Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN RESMI PRATIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN CAIR-SEMI

PADAT

LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN CAIR-SEMIPADAT

PERCOBAAN II
SUSPENSI

DISUSUN OLEH :

- Ari Munjirotun N

(A1131002)

-Tri Anik

(A1131012)

-Yohana Eny L

(A1131016)

LAPORAN RESMI PRATIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN CAIR-SEMI


PADAT

SUSPENSI IBUPROFEN
I.
II.

III.

JUDUL
SUSPENSI IBUPROFEN
TUJUAN
1. Membuat sediaan suspensi dengan metode pembuatan praesipitasi
2. Melakukan pengujian terhadap sediaan suspensi
3. Mengetahui pengaruh suspending agent terhadap mutu fisik suspensi
TINJAUAN PUSTAKA
A. PUSTAKA
Suspensi adalah sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus
dan tidak terlarut, terdispersi dalam cairan pembawa.
Zat yang terdispersi harus halus, tidak boleh cepat mengendap dan bila digojok
perlahan-lahan endapan harus segera terdispersi kembali.

Dapat ditambahkan zat

tambahan untuk menjamin stabilitas suspensi tetapi kekentalan suspensi harus menjaga
sediaan mudah digojok dan dituang (Anief, Moh, 1997;149). Macam-macam sediaan
suspensi menurut Farmakope Indonesia edisi IV, digolongkan menjadi 4 macam, yaitu :
1. Suspensi oral adalah suspensi cair yang mengandung partikel padat yang terdispersi
dalam pembawa cair dengan bahan pengaroma yang sesuai dan ditujukan untuk
penggunaan oral.
2. Suspensi topikal adalah sediaan cair mengandung partikel padat yang terdispersi
dalam pembawa cair yang ditujukan untuk penggunaan pada kulit.
3. Suspensi tetes telinga adalah sediaan cair mengandung partikel yang sangat halus
yang ditujukan untuk diteteskan pada telinga bagian luar.
4. Suspensi optalmik adalah sediaan cairan mengandung partikel yang sangat halus,
terdispersi dalam cairan pembawa ditujukan untuk pemakaian pada mata. Suspensi
optalmik harus steril, zat yang terdispersi harus sangat halus, jika disimpan dalam
dosis ganda harus mengandung bakterisida dan zat terdispersi tidak boleh
menggumpal pada penyimpanan (anonim, 1979;32).
Suspensi yang baik, harus memiliki sifat fisik sebagai berikut:
1. Partikel suspensi harus kecil dan seragam, sehingga memberikan penampilan hasil
yang baik dan tidak kasar.
2. Suspensi harus tetap homogen pada suatu periode, paling tidak pada periode antara
pengocokan dan penuangan sesuai dosis yang dikehendaki.
3. Viskositas tidak boleh terlalu kental, sehingga tidak menyulitkan pada saat
penuangan dari wadah dan untuk mengurangi kecepatan pengendapan partikel yang
terdispersi.

LAPORAN RESMI PRATIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN CAIR-SEMI


PADAT

4. Pengendapan yang terjadi pada saat penyimpanan harus mudah didispersikan


kembali pada pengocokan.
Pembuatan suspensi mempunyai beberapa keuntungan, yaitu baik digunakan
untuk pasien yang sukar menelan tablet atau kapsul, terutama pada anak-anak.
Mempunyai homogenitas tinggi, dapat menutupi rasa tidak enak atau pahit pada obat,
mengurangi penguraian zat aktif yang tidak stabil dalam air.
Komponen suspensi secara umum
1. Zat aktif/bahan berkhasiat
Zat aktif merupakan bahan yang mampu memberikan efek terapi.
2. Bahan tambahan (suspending agent)
Yaitu bahan tambahan yang berfungsi mendispersikan partikel tindak larut dalam
pembawa dan meningkatkan viskositas sehingga kecepatan sedimentasi diperlambat.
Suspending agent dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu:
1. Bahan pensuspensi dari alam
Biasanya
menggunakan
jenis
gom/hidrokoloid.
Gom
dapat
larut/mengembang/mengikat air

sehingga campuran tersebut membentuk

mucilago/lendir. Dengan terbentuknya mucilago maka viskositas bertambah dan


menambah stabilitas suspensi. Kekentalan mucilago dipengaruhi oleh panas, PH
dan proses fermentasi bakteri.
a. Termasuk golongan Gom :
i. Acasia (pulvis gummi arabia)
Mucilago gom arab dengan kadar 35% kekentalannya kira-kira sama
dengan gliserin. Gom ini mudah dirusak bakteri sehingga harus
ii.

ditambahkan zat pengawet.


Chondrus
Ekstrak dari chondrus disebut caragen, merupakan derivat dari
saccharida, mudah dirusak bakteri jadi perlu penambahan bahan
pengawet.

iii.

iv.

Tragacanth
Mucilago tragacanth baik sebagai stabilitas suspensi saja, tetapi bukan
sebagai emulgator.
Algin
Algin adalah senyawa organik yang mudah mengalami farmentasi
bakteri sehingga suspensi ini memerlukan bahan pengawet. Kadar yang

dipakai sebagai suspending agent umumnya 1 2 %.


b. Suspending agent dari alam bukan gom
Adalah tanah liat yang sering digunakan untuk menambah stabilitas suspensi
ada 3 macam bentonite, hectorite & veegum.
Apabila tanah liat di masukkan ke dalam air, mereka akan mengembang &
mudah bergerak jika di lakukan penggojokan, peristiwa ini di sebut tiksotrofi
3

LAPORAN RESMI PRATIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN CAIR-SEMI


PADAT

2. Bahan suspensi sintesis


a. Derivat selulosa
Golongan ini meliputi metil selulosa (methasol, tylose), karboksi metil
selulosa (cmc), hidroksi metil selulosa. Golongan ini tidak diabsorpsi oleh
usus halus dn tidak beracun. Dalam hal farmasi juga digunakan sebagai
laksansia dan bahan penghancur dalam tablet.
b. Golongan organik polimer
Yang paling terkenal adalah Carbophol 934, merupakan serbuk putih bereaksi
asam, sedikit larut dalam air, tidak beracun dan tidak mengiritasi kulit
sehingga banyak digunakan sebagai bahan pensuspensi.
3. Bahan pembasah/humektan
Humktan sangat berguna dalam penurunan tegangan antar muka dan pembasah
akan dipermudah. Mekanisme kerjanya adalah menghilangkan lapisan valena
pada permukaan zat padat, sehingga zat padat dan humektan lebih mudah kontak
dengan pembawa. Contoh: Gliserin, propilenglikol, polietilenglikol dan larutan
gom (Ansel, 1989;362).
4. Pemanis
Berfungsi untuk memperbaiki rasa sediaan, contoh: sirupus simplex, sukrosa.
5. Pengawet
Berfungsi untuk mencegah terjadinya pertumbuhan mikroba dalam sediaan
sehingga dapat menstabilkan dalam penyimpanan yang lama.
6. Pewarna dan pewangi
7. Bahan pembawa
Sebagai bahan pembawa untuk suspensi adalah air dan minyak.
Beberapa faktor yang mempengaruhi stabilitas suspensi adalah:
a. Ukuran Partikel
Semakin besar ukuran partikel semakin kecil luas penampanganya, sedangkan
semakin besar luas penampang partikel, daya tekan keatas cairan akan semakin
memperlambat gerakan partikel untuk mengendap, sehingga untuk memperlambat
gerakan tersebut dapat dilakukan dengan memperbaiki ukuran partikel.
b. Kekentalan (viskositas)
Makin kental suatu cairan kecepatan alirnya makin turun (kecil), dengan demikian
menambah viskositas cairan, gerakan turun dari partikel yang di kandungnya akan
diperlambat. Tetapi perlu di ingat bahwa kekentalan suspensi tidak boleh terlalu
tinggi agar sediaan mudah di kocok & di tuang.
Hal ini dapat di buktikan dengan hukum STOKES : V = d2 ( - o) g

Keterangan : V
= kecepatan aliran
d
= diameter dari partikel

= berat jenis dari partikel


4

LAPORAN RESMI PRATIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN CAIR-SEMI


PADAT

o
g

= berat jenis cairan


= gravitasi
= viskositas cairan

c. Jumlah partikel (konsentrasi)


Makin besar konsentrasi partikel, makin besar kemungkinan terjadinya endapan
partikel dalam waktu singkat. Hal tersebut dikarenakan adanya benturan antar
partikel sehingga akan menyebabkan terbentuknya endapan.
d. Sifat atau muatan partikel
Dalam suatu suspensi kemungkinan besar terdiri dari beberapa macam campuran
bahan yang sifatnya tidak selalu sama. Dengan demikian ada kemungkinan terjadi
interaksi antar bahan yang menghasilkan bahan yang sukar larut dalam cairan
tersebut, karena sifat bahan tersebut sudah merupakan sifat alam, maka kita tidak
dapat mempengaruhinya.
Metode Pembuatan Suspensi
a. Metode Dispersi
Dengan menambahkan serbuk bahan obat kedalam mucilago yang telah terbentuk
kemudian baru diencerkan. Sering juga terjadi kesukaran pada saat mendispersi
serbuk kedalam vehicle, hal tersebut karena adanya udara, lemak atau kontaminan
pada serbuk. Serbuk yang sangat halus mudah kemasukan udara sehingga sukar
dibasahi. Mudah dan sukarnya terbasahi tergantung besarnya sudut kontak antara
zat terdispersi dengan medium. Bila sudut kontak 90 serbuk akan mengembang
diatas cairan. Serbuk yang demikian, disebut memiliki sifat hidrofob. Untuk
menurunkan tegangan antar muka antara partikel zat padat dengan cairan tersebut
perlu ditambahkan zat pembasah atau wetting agent, contoh: gliserin.
b. Metode Praesipitasi
Zat yang hendak didispersi dilarutkan dahulu dalam pelarut organik yang hendak
dicampur dengan air. Setelah larut dalam pelarut organik, diencerkan dengan larutan
pensuspensi dalam air. Akan terjadi endapan halus dan tersuspensi dengan bahan
pensuspensi. Contoh: etanol, propilenglikol dan polietilenglikol.
Sistem Pembentukan Suspensi
a. Sistem flokulasi
Dalam sistem flokulasi, partikel terflokulasi terikat lemah, cepat mengendap dan
pada penyimpanan tidak terjadi cake dan mudah tersuspensi kembali.
b. Sistem deflokulasi

LAPORAN RESMI PRATIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN CAIR-SEMI


PADAT

Dalam sistem deflokulasi, partikel deflokulasi mengendap perlahan dan akhirnya


membentuk sedimen, dimana terjadi agregasi akhirnya terbentuk cake yang keras
dan sukar tersuspensi kembali.
B. BAHAN OBAT
1. Ibuprofen/Ibuprofenum
Pemerian serbuk hablur, putih hingga hampir putih, berbau khas lemah. Kelarutan:
Praktis tidak larut dalam air, sangat mudah larut dalam etanol dalam metanol, dalam
aseton dan dalam kloroform. Sukar larut dalam etil asetat.
Khasiat dan penggunaan sebagai analgetik dan anti radang (Anomim, 1995). Dosis
maximum 3 - 4 x 400 mg; dosis pemeliharaan 3 x sehari 200 mg (Tjay, 2007;915)
2. Natrii Carboxymethylcellulosum/CMC Na/Cellulosum
Pemerian serbuk hablur sangat halus; putih; tidak berbau.
Kelarutan praktis, tidak larut dalam air, dalam asam encer dan dalam kebanyakan
pelarut organik.
Khasiat dan penggunaan

sebagai

zat

tambahan

(suspending

agent)

(Anonim,1979;135).
Pada formula ini digunakan sebagai oral solutions sebanyak 0,1-1.0% (HPE
ed.VI;119).
3. Glycerol
Pemerian cairan seperti sirop; jernih; tidak berwarna; tidak berbau; manis diikuti rasa
hangat, higroskopik.
Kelarutan dapat campur dengan air dan dengan etanol (95%) P
Khasiat dan penggunaan sebagai zat tambahan (anonim, 1979;271 - 272).
Pada formula ini digunakan sebagai Emollient dan humectant sebanyak 30%
sebagai antimicrobial preservative < 20% (HPE ed.VI;283).
4. Sorbitol
Pemerian serbuk, butiran atau kepingan; putih; terasa manis; higroskopik. Kelarutan
sangat mudah larut dalam air, sukar larut dalam etanol (95%) P.
Khasiat dan penggunaan sebagai zat tambahan (Anonim, 1979;567 568)
Guna dalam formula: oral solutions sebanyak 20 35% (pemanis) (HPE ed.VI;679)
5. Essens dan FDC
Khasiat dan penggunaan: corigen odoris dan corigen coloris dengan jumlah
secukupnya (3-5 tetes).
6. Aquadest/air suling
Pemerian cairan jernih; tidak berwarna; tidak berbau; tidak mempunyai rasa
(Anonim,1979;96).
IV.

FORMULA
R/ Ibuprofen 200 mg/5 ml
CMC Na
0,5 %
Glycerol
15 %
Sorbitol
25 %
6

LAPORAN RESMI PRATIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN CAIR-SEMI


PADAT

Essens dan FDC q.s


Aqua dest ad 150 ml
V.

VI.

ALAT DAN BAHAN


A. Alat :
- Gelas ukur
- Mortir dan stemper
- Viskometer
B. Bahan :
- Ibuprofen
- Aqua dest

- sendok tanduk
- pH meter
- timbangan

- termometer
- batang pengaduk
- piknometer

- glycerol
- Sorbitol

- CMC Na
- Essense dan FDC

PERHITUNGAN DOSIS DAN BAHAN


A. Perhitungan Dosis
Ibuprofen; DM 1x
:
400 mg
1 hari
: 3 4 x sehari 400 mg
Formula mengandung ibuprofen 200 mg/5 ml = 1 cth : 200 mg
cth : 100 mg
cth : 50 mg
cth : 66,67 mg
cth : 150 mg
Usia
2 th

3 th

4 th

5 th

6 th

7 th

Perhitungan Dosis
1x=

Rentang Dosis

Dosis
Pemakaian

Cek OD

2
2 + 12
1h=3-4x

400 mg

57,14 mg

50 mg = cth

50/57 = 0,88 <1

57,14 mg

171,42 - 228,56 mg

200/228 = 0,88 <1

1x=

3 - 4 x cth =
150 mg 200 mg
cth
3 4 x cth =
200 266,68 mg
cth

266/320 = 0,83 < 1

3 4 x cth =
300 400 mg
cth

400/400 = 1 1

3 4 x cth =
300 400 mg
cth

400/470 = 0,85 <1

3
3 + 12
1h=3-4x

400 mg

80 mg

80 mg

240 320 mg

1x=

4
4 + 12
1h=3-4x

400 mg

100 mg

100 mg

300 400

1x=

5
5 + 12
1h=3-4x

400 mg

117,65 mg

117,65 mg

352,92 470,51 mg

1x=

6
6 + 12
1h=3-4x

400 mg

133,33 mg

133,33 mg

400,02 533,32 mg

1x=

400 mg

147,37 mg

147,37 mg

442,08 589,44 mg

7
7 + 12
1h=3-4x

8 th

1 x = 8/20 x 400 mg
1 h = 3 - 4 x 160 mg

160 mg
480 640 mg

9 th

1 x = 9/20 x 400 mg
1 h = 3 - 4 x 180 mg

180 mg
540 720 mg

3 4 x - cth =
300 400 mg
3 4 x cth =
300 400 mg

66/80 = 0,83 < 1

100/100 = 1 1

100/117 = 0,85 <1

100/133 = 0,75 <1


400/533 = 0,75 <1
100/147 = 0,68 <1
400/589 = 0,68 <1

cth
3 - 4 x cth =
450 600 mg
cth
3 - 4 x cth =
450 600 mg

150/160 = 0,94 <1


600/640 = 0,94 <1
150/180 = 0,83 <1
600/720 = 0,83 <1

LAPORAN RESMI PRATIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN CAIR-SEMI


PADAT

10 th

1 x = 10/20 x 400 mg
1 h = 3 - 4 x 200 mg

200 mg
600 800 mg

11 th

1 x = 11/20 x 400 mg
1 h = 3 - 4 x 220 mg

220 mg
660 880 mg

12 th

1 x = 12/20 x 400 mg
1 h = 3 - 4 x 240 mg

240 mg
720 960 mg

13 th

1 x = 13/20 x 400 mg
1 h = 3 - 4 x 260 mg

260 mg
780 1.040 mg

1 cth
3 - 4 x 1 cth =
600 800 mg
1 cth
3 - 4 x 1 cth =
600 800 mg
1 cth
3 - 4 x 1 cth =
600 800 mg
1 cth
3 - 4 x 1 cth =
750 1.000 mg

200/200 = 1 1
800/800 = 1 1
200/220 = 0,91 <1
800/880 = 0,91 <1
200/240 = 0,83 <1
800/960 = 0,83 <1
250/260 = 0,96 <1
1000/1040 = 0,96
<1

B. Perhitungan Bahan
Nama Bahan
Ibuprofen

Perhitungan
200 mg/5 ml x 150 ml

Penimbangan
6 gr 5,998 gr

CMA Na
Glycerol

0,5 % x 150 ml
15% x 150 ml

0,75 gr 0,754 gr
22,5 gr 22,513 gr

Sorbitol
Essense dan FDC

25 % x 150 ml
-

37,497 gr
q.s

Aqua dest
VII.

ad 150 ml

Fungsi
Analgetik, Antipiretik,
anti radang
Suspending agent
Humectan
dan
antimikroba
Pemanis
Corrigen odoris dan
c.coloris
pelarut

SKEMA
A. SKEMA CARA KERJA
Siapkan alat dan bahan
Kalibrasi botol 150 ml
Timbang ibuprofen
Mortir, dihaluskan,
disisihkan
Timbang CMC Na, kembangkan dalam 15 ml
air panas
Timbang Glicerol, tambahkan ibuprofen, aduk ad
homogen
Larutan CMC Na (muchilago), gerus ad homogen
Botol, cukupkan dengan aqua dest ad 150 ml, kocok ad
homogen
Tambahkan essense dan FDC secukupnya, kocok ad
homogen

B. SKEMA PENGUJIAN
Beri etiket putih + kocok dahulu
1. Organoleptis

Pengujian/evaluasi

Amati warna
cairan/sediaan
Cium aroma
cairan/sediaan
Rasakan rasa sediaan

LAPORAN RESMI PRATIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN CAIR-SEMI


PADAT

2. Bobot Jenis
Timbang piknometer kosong, catat
hasilnya/beratnya
Isi piknometer dengan air sampai penuh, kondisikan suhu
25c, timbang
Bersihkan piknometer sampai kering
Isi piknometer dengan sediaan sampai penuh, kondisikan suhu suhu
25c, timbang
Bersihkan piknometer sampai kering
Hitung volume air dengan rumus m (air)

air
Hitung Bj dengan rumus sediaan = m (sediaan) dan Bj zat =
sediaan
V (air)

3. Viskositas
Sediaan, masukkan ke dalam panci stainless
spedal 3
Atur posisi viskometer
Nyalakan viskometer dengan durasi 10s catat
waktu
Bersihkan viskometer dan keringkan

4. PH
Cuci beker glass dan keringkan
Masukkan sediaan ke dalam beker glass
Kalibrasi pH meter digital dengan larutan dapar
Celupkan ujung pH meter dalam beker glass
Catat angka yang muncuk pada pH meter

LAPORAN RESMI PRATIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN CAIR-SEMI


PADAT

Lakukan hal yang sama untuk pH air dan pH


sediaan
5. Volume Sedimentasi
Suspensi yang sudah dikocok, masukkan kedalam 3 tabung reaksi berskala
masing2 10 ml (Vo)
Gojok Suspensi tempatkan kedalam rak tabung
reaksi
Catat
Diamkan
volumebeberapa
akhir dengan
waktu
adanya
atau hari
sedimentasi volume akhir terhadap
volume yang diukur (Vu)
Catat volume endapan pada waktu 0,5,10,15,20,25,30,60 menit
dan 1 hari
Hitung volume sedimentasi (F)
F = Vu / Vo
Buat grafik antara F (sumbu y) terhadap waktu

VIII. DATA EVALUASI


(sumbu x)
1. Uji Organuleptis
Bau
: Aroma pisang
Warna
: Merah jambu
Rasa
: Manis diikuti pahit
2. Uji pH
pH dapar = 7,40
pH air
= 7,86
pH suspensi = 7,14
3. Viskositas
Viskositas gliserin (10 menit) = 2,5 dPas = 250 mPas (spidal 3) = 250 cp
Viskositas suspensi (10 menit) = 0,55 dPas = 55 mPas = 55 cp
4. Sedimentasi
Waktu
Pengamatan
5 menit
10 menit
15 menit
20 menit
25 menit
30 menit
60 menit
1 hari / 24 jam

Tabung 1

Tabung 2

Tabung 3

0,1
0,3
0,3
0,3
0,4
0,8

0,1
0,3
0,3
0,3
0,4
0,9

0,2
0,4
0,4
0,4
0,6
1

Vo tabung

1 = 8,5 mm
2 = 7,5 mm
3 = 8,5 mm
Vo rata-rata = 24,5 mm/3 = 8,17 mm

10

LAPORAN RESMI PRATIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN CAIR-SEMI


PADAT

Waktu (menit)
5 menit
10 menit
15 menit
20 menit
25 menit
30 menit
60 menit
1 hari / 24 jam

Vo / mm
8,17
8,17
8,17
8,17
8,17
8,17
8,17
8,17

Vu / mm
0
0
0,13
0,33
0,33
0,33
0,47
0,90

F = Vu / Vo
0/8,17 = 0
0/8,17 = 0
0,13/8,17 = 0,016
0,33/8,17 = 0,040
0,33/8,17 = 0,040
0,33/8,17 = 0,040
0,47/8,17 = 0,057
0,90/8,17 = 0,110

5. Bobot jenis (pada suhu 25 C)


air pada suhu 25 C = 0,996 gram/ml (FI IV;1030)
Volume sediaan = volume air
Perhitungan =
Bobot piknometer + air
= 41,800 gram
Bobot piknometer kosong
= 17,008 gram
Bobot air
= 24,792 gram
Bobot piknometer + zat
= 44,187 gram
Bobot piknometer kosong
= 17,008 gram
Bobot zat
= 27,179 gram

air = m air
v air

0,996 = 24,792 gram


v air
v air = 24,89 ml
sediaan = m sediaan = 27,179 gram = 1,092 g/ml
v sediaan
24,89 ml
Bj sediaan = sediaan = 1,092 = 1,096
air
0,996

Grafik Sedimentasi pada Suspensi Ibuprofen

Sumbu y = F

60
50
40
30
20
10
0
0 'm

5 'm

10 'm

15 'm

20 'm

25 'm

30 'm

60 'm

Sumbu x = waktu (menit)

IX.
X.
XI.

PEMBAHASAN
KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
11

LAPORAN RESMI PRATIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN CAIR-SEMI


PADAT

XII.

LAMPIRAN , BROSUR, ETIKET , KEMASAN


LIAFEN Forte
Ibuprofen
Komposisi
Liafen Forte Suspensi
ibuprofen 200 mg

tiap

sendok

takar

mengandung

Mekanisme kerja
Ibuprofen merupakan obat golongan AINS dengan efek analgesic
(meringankan rasa sakit) dan antipiretik (menurunkan demam).
Aktivitas analgesik yaitu dengan cara menghambat enzim
siklooksigenase yang mengakibatkan terhambatnya sintetis
prostaglandin yaitu suatu zat yang bekerja pada ujung syaraf
jaringan tubuh yang sakit. Aktivitas antiperetik yaitu dengan
bekerja dihipotalamus dengan meningkatkan vasodilatasi dan
aliran darah perifer. Ibuprofen diabsosi secara cepat dilambung
dengan kadar maksimum dalam plasma dicapai dalam waktu 1
sampai 2 jam, waktu paruh dalam plasma sekitar 2 jam. Efek
samping terhadap saluran cerna lebih ringan dibandingkan
asetosal maupun indometasin.
Indikasi
Menurunkan demam pada anak-anak
Meringankan nyeri ringan sampai sedang antara lain : nyeri
pada sakit gigi/cabut gigi, sakit kepala dan nyeri setelah
operasi.
Dosis dan aturan pakai
2 th
: sendok takar 3 - 4 x sehari
3 th
: 1/3 sendok takar 3 - 4 x sehari
4 7 th
: sendok takar 3 - 4 x sehari
8 9 th
: sendok takar 3 - 4 x sehari
10 12 th : 1 sendok takar 3 - 4 x sehari
Dewasa
: 1- 2 sendok takar 3 - 4 x sehari
Efek samping
Walaupun jarang terjadi, tetapi dapat timbul efek samping
sebagai berikut:
Gangguan saluran pencernaan termasuk mual, muntah,
diare, konstipasi dan nyeri lambung.
Pernah dilaporkan terjadi ruam kulit, bronkospasme,
trombositopenea, limfopenia.
Penurunan
ketajaman
penglihatan
dan
kesulitan
membedakan warna, akan sembuh jika pengobatan
dihentikan.
Kontra indikasi
-

Penderita yang hipersensitif terhadap ibuprofen atau obat


anti inflamasi non steroid lainnya, ulkus peptikus yang aktif
dan berat, penderita dengan gejala asma, rhinitis atau
urtikaria jika diberikan astosal atau obat anti inflamasi lain.
Kehamilan trimester ketiga.

Peringatan dan perhatian


-

Ibuprofen tidak direkomendasikan untuk anak dibawah usia


1 tahun.
Tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan
Sebelum penggunaan obat, konsutasikan lebih dulu ke
dokter bila menderita kelainan/riwayat penyakit, seperti :
Penyakit saluran cerna bagian atas (ulkus peptic)
Gangguan fungsi ginjal
Gagal jantung, hipertensi, serta penyakit lain yang
menyebabkan timbulnya retensi cairan tubuh.
Gangguan pembekuan darah
Asma, karena dapat menyebabkan bronkospasme

12

LAPORAN RESMI PRATIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN CAIR-SEMI


PADAT
-

Lupus eritematosus sistemik


Jangan digunakan besamaan dengan asetosal atau obat
lain serta anti koagulan golongan warfarin.
Bila setelah lima hari penggunaan nyeri tidak hilang,
segera hubungi dokter atau unit pelayanan kesehatan.
Tidak dianjurkan penggunaan pada kehamilan trimester
pertama dan kedua, juga pada wanita menyusui.

Penyimpanan
Simpan ditempat sejuk (15 25 o c) dan kering dalam wadah
tertutup rapat dan terlindung dari cahaya.
Kemasan
Liafen Forte suspensi : Botol 60 ml (No.Reg.DTL1400501533A1)

P. No. 1
Awas ! Obat
keras

PT. YURINI FARMA


SEMARANG - INDONESIA

Komposisi :
Tiap sendok takar (5 ml) mengandung Ibuprofen 200 mg
RASA PISANG
Indikasi :
Meringankan nyeri ringan sampai sedang antara lain sakit gigi, sakit kepala
Menurunkan demam
SIMPAN DITEMPAT SEJUK (15-25) o DAN KERING DALAM WADAH TERTUTUP RAPAT DAN TERLINDUNG DARI CAHAYA

KOCOK DAHULU SEBELUM DIMINUM

No.Reg.: DTL1400501533A1
ISI BERSIH 60 ml

Batch No. : A14402025


Mfg. Date: 03/2014
Exp. Date : 03/2018
HET (Rp) : 35.000/botol

Dibuat oleh
PT.YURINI FARMA
SEMARANG INDONESIA

FORTE
SUSPENSI

FORTE
SUSPENSI

13

P. No. 1
Awas ! Obat
keras
Baca aturan

LAPORAN RESMI PRATIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN CAIR-SEMI


PADAT

14