Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PELUANG
A. Pengertian Peluang
Peluang adalah suatu nisbah yang digunakan untuk menyatakan besarnya
kemungkinan bahwa suatu kejadian akan terjadi. Contohnya ialah peluang bahwaangka
tertentu akan muncul bila kita melemparkan sebuah dadu. Nisbah ini dinyatakan dengan
bilangan pecahan, yaitu jumlah kemungkinan bahwa kejadian tertentu akan terjadi dibagi
dengan jumlah semua kejadian yang mungkin terjadi.
B. Kaidah Perkalian, Permutasi, Dan Kombinasi
1. Aturan Pengisian Tempat Yang Tersedia
Perhatikan contoh berikut sebagai pengantar pada aturan pengisian tempat yang
tersedia.
Contoh:
Pada lomba lari 100 meter, empat anak lolos keputaran akhir, yaitu A (Adi), B (Banu),
C (Candra), dan D (Dodi). Pada perlombaan tersebut disediakan dua hadiah. Ada
berapakah susunan pemenang yang mungkin muncul pada akhir pertandingan?
Jawab:
Pemenang pertama dan kedua yang mungkin muncul, dapat kita susun yaitu AB, AC,
AD, BA, BC, BD, CA, CB, CD, DA, DB, dan DC.
Langkah pertama:
Ada 4 peserta lomba yang seharusnya bisa keluar sebagai juara pertama.
Langkah kedua:
Satu orang sudah masuk garis akhir, masih ada 3 peserta lomba yang bisa menduduki juara
kedua.
Jadi, seluruhnya ada 4 x 3 = 12 susunan pemenang yang mungkin terjadi.
Dari uraian tersebut dapat kita memperoleh suatu kesimpulan sebagai berikut :
Jika terdapat k buah tempat yang tersedia, dengan :
n1 = banyaknya cara untuk mengisi tempat pertama
n2 = banyaknya cara untuk mengisi tempat kedua setelah tempat pertama.
n3 = banyaknya cara untuk mengisi tempat ketiga setelah tempat pertama dan kedua
terisi, dan seterusnya .
nk = banyaknya cara untuk mengisi tempat ke- k, setelah tempat-tempat sebelumnya
terisi.
maka banyaknya cara untuk mengisi k tempat yang tersedia adalah:
n1 x n2 x n3 x ... x nk.
Aturan inilah yang dimaksud sebagai aturan pengisian tempat yang tersedia atau
kaidah perkalian.
2. Definisi dan Notasi Faktorial
Notasi faktorial akan digunakan untuk mempelajari permutasi dan kombinasi.

Definisi
Hasil perkalian semua bilangan bulat positif dari 1 sampai
dengan n disebut n faktorial, dan diberi notasi n!
Jadi, n! = 1 x 2 x 3 x 4 x ... x (n 1) x n, atau
n! = n x (n 1) x (n 2) x ... x 3 x 2 x 1, dengan 1! = 1 dan 0! = 1
contoh :
tentukan nilai dari:
6!
a. 4!
b. 3!
Jawab:
a. 4! = 4 x 3 x 2 x 1 = 24
6!
6 x 5 x4 x3 x2 x1
b. 3! =
3 x2 x1

= 120

3. permutasi
Definisi
Permutasi sejumlah unsur adalah penyusunan unsur-unsur
tersebut dalam suatu urutan tertntu (urutannya diperhatikan).

A. Permutasi k unsur dari n unsur


Susunan k unsur dari n unsur yang berlainan dengan memperhatikan urutan disebut
permutasi k unsur dari n unsur (k n). Misalkan kita diminta menyusun tiga huruf dari
A, B dan C akan disusun 2 huruf dengan urutan yang berbeda, maka susunan yang diperoleh
adalah AB, AC, BA, BC, CA, dan CB.
Seluruhnya ada 6 susunan yang berbeda, setiap susunan ini disebut permutasi 2 unsur dari 3
unsur yang tersedia. Banyaknya permutasi k unsur dari n unsur dilambangkn oleh P(n, k).
n!
P(n, k) = ( nk ) !
Contoh:
Tersedian 5 buah buku mata pelajaran yang berbeda, diambil 3 buku dan akan disusun di
atas rak buku. Ada berapa macam susunan yang dapat dilakukan?
Jawab :
Banyaknya susunan buku itu adalah permutasi 3 buku dari 5 buku yang tersedia.
5!
5 x 4 x 3 x 2!
P(5, 3) = ( 53 ) ! =
= 60
2!
Jadi, banyaknya susunan 3 buku dari 5 buku itu seluruhnya ada 60.
a. Permutasi dengan beberapa unsur sama

Setiap unsur pada permutasi tidak boleh digunakan lebih dari 1 kali, kecuali jika
dinyatakan secara khusus.
Banyaknya permutasi dari n unsur yang memuat k unsur yang sama, l unsur yang
sama, ..., m unsur yang sama (k + l + ... + m n) dapat ditentukan dengan rumus:

P=

n!
k!l !m !

Contoh:
Terdapat 2 bola merah, 1 bola biru, dan 3 bola putih yang sama jenis dan ukurannya.
Ada berapa carakah bola-bola itu dapat disusun berdampingan?
Jawab:
6!
6 x 5 x4 x3!
Banyaknya susunan bola-bola itu adalah 2 ! 3 ! =
= 60
2 x1 x3!

b. Permutasi siklis
Penentuan susuna melingkar dapat diperoleh dengan menetapkan satu objek pada satu
posisi, kemudian menentukan kemungkinan posisi objek lain yang sisa, sehingga bila
tersedia n unsur berbeda, maka
Banyaknya permutasi siklis dari n unsur = (n 1)!
Contoh:
Berapa cara 5 orang dalam suatu pesta makan dapat diatur tempat duduknya mengelilingi
sebuh meja bundar?
Jawab:
Banyaknya susunan duduk 5 orang yang mengelilingi sebuah meja bundar = (5 1)! = 4!
= 24
4. Kombinasi
Definisi
Kombiansi adalah suatu pilihan dari unsur-unsur yang ada
tanpa memperhatikan urutannya. Banyaknya kombinasi k
unsur dari n unsur dinyatakan dengan C(n, k) dan
dirumuskan:
n!
C(n, k) = (nk )! k !
Misalnya, dari 3 pemain bulu tangkis A, B, dan C akan disusun pasangan ganda untuk
mengikuti sebuah kejuaraan. Susunan pasangan yang dapat dibentuk adalah AB, AC, dan
BC. Perhatikan bahwa pasangan AB dan BA adalah sama. Jadi, urutan nama pemain tidak
diperhatikn. Setiap susunan pasangan ganda yang diperoleh diatas disebut kombinasi 2
pemain diambil dari 3 pemain.
Contoh:

Seekor petani akan membeli 3 ekor ayam, 2 ekor kambing, dan 1 ekor sapi dari seorang
pedagang yang memiliki 6 ekor ayam, 4 ekor kambing, dan 3 ekor sapi. Dengan berapa
cara petani tersebut dapat memilih ternak-ternak yang di inginkannya?
Jawab:
6!
6!
Banyaknya cara memilih ayam = C(6, 3) = (63)! 3 ! = 3 ! 3 ! = 20 cara
Banyaknya cara memilih kambing = C(4, 2) =
Banyaknya cara memilih sapi = C(3, 1) =

4!
(42)! 2!

3!
(31)! 1!

4!
2 !2!

3!
2!1!

= 6 cara

= 3 cara

Jadi, petani tersebut memiliki pilihan sebanyak = 20 x 6 x 3 = 360 cara.


C. Ruang Sampel dan Titik Sampel suatu Percobaab

Definisi Ruang Sampel :


Ruang sampel adalah himpunan dari semua hasil yang
mungkin pada suatu percobaan/kejadian.
Ruang Sampel suatu percobaan dapat dinyatakan dalam bentuk diagram pohon atau
tabel.

Definisi Titik Sampel:


Titik Sampel adalah anggota-anggota dari ruang sampel
atau kemungkinan-kemungkinan yang muncul.

Contoh:
1. Pada percobaan melempar dua buah mata uang logam (koin) homogen yang berisi angka
(A) dan gambar (G) sebanyak satu kali. Tentukan ruang sampel percobaan tersebut.
Jawab:
Dengan Diagram Pohon

Kejadian yang mungkin:

AA : Muncul sisi angka pada kedua koin


AG : Muncul sisi angka pada koin 1 dan sisi gambar pada koin 2
b. Dengan Tabel
Koin

AA

AG

AG

GG

Ruang sampel = {(A,A), (A,G), (G,A), (G,G)}


Banyak titik sampel ada 4 yaitu (A,A), (A,G), (G,A), dan (G,G).
Dari contoh soal dan jawaban diatas, kini kita akan membahas tentang pengertian dari
Peluang Suatu Kejadian, yaitu:

Definisi Kejadian:
Kejadian atau peristiwa merupakan himpunan bagian dari
D. Peluang Suatu Kejadian

Definisi Peluang:
Peluang Suatu kejadian yang diinginkan adalah
perbandingan banyaknya titik sampel kejadian diinginkan
itu dengan banyaknya anggota ruang sampel kejadian
Misalnya A adalah suatu kejadian yang diinginkan, maka nilai peluang kejadian A
dinyatakan dengan:
P(A) =

Banyaknya kejadin A
Banyaknya kejadian yang mungkin
Peluang disebut juga dengan nilai kemungkinan.
Contoh :
Pada percobaan melempar sebuah dadu bermata 6, pada ruang sampelnya terdapat
sebanyak 6 titik sampel, yaitu munculnya sisi dadu bermata 1, 2, 3, 4, 5, dan 6.
Kejadian-kejadian yang mungkin terjadi misalnya :

Munculnya mata dadu ganjil


Munculnya mata dadu genap
Munculnya mata dadu prima
Jika pada percobaan tersebut diinginkan kejadian munculnya mata dadu prima,
maka mata dadu yang diharapkan adalah munculnya mata dadu 2, 3, dan 5, atau sebanyak
3 titik sampel. Sedang banyaknya ruang sampel adalah 6, maka peluang kejadian
munculnya mata dadu prima adalah:

P(mata dadu prima) =

banyaknya kejadian yang mungkin


banyaknya kejadian mata dadu prima
3

= 6 =2

Atau:
Menyatakan nilai peluang suatu kejadian pada suatu percobaan dapat dinyatakan dengan
menggunakan cara :
Banyaknya titik sampel A
peluang kejadian A = Banyaknyaruang smpel

Batas-Batas Nilai Peluang


Nilai peluang suatu kejadian (P) memenuhi sifat ,
yang berarti:
Jika P = 0, maka kejadian tersebut tidak pernah terjadi atau suatu kemustahilan
Jika P = 1, maka kejadian tersebut merupakan kepastian.
Jika A adalah suatu kejadian yang terjadi, dan A adalah suatu kejadian dimana A tidak
terjadi,
maka :

Contoh:
1. Sebuah dadu berbentuk mata enam dilempar sekali. Tentukan nilai peluang :
a. munculnya mata dadu bilangan asli
b. munculnya mata dadu 7

Jawab :
a. Nilai peluang munculnya mata dadu bilangan asli adalah 1,karena merupakan suatu
kepastian.
b. Nilai peluang munculnya mata dadu 7 adalah 0, karenamerupakan suatu kemustahilan.
E.Frekuensi Harapan
Frekuensi Harapan (fh) dari suatu kejadian adalah banyaknya kemunculan kejadian yang
dimaksud dalam beberapa kali percobaan.
Atau dirumuskan seperti:

Contoh:
1. Sebuah dadu bermata enam dilempar sebanyak 120 kali. Berapa harapan akan muncul
mata dadu 6?
Jawab: Fhmuncul dadu 6 = P (mata 6) 120 kali
=

1
120 kali
K
6

= 20 kali
F. Kejadian Majemuk
1. Peluang Komplemen Suatu Kejadian
Pada diagram Venn berikut, kejadian E didefinisikan didalam ruang sampel S sehingga
kejadian diluar E disebut komplemen dari kejadian E dan diberi notasi EC .

2. Dua kejadian saling lepas


Dua kejadian saling lepas adalah dua kejadian yang tidak dapat terjadi secara
bersamaan.
Peluang dari dua kejadian A dan B:
1. Untuk kejadian A dan B saling lepas: P(A B =P ( A ) + P(B)
2. Untuk kejadian A dan B tidak saling lepas: P(A B =P ( A ) + P(B)
3. Peluang Dua Kejadian yang Saling Bebas

P ( A B )

4. Peluang Kejadian Bersyarat

Peluang terjadinya kejadian A dan B, ditulis P(A B ) , untuk A dan B dua


kejadian bersyarat,
dirumuskan P(A B ) = P( A) P(B A)

Aplikasi Matematika dalam Kehidupan Sehari-hari


Matematika memang memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari,
namun karena matematika memiliki sifat yang cukup abstrak sehingga sulit untuk dapat
menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari jika kita hanya berpendidikan
sarjana (yang umumnya baru tahu teorinya, belum banyak aplikasinya).
Matematika tidak hanya diterapkan dalam kehidupan seorang matematisi
proffesional, namun matematika juga kerap digunakan seorang dokter, insinyur elektronik,
programmer, insinyur sipil, insinyur mesin, ekonom, akuntan, manajer, maupun banyak
ahli bidang lain. (Lalu mengapa yang menggunakan semua penggunanya berpendidikan
sarjana ke atas, karena sudah jelas kalau materi matematika SMA disusun untuk calon
ilmuwan berpendidikan sarjana ke atas).
Aplikasi Matematika (Peluang)
Aplikasi metematika pada bidang ekonomi yang ingin saya bahas kali ini adalah ilmu
peluang, dengan ilmu ini kita belajar menghitung peluang di berbagai kasus asuransi, ilmu yang
membahas tentang ini disebut aktuaria, dan ahlinya disebut aktuaris. Aktuaris adalah sebuah
pekerjaan dengan skill elite, dikarenakan konsep aktuaris yang cukup memerlukan pengetahuan
bidang matematika dan statistik secara mendalam.

Oleh karena itu, sejumlah negara memutuskan untuk membuat lembaga khusus untuk
mendidik calon aktuaris dan mengujinnya dalam ujian profesi aktuaris

Di Indonesia sendiri lembaga ini dikenal dengan nama Persatuan Aktuaris Indonesia
(PAI). Ilmu aktuaria merupakan ilmu gabungan antara ilmu peluang, matematika, statistika,
keuangan, dan pemrograman komputer. Studi dari website pencarian kerja CareerCast
menempatkan actuaria sebagai #1 job di Amerika Serikat (Needleman, 2010). Studi ini
menggunakan
lima kriteria kunci untuk mengurutkan rangking pekerjaan: lingkungan,
pendapatan, prospek kerja, dampak fisik, and stress. Tren matematikawan memang
diprediksikan akan naik pesat pada 2014.

Uji Kompetensi I
Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, d, atau e pada jawaban yang
benar !
1. Dua buah dadu dilempar satu kali. Tentukan peluang muncul mata dadu berjumlah 7...
1
2
a.
d. 7
6
b.

1
7

c.

2
6

e.

3
6

2. Pada pelemparan dua buah dadu, tentukan peluang mata dadu berjumlah 6 atau
kembar ...
3
6
a.
d.
18
18

b.

4
18

c.

5
18

e.

7
18

3. Dua buah dadu di lempar bersamaan sebanyak 72 kali, tentukan harapan munculnya
jumlah mata dadu 6 ...
a. 9
d. 12
b. 10
e. 13
c. 11
4. Pada pelemparan sebuah dadu, tentukan peluang mata dadu bukan 3 ...
1
4
a.
d.
6
6
b.

2
6

c.

3
6

e.

5
6

5. Pada pelemparandua buah dadu, A adalah kejadian muncul mata dadu berjumlah 8 dan
B adalah kejadian muncul mata dadu kembar .
Tentukan peluang kejadian A dan B !
5
10
a.
d. 8
18
b.

7
8

c.

9
8

e.

11
8

II.
Kerjakan soal-soal berikut dengan benar !
1. Sekeping mata uang logam dan sebuah dadu dilemparkan bersama satu
kali.Tentukanlah peluang munculnya gambar pada mata uang dan mata dadu kurang
dari 5 !
2. Sebuah dadu di lempar satu kali, hitunglah nilai peluang kejadian munculnya mata
dadu, angka ganjil !
3. Sebuah dadu bersisi enam dilempar sekali. Berapakah peluang munculnya mata dadu
lebih dari dua?
4. Pada pelemparan dua dadu, tentukan peluang muncul mata dadu berjumlah lebih dari
4!
5. Dua buah dadu dilempar bersama-sama satu kali, berapa peluang munculnya 2 mata
dadu berjumlah 4 atau 7 !

Kunci Jawaban
Pilihan Ganda
1. 1. S = {(1, 1), (1, 2), (1,3), ..., (6, 6)}
n(S) = 36
A

= {(1, 6), (2, 5), (3, 4), (4, 3), (4, 3), (5, 2), (6, 1)}

n(A) = 6
jadi , P ( A )=

n( A) 6 1
= =
n( A) 36 6

(Jawaban A)

2.

Misal:
A = Kejadian muncul mata dadu berjumlah 6
= {(1, 5), (2, 4), (3, 3), (4, 2), (5, 1)}
B = Kejadian muncul mata dadu kembar
= {(1, 1), (2, 2), (3, 3), (4, 4), (5, 5), (6, 6)}
A B = {(3,3)}
P(A B =P ( A ) + P ( B )P (A B)
=

5 6
1 10 5
+ = =
36 36 36 36 18

( jawaban C )

2
3. n(S) = 6 =36

A = {(3, 3), (4, 2), (2, 4), (5, 1), (1, 5)


n(A) = {(3, 3), (4, 2), (2, 4), (5, 1), (1, 5)}
n(A) = 5
n( A) 5
p(A) = n(B) = 36
Fh = n x P(A)

= 72 x

5
=10
36

( jawaban B )

4. Misal A kejadian muncul dadu 3 maka P(A) =

1
6

Danpeluang munculnya mata dadu bukan 3 = P(AC)


=1

P(A)

=1

1 5
=
6 6

( Jawaban E )
5. n(S) = 36
A = {(3,5), (5, 3), (4, 4), (6, 2), (2, 6)}

n ( A )=5

B = {(1, 1),(2, 2), (3, 3), (4, 4), (5, 5), (6, 6)}

n ( B )=6

A B= {( 4, 4 ) }
P(A B =P ( A ) + P ( B )P (A B)
=

5 6
1
+
36 36 36

10 5
=
36 18

( Jawaban A)

Essay
1. Misal,
A

= Kejadian munculnya gambar pada mata uang .


= {G}

n (A) = 1

= Kejadian munculnya mata dadu kurang dari 5


= {1, 2, 3, 4 }

n (B) = 4

P(A)

n( A)
n( S)

P(B)

n(B)
n (S )

1
2

=
4
6

2
3

A dan B adalah kejadian yang saling bebas, karena munculnya mata uang tidak di
pengaruhi munculnya mata dadu dan sebaliknya .
Jadi,

P(A B) = P(A) x P(B)


=

1 2
x
2 3

1
3

2. Ruang Sampel pada percobaan melempar dadu berisi enam yaitu S = {1, 2, 3, 4, 5, 6},
sehingga n(S) = 6. Kejadian angka ganjil, A = {1, 3, 5}, maka n(A) = 3.
P(ganjil) =

n(C)
n( S)

= 6 =2