27.919.944.392,= Rp 2.791.994.439,-

6. Perawatan Instalasi Listrik


Diperkirakan 10 % dari harga instalasi listrik (Timmerhaus et al, 2004).
Perawatan listrik

= 0.1 Rp 5.234.989.574,= Rp 523.498.957,-

7. Perawatan Insulasi
Diperkirakan 10 % dari harga insulasi (Timmerhaus et al, 2004).
Perawatan insulasi

= 0,1 Rp 3.140.993.744,= Rp 314.099.374,-

8. Perawatan Inventaris Kantor


Diperkirakan 10 % dari harga inventaris kantor (Timmerhaus et al, 2004).
Perawatan inventaris kantor = 0,1 Rp 1.744.996.525,= Rp 174.499.652,-

9. Perawatan Perlengkapan Kebakaran


Diperkirakan 10 % dari perlengkapan kebakaran (Timmerhaus et al, 2004).
Perawatan perlengkapan

= 0,1 Rp 1.744.996.525,= Rp 174.499.652,-

Total biaya perawatan (S)

= Rp 11.281.182.414,-

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

E. Biaya Tambahan Industri (Plant Overhead Cost)


Biaya tambahan industri ini diperkirakan 10 % dari modal investasi tetap
(Timmerhaus et al, 2004).
Plant Overhead Cost (T)

= 0,1 Rp 151.405.672.277,= Rp 15.140.567.228,-

F. Biaya Administrasi Umum


Biaya administrasi umum selama 3 bulan adalah : Rp. 346.020,000,Biaya administrasi umum 1 tahun (U)

= 4 Rp. 346.020.000,= Rp1.384.080,000,-

G. Biaya Pemasaran dan Distribusi


Biaya pemasaran selama 3 bulan adalah Rp. 346.020.000,Biaya pemasaran selama 1 tahun

= 4 Rp.346.020.000,= Rp 1.384.080.000,-

Biaya distribusidiperkirakan 50 % dari total biaya pemasaran, sehingga :


Biaya distribusi

= 0,5 Rp1,384,080,000
= Rp 692.040.000,-

Biaya pemasaran dan distribusi (V)

= Rp 1.384.080.000,-+Rp 692.040.000,= Rp 2.076.120.000,-

H. Biaya Laboratorium, Penelitian dan Pengembangan


Diperkirakan 5 % dari biaya tambahan industri (Timmerhaus et al,2004).
Biaya laboratorium (W)

= 0,05 Rp 15.140.567.228,= Rp 757.028.361,-

I. Hak Paten dan Royalti


Diperkirakan 1 % dari modal investasi tetap (Timmerhaus et al, 2004).
Biaya hak paten dan royalti (X)

= 0,01 Rp 151.405.672.277,= Rp 1.514.056.723,-

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

J. Biaya Asuransi
1. Biaya Asuransi Pabrik
Biaya asuransi pabrik adalah 3,1 0/00 dari modal investasi tetap langsung
(Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia-AAJI, 2008).
= 0,0031 Rp 120.344.734.141,= Rp 373.068.676,2. Biaya Asuransi Karyawan
Premi asuransi

= Rp. 351.000,- /tenaga kerja (PT. Prudential Life

Asusurance, 2008).
Biaya asuransi karyawan

= 197 Rp. 351.000,-/orang


= Rp 69.147.000,-

Biaya total asuransi (Y)

= Rp 373.068.676,- + Rp 69.147.000,= Rp 442.215.676,-

K. Pajak Bumi dan Bangunan


Pajak bumi dan bangunan (Z)

= Rp 1.207.845.500,-

Total biaya tetap = P + Q + R + S + T + U + V+ W + X + Y + Z


= Rp 72.643.287.035,E. 3.2 Biaya Variabel
A. Biaya Variabel Bahan Baku Proses dan Utilitas per Tahun
Biaya bahan baku proses dan utilitas selama 90 hari = Rp36.260.890.338 ,Total biaya persediaan bahan baku proses dan utilitas selama 1 tahun produksi
= Rp 42.688.644.786,- 330

90

= Rp 156.525.030.883,-

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

B. Biaya Variabel Tambahan


1. Perawatan dan Penanganan Lingkungan
Diperkirakan 8 % dari biaya variabel bahan baku
Biaya perawatan lingkungan

= 0,08 Rp 156.525.030.883,= Rp 12.522.002.471,-

2. Biaya Variabel Pemasaran dan Distribusi


Diperkirakan 0,8 % dari biaya variabel bahan baku.
Biaya variabel bahan baku

= 0,008 Rp 156.525.030.883,= Rp 1.252.200.247,-

Total biaya variabel tambahan

= Rp 13.774.202.718 ,-

C. Biaya Variabel Lainnya


Diperkirakan 5 % dari biaya variabel tambahan.
= 0,05 Rp 13.774.202.718 ,-

Biaya variabel lain

= Rp 688.710.136,-

Total Biaya Variabel

= Rp 170.987.943.736,-

Total Biaya Produksi

= Biaya Tetap + Biaya Variabel


= Rp 243.631.230.772,-

E. 4 Perkiraan Laba/Rugi Perusahaan


E. 4.1 Laba Sebelum Pajak (Bruto)
Laba atas penjualan

= Total Penjualan Biaya Produksi


= Rp 316.068.882.594,- Rp 243.631.230.772,= Rp 72.437.651.822,-

Bonus perusahaan untuk karyawan 0,5 % dari keuntungan perusahaan


= 0,005 Rp 72.437.651.822,= Rp 3.621.882.591,-

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Pengurangan bonus atas penghasilan bruto sesuai dengan UU RI No. 17/00


pasal 6 ayat 1 sehingga :
Laba sebelum pajak (bruto) = Rp 72.437.651.822,- Rp 3.621.882.591,= Rp 68.815.769.231,E.4.2. Pajak Penghasilan
Berdasarkan UURI Nomor 17 ayat 1 Tahun 2000, Tentang Perubahan Ketiga
atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan adalah
(Rusjdi, 2004) :

Penghasilan sampai dengan Rp 50.000.000,- dikenakan pajak sebesar 10 %.

Penghasilan Rp 50.000.000,- sampai dengan Rp 100.000.000,- dikenakan


pajak sebesar 15 %.

Penghasilan di atas Rp 100.000.000,- dikenakan pajak sebesar 30 %.

Maka pajak penghasilan yang harus dibayar adalah :


- 10 % Rp. 50.000.000,- 15 % (Rp.100.000.000

Rp. 50.000.000)

= Rp

5.000.000,-

= Rp

7.500.000,-

- 30 % (Rp 68.815.769.231,- Rp. 100.000.000) = Rp 20.614.730.769,Total PPh

= Rp 20.627.230.769,-

E.4.3. Laba Setelah Pajak


Laba setelah pajak

= Laba Sebelum Pajak PPh


= Rp 68.815.769.231,- Rp 20.627.230.769,= Rp 48.188.538.462,-

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

E. 5
A.

Analisa Aspek Ekonomi


Profit Margin (PM)
PM

Laba sebelum pajak


100 %
total penjualan

Rp 68.815.769.231,100%
Rp 316.068.882.594

= 21,77 %

B.

Break Even Point (BEP)


BEP

Biaya tetap
100%
Total penjualan Biaya variabel

Rp.72.643.287.035,
100 %
( Rp 316.068.882.594,-) ( Rp 170.987.943.736 ,-)

= 50,07 %

Kapasitas produksi pada titik BEP

= 50,07 % 21.000 ton/tahin


= 10.514,7 ton/tahun

Nilai penjualan pada titik BEP

= 50,07 % Rp 316.068.882.594,= Rp 158.258.436.580,-

C. Return on Investment (ROI)


ROI

Laba setelah pajak


100%
Total modal investasi

Rp 48.188.538.462,100%
Rp 242.232.056.786,-

= 19,89 %

D. Pay Out Time (POT)


POT

1
1 tahun
0,1989

= 5,02 tahun

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

E. Return on Network (RON)


RON =

Laba setelah pajak


100 %
Modal sendiri

Rp 48.188.538.462 ,
100 %
Rp 145.339.234.072 ,-

= 33,15 %

F. Internal Rate of Return (IRR)


Untuk menentukan nilai IRR harus digambarkan jumlah pendapatan dan
pengeluaran dari tahun ke tahun yang disebut Cash Flow. Untuk
memperoleh cash flow diambil ketentuan sebagai berikut:
-

Laba kotor diasumsikan mengalami kenaikan 10 % tiap tahun

Masa pembangunan disebut tahun ke nol

Jangka waktu cash flow dipilih 10 tahun

Perhitungan dilakukan dengan menggunakan nilai pada tahun ke 10

Cash flow adalah laba sesudah pajak ditambah penyusutan.

Dari Tabel LE.13, diperoleh nilai IRR = 15,52

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tabel LE.13 Data Perhitungan Internal Rate of Return (IRR)

-242.232.056.786

P/F
pada i
= 15%
1

-242.232.056.786

P/F
pada i
= 16%
1

68.815.769.231

20.627.230.769

48.188.538.462

22.772.733.259

70.961.271.721

0,8696

61.705.453.671

0,8621

61.173.510.104

75.697.346.154

22.691.703.846

53.005.642.308

22.772.733.259

75.778.375.567

0,7561

57.299.338.803

0,7432

56.315.677.443

83.267.080.769

24.962.624.231

58.304.456.539

22.772.733.259

81.077.189.798

0,6575

53.309.568.372

0,6407

51.942.723.793

91.593.788.846

27.460.636.654

64.133.152.192

22.772.733.259

86.905.885.452

0,5718

49.688.722.068

0,5523

47.997.346.889

100.753.167.731

30.208.450.319

70.544.717.412

22.772.733.259

93.317.450.671

0,4972

46.395.265.471

0,4761

44.429.652.830

110.828.484.504

33.231.045.351

77.597.439.153

22.772.733.259

100.370.172.412

0,4323

43.392.795.340

0,4104

41.196.159.866

121.911.332.955

36.555.899.886

85.355.433.068

22.772.733.259

108.128.166.328

0,3759

40.649.382.782

0,3538

38.258.938.259

134.102.466.250

40.213.239.875

93.889.226.375

22.772.733.259

116.661.959.634

0,3269

38.137.001.545

0,3050

35.584.867.528

147.512.712.875

44.236.313.863

103.276.399.013

22.772.733.259

126.049.132.272

0,2843

35.831.030.375

0,2630

33.144.994.957

10

162.263.984.163

48.661.695.249

113.602.288.914

22.772.733.259

136.375.022.173

0,2472

33.709.819.778

0,2267

30.913.981.446

Tahun

Laba Sebelum
Pajak

Laba Setelah
Pajak

Pajak

Depresiasi

Net Cash Flow

PV pada i =15%

217.886.321.419

IRR

= 15 % +

PV pada i = 16%
-242.232.056.786

198.725.796.330

217.886.321.419
(16 15) %
217.886.321.419 + 198.725.796.330

= 15,52 %

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi
21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Tabel LE. 14 Data Perhitungan BEP


%

Biaya Tetap

Biaya Variabel

Total Biaya Produksi

Penjualan

Kapasitas

(Milyar Rupiah)

(Milyar Rupiah)

(Milyar Rupiah)

(Milyar Rupiah)

72,64328704

72,64328704

10

72,64328704

17,09879437

89,74208141

31,60688826

20

72,64328704

34,19758875

106,8408758

63,21377652

30

72,64328704

51,29638312

123,9396702

94,82066478

40

72,64328704

68,39517749

141,0384645

126,427553

50

72,64328704

85,49397187

158,1372589

158,0344413

60

72,64328704

102,5927662

175,2360533

189,6413296

70

72,64328704

119,6915606

192,3348477

221,2482178

80

72,64328704

136,790355

209,433642

252,8551061

90

72,64328704

153,8891494

226,5324364

284,4619943

100

72,64328704

170,9879437

243,6312308

316,0688826

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi
21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi
21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Harga (Milyar Rupiah)

350
300
250

Biaya Tetap

50,07 %

200

Biaya Variabel

150

Biaya Produksi

100

Penjualan

50
0
0

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

Kapasitas (%)
Gambar LE.1 Grafik Break Event Point Pabrik Pembuatan n-Butiraldehid
Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi
21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009

Deni Mardayani : Pra Rancangan Pabrik Pembuatan N-Butiraldehid Dari Propilen Dan Gas Sintesis Dengan Katalis
Rhodium Melalui Proses Oxo-Reaction Dengan Kapasitas Produksi 21.000 Ton/Tahun, 2009.
USU Repository 2009