Anda di halaman 1dari 9

1.

Identitas Pasien dan Keluarga:


a. Identitas Pasien
Nama : Tn. Acum Cartasum
Usia : 38 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
TTL : 10 Agustus 1974
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Swasta
Status Perkawinan : Menikah
Agama : Islam
Tanggal Masuk RS : 23-08-2012
Diagnosa Medis : Ileus Obstruksi partial, e.c CA rectosigmoid
Alamat : Dusun Stang, RT08 RW03, Kec Ligung, Desa Legaran, Majalengka, Jawa barat.
b. Identitas Penanggung Jawab
Nama : Ny. Ntrur Tursimah
Usia : 33 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Buruh
Alamat : Dusun Stang, RT08 RW03, Kec Ligung, Desa Legaran, Majalengka, Jawa barat.
Hubungan dengan klien : Istri

2. Riwayat Kesehatan :
A. Keluhan Utama : Nyeri pada daerah perut
B. Riwayat Kesehatan Sekarang :
Nyeri yang dirasakan seperti ditusuk-tusuk, dirasakan meningkat saat bergerak dan
bangun serta berkurang saat istirahat, nyeri dirakan di daerah sekitar perut saja dengan
skala nyeri 3 (0-5). Nyeri dirasakan setiap saat.
1

C. Riwayat Kesehatan Dahulu :


Klien pernah menderita gastritis sebelumnya, dan sembuh ketika berobat ke dokter.
Pola hidup bersih pasien cukup tinggi, dimana pasien selalu memeriksa ulang kebersihan
rumah dan alat rumah tangga seperti piring sendok dll, pasien juga sangat apik dan rapi,
selalu memperhatikan penampilannya, dimana selalu mengganti baju ketika dirasanya
sedikit kotor.
D. Riwayat Kesehatan Keluarga :
Pasien menyatakan bahwa keluarganya yaitu kakeknya, pernah menderita hernia.
E. Riwayat Psikososial Spiritual :

Psikososial :
Body image : klien merasa malu dengan keadaan dirinya yang sekarang dimana
dilakukan tindakan kolostomi pada dirinya sehingga ada stoma di perutnya.
Ideal Diri : klien menyatakan ingin sembuh dan beraktifitas seperti biasa
Harga Diri : klien menyatakan merasa malu dengan keadaan dirinya sekarang, dan
sempat tidak ingin bertemu istrinya pada saat awal masuk, sehingga pasien dijaga
oleh ibu kandungnya
Identitas : klien menyatakan dirinya sebagai laki-laki dan kepala kelurga
Peran : klien menyatakan sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah

Spiritual

Pasien kurang memperhatikan sisi spiritualnya, hal ini dibuktikan dengan klien
yang tidak pernah sholat. Pasien harus selalu diingatkan oleh istrinya baru mau
sholat.
F. Riwayat ADL :

Makan : Klien menyatakan makan 3 x sehari, dengan rata-rata 4-5 sendok habis
sekali makan.
Minum : Klien menyataakan minum 1 gelas gelas /hari secara mandiri
Personal hygiene : Klien menyatakan semenjak di rawat di RS (23 agustus 2012),
klien belum pernah mandi, hanya membersihkan badan seadanya dengan lap
basah dibantu oleh istrinya.
BAK : Klien menyatakan buang air kecil 9-10 kali /hari melalui botol
BAB : Klien menyatakan buang air besar 4 kali/ hari sekali. Karakteristik encer
dan keluar sedikit- sedikit melalui stoma
Aktivitas : Klien hanya terbaring di tempat tidur. Makan dan minum kadang
dibantu oleh keluarganya.

3. Pemeriksaan Fisik :

TTV :

- HR : 93x/menit irreguler
- TD : 110/90 mmHg
- Suhu ; 36,5oc
- RR : 23x/menit
Pengkajian Fokus :
a. Inspeksi : Bentuk abdomen tidak simetris, kesan membuncit,
b. Palpasi : adanya distensi pada permukaan abdomen, adanya nyeri tekan
c. Auskultasi : Bising usus meningkat :> 12 kali /menit
d. Perkusi : -

4. Pemeriksaan Diagnostik :
a. Lab lengkap :
Hematologi :
- HB 10,8 (13,5-17,5) g/dl *
- HT 33 (40-52) % *
- Leukosit 21.000 (4.400-11.300) mm3 *
- Eritrosit 3.98 (4,5-6,5) juta/ul *
- Trombosit 352.000 (150.000-450.000) /mm3
d. Rontgen Abd 3 posisi

5. Terapi :
a. Tindakan :
- Kateter
- kolostomy
b. Farmakologi :
- Ceptiaxone 1x2 gr IV
- Ketorolac 1x2 gr IV
- Ranitidine 2x1 gr IV
3

6. Analisa Data
Data

Etiologi

Masalah

DS : Pasien mengeluh nyeri di


bagian abdomen
DO : Skala Nyeri 3 (0-5)

CA rectosigmoid

Nyeri

Hiperplasia sel kanker

Merusak sel tubuh yang baik


disekitarnya

Merangsang proses inflamasi


salah satunya adalah nyeri
DS : Klien menyatakan kalau
CA rectosigmoid
dirinya tidak mau bertemu
dengan mahasiswa profesi
karena malu
Obstruksi colon descenden
DO : Klien menolak untuk
berpartisipasi
dalam
perawatan yang dilakukan Penumpukan feses dan gas
oleh perawat

Gangguan citra tubuh

Indikasi tindakan Larastomi


eksplorasi

Dilakukan tindakan kolostomi


untuk pembebasan eliminasi

Eliminasi melalui lubang


stoma pada abdomen

Koping tidak adekuat terhadap


penerimaan diri

Gangguna citra tubuh

DS :Pasien mengatakan kalau


nanti akan dilakukan operasi.
Mudah-mudahan saya bisa
kembali seperti semula
DO
:
Pasien
sesekali
menangis,
dan
meratapi
nasibnya, serta berbicara
bahwa dirinya akan di operasi
beberapa hari lagi

CA rectosigmoid

Cemas

Semakin hari semakin


berkembang dan berlanjut ke
stadium selanjutnya

Indikasi dilakukan tindakan


operasi pengangkatan massa
kanker

Mekanisme koping pasien


tidak adekuat

Cemas

7. Rencana Asuhan Keperawatan


No
1

Diagnosa
Keperawatan

Perencanaan
Tujuan
Intervensi
Gangguan rasa Tupan :
1. Kaji nyeri, catat
nyaman nyeri Nyeri berkurang
lokasi,
dan
yang
Tupen :
intensitas (skala
berhubungan
Setelah
dilakukan
0-5)
dengan
perawatan selama 3 hari, 2. Berikan tindakan
kenyamanan
keganasan
nyeri berkurang dengan
misalnya: ubah
kanker
pada criteria:
posisi. Yakinkan
daerah
Klien
tampak

Rasional
1.
Membantu
mengevaluasi derajat
ketidaknyamanan dan
keefektifan analgesik.
2.
Meningkatkan
relaksasi dan dapat
meningkatkan
kemampuan koping
5

rectosigmoid

tenang
Klien
menyatakan
nyeri berkurang
Skala nyeri 2 (05)

pada
pasien
bahwa perubahan
posisi tidak akan
mencederai
stoma.
Kolaborasi :
3. Berikan
obat
sesuai indikasi, 3. Menurunkan nyeri,
misalnya
: meningkatkan
analgesik
dan kenyamanan
narkotik.
Analgesi
dikontrol
pasien(ADP)

2.

Gangguan rasa
aman
cemas
yang
berhubungan
dengan
pemasangan
colostomi
padan
sisi
abdomen
pasien

1. Dorong
pasien
untuk
menyatakan
perasaan tentang
ostomi.
Akui
kenormalan
perasaan marah,
depresi
dan
kehilangan.

1. Membantu pasien
untuk
menyadari
perasaannya
tidak
baisa dan perasaan
bersalah
tentang
dirinya
tidak
perlu/tidak membantu.
Pasien perlu untuk
mengenali perasaan
sebelum ia dapat
menerima
dengan
efektif

Tupan :
Penerimaan citra tubuh
pasien semakin adekuat
Tupen :
Setelah
dilakukan
tindakan
keperawatan
selama
3
hari
penerimaan citra tubuh
pasien
meningkat
dibuktikan dengan :
Menyatakan
penerimaan diri 2. Berikan
pasien/orang
2. Meskipun integritas
sesuai situasi
terdekat
untuk stoma pada gambaran
Menunjukkan
memandang dan diri
memerlukan
penerimaan
menyentuh
waktu berbulan-bulan
dengan
stoma, gunakan atau juga tahunan,
melihat/menyent
kesempatan
melihat pada stoma
uh stoma dan
untuk
dan
mendengarkan
berpartisipasi
memberikan
komentar
(dibuat
dalam perawatan
tanda
positif
dengan
normal
stoma
tentang
kejadian yang nyata)
penyembuhan,
6

penampilan
normal,
dan
sebagainya.
Ingatkan
pada
pasien
bahwa
penerimaan
memerlukan
waktu,
baik
secara fisik dan
emosi.

3. Pertahankan
pendekatan
positif
selama
aktivitas
perawatan.
Hindari ekspresi
menghina
atau
reaksi
berubah
mendadak.
Jangan lihatkan
rasa marah secara
pribadi

2.

Tupan :
Gangguan rasa Rasa cemas berkurang
nyaman cemas Tupen :
yang
Setelah
dilakukan
berhubungan
tindakan
keperawatan
dengan
pre selama 3 hari. Rasa
operasi
cemas
berkurang
pengangkatan
dinyatakan dengan :
massa kanker
Tampak
rileks
dan melaporkan
kecemasan dan

dapat
membantu
pasien
dalam
penerimaan
ini.
Menyentuh
stoma
meyakinkan
pasien/orang terdekat
bahwa hal itu tidak
mudah rusak dan
bahwa gerakan pada
stoma secara nyata
menunjukan
peristaltik
yang
normal
3. Bntu pasien/orang
terdekat
untuk
menerima perubahan
tubuh dan merasakan
baik
tentang
diri
sendiri. Marah paling
sering ditujukan pada
situasi dan kurang
control
individu
terhadap apa yang
terjadi, bukan pada
pemberi perawatan

1. Pertahankan
kontak
sering
dengan
pasien.
1.
Memberikan
Bicara
dengan
keyakinan
bahwa
menyentuh pasien
pasien tidak sendiri
bila tepat
atau ditolak; berikan
respek
dan
penerimaan individu,
mengembangkan
2. Berikan informasi
kepercayaan.
akurat, konsisten
mengenai
2. Dapat menurunkan
prognosis.
kecemasan
dan
Hindari
7

melaporkan
kecemasannya
berkurang.

memperdebatkan memungkinkan pasien


tentang persepsi membuat kepurtusan
pasien terhadap berdasarkan realita.
situasi
3. Ijinkan ekspresi
marah, kecewa
tanpa konfrontasi.
Berikan
informasi dimana
perasaan adalah
normal
dan
diekspresikan
secara tepat.

3.
Penerimaan
perasaan
memungkinkan pasien
mulai hadapi situasi

8. Implementasi keperawatan
Tanggal

Jam

Tindakan Keperawatan

30-08-2012

11:10 WIB

Mengkaji tingkat nyeri pada pasien

11:20 WIB

Mengukur tanda tanda vital pasien

11:30 WIB

Berbincang-bincang
dengan
pasien
sehingga terjalin trust dan memberitahu
kepada pasien bahwa untuk relaksasi dapat
dilakukan dengan mengubah posisi, dan
meyakinkan pasien bahwa merubah posisi
tidak akan mempengaruhi stoma

13:05 WIB

Berbicara

dan

mengenal

pasien

Paraf

dan
8

keluarganya lebih dekat serta, meyakinkan


pasien akan penerimaan tentang dirinya
sekarang tanpa ada rasa marah pribadi,serat
mendorong pasien untuk melihat dan
menyentuh stomanya
31-08-2012

04:30
rutin

WIB-dst

05:00
rutin

WIB-dst

Memberikan obat analgesik (ketorolac)


sesuai indikasi.

Selalu kontak dengan pasien dan


mengobrol dengan keluarganya, serta
memberikan informasi tentang prognosis
penyakit, sembari meningkatkan aktivitas
koping pasien

9. Evaluasi keperawatan
Tanggal

Catatan Perkembangan

30-08-2012

Subjektif : Klien menyatakan nyeri berkurang


Objektif : Klien merasa tenang, dan skala nyeri 2 (0-5)

31-08-2012

Subjektif : Klien sudah mulai bercerita tentang dirinya

Objektif : Klien sudah mulai berani memegang stomanya,


pasien sudah mulai menerima dirinya, pasien sudah mulai
bisa tertawa dan tersenyum

Paraf