Anda di halaman 1dari 18

Kompetensi Dasar :

-Kemampuan mengaplikasikan PD tk 1 ke dalan masalah nyata


- Kemampuan memformulasikan Permasalahan
sederhana ke bentuk PD
- Pemahaman interpretasi hasil

Banyak masalah ilmu pengetahuan dan Rekayasa yang bilamana dirumuskan


secara matematis menjadi masalah nilai batas (Boundary-Value Problems). Yaitu
persamaan diferensial dan syarat-syarat yang berhubungan dengannya.
Penyelesaian masalah ini sangat bernilai bagi seseorang yang ingin mendalami
masalah fisika, mekanika biologi, kedokteran dan sebagainya.
Dalam perumusan matematis suatu masalah fisis dipilih suatu model matematis
dan seringkali mendekati situasi sebenarnya. Sebagai contoh dalam gerakan perputaran
bumi mengelilingi matahari, kita memandang matahari dan bumi itu sebagai suatu titik.
Jika suatu model matematis dan perumusan matematis yang berkaitan menjadi
sangat baik dengan yang diramalkan dari pengamatan atau percobaan, maka model itu
baik. Sebaliknya suatu model baru mungkin dipilih.

Suatu system lengkungan (kurva) satu parameter F x , y C jika


diferensialkan akan menjadi Fx dx Fy dy 0 , maka turunan pertama dari F x , y C
adalah

dy
F
x yang merupakan kemiringan tiap lengkung sistem F x, y C . Jika
dx
Fy

menginginkan lengkungan lain yang tiap anggotanya memotong sistem lengkungan


diatas dengan sudut yang sama maka sistem yang diinginkan tersebut disebut
Trayektori.
Ada dua macan Trayektori :
1.

Trayektori Orthogonal.

2.

Trayektori Isogonal

2.1. Trayektori Orthogonal


Trayektori orthogonal adalah suatu Trayektori yang setiap anggotanya
memotong tegak lurus system kurva F x , y C .
Beberapa penafsiran dan penggunaan trayektori orthogonal difisika :
1. Dalam medan elektro statis garis-garis gaya tegak lurus pada garis-garis potensial
yang konstan.
17

Aplikasi PD Tingkat Satu

2. Dalam aliran dua dimensi fluida garis-garis gerak aliran disebut garis-garis arus
tegak lurus pada garis ekipotensial dari aliran.
3. Dalam meteorologi trayektori dari Isobar (lengkungan kurva penghubung semua titik
yang mencatat tekanan barometer yang sama) memberikan arah angin dari tekanan
tinggi ke rendah.
Adapaun metode untuk mendapatkan sistem lengkungan (berkas kurva) diilustrasikan
sebagai berikut :
2.1.1. Trayektori Orthogonal dalam koordinat siku-siku.
Diketahui berkas kurva lengkung f(x,y, ) = 0 , dimana parameter.
Persamaan diferensial dari berkas kurva tersebut adalah : f(x,y,

dy
) = 0.
dx

Berkas garis lengkung


lain yang memotong
tegak lurus garis
lengkung f(x,y, ) = 0
disebut Trayektori
Orthogonal
f(x,y, ) = 0

Katakanlah trayektori orthogonal tersebut mempunyai persamaan g(x,y,C)=0 . Oleh


karena itu gradien dari f(x,y, ) = 0 dan g(x,y,C) = 0 saling tegak lurus.
Jika gradien dari f(x,y, ) = 0 adalah : m1 =

dy
= h(x,y), dan gradien dari trayektori
dx

orthogonal g(x,y,C)=0 adalah m2 maka :


m1 m2 = -1 maka

dy
m2 = -1
dx
1
1
m2 = =h ( x, y )
m1

Jadi bentuk persamaan diferensial dari trayektori orthogonal kurva f(x,y,


)=0 adalah :

dy
1

dx
h ( x, y )

2.1.2 Trayektori Orthogonal dalam koordinat Kutub.


Diketahui berkas kurva dari persamaan F(r, , )= 0. Akan ditentukan trayektori
orthogonal (berkas kurva lain yang tegak lurus dengan F(r, , )=0). Adapun gradien
18

Aplikasi PD Tingkat Satu

dari F(r, , ) = 0 akan ditentukan lebih dahulu. Perhatikan gambar (1), gradien dari F(r,
, )=0 diperoleh dari :
Q

Gambar 1

1. Ambil sebarang titik P(r, ) pada F(r, , )=0 dan titik lain Q yang juga
terletak pada F(r, , )=0
2. Hubungkan titik P dan Q sehingga membentuk tali busur PQ.
3. Tarik garis singgung yang menyinggung F(r, , )=0 melalui P(r, )
membentuk sudut .
4. Sudut yang dibentuk oleh garis singgung dengan sumbu x adalah , dimana
= 180o-(180-( + )) = + .
5. Sudut yang dibentuk tali busur PQ dan garis OQ adalah .
OP = r; NP = r sin ; OQ= r + r ; ON = r cos
r sin
r sin
Tan = NP = NP =
=
NQ

OQ ON

r r r cos

r ( 1 cos ) r

r sin

r ( 1 cos ) r

Untuk 0 , maka : Q P, akibatnya :


Tan = lim

r sin
r.1
=
= r

r
dr
r ( 1 cos ) r
0 lim

0
d

Jadi gradien dari F(r, , )=0 adalah


m1 = Tan = r .
dr
d

19

Aplikasi PD Tingkat Satu

Untuk trayektori orthogonal, maka sudut yang dibentuk oleh garis


singgung dan jari-jari hantar adalah = , sehingga
2
dr

tan = - cotan = -

d
r

Jadi bentuk persamaan diferensial dari trayektori orthogonal kurva G(r, , C


)=0 adalah :
dr
d

2.2

2
=- r

dr
d

Trayektori Isogonal

Berkas garis lengkung : f x, y, 0


(2.1)
Persamaan Diferensialnya : F x, y, dy 0
dx

(2.2)
Berkas garis lengkung lain yang memotong garis-garis lengkung tersebut dengan sudut
, disebut Trayektori Isogonal (ti).

Sebagai latihan menganalisa , buktikan rumus dibawah ini :


1.Tunjukkan bahwa Persamaan diferensial Trayektori Isogonal

dy

tg
.
dx

0
F x, y ,
dy

1 tg

dx

dengan sudut adalah :

Sedangkan

dalam koordinat

dr

F r , ,
0 adalah F ( r,
d

Kutub

untuk berkas

2
, r dr mr d
r d m dr

kurva

m tan

);

Contoh :
2
1. Tentukan Trayektori orthogonal dari berkas parabola y x
Penyelesaian : y x y 2x
2

Persamaan Diferensial Berkas Parabola : y 1 2

y
x

20

Aplikasi PD Tingkat Satu

Persamaan Diferensial Trayektori Orthogonal :

2 y dy x dx

dy
1
1

dx
h( x, y )
2y x

maka

1
dy x dx C . Maka y 2 x 2 C
2
2
2
2
Jadi Trayektori Orthogonal kurva y x adalah 2 y x C

2y

Tugas 1
1. Carilah Trayektori Orthogonal dari berkas lingkaran r 2a cos

Dan Sketsa kedua berkas kurva tersebut dalam satu bidang.


Petunjuk:
Tunjukkan bahwa Persamaan diferensial dari berkas lingkaran
tersebut adalah : dr r tg
d
Tunjukkan PD dari Trayektori orthogonal berkas kurva tersebut
r 2 . Dan TO adalah r 2C sin
adalah :
r tg
dr
d

2.Tentukan berkas garis lengkung yang memotong anggota


berkas hyperbola: y 2 2 xy x 2 C dengan sudut 45 0 .
Tunjukkan bahwa Persamaan diferensial dari berkas
hiperbola tersebut adalah : x y y1 y x 0
Tunjukkan PD dari Trayektori isogonal berkas kurva
tersebut adalah : x dx y dy 0 .
Sedangkan berkas kurva Trayektori isogonal adalah
x2 y2 C
Sket kedua berkas kurva tersebut.
3.Tentukan berkas garis lengkung yang memotong berkas :
r a sin dengan sudut tetap .
Tunjukkan bahwa Persamaan diferensial dari berkas
tersebut adalah : dr = r ctg
d

Tunjukkan PD dari Trayektori isogonal berkas kurva


r dr mr 2 d
tersebut adalah :
r ctg .
r d m dr
Sedangkan berkas kurva Trayektori isogonal adalah
r C sin .

21

Aplikasi PD Tingkat Satu

3.1. Pertumbuhan Populasi


Banyak masalah terapan cenderung memperhatikan perilaku suatu besaran,
sebut saja X t yang mana laju perubahan terhadap waktu sebanding dengan lengan
X , digambarkan dalam persamaan diferensial sebagai :

dX
kX
dt
k = konstanta ; t = waktu
Persamaan diferensial terpisah ini mempunyai penyelesaian :

X X 0 e kt

X 0 = konstanta integrasi sebagai nilai awal X 0 .


Hasil ini disebut peningkatan eksponen atau penurunan eksponen, tergantung
apakah konstanta k nya positip atau negatip sesuai dengan yang diketahui. Sket dari
fungsi penyelesaian ini berupa fungsi eksponensial. Kasus x0 0 diberikan oleh
gambar (1)

X(t
X0 )

X(
t)
X0

Gambar 1(a)
Peningkatan Eksponen
X X 0 ekt , k 0

t
Gambar 1(b)
Peingkatan Eksponen
X X 0 e kt , k 0

Model sederhana untuk pertumbuhan populasi diperoleh dengan


memperkirakan bahwa laju pertambahan populasi pada tiap waktu adalah sebanding
terhadap ukuran populasi pada waktu tersebut. Jika P(t) adalah populasi pada waktu t,
maka

dP
kP
dt

(3.1)

dimana k adalah konstanta positip, yang mempunyai penyelesaian

P P0 e kt

(3.2)

dimana P0 menunjukkan populasi pada t 0 . Rumus ini memperkirakan


peningkatan eksponensial populasi terhadap waktu yang memberikan diskripsi yang
akurat pada pertumbuhan alga dan pertumbuhan bakteri sampai berukuran dua kali
disebut Doubling Time (waktu kelipatan dua) yang dinotasikan waktu t d yaitu ketika

P 2P0 . Substitusikan P 2P0 ke dalam persamaan (3.2) diperoleh 2P0 P0 e kt


bagi kedua sisi dengan P0 dan cari logaritmanya td , adalah: k t d ln 2

22

Aplikasi PD Tingkat Satu

sehingga waktu kelipatan dua adalah


td

1
ln 2
k

sifat dari sistem adalah t d tidak bergantung P0


TUGAS 2:

Diketahui jumlah bakteri dalam suatu koloni berkembang


dengan laju yang sebanding dengan jumlah bakteri yang
ada. Jika jumlahnya meningkat dari 500 ke 2000 dalam 2
jam. Tentukan jumlahnya setelah 12 jam dan juga cari
waktu kelipatan duanya.
Kunci Jawaban :
Jumlah bakteri dalam koloni setelah 12 jam : 2.048.000
Waktu kelipatan dua : t d

1
ln 2 1 jam
k

3.2. Peluruhan Radioaktif

Jumlah bakteri dalam koloni setelah 12 jam : 2.048.000


Misal N ( t ) menunjukkan jumlah atom-atom radioaktif di dalam sampel dari
bahan radioaktif, kemudian melalui
1 eksperimen diperoleh kenyataan bahwa N meluruh
Waktulaju
kelipatan
dua : t d terhadap
ln 2 jumlah
1 jam atom-atom radioaktif yang ada. Secara
dengan
yang sebanding
k
matematis dapat dituliskan rumus peluruhan radioaktif sebagai persamaan diferensial :

dN
KN
dt
dimana K adalah konstanta negatif.Penyelesaian umum dari PD diatas adalah :

N N 0 e kt
dimana N 0 menunjukkan pada jumlah atom-atom radioaktif pada saat awal
karena K negatif dapat dilihat bahwa N ( t ) meluruh secara eksponensial terhadap
waktu. Waktu yang diperlukan tepat separuh dari jumlah atom-atom radioaktif yang
dibagian awal ada dalam sampel untuk meluruh disebut Waktu Paruh Bahan.
Ambil N

t1

1
N 0 sehingga
2
1
ln 2
K

1
N 0 N 0 e K1 / 2
2

Perhatikan bahwa t 1 tidak bergantung N 0 yang memenuhi sifat dari bahan


2

radioaktif.
Aplikasi dari peluruhan radioaktif adalah penentuan umur organisme. Selama
14
masa hidup organisme ditemukan bahwa rasio dari radio aktif C (Carbon 14)
terhadap carbon yang ada dalam organisme, mendekati nilai konstan dan sama dengan
rasio pada medium yang mengelilingi. Namur demikian, ketika organisme mati, jumlah
carbon 14 yang ada didalamnya berkurang karena peluruhan radioaktif. Karena
diketahui waktu paruh dari carbon 14 adalah mendekati 5600 tahun, dengan mengukur
23

Aplikasi PD Tingkat Satu


14

jumlah C didalam organisme Sangat memungkinkan untuk memastikan umur


organisme itu.

Tugas mandiri 3
14

Fosil tulang ditemukan memiliki 70% C yang ada ditulang


semasa hidupnya, diketahui waktu paruh dari 14C adalah
5600 tahun, Tunjukkan bahwa umur fosil tersebut umur fosil
itu kira-kira : 2882 tahun.

Salah satu aplikasi persamaan diferensial satu dengan menggunakan hukum


fisika adalah perubahan suhu dari suatu benda yang berada dalam ruangan yang
berbeda suhunya. Faktor utama yang mempengaruhi mendinginnya suhu benda tersebut
dengan ruangan sesungguhnya, menurut hukum pendingin Newton.

Laju perubahan suhu dari suatu benda sebanding dengan


perbedaan suhu antara benda dan media sekelilingnya
Misalkan T adalah suhu benda pada waktu t dan Tm sebagai suhu media sekelilingnya
maka hukum Newton dapat dinyatakan sebagai persamaan diferensial

dT
k T Tm
dt

(4.1)

dimana k adalah konstan. Tanda minus didepan konstanta k adalah hal yang biasa
diberikan. Untuk meyakinkan bahwa k selalu bernilai positif. Diasumsikan bahwa Tm
adalah konstan. Jika demikian maka penyelesaian umumnya:
(4.2)
T Tm C e kt
dari persamaan (4.2) jika t maka suhu benda mendekati media sekelilingnya
T Tm . Hal ini pasti konstan dengan pengalaman kita sehari-hari. Lihat gambar 2
yang menjelaskan bahwa menurut hukum pendingin Newton benda mendekati suhu
ruangan secara eksponensial.

T0

Benda mendingin

Tm
T0

Benda memanas
Gambar 2

24

Aplikasi PD Tingkat Satu

Tugas mandiri 4
Sebuah batang besi panas yang suhunya 350 0 F
diletakkan dalam ruangan yang suhunya 700F setelah 2
menit suhu besi menjadi 2100F. Berapa suhu batang besi
setelah 4 menit Waktu yang diperlukan untuk
mendingin menjadi 100 0 F dan waktu yang dibutuhkan
untuk mendingin menjadi 1000F.
t

Kunci jawaban : T t 701 4 1

0
Waktu yang diperlukan untuk mendingin menjadi 100 F

6,4 menit

Pencampuran merupakan salah satu aplikasi persamaan diferensial yang memadukan


antara model matematika dengan model fisika.
Sebuah tangki berisi V0 liter larutan yang telah dicampur dengan A0 gram unsur kimia
tertentu larutan denga consentrasi c1 gram/liter dengan mengandung bahan kimia yang
sama mengalir ke dalam tangki dengan kecepatan konstan r1 liter/menit dan campuran
tangki mengalir keluar dengan kecepatan konstan r2 liter/menit. Diasumsikan bahwa
larutan dicampur rata oleh pengaduk. Pada suatu saat t, konsentrasi bahan kimia dalam
tangki adalah c2 t sama dengan konsentrasi bahan kimia yang keluar tangki yang
diberikan oleh rumus

c2

At
,
V t

(5.1)

dimana: A( t ) = jumlah bahan kimia dalam tangki pada waktu t.


V t = volume larutan dalam tangki pada waktu t.
c2 (t ) = konsentrasi bahan kimia dalam tangki pada waktu t.
Penjelasan masalah : Lihat gambar dibawah ini
Larutan dengan koncentrasi c1
gram/liter mengalir dengan
kecepatan r1 liter/menit
A(t) = jumlah bahan kimia
V(t) = volume larutan dalam tangki
At Konsentrasi bahan
c2 t
kimia dalam tangki

V t

Larutan dengan koncentrasi c2


gram/liter dengan kecepatan r2
liter/menit
25

Aplikasi PD Tingkat Satu

Formula matematika : dua variabel dalam masalah diatas adalah V t dan A( t ) . Untuk
menentukan perubahan yang terjadi berdasarkan waktu maka kita anggap bahwa
perubahan terjadi pada interval waktu yang kecil, t menit. Selama waktu
t ,
r1 t liter larutan mengalir dalam tangki, dimana r2 t mengalir keluar.
Sehingga perubahan volume larutan dalam tangki pada interval waktu t adalah :

V r1t r2 t
r1 r2 t

(5.2)
Sedangkan konsentrasi bahan kimia yang masuk c1 gram/liter maka jumlah
bahan kimia yang masuk pada interval waktu t adalah c1 r1 t , demikian juga jumlah
bahan kimia yang keluar dari tangki adalah c2 r2 t . Maka akan terjadi perubahan total
jumlah bahan kimia dalam tangki selama interval waktu t A , yaitu :

A c1r1t c2 r2 t
c1r1 c2 r2 t

(5.3)

Membagi (5.2) dan (5.3) dengan t

V
r1 r2
t
A
c1r1 c2 r2
t

(5.4)
(5.5)

Untuk mengetahui rata-rata perubahan V dan A, kita menggunakan limit t 0 maka

dV
r1 r2
dt
dA
c1r1 Ar2
dt

(5.6)
(5.7)

Kemudian diintegralkan (5.6) dan (5.7) didapatkan :

V t r1 r2 t V0
r2
dA

A c1r1
dt r1 r2 V0

(5.8)
(5.9)

Persamaan diferensial diatas bisa diselesaikan, mengarah pada kondisi tertentu


A0 A0 , untuk mendapatkan pola At .

Tugas mandiri 5

Sebuah tangki berisi 8 liter air yang mengandung 32


gram bahan kimia. Sebuah larutan mengandung 2 gram/liter bahan
kimia mengalir masuk kedalam tangki dengan kecepatan 4
liter/menit, dan larutan yang telah diaduk rata dikeluarkan dengan
kecepatan 2 liter/menit. Hitung jumlah bahan kimia dalam tangki
setelah 20 menit. Berapa konsentrasi bahan kimia didalam tangki
pada waktu itu ?
Kunci jawaban:
dA
1
Model PD

A 8 Diperoleh Penyelesaian
dt t 4
1
t 42 16
A
t 4

A20 296 gram, Konsentrasi : 37 gram/liter


3

18

26

Aplikasi PD Tingkat Satu

Suatu penerapan penting dari persamaan diferensial linear orde satu (dan dua) dibentuk
dari analisa rangkaian listrik sederhana. Kebanyakan dasar dari rangkaian listrik terdiri
dari sambungan akhir kabel ke rangkaian baterai atau generator. Hal ini menyebabkan
aliran muatan qt melewati kabel, dengan demikian memproduksi arus i t
didefinisikan menjadi nilai perubahan muatan (satuan Coulomb) terhadap waktu (satuan
Ampere). Jadi :

it

dq
dt

..... (6.1)

Di dalam prakteknya sebuah rangkaian akan terdiri dari beberapa komponen yang
berlawanan terhadap perintah aliran listrik. Nilai Arus yang melewati sebuah komponen
telah selesai dikerjakan. Oleh karena itu terdapat energi yang hilang yang digambarkan
dari akibat perubahan tegangan yang melewati tiap komponen. Untuk sebuah rangkaian
kita akan mempertimbangkan perjalanan arus yang melewati rangkaian yang ditemukan
oleh kirchof dalam hukum keduanya yang ditetapkan sebagai berikut :

Hukum kedua kirchoff :


Jumlah perubahan tegangan yang mengitari rangkaian
dalam rangkaian tertutup adalah nol
Untuk menunjukkan hukum tersebut, kita harus tahu tentang hubungan antara nilai arus
yang melewati tiap komponen di dalam rangkaian dengan perubahan tegangan. Sebuah
komponen yang perlu kita ketahui adalah resistor, kapasitor, dan induktor. Kita akan
sedikit menerangkan secara ringkas tiap komponen tersebut.
1.
Resisitor
Nama itu seperti sebuah anjuran, komponen resistor dalam komposisinya menunjukkan
perintah aliran yang berlawanan dalam melewati sebuah rangkaian. Berdasarkan
ketentuan Ohm, perubahan tegangan, VR, antara ujung dari sebuah resistor
menunjukkan kesebandingan dengan nilai arus yang melewati rangkaian tersebut.
Dirumuskan sebagai
VR = iR,

(6.2)

Dimana konstanta kesebandingannya adalah R, disebut sebagai resistansi dari sebuah


resistor. Satuan dari resistansi adalah ohms .
2.
Kapasitor
Sebuah kapasitor dapat diumpamakan sebuah komponen yang mempunyai perintah
menyimpan dengan cara melawan arus lintasan. Jika qt merupakan sebuah perintah
yang terdapat di dalam kapasitor dalam waktu t, kemudian tegangan kita sebut Vc
sebagai nilai dari perlawanan tersebut. Hal tersebut menunjukkan kesebandingan
dengan harga qt . Hal itu diungkapkan dalam sebuah rumus :
Vc = 1/C . q

(6.3)

Dimana konstanta C dinamakan kapasitansi dari sebuah kapasitor. Satuan kapasitansi


adalah farads (F)

27

Aplikasi PD Tingkat Satu

3.
Induktor
Komponen ketiga yang paling penting bagi kita adalah induktor. Perlu dipikirkan
sebagai komponen yang melawan semua perubahan aliran arus yang melewati
rangkaian. Perubahan tegangan sebagai nilai arus yang melewati induktor menunjukkan
kesebandingan pada penilaian dimana saat itu arus berubah. Kita menulisnya :
VL = L di/dt,
(6.4)
Dimana konstanta L dinamakan induktansi dari sebuah induktor, satuan ukurannya
adalah Henry (H).
4.
EMF
Komponen terakhir di rangkaikan kita adalah sumber dari tegangan yang
memproduksi kekuatan elektrifikasi (EMF). Kita dapat berfikir sebagai sebuah perintah
yang memberikan jalan kekuatan bila melewati rangkaian. Seperti aliran baterai adalah
tegangan yang menguntungkan, dimana kita mendetonasikan E(t) volt [adalah sebuah
perubahan tegangan dari E(t) volt].
Sebuah rangkaian yang mengandung semua komponen diatas digambarkan dalam
rangkaian seperti dibawah ini :
Induktansi, L
I(t)
Kapasitansi, C
E
Resistansi, R

Saklar

Ketentuan Kirchoff pada hukum kedua-nya yaitu jumlah perubahan tegangan pada
setiap saat adalah = 0 bila mengitari rangkaian tertutup. Jika kita mengaplikasikannya
menjadi rangkaian RLC, maka kita peroleh :
VR + Vc +VL - E(t) = 0
Substitusikan ke dalam persamaan dari (6.2) (6.4) dan disusun menghasilkan
persamaan dasar differensial.
L di/dt +iR + 1/C . q = E

(6.5)

Kita akan mempertimbangkan tiga kasus.


Kasus 1 :
Rangkaian RL. Dalam suatu kasus dimana tidak ada pemberian kapasitor, kita
menyebutnya sebagai rangkaian RL. Oleh karena itu persamaan diferensial (6.5)
menurunkan
di/dt +R . i/L = E(t)/L
(6.6)
Ini adalah persamaan diferensial orde satu yang menentukan arus dalam rangkaian
setiap waktu.

Kasus 2 :
28

Aplikasi PD Tingkat Satu

Rangkaian RC. Sekarang perhatikan sebuah kasus ketika tidak ada pemberian inductor
dalam rangkaian. Anggap L=0 dalam (6.5) menghasilkan :
i + q/RC = E/R
(6.7)
Dalam persamaan ini ada dua yang tidak kita ketahui, q(t) dan i(t). Substitusi dari (6.1)
untuk i(t)= dq/dt, kita memperoleh lanjutan persamaan diferensial untuk q(t) :
dq/dt + q/RC = E/R
(6.8)
Dalam kasus ini kita menyelesaikan persamaan diferensial linear (6.8) untuk
memperoleh muatan q(t) dalam lempengan kapasitor. Arus dalam rangkaian kemudian
dapat kita peroleh dari :
i = dq/dt
Kasus 3 :
Rangkaian RLC. Dalam kasus umum kita harus memperhatikan semua tiga
komponen yang diberikan dalam rangkaian. Substitusi dari (6.1) ke (6.5) menghasilkan
lanjutan persamaan diferensial untuk menentukan muatan dalam kapasitor:
d2 q/dt2 + R/L (dq/dt) + q/LC = E(t)/L
(6.9)
Ini merupakan persamaan diferensial linear orde dua dengan koefisien konstan. Teknik
pada modul 1 tidak memungkinkan, secara umum digunakan untuk menyelesaikan
persamaan diferensial. Kita akan kembali untuk menyelesaikan persamaan diferensial
tipe ini di modul 3.
Persamaan diferensial (6.6) dan (6.8) adalah persamaan diferensial linear orde
satu. Jadi pemakaian EMF, E(t) secara sekilas telah spesifik. Persamaan ini dapat
diselesaikan menggunakan teknik dalam modul 1. Dua bentuk penting untuk E(t)
dalah
E(t) = E0 dan E(t) = E0 sin t
Dimana E0 dan adalah konstanta. Bentuk pertama sesuai dengan sumber dari EMF
seperti baterei. Arus yang dihasilkan disebut arus searah (DC). Bentuk kedua EMF
berosilasi antara E0. Arus yang dihasilkan dalam rangkaian disebut arus bolak-balik
(AC).
Contoh 1.
Tentukan arus dalam rangkaian RL jika pemakaian EMF konstan dan arus awal adalah
0.
Penyelesaian :
Jika kita memisalkan E0 menunjuk nilai konstan dari EMF, kemudian kita harus
menyelesaikan masalah nilai awal

di R.i E0
,

dt L
L

i(0) = 0

Faktor integrasi untuk (6.10) adalah I e

e
E
0
R

L
i
e
dt
L

R
t
L

(6.10)
R
t
L

, jadi (6.10) dapat ditulis dalam bentuk

29

Aplikasi PD Tingkat Satu

Mengintegralkan kedua sisi dan menyederhanakan hasil akhir menghasilkan


i t

t
E0
c1 e L
R

(6.11)

Kondisi awal i0 0 memenuhi jika dan hanya jika c1 E0 . Sebagai akibatnya,


R

penyelesaian masalah nilai awal adalah


R

t
E0 1 e L

it
R
Kita melihat bahwa peranan eksponensial lenyap secara cepat dengan waktu dan
rangkaian segera berakhir pada keadaan tetap.
it

E0
R

Perjalanan i t ditunjukkan dalam grafik pada gambar 3

i(t)
E0R
t

Gambar 3

Contoh 1
Perhatikan rangkaian RC dengan R = 0 , 5 , C = 0,1 F, dan E0 =20 V. Capasitor diberi
muatan awal 0.Tentukan arus pada rangkaian setelah 0,25 detik.
Penyelesaian :
Dalam kasus ini pertama kita harus menyelesaikan (6.8) untuk qt dan kemudian
menentukan arus dalam rangkaian dengan mendiferensialkan hasilnya. Substitusi untuk
R, C, dan E menjadi (6.8) menghasilkan

dq
20q 40
dt
Yang mana memiliki penyelesaian umum

q 2 c e 20t

Dimana c adalah konstanta integrasi. Menentukan kondisi awal q0 0 menghasilkan

c 2 .

20t

q 2 1 e
Dengan demikian :
.
Mendiferensialkan ekspresi ini untuk q menghasilkan arus dalam rangkaian:
i

dq
40 e 20t
dt

Akibatnya, i0,25 40 e

0,27 A

30

Aplikasi PD Tingkat Satu

Tugas mandiri 6
Tentukan arus dalam rangkaian RL jika pemakaian
EMF adalah E t E0 cos t , dimana E 0 dan
adalah konstanta. Tunjukkan mana arus steady
state & transien
Kunci jawaban : Pers. Dif. :

E cos t
di
ai 0
dt
L

Arus dalam rangkaian

E0 a cos t sin t a e at
L a2 2

Tugas mandiri 7
Perhatikan rangkaian RC dengan R =
0 , 5 ,
C=0,1F, E0=20V. Capasitor diberi
muatan awal 0. Tentukan arus pada rangkaian
setelah 0,25 detik.
dq
Kunci Jawaban : PD nya
20q 40
dt
20t
Arus dalam rangkaian q 2 1 e

i0,25 0,27 A

persamaan

diferensial

dq
20q 40
dt
Arus

dalam

q 2 1 e

20t

rangkaian

i0,25 0,27 A

31

Aplikasi PD Tingkat Satu

1. Carilah Trayektori orthogonal dari berkas kurva yang diberikan dan sket keluarga
kurva tersebut.
a.
x2 4y2 c
b.
y cx 2
c.
y 2 cx
d. x c 2 y c 2 2c 2
2. Tentukan persamaan berkas garis lengkung yang memotong berkas kurva dengan
sudut yang diberikan.
1

a.
y x c ,
2
4
b.
c.
d.

y cx 6 ,

4
r a dengan sudut 45 0.
r 1 cos , dengan sudut tetap .

3. Diberikan model populasi yang mana laju kelahiran per orang, dan laju kematian
per orang adalah , konstan. Model Persamaan diferensial yang
menggambarkan hal ini dP P .
dt

Carilah penyelesaian persamaan diferensial dan hitung dan prediksi jumlah populasi
untuk t . Jika 0 tentukan waktu kelipatan dua.
4. Pada pukul 4 sore batu bara yang panas ditari keluar dari pemanggangan dan
kemudian diletakkan di ruangan yang dingin yang memiliki suhu 75 0 F. Jika setelah
10 menit suhu batu bara 415 0 F, dan setelah 20 menit temperatur berubah menjadi
347 0 F, hitunglah :
a. Suhu pada pemanggangan.
b. Jam berapa ketika batu bara mendingin mencapai 100 0 F.
5. Sebuah tangki memiliki volume 40 liter dengan yang mana pada kondisi awal berisi
20 liter air. Suatu larutan mengandung 10 gram/lt garam mengalir kedalam tangki
dengan laja 4 lt/menit, dan campuran larutan mengalir keluar dengan laja 2 lt/menit.
Berapa garam dalam tangki sesaat sebelum larutan tumpah?
6. Diberikan suatu rangkaian RC dengan E(t) = 0 . Misalkan q(0) = 5 C, Dapatkan sisa
arus dalam kapasitor untuk t > 0. Apa yang terjadi untuk t ? Apakah ini
mungkin?
7. Suatu rangkaian RL yang mempunyai sumber tegangan E(t) 10 sin 4t volt. Jika R =
2 , L = 2/3 H, dan tidak ada arus pada kondisi awalnya, Hitung arus yang
melewati rangkaian untuk t 0.

32

Aplikasi PD Tingkat Satu

1. Suatu koloni bakteri bertambah dengan laju yang berbanding lurus dengan jumlah
bakteri yang ada. Jika jumlah bakteri dalam empat jam menjadi tiga kali jumlah
semula.
a. Buat model yang mempresentasikan jumlah bakteri N(t) dalam waktu t.
b. Tentukan solusinya.
c. Berapa waktu yang diperlukan agar jumlahnya menjadi 27 kali jumlah semula.
2. Sebuah tangki berisi 600 liter larutan yang mengandung 1500 gram bahan kimia.
Sebuah larutan mengandung 5 gram/liter bahan kimia mengalir masuk kedalam
tangki dengan kecepatan 6 liter/menit, dan larutan yang telah diaduk rata
dikeluarkan dengan kecepatan 3 liter/menit. Hitung jumlah bahan kimia dalam
tangki setelah 1 jam. Berapa konsentrasi bahan kimia didalam tangki pada waktu
itu ?
3. Suatu subtansi yang tidak mudah terbakar pada kondisi awal temperaturnya adalah
50 0 F berada dalam open yang panas yang mana suhunya adalah 450 0 F.
Temperatur subtansi tersebut menjadi 150 0 F setelah 20 menit. Hitung temperatur
subtansi setelah 40 menit. Jika subtansi terbakar ketika suhu mencapai 350 0 F ,
hitung waktu yang dibutuhkan sampai subtansi tsb terbakar.

Kerjakan sungguh-sungguh soal test formatif_2 ini. Sebelum anda


membandingkan pekerjaan anda dengan petunjuk yang terdapat dalam kunci
jawaban pada akhir modul ini. Jika anda dapat mengerjakan 3 dari 4 soal yang
diberikan berarti bahwa tingkat penguasaan anda atas materi kegiatan belajar
ini cukup baik. Jika tidak demikian sebaiknya anda pelejari lagi bagian yang
belum anda kuasai.

33

Aplikasi PD Tingkat Satu

KUNCI JAWABAN SOAL LATIHAN.

c. x 2 2 y 2 C .

1) a. y = C x4 ,

3)
4)
5.
7.

2) a. y = -

1
3

x+C

c. r e 2 = C

0, jika( ) 0
1

. Lim P(t ) p0 , jika . Td =


P(t) = P0 e
ln 2
t

, jika ( ) 0

a. 500 0 F, b. 6,07 sore.


300 gram
i = (3/5) (3 sin4t 4 cos4t + 4 e 3t )
( )

Kunci Jawaban test formatif_2


1) a. model yang mempresentasikan jumlah bakteri N(t) dalam waktu t :

dN
kN
dt

b. Penyelesaian PD tersebut : N N0 ekt pada saat t 0 jumlah populasi bakteri


,

1
ln 3
4
c. Jumlah bakteri mencapai 27 kali jumlah semula : 27 N0 N0 ekt t = 12 jam
,
adalah N0, dan N(4) = 3 N0 maka 3N0 N0 e4 k k

2.

Perubahan volume selama waktu t adalah :

V r1 r2 t 3t dan

dV
3
dt

Mengintegralkan persamaan diatas dan menyederhanakan kondisi V(0) = 600

V 3t 200

A 30 3c2 t dan c 2

A
V

Diperoleh model MNB:

dA
3

A 30
dt 3(t 200)
Maka

t 200 A 15t 2002 +C


A0 1500 gram sehingga didapatkan C = -3.105

3.105
sehingga A60 = 7 746 gram
t 00
Diperoleh konsentrasi setelah 1 jam , c 3,52 gram/liter
Jadi A 15t 200

3. Model PD :

dT
k T Tm .
dt

PUPD : 450 + C e-kt diperoleh C = -400 dan k = 1 ln 4


20

Temperatur subtansi setelah 40 menit adalah T(40) = 225 0 F


Waktu yang dibutuhkan sampai subtansi tsb terbakar adalah t=96,4 menit.
34