Anda di halaman 1dari 15

TUGAS APLIKASI PERANGKAT LUNAK (PLAXIS)

RAHADIAN ADI WIRANATA / 3114040511


BANGUNAN TRANSPORTASI 2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Kestabilan lereng dinyatakan dalam besaran faktor keamanan (factor of safety), yaitu rasio
antara tahanan geser maksimum yang dikerahkan oleh tanah dengan tegangan geser yang terjadi
akibat gaya berat tanah di sepanjang bidang gelincir. Permasalahan umum yang sering dihadapi
pada stabilitas lereng adalah kecilnya kestabilan dan daya dukung tanah, sehingga kekuatan geser
suatu tanah tidak mampu memikul suatu kondisi beban kerja yang berlebihan.
Kestabilan lereng merupakan salah satu masalah yang penting yang harus diperhatikan karena
berkaitan erat dengan masalah keselamatan dalam kontstruksi bangunan. Beberapa cara mengurangi
kegagalan dalam mengontrol stabilitas tanah atau lereng antara lain dengan program monitoring
untuk pencegahan atau peringatan dini terhadap longsoran yang diperkirakan akan terjadi
(Pulungan, 2010).
Dari keterangan diatas, dapat dipahami bahwa analisis kemantapan lereng merupakan suatu
bagian yang penting untuk mencegah terjadinya gangguan terhadap kelancaran produksi maupun
terjadinya bencana yang fatal. Dalam keadaan tidak terganggu (alamiah), tanah atau batuan
umumnya berada dalam keadaan seimbang terhadap gaya-gaya yang timbul dari dalam. Kalau
misalnya karena sesuatu sebab mengalami perubahan keseimbangan akibat pengangkatan,
penurunan, penggalian, penimbunan, erosi atau aktivitas lain, maka tanah atau batuan itu akan
berusaha untuk mencapai keadaaan yang baru secara alamiah. Cara ini biasanya berupa proses
degradasi atau pengurangan beban, terutama dalam bentuk longsoran-longsoran atau gerakangerakan lain sampai tercapai keadaaan keseimbangan yang baru. Pada tanah atau batuan dalam
keadaan tidak terganggu (alamiah) telah bekerja tegangan-tegangan vertikal, horisontal dan tekanan
air dari pori. Ketiga hal di atas mempunyai peranan penting dalam membentuk kestabilan lereng
1.2. RUMUSAN MASALAH
Adapun maksud dari perumusan masalah ialah sebagai berikut:
1. Apa pengertian kestabilan lereng?
2. Berikan contoh kasus menggunakan aplikasi plaxis?
3. Apa kesimpulan dari contoh kasus diatas?
1.3. TUJUAN
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka makalah ini memiliki tujuan sebagai berikut:
1. Mengerti dan memahami pengertian dari kestabilan lereng.
2. Memahami penggunaan dari aplikasi plaxis.
3. Memahami safety factor dari contoh kasus diatas.
1.4. BATASAN MASALAH
Batasan masalah pada penulisan makalah ini ialah:
1. Makalah ini hanya memberikan pengerjaan contoh kasus hanya dengan plaxis.

BAB II
1

TUGAS APLIKASI PERANGKAT LUNAK (PLAXIS)


RAHADIAN ADI WIRANATA / 3114040511
BANGUNAN TRANSPORTASI 2014

LANDASAN TEORI
2.1 PENGERTIAN UMUM
Lereng adalah bidang miring yang menghubungkan bidang-bidang lain yang mempunyai
elevasi yang berbeda. Lereng terbentuk secara alamiah maupun dengan bantuan manusia.
Ditinjau dari jenisnya, secara umum lereng terbagi atas 3 bagian yaitu :
a. Lereng alam yaitu lereng yang terjadi akibat proses-proses alamiah, misalnya lereng pada
perbukitan.
b. Lereng yang dibuat dalam pada tanah asli misalnya bilamana tanah dipotong untuk
pembuatan jalan atau saluran air irigasi.
c. Lereng yang dibuat dari tanah yang dipadatkan misalnya tanggul atau bendungan urugan
tanah.
Disetiap macam lereng, kemungkinan terjadi longsor selalu ada. Longsor terjadi akibat
gaya dorong (driving force) melampaui gaya berlawanan yang berasal dari kekuatan geser
tanah sepanjang bidang longsor (Das,1985). Secara teknik dapat dikatakan bahwa longsor
terjadi apabila faktor keamaan tidak memenuhi (Fk<1,5).
2.2 PENYEBAB TERJADINYA LONGSOR
Banyak faktor yang mempengaruhi stabilitas lereng seperti geologi dan hidrologi,
topografi, iklim perubahan cuaca. Namun selain itu, kelongsoran juga terjadi akibat
(Hardiyatmo, 2010):
Penambahan beban pada lereng. Tambahan beban pada lereng berupa bangunan baru,
tambahan beban pada lereng oleh air yang masuk kedalam pori-pori tanah maupun yang
menggenang dipermukaan lereng.
Penggalian atau pemotongan tanah pada kaki lereng
Perubahan posisi muka air secara cepat (rapid drawdown) pada bendungan, sungai, dan
lain-lain.
Getaran atau gempa bumi
Jenis tanah
Kondisi geometrik lereng
2.3 CARA CARA UNTUK MENSTABILKAN LERENG
Ada beberapa cara untuk menstabilkan atau memperbaiki lereng yang mungkin akan
terjadi kelongsoran , yaitu :
Membuat lereng lebih datar atau mengurangi sudut kemiringan dari lereng tersebut. Ini
cocok untuk lereng yang tidak terlalu tinggi.
Memperkecil ketinggian lereng
Merubah lereng menjadi multy slope
Dengan menambah counter weight yaitu tanah timbunan pada kaki lereng.

2.4 ANALISIS KESTABILAN LERENG


2

TUGAS APLIKASI PERANGKAT LUNAK (PLAXIS)


RAHADIAN ADI WIRANATA / 3114040511
BANGUNAN TRANSPORTASI 2014
Analisis kestabilan lereng pada umumnya berdasarkan pada konsep keseimbangan plastis
batas (limit plastic equillibrium) (Hardiyatmo, 2010).
Kelongsoran lereng terjadi disepanjang permukaan bidang longsor tertentu dan dapat
dianggap sebagai masalah bidang 2 dimensi.
Massa tanah yang longsor dianggap berupa benda yang pasif.
Tahanan geser dari massa tanah yang setiap titik sepanjang bidang longsor tidak tergantung
dari orientasi permukaan longsoran, atau dengan kata lain kuat geser tanah dianggap
isotropis
Faktor aman didefinisikan dengan memperhatikan tegangan geser ratarata sepanjang
bidang longsor yang potensial dan kuat geser tanah ratarata sepanjang permukaan
longsoran. Jadi, kuat geser tanah mungkin terlampaui di titiktitik tertentu pada bidang
longsornya, padahal faktor aman hasil hitungan lebih besar 1,5.

Analisis Kestabilan Lereng ditujukan untuk mendapatkan angka faktor keamanan dari
suatu bentuk lereng tertentu. Dengan diketahuinya faktor keamanan memudahkan pekerjaan
pembentukan atau perkuatan lereng untuk memastikan apakah lereng yang telah dibentuk
mempunyai risiko longsor atau cukup stabil. Bertambahnya tingkat kepastian untuk
memprediksi ancaman longsor dapat bermanfaat untuk hal-hal sebagai berikut :
Untuk memahami perkembangan dan bentuk dari lereng alam dan proses yang
menyebabkan terjadinya bentukbentuk alam yang berbeda.
Untuk menilai kestabilan lereng dalam jangka pendek (biasanya selama kontruksi) dan jika
kondisi jangka panjang.
Untuk menilai kemungkinan terjadinya kelongsoran yang melibatkan lereng alam atau
lereng buatan. Untuk menganalisis kelongsoran dan untuk memahami kesalahan
mekanisme dan pengaruh dari faktor lingkungan. Untuk dapat mendisain ulang lereng yang
gagal serta perencanaan dan disain pencegahannya, serta pengukuran ulang.
Untuk mempelajari efek atau pengaruh dari beban gempa pada lereng dan tanggul.

BAB III
3

TUGAS APLIKASI PERANGKAT LUNAK (PLAXIS)


RAHADIAN ADI WIRANATA / 3114040511
BANGUNAN TRANSPORTASI 2014

CONTOH KASUS
3.1 SOAL
Buat Pemodelan embankment diawah ini dengan program PLAXIS!

3.1.1

Pemodelan Lapisan Tanah dan Timbunan (Embankment)


Buat lapisan tanah sesuai dengan kedalaman tanah yang ditentukan, klik icon geometry line

Setelah lapisan tanah selesai, klik icon

Standard fixties

TUGAS APLIKASI PERANGKAT LUNAK (PLAXIS)


RAHADIAN ADI WIRANATA / 3114040511
BANGUNAN TRANSPORTASI 2014

3.1.2

Material Tanah dan Timbunan (Embankment)


1. Lapisan Tanah
Klik icon material sets

Pemisalan tanah pasir (sand)


Edit material, ubah sebagai berikut :
General
Identification
: Td pasir
5

TUGAS APLIKASI PERANGKAT LUNAK (PLAXIS)


RAHADIAN ADI WIRANATA / 3114040511
BANGUNAN TRANSPORTASI 2014
Material model : Mohr Coulomb
Material Type
: Undrained
Kx, Ky
: 1e-4 m/day
Parameter
Eref
: 2500 kN/m2
cref
: 10 kN/m2
(phi)
: 10o

Tanah dasar Lapis 1

Klik OK, kemudian drag and drop pada tiap lapisan tanah. (Untuk lapisan tanah yang lain,
langkah langkah sama seperti sebelumnya)
Tanah dasar lapis 2 = clay
Tanah dasar lapis 3 = deep clay
2. Timbunan
Edit material, ubah sebagai berikut :
General
Identification
: Td pasir
Material model : Mohr Coulomb
Material Type
: Undrained
Kx, Ky
: 1e-4 m/day
Parameter
Eref
: 12000 kN/m2
cref
: 20 kN/m2
(phi)
: 22o
Klik OK, kemudian drag and drop pada tiap timbunan.
Setelah itu klik icon generate mesh

, akan muncul tampilan berikut:

Kemudian klik icon update


Klik icon initial condition

, maka akan muncul tampilan seperti berikut:

TUGAS APLIKASI PERANGKAT LUNAK (PLAXIS)


RAHADIAN ADI WIRANATA / 3114040511
BANGUNAN TRANSPORTASI 2014

Klik OK
Klik icon generate water pressure

, klik OK.

Kemudian klik icon update

Klik icon

pilih tombol sebelah kanan, setelah itu klik icon disampingnya


7

TUGAS APLIKASI PERANGKAT LUNAK (PLAXIS)


RAHADIAN ADI WIRANATA / 3114040511
BANGUNAN TRANSPORTASI 2014
Kemudian akan muncul tampilan seperti di bawah, klik OK

Kemudian akan muncul tampilan seperti di bawah ini, klik update

Setelah itu langkah selanjutnya adalah klik calculate


3.1.3

Menghitung Deformasi, Tegangan Efektif, Tekanan Air Pori, dsb.


Ubah Number / ID : Phase 1 menjadi Timbunan Tahap 1
8

TUGAS APLIKASI PERANGKAT LUNAK (PLAXIS)


RAHADIAN ADI WIRANATA / 3114040511
BANGUNAN TRANSPORTASI 2014

Klik parameter
Klik reset displacement to Zero
Time interval : 7 day (asumsi)
Klik define, kemudian pastikan timbunan hanya setinggi 2 meter (lapis 1 saja), klik Update.

Klik next
Dengan cara yang sama, ubah Number / ID : Phase 2 menjadi Timbunan tahap 2
Time interval : 7 day
Klik define, kemudian klik timbunan berikutnya, klik update

Klik next
Dengan cara yang sama, ubah Number / ID : Phase 3 menjadi Timbunan Tahap 3
Time interval : 7 day
9

TUGAS APLIKASI PERANGKAT LUNAK (PLAXIS)


RAHADIAN ADI WIRANATA / 3114040511
BANGUNAN TRANSPORTASI 2014
Klik define, kemudia semua timbunan, klik update.

Setelah semua lapis timbunan aktif, klik calculate. Tunggu sampe proses Running selesai
Klik output, kemudian akan mucul hasil sebagi berikut :
Deformed Mesh :

Total Displacement :

10

TUGAS APLIKASI PERANGKAT LUNAK (PLAXIS)


RAHADIAN ADI WIRANATA / 3114040511
BANGUNAN TRANSPORTASI 2014

Effective Stresses :

Total Stresses :
11

TUGAS APLIKASI PERANGKAT LUNAK (PLAXIS)


RAHADIAN ADI WIRANATA / 3114040511
BANGUNAN TRANSPORTASI 2014

Active Pore Pressures:

Active Groundwater Head:

12

TUGAS APLIKASI PERANGKAT LUNAK (PLAXIS)


RAHADIAN ADI WIRANATA / 3114040511
BANGUNAN TRANSPORTASI 2014

3.1.4

Check Angka Keamanan (Safety Factor)

Kembali ke kalkulasi dengan cara klik icon Calculate


Pada identification, double klik timbunan 1 sampai timbunan 3 hingga muncul tanda anak
panah seperti berikut :

Klik next, kemudian isi input data sebagai berikut :


Ubah Number / ID
: Angka Keamanan
Calculation Type
: Phi/c reduction
Kemudian klik Calculate, Tunggu sampai proes running selesai.
Setelah selesai, klik multiplier. Untuk mengetahui besar angka keamanannya, bisa dilihat
pada - Msf
13

TUGAS APLIKASI PERANGKAT LUNAK (PLAXIS)


RAHADIAN ADI WIRANATA / 3114040511
BANGUNAN TRANSPORTASI 2014

Angka keamanan setelah dilakukan proses running diperoleh 1,7198

BAB IV
KESIMPULAN
14

TUGAS APLIKASI PERANGKAT LUNAK (PLAXIS)


RAHADIAN ADI WIRANATA / 3114040511
BANGUNAN TRANSPORTASI 2014

4.1 KESIMPULAN
Kesimpulan dari makalah ini adalah Kestabilan lereng merupakan salah satu masalah yang
penting yang harus diperhatikan karena berkaitan erat dengan masalah keselamatan dalam
kontstruksi bangunan.
Berdasarkan contoh soal studi kasus diatas, hasil dari safety factor dari embankment diatas
adalah 1,7198. Hal ini menunjukkan bahwa contoh kasus diatas tidak aman untuk digunakan,
karena berdasarkan landasan teori diatas angka faktor keamanan tidak melebihi angka 1,5. Maka
sebaiknya contoh kasus tersebut harus diperbaiki, mungkin dengan mengurangi angka sudut ,
ataupun mengurangi ketinggian, dll.

15