Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN

RANCANGAN AKTUALISASI NILAI DASAR


PROFESI PNS SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
DAERAH
PROVINSI KALIMANTAN UTARA

Oleh :

Reno Vidhatama Aditya, S.Kom


NDH. 22
Peserta Diklat Prajabatan Golongan III
Angkatan IX Tahun 2015

BADAN DIKLAT KOTA TARAKAN


POLA KEMITRAAN DENGAN PKP2A III LAN RI
DIKLAT PRAJABATAN FORMASI UMUM
GOL. III ANGK. IX KOTA TARAKAN
KELAS PROVINSI KALIMANTAN UTARA
TAHUN 2015

LEMBAR PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI DASAR
PROFESI PNS DI DISDIKBUDPORA PROV. KALTARA

OLEH :
RENO VIDHATAMA ADITYA, S.KOM
Peserta Diklat Prajabatan Golongan III Angkatan IX
NDH 22
Laporan Hasil Aktualisasi Nilai Dasar Dalam Pelaksanaan Kegiatan
Telah diseminarkan pada tanggal 4 Juli 2015
Di Badan Diklat dan Pelatihan Kota Tarakan

PENGUJI,

COACH,

MENTOR,

()

()

(Drs. Mohamad Marisi)

NIP. NIP. NIP. 19630430 198503 1 004


Jabatan :
..

Jabatan :
..

Jabatan :
Plt. Kasubbag TU dan
Kepegawaian

RANCANGAN AKTUALISASI NILAI DASAR


PROFESI PNS DI SEKRETARIAT DPRD PROV. KALTARA

I.

KEGIATAN YANG AKAN DILAKSANAKAN


Di tempat tugas, yaitu SEKRETARIAT DPRD Provins Kalimantan
Utara saya melaksanakan tugas di Sub Bagian TU dan Kepegawaian
Berdasarkan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) / Penugasan Khusus dari
Pimpinan / kegiatan inisiatif yang disetujui oleh pimpinan, jenis
kegiatan (pekerjaan) yang saya kerjakan meliputi jenis kegiatan sbb. :
1. Mendata Dan Merekap Data DUK ( Daftar Urut Kepangkatan )
Pegawai Negeri Sipil Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan
Utara.
2. Mengolah adminstrasi kepegawaian di Sekretariat DPRD Provinsi
Kalimantan Utara.
3. Membuat merekap daftar hadir manual pegawai dan PTT (pegawai
tidak tetap) di Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Utara.
4. Membantu pembuatan surat atas perintah dari atasan dan
Mengagendakan Surat Masuk dan Keluar dan DPRD Provinsi
Kalimantan Utara.
5. Pengelolaan
SIMPEG ( Sistem Informasi Manajemen
Kepegawaian).
6. Mendata dan meninventarisir kelengkapan berkas kepegawaian
Sekretariat DPRD.
7. Membuat konsep SOP subbag TU dan Kepegawaian.

II.

NILAI-NILAI DASAR YANG AKAN DIPERGUNAKAN DAN


MELANDASI PELAKSANAAN KEGIATAN
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, setiap kegiatan saya lakukan
dengan dilandasi nilai-nilai dasar sbb. :
1. Mendata Dan Merekap Data DUK ( Daftar Urut Kepangkatan )
Pegawai Negeri Sipil Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan
Utara.

1. Pencatatan Data Revitilisasi kesenian yang hampir punah dari desa


Pingping, Kec. Tanjung Palas Utara.
a) Nilai Dasar Akuntabilitas = ASN Pamong Budaya harus
kreatif dan jujur menjalankan tugasnya dalam pencatatan
warisan-warisan budaya yang ada di masyarakat salah
satunya dengan langsung datang ke narasumber dan

b)

c)

d)

e)

bertanya langsung untuk menciptakan data yang real dan


jauh dari manipulasi data.
Nilai Dasar Nasionalisme = "Mengembangkan rasa cinta
tanah air dan bangsa" butir ke-3 sila Persatuan Indonesia,
dengan cara melakukan pencatatan kesenian desa Pimping
untuk menjaga kesenian tersebut tetap lestari dan bisa
dinikmati dan dicintai generasi penerusnya.
Nilai Dasar Etika Publik = Dalam pengumpulan data
dengan langsung bertemu dengan nara sumber hendaknya
seorang ASN bersikap dan berpenampilan sopan dengan
mengunakan tutur bahasa yang baik yang menimbulkan
kesan kekeluargaan.
Nilai Dasar Komitmen Mutu = Tetap menjaga
kepercayaan masyarakat terhadap fungsi dan peran Dinas
kebudayaan Prov. Kaltara untuk menjaga dan melestarikan
kesenian daerah di seluruh wilayah Kaltara dengan
konsisten melakukan pendataan.
Nilai Dasar Anti Korupsi = Membuat laporan
pertangungjawaban perjalanan dinas dengan tidak mencari
keuntungan pribadi seperti memalsukan kwitansi
transportasi dan akomodasi.

2. Membuat Formulir Warisan Budaya Benda dan Tak Benda


(WBTB) Kab. Tana Tidung dan Kab. Malinau.
a) Nilai Dasar Akuntabilitas = Mengisi Formulir pencatatan
dengan teliti, cermat dan melaporkan hasil kerjaan kepada
atasan secepatnya setelah tugas selesai.
b) Nilai Dasar Nasionalisme = Menanamkan nilai saling
menghormati dan menghargai dengan cara tidak
mendeskriminasikan budaya yang akan ditulis, walaupun
budaya tersebut bukan budaya penulisnya.
c) Nilai Dasar Etika Publik = Saat berinteraksi dengan atasan
yang memberikan tugas dilakukan dengan tutur kata yang
sopan dan melaporkan hasil kerjaan dengan santun dan
siap menerima koreksi dengan senyum.
d) Nilai Dasar Komitmen Mutu = Membuat formulir
pencatatan yang mudah di pahami dan mempunyai isi
yang real.
e) Nilai Dasar Anti Korupsi = Mengerjakan tugas tersebut
secara tepat waktu, sebagai bentuk profesionalisme ASN.
3. Penyusunan Profil
Malinau.

suku-suku dan Penyebarannya di

Kab.

a) Nilai Dasar Akuntabilitas = Memberikan informasi secara


benar dan tidak menyesatkan kepada masyarakat dari
hasil pendataan dan penyusunan Pencatatan suku-suku dan
penyebarannya dari Kab. Malinau.
b) Nilai Dasar Nasionalisme = Pemprov. Kaltara menjalin
kerjasama dengan baik dengan Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Kab. Malinau untuk melakukan Pencatatan sukusuku dan penyebarannya dari Kab. Malinau secara
konsisten dan berkelanjutan.
c) Nilai Dasar Etika Publik = Saat berinteraksi dengan
telepon menanyakan hal-hal yang kurang paham
mengunakan tutur kata yang santun dan awali atau akhiri
pembicaraan dengan mengucapkan salam dengan sopan.
d) Nilai Dasar Komitmen Mutu = Mengerjakan tugas
tersebut dengan sepenuh hati dan semaksimal mungkin
untuk memberikan hasil yang terbaik.
e) Nilai Dasar Anti Korupsi = Tidak memanipulasi data
pencatatan yang diberikan oleh Kab. Malianau.
4. Membuat SK Panitia Festival Seni Tari BUNDAYANTI
Tahun 2015.
a) Nilai Dasar Akuntabilitas = Penenpatan orang yang
bertugas dibuat adil sesuai dengan jabatan dan kemampuan
yang dimilikinya.
b) Nilai Dasar Nasionalisme = Melakukan musyawarah dan
mufakat ( rapat ) sebelum penyusunan SK yang akan
dibuat, sehingga bisa menampung semua inspirasi Panitia.
c) Nilai Dasar Etika Publik = Menkonfirmasi ulang
kesedian penugasan sebagai bentuk penghormatan dan
menghargai keberadaan orang lain.
d) Nilai Dasar Komitmen Mutu = Cepat menyelesaikan
pekerjaan pembuatan SK panitia.
e) Nilai Dasar Anti Korupsi = Penghematan pengunaan
kertas akan berdampak pada penghematan dana negara.
Penghematan pengunaan kertas akan berdampak pada
penghematan dana negara.
5. Membuat Juknis Lomba Festival Seni Tari BUNDAYANTI
Tahun 2015.
a) Nilai Dasar Akuntabilitas = Menyusun Juknis lomba yang
berintegritas, dalam pengambilan keputusan yang akan

b)

c)

d)

e)

menjadi acuan penyusunan harus sesuai dengan peraturan


yang berlaku dan menekankan kepercayaan peserta lomba.
Nilai Dasar Nasionalisme = Mengawali kegiatan dengan
berdoa dan mendoakan kegiatan kantor dalam doa pribadi
kita setiap harinya, hal ini sebagai wujud syukur kita kepada
Tuhan YME serta rasa cinta kita pada pekerjaan.
Nilai Dasar Etika Publik = Jujur dan terbuka dalam
membuat peraturan lomba dan pemilihan juri yang tidak
mementingkan salah satu pihak.
Nilai Dasar Komitmen Mutu = Menenpatkan orang yang
tepat sesuai dengan keahlian yang dimilikinya, dalam arti
memilih Juri yang kredibel dan netral.
Nilai Dasar Anti Korupsi = Berani tidak menerima
intervensi dari pihak luar dalam menentukan aturan lomba
dan kreteria peserta.

6. Membuat Desain Spanduk, Nomor Peserta Lomba dan ID Card


Festival Seni Tari BUNDAYANTI Tahun 2015.
a) Nilai Dasar Akuntabilitas = Mengerjakan tugas desain ini
dengan kreatif dan sesuai dengan tema.
b) Nilai Dasar Nasionalisme = Dalam desain tersebut
menampilkan gambar-gambar Budaya Indonesia untuk
menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya
sendiri.
c) Nilai Dasar Etika Publik = Desain yang dibuat
mengunakan bahasa yang sopan dan komunikatif tanpa
menimbulkan provokasi negatif di masyarakat.
d) Nilai Dasar Komitmen Mutu = Menciptakan desain
dengan kwalitas hasil desain yang maksimal, meliputi
kombinasi warna, kreasi desain dan tema yang sesuai.
e) Nilai Dasar Anti Korupsi = Disiplin dalam pengerjaan
sehingga selesai sesuai jadwal/progres yang ditentukan.
III.

TEKNIK-TEKNIK YANG DIPILIH DALAM


MENGAKTUALISASIKAN NILAI DASAR
Untuk mengaktualisasikan nilai-nilai dasar tersebut saya gunakan
teknik sbb.
1. Monitoring Kesiapan Peserta Festival Musik Anak Nasional Tahun
2015 di Desa SAJAU, Tanjung Selor Selatan.
a) Teknik Komunikasi Interaktif dan Bertemu langsung.
b) Teknik Sistematis memberikan Dorongan dan motivasi
pentingnya pelestarian kesenian daerah.
c) Teknik Komunikasi dengan orang lain.

d) Teknik Responsibility.
e) Teknik Profesionalitas.
2. Pencatatan Data Revitilisasi kesenian yang hampir punah dari desa
Pingping, Kec. Tanjung Palas Utara.
a)
b)
c)
d)
e)

Bertemu langsung dengan nara sumber.


Teknik Sistematis .
Teknik Komunikasi Interaktif .
Teknik Identifikasi.
Teknik Transparansi dalam laporan perjalanan dinas.

3. Membuat Formulir Warisan Budaya Benda dan Tak Benda


(WBTB) Kab. Tana Tidung dan Kab. Malinau.
a)
b)
c)
d)
e)

Teknik kecermatan.
Teknik Netralitas .
Teknik Komunikasi.
Teknik Penulisan yang efektif.
Teknik Menejemen Waktu.

4. Penyusunan Profil
Malinau.
a)
b)
c)
d)
e)

suku-suku dan Penyebarannya di

Teknik Profesionalitas.
Teknik Koordinasi.
Teknik Komunikasi.
Teknik Ketelitian.
Teknik kejujuran.

5. Membuat SK Panitia Festival Seni Tari BUNDAYANTI


Tahun 2015.
a)
b)
c)
d)
e)

Teknik Profesionalitas.
Teknik Mufakat.
Teknik Komunikasi.
Teknik manajemen waktu.
Teknik perbaikan kinerja.

6. Membuat Juknis Lomba Festival Seni Tari BUNDAYANTI


Tahun 2015.
a)
b)
c)
d)
e)

Teknik Penciptakan Kepercayaan Pablik.


Teknik Religius.
Teknik Netralitas.
Teknik Profesionalitas.
Teknik Netralitas.

Kab.

7. Membuat Desain Spanduk, Nomor Peserta Lomba dan ID Card


Festival Seni Tari BUNDAYANTI Tahun 2015.
a)
b)
c)
d)
e)
IV.

Teknik Kreativitas.
Teknik Komunikasi.
Teknik Ketepatan bahasa dan gambar.
Teknik Ketelitian.
Teknik manajemen waktu.

PROSES DAN KUALITAS / MANFAAT PELAKSANAAN


KEGIATAN
Dengan dilandasi nilai dasar dan teknik aktualisasi, maka proses
pelaksanaan kegiatannya sbb. :
1. Monitoring Kesiapan Peserta Festival Musik Anak Nasional Tahun
2015 di Desa SAJAU, Tanjung Selor Selatan.
A. Akuntabilitas
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Meminta ijin kepada pimpinan di kantor untuk
melaksanakan monitoring ke desa Sajau.
b. Konfirmasi awal (Telepon) kepada pimpinan sanggar
music di desa Sajau untuk menanyakan kapan mereka
melakukan latihan rutinnya.
c. Menentukan tanggal, waktu dan Alat transportasi yang
digunakan dalam monitoring.
d. Menuju ke Desa Sajau dengan menyiapkan keperluan
seperti, Juknis dan Alat dokumentasi.
e. Saat datang ke desa Sajau Miminta ijin kepada Kepala
desa Sajau dan pimpinan Sanggar music di desa Sajau.
f. Melihat dan mendokumentasikan kegiatan latihan
Musik jantung Utang dalam sebuah video atau foto.
g. Koordinasi rencana pelaksanaan dan kesiapan ke
Jakarta.
2) Manfaat:
a. Memberikan dukungan moral Tim Jantung Utang.
b. Mengatasi kesulitan dan melihat keperluan Tim music
Jantung Utang selama latihan.
c. Terangkapnya aspirasi masyarakat dalam bidang
kebudayaan.
d. Masyarakat mendapatkan kebijakan yang tepat dan adil
dalam program kebudayaan Prov. Kaltara.
e. Menunbuhkan rasa kebersamaan dan rasa memiliki
budaya sendiri di Prov. Kaltara.

3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:


a. Pemprov. Kaltara tidak akan mengetahui kwalitas
permainan music dan kesungguhan Tim music Jantung
Utang.
b. Jika penampilan Tim music ini pentas di Jakarta dengan
seadanya, tentu akan membawa nama buruk Pemprov.
Kaltara.
B. Nasionalisme
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Penunjukan kesenian Jantung Utang dari desa Sajau
sebagai peserta Festival Seni music Anak Tahun 2015
sebagai penghormatan Pemerintah Prov. Kaltara atas
keseriusan masyarakat desa Sajau yang masih manjaga
dan melestarikan budaya daerahnya.
b. Memberikan motivasi bahwa music tradisional
mempunyai peranan penting dalam menentukan jati diri
bangsa, setiap mengadakan monitoring.
c. Dalam monitoring selalu dilakukan secara serius ini
dibuktikan dengan monitoring dan komunikasi yang
berkelanjutan.
2) Manfaat:
a. Menumbuhkan rasa bangga akan kesenian daerah
sendiri dan menjadikan jati diri suatu masyarakat.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Musik Jantung Utang dari desa Sajau tidak akan
dikenal di luar daerah.
b. Menurunya minat generasi muda belajar music ini
karena persepsi merasa music daerah tidak diperhatikan
lagi oleh pemerintah.
C. Etika Pablik
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. ASN
yang
melakukan
monitoring
harus
mempersiapkan diri dengan baik (berpenampilan rapi
dan pantas)
b. Saat sampai di tujuan meminta ijin dengan
menunjukkan surat tugas kepada tokoh masyarakat
setempat/ petugas kelurahan setempat.

c. Melihat bersama-sama dengan tokoh masyarakat


latihan Tim Musik Jantung Utang.
d. Sebelum pulang mohon pamit kepada tokoh
masyarakat.
2) Manfaat:
a. Mempererat rasa persatuan bangsa.
b. Masyarakat mendapat contoh etika public yang baik
dari ASN selama melakukan monitoring.
c. Masyarakat mendapatkan
rasa Nyaman terhadap
pelayanan ASN.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Masih samanya persepsi masyarakat tentang gaya,
sikap dan kelakuan ASN yang arogan dan tidak peduli
masyarakat.
D. Komitmen Mutu
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Melakukan tugasnya sesuai peraturan saat melakukan
dins luar.
b. Membuat surat tugas dan atminitrasi yang diperlukan
untuk dalam perjalanan dinas.
c. Mendengarkan seluruh aspirasi masyarakat saat
bertemu di lapangan.
d. Mencatat keinginan dan masukan Masyarakat akan
perkembangan budaya daerah.
e. Mengambil kebijakan yang tepat untuk perkembangan
budaya daerah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
2) Manfaat:
a. Menumbuhkan rasa percaya masyarakat terhadap
Pemprov. Kaltara, khususnya Bidang Kebudayaan
bahwa masih peduli pada bentuk-bentuk kesenian di
masyarakat.
b. Pengiriman Tim Musik Jantung Utang Ini di Festival di
Jakarta akan menumbuhkan rasa bangga dan semangat
baru untuk masyarakat mengembangkan budaya
daerahnya.
c. Ketertarikan kembali generasi muda terhadap kesenian
daerah mereka.

3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:


a. Ketidakpercayaan masyarakat pada kinerja pemerintah.
b. Tidak berkembangnya kesenian-kesenian daearah dan
mungkin menuju kepunahan.
E. Anti Korupsi
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Membicarakan dengan Tim monitoring tentang Tidak
menerima gratifikasi.
b. Saat dilapangan diusahakan tidak berbicara dengan
orang tua peserta secara khusus atau sendirian.
c. Jika ada pihak yang memberikan hadiah secara terbuka,
pemimpin rombongan menjelaskan dengan santun,
bahwa tidak diperbolehkan oleh atasan dan negara
untuk menerima hadiah dalam bentuk apapun.
2) Manfaat:
a. Menumbuhkan rasa percaya masyarakat terhadap
kinerja ASN.
b. Memberi contoh pada masyarakat akan penolakan
praktek KKN dalam bermasyarakat dan bernegara.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Akan muncul penilaian tidak
penampilan Tim music tersebut.

objektif

terhadap

2. Pencatatan Data Revitilisasi kesenian yang hampir punah dari desa


Pingping, Kec. Tanjung Palas Utara.
A. Akuntabilitas
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Mengkoordinasikan dengan pemimpin untuk langkah
tepat dan efisien penyusunan data revitalisasi kesenian
yang hamper punah tersebut.
b. Merencanakan bertemu tokoh adat yang memahami
budaya daerah yang hamper punah, dalam hal ini
Bapak Atung Luhat.
c. Menghubungi beliau dengan telpon untuk bertemu dan
melakukan wawancara secara langsung.
d. Menentukan hari, tanggal dan tempat wawancara.
e. Datang langsung kerumah beliau untuk wawancara.
f. Melakukan wawancara dan pendokumenankegiatan dan
hasil, bail secara tertulis, foto dan video.

2) Manfaat:
a. Melestarikan budaya desa Pimping yang hamper punah.
b. Menghormati tokoh adat lokal sebagai nara sumber
pendataan yang jujur dan akurat.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Kemungkinan beberapa kesenian dari desa Pimping
akan punah.
B. Nasionalisme
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Pengumpulan data yang real melibatkan tokoh adat
setempat.
b. Pengambilan data dengan datang langsung ke rumah
beliau dan melakukan wawancara langsung.
c. Hasil pendataan di tulis dengan baik dan menjadi
refrensi pengajuan Kesenian yang hampir punah ke
Pemerintah Pusat.
2) Manfaat:
a. Memunculkan rasa bangga dari nara sumber dan
masyarakat, khususnya desa Pimping.
b. Merasa terperhatikannya budaya daerah yang hampir
punah dapat menumbukkan kembali rasa cinta pada
budaya sendiri di masyarakat.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Masyarakat (Generasi muda) yang merasa tidak
diperhatikan
budayannya
oleh
pemerintah,
kemungkinan akan meninggalkan budaya tesebut
beralih ke kebudayaan baru.
C. Etika Pablik
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. ASN harus belajar untuk berkomunikasi dengan orang
lain dengan baik dengan cara banyak membaca tentang
teori komunikasi.

b. Menerapkan hasil belajarnya dalam tugas keseharian


seperti wawancara dengan Tokoh adat yang mengerti
tentang kesenian yang hamper punah dari desa Pimping.
c. Memahami dan mencintai budaya-budaya kearifan local
tempat kita akan bertugas.
2) Manfaat:
a. Memberi rasa nyaman kepada masyarakat bahwa
Pemerintah masih peduli akan kesenian daerah.
b. Teori komunikasi yang baik akan menumbuhkan rasa
percaya masyarakat terhadap kinerja ASN.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Ketidakpercayaan dan ketidaksenangan masyarakat
pada kinerja pemerintah akan menimbulkan jurang
pemisah dan sulitnya menjalin kerjasama antara
masyarakat dengan pemerintah.
D. Komitmen Mutu
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Datang kerumah Pak Atung Luhat untuk wawancara
secara tepat waktu.
b. Memberi pesan positif dengan menjaga keseriusan
dalam mencari informasi saat wawancara dengan nara
sumber.
c. Mencatat dan mendokumentasikan kegiatan dengan
teliti dan cermat.
d. Mengambil kebijakan yang tepat untuk perkembangan
budaya daerah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
2) Manfaat:
a. Menumbuhkan rasa kepercayaan masyarakat terhadap
kinerja ASN Pemprov. Kaltara.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Ketidak percayaan masyarakat (tokoh adat) terhadap
kepedulian pemerintah terhadap revitalisasi budaya
daerah.
E. Anti Korupsi
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:

a. Membuat surat tugas, lalu meminta tanda tangan Kadis.


b. Membuat form SPPD yang harus di visum ke dinas
terkait.
c. Dalam menjalankan tugas mengunakan dana sesuai
kebutuhan.
d. Membuat laporan perjalanan dinas.
e. Melaporkan hasilnya ke pimpinan.
2) Manfaat:
a. Menghemat uang negara.
b. Membentuk SKPD lebih sehat dan transparansi.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Ketidaktransparasian akan memberi kesempatan untuk
korupsi.
3. Membuat Formulir Warisan Budaya Benda dan Tak Benda
(WBTB) Kab. Tana Tidung dan Kab. Malinau.
A. Akuntabilitas
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Pengumpulan data dari dua kabupaten tentang WBTB,
Pengumpulan data ini dengan cara monitoring langsung
ke dinas terkait dan meminta data yang diperlukan
(dilakukan oleh Pegawai yang monitoring kesana) dan
melaui pesan elektronik (email).
b. Memilah data sesuai bentuk warisan, jenis kesenian dan
asal kesenian/cagar budaya.
c. Membuat form pencatatan yang sesuai format yang
berlaku.
d. Memasukkan data sesuai dengan format yang ada.
e. Melakukan konsultasi rutin dan melakukan perbaikan
jika terdapat kesalahan.
f. Melaporkan hasil pekerjaan ke atasan secepatnya.
2) Manfaat:
a. Terciptanya penulisan Warisan budaya benda dan tak
benda yang sempurna.
b. Menciptakan etos kerja yang baik di lingkungan kerja.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:

a. Akan menghasilkan pendataan yang asal-asalan dan


tidak kredibel.
B. Nasionalisme
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Mengelompokkaan berkas dari kabupaten sesuai
kebutuhan dalam pengisian data.
b. Menuliskan informasi dengan benar sesuai dengan data
yang ada.
2) Manfaat:
a. Melatih dan membiasakan untuk menanamkan nilainilai pancasila yaitu saling menghormati dan
menghargai.
b. Hasil akhir pengisian yang akurat dan tidak
deskriminatif.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Pendataan yang tidak seimbang , dimana ada budaya
yang tidak terdata dengan seharusnya.
b. Menimbulkan konflik social budaya antar suku-suku.
C. Etika Pablik
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Mengimput data di meja kerja sendiri.
b. Jika mendapatkan kesulitan, datang ke ruang atasan dan
melakukan konsultasi dengan melihat situasi apakah,
beliau sibuk/tidak.
c. Kembali ke meja kerja dan memperbaikinya.
d. Melakukan pelaporan jika sudah selesai.
2) Manfaat:
a. Menimbulkan suasa kerja yang nyaman dan kondusif.
b. Pencapaian tingkat kerja yang maksimal.
c. Meminimalisir konflik antar pegawai.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Ketidaknyamanan dalam lingkungan kerja.
b. Memunculkan konflik dan rasa tidak suka antar
pegawai.

D. Komitmen Mutu
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Mendapatkan data dari kabupaten.
b. Mengkelompokkan sesuai dengan kebutuhan.
c. Menuliskan dalam sebuah formulir dengan benar dan
tepat.
d. Mengkonsultasikan ke atasan.
e. Penyimpanan hasil maupun softwere dan hardwere
dengan baik.
2) Manfaat:
a. Mencapai hasil yang maksimal, berupa formulir
pendataan WBTB.
b. Formulir WBTB yang mudah di pahami dan
mempunyai data real.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Bentuk penulisan yang tidak berformat baik dan sulit
dipahami,
tentu
saja
akan
menyulitkan
masyarakat/orang lain yang ingin mencari informasi.
E. Anti Korupsi
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Selalu koordinasi dengan pihak kab./kota untuk
mendapatkan data dengan cepat dengan alat komunikasi
ataupun internet.
b. Mengkelompokkan data tanpa menunggu data
terkumpul semua.
c. Menuliskan dalam sebuah formulir dengan benar dan
cepat.
d. Mengkonsultasikan ke atasan setiap ada kesulitan.
e. Penyimpanan hasil maupun softwere dan hardwere
dengan baik.
2) Manfaat:
a. Menanamkan nilai disiplin kepada pegawai.
b. Mengetahui arti pentingnya waktu, agar pegawai tidak
menyia-nyiakan waktu yang telah diberikan dalam
melaksanakan tugasnya.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:

a. Kerja yang tidak terukur dengan waktu akan


menghambat kerjaan yang akan datang dan hal tersebut
akan membentuk instansi yang tidak mempunyai
pelayanan yang baik untuk masyarakat atau rekan kerja.
b. Ketidak disiplinan bisa bersifat menular ke pegawai
yang lain, menjadi kebiasaan dan akhirnya menjadi
budaya yang salah.
4. Penyusunan Profil suku-suku dan Penyebarannya di Kab. Malinau
A. Akuntabilitas
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Mengecek email di computer.
b. Mengkomfirmasi ulang ke Kab.Malinau melalui
telepon bahwa data sudah diterima dan mengucapkan
terimaksih.
c. Segera mengolah data tersebut dengan format yang
baru.
d. Melaporkan hasil kerjaan kepada atasan.
2) Manfaat:
a. Terciptanya proses pengimputan data yang akurat dan
benar, sesuai dengan isi data aslinya.
b. Jika suatu saat dibutuhkan, sudah tersedia data yang
lengkap sehingga memudahkan kerjaan yang akan
datang.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Kesemrawutan data yang akan menimbulkan kesalahan
informasi yang berkelanjutan dan berjamaah.
b. Kesulitan mencari data secara cepat jika tidak
tersimpan dan tersusun dengan baik.
B. Nasionalisme
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Mengecek email di komputer.
b. Mengkomfirmasi ulang ke Kab.Malinau melalui
telepon bahwa data sudah diterima dan mengucapkan
terima kasih.

c. Segera mengolah data tersebut dengan mengunakan


bahasa Indonesia yang baik dan benar.
2) Manfaat:
a. Kerjasama yang baik menumbuhkan rasasaling
menghormati antar instansi dan pegawainya.
b. Kerjasama akan memudahkan dan memperlancar
pekerjaan.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Kerjasama yang buruk antar pegawai/instansi akan
menghambat pekerjaan, yang tentu saja mengakibatkan
pelayanan masyarakat buruk.
b. Ketidakadaan
rasa
menghormati
diantara
pegawai/instansi.
C. Etika Pablik
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Mengecek email di komputer.
b. Mengkomfirmasi ulang ke Kab.Malinau melalui telepon
bahwa data sudah diterima dan mengucapkan
terimaksih.
c. Segera mengolah data tersebut dengan format bagan
yang baru.
d. Melaporkan hasil kerjaan kepada atasan.
2) Manfaat:
a. Menumbuhkan lingkungan kerja yang nyaman.
b. Mempererat rasa kekeluargaan dengan karyawan lain
maupun orang diluar instansi.
c. Menghindaari konflik dalam pekerjaan.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Akan sering terjadi konflik di lingkungan kerja.
b. Lingkungan kerja yang tidak harmonis dan jauh dari
rasa kekeluargaan.
D. Komitmen Mutu
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Mengecek email di komputer.

b. Mengkomfirmasi ulang ke Kab.Malinau melalui


telepon bahwa data sudah diterima dan mengucapkan
terimaksih.
c. Mengetik pendataan dengan teliti.
d. Memasukkan data dengan real.
e. Melaporkan hasil kerjaan kepada atasan.
2) Manfaat:
a. Ketelitian meminimalisir kesalahan dalam penulisan.
b. Ketelitian menghasilkan bentuk laporan yang akurat.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Hasil kerjaan yang setengah hati dan tidak kredibel.
E. Anti Korupsi
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Mengecek email di computer.
b. Mengkomfirmasi ulang ke Kab.Malinau melalui telepon
bahwa data sudah diterima dan mengucapkan
terimaksih.
c. Mengetik pendataan dengan teliti.
d. Memasukkan data dengan real.
e. Melaporkan hasil kerjaan kepada atasan.
2) Manfaat:
a. Mendapatkan data pencatatan yang akurat.
b. Menjadi sumber informasi budaya yang terpercaya.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Data yang tidak akurat/penuh manipulasi menjadi tidak
berguna dan menyesatkan masyarakat/orang lain.
5. Membuat SK Panitia Festival Seni Tari BUNDAYANTI Tahun
2015.
A. Akuntabilitas
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Rapat awal untuk penunjukan formasi panitia.
b. Mencatatanya dalam sebuah catatan kecil.
c. Melihat contoh Format SK yang baku dan menjadikan
refrensi dasar pengetikan SK yang akan kita buat.

d. Merubah beberapa bagian yang perlu penyesuaian


sesuai kebutuhan.
e. Memasukkan data sesuai hasil rapat, jika menemukan
kesulitan segera menkonsultasikan ke pimpinan.
f. Melaporkan hasil segera mungkin setelah SK selesai.
g. Mengandakan SK dan membagikannya ke semua
panitia.
2) Manfaat:
a. Mendapatkan dasar hukum yang kuat bagi panitia
dalam menjalankan tugasnya.
b. Nilai keadilan karena sesuai dengan keahlian dan
jabatanya.
c. Mendukung kesuksesan acara yang akan dilaksanakan.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Dampak terburuknya adalah kegagalan acara,
dikarenakan banyaknya masalah di lapangan karena
kesalahan penempatan orang yang tidak sesuai dengan
keahlian dan jabatannya.
B. Nasionalisme
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Membicarakan dengan pimpinan kapan dan waktu
pelaksanaan rapat.
b. Membuat undangan rapat, baik tertulis atau lisan.
c. Membagi undangan sebelum hari pelaksanaan.
d. Menyiapkan keperluan rapat, seperti ATK atau meja
kursi.
e. Melakukan pencatatan hasil rapat dalam sebuah notula.
4) Manfaat:
a. Mencari panitia yang tepat sesuai kaahlian dan
jabatannya.
b. Rasa keadilan bagi seluruh peserta rapat.
5) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Penempatan orang yang tidak sesuai dengan
kemampuan dan jabatanya, karena penunjukkanya
secara tertutup.

C. Etika Pablik
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Datang langsung menemui seluruh panitia.
b. Memberikan SK penugasan dan menjelaskan fungsi dan
perannya nanti di kegiatan.
c. Menkonfirmasi apakah bisa menjalankan tugas tersebut
dan mencari solusi jika waktu tugas teryata
berhalangan.
2) Manfaat:
a. Menciptakan suasana kantor yang bernuansa
kekeluargaan.
b. Merasa dihargai dan dihormatinya seluruh panitia.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Karena tidak ada komfirmasi ulang dan penjelasan
tugasnya,
jadi orang tersebut bisa bekerja
seenaknya/tidak bekerja sesuai tugannya, yang akan
berakibat pada kesusksesan kegiatan.
D. Komitmen Mutu
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Rapat awal untuk penunjukan formasi panitia.
b. Mencatatanya dalam sebuah catatan kecil.
c. Melihat contoh Format SK yang baku dan menjadikan
refrensi dasar pengetikan SK yang akan kita buat.
d. Merubah beberapa bagian yang perlu penyesuaian
sesuai kebutuhan.
e. Memasukkan data sesuai hasil rapat, jika menemukan
kesulitan segera menkonsultasikan ke pimpinan.
f. Melaporkan hasil segera mungkin setelah SK selesai.
g. Mengandakan SK dan membagikannya ke semua
panitia.
2) Manfaat:
a. Pembagian tugas yang cepat akan berdampak pada
kinerja yang sesuai dengan Tupoksinya.
b. Memberi dasar hukum yang jelas bagi pekerjaan
panitia.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:

a. Keterlambatan pembuatan Sk akan mengakibatkan


kesemrawutan kinerja karena bertugas tidak sesuai
dengan Tupoksinya.
E. Anti Korupsi
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Memisahkan kertas yang masih bisa digunakan dan
memusnahkan kertas yang sudah tidak dipakai.
b. Jika terdapat kertas yang masih bisa di pakai dalam
jumlah banyak, menyimpannya dalam sebuah tempat
khusus.
c. Menuliskan sebuah informasi bahwa kertas yang masih
bisa dipakai mohon untuk tidak membuangnya tapi
meletakkan pada tempat tersebut.
d. Mengunakan kertas tersebut dengan bijak.
2) Manfaat:
a. Pengematan pengeluaran negara.
b. Membentuk SKPD yang sehat dan bertanggungjawab.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Pemborosan uang negara secara menahun dan
berjamaah.
6. Membuat Juknis Lomba Festival Seni Tari BUNDAYANTI
Tahun 2015.
A. Akuntabilitas
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Mencari contoh Format Juknis Lomba yang baku.
b. Pengumpulan data tentang peraturan lomba yang akan
dipertandingakan, dengan bertanya pada seniman/tokoh
adat/pakar yang biasa menjadi juri lomba tersebut.
c. Melakukan pengetikan juknis sesuai dengan format
yang sudah ada.
d. Selalu berkonsultasi dan menerima masukan dari teman
kerja jika mendapatkan kesulitan.
e. Konfirmasi akhir kepada juri yang ditunjuk sebelum
dibawa pada rapat besar panitia.
f. Konsultasi dan menjelaskan kepada pimpinan tentang
isi Juknis, jika ada perbaikan segera dilakukan.
g. Pengeprinan dan pengandaan untuk dikirim pada
peserta lomba, Juri, Sie acara dan pimpinan.

2) Manfaat:
a. Menciptakan tingkat kepercayaan pablik kepada
instansi.
b. Menhindari konflik di perlombaan.
c. Menghindari kesalahpahaman dan persepsi yang
berbeda tentang peraturan dan teknis perlombaan.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Ketidaksatuan persepsi peserta lomba, sehingga akan
memunculkan banyak konflik yang membuat peserta
lomba tidak percaya pada penyelenggaraan lomba.
B. Nasionalisme
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Rapat yang diawali dengan doa menurut agama dan
kepercayaannya masing-masing.
b. Pelaksanaan rapat yang menghargai persamaan hak dan
kewajiban sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang
mempunyai derajat yang sama ditunjukkan dengan
memberikan kesempatan seluruh peserta rapat
memberikan pendapat.
2) Manfaat:
a. Menumbuhkan rasa keimanan yang lebih kuat kepada
Tuhan YME.
b. Kerukunan antar pegawai akan membentuk SKPD yang
religious dan kuat.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Tidak ada secara langsung.
C. Etika Pablik
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Meminta pendapat pakar lomba yang sesuai dengan
lomba yang akan ditandingkan.
b. Mengkomfirmasi ulang kepada juri apakah sudah sesuai
dengan peraturan yang baku.
c. Membicarakannya dalam rapat/teknikal meeting
perwakilan peserta dan juri.
d. Pembagian Juknis keseluruh peserta.

2) Manfaat:
a. Rasa keadilan yang merata keseluruh peserta lomba.
b. Menghindari kecurangan dalam perlombaan.
c. Meminimalisir konflik saat perlombaan.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Muncul konflik-konflik selama perlombaan yang
memunculkan rasa tidak percaya peserta pada
kredibilitas penyelenggara.
D. Komitmen Mutu
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Menanyakan kepada pihak-pihak yang kredibel tentang
penjurian sesuai cabang perlombaannya.
b. Mencari juri yang netral, berkaitan dengan netral
tempat tinngal juri, suku juri dan kreteria neralitas juri.
c. Menhubunggi calon juri menanyakan kesediannya.
d. Mempersiapkan hak dan kewajiban juri.
2) Manfaat:
a. Kwalitas lomba yang baik.
b. Tingkat kepercayaan masyarakat
lomba/penyelenggara kegiatan.

kepada

panitia

3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:


a. Terjadi konflik saat pengumuman pemenang dan
kemarahan peserta yang merasa dirugikan.
E. Anti Korupsi
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Membuat Juknis Lomba tersebut secara terbuka, dalam
arti pengerjaan yang dilakukan diketahui teman kerja
yang lain.
b. Memusyawarahkan dengan beberapa pihak terkait
seperti juri dan pimpinan apakah sudah memenuhi rasa
keadilan.
c. Jika ada pihak luar melakukan intervensi untuk
kepentingannya, mengatakan dengan tegas bahwa

Juknis tersebut sudah sesuai dengan ketentuan dan


musyawarah bersama.
d. Membagi Juknis tersebut kesemua peserta secepatnya
dan merata.
2) Manfaat:
a. Penyelengaraan lomba yang netral dan tanpa intervensi
pihak luar.
b. Ketegasan menolak intervensi pihak lain akan
memberikan efek kepercayaan masyarakat kepada
instansi pemerintah.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Hilangnya kepercayaan peserta lomba pada panitia
penyelenggara.
7. Membuat Desain Spanduk, Nomor Peserta Lomba dan ID Card
Festival Seni Tari BUNDAYANTI Tahun 2015.
A. Akuntabilitas
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Menanyakan ukuran spanduk dan mencari ukuran
nomor peserta dan ID card.
b. Mencari refrensi gambar yang berkaitan dengan tema,
baik melalui foto kantor atau internet.
c. Mengerjakannya di desain grafis, dalam ini
Mnegunakan Fotoshop dan Corel draw.
d. Menciptakan beberapa background desain lalu
mengkonsultasikan ke pimpinan.
e. Setelah terpilih desain yang diinginkan, memberikan
tulisan yang sesuai dengan tema.
f. Mengeprint desain yang sudah jadi dan melaporkan ke
pimpinan.
2) Manfaat:
a. Terciptanya desain yang menarik dan sesuai dengan
tema.
b. Hasil produk yang mendukung kegiatan Festival seni
tari BUNDAYANTI.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Desain yang tercipta tidak menarik tidak komunikatif.

B. Nasionalisme
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Mencari refrensi gambar yang berkaitan dengan tema,
baik melalui foto kantor atau internet.
b. Memotong gambar mengunakan ilmu grafis dan
mengkombinasikan dalam sebuah bidang.
c. Menambahkan background untuk mempercantik
tampilan.
d. Setelah terpilih desain yang diinginkan, memberikan
tulisan yang sesuai dengan tema.
e. Mengeprint desain yang sudah jadi dan melaporkan ke
pimpinan.
2) Manfaat:
a. Sebagai alat komunikasi tentang kegiatan yang
dimaksud.
b. Memupuk rasa cinta dan bangga terhadap budaya
sendiri melalui desain spanduk yang dibuat.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Jika gambar budaya tidak ada dalam desain , maka hasil
tidak mengugah rasa kecintaan pada budaya sendiri.
C. Etika Pablik
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Memilih gambar secara seimbang dimana seluruh suku
di Kab. Bulungan terwakili, seperti Suku Bulungan,
Suku Dayak dan Suku Tidung.
b. Mengunakan tulisan yang sopan dan santun.
c. Menghindari pengunaan kata yang diskriminatif dan
memancing kemarahan masyarakat.
2) Manfaat:
a. Menumbuhkan rasa senang dimasyarakat.
b. Tersampaikannya pesan dari panitia ke masyarakat.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:

a. Memunculkan provokasi di masyarakat karean


gambar/kata yang menyinggung tatanan social yang
ada.
D. Komitmen Mutu
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Menyiapkan alat yang memadai, dalam hal ini
Komputer yang suport baik dengan program grafis.
b. Mengunakan tempat kerja yang nyaman dan kondusif
untuk bekerja.
c. Mengunakan waktu yang cukup, sehingga bisa
menciptakan beberapa alternative desain.
2) Manfaat:
a. Menciptakan hasil desain secara maksimal.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Hasil desain yang tidak bermutu dan komunikatif.
E. Anti Korupsi
1) Proses yang di lakukan secara garis besar:
a. Membuat catatan kecil dan ditempel di laptop/tempat
kerja tentang tanggal akhir pengerjaan.
b. Mendesain secara rutin setiap hari sampai selesai.
c. Melakukan pengkoreksian dan meminta masukan orang
lain tentang hasil jadinya.
d. Melakukan perbaikan secepatnya jika memang perlu
perbaikan.
2) Manfaat:
a. Pekerjaan selesai tepat waktu/lebih cepat.
b. Disiplin membentuk etos kerja yang baik.
c. Sifat disiplin akan menular ke orang lain.
3) Dampaknya jika kegiatan ini tidak terlaksana:
a. Desain tidak selesai sesuai dengan jadwal sehingga
mempengaruhi acara yang berlangsung.
V.

KONTRIBUSI KEGIATAN TERHADAP PENCAPAIAN VISI


ORGANISASI

Melalui rancangan kegiatan Aktualisasi dengan nilai-nilai dasar yang


terdiri dari Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik dan Anti Korupsi
(ANEKA), akan mampu meningkatkan kinerja peserta diklat dalam
Menjadi Katalisator Terwujudnya Masyarakat Kaltara Yang Kompetitif
dan Bermartabat, khususnya Meningkatkan Pembinaan dan
Pengembangan Kebudayaan Daerah Untuk Memperkuat Jati Diri dan
Kepribadian Masyarakat, sebagai seorang Pamong Budaya Pertama
yang profesionalisme dan memiliki integritas mewujudkan pelayan
yang prima di Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga
(DISDIKBUDPORA) Prov. Kaltara.
Tarakan, 1 Juli 2015

Eri Prabowo, S.Sn.

FORM 1

FORM 2

POWER POINT
( DI PRINT 2 SLIDE DALAM SATU
HALAMAN )

FORM 1