Anda di halaman 1dari 8

1.

PENGERTIAN-PENGERTIAN EKONOMI
Masalah ekonomi menjadi perbincangan utama dalam kehidupan kita
sehari-hari baik itu lingkup nasional maupun dunia internasional. Bahkan
banyak permasalahan di Tanah Air yang terjadi dikatakan bahwa ini
penyebabnya adalah Masalah Ekonomi. Lalu apa sebenarnya Ekonomi
itu ?
Ekonomi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata, yaitu
Oikos dan Nomos. Oikos berarti rumah tangga dan Nomos berarti, tata,
aturan. Dengan demikian secara sederhana ekonomi dalam pengertian
bahasa berarti, Ekonomi atau tata aturan rumah tangga. Ekonomi
menurut kamus Bahasa Indonesia berarti segala hal yang bersangkutan
dengan penghasilan, pembagian dan pemakaian barang-barang dan
kekayaan (keuangan). Ekonomi berkenaan dengan setiap tindakan atau
proses yang harus dilaksanakan untuk menciptakan barang-barang dan
jasa yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan manusia.
Secara lebih spesifik istilah ini dipakai untuk menyebutkan efesiensi relatif
proses produksi, pengorganisasian administratif, atau penerapan ilmu
pengetahuan dan teknologi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan
manusia.
Selanjutnya Ekonomi dalam pengertian dan istilah terdapat beberapa
definisi para ahli sebagai berikut :
1. Pendapat Adam Smith, Ekonomi adalah Ilmu kekayaan atau ilmu
yang khusus mempelajari sarana-sarana kekayaan suatu bangsa
dengan memusatkan perhatian secara khusus terhadap sebabsebab material dari kemakmuran, seperti hasil-hasil industri,
pertanian dan sebagainya
2. Marshall mengemukakan : Ekonomi adalah Ilmu yang mempelajari
usaha-usaha individu dalam ikatan pekerjaan dalam kehidupannya
sehari-hari. Ilmu ekonomi membahas kehidupan manusia yang
berhubungan dengan bagaimana ia memperoleh pendapatan dan
bagaimana pula ia mempergunakan pendapatan itu
3. Menurut Ruenez : Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tingkah
laku manusia dalam menghadapi kebutuhan-kebutuhannya dengan
sarana-sarananya yang terbatas yang memmpunyai berbagai
macam fungsi.
4. Mill J S mengungkapkan Ekonomi ialah sains praktikal tentang
pengeluaran dan penagihan.
5. Menurut Abraham Maslow Ekonomi adalah salah satu bidang
pengkajian yang mencoba menyelesaikan masalah keperluan asas
kehidupan manusia melalui penggemblengan segala sumber

ekonomi yang ada dengan berasaskan prinsip serta teori tertentu


dalam suatu sistem ekonomi yang dianggap efektif dan efisien.
6. Pendapat Hermawan Kartajaya, Ekonomi adalah platform dimana
sektor industri melekat diatasnya.

7. Sedangkan menurut Paul A. Samuelson : Ekonomi merupakan caracara yang dilakukan oleh manusia dan kelompoknya untuk
memanfaatkan sumber-sumber yang terbatas untuk memperoleh
berbagai komoditi dan mendistribusikannya untuk dikonsumsi oleh
masyarakat.
Dari pengertian-pengertian ekonomi yang telah dideskripsikan di
atas, dapatlah ditarik kesimpulan bahwa ekonomi adalah, ilmu yang
mempelajari upaya manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, baik
secara perorangan maupun kelompok dengan mempergunakan segala
perangkat fasilitas yang berhubungan dan mendukung usaha
dilakukannya kegiatan ekonomi, dengan maksud agar memperoleh
kesejahteraan atau kemakmuran.
Ekonomi adalah sebuah bidang kajian tentang pengurusan sumber
daya material individu, masyarakat, dan negara untuk meningkatkan
kesejahteraan hidup manusia. Karena ekonomi merupakan ilmu tentang
perilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
yang bervariasi dan berkembang dengan sumber daya yang ada melalui
pilihan-pilihan kegiatan produksi, konsumsi dan atau distribusi.

2. PEMBAGIAN-PEMBAGIAN ILMU EKONOMI


Ilmu ekonomi dibagi dalam 3 kategori dengan rincian sebagai berikut :
1. Ilmu Ekonomi Deskriptif
Ilmu Ekonomi (Descriptive Economics), yaitu ilmu ekonomi yang
mengumpulkan semua kenyataan penting yang berhubungan dengan
suatu persoalan ekonomi atau topik tertentu.
2.

Ilmu Ekonomi Teori

Ilmu Ekonomi Teori (Economic Theory), dibedakan menjadi :


Ilmu Ekonomi Makro, adalah ilmu ekonomi yang mempelajari kehidupan
ekonomi nasional sebagai suatu keseluruhan. Analisis bersifat global dan
tidak memperhatikan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh unit-unit kecil
dalam
perekonomian.
Ilmu Ekonomi Mikro, adalah ilmu ekonomi yang secara khusus
mempelajari bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian.
Misalkan membahas masalah pasar, perusahaan, harga komoditas
tertentu, dll.
3. Ilmu Ekonomi Terapan
Ilmu Ekonomi Terapan (Applied Economics), adalah ilmu ekonomi yang
menggunakan kerangka pengertian dari analisis ekonomi teori untuk
merumuskan kebijakan-kebijakan pedoman yang tepat untuk mengatasi
masalah
ekonomi
tertentu.
Tahun 1930 terjadi pembagian ilmu ekonomi yaitu Ekonomi Makro
(macroeconomics)
dan
(microeconomics)
Hingga 1930 sebagian besar analisis ekonomi terfokus pada industri dan
perusahaan. Ketika terjadi Depresi Besar pada tahun 1930-an, dan dengan
perkembangan konsep pendapatan nasional dan statistik produk, bidang
ekonomi makro mulai berkembang. Saat itu, gagasan-gagasan yang
terutama berasal dari John Maynard Keynes, yang menggunakan
konsep aggregate demand untuk menjelaskan fluktuasi antara hasil
produksi dan tingkat pengangguran, sangat berpengaruh dalam
perkembangan bidang ini. Keynesianisme didasarkan pada gagasangagasannya.

Ekonomi makro atau makroekonomi adalah studi tentang


ekonomi secara keseluruhan. Makroekonomi menjelaskan perubahan
ekonomi yang mempengaruhi banyak rumah tangga (household),
perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk
menganalisis
cara
terbaik
untuk
mempengaruhi
target-target
kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga
kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_makro)
Permasalahan yang dihadapi oleh ekonomi makro adalah :
a. Kemiskinan dan pemerataan
b. Krisis nilai tukar
c. Hutang luar negeri
d. Perbankan, kredit macet
e. Inflasi
f. Pertumbuhan ekonomi
g. Pengangguran
Ilmu ekonomi mikro (sering juga ditulis mikroekonomi) adalah
cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan
perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input,
barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Ekonomi mikro meneliti
bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut mempengaruhi
penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan
harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran
dan permintaan barang dan jasa selanjutnya. Individu yang melakukan
kombinasi konsumsi atau produksi secara optimal, bersama-sama individu
lainnya di pasar, akan membentuk suatu keseimbangan dalam skala
makro; dengan asumsi bahwa semua hal lain tetap sama (ceteris paribus).
Kebalikan dari ekonomi mikro ialah ekonomi makro, yang membahas
aktivitas ekonomi secara keseluruhan, terutama mengenai pertumbuhan
ekonomi, inflasi, pengangguran, berbagai kebijakan perekonomian yang
berhubungan, serta dampak atas beragam tindakan pemerintah (misalnya
perubahan
tingkat
pajak)
terhadap
hal-hal
tersebut.
Penerapan ekonomi mikro :
1.
Teori konsumsi
2.
Teori produksi dan harga
3.
Kesejahteraan ekonomi
4.
Organisasi industri
5.
Kegagalan pasar
6.
Ekonomi finansial
7.
Perdagangan internasional

3. PRINSIP-PRINSIP ILMU EKONOMI


Pengertian dari prinsip ekonomi adalah sebuah sistem pengorbanan
yang dilakukan oleh suatu pihak yang cenderung diminimalisir sebisa
mungkin namun dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih besar
dari pengorbanan itu. Umumnya sistem ekonomi yang ada di dunia saat ini
memang menganut prinsip seperti ini, meskipun ada beberapa
pandangan yang menyatakan bahwa prinsip seperti ini sebenarnya sudah
kurang sesuai dengan kondisi sekarang.
Dalam realitas hidup banyak pilihan dan antara berbagai alternatif
yang bisa dipilih maka individu harus membuat keputusan.

Adapun prinsip prinsip ekonomi dibagi dalam 10


prinsip ekonomi, yaitu :
1. Setiap orang melakukan TradeOf
Pelajaran pertama mengenai pengambilan keputusan dapat
dirangkum dalam pribahasa tidak sesuatu yang gratis di dunia ini
artinya saat hendak mendapatkan sesuatu maka kita harus
mengorbankan sesuatu yang lainnya.
Sebagai contoh, saat seseorang memilih belajar, maka orang
tersebut telah kehilangan kesempatan untuk mengerjakan hal lainnya
seperti bermain futsal, sepeda atau jalan-jalan. Kegiatan lain yang tidak
bisa dilakukan saat seseorang tersebut belajar di sebut sebagai biaya.
Tradeoff yang dihadapi masyarakat adalah effisiensi artinya
masyarakat mendapatkan hasil optimal dari sumberdaya langka yang
ada. Dan pemerataan yaitu pembagian hasil yang merata dari
sumberdaya langka tersebut terhadap masyarakat.

2. Pengorbanan biaya untuk mendapatkan sesuatu.


Seperti yang telah dijelaskan pada prinsip pertama, pengertian
biaya adalah apa yang kita korbankan untuk mendapatkan sesuatu. Hal
tersebut dalam ilmu ekonomi biasa disebut sebagai opportunity cost.

3. Orang berpikir secara rasional


Artinya saat seseorang menentukan keputusan atau pilihan, orang
tersebut bekerja pada pikiran rasional. Saat menghadapi pilihan untuk
melanjutkan sekolah (S2) atau mecari kerja. Yang ia pikirkan adalah apa
keuntungan dari melanjutkan sekolah yaitu pengetahuan, pekerjaan yang
lebih baik dan penghasilan lebih bersar. Atau memilih mencari kerja
dengan keuntungan yaitu lebih cepat memiliki penghasilan sendiri. Dan
kerugiannya, yaitu kehilangan hal-hal dari pilihan yang ia tinggalkan.

Inilah yang terpenting dari 10 prinsip


ekonomi ini.
4. Orang tanggap terhadap insentif
Seseorang biasanya akan lebih aktif saat seseorang tersebut
mendapatkan keuntungan tambahan dari apa yang ia kerjakan.
Contohnya seseorang akan bekerja sesuai porsi saat penghasilannya
tetap, tetapi saat ada insentif maka ia akan bekerja secara ekstra dari
sebelumnya. Contoh lainnya adalah seperti motto Pak Ogah, yang hanya
akan bekerja apabila ada cepe.
5. Perdagangan Menguntungkan Semua Pihak
Pada prinsip ini yang paling ditonjolkan adalah spesialisasi,
contohnya yaitu suatu Negara akan memproduksi sesuai kemampuan
yang paling optimal ( biaya produksi rendah, kemampuan produksi tinggi,
kualitas bagus) yang dimiliki lalu menjualnya ke Negara lain yang tidak
optimal produksinya dari barang tersebut dan barang produksi yang tidak
bisa dihasilkan secara optimal maka Negara tersebutpun akan membeli
dari Negara lain yang produksinya lebih optimal.
6. Pasar secara umum adalah sarana terbaik untuk
mengkoordinasikan kegiatan ekonomi.
Dengan menggunakan jenis perekonomian pasar, keputusankeputusan dari suatu perencanaan yang terpusat, digantikan oleh
keputusan-keputusan dari jutaan perusahaan dan rumah tangga.

Perusahaan memutuskan siapa yang akan dipekerjakan dan barang apa


yang akan diproduksi, kemudian rumah tangga memutuskan akan bekerja
di perusahaan mana dan akan membeli barang apa dari penghasilan
mereka. Perusahaan dan rumah tangga saling berinteraksi di pasar,
dimana harga dan kepentingan-kepentingan pribadi mempengruhi dan
memandu keputusan-keputusan yang mereka buat.

7. Pemerintah Kadang Mampu Meningkatkan faktor produksi.


Seperti dalam kasus krisis perekonomian seperti sekarang di mana
banyak perusahaan yang bangkrut dan terjadi kegagalan pasar,
pemerintah dapat turun tangan dan menyelamatkan perusahaan tersebut
dari kebangkrutan, dan menjaga kemampuan produksi sekaligus
meminimalisir angka pengangguran dengan cara melakukan buyout, atau
pembelian/pengambil alihan sebuah perusahaan oleh pemerintah. Walau
begitu pemerintah tidak selalu harus melakukan hal tesebut.
8. Standar hidup negara bergantung pada kemampuan dalam
memproduksi barang dan jasa
Apa yang bisa menjelaskan perbedaan-perbedaan yang sangat
besar antara satu standar hidup dengan standar hidup lainnya diberbagai
Negara di dunia?. Jawabannya cukup sederhana, yaitu kemampuan factor
produksi dari suatu Negara. Dinegara dimana para pekerjanya dapat
menghasilakan barang dan jasa dalam jumlah besar per satu satuan
waktu, sebagian besar masyarakatnya hidup dalam standar hidup yang
tinggi. Begitu pula sebaliknya. Hubungannya yaitu tingkat pertumbuhan
produktivitas suatu Negara menetukan tingkat pertumbuhan pendapatan
rata-ratanya.
9. Harga-harga akan meningkat jika pemerintah mencetak uang
dalam jumlah banyak
Tingginya tingkat peredaran uang akibat dari tingginya produksi
uang itu sendiri, menyebabkan nilai dari uang tersebut menjadi semakin
kurang berharga yang berdampak pada terjadinya inflasi. Sehingga harga
barang naik karena niali dari uang tersebut menurun.
10. Masyarakat menghadapi trade-of jangka pendek antara
inflasi dan pengangguran
Tradeoff antara inflasi dan pengangguran sifatnya hanyalah
sementara, namun dapat berlangsung menahun. Dinegara tertentu

meningkatnya inflasi akan mengurangi pengangguran. Namun hal


tersebut tampaknya tidak terjadi di Indonesia