Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dermatitis numularis adalah berupa lesi berbentuk mata uang (coin) atau agak
lonjong, berbatas tegas dengan efloresensi berupa papulovesikel, biasanya mudah pecah
sehingga basah (oozing)1
Dermatitis numularis dapat terjadi pada semua umt, tetapi lebih sering menyerang
orang dewasa. Penyakit ini tersebar di seluruh dunia, terutama pada daerah tropis. Dan jarang
terjadi pada anak anak.1.
Diagnosis dermatitis numularis pada sebagian besar kasus dapat ditegakkan melalui
anamnesis dan pemeriksaan fisik dari gejala klinis yang tampak. Pemeriksaan histopatologi,
untuk melihat elemen dermatofit1.
Prognosis penyakit ini 53% tidak pernah bebas dari lesi kecuali masih dalam
pengobatan.1 .
Pada laporan kasus kali ini, saya akan membahas mengenai dermatitis numularis
pada laki-laki usia 65 tahun yang sudah mengeluhkan gejala yang mengarah pada diagnosis
dermatitis numularis sejak 1 tahun yang lalu

BAB II

LAPORAN KASUS
II.1 Identitas
Nama
Umur
Jenis Kelamin
Alamat

: Tn. A
: 65 tahun
: Laki-laki
: Kayu manis

Pendidikan Terakhir : S1
Agama
: Islam
Pekerjaan
: Wiraswasta
Tanggal pemerikasaan : 13 Juli 2015

II.2 Anamnesis
Keluhan Utama
Bercak kemerahan di kedua tungkai sejak 1 tahun yang lalu disertai gatal-gatal di
didaerah bercak.
Riwayat penyakit Sekarang
Bercak kemerahan di tungkai sejak 1 tahun yang lalu disertai gatal-gatal di daerah
bercak . Bercak kemerahan awalnya gatal pada punggung kaki kanan kemudian digaruk
garuk sehingga timbul lecet dan lama kelamaan terjadi perubahan warna kulit. Gatal
dirasakan terus menerus dan 2 bulan kemudian timbul bercak yang sama pada daerah
tungkai kiri.
Riwayat Penyakit Dahulu
Sudah 4 kali pasien seperti ini dalam setahun, Riwayat penyakit ginjal disangkal,
Riwayat penyakit gula disangkal, Riwayat trauma disangkal
Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat keluhan yang sama di keluarga tidak ada, Riwayat gula disangkal
Riwayat Pengobatan
Pasien sudah pernah berobat ke puskesmas, diberikan obat salep, namun pasien
tidak ingat nama obatnya. Keluhan membaik namun 1 bulan ini dirasakan kembali.
Riwayat Alergi
Obat, makanan, cuaca disangkal
Riwayat Psikososial

Pasien tinggal di lingkungan yang bersih , mandi sehari minimal 2 kali sehari.
Tidak mempunyai hewan peliharaan. Pasien mudah berkeringat.
II.3 Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum
: tampak sakit ringan
Kesadaran
: composmentis
Tanda-tanda vital

Tekanan darah

: tidak dilakukan

Nadi

: tidak dilakukan

Respirasi

: tidak dilakukan

Suhu

: tidak dilakukan

Status Generalis
Kepala :
Rambut
Mata
Hidung
Mulut
Leher
Thoraks
Abdomen
Ekstremitas
Kulit

II.4 Status Dermatologikus

: hitam, distribusi merata


: Konjungtiva anemis (-/-), sclera ikterik (-/-)
: deviasi septum (-/-), secret (-/-)
: tidak kering, lidah tidak kotor
: tidak teraba pembesaran KGB
: vesikuler +/+, jantung dalam batas normal
: Bu (+) normal
: akral hangat, CRT < 2dtk
: Lihat status dermatologikus

1. Regio : Dorsum pedis dekstra diatas malleolus


Lesi : terdapat plak hiperpigmentosa 2 buah, degan ukuran numular batas tegas ,
disertai skuama halus sampai sedang, krusta, xerosis.

2. Regio : Tibialis 1/3 distal sinistra


Lesi : terdapat 1 buah plak hiperpigmentosa ,degan ukuran numular batas tegas ,
disertai skuama halus sampai sedang, krusta, xerosis.

II. 5 Resume

Pasien Tn.A 65 tahun datang dengan keluhan bercak eritematous pada kedua
tungkai disertai gatal sejak 1 tahun yang lalu. Gatal terus menerus, sudah mengalami 4
kali dalam setahun. Keluhan gatal dirasakan 1 bulan ini. sudah diobati pernah sembuh
namun kambuh kembali.
Status generalis masih dalam batas normal
Status dermatologikus pada regio dorsum pedis dekstra diatas malleolus terdapat
plak hiperpigmentosa 2 buah, degan ukuran numular batas tegas , disertai skuama halus
sampai sedang, krusta, xerosis. Dan pada Tibialis 1/3 distal sinistra terdapat 1 buah plak
hiperpigmentosa ,degan ukuran numular batas tegas , disertai skuama halus sampai
sedang, krusta, xerosis.
II.6 Diagnosis kerja
Dermatitis Numularis
II.7 Penatalaksanaan
Nonmedikamentosa
1. Menyarankan kepada pasien untuk menggunakan obat secara teratur
2. Memelihara dan menjaga kebersihan
3. Menghindari garuk dan trauma fisik pada lesi.
4. Menjaga kelembapan pada kulit.

Medika Mentosa
1. Diberikan antihistamin golongan H1

2. Diberikan campuran emolien, preparat ter, antibiotik, glukokortikoid

II. 8 Prognosis

Quo ad vitam

: bonam

Quo ad functionam

: bonam

Quo ad sanationam

: dubia ad bonam