Anda di halaman 1dari 2

PENCUCIAN LINEN KOTOR

Nomor Dokumen

Nomor Revisi

Halaman

B
Tanggal Terbit
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
Pengertian

13/01/2011

1/2
Ditetapkan,
Direktur

Suatu proses pembersihan kotoran/nodanoda yang melekat


pada linen, dengan menggunakan air dan bahan kimia pencuci
linen.

Tujuan

1. Mencegah terjadinya infeksi nosokomial.


2. Untuk memenuhi kebutuhan unit kerja.
3. Untuk mendapatkan linen bersih, sehingga terasa nyaman saat
digunakan.

Kebijakan

Pencucian linen dilaksanakan oleh pelaksana laundry ditempat


laundry yang terpisah dari kegiatan pelayanan lainnya, memenuhi
persyaratan dan selalu terjaga kebersihan tempat maupun
peralatannya.

Prosedur

1. Handle listrik di ON kan/dinyalakan, sehingga mesin dalam


keadaan menyala.
2. Petugas memakai perlengkapan kerja, seperti: pakaian kerja,
alat pelindung diri (masker, sarung tangan, apron dan sepatu
boot).
3. Linen kotor dipisahkan, antara linen kotor infeksius dan linen
kotor non infeksius.
4. Linen kotor direndam 10 menit dengan detergen sesuai
dengan takaran yang telah ditentukan, dan dipisahkan
berdasarkan jenis dan tingkat kekotorannya, serta dipisahkan
antara linen kotor infeksius dan linen kotor non infeksius.
5. Untuk kotoran yang ada noda darah dan kotoran lainnya
(feces pasien) proses perendaman ditambahkan dengan
detergen penghilang noda atau kaporit.
6. Linen kotor dimasukkan kedalam mesin cuci sesuai dengan

PENCUCIAN LINEN KOTOR


Nomor Dokumen

Nomor Revisi

Halaman

B
Tanggal Terbit
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

2/2
Ditetapkan,
Direktur

13/01/2011
kapasitas mesin cuci.

7. Pembilasan dilakukan 10 menit dengan menggunakan air


dingin biasa, kemudian air dibuang.
8. Linen direndam di dalam ember yang telah diberikan softener /
pewangi, lalu linen diperas.
9. Proses

pencucian

selesai,

mesin

dibuka

dan

dikeluarkan, mesin dimatikan, handle listrik di Off kan.


Unit Terkait

Laundry

cucian