Anda di halaman 1dari 8

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kita tahu bahwa dalam era globalisasi sekarang rawan sekali dengan bahayabahaya yang datang baik dari dalam atau dari luar untuk menghancurkan keadaan
suatu bangsa. Hampir di seluruh aspek kehidupan terpengaruh oleh masa-masa
globalisasi ini. Misalkan saja di bidang sosial budaya, jika kita tidak waspada dengan
bahaya yang datang pada kebudayaan kita, maka akan banyak sekali hal-hal negatif
yang akan masuk ke dalam budaya kita sehingga budaya yang kita miliki, kita
banggakan akan semakin rusak dan dapat membahayakan kelangsungan hidup
budaya Nasional. Dan juga dalam era reformasi sekarang bangsa kita kurang
memperhatikan ketahanan sosial budaya. Hal ini terbukti bahwa adanya penafsiran
yang keliru terhadap kebebasan yang justru mengakibatkan konflik berbau SARA
yang dahulu dikritik oleh orde baru. Adanya fenomena perubahan yang disebabkan
faktor fisik, geografis, biologis, teknologis dan kultural, terutama faktor teknologi
cultural memegang peranan penting untuk perubahan sosial.
B. Tujuan
Tujuan yang kita harapkan setelah kita mengetahui pentingnya ketahanan
sosial budaya dalam menhadapi globalisasi adalah :
1. Agar nilai-nilai sosial budaya Indonesia tidak akan pernah hilang dari kehidupan
masyarakat

2. Agar kita dapat mencegah nilai-nilai sosial budaya yang bersifat feodal dan
kedaerahan
3. Supaya kita dapat bersikap kritis terhadap nilai-nilai sosial budaya dalam
rangka memilah-milah nilai budaya yang kondusif dan serasi untuk
menghadapi tantangan pembangunan bangsa di masa depan
4. Menjaga agar sosial budaya tidak luntur dengan adanya budaya-budaya
asing yang bersifat negatif.

II.

ISI

A. Pengertian Ketahanan Sosial Budaya


Ketahanan sosial budaya diartikan sebagai kondisi dinamik budaya
bangsa yang berisi keuletan untuk mengembangkan kekuatan Nasional dalam
menghadapi dan mengatasi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik
yang datang dari luar dan dari dalam yang secara langsung ataupun tidak
langsung membahayakan kelangsungan hidup sosial Negara Kesatuan Republik
Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 45

B. Wujud Ketahanan Sosial Budaya


Wujud ketahanan sosial budaya tercermin dalam kondisi kehidupan sosial
budaya manusia yang dijiwai kepribadian Nasional berdasarkan Pancasila, yang
mengandung kemampuan untuk mengembangkan kehidupan sosial budaya
manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan
YME, rukun, bersatu, berkualitas, maju dan sejahtera dalam kehidupan selaras,
serasi, seimbang serta kemampuan menangkal budaya asing yang tidak sesuai
dengan budaya Nasional.

C. Esensi Ketahanan Sosial Budaya


Esensi ketahanan sosial budaya adalah pengaturan dan penyelenggaraan
kehidupan sosial budaya, dengan demikian ketahanan budaya merupakan
pengembangan sosial budaya dimana setiap warga masyarakat dapat
mengembangkan kemampuan pribadi dengan segenap potensinya berdasarkan
nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila itu akan
diwujudkan sebagai aturan tuntutan sikap dan tingkahlaku bangsa dan akan

memberikan landasan, semangat, jiwa yang secara khas merupakan ciri dari
elemen-elemen sosial budaya Indonesia.

D. Pembinaan dan Pengembangan Nilai Budaya Indonesia


Kita sebagai warga negara yang baik seharusnya kita dapat membina dan
mengembangkan kebudayaan yang kita miliki dan yang kita banggakan yaitu
dengan :
1. Nilai-nilai budaya Indonesia yang mencerminkan nilai luhur bangsa, harus
dapat kita bina dan kita kembangkan guna untuk memperkuat penghayatan
dan pengamalan Pancasila, memperkuat kepribadian bangsa, mempertebal
rasa harga diri, dan kebanggaan Nasional serta memperkokoh jiwa kesatuan.
2. Kebudayaan Nasional haruslah dapat diarahkan pada penerapan nilai-nilai
kepribadian bangsa yang berlandasan Pancasila.

E. Unsur Budaya Luar dan Pengaruhnya


Akibat dari arus globalisasi di berbagai bidang akan berpengaruh
terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat baik yang bersifat positif atau
negatif. Unsur budaya luar memberikan pengaruh positif terhadap budaya
Nasional apabila diterapkan dalam maysarakat Indonesia akan membawa
kemajuan. Beberapa unsur budaya luar yang dapat memberikan pengaruh
positif terhadap budaya Nasional antara lain :
1. Ilmu pengetahuan dan tehnologi. Makin majunya ilmu yang kita dapatkan
dan tidak kalah juga tehnologi yang canggih yang sangat bermanfaat bagi
kita.

2. Unsur budaya kebendaan (materi). Misalkan peralatan komunikasi,


transportasi, senjata, komputer, jaringan internet dan lain-lain.
3. Sikap dan nilai hidup antara lain : dapat menghargai waktu, suka bekerja
keras, berpikir rasional, disiplin, berorientasi ke depan, sikap terbuka dan
percaya diri.
Di samping akibat yang positif dari arus globalisasi ada pula unsur-unsur
budaya dari luar yang berdampak negatif terhadap budaya Nasional, karena itu
harus dapat kita bendung atau kita tanggulangi antara lain :
1. Gaya dan pola hidup yang konsumeristis
2. Paham-paham sosial politik seperti : ateisme, liberalisme, komunisme dan
sekulerisme.
3. Sikap hidup yang hedonistis (memburu kesenangan dunia)
Dengan demikian unsur-unsur budaya yang relatif dapat bertahan dari
pengaruh unsur budaya luar adalah unsur organisasi sosial, sistem religi.
Sedangkan unsur budaya yang paling banyak menerima pengaruh dari luar
adalah sistem pengetahuan, peralatan dan tehnologi serta sistem mata
pencaharian.

F. Penanggulangan Pengaruh Kebudayaan Asing yang Negatif


Dengan tumbuhnya kebudayaan bangsa yang berkepribadian dan
kesadaran Nasional maka kita dapat sekaligus mencegah nilai-nilai sosial budaya
yang bersifat feodal dan kedaerahan yang sempit. Serta di tanggulangi pengaruh
kebudayaan asing yang negatif. Sedangkan di lain pihak ditumbuhkan
kemampuan masyarakat untuk menyaring dan menyerap nilai-nilai dari luar

yang positif saja dan yang memang diperlukan bagi pembaharuan dalam proses
pembangunan.

G. Dampak Globalisasi Terhadap Budaya Indonesia


Dengan adanya globalisasi mengakibatkan dampak-dampak yang dapat
menguntungkan dan merugikan suatu bangsa. Dampak yang positif dari
globalisasi adalah : terserapnya informasi dan pengetahuan modern, organisasi
sosial modern, alih tehnologi. Di balik itu globalisasi juga berdampak negatif
bagi masyarakat karena dapat mendorong ;
1. Goncangan budaya (cultural shock) yaitu : tekanan kejiwaan yang timbul
karena seseorang atau kelompok sosial beralih ke kebudayaan lain, sehingga
timbul kecanggungan dalam menghadapi pembaharuan. Goncangan ini dapat
berupa stress, depresi, frustasi atau gejala kejiwaan yang lain.
2. Ketimpangan kebudayaan (cultural lag) yaitu : adanya perbedaan mental
yang sangat jauh antara masyarakat pengguna teknologi dengan
perkembangan teknologi atau tertinggalnya perkembangan salah satu unsur
kebudayaan dari unsur-unsur lainnya.
Sehingga dengan dampak-dampak negatif yang timbul akibat dari adanya
globalisasi kita harus dengan tekad bulat dan semangat yang besar untuk dapat
mempertahankan sosial budaya dalam menghadapi globalisasi yang ada.
Sehingga keutuhan sosial budaya akan tercipta dan kebudayaan tidak akan
mengalami kegoncangan-kegoncangan.

H. Arah Pembangunan Kebudayaan Nasional

Pembangunan kebudayaan Nasional diarahkan untuk memberikan


wawasan budaya dan makna pada pembangunan Nasional dalam segenap
dimensi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta ditujukan
untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia Indonesia serta
memperkuat jati diri dan kepribadian bangsa. Kebudayaan Nasional yang dijiwai
oleh nilai-nilai agama dan nilai luhur bangsa perlu terus dipelihara, dibina dan
dikembangkan dengan memperkuat penghayatan dan pengamalan Pancasila,
memperkukuh akar kebudayaan, meningkatkan wawasan kebangsaan dan
kualitas kehidupan, memperkuat jati diri dan kepribadian bangsa, mempertebal
rasa harga diri dan kebanggaan nasional, memperkukuh jiwa persatuan dan
kesatuan bangsa, menjadi penggerak masyarakat untuk maju dan mandiri serta
penggerak bagi perwujudan cita-cita bangsa.
Pembangunan kebudayaan bangsa perlu terus ditumbuhkan pemahaman
dan pengamalan nilai budaya nasional dan nilai budaya daerah yang luhur dan
beradab serta dapat menyerap nilai-nilai budaya asing yang positif dan dapat
memperkaya budaya bangsa dan menolak budaya yang tidak sesuai dengan nilai
kemanusiaan yang adil dan beradap, serta mencegah pengaruh globalisasi dan
budaya asing yang bertentangan dengan nilai-nilai budaya bangsa. Inventarisasi
dan penelitian kebudayaan daerah yang dapat mendukung pemantapan budaya
bangsa harus terus kita kembangkan di seluruh daerah, dan pembangunan
kebudayaan nasional diarahkan juga kepada usaha-usaha untuk lebih
berorientasi kepada nilai-nilai luhur Pancasila, mengembangkan nilai budaya
daerah yang luhur dan beradab dan meningkatkan kesadaran sejarah nasional.

III.

PENUTUP

Kesimpulan
Setelah kita dapat mengerti pentingnya ketahanan dalam menghadapi
globalisasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita
seharusnya sebagai warga negara yang baik harus dapat mempertahankan sesuatu
yang menjadi kekayaan bangsa kita sendiri, misalkan saja tentang sosial budaya,
kebudayaan merupakan aspek yang sangat berharga bagi suatu bangsa, sehingga
jikalau kebudayaan kita rusak maka jati diri juga akan menjadi rusak begitu juga
sebaliknya. Jadi kita harus waspada atas kebudayaan asing yang mungkin akan
memberikan pengaruh negatif bagi kebudayaan kita. Dan kita seharusnya dapat
menghadapi globalisasi dengan cara kita harus berpegang teguh terhadap nilai-nilai
luhur Pancasila dan nilai-nilai budaya Indonesia. Kita juga harus dapat mewujudkan
ketahanan sosial budaya yang tercerminkan dalam kondisi sosial budaya manusia
yang dijiwai kepribadian nasional. Globalisasi mengakibatkan gejolak di seluruh
aspek kehidupan terutama di bidang sosial budaya untuk itu kita harus
mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi ancaman, tantangan,
hambatan dan gangguan yang datang dari dalam atau luar baik secara langsung
ataupun tidak langsung yang dapat membahayakan kehidupan negara kesatuan
Republik Indonesia.