Anda di halaman 1dari 10

ROTARY EVAPORATOR

http://chemsanboice-kimiaituasyk.blogspot.com/2012/06/rotary-evaporator.html
http://harrymarareza.blogspot.com/2012/06/laporan-rotary-evaporator.html
LAPORAN ROTARY EVAPORATOR
BAB I PENDAHULUAN
A. Tujuan
Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu untuk mengetahui prinsip kerja serta bagianbagian alat dari rotary evaporator.
B.

Latar belakang
Penukar panas atau dalam industri kimia populer dengan istilah bahasa Inggrisnya, heat

exchanger (HE), adalah suatu alat yang memungkinkan perpindahan panas dan bisa berfungsi
sebagai pemanas maupun sebagai pendingin. Biasanya, medium pemanas dipakai uap lewat
panas (super heated steam) dan air biasa sebagai air pendingin (cooling water). Penukar panas
dirancang sebisa mungkin agar perpindahan panas antar fluida dapat berlangsung secara efisien.
Pertukaran panas terjadi karena adanya kontak, baik antara fluida terdapat dinding yang
memisahkannya maupun keduanya bercampur langsung begitu saja. Penukar panas sangat luas
dipakai dalam industri seperti kilang minyak, pabrik kimia maupun petrokimia, industri gas
alam, refrigerasi, pembangkit listrik. Salah satu contoh sederhana dari alat penukar panas adalah
radiator mobil di mana cairan pendingin memindahkan panas mesin ke udara sekitar.
Evaporasi adalah peristiwa menguapnya pelarut dari campuran yang terdiri atas zat terlarut yang
tidak mudah menguap dan pelarut yang mudah menguap. Dalam kebanyakan proses evaporasi,
pelarutnya adalah air. Tujuan dari evaporasi adalah memekatkan konsentrasi larutan sehingga
didapatkan larutan dengan konsentrasi yang lebih tinggi. Dalam keseharian seorang yang
mempunyai hubungan erat dengan sains, kita pastinya sudah harus bisa mengetahui beberapa
nama instrumen beserta fungsi, cara kerja dan prinsip kerja. Karena suatu saat suatu instrumen
akan berguna bagi kita pada waktu dimana kita sangat memerlukannya. Untuk itu kita harus tahu
beberapa pengertian, fungsi, cara kerja serta prinsip kerja dari suatu instrumen tersebut. Salah
satu instrumen yang ingin sedikit saya jelaskan disini adalah rotary vakum evaporator.
Rotary vakum evaporator merupakan suatu instrumen yang tergabung antara beberapa instrumen,

yang menggabung menjadi satu bagian, dan bagian ini dinamakan rotary vakum evaporator.
Rotary vakum evaporator adalah instrumen yang menggunakan prinsip destilasi (pemisahan).
Prinsip utama dalam instrumen ini terletak pada penurunan tekanan pada labu alas bulat dan
pemutaran labu alas bulat hingga berguna agar pelarut dapat menguap lebih cepat dibawah titik
didihnya. Instrumen ini lebih disukai, karena hasil yang diperoleh sangatlah akurat. Bila
dibandingkan dengan teknik pemisahan lainnya, misalnya menggunakan teknik pemisahan biasa
yang menggunakan metode penguapan menggunakan oven. Maka bisa dikatakan bahwa
instrumen ini akan jauh lebih unggul. Karena pada instrumen ini memiliki suatu teknik yang
berbeda dengan teknik pemisahan yang lainnya. Dan teknik yang digunakan dalam rotary vakum
evaporator ini bukan hanya terletak pada pemanasannya tapi dengan menurunkan tekanan pada
labu alas bulat dan memutar labu alas bulat dengan kecepatan tertentu. Karena teknik itulah,
sehingga suatu pelarut akan menguap dan senyawa yang larut dalam pelarut tersebut tidak ikut
menguap namun mengendap. Dan dengan pemanasan dibawah titik didih pelarut, sehingga
senyawa yang terkandung dalam pelarut tidak rusak oleh suhu tinggi.

BAB II PEMBAHASAN
A.

Pengertian evaporasi

Evaporasi secara umum dapat didefinisikan dalam dua kondisi, yaitu: (1) evaporasi yang berarti
proses penguapan yang terjadi secara alami (2) evaporasi yang dimaknai dengan proses
penguapan yang timbul akibat diberikan uap

panas (steam) dalam suatu peralatan. Evaporasi

dapat diartikan sebagai proses penguapan daripada liquid (cairan) dengan penambahan panas
atau dapat juga didefinisikan sebagai evaporasi adalah peristiwa menguapnya pelarut dari
campuran yang terdiri atas zat terlarut yang tidak mudah menguap dan pelarut yang mudah

menguap. Dalam kebanyakan proses evaporasi, pelarutnya adalah air. Tujuan dari evaporasi
adalah memekatkan konsentrasi larutan sehingga didapatkan larutan dengan konsentrasi yang
lebih tinggi. . Panas dapat disuplai dengan berbagai cara, diantaranya secara alami dan
penambahan steam. Evaporasi diadasarkan pada proses pendidihan secara intensif yaitu (1)
pemberian panas ke dalam cairan, (2) pembentukan gelembung-gelembung (bubbles) akibat uap,
(3) pemisahan uap dari cairan, dan (4) mengkondensasikan uapnya. Evaporasi atau penguapan
juga dapat didefinisikan sebagai perpindahan kalor ke dalam zat cair mendidih. Evaporasi
dilaksanakan dengan cara menguapkan sebagian dari pelarut pada titik didihnya, sehingga
diperoleh larutan zat cair pekat yang konsentrasinya lebih tinggi. Uap yang terbentuk pada
evaporasi biasanya hanya terdiri dari satu komponen, dan jika uapnya berupa campuran
umumnya tidak diadakan usaha untuk memisahkan komponenkomponennya. Dalam evaporasi
zat cair pekat merupakan produk yang dipentingkan, sedangkan uapnya biasanya
dikondensasikan dan dibuang. Disinilah letak perbedaan antara evaporasi dan distilasi. Perlu
diperhatikan, bahwa penguapan dapat terjadi karena adanya pemanasan menggunakan hot plate
yang dibantu dengan penurunan tekanan pada labu alas bulat sampel yang dipercepat dengan
pemutaran pada labu alas bulat sampel. Dengan bantuan pompa vakum yang mengalirkan air
dingin (es) dari suatu wadah kedalam kondensor dan dikeluarkan lagi oleh kondensor kepada
wadahnya lagi dan dimasukkan lagi dan seterusnya, karena proses ini berjalan secara kontinyu.
sehingga ketika uap dari pelarut mengenai dinding-dinding kondensor, maka pelarut ini akan
mengalami yang proses yg dinamakan proses kondensasi, yaitu proses yang mengalami
perubahan fasa dari fasa gas ke fasa cair. Adapun demikian, proses penguapan ini dilakukan
hingga diperoleh pelarut yang sudah tidak menetes lagi pada labu alas bulat penampung dan juga
bisa dilihat dengan semakin kentalnya zat yang ada pada labu alas bulat sampel dan terbentuk
gelembung-gelembung pecah pada permukaan zatnya
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses evaporasi :
1. Temperatur steam, disesuaikan dengan bahan yang akan dievaporasi karena bahan yang
tidak tahan suhu yang tinggi tentunya akan membentuk kerak pada kolom evaporator sehingga
akan mempengaruhi perpindahan panas dari steam ke bahan tersebut.
2. Tekanan operasi, mempengaruhi proses penguapan pelarut disamping temperatur.
3.

Laju alir umpan, bila laju alir umpan terlalu kecil proses kurang effisien dan juga bila terlalu

besar,sehingga untuk suatu proses laju alir umpan diusahakan adalah laju yang dapat
menghasilkan proses yang optimal.
4.

Sifat fisik dan kimia umpan.

5.

Luas permukaan kontak antara umpan dan media pemanas (panjang dan jumlah tube).

6.

Laju alir steam

7. Laju air pendingin (kondenser).


Salah satu alat yang sering digunakan dari berbagai evaporator yaitu Rotary evaporator diamana
alat ini merupakan alat yang biasa digunakan di laboratorium kimia untuk mengefisienkan dan
mempercepat pemisahan pelarut dari suatu larutan. Alat ini menggunakan prinsip vakum
destilasi, sehingga tekanan akan menurun dan pelarut akan menguap dibawah titik didihnya alat
ini bekerja seperti alat destilasi. Pemanasan pada alat ini menggunakan penangas air yang
dibantu dengan rotavapor akan memutar labu yang berisi sampel oleh rotavapor sehingga
pemanasan akan lebih merata. Selain itu, penurunan tekanan diberikan ketika labu yang berisi
sampel diputar menyebabkan penguapan lebih cepat. Dengan adanya pemutaran labu maka
penguapan pun menjadi lebih cepat terjadi. Pompa vakum digunakan untuk menguapkan larutan
agar naik ke kondensor yang selanjutnya akan diubah kembali ke dalam bentuk cair.
Labu disimpan dalam labu alas bulat dengan volume 2/3 bagian dari volume labu alas bulat yang
digunakan setelah itu waterbath dipanaskan dan mengusahakan suhu yang digunakan dalam
pemanasan disesuaikan dengan suhu pelarut yang digunakan. Setelah suhu tercapai, labu alas
bulat dipasang dengan kuat pada ujung rotor yang menghubungkan dengan kondensor. Aliran air
pendingin dan pompa vakum dijalankan, kemudian tombol rotar diputar dengan kecepatan yang
diinginkan.
Cara Penyimpanan
Rotary evaporator biasanya disimpan di laboratorium instrumen. Sebaiknya rotary evaporator
disimpan di meja atau tempat yang permanen untuk menghindari adanya guncangan yang dapat
merusak alat. Selain itu, rotary evaporator lebih baik disimpan di tempat yang tidak terlalu panas
atau tidak terlalu lembap.
Cara Perawatan
Perawatan rotary evaporator terdapat bermacam-macam. Perawatan pada pendingin yaitu air yg
digunakan air aquabides untuk mencegah kerusakan pendingin akibat terjadinya perkaratan pada

bagian dalam alat. Aquabides tersebut juga harus diganti secara berkala, misalnya jika sering
digunakan diganti setiap 2 minggu sekali.
Perawatan pada alat gelas sama seperti peralatan gelas yang lain, yaitu disimpan dalam keadaan
yang bersih dan kering disimpan di tempat yang memiliki temperatur ruangan. Penangas air
dirawat dengan cara mengganti air secara berkala, misalnya jika sering digunakan dua kali dlam
seminggu. Selain itu, ada baiknya setiap alat yang memiliki saklar tersendiri. Penangas air untuk
saklar penangas air, pendingin untuk saklar pendingin, begitu juga seterusnya.
B. Bagian-bagian alat beserta fungsinya
Adapun bagian-bagian dari alat yang digunakan dalam proses rotary evaporator yaitu
sebagai berikut
a.

Water bath

Water bath merupakan alat yang berfungsi untuk memanaskan sampel dengan suhu yang dapat
diatur sesuai kebutuhan. Dalam water bath terdapat bagian-bagian Yaitu tampilan alat yang
berfungsi untuk
1. Yaitu Layar penampil suhu
2. Tombol Up/Down untuk menaik turunkan suhu
3. Tombol untuk mengatur suhu
Dalam hal ini juga ada hot plate yaitu alat yang digunakan untuk memanaskan waterbeath.

b.

Kondensor

Kondensor merupakan alat yang digunakan untuk mendinginkan uap pelarut yang telah
menguap. Dalam hal ini kondensor yang digunakan berbentuk spiral agar uap pelarut dapat
dikondensasikan dan proses kondensasi berjalan dengan lancar. Di dalam kondensor juga
terdapat selang-selang kecil yang berfungsi sebagai tempat mengalir keluar uap gas yang tidak
dapat terkondensasikan atau sering disebut gas liar/gas buang.
Kondensor juga memiliki lubang yang berfungsi sebagai tempat keluar masuknya air dari mesin
pendingin seperti terlihat pada gambar d ibawah ini

c.

Mesin pendingin

Mesin pendingin berfungsi sebagai alat yang digunakan untuk mendinginkan air yang akan
dipompakan ke kondensor. Di atas alat ini terdapat dua selang yang berfungsi sebagai tempat
masuk dan keluarnya air dari mesin pendingin ke kondensor seperti terlihat pada gambar di
bawah ini

d. Tunkai atas dan tungkai bawah


Gambar d.1. Tungkai bawah

gambar d.2. Tunkai atas

Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa gambar d.1 merupakan tungkai bawah dimana alat
ini berfungsi untuk mengatur tinggi rendahnya labu sampel sedangkan pada gambar d.2 yang

merupakan tunkai atas dimana alat ini berfungsi untuk mengatur kemiringan kondensor dan labu
alas bulat.
B.

e.

Labu alas bulat


Gambar e.1

gambar e.2

Dari gambar diatas dapat dijelaskan bahwa pada gambar e.1 merupakan labu alas bulat tempat
pelarut yang telah menguap dimana pada gambar ini juga terdapat ujung rotor yang berfungsi
sebagai tempat bergantungnya labu alas bulat tempat pelarut yang telah menguap sedangkan
pada gambar e.2 merupakan labu alas bulat tempat sampel dan pelarut yang akan dipisahkan
dalam hal ini juga terdapat ujung rotor yang berfungsi sebagai tempat bergantungnnya labu alas
bulat sampel dan pelarut.

f.

Pompa vakum
Pompa vakum yaitu alat yang digunakan untuk mengatur tekanan dalam labu, sehingga

mempermudah penguapan sampel.


C.

Cara pengoperasian alat evaporator

Cara menggunakan alat ini harus sesuai dengan prosedur yang ada dimana langkah yang pertama
yaitu :
1.

Menghidupkan alat, semua kabel disambungkan ke dalam saklar masing-masing. Pertama

pendingin dihidupkan dengan menekan tombol On/Off untuk power dan On/Off untuk vakum,
ditunggu beberapa saat hingga temperatur menunjukkan temperatur standar yaitu 25C.
Temperatur kemudian diatur dengan cara menekan tombol set kemudian mengatur suhu sesuai
dengan yang diinginkan dengan menekan tombol Up/Down.
2.

Setelah suhu diatur, pasanglah labu sampel pada rotor penggerak dan labu destilat. Untuk

memudahkan dalam melepas labu dioleskan vaselin pada bagian penghubung kedua benda,
digunakan juga klip untuk memperkuat sambungan. Penangas air dinyalakan dengan menekan
tombol On/Off dan suhu diatur dengan menekan tombol set dan Up/Down untuk mengatur
suhunya sesuai dengan yang diinginkan. Rotavapor dinyalakan dengan menekan tombol On/Off
dan kecepatan berputarnya diatur sesuai keinginan dengan memutar knop pemutar. Kemudian,
pompa vakum dinyalakan.
Begitu pula untuk cara mematikan alat ini langkah-langkah yang dilakukan yaitu harus
berurutan sesuai prosedur.
1. matikan pompa vakum dengan menekan tombol On/Off. Setelah itu, matikan penangas air
dengan perlahan-lahan menurunkan suhu penangas air secara bertahap.
2. matikan rotavapor dengan menurunkan kecepatannya hingga rotor berhenti berputar.
3. matikan pendingin dengan mengenbalikan suhu pendingin kembali ke suhu standar kemudian
matikan dengan menekan tombol On/Off untuk power dan On/Off untuk pompa. Biarkan semua
sampel yang telah dipisahkan turun ke dalam labu destilat. Kemudian labu destilat dan labu yang
berisi sampel dilepaskan dari sambungan dengan kondensor.

BAB III
PENUTUP
Adapun kesimpulan yang diperoleh dari percobaan ini yaitu
a.

Prinsip kerja rotary evaporator

Prinsip kerja dari rotary evaporator yaitu menggunakan prinsip vakum destilasi, sehingga
tekanan akan menurun dan pelarut akan menguap dibawah titik didihnya.
b.

Bagian-bagian dari alat rotary evaporator

1. Water bath dan hot plate


2.

Labu alas bulat tempat pelarut yang menguap dan labu alas bulat tempat sampel dan pelarut

yang akan diuapkan


3.

Kondensor

4.

Ujung rotor sampel dan ujung rotor penampung

5.

Pompa vakum

6. Tunkai atas dan bawah


7.

Mesin pendingin

8.

Selang penghubung air masuk dan keluar

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011. Evaporasi. http://www.angelfire.com/ak5/process control/evaporator.html
(diakses 2012/06/15)
Ayu pengestu.2011. Rotary evaporator dan ultraviolet lamp http://ebookbrowse.com/pm-longwave-uv-lamp-pdf-d123036005
(diakses 2012/06/16)
Khoirulazam. 2012. Rotary vakum evaporator . http://khoirulazam89.blogspot.com /
2012/01/rotary-vakum- evaporator.html ( diakses 2012/06/15)