Anda di halaman 1dari 12

CERMIN CEKUNG

Abstrak

Pada praktikum cermin cekung ini memiliki tujuan yaitu menentukan jarak fokus cermin cekung.
Metode yang digunakan pada praktikum ini adalah mencari nilai jarak fokus cermin cekung
dengan mengukur jarak benda (s) dan jarak bayangan (s) hingga didapatkan hasil perhitungan
jarak fokus (f). Pada percobaan ini menggunakan dua jenis cermin cekung fokus 50 dan cermin
cekung fokus 10. Variabel manipulasi pada percobaan ini ialah jarak benda. Jarak benda pada
cermin cekung fokus 50 jarak benda 6 cm, 7 cm, 8 cm, 9 cm, 10 cm, dan pada cermin cekung
fokus 10 jarak benda 54 cm, 55 cm, 56 cm, 57 cm, 58 cm. Alat dan bahan sebagai variabel
kontrol, dan jarak bayangan (s) dan jarak fokus (f) sebagai variabel respon. Percobaan cermin
cekung pada fokus 50 menghasilkan jarak fokus sebesar
cm dengan taraf
ketelitian pada sebesar 99,06 %, dan pada cermin cekung fokus 10 menghasilkan jarak fokus
dengan taraf ketelitian sebesar 99,90 %. Kesalahan pada praktikum ini
<1%, hal ini disebabkan oleh praktikan karena kesalahan paralaks (kesalahan saat membaca
skala pada percobaan), kurang teliti, kekeliruan tindakan. Akan tetapi, dari kedua percobaan
memiliki taraf ketelitian yang tinggi (percobaan akurat).

BAB IV
DATA DAN ANALISIS

A. Data
Cermin cekung fokus 50
Percobaan ke-

s 0,1 (cm)

s 0,1 (cm)

Fokus (f) (cm)

6,0

46,6

5,32

7,0

21,8

5,30

8,0

15,7

5,30

9,0

13,0

5,32

10,0

11,5

5,35

Percobaan ke-

s 0,1 (cm)

s 0,1 (cm)

Fokus (f) (cm)

54,0

71,0

30,67

55,0

69,3

30,66

56,0

68,0

30,71

57,0

66,5

30,69

58,0

65,1

30,67

Cermin cekung fokus 10

B. Analisis
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, didapatkan hasil sebagai berikut:

Pada percobaan ini didapatkan nilai jarak benda (s) dan nilai jarak bayangan benda
(s) yang digunakan untuk mencari nilai fokus (f). Pada percobaan pertama pada cermin
cekung fokus 50 dengan nilai s sebesar 6,0 cm didapatkan nilai s sebesar 46,6 cm dan nilai f
sebesar 5,32 cm. Pada percobaan kedua pada cermin cekung fokus 50 dengan nilai s sebesar
7,0 cm didapatkan nilai s sebesar 21,8 cm dan nilai f sebesar 5,30 cm. Pada percobaan ketiga
pada cermin cekung fokus 50 dengan nilai s sebesar 8,0 cm didapatkan nilai s sebesar 15,7
cm dan nilai f sebesar 5,30 cm. Pada percobaan keempat pada cermin cekung fokus 50
dengan nilai s sebesar 9,0 cm didapatkan nilai s sebesar 13,0 cm dan nilai f sebesar 5,32 cm.
Pada percobaan kelima pada cermin cekung fokus 50 dengan nilai s sebesar 10,0 cm
didapatkan nilai s sebesar 11,5 cm dan nilai f sebesar 5,35 cm. Berdasarkan nilai f dari
kelima percobaan pada cermin cekung fokus 50 didapatkan rata-rata f sebesar 5,32 cm
dengan taraf ketelitian sebesar 99,06% serta taraf ketidakpastian sebesar 0,94%.
Adapun grafik nilai fokus terhadap jarak benda pada cermin cekung fokus 50 seperti
berikut:

Pada percobaan kedua pada cermin cekung fokus 10 dengan nilai s sebesar 54,0 cm
didapatkan nilai s sebesar 71,0 cm dan nilai f sebesar 30,67 cm. Pada percobaan kedua pada
cermin cekung fokus 10 dengan nilai s sebesar 55,0 cm didapatkan nilai s sebesar 69,3 cm
dan nilai f sebesar 30,66 cm. Pada percobaan ketiga pada cermin cekung fokus 10 dengan
nilai s sebesar 56,0 cm didapatkan nilai s sebesar 68,0 cm dan nilai f sebesar 30,71 cm. Pada
percobaan keempat pada cermin cekung fokus 10 dengan nilai s sebesar 57,0 cm didapatkan
nilai s sebesar 66,5 cm dan nilai f sebesar 30,69 cm. Pada percobaan kelima pada cermin
cekung fokus 10 dengan nilai s sebesar 58,0 cm didapatkan nilai s sebesar 65,1 cm dan nilai
f sebesar 30,67 cm. Berdasarkan nilai f dari kelima percobaan pada cermin cekung fokus 10
didapatkan rata-rata f sebesar 30,68 cm dengan taraf ketelitian sebesar 99,90% serta taraf
ketidakpastian sebesar 0,10%.
Adapun grafik nilai fokus terhadap jarak benda pada cermin cekung fokus 10 seperti
berikut:

C. Diskusi
Pada cermin cekung fokus 50 menghasilkan bayangan benda yang terbalik. Jarak
benda (s) yang semakin jauh akan menghasilkan jarak bayangan (s) yang semakin dekat.
Dengan kata lain semakin besar nilai s maka semakin kecil nilai s. Nilai s berbanding
terbalik dengan nilai s. Pada jarak benda (s) berturut-turut 6 cm, 7 cm, 8 cm, 9 cm, 10
cm menghasilkan jarak bayangan (s) 46,6 cm, 21,8 cm, 15,7 cm, 13,0 cm, 11,5 cm. Pada
praktikum ke satu sampai ketiga nilai fokus semakin kecil, tetapi nilai fokus pada
percobaan ketiga hingga kelima menjadi naik. Nilai fokus pada percobaan pertama ini
berturut-turut 5,32 cm, 5,3 cm, 5,3 cm, 5,32 cm, 5,35 cm. Pada percobaan ini
menghasilkan jarak rata-rata fokus sebesar 5,32 cm dengan taraf ketelitian sebesar
99,06% (percobaan akurat).Sehingga fokus lensa dapat ditulis

cm.

Pada cermin cekung fokus 10 menghasilkan bayangan benda yang terbalik. Jarak
benda yang semakin jauh akan menghasilkan jarak bayangan yang semakin dekat.
Dengan kata lain semakin besar nilai s maka semakin kecil nilai s. Nilai s berbanding
terbalik dengan nilai s. Pada jarak benda (s) berturut-turut 54 cm, 55 cm, 56 cm, 57 cm,
58 cm menghasilkan jarak bayangan (s) 71,0 cm, 69,3 cm, 68,0 cm, 66,5 cm, 65,1 cm.
Pada praktikum ini nilai fokus cermin bermacam-macam naik-turun. Adapun jarak fokus
percobaan kedua berturut-turut yaitu 30,67 cm, 30,66 cm, 30,71 cm, 30,69 cm, 30,67 cm.
Pada percobaan ini menghasilkan jarak rata-rata fokus sebesar 30,68 cm dengan taraf
ketelitian sebesar 99,90% (percobaan akurat). Sehingga nilai fokus dapat ditulis
.
Sifat bayangan yang dihasilkan dari percobaan cermin cekung fokus 50 dan
cermin cekung fokus 10 adalah sama yaitu nyata, terbalik dan diperbesar. Hasil
percobaan ini didukung oleh teori yang mengatakan bahwa bayang benda yang
diletakkan diantara F dan M (2F) memiliki sifat nyata, terbalik dan diperbesar. Hal ini
menunjukkan bahwa percobaan yang telah dilakukan sudah sesuai dengan teori.

Pada percobaan cermin cekung fokus 50 memiliki ketidakpastian sebesar 0,94%,


dan percobaan cermin cekung fokus 10 memiliki ketidakpastian sebesar 0,10 %.
Praktikum kami kali ini merupakan percobaan akurat karena taraf ketelitian yang kami
hasilkan cukup tinggi. Adapun taraf ketidakpastiannya sebesar <1%. Hal ini dikarenakan
terjadi kesalahan pada saat praktikum. Kesalahan ini dikarenakan oleh beberapa faktor
yaitu kesalahan paralak (kesalahan saat membaca skala pada percobaan), kekeliruan
tindakan (kesalahan dalam menggunakan alat dan bahan).

LAMPIRAN
Menentukan nilai f pada cermin cekung dengan fokus 50

Percobaan 1
s = 6,0 cm dan s = 46,6 cm

Percobaan 2
s = 7,0 cm dan s = 21,8 cm

Percobaan 3
s = 8,0 cm dan s = 15,7 cm

Percobaan 5
s = 10,0 cm dan s = 11,5 cm

Percobaan 4
s = 9,0 cm dan s = 13,0 cm

Menentukan nilai f pada cermin cekung dengan fokus 10

Percobaan 1
s = 54,0 cm dan s = 71,9 cm

Percobaan 2

s = 57,0 cm dan s = 66,5 cm

s = 55,0 cm dan s = 69,0 cm

Percobaan 3
s = 56,0 cm dan s = 68,0 cm

Percobaan 4

Percobaan 5
s = 58,0 cm dan s = 65,1 cm

Taraf Ketelitian dan Ketidakpastian cermin dengan fokus 50

Percob
aan
ke1
2
3
4
5
`
Ratarata

d2

5,32
5,30
5,30
5,32
5,35
26,59

0
0,02
0,02
0
0,03

0
0,0004
0,0004
0
0,0081
0,0089

5,32

cm

Ketidakpastian =

Ketelitian =

Taraf Ketelitian dan Ketidakpastian cermin dengan fokus 50


Percob
aan ke1
2
3
4
5
`
Ratarata

d2

30,67
30,66
30,71
30,69
30,67
153,4

0,01
0,02
0,03
0,01
0,01

0,0001
0,0004
0,0009
0,0001
0,0001
0,0016

30,68

Ketidakpastian =

Ketelitian =

Anda mungkin juga menyukai