Anda di halaman 1dari 13

Siklus akuisisi modal dan pembayaran kembali

Siklus akuisisi modal dan pembayaran kembali merupakan siklus terakhir yang berhubungan
dengan akuisisi sumber daya modal melalui utang berbunga dan ekuitas pemilik serta
pembayaran kembali modal. Dalam siklus ini juga mencakup mengenai pembayaran bunga dan
dividen.
Dalam siklus akuisisi modal dan pembayaran kembali memiliki empat karakteristik yaitu :
1. Secara relative hanya ada segelintir transaksi yang mempengaruhi saldo akun, tetapi
transaksi itu sering kali sangat material.
Misalnya, sebagian besar perusahaan jarang mengeluarkan obligasi, tetapi seringkali
obligasi diterbitkan, umumnya dalam jumlah yang besar. Oleh karena berjumlah besar,
umumnya dilakukan verifikasi terhadap setiap transaksi yang terjadi dalam siklus tersebut
untuk seluruh tahun sebagai bagian dalam verifikasi atas akun neraca. Bukanlah hal yang
wajar untuk melihat kertas kerja audit yang meliputi saldo awal dari setiap akun dalam
siklus perolehan dan pembayaran kembali modal atau hutang jangka panjang dan
dokumentasi dari setiap transaksi yang terjadi selama tahun yang bersangkutan.
2. Pengecualian atau salah saji satu transaksi dapat bersifat material.
Akibat dari hal ini seringkali seorang auditor lebih menekankan tujuan audit yang
berkaitan dengan saldo (kelengkapan dan keakuratan) ketika mengaudit akun-akun
tersebut.
3. Ada hubungan legal antara entitas klien dan pemegang saham, obligasi, atau dokumen
kepemilikan yang serupa.
Auditor harus menentukan apakah klien telah memenuhi persyaratan dalam perjanjian
utang atau ekuitas. Ketika melakukan audit atas transaksi dan jumlah dalam siklus,
auditor harus ekstra hati-hati memastikan bahwa apakah klien sudah memenuhi
persyaratan persyaratan hokum yang signifikan yang mempengaruhi laporan keuangan
telah dipenuhi dan disajikan serta diungkapkan secara memadai dalam laporan keuangan.
4. Ada hubungan langsung antara akun dividend dan bunga serta utang dan ekuitas.
Dalam audit terhadap hutang berbunga, dianggap perlu untuk melakukan verifikasi secara
bersamaan atas beban dan hutang bunga. Verifikasi ini juga harus dilakukan atas modal
dividen dan hutang dividen.

Setelah memahami bisnis dan industri klien auditor akan mempelajari lebih banyak
mengenai transaksi akuisis modal. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari prosedur penilaian

risiko auditor. Selain itu apabila perusahaan pbulik mengeluarkan utang tambahan dan sekuritas
ekuitas selama tahun berjalan , aturan SEC mewajibkan adanya pertimbangan auditor mengenai
informasi keuangan untuk dicantumkan dalam prospectus penawaran sekuritas baru klien. Dalam
melakukan hal ini auditor sering kali melakukan identifikasi persoalan risiko bisnis bagi aktivitas
akuisisi modal yang harus dipertimbangkan ketika merancang prosedur audit untuk transaksi ,
saldo akun, serta pengungkapan dalam siklus akuisisi modal dan pembayaran kembali.
Akun-akun dalam siklus
Akun-akun dalam siklus akuisisi modal dan pembayaran kembali tergantung pada jenis bisnis
yang dioperasikan perusahaan dan bagaimana operasi tersebut dibiayai. Semua perusahaan
memiliki modal saham dan laba ditahan , tetapi untuk beberapa perusahaan mungkin juga
memiliki saham preferen, modal disetor tambahan, dan saham treasuri. Selain itu kas merupakan
akun yang penting seperti pada siklus lainnya. Dalam siklus ini memiliki karakteristik unik yang
mempengaruhi cara auditor memverifikasi akun-akun dalam siklus.Akun-akun yang sering
terlibat dalam siklus akuisisi modal dan pembayaran kembali yaitu :

Wesel bayar

Utang Kontrak
Utang hipotik
Utang obligasi
Beban bunga

Bunga akrual
Apropriasi laba ditahan
Kas di bank
Modal saham-biasa
Modal saham-preferen
Saham treasuri

Dividen yang diumukan


Agio saham
Modal disumbangkan
Laba ditahan
Utang dividen
Perusahaan perseorangan-akun
Persekutuan-akun modal

Metodologi untuk merancang pengujian atas rincian saldo wesel bayar

Mengidentifikasi risiko bisnis klien yang


mempengaruhi wesel bayar

Tahap 1

Menetapkan salah saji yang dapat


ditoleransi dan menilai risiko inheren
untuk wesel bayar
Menilai risiko pengendalian untuk wesel
bayar

Tahap 1

Tahap 1

Merancang dan melaksanakan pengujian


pengendalian dan pengujian substansif
atas transaksi
Merancang dan melaksanakan prosedur
analitis untuk wesel bayar

Tahap 2

Tahap 2

Merancang pengujian atas rincian saldo


wesel bayar untuk memenuhi tujuan audit
yang berkaitan dengan saldo

Prosedur audit
Ukuran sample

Tahap III

Item yang akan

Tahap 3

Penetapan waktu

Dalam menentukan pengujian atas rincian saldo wesel bayar, auditor


mempertimbangkan risiko bisnis, salah saji yang dapat ditoleransi, risiko inheren pada
tingkat yang rendah karena nilai akun yang benar biasanya mudah ditentukan. Auditor
biasanya sangat memperhatikan tujuan kelengkapan untuk saldo akun wesel bayar dan
pengungkapan wesel bayar, seperti jaminan serta akad restriktif bagi wesel bayar.

Karena siklus umumnya melibatkan beberapa transaksi, risiko


pengendalian dan hasil pengujian substansif atas transaksi biasanya tidak begitu penting
ketika merancang pengujian atas rincian saldo akun seperti wesel bayar. Untuk sebagian
besar transaksi dalam siklus, pertimbangan utama auditor adalah bahwa setiap transaksi
harus diotorisasi secara layak.

Wesel Bayar
Wesel bayar (note payable) adalah kewajiban hukum kepada kerditor, yang
mungkin dijamin atau tidak dijamin oleh aktiva dan mengenakan bunga, jadi pada
umumnya wesel diterbitkan selama suatu periode antara satu bulan dan satu tahun,tetapi
juga ada yang lebih lama. Wesel diterbitkan dengan tujuan yang berbeda dan properti
yang di berikan sebagai jaminan mencakup berbagai aktiva seperti sekuritas, piutang,
usaha, persediaan,dan aktiva tetap.selain itu pembayaran pokok dan bunga atas wesel
harus dilakukan sesuai dengan persyaratan dalam perjanjian pinjaman,untuk pinjaman
jangka pendek,pembayaran pokok dan bunga biasanya hanya akan dilakukan ketika
pinjaman itu jatuh tempo.untuk pinjaman berjangka lebih dari 90 hari biasanya wesel
mengharuskan pembayaran bunga secara kuartalan atau bulanan. Audit atas transaksi
memiliki tujuan yaitu untuk menentukan apakah:

1. pengendalian internal terhadap wesel bayar sudah memadai


2. transaksi pembayaran pokok dan bunga yang melibatkan wesel bayar diotorisasi secara
layak serta dicatat sesuai dengan enam tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi
3. kewajiban untuk wesel bayar dan beban bunga terkait serta kewajiban akrual telah
dinyatakan secara layak seperti yang di defenisikan oleh tujuh dari delapan tujuan audit
yang berkaitan dengan saldo karena nilai realisasi tidak dapat diterapkan pada akun
kewajiban.

Pengendalian Internal

Terdapat empat pengendalian yang penting terhadap wesel bayar :

1. ototrisasi yang tepat atas penerbitan wesel baru .


tanggung jawab atas penerbitan wesel baru harus di berikan kepada dewan direksi atau
personil manajemen tingkat tinggi.pada umumnya , diperlukan dua tanda tangan dari
pejabat yang berwenang untuk semua perjanjian pinjaman, yang biasanya menentapkan
jumlah pinjaman suku bunga, syarat pembayaran kembali , dan aktiva yang di jaminkan ,
dan ketika wesel diperbaharui , wesel itu harus menjadi subjek prosedur otorisasi yang
sama seperti pada penerbitan wesel baru.
2. Pengendalian yang memadai terhadap pembayaran kembali pokok dan bunga.
Pembayaran bunga dan pokok secara periodik harus menjadi subjek pengendalian dalam
siklus akuisisi dan pembayaran. Pada saat wesel diterbitkan , departemen akutansi harus
menerima salinan wesel tersebut, sperti ketika menerima faktur vendor dan laporan
penerimaan. Departemen usaha harus menerbitkan cek atau transfer dana elektronik
secara otomatis untuk wesel tersebut ketika jatuh tempo, yang sekali lagi dengan cara
yang sama seperti ketika meniapkan pembayaran untuk akuisisi barang dan jasa, salinan
wesel itu merupakan dokumentasi pendukung pembayaran

3. Dokumen dan catatn yang memadai


Hal tersebut mencakup catatn pembantiu dan pengendalian terhadap wesel kosong serta
wesel telah di bayar oleh orang yang berwenang. Wesel yang telah di bayar harus
dibatalkan dan ditahan di bawah pengawasan pejabat yang berwenang
4. Verifikasi independen periodik
Secara periodik, catatn wesel yang terinci harus direkonsiliasi dengan buku besar umum
dan dibandingkan dengan catatan pemegang wesel oleh karyawan yang tidak
bertanggung jawab menyimpan catatan pemegang wesel oleh karyawan yang tidak
bertanggung jawab.pada
waktu yang sama, seseorang yang independen harus menghitung ulang beban bunga atas
wesel untuk menguji keakuratan penyimpanan catatan.

Pengujian Pengendalian Dan Pengujian Substantif Atas Tansaksi

Pengujian atas transaksi wesel bayar melibatkan penerbitan wesel bayar


dan pembayaran kembali pokok serta bunganya , dan pengujian audit ini merupakan
bagian dari pengujian pengendalian dan pengujian substantif
atas transaksi untuk
penerimaan kas dan pengeluaran kas. Pengujian pengendalian untuk wesel bayar dan
bunga terkait harus menekankan pada pengujian empat pengendalian internal , selain itu
auditor juga harus memverifikasi pencatatan yang akurat atas penerimaan dari hasil wesel
dan pembayaran pokok beserta bunganya.

Prosedur Analitis

Prosedur analtis merupakan hal yang sangat penting bagi wesel bayar
karena pengujian atas rincian saldo untuk beban bunga dan bunga akrual sering kali dapat
dieleminasi apabila hasilnya menguntungkan .
Prediksi independen auditor mengenai beban bunga, dengan menggunakan rata -rata
wesel bayar yang beredar
dan rata-rata suku bunga, akan membantu auditor
mengevaluasi kelayakan beban bunga dan juga menguji wesel bayar yang dihilangkan,
dan jika beban bunga aktual secara material jauh lebih besar dari estimasi auditor,salah
satu yang mungkin adalah pembayaran bunga yang dicatat atas wesel bayar yang belum
dicatat

Pengujian atas rincian saldo

Titik awal yang normal bagi audit atas wesel bayar adalah skedul wesel
bayar dan bunga akrual , yang diperoleh auditor dari klien.
Ada dua tujuan audit yang berkaitan dengan saldo yang paling penting dalam wesel bayar
adalah:
1. Wesel bayar yang ada telah dicantumkan(kelengkapan)
2. Wesel bayar dalam sekdul telah dicatat secara akurat(keakuratan)
Tujuan tersebut sangat vital karena salah saji dapat menjadi material meskipun
salah satu wesel dihilangkan atau tidak benar.Jika pengendalian internal terhadap wesel
bayar lemah, auditor mungkin perlu melaksanakan prosedut selanjutnya untuk menguji
wesel bayar yang hilang.
Selain tujuan yang berkaitan dengan saldo, empat tujuan yang berkaitan dengan
penyajian dan pengungkapan juga merupakan hal yang penting bagi wesel bayar karena
prinsip-prinsip akutansi yang diterima umum mengharuskan
agar catatan kaki
menggambarkan secara memadai syarat wesel bayar yang beredar dan aktiva yang
dijaminkan atas pinjaman tersebut. Jika pinjaman itu menuntut restriksi yang signifikan
terhadap aktivitas perusahaan, seperti mengkompensasi provisi saldo atau restriksi atas
pembayaran deviden,hal itu juga harus diungkapkan dalam catatan kaki. Ketika auditor
melaksanakan pengujian atas rincian saldo, bukti yang diperoleh akan membantu
memenuhi tujuan penyajian dan pengungkapan wesel bayar.

Ekuitas Pemilik
Perusahaan terbuka (publicly hold corporation) verifikasi atas ekuitas pemilik jauh lebih
kompleks karena banyaknya jumlah pemegang saham dan individu yang memiliki saham
sering berubah. Untuk memverifikasi akun ekuitas pemilik yang utama dalam suatu
perusahaan terbuka, mencakup:
Modal dan saham biasa
Agio saham
Laba ditahan dan dividen yang terkait
Perusahaan tertutup (closely hold corporation) memiliki sedikit pemegang saham, jika
ada transaksi berkenaan dengan akun modal saham selama tahun berjalan. Transaksi yang
dimasukkan dalam bagian ekuitas pemilik hanyalah perubahan ekuitas pemilik akibat
laba atau rugi tahunan dan pengumuman dividen. Perusahaan jarang membayar dividen,
oleh karena itu auditor hanya membutuhkan waktu yang sedikit dalam memverifikasi
ekuitas pemilik walaupun catatan perusahaan tetap harus diuji.

Tujuan Audit yang Berkaitan dengan Saldo dan Pengujian atas Rincian Saldo
untuk Wesel Bayar dan Bunga
Tujuan
Audit
yang
Berkaitan dengan Saldo
Wesel bayar dalam skedul
wesel bayar sama dengan
register atau file induk
wesel bayar klien, dan
totalnya
dijumlahkan
dengan benar serta sama
dengan buku besar umum
(detail tie-in)
Wesel bayar dalam skedul
memang ada (eksistensi)

Wesel bayar yang ada telah


dicantumkan dalam skedul
wesel bayar (kelengkapan)

Prosedur Pengujian atas Rincian Saldo yang


Umum
Memfoot daftar wesel bayar untuk wesel bayar
dan bunga akrual
Menelusuri totalnya ke buku besar umum
Menelusuri setiap wesel bayar ke file induk

Mengonfirmasi wesel bayar


Memeriksa salinan duplikat wesel untuk
melihat otorisasi
Memeriksa notulen perusahaan menyangkut
persetujuan pinjaman
Memeriksa wesel yang dibayar setelah akhir
tahun untuk menentukan apakah hal itu
merupakan kewajiban pada tanggal neraca
Memperoleh konfirmasi bank standar yang
meliputi referensi khusus tentang keberadaan
wesel bayar dari semua bank di mana klien

Wesel bayar dan bunga


akrual pada skedul sudah
akurat (keakuratan)

Wesel bayar dalam skedul


telah
diklasifikasikan
dengan benar (klasifikasi)
Wesel bayar dicantumkan
dalam periode yang benar
(pisah batas)
Perusahaan
memiliki
kewajiban untuk membayar
wesel bayar (kewajiban)

Akun Ekuitas Pemilik dan Dividen

melakukan bisnis
Mereview rekonsiliasi bank menyangkut wesel
baru yang dikredit secara langsung ke akun
bank oleh bank
Memeriksa salinan duplikat wesel menyangkut
pokok dan suku bunga
Mengonfirmasi wesel bayar, suku bunga, dan
tanggal terakhir di mana bunga dibayar dengan
pemegang wesel
Menghitung kembali bunga akrual
Memeriksa tanggal jatuh tempo pada salinan
duplikat wesel untuk menentukan apakah semua
bagian wesel merupakan kewajiban tidak lancar
Mereview wesel untuk menentukan apakah ada
wesel bayar atau utang usaha dari pihak terkait
Memeriksa salinan duplikat wesel untuk
menentukan apakah telah diberi tanggal pada
atau sebelum tanggal neraca
Memeriksa wesel untuk menentukan apakah
perusahaan
memiliki
kewajiban
untuk
membayar

Tujuan dari setiap akun adalah untuk menentukan apakah:


Pengendalian internal terhadap modal saham dan dividen terkait sudah memadai
Transaksi ekuitas pemilik telah dicatat dengan benar
Saldo ekuitas pemilik telah dicatat secara layak dan disajikan serta diungkapkan secara
layak

Kas di bank

Pengendalian Internal

Beberapa pengendalian internal sangatlah penting bagi aktivitas ekuitas pemilik yaitu:

1. Otorisasi Transaksi yang Tepat.

Hal ini penting dilakukan karena setiap transaksi ekuitas umumnya bersifat
material, banyak dari transaksi tersebut harus disetujui oleh dewan direksi dan yang
memerlukan otorisasi khusus diantaranya:
a) Penerbitan Modal Saham seperti jenis saham yang akan diterbitkan seperti saham
biasa dan saham preferen, jumlah saham yang akan diterbitkan, nilai pari saham,
kondisi prvilege bagi setiap saham selain saham biasa, dan tanggal penerbitan.
b) Pembelian kembali Modal Saham seperti pembelian kembali saham biasa dan
saham preferen, penetapan waktu pembelian kembali, dan jumlah yang akan
dibayar atas saham semuanya harus disetujui oleh dewan direksi.
c) Pengumuman Dividen. Dewan direksi harus mengotorisasi bentuk dividen
(seperti tunai atau saham), jumlah dividen per saham, dan catatan serta tanggal
pembayaran dividen.

2. Penyimpanan Catatan dan Pemisahan Tugas yang Tepat

Pengendalian internal harus memastikan bahwa:


o Pemilik aktual dalam saham diakui dalam catatan perusahaan.
o Jumlah dividen yang benar dibayar ke pemegang saham yang memiliki saham
pada tanggal pencatatan dividen.
o Potensi misapropriasi aktiva telah diminimalisasi.

Laba bersih

Saldo awal
Saldo akhir

Pengumuman dividen

Penugasan personil yang tepat, prosedur penyimpanan yang memadai, dan


verifikasi internal yang independen atas informasi dalam catatan merupakan
pengendalian yang bermanfaat bagi semua tujuan tersebut.Ketika menerbitkan dan
mencatat modal saham, klien harus menaati baik UU negara bagian yang mengatur
perusahaan maupun persyaratan dalam akta perusahaan.Sebagian besar perusahaan
menyimpan pembukuan sertifikat saham dalam file induk modal saham pemegang
saham.Bagian yang mencatat penerbitan dan pembelian kembali modal saham selama
umur perusahaan adalah Catatan sertifikat modal saham (capital stock certificate
record).Bagian ini meliputi nomor sertifikat, jumlah saham yang diterbitkan,
nama orang
Pengumuman
divide
yang akan menerima saham yang diterbitkan, dan tanggal penerbitan.

Saldo
File Induk modal saham pemegang saham (shareholders capital stock master
file) awal
Saldo akhir
adalah catatan saham yang beredar pada suatu waktu tertentu.File induk ini sebagai
pengecek terhadap keakuratan catatan sertifikat modal saham dan saldo saham biasa
dalam buku besar umum, juga dgunakan sebagi dasar bagi pembayaran
dividen.Pengendalian internal yang mempengaruhi pembayaran dividen
dapat
Utang dividen
mencangkup:
Cek dividen yang disiapkan dari catatan sertifikat modal saham oleh seseorang yang tidak
bertanggung jawab menyimpan catatan modal saham.
Setelah cek disiapkan, dilakukan verifikasi independen atas nama pemegang saham dan
jumlah cek serta merekonsiliasi total jumlah cek dividen yang diotorisasi dalam notulen.
Akun dividen imprest yang terpisah digunakan untuk mencegah pembayaran jumlah
dividen yang lebih besar dari yang diotorisasi.

Pembayaran dividen

3. Panitera Independen dan Agen Transfer Saham

Tanggung jawab panitera independen adalah memastikan bahwa saham


diterbitkan oleh perusahaan sesuai dengan provisi modal saham dalam akta perusahaan
dan otorisasi dewan direksi.Kebanyakan perusahaan besar membutuhkan jasa untuk
menyimpan catatan pemegang saham, termasuk mendokumentasikan transfer
kepemilikan saham.Jasa yang digunakan adalah agen transfer saham (stock transfer
agent).
Penerbitan

Auditor sangat memperhatikan empat hal berikut ketika mangudit modal saham
Saldo a
dan agio saham:
Saldo a
a. Transaksi modal saham yang ada telah ada telah dicatat (tujuan yang berkaitan dengan
transaksi-kelengkapan). Tujuan ini dapat dengan mudah dipenuhi apabila panitera atau
agen transfer digunakan.

saha
b. Transaksi modal saham yang ada telah dicatat memang terjadi dan dicatat secara Penebusan
akurat.
Tujuan yang berkaitan transaksi kejadian umumnya dapat diuji dengan memeriksa

Agio saham

Pen
notulen rapat dewan direksi menyangkut otorisasi yang tepat.Auditor dapat segera
memverifikasi keakuratan pencatatan transaksi modal saham secara tunai dengan
menkonfirmasi jumlahnya dengan agen transfer dan menelusuri jumlah transaksi modal
saham yang tercatat ke penerimaan kas.Mengaudit transaksi modal seperti dividen saham,
akuisisi properti dengan saham, merger, atau transfer nonkas yang serupa sangatlah
menantang karena membutuhkan keahlian khusus.Contohnya dalam audit atas transaksi
merger yang utama, sering kali auditor harus melakukan penelitian yang ekstensif untuk
menentukan perlakuan akuntansi yang tepat dan penilaian transaksi yang layak,setelah
mempertimbangkan semua fakta dalam merger.

c. Modal saham dicatat secara akurat.Auditor memverifikasi saldo akhir akun modal saham
yang menentukan terlebih dahulu jumlah saham yang beredar pada tanggal
neraca.Setelah auditor yakin bahwa jumlah saham sudah benar, nilai pari yang tercatat
dalam akun modal dapat diverifikasi dengan mengalihkan jumlah saham dengan nilai pari
saham.Pertimbangan utama ketika mengaudit tujuan yang berkaitan dengan saldo
keakuratan bagi modal saham adalah memverifikasi apakah jumlah saham yang
digunakan dalam perhitungan laba per saham (EPS) sudah akurat.Jadi tidaklah sulit
menentukan jumlah saham yang benar yang akan digunakan dalam perhitungan apabila
hanya ada satu kelas saham dan sejumlah kecil transaksi modal saham.

d. Modal saham disajikan dan diungkapkan secara layak. Ini adalah hal terpenting untuk
menyatakan bahwa 4 tujuan diatas telah terpenuhi. Auditor harus menentukan bahwa
setiap kelas saham memiliki deskripsi yang tepat, termasuk jumlah saham yang
diterbitkan dan beredar serta setiap hak khusus atas masing-masing kelas.

AUDIT DIVIDEN

Penekanan pada audit atas dividen adalah pada transaksinya dan bukan
saldo akhir, kecuali jika ada hutang dividen.

Keenam tujuan spesifik audit atas transaksi relevan untuk dividen. Tujuan terpenting dari
kontrol terhadap dividen, termasuk yang berkaitan dengan hutang dividen:

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Dividen yang dicatat memang terjadi (keterjadian).


Dividen yang ada telah dicatat (kelengkapan).
Dividen telah dicatat secara akurat (keakuratan).
Dividen yang dibayar kepada pemegang saham adalah benar ada (keterjadian)
Utang dividen telah dicatat (kelengkapan).
Utang dividen telah dicatat secara akurat (keakuratan).

Penebus

Keterjadian atas dividen yang dicatat dapat dicek dengan memeriksa notulen rapat
dewan direksi menyangkut otorisasi jumlah dividen per saham dan tanggal pembayaran
dividen .Ketika melalukan hal tersebut, auditor harus waspada terhadap kemungkinan
belum tercatatnya dividen yang diumumkan, terutama mendekati tanggal neraca
.Prosedur audit yang berkaitan dengan erat adalah mereview file dokumentasi audit
permanen untuk menentukan apakah terdapat restriksi atas pembayaran dividen dalam
perjanjian indenture obligasi atau provisi saham preferen .

Keakuratan dalam pengumuman deviden dapat diaudit dengan


menghitung kembali jumlah atas dasar deviden per saham dikalikan dengan jumlah
saham yang beredar. Jika klien menggunakan agen transfer untuk membagikan deviden,
maka totalnya dapat ditelusuri ke ayat jurnal pengeluaran kas milik agen dan juga
dikonfirmasi.

Jika klien menyimpan catatan dividen dan membayar dividen sendiri


,auditor dapat meverifikasi jumlah totalnya dengan menghitung kembali dan merujuk ke
kas yang dikeluarkan .Selain itu, auditor harus memverifikasi apakah pembayaran
dilakukan kepada pemegang saham yang memiliki saham per tanggal catatan dividen
.Auditor dapat menguji hal ini dengan memilih sampel pembayaran dividen yang dicatat
dan menelusuri nama penerima uang pada cek yang dibatalkan ke catatan dividen.Pada
saat yang sama, auditor dapat memverifikasi jumlah dan otorisasi dari cek dividen.
Pengujian terhadap utang dividen harus dilakukan bersamaan dengan dividen yang
diumumkan .Setiap dividen yang belum dibayar harus dicatat sebagai hutang .

AUDIT LABA DITAHAN

Untuk sebagian besar perusahaan ,satu-satunya transaksi yang melibatkan


laba ditahan adalah laba bersih untuk tahun tersebut dan dividen yang diumukan
.Perubahan lain dalam laba ditahan dapat mencakup koreksi laba periode sebelumnya,
penyesuian periode sebelumnya yang dibebankan atau dikredit secara langsung ke laba
ditaha, dan penetapan atau eliminasi apropriasi laba ditahan.

Untuk memulai audit atas laba ditahan adalah menganalisis laba ditahan
sepanjang tahun berjalan. Skedul audit yang menunjukkan analisis, yang biasanya
merupakan bagian dari file permanen, berisi deskripsi setiap transaksi yang
mempengaruhi akun tersebut.

Untuk menyelesaikan audit atas pengkreditan ke laba ditahan bagi laba


bersih selama tahun tersebut (atau pendebetan bagi rugi bersih),auditor hanya perlu
menelusuri ayat jurnal laba ditahan ke dalam laba bersih pada laporan laba rugi .Prosedur
ini tentu saja harus dilakukan pada saat-saat terakhir auditing seluruh ayat jurnal
penyesuaian yang mempengaruhi laba bersih selesai dibuat.


Dalam mengaudit pendebetan dan pengkreditan terhadap laba ditahan
,selain laba bersih dan dividen, auditor harus menentukan apakah transaksi itu telah
dicantumkan,sebagai contoh ,penyesuain periode lalu hanya dapat dimasukkan ke dalam
laba ditahan jika transaksi tersebut sesuai dengan APB Opinions dan FSAB Statement.

Setelah auditor yakin bahwa transaksi yang telah dicatat telah


diklasifikasikan secara benar sebagai transaksi laba ditahan, langkah berikutnya adalah
memutuskan apakah hal itu telah dicatat secara akurat. Bukti audit yang diperlukan
menentukan keakuratan itu tergantung pada sifat transaksi .Sebagai contoh, jika ada
peraturan yang mengharuskan adanya apropriasi untuk dana pelunasan obligasi ,jumlah
apropriasi yang tepat dapat ditentukan dengan memeriksa perjanjian obligasi . Jika ada
sejumlah besar kerugian yang dibebankan pada laba ditahan karena adanya kekosongan
bahan baku dipabrik, bukti yang diperlukan untuk menentukan jumlah kerugian dapat
menjadi kompleks serta melibatkan pemeriksaan atas sejumlah besar dokumen dan
catatan, disamping diskusi dengan manajemen.

Auditor harus mengevaluasi apakah ada transaksi yang sebenarnya harus


dimasukan tetapi belum dilakukan. Contohnya jika klien mengumumkan dividen saham,
nilai pasar sekuritas yang diterbitkan harus dikapitalisasi dengan mendebet laba ditahan
dan mengkredit modal saham. Demikian pula jika dalam laporan keuangan tercakup
apropriasi laba ditahan ,auditor harus menilai apakah masih diperlukan aprpropriasi pada
tanggal neraca.

Hal penting dalam mennetukan apakah laba ditahan diungkapkan dengan


benar dalam neraca adalah keberadaan pembatasan-pembatasan terhadap pembayaran
dividen .Seringkali perjanjian dengan bankir ,pemegang saham dan kreditor lainnya
melarang atau membatasi jumnlah dividen yang dapat dibayarkan oleh klien
.Pembatasan-pembatasan ini harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.