Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM

HUKUM KEKEKALAN
MOMENTUM

XI MIA 1
Disusun Oleh :

Yosef Eko Lesmana


Monarisa
Aidah
Mandri
Alf
Erni
Iqbal

SMA NEGERI 1 CISOLOK

JL. RAYA CIKELAT KM 3 CISOLOK KAB. SUKABUMI 43364


HUKUM KEKEKALAN MOMENTUM
A. Tujuan
1. Menyelidiki terjadinya hukum kekekalan momentum pada benda yang
bertumbukan.
2. Mengetahui mecam-macam tumbukan
B. Alat Dan Bahan
No
1
2
3
4
5
6
7
8

Nama Alat
Trolly
Rel Persisi
Penyambung rel
Kaki rel
Penggaris logam (100
cm)
Beban 5 gram
Beban 10 gram
Stopwatch

Jumlah
2 buah
2 buah
1 buah
2 buah
1 buah
1 buah
1 buah
2 buah

No
1
2

Nama Bahan
Double tip
Karet Jepit

Jumlah
1 buah
2 buah

C. Landasan Teori
Momentum merupak besaran yang berhubungan dengan kecepatan v
dan massa m suatu benda. Momentum P didefinisikan sebagi hasil perkalian
dari massa dan kecepatan P = m.v
Momentum adalah besaran vektor. Arah momentum searah dengan
arah kecepatan. Untuk momentum satu dimensi, arah meomentum cukup
ditetapkan dengan tanda positif atau negatif. Momentum sebuah partikel
dapat dipandang sebagai ukuran kesulitan untuk mendiamkan benda.
Sebagai contoh, sebuah turuk berat mempunyai momentum yang lebih besar
dibandingkan mobil yang ringan yang bergerak dengan kelajuan yang sama.
Gaya yang lebih besar dibutuhkan menghentikan truk tersebut dibandingkan
dengan mobil yang ringan dalam waktu tertentu. (Besaran m. v kadangkadang dinyatakan sebagai momentum linier partikel untuk membedakannya
dari momnetum angular).
Impuls (I) merupakn perubahan momentum (P) yang terjadi pada
suatu benda. Gaya yang bekerja pada impuls relatifsingkat (t). Gaya ini
disebut gaya impuls. Gaya semacam ini banyak ditemukan dalam kehidupa
sehari-hari, seperti peristiwa bola menumbuk tempok, tendangan bola,
dll.Impul dapat dirumuskan
I = p
I= m.v m. vo
Kita tinjau tumbukan dua buah benda yang bermasa mA dan mB.
Dalam selang tumbukan yang sangat singkat kedua benda saling memberikan
gaya pada yang lainnya. Menurut hukum Newton ketiga, pada setiap saat
gaya FA akan belawanan dengan gaya FB Perubahan momnetum benda A
akibat tumbukan ini adalah :
PA = FA dt = FA t
Dengan FA adalah harag rata-rata gaya FA dalam selang waktu tumbukan t =
t2 t1 . Perubahan momentum benda B akibat tumbukan ini adalah :
PA = FA dt = FA t
Dengan FB adalah haraga rata-rata F B dalam selang waktu tumbukan t = t2
t1. Jika tidak ada gaya lain yang bekerja maka PA dan PB menyatakan
perubahan momentum total masing-masing benda. Tetapi kita telah ketahui
bahwa FA = -FB, sehingga PA = PB . Jika kedua benda dianggap sebuah
sistem yang erisolasi, maka momentum total sistem adalah P = P A + PB dan
perubahan momentum total sistem akibat tumbukan sama dengan nol, yaitu
P = PA + PB = 0 . Jika tidak ada gaya luar yang bekerja maka tumbukan
tidak mengubah momentum total sistem. Gaya impulsif yang bekerja selama
tumbukkan merupakan gaya internal, karena itu tidak mempengaruhi
momentum total sistem. Hal ini dikenal dengan hukum kekekalan momentum;

pada peristiwa tumbukan dua buah benda, berlaku jumlah momentum


sebelum dan setelah tumbukan tetap bila tidak ada gaya luar. Persamaan
hukum kekekalan momentum dapat dirumuskan :
mAvA + mBvB = mAvA + mBvB
Momentum dan impuls biasanya terjadi pada peristiwa tumbukan. Tubmkan
dibagi menjadi tiga macam, yaitu :
1) Tumbukan lenting sempurna
Tumbukan lenting sempurna adalah tumbukan yang memiliki jumlah energi
kinetik yang tetap sebelum dan sesudah tumbukan. Pada tumbukan ini
berlaku hukum kekekalan momentum. Koefisien restitusinya (e) = 1
2) Tumbukan lenting sebagian
Tumbukan lenting sebagian adalah tumbukan diantara tumbukan lenting
sempurna dan tumbukan tak lenting sama sekali, maka koefisien
restitutasinya (e) lebih besar dari nol atau lebih kecil dari nol : 0 < e < 1. Pada
tumbukan jenis ini tidak berlaku hukum kekekalan energi kinetik, tapi masih
berlaku hukum kekekalan momentum.

3) Tumbukan tak lenting sama sekali


Pada tumbukan tak lenting sama sekali kedua benda bergabung sesudah
tumbukan, sehingga berlaku bahwa kecepatan kedua benda sesudah
tumbukan adalah sama V1 = V2 = v . Koefisien restitusi tumbukan ini adalah e
=0
D. Tugas Pendahuluan
1. Apa hubungan impuls yang bekerja pada suatu benda dan
momentumnya?
2. Turunkan persamaan terkaitan hubungan impuls dan perubahan
momentum !
3. Tuliskan beberapa kejadian sehari-hari tentang impuls!
4. Apa artinya kita mengatakan bahwa momentum adalah tetap?
5. Buktikan hukum kekekalan momentum dari Hukum III Newton
6. Apa perbedaan antara tumbukan lenting dan tumbukan tidak lenting?
Jawab
1. Hubungan yang dikerjakan pada suatu benda sama dengan
memonetum yang dialami benda itu
2. F12 = F21
F12 . t = F21 . t
I = F. t
I = P
P = P-P
= m.v m.v
M1 .V1-M1 .v1 = -(M2 .V2-M2 .V2)
M1 .v1 + M2 .v2 = M1 .v1 + M2 .v2
P = P
3. Contoh Impuls dalam kehidupan sehari-hari
Orang yang menendang bola
Bola yang dipukul oleh stik
Orang yang bermain volly
Orang yang bermain kasti
4. Bahwa tumbukan sebelum dan sesudah adalah sama maka dari itu
kenapa dibilang tetap karen tidak berubah kecepatan sebelum dan
sesudah
5. Pada tumbukan 2 buah benda, benda m, mengerjakan gaya F 21 pada
benda 2 (aksi) dan pada saat yang sama bean m 2 mengerjakan gaya
F12 pada m1 (reaksi). Kedua gaya ini merupakan pasangan aksi-reaksi
6. Tumbukan lenting sempurna adalah tumbukan yang memiliki
jumlah energi kinetik yang tetap sebelum dan sesudah tumbukan. Pada
tumbukan ini berlaku hukum kekekalan momentum. Koefisien
restitusinya (e) = 1

Pada tumbukan tak lenting sama sekali kedua benda bergabung


sesudah tumbukan, sehingga berlaku bahwa kecepatan kedua benda
sesudah tumbukan adalah sama V1 = V2 = v . Koefisien restitusi
tumbukan ini adalah e = 0

E. Prosedur Percobaan
1. Persiapan percobaan
a. Merakit peralatan
b. Memasang masing-masing beban di atas masing-masing trolly
c. Menempelkan potongan karet sandal jepit di depan kedua trolly,
agar sewaktu bertabrakan trolly tidak lecet.
d. Menempatkan kedua rolly di ujung rel presisi. Ujung sel presisi
sebelah kanan untuk trolly A dan sebelah kiri unutuk rolly B
2. Langkah-langkah percobaan
a. Mengukur jarak total (ST) dari depan trolly A sampai depan trolly
B.
b. Mendorong trolly A dan trolly B secara bersmaan, usahakan
dilakukan oleh dua orang.
c. Mengukur lalu mencatat waktu (t A dan tB) yang ditempuh oleh
kedua trolly dari saat diluncurkan hingga saat bertumbukan
dengan menggunakan stopwatch.
d. Menandai rel dengan double tip saat terjadi tumbukan antara
kedua trolly.
e. Mengukur jarak terjadi tumbukan (SA dan SB) (yang telah ditelah
ditandai dengan double tip) pada kedua trolly dengan
menggunakan penggaaris.
f. Mencatat waktu (tA dan tB) setelah kedua trolly saling
bertumbukan dengan stopwatch.
g. Mengukur jarak kedua trolly setelah tumbukan (SA dan SB).
Pengukuran jarak diambil dari posisi kedua trolly
saat
betumbukan hingga saat kedua trolly berhenti.
h. Mengulang kembali langkah a s/d g dengan mengganti beban
dengan massa yang berbeda hingga menjadi lima kali
percobaan.
F. Tugas Akhir
1. Adakah perbedaan kecepatan pada kedua trolly saat sebelum terjadi
tumbukan dan saat sesudah terjadi tumbukan?
2. Apakah yang menyebabkan terjadinya perbedaan keceptan pada keuda
trolly saat setelah terjadi tumbukan?
3. Tumbukan apa saja yang terjadi pada percobaan tersebut? Mengapa
bisa terjadi demikian?
4. Energi apa sajakah yang ada pada saat terjadi tumbukan pada kedua
trolly ?
5. Carilah nilai impuls dari data percobaan pada tabel!
Jawab
1. Tidak terjadi perubahan trolly awal dan akhir
2. Yang memperngaruhi perbedaan kecepatan yang terjadi setelah
tumbukan adalah kecepatan awal dan massa benda
3. Tumbukan yang terjadi pada saat percobaan adalah tumbukan tidak
lenting sama sekali
4. Tidak terjadi energi kinetik ataupun energi lainnya
5. I = p
I=m.v
I = 65,5 x 0,03
= 1,965
G. Daftar Pustaka
Tim Abdi Guru. 2006. IPA Terpadu Untuk SMA Kelas IX. Jakarta: Erlangga.
Tipler, Paul. 2004. Physics for Scientists and Engineers : Mechaniscs,
Oscillations and Waves, Thermodynamics (5 th ed. ed.). W. H. Freeman.

Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati. 2008. Buku Panduan


Praktikum Fisika. Bandung : UIN SGD.
Petunjuk Penggunaan Rel Udara, PUDAK, Bandung.