Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Ventilasi tambang adalah suatu proses penyediaan kebutuhan udara untuk kegiatan
penambangan bawah tanah dan memindahkan udara dari area penambangan. Proses
ini terjadi secara alami maupun secara mekanik (bantuan alat seperti fan). Untuk itu
diperlukan pengkajian dan gambaran dari kondisi penambangan bawah tanah
tersebut.
Salah satu faktor utama yang mempengaruhi bentuk kurva konsentrasi terhadap
waktu dari gas tracer adalah koefisien difusi dari saluran udara. Koefisien difusi ini
ditentukan oleh karakteristik jalur udara dan kecepatan udara. Penelitian terdahulu
telah dilakukan oleh Taylor (1953,1954) pada media air untuk memperkirakan
besarnya koefisien difusi pada aliran laminar dan turbulen (homogen pada saluran
pipa). Menurut Taylor (1954), besarnya nilai koefisien difusi untuk aliran turbulen,
E = 10.1Ru *

u* = u

dimana u ;

f
8

(1-1)

Keterangan:
f adalah nilai faktor friksi, u adalah nilai kecepatan rata-rata, dan R adalah panjang
aliran udara
Koefisien difusi dijalur udara tambang telah dianalisis oleh Sasaki dan Dindiwe
(2002) dan Widodo (2006), yang mengindikasikan bahwa nilai Koefisien Difusi pada
jalur udara tambang lebih besar dari estimasi dengan menggunakan persamaan Taylor
(1954). Namun demikian besarnya selisih perbedaan nilai koefisien difusi Taylor
dengan hasil pengukuran belum pernah dilakukan pengkajian.

Penelitian ini dimaksudkan untuk menguraikan prosedur pengukuran tracer gas serta
analisis hasil pengukuran untuk menentukan jalur aliran udara beserta debitnya.
Selain itu, penelitian ini juga akan mengkaji nilai koefisien difusi pada jalur udara
tambang. Khusus untuk penelitian ini, kajian dilakukan pada jalur lurus sebagai studi
awal sebelum menganalisis jaringan yang lebih kompleks.

1.2

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:


1. Mempelajari metode Tracer Gas untuk menganalisis jaringan ventilasi
tambang
2. Mengetahui dan mengevaluasi Koefisien Difusi Turbulen pada jalur udara
tambang pada jalur lurus.

1.3

Metodologi Penelitian
Langkah-langkah dalam penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut :

Studi literatur, yang meliputi studi tentang metode tracer gas serta pencarian
data mengenai metode penambangan dan sistem ventilasi Tambang Bawah
tanah UBPE Pongkor.

Melakukan pengamatan dan pengambilan data di area penambangan Ciurug.

Melakukan perhitungan debit udara, kecepatan aliran udara dan koefisien


gesek permukaan saluran, melakukan perhitungan koefisien difusi dengan
menggunakan persamaan Taylor (1954) dan melakukan analisis kurva.

Membuat kesimpulan dan saran berdasarkan hasil pengamatan, pengolahan


data, dan analisis yang telah dilakukan.

Metode yang digunakan dalam pengukuran data dilapangan adalah dengan


menggunakan Metode Tracer Gas dengan SF6 sebagai Gas Tracer. Alat yang
2

digunakan untuk pengukuran adalah The Brel & Kjr Multi Gas Monitor Type

1302.

Gambar 1.1 The Brel & Kjr Multi Gas Monitor Type 1302.

1.4

Manfaat Penelitian
Metoda Tracer Gas dapat digunakan untuk menganalisis jalur yang dilalui udara
beserta debit pada masing-masing jalur tersebut pada sistem ventilasi tambang
bawah tanah.

Koefisien Difusi yang merupakan karakteristik gas pada jalur udara tambang
dapat digunakan untuk memprediksi konsentrasi gas di suatu titik pada jalur
tersebut.

1.5

Batasan Masalah

Batasan masalah untuk penelitian adalah adalah sebagai berikut:

Daerah pengamatan meliputi Tambang Ciurug (L-500).

Pengamatan dilakukan hanya pada MHL (Mine Haulage Level) Level 500 yang
mewakili jalur aliran udara dengan pola aliran lurus.

1.6

Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dalam laporan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut :

Bab I adalah uraian mengenai latar belakang masalah, tujuan, manfaat, serta
batasan masalah penelitian.

Bab II adalah dasar teori yang mengenai ventilasi tambang bawah tanah, metode
tracer gas, serta teori-teori aliran fluida dalam saluran udara.

Bab III adalah tinjauan umum PT.Aneka Tambang,Tbk UBPE Pongkor.

Bab IV membahas sistem ventilasi Pongkor dan perhitungan koefisien difusi


dengan persamaan Taylor pada jalur lurus dan menentukan grafik hubungan
konsentrasi gas terhadap waktu dari data-data pengukuran. Penentuan grafik
hubungan konsentrasi gas terhadap waktu dilakukan dengan menggunakan
koefisien difusi hasil perhitungan persamaan Taylor dan Taylor Simulasi (trial
error) yang merupakan modifikasi dari nilai koefisien difusi Taylor.

Bab V adalah pembahasan, analisis data serta analisis grafik hasil pengukuran
untuk menganalisis sistem ventilasi pada jalur lurus. Selain itu, dilakukan analisis
terhadap nilai koefisien difusi.

Bab VI merupakan kesimpulan dan menentukan solusi terhadap permasalahan


ventilasi pada jalur MHL

1.7

Diagram Alir Penelitian

Pengukuran data dilapangan dilakukan pada area penambangan Ciurug, UBPE


Pongkor. Pengambilan data pengukuran tracer gas ini dimulai dari tanggal 20
Februari dan selesai tanggal 5 Mei 2006. Diagram alir pengukuran Tracer Gas di
lapangan dapat dilihat pada Gambar 1.2. Sedangkan diagram alir perhitungan
konsentrasi dapat dilihat pada Gambar 1.3.
4

ANALISIS SISTEM VENTILASI DENGAN


PERHITUNGAN KOEFISIEN DIFUSI PADA
METODE TRACER GAS DI UBPE PONGKOR

Gas, Balon
Penentuan area Pengukuran , Penyiapan
,
atau Kantung Plastik
,

Pengukuran Berat Balon,Volume Balon,dan Berat Gas

Penempatan Alat Ukur pada


posisi yang ditentukan
Pelepasan gas pada titik pelepasan dengan
cara membocorkan balon atau kantung
plastik, pencatatan waktu secara kontinu
terhadap perubahan konsentrasi gas sejak gas
dilepaskan
Pencatatan Kelembaban udara, Kecepatan
udara dan Perhitungan Volume udara pada
titik pelepasan dan titik pencatatan

Pengukuran selesai ketika konsentrasi gas


sudah sangat kecil dan tidak ada
perubahan konsentrasi yang fluktuatif

Gambar 1.2 Diagram Alir Pengukuran Data di Lapangan

D = 5.05dU *

u* = u

Vg =

f
8

C(x,t)=

1
R
= 2 log10 +1.74
k
f

Wt
g

Gbr 1.3 Diagram Alir Perhitungan Konsentrasi


6

M/ A
4Dt

[(xut)]2

4Dt