Anda di halaman 1dari 26

DOKUMEN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

TAHAPAN PEMBELAJARAN
(RPP)Isi
Waktu
5

1. Memberikan Salam

No.

Metoda & Alat


Bantu
Metoda :

2. Memberikan
ilustrasiSUMATERA
latar belakang
materi
dan SUMBAR
Ceramah ilustratif
AKADEMI
KEBIDANAN
BARAT
( AKBID
)
menghubungkan
materi ini dengan
materi sebelumnya
RENCANA
PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
(RPP) TEORI
3. Menyampaikan OPS
Alat Bantu :
Program Studi
: Diploma III Kebidanan
4. Meyampaikan :Struktur
Mata Kuliah
Asuhan Pembelajaran
Kebidanan 1 (menjelaskan LCD
Standar Kompetensi
: Menjelaskan
konsep
dasar
Asuhan
pada Ibu
referensi, pokok-pokok
materi yang
akan
dibahas
dan Kebidanan
OHP
dalam masa persalinan
proses pembelajaran)
White board
Kompetensi Dasar
: Menjelaskan pengertian persalinan, sebab mulainya
5. Memotivasi siswa dengan menyampaikan pentingnya
persalinan, tahapan persalinan, tujuan asuhan persalinan,
materi hari ini jika sudah memasuki dunia kerja
tanda tanda persalinan
Topik
: Konsep
Metoda : Ceramah Tanya Jawab,
Diskusi dasar asuhan kebidanan pada ibu dalam masa
persalinan
Objektif
Dosen Perilaku Siswa
: Rahmatul Ulya
Referensi
:
1. Varneys
Midwifery,
1997
1. Pada akhir perkuliahan, tanpa
melihat
catatan
mahasiswa
mampu menjelaskan mengenai
2. Buku Askeb III pada Intra Partum, Pusdiknakes,
konsep dasar asuhan kebidanan, sebab sebab terjadnya persalinan, faktor faktor yang
WHO, JHPIEGO, 2001
mempengaruhi persalinan, tahapan
persalinan,
tujuan
3. CCU,
JHPIEGO
tahun asuhan
2002 persalinan, tanda tanda
4. Bobak, Jansen. Esential of Maternity Nursing,
persalinan.
Mosby
Company,
1984 mampu menjelaskan mengenai
2. Pada akhir perkuliahan, tanpa melihat
catatan
mahasiswa
5. Saifuddin, Buku Acuan Nasional Pelayanan
faktor faktor yang mempengaruhi persalinan
Kesehatan Maternal dan Neonatal, 2000
3. Pada akhir perkuliahan, tanpa melihat catatan mahasiswa mampu menjelaskan kebutuhan
dasar selama persalinan
URAIAN MATERI
Explaination :
1.

Metoda :
CTJ

Pengertian Persalinan

Persalinan adalah proses untuk mendorong keluar janin dan placenta dari dalam

Alat Bantu :

saluran rahim oleh kontraksi otot-otot rahim. Persalinan normal adalah persalinan

Power point

dengan presentasi verteks, aterm, selesai dalam tempo 4-24 jam, dan tidak

LCD

melibatkan bantuan artifisial maupun komplikasi (Forrer, 2001).

Laptop

Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks, dan janin

turun

kedalam jalan lahir. Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologi yang

Infocus
1

normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan

White Board

(37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung
dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin (Prawirohardjo,
2006).
Persalinan adalah suatu proses yang dialami, peristiwa normal, namun apabila tidak
dikelolah dengan tepat dapat berubah menjadi abnormal (Mufdillah & Hidayat,
2008).
Persalinan adalah fungsi seorang wanita, dengan fungsi ini produksi konesepsi
(janin, air ketuban, plasenta dan selaput ketuban) dilepaskan dan dikeluarkan dari
uterus melalui vagina kedunia luar (Oxorn, 2003).
Persalinan adalah proses pergerakan keluar janin, plesenta, dan membran dari dalam
rahim melalui jalan lahir (Bobak, 2005).
2 . Sebab Sebab mulainya persalinan
a. Penurunan Kadar Progesteron
progesteron menimbulkan relaksasi otot-otot rahim. Sebaliknya estrogen
meninggikan

kerentanan

otot

rahim.

Selama

kehamilan

terdapat

keseimbangan antara kadar progesteron dan estrogen didalam darah, tetapi


pada akhir kehamilan atau 1-2 minggu sebelum partus terjadi penurunan
pada progesteron sehingga timbul his.
b.

Teori Oxytocin
Pada akhir kehamilan kadar oxytocin bertambah. Oleh karena itu timbul
kontraksi otot-otot rahim.

c.

Keregangan Otot-Otot
Seperti halnya dengan kandung kencing dan lambung, bila dindingnya
teregang oleh karena isinya bertambah maka timbul kontraksi untuk
mengeluarkan isinya.
Demikian pula dengan rahim, maka dengan majunya kehamilan makin
teregang otot-otot dan otot-otot rahim makin rentan.

d.Pengaruh Janin
Hypofise dan kelenjar supra renal janin rupa-rupanya juga memegang
peranan, oleh karena pada anencephalus kehamilan sering lebih lama dari
biasa.
e.

Teori Prostaglandin
Kadar prostaglandin dalam kehamilan dari minggu ke 15 sampai aterm
terus meningkat. Pemberian prostaglandin saat hamil dapat menimbulkan
kontraksi otot rahim sehingga hasil konsepsi dikeluarkan. Prostaglandin
2

dianggap dapat merupakan pemicu terjadinya persalinan.


3.
a

Tahapan Persalinan

Kala I
Didefinisikan sebagai permulaan persalinan yang sebenarnya. Dibuktikan
dengan perubahan serviks yang cepat dan diakhiri dengan dilatasi serviks
yang komplit (10 cm), hal ini dikenal juga sebagai tahap dilatasi serviks.
Lamanya kala I untuk primigravida berlangsung 12 jam sedangkan untuk
multigravida sekitar 8 jam. Berdasarkan kurve Friedman, diperhitungkan
pembukaan primigravida 1 cm/jam dan pembukaan multigravida 2 cm/jam.

Kala I (pembukaan) dibagi atas 2 fase :


1

Fase laten
Dimulai dari puncak kontraksi yang regular sampai 3 cm dilatasi.
Kontraksi terjadi setiap 10-20 menit dan berakhir 15-20 detik. Dimana
pembukaan serviks berlangsung lambat, berlangsung dalam 7 -8 jam

Fase aktif
Berlangsung mulai dari kemajuan aktif sampai dilatasi lengkap terjadi.
Secara umum dari pembukaan 4 cm (akhir dari fase laten) sampai 10
cm atau dilatasi akhir kala I dan berlangsung selama 6 jam.

Fase aktif dibagi kedalam 3 fase :

Akselerasi : berlangsung 2 jam, pembukaan menjadi 4 cm

Dilatasi maksimal/kemajuan maksimal : selama 2 jam


pembukaan berlangsung cepat dari pembukaan 4 cm menjadi 9 cm

Deselerasi : berlangsung lambat, dalam waktu 2 jam dari


3

pembukaan 9 sampai 10 cm atau lengkap


b

Kala II
Dimulai dari pembukaan lengkap dari serviks dan berakhir dengan lahirnya
bayi.
Lamanya kala II untuk primigravida 50 menit, dan multigravida 30 menit
Gejala utama kala II :

1
2
3
4
5
6
7
c

His terkoordinir, kuat, cepat (2-3 menit sekali)


Kepala janin di dasar panggul
Merasa mau BAB
Anus membuka
Vulva membuka
Perineum menonjol
PD pembukaan lengkap

Kala III
Dimulai segera setelah bayi lahir sampai lahirnya plasenta, yang
berlangsung tidak lebih dari 30 menit.
Tanda-tanda klinis dari pelepasan plasenta yaitu :
1

Semburan darah

Pemanjangan tali pusat

Perubahan bentuk uterus : dari diksoid menjadi bentuk bundar


(globular)

4
d

Perubahan dalam posisi uterus : uterus naik di dalam abdomen.

Kala IV
Dimulai dari saat lahirnya plasenta sampai 2 jam pertama post partum,
untuk mengamati keadaan ibu terutama terhadap perdarahan postpartum.

4.Tanda Tanda Persalinan


a. Tanda Persalinan Sudah Dekat

Adanya Lightening
Menjelang minggu ke-36, pada primigravida terjadi penurunan fundus
uteri karena kepala bayi sudah masuk pintu atas panggul. Gambaran
Lightening pada primigravida menunjukkan hubungan antara ketiga P,
yaitu ; power (kekuatan his), passage (jalan lahir normal), passanger
(janinnya dan plasenta)

Terjadinya his permulaan (his palsu)


Sifat his permulaan (his palsu) :
4

b.

Rasa nyeri ringan di bagian bawah

Datangnya tidak teratur

Tidak ada perubahan pada serviks atau pembawa tanda

Durasinya pendek

Tidak bertambah bila beraktifitas

Tanda Persalinan

Penipisan

dan

pembukaan

serviks

( Effacement dan Dilatasi serviks )


Effacement serviks adalah pemendekan dan penipisan serviks selama
tahap pertama persalinan. Serviks yang dalam kondisi normal memiliki
panjang 2 sampai 3 cm dan tebal sekitar 1 cm, terangkat ke atas karena
terjadi pemendekan gabungan otot uterus selama penipisan segmen
bawah rahim pada tahap akhir persalinan. Hal ini menyebabkan bagian
ujung serviks yang tipis saja yang dapat diraba setelah effacement
lengkap. Pada kehamilan aterm pertama, effacement biasanya terjadi
lebih dahulu dari pada dilatasi.. Pada kehamilan berikutnya, effacement
dan dilatasi cenderung bersamaan. Tingkat effacement dinyatakan
dalam persentase dari 0% sampai 100%.
Dilatasi serviks adalah pembesaran atau pelebaran muara dan saluran
serviks, yang terjadi pada awal persalinan. Diameter meningkat dari
sekitar 1 cm sampai dilatasi lengkap (sekitar 10 cm) supaya janin aterm
dapat dilahirkan. Apabila dilatasi serviks lengkap, serviks tidak lagi
dapat di raba. Dilatasi serviks lengkap menandai akhir tahap pertama
persalinan

Kontraksi

uterus

yang

mengakibatkan

perubahan pada serviks (frekuensi minimal 2 kali dalam 10 menit)


Ibu melakukan kontraksi involunter dan volunter secara bersamaan
untuk mengeluarkan janin dan plasenta dari uterus. Kontraksi uterus
involunter, yang disebut kekuatan primer, menandai dimulainya
persalinan. Kekuatan primer membuat serviks menipis, berdilatasi dan
janin turun. Segera setelah bagian presentasi mencapai dasar panggul,
sifat kontraksi berubah, yakin bersifat mendorong keluar. Kekuatan
sekunder tidak mempengaruhi dilatasi serviks, tetapi setelah dilatasi
serviks lengkap, kekuatan ini cukup penting untuk mendorong bayi
keluar dari uterus dan vagina

Keluarnya lendir bercampur darah (Show)


5

melalui vagina.
Sumbatan mukus, yang di buat oleh sekresi servikal dari proliferasi
kelenjar mukosa servikal pada awal kehamilan, berperan sebagai
barrier protektif dan menutup kanal servikal pada awal kehamilan.
Blood show adalah pengeluaran dari mukus plug tersebut. Blood show
merupakan tanda dari persalinan yang sudah dekat, yang biasanya
terjadi dalam jangka waktu 24-48 jam terakhir, asalkan belum
dilakukan pemeriksaan vaginal dalam 48 jam sebelumnya karena
pemecahan mukus darah selama waktu tersebut mungkin hanya efek
trauma minor atau pecahnya mukus plug selama pemeriksaan.
Normalnya, darah yang keluar hanya beberapa tetes, perdarahan yang
lebih banyak menunjukan penyebab yang abnormal.
5.Tujuan Asuhan Persalinan
Memberikan asuhan yang memadai selama persalinan dalam upaya mencapai
pertolongan persalinan yang bersih dan aman, dengan memperhatikan aspek sayang
ibu dan sayang bayi. Banyak penyulit atau komplikasi yang mengakibatkan
kematian ibu dan bayi dapat dihindarkan jika persalinan dikelola dengan baik.
Semua kelahiran harus selalu dihadiri oleh petugas yang terlatih serta kompeten
dengan secara cepat mendiagnosa dan menangani penyulit.
Pendekatan komprehensif merupakan kunci keberhasilan penatalaksanaan
persalinan dan bayi baru lahir.
Lima benang merah dalam asuhan persalinan :
1

Membuat keputusan klinik

Pengumpulan data

Subyektif

Obyektif

Diagnosis kerja

Penatalaksanaan klinik

Evaluasi hasil implementasi tatalaksana

Asuhan sayang ibu dan bayi

Persalinan merupakan peristiwa alami

Sebagian besar persalinan umumnya akan berlangsung normal

Pertolongan memfasilitasi proses persalinan


6

Tidak asing, bersahabat, rasa saling percaya, tahu dan siap membantu
kebutuhan klien, memberi dukungan moril, dan kerjasama semua pihak
(penolong-klien-keluarga)

Pencegahan infeksi

Kewaspadaan standar
Mencegah terjadinya dan transmisi penyakit
Proses pencegahan infeksi instrumen dan aplikasinya dalam pelayanan
Barier protektif
Budaya bersih dan lingkungan yang aman
4

Rekam medik (Dokumentasi)

Kelengkapan status klien

Anamnesis, prosedur dan hasil pemeriksaan fisik, laboratorium, dan uji


atau penapisan tambahan lainnya

Partograf sebagai instrumen membuat keputusan dan dokumentasi


klien

Kesesuaian kondisi klien dan prosedur klinik terpilih

Upaya dan tatalaksana rujukan yang diperlukan

Sistem rujukan efektif

Alasan keperluan rujukan

Jenis rujukan (darurat atau optimal)

Tatalaksana rujukan

Upaya yang dilakukan selama merujuk

Jaringan pelayanan dan pendidikan

Menggunakan sistem umum dan sistem internal rujukan kesehatan

Sebagai bidan, klien akan mengandalkan pengetahuan, keterampilan dan


pengambilan keputusan yang kita lakukan untuk :

Mendukung ibu dan keluarganya secara fisik dan emosional selama


persalinan dan kelahiran

Membuat diagnosa, menangani komplikasi-komplikasi dengan cara


pemantauan ketat dan deteksi dini selama persalinan dan kelahiran

Merujuk ibu untuk mendapatkan asuhan spesialis jika perlu


7

Memberikan asuhan yang akurat kepada ibu, dengan intervensi


minimal, sesuai dengan tahap persalinannya

Memperkecil resiko infeksi dengan melaksanakan pencegahan infeksi


yang aman

Selalu memberitahukan pada ibu dan keluarganya mengenai kemajuan,


adanya penyulit maupun intervensi yang akan dilakukan dalam
persalinan

Memberikan asuhan yang tepat untuk bayi segera setelah lahir

Membantu ibu dengan pemberian asi dini

Activity :
Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengajukan
pertanyaan terhadap materi yang kurang jelas
Summary :
Menjawab pertanyaan yang diajukan mahasiswa

Evaluasi

Metoda :
Kuis

Kesimpulan

Metoda :

Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks, dan janin

turun

kedalam jalan lahir. Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologi yang
normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan
(37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung

CTJ
Diskusi
Ilustrasi

dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin
Tahapan Persalinan
Kala 1
Kala 2
DOKUMEN
Kala 3 RENCANA PELAKSANAAN
Kala 4

Alat Bantu:
PEMBELAJARAN

(RPP)

Penutup

No.
1. Menyamakan persepsi dengan mahasiswa

Laptop
LCD
Metoda :
Ceramah

AKADEMI
KEBIDANAN
( AKBID SUMBAR ) Ilustratif
2. Menyimpulkan
materi SUMATERA
bersama-samaBARAT
dengan mahasiswa
RENCANA
PELAKSANAAN
(RPP) TEORI
3.
Memberitahukan
bahwa OPSPEMBELAJARAN
telah tercapai
4. Menganjurkan : mahasiswa
membaca handout dan buku
Program Studi
Diploma IIIuntuk
Kebidanan
Mata Kuliah penunjang lain : Asuhan Kebidanan 1
Standar Kompetensi
: Menjelaskan faktor yang mempengaruhi persalinan
5. Memberitahukan materi yang akan datang
Kompetensi Dasar
: Menjelaskan mengenai passage, power dan passanger
6. Mengucapkan salam
Topik
: Faktor yang mempengaruhi persalinan
Dosen
: Rahmatul Ulya
Referensi
:
1. Varneys Midwifery, 1997
2. Pauline. M. Seller, Midwifery Vol 1, 1993
3. CCU, JHPIEGO tahun 2002
4. Bobak, Jansen. Esential of Maternity Nursing,
5.

Mosby Company, 1984


Saifuddin, Buku Acuan Nasional Pelayanan
Kesehatan Maternal dan Neonatal, 2000

TAHAPAN PEMBELAJARAN
10

Waktu

Isi

Metoda & Alat


Bantu

1) Memberikan Salam

Metoda :

2) Memberikan ilustrasi latar belakang materi dan Ceramah ilustratif


menghubungkan

materi

ini

dengan

materi

sebelumnya

Alat Bantu :

3) Menyampaikan OPS
4) Meyampaikan

LCD
Struktur

Pembelajaran OHP

(menjelaskan referensi, pokok-pokok materi yang White board


akan dibahas dan proses pembelajaran)
5) Memotivasi

siswa

dengan

menyampaikan

pentingnya materi hari ini jika sudah memasuki


dunia kerja
Metoda : Ceramah Tanya Jawab, Diskusi
Objektif Perilaku Siswa
1) Pada akhir perkuliahan, tanpa melihat catatan mahasiswa mampu menjelaskan mengenai
faktor yang mempengaruhi persalinan yakni power, passage, passanger
URAIAN MATERI
Explaination :

Metoda :

Faktor faktor yang mempengaruhi persalinan

CTJ
Alat Bantu :

Lima faktor yang mempengaruhi proses persalinan (5P), yaitu :


A. PASSAGE : ukuran panggul dan otot - otot jalan lahir
B. POWER : His dan tenaga mengejan
C. PASSANGER : Janin, plasenta dan air ketuban
D. PSIKOLOGIS IBU
E. PENOLONG
Kelima faktor tersebut harus bekerja secara sinergis. Jika salah satunya mengalami
gangguan, maka akan menghambat proses persalinan.

Power point
LCD
Laptop
Infocus
White Board

A. Passage
Terdiri dari :
1) Bagian Keras : tulang dan sendi
2) Bagian lunak : otot, jaringan dan ligamen
Tulang dan Sendi
11

Tulang panggul terdiri dari :

1) os coxae (os ilium, os ischium dan os pubis)


2) os sacrum
3) os coccygis.
Sedangkan sendi (artikulasio) terdiri dari :

1) 2 buah artikulasio sacroiliaca : menghubungkan os sacrum dan os ilium


2) 1 buah artikulasio sacro coccygea : menghubungkan os sacrum dan os
coccygis
3) 1 buah symphisis pubis : menghubungkan 2 tulang symphisis
Bidang/pintu panggul :
1) Pintu Atas Panggul (PAP) : promontorium, linea inominata dan pinggir
atas symphisis. Disebut juga inlet.
2) Ruang tengah panggul (RTP) : kira - kira pada spina ischiadica.
Disebut juga midlet.
3) Pintu Bawah Panggul (PBP) : symphisis dan arcus pubis. Disebut juga
outlet.
Ukuran - ukuran Panggul :

12

PAP :
1) Konjugata diagonalis :pinggir bawah symphisis pubis ke promontorium :
12,5 cm
2) Konjugata vera : pinggir atas symphisis pubis ke promontorium : konjugata
diagonalis - 1,5 cm = 11 cm
3) Konjugata transversa : antar dua linea innominata : 12 cm
4) Konjugata obliqua : 13 cm
RTP :
1) Bidang luas panggul : pertengahan symphisis ke pertemuan os sacrum 2
dan 3. Sekitar 12,75 x 12,5 cm. Dalam persalinan tidak mengalami
kesukaran.
2) Bidang sempit panggul : tepi bawah symphisis menuju spina ischiadica.
Sekitar 11,5 x 11 cm.
3) Jarak kedua spina 10 - 11 cm.

PBP :
1) Anterior posterior : pinggir bawah symphisis ke os coccygis : 10 - 11 cm.
2) Melintang : 10,5 cm.
3) Arcus pubis : lebih dari 90 derajat

Bidang Hodge
13

Hodge I : dibentuk pada lingkaran PAP dengan bagian atas symphisis dan
promontorium
Hodge II : sejajar dengan Hodge I setinggi pinggir bawah symphisis.
Hodge III : sejajar Hodge I dan II setinggi spina ischiadika kanan dan kiri.
Hodge IV : sejajar Hodge I, II dan III setinggi os coccygis

Jenis - Jenis Panggul


1) Ginekoid : panggul perempuan, diameter anteroposterior sama dengan
diameter transversa
2) Android : panggul pria, PAP segitiga, diameter transversa dekat dengan
sacrum.
3) Antropoid : PAP lonjong seperti telur, diameter anteroposterior lebih besar
daripada diameter transversa.
4) Platipelloid : diameter transversa lebih besar daripada diameter
anteroposterior.
Otot - otot Dasar Panggul

Ligamen - Ligamen Penyangga Uterus

14

1.

Ligamentum Kardinale sinistrum dan dekstrum (Mackendrot) : Ligamen


terpenting untuk mencegah uterus tidak turun. Jaringan ikat tebal serviks
dan puncak vagina kearah lateral dinding pelvis.

2.

Ligamentum Sacro - uterina sinistrum dan dekstrum : Menahan uterus tidak


banyak bergerak Melengkung dari bagian belakang serviks kiri dan
kananmelalui dinding rektum kearah os sacrum kiri dan kanan.

3.

Ligamentum Rotundum sinistrum dan dekstrum (Round Ligament) :


Ligamen yang menahan uterus dalam posisi antefleksi. Sudut fundus uterus
kiri dan kanan ke inguinal kiri dan kanan.

4.

Ligamentum Latum sinistrum dan dekstrum (Broad Ligament) : Dari uterus


kearah lateral.

5.

Ligamentum infundibulo pelvikum : Menahan tubafallopi. Dari


infundibulum ke dinding pelvis.

Activity :
Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengajukan
pertanyaan terhadap materi yang kurang jelas
Summary :
Menjawab pertanyaan yang diajukan mahasiswa

15

Evaluasi

Metoda :
Kuis

Kesimpulan

Metoda :

Faktor faktor yang mempengaruhi persalinan


Lima faktor yang mempengaruhi proses persalinan (5P), yaitu :
A. Passage
B. Power
C. Passanger
D. Psikologis ibu
E. Penolong

Diskusi
Ilustrasi
Alat Bantu:

DOKUMEN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Penutup

CTJ

(RPP)

Laptop
LCD
Metoda :

1) Menyamakan persepsi
Ceramah
No. dengan mahasiswa
2) Menyimpulkan materi bersama-sama dengan mahasiswa
Ilustratif
AKADEMI
KEBIDANANbahwa
SUMATERA
BARAT
3) Memberitahukan
OPS telah
tercapai( AKBID SUMBAR )
RENCANA
PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
(RPP) TEORI
4) Menganjurkan
mahasiswa
untuk membaca handout
dan buku
Program Studi penunjang lain
: Diploma III Kebidanan
Mata Kuliah 5) Memberitahukan
: Asuhan
Kebidanan
materi
yang akan1 datang
Standar Kompetensi
: Menjelaskan kebutuhan dasar selama persalinan
6) Mengucapkan
salam
Kompetensi Dasar
: Menjelaskan
kebutuhan kebutuhan yang dibutuhkan ibu
Topik
Dosen
Referensi

selama persalinan
: Kebutuhan Dasar selama Persalinan
: Rahmatul Ulya
:
1. Varneys Midwifery, 1997
2. Buku Askeb III pada Intra Partum, Pusdiknakes,
3.
4.

WHO, JHPIEGO, 2001


CCU, JHPIEGO tahun 2002
Bobak, Jansen. Esential of Maternity Nursing,

5.

Mosby Company, 1984


Saifuddin, Buku Acuan Nasional Pelayanan
Kesehatan Maternal dan Neonatal, 2000

16

TAHAPAN PEMBELAJARAN
17

Waktu

Isi

Metoda & Alat


Bantu

a. Memberikan Salam

Metoda :

b. Memberikan ilustrasi latar belakang materi dan Ceramah ilustratif


menghubungkan

materi

ini

dengan

materi

sebelumnya

Alat Bantu :

c. Menyampaikan OPS
d. Meyampaikan

LCD
Struktur

Pembelajaran OHP

(menjelaskan referensi, pokok-pokok materi yang White board


akan dibahas dan proses pembelajaran)
e. Memotivasi

siswa

dengan

menyampaikan

pentingnya materi hari ini jika sudah memasuki


dunia kerja
Metoda : Ceramah Tanya Jawab, Diskusi
Objektif Perilaku Siswa
Pada akhir perkuliahan, tanpa melihat catatan mahasiswa mampu menjelaskan mengenai
kebutuhan dasar pada ibu dalam proses persalinan
URAIAN MATERI
Explaination :

Metoda :

Kebutuhan Dasar pada Ibu

CTJ

Bersalin

Alat Bantu :

1. Dukungan fisik dan psikologis

Power point

2. Kebutuhan makanan dan cairan

LCD

3. Kebutuhan eliminasi

Laptop

4. Posisioning dan aktifitas


5. Pengurangan rasa nyeri

1.

Infocus
White Board

1. Dukungan fisik dan psikologis

Setiap ibu yang akan memasuki masa persalinan maka akan


muncul perasaan takut, khawatir, ataupun cemas terutama pada ibu
primipara.Perasaan takut dapat meningkatkan nyeri, otot-otot menjadi
tegang dan ibu menjadi cepat lelah yang pada akhirnya akan
menghambat proses persalinan.
Bidan adalah orang yang diharapkan ibu sebagai pendamping
18

persalinan yang dapat diandalkan serta mampu memeberikan


dukungan, bimbingan dan pertolongan persalinan.
Asuhan yang sifatnya mendukung selama persalinan merupakan
suatu standar pelayanan kebidanan. Asuhan yang mendukung berarti
bersifat aktif dan ikut serta dalam kegiatan yang sedang berlangsung.
Jika seorang bidan sedang sibuk, maka ia harus memastikan bahwa
ada seorang pendukung yang hadir dan memantu wanita yang sedang
dalam persalinan.
Dukungan dapat diberikan oleh orang-orang terdekat pasien
(suami, keluarga, teman, perawat, bidan maupun dokter). Pendamping
persalinan hendaknya orang yang sudah terlibat sejak dalam kelaskelas antenatal. Mereka dapat membuat laporan tentang kemajuan ibu
dan secara terus menerus memonitor kemajuan persalinan.
Bidan harus mampu memberikan perasaan kehadiran:
- Selama bersama pasien, bidan harus konsentrasi penuh untuk
mendengarkan dan melakukan observasi.
- Membuat kontak fisik : mencuci muka pasien, menggosok punggung
dan memegang tangan pasien dll.
- Menempatkan pasien dalam keadaan yakin (bidan bersikap tenang
dan bisa menenangkan pasien).
Ada lima kebutuhan dasar bagi wanita dalam persalinan menurut
Lesser & Keane ialah:
- Asuhan fisik dan psikologis
- Kehadiran seorang pendamping secara terus menerus
- Pengurangan rasa sakit
- Penerimaaan atas sikap dan perilakunya
- Informasi dan kepastian tentang hasil persalinan yang aman.
Hasil penelitian (RCT) telah memperlihatkan efektifnya
dukungan fisik, emosional dan psikologie selama persalinan dan
kelahiran. Dalam Cochrane Database, suatu kajian ulang sistematik
dari 14 percobaan-percobaan yang melibatkan 5000 wanita
memperlihatkan bahwa kehadiran seorang pendamping secara terus
menerus selama persalinan dan kelahiran akan menghasilkan:
- Kelahiran dengan tindakan (forceps, vacuum maupun seksio sesaria)
menjadi berkurang
- APGAR Score <7 lebih sedikit- Hasil kelahiran bertambah baik
- Bersifat sayang ibu.
- Lamanya persalinan menjadi semakin pendek
- Kepuasan ibu yang semakin besar dalam pengalaman melahirkan
mereka.
Metode mengurangi rasa sakit yang diberikan secara terus menerus
dalam bentuk dukungan mempunyai keuntungan-keuntungan:
- Sederhana
19

- Efektif
- Biayanya murah
- Resikonya rendah
- Membantu kemajuan persalinan
2. Kebutuhan makanan dan cairan
Makanan padat dapat tidak boleh diberikan selama persalinan aktif,
oleh karena makanan padat lebih lama tinggal dalam lambung dari
pada makanan cair, shg proses pencernaan lebih lambat selama
persalinan. Bila ada pemberian obat, dapat juga
merangsang
terjadinya mual/muntah yg dapat mengakibatkan terjadinya aspirasi ke
dalam paru-paru.
Untuk mencegah dehidrasi, pasein dapat diberikan banyak minum
segar (jus buah, sup) selama proses persalinan, namun bila bila mual/
muntah dpt diberikan cairan IV (RL)
3. Kebutuhan eliminasi
Kandung kencing harus dikosongkan setiap 2 jam selama proses
persalinan. Bila pasien tidak dapat berkemih sendiri, dapat dilakukan
kateterisasi oleh karena kandung kencing yang penuh akan
menghambat penurunan bagian terbawah janin, selain itu juga akan
meningkatkan rasa tidak nyaman yg tidak dikenali pasien karena
bersama dgn munculnya kontraksi uterus
Rektum yang penuh akan mengganggu penurunan bagian terbawah
janin, namun bila pasein mengatakan ingin BAB, bidan harus
memastikan kemungkinan adanya tanda dan gejala masuk pada kala
II. Bila diperlukan sesuai indikasi dapat dilakukan lavement
4. Posisioning dan aktifitas
Persalinan dan kelahiran merupakan suatu peristiwa yang
normal, tanpa disadari dan mau tidak mau harus berlangsung. Untuk
membantu ibu agar tetap tenang dan rileks sedapat mungkin bidan
tidak boleh memaksakan pemilihan posisi yang diinginkan oleh ibu
dalam persalinannya. Sebaliknya, peranan bidan adalah untuk
mendukung ibu dalam pemilihan posisi apapun yang dipilihnya,
menyarankan alternatif-alternatif hanya apabila tindakan ibu tidak
efektif atau membahayakan bagi dirinya sendiri atau bagi bayinya.
Bila ada anggota keluarga yang hadir untuk melayani sebagai
pendamping ibu, maka bidan bisa menawarkan dukungan pada orang
yang mendukung ibu tersebut
Bidan memebritahu ibu bahwa ia tidak perlu terlentang terus
menerus dalam masa persalinanya. Jika ibu sudah semakin putus asa
dan merasa tidak nyaman, bidan bisa mengambil tindakan-tindakan
yang positif untuk merubah kebiasaan atau merubah setting tempat
yang sudah ditentukan (seperti misalnya menyarankan agar ibu berdiri
20

atau berjalan-jalan). Bidan harus memberikan suasana yang nyaman


dan tidak menunjukkan ekspresi yang terburu-buru, sambil
memberikan kepastian yang menyenangkan serta pujian lainnya.
Saat bidan memberikan dukungan fisik dan emosional dalam
persalinan, atau membantu keluarga untuk memberikan dukungan
persalinan., bidan tersebut harus melakukan semuanya itu dengan cara
yang bersifat sayang ibu meliputi:
- Aman, sesuai evidence based, dan memberi sumbangan pada
keselamatan jiwa ibu.
- Memungkinkan ibu merasa nyaman, aman, secara emosional serta
merasa didukung dan didengarkan.
- Menghormati praktek-praktek budaya, keyakinan agama, dan
ibu/keluarganya sebagai pengambil keputusan.
- Menggunakan cara pengobatan yang sederhana sebelum memakai
teknologi canggih.
- Memastikan bahwa informasi yang diberikan adekuat serta dapat
dipahami ibu.
POSISI UNTUK PERSALINAN
POSISI ALASAN / RASIONALISASI
Duduk atau setengah duduk - Lebih mudah bagi bidan untuk
membimbing kelahiran kepala bayi dan mengamati / mensupport
perineum.
Posisi merangkak
- Baik untuk persalinan dengan punggung yang sakit
- Membantu bayi melakukan rotasi
- Peregangan minimal pada perineum
Berjongkok atau berdiri
- Membantu penurunan kepala bayi
- Memperbesar ukuran panggul: menambah 28% ruang outletnya
- Memperbesar dorongan untuk meneran (bisa memberi kontribusi
pada laserasi perineum)
Berbaring miring ke kiri
- Memberi rasa santai bagi ibu yang letih
- Memberi oksigenasi yang baik bagi bayi
- Membantu mencegah terjadinya laserasi
Mengapa tidak boleh bersalin dalam posisi terlentang / lithotomi?
- Dapat menyebabkan Sindrome supine hypotensi karena tekanan pada
vena kava inferior oleh kavum uteri, yang mengakibatkan ibu pingsan
dan hilangnya oksigen bagi bayi.
- Dapat menambah rasa sakit
- Bisa memperlama proses persalinan
- Lebih sulit bagi ibu untuk melakukan pernafasan
21

- Membuat buang air lebih sulit


- Membatasi pergerakan ibu
- Bisa membuat ibu merasa tidak berdaya
- Bisa membuat proses meneran menjadi lebih sulit
- Bisa menambah kemungkinan terjadinya laserasi pada perineum
- Bisa menimbulkan kerusakan syaraf pada kaki dan punggung.
5. PENGURANGAN RASA NYERI
Penny Simpkin menjelaskan cara-cara untuk mengurangi rasa sakit ini
ialah:
- Mengurangi sakit di sumbernya
- Memberikan rangsangan alternatif yang kuat
- Mengurangi reaksi mental yang negatif, emosional, dan reaksi fisik
ibu terhadap rasa sakit.
Pendekatan-pendekatan untuk mengurangi rasa sakit, menurut
Varneys Midwifery:
- Adanya sesorang yang dapat mendukung dalam persalinan
- Pengaturan posisi
- Relaksasi dan latihan pernafasan
- Istirahat dan privasi
- Penjelasan mengenai proses/kemajuan/prosedur yang akan dilakukan
- Asuhan diri
- Sentuhan dan masase
- Counterpressure untuk mengurangi tegangan pada ligament
sacroiliaka
- Pijatan ganda pada pinggul
- Penekanan pada lutut
- Kompres hangat dan kompres dingin
- Berendam
- Pengeluaran suara
- Visualisasi dan pemusatan perhatian
- Musik.
Activity :
Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengajukan
pertanyaan terhadap materi yang kurang jelas
Summary :
Menjawab pertanyaan yang diajukan mahasiswa

22

Evaluasi

Metoda :
Kuis

Kesimpulan

Metoda :

Kebutuhan Dasar pada Ibu

CTJ

Bersalin

Diskusi

1. Dukungan fisik dan psikologis

Ilustrasi

2. Kebutuhan makanan dan cairan


3. Kebutuhan eliminasi

Alat Bantu:

4. Posisioning dan aktifitas


5. Pengurangan
rasa nyeri
DOKUMEN
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Penutup

(RPP)

1) Menyamakan persepsi
No. dengan mahasiswa

Laptop
LCD
Metoda :
Ceramah

2) Menyimpulkan materi bersama-sama dengan mahasiswa


Ilustratif
AKADEMI
KEBIDANANbahwa
SUMATERA
BARAT
3) Memberitahukan
OPS telah
tercapai( AKBID SUMBAR )
RENCANA
PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
(RPP) TEORI
4) Menganjurkan
mahasiswa
untuk membaca handout
dan buku
Program Studi penunjang lain
: Diploma III Kebidanan
Mata Kuliah 5) Memberitahukan
: Asuhan
Kebidanan
materi
yang akan1 datang
Standar Kompetensi
: Menjelaskan mengenai memberikan asuhan persalinan
6) Mengucapkan salam
kala 1
Kompetensi Dasar
: Menjelaskan perubahan fisiologis dan psikologis pada
Kala 1, Manajemen Kala 1, Menilai kemajuan persalinan,
Topik
Dosen
Referensi

membuat rencana asuhan kala 1


: Memberikan asuhan persalinan kala 1
: Rahmatul Ulya
:
1. Varneys Midwifery, 1997
2. Buku Askeb III pada Intra Partum, Pusdiknakes,
WHO, JHPIEGO, 2001
3. CCU, JHPIEGO tahun 2002
4. Bobak, Jansen. Esential of Maternity Nursing,
Mosby Company, 1984
5. Saifuddin, Buku Acuan Nasional Pelayanan
Kesehatan Maternal dan Neonatal, 2000

23

TAHAPAN PEMBELAJARAN
24

Waktu

Isi

Metoda & Alat


Bantu

6. Memberikan Salam

Metoda :

7. Memberikan ilustrasi latar belakang materi dan Ceramah ilustratif


menghubungkan materi ini dengan materi sebelumnya
8. Menyampaikan OPS

Alat Bantu :

9. Meyampaikan Struktur Pembelajaran (menjelaskan LCD


referensi, pokok-pokok materi yang akan dibahas dan OHP
proses pembelajaran)

White board

10. Memotivasi siswa dengan menyampaikan pentingnya


materi hari ini jika sudah memasuki dunia kerja
Metoda : Ceramah Tanya Jawab, Diskusi
Objektif Perilaku Siswa
4. Pada akhir perkuliahan, tanpa melihat catatan mahasiswa mampu menjelaskan mengenai
konsep dasar asuhan kebidanan, sebab sebab terjadnya persalinan, faktor faktor yang
mempengaruhi persalinan, tahapan persalinan, tujuan asuhan persalinan, tanda tanda
persalinan.
5. Pada akhir perkuliahan, tanpa melihat catatan mahasiswa mampu menjelaskan mengenai
faktor faktor yang mempengaruhi persalinan
6. Pada akhir perkuliahan, tanpa melihat catatan mahasiswa mampu menjelaskan kebutuhan
dasar selama persalinan
URAIAN MATERI
Explaination :

Metoda :

Activity :

CTJ

Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengajukan Alat Bantu :


pertanyaan terhadap materi yang kurang jelas

Power point

Summary :

LCD

Menjawab pertanyaan yang diajukan mahasiswa

Laptop
Infocus
White Board

25

Evaluasi

Metoda :
Kuis

Kesimpulan

Metoda :

Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks, dan janin

turun

kedalam jalan lahir. Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologi yang
normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan
(37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung

CTJ
Diskusi
Ilustrasi

dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin
Tahapan Persalinan
Kala 1
Kala 2
Kala 3
Kala 4

Alat Bantu:

Penutup

Metoda :

7. Menyamakan persepsi dengan mahasiswa

Ceramah

8. Menyimpulkan materi bersama-sama dengan mahasiswa

Ilustratif

Laptop
LCD

9. Memberitahukan bahwa OPS telah tercapai


10. Menganjurkan

mahasiswa untuk membaca handout dan buku

penunjang lain
11. Memberitahukan materi yang akan datang
12. Mengucapkan salam

26