Anda di halaman 1dari 20

Nyeri Dada Kiri yang Menjalar

STEP 1
Frekuensi Nadi : Banyaknya nadi/menit
Nyeri dada : sensasi rasa tertekan pada dada
STEP 2
1. Kenapa nyeri menjalar sampai ke leher dan lengan kiri?
2. Apa hubungan makanan berlemak dengan yg diderita pasien?
3. Mengapa pasien merasa nafasnya sesak saat timbul terasa nyeri?
4. Kenapa saat bersamaan penderita merasakan mual dan muntah?
5. Kenapa dokternya memberikan obat anti hipertensi ?
6. Apa hubungan DM dengan penyakit yg diderita?
7. Apa hubungan usia dengan penyakit yg diderita?
8. Apa hubungan tidak gemar olahraga dengan penyakit yg diderita?
9. Mengapa pasien terasa nyeri saat beraktivitas?
10.
Apa pemeriksaan penunjangnya?
11.
Apa DD dan Diagnosisnya?
12.
Apa komplikasinya?
13.
Mengapa rasa nyeri timbul -+ 15menit?
14.
Apa faktor pencetusnya?
15.
Apa saja macam nyeri dada?
16.
Bagaimana penatalaksanaannya?
STEP 3
1. Kenapa nyeri menjalar sampai ke leher dan lengan kiri?
Perubahan antra lengan kiri dan leher(embriologinya) sama
tempatnya, saraf antara keduanya sama yaitu saraf aferens
simpatis, pusatnya?
2. Apa hubungan makanan berlemak dengan yg diderita pasien?
Kolestrol tinggi LDL tinggi merusak pembuluh darah akibat
adanya sel busa sistem imun menarik trombosit keemubuluh
darah makrofag berusaha u/ memakan agregasi trombosit-->
menimbulkan plak yg lbh besar terjadi sumbatan pembuluh
darah kurangnya suplay o2 jantung bekerja lbh besar
hipertensi aterosklerosis
Kompensasi tubuh terhadap HDL?
3. Kenapa timbul rasa nyeri pada dada?
Aktivitasbeban kerja jaringan meningkatkelainan arteri coroner
pembuluh darah tidak berdilatasi metabolisme anaerob
asam laktat menurunkan perikardiummenurunkan ph
Serabut saraf sensoris?
nyeri dada disalurkan melalui aferen saraf simpatis jantung
bergabung dengan dg saraf somatic cervical thoracalis pd jalur

ascending dari dalam medula spinalis shg timbul keluhan khas nyeri
dada bag kiri.
4. Mengapa rasa nyeri timbul -+ 15menit?
5. Mengapa pasien merasa nafasnya sesak saat timbul terasa nyeri?
Aktivitaso2 meningkatpembuluh terjadi penyempitan
pembuluh tersumbatmenyalurkan ke otak u/ memenuhi
o2shg
Gangguan ventrikeltekanan ventrikel dan atrium tinggi jk
v.pulmonalis lbh rendah dr jantung sblh kiridarah kembali ke
paru2
Aliran darah ke paru berkurang o2 dlm paru2 berkurang
usaha u/ memenuhi o2 meningkat
6. Kenapa saat bersamaan penderita merasakan mual dan muntah?
Saraf simpatis berlebih menekan saraf parasimpatis gerak
peristaltik terganggupenimbunan cairan dalam
pencernaan merangsang otak u/ mengeluarkan mual
Pasokan o2 berkurang mempengaruhi lambung
meningkatkan asam lambung
7. Kenapa dokternya memberikan obat anti hipertensi ?
Agar terjadi vasodilatasi shg memperlancar aliran darah dan
menghasilkan debit yg banyak dapat memenuhi o2
Obat apa yang diberikan pada penderita nyeri dada?
Aspirin: menahan rasa sakit
Betabloker
Nitrogliserin
8. Apa hubungan DM dengan penyakit yg diderita?
Gangguan pencernaan lemak
banyakdislipoproteinemiagangguan vaskuleraterosklerosis
hipertensi
Penyubatan&penyempitan karena darah kental atau viskositas
tinggi
9. Apa hubungan usia dengan penyakit yg diderita?
Usia sdh mulai menapouse shg elastisitas pembuluh darah
menurun menghambat aliran darah
10.
Apa hubungan tidak gemar olahraga dengan penyakit yg
diderita?
Orang yang sering olga pembuluh darahnya 6x lebih elastis
dibandingkan orang yg jarang olga sehingga berpotensi
penyumbatan pada pembuluh darah
11.
Apa pemeriksaan penunjangnya?
EKG, Foto thorax, laboratorium
12.
Apa DD dan Diagnosisnya?
Angina pectoris
Infark miocard
13.

Apa komplikasinya?

Gagal jantung
Syok cardiogenik
14.
Apa faktor pencetusnya?
kerja fisik yang terlalu berat
makanan berlemak
merokok
15.
Apa saja macam nyeri dada?
Pleuritik : kelainan terletak di posterior dan lateral biasanya di paru2
Nonpleuritik: lokasi di sentral o/ kelainan diluar paru2
Cardiac :1. coroner : angina pectoris
2. noncoroner : pericarditis
Noncardiac : pleura
16.
Bagaimana penatalaksanaannya?
Farmakologis
Preparat : efek vasodilatasi perifer dan coroner
Betabloker: melambatkan detak jantung dan menurunkan konsumsi
o2
Antagonis kalsium: menghabat ion kalsium (nifedipine), efek dilatasi
perifer dan coroner
Nonfarmakologis
Terapi diet
Olahraga

STEP 7
Nyeri dada : Karakteristik nyeri dada :
- Rasa tidak nyaman di daerah retrosternal yang berat
- Rasa tercekik, seperti diikat atau kadang-kadang seperti dibakar terjadi
terutama pada aktivitas fisik dan semubuh dalam beberapa menit
dengan istirahat atau pemberian nitrat sublingual
(Lecture Kardiologi Ed.4. 1967. Huon H. Gray, Keith D. Dawkins, John M.
Morgan, Iain A. Simpson)
1. Kenapa nyeri menjalar sampai ke leher dan lengan kiri?
Nyeri dada AP disalurkan melalui aferen saraf simpatis jantung.
Saraf ini bergabung dengan saraf somatic cervico-thoracalis pada
jalur ascending dari dalam medulla spinalis, sehingga keluhan AP
yang khas adalah nyeri dada bagian kiri atau substernal yang
menjalar ke bahu kiri terus ke kelingking kiri.

Jantung dipersarafi oleh serabut saraf simpatis dan parasimpatis


system saraf otonom melalui plexus cardiacus.Saraf system
simpatis berasal dari truncus simpaticus bagian cervical dan
thoracica bagian atas, saraf parasimpatis berasal dari nervus
vagus..
Serabut eferen postganglioner berjalan ke nodus SA dan nodus AV
dan juga tersebar ke bagian jantung lainnya sebagai plexus saraf
sekitar a.coronaria.Serabut aferen yang berjalan bersama n.
vagus berperan sebagian pada reflex cardiovascular.Serabut
aferen yang berjalan bersama saraf simpatis membawa
impuls saraf yang normalnya tidak mencapai kesadaran.
Akan tetapi apabila suplai darah ke myocardium terganggu,
impuls rasa nyeri mencapai kesadaran melalui lintasan
tersebut.
Sumber : Kapita Selekta FKUI
2. Apa hubungan makanan berlemak dengan yg diderita pasien?
Tubuh sendiri memproduksi kolesterol sesuai kebutuhan melalui
hati. Bila terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung
kolesterol, maka kadar kolesterol dalam darah bisa berlebih (disebut
hiperkolesterolemia). Kelebihan kadar kolesterol dalam darah akan
disimpan di dalam lapisan dinding pembuluh darah arteri, yang
disebut sebagai plak atau ateroma (sumber utama plak berasal
dari LDL-Kolesterol. Sedangkan HDL membawa kembali kelebihan
kolesterol ke dalam hati, sehingga mengurangi penumpukan
kolesterol di dalam dinding pembuluh darah). Ateroma berisi bahan
lembut seperti keju, mengandung sejumlah bahan lemak, terutama
kolesterol, sel-sel otot polos dan sel-sel jaringan ikat.
Apabila makin lama plak yang terbentuk makin banyak, akan terjadi
suatu penebalan pada dinding pembuluh darah arteri, sehingga
terjadi penyempitan pembuluh darah arteri. Kejadian ini disebut
sebagai aterosklerosis (terdapatnya aterom pada dinding arteri,
berisi kolesterol dan zat lemak lainnya). Hal ini menyebabkan
terjadinya arteriosklerosis (penebalan pada dinding arteri &

hilangnya kelenturan dinding arteri). Bila ateroma yang terbentuk


semakin tebal, dapat merobek lapisan dinding arteri dan terjadi
bekuan darah (trombus) yang dapat menyumbat aliran darah
dalam arteri tersebut.

Gambar 2a. Potongan melintang Arteri

Gambar 2b. Potongan melintang Arteri yang diperbesar

Gambar 3. Otot jantung yang mati akibatpenyumbatan arteri


koronaria (Infark Miokard)
Hal ini yang dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah serta
suplai zat-zat penting seperti oksigen ke daerah atau organ tertentu
seperti jantung. Bila mengenai arteri koronaria yang berfungsi
mensuplai darah ke otot jantung (istilah medisnya miokardium),

maka suplai darah jadi berkurang dan menyebabkan kematian di


daerah tersebut (disebut sebagai infark miokard).
Konsekuensinya adalah terjadinya serangan jantung dan
menyebabkan timbulnya gejala berupa nyeri dada yang hebat
(dikenal sebagai angina pectoris).

Gambar 4. Daerah yang sering menyebabkan nyeri dada.


Sumber ;
http://medicastore.com/nutracare/isi_choless.php?
isi_choless=kelainan_lipid
3. Kenapa timbul rasa nyeri pada dada?
terjadinya penyempitan pembuluh darah (ex.timbunan lemak) yang
menyebabkan suplai oksigen berkurang dan kerja jantung semakin
meningkat
pada orang-orang tertentu yang mempunyai predisposisi genetik
bagi ateroskerosis/pada orang-orang yang makan kolesterol dan
lemak dalam jumlah berlebihan,kolesterol dalam jumlah banyak
secara berangsur-angsur ditumpukkan dibawah lapisan intima pada
banyak tempat didalam arteri. Kemudian daerah penumpukan ini
dimasuki oleh jaringan fibrosa (sbgn bsr tersusun atas serat kolagen
yg rapat, (Terbentuk dari protein kolagen yang merupakan jenis
protein paling banyak terdapat dalam tubuh. Diameternya antara 1
m 12 m dengan rata-rata sebesar eritrosit (7,7 m).
Serabut kolagen terdiri dari gabungan serabut-serabut yang lebih
halus berdiameter 0,3 m 0,5 m yang disebut fibril. Dalam
keadaan segar serabut kolagen berwarna putih, oleh karena itu
dinamakan pula sebagai serabut putih. Serabut kolagen tahan
terhadap tekanan ataupun tarikan, tetapi tidak bersifat lentur.
Dengan pewarnaan HE akan terwarna merah muda atau merah.)),
dan mereka juga sering mengalami kalsifikasi ( lintasan
metabolisme yang merekatkan senyawa kalsium pada
dinding pembuluh darah, jaringan maupun organ.) . Hasil akhirnya
adalah timbulnya plak aterosklerosis yang menonjol kedalam
pembuluh darah dan menghalangi sebagian atau seluruh aliran
darah. Bahwa iskemia menyebabkan otot-otot melepaskan zat-zat
asam seperti asam laktat /produk-produk lain yang menimbulkan

nyeri seperti histamin/kinin yang tidak dikeluarkan dengan cukup


cepat oleh darah yang bergerak dengan lambat.impuls nyeri
dihantarkan terutama melalui serabut saraf aferen simpatis kedalam
susunan saraf pusat.
(Guyton Arthur C.2008.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC)
4. Mengapa rasa nyeri timbul -+ 15menit?
5. Mengapa pasien merasa nafasnya sesak saat timbul terasa nyeri?
6. Kenapa saat bersamaan penderita merasakan mual dan muntah?
Karena katidakseimbangan antara kebutuhan oksigen dengan suply
oksigen, akhirnya jantung berusaha untuk memompa darah lebih
kuat untuk memenuhi kebutuhannya, namun jika arteria koroner
mengalami kekakuan atau menyempit akibat arterosklerosis dan
tidak dapat berdilatasi sebagai respon peningkatan kebutuhan akan
oksigen, maka terjadi iskemi miokardium; sel-sel miokardium mulai
menggunakan glikolisis anaerob untuk memenuhi kebutuhan energi
mereka. Cara ini tidak efisien dan menyebabkan terbentuknya asam
laktat. Asam laktat menurunkan pH miokardium dan menimbulkan
nyeri, selain itu hasil dari metabolisme tersebut adalah H2O yang
dikeluarkan lewat keringat, jadi timbulah keringat dingin.
Karena pasokan oksigennya belum dapat dipenuhi, maka terjadi
kekurangan oksigen di organ organ lain, seperti di otak, maka
terjadilah hipoksia yang menimbulkan mual, muntah dan pusing
sebagai manifestasinya.
Sumber : Chung, EK, Penuntun Praktis Penyakit Kardiovaskuler,
Jakarta, EGC, 1996
7. Kenapa dokternya memberikan obat anti hipertensi ?
8. Apa hubungan DM dengan penyakit yg diderita?
pada kondisi normal glukosa darah dapat diantarkan ke dalam sel
melalui reseptor insulin. Namun pada kondisi terjadi gangguan pada
reseptor insulin, glukosa darah gagal diantarkan kedalam sel tubuh,
dan menetap pada pembuluh darah. Sel tubuh akan merespon hal
tersebut dengan mengirimkan tanda bahwa sel belum memperoleh
glukosa, akibatnya glukosa terus di produksi untuk dapat memenuhi
kebutuhan sel, namun karena glukosa tidak dapat masuk ke dalam
sel maka lama kelamaan terjadi peningkatan glukosa dalam darah.

Akhirnya viskositas meningkat dan aliran darah terganggu, sehingga


kerja jantung berat untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang tinggi,
dan terjadi pergantian dari merabolisme aerob menjadai anaerob,
yang menghasilkan asam laktat yang bisa m enurunkan PH
miokardium dan menimbulkan nyeri.
Sumber : Soegondo, Sidartawan dan Sukardji, Kartini. (2008). Hidup
secara mandiri dengan Diabetes Melitus;Kencing manis;Sakit gula.
Jakarta : Fakultas Kedokteran UI
9. Apa hubungan usia dengan penyakit yg diderita?
Umur
Aterosklerosis merupakan penyakit yang mengikuti pertambahan
umur dan seluruh faktor-faktor yang menyertainya, umur
mempunyai hubungan yang kuat. Fatty streak muncul di aorta pada
akhir faktor awal umur seseorang dan terdapat progresi pengerasan
dari
aterosklerosis
pada
sebagian
besar
arteri
dengan
bertambahnya umur.
http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/300c24672b393310bcf9
67d89bd7c381dbc248b3.pdf
10.
Apa hubungan tidak gemar olahraga dengan penyakit yg
diderita?
Jarang berolahraga dapat menyebabkan penimbunan lemak pada
tubuh. Dengan sering berolahraga akan mengurangi resiko terjadi
artheriosklerosis karena pembuluh darahnya menjadi lebih elastic.
Kenaikan tekanan darah arteri dalam tingkat sedang selama latihan
biasanya sebesar 30%. Kenaikan tekanan menyebabkan lebih
banyak darah pada aliran dan meregangkan dinding arteriol serta
menurunkan tahanan vaskuler.
Curah kerja, konsumsi oksigen dan curah jantung selama latian
berhubungan linear. Curah kerja otot akan meningkatkan konsumsi
oksigen dan selanjutnya akan melebarkan pembukuh darah otot,
sehingga meningkatkan aliran balik vena dan curah jantung. Jadi,
orang normal yang tidak terlatih dapat meningkatkan curah jantung
4x lipat, sedangkan atlet dapat meningkatkan curah jantung 6x
lipat.
http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/300c24672b393310bcf9
67d89bd7c381dbc248b3.pdf
11.

``Apa pemeriksaan penunjangnya?

a. Penegakan diagnosis
Elektrokardiogram
EKG bisa didapatkan gambaran iskemik dengan infark
miokard atau depresi ST dan T yang terbalik pada penyakit
yang lanjut. Adanya depresi segmen ST, menunjukkan
kemungkinan adanya iskemia akut.

Foto rontgen dada


Foto rontgen dada sering kali menunjukkan bentuk jantung
yang normal, tetapi pada pasien pada pasien hipertensi
dapat terlihat jantung yang mem besar dan kadang-kadang
tampak adanya kalsifikasi arkus aorta
Pemeriksaan laboratorium
Pemeriksaan darah rutin, kadar glukosa, lipid dan EKG waktu
istirahat perlu dilakukan. Hasilnya mungkin saja normal
walaupun ada penyakit jantung koroner yang berat.
Pemeriksaan laboratorium tidak begitu penting dalam
diagnosis angina pektoris. Waalupun demikian untuk
menyingkirkan diagnosis infark jantung akut maka sering
dilakukan pemeriksaan enzim CPK, SGOT, atau LDH. Enzim
tersebut akan meninggi pada infark jantung akut sedangkan
pada angina pektoris kadarnya masih normal. Pemeriksaan
lipid darah seperti kadar kolesterol, HDL, LDL

(IPD Jilid 1,Balai Penerbitan FKUI.jakarta,Trisnohadi,H.B.)


Apa DD dan Diagnosisnya?
Infark Miokard akut

Definisi
Menunjukkan terbentuknyasuatu daerah nekrosis miokardium
akibata iskemik lokal.
Robbins, Kumar, Cotran. Buku Ajar PATOLOGI. ED.7. Vol.2. EGC.

Etiologi
Trombus arteri koroner
Buku Ajar KARDIOLOGI. FK-UI.

Infark Miokard Akut dg elevasi ST : krn aliran darah


koroner menurun scr mendadak setelah oklusi thrombus pd
plak aterosklerotik yg sdh ada sblmnya

Infark Miokard Akut tnp elevasi ST : penurunan suplai


oksigen dan atau peningkatan kebutuhan oksigen miokard
yg diperberat oleh obstruksi koroner. Selain itu karena
trombosis akut atau proses vasokontriksi koroner.

IPD FKUI Jilid III

Klasifikasi
Infark Miokard Akut dg elevasi ST
Bag dr spectrum sinrom koroner akut yg terdiri dr angina
pectoris tak stabil, IMA tnp elevasi ST dan IMA dg elevasi ST

Infark Miokard Akut tanpa elevasi ST


Ditandai dg nyeri dada dg lokasi yg khas substernal/
kadangkala di epigastrium dg cirri sprt diperas, perasaan
sprt diikat, perasaan terbakar, nyeri tumpul, rasa penuh,

berat,tertekan.
(IPD FKUI Jilid III)

Keluhan dan Riwayat Penyakit


Keluhan utama: Sakit dada yang terutama dirasakan di daerah
sternum, tetapi bisa menjalar ke dada kiri atau kanan, ke rahang, ke
bahu kiri dan kanan pada satu atau kedua lengan.
Biasanya digambarkan rasa tertekan, terhimpit, diremas remas,
resa berat atau panas, kadang kadang digambarkan pasien
sebagai rasa tidak enak diddada.
- meski ringan, bisa berlangsung lebih dari setengah jam., tidak
hilang setalah istirahat maupun pemeberian nitrat.
- Pada beberapa penderita: sakit tertutupi oleh gejala lain: sesak
nafas / sinkop.
Buku Ajar KARDIOLOGI. FK-UI.

ANGINA PECTORIS

Angina (angina pektoris) merupakan nyeri dada sementara atau


suatu perasaan tertekan, yang terjadi jika otot jantung mengalami
kekurangan oksigen.

Kebutuhan jantung akan oksigen ditentukan oleh beratnya kerja


jantung (kecepatan dan kekuatan denyut jantung).

Aktivitas fisik dan emosi menyebabkan jantung bekerja lebih berat


dan karena itu menyebabkan meningkatnya kebutuhan jantung
akan oksigen.

Jika arteri menyempit atau tersumbat sehingga aliran darah ke otot


tidak dapat memenuhi kebutuhan jantung akan oksigen, maka bisa
terjadi iskemia dan menyebabkan nyeri.

ETIOLOGI

Biasanya angina merupakan akibat dari penyakit arteri koroner.


Penyebab lainnya adalah:

Stenosis katup aorta (penyempitan katup aorta)

Regurgitasi katup aorta (kebocoran katup aorta)

Stenosis subaortik hipertrofik

Spasme arterial (kontraksi sementara pada arteri yang terjadi


secara tiba-tiba)

Anemia yang berat.

GEJALA

Tidak semua penderita iskemia mengalami angina. Iskemia yang


tidak disertai dengan angina disebut silent ischemia.

Masih belum dimengerti mengapa iskemia kadang tidak


menyebabkan angina. Biasanya penderita merasakan angina
sebagai rasa tertekan atau rasa sakit di bawah tulang dada
(sternum).

Nyeri juga bisa dirasakan di:

Bahu kiri atau di lengan kiri sebelah dalam.

Punggung.

Tenggorokan, rahang atau gigi.

Lengan kanan (kadang-kadang).

Banyak penderita yang menggambarkan perasaan ini sebagai rasa


tidak nyaman dan bukan nyeri.
Yang khas adalah bahwa angina:

Dipicu oleh aktivitas fisik

Berlangsung tidak lebih dari beberapa menit

Akan menghilang jika penderita beristirahat.

Kadang penderita bisa meramalkan akan terjadinya angina setelah


melakukan kegiatan tertentu.

Angina seringkali memburuk jika:

Aktivitas fisik dilakukan setelah makan.

Cuaca dingin.

Stres emosional.

TIPE

Variant Angina

Merupakan akibat dari kejang pada arteri koroner yang besar di


permukaan jantung.
Disebut variant karena ditandai dengan:

Nyeri yang timbul ketika penderita sedang istirahat, bukan pada


saat melakukan aktivitas fisik.

Perubahan tertentu pada EKG.

Unstable Angina

Merupakan angina yang pola gejalanya mengalami perubahan.

Ciri angina pada seorang penderita biasanya tetap, oleh karena itu
setiap perubahan merupakan masalah yang serius (msialnya nyeri
menjadi lebih hebat, serangan menjadi lebih sering terjadi atau
nyeri timbul ketika sedang beristirahat).

Perubahan tersebut biasanya menunjukkan perkembangan yang


cepat dari penyakit arteri koroner, dimana telah terjadi
penyumbatan arteri koroner karena pecahnya suatu ateroma atau
terbentuknya suatu bekuan. Resiko terjadinya serangan jantung
sangat tinggi.
Unstable angina merupakan suatu keadaan darurat.

DIAGNOSIS

Diantara bahkan selama serangn angina, pemeriksaan fisik atau


EKG hanya menunjukkan kelainan yang minimal.

Selama suatu serangan, denyut jantung bisa sedikit meningkat,


tekanan darah meningkat dan bisa terdengar perubahan yang khas
pada denyut jantung melalui stetoskop.
Selama suatu serangan, bisa ditemukan adanya perubahan pada
EKG, tetapi diantara serangan, EKG bisa menunjukkan hasil yang
normal, bahkan pada penderita penyakit arteri koroner yang berat.

Jika gejalanya khas, diagnosisnya mudah ditegakkan. Jenis nyeri,


lokasi dan hubungannya dengan aktivitas, makan, cuaca serta
faktor lainnya akan mempermudah diagnosis.

Pemeriksaan tertentu bisa membantu menentukan beratnya iskemia


dan adanya penyakit arteri koroner:

Exercise tolerance testing merupakan suatu pemeriksaan


dimana penderita berjalan diatas treadmill dan dipantau dengan
EKG.

Pemeriksaan ini bisa menilai beratnya penyakit arteri koroner dan


kemampuan jantung untuk merespon iskemia. Hasil pemeriksaan ini
juga bisa membantu menentukan perlu tidaknya dilakukan
arteriografi koroner atau pembedahan.

Radionuclide imaging yang dilakukan bersamaan dengan


exercise tolerance testing bisa memberikan keterangan berharga
mengenai angina.

Penggambaran radionuklida tidak hanya memperkuat adanya


iskemia, tetapi juga menentukan daerah dan luasnya otot jantung
yang terkena dan menunjukkan jumlah darah yang sampai ke otot
jantung.

Exercise echocardiography merupakan suatu pemeriksaan


dimana ekokardiogram diperoleh dengan memantulkan gelombang
ultrasonik dari jantung. Pemeriksaan ini bisa menunjukkan ukuran
jantung, pergerakan otot jantung, aliran darah yang melalui katup
jantung dan fungsi katup.

Ekokardiogram dilakukan pada saat istirahat dan pada puncak


aktivitas.
Jika terdapat iskemia, maka gerakan memompa dari dinding
ventrikel kiri tampak abnormal.

Arteriografi koroner bisa dilakukan jika diagnosis penyakit arteri


koroner atau iskemia belum pasti.

Pemeriksaan ini digunakan untuk menentukan beratnya penyakit


arteri koroner dan untuk membantu menentukan perlu tidaknya
dilakukan pembedahan bypass arteri koroner atau angioplasti.

Pemantauan EKG berkelanjutan dengan monitor Holter


menunjukkan kelainan dari silent ischemia.

Angiografi kadang bisa menemukan adanya kejang pada arteri


koroner yang tidak memiliki suatu ateroma.
Angina Pectoris (AP)
AP adalah rasa nyeri yang timbul karena iskemia miokardium yang
memiliki karakteristik: (1) lokasi di dada, substernal atau sedikit di
kirinya dengan penjalaran ke leher, rahang, bahu kiri, lengan dan
jari-jari bagian ulnar, punggung atau pundak kiri; (2) kualitas nyeri
yang tumpul seperti rasa tertindih/berat didada, rasa desakan yang
kuat dari diafragma, seperti diremas dan mau pecah, tidak seperti
ditusuk-tusuk, keadaan yang berat disertai keringat dingin dan
sesak napas dan berlangsung 20 menit dan berat harus
dipertimbangkan APU dan masuk ke sindrom koroner akut

sumber : http://pustaka.unpad.ac.id/wpcontent/uploads/2010/06/penyakit_periodontal.pdf
12.

Apa komplikasinya?
i. Aritmia supraventrikular
Takikardia sinus merupakan aritmia yang paling umum dari tipe ini. Jika
hal ini terjadi sekunder akibat sebab lain, masalah primer sebaiknya
diobati pertama. Namun, jika takikardi sinus tampaknya disebabkan
oleh stimulasi simpatik berlebihan, seperti yang terlihat sebagai
bagian dari status hiperdinamik, pengobatan dengan penghambat
beta yang relatif kerja singkat seperti propanolol yang sebaiknya
dipertimbangkan.
ii. Gagal jantung
Beberapa derajat kelainan sesaat fungsi ventrikel kiri terjadi pada lebih
dari separuh pasien dengan infark miokard. Tanda klinis yang paling
umum adalah ronki paru dan irama derap S3 dan S4. Kongesti paru
juga sering terlibat pada foto thoraks dada. Peningkatan tekanan
pengisian ventrikel kiri dan tekanan arteri pulmonalis merupakan
temuan hemodinamik karakteristik, namun sebaiknya diketahui
bahwa temua ini dapat disebabkan oleh penurunan pemenuhan
diastolik ventrikel dan / atau penurunan isi sekuncup dengan dilatasi
jantung sekunder. Diuretik sangat efektif karena mengurangi
kongesti paru-paru dengan adanya gagal jantung sistolik dan /
diastolik
iii. Sistole prematur ventrikel
Depolarisasi prematur yang jarang dan sporadik terjadi pada hampir
semua pasien dengan infark dan tidak memerlukan terapi.
Sementara dulu, ekstrasistole ventrikel distolik yang sering,
multifokal atau dini secara rutin diobati, terapi farmakologik

sekarang disediakan untuk pasien dengan aritmia ventrikel yang


lama atau simptomatik. Terapi antiaritmia profilaktik dengan
tiadanya takiaritmia ventrikel yang penting secara klinis, dikontra
indikasikan karena terapi seperti itu dapat dengan jelas
meningkatkan mortalitas selanjutnya.
sumber : http://pustaka.unpad.ac.id/wpcontent/uploads/2010/06/penyakit_periodontal.pdf
13.
Apa faktor pencetusnya?
14.
Apa saja macam nyeri dada?
A. Nyeri dada pleuritik
Nyeri dada pleuritik biasa lokasinya posterior atau lateral. Sifatnya
tajam dan seperti ditusuk. Bertambah nyeri bila batuk atau bernafas
dalam dan berkurang bila menahan nafas atau sisi dada yang sakit
digerakan. Nyeri berasal dari dinding dada, otot, iga, pleura
perietalis, saluran nafas besar, diafragma, mediastinum dan saraf
interkostalis. Nyeri dada pleuritik dapat disebakan oleh :
- Difusi pelura akibat infeksi paru, emboli paru, keganasan atau
radang subdiafragmatik ; pneumotoraks dan penumomediastinum.
B. Nyeri dada non pleuritik
Nyeri dada non-pleuritik biasanya lokasinya sentral, menetap atau
dapat menyebar ke tempat lain. Plaing sering disebabkan oleh
kelainan di luar paru.
1. Kardial
a. Iskemik miokard akan menimbulkan rasa tertekan atau nyeri
substernal yang menjalar ke aksila dan turun ke bawah ke bagian
dalam lengan terutama lebih sering ke lengan kiri. Rasa nyeri juga
dapat menjalar ke epigasterium, leher, rahang, lidah, gigi, mastoid
dengan atau tanpa nyeri dada substernal.
Nyeri disebabkan karena saraf eferan viseral akan terangsang
selama iekemik miokard, akan tetapi korteks serebral tidak dapat
menentukan apakah nyeri berasal sari miokard. Karena rangsangan
saraf melalui medula spinalis T1-T4 yang juga merupakan jalannya
rangsangan saraf sensoris dari sistem somatis yang lain. Iskemik
miokard terjadi bila kebutuhan 02 miokard tidak dapat dipenuhi oleh
aliran darah koroner. Pda penyakit jantung koroner aliran darah ke
jantung akan berkurang karena adanya penyempitan pembuluh
darah koroner.
Ada 3 sindrom iskemik yaitu :
- Angina stabil ( Angina klasik, Angina of Effort) :
Serangan nyeri dada khas yang timbul waktu bekerja. Berlangsung
hanya beberapa menit dan menghilang dengan nitrogliserin atau

istirahat. Nyeri dada dapat timbul setelah makan, pada udara yang
dingin, reaksi simfatis yang berlebihan atau gangguan emosi.
- Angina tak stabil (Angina preinfark, Insufisiensi koroner akut) :
Jenis Angina ini dicurigai bila penderita telah sering berulang kali
mengeluh rasa nyeri di dada yang timbul waktu istirahat atau saat
kerja ringan dan berlangsung lebih lama.
- Infark miokard :
Iskemik miokard yang berlangsung lebih dari 20-30 menit dapat
menyebabkan infark miokard. Nyeri dada berlangsung lebih lama,
menjalar ke bahu kiri, lengan dan rahang. Berbeda dengan angina
pektoris, timbulnya nyeri dada tidak ada hubungannya dengan
aktivitas fisik dan bila tidak diobati berlangsung dalam beberapa
jam. Disamping itu juga penderita mengeluh dispea, palpitasi dan
berkeringat. Diagnosa ditegakan berdasarkan serioal EKG dan
pemeriksa enzym jantung.
b. Prolaps katup mitral dapat menyebabkan nyeri dada prekordinal
atau substernal yang dapat berlangsung sebentar maupun lama.
Adanya murmur akhir sisttolik dan mid sistolik-click dengan
gambaran echokardiogram dapat membantu menegakan diagnosa.
c. Stenosis aorta berat atau substenosis aorta hipertrofi yang
idiopatik juga dapat menimbulkan nyeri dada iskemik.
2. Perikardikal
Saraf sensoris untuk nyeri terdapat pada perikardium parietalis
diatas diafragma. Nyeri perikardila lokasinya di daerah sternal dan
area preokordinal, tetapi dapat menyebar ke epigastrium, leher,
bahu dan punggung. Nyeri bisanya seperti ditusuk dan timbul pada
aktu menarik nafas dalam, menelan, miring atau bergerak.
Nyeri hilang bila penderita duduk dan berdandar ke depan. Gerakan
tertentu dapat menambah rasa nyeri yang membedakannya dengan
rasa nyeri angina.
Radang perikardial diafragma lateral dapat menyebabkan nyeri
epigastrum dan punggung seperti pada pankreatitis atau
kolesistesis.
3. Aortal
Penderita hipertensi, koartasio aorta, trauma dinding dada merupakan
resiko tinggi untuk pendesakan aorta. Diagnosa dicurigai bila rasa nyeri
dada depan yang hebat timbul tiba- tiba atau nyeri interskapuler. Nyeri
dada dapat menyerupai infark miokard akan tetapi lebih tajam dan
lebih sering menjalar ke daerah interskapuler serta turun ke bawah
tergantung lokasi dan luasnya pendesakan.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3548/1/gizi-bahri7.pdf
15.
Bagaimana penatalaksanaannya?
Terapi medikamentosa :

OBAT ANTI ISKEMIA


1. nitrat
menyebabkan vasodilatasi pembuluh vena dan arteriol
perifer, dengan efek mengurangi efek preload dan afterload
sehingga dapat mengurangi wall stress dan kebutuhan
oksigen
menambah supply oksigen dengan vasodilatasi pembuluh
koroner dan memperbaiki aliran darah kolateral
berupa nitrogliserin atau isosorbit secara sublingual atau
intravena dengan dosis 1-4 mg perjam
bila keluhan sudah terkendali, infuse dapat diganti isosorbit
dinitrat per oral
2. penyekat beta
menurunkan kebutuhan oksigen miokardium melalui efek
penurunan denyut jantung dan daya kontraksi miokardium
macamnya : metoprolol, atenolol, atau propanolol
kontra indikasi : pasien dengan asma bronchial dan
bradiaritmia
3. antagonis kalsium
dibagi menjadi 2, yaitu : golongan dihidropiridin seperti
nifedipin dan golongan nondihidrodipin seperti diltiazem dan
verapamil
menyebabkan vasodilatasi koroner dan menurunkan tekanan
darah
golongan dihiropiridin mempunyai efek vasodilatasi lebih
besar dan penghambatan nodus SA atau AV lebih sedikit dan
efek inotropik negatif juga lebih kecil
OBAT ANTIAGREGASI TROMBOSIT
1. aspirin
dapat diberikan seumur hidup dengan dosis awal 160 mg perhari
dan dosis selanjutnya 80-325 mg perhari
2. tiklopidin
sudah mulai banyak ditinggalkan
3. klopidogrel
dapat menghambat agregasi platelet dan mempunyai efek lebih
kecil dari tiklopidin. Dalam pedoman ACC/AHA klopidogel
dianjurkan diberikan bersama aspirin paling sedikit 1 bulan sampai
9 bulan. Dosis klopidogel dimulai 300mg perhari dan selanjutnya
75 mg perhari
4. glikoprotein IIb/IIIa inhibitor
macamnya : absiksimab, suatu antibodi monoklonal, eptifibatid,
suatu klinik heptapeptid, dan tibrofiban dan suatu nonpeptid
mimetik
OBAT ANTITROMBIN

1. unfractionated heparin
heparin bila terikat dengan antitrombin III akan menghambat
trombin dan faktor Xa. Kelemahannya adalah efek terhadap
trombus yang kaya trombosit dan heparin dapat dirusak oleh
platelet faktor 4.
2. low molecular weight heparin (LMWH)
macamnya : dalteparin, nadroparin dan enoksaparin. Dalteparin
hampir sama efektivitasnya seperti heparin dalam mencegahnya
mortalitas atau infark
terapi non farmakologis :
perubahan life style (termasuk berhenti merokok)
penurunan berat badan
penyesuaian diet
olahraga teratur
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid III, FKUI

Anda mungkin juga menyukai