Anda di halaman 1dari 15

BAB XI

PERENCANAAN PRODUKTIVITAS
11.1 Pengertian
Perencanaan ialah suatu proses analisis yang mencakup penilaian ke depan,
penentuan sasaran yang diinginkan dicapai di masa yang akan datang, penentuan
alternatif tindakan untuk mencapai sasaran-sasaran terebut dan pemilihan tintakan
yang aka diambil diantara alternatif yang ada. Menurut Sherwood (1971), kata
perencanaan berkonotasi:
. Keterlibatan tujuan, sasaran, pedoman dan road maps
. Penetapan what, how, dan when setiap kegiatan terkait akan dilakukan
. Kegiatan yang disebut penganggaran (budgeting).
Mengacu kepada pengertian di atas, perencanaan produktivitas didefinisikan
sebagai berikut:
....Productivity planning is concerned with the setting-up of target levels of total
and/or partial productivities so that these levels can be used as bench marks for
comparison in the evaluation stage of production cycle as well as for mapping
the strategies of improving productivity in the improvement phase of the
productivity cycle .......

Dalam definisi di atas, terlihat bahwa perencanaan produktivitas merupakan


jembatan antara hasil evaluasi dan perbaikan produktivitas dalam arti bagaimana
masalah-masalah yang ditemukan melalui proses evaluasi dapat di atasi sesuai
dengan harapan.
11.2 Pentingnya Peecanaan Produktivitas
Perusahaan yang secara formal memiliki program perencanaan produktivitas berada
pada posisi yang lebih baik dalam membangun daya saing dibandingkan dengan
perusahaan yang tidak memiliki program tersebut. Salah satu manfaat dari
perencanaan produktivitas ialah adanya kejelasan tentang tujuan, sasaran dan
target yang ingin dicapai sehingga manajemen dapat melakukan self-examination
terhadap capaian atau hasil setiap kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan
informasi seberapa dekat perusahaan terhadap pencapaian tujuan, sasaran dan
target yang telah ditetapkan.
Menurut Summanth mengingatkan bahwa perbaikan produktivitas (productivity
improvement) tidak identik dengan perencanaan produktivitas (productivity
planning). Perbaikan produktivitas menurut beliau adalah pelaksanaan fase ke
empat dalam silkus produktivitas yaitu sebagai tindak lanjut terhadap hasil evaluasi
134

yang dilakukan sebagai fase ke tiga dalam siklus tersebut. Sudah tentu, perbaikan
produktivitas juga harus di dahului oleh kegiatan perencanaan, tetapi sifatnya hanya
sebatas penyususnan rencana untuk mencapai target perbaikan yang ditetapkan
berdasarkan hasil evaluasi produktivitas.
Seperti dijelaskan dalam definisi yang telah disebutkan di atas, perencanaan
produktivitas terkait dengan penentuan tujuan, sasaran dan target produktivitas yang
ingin dicapai sebagai bagian integral dari pencapaian tujuan, sasaran dan target
perusahaan. Cotton (1976) mengemukakan tiga tahap prosedur dari perencanaan
produktiitas yaitu:
1. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif dan struktur organisasi
2. Menetapkan tujuan produktivitas dan menguraikannya ke dalam sasaransasaran yang lebih spesifik
3. Menetapkan cara-cara koordinasi, pembantuan serta pengawasan yang
sesuai dengan karakteristik adaptif dengan kondisi perusahaan.
11.3 Dua Rentang Waktu Perencanaan
Sebagaimana halnya rentang waktu atau jangkauan waktu (planning horizon) pada
perencanaan produksi, pemasaran dan lain-lain, perencanaan produktiviats
perusahaan (productivity planning) juga dibedakan atas dua rentang waktu yaitu
perencanaan produktivitas jangka pendek (short term productivity planning) dan
perencanaan produktivitas jangka panjang (long term productivity planning).
Perencanaan produktivitas jangka pendek pada umumnya mencakup waktu satu
tahun ke depan atau kurang sedangkan perencanaan produktivitas jangka panjang
mencakup waktu lebih dari satu tahun.
11.3.1 Model Perencanaan Produktivitas Jangka Pendek
Telah dijelaskan bahwa salah satu kegiatan dalam perencanaan jangka pendek ialah
penentuan sasaran dan target jangka pendek menggunakan teknik peramalan.
Dalam peramalan target jangka pendek, penggunaan model matematik sudah dapat
dibenarkan kecuali kondisi lingkungan perusahaan berubah secara signifikan dari
kondisi sebelumnya. Dalam peramalan jangka pendek, beberapa model yang
diterima sebagai model yang cukup baik ialah:
. Weighted partial productivity model
. Productivity evaluation tree
. Linear trend model
. Comparative productivity evaluation model
. Seasonal variation model
1) Weighted Partial Productivity Model
Produktivitas total produk i dan produktivitas parsial input j dalam periode t adalah:
135

PTit

Oit
O it
, dimana

I it
I ijt

j = faktor input ke j (j= 1,2,

....k) ... (11.1)

PPijt

Oit
I ijt

, untuk semua harga j ......................................... (11.2)

Karena produktivitas parsial adalah bagian dari produktivitas total maka hubungan
antara bproduktivitas total dan produktivitas parsial dapat dinyatakan sebagai
berikut:
PTit Wijt .PPijt
untuk semua harga j ......................................................
(11.3)

Wijt

I ijt

ijt

dimana Wijt adalah bobot tertimbang input ke j dalam periode t ...........................


(11.4)

Jika, wijt adalah estimasi dari W jit dan PTit , PP


ijt masing-masing adalah estimasi

produktivitas total produk i dan produktivital parsial input j pada periode t maka:

PTit wijt .PP


ijt

..................................................... (11.5)

Contoh:
Misalkan perusahaan ingin mengevaluasi capaian produktivitas dalam periode lalu
dan selanjutnya menyususn rencana produktivitas untuk satu produknya yaitu
produk 1. Data yang dihimpun oleh manajemen perusahaan tentang output dan
input berwujud (tangible output dan input) dalam periode Jan-Apr 2010.
Tabel-11.1: Output dan Input Periode Jan-Apr 2010
Output/ Input
O 1t ($)
I 1Ht ($)
I 1Mt ($)
I 1Ct ($)
I 1Et ($)
I 1 Xt ($)

I it ($)

Periode
Jan
3.000
440
380
250
200
160

Feb
3.250
470
400
240
220
150

1.430

Mar
3.300

460
420
270
240
170
1.480
1.560

Apr
3.500
480
450
260
250
180
1.620

Berdasarkan data di atas, produktivitas total produk 1 dan produktivitas parsial


produk tersebut dalam setiap periode adalah seperti terlihat dalam Tabel-11.2.
Tabel-11.2: Produktivitas Total dan Produktivitas Parsial Produk 1
136

Output/ Input
PT1t
PP1Ht

PP1Mt
PP1Ct

PP1Et
PP1 Xt

Periode
Jan
2.098
6.818
7.895
12.000
15.000
18.750

Feb
2.196
6.915
8.125
13.541
14.772
21.666

Average
Mar
2.115
7.174
7.857
12.222
13.750
19.411

Apr
2.160
7.291
7.777
13.461
14.000
19.444

2.127
7.049
7.913
12.806
14.380
19.817

Tabel-11.2, menunjukkan perubahan produktivitas parsial dan produktivitas total dari


periode Jan-Apr 2010. Selanjutnya, bobot masing-masing input terhadap total input
adalah seperti terlihat dalam Tabel-11.3.
Tabel-11.3: Bobot Tertimbang Masing-masing Input Produk 1
Output/ Input
w1Ht
w1Mt

w1Ct
w1Et

w1 Xt

Jan
0.307
0.266
0.175
0.140
0.112

Periode
Feb
0.317
0.270
0.162
0.148
0.101

Average
Mar
0.295
0.269
0.173
0.154
0.109

Apr
0.296
0.277
0.160
0.154
0.111

0.304
0.270
0.167
0.149
0.108

Berdasarkan data Tabel-11.2 dan Tabel-11.3 dapat diramalkan produktivitas total


produk 1 untuk periode Mei 2010 sebagai berikut:

PT1Mei w1HMei .PP


1HMei

= 0.304 x 7.049
= $ 2.143 / $

Berdasarkan hasil peramalan tersebut diperoleh bahwa produktivitas total periode


Mei 2010 adalah $ 2.143 / $. Jika dibandingkan dengan produktivitas total rata-rata
dalam empat periode dari Jan-April 2010 yaitu $ 2.127 / $, hasil peramalan berada
sedikit di atasnya.
2) Productivity Evaluation Tree
Model ini telah dibahas secara rinci dalam Bab X. Pada akhir peride berjalan,
semua data dan informasi mengenai output dan input dalam periode tersebut
pada umumnya telah diketahui. Berdasarkan data dan informasi ini, target
capaian produktivitas untuk periode berikutnya akan direncanakan. Untuk itu,
perkiraan tentang target output dan dan input harus ditentukan dengan
memperkirakan kenaikan output dan input relatif terhadap output dan input
yang dicapai dalam periode berjalan.
137


Misalkan perkiraan target kenaikan output = O
it 1 dan perkiraan jumlah

kenaikan input yang digunakan = Iit . Dengan menggunakan kedua hasil


perkiraan ini akan dibuat perkiraan produktivitas total dalam periode t+1 yaitu
PTit . Production Evaluation Tree dapat digunakan sebagai pedoman untuk

memilih jalur perencanaan mana yang dipandang paling realistis untuk


mencapai target yang telah ditetapkan di atas.
Prosedur heuristik perencanaan produktivitas berdasarkan Production Evaluation
Tree adalah sebagai berikut:

Iit 1 ,
1. Buat perkiraan O
it 1 ,

PTit 1 ,

PTI it 1 ,

TPIit 1

dengan

mencari harga
dari Oit 1 , dan Iit 1 untuk setiap keputusan yang
dibuat berdasarkan alternatif yang tersedia dalam PET.
2. Pilih set keputusan yang memberikan TPIit 1 1
3. Tuliskan perubahan produktivitas aktual yang bersesuaian dalam set
keputusan tersebut dibawah kolom PTI it 1
4. Susun peringkat dari set tersebut berdasarkan harga PTit 1 mulai dari
harga tertinggi hingga terendah. Jika ada dua atau lebih harga yang sama
maka susun peringkat berdasarkan set PTit 1 berdasarkan harga
menurun.
5. Periksa apakah jalur (path) yang memberikan produktivitas tertinggi cukup
realistik untuk dicapai dalam kondisi yang ada. Jika jawabnya ok, maka
pilih jalur tersebut untuk periode berikutnya. Jika tidak, periksa jalur lain
yang memungkinkan untuk dipilih. Demikian dilakukan seterusnya samapi
ada jalur yang layak untuk dipilih.
Contoh:
Sebuah perusahaan sedang menyusun rencana target produktivitas total untuk
periode t+1. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap capaian pada akhir periode
berjalan untuk produk 1 diketahui bahwa ialah total output adalah $ 2.000 dan input
$ 1.600 yang semuanya atas harga konstan. Beberapa jalur (alternatif keputusan)
yang sedang dipertimbangkan oleh manajemen perusahaan untuk penentuan target
periode berikutnya yaitu:

1. Memelihara output pada level yang sama tetapi berupaya menurunkan


input sebesar $ 200
2. Meningkatkan output sebesar 5 % dengan menginstalasi mesin baru
sehingga terjadi kenaikan biaya sebesar $ 250
3. Mengimplementasikan rencana penghematan energi sebesar $ 100
seraya berupaya mempertahankan output pada jumlah yang sama
138

4.
5.
6.
7.

Mengimplementasikan alternatif a dan b secara simultan


Mengimplementasikan alternatif a dan c secara simultan
Mengimplementasikan alternatif b dan c secara simultan
Mengimplementasika a, b dan dan c secara simultan

Analisis terhadap masing-masing alternatif keputusan tersebut adalah sebagai


berikut:
a. Perhitungan-perhitungan
Tabel-11.4: Hasil Perhitungan Alternatif 1-7
Alternatif
keputusan
1

2
3
4
5
6
7

O
1t 1

I1t 1

O
1t 1

I1t 1

PTit 1

PTit 1

0
+100
0
+100
0
+100
+100

-200
+250
-100
+50
-300
+150
-50

2.000
2.100
2.000
2.100
2.000
2.100
2.100

1.400
1.850
1.500
1.650
1.300
1.750
1.550

1.43
1.14
1.33
1.27
1.54
1.20
1.35

0.18
-0.11
0.08
0.02
0.29
-0.05
0.10

PTI1t 1

1.144
0.912
1.064
1.016
1.232
0.960
1.080

b. Pilih jalur yang memberikan PTI1t 1 1 yaitu [1, 3, 4, 5 dan 7]


c. Harga PTit 1 yang bersesuaian dengan set dalam b ialah [0.18, 0.08,
0.02, 0.29, 0.10]
d. Buat peringkat set dalam jalur 2 yang disusun menurun berdasarkan
harga PTI1t 1 ialah [5, 1, 7, 3 dan 4]
e. Sungguhpun jalur 5 memberikan produktivitas total yang terbaik dalam
periode berikutnya, manajemen memutuskan bahwa pengurangan secara
simultan dalam biaya tenaga kerja dan energi tidak memungkinkan pada
produk 1. Oleh karena itu, perusahaan perlu mempertimbangkan
keputusan menurut jalur 1 yang merupakan terbaik kedua dalam daftar
yang dinyatakan dalam jalur 4. Perusahaan dapat mengambil keputusan
untuk mengimplementasikan jalur ini untuk periode berikut jika input
tenaga kerja dapat diimplementasikan cara yang diindikasikan. Jadi,
perkiraan harga PTit 1 yang didekati dengan PTit 1 ialah 1.43 dari tabel
dalam jalur 1.
3) Linear Trend Model
Jika trend produktivitas pada beberapa periode lalu menunjukkan pola linier
(linear pattern) maka penggunaan model double exponential smoothing
139

memberikan hasil peramalan yang cukup baik (Sumanth, 1984).


dasar dari double exponential smoothing adalah sebagai berikut:

Model

PTit a bt , ......................................................................... (11.6)

dimana a, b adalah konstan dan adalah error.


Harga konstan a dan b dicari untuk memberikan harga PTit yang maksimum dan
error yang minimum. Untuk meramalkan harga PTit untuk
dapat digunakan prosedur berikut:

periode ke depan

a. Buat model regresi sederhana untuk menaksir harga konstan a dan b dengan
menggunakan data beberapa peride masa lalu
b. Pilih smoothing constant dan cari harga konstan a dan b sebagai berikut:
1 .................................................................... (11.7)


....................................................................... (11.8)

c. Ambil

dua

variabel

intermediasi

So

dan S o

( 2)

yang

masing-masing

menunjukkan arti single dan double exponentially smoothed average.


b
............................................................... (11.9)
a
b
a 2 ......................................................... (11.10)
a

So a
S ( 2) o

d. Buat peramalan untuk periode ( t )


berikut ini:

PTit (2 ) S o (1 ) S it

dengan menggunakan persamaan


( 2)

dimana, 1,2,3,...

........

(11.11)
e. Update harga dalam kaiannya dengan harga

Contoh:
Misalkan perusahaan telah melakukan analisis regresi dan menemukan bahwa
harga estimasi untuk a dan b adalah sebagai berikut:
a 1.123 dan b 0.032

Untuk meramalkan total produktivitas untuk tiga bulan kedepan, digunakan prosedur
berikut:
1) Pilih harga konstan

yang wajar, misalnya =0.20


140

1 0.80

2)

0.80
(0.032) 0.995
0.20
0.80
1.123 2
(0.032) 0.867
0.20

S o 1.123

3)
So

( 2)

4) Ramalkan produktivitas total untuk tiga bulan ke depan sebagai berikut:


PTit 1 ( 2 1 / 4)(0.995) (1 1 / 4)(0.867 ) 1.155
PTit 2 ( 2 2 / 4)(0.995) (1 2 / 4)(0.867) 1.187
PTit 3 ( 2 3 / 4)(0.995) (1 3 / 4)(0.867) 1.219

Terlihat bahwa produktivitas total perusahaan untuk tiga bulan kedepan berturut-turut
ialah: Bulan pertama sebesar 1.155, bulan ke dua =1.187 dan bulan
ke
tiga =1.219.
11.3.2 Model Perencanaan Produktivitas Jangka Panjang
Ada dua model yang umum digunakan dalam perencanaan produktivitas jangka
panjang yaitu: total productivity-maximization model dan total productivity-profit
model
1)

Total productivity-maximization model

Dalam model ini, produktivitas total dimaksimumkan sebagai berikut:


O
................................................................ (11.12)
I
I f (O) .............................................................. (11.13)

Maksimum PT p
Pembatas

O0

....................................................................

(11.14)
I 0

................................................................... (11.15)

Dalam model di atas, produktivitas total dinyatakan sebagai output Q dalam bentuk
fisik input I dinyatakan dalam nilai moneter misalnya dollar sehingga produktivitas
total mempunyai satuan unit/dollar. Input I juga dinyatakan sebagai fungsi dari
output O . Beberapa kemungkinan hubungan fungsional antara input dan output
ialah:
a.
b.
c.
d.

Hubungan linier
Hubungan eksponensial
Hubungan kuadratik
Hubungan kubik

: I a bO ............................................... (11.16)
: I aO b ..................................................... (11.17)
: I a bO cO 2 ....................................... (11.18)
: I a bO cO 2 dO 3 .............................. (11.19)
141

Dilihat dari sifat hubungan antara variabel dependen PT p dan variabel independen
O dan I maka model di atas adalah termasuk non-linear programming model,
sehingga pemecahannya dapat dilakukan dengan separable programmmning
technique dan gradient projection tehcnique. Namun, penyelesaian yang lebih
sederhana dapat dilakukan melalui pendekatan heuristik. Menurut pendekatan ini,
PT p dan O diplot dalam sebuah kurve. Berdasarkan kurve tersebut perusahaan
dapat ditentukan jumlah output fisik yang nilai produtivitas total terbaik PT p . Secara
ringkas, pendekatan heuristik tersebut dapat dituliskan sebagai berikut.
1. Tetapkan kisaran jumlah output yang direncanakan akan diproduksi
berdasarkan data historis. Misalkan jumlah maksimum dinyatakan sebagai
Omaks dan jumlah minimum Omin
2. Plot kurve fungsi tujuan PT p sebagai fungsi O berdasarkan persamaan
(11.1) dalam interval [Omin , Omaks ] dengan menggunakan input I sebagai
salah satu fungsi seperti dinyatakan dalam persamaan (11.16)-(11.19).
temukan nilai maksimum PT p dari kurve di atas dan misalkan dinyatakan
dengan simbol PT p .
3. Tentukan level output yang bersesuaian dengan dengan PT p dan jumlah
output maksimum tersebut disebut O .
4. Dengan menetapkan O sebagai jumlah output yang akan diploduksi maka
dapat ditentukan kebutuhan semua faktor input yaitu tenaga kerja, material,
kapital, energi dan faktor input lainnya.
Bila hubungan antara input dan output adalah linier
I a bO

Produktivitas total produk fisik PT p ialah

PT p

O
a bO

I
I a bO

Gambar-11.1: Hubungan Linier I dan O

142

Penyelesaian berdasarkan proses heuristik memberikan hasil berupa kurve


produktivitas total PT p terhadap O seperti terlihat dalam Gambar-11.2.

PT p

Gambar-11.2: Kurva PT p Terhadap O


Karena kurva PT p terhadap O bersifat asimtotis maka limit PT p pada O
mendekati maksimum adalah sebagai berikut:

O
1

b
a bO

Lim..PT p LimQ

Contoh:
Hasil analisis hubungan antara input dan output berdasarkan data historis pada
sebuah perusahaan industri manufaktuirng menunjukkan hubungan linier sebagai
berikut:
I 2000.15 3.18O

Berdasarkan kurva hubungan PT p dan O diperoleh bahwa PT p maksimum pada


O mendekati maksimum ialah:
PT p

1
1

= 0.31447.
b
3.18

2) Total productivity-profit model


Seperti disebutkan oleh namanya, model ini menghubungkan produktivitas dengan
profit perusahaan. Seperti dijelaskan halnya model productivity-maximization model,
total productivity profit model juga mengasumsikan bahwa input adalah fungsi dari
output dan sebagaimana juga dengan profit yang merupakan fungsi dari output.
Model ini juga menggunakan pendekatan heuristik dengan langkah-langkah sebagai
berikut:
143

1. Buat model hubungan input sebagai fungsi dari jumlah output yang dihasilkan
yaitu:
I f (O)

2. Buat fungsi produktivitas total sebagai fungsi output yang dihasilkan yaitu:
TP

O
I

3. Tetapkan jumlah output minimum Omin dan maksimum Omaks yang dapat
diproduksi oleh perusahaan.
4. Plot kurve PT versus O dalam kisaran ( Omin , Omaks ) dengan menggunakan
output sebagai variabel bebas.
5. Buat model hubungan profit (P ) sebagai fungsi dari output (O ) berdasarkan
data historis yaitu:
P f (O)

6. Plot profit P versus O dalam kisaran Omin , Omaks dengan menggunakan


output sebagai variabel bebas.
7. Dengan memvariasi tingkat output dalam kisaran Omin , Omaks maka cari PT
dan P yang bersesuaian untuk setiap tingkat output, dengan menggunakan
persamaan regresi:
PT

O
dan P f (O)
f (O )

8. Dengan menggunakan koordinat berpasangan yang ditemukan di langkah 7,


plot kurve P versus PT , dimana PT sebagai variabel bebas.
9. Cari titik break even dari PT dari kurve dalam langkah 8 dan evaluasi
kecenderungan profit bila produktivitas total perusahaan meningkat.
Contoh:
Berdasarkan hasil perhitungan Laba-Rugi perusahaan industri manufaktur Emmo
Engineering & Co selama tahun 2010 diperoleh data output dan input bulanan
sebagai berikut:
Tabel-11.5: Output dan Input Bulan Jan-Des 2010 (Dalam $ Periode Dasar)
Bulan
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei

Output
271084.43
207737.25
257935.45
208359.10
209396.35
225413.54
Jun
Sumber: Sumanth (1984)

Total Input
282542.96
188503.86
235363.80
191433.85
162725.70
219470.99

144

Bulan
Jul
Aug
Sep
Okt
Nov
Des

Output
175924.38
254705.42
245696.15
195010.19
212978.53
124229.63

Total Input
168905.51
221833.58
211447.39
167311.35
216161.12
134893.53

Untuk menemukan model regresi yang sesuai dengan pola data telah dilakukan
pengujian terhadap empat model regresi mulai dari model regresi sederhana hingga
model regresi kubik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis
statitik memberikan model regresi kuadratik yang memberikan standar error yang
paling kecil seperti ditunjukkan dalam Tabel-11.6 dibawah ini.
Tabel-11.6: Hasil Analisis Statistik Regresi Total Input Sebagai Fungsi Output

I
I
I
I

Persamaan Regresi
a bO
a bO 2
a bO cO 2
aO b

F
39.35
49.95
24.16
18.78

R2
0.89295
0.91280
0.91814
0.80777

Standar Error

18695
16928
17313
24434

Tabel-11.5 memperlihatkan bahwa persamaan regresi I a bO 2 memberiken


standar error paling kecil sehingga model tersebut lebih mewakili data historis
tersebut yaitu sebagai berikut:
I 94408 (0.0000022)(O ) 2

Dengan

mensubstitusi

variabel

I dari

model

regresi

kedalam

persamaan

O
maka diperoleh:
I
O
PT
94408 0.0000022(O) 2

produktivitas total PT

Perusahaan menetapkan bahwa output minimum Omin =0 dan output maksimum


Omaks = $ 300.000. Apabila nilai O dalm interval tersebut dimasukkan kedalam
persamaan produktivitas total PT dan hasilnya diplot maka diperoleh kurve
produktivitas total sebagai berikut:

1.0
0.9
PT , $ / $

0.8
0.7
0.6
0.5
0.4
0.3
0.2
0.1
145

20

40

140

80

180

220

Output ($ 000)
Gambar-11.3: Kurve Produktivitas Total
Analisis regresi profit sebagai fungsi output dilakukan dengan terlebih dahulu
menghitung profit berdasarkan data Tabel-11.5. Tabel-11.6 adalah hasil perhitungan
profit sebagai selisih antara output dan total input. Berdasarkan hasil scatter diagram
ada lima model regressi yang layak untuk dianalisis yaitu seperti ditunjukkan dalam
kolom pertama Tabel-11.7
Apabila analisis statistik terhadap masing-masing persamaan regresi tersebut
diperoleh hasil seperti ditunjukkan dalam Tabel-11.7. Hasil analisis statistik terhadap
masing-masing persamaan regresi menunjukkan bahwa persamaan regresi
kuadratis memberikan standar error yang paling kecil. Dengan demikian, persamaan
regresi produktivitas total sebagai fungsi dari output ialah:
P (O ) 1.7 xO 0.0000041xO 2 169717

Tabel-11.6: Output dan Input Bulan Jan-Des 2010 (Dalam $ Periode Dasar)
Bulan
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei

Jun

Output
271084.43
207737.25
257935.45
208359.10
209396.35
225413.54

Total Profit
-11458.54
19233.39
22571.65
16925.24
46670.68
5942.55

Bulan
Jul
Aug
Sep
Okt
Nov
Des

Output
175924.38
254705.42
245696.15
195010.19
212978.53

Total Profit
7018.88
32871.84
34248.76
27698.84
-3182.59

124229.63

-10663.90

Tabel-11.7: Hasil Analisis Statistik Regresi Total Input Sebagai Fungsi Output

I
I
I
I
I

Persamaan Regresi
a bO
a bO cO 2
a b/O
a b / O cO 2
aO b

R2

0.80
1.78
1.65
1.67
0.94

0.27349
0.53204
0.37616
0.51970
0.29271

Standar Error
18695
17314
17973
17469
4.525

Kurva dari persamaan regresi tersebut yang diplot dalam kisaran nilai output
minimum O min hingga output maksimum Omaks adalah sebagai berikut:
50
146

Profit ($ 000)

40
30

Profit

20
10
0
-10

100

150

200

250

Loss

300

Output ($ 000)

Loss

-20
-30

Gambar-11.4: Profit Versus Output


Dari kurve Gambar-11.3 dan 11.4 diperoleh bahwa produktivitas total dan profit yang
maksimum akan diperoleh pata tingkat output sebesar $ 220.000. Hal ini
mengindikasikan bahwa profit yang maksimum diperoleh jika perusahaan
berproduksi apabila nilai output yang dihasilkan mendekati maksimim.
Untuk menemukan titik pulang pokok (break even level) kembali profit versus total
produktivitas dihitung pada tingkat output yang berbeda-beda mulai dari rendah
sampai tinggi dan kemudian diplot.
Tabel-11.8: Profit Versus Profitivitas Total
Output
10.000,00
20.000,00
30.000,00
40.000,00
50.000,00
60.000,00
70.000,00
80.000,00
90.000,00
100.000,00
110.000,00
120.000,00
130.000,00
140.000,00
150.000,00
160.000,00
170.000,00

Produktivitas
Total
0.0993
0.1973
0.2929
0.3848
0.4721
0.5540
0.6300
0.6995
0.7624
0.8185
0.8680
0.9111
0.9480
0.9792
1.0049
1.0257
1.0420
147

Profit ($)
115.340,09
105.286,44
-95.316,91
-85.473,55
-75.798,44
-66.333,62
-57.121,15
-48.203,10
-39.621,53
-31.418,49
-23.636,04
-16.316,25
-9.501,17
-3.232,86
2.446,62
7.495,21
11.870,85

180.000,00
190.000,00
200.000,00
210.000,00
220.000,00
230.000,00
240.000,00
250.000,00
260.000,00
270.000,00
280.000,00
290.000,00
300.000,00
310.000,00

1.0543
1.0629
1.0683
1.0709
1.0701
1.0689
1.0650
1.0594
1.0525
1.0444
1.0353
1.0254
1.0149
1.0038

15.531,49
18.435,05
20.539,49
21.802,74
22.182,74
21.637,44
20.124,77
17.602,68
14.029,11
9.362,00
3.559,28
-3.421.10
-11.621,20
-21.083,08

Titik pulang pokok ditemukan pada tingkat output yang memberikan profit sama
dengan nol dan produtivitas pada titik tersebut adalah produktivitas pada titik pulang
pokok. Dari kurve Gambar-11.5 diperoleh bahwa pada titik pulang pokok yaitu pada
profit sama dengan nol, produktivitas total ialah 0.998.
20
15

Profit

Profit ($ 000)

10
5
0

0.90

0.95

0.998

-5
-10

1.05
1.05
Produktivitas Total ($/$)

Loss

Gambar-11.5: Kurve Profit Versus Produktivitas Total

148