Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Makanan sangat penting untuk mahkluk hidup karena dengan adanya
makanan maka makhluk hidup dapat makan dan berkembang, dengan
berkembang maka makhluk hidup akan mengalami proses pertumbuhan dan dapat
melangsungkan hidup. Apabila makanan tersebut baik, maka pertumbuhannya
pun akan cepat begitu pula sebaliknya.
Ikan merupakan contoh salah satu makhluk hidup yang membutuhkan
makan untuk tumbuh. Makanan adalah organisme, bahan, maupun zat yang
dimanfaatkan ikan untuk menunjang kehidupan organ tubuhnya. Kebiasaan
makan adalah tingkah laku ikan saat mengambil dan mencari makanan. Ikan yang
mampu menyesuaikan diri ditinjau dari segi makanan adalah jenis ikan yang
mampu memanfaatkan makanan yang tersedia dan bersifat generalis dalam
memanfaatkan makanan alami, sehingga ikan tersebut mampu menyesuaikan diri
terhadap fluktuasi kesediaan makanan alami.
Pengelompokan ikan berdasarkan kepada bermacam-macam makanan
yang

dimakan, ikan dapat dibagi menjadi euryphagic yaitu ikan pemakan

bermacam-macam makanan, stenophagic yaitu ikan pemakan makanan yang


macamnya sedikit dan monophagic yaitu ikan yang makanannya terdiri dari atas
satu macam makanan saja.
Pada praktikum ini ikan yang digunakan adalah ikan nilem. Ikan nilem
merupakan ikan pemakan segala (omnivore) namun cenderung pemakan
tumbuhan (herbivore). Ikan nilem adalah salah satu spesies ikan yang masuk
dalam family Cyprinidae, sehingga bentuk tubuh ikan nilem hamper serupa
dengan ikan mas, hanya kepalanya relative lebih kecil.
1.2 Tujuan

Tujuan dari praktikum ini adalah untuk megetahui dan mengamati


bagaimana kebiasaan makan ikan (food habits) serta untuk mengetahui pakan
yang dimakan oleh jenis ikan Nilem.
1.3 Prosedur Kerja
Prosedur yang dilakukan dalam praktikum adalah :
1. Memingsankan ikan dengan menusukkan jarum penusuk ke bagian antara
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

mata bertujuan agar ikan tidak bergerak saat diteliti


Menimbang berat ikan nilem
Mengukur panjang standar dan panjang total ikan
Membelah perut ikan dan mengambil saluran pencernaan ikan
Mengeluarkan usus dari perut ikan untuk diteliti isi usus
Keluarkan isi usus (kotoran) ke dalam cawan petri
Mengencerkan kotoran ikan menggunakan air hingga tidak menggumpal
Mengambil sampel kotoran yang telah diencerkan dan diamati ke
mikroskop

9. Catat hasil pengamatan di tabel yang telah disediakan.

BAB II
TINJAUN PUSTAKA
2.1

Definisi Ikan Nilem


Nilem (Osteochilus

hasselti) merupakan

ikan

endemik

(asli)

Indonesia yang hidup di sungai-sungai dan rawa-rawa. Namun, sejalan dengan


perkembangan, ikan tersebut kemudian dibudidayakan di kolam-kolam untuk
tujuan komersial. Secara nasional keberadaannya kurang begitu populer
kecuali di Jawa Barat. Hampir 80 % produksi nasional ikan nilem berasal dari
Jawa Barat.
2.1.1 Klasifikasi Ikan Nilem
Ikan

nilem (Osteochilus

hasselti) menurut

Saanin,

1968,

diklasifikasikan dalam:
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Chordata
Sub-phylum
: Craniata
Class
: Pisces
Sub-class
: Actinopterygi
Ordo
: Ostariophysi
Sub-ordo
: Cyprinoidea
Famili
: Cyprinidea
Genus
: Osteochilus
Spesies
: Osteochilus hasselti
Ikan nilem adalah salah satu spesies ikan yang masuk dalam family
Cyprinidae, sehingga bentuk tubuh ikan nilem hamper serupa dengan ikan
mas, hanya kepalanya relative lebih kecil. Pada sudut-sudut mulutnya
terdapat dua pasang sungut-sungut peraba (Djuhanda, 1985).
2.1.2 Morfologi Ikan Nilem
Bentuk tubuh ikan nilem (Osteochilus hasselti) hampir serupa
dengan ikan mas. Bedanya, kepala ikan nilem relatif lebih kecil. Pada
sudut-sudut mulutnya, terdapat dua pasang sungut peraba.

Warna tubuhnya hijau abu-abu. Sirip punggung memiliki 3 jarijari keras dan 12-18 jari-jari lunak. Sirip ekor berbentuk cagak dan
simetris. Sirip dubur disokong oleh 3 jari-jari keras dan 5 jari-jari lunak.
Sirip perut disokong oleh 1 jari-jari keras dan 8 jari-jari lunak. Sirip dada
terdiri dari 1 jari-jari keras dan 13-15 jari-jari lunak. Jumlah sisik pada
gurat sisi ada 33-36 keping. Dekat sudut rahang atas ada 2 pasang sungut
peraba.
Ikan nilem dapat mencapai panjang tubuh 32 cm. Di Jawa Barat,
ikan nilem memiliki popularitas sedikit di bawah ikan mas. Di berbagai
daerah lain, ikan ini dikenal sebagai ikan lehat, regis, monto, palong,
palouw, pawas, assang, atau penopa.
Ikan ini terdapat di Jawa, Sumatera dan Kalimantan, Malaysia, dan
Thailand. Pada umumnya, ikan nilem dapat dipelihara pada daerah dengan
ketinggian sekitar 150-800 m dpl.
2.1.3 Pertumbuhan Ikan Nilem
Kisaran panjang total ikan nilem antara 7,2-15 cm dan kisaran
bobot tubuh antara 5,1-25,9 g. Pola pertumbuhan ikan nilem bervariasi,
umumnya

berpola

allometrik

namun

pada

bulan

Mei

pola

pertumbuhannya isometrik.untuk ikan nilem cukup menggunakan udang,


cacing, pelet setengah basah dan Tempe dipotong kecil-kecil atau pake
daun Singkong ukuran.

2.1.4 Reproduksi Ikan Nilem


Ikan nilem termasuk ikan yang produktif karena bisa dipijahkan 34 kali dalam setahun. Keberhasilan pemijahan sangat ditentukan pada
faktor induk dan pengaturan lingkungan pemijahan. Untuk itu, pemilihan
induk ikan nilem yang hendak dipijahkan barns memenuhi persyaratan
sebagai berikut.

Betina : Umurnya mencapai 1-1,5 tahun.Berat badan sekitar 100


g.Bila diurut pelan-pelan ke arah lubang alat genital, induk betina akan
mengeluarkan cairan berwarna kekuning-kuningan.
Jantan: Perutnya mengembang dan terasa empuk ketika diraba.
Berumur 8 bulan Berat badan sekitar 100 g. Bila dipijat perut ke arah alat
genital, induk jantan akan mengeluarkan cairan seperti susu.

2.1.5 Habitat dan Penyebaran Ikan Nilem


Nilem hidup di lingkungan yang jernih. Oleh karena itu, ikan ini
dapat ditemukan di sungai-sungai. Kebiasaan makan ikan nilem tergolong
ikan pemakan tumbuh-tumbuhan (herbivore).. Di tempat budi daya, ikan
nilem dapat dipijahkan sepanjang tahun dengan mengatur kondisi
lingkungan. Nilem yang kini banyak tersebar di pulau Jawa, Sumatra,
Kalimantan, dan Sulawesi dahulu diperkirakan mula-mula didomestikasi
(dijinakkan) di Jawa Barat. Pusat-pusat pemijahan atau budidaya ikan
sudah berhasil dilakukan oleh petani ikan antara lain terdapat di
Kecamatan Tarogong Kabupaten Garut da Rancapaku (Soeseno, 1978).
2.2 Pakan dan Cara Makan Ikan
Secara umum kebiasaan makan dan cara makan ikan terdiri atas aspek
tempat makan atau lokasi makan, waktu makan ikan, cara makan ikan, dan jenis
makanan kegemaran ikan. Kedua kebiasaan itu tidak sama antara jenis ikan yang
satu dan jenis ikan yang lainnya.
Secara umum, kebiasaan makan ikan bisa dibagi menjadi beberapa hal seperti
berikut ini :
a. Kebiasaan Makan Ikan Berdasarkan Tempat

Ikan dasar perairan (demersal), yakni ikan jenis ini banyak menghabiskan

aktivitasnya di dasar perairan. Contohnya: lele dumbo dan patin.


Ikan lapisan tengah perairan, yakni ikan yang mencari makanan yang
mengapung di tengah perairan. Ikan jenis ini hanya sewaktu-waktu muncul

ke permukaan air atau berenang di dasar perairan. Ikan mas dan bawal

termasuk kedalam jenis ini.


Ikan permukaan perairan, yakni ikan yang mencari makanan di permukaan
air. Umumnya, ikan jenis ini menghabiskan waktunya lebih lama berada di
lapisan atas perairan. Ikan dengan kebiasaan seperti ini disebut dengan
pelagis atau ikan permukaan. Gurami, nila dan mujair termasuk dalam

kategori ini.
Ikan menempel, yakni ikan pemakan bahan organik yangmenempel pada
subtrat (benda yang terdapat di dalam air), baik yang berada di dalam kolam
air (lapisan tengah) maupun yang berada di dasar perairan. Ikan nilem dan
sapu-sapu termasuk dalam kategori ini.

b. Kebiasaan Makan Ikan Berdasarkan Waktu

Jenis ikan yang aktif mencari makan pada siang hari. Aktivitas makan ikan
ini banyak dilakukan pada siang hari. Pada malam hari, mereka lebih

banyak beristirahat. Contohnya: ikan mas, nila, bawal, dan gurami.


Jenis ikan yang aktif mencari makan pada malam hari (nocturnal). Ikan yang
masuk dalam kategori ini jarang mencari makanan pada siang hari. Jenis
ikan yang aktif mencari makanan pada malam adalah lele dumbo, lele lokal,
dan patin (jambal).

2.2.1 Pakan dan Cara Makan Ikan Nilem


Larva nilem yang masih kecil mula-mula memakan plankton
kemudian ikan yang berukuran lebih besar kebiasaan makannya (feeding
habit) bersifat penggerogot (grazer) untuk mendapatkan epiphyton dan
periphyton (ganggang penempel) yang tumbuh di permukaan daun tanaman
air. Nilem dapat memanfaatkan pakan nabati 75-100%, hal ini juga biasa
dilakukan oleh para petani dalam memberi pakan pada ikan nilem yang
terdiri dari hijauan segar dengan frekuensi 3-5 kali sehari. Ditinjau dari
karakteristik saluran pencernaannya, ikan nilem mempunyai usus yang
panjang sehingga tergolong ikan yang cenderung herbivora.

Potensi tumbuh cukup tinggi karena mudah beradaptasi terhadap


berbagai jenis pakan dan bagian organ pencernaannya pada stadia benih
sudah mulai lengkap. Ususnya panjang, bagian akhir dari usus terjadi
diferensiasi usus yang lebih lebar yang disebut rectum. Pada bagian ini
tidak lagi terjadi pencernaan, fungsinya selain sebagai alat ekskresi, juga
membantu osmoregulasi (Hoar, 1979). Ikan nilem termasuk ikan omnivora
dan rakus, sangat responsif terhadap pellet buatan, bahkan terhadap hijauan
sekalipun.
Ikan nilem (Osteochilus hasselti) hidup di perairan yang jernih. Oleh
karena itu, ikan ini dapat ditemukan di sungai-sungai. Populasi ini hanya
cocok dipelihara di daerah sejuk, yang tingginya diatas permukaan air laut
mulai dari 150m 1000m, tetapi yang paling baik adalah di daerah setinggi
800m, dengan suhu air optimum 180C 280C (Soeseno, 1985).
Ikan nilem adalah ikan organik yang artinya tidak membutuhkan
pakan tambahan atau pellet. Ikan nilem termasuk ikan pemakan tumbuhtumbuhan (herbivora).
Larva yang baru menetas biasanya memakan jenis zooplankton
(hewan yang berukuran kecil atau mikro yang hidup diperairan dan
bergerak akibat arus perairan) yaitu rotifer. Sedangkan benih dan ikan
dewasa memakan tumbuh-tumbuhan air seperti chlorophyceae, characeae,
ceratophyllaceae, polygonaceae (Susanto, 2006)
2.3 Pertumbuhan Ikan
Pertumbuhan dapat dianggap sebagai hasil dari dua proses yaitu, proses yang
cenderung untuk menurunkan energi tubuh yang menjadi nyata jika seekor ikan
dipelihara dalam jangka waktu yang lebih lama tanpa diberi makanan dan suatu
proses yang diawali dari pengambilan makanan dan yang diakhiri dengan
penyusunan unsur-unsur tubuh. Pertumbuhan sebagai pertambahan dalam volume
dan berat dalam waktu tertentu. Pada umumnya berat individu ikan mengikuti
pola pertumbuhan.

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil Praktikum
No

Panjang (cm)

Berat (gr)

Jenis Makanan

Lapang Pandang
I

Panjang Total: 8
cm
Panjang Standar:
cm

Panjang Usus: cm

Panjang Total: 6,8


cm
Panjang Standar:
cm

Panjang Usus: cm

Nitzschia

II

III

IV

Cyclotella

50

Spyrogyra

50

Panjang Usus: cm
Panjang Total: 8,5
cm
Panjang Standar:
6,5 cm

100

Panjang Total: 6,5


cm

Panjang Standar:
Panjang Usus: 25
cm

16.66666667
5.555555556
5.555555556

Detritus

50

5.555555556

Pelet

25

30

Oscilatoria

75

60

70

50

35

50

10

25

10

20

20

25

20

10

Daphnia

10

Cosmarium

30

50

Oscilatoria

50

Daun Talas

7.222222222
100

95

100

5.555555556
1.111111111

10

5
0.555555556

100

16.66666667
100

100

100

22.22222222

10

10

12

Oscilatoria

10

Cosmarium

78

77

81

72

20

83

93

82

Pelet

70

10

70

100

100

50

10

70

53.33333333

Oscilatoria

30

50

90

30

22.22222222

Daphnia

Daun Talas

6
95

90

10
30

Cosmarium

30
50

75.66666667

11.11111111
3.333333333

90
100

6
5.666666667

Detritus
6

16.66666667

Spyrogyra
Panjang Total: 6
cm
Panjang Standar:
6,5 cm

70.55555556
10

Pelet

Daphnia

Panjang Usus: cm

IX

50

Cyclotella
5

VIII

Cosmarium

Detritus

VII

11.11111111

Spyrogyra
3

VI

100

Tubifex

Panjang Total: 8,5


cm
Panjang Standar: 8
cm

Jumlah

30
20

50

60

10
30

20

50

15.55555556

Panjang Usus: cm

Navicula

30

30

Spyrogyra

30

50

Daphnia

Panjang Total: 6,2


cm
Panjang Standar:
4,5 cm
Panjang Usus: 20
cm

20
20

Pelet

80

Tubifex
Bacillaria
paradoxa

30

Pelet
Aphanotheca
stagrina

20

45

45

40

20

Pelet

10

30

Cyclotella

Panjang Usus: cm

30
50

10

30

30

10

70

100

Daun Talas

80

Nitzschia

20

Tubifex

13.33333333

40

20

30

30

30

20

20

30

30

100

Daun Talas

50

70

10

35

100

34.44444444

20

24.44444444

60

40

40

2.222222222
20

30

20

5.555555556

10

15

50

Synedra

25

Gonatozygon

60

1.111111111

50

48.33333333

25

5.333333333

70

13.33333333
1.333333333

20

25

Diatome

30

12

Daphnia

Oscilatoria

20

0.555555556

Daphnia
Detritus

40

10

2.222222222

Pelet

5.1

30

50

Spyrogyra

10

12.77777778

20

Chlorella

Panjang Total: 6,3


cm
Panjang Standar:
cm
Panjang Usus: 32
cm

6.111111111

10

Navicula

Panjang Usus: cm

31.11111111

20

Spirulina
4.8

8.888888889
17.77777778

100

45

Daphnia

30

20

Chaetoceros

Panjang Total: 6,3


cm
Panjang Standar:
cm

11.11111111

45

30

10
12.22222222

50

40

35

100

20

20

Hydrodictyon
3

20

30

30

Detritus

30

8.888888889
12.22222222

20

25

Oscilatoria

Panjang Total: 7
cm
Panjang Standar:
5,5 cm

30

20

Tubifex

30

20

40

60

70

70

75

50

50

25

25

5
27.22222222
39

25

6
3

100

11
25

3
25

10

Hyalotheca

50

Microcystis

75
100

Nitzschia
11

Panjang Total: 8,5


cm
Panjang Standar:
cm
Panjang Usus: 30
cm

5.2

Cosmarium

100

30

10

50

15

Daphnia

50

11
25

25

100

50

45

50

Pelet
Microcystis

25

50

20

30

25

Chlorella

50

5.555555556
25

10.55555556
8.888888889

15

Nitzschia

15
50

20

Serat Tumbuhan

25

25

12

5.3

Daphnia

100

Cosmarium

50

Tubifex

50

Daphnia

50

20

3.2

Panjang Standar:
Panjang Usus: 17
cm

40

30

40

15

10

60

20

25
75

Tubifex

17

59

35

12

40

33.33333333

10

8.888888889

10

8.888888889

37

38.88888889

25

16.66666667

100

30.55555556

50

18.22222222

60

4.111111111
60

100

35.77777778

1.444444444

24

3.777777778

80
50

100

75

16

10

80

20

30

100
100

30

Detritus

50

100

Detritus
Panjang Total: 6,9
cm

30

5.555555556

75

Navicula

40

50

35

Daphnia

20

8.333333333

Chlorella

Pelet

60

6.666666667

30

Diatome
14

30

50

Oscilatoria
Panjang Total: 5,4
cm

12.22222222

20
25

2.777777778

10
50

Chlorella
Pelet

6.111111111
3.888888889

Clostarium
5

10

10

Pelet

13

2.777777778

25

Detritus

Panjang Total: 7,4


cm
Panjang Standar:
cm
Panjang Usus: 24
cm

25

10

Chaetoceros
Panjang Total: 8
cm
Panjang Standar: 6
cm
Panjang Usus: 20
cm

8.888888889
5.555555556

Dactyloccoepsis
Detritus

14

70

100
65

100

90

60

50

100

36.66666667

60

40

68.33333333

11

Panjang Standar:
Panjang Usus: 17
cm

Tubifex
Oscilatoria
Bacillaria
paradoxa

5
10

Pelet

16

Panjang Total: 6
cm

Panjang Standar:
Panjang Usus: 25
cm

Cosmarium

10

Clostarium

75

17

Panjang Total: 7
cm
Panjang Standar:
5,4 cm
Panjang Usus:
25,5 cm

3.65

10

15

10

10
15

50

Diatome

50
25

30

12.22222222

10

20

10

10

6.666666667

10

10

20

10

8.333333333

25
75

Detritus

15

Serat Tumbuhan

Navicula
Bacillaria
paradoxa

10

3.64

Detritus

75

25

50

8.333333333
2.777777778

15

10

10

10

10

10

3.888888889

10

3.333333333

10

10

15

10

25

20

50

60

50

10

50

20

20

50

90

80

10

20

15

8.333333333

20

50

19

6.2

23.33333333
1.111111111

100

90

50

48.88888889
35.55555556

50

8.888888889

Spyrogyra

Panjang Total: 7,9


cm
Panjang Standar:
6,3 cm
Panjang Usus: 42
cm

53.88888889
6.111111111

100

Cosmarium

38.88888889

50

100
100

75

25

Daphnia

22.22222222

50

Platyhelminthes
18

25

50

13.88888889

60

10

10

13.88888889
25

75

25
75

25
50

Chlorella
70

3.888888889

10

50

Chlorella

10

10
10

Oscilatoria

Daphnia

Panjang Total: 7
cm
Panjang Standar:
5,2 cm
Panjang Usus: 35,2
cm

25

25

Spirulina

Pelet

0.555555556

10

1.111111111

Oscilatoria

30

3.333333333

Tubifex

20

2.222222222

Pelet

20

Tubifex
Cosmarium

20

40

40

40

50

30

20

30

10

40

60

40

10

28.88888889

40

30

20

15.55555556

20

21.11111111

40

7.777777778

30

Daphnia

30

Oscilatoria

60

40

20

10

20

Spyrogyra

20

20

20

10

10

16.66666667
10

12

10

20

Panjang Total: 8,3


cm
Panjang Standar:
6,2 cm
Panjang Usus: 41
cm

5.43

Cosmarium

100

100

Tumbuhan

90

60

90

10

Daphnia

20

Detritus

10

Tubifex

10

50

90

60

50

76.66666667

50

10

20

10

11.11111111

10

10

4.444444444
1.111111111

10

2.222222222

Oscilatoria
21

Panjang Total: 8,5


cm
Panjang Standar:
6,5 cm
Panjang Usus: 31
cm

5.7

Cyclops
Daun Talas

100

50

33.3

50

66.7

25

Tetramastix

33.3

Oscilatoria

66.7

Branchionus

22

4.28

Cosmarium

60

Branchionus

15

Detritus

10

10

Cyclops

15

Tumbuhan

70

23

5.23

Cosmarium

80

20

10

5
10

100

30

60

Daphnia

50

Pelet

10

Oscilatoria

10

25

Chlosterium

85

25

29.63333333

25

25

5.555555556

75

75

25

100

50

27.77777778

85

70

70

90

74.44444444

2
5

10

85

75

2.444444444

10

10

10

3.666666667

15

15

7.222222222

70

25

80

10

10

70.55555556

25

8.333333333

2.777777778

10

9.444444444

10

2.777777778

0.555555556
5

10

1.666666667

0.555555556

Helminthes

10

1.111111111

Serangga
Cosmarium

50

1.111111111

Gronbladia

5.23

100

30

60

10

2.222222222

Synedra

24

6.477777778
18.52222222

10

Detritus
Bacillaria
paradoxa

Panjang Total: 7,8


cm

12.03333333

25

15

25

75

Tubifex
Panjang Total: 7,8
cm
Panjang Standar: 6
cm
Panjang Usus: 25,2
cm

70

4.444444444

25

Cosmarium
Panjang Total: 7,5
cm
Panjang Standar:
5,5 cm
Panjang Usus: 45,5
cm

40

85

85

75

70

80

13

10

1.111111111

50

70.55555556

Panjang Standar: 6
cm
Panjang Usus: 25,2
cm

Daphnia

50

Pelet

10

Oscilatoria

10

25

Chlosterium
Detritus
Bacillaria
paradoxa

5
5

25

10

25

8.333333333

2.777777778

10

9.444444444

10

1.111111111
5

10

10

2.777777778

Synedra

0.555555556
5

Gronbladia
Helminthes

10

1.666666667

0.555555556
10

1.111111111

Serangga

10

Tabel 1. Data hasil praktikum

14

1.111111111

4.2 Pembahasan
Dari data table diatas dapat kita simpulkan bahwasanya, pada Ikan Nilem
terlihat lebih banyak mengkonsumsi pakan sejenis Fitoplankton yakni Cosmarium sp.
Pada garfik diatas persentasi pada pakan Cosmarium sp. sangat tinggi mencapai
sekitar 77% dari semua jenis pakan yang ada. Ini menunjukkan bahwa pada Ikan
Nilem merupakan jenis pemakan tumbuhan atau dikenal dengan istilah herbivora.
Dapat dibuktikan bahwasanya ikan tersebut memiliki usus yang panjang yang
merupakan ciri-ciri dari ikan pemakan tumbuhan. Secara umum Ikan Nilem
merupakan jenis omnivora atau pemakan segalanya, tapi lebih condong ke herbivora.
Dapat dibuktikan dengan Ikan Nilem tidak hanya makan Cosmarium sp. saja tetapi
juga memakan Oscilatoria sp. dengan pencapai persentasi sekitar 71% diamana
Cosmarium sp. yang merupakan jenis Zooplankton
Dan juga dapat kita lihat jenis pakan pellet memiliki persentasi yang cukup
rendah sekitar > 30%. Ternyata

dibandingkan dengan Cosmarium sp.

pellet

memiliki persentasi yang lebih rendah, walaupun Ikan Nilem tersebut sebelumnya
digunakan untuk percobaan diberi pakan pellet. Hal ini disebabkan pada jenis bukaan
mulut ikan Nilem termasuk kecil. Karena Ikan yang digunakan untuk pratikum masih
tergolong kecil, sehingga tidak memungkinkan ikan tersebut untuk memakan pellet
yang ukurannya lebih besar dibandignkan mulutnya. Oleh karena itu Ikan Nilem lebih
banyak memakan Cosmarium sp. karena ukurannya yang lebih kecil.
Sedangkan persentasi pakan yang paling rendah dari data di atas adalah
Spyrogyra sp. dan Daphnia sp. yaitu sekitar 1% saja. Mungkin disini karena sebelum
Ikan Nilem digunakan untuk percobaan ikan tersebut hanya di taruh didalam baskom
yang memungkinkan Spyrogyra sp. dan Daphnia sp. tidak tersedia. Oleh sebab itu
kenapa salah satu jenis pakan seperti Spyrogyra sp. dan Daphnia sp. persentasenya
sangat sedikit.

15

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan :
Kebiasaan makan ikan berbeda beda
Ikan nilem merupakan ikan pemakan segala (omnivore) namun

cenderung pemakan tumbuhan (herbivore)


Ikan nilem termasuk ikan yang suka menempel pada substrat,baik yang

berada di kolam maupun yang berada di dasar


Ikan nilem dapat dikategorikan ikan euryphagic atau memakan banyak
macam makanan, dapat terlihat dari makanan yang ikan tersebut makan
pada hasil praktikum.

4.2 Saran
Saran kami dari hasil praktikum yang telah dilakukan adalah :
Praktikan diharapkan mengetahui prosedur kerja terlebih dahulu agar

mempermudah dan mempercepat pengerjaan


Praktikan diharapkan lebih hati hati saat pemingsanan ikan,
pembelahan perut, pengeluaran saluran pencernaan, pengeluaran isi usus,

dan pengenceran isi usus pada cawan petri


Praktikan diharapkan teliti saat melihat isi usus pada mikroskop

16

DAFTAR PUSTAKA
http://nartha.blogspot.com/2007/12/pemijahan-ikan-nilem-osteocholus.html
http://www.scribd.com/doc/58510532/Budidaya-Ikan-Nilem

http://www.iftfishing.com/fishing-guide/pemula/mengenal-kebiasaanmakan-ikan

17

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan
rahmat dan hidayah-Nya. Sehingga laporan praktikum biologi perikanan yang
berjudul Pakan dan Cara Makan Ikan Nilem dapat diselesaikan dengan baik.
Saya telah menyusun makalah ini dengan sebaik-baiknya dan semaksimal
mungkin. Namun tentunya sebagai manusia biasa tidak luput dari kesalahan dan
kekurangan. Harapan saya, semoga bisa menjadi pelajaran di masa mendatang agar
lebih baik lagi dari sebelumnya.
Tak lupa ucapan terimakasih saya sampaikan kepada Dosen Pembimbing atas
bimbingan, dorongan dan ilmu yang telah diberikan kepada saya. Sehingga saya
dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya dan Insya Allah
sesuai yang saya harapkan. Dan saya ucapkan terimakasih pula kepada rekan-rekan
dan semua pihak yang terkait dalam penyusunan makalah ini.
Mudah-mudahan makalah ini bisa memberikan sumbang pemikiran sekaligus
pengetahuan bagi kita semuanya. Amin.
Jatinangor, 21 April 2012
Penyusun

18

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang... 1
1.2 Tujuan Praktikum.. 2
1.3 Prosedur Kerja... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi Ikan Nilem 3
2.1.1 Klasifikasi Ikan Nilem... 3
2.1.2 Morfologi Ikan Nilem 4
2.1.3 Pertumbuhan Ikan Nilem... 4
2.1.4 Reproduksi Ikan Nilem.. 5
2.1.5 Habitat dan Penyebaran Ikan Nilem.. 5
2.2 Pakan dan Cara Makan Ikan... 5
2.2.1 Pakan dan Cara Makan Ikan Nilem... 7
2.3 Pertumbuhan Ikan... 8
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil Praktikum... 9

19

3.2 Pembahasan Praktikum. 16


BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan.... 17
4.2 Saran.. 17
DAFTAR PUSTAKA18

20

PAKAN DAN CARA MAKAN IKAN NILEM

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI PERIKANAN


Disusun sebagai salah satu syarat untuk memenuhi nilai mata kuliah
Biologi Perikanan
Disusun oleh :

Eskasatri

(230110100006)

Adrio Juliardi P

(230110100007)

Satriya Ikhsan N

(230110100008)

JURUSAN PERIKANAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR
2011

21