Anda di halaman 1dari 7

PENYAKIT INFEKSI MENULAR SEKSUAL

Penyakit infeksi menular seksual dibagi berdasarkan :


1. Duh
2. Ulkus
1.1.
1.1.1.
1.1.2.
1.1.3.
1.1.4.
1.1.5.
No
1

Berdasarkan Duh dibagi menjadi 5:


Gonore
Infeksi Genital Non spesifik
Vaginosis Bakterialis
Trikomoniasis
Candidosis

Penyakit
Uretritis Non
Spesifik

Gonore

Penyebab

Chlamydia
trachomatis

Ureaplasma
urealyticum

Mycoplasma
hominis

Neisseria
gonorrhoeae

Warna duh
Seropurulen

Lokasi
Pengambilan
Pria: uretra

Wanita:
serviks

Pemeriksaan
Sediaan langsung
Pria: PMN >5
Wanita: PMN
>30

Terapi

Mukopurulen

Pria: OUE
Fosa
navikularis
Wanita:

Sediaan langsung
Diplokokus
gram negative
intraseluler &
ekstraseluler

Azitromisin 1gr dosis tunggal


PO (sediaan 500mg)
Doksisiklin 2x100mg/hari PO
selama 7 hari (sediaan
100mg)
Eritromisin 4x500/hari PO
selama 7 hari (sediaan
500mg)
Cefixime 400mg PO single
dose (sediaan 100mg)
Levofloxacin 500mg PO
dosis tunggal
Kanamycin 2gr IM dosis

serviks

Trikomoniasis

Trichomonas
vaginalis.

Seropurulen,
kekuningan,
berbusa

Wanita:
Dinding
vagina
serviks
posterior

Kultur
Modified
Thayer Martin
Wanita: strawberry
appearance

tunggal
Seftriakson 250mg Inj

Metronidazole 2gr dosis


tunggal (sediaan 500mg)

Metronidazole 2x500mg
7hari
Metronidazole 2gr dosis
tunggal

Sediaan langsung:
Trichimonas (+)
Sediaan basah
Nacl

Vaginosis
bakterialis

Candidosis

Gardnerella
vaginalis

Candida albicans

Putih
keabuan, bau
amis,
homogen
lengket

Wanita: dinding
vagina

Putih susu

Wanita: dinding
vagina

pH >4,5
tes amin +
Sediaan basah:
clue cell

pH > 4,5
tes amin +
KOH
Psudohifa,
blastospora
pH , 4,5
tes amin -

Mikonazol/kotrimoksazol
200mg/hari (3 hari)
Kotrimoksazol 500mg dosis
tunggal
Flukonazol 150mg PO dosis
tunggal
Itrakonazol 200mg PO dosis
tunggal

1.2.

Nistatin 100.000 IU
intravagina /hari (2hari)

Berdasarkan Ulkus terbagi menjadi :

1.2.1. Sifilis
1.2.2. Limfogranuloma Venerium
1.2.3. Ulkus Mole
1.2.4 Granuloma inguinale
1.2.5. Herpes simpleks

Ulkus

Sifilis

Etiologi

Treponema pallidum

Manifestasi
Klinis

Klasifikasi :
1. Stadium dini
menular :
SI,SII,stadium
rekuren , Stadium
laten dini
2. Stadium lanjut tak
menular : stadium

Limfogranuloma
Venerium
Chlamydia trachomatis

Gejala:
1. Bentuk dini:
Afek primer
dan
Sindrom
Inguinal
2. Bentuk lanjut:
Sindrom

Ulkus Mole
(Chancroid)
Streptobacillus ducreyi
Haemophylus ducreyi
Gejala prodromal (-)
Mula-mula papul
ulkus yang kecil, lunak,
tidak berindurasi, bentuk
cawan, tepi tidak rata ,
bergaung dan dikelilingi
halo yang eritematosa

Granuloma Inguinale

Herpes Simpleks

Calymatobacterium
granulomatis

Herpes Simpleks Virus


tipe 1 dan 2

9. Tipe Nodular:
Timbul nodus
berwarna
merah, lunak
dan akhirnya
timbul ulkus
dengan
jaringan

1. Fase infeksi
primer::
Berlangsung
lama, berat dan
disertai gejala
sistemik
Gejala

laten lanjut dan


SIII
Gejala:
1. SI : Ulkus indolen
dan teraba indurasi
yaitu Ulkus
Durum
2. SII : the great
Imitator , Roseola,
Papul, Pustul, dll
3. SII : Guma yaitu
infiltrat
sirkumskrip,
kronis, biasanya
melunak dan
destruktif

genital,
anorektal,
uretral
Afek primer : tak khas
dan tak nyeri; dapat
berupa erosi, papul
miliar, vesikel , pustule
dan ulkus
Sindrom inguinale:
Limfadenitis dan
peridinitis
Sindrom Genital :
Fibrosis kelenjar
inguinal menyebbkan
edema dan
elephantiasis

Jenis-jenis klinis :
1. Ulkus mole
folikularis
2. Dwart
chancaroid : lesi
sangat kecil,
mirip erosi dasar
tidak teratur, tepi
berdarah
3. Translent
chancaroid: lesi
kecil sembuh
tapi diikuti bubo
4. Papular
chancaroid:
ulkus tepi
menimbul
5. Giant chancaroid
: mula kecil dan
bias meluas
sampai menutup
satu wilayah
6. Phagadenic
chancaroid :
Lesi kecil
menjadi besar
dan destruktif
dengan jaringan
nekrotik
7. Tipe serpiginosa:

granulasi
10. Tipe Ulserovegetatif:
Terdiri atas
ulkus-ulkus
yang besar dan
makin lebar
yang berasal
dari tipe
nodular
11. Tipe
hipertrofik:
timbul reaksi
proliferative
dan
membentuk
massa
vegetative yang
besar
12. Tipe sikatrisial:
Timbul
sikatriks pada
tempat jaringan
granulasi dan
terlihat pulaupulau jaringan
granulasi di

sistemik:
demam,
malaise,
anoreksis,
pembengkakan
KGB regional
Vesikel isi
cairan jernih
seropurulenpecah-krustaulserasi
dangkal.
2. Fase laten:
Gejala klinis (-)
VHS (+) dalam
keadaan tidak
aktif di
ganglion
dorsalis
3. Fase infeksi
rekurens : VHS
di ganglion
dorsalis aktif
kembali- gejala
klinis (+)
Didahului

lesi membesar
8. Bubo

antar sikatriks

trauma fisik
dan psikis
4. Predileksi
VHS 1 :
pinggang ke
atas terutama
daerah mulut
dan hidung

Pemeriksaan

1. Mikroskop Medan
Gelap
2. Tes Serologik
Sifilis :
Nontroponemal
(VDRL) dan
troponemal
(TPHA)

1. Pemeriksaan
darah tepi: LED
meningkat.
2. Tes Frei
3. Tes ikatan
komplemen

Penatalaksanaa
n

1. Sifilis primer :
Penisilin G
benzatin dosis 4,8
juta unit (IM).
Diberikan satu kali

1. Topikal:
Kompres
terbuka dengan
mengunakkan
larutan

1. Pemeriksaan
sediaan apus :
giemsa basil
berkelompok
atau berderet
seperti rantai
2. Biakan kuman
3. Teknik
imunofluoresensi
4. Biopsy
5. PCR
1. Azithromisin 1
gr oral, dosis
tunggal
2. Ceftriaxone 250
mg IM dosis
tunggal

6. Apusan
jaringan
(Tissue
Smear) :
Donovan
bodies didalam
histiosit
jaringan
granulasi
5. Topical:
Tidak
digunakan
6. Sistemik
Cotrimoxazole
480 mg 2x2

VHS 2 :
pinggang ke
bawah terutama
genital
1. Tes Tzanck :
Sel datia berinti
banyak dan
badan inklusi
intranuklear

1. Acyclovir 400
mg , 3xsehari
selama 7-10
hari
2. Acyclovir 200
mg, 5xsehari

seminggu 2,4 juta


unit
(2 kali)
2. Sifilis laten :
Penisilin G
benzatin dosis 7,2
juta unit (IM).
Diberikan satu kali
seminggu 2,4 juta
unit
(3 kali)
3. Sifilis SIII:
Penisilin G
benzatin dosis 9,6
juta unit (IM).
Diberikan satu kali
seminggu 2,4 juta
unit
(4 kali)
Antibiotik lain :
Tetrasiklin 4x500 mg/hari
Eritromisin 4x500
mg/hari
Doksisiklin 2x100
mg/hari
SI dan SII : 15hari
Laten : 30 hari

permanganas
kalikus 1:5000 (
untuk abses
yang sudah
pecah)
2. Sistemik:
Doksisiklin
2x100 mg
selama 21 hari
Eritromisin
4x500 mg
selama 21 hari
Cotrimoxazole
2x480 mg
selama 21 hari
Sulfametosazol
2x500mg
selama 21 hari

3. Ciprofloxacin
500 mg oral
2x/hari selama 3
hari
4. Eritromisin 500
mg oral 3x/hari
selama 7 hari

selama 3
minggu
Doksisiklin 100
mg 2x1 selama
3 minggu
Ampisilin
4x500mg/hari
Azithromisin 1
gr per minggu
selama 3
minggu (IM)

selama 7-10
hari

Lodewyk Kefas Joshoa


0961050018
Periode 6 april 9 mei 2015