Anda di halaman 1dari 146

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP ke 1 )
Nama Sekolah

: SMK TERPADU BHAKTI INDONESIA

Mata Pelajaran

: Dasar-dasar Farmakologi

Kelas/Semester

: X / satu

Standar Kompetensi

: Menerangkan pengertian, sejarah, ruang lingkup dan istilah medis


yang berkaitan dengan dasar-dasar farmakologi

Kompetensi Dasar

: Mengemukakan sejarah, ruang lingkup dan istilah medis yang


berkaitan dengan dasar-dasar farmakologi

Alokasi Waktu

: 3 x 2 Jp

I. Tujuan Pembelajaran :
Siswa dapat :
1. Memahami tentang perkembangan sejarah obat,definisi dan pengertian obat
2. Memahami dan menjelaskan tentang Farmakope dan nama obat
3. Mengidentifikasi dan menjelaskan macam-macam sediaan umum serta cara-cara
pemberian obat
II. Materi Ajar :
1.
2.
3.
4.
5.

Perkembangan sejarah obat


Definisi dan pengertian
Farmakope dan nama obat
Macam-macam sediaan umum
Cara-cara pemberian obat.

III. Metode Pembelajaran :

1. Pendekatan : Saintifik
2. Model
: Discovery Learning
3. Metode
: Diskusi, Penugasan, Presentasi, sharing.
IV. Langkah- langkah Pembelajaran :
A. Pertemuan 1
Materi :
1.

Perkembangan sejarah obat

2.

Definisi dan pengertian


Pendahuluan :
1. Memberikan salam
2. Memimpin doa
3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas
4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran
5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1 Secara umum memberikan diskripsi tentang perkembangan sejarah obat
5.2 Memahami tentang definisi dan pengertian obat
Kegiatan Inti :

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi guru :


Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
perkembangan sejarah obat
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
definisi-definisi dan pengertian obat
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa tentang definisi-definisi dan
pengertian obat
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memjelaskan definisi dari materi dasardasar farmakologi.

Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk
memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan
bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan
siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan
masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan
dan rasa percaya diri peserta didik.

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan
Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian
pustaka
Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama.

B. Pertemuan 2
Materi :
1. Farmakope dan nama obat
2. Macam-macam sediaan umum
Pendahuluan :
1. Memberikan salam

2. Memimpin doa
3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas
4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran
5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1Secara umum memberikan gambaran dan pengetahuan tentang Farmakope dan
nama obat
5.2Mengenal macam-macam sediaan umum dan penggolongan obat.
Kegiatan Inti :

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi guru :


Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
isi dari Farmakope dan nama obat
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
macam-macam sediaan umum obat
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai kandungan dari
Farmakope dan nama obat
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai macam-macam
sediaan umum obat
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan contoh pemahaman tentang
isi Farmakope dan macam-macam sediaan umum obat

Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk
memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan
bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan
siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan
masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan
dan rasa percaya diri peserta didik.

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan

Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :

Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian
pustaka
Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama.
C. Pertemuan 3
Materi :
1. Cara-cara pemberian obat.
Pendahuluan :
1. Memberikan salam
2. Memimpin doa
3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas
4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran
5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1 secara umum menjelaskan tentang cara pemberian obat untuk mendapatkan
efek

terapiutic

Kegiatan Inti :

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi guru :


Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
cara pemberian obat
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai cara pemberian obat
untuk mendapatkan efek yang diinginkan
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan contoh tentang pemberian
obat baik secara efek sistematis maupun efek lokal.

Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk
memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan
bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan
siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan
masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan
dan rasa percaya diri peserta didik.

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa

Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan


pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan
Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian
pustaka
Melakukan test/pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang sudah
disampaikan
Memberikan tugas individual agar siswa mampu memahami dan menjelaskan
tentang definisi,pengertian,farmakope dan macam-macam sediaan umum
serta cara pemberian
Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama.

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar :
Modul bahan ajar,bahan ajar yang relevan ( Internet ),LCD
VI. Penilaian :
A. Tes tertulis
B. Tugas

Mengetahui,

Pati,05 Januari 2015

Kepala SMK TERPADU BHAKTI INDONESIA

Guru mata pelajaran

Suntoro,S.Pd.,M.M.

Luwih Utomo

VII. Materi pembelajaran

FARMAKOLOGI UMUM
DASAR-DASAR UMUM
1. Perkembangan sejarah obat
Yang dimaksud dengan obat adalah semua Zat baik kimiawi,hewani maupun
nabati yang dalam dosis layak dapat menyembuhkan,meringankan atau mencegah
penyakit atau gejala-gejalanya.
Obat yang pertama kali digunakan adalah obat yang berasal dari tanaman yang dikenal
dengan obat tradisional yang disebut jamu di Indonesia. Obat-obat nabati ini digunakan
sebagai rebusan atau ekstrak dengan aktifitas yang seringkali berbeda beda
tergantung dari asal tanaman dan cara pembuatannya.
Hal ini dianggap kurang memuaskan,maka lambat laun ahli-ahli kimia mulai mencoba
mengisolasi zat-zat aktif yang terkandung dalam tanaman sehingga menghasilkan
serangkaian zat-zat kimia sebagai obat,misalnya :

Efedrin dari tanaman Ephedra Vulgaris

Atropin dari tanaman Atropa Belladonna

Morfin dari tanaman Papaver somniferum

Digoksin dari tanaman Digitalis lanata

Reserpin dari tanaman Vinca Serpentina

Pada permulaan abab XX,mulailah dibuat sintetis. Pendobrakan sejati baru tercapai
dengan penemuan dan penggunaan obat-obat kemoterapeutika Sulfonamid ( 1935 )
dan Penisillin ( 1940 ). Sejak tahun 1945,ilmu-ilmu kimia,fisika dan kedokteran
berkembang dengan pesat dan hal ini menguntungkan bagi penyelidikan yang
sistematis dari obat-obat baru.
Penemuan obat-obat baru menghasilkan lebih dari 500 macam obat setiap
tahunnya,sehinnga obat-obat kuno makin terdesak oleh obat-obat baru.
2. Definisi dan Pengertian
Didalam mempelajari obat-obat dari segala macam aspek,ditentukan beberapa definisi
antara lain :
a. Farmakologi
a.1 Arti Farmakologi dari arti luas
Adlh Ilmu yang mempelajari sejarah,asal-usul obat,sifat kimiawi dan fisika,cara
mencampurdan membuat obat,efek terhadap fungsi biokimia dan faal,cara
kerja,absorpsi,distribusi,biotransformasi dan ekskresi,penggunaan dalam klinik
dan efek toksinnya.
a.2 Arti Farmakologi dari arti sempit
Adlh Ilmu yang mempelajari penggunaan obat untuk diagnosis,pencegahan dan
menyembuhkan penyakit.
b. Farmakognosi
Adlh Ilmu yang mempelajari pengetahuan dan pengenalan bentuk makrokospik
dan mikrokospik berbagai tumbuh-tumbuhan,hewani,mineral dan organisme
lainnya yang dapat digunakan dalam pengobatan. Farmakognosi, mempelajari
pengetahuan dan pengenalan obat yang berasal dari tanaman dan zat zat
aktifmya, begitu pula yang berasal dari mineral dan hewan.
Pada zaman obat sintetis seperti sekarang ini, peranan ilmu farmakognosi sudah
sangat berkurang. Namun pada dasawarsa terakhir peranannya sebagai sumber
untuk obat obat baru

berdasarkan penggunaannya secara empiris telah

menjadi semakin penting. Banyak phytoterapeutika baru telah mulai digunakan


lagi (Yunani ; phyto = tanaman), misalnya tingtura echinaceae (penguat daya
tangkis), ekstrak Ginkoa biloba (penguat memori), bawang putih (antikolesterol),
tingtur

hyperici

(antidepresi)

dan

ekstrak

feverfew

(Chrysantemum

parthenium) sebagai obat pencegah migrain.


c. Biofarmasi, Adlh kegiatan menyelidiki pengaruh formulasi obat terhadap efek
terapetiknya,sehingga bentuk sediaan obat harus dibuat sedemikian rupa
sehingga menghasilkan efek yang optimal.

Atau meneliti pengaruh formulasi obat terhadap efek terapeutiknya.


Dengan kata lain dalam bentuk sediaan apa obat harus dibuat agar
menghasilkan efek yang optimal. Ketersediaan hayati obat dalam tubuh
untuk diresorpsi dan untuk melakukan efeknya juga dipelajari
(farmaceutical dan biological availability). Begitu pula kesetaraan
terapeutis dari sediaan yang mengandung zat aktif sama (therapeutic

equivalance). Ilmu bagian ini mulai berkembang pada akhir tahun


1950an dan erat hubungannya dengan farmakokinetika.
d. Farmasi
Adlh Ilmu yang mempelajari cara membuat,mencampur dan formulasi obat
e. Farmakokinetika
Adlh Ilmu yang mempelajari Absorpsi,Distribusi,Metabolisme/Biotransformasi dan
ekskresi obat didalam tubuh
f.

Farmakodinamika
Adlh Ilmu yang mempelajari cara kerja obat,efek obat terhadap fungsi berbagai
organ dan pengaruh obat terhadap reaksi biokimia dan struktur organ

g. Farmakoterapi
Adlh Ilmu yang mempelajari penggunaan obat untuk menyembuhkan.

Farmakoterapi mempelajari penggunaan obat untuk mengobati penyakit


atau gejalanya. Penggunaan ini berdasarkan atas pengetahuan tentang
hubungan antara khasiat obat dan sifat fisiologi atau mikrobiologinya di
satu pihak dan penyakit di pihak lain. Adakalanya berdasarkan pula atas
pengalaman yang lama (dasar empiris). Phytoterapi menggunakan zat
zat dari tanaman untuk mengobati penyakit.
h. Kemoterapi
Adlh Pengobatan penyakit yang disebabkan oleh mikroba Patogen
i.

Obat kemoterapi
Adlh Obat yang terutama bekerja terhadap kuman,parasit dan mikroba Patogen
lainnya

j.

Obat farmakodinamika
Adlh Obat yang terutama bekerja terhadap tuan rumah dengan merangsang atau
menekan fungsi dan reaksi biokimia organ

k. Toksikologi
Adlh Ilmu yang mempelajari keracunan oleh berbagai zat kimia,terutama obat.

Toksikologi adalah pengetahuan tentang efek racun dari obat terhadap


tubuh dan sebetulnya termasuk pula dalam kelompok farmakodinamika,
karena efek terapi obat barhubungan erat dengan efek toksisnya.
Pada hakikatnya setiap obat dalam dosis yang cukup tinggi dapat bekerja
sebagai racun dan merusak organisme. ( Sola dosis facit venenum :
hanya dosis membuat racun racun, Paracelsus).
Obat obat yang digunakan pada terapi dapat dibagi dalam tiga golongan
besar sebagai berikut :
a) Obat farmakodinamis, yang bekerja terhadap tuan rumah dengan jalan
mempercepat atau memperlambat proses fisiologi atau fungsi biokimia
dalam tubuh, misalnya hormon, diuretika, hipnotika, dan obat otonom.
b) Obat kemoterapeutis, dapat membunuh parasit dan kuman di dalam
tubuh
tuan
rumah.
Hendaknya
obat
ini
memiliki
kegiatan
farmakodinamika yang sekecil kecilnya terhadap organisme tuan rumah
berkhasiat membunuh sebesar besarnya terhadap sebanyak mungkin
parasit (cacing, protozoa) dan mikroorganisme (bakteri dan virus). Obat

obat neoplasma (onkolitika, sitostatika, obat obat kanker) juga


dianggap termasuk golongan ini.
c) Obat diagnostik merupakan obat pembantu untuk melakukan diagnosis
(pengenalan penyakit), misalnya untuk mengenal penyakit pada saluran
lambung-usus digunakan barium sulfat dan untuk saluran empedu
digunakan natrium propanoat dan asam iod organik lainnya.
3. Farmakope dan Nama obat
Farmakope adalah buku resmi yang ditetapkan oleh hukum dan memuat
standarisasi obat-obat penting serta persyaratannya akan identitas,kadar kemurnian
dan sebagainya,begitu pula metode-metode analisa dan resep-resep sediaan farmasi.
Didalam farmakope Indonesia juga terdapat nama latyn,nama generik,serta
nama kimia. Nama latyn adalah nama obat dalam ejaan bahasa latyn. Nama generik
adalah nama obat-obat yang boleh digunakan di semua negara tanpa melanggar hakhak patent yang berlaku untuk obat yang bersangkutan. Nama kimia adalah nama obat
yang berdasarkan nama unsur-unsur kimia yang membentuknya.
Selain buku farmakope terdapat pula buku Informasi spesialite obat ( ISO ) yang
memuat nama-nama obat patent atau spesialite. Obat patent atau spesialite adalah
obat-obat milik dari suatu Perusahaan dengan merk/nama dagang tertentu yang
dilindungi oleh hukum.
4. Macam -Macam Sediaan Umum
Menurut Farmakope Indonesia Edisi IV,macam - macam sediaan umum adalah sebagai
berikut :
1.

Aerosol, adalah sediaan yang dikemas di bawah tekanan, mengandung zat aktif

terapeutik yang dilepas pada saat sistem katup yang sesuai ditekan. Sediaan ini
digunakan untuk pemakaian topikal pada kulit dan juga untuk pemakaian lokal pada
hidung ( aerosol nasal ), mulut ( aerosol lingual ) atau paru - paru ( aerosol inhalasi ).
2.
Kapsul , adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau
lunak yang dapat larut. Digunakan untuk pemakaian oral.
3.
Tablet , adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan
pengisi.
4.
Krim, adalah sediaan setengah padat mengandung satu atau lebih bahan obat
terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai.
5.
Emulsi, adalah sistem dua fase, yang salah satu cairannya terdispersi dalam
cairan yang lain, dalam bentuk tetesan kecil.
6.
Ekstrak, adalah sediaan pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat aktif
dari simplisia nabati atau simplisia hewani menggunakan pelarut yang sesuai,
kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang
tersisa

diperlakukan

sedemikian

rupa

sehingga

memenuhi

syarat

baku

yang

ditetapkan.
7.
Gel (Jeli), adalah sistem semi padat terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel
anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar , terpenetrasi oleh suatu cairan.
8.
Imunoserum, adalah sediaan yang mengandung immunoglobulin khas yang
diperoleh dari serum hewan dengan pemurnian.
9.
Implan atau pelet, adalah sediaan dengan massa padat steril berukuran kecil,
berisi obat dengan kemurnian tinggi ( dengan atau tanpa eksipien ), dibuat dengan
cara pengempaan atau pencetakan. Implan atau pelet dimaksudkan untuk ditanam di

dalam tubuh ( biasanya secara sub kutan ) dengan tujuan untuk memperoleh
pelepasan obat secara berkesinambungan dalam jangka waktu lama.
10. Infusa. adalah sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia nabati
dengan air pada suhu 90O selama 15 menit.
11. Inhalasi, adalah sediaan obat atau larutan atau suspensi terdiri atas satu atau
lebih bahan obat yang diberikan melalui saluran napas hidung atau mulut untuk
memperoleh efek lokal atau sistemik.
12. Injeksi adalah sediaan steril untuk kegunaaan parenteral, yaitu di bawah atau
menembus kulit atau selaput lendir.
13.
Irigasi, larutan steril yang digunakan untuk mencuci atau membersihkan luka
terbuka atau rongga - rongga tubuh, penggunaan adalah secara topikal.
14. Lozenges atau tablet hisap, adalah sediaan padat yang mengandung satu atau
lebih bahan obat, umumnya dengan bahan dasar beraroma dan manis, yang dapat
membuat tablet melarut atau hancur perlahan dalam mulut.
15. Sediaan obat mata :
a. Salep mata, adalah salep steril yang digunakan pada mata.
b. Larutan obat mata, adalah larutan steril, bebas partikel asing, merupakan sediaan
16.

yang dibuat dan dikemas sedemikian rupa hingga sesuai digunakan pada mata.
Pasta, adalah sediaan semi padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat

yang ditujukan untuk pemakaian topikal.


17. Plester, adalah bahan yang digunakan untuk pemakaian luar terbuat dari bahan
yang dapat melekat pada kulit dan menempel pada pembalut.
18.
Serbuk, adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan,
berupa serbuk yang dibagi bagi (pulveres) atau serbuk yang tak terbagi (pulvis)
19. Solutio atau larutan, adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat
kimia yang terlarut. Terbagi atas :
a. Larutan oral, adalah sediaan cair yang dimaksudkan untuk pemberian oral.
b.

Termasuk ke dalam larutan oral ini adalah :


Syrup, Larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula lain kadar tinggi
Elixir, adalah larutan oral yang mengandung etanol sebagai pelarut.
Larutan topikal, adalah sediaan cair yang dimaksudkan untuk penggunaan

c.

topical paad kulit atau mukosa.


Larutan otik, adalah sediaan cair yang dimaksudkan untuk penggunaan dalam

telinga.
d. Larutan optalmik, adalah sediaan cair yang digunakan pada mata.
e.
Spirit, adalah larutan mengandung etanol atau hidro alkohol dari zat yang
mudah menguap, umumnya merupakan larutan tunggal atau campuran bahan.
f.
Tingtur, adalah larutan mengandung etanol atau hidro alkohol di buat dari bahan
tumbuhan atau senyawa kimia
20.
Supositoria, adalah sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk, yang
diberikan melalui rectal, vagina atau uretra, umumnya meleleh, melunak atau melarut
pada suhu tubuh.
5. Cara Cara Pemberian Obat
Di samping faktor formulasi, cara pemberian obat turut menentukan cepat lambatnya
dan lengkap tidaknya resorpsi obat oleh tubuh. Tergantung dari efek yang diinginkan,
yaitu efek sistemis (di seluruh tubuh) atau efek lokal (setempat), keadaan pasien dan
sifat sifat fisika-kimia obat.
Berdasarkan dari efek obat yang diinginkan ada 2 yaitu :

5.1
a)
b)
c)
d)
e)
f)

Efek Sistemis :
Oral,
Cromukosal,
Injeksi
Implantasi
Rektal,
Transdermal

5.2
a)
b)
c)
d)
e)

Efek Lokal ( pemakaian setempat ) :


Kulit (percutan),
Inhalasi,
Mukosa Mata dan telinga,
Intra vaginal,
Intra nasal,

Pembahasan

Efek Sistemis ( obat diedarkan keseluruh tubuh )


5.2.1 Oral
- Pemberiannya melalui mulut
- Mudah dan aman pemakaiannya
- Bentuknya tablet,kapsul,obat hisap,sirup dan drop
- Tidak semua obat dapat diberikan per oral
- Tidak cocok untuk obat yang merangsang lambung(Emetin)
- Tidak cocok untuk obat yang dapat diurai oleh getah lambung (Benzyl
-

Penicillin,Oksitosin)
Dapat terjadi Inaktivasi oleh hati sebelum diedarkan ketempat kerjanya.
Cocok untuk pengobatan infeksi
Pemberian oral dapat juga mencapai efek lokal,misal obat cacing,obat

diagnostica untuk pemotretan lambung/usus.


5.2.2 Cromucosal
- Pemberian melalui mucosa di rongga mulut.
Antara lain :
5.2.2.1
Sublingual
- Obat ditaruh dibawah lidah
- Obat tidak melalui hati,sehingga tidak di inaktivasikan
- Penyerapan langsung kedalam aliran darah
- Mencapai efek yang cepat untuk pasien jantung dan Asthma
- Bentuknya tablet kecil dan spray
-Kurang praktis untuk digunakan teru-menerus sehingga dapat merangsang
selaput lendir mulut.hanya bersifat lipofil yang dapat diberikan dengan jalan
dibawah lidah.
Contoh : ISDN ( Isosorbid Dinitrat )
5.2.2.2
Buccal
- Pemberian diletakan diantara pipi dan gusi
- Obat langsung kedalam aliran darah
- Misal pada obat untuk mempercepat kelahiran,bila tidak ada kontraksi Uterus
5.2.3
-

Injeksi
Pemberian dengan jalan suntikan
Efek yang diperoleh cepat,kuat dan lengkap
Kelemahan biaya mahal dan terasa nyeri
Sukar digunakan oleh pasien sendiri,jadi memerlukan bantuan orang lain
Alat suntik harus streril
Dapat merusak pembuluh/syaraf jika tempat penyuntikan tidak tepat
Terutama bagi obat yang merangsang/dirusak oleh getah lambung/tidak di
Resorpsi oleh dinding usus.

Bentuk-bentuk obat Injeksi :


5.2.3.1
Subcutan ( Hipodermal )
-Penyuntikan dilakukan dibawah kulit,misal: Obat Insulin
-Obatnya tidak merangsang,dan larut baik dalam air atau minyak
-Efeknya agak lambat,dapat dipergunakan sendiri,misal : obat insulin
5.2.3.2
Intra Muscular ( I.M )
Penyuntikan dilakukan ke dalam otot,misal : penyuntikan Antibiotika/hormon
-Tempat penyuntikan dipilih pada tempat yang tidak banyak terdapat pembuluh
darah dan syaraf,misal ; otot pantat atau lengan atas
5.2.3.3
Intra Vena ( I.V )

Penyuntikan dilakukan kedalam pembuluh darah


-Efeknya sangat cepat dan dapat menimbulkan reaksi turunnya tekanan darah
secara mendadak,shock dsb.
-Infus Intra Vena di kombinasi dengan obat Sering dilakukan dirumah sakit pada
keadaan darurat atau dengan obat yang metabolismenya dan ekskresinya
cepat guna mencapai kadar plasma yang tetap tinggi
5.2.3.4
Intra Arteri ( I.A )
Penyuntikan dilakukan pada pembuluh nadi
Dilakukan untuk membanjiri suatu organ,misal: pada kanker hati
5.2.3.5
Intra Cutan ( I.C )
-Penyuntikan dilakukan di dalam kulit
-Absorpsi sangat perlahan
5.2.3.6
Intra Lumbal
-Penyuntikan dilakukan ke dalam ruang pinggang ( dalam sumsum tulang

belakang )misal : Anaestesi umum.


5.2.3.7
Intra Peritoneal
-Penyuntikan ke dalam selaput perut
5.2.3.8
Intra Cardial
-Penyuntikan kedalam jantung
5.2.3.9
Intra Pleural
-Penyuntikan kedalam dada
5.2.3.10
Intra Articulair
-Penyuntikan kedalam celah-celah sendi
5.2.4 Implantasi
- Bentuk obat pellet streril,obat dicangkokkan dibawah kulit
- Terutama digunakan untuk efek sistemis lama,misal : untuk obat hormon
5.2.5
-

kelamin
Resorpsinya lambat
Rektal
Pemberian obat melalui Rektal
Bentuknya Suppositoria dan Clysma ( Obat Pompa )
Baik sekali untuk obat yang dirusak oleh asam lambung
Diberikan untuk ,encapai takaran yang tepat dan cepat
Efek sistemisnya lebih cepat dan lebih besar bila dibandingkan per-oral
Bentuk suppo dan clysma sering digunakan untuk efek lokal,misal obat wasir
dan laxativa
Pemberian melalui rektal bisa dioles pada permukaan rectum,berupa salep

dan hanya punya efek lokal ( Haemocain Salp )


5.2.6 Transdermal
- Cara pemberian melalui permukaan kulit,berupa plester
- Obat menyerap secara perlahan dan kontinyu,masuk ke sistem peredaran

darah langsung ke jantung


Tiap dosis dapat bertahan 24 jam
Digunakan untuk gangguan jantung,misal Angina Pectoris ( NitroDisc )

Efek lokal ( pemakaian setempat )


5.2.7 Intra Nasal
- Obat diberikan melalui selaput lendir hidung
- Digunakan untuk menciutkan selaput/mucosa hidung yang
5.2.8
-

membengkak,misal : Otrivin Nasal


Bentuk obat Spray atau drops
Cara ini dapat digunakan untuk efek sistemik,misal untuk melancarkan
pengeluaran ASI,contoh Syntocinon Spray
Inhalasi
Obat diberikan untuk disedot melalui hidung atau mulut/di semprotkan
Penyerapan dapat terjadi pada selaput mulut,tenggorokan dan pernapasan
Diberikan pada pengobatan Asthma atau Anaesthesi
Bentuk obat berupa Gas dan zat padat,juga berupa Aerosol ( pemancar Kabut
)

5.2.9 Mucosa Nata


- Obat diberikan melalui selap[ut/mucosa mata dan telinga
- Obat dapat di Resorpsi ke dalam darah dan menimbulkan efek toksin
- Bentuk obat tetes dan salp
5.2.10Intra Vaginal
- Obat diberikan melalui selaput lendir/mucosa Vaginal
- Diberikan pada anti fungi dan anti kehamilan
- Bentuknya tablet Vaginal,salp,cream dan Cairan bilasan
5.2.11Percutan ( kulit )
- Obat diberikan dengan jalan dioleskan pada permukaan kulit
- Bentuk obat umumnya salp atau Cream

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


( RPP ke 2 )
Nama Sekolah

: SMK TERPADU BHAKTI INDONESIA

Mata Pelajaran

: Dasar-dasar Farmakologi

Kelas/Semester

: X / satu

Standar Kompetensi

: Menjelaskan spesialite obat

Kompetensi Dasar

: Mengkategorikan obat obat spesialite

Alokasi Waktu

: 14 x 2 Jp

I. Tujuan Pembelajaran :
Siswa dapat :
1. Memahami tentang nama-nama spesialite obat
2. Memahami dan menjelaskan tentang spesialite obat kemoterapeutika
3. Mengidentifikasi dan menjelaskan macam-macam obat gangguan penyakit
Infeksi yang disebabkan oleh Protozoa,bakteri dan virus
II. Materi Ajar :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Spesialit
Spesialit
Spesialit
Spesialit
Spesialit
Spesialit
Spesialit
Spesialit

obat kemoterapetika
obat gangguan sistem pencernaan
golongan obat SSP
obat golongan SSO
obat golongan kardiovaskuler
obat golongan bioregulator
obat antihistamin
obat golongan HIV/AIDS

III. Metode Pembelajaran :

1. Pendekatan : Saintifik
2. Model
: Discovery Learning
3. Metode
: Diskusi, Penugasan, Presentasi, sharing.
IV. Langkah- langkah Pembelajaran :
A. Pertemuan 1 dan 2
Materi :
1. Spesialit obat kemoterapeutika
Pendahuluan :
1. Memberikan salam
2. Memimpin doa

3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas


4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran
5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1 Secara umum memberikan penjelasan tentang arti Spesialit
5.2 Secara umum memberikan penjelasan tentang CHEMOTERAPEUTIC
5.3 Secara umum memberikan penjelasan tentang obat golongan
kemoterapeutika,mekanisme kerja,efek samping,dan penggunaan secara
kombinasi
Kegiatan Inti :

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi guru :


Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
arti spesialte dan CHEMOTERAPEUTIC
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
golongan obat CHEMOTERAPEUTIC
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
mekanisme kerja CHEMOTERAPEUTIC
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati tentang efek samping
penggunaan CHEMOTERAPEUTIC yang sembarangan
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
penggunaan secara kombinasi CHEMOTERAPEUTIC
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan contoh pemahaman tentang
Kemoterapiutika dan obat golongan Kemoterapiutika

Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk
memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan
bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan
siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan
masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan
dan rasa percaya diri peserta didik.

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan

Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian
pustaka
Melakukan test/pertanyaan yang berhubungan dengan materi di atas
Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama.
B. Pertemuan 3 dan 4
Materi :
1. Spesialit obat gangguan sistem pencernaan
Pendahuluan :
1. Memberikan salam
2. Memimpin doa
3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas
4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran
5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1 secara umum memberikan penjelasan tentang gangguan sistem pencernaan
5.2 menjelaskan obat-obat gangguan sistem pencernaan
Kegiatan Inti :

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi guru :


Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
sistem gangguan pencernaan
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
obat gangguan pencernaan
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai sistem pencernaan
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai gangguan pencernaan
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai pemahaman obat
gangguan pencernaan
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan contoh pemahaman tentang
gangguan sistem pencernaan dan obat gangguan pencernaan

Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk
memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan
bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan
siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan
masalah,

Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan


dan rasa percaya diri peserta didik.

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan
Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian
pustaka
Melakukan test/pertanyaan yang berhubungan dengan materi di atas
Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama.

C. Pertemuan 5 dan 6
Materi :
1. Spesialit golongan obat Susunan Syaraf Pusat
Pendahuluan :
1. Memberikan salam
2. Memimpin doa
3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas
4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran
5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1Secara umum memberikan penjelasan tentang gangguan sistem Susunan
Syaraf Pusat
5.2Menjelaskan obat-obat golongan Susunan Syaraf Pusat
Kegiatan Inti :

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi guru :


Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
sistem Susunan Syaraf Pusat
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
obat gangguan Susunan Syaraf Pusat
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai sistem Susunan Syaraf
Pusat
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai obat gangguan
Susunan Syaraf Pusat
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan contoh pemahaman tentang
sistem Susunan Syaraf Pusat dan obat gangguan Susunan Syaraf Pusat

Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk
memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan
bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan
siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan
masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan
dan rasa percaya diri peserta didik.

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan
Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian
pustaka
Melakukan test/pertanyaan yang berhubungan dengan materi di atas
Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama.

D. Pertemuan 7 dan 8
Materi :
1.

Spesialit obat golongan SSO

Pendahuluan :
1. Memberikan salam
2. Memimpin doa
3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas
4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran
5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1Secara umum memberikan penjelasan tentang gangguan sistem Susunan
Syaraf Organ
5.2Menjelaskan obat-obat golongan Susunan Syaraf Organ
Kegiatan Inti :

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi guru :

Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
sistem Susunan Syaraf Organ
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
obat gangguan Susunan Syaraf Organ
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai sistem Susunan Syaraf
Organ
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai obat gangguan
Susunan Syaraf Organ
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan contoh pemahaman tentang
sistem Susunan Syaraf Organ dan obat gangguan Susunan Syaraf Organ.

Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk
memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan
bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan
siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan
masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan
dan rasa percaya diri peserta didik.

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan
Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian
pustaka
Melakukan test/pertanyaan yang berhubungan dengan materi di atas
Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama.

E. Pertemuan 9 dan 10
Materi :
1.

Spesialit obat golongan kardiovaskuler

Pendahuluan :
1. Memberikan salam
2. Memimpin doa

3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas


4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran
5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1Secara umum memberikan penjelasan tentang Kardiovaskuler
5.2Menjelaskan tentang obat-obat golongan Kardiovaskuler
Kegiatan Inti :

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi guru :


Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
Kardiovaskuler
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
obat Kardiovaskuler
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai Kardiovaskuler
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai obat Kardiovaskuler
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan contoh pemahaman tentang
kardiovaskuler dan obat golongan Kardiovaskuler

Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk
memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan
bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan
siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan
masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan
dan rasa percaya diri peserta didik.

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan
Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian
pustaka
Melakukan test/pertanyaan yang berhubungan dengan materi di atas
Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama.

F. Pertemuan 11 dan 12
Materi :
1.

Spesialit obat golongan Bioregulator

Pendahuluan :
1. Memberikan salam
2. Memimpin doa
3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas
4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran
5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1Secara umum memberikan penjelasan tentang Bioregulator
5.2Menjelaskan obat-obat golongan Bioregulator
Kegiatan Inti :

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi guru :


Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
Bioregulator
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
obat Bioregulator
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai Bioregulator
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai obat Bioregulator
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan contoh pemahaman tentang
Bioregulator dan obat golongan Bioregulator.

Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk
memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan
bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan
siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan
masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan
dan rasa percaya diri peserta didik.

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan

Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian
pustaka
Melakukan test/pertanyaan yang berhubungan dengan materi di atas
Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama.
G. Pertemuan 13 dan 14
Materi :
1. Spesialit obat antihistamin
2. Spesialit obat golongan HIV/AIDS
Pendahuluan :
1. Memberikan salam
2. Memimpin doa
3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas
4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran
5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1Secara umum memberikan penjelasan tentang Antihistamin dan HIV/AIDS
5.2Menjelaskan obat-obat golongan Antihistamin dan HIV/AIDS
Kegiatan Inti :

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi guru :


Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
pengertian Antihistamin dan HIV/AIDS
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
obat Antihistamin dan HIV/AIDS
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai pengertian
Antihistamin dan HIV/AIDS
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai obat pengertian
Antihistamin dan HIV/AIDS
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan contoh pemahaman tentang
Antihistamin dan HIV/AIDS dan obat golongan Antihistamin dan HIV/AIDS

Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk
memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan
bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,

Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan
siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan
masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan
dan rasa percaya diri peserta didik.

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan
Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian
pustaka
Melakukan test/pertanyaan yang berhubungan dengan materi di atas
Memberikan tugas individual agar siswa mampu memahami dan menjelaskan
tentang spesialit obat kemoterapiutika
Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama.

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar :
Modul bahan ajar,bahan ajar yang relevan ( internet ),LCD
VI. Penilaian :
A. Tes tertulis
B. Tugas

Mengetahui,

Pati,05 Januari 2015

Kepala SMK TERPADU BHAKTI INDONESIA

Guru mata pelajaran

Suntoro,S.Pd.,M.M.

Luwih Utomo

VII. Materi Pembelajaran

KEMOTERAPETIKA
PENGERTIAN
Kemoterapi adalah obat atau zat yang berasal dari bahan kimia yang dapat
memberantas

dan

menyembuhkan

penyakit

atau

infeksi

yang

disebabkan

oleh

bakteri,virus,amoeba,fungi,protozoa,cacing dan sebagainya tanpa merusak jaringan tubuh


manusia.
Berdasarkan khasiatnya terhadap hama/bakteri,kemoterapi dibedakan atas :
Bakterisida yaitu obat yang pada dosis lazim berkhasiat untuk mematikan hama. Contoh :
fenol,iodium,sublimate
Bakteriostatik yaitu obat yang pada dosis lazim berkhasiat menghentikan pertumbuhan dan
pembiakan bakteri,sedangkan pemusnahan selanjutnya dilakuka oleh tubuh sendiri secara
fagositosis (kuman dilarutkan oleh leukosit atau sel-sel daya tangkis tubuh lainnya). Contoh :
antibiotika spectrum sempit.
Yang termasuk kelompok kemoterapi adalah:
a)

Antibiotika

b)

Sulfonamide

c)

Anti Malaria

d)

Anti Amoeba

e)

Anthelmintika

f)

Anti Vius

g)

Anti Jamur

h)

Anti Neoplastika (sitostatika)

i)

Anti TBC

j)

Anti Lepra
A. Antibiotika
PENGERTIAN Antibiotika
Antibiotika berasal dari bahasa latin yang terdiri dari anti = lawan , bios = hidup
adalah zat yang dihasilkan oleh mikroba terutama fungi dan bakteri tanah,yang dapat
menghambat pertumbuhan atau membasmi mikroba jenis lain,sedangkan toksisitasnya
terhadap manusia relative kecil.

Antibiotic pertama kali ditemukan oleh sarjana Inggris Dr.Alexander Fleming (penisilin)
pada tahun 1928,tetapi penemuan ini baru dikembangkan dan digunakan dalam terapi di
tahun 1941 oleh Dr.Florey. kemudian banyak zat dengan khasiat antibiotic disolir oleh
penyelidik-penyelidik lain di seluruh dunia,namun toksisitasnya hanya beberapa saja yang
dapat digunakan sebagai obat. Antibiotic juga dapat dibuat secara sintesis atau semi sintesis.
Aktivitas antibiotic umumnya dinyatakan dalam satuan berat (mg) kecuali yang belum
sempurna pemurnian nya dan terdiri dari campuran beberapa macam zat,atau karena belum
diketahui

struktur

kimianya,aktivitas

nya

dinyatakan

dalam

satuan

internasional

Internasional Unit (IU). Dibidang perternakan antibiotic yang sering dimanfaatkan sebagai zat
gizi tambahan untuk mempercepat pertumbuhan ayam negeri potong.
MEKANISME KERJA
Mekanisme Kerja antibiotika antara lain :
1.

Menghambat sintesa dinding sel,akibatnya pembentukan dinding sel tidak sempurna dan
tidak dapat menahan tekanan osmosa dari plasma,akhirnya sel akan pecah (penisilin dan

2.

sefalosporin)
Menghambat sintesa membrane sel,molekul lipoprotein dari membrane sel dikacaukan
pembentukannya,hingga bersifat lebih preamble akibatnya zat-zat penting dari isi sel dapat

3.

keluar (kelompok pelipeptida)


Menghambat
sintesa

4.

(kloramfenikol,tetrasiklin)
Menghambat pembentukan asam-asam inti (DNA dan RNA) akibatnya sel tidak dapat

protein

sel,akibatnya

sel

tidak

sempurnaterbentuk

berkembang (rifampisin)
EFEK Samping
Penggunaan antibiotika tanpa resep dokter atau dengan dosis yang tidak tepat dapat
menggagalkan pengobatan dan menimbulkan bahaya-bahaya lain seperti :
1.

Sensitas atau Hipersentif


Banyak obat yang setelah digunakan secara local dapat mengakibatkan kepekaan yang
berlebihan,kalau obat yang sama kemudian diberikan secara oral atau suntikan maka ada
kemungkinan terjadi reaksi hipersensitif atau alergi seperti gatal-gatal kulit kemerahmerahan,bentol-bentol atau lebih hebat lagi dapat terjadi schok. Contohnya penisilin dan
kloramfenikol. Guna mencegah bahaya ini maka sebaiknya salep-salep mengggunakan
antibiotika yang tidak akan diberikan secara sistemis (oral dan suntikan).

2.

Resistensi
Jika obat digunakan dengan dosis yang terlalu rendah atau waktu terapi kurang
lama,maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya resistensi artinya bakteri tidak peka lagi
terhadap obat yang bersangkutan. Untuk mencegah resistensi,dianjurkan menggunakan
kemoterapi dengan dosis yang tepat atau dengan menggunakan kombinasi obat.

3.

Super Infeksi
Yaitu infeksi sekunder yang timbul selama pengobatan dimana sifat dan penyebab
infeksi berbeda dengan penyebab infeksi yang pertama. Super infeksi terutama terjadi pada
penggunaan antibiotika broad spectrum yang dapat mengganggu keseimbangan antara
bakteri di dalam usus saluran pernafasan urogenital.
Spesies organisme yang lebih kuat atau resisten akan kehilangan saingan,dan
berkuasa menimbulkan infeksi baru misalnya timbul jamur minella albicans dan candida
albicans. Selain antibiotic obat yang menekan system tangkis tubuh yaitu kortikosteroid dan

imunosupressiva lainnya dapat menimbulkan super infeksi. Khusus nya anak-anak dan orang
tua sangat mudah dijangkit super infeksi ini.
Penggolongan antibiotic berdasarkan aktivitasnya
Berdasarkan luas aktivitas kerjanya antibiotika dapat digolongkan atas :
1)

Zat-zat dengan aktifitas sempit (narrow spectrum)


Zat yang aktif terutama terhadap satu atau beberapa jenies bakteri saja (bakteri gram
positif atau bakteri negative saja). Contohnya eritromisin,kanamisin,klindamisin (hanya
terhadap bakteri gram positif), streptomisin (hanya terhadap bakteri gram negative saja)

2)

Zat-zat dengan aktifitas luas (broad spectrum)


Zat yang berkhasiat terhadap semua jenis bakteri baik jenis bakteri gram positif
maupun gram negative.
Penggolongan antibiotika
Antibiotika digolongkan sebagai berikut :

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
1.

Golongan Penisilin
Golongan Sefalosporin
Golongan Aminoglisida
Golongan Kloramfenikol
Golongan Tetrasiklin
Golongan Makrolida
Golongan Quinolon
Golongan Lain-lain
Golongan Penisilin
Antibiotika pertama ditemukan oleh Alexander Fleming tahun 1982 di London yang satu
decade

kemudisn

dikembangkan

oleh

Floey

untuk

penggunaan

sistemik

dengan

menggunakan biakan penisililium notatum. Akikibat kebutuhan penisilin dalam jumlah besar
pada saat perang dunia II, kemudian digunakan penisilium chrysogenum yang dapat
menghasilkan penisilin lebih banyak. Sekarang dibuat secara semi sintesis. Penisilin termasuk
antibiotika golongan beta laktam karena mempunyai rumus bangun dengan struktur seperti
cincin B lactam yang merupakan syarat mutlak untuk melanjutkan khasiatnya.
Jika cincin menjadi terbuka oleh enzyme B lactamase (penisilinase dan cefalosforinase)
maka khasiat anti bakteri (aktiviitas0 antibiotika penisilin menjadi lenyap.
MEKANISME KERJA :
Penisilin merintangi atau meghambat pembenttukan sintesa dinding sel bakteri
sehingga bila sel bakteri tumbuh dengan dinding sel yang tidak sempurna maka
bertambahnya plasma atau air yang terserap dengan jalan osmosis akan menyebabkan
dinding sel pecah sehingga bakteri menjadi musnah.
Resistensi :
Pemakaian yang tidak tepat dapat menyebabkan bakteri terutama golongan stafilococcus dan
bacteri coli menjadi resisten terhadap penisilin.
Resistensi bakteri ini dapat terbentuk denagan cara :
1)

Bakteri membentuk enzyme B latamase yang memecah cincin B lactam

2)

Bakteri mengubah bentuknya menjadi huruf L yaitu bentuk bakteri tanpa dinding sel.
Bakteri bentuk sel L dapat menimbulkan infeksi kronis (misalnya infeksi paru-paru dan saluran
kemih) karena lama berkembangnya. Bakteri semacam ini dengan mudah dapat dimatikan
denagan kontrimoksazol atau tetrasiklin.
Derivat (turunan) Penisilin

Berdasarkan perkembangannya,terbentuk derivate-derivat penisilin seperti dibawah ini :


a.

Penisilin spectrum sempit

(1) Benzyl Penisilin = Penisilin G


Tidak tahan asam lambung,sehingga pemberian secara oral akan diuraikan oleh asam
Lambung,karena itu penggunaannya secara injeksi atau infuse intra vena.
(2) Penisilin V = fenoksimetil Penisilin
Penisilin ini tahan asam lambung,pemberian sebaiknya dalam keadaan sebelum
makan.
(3) Penisilin tahan Penisilinase
Derivate ini hampir tidak terurai oleh penisilinase,tapi aktivitasnya lebih ringan dari
Penisilin G dan penisilin V. Umumnya digunakan untuk kuman-kuman yang resisten terhadap
obat-obat tersebut. Contohnya kloksasilin,diklosasilin,fluksosasilin.
Kombinasi amiksisilin dengan asam klavulanat menghasikan efek sinergisme dengan
khasiat 50 kali lebih kuat,efektif terhadap E. Coli,H Infulenza dan Staphylococus Aereus,
contohnya augmetin (beecham).
Khasiat klavulanat adalah senyawa B lactam dari hasil fermentasi Streptomyches
Clavuligerus.
b.

Penisilin spectrum luas

(1) Ampisilin
Spectrum kerjanya meliputi banyak kuman gram positif dana gram negative yang titik
peka terhadap penisilin-G. khasiat nya terhadap kuman-kuman gram positif lebih ringan dari
pada penisilin-penisilin spectrum sempit. Banyak digunakan untuk mengobati berbagai
macam infeksi atau peradangan pada saluran pernafasan (bronchitis),saluran pencernaan
(desentri) dan infeksi saluran kemih.
(2) Amoksilin
Spectrum kerjanya sama dengan ampisilin,tetapi absorbsinya lebih ccepat dan lengkap.
Banyak digunakan terutama pada bronchitis menahun dan infeksi saluran kemih.
Obat generic,indikasi,kontra indikasi dan efek samping
1.

Benzyl Penisilin (Penisilin G)


Indikasi
: Infeksi tenggorokan,otitis media,strepcococus endo karditis,
meningkokokus,meningitis,pneumonia dan profilaksis
amputasi pada lengan dan kaki.
Kontra indikasi
Efek

: Hipersensitivitas (alergi) terhadap penisilin.

samping

: Reaksi

alergi

berupa urtikaria,nyeri

anafiaktik,
Diare.
Sediaan

: Benzatin Penisilin G (generic) injeksi.

2.

Fenoksi Metil Penisilin (Penisilin V)


Indikasi
: Tonsilitas,otitis media,demam rematik,profilaksis infeksi
Pneumokokus.
Kontra indikasi dan efek samping sama dengan Benzil Penisilin.
Sediaan
: Phenoxymethyl penicillin (generic),tab 250mg,500mg.

3.

Ampisilin
Indikasi
Kontra indikasi
Sediaan

: Injeksi saluran kemih,otitis media,sinusitis,bronchitis kronis


Salmonelosis,gonorrhoe.
: Hipersensitiv terhadap penisilin.
: Ampisilin (generic) kapsul 250mg,kaptab 500mg,serbuk
Injeksi,sirup kering.

sendi,syok

Cara penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik,pada suhu tidak lebih dari 25
Derajat C
4.
Amoksisilin
Indikasi
: (Lihat Ampisilin),juga untuk profiaksis endokarditis dan
Terapi tambahan.
Kontra indikasi dan efek samping sama dengan ampisilin.
Sediaan
: Amoksisilin (generic),kapsul 250mg,kaptab 500mg,serbuk
Injeksi,syr.kering.
Cara penyimpanan : Dalam botol tertutup rapat.
5.

Co Amoksiklav (amoksisilin-asam klavulanat)


Kontra indikasi dan efek samping sama dengan ampisilin.
Sediaan
: Coamoksiklav (generic),kaptab.
Spesialite obat-obat Penisilin
No
1

Penisilin V

2
3

Kloksasilin
Ampicillinum

Amoksisilin (Amoxicillinum)

Co Amoxyclav

2. Golongan Sefalosporin
Sefalosporin

diperoleh

dari

biakan

Cephalosporinum

Acremonium.

Seperti

halnya

penisilin,daya anti mmikrobany terlerak pada cincin B lactam,dengan mekanisme kerja


berdasarkan perintangan sintesis dinding sel.
Walaupun aktivitasnya luas,namun sefalosforin bukan merupakan obat pilihan pertama
untuk penyakit manapun,karena masih terdapat obat-obatan lain yang kurang lebih sama
khasiatnya dan jauh lebih murah harganya.
Efek samping yang terpenting pada penggunaan oral berupa gangguan oral berupa
gangguan

lambung

rash,urticaria,anafilaksis.

usus
Alergi

dan
silang

reaksi-reaksi
sering

terjadi

alergi

seperti

dengan

derivate

penisilin,yakni
penisilin.

Pada

penggunaan i.v sering terjadi tromboflebitis dan nyeri ditempat suntik.


Aktivitas
Bersifat bakterisid dengan spectrum kerja luas terhadap banyakkuman gram positif dan
negative,termasuk E.coli,Klebsiella dan proteus.
obat generic,indikasi,kontra dan efek samping
1)

Sefaklor
Indikasi
Kontra Indikasi
Efek Samping
Sediaan

2)

: Infeksi bakteri gram positif dan gram negative


: Hipersensitiv terhadap sefalosforin,porfiria
: Diare dan colitis,mual,muntah,sakit kepala
: cefaklor (generic) kapsul 250mg,500mg

Sefadroksil
Indikasi,kontra indikasi dan efek samping lihat sefaklor
Sediaan

: Cefadroksil (generic),kapsul 250mg,500mg

3)

Sefotaksim
Indikasi,kontra indikasi dan efek samping lihat sefaklor
Sediaan

4)

: Cefotaxime (generic) serbuk inj

Seftazidim
Indikasi,kontra indikasi dan efek samping lihat sefaklor
Sediaan

5)

: Ceftazidime (generic) serbuk inj

Seftriakson
Indikasi,kontra indikasi dan efek samping lihat sefaklor
Sediaan

6)

: Ceftriaxone (generic) serbuk inj

Sefuroksim
Indikasi

: Profilaksis tindakan bedah,lebih aktif terhadap H.Influenza,


Dan N.Gonorrhoeae

Kontra indikasi dan efek samping lihat sefaklor


Sediaan
7)

: Cefuroxime (generic) serbuk inj

Sefaleksin
Indikasi,kontra indikasi dan efek samping lihat sefaklor
Sediaan

8)

: Cephalexin (generic) kapsul 250mg,500mg

Sefradin
Indikasi

: Profilaksis bedah (lihat sefaklor)

Kontra indikasi dan efek samping lihat sefaklor


Sediaan
9)

: Cephradin (generic) kaps 250mg,500mg,sirup kering

Sefazolin
Indikasi

: Profilaksis bedah (lihat sefaklor)

Kontra indikasi dan efek samping lihat sefaklor


Sediaan

: Sefazolin (generic),serbuk inj

Spesialite obat-obat golongan sefalosforin


No
1

Nama Generik
Sefadroksil

Nama Dagang
Duricef

Pabrik
Bristol-Myers Squid

Sefotaksim

Cefat
Claforan

Sanbe Farma
Sanofi Aventis

Sefaleksin (Cephalexium)

Clacef
Tepaxin

Inmark Farma
Takeda

Sefabiotik

Bernofarm

Ospexin
Rocephin
Velocef
Cefacidal

Novartis
Roche
Bristol-Myers Squib
Squib

4
5
6

Seftriaxone
Sefradin (Cephadrium)
Sefazolin

Sefaklor

Ceclor

Eli Lily

Sefuroksim

Cloracef
Cefurox

Ethica
Prafa

Kalcef

Kalbe Farma

Zinnat
Ceftum

Glaxo SK
Dexa Medica

9
3.

Seftazim

Golongan Aminoglikosida
Golongan ini ditemuka dalam rangka mencari anti mikroba untuk mengatasi kuman gram
negative.

Tahun

1943

berhasil

diisolasi

suatu

turunan

Streptomyces

griseus

yang

menghasilkan streptomisin,yang aktif terutama terhadap mikroba gram negative termasuk


terhadap basil tuberkolusis.
Kemudian ditemukan lagi berbagai antibiotic lain yang bersifat mirip streptomisin
sehingga

antibiotic

ini

dimasukan

dalam

satu

kelompok

yaitu

antibiotic

golongan

aminoglikosida. Golongan ini mempunyai 2 atau 3 gugusan amino pada rumus molekulnya.
MEKANISME KERJA :
Dengan mengikatkan diri pada ribosom sel-sel bakteri,sehingga biosintesa proteinnya
dikacaukan.
Penggolongan
Berdasarkan rumus kimianya digolongkan sebagai berikut :
a)

Streptomisin

b)

Neuromisin

c)

Kanasimin

d)

Gentamisin

e)

Framisetin

a.

Streptomisin
Diperoleh dari steptomyces griseus oleh walksman (1943) dan sampai sekarang
penggunaannya hamper terbatas hanya untuk tuberkulosa
Toksisitasnya sangat besar karena dapat menyebabkan kerusakan pada saraf otak ke 8
yang melayani organ keseimbangan dan pendengaran. Gejala-gejala awalnya adalah sakit
kepala,vertigo,mual dan muntah. Kerusakan bersifat revesibel,artinya dapat pulih kembali
kalau penggunaan obat diakhiri meski kadang-kadang tidak suutuhnya.
Resistensi sangat cepat sehingga dalam penggunaan harus dikombinasi dengan INH
dan PAS Na atau rifampicin. Pemberian melalui parenteral karena tidak diserap oleh saluran
cerna.

Derivate

streptomisin,dehidrostreptomisin,menyebabkan

kerusakan

organ

pendengaran lenih cepat dari streptomisin sehingga obat ini tidak digunakan lagi sekarang.
b.

Neomycin
Diperoleh dari Streptomyces fradiae oleh walsman. Tersedia untuk penggunaan topical
dan oral,penggunaan secara parenteral tidak dibenarkan karena toxis. Karena baik sebelum
dioprasi. Penggunaan local banyak dikombinasikan dengan antibiotic lain (poimiksin B
basitrasin) untuk menghindari terjadinya resistensi

c.

Kanamisin
Diperoleh dari Streptomyces Kanamycceticus (Umezawa 1955). Persediaan dalam
bentuk larutan atau serbuk kering untuk injeksi,pemakaian oral hanya kadang-kadang
diberikan untuk infeksi usus atau membersihkan usus untuk pembersihan pembedahan.

Berkhasiat bakteriostatik pada basil TBC,bahkan yang resisten terhadap streptomisin


sehingga menjadi obat pilihan kedua bagi penderita TBC. Juga digunakan dalam pengobatan
infeksi saluran kemih oleh pseudomonas (suntikan). Efek obat generic : kanamisin serbuk inj.
1gr/vial,2gr/vial.
d.

Gentamisin
Diperoleh dari Mycromonospora purpurea. Berkhasiat terhadap infeksi oleh kuman
garam negative seperti proteus,pseudomonas,klebsiella,enterobacter,yang antara lain dapat
menyebabkan

meningitis,osteomielitis

pneumonia,infeksi

luka

bakar,infeksi

saluran

kencing,telinga,hidung dan tenggorokan


Sebaiknya penggunaan gentamisin secara sistemis hanya di terapkan pada infeksiinfeksi yang berat saja,dan penggunaan gentamisn secara topika khsusnya dilingkungan
rumah sakit dibatasi agar tidak terjadi resistensi pada kuman-kuman yang sensitive. Efek
sampingnya gangguan keseimbangan dan pendengaran toksis terhadap ginjal.
Sediaan : dalam bentuk injeksi dan salep (topical)
Obat generic : Gentamisin (generic) cairan nj,10mg/ml dan 40 mg/ml.
e) Framisetin
Diperoleh dari Streptomyces decaris. Rumus kimia dan khasiat mirip Neomisin. Hanya
digunakan secara local saja, misalnya salep atau kasa diimpragnasi.
Spesialite obat-obat golongan aminoglikosida
NO
1

3
4

NAMA GENERIK
Kanamisina sulfat

NAMA DAGANG
Kanbiotic

PABRIK
Berno farma

Kanarcon

Ponco

Kanoxin

Dumex alpharma

Ottogenta

Otto

Pyogenta

Kalbe farma

Sagestam

Sanbe farma

Tobryne

Fahrenheit

Nebcin

Tempo sean pacific

Neobiotic

Bernofarm

Sofra Tule

Darya varia

Streptomisin(streptomyci

Stertomycin

Meiji

n)

Meiji

Gentamisin

Tombramisina sulfat
Neomisin sulfat
( neomicycini sulfat )

Frimasetin
(framycetin)

6
7

Amikin

BMS

Amikasin

4. golongan kloramfenikol
Kloramfenikol disolasi pertama kali pada tahun 1974 dari streptomyces venezuelae.
Merupakan antibiotic dengan sprectum luas dan memiliki daya anti mikroba yang kuat maka

penggunaan obat ini meluas dengan cepat sampai tahun 1950 ketika diketahui bahwa obat ini
dapat menimbulkan anemia aplastik yang fatal.
Karena toksisitasnya, penggunaan sistemik sebaiknya di cadangkan untuk infeksi
berat akibat Haemophilus influenza, demam tifoid, meningitis, abses otak dan infeksi berat
lainnya. Bentuk tetes mata sangat bermanfaat untuk konjungtivitas bacterial.
Kloramfenikol merupakan Kristal putih yang sangat sulit larut dalam air (1 : 400) dan
rasanya sangat pahit, maka untuk anak-anak digunakan bentuk eksternya yaitu K-Palmitat
dan K-Streat/suksinat yang tidak pahit rasanya dan dibuat dalam bentuk suspense. Dalm
tubuh bentuk ester akan diubah menjadi kloramfenikol aktif.
Mekanisme kerja : merintangi sintesis protein bakteri.
Efek samping :
v Kerusakan sumsum tulang belakang yang mengakibatkan pembuatan eritrosit terganggu
sehingga timbul anemia aplastis
v Gangguan gastrointestinal : mual, muntah, diare
v Gangguan neuron : sakit kepala, neuritis optic, neuritis perifer
v Pada bayi atau bayi prematur e dapat menyebabkan grey syndrome
Penggunaan
Kloramfenikol merupakan drug of choice = obat pilihan untuk typhus-abdominalis dan
infeksi parah meningitis, pneumonia (disebabkan Haemophilus influenzae). Sebaiknya tidak
diberikan kepada bayi premature untuk menghindari grey syndrome karena enzym
perombakan di hati bayi belom aktif, ibi hamil dan menyusui.
Derivate kloramfenikol ialah tiamfenikol , dipakai sebagai pengganti kloramfenikol
karena dianggap lebih aman (namun belum terdapat cukup bukti untuk itu)
Obat generic
*Kloramfenicol (generic)kapsul 250 mg, suspense 125mg/5ml
*Tiamfenikol (generic) kapsul 250 mg, 500 mg.
Spesialit obat kloramfenicol
NO

Nama Generik

Nama dagang

Pabrik

Kloramfenicol

Chloramex

Actavis

Colme

Interbat

Kemicetine

Kalbe farma

Biothicol

Sanbe

Urfamycinn

Zambon

Thiamycin

Interbat

Thiambiotic

Prafa

Tiamfenikol

5.Golongan Tetrasiklin
Antibotik golongan tetrasiklin yang pertama kali ditemukan adalah
klortetrasiklin yang dihasilkan oleh Streptomyces aureofaciens. Kemudian ditemukan
oksitetrasiklin dari Sterptomyces rimosus. Tetrasiklin sendiri dibuat secara semi sintetis dari
klortetrasiklin.

Tetrasiklin merupakan antibiotic dangan spectrum luas, bersifat bakteriostatik dan


mekanisme kerjanya dengan jalan menghambat sintesa protein bakteri. Penggunaan saat ini
semakin berkurang karena masalah resistensi.
Penggunaan
Tetrasiklin banyak digunakan untuk mengobati bronchitis akut dan kronis, disentri
amoeba, pneumonia, kolera, infeksi saluran empedu, penggunaan local sering dipakai karena
jarang menimbulkan sensitasi.
Efek samping
Mual, muntah-muntah, diare Karena adanya perubahan pada flora usus.
Mengendap pada jaringan tulang dan gigi yang sedang tumbuh (terikat pada kalsium)
menyebabkan gigi menjadi bercak-bercak coklat dan mudah berlubang serta pertumbuhan
tulang terganggu
Fotosensitasi
Sakit kepala, vertigo
Peringatan / larangan
v Tidak boleh diberikan kepada anak-anak dibawah 8 tahun, ibu hamil dan menyusui
v Tidak boleh diberikan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan fungsi hati
Kontra indikasi
Penderita hipersensitiv terhadap tetrasiklin
Anggota golongan tetrasiklin yang lain:

Kortetrasiklin, diberikan secara oral, parenteral, topical, absorbsi dihambat oleh susu

Oksitetrasiklin (generic), cairan injeksi 50mg vial: diberikan secara oral, parenteral, topical,
absorbsi dihambat oleh susu

Doksisiklin, bersifat long acting, absorbsi tidak dihambat baik oleh makanan maupun susu

Minoksilin, dianjurkan untuk meningitis, bronchitis dan jerawat. Pemberian secara oral.
Spesialite obat-obat golongan tetrasiklin
NO
1

Nama generic
Tetrasiklin

Doxycycline

Nama dagang

pabrik

Dumocycline

Actavis

Super tetra

Darya varia

Tetra sanbe

Sanbe

Dotur

Novartis Indonesia

Interdoxin

Interbat

Oxytetracycline

Teramycin

Pfizer

Minosiklin

Minocyn

pharpros

6. Golongan makrolida
Kelompok antibiotic ini terdiri dari eritromisin dan spiramisin
a)Eritromisin
dihasilkan oleh streptomyces erytherus . berkhasiat sebagai bakteriostatik, dengan
mekanisme kerja merintangi sintesis protein bakteri. Antibiotic ini tidak stabil dalam suasana
asam (mudah terurai dalam asam lambung) dan kurang stabil dalam suhu kamar. Untuk
mencegah pengrusakan oleh asam lambung maka dibuat tablet salut selaput atau yang
digunakan jenis esternya (stearat dan estolat).

Karena memiliki spectrum antibakteri yang hampir sama dengan penisilin, maka obat
ini digunakan sebagai alternative pengobatan pengganti penisilin, bagi yang sensitive
terhadap penisilin.
Sediaan : eritromisin (generic) kapsul 250mg, 500mg, sirup kering 200mg/5ml
b) spiramisin
spectrum kegiatan sama dengan eritromisin, hanya lebih lemah. Keuntungannya
adalah gaya penetrasi ke jaringan mulut, tenggorokan dan saluran pernafasan lebih baik dari
eritromosin.
Sediaan : spiramisin (generic) talb 250mg, 500mg
Spesialite obat-obat golongan makrolida
No
1
2

Nama generic
Erytromisin
Spiramisin

Nama dagang

pabrik

Erysanbe

Sanbe

Erytrhrocin

Abbot

Rovamicine

Aventis

Spiradan

Dankos

Roxythromicin

Rulid

Aventis

azithromycin

Zithromax

Pfizer

Zycin

Interbat

7. golongan rifampisin dan asam fusidat


a) Rifampisin
Antibiotik yang dihasilkan dari stertomyces mediterranei. Berkhasit bakteriostik
terhadap mikrobakterium tuberculosa dan lepra. Penderita perlu diberitahu bahwa obat ini
dapat menyebabkan warna merah pada urine, dahak, keringat dan air mata, juga pemakai
lensa kotak dapat menjadi merah permanent.
b) Asam fusidat
Dihasilkan oleh jamur antara lain fusidum conccineum. Merupakan satu-satunya
antibiotik dengan rumus steroid. Aktifitasnya mirip penisilin tapi lebih sempit. Berkhasiat
bakterio static berdasarkan penghambatan sintesis protein bakteri. Khususnya dianjurkan
pada radang sum-sum tulang , biasanya obat ini dikombinasikan dengan erythromycin atau
penisilin.
Spesialite obat-obatan golongan rifampisin dan asam fusidat
No
1

Nama generic
Rifampicin

Asam fusidat

8. golongan lain-lain
Kelompok terdirasam i dari :
v Linkomisin
v Klindamisin
v Golongan kuinolon

Nama dagang

pabrik

Kalrifam

Kalbe farma

Rifam

Dexa medica

Rifamtibi

Sanbe farma

Fucidin

Leo pharmaceutical

a)Linkomisin
Berasal dari stertomyces lincolnesis, memiliki khasiat bakteriostatik terhadap gram
positif dan spectrum lebih sempit dari eritromosin. Merupakan obat pilihan kedua bagi kuman
yang resisten terhadap penisilin khususnya pada radang tulang(osteomielitis).
b)klindamisin
merupakan derivate linkomisin. Sejak tahun 1981 digunakan sebagai lotion untuk
pengobatan jerawat.
c) golongan kuinolon;
Obat golongan ini bekerja dengan jalan menghambat pembentukan DNA kuman.
Golongan ini terdiri dari :
v Asam Nalidiksat
v Ofloksasin
v Norfloksasin
Interaksi golongan kuinolon, bila muncul tanda inflamasi atau nyeri pada tendon, maka
pemakaian obat harus di hentikan dan tendon yang sakit harus diistirahatkan sampai gejala
hilang.
(1) Asam nalidiksat
Efektif untuk infeksi saluran kemih. Prepareat : asam nalidiksat (generic) tablet 500mg. di
Indonesia saat ini, juga beredar asam pipemidat.
(2) Ofloksasin
Digunakan untuk infeksi saluran kemih, saluran nafas bawah, gonorrhoe.
Kontra indikasi : untuk pasien epilepsy, gangguan fungsi hati dan ginjal, wanita
hamil/menyusui.
Sediaan : ofloaksin (generik) tab 200mg, 400mg
(3) Ciprofloksasin
Terutama aktif terhadap kuman gram negative termasuk salmonella dan shygella.
Meskipun aktif terhadap kuman gram positif seperti Str. Pneumonia tapi bukan merupakan
obat pilihan pertama untukstreptoccus pneumonia. Siprofloaksin terutama digunakan untuk
infeksi saluran kemih, saluran cerna( termasuk thypus abdominalis) dan gonorrhoe. Tidak
dianjurkan untuk anak-anak remaja yang sedang dalam pertumbuhan. Dapat menimbulkan
tremor, gagal ginjal, sindrom steven Johnson dan lain-lain. Hati-hati untuk pengendara karena
dapat mengurangi kewaspadaan.
Sediaan : ciprofloaksin (generic) tablet 200mg, kaptab 500mg
(4) Norfloksasin
Indikasi : efektif untuk saluran kemih
Kontra indikasi : dapat menimbulkan aneroksi, depresi, ansietas dan lain-lain
Perhatian : hati-hati pada pengendara karena dapat mengurangi kewaspadaan
Sediaan generic : -

Spesialite obat-obat golongan kuinolon


No
1

Nama generik
Ciprofloxacin

Nama dagang

pabrik

Ciproxin

Bayer

Baquinor

Sanbe farma

Ofloxacin

Tarivid

Kalbe/daichi

Lincomycin

Lincocin

Pharmacia

Nalidixic

Urineg

Armoxindo

B. SULFONAMIDA

Sulfonamida adalah kemoterapeutik yang pertama digunakan secara sistemik untuk


pengobatan dan pencegahan penyakit infeksi pada manusia. Sulfonamida merupakan
kelompok obat penting pada penanganan infeksi saluran kemih (ISK).
A. Pemakaian
1. Kemoterapeutikum : Sulfadiazin, Sulfathiazol
2. Antidiabetikum : Nadisa, Restinon.
3. Desibfektan saluran air kencing : Thidiour
4. Diuretikum : Diamox

B. Sifat sifat
1. Bersifat ampoter, karena itu sukar di pindahkan dengan acara pengocokan yang
digunakan dalam analisa organik.
2. Mudah larut dalam aseton, kecuali Sulfasuksidin, Ftalazol dan Elkosin
C. Kelarutan

1. Umumnya tidak melarut dalam air, tapi adakalanya akan larut dalam air anas. Elkosin
biasanya larut dalam air panas dan dingin.
2. Tidak larut dalam eter, kloroform, petroleum eter.
3. Larut baik dalam aseton.
4. Sulfa sulfa yang mempunyai gugus amin aromatik tidak bebas akan mudah larut
dalam HCl encer. Irgamid dan Irgafon tidak lariut dalam HCl encer.
5. Sulfa sulfa dengan gugusan aromatik sekunder sukar larut dalam HCl, misalnya
septazin, soluseptazin, sulfasuksidin larut dalam HCl, akan tetapi larut dalam NaOH.
6. Sulfa dengan gugusan SO2NHR akan terhidrolisis bila dimasak dengan asam kuat HCl
atau HNO3.
Sulfanamida adalah anti mikroba yang digunakan secara sistemis maupun topikal untuk
beberapa penyakit infeksi. Sebelum ditemukan antibiotik, sulfa merupakan kemoterapi yang
utama, tetapi kemudian penggunaannya terdesak oleh antibiotik. Pertengahan tahun 1970
penemuan preparat kombinasi trimetoprim dan sulfametoksazol meningkatkan kembali
penggunaan sulfonamida. Selain sebagai kemoterapi derivat sulfonamida juga berguna
sebagai diuretik dan anti diabetik oral (ADO).
Sulfa bersifat bakteriostatik luas terhadap banyak bakteri gram positif dan negatif. Mekanisme
kerjanya berdasarkan antagonisme saingan antara PABA (Para Amino Benzoic Acid) yang
rumus dasarnya mirip dengan rumus dasar sulfa :
H2N C6H4 COOH
D. Mekanisme Kerja
Kuman memerlukan PABA (p-aminobenzoic acid) untuk membentuk asam folat yang di
gunakan untuk sintesis purin dan asam nukleat. Sulfonamid merupakan penghambat
kompetitif PABA. Efek antibakteri sulfonamide di hambat oleh adanya darah, nanah dan
jaringan nekrotik, karena kebutuhan mikroba akan asam folat berkurang dalam media yang
mengandung basa purin dan timidin.
Sel-sel mamalia tidak dipengaruhi oleh sulfanamid karena menggunakan folat jadi yang
terdapat dalam makanan (tidak mensintesis sendiri senyawa tersebut). Dalam proses sintesis
asam folat, bila PABA di gantikan oleh sulfonamide, maka akan terbentuk analog asam folat
yang tidak fungsional.
E. Farmakokinetik
ABSORPSI
Absorpsi melalui saluran cerna mudah dan cepat, kecuali beberapa macam sulfonamide
yang khusus digunakan untuk infeksi local pada usus. Kira-kira 70-100% dosis oral
sulfonamide di absorpsi melalui saluran cerna dan dapat di temukan dalam urin 30 menit
setelah pemberian. Absorpsi terutama terjadi pada usus halus, tetapi beberapa jenis sulfa
dapat di absorpsi melalui lambung.
DISTRIBUSI

Semua sulfonamide terikat pada protein plasma terutama albumin dalam derajat yang
berbeda-beda. Obat ini tersebar ke seluruh jaringan tubuh, karenaitu berguna untuk infeksi
sistemik. Dalam cairan tubuh kadar obat bentuk bebas mencapai 50-80 % kadar dalam darah.
METABOLISME
Dalam tubuh, sulfa mengalami asetilasi dan oksidasi. Hasil inilah yang sering
menyebabkan reaksi toksik sistemik berupa lesi pada kulit dan gejala hipersensitivitas,
sedangkan hasil asetilasi menyebabkan hilangnya aktivitas obat.
EKSKRESI
Hampir semua di ekskresi melalui ginjal, baik dalam bentuk asetil maupun bentuk bebas.
Masa paruh sulfonamide tergantung pada keadaan fungsi ginjal. Sebagian kecil diekskresikan
melalui tinja, empedu, dan air susu ibu.
F. Klasifikasi Sediaan
Berdasarkan kecepatan absorpsi dan eksresinya, sulfonamide dibagi menjadi:
1. Sulfonamid dengan absorpsi dan eksresi cepat, antara lain : sulfadiazine dan
sulfisoksazol.
2. Sulfonamid yang hanya diabsorpsi sedikit bila diberikan per oral dank arena itu
kerjanya dalam lumen usus, antara lain : ftalilsulfatiazol dan sulfasalazin.
3. Sulfonamid yang terutama digunakan untuk pemberian topical antara lain :
sulfasetamid, mefenid, dan Ag-sulfadiazin.
4. Sulfonamid dengan masa kerja panjang, seperti sulfadoksin, absorpsinya cepat dan
eksresinya lambat.
G. Efek samping
Efek samping sering timbul (sekitar 5%) pada pasien yang mendapat sulfonamide.
Reaksi ini dapat hebat dan kadang-kadang bersifat fatal. Efek samping yang terpenting
adalah kerusakan pada sel-sel darah yang berupa agranulositosis, anemia aplastis dan
hemolitik. Efek samping yang lain ialah reaksi alergi, gangguan system hematopoetik, dan
gangguan pada saluran kemih dengan terjadinya kristal uria yaitu menghablurnya sulfa di
dalam tubuli ginjal.
H. Interaksi obat
Sulfonamid dapat berinteraksi dengan antikoagulan oral, antidiabetik sulfonylurea dan
fenitoin. Penggunaan sulfonamide sebagai obat pilihan pertama dan untuk pengobatan
penyakit infeksi tertentu makin terdesak oleh perkembangan obat antimikroba lain yang lebih
efektif serta meningkatkanjumlah mikroba yang resisten terhadap sulfa. Namun peranannya
meningkat kembali dengan di temukannya kotrimoksazol.
Penggunaan topical tidak dianjurkan karena kurang/tidak efektif, sedangkan risiko terjaadinya
reaksi sensitisasi tinggi, kecuali pemakaian local daro Na-sulfasetamid pada infeksi mata.
I. Disinfektan Saluran Kemih

Desinfektan saluran kemih atau yang biasa di sebut Infeksi saluran kemih (ISK) hampir
selalu diakibatkan oleh bakteri aerob dari flora usus. Penyebab infeksi bagian bawah atau
cystitis ( radang kandung) adalah pertama kuman gram negative. Pada umumnya, seseorang
dianggap menderita ISK bila terdapat lebih dari 100.000 kuman dalam 1 ml urine.
Antara usia lebih kurang 15 dan 60 tahun jauh lebih banyak wanita daripada pria
menderita ISK bagian bawah, dengan perbandingan Ca dua kali sekitar pubertas dan lebih
dari 10 kali pada usia 60 tahun. Pada wanita, uretranya hanya pendek (2 -3 cm), sehingga
kandung kemih mudah dicapai oleh kuman kuman dari dubur melalui perineum, khususnya
pada basil- basil E.coli. Pada pria disamping uretranya lebih panjang (15-18 cm), cairan
prostatnya juga memiliki sifat sifat bakterisid sehingga menjadi pelindung terhadap infeksi
oleh kuman-kuman patogen. Sebagai kemoterapuetikum dalam resep, biasanya sulfa
dikombinasikan dengan natrium bikarbonat atau natrium sitras untuk mendapatkan suasana
alkalis, karena jika tidak dalam suasana alkalis maka sulfa-sulfa akan menghablur dalam
saluran air kecing, hal ini akan menimbulkan iritasi yang cukup mengerikan. Tapi tidak semua
sulfa dikombinasikan dengan natrium bikarbonat atau natrium sitrat. Misalnya Trisulfa dan
Elkosin. Hal ini karena pH-nya sudah alkalis, maka kristal urea dapat dihindari. Sulfonamida
berupa kristal putih yang umumnya sukar larut dalam air, tetapi garam natriumnya mudah
larut. Rumus dasarnya adalah sulfanilamide. Berbagai variasi radikal R pada gugus amida (SO2NHR) dan substitusi gugus amino (NH2) menyebabkan perubahan sifat fisik, kimia dan
daya antibaktreri sulfonamida.
Berbagai obat antimikroba tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi sistemik
yang berasal dari saluran kemih karena bioavailabilitasnya dalam plasma tidak mencukupi.
Untuk infeksi akut saluran kemih disertai tanda-tanda sistemik seperti demam, menggigil,
hipotensi dan lain-lain, obat antiseptic saluran kemih tidak dapat digunakan karena pada
keadaan tersebut diperlukan obat dengan kadar efektif dalam plasma. Sementara menunggu
hasil laboratorium, dapt diberikan obat golongan aminoglikosid misalnya gentamisin, atau
sulfonamide, kotrimoksazol, ampisilin, sefalosporin, fluorokuinolon. Dengan pemberikan
selama 5-10 hari, biasanya infeksi akut dapat diredakan dan selanjutnya diberikan antiseptic
saluran kemih sebagai pengobatan profilaksis atau supresif.
J.

Preventif Infeksi Saluran Kemih

Agar terhindar dari penyakit infeksi saluran kemih, dapat dilakukan hal-hal berikut:

Menjaga dengan baik kebersihan sekitar organ intim dan saluran kemih.

Bagi perempuan, membersihkan organ intim dengan sabun khusus yang memiliki pH
balanced (seimbang) sebab membersihkan dengan air saja tidak cukup bersih.

Pilih toilet umum dengan toilet jongkok. Sebab toilet jongkok tidak menyentuh langsung
permukaan toilet dan lebih higienis. Jika terpaksa menggunakan toilet duduk, sebelum
menggunakannya sebaiknya bersihkan dahulu pinggiran atau dudukan toilet. Toilettoilet umum yang baik biasanya sudah menyediakan tisu dan cairan pembersih
dudukan toilet.

Jangan membersihkan organ intim di toilet umum dari air yang ditampung di bak mandi
atau ember. Pakailah shower atau keran.

Gunakan pakaian dalam dari bahan katun yang menyerap keringat agar tidak lembab.

PUSTAKA
Ganiswara. 1995. Farmakologi dan Terapi. Bagian Farmakologi. Fakultas Kedokteran.
Universitas Indonesia. Jakarta.
Setiabudy, Rianto. 2007. Farmakologi dan Terapi Edisi 5. Fakultas Kedokteran. Universitas
Indonesia. Jakarta.
ummudzakwanFARMASI.

Dalam

blog

ummudzakwanFARMASI

dengan

judul

KEMOTERAPEUTIKA. diakses pada 12 maret 2012 jam 10.33 wib.


Label: Farmakologi
C. ANTIMALARIA
Malaria berasal dari bahasa italia yaitu :mala = buruk dan aria = udara
Anti malaria adalah obat yang digunakan untuk mencegah penyakit yang diakibatkan oleh
parasit bersel tunggal atau protozoa, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles
betina pada malam hari dengan posisi mengigit dengan menjungkit.
CIRI-CIRI MALARIA :
1.

Demam berkala disertai menggigil

2.

Nyeri kepala dan otot

3.

Pembesaran hati, sehingga menimbulkan rasa mual dan muntah

4.

anemia
Macam-macam malaria :

1.

Malaria tropika
Yang disebabkan oleh plasmodium falsiparum, dengan ciri-ciri :

a.
b.
c.
d.
e.
f.

Malaria yg paling berbahaya dan mematikan


Eritrosit meningkat
Pembesaran hati
Tidak menimbulkan kekambuhan
Hemoglobin uria
Hiperbilirubin anemia

2.

Malaria tersiana
Yang disebabkan oleh plasmodium vivax dan ovale, dengan ciri-ciri:

a.
b.
c.
d.
e.

Demam berkala selama 3 hari


Nyeri kepala dan punggung
Mual
Malaise
Sering kambuh

3.

Malaria kwartana
Yang disebabkan oleh plasmodium malariae, dengan ciri-ciri:

a.

Demam selama 4 hari sekali

b.

Puncak demam setelah 72 jam

c.

Dapat menimbulkan kekambuhan


PENGGOLONGAN OBAT MALARIA:

1.
2.

Obat propilaksis/pencegahan : obat nyamuk yang mengandung DEET


Obat pencegah/penyembuh demam/ kurativum : klorokuin, meflokuin, halofantrin,
pirimetamin.

3.
Obat pencegah kambuh : primakuin
4.
Obat pembunuh gametosit
INKUBASI :
1.
Plasmodium falsiparum : 7-12 hari
2.
Plasmodium vivax dan ovale : 10-14 hari
3.
Plasmodium malariae : 4-6 minggu
SERANGAN PANAS DINGIN
1.
2.
3.

Fase dingin berlangsung sekitar 30 menit-1jam, terjadi penyempitan pembuluh


darah(vasokontriksi) suhu badan mencapai 40 derajat celciul
Fase panas kira-kira 2-6 jam, kemudian berkeringat
Fase berkeringat, fase dimna merasa letih dan ingin tidur
SIKLUS HIDUP PARASIT

1.
a.

Siklus aseksual:
Siklus hati: nyamuk yang menyengat manusia akan menyuntikan sporazoit kedalam

b.

pembuluh darah dan bermukin seksual jantan dan betina di sel-sel parencym hati
Siklus darah: dari hati merozoit akan berubah menjadi tropozoit dan memasuki sel darah

2.

merah, kemudian memasuki hati dan limpa


Siklus seksual : merozoit dalam eritrosit akan merubah menjadi bentuk seksual betina dan
jantan.

1.
2.
3.
4.

PENCEGAHAN
Hindari vektor nyamuk
Berantas nyamuk dan larvanya
Gunakan baju lengan panjang saat tidur
Gunakan kelambu pada saat tidur

D. ANTI AMUBA
Amuba adalah parasit yang terdapat dalam makanan dan minuman yang tercemar, kemudian
masuk terlelan oleh manusia, dan menetap di usus, yang dapat menimbulkan infeksi pada
usus.
Anti amuba adalah obat-obatan yang digunakan untuk mencegah penyakit yang diakibatan
oleh parasit bersel tunggal (protozoa) yang disebut entamoeba hystolytika (disentri amuba)
a.
b.
c.
d.

Ciri-cirinya :
Diare berlendir dan berdarah
Kejang
Nyeri perut
Mules pada saat BAB
BENTUK AMUBA:

1.

Bentuk kista : bentuk tidak aktif dari amuba yang memiliki cairan pelindung yang ulet dan

2.

tahan terhadap getah lambung


Bentuk minuta(kecil) : makanan yang terinfeksi kista amuba akan pecah menjadi bagian

3.

aktif( tropozoit)
Bentuk histolitika: tropozoit melewati dinding usus dan menerobos ke organ lainnya
PENGGOLONGAN OBAT :

1.

Obat amuba kontak : yang meliputi senyawa metrokonazol dan tinidazol, dengan jenis

antibiotik tetrasiklin dan aminoglikosida


2.
Obat amuba jaringan : yang terdiri dari senyawa nitro-mikonazol
1.

MACAM-MACAM AMUBIASIS :
Amubiasis usus: hampir sama dengan disentri basiller (sigelosis) dengan ciri diare akut,

2.

mual, muntah, sakit kepala, anorexia


Amubiasis jati : ditandai dengan radang ada hati ( hepatitis amuba)

1.
2.

KOMPLIKASI :
Perforasi dinding usus ( pembocoran)
Peroitonitis dan pendarahan

E. ANTI CACING ( ANTHELMINTIKA)


Anti cacing adalah obat yang digunakan untuk membasmi cacing parasit dia dalam tubuh
manusia dan hewan.
Penularannya :
1.
2.
3.

Dari mulut
Dari luka
Dari larva diatas tanah
Ciri-ciri :

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Mual
Mules
Muntah
Diare berkala
Nyeri perut
Anorexia
Anemia
Usus buntu
MACAM-MACAM CACING :

1.

Cacing kremi ( oxyuris vermicularis)


Adalah golongan cacing bulat, yang masa hidup cacing dewasanya > 6minggu, cacing betina
menempatkan telurnya di sekitar anus pada malam hari, yang menimbulkan rasa gatal,

2.

keudian terjadi garukan oleh tangan, yang kemungkina tertelan kembali ( reauto infeksi)
Cacing gelang ( ascaris lubmbricoides)
Adalah cacing golongan bulat. Yang cukup besar dan cukup membahayakan, karena dapat
keluar dari anus dan masuk ke organ tubuh yang lain

3.

Cacing pita ( taenia saginata/ cacing pita pada dagig sapi, taenia soliumcacing pita pada

daging babi, taenia lata/cacing pita pada daging ikan )


Cacing ini pipih dan beruas-ruas.
4.
Cacing tambang ( angkylostoma duo denale dan nacator americanus )
Cacing yang hidup di usus bagian atas, dan dapat menghisap darah dimana mereka
5.

6.
7.

menempelkan diri.
Filaria
Cacing dari larva wucheria bancrifti dan brugia malay, yang desebarkan melalui nyamuk
culex, dan dikenal sebagai penyakit elephantisiasis
Scistosoma
Cacing benang
PENCEGAHAN PENYAKIT CACING :

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Peningkatan hygine
Pemberatntasan cacing dan larvanya
Perbaikan perumahan
Lingkungan hidup
Kemajuan sosial dan ekonomi
Menjaga kebersihan diri dan makanan
Mengosumsi makanan yang dimasak dengan benar
Mencuci tangan sedudah dan sebelum makan

F. ANTI VIRUS ( VIRUSTATIA)

Virus berasal dari bahasa latin dan sansekerta yaitu visham yang artinya racun, virus
merupakan organisme hidup yang terkecil dengan ukuran antara 20-300 mikron. Diluar, virus
tampak seperti kristal tanpa ada tanda kehidupan.
Antivirus adalah obat yayng digunakan untuk mencegah penyakit yang diakibatkan oleh
virus.
Penyakit yang diakibatkan oleh virus adalah : influenza, polio, tampak, cacar, herpes,
hepatitis, flu burung, dan HIV/AIDS
1.

Influenza : disebabkan oleh RNA yang terdapat di manusia, kuda, babi, ikan paus, ayam,
itik, dan burung, yang terdiri dari inti protein dan RNA itu sendiri dan polimerase. Infeksi ini
menular melalui inhalasi dan tetesan air lir, inkubasi virus ini selama 1-3 hari, dan gejala
timbul setelah inkubasi 1-4 hari, seperti demam 40 drajat celcius, nyeri otot seluruh tubuh,
pusing, radang pada mukosa hidung dan batuk kering yang tahan berminggu-minggu.
Pengobatan :

a.
b.
c.
d.

Bedrest total
Pemberian analgetik sebagai pereda sakit contoh paracetamol atau asetosal
Pemberian suplemen
Pemberian virustatika
Virustatika untuk infuenza :

1.

Amantadin : dapat digunakan bersamaan dengan suntikan vaksin, yang mekanisme


kerjanya melindungi virus A2 selama masa inkubsi belum aktif, terutama bagi orng yang

berdaya tahan tubuh lemah


2.
Zanamivir : merupakan kelompok zat baru dari neuramidase-inhibitor, yang bekerja
menghambat enzim neuramidase di permukan virus sehinggan pelepasan partikel dari tua
3.

rumah dapat dihindari, dan sel-sel yang dekat saluran napas tidak tertulari
Antibiotik; digunakan terutama untuk orang yang berisiko tinngi dan memiliki daya tahan

tubuh yang lemah


Flu burung
Pada tahun 1997 di hongkong mulai menyebar virus influenza A( turunan dari tipe H5N1).
3.
DBD
Adalah penyakit yang diakibatkan oleh virus, mealalui gigitan nyamuk aedes aygefty pada
2.

siang hari.
Pengobatan hanya simptomatis ( sesuai gejala), transfusi darah untuk mencegah sock,
4.

pemberian analgetik dan antipiretik


Hepatitis
Terdapat 7 macam hepatitis yaitu hepatitis A, B,C,D,E,F dan G . yang paling parah adalah

5.

hepatitis B dan C karena merusak hati secara tetap.


Herpes
Virus ini berlainan dengan virus lain, efeknya hampir sama dengan kerja virus HIV, karena

sekali virus ini masuk kedalam tubuh maka akan sulit untuk dikeluarkan kembali
Pengaobatan :
a.
Asiklovir : untuk herpes simplex dan herpes zoster, sediaan :tablet
b.
Idoksuridin : untuk virus DNA, seperti varricela(cacar) dan herpes karatitis, sediaan :tablet

G. ANTI JAMUR ( FUNGISTATIKA)


Anti jamur adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit yang diakibatkan oleh
jamur, penyakit jamur dapat terjadi pada ;
1.
2.

Kulit oleh dermatofit ( jamur yang hidup di atas kulit)


Selaput lendir, broncis, usus, dan vagina oleh sejenis ragi yang disebabkan oleh candidas
albicans ( yang berwarna putih)

Penyakit jamur dapat meluas karena pemakaian antibiotik sprektum luas atau kortikosteroid
yang tidak tepat
Jamur adalah tumbuhan yang tidak memilik klorofil
Jamur yang tidak merugikan :
1.
2.
3.

Jamur pada tempe


Jamur pada oncom
Jamur pada keju
Jamur yang merugikan :

1.
2.

Mycose umum ( sistemik)


Mycose permukaan ( topikal)
Mycose topikal (permukaan) dapat terjadi pada kulit, rambut.

1.
2.
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Kutu air ( anteletes foot, tinea pedis)


Thricopyton dan dermatopitose yang berperan
Kuku kapur ( arms horn nail)
Denagn ciri-ciri :
Kuku menebal
Mengeras
Regas
Berwarna keputih-putihan
Mudah patah
Adakalanya tidak lurus
Penularannya: dapat terjadi pada lansia, terutama pada saat sirkulasi darah pasa jari kaki
tidak

3.
4.
1.
2.
3.
4.

baik, penularan dari kuku ke kuku

Panu ( pytiriasis versicolor)


Yang disebabkan oleh jamur mallaize furfur,
Pengobatan oleh larutan salisilat 5-10%
Ketombe ( dundruff)
Dengan ciri : jatuhnya serpihan putih dari kulit kepala
Penyebab:
Stres
Imun rendah
Hygine kurang
Lemak meningkat
Pengobatan : sampo yang mengandung ketokonazol 2%

5.

Candidas mulut : terjadi di mukosa mulut dengan muncul bintik putih

H. ANTI KANKER/NEOPLASTIKA/SITOSTATIKA
Kanker berasal dari bahasa yunani yaitu karkinos yang artinya kepiting. Kanker adalah
pembentukan jaringan baru yang abnormal dan bersifat ganas (maligne).sekelompok sel yang
mendadak liar dan tidak dapat teertahankan yang mengakibatkan pembengkakan atau
benjolan. Benjolan itu disebut tumor atau neoplasma, neo=baru dan plams = bentukan.
Gejala umum dari penyakit kanker adalah nyeri yang sangat hebat. Berikut beberapa kanker
yang sering terjadi adalah kanker kulit, kanker tenggorokan, kanker paru-paru, kanker otak,
dan termasuk leukimia / kanker darah.
Menurut para ahli 80% penyebab kanker adalah zat-zat karsinogen.
PENGOBATAN KANKER :
1.

2.

Kemoterapi
Adalah pengobatan dengan cara pemberian obat-obatan yang dapat menghambat atau
memusnahkan sel-sel kanker
Operasi/pembedahan
Adalah pengangkatan sel-sel kanker agar tidak terjadi perluasan daerah yang terkena kanker

3.

Penyinaran/radiasi
Adalah pengobatan dengan melakukan penyinaran di tempat/daerah yang terkena kanker
denag sinar radioatif
EFEK SAMPING DARI PENGOBATAN KANKER:

1.
2.
3.
4.
5.

Depresi sumsum tulang denag gangguan darah dan penurunan sistem tangkis yang
memperbesar resiko terjadinya resisiten terhadap kuman
Gangguan pada kantong rambut, yang mengakibatkan kerontokan pada rambut (alopesia)
Pembentukan sel-sel darah terhambat
Hiperurisemia
Terganggunya sistem reproduksi
Antikanker dibagi menjadi beberapa golongan, yaitu :

1.
2.
3.
4.
5.

Zat-zat alkalasi
Antimetabolit
Antimitotika
Antibiotika
Serba-serbi
Zat-zat alkalasi, yang terpenting adala klormethin, thiotepa, dan busulfan

a.

Klormetin adalah sitostatika pertama pada tahun 1946 dugunakan untuk limfogranuloma

1.

dan leukimia akut.. berkut ini adalah derivat-derivatnya


Klorambusil : derivat klormetin yang memiliki cincin aromatik, dan efeknya hampir sama

2.

dengan klormetin.
Siklofosfamid : derivat klormetin yang memiliki cincin fosfat, yang akan aktif setelah

3.

dioksidasi dalam hari


Melfalan : derivat klormetin yang mengandung zat fenilalanin, yang kerjanya ebih lama,

b.

kuarang lebih 6 jam.


Thiotepa : obat yang memiliki idikasi lebih luas, digunakan pada kanker yang telah tersebar

c.

dan yang gagal diboati oleh penyinaran.


Busulfan : obat yang berkhasiat spesifik terhadap sumsum tulang, sehingga digunakan

d.

untu leukimia kronis guna menekan produksi leukosit


Lomustin : obat yang dapat menghambat semua proses dalam sel, bersifat lipopil/ mudah
melewati sawar otak.
Antimetabolit
Obat yang menghambat sintesis DNA, dengan kerka antagonisme dengan metotreksat
(MTX) :

a.

Merkaptopurin : digunakan untuk leukimia akut pada anak-anak


Dengan derivatnya :
-

Azitropin
Fluoroacil : digunakan pada kanker lambung-usus, kolon, rektum. Dengan derivatnya :

Sitarabin
Antimitotika : obat yang mencegah pembelahan sel denag merintangi pembelahan inti
a)
b)

sel :
Vinblastin : alkaloida dari tanaman vinca rosae, denagn derivat :
Vindesin
Vinkristin
Podopilin
Antibiotiaka :
mitomisin
doksurubisin, dengan derivatnya : daunorubisin
serba-serbi :
Kortikosteroid
hormon-hormon kelamin
L-asparaginase
cisplati

enterferon

I. ANTI TUBERCULOSIS
Anti Tuberculosis (TBC)
pengertian
Anti tuberculosis adalah obat-obat atau kombinasi obat yang di berikan dalam jangka waktu
tertentu untuk mengobati penderita tuberkulosis.
Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular yang di sebabkan oleh mycobacterium
tuberculosis, yang pada umumnya di mulai dengan bentuk benjolan-benjolan kecil di paruparu danditularkan lewat organ pernafasan . kuman TBC pertama kali di temukan oleh
dr.Robert koch (1882).
GEJALA

batuk kronis

berkeringat waktu malam

keluhan pernafasan

perasaan letih

hilang nafsu makan

berat badan turun

rasa nyeri di bagian dada


sering kali juga sistim tangkis tubuh yang sehat dapat memberantas kuman , tetapi pada
sistim imun yang lemah (anak-anak , manula , pasien AIDS) menjadi radang paru yang hebat.
MACAM-MACAM TBC selain yang menyerang paru-paru , antara lain :

TB tulang

TB ginjal

TB kulit

TB otak
Penyebab banyak nya orang yang mengalami TBC di akibatkan oleh beberapa faktor ,
diantaranya :

1.

Masih kurangnya kesadaran untuk hidup sehat

2.

Perumahan yang tidak memenuhi syarat (ventilasi dan masuknya cahaya matahari)

3.

Kebersihan atau hygiene

4.

Kurang gizi atau gizi tidak baik.


PENULARAN
Bisa di sebabkan dari makanan dan minuman , saluran pernafasan.
cara untuk menghindari dengan cara menggunakan desinfektan pada sapu tangan atau
barang-barang yang di gunakan , dan mengusahakan agar ruangan tempat penderita
menmpunyai ventilasi yang baik.
PENCEGAHAN
Cara pencegahan ini bisa menggunakan vaksin BCG (BASIL CALMETTE GUERIN) , vaksin ini
di gunakan mungkin pada bayi-bayi yang baru lahir.Cara pencegahan nya bisa juga
menggunakan tes mantoux , yaitu penyuntikaan yang di lakukan delengan atas dengan
tuberkulin (filtrat dari pembiakan basil TBC).Bila ditempat penyuntikan tidak timbul bengkak

merah berarti orang tersebut tidak terinfeki TBC.


obat yang digunakan , antara lain :
Nama obat
rifampisin

indikasi
Pengobatan

Efek samping
Mual , muntah

peringatan
Perlu

sediaan
Kapsul 300

tuberkulosis ,

, diare ,

penerangan

mg , 450 mg ,

lepra ,

pusing ,

rifampisin

kaptab 600

meringitis

gangguan

menyebabkan

mg

penglihatan

warna merah
pada urin ,
tinja , liur ,
dahak
keringat dan

Ethambutol

Isoniazid

air mata.
-

Tuberkulosis

Neuritis optik,

Tablet 250 mg

dengan

buta warna

kombinasi

hijau / merah ,

bersama obat

neuritis

lain.
Tuberkulosis ,

primer
Neuritis

Tablet 100 mg

kombinasi

perifer

, 300 mg

dengan obat

(gangguan

lain.

syaraf dengan

, 500 mg

gejala kejangkejang) yang


dapat di
cegah dengan
pemberian
pyridoxin(vitB
pirazinamid

Tuberkulosis

6).
Hepatotoksik

dalam

(menimbulkn

kombinasi

kerusakan

dengan obat

hati) terutama

lain ,

pada dosis

khasiatnya di

lebih daroi

perkuat oleh

2g/hari

Tablet 500 mg

isoniazid
PENGOBATAN

fase intensif (2bulan)

obat-obatannya : Obat yang digunakan diantaranya INH (isoniazid) , rifampisin , pirazinamid


dan untuk mencegah .
FASE PEMELIHARAAN (7 bulan)
obat-obatannya :
Obat yang digunakan diantaranya INH(isoniazid) dan rifampisin.

JENIS-JENIS OBAT TB :
1. Isoniasid ( H ) Dikenal dengan INH, bersifat baktresid. Dapat membunuh 90% populasi
kuman dalam beberapa hari pertama pengobatan.
2. Rifampisin ( R ) Bersifat baktresid. Dapat membunuh kuman yang tidak dapat dibunuh oleh
isoniasid.
3. Pirasinamid ( Z ) Bersifat baktresid. Dapat membunuh kuman yang berada dalam sel
dengan suasana asam.
4. Streptomisin ( S ) Bersifat baktresid.
5. Etambulol ( E ) Bersifat sebagai bakteriostatik.

TABEL DOSIS OBAT ANTITUBERKULOSIS ( OAT )


Dosis Harian (mg/kgbb/hari) Dosis 2x/Minggu (mg/kgbb/hari) Dosis 3x/Minggu
(mg/kgbb/hari) Isoniasid 5-15 (maks 300 mg) 15-40 (maks 900 mg) 15-40 (maks 900 mg)
Rifampisin 10-20 (maks 600 mg) 10-20 (maks 600 mg) 15-20 (maks 600 mg) Pirasinamid 1540 (maks 2 mg) 50-70 (maks 4 mg) 15-30 (maks 3 mg) Streptomisin 15-40 (maks 1 mg) 25-40
(maks 1,5 mg) 25-40 (maks 1,5 mg) Etambulol 15-25 (maks 2,5 mg) 50 (maks 2,5 mg) 15-25
(maks 1,5 mg)

PRINSIP PENGOBATAN
Obat TBC diberikan dalam bentuk kombinasi dari beberapa jenis, dalam jumlah cukup dan
dosis tepat selama 6-8 bulan, supaya semua kuman dapat dibunuh. pengobatan TBC
diberikan dalam 2 tahap yaitu :
1. Tahap Intensif Pengawasan ketat dalam tahap intensif sangat penting untuk mencegah
terjadinya kekebalan obat.
2. Tahap Lanjutan Tahap lanjutan penting untuk membunuh kuman persister (dormant)
sehingga mencegah terjadinya kekambuhan.
PENGOBATAN TBC PADA ORANG DEWASA KATEGORI 1 : 2HRZE / 4H3R3
Diberikan kepada :
1. Penderita baru TBC paru BTA positif
2. Penderita TBC ekstra paru (TBC diluar paru-paru) berat KATEGORI 2 : HRZE / 5H3R3E3
Diberikan kepada :
1. Penderita kambuh
2. Penderita gagal terapi
3. Penderita dengan pengobatan setelah lalai minum obat
PENGOBATAN TBC PADA ORANG DEWASADEWASA KATEGORI 3 : 2HRZ / 4H3R3
Diberikan kepada :
1. Penderita BTA (+)
2. Rontgen paru mendukung aktif
PENGOBATAN TBC PADA ANAK
2HR / 7H2R2 INH + Rifampisin setiap hari selama 2 bulan pertama, kemudian INH +
Rifampisin setiap hari atau 2 kali seminggu selama 7 bulan. 2HRZ / 4H2R2 INH +
Rifampisin + Pirazinamid setiap hari selama 2 bulan pertama, kemudian INH +
Rifampisin setiap hari atau 2 kali seminggu selama 4 bulan .
EFEK SAMPING Petugas kesehatan dapat memantau adanya efek samping dengan dua
cara. Pertama, dengan menerangkan kepada pasien untuk mengenal tanda-tanda efek
samping obat dan segera melaporkannya kepada dokter. Kedua, dengan menanyakan
secara khusus kepada pasien tentang gejala yang dialaminya. Efek samping obat
tuberkulosis dapat dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Efek samping minor
2. Efek samping mayor

EFEK SAMPING MINOR


EFEK SAMPING PENYEBAB PENANGANAN Minor dosis ---- Teruskan obat, periksa
Anoreksia, Mual, Sakit perut Rifampisin Berikan obat pada malam hari atau sesudah
makanan yang lain Nyeri sendi Pirazinamid Aspirin Rasa panas di kaki INH Piridoksin
100 mg/hari Urin kemerahan Rifampisin Terangkan pada pasien
EFEK SAMPING MAYOR
EFEK SAMPING PENYEBAB PENANGANAN Efek samping mayor ---- Hentikan pemberian
obat penyebab Gatal-gatal, kemerahan di kulit Tiasetazon Hentikan pemberian obat
yang bersangkutan Ketulian Streptomisin Hentikan streptomisin ganti dengan
etambutol Gangguan penglihatan Etambutol Hentikan etambutol Gagal ginjal akut
Rifampisin Hentikan rifampisin
PENGGOLONGAN OBAT TBC
Obat Primer: 1. INH 2. Rifampisin 3. Pirazinamida 4. Etambutol
Obat Sekunder: 1. Streptomisin 2. Asam Para aminosalisilat (PAS) 3. Ethionamid
Golongan Obat Primer
INH Indikasi: Untuk terapi semua bentuk tuberkulosis aktif, disebabkan kuman yang
peka dan untuk mencegah orang berisiko tinggi mendapatkan infeksi. Kerja Obat:
Menghambat sintesa Mycolic acid, yang diperlukan untuk membangun dinding bakteri.
Efek samping: Gatal-gatal, polineuritis, Kadang terjadi kerusakan hati dengan
hepatitis dan ikterus yang fatal. Interaksi: Pemakaian INH bersamaan dengan obatobat tertentu, dapat menimbulkan risiko toksis RIFAMPISIN Indikasi: Kerja Obat:
Mengobati TBC yang dikombinasikan dengan antituberkulosis lain untuk terapi awal
maupun ulang Berdasarkan perintangan spesifik dari suatu enzim bakteri Ribose
Nukleotida Acid (RNA)-polimerase sehingga sintesis RNA terganggu. Efek Samping:
Interaksi: Penyakit kuning, gangguan saluran cerna, gejala gangguan SSP dan reaksi
hipersensitasi, warn a merah pada air seni, keringat, air mata, air liur. Mempercepat
perombakan obat lain bila diberikan bersamaan waktu dengan jalan induksi enzim
dalam hati.
PIRAZINAMIDA
ETAMBUTOL Indikasi: Sebagai terapi kombinasi tuberkulosis, dengan obat lain. Kerja
Obat: Berdasarkan penghambatan sintesa RNA pada kuman yang sedang membelah,
juga menghindarkan terbentuknya Mycolic acid pada dinding sel. Efek Samping:
Gangguan penglihatan, sakit kepala, disorientasi, mual, muntah dan sakit perut. Tidak
dianjurkan untuk anak-anak usia kurang 6 tahun Interaksi: Menurunkan khasiat obat
urikosurik terutama pada pemberian bersama isoniazid dan piridoksin.
Golongan Obat Sekunder
STREPTOMISIN Indikasi: Untuk kombinasi pengobatan TB bersama INH, Rifampisin,
dan pirazinamid. Kerja Obat: Berdasarkan penghambatan sintesa protein kuman
dengan jalan pengikatan pada RNA ribosomal. Efek Samping: Kerusakan syaraf
kedelapan yang berkaitan dengan keseimbangan dan pendengaran Interaksi:
Penggunaan bersama dengan amfoterisin dan diuretic loop dapat meningkatkan
nefrotoksisitas.
ASAM PARA AMINOSALISILAT (PAS) Interaksi: Berinteraksi dgn isoniazid,digoxin dan
menurunkan efek vitamin B12. Indikasi: Digunakan dalam kombinasi dgn obat anti TB
lain, seperti isoniazid dan streptomycin Efek Samping: Kerja Obat: Keluhan saluran
cerna, reaksi, hipoti roid, trombositopeni a, dan malabsorpsi. Menghambat secara
kompetitif pembentukan asam folat dari asam paraamino benzoat
ETHIONAMID Indikasi: Mengobati tuberkulosis dalam kombinaasi dengan obat lain.
Interaksi: Kerja Obat: Hepatotoksisitas meningkat jika digunakan bersama rifampisin

Menghambat sintesis asam mikolat. Efek Samping: Gangguan saluran cerna, neuritis,
kej ang, pusing,, hepati tis
Pengobatan pada tahun tahun sebelumnya obat TBC digunakan dalam bentuk tunggal
dan masa pengobatannya lama (bertahun-tahun). Seiring berjalannya waktu
pemakaian obat TBC dibuat dalam bentuk paket dan masa pengobatannya semakin
cepat (6 bulan).

SPESIALIT OBAT GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN

Obat - obat Gangguan Sistem Pencernaan


Yang dibahas dalam obat gangguan sistem pencernaan adalah :
1. Antasida
Antasida adalah basa-basa lemah yang digunakan untuk menetralisir kelebihan asam
lambung yg menyebabkan timbulnya sakit maag.
Tujuan pengobatan adalah menghilangkan gejala, mempercepat penyembuhan, dan
mencegah komplikasi lebih lanjut.
Berdasarkan mekanisme kerjanya, obat-obat antasida digolongkan menjadi 2 golongan yaitu :

Anti Hiperasiditas

Obat dengan kandungan aluminium atau magnesium bekerja secara kimiawi mengikat
kelebihan HCl dalam lambung. Sediaan yang mengandung magnesium menyebabkan diare

karena bersifat pencahar, sedangkan sedangkan sediaan yang mengandung aluminium dapat
menyebabkan sembelit maka biasanya kedua senyawa ini dikombinasikan. Persenyawaan
molekul antara Mg dan Al disebut hidrotalsit.
Obat dengan kandungan natrium bikarbonat merupakan antasida yang larut dalam air, dan
bekerja cepat. Tetapi dapat menyebabkan sendawa. Obat dengan kandungan bismut dan
kalsium dapat membentuk lapisan pelindung pada luka dilambung tetapi sebaiknya dihindari
karna bersifat neurotoksik sehingga dapat menyebabkan kerusakan otak. Obat dengan
kandungan sukralfat, aluminium hidroksida dan bismuth koloida dpat digunakan untuk
melindungi tukak lambung agar tidak teriiritasi oleh asam lambung.
Perintang reseptor H2 ( antagonis reseptor H2)

Bekerja dengan cara mengurangi sekresi asam. contoh obatnya adalah ranitidin dan
simetidin.
Adapun penggolongan obat - obat antasida, antara lain :
a. Antasida
Aluminium Hidroksida,Al Oksida,Magnesium Karbonat,Mg Trisilikat,Mg Oksida,Mg
Hidroklorida,Natrium Karbonat,Bismuth Subnitrat,Bismuth Subsitrat,Kalsium
Karbonat,Hidrotalsite ( Mg, Al, Hidroksi Karbonat ).
Spesialite obat obat antasida
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Nama generik
Alumunium hidroksida
Kombinasi AL(OH)3 & Mg (OH)
Simetikon / dimetichone
(Dimethylpolosiloxane)
Kombinasi Al (OH)3 dan Mg (OH)2 dan
dimethicon
Simetidin
Famotidin
Ranitidin
Omeprazole
Sukralfat
Mg (OH)2 + Al (OH)2+Simetikon

Dagang
Alukol
Aludona
Gastulen
Mylanta
Corsamet
Facid
Zantac
Losec
Inpepsa
Acitral

b. Antagonis Reseptor H2 ( H2 Bloker )


Ranitidin,Simetidin,Famotidin,Nizatidin.
# Bekerja dengan cara mngurangi sekresi asam lambung sebagai akibat hambatan reseptor
H2.
c. Penghambat Pompa Proton
Omeprazol,Lansoprazol,Pantoprazol.
# Bekerja dengan cara menghambat asam lambung dengan cara menghambat sistem enzim
adenosin trifosfat hidrogen kalium (pompa proton dari sel parietal lambung)
d. Anti Kolinergik / anti muskarinik
Pirenzepin,Fentonium,Ekstrak Belladon.
# Bekerja dengna menghambat sekresi asam melalui reseptor muskarindan melawan kejang
e. Analog Prostaglandin
Misoprostol
# Anti sekresi dan proteksi
f. Pelindung mukosa
Sukralfat

# Melindungi mukosa dari serangan pepsin dan asam


g. Penguat motilitas
Metoklorpramid,Domperidon.
h. Zat pembantu
Dimetikon (Dimetilpolisiloksan)
# Memperkecil gelembung gas yang timbul sehingga mudah di serap dan dapat mencegah
masuk angin, kembung dan kentut
i. Penenang
Diazepam,Klordiazepoksida
# menekan stress yg dapat memicu asam lambung
2. Digestiva
Digestiva adalah obat yang digunakan untuk membantu proses pencernaan lambung-usus
terutama pada keadaan difensiensi zat pembantu pencernaan.
Obat digestiva antara lain :
a. Pankreatin (enzim pencernaan) : Amylase, Tripsin, Lipase # Fungsinya membantu proses
pencernaan
b. Pepsin (enzim lambung)
c. Ox-bile (empedu sapi) # Fungsinya mempertinggi daya kerja lipase, merangsang
pengeluaran empedu dari hati
d.Bromealin
pesialite obat Digestiva
No
1
2
3

Nama Generik
Pankreatin, empedu sapi, ekstrak lambung
Pancreatin , oxbile, bromealin
Pancreatin , Lipase,Amilase

4
5
6

Pankreatin, empedu sapi,selulosa


Pancreatin , extrac oxbile, dimetilpolisiloksan
Pancreatin , bromealin, dimetilpolisiloksan

Amilase, protease,asam
deoksikolat,dimetilpolisiloksan,vit B1,Vit B2,Vit
B 6,vit B12nikotinamida,ca-pantotenat
Pancreatin , oxbile, dimetilpolisiloksan,vit
B1,Vit B2,Vit B 6,vit B12,niasinamida,Ca
pantotenat
Pancreatin ,
Amilase,lipase,protease,dimetilpolisiloksan

Enzyplex

Pancreatin , dimetilpolisiloksan ,

Tripanzym

8
9

10

Dagang
Panzynorm
Benozym
Pankreon
comp
Cotazym forte
Decazym
Elsazym

Berzymplex
Xepazym

3. Anti Diare
Anti diare adalah obat yg digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri,
kuman, virus, cacing, atau keracunan makanan. Gejala diare adalah BAB berulang kali disertai
banyaknya cairanyg keluar kadang-kadang dengan mulas dan berlendir atau berdarah.
Diare terjadi karena adanya rangsangan terhadap saraf otonom di dinding usus sehingga
menimbulkan reflek mempercepat peristaltik usus. Rangsangannya dapat ditimbulkan oleh :

infeksi oleh bakteri patogen misalnya bakteri colie

infeksi oleh kuman thypus dan kolera

infeksi oleh virus

akibat dari penyakit cacing

keracunan makanan dan minuman

gangguan gizi

pengaruh enzim

pengaruh syaraf

Obat anti diare :


a. Adsorben : kaolin, karbo adsorben, attapulgit #nyerap racun
b. Anti motilitas : loperamid hidroklorida, kodein fosfat, morfin #menekan perstaltik usus
c. Adstringen : tannin/ tanalbumin #menciutkan selaput usus
d. Pelindung : Mucilago #melindungi selaput lendir usus yang luka
Spesialite obat antidiare
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Nama Generik
Oralit
Kaolin & pectin
Atta L pulgit pectin
Attapulgit
Loperamia HCL
Arang jerap(carbon adsorben)
Furazolidon
Kaolin, pectin
Bismuth subsalisilat
Nifuroksasida

Dagang
Oralit
Kaopectate
Neo diaform
Biodiar
Lodia
Bekarbon
Dialet
Diaend
Diaryn
Hufafural

4. Laksativa
Laksativa adalah obat-obat yang dapat mempercepat peristaltik usus sehingga
mempermudah BAB.
Obat pencahar digunakan untuk :

Pada keadaan sembelit

pada pasien penderita penyakit jantung dan pembuluh

pada pasien dengan resiko pendarahan rektal

untuk membersihkan saluran cerna

untuk pengeluaran parasit

Obat Laksativa :
a. Perangsang dinding usus (meningkatkan motilitas usus)
Bisakodil,Dankron,Rhei,Sennae,Aloe.
b. Memperbesar isi Usus

Magnesium Sulfat / garam inggris,Natrium fosfat,Agar-agar,CMC (carboksi metil


cellulose),Tylose
# menahan cairan dalam usus secara osmosis
c. Pelicin / Pelunak tinja
Paraffin cair,gliserin (supositoria),larutan sabun (klysma)
Spesialite obat obat laksativa
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Nama Generik
Ispaghula sekam
Bisakodil
Lactusa
Garam inggris
Dihidroksiantrakuinon
Monobasic sodium fosfat, dibasic sodium fosfat
Dioktil Na-sulfosuksinat
Dioksiantrakinon,fenolftalein
Na pikosulfat
Psyllium hydropolic muciloid

Dagang
Mulax
Dulcolax
Lactulac
Danthron
Fosen enema
Laxatab
Garulax
Laxoberon
Mulax

5.Anti Spasmodika
Anti Spasmodika adalah at yang digunakan untuk mengurangi atau melawan kejang - kejang
otot.
Obat Anti Spasmodika :

Atropin Sulfat

Alkaloida belladona

Hiosin Butil Bromida

Papaverin HCl

Mebeverin HCl

Propantelin Bromida

Pramiverin HCl

Cisaprid

# Mengurangi atau melawan kejang otot


Spesialite anti spasmodik
No
1
2
3
4

Nama generik
Hiosin butilbromida
Propantelin bromida
Mebeverin HCL
Extrac belladonnae

5
6
7
8
9
10

Pramiverin HCL
Papaverin HCL
Klordiazapoksid,klidinium bromida
Valetamat bromida
Metampiron,skopolamin bromobutilat
Timepidium bromida

6. Kolagoga

Dagang
Buscopan
Probathine
Duspatalin
Ekstrak
beladon
Systabon plain
Erlavaf
Braxidin
Epidosin
Procolic
Sesden

Kolagoga adalah obat yang digunakan untuk peluruh batu empedu.


Obat Kolagoga adalah :

Asam Kenodeoksikolat

Asam Ursodeoksikolat

Asam Kenat

# membantu melarurkan batu empedu


Spesialite obat kolagoga
No
1
2
3

Nama Generik
Asam kenodeoksikolat
Asam ursodeoksikolat
Pancreatin , dimetilpolisiloksan ,

Dagang
Chenofalk
Urdafalk
Tripanzym

8. Protektor Hati
Protektor htai adalah obat yang digunakan sebagai vitamin tambahan untuk meringankan,
mengurangi bahkan melindungi gangguan fungsi hati. Obat protektor Hati adalah :
1. Curcuma rhizoma domestica
2. Curcuma XAnthorrizae
3.Sylimarin
4. Mekonin

Sistem saraf pusat


Sistem saraf pusat (SSP) meliputi otak (bahasa Latin: 'ensephalon') dan sumsum tulang
belakang (bahasa Latin: 'medulla spinalis'). Keduanya merupakan organ yang sangat lunak,
dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan. Selain tengkorak dan ruas-ruas
tulang belakang, otak juga dilindungi 3 lapisan selaput meninges. Bila membran ini terkena
infeksi maka akan terjadi radang yang disebut meningitis.
Ketiga lapisan membran meninges dari luar ke dalam adalah sebagai berikut:
1. Durameter; terdiri dari dua lapisan, yang terluar bersatu dengan tengkorak sebagai
endostium, dan lapisan lain sebagai duramater yang mudah dilepaskan dari tulang
kepala. Di antara tulang kepala dengan duramater terdapat rongga epidural.
2. Arachnoidea mater; disebut demikian karena bentuknya seperti sarang labah-labah.
Di dalamnya terdapat cairan yang disebut liquor cerebrospinalis; semacam cairan limfa
yang mengisi sela sela membran araknoid. Fungsi selaput arachnoidea adalah sebagai
bantalan untuk melindungi otak dari bahaya kerusakan mekanik.
3. Piameter. Lapisan terdalam yang mempunyai bentuk disesuaikan dengan lipatanlipatan permukaan otak.

Otak dan sumsum tulang belakang mempunyai 3 materi esensial yaitu:


1. badan sel yang membentuk bagian materi kelabu (substansi grissea)
2. serabut saraf yang membentuk bagian materi putih (substansi alba)
3. sel-sel neuroglia, yaitu jaringan ikat yang terletak di antara sel-sel saraf di dalam
sistem saraf pusat
Walaupun otak dan sumsum tulang belakang mempunyai materi sama tetapi susunannya
berbeda. Pada otak, materi kelabu terletak di bagian luar atau kulitnya (korteks) dan bagian
putih terletak di tengah. Pada sumsum tulang belakang bagian tengah berupa materi kelabu
berbentuk kupu-kupu, sedangkan bagian korteks berupa materi putih.
Otak
Otak merupakan alat tubuh yang sangat penting dan sebagai pusat pengatur dari segala
kegiatan manusia. Otak terletak di dalam rongga tengkorak, beratnya lebih kurang 1/50 dari
berat badan. Bagian utama otak adalah otak besar (Cerebrum), otak kecil (Cerebellum), dan
batang otak

Otak mempunyai lima bagian utama, yaitu: otak besar (serebrum), otak tengah
(mesensefalon), otak kecil (serebelum), sumsum sambung (medulla oblongata), dan jembatan
varol.

Otak besar (serebrum)


Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktivitas mental, yaitu yang
berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan
pertimbangan.
Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan
kehendak, walaupun ada juga beberapa gerakan refleks otak. Pada bagian korteks otak
besar yang berwarna kelabu terdapat bagian penerima rangsang (area sensor) yang
terletak di sebelah belakang area motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar atau

merespon rangsangan. Selain itu terdapat area asosiasi yang menghubungkan area
motor dan sensorik. Area ini berperan dalam proses belajar, menyimpan ingatan,
membuat kesimpulan, dan belajar berbagai bahasa. Di sekitar kedua area tersebut
dalah bagian yang mengatur kegiatan psikologi yang lebih tinggi. Misalnya bagian
depan merupakan pusat proses berfikir (yaitu mengingat, analisis, berbicara,
kreativitas) dan emosi. Pusat penglihatan terdapat di bagian belakang.

Otak tengah (mesensefalon)


Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di depan otak tengah
terdapat talamus dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin.
Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang mengatur refleks mata
seperti penyempitan pupil mata, dan juga merupakan
Pusat Pendengaran

Otak kecil (serebelum)


Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi secara
sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Bila ada rangsangan yang merugikan atau
berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan.

Sumsum sambung/lanjutan (medulla oblongata).


Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula spinalis
menuju ke otak. Sumsum sambung juga memengaruhi jembatan, refleks fisiologi

seperti detak jantung, tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi, gerak alat
pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan.
Selain itu, sumsum sambung juga mengatur gerak refleks yang lain seperti bersin,
batuk, dan berkedip.

Jembatan varol (pons varoli)


Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan
kanan, juga menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang.

Sumsum tulang belakang (medula spinalis)


Sumsum tulang belakang terletak memanjang didalam rongga tulang belakang, mulai
dari ruas-ruas tulang leher sampai ruas-ruas tulang pinggang yang kedua. Sumsum
tulang belakang terbagi menjadi dua lapis, yaitu lapisan luar berwana putih dan lapisan
dalam berwarna kelabu. Lapisan luar mengandung serabut saraf dan lapisan dalam
mengandung badan saraf. Di dalam sumsum tulang belakang terdapat saraf sensorik,
saraf motorik, dan saraf penghubung. Fungsinya adalah sebagai penghantar impuls
dari otak dan ke otak serta sebagai pusat pengatur gerak refleks . Pada penampang
melintang sumsum tulang belakang tampak bagian luar berwarna putih, sedangkan
bagian dalam berbentuk kupu-kupu dan berwarna kelabu. Pada penampang melintang
sumsum tulang belakang ada bagian seperti sayap yang terbagi atas sayap atas
disebut tanduk dorsal dan sayap bawah disebut tanduk ventral. Impuls sensori dari
reseptor dihantar masuk ke sumsum tulang belakang melalui tanduk dorsal dan impuls
motor keluar dari sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor. Pada
tanduk dorsal terdapat badan sel saraf penghubung (asosiasi konektor) yang akan
menerima impuls dari sel saraf sensori dan akan menghantarkannya ke saraf motor.

Sistem Saraf Tepi

Sistem saraf tepi tersusun dari semua saraf yang membawa pesan dari dan ke sistem saraf
pusat. Kerjasama antara sistem pusat dan sistem saraf tepi membentuk perubahan cepat
dalam tubuh untuk merespon rangsangan dari lingkunganmu. Sistem saraf ini dibedakan
menjadi sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom.
1) Sistem saraf somatic ( saraf sadar )
sistem saraf somatis disebut juga dengan sistem saraf sadar. Sistem saraf somatis terdiri dari
12 pasang saraf kranial dan 31 pasang saraf sumsum tulang belakang ( spinal ) Kedua belas
pasang saraf otak akan menuju ke organ tertentu, misalnya mata, hidung, telinga, dan kulit.
Saraf sumsum tulang belakang

keluar melalui sela-sela ruas tulang belakang dan

berhubungan dengan bagian-bagian tubuh, antara lain kaki, tangan, dan otot lurik. Saraf-saraf
dari sistem somatis menghantarkan informasi antara kulit, sistem saraf pusat, dan otot-otot
rangka. Proses ini dipengaruhi saraf sadar, berarti kamu dapat memutuskan untuk
menggerakkan atau tidak menggerakkan bagian-bagian tubuh di bawah pengaruh sistem ini.
Contoh dari sistem saraf somatis adalah sebagai berikut.

1. Ketika kita mendengar bel rumah berbunyi, isyarat dari telinga akan sampai ke otak.
Otak menterjemahkan pesan tersebut dan mengirimkan isyarat ke kaki untuk berjalan
mendekati pintu dan mengisyaratkan ke tangan untuk membukakan pintu.
2. Ketika kita merasakan udara di sekitar kita panas, kulit akan menyampaikan informasi
tersebut ke otak. Kemudian otak mengisyaratkan pada tangan untuk menghidupkan
kipas angin.
3. Ketika kita melihat kamar berantakan, mata akan menyampaikan informasi tersebut ke
otak, otak akan menterjemahkan informasi tersebut dan mengisyaratkan tangan dan
kaki untuk bergerak membersihkan kamar.

SPESIALIT OBAT SUSUNAN SYARAF PUSAT


Spesialite analgetik antipiretik
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Nama generik
Acetosal(Acidum
acetylosaliycylicum)
Paracetamol (acetami nophenum)
Asam mefenamat
Antalgin(methampyronum)
Tramadol
Diklofenak kalium
Diklofenak natrium
Piroksikam
Fenilbutazon
Ibuprofen

Dagang
Aspirin
Panadol
Ponstan
Novalgin
Tramal
Cataflam
Voltaren
Ferdene
Irgapan
Arthifen

Spesialite antiemetika
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Nama generik
Difenhidramin Teoklat
(Dimenhydrinatum)
Betahistine mesylate
Metoclopramide
Hyoscine HBr
Klorpromazin HCL
Domperidon
Pyranthiazine , theoclate +vit 6
Perfenazine
Sinarizin

Dagang
Antimo
Merislon
Vomitrol
Buscopan
Largactil
Motilium
Mediamer
trilafon
Nariz

10

Prometazin teoklat

Nufapreg

Spesialite anti Parkinson


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Nama generik
Trihexyphenidil
Levodopa
Bromocriptin mesilate
Selegiline
entakapon
Benserazid + levodopa
Kodergokrin mesilat
Rivastigmin
Donepezil Hcl
Galantamin HBr

Dagang
Artane
Madopan
Parlodel
Jumex
Comtan
Levazide
Fontula
Exelon
Fordesia
Reminyl

Spesialite anti epilepsi


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Nama generik
Fenitoin Natrium /difenilhidantoin
natrium (phenytoin natricum)
Karbamazepin (carbamazepinum)
Klonazepam (clonazepanum)
Gabapentin
okskarbazepin
Natrium fenitoin
Fenitoin
Levetirasetam
Difenilhidantoin + natrium
fenobarbital
Asam valproat

Dagang
Dilantin
Tegretol
Rivotril
Alpentin
Barzepin
Decatona
Ikaphen
Keppra
Ditalin
Depakene

Spesialite psikofarmaka :
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Nama generik
Alprazolam
klobazam
Lorazepam
Estazolam
Levomepromazin
Imipramin hidroklorida
Buspiron hidroklorida
Sertalin Hcl
Tianeptin
Amitriptilin hidroklorida

Dagang
Alganax
Asabium
Ativan
Esilgan
Nozinan
Tofranil
Tan Q
Serlof
Stablon
Trilin

Spesialite nootropik
No
1

Nama generik
Pyritinol HCL

2
3

Piracetam
Mecobalamin

Dagang
Enchepab
ol
Nootropil
Methycoba
l

Spesialite anastetika umum :


No
1

Nama generik
Diaethyl aether

2
3
4
5

Ketamin hidroklorida
Thiopental natrium
Enflurane
Halothanum

Dagang
Aether
anesthetic
us
Ketalar
Pentothal
Ethrane
Halcthane

MD
Spesialite anastetika local
No
1
2
3
4
5

Nama generik
Lidokain hidroklorida
Bupivacain hidrokllorida
Prilokain , lidokain
Ropivakain
Bupivakain hcl , dextrose
monohydrate

Dagang
Pehacain
bupivakain
Estesia
Naropin
Regivell

Spesialite hipnotik sedative


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Nama generik
Nitrazepam
Estazolam
Triazolam
Sinarizin
Betahistin mesilate
Betahistin dihidroklorida
Alprazolam
Klobazam
Lorazepam
Akar kava kava

Dagang
Dumolid
Esilgan
Halcyon
Merron
Darvon
Betaserc
Atarax
Asabium
Ativan
Laikan

Spesialite analgetik antipiretik


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Nama generik
Acetosal(Acidum
acetylosaliycylicum)
Paracetamol (acetami nophenum)
Asam mefenamat
Antalgin(methampyronum)
Tramadol
Diklofenak kalium
Diklofenak natrium
Piroksikam
Fenilbutazon
Ibuprofen

Dagang
Aspirin
Panadol
Ponstan
Novalgin
Tramal
Cataflam
Voltaren
Ferdene
Irgapan
Arthifen

Spesialite antiemetika
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Nama generik
Difenhidramin Teoklat
(Dimenhydrinatum)
Betahistine mesylate
Metoclopramide
Hyoscine HBr
Klorpromazin HCL
Domperidon
Pyranthiazine , theoclate +vit 6
Perfenazine
Sinarizin
Prometazin teoklat

Dagang
Antimo
Merislon
Vomitrol
Buscopan
Largactil
Motilium
Mediamer
trilafon
Nariz
Nufapreg

Spesialite anti Parkinson


No
1
2
3
4
5
6

Nama generik
Trihexyphenidil
Levodopa
Bromocriptin mesilate
Selegiline
entakapon
Benserazid + levodopa

Dagang
Artane
Madopan
Parlodel
Jumex
Comtan
Levazide

7
8
9
10

Kodergokrin mesilat
Rivastigmin
Donepezil Hcl
Galantamin HBr

Fontula
Exelon
Fordesia
Reminyl

Spesialite anti epilepsi


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Nama generik
Fenitoin Natrium /difenilhidantoin
natrium (phenytoin natricum)
Karbamazepin (carbamazepinum)
Klonazepam (clonazepanum)
Gabapentin
okskarbazepin
Natrium fenitoin
Fenitoin
Levetirasetam
Difenilhidantoin + natrium
fenobarbital
Asam valproat

Dagang
Dilantin
Tegretol
Rivotril
Alpentin
Barzepin
Decatona
Ikaphen
Keppra
Ditalin
Depakene

Spesialite psikofarmaka :
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Nama generik
Alprazolam
klobazam
Lorazepam
Estazolam
Levomepromazin
Imipramin hidroklorida
Buspiron hidroklorida
Sertalin Hcl
Tianeptin
Amitriptilin hidroklorida

Dagang
Alganax
Asabium
Ativan
Esilgan
Nozinan
Tofranil
Tan Q
Serlof
Stablon
Trilin

Spesialite nootropik
No
1

Nama generik
Pyritinol HCL

2
3

Piracetam
Mecobalamin

Dagang
Enchepab
ol
Nootropil
Methycoba
l

Spesialite anastetika umum :


No
1

Nama generik
Diaethyl aether

2
3
4
5

Ketamin hidroklorida
Thiopental natrium
Enflurane
Halothanum

Dagang
Aether
anesthetic
us
Ketalar
Pentothal
Ethrane
Halcthane
MD

Spesialite anastetika local


No
1
2
3
4

Nama generik
Lidokain hidroklorida
Bupivacain hidrokllorida
Prilokain , lidokain
Ropivakain

Dagang
Pehacain
bupivakain
Estesia
Naropin

Bupivakain hcl , dextrose


monohydrate

Regivell

Spesialite hipnotik sedative


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Nama generik
Nitrazepam
Estazolam
Triazolam
Sinarizin
Betahistin mesilate
Betahistin dihidroklorida
Alprazolam
Klobazam
Lorazepam
Akar kava kava

Dagang
Dumolid
Esilgan
Halcyon
Merron
Darvon
Betaserc
Atarax
Asabium
Ativan
Laikan

SISTEM SYARAF OTONOM

Pernahkah kamu kejatuhan cicak saat duduk santai?


Apa yang kamu rasakan ketika kejatuhan cicak? Kamu kaget, ketakutan, dan menjerit keras.
Jantungmu berdetak dengan cepat. Pikiranmu kacau. Reaksi yang membuat responmu dalam
situasi ketakutan ini dikontrol oleh sistem saraf otonom. Sistem saraf otonom mengatur kerja
jaringan dan organ tubuh yang tidak disadari atau yang tidak dipengaruhi oleh kehendak kita.
Jaringan dan organ tubuh diatur oleh sistem saraf otonom adalah pembuluh darah dan
jantung. Sistem saraf otonom terdiri atas sistem saraf simpatik dan sistem saraf
parasimpatik.

Sistem saraf simpati disebut juga sistem saraf torakolumbar, karena saraf preganglion
keluar dari tulang belakang toraks ke-1 sampai dengan ke-12. Sistem saraf ini berupa 25
pasang ganglion atau simpul saraf yang terdapat di sumsum tulang belakang. Fungsi dari
sistem saraf simpatik adalah sebagai berikut.

Mempercepat denyut jantung.


Memperlebar pembuluh darah.
Memperlebar bronkus.
Mempertinggi tekanan darah.
Memperlambat gerak peristaltis.
Memperlebar pupil.
Menghambat sekresi empedu.
Menurunkan sekresi ludah.
Meningkatkan sekresi adrenalin.

Sistem saraf parasimpatik disebut juga dengan sistem saraf kraniosakral, karena
saraf preganglion keluar dari daerah otak dan daerah sakral. Susunan saraf parasimpatik
berupa jaring-jaring yang berhubung-hubungan dengan ganglion yang tersebar di seluruh
tubuh. Urat sarafnya menuju ke organ tubuh yang dikuasai oleh susunan saraf simpatik.
Sistem saraf parasimpatik memiliki fungsi yang berkebalikan dengan fungsi sistem saraf
simpatik. Misalnya pada sistem saraf simpatik berfungsi mempercepat denyut jantung,
sedangkan pada sistem saraf parasimpatik akan memperlambat denyut jantung.
B. Sistem Indera
Indera manusia terdiri atas organ-organ tubuh yang sangat peka terhadap rangsangan
tertentu. Ada lima macam indera pada manusia, yaitu mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit.
Kamu tidak asing dengan alat indera manusia tersebut. Apakah kelima alat indera yang kamu
miliki berfungsi dengan baik? Bagaimana cara mengetahuinya jika kelima alat indera tersebut
tidak berfungsi dengan baik? Kelima alat indera ini akan berfungsi dengan baik jika:
1. Saraf-saraf yang berfungsi membawa rangsangan bekerja dengan baik,
2. Otak sebagai pengolah informasi bekerja dengan baik,
3. Alat-alat indera tidak mempunyai kelainan bentuk dan fungsinya.
1. Mata
Bola mata terletak di dalam rongga mata dan beralaskan lapisan lemak. Bola mata dapat
bergerak dan diarahkan kesuatu arah dengan bantuan tiga otot penggerak mata, yaitu:
1. Muskulus rektus okuli medial (otot di sekitar mata), berfungsi menggerakkan bola
mata.
2. Muskulus obliques okuli inferior, berfungsi menggerakkan bola mata ke bawah dan ke
dalam.
3. Muskulus obliques okuli superior, berfungsi memutar mata ke atas dan ke bawah.
Selain itu, ada otot mata yang berfungsi menutup mata dan mengangkat kelopak mata. Otot
yang berfungsi untuk menutup mata yaitu muskulus orbikularis okuli dan muskulus rektus
okuli inferior. Sedangkan otot mata yang berfungsi mengangkat kelopak mata, yaitu muskulus
levator palpebralis superior.
a. Bagian-bagian mata

Bola mata tersusun oleh selaput mata yang terdiri atas tiga lapisan, yaitu sklera atau selaput
putih, koroid atau selaput hitam, dan retina atau selaput jala.

Selaput putih (sklera)

sklera adalah bagian luar dari bola mata yang tersusun dari zat tanduk dan merupakan
lapisan yang kuat, berwarna putih. Fungsi dari selaput ini adalah melindungi struktur mata
yang sangat halus dan membantu mempertahankan bentuk biji mata. Sklera akan
membentuk kornea. Apa yang dimaksud dengan kornea? Kornea adalah lapisan bening
dan transparan yang berfungsi menerima cahaya yang masuk ke mata. Kornea dilindungi
oleh selaput tipis yang disebut konjungtiva. Kornea selalu dibasahi oleh air mata.

Selaput hitam (koroid)

koroid merupakan lapisan tengah dari bola mata yang banyak mengandung pembuluh darah.
Fungsi dari selaput ini adalah memberi nutrisi dan oksigen ke mata serta menyerap cahaya
dan mengurangi cahaya yang memantul di sekitar mata bagian dalam. Pada koroid terdapat
iris yang membentuk warna mata, pupil, lensa mata, titik dekat mata, dan titik jauh mata. Iris
adalah selaput mata yang merupakan lanjutan dari selaput hitam bagian depan bola mata
yang telah melepaskan diri. Iris atau selaput pelangi memiliki pigmen atau warna yang akan
menentukan warna mata seseorang, yaitu warna mata biru, hitam, cokelat, abu-abu, dan
hijau.Pupil adalah celah yang berada di bagian tengah iris. Fungsi pupil

adalah untuk

mengatur intensitas cahaya yang masuk ke mata. Jika cahaya redup, otot-otot iris
berkontraksi sehingga celah pupil melebar dan cahaya yang masuk ke mata lebih banyak.
Sebaliknya, jika cahaya terang celah pupil akan menyempit dan cahaya yang masuk ke mata
lebih sedikit atau tidak berlebihan.Tahukah kamu dimanakah letak lensa mata? Lensa mata
berada di belakang iris. Lensa mata memiliki daya akomodasi, yaitu kemampuan untuk
mencembung (menebal) dan mencekung (menipis). Mencembung dan mencekungnya lensa

mata ditentukan oleh jarak benda yang dilihat. Jarak benda yag dapat dilihat oleh mata
normal dengan jelas disebut dengan titik dekat mata. Sedangkan jarak terjauh yang masih
dapat dilihat oleh mata normal dengan jelas disebut titik jauh mata.Jarak titik jauh pada mata
normal adalah tak terhingga.

Selaput jala disebut juga retina.

Retina adalah lapisan paling dalam pada mata yang peka terhadap cahaya. Retina ini memiliki
sel-sel saraf. Pada retina terdapat bintik kuning dan bintik buta. Bintik kuning adalah bagian
retina yang paling peka terhadap cahaya karena merupakan tempat perkumpulan sel-sel
saraf yang berbentuk cerucut dan batang. Kita bisa melihat apabila bayangan jatuh pada titik
ini. Pada bintik kuning terdapat sel kerucut dan sel batang.
1. Sel kerucut berfungsi untuk melihat di tempat yang terang. Sel ini memerlukan protein
iodopsin.
2. Sel batang berfungsi untuk melihat di tempat yang gelap. Sel ini memerlukan protein
mata yang disebut rodopsin.
Rodopsin dapat terbentuk apabila terjadi penggabungan iodopsin dan vitamin A.Jika kita
berpindah dari tempat terang ke tempat teduh, maka kita tidak dapat melihat dengan jelas
beberapa saat. Hal itu terjadi karena pada waktu di tempat teduh diperlukan protein rodopsin
yang merupakan penggabungan antara iodopsin dan vitamin A. untuk pembentukan rodopsin
tersebut diperlukan waktu sehingga sebelum rodopsin terbentuk kita tidak bias melihat
dengan jelas untuk beberapa saat di tempat teduh.
Bintik buta adalah bintik pertemuan saraf-saraf atau tempat keluarnya saraf mata menuju
otak.

Bintik buta tidak mengandung sel batang dan sel kerucut sehingga tidak dapat

menanggapi rangsangan cahaya.


b. Proses Melihat
Mata bisa melihat benda karena adanya cahaya yang dipantulkan oleh benda tersebut ke
mata. Jika tidak ada cahaya yang dipantulkan benda, maka mata tidak bisa melihat benda
tersebut. Proses mata melihat benda adalah sebagai berikut.
1. Cahaya yang dipantulkan oleh benda di tangkap oleh mata, menembus kornea dan
diteruskan

melalui pupil.

2. Intensitas cahaya yang telah diatur oleh pupil diteruskan menembus lensa mata.
3. Daya akomodasi pada lensa mata mengatur cahaya supaya jatuh tepat di bintik kuning.
4. Pada bintik kuning, cahaya diterima oleh sel kerucut dan sel batang, kemudian
disampaikan ke otak.
5. Cahaya yang disampaikan ke otak akan diterjemahkan oleh otak sehinga kita bisa
mengetahui apa yang kita lihat.

c. Gangguan pada mata


Orang yang bisa melihat dengan normal tanpa bantuan kaca mata disebut emetropi.
Ada beberapa kelainan pada mata, yaitu:
1) Rabun dekat
Rabun dekat disebut hipermetropi. Rabun dekat adalah ketidakmampuan mata untuk
melihat benda yang dekat. Hal ini disebabkan oleh ukuran bola mata yang pendek sehingga
bayangan jatuh di belakang retina. Kebiasaan membaca buku terlalu dekat dan sambil tiduran
akan mempercepat timbulnya cacat mata. Rabun dekat dapat diatasi dengan menggunakan
kaca mata berlensa cembung. Lensa cembung merupakan lensa positif
2) Rabun jauh
Rabun jauh adalah ketidakmampuan mata untuk melihat benda yang berjarak jauh. Rabun
jauh disebut miopi. Penyebab rabun jauh adalah ukuran bola mata terlalu panjang dari ukuran
normal sehingga bayangan benda jatuh di depan retina. Rabun jauh dapat diatasi dengan
menggunakan kaca mata berlensa cekung. Lensa cekung merupakan lensa negatif.
3) Rabun jauh dan dekat
Rabun jauh dan dekat disebut juga presbiopi atau rabun tua. kelainan mata ini biasanya
diderita oleh orang yang sudah tua atau kira-kira berumur di atas 45 tahun. Penderita
presbiopi tidak mampu melihat benda yang terlalu jauh dan terlalau dekat. Supaya penderita
presbiopi dapat melihat dengan jelas, maka dibutuhkan kaca mata rangkap, yaitu kaca mata
cembung dan cekung.
4) Rabun senja
Rabun senja atau rabun ayam adalah ketidakmampuan mata untuk melihat benda yang
berada di tempat remangremang dan di malam hari. Gangguan ini disebabkan oleh
kekurangan vitamin A, sehingga sel batang tidak berfungsi karena protein rodopson tidak
terbentuk. Orang yang menderita rabun senja harus banyak mengkonsumsi makanan yang
banyak mengandung vitamin A.
5) Buta warna
Buta warna adalah ketidakmampuan mata untuk membedakan warna. Penyakit ini bersifat
menurun. Buta warna ada dua macam, yaitu buta warna total dan buta warna separuh.
Tahukah kamu perbedaan antara buta warna total dengan buta warna separoh?Buta warna
total hanya mampu melihat warna hitam putih saja. Sedangkan buta warna separuh tidak bias
melihat warna tertentu, yaitu merah, biru, dan hijau.
6) Katarak

Katarak atau bular mata merupakan gangguan penglihatan. Penyebab katarak adalah lensa
mata keruh sehingga menghalangi masuknya cahaya pada retina. Penderita ini umumnya
berumur di atas 55 tahun. Kelainan mata ini dapat diatasi dengan operasi mata.
7) Juling
Juling adalah kelainan mata yang disebabkan oleh ketidakserasian otot-otot mata. Jika
penderitanya masih anak-anak, maka dapat diperbaiki dengan jalan operasi.
8) Astigmatisme
Astigmatisme atau mata silindris adalah gangguan mata yang disebabkan oleh ukuran lensa
mata

atau kornea tidak rata. Penderita gangguan ini tidak mampu melihat garis vertikal dan

horisontal. Gangguan mata ini dapat diatasi dengan menggunakan kaca mata yang berlensa
silindris.
2. Telinga
Telinga merupakan alat indera yang peka terhadap rangsangan berupa gelombang suara.
Telinga manusia mampu mendengar suara dengan frekuensi antara 20-20.000 Hz. Selain
sebagai alat pendengaran telinga berfungsi menjaga keseimbangan tubuh manusia.
a. Bagian-bagian telinga

Telinga manusia dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu bagian luar, bagian tengah, dan
bagian dalam.
1) Telinga bagian luar
Telinga bagian luar terdiri atas:

Daun telinga, berfungsi untuk menampung getaran.

Saluran telinga luar atau lubang telinga, berfungsi menyalurkan getaran.

Kelenjar minyak, berfungsi menyaring udara yang masuk sebagai pembawa


gelombang suara.

Membran timpani atau selaput gendang, berfungsi menerima dan memperbesar


getaran suara.

2) Telinga bagian tengah


Telinga bagian tengah terletak di sebelah dalam membrane timpani. Fungsi dari telinga
bagian tengah

adalah untuk meneruskan getaran dari suara telinga bagian luar ke telinga

bagian dalam. Pada telinga tengah terdapat saluran Eustachius dan tiga tulang pendengaran.

Saluran Eustachius, berfungsi untuk mengurangi tekanan udara di telinga tengah


sehingga tekanan

udara di luar dan di dalam akan sama. Keseimbangan tekanan

ini akan menjaga gendang telinga

supaya tidak rusak. Saluran ini akan tertutup

dalam keadaan biasa, dan akan terbuka jika kita menelan sesuatu.

Tulang pendengaran, berfungsi untuk mengantarkan dan memperbesar getaran ke


telinga bagian

dalam.Tulang pendengaran ada tiga, yaitu tulang martil,tulang

landasan, dan tulang sanggurdi. Tulangtulang ini menghubungkan gendang telinga dan
tingkap jorong.
3) Telinga bagian dalam
Telinga bagian dalam berfungsi mengantarkan getaran suara ke pusat pendengaran oleh urat
saraf. Penyusun telinga bagian dalam adalah sebagai berikut.

Tingkap jorong, berfungsi menerima dan menyampaikan getaran.

Rumah siput, berfungsi menerima, memperbesar, dan menyampaikan getaran suara ke


saraf

pendengaran. Di dalam saluran rumah sifut terdapat cairan limfe dan terdapat

ujung-ujung saraf pendengaran.

Tiga saluran setengah lingkaran, berfungsi sebagai alat untuk mengetahui posisi tubuh
dan menjaga

keseimbangan.

b. Proses mendengar
Suara yang kita dengar akan ditangkap oleh daun telinga,kemudian sampai ke gendang
telinga

sehingga membuat gendang telinga bergetar. Getaran ini diteruskan oleh tiga tulang

pendengaran ke tingkap jorong dan diteruskan ke rumah siput. Di dalam rumah siput, cairan
limfe akan bergetar sehingga meransang ujung-ujung saraf pendengaran dan menimbulkan
impuls saraf yang ditujukan ke otak. Di dalam otak, impuls tersebut akan diolah sehingga kita
bisa mendengar dan mengenali suara tersebut.
c. Gangguan pada telinga

Gangguan pada telinga menyebabkan ketulian atau kekurangtajaman pendengaran. Apa


penyebab dari gangguan telinga tersebut? Ada dua penyebab gangguan telinga, yaitu
gangguan penghantar bunyi dan gangguan saraf. Gangguan telinga yang disebabkan oleh
gangguan saraf dan gangguan penghantar bunyi bisa diatasi menggunakan alat pendengaran
buatan. Alat ini mampu memperbesar gelombang suara sebelum suara masuk ke telinga. Ada
bermacam gangguan telinga, yaitu:
Ganguan telinga disebabkan oleh luka pada telinga bagian luar yang telah terinfeksi atau
otitis sehingga mengeluarkan nanah. Gangguan ini dapat bersifat permanent jika terjadi
infeksi yang sangat parah. Penderita ini harus segera memeriksakan telinganya pada dokter
supaya bisa cepat disembuhkan.

Penumpukan kotoran sehingga menghalangi getaran suara untuk sampai ke gendang


telinga. Oleh

karena itu, kita harus membersihkan telinga dari kotoran dengan kapas

minimal satu kali dalam seminggu.

Kerusakan gendang telinga, misalnya gendang telinga pecah. Pecahnya gendang


telinga bisa

disebabkan oleh dua hal, yaitu kapasitas suara yang didengar terlalu kuat

dan terkena suatu benda yang tajam, misalnya membersihkan telinga dengan peniti
atau lidi sehingga menyentuh gendang telinga dan menyebabkan gendang telinga
menjadi sobek. Gendang telinga sangat tipis sekali.

Otosklerosis, adalah kelainan pada tulang sanggurdi yang ditandai dengan gejala
tinitus (dering

pada telinga) ketika masih kecil.

Presbikusis, adalah perusakan pada sel saraf telinga yang terjadi pada usia manula.

Rusaknya reseptor pendengaran pada telinga bagian dalam akibat dari mendengarkan
suara yang amat keras.

3. Hidung
Hidung adalah alat indera yang menanggapi rangsangan berupa bau atau zat kimia yang
berupa gas. Di dalam rongga hidung terdapat serabut saraf pembau yang dilengkapi dengan
sel-sel pembau. Setiap sel pembau mempunyai rambut-rambut halus (silia olfaktori) di
ujungnya dan diliputi oleh selaput lendir yang berfungsi sebagai pelembab rongga hidung.

Bagian Bagian Hidung

Pada saat kita bernapas, zat kimia yang berupa gas ikut masuk ke dalam hidung kita. Zat
kimia yang merupakan sumber bau akan dilarutkan pada selaput lendir, kemudian akan
meransang rambut-rambut halus pada sel pembau. Sel

pembau

akan

meneruskan

rangsangan ini ke otak dan akan diolah sehingga kita bisa mengetahui jenis bau dari zat kimia
tersebut. Gangguan pada hidung biasanya disebabkan oleh radang atau sakit pilek yang
menghasilkan lendir atau ingus sehingga menghalangi bau mencapai ujung saraf pembau.
Gangguan lain juga bisa disebabkan oleh adanya kotoran pada hidung dan bulu hidung yang
terlalu banyak. Kita harus selalu membersihkan hidung dari kotoran dan merapikan bulu
bulunya supaya penciuman kita tidak terganggu.
4. Lidah
Lidah adalah alat indera yang peka terhadap rangsangan berupa zat kimia larutan. Lidah
memiliki otot yang tebal, permukaannya dilindungi oleh lendir dan penuh dengan bintil-bintil.
Kita dapat merasakan rasa pada lidah karena terdapat reseptor yang dapat menerima
rangsangan.

Reseptor itu adalah vavila pengecap atau kuncup pengecap. Kuncup pengecap merupakan
kumpulan ujung-ujung saraf yang terdapat pada bintil-bintil lidah. Tidak semua bagian lidah
peka terhadap zat kimia dan daerahnya juga khusus untuk rasa tertentu.Pada saat kita makan

sambal, kita sering merasakan kepedasan. Rasa pedas bukan hasil dari kepekaan rasa pada
kuncup pengecap. Tetapi merupakan suhu panas pada papilla sehingga mengembang dan
menyebabkan timbulnya rasa pedas. Gangguan pada lidah bisa disebabkan oleh makan atau
minum sesuatu yang bersuhu terlalu tinggi dan terlalu rendah sehingga lidah mati rasa.
Gangguan ini hanya bersifat sementara.Ganguan yang bersifat permanent misalnya terjadi
pada orang yang mengalami trauma pada bagian tertentu otak. Pada lidah juga sering terjadi
iritasi karena luka atau kekurangan vitamin C.
5. Kulit
Kulit adalah alat indera yang peka terhadap rangsangan berupa sentuhan, tekanan, panas,
dingin, dan nyeri atau sakit.Kepekaan tersebut disebabkan karena adanya ujung-ujung saraf
yang ada pada kulit. Biasanya ujung saraf indera peraba ada dua macam, yaitu ujung saraf
bebas yang mendeteksi rasa nyeri atau sakit, dan ujung saraf yang berselaput (berpapilia).
Ujung saraf yang berselaput ada lima macam, bisa kamu lihat dalam tabel berikut.

Ujung saraf yang berselaput


Korpuskel pacini
Korpuskel ruffini
Korpuskel krause
Korpuskel meissner
C. Sistem Hormon

rangsangan
Tekanan
Panas
Dingin
Sentuhan

Perbedaan antara sistem saraf dan sistem hormon


Sistem saraf
Mengantarkan rangsangan

Sistem hormon
Mengantarkan rangsangan dengan

dengan cepat
lambat
Mengantarkan rangsangan secara Mengantarkan rangsangan secara
kurang teratur

teratur

Rangsangan melalui serabut saraf

Rangsangan melalui darah

Hormon hormone yang dihasilkan kelenjar hipofisis


Hormone
Hormone pertumbuhan

Fungi
Memicu pertumbuhan dengan
meningkatkan laju pembentukan protein

Laktotropik hormone ( LTH )


Thyroid stimulating hormone (TSH )

di dalam sel
Merangsang produksi air susu
Mengontrol sekresi hormone oleh kelenjar

Adrenocorticotropic hormone ( ACTH )

tiroid
Mengontrol sekresi hormone oleh korteks
adrenal

Folicle stimulating hormone ( FSH )


1. Pada wanita merangsang
perkembangan folikel pada ovarium
dan sekresi estrogen
2. Pada pria, memicu testis untuk
menghasilkan sperma
Luteinizing hormone (LH )
1. Pada wanita menstimulasi ovulasi
dan sekresi progesterone
2. Pada pria, menstimulasi, sel
interstisial untuk menghasilkan
testosteron

lobus intermediat
Melanosit stimulating hormone (MSH )

Mempengaruhi pigmentasi kulit

Lobus posterior
Hormon antideuritik (ADH ) atau

Menurunkan volume urine dengan cara

vasopressin

menyerap

oksitosin

meningkatkan tekanan darah


Memacu kontraksi uterus selama proses
melahirkan

air

dan

dari

kelenjar

ginjal

susu

mengeluarkan air susu


Hormone hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid

dan

agar

hormon

fungsi
Mengatur metabolism tubuh
Menurunkan kadar kalsium darah dengan

Tiroksin
kalsitonin

dengan cara meningkatkan penimbunan


kalsium pada tulang keras, mengurangi
pengambilan

kalsium

dalam

usus,atau

mengurangi pengambilan kalsium dalam


ginjal
Hormone hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal
Hormon

fungsi
Korteks adrenal
Mengatur metabolisme mineral
Mengatur metabolism glukosa

Mineralokortikoid
Glukokortikoid
Medulla adrenal
Adrenalin (epinefrin )dan norepinefrin

1. Mengubah glikogen menjadi


gllukosa
2. Menaikkan denyut jantung
3. Memperlebar bronkiolus

Hormone hormon yang dihasilkan oleh kelenjar kelamin


hormon
Testosterone

fungsi
Testis
Memacu

pembentukan

sperma

:mendorong pertumbuhan sekunder pria


seperti

suara

bertambah

menjadi

bidang,

besar,

tumbuh

jenggot,

kumis, tumbuh rambut di sekitar

Estrogen

dada
alat

kelamin
Ovarium
Menstimulasi ovulasi dan pertumbuhan
sekunder wanita, seperti perkembangan
payudara,
mulai

pinggul

menghasilkan

membesar,ovarium
sel

telur,siklus

menstruasi, dan rambut mulai tumbuh di


progesteron

sekitar alat kelamin.


Menggalang pertumbuhan dinding uterus

OBAT OBAT OTONOMIK


Bagian motor sistem saraf dapat dibagi menjadi 2 subdivisi utama, yaitu divisi otonom dan
divisi somatik. Sistem saraf otonom umumnya bersifat otonom, dimana aktifitasnya tidak
dibawah pengaruh langsung kesadaran. Sistem saraf otonom terutama berhubungan dengan
fungsi visera curah jantung, aliran darah ke berbagai organ, pencernaan dan sebagainya yang

sangat penting untuk kehidupan. Divisi somatik umumnya tidak otonom dan berhubungan
dengan fungsi organ yang terkontrol secara sadar seperti bergerak, bernapas, dan bersikap.
Kedua sistem tadi memperoleh masukan aferen penting yang membawa sensasi dan
memodifikasi

keluaran

motoris

melalui

arkus

refleks

dalam

berbagai

ukuran

dan

kompleksitasnya.
Sistem saraf berkaitan erat dengan sistem penting lainya untuk mengontrol fungsi tubuh,
termasuk integrasi tingkat tinggi di otak, yang mempengaruhi proses dalam tubuh dan fungsi
umpan balik yang meluas. Kedua sistem tadi menggunakan zat kimia untuk transmisi
informasinya. Pada sistem saraf, transmisi kimiawi terjadi antara sel-sel saraf dan antara selsel saraf dengan sel-sel efektornya. Transmisi kimiawi ini berlangsung lewat pelepasan
sejumlah kecil substansi transmiter dari ujung saraf ke dalam celah sinaptik. Transmiter
menyebrangi celah secara difusi dan mengaktifkan atau menghambat sel pascasinaptik
dengan berkaitan langsung pada suatu molekul reseptor khusus.
Dengan menggunakan obat yang meniru atau menghambat kerja transmiter kerja kimia tadi,
maka secara selektif kebanyakan fungsi otonom dapat dimodifikasi. Termasuk diantaranya
sejumlah fungsi jaringan efektor, seperti otot jantung, otot polos, endothelium vaskular,
kelenjar dan juga ujung saraf presinaptik. Obat otonom seperti ini berguna sekali pada
berbagai kondisi klinis tertentu. Namun sebaliknya, sejumlah besar obat yang digunakan
untuk tujuan lain mempunyai efek yang tidak diinginkan pada fungsi otonomik.
Pengertian Obat Otonomik Dan Penggolongannya Berdasarkan Macam Saraf
Otonom
Obat otonom adalah obat yang bekerja pada berbagai bagaian susunan saraf otonom, mulai
dari sel saraf sampai dengan sel efektor.
Secara anatomi susunan saraf otonom terdiri atas praganglion, ganglion dan pascaganglion
yang mempersarafi sel efektor. Serat eferen persarafan otonom terbagi atas sistem
persarafan simpatis dan parasimpatis. Berdasarkan macam saraf otonom tersebut, maka obat
otonomik digolongkan menjadi :
Saraf Parasimpatis
Parasimpatomimetik atau Kolinergik
Efek obat golongan ini menyerupai efek yang ditimbulkan oleh aktivitas susunan saraf
parasimpatis.
Parasimpatolitik atau Antagonis Kolinergik
Menghambat timbulnya efek akibat aktivitas susunan saraf parasimpatis.
Saraf Simpatis
Simpatomimetik atau Adrenegik
Efek obat golongan ini menyerupai efek yang ditimbulkan oleh aktivitas susunan saraf
simpatis.
Simpatolitik atau Antagonis Adrenegik
Menghambat timbulnya efek akibat aktivitas susunan saraf simpatis.
Obat Ganglion
Merangsang atau menghambat penerusan impuls di ganglion, baik pada saraf parasimpatis
maupun pada saraf simpatis.
MEKANISME KERJA OBAT OTONOMIK

Obat

otonom

mempengaruhi

transmisi

neurohumoral/transmitor

dengan

cara

menghambat atau mengintensifkannya.

Mekanisme kerja obat otonomik timbul akibat interaksi obat dengan reseptor pada sel
organisme.

Terjadi perubahan biokimiawi dan fisiologi yang merupakan respon khas oleh obat
tersebut.

Pengaruh obat pada transmisi sistem kolinergik maupun adrenergik, yaitu :

1. Hambatan pada sintesis atau pelepasan transmitor


a. Kolinergik
-

Hemikolonium menghambat ambilan kolin ke dalam ujung saraf dengan demikian

mengurangi sintesis ACh.


-

Toksin botulinus menghambat penglepasan ACh di semua saraf kolinergik sehingga

dapat menyebabkan kematian akibat paralisis pernafasan perifer. Toksin ini memblok secara
irreversible penglepasan ACh dari gelembung saraf di ujung akson dan merupakan salah satu
toksin paling proten. Diproduksi oleh bakteri Clostridium botulinum.
-

Toksin tetanus mempunyai mekanisme kerja yang serupa.

b. Adrenergik
-

Metiltirosin memblok sntesis NE dengan menghambat tirosin hidroksilase yaitu enzim

yang mengkatalisis tahap penentu pada sntesis NE.


-

Metildopa menghambat dopa dekarboksilase

Guanetidin dan bretilium menggangu penglepasan dan penyimpanan NE.

2. Menyebabkan pepasan transmitor


a. Kolinergik
-

Racun laba-laba black widow menyebabkan penglepasan ACh (eksositosis) yang

berlebihan, disusul dengan blokade penglepasan ini.


b. Adrenergik
-

Tiramin, efedrin, amfetamin dan obat sejenis menyebabkan penglepasan NE yang

relatif cepat dan singkat sehingga menghasilkan efek simpatomimetik.


-

Reseprin memblok transpor aktif NE ke dalam vesikel, menyebabkan penglepasan NE

secara lambat dari dalam vesikel ke aksoplasma sehingga NE dipecah oleh MAO. Akibatnya
terjadi blokade adrenergik akibat pengosongan depot NE di ujung saraf.

3. Ikatan dengan receptor


-

Agonis adalah obat yang menduduki reseptor dan dapat menimbulkan efek yang mirip

dengan efek transmitor.


-

Antagonis atau blocker adalah obat yang hanya menduduki reseptor tanpa

menimbulkan efek langsung, tetapi efek akibat hilangnya efek transmitor karena tergesernya
transmitor dari reseptor.
4. Hambatan destruksi transmitor
1. Kolinergik
-

Antikolinesterase kelompok besar zat yang menghambat destruksi ACh karena

menghambat AChE, dengan akibat perangsangan berlebihan di reseptor muskarinik oleh ACh
dan terjadinya perangsangan yang disusul blokade di reseptor nikotinik.
1. Adrenergik
-

Kokain dan imipramin mendasari peningkatan respon terhadap perangsangan simpatis

akibat hambatan proses ambilan kembali NE setelah penglepasanya di ujung saraf. Ambilan
kembali NE setelah penglepasanya di ujung saraf merupakan mekanisme utama penghentian
transmisi adrenergik.
-

Pirogalol (penghambat COMT) sedikit meningkatkan respons katekolamin.

Tranilsipromin, pargilin, iproniazid dan nialamid (penghambat MAO) meningkatkan

efek tiramin tetapi tidak meningkatkan efek katekolamin.

OBAT KARDIOVASCULAR
Obat kardiovaskular atau obat jantung dan pembuluh darah terbagi dari 16 golongan yaitu :
1. Obat jantung
Obat jantung biasanya digunakan untuk gagal jantung dan aritmia. Gagal Jantung adalah
suatu keadaan yang serius, dimana jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya
(cardiac output, curah jantung) tidak mampu memenuhi kebutuhan normal tubuh akan
oksigen dan zat-zat makanan.
2. Obat antiangina
Obat kardiovaskular golongan antiangina digunakan untuk permasalahan jantung yang
berupa nyeri dada sementara atau suatu perasaan tertekan, yang terjadi jika otot jantung
mengalami kekurangan oksigen yang sering disebut Angina (angina pektoris).
3. Obat kardiovaskular golongan ACE inhibitor
Obat kardiovaskular golongan ACE inhibitor, beta bloker, angiotensin II digunakan untuk
menurunkan tekanan darah yang tinggi dan biasanya dikombinasi dengan diuretik. Untuk
mengurangi penimbunan cairan yang akan menurunkan jumlah darah yang masuk ke jantung
sehingga mengurangi beban kerja jantung.
4. Obat kardiovaskular golongan beta bloker
5. Obat kardiovaskular golongan antagonis kalsium)
Obat kardiovaskular golongan Antagonis kalsium digunakan untuk menurunkan tekanan darah
yang tinggi dan biasanya dikombinasi dengan beta bloker.
6. Obat kardiovaskular golongan antagonis angiotensin II & kombinasinya
7. Obat tekanan darah tinggi/antihipertensi golongan lain
Obat kardiovaskular golongan antihipertensi golongan lain biasa dalam bentuk kombinasi dari
satu sediaan obat.
8. Obat kardiovaskular golongan diuretik
9. Obat kardiovaskular golongan vasodilator & aktivator serebral
Obat vasodilator adalah obat yang digunakan untuk mengurangi vasokontriksi (tekanan pada
pembuluh darah) yang sering terjadi penyakit jantung dan tekana darah tinggi
10. Obat kardiovaskular golongan vasokontriktor
Obat vasokontriksi mempunyai efek kebalikan dari obat vasodilator biasanya digunakan untuk
penderita hipotensi (tekanan darah yang rendah).
11. Obat migren
Sakit Kepala Migren adalah nyeri berdenyut hebat dan berulang, yang biasanya mengenai

salah satu sisi kepala tetapi kadang mengenai kedua sisi kepala. Migren terjadi jika arteri
yang menuju ke otak menjadi sempit (konstriksi, mengkerut) dan kemudian melebar (dilatasi),
yang akan mengaktifkan reseptor nyeri di dekatnya. Untuk mengatasi digunakan obat migren.
12. Obat kardiovaskular golongan hemostatik
Obat kardiovaskular golongan hemostatik digunakan untuk mengurangi atau menghentikan
terjadinya pendarahan pada semua pembuluh darah di tubuh.
13. Obat kardiovaskular golongan antikoagulan, trombolitik & fibrinolitik
Obat kardiovaskular golongan antikoagulan, trombolitik & fibrinolitik digunakan untuk
memperlancar peredaran darah dengan cara masing-masing. Antikoagulan berfungsi dengan
cara menghambat pembentukan atau menghambat fungsi beberapa faktor pembekuan
darah. Trombolitik melarutkan trombus yang sudah terbentuk, sedangkan fibrinolitik
melarutkan fibrin yang sudah terbentuk pada proses pembekuan darah.
14. Obat varises & preparat flebitis
15. Obat kardiovaskular golongan hemorheologikal
16. Obat hemotopoietik
Obat kardiovaskular golongan hemotopoeitik digunakan pada penderita anemia karena gagal
ginjal.
Untuk pemilihan obat kardiovaskular yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan
konsultasi kedokter spesialis jantung.
Di apotik online medicastore anda dapat mencari obat kardiovaskular dengan merk yang
berbeda dengan isi yang sama secara mudah dengan mengetikkan di search engine
medicastore. Sehingga anda dapat memilih dan beli obat kardiovaskular sesuai dengan
kebutuhan anda.

OBAT OBAT GANGGUAN SISTEM KARDIOVASKULAR


A. Kardiaka (Obat Jantung)
Adalah obat yang bekerja pada jantung dan pembuluh darah baik arteri maupun vena
secara langsung dapat memulihkan fungsi otot jantung yang terganggu menjadi normal
kembali
1.

Kardiotonika, adalah obat yang digunakan jika jantung gagal memompa darah

Spesialite :
NO.
1.

2.

NAMA GENERIK
& LATIN
Digoksin

-Metil Digoxin

NAMA DAGANG

SEDIAAN

PABRIK

Lanoxin

0,25mg /

Glaxo-Wellcome

Fargoxin

tablet

Fahrenheit

Lanitop

0,1mg / tablet

Rajawali Nusindo

2.

Antiaritmia, adalah obat yang digunakan untuk gangguan ritme dan denyut jantung

Spesialite :
NO.
1.

NAMA GENERIK
& LATIN
Propranolol HCl

NAMA DAGANG

SEDIAAN

PABRIK

Inderal

10mg, 40mg /

Zeneca
Aventis

2.

Acebutolol

Sectril

tablet
400mg / tablet

3.

Verapamil HCl

Isoptin

80 mg / dragee

Tunggal

4.

Quinidine Sulfate

Sulfas Chinidin

100mg / tablet

Kimia Farma

3.

Antiangina, adalah obat untuk keadaan jantung kekurangan oksigen

Spesialite :
NO.

NAMA GENERIK

NAMA DAGANG

1.

& LATIN
Nifedipine

Adalat

SEDIAAN
10mg, 20mg, 30mg /

PABRIK
Bayer

tablet
2.

Diltiazem

Herbesser

30mg, 60mg / tablet

Tanabe-Abadi

90mg, 180mg /
kapsul
3.

Isosorbid

Cedocard

5mg, 10mg, 20mg /

Darya-Varia

4.

Dinitrate
Dipyridamol

Persantin

tablet
25mg, 75mg / tablet

Boehringer

5.

Glyceryl

Glyceryl

50mg / 10ml ampul

Tempo Scan

Trinitrate

Trinitrate DBL

Nitrogliceryn

Nitradisc

6.

Pacific
Tetes : 5mg, 10mg /

Soho

24 jam

4. Syok Jantung dan Hipotensi


Spesialite :
NO.
1.

NAMA GENERIK
& LATIN
Dopamin

NAMA DAGANG
Cetadop

SEDIAAN
10mg, 40mg / ml

PABRIK
Ethica

ampul
Doperba

Kalbe Farma
40mg / ml ampul

Proinfark

Phapros
20 mg / ml ampul

B. Diuretika
Adalah zat zat yang dapat memperbanyak pengeluaran air seni ( diuresis ) akibat
khasiat langsung terhadap ginjal
Spesialite ;
NO.
1.

NAMA GENERIK
& LATIN
Spironolacton

NAMA DAGANG

SEDIAAN

Aldactone

25mg, 100mg /

Searle

Carpiaton

tablet

Fahrenheit

Letonal
2.

Spironolacton +

PABRIK

Aldazide

Thiabutazide

Otto
Per tablet :

Searle

Spironolacton
25mg
Thiabutazide
2,5mg

3.

Hidroklorotiazida /

HCT

HCT

25mg, 50mg /

Kimia Farma

tablet

4.

Chlortalidone

Hygroton

50mg / tablet

Novartis

5.

Furosemida

Lasix

40mg / tablet

Hoechst

20mg / 2ml ampul


250mg / 25 ml
infus
Impugan

Dumex
40mg / tablet

Alpharma

20mg / 2 ml ampul
Uresix
40mg / tablet salut

Sanbe Farma

10mg, 40mg /

Fahrenheit

Farsix
tablet
6.

Acetazolamide

Diamox

250mg / tablet

Lederle

7.

Mannitol

Manitol Otsuka

Infus 20 %

Otsuka

Osmofundin

Infus 15 %

B Braun

C. Obat Anti Hipertensi


Adalah obat yang digunakan untuk menurunkan peninggian tekanan sistolik dan diastolic
diatas 140 / 90 mmHg.

1.

Golongan Penekan Sistem Saraf Pusat

Spesialite :
NO.

NAMA GENERIK

NAMA DAGANG

SEDIAAN

PABRIK

1.

& LATIN
Reserpin

Serpasil

0,1mg , 0,25mg /

Biochemie

2.

Reserpin + HCT +

Ser-Ap-Es

tablet
Per tablet :

Novartis

Hydralazine

Reserpin : 0,1 mg
HCT

: 15 mg

Hydralazine : 25 mg

2.

Golongan Beta Bloker

Spesialite :
NO.

NAMA GENERIK

NAMA DAGANG

SEDIAAN

PABRIK

1.

& LATIN
Atenolol

Betablok

50mg, 100mg /

Kalbe Farma

2.

Metoprolol Tartrat

Lopressor

tablet
200mg / tablet

Novartis

salut
3.

Golongan Diuretika

Spesialite :
NO.

NAMA GENERIK

NAMA DAGANG

SEDIAAN

PABRIK

1.

& LATIN
Chlortalidon

Hygroton

50mg / tablet

Novartis

2.

Spironolactone

Spirolacton

25mg / tablet

Phapros

Golongan Antagonis Calcium

Spesialite :
NO.

NAMA GENERIK

NAMA DAGANG

SEDIAAN

PABRIK

1.

& LATIN
Nifedipine

Adalat Oros

20mg, 30mg, 60mg /

Bayer

2.

Diltiazem

Carditen

tablet
30mg, 60mg / tablet

Dankos

3.

Verapamil

Corramil

salut
80mg / dragee

Bernofarm

Amidodipine

Norvask

5mg, 10 mg/ tablet

Pfizer

Besylate

5.

Golongan Vasodilator

Spesialite :

NO.

NAMA GENERIK

NAMA DAGANG

& LATIN
Hidralazine +

Adelphane

SEDIAAN
Per tablet :

Reserpin

PABRIK
Novartis

Hidralazine : 10mg
Reserpin

: 0,1mg

6. Golongan ACE Bloker ( ACE Inhibitor)


Spesialite :
NO.
1.

NAMA GENERIK

NAMA DAGANG

& LATIN
Captopril

Captensin

SEDIAAN
12,5mg , 25mg / tablet

PABRIK
Kalbe
Farma

2.

7.
NO.
1.

Cilazapril

Inhibace

1mg, 2,5mg / tablet

Golongan Angiotensin II Antagonis


NAMA GENERIK

NAMA DAGANG

& LATIN
Losartan K

Acetensa

SEDIAAN
50 mg / tab

Cozaar
2.

Roche

Valsartan

PABRIK
Fahrenheit
Merck

Diovan

40mg, 80mg, 120mg /

Novartis

tablet
8.

Golongan Lain - Lain

Spesialite :
NO.

NAMA GENERIK

NAMA DAGANG

SEDIAAN

PABRIK

1.

& LATIN
Methyldopa

Dopamet

250mg / tablet salut

Dumex

2.

Prazosin HCl

Minipress

1mg, 2mg / tablet

Pfizer

D. Hematinika
Adalah obat khusus yang digunakan untuk menstimulir atau memperbaiki proses
pembentukan eritrosit / sel darah merah atau dikenal dengan obat pembentuk darah.
1.

Preparat Ferrum

Spesialite :
NO.
1.

NAMA GENERIK
& LATIN
Ferro Fumarate
+

NAMA DAGANG
Ferofort

SEDIAAN

PABRIK

Per Kapsul :

Kalbe

Ferro Fumarate + Vit.C +

Farma

Folic Acid + Vit.B1 +

Vit.B2 + Vit.B6 + Vit.B12


+ Niacinamide + Ca
Panthothenat + Lysin +
Dioctyl Na Sulfasuccinate
Hemafort

Per tablet salut gula :


Ferro Fumarate + Vit.C +

Phapros

Folic Acid + Vit.B12 +


Mn Sulfate + CuSO4 +
Sorbitol + Intrinsik Factor
2.

Ferrogluconate

Sangobion

Per Kapsul :

Merck

Fe-Gluconate + CuSO4 +
Mn Sulfate + Vit.C + Folic
Acid + Vit.B12 + Sorbitol
Livron B-Plex

Per Tablet Salut Gula :

Phapros

Fe-Gluconate + CuSO4 +
Vit.C + Folic Acid + Ca
Panthothenat + Vit.B1 +
Vit.B2 + Vit.B6 + Vit.B12
+ Nicotinamide + Dried
Liver
3.

Ferro Sulfate

Iberet - 500

Per Tablet Salut Selaput :

Abbot

Fe-Sulfat + Vit.B1 +
Vit.B2 + Vit.B6 + Vit.B12
+ Na Ascorbate +
Niacinamide + Ca Pantho
- thenat
Vitral

Fe-Sulfat + Vit.A +Vit.B1


+ Vit.B2 + Vit.B6 +
Vit.B12 + Vit.C + Vit.D2
+ Vit.E + Vit.K3 + Nicotin
-amide + Ca
Panthothenat + Folic Acid
+ Inositol + Cholin +
Dicalcium Phos -phate +
Mg + Cu + F + I + Mn +
Mo + Se + Zn

Darya-Varia

2. Golongan Pembentuk Eritrosit


Spesialite :
NO.
1.

NAMA GENERIK
& LATIN
Cyanocobalamin

NAMA DAGANG
Vitamin B-12

2.

Folic Acid

Iberet Folic-500

SEDIAAN

PABRIK

50mg / tablet

IPI

500 g / 5ml ampul

Kimia

1000 g / ml vial

Farma

Per tablet salut selaput :

Soho
Abbot

Folic Acid 800 g +


FeSO4 + Vit.B1 + Vit.B2
+ Vit.B6 + Vit.B12 +
Vit.C + Niacinamide + Ca
Panthothenat + Nicotinamide

E. Hemostatika Dan Oksitosika


1.

Golongan Hemostatika

Obat Hemostatika adalah obat yang digunakan untuk menghentikan pendarahan.


Spesialite :
NO.
1.

NAMA GENERIK
& LATIN
Carbazochrome

NAMA DAGANG
Adona (AC-17)

SEDIAAN

PABRIK

10mg, 30mg / tablet

Tanabe

10mg / 2ml, 25mg/

Abadi

25ml, 50mg / 10 ml
injeksi
Anaroxyl
2,5mg / tablet

Organon

5mg / ml ampul
2.

Tranexamic Acid

Transamin

250mg, 500mg /

Otto

kapsul
250mg / 5ml ampul
Cyklokapron

Kalbe
500mg / tablet selaput

Farma

100mg / ml ampul
3.

Ethamsylate

Dicynone

500mg / tablet

Corsa

250mg / 2 ml ampul
4.

Anti Hemophilic

Koate HP

300 IU, 520 IU, 540 IU /

Bayer

Factor VIII

vial

5.

Anti Hemophilic

Konyne 80

500 IU / vial

Bayer

6.

Factor II, VII, IX, X


Phytonadion (Vit. K-

Kay Wan

5mg / tablet

Eisei

7.

1)
Menadion (Vit.K-3)

Vitamin K

10 mg / dragee

Kimia

10 mg / ml ampul

Farma

2.

Golongan Oksitosika

Adalah obat yang dapat merangsang kontraksi uterus / rahim pada saat hamil
Spesialite :
NO.
1.

NAMA GENERIK
& LATIN
Ergometrine

NAMA DAGANG

SEDIAAN

PABRIK

Ermetrine

300mg / tablet

Organon

Methergin

0,125mg / dragee

Novartis

Maleate
2.

Methyl
Ergometrine

3.

Methyl

0,2mg / ml ampul
Methovin

0,125mg/ tablet salut

Kimia Farma

Piton S

10 IU / ml ampul

Organon

Syntocinon

10 IU / 2 ml ampul

Novartis

Ergometrine
Maleate
4.

Synthetic Oxytocin

40 IU / 5 ml vial
Oxytocin S

10 IU / ml ampul

Ethica

BIOREGULATOR
Bioregulator adalah katalisator yang bekerja terhadap proses proses dari
suatusistem kehidupan, dapat juga disebut biokatalisator. Bioregulator yang terpenting
adalah:
A.
B.
C.
D.
E.

Enzim
Vitamin
Mineral
Hormon
Obat Kontrasepsi
A. Enzim
Enzim atau fermen adalah senyawa-senyawa organic, lazimnya protein yang dapat
mengakibatkan atau mempercepat rekasi biokimia berdasarkan proses katalisa.Enzim ini
hanya bekerja sebagai katalisator organic terhadap reaksi-reaksi dari substratspesifik.
Kegiatan enzim tergantung kepada suhu, derajat keasaman (pH) dan konsentrasiion-ion.
Nama dari enzim diebentuk dari nama substrat atau nama reaksi yang dipercepatnya, dengan
menambahkan akhiraase.

Urease
: Enzim pengurai
Ureum Protease
: Enzim pengurai
Protein Lipase
: enzim pengurai lemak
Lipida reduktase
: Enzim yang mempercepat reduksi
Hidrolase
: Enzim yang mempercepat hidrolisa
1.
Penghasil Enzim
Mikroorganisme (bakteri atau jamur), misalnya lipase, amilase, streptokinase, penisilinase, dll.
Tumbuh-tumbuhan, dimana zat-zat ini dipisahkan dan kadang-kadang dalam bentuk kristal,
misalnya papase (dari Carica papaya) dan bromelin (dari Annanassativum).
Berdasarkan senyawa atau gugusan yang terkandung dalam enzim, maka enzim
dapatdibedakan atas :
Gugus protein, disebut juga apo enzim.
Gugus non protein, disebut juga gugusan prostetik atau koenzim.
Kelompok ini berperan dalam metabolisme sel-sel tubuh. Contohnya vitmin B-1, nikotinamida,
dll.
2.
Fungsi Enzim
Proses pencernaan dengan menguraikan lemak, protein dan karbohidrat

Reaksi-reaksi yang bertalian dengan proses pernafasan


Efek-efek dari vitamin berkenaan dengan kerja enzim-enzim, misalnya defiensi suatu vitamin,
sebenarnya kekurangan enzim
Keimbangan hormon-hormon supaya terpelihara dengan sintesa-sintesa hormon atau
penguraian hormon yang berlebihan oleh antagonisnya, misalnya kelebihan hormon insulin
diurai oleh insulinase, kumulasi hormon-hormon noadrenalin atau asetilkolin pada organorgan ujung diurai oleh MAO dan kolinesterase.
Melindungi jaringan tubuh terhadap efek-efek enzim yang dihasilkan. Misalnya zat perintang
tripsin yang dapat meniadakan kelebihan tripsin.
3.
Kegunaan Enzim
Sebagai penolong dalam pencernaan
Membersihkan dan menyembuhkan luka-luka, dengan cara mencernakan secara selektif
jaringan-jaringan yang mati tanpa merusak jaringan sehat, termasuk juga melindungi saluran
darah yang mengelilingi luka tersebut.
Menghilangkan radang atau bengkak yang berguna pada pengobatan luka-luka berdasarkan
khasiat anti radang (anti inflamatory enzim) misalnya papase, protase, amilase,
seropeptidase, streptokinase, dll.
Sebagai anti koagulansia, untuk menguraikan molekul-molekul fibrin yang menyebabakan
pembekuan darah dan gumpalan-gupalan darah pada pengobatan trombosis, tromboflebitis.
Misalnya streptokinase Sebagai pembantu dalam diagnosa (diasnotic enzym) :
glukosa oksidase, untuk menentukan kadar glukosa dalam urine pada diabetes
uricase, untuk menentukan kadar asam urat dalam darah, antara lain pada gangguan
ginjal,encok,dll
Analisa kadar enzim laktat dehidrogenase dalam serum darah, menunjukkan adanya jaringan
yang mati disuatu tempat pada tubuh karena kekurangan darah, antara lain karena adanya
penyakit kanker atau trombosis koroner
4.
Efek Samping
Efek sampingnya sedikit sekali, antara lain alergi terhadap streptokinase atasdasar enzim
adalah protein yang merupakan antigen dan merangsang pembentukanantibodi. Tapi hal ini
jarang sekali terjadi.
5.
Obat tersendiri :
a.
Enzim enzim pankreas dan pepsin
b.
Bromelin atau AnanaseProtease dari Ananas sativum, yang berkhasiat juga sebagai anti
c.

radang
Papase atau ProlaseEnzim proteolitik yang didapatkan dari Carica papaya, yang juga

d.

berkhasiatsebagai penghilang bengkak bengkak.


Streptokinase dan Streptodornase diperoleh dari bakteri Streptococcus haemolyticus.
Terutama streptokinase bersifatfibrinolitik yang menguraikan fibrin, mengencerkan serta
melarutkan nanah yangkental dan darah yang beku. Penggunaan pada pengobatan trombosis
koroner (infark jantung) dan menyembuhkan infeksi bernanah. Enzim ini mempertinggiefek

e.

penggunaan antibiotika.
Fibrinolisin, diperoleh sebagai hasil penguraian enzim lain yaitu streptokinase
terhadap profibrinolisis atau plasminogen yang inaktif. Diperoleh dari plasma manusia.
Efek sampingnya berupa reaksi alergi.
B. Vitamin
Vitamin merupakan suatu senyawa organik yang dalam jumlah sangat kecildibutuhkan
oleh tubuh untuk memelihara fungsi dan metabolime normal.Vitamindiperoleh tubuh dari
makanan sehari hari. Tapi ada juga yang diperoleh dari hasil sintesaflora usus, misalnya
vitamin K dan asam pantotenat (vitamin B-5). Bahkan vitamin A danD dapat dibentuk oleh
tubuh sendiri. Umumnya vitamin merupakan co-enzym darisuatu yang berperan pada proses

metabolisme dalam tubuh.Pada keadaan tertentu tubuh dapat mengalami defi siensi
vitamin. Hal ini dapatterjadi karena beberapa hal antara lain :
Makanan yang dikonsumsi sehari hari kurang kandungan vitaminnya
Adanya gangguan pencernaaan, sehingga penyerapan vitamin terganggu
Kebutuhan akan vitamin meningkat, misalnya pada masa kehaminal, masa pertumbuhan dan
masa penyembuhan dari sakit
Penggolongan Vitamin
Berdasarkan sifat kelarutannya, vitamin dibagi atas 2 golongan yaitu
a)
Vitamin yang larut dalam air, meliputi :
Vitamin B-kompleks
Thiamin
Riboflavin
Biotin
Rutin
Asam Folat
Asam Pantotenat
Cyanocobalamin
Asam para amino benzoat
Asam Ascorbat
Nikotinamida
Piridoksin
1.

Semua vitamin tersebut mudah diserap di dinding usus dan mjudah puladikeluarkan
bersama urine, kecuali vitamin B-12 yang penyerapannya membutuhkanadanya faktor
intrinsik. Dengan sifat yang demikian, kemungkinan timbulnyatoksisitas akibat kumulasi
vitamin dalam tubuh jarang terjadi. Vitamin kelompok ini sedikit sekali disimpan di
dalam tubuh.
a.

Vitamin B Kompleks Kelompok vitamin ini bersumber sama, sehingga disebut B kompleks.
Defisiensisalah satu anggota kelompok vitamin ini, biasanya juga disertai defi siensi

b.

seluruhkompleks vitamin ini.


Thiamin ( Vitamin B-1 )Terdapat dalam kulit beras, hati, ginjal, ragi, sayuran dan kacangkacangan.Vitamin ini penting pada metabolisme karbohidrat. Defi siensinya
menyebabkangejala anoreksia, obstipasi, kejang otot, kesemutan (paresthesia), beri beri
dengan polineuritis dan gangguan jantung. Dalam dosis tinggi bersama dengan vitamin B-

c.

6dan B-12 digunakan sebagai vitamin neurotropik.


Riboflavin ( Vitamin B-2 )Terdapat antara lain dalam usus, telur, hati, kulit beras, ragi dan
sayuran.Defisiensinya menyebabkan sakit tenggorokan dan radang pada sudut mulut,radang

lidah, kelainan mata (conjungtivitis dan fotophobia) dan gejala avitaminosisB lainnya.
d.
Piridoksin ( Vitamin B-6 )Banyak terkandung dalam daging, hati, ginjal, padi padian,
kacang dan sayuran.Ada 3 bentuk vitamin ini, yaitu piridoksin, piridoksal dan
piridoksamin.Defi siensi B-6 menyebabkan gangguan kulit (radang), gangguan alat
pencernaan,radang selaput lendir mulut dan lidah, radang saraf dan gangguan
pembentukan sel sel darah merah. Defi siensi ini dapat juga terjadi karena
pemakaian INH untuk j a n g k a waktu yang lama. Vitamin B-6 juga digunakan untuk
melawan mual,muntah dan depresi karena pil anti hamil. Demikian juga pada muntah
e.

kehamilan.
Nikotinamida ( Niasinamida, PP Factor atau Vitamin B-3 )Terdapat dalam sayuran, ikan,
daging, padi dan gandum. Vitamin ini terdapatsebagai asam nikotinat. Di dalam hati asam ini
diubah menjadi nikotinamida, yangmerupakan co-enzym pada proses oksidasi reduksi.
Defisiensi vitamin inimenimbulkan penyakit pellagra dengan gejala kulit menjadi hitam

f.

(dermatitis),gangguan lambung usus (diare) dan gangguan saraf (dementia).


Asam Pantotenat ( Vitamin B-5 )Tedapat dalam semua jaringan tubuh dan semua macam
makanan. Juga dapatdiproduksi oleh flora usus. Bentuk aktifnya adalah isomer dexter, yaitu

d- pantotenat. Merupakan co-enzym A yang penting dalam metabolisme.Defisiensinya pada


g.

manusia belum dikenal.


Asam Folat ( Vitamin B-11 )Terdapat dalam sayuran, hati, ragi, daging, ikan dan kacang
kacangan, hanyasedikit terdapat dalam buah buahan. Dalam hati diubah menjadi
tetrahidrofolat,suatu co-enzym pada sintesa asam inti dan pembelahan sel. Penting

pada pembentukan eritrosit. Defisiensinya menyebabkan anemia megaloblaster.


h.
Cyanocobalamin ( Vitamin B-12 )Terdapat dalam makanan yang berasal dari hewan, yaitu
daging, hati, telur dansusu, dalam bentuk suatu kompleks protein. Dalam lambung, vitamin B12 akanterlepas dari kompleks tersebut, lalu berikatan dengan faktor intrinsik
y a n g dikeluarkan oleh mukosa lambung, sehingga dapat diserap oleh usus halus.
Dalamtubuh, vitamin ini ditimbun dalam hati. Vitamin ini merupakan vaktor penting
i.

dapa pembentukan eritrosit, dan defisiensinya menyebabkan anemia megaloblaster.


Asam Ascorbat Banyak terdapat dalam sayur dan buah. Berperan penting dalam
pembentukan zat pengikat dalam tulang dan tulang rawan, sekitar kapiler dan antar sel
(kolagen) yang penting bagi saling terikatnya jaringan. Bila sintesa kolagen terganggua,
dinsing pembuluh darah mudah rusak, sehingga mudah terjadi pendarahan.Defisiensi vitamin
C menyebabkan sariawan (skorbut), gigi mudah lepas, lukayang sukar sembuh dan mudah
terjadinya pendarahan. Selain itu penggunaannya jugauntuk mempertinggi daya tahan tubuh

terhadap infeksi kuman, anti lipemika danmempercepat sembuhnya luka.


b)
Vitamin yang larut dalam lemak, yaitu :
Vitamin A
Vitamin D
Vitamin E
Vitamin K
Vitamin ini diserap bersama sama lemak, sehingga adanya gangguan
pencernaanlemak dapat mengurangi penyerapannya. Ekskresinya lambat, sehingga
dapatmenimbulkan kumulasi dalam tubuh sehingga menyebabkan gejala keracunan.
a.

Vitamin A (Retinol, Axerophthol) Dalam sayuran terdapat sebagai provitamin A, yaitu


karoten dan karotenoid; yangd a l a m usus diubah menjadi vitamin A. Vitamin A sendiri
terdapat di dalam usus,kuning telur, hati dan minyak ikan.
Vitamin A berfungsi untuk :

Menjaga keutuhan jaringan epitel dan mukosa di seluruh tubuh, sehingga jaringan tersebut
tidak mudah rusak dan tidak terjadi hiperkeratosis di kulit,conjungtiva kornea dan sebagainya.
Merangsang sintesa RNA, glukoprotein dan kortikosteroida.
Pembentukan rhodopsin, suatu pigmen fotosensitif yang dibutuhkan retina matauntuk dapat
melihat pada keadaan gelap.Defi siensi vitamin A menimbulkan rabun senja
(hemerolophia), xrerophthalmia(kornea mata mengering dan mengeras), atrifi a
b.

mukosa dan menghambat pertumbuhan anak.


Vitamin D ( Ergokalsiferol, Kalsiferol)Terdapat sebagai provitamin D (ergosterol) di dalam
sayuran dan ragi. Jugaterdapat didalam tubuh, yakni dibawah kulit, oleh pengaruh
sinar UV matahari akandiubah menjadi kalsiferol atau vitamin D-2. Provitamin D juga
terdapat di dalamtubuh sebagai 7-dehidrokolesterol, yang oleh pengaruh sinar UV diubah
menjadikolekalsiferol (vitamin D-3).Fungsi vitamin D adalah mengatur metabolisme Ca dan F,
bersam- samahormon tiroid dan hormon paratiroid. Defi siensinya menimbulkan

c.

penyakit rachitis(tulang mudah bengkok).


Vitamin E (Alfa Tokoferol)Merupakan senyawa tokoferol. Dikenal 4 macam tokoferol, yaitu
alfa, beta,gamma dan delta. Yang aktif adalah senyawa alfa tokoferol.Vitamin E
banyak dijumpai dalam minyak nabati (minyak jagung, kedelai dan bunga matahari), padi
padia, ragi, hati, kuning telur dan sayuran. Tidak dikenal gejala defisiensi yang khas pada

orang dewasa.Dalam pengobatan digunakan pada gangguan jantung (angina dan


lain lain),artrosis, neuralgia, hiperkoleterolemia dan penyakit kulit. Juga digunakan sebagai
antikeguguran dan obat kemandulan.
d.
Vitamin K
Vitamin K-1, disebut fitomenadion, terdapat dalam sayuran hijau dan minyak nabati
Vitamin K-2, dihasilkan oleh flora usus. Untuk penyerapannya dari ususmemerlukan asam
empedu.
Vitamin K-3 (menadion) dan vitamin K-4 (menadiol), merupakan zat sintetik.Dalam hati,
vitamin K merangsang pembentukan protrombin. Defi siensi vitamin ini menyebabkan
hipoprotrombinemia, yang berakibat darah sukar membeku.
C. Mineral dan Elemen Spura
Mineral adalah zat anorganik yang dalam jumlah kecil bersifat essensial bagi banyak
proses metabolisme dalam tubuh. Yang paling banyak dibtuhkan adalah kalium, natrium,
kalsium, magnesium, fosfor dan klorida.Elemen spura adalah mineral yang dibutuhkan
kurang dari 20 mg sehari, yakni besi, seng, tembaga, mangan, molibden, fluor, krom, iod,
selen dan kobalt.Fungsinya masing masing sangat berbeda :
Ca dan P untuk sebagian besar bertanggung jawab bagi kekuatan kerangka
K, Mg dan P terutama untuk membentuk sistem pendapar intraselluler
Na dan Cl berperan penting diruang ekstraselluler sebagai pengatur tekanan osmotik
dan tekanan darah normal.
Banyak elemen spura merupakan ko-faktor dari metallo-enzym, misalnya Fe, Zn, Mn,
Mg dan Cu ; yang mengkalatisa banyak proses metabolisme.
F dan Sr merupaka zat essensial bagi tulang gigi dan emailnya
Iod merupakan bahan baku bagi sintesis hormon tiroidPenggunaan minerasl mineral,
khususnya untuk prevensi dan pengobatankeadaan defisiensi, terutama garam K dan Ca;
begitu pula Na, Cl dan Fospat yangdigunakan sebagai infus dalam keadaan darurat. Dari
elemen elemen spura, hanya Fe,Zn, I, F dan Sr yang digunakan sebagai obat. Zat zat
lainnya hanya digunakan sebagai tambahan pada preparat multivitamin atau sebagai food
suplemen.
Obat obat tersendiri ;
1.

Kalium kloridaMerupakan kation yang terpenting dalam cairan intra sel dan merupakan
zatessensial untuk mengatur keseimbangan asam asam serta isotoni dari sel. Selainitu juga
mengaktivasi banyak reaksi enzim dan proses fisiologis, seperti penerusanimpuls di saraf dan

2.

otot, kontraksi otot dan metabolisme karbohidrat.


Natrium kloridaMerupakan kation terpenting bagi cairan ekstra sel dan berperan penting
padaregulasi tekanan osmotok sel. Juga berperan pada pembentukan perbedaan perbedaan
potensial listrik dalam kontraksi otot dan penerusan impluls saraf.Defisiensinya bisa terjadi
akibat kerja fisik yang terlampau berat dan banyak berkeringat serta banyak minum air

3.

tanpa tambahan garam ekstra.


KalsiumFungsi utamanya adalah bahan pembangun tulang, berperan penting pada
regulasidaya rangsang dan kontraksi otot otot serta penerusan impuls saraf. Selain itu
Camengatur permeabilitas membran sel bagi K dan Na, aktivasi banyak reaksi enzimseperti
pembekuan darah. Defisiensi Ca menimbulkan kelembekan tulang(osteomalacia) dan mudah
terangsangnya otot dan saraf , dengan akibat serangan serangan tetania. Contoh garam

kalsium : kalsium glukonat, kalsium laktat dankalsium sitrat.


4.
Seng sulfatKadar seng dalam tubuh agak tinggi dibandingkan dengan elemen spura
lainnya,yang sebagian besar terdapat dalam tulang dan prostat. Fungsinya ialah

sebagaikofaktor dalam minimal 100 enzim yang terlibat dalam segala proses
metabolisme,yaitu :
karboanhidrase, berperan pada gejala buta malam (ko-faktor darialkoholdehidrogenase, yang
merubah retinol menjadi retinal)
memperbaiki fungsi sel sel otak bagi lemah ingatan (sering lupa) padaorang tua
stimulasi penyembuhan borok bila terjadi kekurangan
secara lokal berkhasiat sebagai adstringens (penciutan selaput lendir), anti keringat
dan antiseptik lemah
Penggunaannya paling banyak alam dermatologi, khususnya ZnO dalam bedak tabur dan
5.

salep, sebagai adstringens dan antiseptik lemah. Selainitu juga pada preparat tetes mata.
FluoridaFluor terutama ditimbun sebagai apatit di dentin dan email, juga dalam tiroid
danginjal. Ekskresinya melalui saluran kemih dan keringat pada transpirasi
berlebihan.Penggunaannya paling banyak untuk prevensi gigi berlubang (carries),
yang berdasarkan atas reaksinya dengan apatit. Fluoro-apatit yang terbentukbersifatlebih
padat dan tahan asam, juga menutupi pori pori kecil hingga email lebihsukar larut dalam
asam, yang terbentuk setiap kali makan gula dan karbohidrat.Fluor juga digunakan pada

6.

osteoporosis (kurangnya Ca dari tulang).


Stronsium kloridaElemen ini berguna melindungi gigi terhadap pengaruh thermis (panas
dan dingin)dan kimiawi (asam dan gula) yang disertai nyeri. Selain itu juga
mengurangisensitivitas gigi terhadap rangsangan tersebut dengan jalan membentuk
lapisan pelindung keras di luar dentin yang sudah kehilangan emailnya karena erosi
atau pengendapan kalsium. Dengan demikian rangsangan tersebut tidak bisa mencapaisum

sum gigi lagi yang berisi saraf saraf dan dapat mengakibatkan nyeri.
7.
MagnesiumTerdapat dalam tulang dan cairan intra sel, juga sebagai ko-faktor enzimenzimyang menghasilkan energi. Berperan penting pada kontraksi otot.
8.
Krom Digunakan untuk kerja insulin yang optimal dalam bentuk aktifnya sebagaisenyawa
organik GTF (Glucose Tolerance Factor), yang 20 kali lebih aktif dari pada garam garam krom
9.

anorganik.
TembagaMerupakan kofaktor bagi cytochromoxidase dan beta hidroksilase yang
mengubahdopamin menjadi noradrenalin, juga penting bagi sintesis hemoglobin
kekurangannya dapat menyebabkan kelambanan psikomotor, serangan epilepsiserta kelainan
pada rambut.
D.Hormon
Hormon adalah zat kimiawi yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin, langsungmasuk ke
dalam aliran darah dan berpengaruh sangat spesifik terhadap organ tertentuuntuk dapat
berfungsi secara normal. Kelenjar endokrin yang penting adalah kelenjar hipofisa dan
hipotalamus, kelenjar kelamin (ovarium dan testes), kelenjar anak ginjal, pankreas, tiroid dan
paratiroid.
Dalam pengobatan, hormon digunakan untuk :

a.

Terapi substitusi pada defisiensi hormon, misalnya pemberian insulin pada penderita

b.

diabetes mellitus.
Yang banyak digunakan adalah pada pengobatan berdasarkan efek farmakologinyayang
tidak berhubungan dengan efek fisiologisnya. Misalnya kortikosteroida banyak digunakan

karena efek anti radangnya.


c.
Secara khusus untuk mempengaruhi fungsi organ ke arah yang dikehendaki,misalnya
estrogen dan progesteron digunakan untuk mencegah kehamilan.
d.
Diagnosa penyakit atau kelainan, misalnya tirotropin untuk test terhadap kelenjar tiroid.
Untuk keperluan pengobatan, zat hormon dapat diperoleh dari :

Sumber alam, berasal dari binatang ternak menyusui misalnya sapi. Persediaannyaamat
terbatas.
Senyawa sintetik, saat ini umumnya digunakan hormon sintetik atau semi sintetik.
1.
Hormon Hipofisa adalah suatu umbai pada pangkal otak. Kelenjar ini dibedakan menjadidua
a.

bagian, yaitu :
Adenohipofisa, adalah umbai depan, yang merupakan bagian terbesar. Hormon yang

dihasilkannyaadalah :
Somatotropin:Merangsang pertumbuhan tubuh pada umumnya
Gonadotropin:Merangsang kelenjar kelamin mensekresikan hormonnya
Kortikotropin:Merangsang kelenjar anak ginjal bagian korteks untuk mensekresikan
kortikosteroida
Tirotropin:Merangsang kelenjar tiroid untuk mensekresikan hormontiroide.
Prolaktin:Menstimulir sekresi air susu
b.
Neurohipofisa adalah umbai belakang, terutama terdiri dari jaringan saraf. Hormon
yangdihasilkannya adalah :
Oksitosin:Menyebabkan kontraksi uterus dan menstimulir mulainyalaktasi
Vasopresin:Mencegah ekskresi air terlalu banyak
Zat zat tersendiri :
a.

Somatotropin
Digunakan untuk terapi substitusi. Tetapi karena hormon ini tidak dapat diganti
denganhormon binatang, maka sediaan farmasinya sangat jarang.

b.

Gonadotropin
Dalam pengobatan digunakan untuk mengatasi gangguan haid dan kemandulan baik pria
maupun wanita. Sediaan gonadotropin diperoleh dari air kemih wanita hamil atauair kemih
wanita setelah menopause, yaitu Human Chorionic Gonadotropin (HCG) danHuman
Menopausal Gonadotropin (HMG). Diberikan per injeksi.

c.

Oksitosin
Hormon ini telah dapat disintesa. Dalam kebidanan digunakan untuk merangsangkontraksi
uterus (rahim) guna membantu persalinan. Setelah persalinan, dapat jugadigunakan untuk
mencegah banyaknya perdarahan.(d)VasopresinDiperoleh dari sapi atau babi. Digunakan
pada pengobatan diabetes inspidus dengangejala poliuria, akibat kekurangan hormon anti
diuretik dan insufisiensi hipofisa

2.

Hormon Kelamin
Hormon kelamin dihasilkan oleh kelenjar kelamin (ovarium dan testes)
dibawah pengaruh gonadotropin, berfungsi menentukan ciri ciri kelamin primer dan
sekunder.Androgen adalah hormon pria, sedangkan estrogen dan progesteron adalah hormon
wanita.Semua hormon kelamin memiliki sifat sifat yang sama, misalnya :

Retensi air dan garam


Berdaya anabolika, androgen lebih kuat dari pada estrogen
Mengakibatkan penutupan epifisis (ujung tulang pipa) sesudah pertumbuhan di masa
a.

pubertas.
Zat-zat androgen
Yang terpenting adalah testoteron, selain bertanggung jawab terhadap ciri
kelamin primer dan sekunder. Hormon ini berperan penting pada spermatogenesis dalam
testes(efek virilisasi, virile = jantan). Digunakan dalam terapi substitusi, misalnya
padakeadaan klimakterium virile sesudah usia 50 tahun. Juga untuk
merangsang pertumbuhan anak laki-laki di atas usia 16 tahun yang terlambat

b.

pertumbuhannyaakibat hipofungsi hipofisanya. Zat-zat tersendiri


Testoteron
Dibuat secara semisintetik. Karena absorpsinya dari usus dan bioavailabilitasnyakurang baik,
maka diberikan dalam bentuk injeksi sebagai esternya dalam pelarutminyak.

c.

d.

Metil-testoteron
Dapat digunakan per-oral. Digunakan terutama pada gangguan potensi akibatdefisiensi
androgen, pada hipogonadisme dan pada sterilitas karena oligospermia.
Mesterolon
Pada dosis terapi zat ini mempengaruhi hipofisa, sehingga sekresi testoteron
danspermatogenesis tidak terhambat.

3.

Anabolika
Merupakan hormon sintetik yang terutama bekerja memacu sintesa protein
tanpamemiliki sifat virilisasi. Anabolika yang banyak digunakan adalah turunan
testoteron,yaitu Metenilon, Metandienon, Oksimetolon dan Stanozol. Juga turunan
nadrolonyaitu Nandrolon dan Etilestrenol.Umumnya digunakan pada keadaan tubuh lemah,
seperti pada keadaan sesudahoperasi, baru sembuh dari sakit dan lain lain. Juga selama
terapi penyinaran danterapi dengan kortikosteroida untuk mencegah osteoporosis.
Dalam bidang olahragaobat ini sering disalahgunakan untuk memperkembangkan dan
memperkuar otrot paraatlit (doping).Karena anabolika ini zat zat androgen maka memiliki
efek viirilisasi biladigunakan untuk waktu yang lama pada wanita, menekan
spermatogenesis,m e n g h a m b a t p e r t u m b u h a n a n a k a n a k d i b a w a h u s i a 1 6
t a h u n k a r e n a s t i m u l a s i penutupan epifisis, dan menimbulkan gangguan haid pada
wanita.Zat tersendiri :

NandrolonIndikasi:Kehilangan protein akibat cedera parah, latihan berlebihan, penyakit


ketuaan ; pada anak memacu pertumbuhan yanglambat.Kontra indikasi:Kehamilan, karsinoma
prostatEfek samping:Jerawat, hirsutisme, peningkatan libido pada wanita, hipertropi klitoris,
dan rambut pubis melebat.
EtilestrenolIndikasi:Selama menderita penyakit kronik terutama pasien lanjut usiaKontra
indikasi:Kehamilan, karsinoma prostat, gangguan fungsi hatiEfek samping:Mual, retensi cairan
tubuh yang ringan, gangguan haid
4.

Zat zat estrogen


Estrogen bekerja terhadap mukosa uterus (endometrium) untuk mempersiapkan proses
lebih lanjut dari sel telur yang telah dibuahi. Bersama-sama progesteron,estrogen berperan
penting pada masaknya folikel, ovulasi, pembuahan, transpor seltelur yang telah dibuahi ke
dinding uterus dan penyarangannya disitu.Zat- zat estrogen digunakan untuk terapi substitusi
pada keluhan klimakterium,menekan laktasi, menekan ovulasi dan pengobatan osteoporosis
sesudah menopause.Preparat kombinasi estrogen dan progesteron dugunakan untuk
diagnosa kehamilandan pengobatan amenorea sekunder (haid terlambat).Zat zat
tersendiri :

Estradiol, merupakan estrogen alamiah terkuat, digunakan pada terapi substitusi


padaklimakterium, menopause dan kanker prostat. Pemberian per-oral bioavailabilitasnya
rendah, sehingga diberikan per injeksi sebagai esternya dalam pelarut lemak.
Etinilestradiol, turunan semi sintetik yang berdaya larut amat kuat; dapat diberikan per
oral.Merupakan komponen dari banyak pil anti hamil.
Mestranol, Hormon ini baru aktif setelah di dalam hati diubah menjadi etinilestradiol.
Jugadigunakan dalam pil anti hamil
Dietilstilbestrol,Aktif per oral dengan kerja panjang, tetapi karena bersifat karsinogenik zat ini
tidak lagi digunakan
5.

Zat zat progestagen

Progestagen adalah steroid sintetik yang berdaya progesteron. Progesteron


adalahhormon yang dikeluarkan oleh badan kuning (corpus luteum) dibawah
p e n g a r u h hormon gonadotropin. Hormon ini mempengaruhi endometrium dari fase
proliferasikarena pengaruh estrogen, ke fase sekresi agar telur yang telah dibuahi
dapat bersarang dan berkembang lebih lanjut. Kemudian hormon ini juga berfungsi
menjagakehamilan dari keguguran.Dalam pengobatan, progestagen digunakan untuk ;
Mencegah kehamilan pada pil KB
Mencegah keguguran akibat kurang sekresi progesteron
Terapi subtitusi pada keadaan klimakterium dan menopause
Pada gangguan haid
Pada endometriosis dan kemadulan yang diakibatkannya
Zat-zat tersendiri :
ProgesteronDiperoleh dari ovarium binatang ternak atau hasil sintesa. Absorpsinya di
susucukup baik, tetapi karena bioavailabilitasnya tidak baik, maka diberikan secarainjeksi.
HidroksiprogesteronDiperoleh secara sintetik, memiliki efek androgen tanpa efek
estrogen. Banyak digunakan dalam pil suntik anti hamil.
EtisteronTerutama digunakan pada gangguan hati.
NoretisteronMemiliki efek androgen dan efek estrogen lemah. Banyak digunakan pada pil
antihamil, juga untuk menunda haid.
Levonorgestrel Efek progesteronnya kuat dan kerjanya panjang, berdaya nadrogen lemah,
bersifatanti estrogen. Banyak digunakan dalam pil kombinasi anti hamil.
Linesterol Tidak berdaya gestagen, tetapi bersifat anti gonadotropik yang baik, tidak
berdayaandrogen. Banyak digunakan dalam pil anti hamil.
Dilestrenol Daya gestagennya kuat, maka terutama digunakan untuk mencegah keguguran.
E. Obat Kontrasepsi
Dengan bertambahnya jumlah penduduk dunia dan terbatasnya pangan,
banyak negara menyadari pentingnya pembatasan kelahiran, terutama negara berkembang
sepertiIndonesia yang tengah berupaya mengentaskan kemiskinan dan keterbelakangan,
maka pembatasan kelahiran suatu keharusan. Cara yang dilaksanakan untuk hal ini
adalah program keluarga berencana (KB).
KB memiliki tujuan antara lain :
mencegah mortalitas ibu dan anak dengan menghindari kehamilanresiko tinggi
mengurangi angka kesakitan
menghindari kelahiran yang tidak diinginkan
mengatur jarak kehamilan
menentukan jumlah anak dalam keluargaSalah satu cara pembatasan kelahiran adalah dengan
pencegahan kehamilan menggunakanobat obat kontrasepsi.Obat kontrasepsi ini dapat
berupa :
Yang digunakan per oral : misalnya pil KB
Suntikan
Alat dalam saluran reproduksi, seperti kondom, pessarium (kondomwanita), IUD
Obat topikal intravaginal yang bersifat spermicida, misalnya tablet busa,tissue KB
Pil Implan (susuk KB)
Operasi (tubektomi dan vasektomi)
1.
Mekanisme kerja
Semua pil anti hamil hanya dimaksudkan untuk merintangi pelepasan sel telur (ovulasi)
sehingga dapat mencegah kehamilan.
Cara kerja obat anti hamil itu adalah :

a.

Perintang ovulasi, yaitu estrogen dan progesteron dalam dosis yang sesuai,
mampumenekan sekresi gonadotropin dari hipofisa sehingga proses pematangan sel
telur terhambat

b.

Pengentalan lendir cervix, lazimnya cervix tertutup lendir yang selama masa subur menjadi
encer, sehingga memudahkan masuknya sel sperma ke dalam uterus. Karena pengaruh
progesteron, lendir tersebut menjadi kental sehingga sel spermatidak mampu menembusnya.
Pil mini danpil suntik yang mengandung progesterontanpa estrogen bekerja menurut prinsip
ini

c.

Khasiat terhadap endometrium, karena pengaruh kedua hormon, endometriumhanya


berkembang dan sedikit berproliferasi, tidak mengalami fase sekresi dan justru menyusut,
sehingga penyarangan sel telur tidak terjadi.

2.

Jenis pil dan penggunaannya


Dewasa ini dikenal beberapa macam pil anti hamil, yaitu :

a.

Pil kombinasi
Berisi estrogen dan progesteron . Mulai ditelan pada haid hari pertama atau ke
lima,selama 20 21 hari, dilanjutkan dengan 7 pil kosong (plasebo) atau istirahat selama7
hari. Pada waktu istirahat inilah umumnya terjadi perdarahan yang mirip haid biasa.
Keamanannya hampir sempurna (99,9% berhasil) bila tidak lupa menelannyasetiap hari.

b.

Pil bertahap
Tidak semua pil untuk semua periode pemakaian mengandung komponen dankadar yang
sama. Pentahapan ini dimaksudkan untuk meniru variasi hormonalamiah selama siklus setiap
bulannya.Yang termasuk jenis pil ini adalah pil bifasis, terdiri dari 7 tablet yang
hanyamengandung estrogen dan 15 tablet lainnya merupakan pil kombinasi, denganestrogen
dan progesteron.

c.

Pil mini
Mengandung dosis kecil progesteron saja, yaitu linestrenol dan noretisteron. Mulaiditelan
pada hari haid pertama secara terus menerus tanpa istirahat.

d.

Pil suntik
Sebetulnya bukan pil, tapi injeksi yang hanya mengandung progestagen dengankerja
panjang, yaitu medroksiprogesteron. Diberikan tiga bulan sekali, per injeksiintra muscular.

e.

Morning after pil


Mengandung estrogen dalam dosis tinggi, yaitu etinilestradiol 3 5 mg. Jenis pilini khusus
digunakan sesudah persetubuhan tanpa perlindungan. Mulai ditelanselambat lambatnya
24 jam kemudian, selama lima hari berturut turut, biasanya pada pagi hari.Pil kombinasi
dapat pula digunakan untuk maksud yang sama dengan toleransi yang baik.Pil tersebut
mengandung etinilestradiol 100 mcg dan levonorgestrel 500 mcg, harus ditelan2 kali dengan
interval 12 jam.

3.
a.

Faktor faktor yang mempengaruhi keamanan pil


Terlupa menelan
Bila terlupa satu pil, maka dalam waktu tidak lebih dari 12 jam pil itu harus ditelan. Bila lebih
dari 12 jam atau terlupa lebih dari 2 pil, maka keamana pil tidak dapat dipercaya lagi.

b.
c.

Gangguan saluran pencernaanseperti diare, muntah, menyebabkan penyerapannyatidak


sempurna.
Pengaruh obat lain

Beberapa obat dapat mengurangi efektifitas pil dengan jalan induksi enzim,sehingga hormon
dari pil dipercepat penguraiannya. Obat-obat tersebut adalahFenobarbital, Fenitoin,
Glutetimida dan Rifampisin.
4.

Penggunaan lain
Selain untuk mencegah kehamilan, pil KB juga digunakan untuk :

a.

Menunda haid
Karena suatu keperluan, penundaan tersebut jangan lebih lama dari 8 hari karenaresiko
perdarahan-antara bertambah besar.Caranya, setelah pil terakhir dari suatu kur habis, jangan
istirahat, tetapi lanjtkandengan kur baru. Bila misalnya dikehendaki penundaan 6 hari, setelah
itu baruistirahat.

b.
5.

Terapi substitusi pada klimakterium dan mencegah gangguan siklus.


Efek Samping
Pil anti hamil dapat menimbulkan efek samping yang bersifat ringan maupuna yang
berbahaya. Efek samping ringan yang sering terjadi biasanya berkurang atau lenyapsendiri
setelah beberapa bulan pemakaian adalah :

Mula, nyeri kepala, umumnya karena estrogen


Rasa lelah, gelisah dan mudah tersinggung, libido berkurang, umumnya
karenakomponen progesteron.
Perdarahan tidak teratur yang berupa spotting atau haid anatra, kebanyakan
karenakekurangan estrogen
Depresi
Infeksi candida dan mungkin trichomonas, yang menyebabkan keputihan.Efek samping yang
lebih serius, merupakan resiko penggunaan pil anti hamil adalah :
Infark jantung
Hipertensi, akibat retensi garam dan air
Trombosis
Mempertinggi LDL kolsterol, sehingga memperbesar resiko penyakit jantungdan pembuluh
6.

darah.
Kontra indikasi
Pil anti hamil tidak boleh diberikan pada penderita atau bila terdapat riwayattrombosis,
kanker payudara, hepatitis dan hiperlipidemia. Penggunaannya harus hati hatiterhadap
penderita penyakit jantung dan pembuluh, hipertensi, udema, gangguan endokrin(diabetes,
hipertiroid) dan migrain.

Spesialit golongan Antihistamin


Pengertian Antihistamin
Antihistamin adalah zat-zat yang dapat mengurangi atau menghalangi efek histamin terhadap
tubuh dengan jalan memblok reseptor histamin (penghambatan saingan). Pada awalnya
hanya dikenal satu tipe antihistaminikum, tetapi setelah ditemukannya jenis reseptor khusus
pada tahun 1972, yang disebut reseptor-H2,maka secara farmakologi reseptor histamin dapat
dibagi dalam dua tipe , yaitu reseptor-H1 da reseptor-H2.
Spesialit Obat
a. Mebhidrolin
Indikasi: Antihistamin/Alergi
Kontraindikasi: Hipertropi prostat, glaukoma, dan serangan asma
Efek samping: Mengantuk, tremor, mulut kering, lelah, dan reaksi hipersensitif pada kulit.
Interaksi: Obat depresan sistem saraf pusat, alkohol, dan obat golongan antikolinergik akan
meningkatkan daya kerjanya.
Obat yang tersedia:
Merek dagang Kandungan obat
Biolergy (Konimex) Kapsul, mengandung 50 mg sebagai Mebhidrolin napadisilat.
Bufalergy (Bufa Aneka) Kapsul, mengandung 50 mg sebagai Mebhidrolin napadisilat.
Histapan (Sanbe) Tablet, mengandung 50 mg sebagai Mebhidrolin napadisilat.
Incidal (Bayer) Kapsul, mengandung 50 mg sebagai Mebhidrolin napadisilat.
Incitin (Bemofarm) Tablet, mengandung 50 mg sebagai Mebhidrolin napadisilat.
Interhistin (New Interbat) Kapsul/Tablet, mengandung 50 mg sebagai Mebhidrolin napadisilat
Catatan: jumlah obat per pasien maksimal 20 tablet.
b. Feniramin Hidrogen Maleat
Indikasi: Antihistamin/Alergi
Kontraindikasi: Hipertropi prostat, glaukoma, wanita hamil dan menyusui
Efek samping: Mengantuk, gangguan saluran cerna, jika dosis besar dapat menimbulkan
halusinasi, dan agitasi pada anak kecil
Interaksi: Obat penenang, hipnotika dan alkohol, akan memperkuat efeknya
Obat yang tersedia:
Merek dagang
Avil (Hoechst)

Kandungan obat
Tablet Avil, mengandung 25 mg sebagai
Feniramin hidrogen maleat
Tablet Avil Retard, mengandung 50 mg

Bernohist (Bernofarm)

sebagai Feniramin hidrogen maleat


Tablet, mengandung 50 mg sebagai

Feniramin hidrogen maleat


Catatan: Jumlah obat per pasien maksimal 20 tablet biasa atau 3 tablet lepas lambat.
c. Dimetinden Maleat
Indikasi: Antihistamin/Alergi
Kontraindikasi: Menjalankan mesin atau kendaraan bermotor
Efek samping: Sedasi
Interaksi: Obat hipnotika, sedativa dan alkohol, akan memperkuat efeknya
Obat yang tersedia:
Merek dagang
Fenistil (Ciba)

Kandungan obat
Tablet, mengandung 25 mg sebagai Dimetinden
maleat.
Obat tetes, tiap ml mengandung 1 mg sebagai

Dimetinden maleat.
Catatan: Jumlah obat per pasien maksimal 20 tablet.
d. Astemizol
Indikasi: Antihistamin/Alergi.
Kontraindikasi: Hati-hati pada wanita hamil
Efek samping: Nafsu makan bertambah, berat badan bertambah, dan sedikit sedatif.
Obat yang tersedia :
Merek dagang Kandungan obat
Hisminal (Janssen) Tablet, mengandung Astemizol 10 mg.
Hispral (Prafa) Tablet, mengandung Astemizol 10 mg.
Sirop, tiap 5 ml mengandung Astemizol 5 mg.
Lapihis (Lapi) Tablet, mengandung Astemizol 10 mg.
Scantihis (Tempo Scan Pacific) Tablet, mengandung Astemiizol 10 mg.
Sirop, tiap 5 ml mengandung Astemizol 5 mg
Sines (Guardian Pharm) Tablet, mengandung Astemizol 10 mg
Catatan: jumlah obat per pasien maksimal 20 tablet
e. Oksomemazin
Interaksi: Alkohol akan memperkuat efeknya.
Indikasi: Antihistamin/Alergi
Kontraindikasi: Menjalankan mesin dan mengemudikan kendaraan bermotor
Efek samping: Mengantuk, mual, muntah, diare atau konstipasi, sakit kepala, dan mungkin
juga penglihatan kabur.
Obat yang tersedia:
Merek dagang Kandungan obat
Doxergan (Rhone-Poulenc) Tablet, mengandung Oksomemazin 10 mg.
Sirop, tiap 5 ml mengandung Oksomemazin 5 mg
Catatan: Jumlah obat per pasien maksimal 20 tablet
f. Homoklorsiklizin
Indikasi: Antihistamin/Alergi
Kontraindikasi: Serangan asma akut dan tidak digunakan pada bayi. Selain itu hati-hati pada
penderita glaukoma dan hipertropi prostat.

Efek samping: Mengantuk, sedatif, gangguan saluran cerna, mulut kering, penglihatan kabur,
dan reaksi alergi.
Interaksi: Obat depresan sistem saraf pusat, antikolinergik dan alkohol, akan memperkuat
efeknya.
Obat yang tersedia:
Merek dagang
Homoclomin (Eisai)

Kandungan obat
Tablet, mengandung Homoklorsiklizin

HCI 10 mg
Catatan: Jumlah obat per pasien maksimal 20 tablet
g. Deksklorfeniramin Maleat
Indikasi: Antihistamin/Alergi
Kontraindikasi: Serangan asma akut dan tidak digunakan pada bayi
Efek samping: Mengantuk, urtikaria, shok anafilaktik, fotosensitif, mulut kering, dan gangguan
saluran cema.
Interaksi: Alkohol, obat depresan golongan trisiklik, barbiturat, dan depresan sistem saraf
pusat, akan memperkuat efek sedatif. Dan obat golongan MAO inhibitor, akan memperkuat
dan memperpanjang efeknya
Obat yang tersedia:
Merek dagang
Bufaramin (Bufa

Kandungan obat
Kapsul, mengandung 2 mg sebagai Deksklorfeniramin

Aneka)
Polamec (Mecosin)

maleat.
Tablet, mengandung 2 mg sebagai Deksklorfeniramin
maleat.
Sirop, tiap 5 ml mengandung 2 mg sebagai

deksklorfeniramin maleat
Polaramine (Schering) Tablet, mengandung 2 mg sebagai Deksklorfeniramin
maleat.
Sirop, tiap 5 ml mengandung 2 mg sebagai
Polarist (Bemofarm)

Deksklorfeniramin maleat.
Tablet, mengandung 2 mg sebagai Deksklorfeniramin

maleat.
Catatan: Jumlah obat per pasien maksimal 20 tablet.
h. Karbinoksamin
Indikasi: Antihistamin/Alergi.
Kontraindikasi: Menjalankan mesin dan mengemudikan kendaraan bermotor
Efek samping: Mengantuk dan gangguan saluran cerna.
Interaksi: Obat golongan barbiturat, depresan sistem saraf pusat, dan alkohol, akan
memperkuat efek sedatifnya.
Obat yang tersedia:
Karbinoksarnin terdapat dalam campuran, untuk rhinitis akut, sinusitis vasomotor dan alergi
rhinitis, dan demam karena alergi. Selain itu juga digunakan dalam carnpuran obat batuk
Merek dagang
Nasopront (Heroic)

Kandungan obat
Kapsul, mengandung Karbinoksamin maleat 1 mg

Rhinopront (Mack)

dan Fenilefrin HCl 20 mg


Kapsul, mengandung Karbinoksamin maleat 4 mg
dan Fenilefrin HCI 20 mg.
Sirop, tiap 5 ml mengandung Karbinoksamin maleat

4 mg dan Fenilpropanolamin HCl 20 mg.


Catatan: jumlah obat per pasien maksimal 10 tablet/kapsul
Penggolongan Antihistamin
1.

H1-blockers (antihistaminika klasik)


Mengantagonir histamin dengan jalan memblok reseptor-H1 di otot licin dari dinding
pembuluh,bronchi dan saluran cerna,kandung kemih dan rahim. Begitu pula melawan efek
histamine di kapiler dan ujung saraf (gatal, flare reaction). Efeknya adalah simtomatis,
antihistmin tidak dapat menghindarkan timbulnya reaksi alergi
Dahulu antihistamin dibagi secara kimiawi dalam 7-8 kelompok, tetapi kini digunakan
penggolongan dalam 2 kelompok atas dasar kerjanya terhadap SSP, yakni zat-zat generasi ke1 dan ke-2.
a.Obat generasi ke-1: prometazin, oksomemazin, tripelennamin, (klor) feniramin,
difenhidramin, klemastin (Tavegil), siproheptadin (periactin), azelastin (Allergodil), sinarizin,
meklozin, hidroksizin, ketotifen (Zaditen), dan oksatomida (Tinset).
Obat-obat ini berkhasiat sedatif terhadap SSP dan kebanyakan memiliki efek antikolinergis
b.Obat generasi ke-2: astemizol, terfenadin, dan fexofenadin, akrivastin (Semprex), setirizin,
loratidin, levokabastin (Livocab) dan emedastin (Emadin). Zat- zat ini bersifat khasiat
antihistamin hidrofil dan sukar mencapai CCS (Cairan Cerebrospinal), maka pada dosis
terapeutis tidak bekerja sedative. Keuntungan lainnya adalah plasma t2-nya yang lebih
panjang, sehingga dosisnya cukup dengan 1-2 kali sehari. Efek anti-alerginya selain
berdasarkan, juga berkat dayanya menghambat sintesis mediator-radang, seperti
prostaglandin, leukotrin dan kinin.
2.H2-blockers (Penghambat asma)
obat-obat ini menghambat secara efektif sekresi asam lambung yang meningkat akibat
histamine, dengan jalan persaingan terhadap reseptor-H2 di lambung. Efeknya adalah
berkurangnya hipersekresi asam klorida, juga mengurangi vasodilatasi dan tekanan darah
menurun. Senyawa ini banyak digunakan pada terapi tukak lambug usus guna mengurangi
sekresi HCl dan pepsin, juga sebagai zat pelindung tambahan pada terapi dengan
kortikosteroida. Lagi pula sering kali bersama suatu zat stimulator motilitas lambung
(cisaprida) pada penderita reflux.
Penghambat asam yang dewasa ini banyak digunakan adalah simetidin, ranitidine, famotidin,
nizatidin dan roksatidin yang merupakan senyawa-senyawa heterosiklis dari histamin.

Mekanisme Kerja
Antihistamin bekerja dengan cara menutup reseptor syaraf yang menimbulkan rasa gatal,
iritasi saluran pernafasan, bersin, dan produksi lendir (alias ingus). Antihistamin ini ada 3
jenis, yaitu Diphenhydramine, Brompheniramine, dan Chlorpheniramine. Yang paling sering
ditemukan di obat bebas di Indonesia adalah golongan klorfeniramin (biasanya dalam bentuk
klorfeniramin maleat).
Antihistamin menghambat efek histamin pada reseptor H1. Tidak menghambat pelepasan

histamin, produksi antibodi, atau reaksi antigen antibodi. Kebanyakan antihistamin memiliki
sifat antikolinergik dan dapat menyebabkan kostipasi, mata kering, dan penglihatan kabur.
Selain itu, banyak antihistamin yang banyak sedasi. Beberapa fenotiazin mempunyai sifat
antihistamin yang kuat (hidroksizin dan prometazin).
Khasiat
Antihistamin digunakan secara sistemis (oral,injeksi) untuk mengobati simtomatis bermacammacam gangguan alergi yang disebabkan oleh pembebasan histamine. Di samping rhinitis,
pollinosis dan alergi makanan/obat, juga banyak digunakan pada sejumlah gangguan berikut:
1. Asma yang bersifat alergi, guna menanggulangi gejala bronchokonstriksi. Walaupun
kerjanya baik, namun efek keseluruhannya hanya rendah berhubung tidak berdaya terhadap
mediator lain (leukotrien) yang juga mengakibatkan penciutan bronchi. Ada indikasi bahwa
penggunaan dalam bentuk sediaan inhalasi menghasilkan efek yang lebih baik. Obat-obat
ketotifen dan oksatomida berkhasiat mencegah degranulasi dari mastcells dan efektif untuk
mencegah serangan.
2. Sengatan serangga khususnya tawon dan lebah, yang mengandung a.l. histamine dan
suatu enzim yang mengakibatkan pembebasannya dari mastcells. Untuk mendapatkan hasil
yang memuaskan, obat perlu diberikan segera dan sebaiknya melalui injeksi adrenalin i.m.
atau hidrokortison i.v.
3. Urticaria (kaligata, biduran). Pada umumnya bermanfaat terhadap meningkatnya
permeabilitas kapiler dan gatal-gatal, terutama zat-zat dengan kerja antiserotonin seperti
alimemazin (Nedeltran), azatadin dan oksatomida. Khasiat antigatal mungkin berkaitan pula
dengan efek sedative dan efek anestesi local.
4. Stimulasi nafsu makan. Untuk menstimulasi nafsu makan dan dengan demikian menaikkan
berat badan, yakni siproheptadin ( dan turunannya pizotifen) dan oksatomida. Semua zat ini
berdaya antiserotonin.
5. Sebagai sedativum berdasarkan dayanya menekan SSP, khususnya prometazin dan
difenhidramin serta turunannya. Obat-obat ini juga berkhasiat meredakan rangsangan batuk,
sehingga banyak digunakan dalam sediaan obat batuk popular.
6. Penyakit Parkinson berdasarkan daya antikolinergisnya, khususnya difenhidramin dan
turunan 4-metilnya (orfenadrin) yang juga berkhasiat spasmolitis.
7. Mabuk jalan dan Pusing (vertigo) berdasarkan efek antiemetisnya yang juga berkaitan
dengan khasiat antikolinergis, terutama siklizin,meklizin dan dimenhidrinat, sedangkan
sinarizin terutama digunakan pada vertigo.
8. Shock anafilaksis di samping pemberian adrenalin dan kortikosteroid. Selain itu,
antihistaminika banyak digunakan dalam sediaan kombinasi untuk selesma dan flu.

Efek Samping
Pada dosis terapi, semua AH1 menimbulkan efek samping walaupun jarang bersifat serius dan
kadang-kadang hilang bila pengobatan diteruskan. Efek samping yang paling sering ialah
sedasi, yang justru menguntungkan bagi pasien yang dirawat di RS atau pasien yang perlu
banyak tidur.
Tetapi efek ini mengganggu bagi pasien yang memerlukan kewaspadaan tinggi sehingga
meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan. Pengurangan dosis atau penggunaan AH1

jenis lain mungkin dapat mengurangi efek sedasi ini. Astemizol, terfenadin, loratadin tidak
atau kurang menimbulkan sedasi.
Efek samping yang berhubungan dengan efek sentral AH1 ialah vertigo, tinitus, lelah, penat,
inkoordinasi, penglihatan kabur, diplopia, euphoria, gelisah, insomnia dan tremor. Efek
samping yang termasuk sering juga ditemukan ialah nafsu makan berkurang, mual, muntah,
keluhan pada epigastrium, konstipasi atau diare, efek samping ini akan berkurang bila AH1
diberikan sewaktu makan.
Efek samping lain yang mungkin timbul oleh AH1 ialah mulut kering, disuria, palpitasi,
hipotensi, sakit kepala, rasa berat dan lemah pada tangan. Insidens efek samping karena efek
antikolinergik tersebut kurang pada pasien yang mendapat antihistamin nonsedatif.
AH1 bisa menimbulkan alergi pada pemberian oral, tetapi lebih sering terjadi akibat
penggunaan lokal berupa dermatitis alergik. Demam dan foto sensitivitas juga pernah
dilaporkan terjadi. Selain itu pemberian terfenadin dengan dosis yang dianjurkan pada pasien
yang mendapat ketokonazol, troleandomisin, eritromisin atau lain makrolid dapat
memperpanjang interval QT dan mencetuskan terjadinya aritmia ventrikel.
Hal ini juga dapat terjadi pada pasien dengan gangguan fungsi hati yang berat dan pasienpasien yang peka terhadap terjadinya perpanjangan interval QT (seperti pasien hipokalemia).
Kemungkinan adanya hubungan kausal antara penggunaan antihistamin non sedative dengan
terjadinya aritmia yang berat perlu dibuktikan lebih lanjut.
Obat Antihistamin Dan Antialergi
Histamin terbentuk di dalam jaringan tubuh manusia akibat reaksi dekarboksilasi asam amino
histidin oleh enzim histidin dekarboksilase. Selain itu, histamin juga dapat terbentuk karena
pengaruh sinar matahari, khususnya sinar UV.
Histamin terdapat di dalam semua organ dan jaringan tubuh, terutama di kulit, paru, usus
halus, dan di dalam mast cell. Fungsi histamin di dalam tubuh masih belum jelas, tetapi akan
menimbulkan efek jika berinteraksi dengan dua macam reseptor yang spesifik, yaitu reseptor
H-1 dan reseptor H-2.
Histamin terbentuk di dalam jaringan tubuh manusia akibat reaksi dekarboksilasi asam amino
histidin oleh enzim histidin dekarboksilase. Selain itu, histamin juga dapat terbentuk karena
pengaruh sinar matahari, khususnya sinar UV.
Histamin terdapat di dalam semua organ dan jaringan tubuh, terutama di kulit, paru, usus
halus, dan di dalam mast cell. Fungsi histamin di dalam tubuh masih belum jelas, tetapi akan
menimbulkan efek jika berinteraksi dengan dua macam reseptor yang spesifik, yaitu reseptor
H-1 dan reseptor H-2.
Dalam keadaan normal, kadar histamin dalam darah kecil sekali (hanya 50 per liter)
sehingga tidak akan menimbulkan efek apa-apa. Histamin yang berlebih akan diuraikan oleh
enzim histaminase yang terdapat di dalam ginjal, paru, selaput lendir usus, dan jaringan
tubuh lainnya
Interaksi histamin dengan reseptor H-2 akan menimbulkan efek yang mempengaruhi sekresi
getah lambung, dan juga tekanan darah. Sedangkan interaksi histamin dengan reseptor H-1
dan H-2, akan menimbulkan efek antara lain pada :
Sistem kardiovaskuler

Histamin menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah arteri dan vena, tetapi juga
menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah kapiler, sehingga. menyebabkan penurunan
tekanan darah perifer. Dan karena sirkulasi darah tidak sempurna, diuresis akan dihalangi.
Selain itu, permeabilitas kapiler menjadi lebih tinggi, sehingga cairan dan protein plasma
mengalir keluar dari sel, yang mengakibatkan terjadi edema.
Otot polos
Histamin menyebabkan kontraksi otot polos uterus dan saluran cerna, sehingga menimbulkan
rasa sakit, dan menyebabkan muntah-muntah serta diare. Sebagai akibat kontraksi otot polos
bronki, napas menjadi sesak atau timbul serangan asma.
Kelenjar eksokrin
Histamin yang bereaksi dengan reseptor H-2, akan menyebabkan peningkatan sekresi getah
lambung yang banyak mengandung asam dan pepsin.
Kelenjar endokrin
Kadar histamin yang tinggi dalam darah, akan merangsang sekresi katekolamin dari adrenal
medulla.
Kulit
Pada ujung saraf di kulit, efek histamin menimbulkan rasa gatal di samping efek lain, sebagai
akibat dari dilatasi pembuluh kapiler dan peningkatan permeabilitas dindingnya.
Pada reaksi alergi, terjadi reaksi antara antigen dengan antibodi yang mengakibatkan
histamin yang berada di antara sel-sel dan dalam keadaan tidak aktif, menjadi bebas dan
aktif. Dengan demikian, kadar histamin dalam darah naik secara mendadak, yang
mengakibatkan timbulnya efek-efek pada organ tubuh seperti diuraikan di atas.
Obat antihistaminika merupakan obat yang dapat mencegah efek histamin, melalui cara
berinteraksi dengan reseptor H-1 dan H-2. Berdasarkan antagonis reseptornya, obat
antihistaminika dapat dibagi ke dalam dua golongan yaitu :
Antagonis reseptor H-1
Golongan ini dibagi lagi berdasarkan rumus bangun kimianya, yaitu:
- Senyawa Etanolamin; antara lain Difenhidrain, Karbinoksamin, dan Doksilamin.
- Senyawa Etilendiamin; antara lain Antazolin, Pirilamin, dan Tripelenamin.
-

Senyawa

Alkilamin;

antara

lain

Fenirarnin,

Klorfeniramin,

Bromfeniramin,

dan

Deksklorfeniramin.
- Senyawa Siklizin; antara lain Siklizin, Klorsiklizin, dan Homoklorsiklizin.
- Senyawa Fenotiazin; antara lain Prometazin, Metdilazin, dan Oksomemazin.
- Senyawa lain-lain; yaitu Dimetinden, Mebhidrolin, dan Astemizol.
Antagonis reseptor H-2
Yang termasuk golongan ini ialah obat-obat Antihistamin yang melawan efek histamin pada
sekresi getah lambung. Yang niula-mula digunakan, Burinamid dan kemudian Metiamid yang
mempunyai efek samping agranulositosis. Dan pada waktu ini, yang banyak digunakan
antara. lain Simetidin, Ranitidin, dan Famotidin.
Obat Antihistamin yang terdapat dalam Daftar Obat Wajib Apotek No. 1 ialah yang
mengandung Mebhidrolin, Feniramin hidrogen maleat, dan Deksklorfeniramin maleat.
Sedangkan yang terdapat dalam Daftar Obat Wajib Apotek No. 2 ialah Karbinoksamin.
a. Mebhidrolin
Indikasi: Antihistamin/Alergi

Kontraindikasi: Hipertropi prostat, glaukoma, dan serangan asma


Efek samping: Mengantuk, tremor, mulut kering, lelah, dan reaksi hipersensitif pada kulit.
Interaksi: Obat depresan sistem saraf pusat, alkohol, dan obat golongan antikolinergik akan
meningkatkan daya kerjanya.
Obat yang tersedia:
Merek dagang Kandungan obat
Biolergy (Konimex) Kapsul, mengandung 50 mg sebagai Mebhidrolin napadisilat.
Bufalergy (Bufa Aneka) Kapsul, mengandung 50 mg sebagai Mebhidrolin napadisilat.
Histapan (Sanbe) Tablet, mengandung 50 mg sebagai Mebhidrolin napadisilat.
Incidal (Bayer) Kapsul, mengandung 50 mg sebagai Mebhidrolin napadisilat.
Incitin (Bemofarm) Tablet, mengandung 50 mg sebagai Mebhidrolin napadisilat.
Interhistin (New Interbat) Kapsul/Tablet, mengandung 50 mg sebagai Mebhidrolin napadisilat
Catatan: jumlah obat per pasien maksimal 20 tablet.
b. Feniramin Hidrogen Maleat
Indikasi: Antihistamin/Alergi
Kontraindikasi: Hipertropi prostat, glaukoma, wanita hamil dan menyusui
Efek samping: Mengantuk, gangguan saluran cerna, jika dosis besar dapat menimbulkan
halusinasi, dan agitasi pada anak kecil
Interaksi: Obat penenang, hipnotika dan alkohol, akan memperkuat efeknya
Obat yang tersedia:
Merek dagang
Avil (Hoechst)

Kandungan obat
Tablet Avil, mengandung 25 mg sebagai
Feniramin hidrogen maleat
Tablet Avil Retard, mengandung 50 mg

Bernohist (Bernofarm)

sebagai Feniramin hidrogen maleat


Tablet, mengandung 50 mg sebagai

Feniramin hidrogen maleat


Catatan: Jumlah obat per pasien maksimal 20 tablet biasa atau 3 tablet lepas lambat.
c. Dimetinden Maleat
Indikasi: Antihistamin/Alergi
Kontraindikasi: Menjalankan mesin atau kendaraan bermotor
Efek samping: Sedasi
Interaksi: Obat hipnotika, sedativa dan alkohol, akan memperkuat efeknya
Obat yang tersedia:
Merek dagang
Fenistil (Ciba)

Kandungan obat
Tablet, mengandung 25 mg sebagai Dimetinden
maleat.
Obat tetes, tiap ml mengandung 1 mg sebagai

Dimetinden maleat.
Catatan: Jumlah obat per pasien maksimal 20 tablet.
d. Astemizol
Indikasi: Antihistamin/Alergi.
Kontraindikasi: Hati-hati pada wanita hamil
Efek samping: Nafsu makan bertambah, berat badan bertambah, dan sedikit sedatif.
Obat yang tersedia :

Merek dagang Kandungan obat


Hisminal (Janssen) Tablet, mengandung Astemizol 10 mg.
Hispral (Prafa) Tablet, mengandung Astemizol 10 mg.
Sirop, tiap 5 ml mengandung Astemizol 5 mg.
Lapihis (Lapi) Tablet, mengandung Astemizol 10 mg.
Scantihis (Tempo Scan Pacific) Tablet, mengandung Astemiizol 10 mg.
Sirop, tiap 5 ml mengandung Astemizol 5 mg
Sines (Guardian Pharm) Tablet, mengandung Astemizol 10 mg
Catatan: jumlah obat per pasien maksimal 20 tablet
e. Oksomemazin
Interaksi: Alkohol akan memperkuat efeknya.
Indikasi: Antihistamin/Alergi
Kontraindikasi: Menjalankan mesin dan mengemudikan kendaraan bermotor
Efek samping: Mengantuk, mual, muntah, diare atau konstipasi, sakit kepala, dan mungkin
juga penglihatan kabur.
Obat yang tersedia:
Merek dagang Kandungan obat
Doxergan (Rhone-Poulenc) Tablet, mengandung Oksomemazin 10 mg.
Sirop, tiap 5 ml mengandung Oksomemazin 5 mg
Catatan: Jumlah obat per pasien maksimal 20 tablet
f. Homoklorsiklizin
Indikasi: Antihistamin/Alergi
Kontraindikasi: Serangan asma akut dan tidak digunakan pada bayi. Selain itu hati-hati
pada penderita glaukoma dan hipertropi prostat.
Efek samping: Mengantuk, sedatif, gangguan saluran cerna, mulut kering, penglihatan
kabur, dan reaksi alergi.
Interaksi: Obat depresan sistem saraf pusat, antikolinergik dan alkohol, akan memperkuat
efeknya.
Obat yang tersedia:
Merek dagang
Homoclomin (Eisai)

Kandungan obat
Tablet, mengandung Homoklorsiklizin

HCI 10 mg
Catatan: Jumlah obat per pasien maksimal 20 tablet
g. Deksklorfeniramin Maleat
Indikasi: Antihistamin/Alergi
Kontraindikasi: Serangan asma akut dan tidak digunakan pada bayi
Efek samping: Mengantuk, urtikaria, shok anafilaktik, fotosensitif, mulut kering, dan
gangguan saluran cema.
Interaksi: Alkohol, obat depresan golongan trisiklik, barbiturat, dan depresan sistem saraf
pusat, akan memperkuat efek sedatif. Dan obat golongan MAO inhibitor, akan memperkuat
dan memperpanjang efeknya
Obat yang tersedia:
Merek dagang
Bufaramin (Bufa

Kandungan obat
Kapsul, mengandung 2 mg sebagai Deksklorfeniramin

Aneka)
Polamec (Mecosin)

maleat.
Tablet, mengandung 2 mg sebagai Deksklorfeniramin
maleat.
Sirop, tiap 5 ml mengandung 2 mg sebagai

deksklorfeniramin maleat
Polaramine (Schering) Tablet, mengandung 2 mg sebagai Deksklorfeniramin
maleat.
Sirop, tiap 5 ml mengandung 2 mg sebagai
Polarist (Bemofarm)

Deksklorfeniramin maleat.
Tablet, mengandung 2 mg sebagai Deksklorfeniramin

maleat.
Catatan: Jumlah obat per pasien maksimal 20 tablet.
h. Karbinoksamin
Indikasi: Antihistamin/Alergi.
Kontraindikasi: Menjalankan mesin dan mengemudikan kendaraan bermotor
Efek samping: Mengantuk dan gangguan saluran cerna.
Interaksi: Obat golongan barbiturat, depresan sistem saraf pusat, dan alkohol, akan
memperkuat efek sedatifnya.
Obat yang tersedia:
Karbinoksarnin terdapat dalam campuran, untuk rhinitis akut, sinusitis vasomotor dan alergi
rhinitis, dan demam karena alergi. Selain itu juga digunakan dalam carnpuran obat batuk
Merek dagang
Nasopront (Heroic)

Kandungan obat
Kapsul, mengandung Karbinoksamin maleat 1 mg

Rhinopront (Mack)

dan Fenilefrin HCl 20 mg


Kapsul, mengandung Karbinoksamin maleat 4 mg
dan Fenilefrin HCI 20 mg.
Sirop, tiap 5 ml mengandung Karbinoksamin maleat

4 mg dan Fenilpropanolamin HCl 20 mg.


Catatan: jumlah obat per pasien maksimal 10 tablet/kapsul

SPESIALIT OBAT GOLONGAN HIV/AIDS


PENGGUNAAN NNRTIs (NON-NUCLEOSIDE REVERSE TRANSCRIPTASE INHIBITORS)Based Regimens UNTUK PENGOBATAN HIV (Human Immunodeficiency Virus) PADA
PEDIATRI
Bernadus Gallaeh Rama Erga Satria (078115005)
(Download Guideline)
PENDAHULUAN
HIV (human immunodeficiency virus) adalah sebuah retrovirus yang menginfeksi sel sistem
kekebalan tubuh manusia, terutama CD4+ T cell dan macrophage , komponen vital dari
sistem sistem kekebalan tubuh dan menghancurkan atau merusak fungsi mereka. Infeksi HIV
menyebabkan pengurangan sistem kekebalan tubuh dengan cepat (pengurangan imun). HIV
merupakan penyebab dasar AIDS (Acquired immune Deficiency Syndrome) yang merupakan
kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh secara bertahap yang
disebabkan infeksi HIV. Virus tersebut masuk ketubuh manusia terutama melalui darah,
semen dan sekret vagina, serta transmisi dari ibu ke anak.
Salah satu indikator yang digunakan untuk mendeteksi HIV adalah CD4. CD4 adalah reseptor
pada limfosit T4 yang menjadi target sel utama HIV. Penurunnya jumlah CD4 akibat HIV
adalah sekitar 50-100/mm3/tahun sehingga bila tanpa pengobatan rata-rata masa infeksi HIV
sampai menjadi AIDS adalah 8 10 tahun, dimana jumlah CD4 akan mencapai kurang dari
200/mm3.
Penurunan sistem kekebalan tubuh ini akan memudahkan tubuh terserang penyakit
penyakit yang lain terutama penyakit yang berhubungan dengan infeksi.
Pada saat ini pasien HIV yang mendapat perhatian cukup besar adalah pasien pediatri. Tidak
bisa kita pungkiri bahwa HIV dapat menular melalui transmisi antara ibu dengan anak. Bayi
yang dihasilkan dari hubungan sex antara orang tua yang salah satunya atau kedua-duanya

mengidap HIV tersebut akan mengidap HIV semenjak bayi tersebut ada dikandungan dan
akan terus berlangsung ketika bayi tersebut dilahirkan.
SASARAN TERAPI
Sasaran dari terapi ARV pada pediatri adalah HIV (human immunodeficiency virus) yang
merupakan retrovirus penginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia
TUJUAN TERAPI
Terapi ARV yang ada pada saat ini belum mampu menghilangkan HIV karena lamanya waktu
paro dari sel CD4 yang terinfeksi. Berdasarkan ARV yang ada pada saat ini, tujuan dari terapi
ARV pada pediatri adalah untuk menekan perkembangbiakan atau replikasi virus HIV.
STRATEGI TERAPI
A. Kapan terapi dimulai
Masalah yang timbul pertama kali dalam pelaksanaan terapi ARV adalah kapan terapi
tersebut dimulai. Ada beberapa pilihan pelaksanaan terapai yaitu memulai terapi sejak dini
atau menunggung sampai muncul tanda tanda atau gejala HIV.
Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan saat memulai terapi pada pediatri) adalah:

Tingkat HIV RNA

Jumlah CD4

Simtom / gejala klinis

Berikut adalah tabel kriteria pelaksanaan terapi ARV pada pediatri:

Keterangan:

Perawatan ditunda: data klinis dan data lab harus dievaluasi setiap 3 4 bulan

Dipertimbangkan : Karena infeksi HIV berkembang lebih cepat pada anak anak
dibandingkan orang dewasa, maka perlu dipertimbangkan penggunaan ARV
berdasarkan parameter klinis, imunologik, dan virologik.

Asimtomatik : CDC clinical category N

Simtomatik : CDC clinical category A, B, dan C

B. Obat apa yang harus digunakan


Sejak September 2006 sudah ada 22 antiretroviral yang dapat digunakan pada pengobatan
HIV pada orang dewasa namun hanya 13 antiretroviral yang disetujui untuk digunakan pada
anak-anak. Obat obat tersebut terbagi dalam beberapa golongan: Nucleoside analogue atau
nucleotide analogue reverse transcriptase inhibitor (NRTIs, NtRTIs); non-nucleoside reverse
transcriptase inhibitor (NNRTIs); protease inhibitor ; dan fusion inhibitor.
Terapi yang dianjurkan pada anak anak adalah antiretroviral kombinasi yang terdiri dari 3
obat dan minimal berasal dari 2 golongan obat karena terapi dengan ARV kombinasi terbukti
dapat menjaga imun (sistem kekebalan tubuh) dan menghambat perkembangan penyakit
(HIV).
Antiretoviral kombinasi yang digunakan untuk terapi HIV pada pediatri terbagi menjadi tiga
golongan: NNRTI-based (2 NRTIs + NNRTI); PI-based (2 NRTIs + PI); dan NRTI-based (3 NRTI
drug). NNRTI-based dan PI-based merupakan first line pengobatan HIV pada pediatri
sedangkan NRTI-based merupakan second line yang digunakan bila pengobatan first line tidak
dapat menunjukkan hasil yang optimal.
NNRTI-Based Regimens (1 NNRTI + 2NRTI backbone):
NNRTI atau non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor merupakan salah satu golongan
ARV yang bekerja pada tahap replikasi virus. NNRTI akan berikatan dengan enzim reverse
transcriptase sehingga dapat memperlambat kecepatan sintesis DNA HIV atau menghambat
replikasi (penggandaan) virus. Obat ini merupakan salah satu obat pilihan terapi HIV pada
pediatri.
Keuntungan NNRTI:

Resiko dislipidemia dan fat maldistribution lebih rendah dibandingkan protese inhibitor
(PI)

Mudah digunakan karena ada dalam bentuk sediaan cair

Kerugian NNRTI:

Resiko terjadinya kasus Steven-Johnson syndrome dan hepatic toxicity

Potensial terhadap interaksi obat karena NNRTI mempengaruhi hepatic enzim seperti
CYP3A4 meskipun pengaruhnya lebih rendah dibandingkan PI

Obat yang dianjurkan:

Efavirenz dikombinasikan dengan 2 NRTIs untuk anak anak usia > 3 tahun

Nevirapine dikombinasikan dengan 2 NRTIs untuk anak anak usia < 3 tahun atau
untuk pasien yang membutuhkan bentuk sediaan cair

Obat yang tidak dianjurkan: Delavirdine


Efavirenz
Keuntungan:

Dapat diberikan bersamaan dengan makanan tapi hindari makanan berlemak. Lebih
baik diberikan saat perut kosong

Pemberian dilakukan satu kali sehari (once daily)

Aktivitas antireoviral cukup kuat

Kerugian:

Neuropsychiatric side effects (dapat diatasi dengan pemberian sebelum tidur)

Nama dagang di Indonesia: Sustiva (Bristol-myers)


Indikasi: HIV Infection
Kontra indikasi: Breast feeding
Bentuk sediaan, dosis, dan aturan pakai:
Bentuk sediaan : kapsul: 50 mg, 100 mg, dan 200 mg. Tablet: 600 mg.
Pediatric dose:

Aturan pakai: Diberikan satu kali sehari (once daily)


Efek samping:
Steven-johnson syndrom, abdominal pain, diarrhea, nausea, vomiting, anxiety, depression,
dizziness
Nevirapine
Keuntungan:

Dapat diberikan bersamaan dengan makanan tapi hindari makanan berlemak. Lebih
baik diberikan saat perut kosong

Tersedia dalam bentuk sediaan cair

Aktivitas antireoviral cukup kuat

Kerugian:

Neuropsychiatric side effects (dapat diatasi dengan pemberian sebelum tidur)

Resiko reaksi hipersensitifitas dan rash atau ruam lebih tinggi dibandingakan NNRTIs
yang lain

Resiko Hepatic toksisitas lebih tinggi dibandingkan efavirenz

Dosis awal rendah kemudian ditingkatkan secara bertahap

Nama dagang di Indonesia: Viramune (Bohringer-ingelheim)


Indikasi: HIV Infection
Kontra indikasi: Breast feeding
Bentuk sediaan, dosis, dan aturan pakai:

Bentuk sediaan : Tablet: 200 mg. Suspensi: 10 mg/mL.

Pediatric dose: 120 200 mg per m2 luas permukaan tubuh diberikan dua kali sehari.
Dosis awal 120 mg per m2 luas permukaan tubuh diberikan sekali sehari selama 14
hari. Jika tidak terjadi efeksamping seperi rash / ruam dosis dapat ditingkatkan menjadi
200mg per m2 diberikan dua kali sehari atau 7mg/KgBB dua kali sehari untuk anak
dengan usia <8 tahun; 4 mg/KgBB untuk anak dengan usia > 8 tahun.

Aturan pakai : Diberikan satu kali sehari sebagai dosis awal dan dapat ditingkatkan
menjadi dua kali sehari

Efek samping: Steven-johnson syndrom, abdominal pain, diarrhea, nausea, vomiting, anxiety,
depression, dizziness
NRTI backbone
NRTI atau Nucleoside/Nucleotide Reverse Transcriptase Inhibitors merupakan ARV yang juga
bekerja pada tahap replikasi virus. Perbedaan antara NRTI dengan NNRTI terletak pada
mekanisme kerjanya. NRTI mengandung nucleotide yang digunakan oleh enzim reverse
transcriptase untuk mengubah RNA menjadi DNA. Dengan menggunakan nucleotide dari NRTI,
DNA yang dihasilkan oleh reverse transcriptase akan rusak sehingga menghambat replikasi
virus. NRTI backbone adalah kombinasi 2 NRTI yang digunakan bersamaan dengan NNRTI
yang fungsinya menguatkan kerja antiretroviral. Kombinasi NRTI yang dianjurkan adalah
zidovudine + lamivudine; didanosine + lamivudine; dan zidovudine + didanosine.

Zidovudine
Nama dagang di Indonesia: Retrovir (GlaxoSmithKline)
Indikasi: Infeksi HIV asimtomatik
Kontra indikasi: Haemoglobin rendah, neutrofil rendah, hyperbilirubinemia
Bentuk sediaan, dosis, dan aturan pakai:

Bentuk sediaan : Kapsul: 100 mg. Tablet: 300 mg. Syrup: 10 mg/mL

Pediatric dose: 160 mg per m2 luas permukaan tubuh.

Aturan pakai : Diberikan diberikan setiap 8 jam

Efek samping: Anemia, neuropathy, dizziness, drowsiness


Lamivudine
Nama dagang di Indonesia: 3TC ( GlaxoSmithKline)
Indikasi: Infeksi HIV
Kontra indikasi: Hipersensitifitas, pasien dengan neutrofil yang rendah
Bentuk sediaan, dosis, dan aturan pakai:

Bentuk sediaan : Solution: 10mg/mL, Tablet kunyah: 100mg

Pediatric dose: 4 mg/KgBB; dosis maksimal 150 mg

Aturan pakai : Diberikan diberikan dua kali sehari

Efek samping: Pancreasistis, neuropathy, hipoglikemi, rhabdomyolysis

Didanosine
Nama dagang di Indonesia: Videx (Bristol-Myers Squibb)
Indikasi: Terapi pada dewasa dan anak anak dengan infeksi HIV lanjut
Kontra indikasi: Hipersensitivitas
Bentuk sediaan, dosis, dan aturan pakai:

Bentuk sediaan : Solution: 10mg/mL, 5mg/mL. Tablet: 100mg, 150mg, 300mg

Pediatric dose: 90 150mg per m2 luas permukaan tubuh

Aturan pakai : Diberikan diberikan dua kali sehari (setiap 12 jam)

Efek samping: Pancreasistis, neuropathy, hipoglikemi, rhabdomyolysis, diare, mual


DAFTAR PUSTAKA
Anonim 2007, MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi, Edisi 6, 233, Info Master, Jakarta.
Anonim 2006, Guidelines for the use of Antiretroviral Agents in Pediatric HIV Infection,
www.aidsinfo.gov
Anonim, 2006, British National Formulary, Edisi 52, 328, British Medical Association, Royal
Pharmaceutical Society of Great Britain.

HIV AIDS
AIDS disebabkan salah satu kelompok virus yang disebuat dengan retroviruses yang sering
disebut dengan HIV. Seseorang yang terkena atau terinfeksi HIV AIDS sistejm
kekebalan tubuhnya akan menurun drastic. Virus AiDS menyerang sel darah putih
khusus yang disebut dengan T-lymphocytes. Tanda pertama penderita HIV biasanya akan
mengalami demam selama 3 sampai 6 minggu tergantung daya tahan tubuh. Setelah kondisi
membaik orang yang terinfeksi HIV akan tetap sehat dalam beberapa tahun dan secara
perlahan kekebalan tubuhnya akan menurun karena serangan demam yang berulang.

Gejala-gejala penyakit HIV AIDS adalah :


1. Demam tinggi berkepanjangan
2. Penderita akan mengalami napas pendek, batuk, nyeri dada dan demam
3. Hilangnya nafsu makan, mua dan muntah
4. Mengalami diare yang kronis
5. Penderita akan kehilangan berat badan tubuh hingga 10% di bawah normal.
6. Batuk berekepanjangan
7. Infeksi jamur pada mulut dan kerongkongan
8. Pembengkakan kelenjar getah bening diseluruh tubuh (dibawah telinga, leher, ketiak,
dan lipatan paha)
9. Kurang ingatan
10.Sakit kepala
11.Sakit kepala
12.Suklit berkonsentrasi
13.Respon anggota gerak melambat

14.Sering nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki


15.Mengalami tensi darah rendah
16.Reflek tendon yang kurang
17.Terjadi serangan virus cacar air dan cacar api
18.Infeksi jaringan kulit rambut
19.Kulit kering dengan bercak-bercak.
Penularan HIV AIDS adslah :
1. Hubungan seks kalmin
2. Hubungan seks oral
3. Hubungan seks melalui anus
4. Transfusi darah
5. Penggunaan jarum bersama (akupuntur, jarum tattoo, harum tindik).
6. Antara ibu dan bayi selama masa hamil, kelahiran dan masa menyusui.
Obat-obatan HIV AIDS :
1. NRTI (nucleoside atau nucleotide reverse transcriptase inhibitor)
2. NNRTI (non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor)
3. PI (protease inhibitor) Fusion Inhibitor
Cara mencegah HIV AIDS adalah dengan ;
1. Jangan melakukan hubungan seksual diluar nikah
2. Jangan berganti-ganti pasangan seksual
3. Abstrinensi (tidak melakukan hubungan seks)
4. Gunakan kondom, terutama untuk kelompok perilaku resiko tinggi jangan menjadi
donor darah
5. Seorang ibu yang didiagnosa positif HIV sebaiknya jangan hamil.
6. Penggunaan jarum suntik sebaiknya sekali pakai
7. Jauhi narkoba.

Penyakit HIV Aids Pada Wanita

HIV adalah suatu virus yang dapat


menyebabkan penyakit AIDS. Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan
(imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Dengan kata lain,
kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan defisiensi (kekurangan) sistem imun.
HIV merupakan penyakit menakutkan ini masih salah satu penyebab utama kematian di
antara laki-laki dan perempuan dan berkembang dan negara maju. virus HIV mungkin
ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui darah, alat kelamin, cairan ASI yang terinfeksi
dan darah, sperma pria yang terinfeksi. penularan virus ini dapat terjadi selama transfusi
darah, hubungan seks tanpa alat pengaman atau dapat ditularkan melalui jarum suntik.
selama kehamilan dan menyusui, seorangg wanita yang terinfeksi kemungkinan akan
menularkan virus ke anak.
gejala HIV/AIDS pada wanita
Gejala awal : 0-1 bulan
Menderita penyakit seperti flu dalam seminggu atau sebulan disebut sebagai infeksi HIV akut.
sistem kekebalan tubuh, sebagai bagian dari pertahanan tubuh, mengembangkan antibodi
terhadap HIV. proses tersebut terlha dari antibodi yang disebut serokonversi. Gejala meliputi
demam, sakit kepaka nyeri tubuh, sakit tenggorokan, kelenjar getah bening, ruam kulit,
masalah sistem pencernaan. Gejala-gejala ini cenderung tidak diperhatikan atau disalah
artikan sebagai penyakit lain yang kuga menunjukkan berbagai gejala yang sama. Tes HIV
dilakukan sebelum serokonversi tidak membantu dalam mendeteksi virus. Pada beberapa
wanita, serokonversi dapat terjadi dalam waktu satu bulan.
Gejala terakhir : 1 bulan 10 tahun
Setelah tingkat gejala di ataas dapat diturunkan dengan obat-obatan, penyakit ini masuk ke
dalam fase asimptomatik. tidak ada gejala HIV yang diperlihatkan oleh wanita setelah 1
tahun. Tahap tanpa gejala dapat berlangsung selama sekitar 10 tahun. Dengan demikian,
perempuan positif HIV tidak menunjukkan gejala HIV selama sekitar 10 tahun setelah terkena
gejala seperti flu biasa. Tetapii meski demikian, virus tetap ada dalam tubuh mereka, mereka
tidak sadara secara terus-menerus menularkan vrus kepada orang lain melalu hubungan
badan tanpa pengaman dan juga melalui transfusi darah atau melalui berbagi jarum suntik.
Jika seorang wanita hamil, anak-anak mereka ikut terkena HIV/AIDS. Setelah 5-6 tahun, wanita

yang mengidap HIV positif mungkin terlihat pada penurunan berat bdaan, kehilangan nafsu
makan, masalah sisem pencernaan, infeksi kulit, tetapi hal ini biasanya diabaikan atau
disalahartikan.

Gejala Penyakit HIV AIDS


AIDS merupakan tahap akhir penyakit infeksi yang disebabkan oleh HIV yang dapat infeksi
pada sistem organ tubuh termasuk otak sehingga menyebabkan rusaknya sistem kekebalan
tubuh. Gejala HIV AIDS tidak begitu saja langsung timbul. Namun ia akan timbul jika
sudah bertahun-tahun .
Memburuknya status gizi merupakan resiko tertinggi penyakit ini. Gangguan gizi pada pasien
AIDS umumnya menimbulkan gejala penyakit HIV AIDS yang terlihat pada penurunan berat
badan. Ada dua tipe penurunan berat badan pada AIDS, yaitu penurunan berat badan yang
cepat sering dihubungkan dengan infeksi oportunistik. Penurunan berat badan lebih dari 20%
BB sulit diperbaiki dan sering mempunyai prognosa yang buruk,

Memburuknya status gizi bersifat multifaktor, gejala penyakit HIV AIDS yang terutama
disebabkan oleh kurangnya asupan makanan, gangguan absorpsi dan metabolisme zat gizi,
infeksi oportunistik, serta kurangnya aktivitas fisik. Kurangnya asupan makanan disebabkan
oleh anoreksia, depresi, rasa lelah, mual, muntah, sesak nafasm diare, infeksi, dan penyakit
saraf yang menyertai penyakit HIV AIDS. Karena gangguan gizi memegang peranan penting
dalam patogenesis penyakit HIV AIDS, terapi diet dan konsultasi gizi memegang peranan
penting dalam upaya penyembuhan.
Gejala penyakit HIV AIDS. Infejsi oleh HIv akan menyerang sistem kekebalan tubuh. Karena
sel-sel pertahanan tubuh (sel-sel darah putih) semakin lama semakin banyak yang rusak
maka penderita menjadi sangat rentan terhadap semua bentuk infeksi kuman. Pada tahap
akhir, penderita bahkan sudah tidak tahan terhadap kuman-kuman yang secara normal bisa
dibinasakan dengan mudah oleh tubuh.

Penyakit HIV AIDS


HIV adalah suatu virus yang biasanya ditularkan dari satu orang kepada orang lain melalui
kontak seksual. Orang yang telah terinfeksi virus HIV akan terkena penyakit yang disebabkan
oleh virus HIV tersebut, yaitu AIDS. Virus HIV yang telah masuk ke dalam tubuh seseorang

tidak akan menimbulkan gejala-gejala yang terlihat secara fisik sehingga penderitanya
terlihat normal seperti tidak sedang terkena penyakit. Namun, perlu diwaspadai, walaupun
drai luar penderita HIV tampak normal-normal saja, tetapi dia dapat menularkan virus
tersebut kepada orang lain dalam berbagai cara yang mungkin juga tidak disadari oleh
penderita itu.

Cara penularan virus ini bisa bermacam-macam misalnya


melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik berganti-ganti orang, transfusi darah,
bahkan pada ibu hamil yang menularkan kepada bayi yang sedang dikandungnya. Jika virus
HIV telah masuk ke tubuh seseorang baru beberapa tahun kemudian virus ini akan mulai
menyerang sistem kekebalan tubuh pada sel darah putih. Kekebalan tubuh seseorang yang
terinfeksi HIV biasanya akan terus menurun dan kemudian hilang dalam kurun waktu sekitar 5
sampai 10 tahun. Pada saat itulah ciri-ciri seseorang yang terkena HIV baru muncul, seperti
badan yang terus-menerus turun, mengalami diare berkepanjangan, munculnya panas tinggi
yang tidak dapat sembuh, lalu diikuti dengan bercak-bercak kemerahan, dan batuk
berkepanjangan. Setelah mengalami gejala-gejala tersebut, seseorang telah dinyatakan
terkena penyakit AIDS. Setelah kekebalan tubuh seseorang hilang maka penyakit akan mudah
menghinggapi orang tersebut. Penyakit akan terus menerus hingga, sampai suatu saat
mucnul penyakit yang benar-benar berbahaya yang kemudian akan mengakibatkan kematian.

Penularan HIV Pada Manusia


Penularan HIV terjadi melalui kontak dengan cairan mengandung sel terinfeksi atau partikel
virus. Yang dimaksud dengan cairan tubuh di sini adalah darah, semen, cairan vagina,
cairan serebropinal dan air susu ibu. Dalam konsentrasi yang lebih kecil, virus juga
terdapat pada air mata, air kemih dan air ludah.
HIV ditularkan melalui cara-cara berikut:
Hubungan seksual dengan penderita, dimana selaput lendir mulut, vagina atau rektum
berhubungan langsung dengan cairan tubuh yang terkontaminasi.
Suntikan atau infus darah yang terkontaminasi. Hal ini sering terjadi pada saat
transfusi darah, pemakaian jarum bersama-sama atau tidak sengaja tergores oleh jarum yang
terkontaminasi virus HIV.

Pemindahan virus dari yang terinfeksi kepada anaknya sebelum atau selama
proses kelahiran .
Melalui ASI
HIV tidak ditularkan melalui kontak biasa atau kontak dekat yang tidak bersifat seksual di
tempat bekerja, sekolah ataupun dirumah . Belum pernah dilaporkan kasus penularan HIV
melalui batuk atau bersin penderita maupun melalui gigitan nyamuk.

Penyebab Hiv Aids


Terdapat 2 jenis virus penyebab AIDS,V yaitu HIV-1, HIV-2, HIV yang banyak ditemukan di
daerah Barat, Eropa, Afriaka Tengah, Selatan, dan Timur. Sedangkan HIV-2 banyak di temukan
di Afrika Barat.

PENYEBARAN DALAM TUBUH


Supaya terjadi infeksi, virus harus masuk ke dalam sel, dalam hal ini sel darah putih yang
disebut . Materi genetik virus yang dimasukkan ke dalam DNA sel yang terinteksi. Di dalam
sel, Virus berkembng biak pada akhirnya menghancurkan sel serta melepaskan pertikel virus
yang baru. Partikel virus yang baru kemudian menginfeksi limfosit lainnya dan
menghancurkannya.
Virus menempel pada limfosit yang memiliki satu reseptor protein yang disebut CD4, yang
terdapat di selaput bagian luar. Sel-sel yang memiliki reseptor biasanya, disebut sel CD4+ atu
disebut limfosit T penolong. Limfosit T penolong berfungsi mengaktifkan dan menagatur selsel lain pada sistem kekebalan.(misalnya limfosit B, makrofag dan limfosit T stitostik), yang
kesemuanya membantu menghancurkan sel-sel ganas dan organisme asing.
Infeksi HIV menyebabkan hancurnya limfosit T penolong, sehingga teradi kelemahan sistem
tubuh dalam melindungi dirinya terhadap infksi dan kanker.

Seseorang yang terinfeksi HIV akan kehilangan limfosit Tpenolong melalui 3 tahap
selama beberpa bulan atau tahun.
1. Seseorang yang sehat memiliki limfosit CD4 sebanyak 800-1300 sel/mL darah. Pada
beberapa bulan pertama setelah terinfeksi HIV sejumlah sel menurun sebanyak 40-50%.
Selama bulan-bulan ini penderita bisa menularkan HIV kepada orang lain karena banyak
partikel virus yang terdapat dalam luar darah. Meskipun tubuh berusaha melawan virus,
tetapi tubuh tidak mampu meredakan infeksi.
2. Setelah sekitar 6 bulan, jumlah partikel virus didalam darah mencapai kadar yang stabil,
yang berlainan pada setiap penderita. Perusakan sel CD4+ dan penularan penyakit kepada
orang lain terus berlanjut. Kadar partikel virus yang tinggi dak kadar Limfosit CD4+ yang
rendah membantu dokter mendapati orang-orang yang berisiko tinggi menderita AIDS.
3. 1-2 tahun sebelum terjadinya AIDS, jumlah limfosit CD4+ biasanya menurun drastis. Jika
kadarnya turun hingga 200 sel/Ml darah, maka penderita menjadi rentan terhadap infeksi.
Infeksi HIV juga menyebabkan gangguan pada fungsi limfosit B. Limfosit B adalah limfosit
yang menghasilkan antibodi. Seringkali HIV meyebabkan produksi antibodi berlebihan.
Antibodi yang diperuntukkan melawan HIV dan infeksi lain ini banyak membantu dalam
melawan berbagai infeksi oportunistik pada AIDS.
Pada saat yang bersamaan, penghancuran limfosit CD4+ oleh virus menyebabkan
berkurangnya kemampuan Sistem kekebalan tubuh dalam mengenali dan sasaran baru yang
harus diserang.

Penyakit Hiv Aids


INFEKSI HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan infeksi salah satu virus dari
dua jenis virus yang secara progresif merupakan sel-sel darah putih. Kerusakan sel-sel darah
putih atau limfosit menyebabkan AIDS (Aquired Immunodeficiency Snydrome) dan
penyakit lainnya sebagai dari gangguan kekebalan tubuh.

Pada Awal tahun 1980, para peneliti menemukan peningkatan mendadak dari 2 jenis penyakit
di kalangan kaum homoseksual di Amerika.

Kedua penyakit itu adalah Sarkome Kaposi (sejenis kanker yang jarang terjadi) dan
Pneumonia Pnemokista (sejenis Peumonia yang hanya terjadie pada penderita gangguan
sistem kekebalan).
Kegagalan sistem kekebalan tubuh yang mengakibatkan timbulnya 2 jenis penyakit yang
jarang ditemui ini sekarang dikenal dengan AIDS .

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


( RPP ke 3 )

Nama Sekolah

: SMK TERPADU BHAKTI INDONESIA

Mata Pelajaran

: Dasar-dasar Farmakologi

Kelas/Semester

: X / satu

Standar Kompetensi

: Menjelaskan perjalanan obat dalam tubuh

Kompetensi Dasar

: Menghubungkan perjalanan obat dengan nasib obat dalam tubuh

Alokasi Waktu

: 3 x 2 Jp

I. Tujuan Pembelajaran :
Siswa dapat :
1. Memahami tentang Aspek-aspek Biofarmasi
2. Memahami dan menjelaskan tentang perjalanan obat dalam tubuh
II. Materi Ajar :
1. Menjelaskan aspek-aspek biofarmasi
2. Menjelaskan farmakokinetik
3. Menjelaskan farmakodinamik
III. Metode Pembelajaran :

1. Pendekatan : Saintifik
2. Model
: Discovery Learning
3. Metode
: Diskusi, Penugasan, Presentasi, sharing.
IV. Langkah- langkah Pembelajaran :
A. Pertemuan 1
Materi :
1. Menjelaskan aspek-aspek Biofarmasi
Pendahuluan :
1. Memberikan salam
2. Memimpin doa
3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas
4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran
5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1Secara umum memberikan penjelasan mengenai Aspek-aspek Biofarmasi
5.2 Menjelaskan proses didalam Biofarmasi meliputi fase Biofarmasi,fase
Farmakokinetik,dan fase Farmakodinamik
Kegiatan Inti :

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi guru :


Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
Aspek-aspek Biofarmasi
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
formulasi obat dan FA ( Farmaceutical Availability )serta Bio-A
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai aspek-aspek Biofarmasi

Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan contoh pemahaman tentang
FA dan Bio Availability ( Bio-A ).

Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk
memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan
bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan
siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan
masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan
dan rasa percaya diri peserta didik.

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan
Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian
pustaka
Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama.

B. Pertemuan 2
Materi :
1. Menjelaskan FarmakokinetiK
Pendahuluan :
1. Memberikan salam
2. Memimpin doa
3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas
4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran
5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1 Secara menyeluruh menjelaskan tentang prinsip-prinsip Farmakokinetika
5.2 menjelaskan proses Absorbsi,Distribusi,Metabolisme dan Ekskresi
Kegiatan Inti :

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi guru :

Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
aspek-aspek Farmakokinetika
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
Absorbsi,Distribusi,Metabolisme dan Ekskresi
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai aspek-aspek
Farmakokinetika
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan contoh pemahaman tentang
Farmakokinetika.

Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk
memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan
bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan
siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan
masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan
dan rasa percaya diri peserta didik.

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan
Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian
pustaka
Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama.

C. Pertemuan 3
Materi :
1. Menjelaskan Farmakodinamik
Pendahuluan :
1. Memberikan salam
2. Memimpin doa
3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas
4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran
5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :

5.1 Secara menyeluruh menjelaskan tentang prinsip-prinsip Farmakodinamika


5.2 Menjelaskan tentang mekanisme kerja obat dan efek terapeutik
5.3 Menjelaskan tentang Placebo,efek yang tidak diinginkan dan efek toksis
5.4 Menjelaskan tentang Resistensi,Dosis,kombinasi dan Interaksi obat
Kegiatan Inti :

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi guru :


Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
aspek-aspek Farmakodinamika
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
mekanisme kerja sampai interaksi obat
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai aspek-aspek
Farmakodinamika
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan contoh pemahaman tentang
Farmakodinamika dan prinsip-prinsipnya.

Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk
memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan
bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan
siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan
masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan
dan rasa percaya diri peserta didik.

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan
Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian
pustaka
Melakukan test/pertanyaan yang berhubungan dengan materi di atas
Memberikan tugas individual agar siswa mampu memahami dan menjelaskan
perjalanan obat dalam tubuh
Menyampaikan topik materi yang akan datang

Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama.

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar :
Modul bahan ajar,bahan ajar yang relevan ( Internet ),LCD
VI. Penilaian :
A. Tes tertulis
B. Tugas

Mengetahui,

Pati,05 Januari 2015

Kepala SMK TERPADU BHAKTI INDONESIA

Guru mata pelajaran

Suntoro,S.Pd.,M.M.

Luwih Utomo

VII. Materi Pembelajaran

ASPEK-ASPEK BIOFARMASI
BIOFARMASI adalah Ilmu yang mempelajari pengaruh pembuatan sediaan atas kegiatan
terapeutik obat.
Efek obat tidak saja tergantung pada faktor farmakologi,melainkan juga pada bentuk
pemberian dan formulasinya(komposisinya). Faktor-faktor formulasi yang dapat merubah efek
obat dalam tubuh adalah :
1. Bentuk fisik zat aktif ( Amorf,kristal atau kehalusan )
2. Keadaan kimiawi ( ester,garam,garam komplek dsb )
3. Zat pembantu ( pengisi,pelekat,pelicin,pelindung dsb )
4. Proses tehnik yang digunakan untuk membuat sediaan ( tekanan
tablet,mesin,emulgator dsb )
Sebelum obat diberikan ke pasien pada tujuannya tubuh sebagai tempat bekerjanya atau
target-site,obat harus mengalami banyak proses. Selama proses ini melalui beberapa tahap
yaitu :
a) Fase Biofarmasi
b) Fase Farmakokinetika
c) Fase Farmakodinamika
Perhatikan Skema berikut ini untuk obat dalam bentuk tablet

Fase Biofarmasi
Farmakodinamika
Tablet
Zat aktif

Tab pecah
membentuk
granul,ZA lepas
dan larut

Fase Farmakokinetik

dgn kandungan
untuk Resorpsi

Interaksi
dgn
Reseptor
ditempat
kerja

Fase

Absorpsi
obat tersedia
obat
tersedia
untuk bekerja metabolis
me
distribusi
ekskresi

Farmaceutical Availability Biological Availability

efek

1. Formulasi obat dan Farmaceutical Availability ( F A )


Farmaceutical Availability merupakan ukuran bagian obat yang dilepaskan dari bentuk
pemberiannya hingga tersedia untuk proses Resorpsi. Bentuk pemberian Tablet
memerlukan ukuran waktu yang lebih lama dari pada sediaan sirup ( FA tablet lebih besar
ketimbang FA sirup ).

Keterangan :
Tablet ditelan kemudian dilambung pecah menjadi bentuk granul kecil yang terdiri dari Zat
aktif dan zat pengisi. Kemudian granul tersebut pecah menjadi granul yang lebih
kecil,sehingga Zat aktif terlepas. Dan jika daya larutnya cukup besar granul tersebut akan
larut dalan cairan lambung atau usus.
2. Biological Availability ( Bio A )
Adalah prosentase obat yang di Resorpsi tubuh dari suatu dosis yang diberikan sehingga
menghasilkan efek terapeutiknya.
3. Kesetarakan terapeutik
Adalah syarat yang harus dipenuhi oleh suatu obat patent yang meliputi : kecepatan
larutnya,serta jumlah kadar yang harus dicapai
Kesetaraan terapeutik dapat terjadi pada produksi pabrik yang berbeda,dan pada batch
yang berbeda pula.
4. Bio Assay dan standardisasi
Bio Assay adalah cara menentukan aktivitas dengan menggunakan makhluk hidup,misal
binatang percobaan.
Standardisasi adalah kekuatan obat dinyatakan dengan satuan-satuan standar
Internasional yang dikeluarkan oleh WHO.

PRINSIP-PRINSIP FARMAKOKINETIKA
PROSES Farmakokinetik adalah keseluruhan proses yang dialami molekul obat,mulai dari
masuknya obat ke dalam tubuh sampai hilangnya obat yang mencakup proses
Absorpsi,Distribusi,Metabolisme ( Biotransformasi ) dan Ekskresi. Proses ADME biasanya
bersamaan waktunya ( simultan ) secara langsung maupun tidak langsung biasanya meliputi
perjalanan obat melalui sel membran. Obat melalui sel membran dengan dua cara,yaitu :
1. Transfer pasif
- Pada transfer pasif,membran tidak berperan aktif dalam transfer obat melalui membran
tersebut.
Transfer dilakukan tanpa menggunakan energi
Contoh :
- Filtrasi dari air dan zat hydrofil dan
- Difusi dari Ion An-Organik dan Zat lypofil
2. Transfer aktif khusus
- Proses ini ditandai oleh sifat selektif dari membran,kejenuhan dan kebutuhan energi.
-

Transport secara aktif memerlukan energi.


Setelah melalui membran, obat dilepaskan lagi
Contoh :
- Pengangkutan dari zat alami seperti Glukosa,asam amino,asam lemak,garam besi,Vit B1
B2 dan B12,dimana pengangkutan dilakukan dengan mengikat zat hydrofil pada enzym

pengikat spesifik.
A. Absorpsi
Proses Absorpsi sangat penting dan menentukan efek obat.pada umumnya obat yang tidak di
absorpsi tidak menimbulkan efek,kecuali Antasida dan obat yang bekerja lokal. Proses
absorpsi terjadi di berbagai tempat pemberian obat,yaitu melalui alat cerna,otot rangka,paruparu,kulit dsb.
Absorpsi dipengaruhi oleh beberapa faktor,antar lain :
1. Kelarutan obat ( sifat fisika dan kimia obat )
2. Kemampuan difusi melintasi sel membran
3. Konsentrasi obat
4. Sirkulasi pada letak absorpsi
5. Luas permukaan kontak obat ( absorbing surface )
6. Bentuk obat ( tablet,capsul atau cairan )
7. Rute pemakaian obat ( cara pemberian )
1. Kelarutan obat
Agar dapat di absorpsi,obat harus dalam larutan. Obat yang diberikan dalam larutan akan
lebih cepat di absorpsi ketimbang obat yang harus larut dulu dalam cairan badan sebelum
di absorpsi. Obat yang sukar larut akan sukar di absorpsi pada saluran Gastro-Intestinal.
2. Kemampuan difusi melintasi sel membran
Makin mudah terjadi difusi akan makin cepat melintasi sel membran,makincepat pula obat
di absorpsi.
3. Konsentrasi obat
Makin tinggi konsentrasi obat dalam larutan,makin cepat di absorpsi
4. Sirkulasi pada letak absorpsi
Pada letak absorpsi yang mengandung lebih banyak pembuluh darah,maka absorpsi obat
akan lebih cepat dan lebih banyak. Pada injeksi anaestesi lokal dimana ditambah adrenalin
yang menyebabkan Vasokonstriksi,maksudnya agar absorpsi obat di perlambat supaya
memberi efek lama.
5. Luas permukaan kontak obat
Obat akan diabsorpsi cepat oleh tubuh yang mempunyai struktur permukaannya besar. Jadi
absorpsi akan cepat terjadi pada endothelium paru-paru,rongga perut dan dari mukosa
usus ( Intestin ). Pada usus kecil terdapat banyak Villi yang mengakibatkan luas
permukaan absorpsi menjadi sangat besar sehingga absorpsi lebih cepat dibanding melalui
perut.

6. Bentuk obat
Kecepatan absorpsi obat tergantung pada kecepatan pelepasan obat dari bahan pembawa
( Vehicle ) dan kecepatan kelarutan obat. Dibawah ini urut-urutan kecepatan pelepasan
obat dari bentuk obat per-oral,yaitu :
larutan dalam airsuspensiserbukkapsultablet salut gulatablet salut enterik.
Beberapa hal dimana bentuk obat mempengaruhi absorpsi :
6.1
Absorpsi obat dapat diperpanjang dengan penggunaan bentuk obat long-acting
6.2
Kecepatan absorpsi injeksi dapat diturunkan dengan menggunakan suspensi atau
emulsi, obatnya dibuat kurang larut seperti garam Procain P.G,menggunakan gelatin
6.3
6.4

dan Dektrose yang memperlambat absorpsi.


Absorpsi obat dapat dipercepat dengan memperkecil ukuran partikel obat
Jumlah dan sifat bahan pengikat dan penghancur,tekanan tablet mempunyai

pengaruh terhadap absorpsi obat dari bentuk sediaan obat.


7. Route cara pemakaian obat
Rute cara pemakaian obat adalah :
7.1
Melalui mulut
7.2
Melalui Sublingual
7.3
Melalui Rectal
7.4
Melalui Parental
7.5
Melalui Endotel paru-paru
7.6
Melalui pemberian Topical pada kulit
7.7
Melalui Urogenital
7.8
Melalui Vaginal
B. Distribusi
Obat setelah diabsorpsi akan tersebar melalui sirkulasi darah ke seluruh tubuh dan harus
melalui membran sel agar mencapai tepat pada letak dari aksi. Molekul obat yang mudah
melintasi membran sel akan mencapai semua cairan tubuh baik intra-sel maupun ekstrasel,sedang obat yang sulit menembus membran sel penyebarannya umumnya terbatas pada
cairan ekstra-sel. Kadang beberapa obat mengalami kumulasi selektif pada beberapa organ
dan jaringan tertentu karena proses transport aktif,pengikatan dengan zat-zat tertentu atau
daya larut yang lebih besar dalam lemak. Kumulasi demikian berfungsi sebagai gudang obat
( ialah protein plasma,umumnya Albumin,jaringan ikat
C. Metabolisme ( Biotransformasi )
D. Ekskresi

PRINSIP-PRINSIP FARMAKODINAMIKA
Farmakodinamika adalah Ilmu yang mempelajari cara kerja obat dan efeknya terhadap
berbagai fungsi organ dan reaksi biokimia. Harus dibedkan antar kerja obat dan efek obat.
1. Mekanisme kerja obat
Seumpama kita memberikan obat suatu Analgetika-Antipiretika,maka efeknya adalah
penurunan suhu badan pada keadaan demam dan emningkatkan ambang nyeri,maka
dinamakan efek obat. Teori Reseptor mengatakan bahwa obat hanya dapat menimbulkan
efeknya apabila terjadi interaksi antara molekulnya dengan molekul tubuh atau kuman.
Tempat-tempat terjadinya hipotesis ini dinamakan reseptor-reseptor bagi obat didalam
organisme.
Ada beberapa mekanisme kerja lain tanpa pengikatan pada reseptor ,yaitu :

a) Secara fisika,misal anaestetik,laxantia dan diuretik osmotic.


Obat ini dianggap melarut dalam lemak dari membran sel,yang karenanya berubah
sedemikian rupa sehingga transport normal dari oksigen dan zat-zat gizi
terganggu,akibatnya hilangnya perasaan.
b) Secara kimiawi,misal Antasida lambung. Antasida ini dapat mengikat asam lambung yang
berlebihan dengan reaksi netralisasi kimiawi.
c) Secara kompetisi,yaitu dengan antagonis saingan,misal pada pemakaian sulfa
d) Dengan proses metabolisme berbagai macam,misal antibiotika mengganggu
pembentukan dinding sel.
Dapat digambarkan mekanisme kerja obat dengan efeknya dalam bagan sbb:
O + R <-------------------OR------------------ efek
Dalam bagan diatas dapat terlihat bahwa yang dimaksud dengan mekanisme kerja obat
adalah akibat langsung penggabungan molekul obat ( O ) dengan suatu Reseptor ( R )
atau zat Reseptif.
Bila Reseptor itu suatu enzym,maka hasilnya berupa penghambatan atau perangsangan
enzym tersebut. Setelah obat-Reseptor ( OR ) terbentuk,kemungkinan besar terjadi reaksi
berantai,sehingga timbul perubahan fungsi organ tertentu yang dinamakan efek obat.
Reseptor obat adalah makro molekul yang bergabung dengan obat dan penggabungan ini
merupakan reaksi permulaan dalam suatu rangkaian reaksi yang akhirnya timbul efek.
2. Efek terapeutik
Tidak semua obat bersifat menyembuhkan penyakit,banyak diantaranya hanya
meniadakan atau meringankan gejalanya. Oleh karena itu,kita dapat membedakan 3 jenis
pengobatan,yaitu :
2.1

terapi kausal, hanya penyebeb penyakit,khususnya pemusnahan kuman atau


parasit. Misal : Antibiotica,Sulfonamida,Anti Malaria,Anthelmintica.

2.2

terapi simptomatis,hanya gejala penyakit,diobati dan diringankan,sebabnya yang


lebih mendalam tidak dipengaruhi,misal : Analgeticum pada Rheumatik,Anti
Hypertensi dan Cardiotonica.

2.3

terapi substitusi,obat yang menggantikan zat yang lainnya dibuat oleh organ yang
sakit,misal : Insulin pada Diabetes,Estrogen pada Hypofungsi Ovarium dan Obatobat hormon lainnya.

Untuk dapat memperpanjang efek dapat digunakan beberapa cara antar lain :

menggunakan minyak sebagai pelarutnya untuk zat hydrofil,mis : Hormon


kelamin,Penisillin dsb

memperkecil daya larut dengan menggabungkan zat yang lain,mis : Protamin Zinc Insulin

menggunakan kristal yang lebih kasar,mis : Insulin

menambah zat Vasokonstriktor ( zat penciut Pembuluh )agar penyebaran obat


diperlambat,mis : Adrenalin pada Procain.

3. Placebo
Placebo adalah suatu cara di Kefarmasian yaitu menggunakan suatu zat yang tidak
mempunyai efek Farmakodinamik untuk maksud tertentu.
a. Pada dasarnya merupakan cara pengobatan dengan sugesti yang seringkali
menghasilkan efek mengagumkan. Efek Placebo nyata pada pasien yang sedang
mendapat terapi dengan Hypnotica,Sedativa juga Analgetika dll.
b. Digunakan dalam uji klinis. Tahap terakhir dalam rangkaian penelitian obat adalah uji
klinis,salah satu teknik uji klinis dengan cara uji tersamar ganda. Digunakan 3 macam
zat yaitu obat yang akan dinilai,obat standart dan Placebo,dimana bentuk,warna,rasa

harus sama sehingga tidak dapat dibedakan. Placebo tersebut diperlukan untuk
mengukur efek Placebo pada kelompok pasien yang diobati.
c. Dapat juga sebagai pelengkap dalam suatu pemberian obat-obatan tertentu,mis : Pil KB.
Pil KB harus diminum tiap hari,maka diupayakan sejumlah tablet Placebo yang hanya
berisi zat Inaktif ( mis : Glukosa ) yang tetap diminum walau masa Menstruasi, sebagai
pelengkap tablet yang berisi zat aktif ( hormon ) yang diminum sesuai petunjuk.
4. Efek-efek obat yang tidak diinginkan
a. Efek samping/side effect
Adalah suatu khasiat obat yang tidak diinginkan untuk tujuan terapi yang
dimaksud pada dosis yang dianjurkan.
b. Idiosinkrasi
Adalah peristiwa dimana suatu obat yang memberikan efek yang secara
kwalitatif total berlainan dengan efek normalnya.
c. Allergi
Adalah peristiwa terjadinya reaksi antara Antigen dan Antibodi,karena tubuh
telah kelebihan Antibodies.
d. Fotosensitasi
Adalah kepekaan berlebihan untuk cahaya yang diakibatkan penggunaan obat.
5. Efek toksis
Setipa obat dalam dosis yang cukup tinggi dapat menunjukan efek toksis. Pada umumnya
reaksi toksis berhubungan langsung dengan tingginya Dosis,dengan mengurangi Dosis
dapat mengurangi efek.
Salah satu efek toksis misal efek teratogen yaitu : efek yang ditimbulkan oleh obat pada
dosis terapeutik untuk ibu mengakibatkan cacat pada bayi. Obat yang dicurigai
mempunyai efek teratogen adalah Barbital,Antacida lambung,Asetosal,Amfetamin,Besi
dan Sulfonamid
6. Toleransi
Adalah peristiwa dimana dosis obat harus dinaikan terus menerus untuk mencapai efek
terapeutik yang sama. Macam-macam toleransi :
a. Toleransi Primer ( bawaan ),terdapat pada sebagian orang dan binatang tertentu,mis :
kelinci yang toleran terhadap Atropin.
b. Toleransi secunder ( yang diperoleh ),bisa timbul setelah obat digunakan untuk
beberapa waktu,organisme menjadi peka terhadap obat tsb. Hal ini disebut Habituasi
atau kebiasaan.
c. Toleransi silang,dapat terjadi antara zat-zat dengan struktur kimia serupa atau dengan
zat yang berlainan.
d. Tachyfylaxis,adalah toleransi yang timbul dengan pesat sekali,apabila pemberian obat
diulangi dalam waktu pendek.mis : Ephedrin yang paling sering menyebabkan
Tachyfylaxis.
Habituasi dapat terjadi beberapa cara,yaitu dengan :
-

Induksi enzym,mis : Barbital dan Phenilbutason menstimulir terbentuknya enzym yang


menguraikan obat-obat tsb.

Reseptor-reseptor sekunder yang terbentuk ekstrak oleh obat tertentu,mis : Morfin.


Dengan demikian jumlah molekul obat menempati reseptor-reseptor dimana efek yang
terjadi akan menurun.

Penghambatan Resorpsi setelah pemberian oral,mis : habituasi untuk preparat-preparat


Arsen.

Adiksi atau ketagihan berbeda dengan Habituasi dalam 2 hal,yakni :


a) Adanya ketergantungan jasmaniah dan rohaniah.

b) Penghentian pengobatan akan menimbulkan efek hebat secara fisik dan mental.
7. Resistensi Bakteri
Keadaan dimana bakteri telah menjadi kebal terhadap obat,obat tidak dapat bekerja lagi
terhadap kuman-kuman tertentu,yang memiliki daya tahan yang lebih kuat. Dikenal
beberapa jenis Resistensi bakteri,yaitu :
7.1

Resistensi bawaan ( Primer ),yang secara alamiah sudah terdapat pada kuman,mis :
adanya enzym yang dapat menguraikan Antibiotika. Ada pula bakteri yang dinding
selnya menjadi tidak dapat ditembus obat,mis : bakteri Tubercolosa dan Lepra.

7.2

Resistensi yang diperoleh ( sekunder ) adalah akibat kontak dari kuman dengan
Kemoterapeutika dan biasanya disebabkannya oleh terbentuknya secara spontan
jenis-jenis dengan ciri-ciri yang berlainan.

Cara lain utnuk menjadi Resisten antar lain :


-

Adaptasi,mis : menyesuaikan Metabolisme

Adaptasi,mis : memperkuat dinding sel

Adaptasi,mis : melepas dinding sel

Resisten dapat dihindarkan apabila menggunakan pen-takaran obat yang relatif tinggi
atau dengan mengkombinasikan obat lebih dari dua macam.
8. Dosis
Yaitu jumlah takaran obat yang harus diberikan pada pasien untuk menghasilkan efek
yang diinginkannya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi dosis,antara lain :
a. Usia/umur
Rumus perhitungan dosis anak
1.
a.

Menurut perbandingan umur orang dws


Rumus Young : untuk anak kurang dari 8 tahun
Da =

x Ddws

n + 12
b.

Rumus Dilling : utk anak lebih dari 8 tahun


Da =

Ddws

20
c.

Rumus fried : untuk bayi (0-12 bln)


Da =

x Ddws

150

Umur pasien merupakan suatu pertimbangan yang penting untuk menentukan dosis

obat, khususnya anak-anak dan orang lanjut usia (>65 tahun).


Anak-anak
Anak-anak bukan dewasa kecil dimana adanya perbedaan dalam kemampuan
farmakokinetik dan farmakodinamik obat, sehingga harus diperhitungkan dosis obat

yang diberikan. Factor-faktor yang harus diperhatikan :


total body water,
protein plasma,
fungsi ginjal dan hati.

Sebagai contoh chloramfenikol dimetabolisme oleh enzim glukoronidase yang ada di hati
dimana pada bayi enzim tersebut belum lengkap sehingga timbul akumulasi
khloramfenikol menimbulkan grey sindrom. Dimana bayi Prematur biasanya
hiperreactif/peka terhadap obat,karena enzym untuk biotransformasi dan fungsi ginjal
belum sempurna.

Usia lanjut

Pada orang usia lanjut kebanyakan fungsi fisiologisnya mulai berkurang seperti proses
metaboliknya lebih lambat, laju filtrasi glomerulus berkurang, kepekaan/respon
reseptor (factor farmakodinamik) terhadap obat berubah, kesalahan minum obat lebih
kurang 60 % karena penglihatan, pendengaran telah berkurang dan pelupa, efek
samping obat 2-3 kali lebih banyak dari dewasa, maka dosis obat perlu diturunkan.
Maka bagi orang tua dianjurkan dosis yang lebih rendah sbb :
Usia 65-74,dosis biasa-----10 %
Usia 75-84,dosis biasa ----20 %
Usia 85 lebih,dosis biasa30 %
b. Berat Badan
Pasien obesitas mempunyai akumulasi jaringan lemak yang lebih besar, dimana
jaringan lemak mempunyai proporsi air yang lebih kecil dibandingkan dengan jaringan
otot. Jadi pasien obese mempunyai proporsi cairan tubuh terhadap berat badan yang
lebih kecil daripada pasien dengan berat badan normal, sehingga mempengaruhi
volume distribusi obat..
Rumus Clark
Da = W anak

x Ddws

W dewasa
atau
Da =

W x Dw
70

c. Jenis Kelamin
Wanita dianggap lebih sensitive terhadap pengaruh obat dibandingkan pria. Karena
umumnya berat badan wanita kurang dari laki-laki. Perbedaan Intensitas efek obat
dapat juga terjadi karena perbedaan hormonal. Pemberian obat pada wanita hamil juga
harus mempertimbangkan terdistribusinya obat ke janin seperti pada obat-obat
anestesi, antibiotic, barbiturate, narkotik, dan sebagainya yang dapat menyebabkan
kematian janin atau kerusakan kongenital.
d. Luasnya/besarnya permukaan ( cara pemberian )
Waktu ketika obat itu dipakai kadang-kadang mempengaruhi dosisnya. Hal ini terutama
pada pemberian obat melalui oral dalam hubungannya dengan kemampuan absorpsi
obat oleh saluran cerna dengan adanya makanan. Cara pemberian dosis juga
mempengaruhi perbedaan Absorpsi. Ada beberapa obat yang efektif bila dipakai
sebelum makan atau sesudah makan. Untuk obat-obat yang mengiritasi lambung &
saluran cerna lebih baik dipakai segera sesudah makan. Untuk pemberian dosis
Intravena biasanya lebih kecil ketimbang pemberian Subcutan dan oral.
e. Bentuk sediaan dan cara pemakaian
Dosis obat dapat berbeda-beda tergantung pada bentuk sediaan yang digunakan dan
cara pemakaian. Hal ini disebabkan oleh perbedaan kecepatan dan luasnya absorpsi
obat. Seperti bentuk sediaan tablet memerlukan proses desintegrasi dan disolusi lebih
dahulu sebelum diabsorpsi sehingga dosisnya lebih besar dibandingkan bentuk sediaan
larutan. Cara pemberian obat juga akan mempengaruhi proses farmakokinetik. Obat
yang diberikan sesudah makan,absorpsinya lebih lambat dan tidak sempurna,sehingga
efek terapi tidak tercapai. Obat yang dimaksudkan untuk memberikan efek cepat
sebaiknya ditelan sebelum makan,seperti : Analgetica,Antibiotika dan Tonica. Obat

9.1

yang dapat merangsang mucosa lambung sebaiknya diminum sesudah makan,mis :


semua Corticosteroid,Anti Diabetica,Garam-garam
Ferro,Anthelminticum,Antasida,Vasodilator,Khemoterapetika.
f.

Beratnya penyakit
Kondisi patologi seperti pasien dengan fungsi ginjal & hati yang rusak/ terganggu akan
menyebabkan proses metabolisme obat yang tidak sempurna. Sebagai contoh
pemberian tetrasiklin pada keadaan ginjal/hati rusak akan menyebabkan
terakumulasinya tetrasiklin dan terjadi kerusakan hati. Maka harus dipertimbangkan
dosis obat yang lebih rendah dan frekuensi obat diperpanjang

g. Kecepatan Biotransformasi dan Ekskresi obat


Gangguan fungsi hepar dan ginjal memperlambat eliminasi obat tertentu sehingga
dosis obat harus dikurangi untuk mencegah terjadinya keracunan.
h. Faktor Genetika
Faktor genetika dapat mempengaruhi efek obat. Cabang Farmakologi yang
mempelajari pengaruh Genetika terhadap efek obat disebut Farmakogenetika. Mis :
TBC
i.

Interaksi obat
Efek suatu obat dapat dipengaruhi oleh terdapatnya obat lain. Pengaruhnya dapat
menguntungkan atau merugikan bagi tubuh. Terjadinya interaksi obat harus
diperhitungkan bila menggunakan dua obat atau lebih,bila perlu dosis harus
disesuaikan untuk mendapatkan efek yang diinginkannya.

j.

Toleransi
Efek toleransi obat yaitu obat yang dosisnya harus diperbesar untuk menjaga respon
terapi tertentu. Toleransi ini biasanya terjadi pada pemakaian obat-obatan seperti
antihistamin, barbiturate & anagetik narkotik

k. Variasi Biologik
Setiap individu mempunyai sifat-sifat khas yang mungkin menyebabkan perbedaan
reaksi terhadap obat. Perberdaan ini disebut Variasi Biologik.
Orang yang dengan dosis kecil saja sudah mendapatkan efek yang diinginkan disebut
bersifat Hiper-reaktiv. Sedangkan seseorang dengan kebutuhan dosis besar untuk
mendapatkan efek yang diinginkan disebut Hypo-reaktiv.
9. Kombinasi obat
Dua obat yang dipergunakan secara bersamaan dapat saling mempengaruhi masingmasing,yaitu :
Antagonisme
Dimana kegiatan obat pertama dikurangi atau ditiadakan sama sekali oleh obat ke
dua,karena mempunyai khasiat Farmakologi bertentangan,mis :

Barbital dan Strychni

Adrenalin Dan Histamin

9.2

Hal ini dapat disebabkan karena mempunyai reseptor yang sama,sehingga terjadi
persaingan ( kompetitif )
Sinergisme
Dimana kekuatan obat pertama diperkuat dengan kekuatan obat ke dua,karena efek
Farmakologinya searah. Bila jumlah kekuatan sama dengan jumlah kekuatan
masing-masing disebut Adisi atau sumasi.
Mis: Asetosal dan Paracetamaol
9.2.1Adisi dan Sumasi, adalah Bila jumlah kekuatan sama dengan jumlah kekuatan
masing-masing obat.
Mis: Asetosal dan Paracetamaol

9.2.2Potensiasi,adalah bila jumlah kekuatan lebih besar dari kekuatan masing-masing


obat.
Mis : Estrogen dan Progesterogen
trimetoprim dan Sulfametoksazol
Analgetik dan Sedativa

Keuntungan obat kombinasi


Kombinasi obat sering menjadi perbandingan tetap,dengan maksud :
a. Mengadisi kerja terapeutik tanpa mengadisi efek buruk dan mengurangi toksisitas
masing-masing,mis : Trisulfa.
b. Menghambat terjadinya Resistensi,mis Rifampisin dengan INH
c. Untuk memperoleh Potensiasi,mis : Kotrimoksazol
d. Pada infeksi campuran,mis : Ampisllin dengan kloksasillin.
Pada umumnya dengan penggunaan kombinasi lebih dari dua obat,terutama dengan
kemoterapeutik/Antibiotika tidak dianjurkan
Kerugian dengan obat kombinasi
a. Pemborosan
b. Takaran masing-masing obat belum tentu sesuai dengan kebutuhan,sedangkan takaran
obat tidak dapat dirubah tanpa mengubah pula dosis yang lainnya.
c. Pada kombinasi tetap kecenderungan diagnosa tidak tepat,dan mempermudah
terjadinya Resistensi beberapa jenis Kuman.
10.Interaksi obat
Bila seorang pasien menggunakan dua atau lebih obat dalam waktu
bersamaan,kemungkinan besar akan terjadi interaksi antara obat-obat tersebut di dalam
tubuh. Seperti :
10.1

10.2

10.3

Interaksi kimia
Obat bereaksi dengan obat lain secara kimiawi,mis :
- Pengikatan Phenytoinum oleh Kalsium
- Pengikatan Penicillin oleh Cu,Pb dan Au
- Pengikatan Tetracyclin oleh logam bervalensi dua
Kompetisi untuk protein Plasma
Obat mendesak ke obat lain dari ikatannya pada protein,sehinggamemperkuat,mis :
Analgetika mendesak Antikoagulan.
Induksi enzym
Obat yang menstimulir pembentukan enzym hati,sehingga mempercepat
perombakan obat lain,mis : Hipnotika dan obat-obat Rheumatika mengurangi

10.4

kegiatan Phenytoinum.
Inhibisi enzym
Zat yang mengganggu fungsi hati dan enzym-enzymnya,mis : kombinasi Alkohol
dengan obat-obat lain ( pada Elixir )

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


( RPP ke 4 )
Nama Sekolah

: SMK TERPADU BHAKTI INDONESIA

Mata Pelajaran

: Dasar-dasar Farmakologi

Kelas/Semester

: X / satu

Standar Kompetensi

: Menjelaskan penyakit-penyakit yang bersifat simptomatis

Kompetensi Dasar

: Merinci penyakit simptomatis

Alokasi Waktu

: 3 x 2 Jp

I. Tujuan Pembelajaran :
Siswa dapat :
1. Memahami tentang penyakit simptomatis
2. Memahami dan menjelaskan tentang penyakit-penyakit simptomatis
3. Mengidentifikasi tentang penyakit simptomatis
II. Materi Ajar :
1. Menjelaskan penyakit yang bersifat simptomatis
2. Menyebutkan contoh-contoh penyakit yang bersifat simptomatis
III. Metode Pembelajaran :

1. Pendekatan : Saintifik
2. Model
: Discovery Learning
3. Metode
: Diskusi, Penugasan, Presentasi, sharing.
IV. Langkah- langkah Pembelajaran :
Materi :
1. Penyakit simptomatis
2. Merinci penyakit simptomatis
Pendahuluan :
1. Memberikan salam
2. Memimpin doa
3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas
4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran
5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1 Secara umum memberikan pemahaman tentang penyakit simptomatis
5.2 Menjelaskan dan merinci penyakit simptomatis
Kegiatan Inti :

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi guru :


Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
penyakit simptomatis
Guru memandu siswa untuk menyimak dan merinci kajian literatur tentang penyakit
simptomatis
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai penyakit simptomatis

Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan contoh tentang penyakit
simptomatis.

Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk
memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan
bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan
siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan
masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan
dan rasa percaya diri peserta didik.

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan
Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian pustaka
Melakukan test/pertanyaan yang berhubungan dengan materi di atas
Memberikan tugas individual agar siswa agar mampu memahami dan
menjelaskan tentang penyakit simptomatis
Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama.

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar :
Modul bahan ajar,bahan ajar yang relevan ( Internet ),LCD
VI. Penilaian :
A. Tes tertulis
B. Tugas

Mengetahui,

Pati,05 Januari 2015

Kepala SMK TERPADU BHAKTI INDONESIA

Guru mata pelajaran

Suntoro,S.Pd.,M.M.

Luwih Utomo

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


( RPP ke 5 )
Nama Sekolah

: SMK TERPADU BHAKTI INDONESIA

Mata Pelajaran

: Dasar-dasar Farmakologi

Kelas/Semester

: X / satu

Standar Kompetensi

: Menjelaskan penyakit-penyakit yang bersifat kausal

Kompetensi Dasar

: Merinci penyakit kausal

Alokasi Waktu

: 3 x 2 Jp

I. Tujuan Pembelajaran :
Siswa dapat :
1. Memahami tentang penyakit simptomatis
2. Memahami dan menjelaskan tentang penyakit-penyakit simptomatis
3. Mengidentifikasi tentang penyakit simptomatis
II. Materi Ajar :
1.

Menjelaskan penyakit yang bersifat causal

2.

Menyebutkan / merinci penyakit yang bersifat causal

III. Metode Pembelajaran :

1. Pendekatan : Saintifik
2. Model
: Discovery Learning
3. Metode
: Diskusi, Penugasan, Presentasi, sharing.
IV. Langkah- langkah Pembelajaran :
Materi :
1. menjelaskan penyakit yang bersifat Causal
2. Merinci penyakit yang bersifat Causal
Pendahuluan :
1. Memberikan salam
2. Memimpin doa
3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas
4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran
5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1Secara umum memberikan pemahaman tentang penyakit yang bersifat Causal
5.2Menjelaskan dan merinci penyakit yang bersifat Causal
Kegiatan Inti :

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi guru :


Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
penyakit yang bersifat Causal
Guru memandu siswa untuk menyimak dan merinci kajian literatur tentang penyakit
yang bersifat Causal

Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai penyakit yang bersifat
Causal
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan contoh tentang penyakit yang
bersifat Causal.

Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk
memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan
bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan
siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan
masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan
dan rasa percaya diri peserta didik.

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan
Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian pustaka
Melakukan test/pertanyaan yang berhubungan dengan materi di atas
Memberikan tugas individual agar siswa agar mampu memahami dan
menjelaskan tentang penyakit yang bersifat Causal
Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama.

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar :
Modul bahan ajar,bahan ajar yang relevan ( Internet ),LCD
VI. Penilaian :
A. Tes tertulis
B. Tugas

Mengetahui,

Pati,05 Januari 2015

Kepala SMK TERPADU BHAKTI INDONESIA

Guru mata pelajaran

Suntoro,S.Pd.,M.M.

Luwih Utomo

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


( RPP ke 6 )
Nama Sekolah

: SMK TERPADU BHAKTI INDONESIA

Mata Pelajaran

: Dasar-dasar Farmakologi

Kelas/Semester

: X / satu

Standar Kompetensi

: Menjelaskan kelainan penyakit ketagihan/ketergantungan obat, yang


ditimbulkan karena akibat memakai narkoba

Kompetensi Dasar

: Merinci penyakit yang disebabkan oleh narkoba.

Alokasi Waktu
I.

: 6 x 2 Jp

Tujuan Pembelajaran :
Siswa dapat :
1. Memahami dan menjelaskan tentang Narkotika dan Psikotropika
2. Mengidentifikasi dan menjelaskan jenis-jenis obat golongan Narkoba
3. mengidentifikasi dan menjelaskan tentang dampak ketergantungan obat yang diakibatkan
penggunaan Narkoba
4. merinci dan menjelaskan penyakit yang disebabkan oleh Narkoba

II.

Materi Ajar :
1. Menjelaskan pengertian narkoba
2. Menjelaskan zat yang salah disalahgunakan
3. Menjelaskan jenis-jenis kelainan penyakit akibat memakai narkoba
4. Menjelaskan cara pencegahan
III. Metode Pembelajaran :

1. Pendekatan : Saintifik
2. Model
: Discovery Learning
3. Metode
: Diskusi, Penugasan, Presentasi, sharing.
IV. Langkah- langkah Pembelajaran :
A. Pertemuan 1
Materi :
Menjelaskan pengertian Narkoba
Pendahuluan :
1. Memberikan salam
2. Memimpin doa
3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas
4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran
5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1 Secara umum memberikan arti tentang Narkotika dan Psikotropika
5.2 Menjelaskan UU Narkotika dan Psikotropika serta golongan obat Narkotika dan
Psikotropika
5.3 Menjelaskan pengertian Narkoba

Kegiatan Inti :

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi guru :


Guru memandu siswa untuk mengkaji referensi dan mencermati arti dari Narkotika
dan Psikotropika
Guru memandu siswa untuk mengkaji referensi dan mencermati obat golongan
Narkotika dan Psikotropika
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai kotika dan Psikotropika
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai obat golongan Narkotika
dan Psikotropika
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan pemahaman dan contoh
mengenai obat Narkotika dan Psikotropika.

Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk
memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan
bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan
siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan
masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan
dan rasa percaya diri peserta didik.

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan
Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian pustaka
Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama.

B. Pertemuan 2
Materi :
Menjelaskan jenis-jenis obat Narkoba
Pendahuluan :
1. Memberikan salam
2. Memimpin doa
3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas
4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran

5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :


5.1 secara umum memberikan gambaran mengenai jenis-jenis obat Narkoba
Kegiatan Inti :

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi guru :


Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
jenis-jenis Narkoba
Guru memandu siswa untuk mengkaji referensi dan mencermati alat dan cara
penggunaan Narkoba
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai jenis-jenis obat golongan
Narkoba dan jenis alat yang digunakan
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan contoh pemahaman tentang
jenis-jenis obat Narkoba

Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk
memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan
bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan
siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan
masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan
dan rasa percaya diri peserta didik.

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan
Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian pustaka
Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama.

C. Pertemuan 3 dan 4
Materi :
Menjelaskan zat yang salah disalahgunakan
Pendahuluan :
1. Memberikan salam
2. Memimpin doa
3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas

4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran


5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1 secara umum menjelaskan zat-zat yang terkandung didalam Narkoba
Kegiatan Inti :

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi guru :


Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang zat
yang terkandung didalam Narkoba
Guru memandu siswa untuk mengkaji referensi dan mencermati khasiat zat yang
terkandung dalam obat Narkoba
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai jenis-jenis zat yang
terdapat pada obat golongan Narkoba
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan contoh tentang jenis obat
Narkoba dan zat yang terkandung didalamnya.

Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk
memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan
bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan
siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan
masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan
dan rasa percaya diri peserta didik.

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan
Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian pustaka
Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama.

D. Pertemuan 5
Materi :
Menjelaskan jenis-jenis kelainan penyakit akibat memakai narkoba
Pendahuluan :
1. Memberikan salam

2. Memimpin doa
3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas
4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran
5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1 secara umum menjelaskan jenis-jenis kelainan yang ditimbulkan akibat memakai
Narkoba
Kegiatan Inti :

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi guru :


Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
jenis-jenis kelainan penyakit akibat memakai Narkoba
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai jenis-jenis kelainan
penyakit akibat memakai Narkoba
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan contoh pemahaman tentang
jenis-jenis penyakit akibat memakai Narkoba

Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk
memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan
bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan
siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan
masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan
dan rasa percaya diri peserta didik.

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan
Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian pustaka
Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama.

E. Pertemuan 6
Materi :
Menjelaskan cara pencegahan
Pendahuluan :
1. Memberikan salam
2. Memimpin doa

3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas


4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran
5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1 secara umum menjelaskan tentang cara pencegahan memakai Narkoba
Kegiatan Inti :

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi guru :


Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang
cara pencegahan akibat memakai Narkoba
Guru memandu siswa untuk mengkaji referensi dan mencermati alat dan cara
penggunaan Narkoba
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai jenis-jenis obat golongan
Narkoba dan jenis alat yang digunakan
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan contoh pemahaman tentang
jenis-jenis obat Narkoba

Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk
memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan
bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan
siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan
masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan
dan rasa percaya diri peserta didik.

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan
Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian pustaka
Melakukan test/pertanyaan yang berhubungan dengan materi di atas
Memberikan tugas individual agar siswa mampu mengidentifikasi dan
menjelaskan penyakit kelainan akibat penggunaan Narkoba
Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama.

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar :
Modul bahan ajar,bahan ajar yang relevan ( Internet ),LCD
VI. Penilaian :
A. Tes tertulis
B. Tugas

Mengetahui,

Pati,05 Januari 2015

Kepala SMK TERPADU BHAKTI INDONESIA

Guru mata pelajaran

Suntoro,S.Pd.,M.M.

Luwih Utomo