Anda di halaman 1dari 29

LBM 6

Salah Minum, Ternyata....racun #eh

Step 1
1. Nikotinik :
Salah satu reseptor asetilkolin
2. Kumbah lambung
Salah satu cara untuk membersihkan lambung dg cara
memasukkan dan mengeluarkan cairan menggunakan NGT
3. Muskarinik
Salah satu reseptor asetilkolin
4. Arang karbon
Berfungsi utk menyerap racun di lambung dan usus (sebelum
ke PD)
5. Intoksikasi karbamat
Keracunan zat kimia spt insektisida
Karbamat
bersifat
racun
pada
saraf,
menghambat
kolinesterase, namun mudah diurai shg sifatnya reversibel

Step 2
1. Mengapa pada pasien tjd hipersalivasi dan
hiperhidrosis ?
2. Mengapa pada pasien tjd penurunana kesadaran,
muntah dan kejang ?
3. Mengapa didapatkan tremor pada tangan dan
tungkai ?
4. Mengapa dokter IGD melakukan tindakan kumbah
lambung dan memberikan arang carbon ? dan
prinsip kerjanya ?
5. Mengapa hasil pf miosis +/+ ?
6. Apa saja zat2 yg terkandung dlm obat pembunuh
serangga dan efeknya bila keracunan ?
7. Mengapa didapatkan vital sign spt di skenario ?
8. Apa saja efek muskarinik, nikotinik dan efek toksin
pada SSP ?

9. Apa manfaat pemberian injeksi sulfas atropin ?


10.
Efek apa yang paling mengancam nyawa
dalam kasus keracunan ini ?
11.
Indikasi dan kontraindikasi tindakan kumbah
lambung ?
12.
Terapi apa saja yg mungkin diberikan ?

Step 3
1. Mengapa pada pasien tjd hipersalivasi dan
hiperhidrosis ?
Keracunan dapat berbagai macam sebab dan
cara masuk ke tubuh, pada pestisida ada
karbamat
dan
organofosfat.
Zat
ini
menghambat
asetilkolinesterase
shg
asetilkolin menumpuk. Hipersalivasi dan
hiperhidrosis
diakibatkan
penumpukan
asetilkolin (pada reseptor muskarinik)
Efek
muskarinik
:
mual,
hipersalivasi,
bradikardi, pandangan kabur, hiperhidrosis
Efek nikotinik (lgsg ke ganglion otonom dan
SSP) : kejang, lemah otot
2. Mengapa pada pasien tjd penurunan kesadaran,
muntah dan kejang ?
Muntah :
Racun
menghambat
kolinesterase,
shg
asetilkolin menumpuk. Efek pada usus akan
meningkatkan
peristaltik
dan
sphincter
oesophagus (pengaruh parasimpatis)
Kejang :
Eksitatorik (asetilkolin) > inhibitorik
3 mekanisme :

- Eksitatorik (asetilkolin) > inhibitorik


- Kekurangan nutrisi tidak repolarisasi
sempurna
- Ggn pada membran sel mudah
depolarisasi
Penurunan kesadaran : diperjelas yo
- Efek dari karbamat (berkaitan dg MO dan
pons)
- Potensiasi
aktivitas
parasimpatis

menghambat AV (AV block)


Apakah kelainan di pusat/krn efek lain ?
Hub parasimpatis ke otak dan jantung ?
- Muskarinik pgrhi otot polos CO turun
Nikotinik pgrhi otot rangka
vasodilatasi
3. Mengapa didapatkan tremor pada tangan dan
tungkai ?
Efek nikotinik otot rangka pada tangan dan
tungkai
Hub ekstrapiramid dan piramidal dg tremor ?
4. Mengapa dokter IGD melakukan tindakan kumbah
lambung dan memberikan arang carbon ? dan
prinsip kerjanya ?
Fungsi kumbah lambung : membuang racun yg
tertelan sblm diabsorpsi, memasukkan cairan,
membuang partikel
Arang carbon : melindungi lapisan perut dr
toksin, sorbitol fungsinya spt pencahar shg
bisa keluar mll feses
Cari ttg sorbitol ?
Apakah semua racun tertelan bisa langsung
diberi kumbah lambung ? (jawab di no 11)

Tidak. KI: zat racun korosif, benda asing tajam,


>4-6 jam setelah minum racun
5. Mengapa hasil PF miosis +/+ ?
Berkaitan dg parasimpatis mempengaruhi N. III
miosis
Jika sdh miosis, pertanda apa ? apakah masih bisa
diberikan kumbah lambung ?
6. Apa saja zat2 yg terkandung dlm obat pembunuh
serangga dan efeknya bila keracunan ?
Kandungan : dicari kandungannya brp
persen/brp bnyk + dosis lethal
- Paration
- Malation
- Sistoks
- Tepp
- Gol karbonat: dimetan, matacin
-

Efek:
Hipersaliva, rinorhea, hiperhidrosis
Muntah
Kejang
Penurunan kesadaran
Tremor
Miosis

7. Mengapa didapatkan vital sign spt di skenario ?


8. Apa saja efek muskarinik, nikotinik dan efek toksin
pada SSP ?
9. Apa manfaat pemberian injeksi sulfas atropin ?
- Sulfas atropin lazim diberikan pada pasien
dg bradikardi. Golongan anti kolinergik. Shg
berfungsi me-reverse efek kolinergik.
Apakah
simpatomimetik/litik?
Parasimpatomimetik/litik?

- Efek: mencegah penumpukan asetilkolin


- Diberikan sbg anti dotum
10.
Efek apa yang paling mengancam nyawa
dalam kasus keracunan ini ?
Efek parasimpatis dari racun menyebabkan
kejang, penurunan vital sign, penurunan
kesadaran
11.
Indikasi dan kontraindikasi tindakan kumbah
lambung ?
I:
KI: zat racun korosif, benda asing tajam, >4-6 jam
setelah minum racun
12.
Penatalaksanaan secara runtut thd pasien ini ?
Prinsip penanganan keracunan :
- Penghentian penyerapan racun
Reflek muntah (KI: zat korosif, tidak sadar)
Kumbah lambung
- Mengeluarkan racun
- Atasi simtom
Ex: pemberian sulfas atropin tx
hipersaliva (bahaya hambat jalan napas),
bradikardi
Selain sulfas atropin pke apa ?
- Pengobatan spesifik & beri anti dotum
13.
Tanda2 keracunan dalam PF ?
14.
Penanganan keracunan pada di luar UGD dan
di UGD ?
15.
Zat-zat yang bisa mjd racun di kehidupan
sehari2 ?
Singkong apa ? singkong mengandung sianida
Deterjen

Obat nyamuk
bongkrek
STEP 7
1. Mengapa pada
hiperhidrosis ?

pasien

tjd

hipersalivasi

dan

Tanda-tanda keracunan insektisida golongan organofosfat seperti


konstriksi pupil (pupil pin point) & hipersalivasi. Insektisida ini
bekerja
dengan
menghambat
dan
menginaktivasi
enzim
asetilkolinesterase yg dilepaskan oleh susunan saraf pusat, ganglion
otonom, ujung ujung saraf parasimpatis, dan ujung ujung saraf
motoric.
Hambatan
asetilkolineseterase
menyebabkan
tertumpuknya sejumlah besar asetilkolin pada tempat tempat
tersebut. Rangsangan awal yang diikuti dg hambatan pada ganglion
autonom menyebabkan gangguan yg bervariasi dan multiple, pada
alat-alat tubuh yang dipersarafi oleh system saraf otonom.
Penumpukan asetilkolin pada ujung saraf simpatis menyebabkan
konstriksi pupil, penglihatan kabur,
stimulasi otot-otot intestinal kejang perut, muntah, diare,
Perangsangan kelenjar sekretoris rinorhea, salivasi, banyak
berkeringat, dan bronkore
Konstriksi otot-otot bronkial dg gejala gangguan pernapasan,
Penekanan aktivitas cardiac sinus pacemaker, dan gangguan
konduksi AV
Kapita Selekta FK UI, jilid I, edisi 3, hal. 633

GolonganCarbamat
MenurutSartono(2002)pestisidagolongancarbamatmerupakanracunkontak,
racunperutdanracunpernapasan.Bekerjasamasepertigolonganorganofosfat,
yaitumenghambataktivitasenzimkolinesterase.
Penggunaan pestisida dapat mengkontaminasi pengguna secara langsung sehingga
mengakibatkan keracunan. Dalam hal ini keracunan dikelompokkan menjadi 3 kelompok
yaitu:
a. Keracunan Akut ringan, menimbulkan pusing, sakit kepala, iritasi kulit ringan, badan
terasa sakit dan diare.

b. Keracunan akut berat, menimbulkan gejala mual, menggigil, kejang perut, sulit
bernafas, keluar air liur, pupil mata mengecil dan denyut nadi meningkat, pingsan.
c. Keracunan kronis, lebih sulit dideteksi karena tidak segera terasa dan menimbulkan
gangguan kesehatan. Beberapa gangguan kesehatan yang sering dihubungkan dengan
penggunaan pestisida diantaranya: iritasi mata dan kulit, kanker, keguguran, cacat pada
bayi, serta gangguan saraf, hati, ginjal dan
pernafasan.

Aktivitas
Kolinesterase(%)

Tingkatan
Keracunan

GejalaKelinis

Prognosis

5075

Ringan

Lemah, sakit Sadar


kepala,pening,
waktu
mau muntah, 13hari
berliurbanyak,
mataberair,miosis,
detak
jantungcepat.

2550

Sedang

Lelah mendadak, Sadar dalam


penglihatan,
waktu
berliur banyak , 12Minggu
berkeringat,
muntahdiare,sukar
bernafas,
hipertonia, tremor
padatangan
dan kepala, miosis,
nyeridada,
sianosis pada
membranmucosa

025

Berat

Tremor mendadak,
kejang
kejang, otot tidak
dapat
digerakkan,sianosis
,

dalam

Kematian
karena
gagal pernafasan
dan
gagaljantung

pembengkakan
paru,koma
.

Gejala keracunan organofosfat sangat bervariasi. Setiap gejala yang


timbul sangat
bergantung pada adanya stimilasi asetilkholin persisten atau depresi yang
diikuti oleh
stimulasi.saraf pusat maupun perifer.
Tabel 2. Efek muskarinik, nikotinik dan saraf pusat pada toksisitas
organofosfat.

Efek
1. Muskarinik

2. nikotinik

3. sistem
pusat

saraf

Gejala
Salivasi, lacrimasi, urinasi dan diaree
(SLUD)
Kejang perut
Nausea dan vomitus
Bradicardia
Miosis
Berkeringat
Pegal-pegal, lemah
Tremor
Paralysis
Dyspnea
Tachicardia
Bingung, gelisah, insomnia, neurosis
Sakit kepala
Emosi tidak stabil
Bicara terbata-bata
Kelemahan umum
Convulsi
Depresi respirasi dan gangguan jantung
Koma

Gejala awal seperti SLUD terjadi pada keracunan organofosfat


secara

akut

karena

terjadinya

stimulasi

reseptor

muskarinik

sehingga kandungan asetil kholin dalam darah meningkat pada


mata dan otot polos.

2. Mengapa pada pasien tjd penurunan kesadaran,


muntah dan kejang ?
Muntah :
Kejang :
Penurunan kesadaran : diperjelas yo
Apakah kelainan di pusat/krn efek lain ?
Hub parasimpatis ke otak dan jantung ?
Sistem saraf parasimpatis berpengaruh terhadap simpul SA untuk menurunkan denyut
jantung. Acethylcholine dilepaskan pada peningkatan aktivitas parasimpatis yang
meningkatkan permeabilitas simpul SA terhadap K+ dengan memperlambat penutupan
saluran K+. Hasilnya, tingkat di mana potensial aksi spontan dimulai berkurang melalui efek
dua kali lipat :
1. Peningkatan permeabilitas K+ menjadikan membran simpul SA hiperpolar karena
lebih banyak ion kalium positif yang keluar dibandingkan keadaan normal, membuat
keadaan di dalam menjadi lebih negatif. Karena potensial istirahat dimulai bahkan
jauh dari ambang batas, diperlukan waktu lebih lama untuk mencapai ambang batas.
2. Peningkatan permeabilitas K+ diinduksi oleh rangsang vagus dan menentang reduksi
otomatis dalam permeabilitas K+ yang bertanggung jawab untuk memulai depolarisasi
membran secara bertahap ke ambang batas. Efek yang berlawanan ini menurunkan
tingkat depolarisasi spontan, memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk melintas
ambang batas. Oleh karena itu, simpul SA mencapai ambang batas dan rangsangan
terus berkurang, menurunkan denyut jantung.

Pengaruh parasimpatis simpul AV menurunkan eksitabilitas simpul, memperpanjang


transmisi impuls ke ventrikel bahkan lebih panjang dibandingkan perlambatan simpul AV
yang biasa. Efek ini disebabkan oleh meningkatnya permeabilitas K+, yang membuat
membran menjadi hiperpolar, sehingga menghambat permulaan eksitasi simpul AV.

3. Mengapa didapatkan tremor pada tangan dan


tungkai ?
Karbamat bekerja menghambat enzim asetilkolinesterase (AChE) yang mengakibatkan akumulasi
asetilkolin (ACh). Asetilkolin yang ditimbun dalam Sistem Syaraf Pusat (SSP) akan menginduksi
tremor, inkoordinasi, kejang-kejang dan lain-lain. daya afinitas insektisida ini mampu mengikat
enzim AChE sehingga asetilkolin sebagai penghantar impuls rangsangan dari pre ke post sinaps
(neurotransmitter) kerjanya lebih berat karena tidak dapat dipecah oleh enzimAchE.

Toksisitas Insektisida Organofosfat Dan Karbamat, Endang Puji


Astuti
Mekanisme kerja peracunanya adalah dengan cara menginaktivasi enzim acetylcholinesterase
(AKHE). Enzim AKHE diperlukan dalam mekanisme transpor elektron (inaktivasi acetylcholine),
sehingga molekul ini berhenti dalam membuat getaran listrik. Maka jika AKHE inaktif, molekul
acetylcholine aktif mentransporelectron pada sistem syaraf involuntary. Gejala yang dirasakan
pada tubuh adalah muncul tremor (gemetar), konfulsi dan berakhir pada kematian.

Hub ekstrapiramid dan piramidal dg tremor ?


Pada penelitian telah dibuktikan bahwa obat obatan seperti reserpin dan
fenotiazin dapat menimbulkan sindrom ekstrapiramidal yang dapat
dijelaskan berdasarkan adanya neurotransmiter.

Neurotransmiter merupakan zat yang disintesis dan disimpan di


presinaptik dan dapat dilepaskan ke dalam sinaptik gap bila mendapatkan
stimulus yang adekuat. Pada saat dilepaskan neurotransmiter tersebut
dapat bereaksi dengan reseptor khususnya yang berada pada neuron
postsinaps. Beberapa neurotransmiter tersebut antara lain : acetylcholine,
dopamine, gamma aminobutyric acid, serotonin, dan glutamate.
Asetilkolin disintesis oleh small striatal cells yang
mempunyai konsentrasi tertinggi di striatum dan mempunyai efek
eksitasi. Sedangkan dopamin dihasilkan di substansia nigra pars
kompakta dimana konsentrasi tertinggi terdapat di substansia nigra dan
memiliki efek inhibisi.
Pada keadaan normal, kedua neurotransmiter tersebut berada
dalam keadaan yang seimbang jumlahnya antara asetilkolin dan dopamin.
Namun, dalam keadaan ketidakseimbangan kedua neurotransmiter
tersebut mengakibatkan berbagai kelainan. Pada keadaan dimana
dopamin berlebih akan menimbulkan gangguan gerakan yang disebut
dengan chorea. Pada keadaan dimana dopamin berkurang dapat
menimbulkan gangguan gerakan yang disebut parkinsonisme.
GABA disintesis di striatum dan globus palidus, memiliki efek
inhibisi, kekurangan GABA berhubungan dengan chorea huntington. Obat
obatan dapat mempengaruhi gangguan berjalan melalui berbagai cara
seperti : mengurangi pembentukan transmiter pada ujung serabut syaraf
seperti : tetrabenazine, ataupun dengan menghambat reseptor post
sinaps seperti : fenotiazin. Kedua obat tersebut pada akhirnya akan
menyebabkan berkurangnya efektifitas dopamin sehingga akan
menimbulkan
kelebihan
asetilkolin
relatif
dan
menimbulkan
parkinsonisme.
GAMBARAN KLINIS
Akibat gangguan sistem ekstrapiramidal pada pergerakan dapat
dianggap terdiri dari defisit fungsional primer ( gejala negatif ) yang
ditimbulkan oleh tidak berfungsinya sistem dan efek sekunder ( gejala
positif ) yang timbul akibat hilangnya pengaruh sistem itu terhadap
bagian lain. Pada gangguan dalam fungsi traktus ekstrapiramidal gejala
positif dan negatif itu menimbulkan dua jenis sindrom, yaitu :
1. Sindrom hiperkinetik hipotonik : asetilkolin , dopamin

Tonus otot menurun

Gerak involunter / ireguler


Pada : chorea, atetosis, distonia, ballismus
2. Sindrom hipokinetik hipertonik : asetilkolin , dopamin

Tonus otot meningkat

Gerak spontan / asosiatif

Gerak involunter spontan


Pada : parkinson

I.Gejala negatif
Gejala negatif terjadi akibat kekurangn jumlah dopamin
produksinya yang berkurang. Gejala negatif, terdiri dari :

karena

1. Bradikinesia
Gerakan volunter yang bertambah lambat atau menghilang sama sekali.
Gejala ini merupakan gejala utama yang didapatkan pada penyakit
parkinson sehingga menimbulkan berkurangnya ekspresi wajah,
berkurangnya kedipan mata dan mengurangi perubahan postur pada saat
duduk.
2. Gangguan postural
Merupakan hilangnya refleks postural normal. Paling sering ditemukan
pada penyakit parkinson. Terjadi fleksi pada tungkai dan badan karena
penderita tidak dapat mempertahankan keseimbangan secara cepat.
Penderita akan terjatuh bila berputar dan didorong.
II.Gejala Positif
Gejala positif timbul oleh karena terjadi perubahan pelepasan ataupun
disinhibisi dari dopamin, tetapi tidak ditemukan kerusakan struktur. Gejala
positif, terdiri dari :
1. Gerakan involunter

Tremor

Athetosis

Chorea

Distonia

Hemiballismus

1. Rigiditas

Kekakuan yang dirasakan oleh pemeriksa ketika menggerakkan


ekstremitas secara pasif. Tahanan ini timbul di sepanjang gerakan pasif
tersebut, dan mengenai gerakan fleksi maupun ekstensi sering disebut
sebagai plastic atau lead pipe rigidity. Bila disertai dengan tremor maka
disebut dengan tanda Cogwheel. Pada penyakit parkinson terdapat
gejala positif dan gejala negatif seperti tremor dan bradikinesia.
Sedangkan pada Chorea huntington lebih didominasi oleh gejala positif,
yaitu : Chorea.

UPPERMOTORNEURON(UMN)

Rangsangansaraf Impulsmotorikototgerakangerakanotot.Semua
neuron di korteks serebri yang menyalurkan impuls motorik ke inti
motorikdiLMNtergolongdalamUMN.

UMNinidisusunoleh:
Susunanpyramidal
Susunanekstrapyramidal

SUSUNANPYRAMIDAL

MulaidiSelselneurondilapisanke5kortekspresentralis
(area4Broadman)danaksonaksonnyamenyusunsystem
pyramidalis.Neuronneurontersebuttertatadidaerahgyrus
presentralis yang mengatur gerakan otot tubuh tertentu
dinamakan Penataan Somatotropik.Serabutserabut
efferentberupaaksonaksonneurondigyruspresentralis
turunmenujukeneuronneuronyangmenyusunintisaraf
otakmotorikdiBrainstemmelalui trkortikobulbar dan
neuron neuron yang terletak di kornu anterior medulla
spinalis melalui trkortikospinalis.Hubungan akson
tersebutbersifatmonosinaptikdankontralateral.

PenataanSomatotropik
Akson ini membentuk suatu berkas yang disebut
TRAKTUSPYRAMIDALISyangterdiridari:
Serabutkortikospinalis(kekornuanteriormedullaspinalis)
Serabutkortikobulbaris(keintimotoriksarafotak)

Gerakan yang dibangkitkan oleh impuls pyramidalis


menimbulkangerakanyangbersifat:
Halus,luwes,tepatdankhusus.
Melibatkan otot otot distal lebih sering dari pada otot
proksimal
Lebihbanyakmempengaruhifungsianggotagerakatas
daripadaanggotagerakbawah.
Terutama mengelola motor unit yang kecil secara
kontralateral.

SUSUNANEKSTRAPYRAMIDAL

Terdiri dari kumpulankumpulan traktus, inti inti dan sirkuit


feedbacknyayangmenyusunekstrapyramidalmempengaruhiaktivitas
motorsomatisdariototototvolunterkecualijalurpyramidalSusunan
ekstrapyramidal ini secara fungsional berhubungan dengan traktus
pyramidal.Susunanekstrapiramidalinidimulaidariserebralkorteks,
basalganglia,subcortikalnukleussecaratidaklangsungkespinalcord
melaluimultisynapconection

Intiintiyangmenyusunekstrapyramidal:
Korteksmotoriktambahan(area4,6,8)
Gangliabasalis:nucleuskaudatus,putamen,globuspallidus,
substansia nigra, korpus subtalamikum (Luysii), nucleus
ventrolateralisTalami.
NucleusRuber&substansiaretikularisbatangotak.
Serebellum

Systemekstrapiramidalisinidibagiatas3
lintasan:
1.LintasanSirkuitPertama
2.LintasanSirkuitKedua
3.LintasanSirkuitketiga

LintasanSirkuitPertama

Lingkaranyangdisusunolehjarasjarasmpenghubung
berbagaiintimelewatikortekspiramidalis(area4),area
6,olivainferior,intiintipontis,korteksserebelli,nucleus
dentatus,nucleusrubber,nucleusventrolateralistalami,
kortekspyramidalis&ekstrapiramidalis.

LintasanSirkuitPertama

Peranan sirkuit ini memberikan FEEDBACK kepada


kortekspyramidalis&ekstrapiramidalisyangberasaldari
korteksserebellum.
Gangguanfeedbacklintasaninitimbul:
Ataksia
Dismetria
Tremorsewaktugerakanvolunteerberlangsung.

intasanSirkuitKedua
Menghubungkankorteksarea4S&area6dengankorteksmotorik
piramidalis & ekstrapiramidalis melalui substansia nigra, globus
pallidus,nucleusventrolateralistalami.
Tujuan pengelolaan impuls piramidalis & ekstrapiramidalis untuk
mengadakan INHIBISI terhadap korteks piramidalis &
ekstrapiramidakis,agargerakanvolunteeryangbangkitmemiliki
ketangkasanyangsesuai.

LintasanSirkuitKedua

Gangguanpadasubstansianigramenimbulkan:
Tremorsewaktuistrahat
Gejalagejalamotoriklain

SeringditemukanpadasindromaParkinson

LintasanSirkuitketiga
Merupakanlintasanbagiimpulsyangdicetuskandiarea8&area4S
untukdiolahsecaraberturutturutolehnucleuskaudatus,globuspalidus
&nucleusventrolateralistalami.Hasilpengolahaninidengandicetuskan

impuls oleh nucleus ventrolateralis talami yang dipancarkannya ke


kortekspiramidalis&ekstrapiramidalis(area6).
Impuls terakhir ini melakukan tugas INHIBISI .sebagian impuls ini
disampaikanolehglobuspalliduskepadanucleusLuysii.

LintasanSirkuitketiga

Bila area 4S & 6 tidak dikelola oleh impuls tersebut


maka:Timbulgerakaninvolunter(gerakanspontanyang
tidakdapatdikendalikan)KhoreaAtetosis
Keduanya akibat lesi di nucleus kaudatus & globus pallidus Balismus akibat lesi di

NukleusLuysii

Peranan/aktivitassusunanekstrapiramidal:
Mengurusregulasi&integrasigerakansekutu/menguruskomponen
tonikdarigerakanvolunteer.
Mengintegrasikan aktivitas serebellum dalam perencanaan untuk
mencetuskanimpulsmotorikinvolunter&volunter.

GangguanpergerakanUMNmemberikan
gejalagejalaberupa:
Parese/paralysis
Spastis,tonusmeninggi&clonus(kaki&lutut)
Hyperrefleksia
Reflexpatologi(+)
Tidakadaatropitapibiasterdapatdisuseatropi

4. Mengapa dokter IGD melakukan tindakan kumbah


lambung dan memberikan arang carbon ? dan
prinsip kerjanya ?
Cari ttg sorbitol ?
Apakah semua racun tertelan bisa langsung
diberi kumbah lambung ? (jawab di no 11)
Bilas lambung (gastric lavage) adalah membersihkan lambung
dengan cara memasukan dan mengeluarkan air ke/dari lambung
dengan menggunakan NGT (Naso Gastric Tube). Menurut Smelltzer
dan Bare (2001:2487), lavase lambung adalah aspirasi isi lambung
dan pencucian lambung dengan menggunakan selang lambung.

Bilas lambung, atau disebut juga pompa perut dan irigasi lambung
merupakan suatu prosedur yang dilakukan untuk membersihkan isi
perut

dengan

cara

mengurasnya.

Lavase

lambung

dikontraindikasikan setelah mencerna asam atau alkali, pada


adanya kejang, atau setelah mencerna hidrokarbon atau petroleum
disuling. Hal ini terutama berbahaya setelah mencerna agen korosif
kuat. Kumbah lambung merupakan metode alternatif yang umum
pengosongan

lambung,

dimana

cairan

dimasukkan

kedalam

lambung melalui orogastrik atau nasogastrik dengan diameter besar


dan kemudian dibuang dalam upaya untuk membuang bagian agen
yang mengandung toksik. Selama lavage, isi lambung dapat
dikumpulkan untuk mengidentifikasi toksin atau obat. Selama
dilakukan bilas lambung, cairan yang dikeluarkan akan ditampung
untuk selanjutnya diteliti racun apa yang terkandung.
B.
Tujuan
Menurut Smelltzer dan Bare (2001:2487), tujuan lavase lambung
yaitu sebagai berikut:
1. untuk pembuangan urgen substansi dalam upaya menurunkan
absorpsi sistemik;
2. untuk mengosongkan lambung sebelum prosedur endoskopik;
3. untuk mendiagnosis hemoragi lambung dan menghentikan
hemoragi.
C. Cairan yang Digunakan
Pada anak-anak, jika menggunakan air biasa untuk membilas
lambung akan berpotensi hiponatremi karena merangsang muntah.
Pada umumnya digunakan air hangat (tap water) atau cairan
isotonis seperti NaCl 0,9 %. Pada orang dewasa menggunakan 100300 cc sekali memasukkan, sedangkan pada anak-anak 10 cc/kg
dalam sekali memasukkan ke lambung pasien.

1.
2.
3.
4.
5.
6.

D. Indikasi
Indikasi dilakukannya bilas lambung yaitu:
pasien keracunan makanan atau obat;
persiapan tindakan pemeriksaan lambung;
persiapan operasi lambung;
pasien dalam keadaan sadar;
keracunan bukan bahan korosif dan kurang dari enam puluh menit;
gagal dengan terapi emesis;

7. overdosis obat/narkotik;
8. terjadi perdarahan lama (hematemesis Melena) pada saluran
pencernaan atas;
9. mengambil contoh asam lambung untuk dianalisis lebih lanjut;
10.
dekompresi lambung;
11.
sebelum operasi perut atau biasanya sebelum dilakukan
endoskopi.
Tindakan ini dapat dilakukan dengan tujuan hanya untuk mengambil
contoh racun dari dalam tubuh, sampai dengan menguras isi
lambung sampai bersih. Untuk mengetes benar tidaknya tube
dimasukkan

ke

lambung,

harus

didengarkan

dengan

menginjeksekan udara dan kemudian mendengarkannya. Hal ini


untuk memastikan bahwa tube tidak masuk ke paru-paru.
E.
Kontraindikasi
Kontraindikasi dilakukannya bilas lambung yaitu:
1. keracunan oral lebih dari 1 jam;
2. pasien keracunan bahan toksik yang tajam dan terasa membakar
(resiko

perforasi

esophageal)

serta

keracunan

bahan

korosif

(misalnya: hidrokarbon, pestisida, hidrokarbon aromatic, halogen);


3. pasien yang menelan benda asing yang tajam;
4. pasien tanpa gangguan reflex atau pasien dengan pingsan (tidak
sadar)

membutuhkan

intubasi

sebelum

bilas

lambung

untuk

mencegah inspirasi.
F.
Persiapan Pelaksanaan Prosedur
Pada keadaan darurat, misalnya pada pasien yang keracunan, tidak
ada

persiapan

khusus

yang

dilakukan

oleh

perawat

dalam

melaksanakan bilas lambung, akan tetapi pada waktu tindakan


dilakukan untuk mengambil specimen lambung sebagai persiapan
operasi, biasanya dokter akan menyarankan akan pasien puasa
terlebih dahulu atau berhenti dalam meminum obat sementara.
G.

Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan dalam prosedur bilas

lambung yaitu sebagai berikut:


1. selang nasogastrik/ diameter besar atau selang Ewald diameter
besar;
2. spuit pengirigasi besar dengan adapter;
3. saluran plastic besar dengan adapter;

4. pelumas larut air;


5. air biasa atau antidote yang tepat (susu, larutan salin, larutan
bikarbonat natrium, jus jeruk, karbon teraktivasi);
6. wadah untuk aspirat;
7. gag mulut, selang nasotrakea atau endotrakea dengan cuv yang
dapat dikembungkan;
8. wadah untuk spesimen.
Langkah langkah
3.3. Memakai sarung tangan.
3.4. Mengukur NGT, NGT di klem kemudian oleskan gliserin / pelican
pada bagian ujung NGT.
3.5. Memasukan selang NGT melalui hidung secara perlahan-lahan,
jika pasien sadar anjurkan untuk menelan.
3.6. Jika terjadi clynosis atau tahanan, NGT segera dicabut.
3.7. Pastikan NGT masuk ke dalam lambung dengan cara :
3.7.1. Masukkan ujung NGT kedalam air, jika tidak terdapat
gelembung maka NGT masuk ke lambung.
3.7.2. Masukkan udara dengan spuit 10 cc dan didengarkan pada
daerah lambung dengan menggunakan stetoskop. Setelah yakin
pasang plester pada hidung untuk memfiksasi NGT.
3.8. Pasang corong pada pangkal NGT, kemudian dimasukkan + 500
cc, kemudian dikeluarkan lagi / ditampung pada ember.
3.9. Lakukan berulang kali sampai cairan yang keluar bersih, jernih
dan tidak berbau.
3.10. Perhatikan jenis cairan, bau cairan yang keluar.
Norit atau arang aktif merupakan padatan berpori

yang

mengandung 85-95 % karbon, dihasilkan dari bahan-bahan yang


mengandung karbon yang mengalami pemanasan pada suhu tinggi
Norit dapat menyerap gas dan senyawa-senyawa kimia tertentu
atau sifat dapat menyerap gas atau senyawa kimia tertentu atau
sifat penyerapan selektif, tergantung pada besar atau volume poripori dan luas permukaan. Daya serap norit sangat besar, yaitu 25100% terhadap berat norit
Prinsip kerja norit adalah ketika masuk kedalam perut dia akan
mampu menyerap bahan bahan racun dan berbahaya yang
menyebabkan gangguan pencernaan. Kemudian menyimpannya
didalam permukaan porinya sehingga nantinya keluar bersama
tinja.

Arang

aktif

ini

ketika

diperiksa

dibawah Scanning

Electron

Microscopy, akan terlihat pori-pori dalam jumlah yang sangat besar.


Dengan gaya Van der Walls yang dimilikinya, pori-pori tersebut
mampu menangkap berbagai macam bahan, termasuk bahan
beracun. Oleh karena itu arang aktif dapat digunakan pada kasus
overdosis obat, keracunan makanan, atau tertelan bahan beracun
lainnya. Kemampuan arang aktif dalam menangkap racun hanya
terjadi di lambung dan usus, ketika zat beracun belum terserap dan
masuk ke dalam peredaran darah. Sehingga, semakin cepat
diberikan, semakin banyak racun yang dapat diserap. Namun, tidak
semua bahan dapat diserap oleh arang aktif.
Indikasi :
Hampir semua keracunan obat dan toksin
Pemberian setelah bilas lambung
Dosis :
25-10 gr ( dewasa/remaja ), 25-50 gr ( anak 1-12 tahun ) dan 1
gr/kgbb untuk anak < 1 tahun
Cara pemberian
Dicampur rata perbandingan 30 gram arang aktif dgn 240 ml air
sehingga seperto sop kental.
Kontraindikasi :
- Ileus/obstruksi gastrointestinal
- Setelah menelan bahan korosif (asam dan basa kuat)
- Setelah menelan hidrokarbon
- Apabila akan dilakukan pemeriksaan endoskopi karena dapat
menghalangi pandangan
Komplikasi
-

a. Paru-paru dan sistem pernafasan


Efek jangka panjang terutama disebabkan iritasi (menyebabkan
bronkhitis atau pneumonitis). Pada kejadian luka bakar, bahan
kimia

dalam

paru-paru

yang

dapat

menyebabkan

udema

pulmoner (paru-paru berisi air), dan dapat berakibat fatal.


Sebagian bahan kimia dapat mensensitisasi atau menimbulkan
reaksi alergik dalam saluran nafas yang selanjutnya dapat
menimbulkan bunyi sewaktu menarik nafas, dan nafas pendek.
Kondisi jangka panjang (kronis) akan terjadi penimbunan debu

bahan kimia pada jaringan paru-paru sehingga akan terjadi


fibrosis atau pneumokoniosis.
-

b. Hati
Bahan kimia yang dapat mempengaruhi hati disebut hipotoksik.
Kebanyakan bahan kimia menggalami metabolisme dalam hati
dan oleh karenanya maka banyak bahan kimia yang berpotensi
merusak sel-sel hati. Efek bahan kimia jangka pendek terhadap
hati dapat menyebabkan inflamasi sel-sel (hepatitis kimia),
nekrosis (kematian sel), dan penyakit kuning. Sedangkan efek

jangka panjang berupa sirosis hati dari kanker hati.


c. Ginjal dan saluran kencing
Bahan kimia yang dapat merusak ginjal disebut nefrotoksin. Efek
bahan kimia terhadap ginjal meliputi gagal ginjal sekonyongkonyong (gagal ginjal akut), gagal ginjal kronik dan kanker ginjal

atau kanker kandung kemih.


d. Sistem syaraf
Bahan kimia yang dapat menyerang syaraf disebut neurotoksin.
Pemaparan terhadap bahan kimia tertentu dapat memperlambat
fungsi otak. Gejala-gejala yang diperoleh adalah mengantuk dari
hilangnya kewaspadaan yang akhirnya diikuti oleh hilangnya
kesadaran karena bahan kimia tersebut menekan sistem syaraf
pusat. Bahan kimia yang dapat meracuni sistem enzim yang
menuju ke syaraf adalah pestisida. Akibat dari efek toksik
pestisida

ini

dapat

menimbulkan

kejang

otot

danparalisis

(lurnpuh). Di samping itu ada bahan kimia lain yang dapat secara
perlahan meracuni syaraf yang menuju tangan dan kaki serta
-

mengakibatkan mati rasa dan kelelahan.


e. Darah dan sumsum tulang
Sejumlah bahan kimia seperti arsin, benzen dapat merusak selsel darah merah yang menyebabkan anemia hemolitik. Bahan
kimia lain dapat merusak sumsum tulang dan organ lain tempat
pembuatan sel-sel darah atau dapat menimbulkan kanker darah.

f. Jantung dan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler)

Sejumlah pelarut seperti trikloroetilena dan gas yang dapat


menyebabkan gangguan fatal terhadap ritme jantung. Bahan
kimia

lain

seperti

karbon

disulfida

dapat

menyebabkan

peningkatan penyakit pembuluh darah yang dapat menimbulkan


-

serangan jantung.
g. Kulit
Banyak bahan kimia bersifat iritan yang dapat menyebabkan
dermatitis atau dapat menyebabkan sensitisasi kulit dan alergi.
Bahan kimia lain dapat menimbulkan jerawat, hilangnya pigmen
(vitiligo), mengakibatkan kepekaan terhadap sinar matahari atau

kanker kulit.
h. Sistem reproduksi
Banyak bahan kimia

bersifat

teratogenik

dan

mutagenik

terhadap sel kuman dalam percobaan. Disamping itu ada


beberapa

bahan

mempengaruhi
-

kimia

ovarium

yang
dan

secara

testis

langsung

yang

dapat

mengakibatkan

gangguan menstruasi dan fungsi seksual.


i. Sistem yang lain
Bahan kimia dapat pula menyerang sistem kekebalan, tulang,
otot dan kelenjar tertentu seperti kelenjar tiroid. Petani yang
terpapar pestisida akan mengakibatkan peningkatan fungsi hati
sebagai

salah

satu

tanda

toksisitas,

terjadinya

kelainan

hematologik, meningkatkan kadar SGOT dan SGPT dalam darah


juga dapat meningkatkan kadar ureum dalam darah.

Sorbitol yang ditemukan dalam arang aktif juga merupakan agen pemanis, yang dapat
menyebabkan reaksi alergi jika Anda memiliki intoleransi fruktosa atau alergi
terhadap gula buah. penggunaan Arang untuk pengobatan dapat berinteraksi negatif
dengan obat kimia yang berbeda, suplemen dan obat herbal, sehingga mintalah
pendapat dokter anda sebelum mengkonsumsi Obat Arang atau karbon aktif.

5. Mengapa hasil PF miosis +/+ ?


Jika sdh miosis, pertanda apa ? apakah masih bisa
diberikan kumbah lambung ?

Jika sdh miosis, pertanda intoksikasi berat. Masih


bisa diberikan kumbah lambung krn bkn
kontraindikasi.

6. Apa saja zat2 yg terkandung dlm obat pembunuh


serangga dan efeknya bila keracunan ?
Kandungan : dicari kandungannya brp
persen/brp bnyk + dosis lethal
Efek:
E.PestisidaGolonganKarbamat
Pestisidadarigolongankarbamatrelatifmudahdiuraidilingkungan(tidakpersisten)dan
tidakterakumulasiolehjaringanlemakhewan.Karbamatjugamerupakaninsektisidayang
banyakanggotanya.Beberapajenisinsektisidakarbamatantaralain:16
1.Aldikarb,merupakaninsektisida,akarisida,sertanematisidasistemikyangcepatdiserap
olehakardanditransportasikansecaraakropetal.Aldikarbmerupakaninsektisidayangpaling
toksik,denganLD50(tikus)sekitar0,93mg/kg;LD50dermal(kelinci)>20mg/kg.
2.Benfurakarb,merupakaninsektisidasistemikyangbekerjasebagairacunkontakdanracun
perutsertadiaplikasikanterutamasebagaiinsektisidatanah. LD50 (tikus)205,4(jantan)
222,6(betina)mg/kg;LD50dermal(kelinci)>2.000mg/kg.

3.Karbaril,merupakankarbamatpertamayangsuksesdipasaran.Karbarilbertindaksebagai
racunperutdanracunkontakdengansedikitsifatsistemik.Salahsatusifatunikkarbarilyaitu
efeknyasebagaizatpengaturtumbuhdansifatinidigunakanuntukmenjarangkanbuahpada
apel.LD50(tikus)sekitar500(b)850(j)mg/kg;LD50dermal(tikus)>4.000mg/kg.
4. Fenobukarb (BPMC), merupakan insektisida nonsistemik dengan kerja sebagai racun
kontak. Nama resmi insektisida ini adalah fenobukarb, tetapi di Indonesia lebih dikenal
dengan BPMCyang merupakan singkatan dari nama kimianya, yaitu buthylphenylmethyl
carbamate.LD50(tikus)sekitar623(j)657(b)mg/kg;LD50dermal(kelinci)10.250mg/kg.
5.Metiokarb,namaumumlainyaadalahmerkaptodimetur.Insektisidainidigunakansebagai
racunkontakdanracunperut. LD50 (tikus)sebesar20mg/kg; LD50 dermal(tikus)>5.000
mg/kg.
6.Propoksur,merupakaninsektisidayangbersifatnonsistemikdanbekerjasebagairacun
kontaksertaracunlambungyangmemilikiefek knockdown sangatbaikdanresiduyang
panjang.Propoksurterutamadigunakansebagaiinsektisidarumahtangga(antaralainuntuk
mengendalikan nyamuk dan kecoa), kesehatan masyarakat, dan kesehatan hewan. LD50
(tikus)sekitar50mg/kg;LD50dermal(tikus)>5.000mg/kg.

Obat Anti Nyamuk Mengandung Propoxur dan Diklorvos Berbahaya


Seluruh obat anti nyamuk yang beredar di pasaran dalam negeri baik berupa obat semprot,
bakar maupun cair mengandung senyawa kimia berbahaya bagi kesehatan manusia yaitu
propoxur, transflutrin, bioaleterin, diklorvos, dalletherine, octachlorophil eter. Berdasarkan
telusuran referensi diketahui bahwa senyawa tersebut bersifat karsinogenik. Indonesian
Pharmaceutical Watch (IPhW) memperingatkan kemungkinan bahaya keracunan syaraf untuk
penggunaan yang tidak hati-hati. Di AS penggunaan propoxur hanya diijinkan terbatas untuk
perkebunan dan pertanian (para pekerjanya
diharuskan menggunakan peralatan pelindung). Propuxur digolongkan sebagai bad actor
karena daya racunnya yang tinggi, sedangkan diklorvos organoklorin yang bersifat
karsinogenik (menyebabkan kanker). Organoklorin bersifat lipofilida yaitu tidak larut dalam
air tetapi dapat larut dalam lemak sehingga zat ini berpeluang masuk ke dalam air susu ibu
(ASI). Toksisitas obat anti nyamuk bakar lebih ringan dibandingkan tipe cair
dan semprot karena sifatnya mengusir nyamuk, meskipun demikian dapat mengganggu
pernapasan. Penggunaan jenis bakar harus dilakukan di ruang terbuka, dan penggunaan obat
semprot dilakukan terhadap ruang kosong minimal 1 jam sebelum ditempati. IPhW
menyayangkan produsen obat anti nyamuk tidak mencantumkan petunjuk yang jelas atas
pengaruh obat tersebut dan public warning dalam kemasannya yang menjelaskan bahwa
produk itu mengandung racun yang berbahaya.
Tabel 1. Bahan Aktif dalam Obat Anti Nyamuk Beredar di Indonesia

Merek
Baygon (cair, kaleng)

Bahan Aktif
Propuxur 4.05 g/L
Transflutrin 0.162 g/L

Insektisida yang digunakan didalam rumah tangga kebanyakan mengandung


bahan aktif piretrin/piretroid.
Piretrin merupakan ekstrak oleoresin yang berasal dari bunga krisan yang
telah dikeringkan dan bersifat insektisida,
sedangkan
piretroid merupakan sintetik dari piretrin.
Umumnya senyawa ini mempunyai toksisitas akut yang rendah pada
manusia, hal ini disebabkan kecepatan metabolisme tubuh menginaktifkan
senyawa ini, walaupun demikian insektisida ini merupakan agen pencetus
alergi, oleh karena itu menyebabkan bersin, batuk, nafas pendek dan sakit di
bagian dada pada anak-anak yang mengidap asma dan alergi.
Walaupun senyawa ini

toksisitasnya rendah, tetapi

dapat menyebabkan

keracunan dan kematian dengan dosis tertentu dan tergantung kepada cara
masuknya racun ke dalam tubuh manusia.
Tanda-tanda keracunan karena kontak dengan kulit menyebabkan iritasi lokal
dan kulit menjadi kering, bila tertelan menyebabkan mual, muntah serta diare
sedangkan bila terhirup melalui saluran pernafasan menyebabkan iritasi
saluran nafas atas seperti rhinitis, radang kerongkongan. Pada pasien yang
sensitive terpapar racun ini secara berulang dapat menyebabkan serangan
asma.

Keracunan juga menyebabkan kerusakan sistem saraf pusat dan

dapat mengakibatkan koma, serta sesak nafas.


Bila terjadi keracunan karena terhirup, hendaklah segera dibawa ke tempat yang
berudara segar dan bila diperlukan beri bantuan pernafasan. Jika racun piretroid (jenis
semprotan) terkena kulit, bagian yang terkena segera dicuci dengan air bersih yang
mengalir dan sabun. Pada mata yang terkena semprotan racun tersebut, cuci dengan
air bersih selama 10-15 menit. Pakaian yang terkena racun haruslah dicuci sebelum
dipakai lagi.

7. Mengapa didapatkan vital sign spt di skenario ?

8. Apa saja efek muskarinik, nikotinik dan efek toksin


pada SSP ?
Efek
1. Muskarinik

2. nikotinik

3. sistem
pusat

saraf

Gejala
Salivasi, lacrimasi, urinasi dan diaree
(SLUD)
Kejang perut
Nausea dan vomitus
Bradicardia
Miosis
Berkeringat
Pegal-pegal, lemah
Tremor
Paralysis
Dyspnea
Tachicardia
Bingung, gelisah, insomnia, neurosis
Sakit kepala
Emosi tidak stabil
Bicara terbata-bata
Kelemahan umum
Convulsi
Depresi respirasi dan gangguan jantung

Koma

9. Apa manfaat pemberian injeksi sulfas atropin ?


Apakah
simpatomimetik/litik?
Parasimpatomimetik/litik?
Atropine memblok aksi kolinomimetik pada reseptor muskarinik secara reversible
(tergantung jumlahnya) yaitu, hambatan oleh atropine dalam dosis kecil dapat diatasi
oleh asetilkolin atau agonis muskarinik yang setara dalam dosis besar.Hal ini
menunjukan adanya kompetisi untuk memperebutkan tempat ikatan.Hasil ikatan pada
reseptor muskarinik adalah mencegah aksi seperti pelepasan IP3 dan hambatan
adenilil siklase yang di akibatkan oleh asetilkolin atau antagonis muskarinik lainnya.
-

SUMBER : Betram G. Katzung. Farmakologi Dasar dan Klinik. 2004.


EGC. Jakarta .

10.
Efek apa yang paling mengancam nyawa
dalam kasus keracunan ini ?
Gagal napas & cardiac arrest
11.

Penatalaksanaan secara runtut thd pasien ini ?


Selain sulfas atropin pke apa ?
ABCD
A: chin lift - jaw thrust
Jika ada cairan (hipersalivasi) suction
B: O2 (tgt saturasi)
C: INFUS (RL 2L loss) + pasang kateter urin
Pada pasien yang sadar :
-Kumbah lambung
-Injeksi sulfas atropin 2 mg (8 ampul) Intramuscular
- 30 menit kemudian berikan 0,5 mg SA ( 2 ampul ) i.m , diulang tiap 30 menit sampai
artropinisasi
- Setelah atropinisasi tercapai , diberikan 0 , 25 mg SA ( 1 ampul ) i.m tiap 4 jam selama 24
jam .

Pada pasien yang tidak sadar


- Injeksi sulfus Atropin 4 mg intra vena ( 16 ampul )
- 30 menit kemudian berikan SA 2 mg ( 8 ampul ) i.m , diulangi setiap 30 menit sampai os
sadar.
- Setelah os sadar , berikan SA 0,5 mg ( 2 ampul ) i.m sampai tercapai atropinisasi, ditandai
dengan midriasis , fotofobia, mulut kering , takikardi, palpitasi , tensi terukur.
- Setelah atropinisasi tercapai , berikan SA 0,25 mg ( 1 ampul ) i.m tiap 4 jam selama 24
jam.
Pada Pasien Anak ( 5,6 )
- Lakukan tindakan cuci lambung atau membuat penderita muntah.
- Lakukan pernafasan buatan bila terjadi depresi pernafasn dan
bebaskan jalan nafas dari sumbatan-sumbatan.
- Bila racun mengenai kulit atau mukosa mata, bersihkan dengan air.
- Atropin dapat diberikan dengan dosis 0,015 0,05 mg / Kg BB secara
intra vena dan dapat diulangi setiap 5 10 menit sampai timbul gejala
atropinisasi. Kemudian berikan dosis rumat untuk mempertahankan
atropinisasi ringan selama 24 jam.
- Protopan dapat diberikan pada anak dengan dosis 0,25 gram secara
intra vena sangat perlahan lahan atau melalui ivfd
- Pengobatan simtomatik dan suportif.
1. Idrieas, AM, Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik, Ed . Pertama, Jakarta: Binarupa
Aksara,
1997,
Hal
:
259

263
2. Frank, C. Lu, Toksikologi Dasar, Ed. Kedua ( Terj ), Jakarta: Penerbit Universitas
Indonesia,
1995,
Hal
:
328

329
3. Gani, MH, Catatan Materi Kuliah Ilmu Kedokteran Forensik, Bagian Kedokteran
Forensik
Universitas Andalas,
Padang,
2001,
Hal
:
111
139
4. Junandi, Purnawan: Kapita Selekta Kedokteran edisi 2, Penerbit Medica
Aesculapius
FK

UI,
Jakarta,
1994,
Hal
:
196
197
5. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK UI, Ilmu Kesehatan Anak, Jilid 3, Bagian
Ilmu
Kesehatan
Anak
FK

UI,
1985,
Hal
:
980

982
6 William Yip Chin Ling, Pedoman Praktis Kedaruratan Pada Anak ( Terj ),
Jakarta, Penerbit Universitas Indonesia, Hal : 346 348

12.

Tanda2 keracunan dalam PF ?

Efek
1. Muskarinik

Gejala
Salivasi, lacrimasi, urinasi dan diaree
(SLUD)

2. nikotinik

3. sistem
pusat

saraf

Kejang perut
Nausea dan vomitus
Bradicardia
Miosis
Berkeringat
Pegal-pegal, lemah
Tremor
Paralysis
Dyspnea
Tachicardia
Bingung, gelisah, insomnia, neurosis
Sakit kepala
Emosi tidak stabil
Bicara terbata-bata
Kelemahan umum
Convulsi
Depresi respirasi dan gangguan jantung
Koma

13.
Penanganan keracunan pada di luar UGD dan
di UGD ?
14.
Zat-zat yang bisa mjd racun di kehidupan
sehari2 ?