Anda di halaman 1dari 9

REHABILITATION FOR APHASIA

Impairment-based therapies / Fascilitation & Stimulation technique
To improve language functions by directly stimulating specific listening, speaking, reading and writing
skills.

1. Tehnik Stimulasi
Pada tehnik ini tidak dibeda-bedakan sindrom-sindrom afasia, pendekatan dilakukan dengan pemberian
stimulasi berupa auditori, bahasa tertulis maupun gambar-gambar. Dengan adanya stimulus diharapkan
timbul respon dari penderita. Dalam memancing respon dapat lebih dari satu modalitas, misalnya dengan
meminta pasien menyebutkan nama gambar, menyuruh mengulangi kata tersebut, menuliskan kata
tersebut serta mengucapkannya kembali. Modalitas yang gangguannya paling ringan diterapkan lebih
dahulu kemudian yang berat sehingga diharapkan fungsi yang satu memudahkan dan merangsang fungsi
yang lain.

2. Constraint-induced language therapy (CILT):
CILT discourages the use of compensatory communication strategies, such as gestures or writing
Purpose
 Create an environment that “forced” the patients to systematically complete intensive practice
of speech acts with which they have difficulty
 Limit the use of writing, gesturing, drawing or giving up on a message all together in order to
promote oral expression

sedangkan pasien afasia konduksi mungkin calon yang baik. pasien dengan afasia Wernicke dan transkortikal jelas bukan calon yang baik untuk terapi ini. “dog” vs. Dasar metode ini adalah menyalurkan stimulasi melodik dari hemisfer kiri ke arah hemisfer kanan. Menurut Sparks. “Do you have a dog?”)  Other players respond verbally in the appropriate manner (i. Cocok diberikan pada pasien afasia Broca berat dengan pemahaman yang baik namun fluensinya kurang. Stimulasi auditorik diterima oleh cortex auditorik primer di hemisfer kiri. Melodic Intonation Therapy (MIT) Melodic Intonation Therapy (MIT) merupakan salah satu metode terapi yang menggunakan elemen musik dari suatu bahasa (irama dan melodi) untuk menstimulasi hemisfer non-dominan sehingga dapat membantu produksi atau ekspresi bahasa. “here” vs.e. Informasi ini diteruskan ke . PACE. conversation) Procedures (Example: “Go Fish”)  All communication must be spoken words  Each patient selects a card (dog) and requests the object on the card without showing it to the other players (clinician changes level of difficulty as appropriate i.e.Appropriate Patients Patients with chronic aphasia Materials Routine therapy tasks (games. “I have a dog”)  Treatment is provided on an intensive schedule that varies by protocols (3 hours+ hours/day at least 5 days a week) 3.

mulai dari 2-3 suku kata sampai 5 atau lebih suku kata disertai .cortex auditorik assosiasi (area Wernicke). tapping pada tangan kiri juga dapat menstimulasi jaringan sensorimotorik hemisfer kanan yang mengontrol gerakan tangan dan mulut. maka tidak akan terjadi curah verbal sebagai respons informasi ini. Sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada hemisfer kiri. Penggunaan intonasi dimaksudkan untuk menstimulasi hemisfer kanan. Tapi karena area Broca tidak berfungsi pada area nonfluent. Informasi yang diolah di area Wernicke untuk dipahami ini seharusnya dilanjutkan ke area Broca di daerah frontal kiri melalui fasciculus arcuatus. akan disalurkan transkalosal ke cortex assosiasi yang homolog sisi kanan dan dari sini dilanjutkan ke area Broca yang homolog sisi kanan melalui fasciculus arcuatus. Tapping pada MIT berfungsi seperti metronome yang dapat membantu untuk mengatur kecepatan pengucapan sebuah suku kata. Sebagaimana yang telah diketahui bahwa hemisfer kanan berfungsi antara lain untuk stimulus musik atau melodi dan terdapat hubungan transkalosal antara cortex auditorik assosiasi pada hemisfer kiri dan kanan. Berdasarkan hal itu. dengan kecepatan artikulasi yang lebih lambat akan lebih sesuai dengan kondisi hemisfer kanan. Terdapat 2 hal yang membuat MIT menjadi terapi afasia yang efektif yaitu intonasi dan tapping pada tangan kiri. Dari area ini stimulus melodi ini akan disilangkan lagi melewati corpus callosum ke area prerolandik di hemisfer kiri dengan menghindari daerah Broca kiri yang tidak tercapai oleh stimulus dari kiri. maka diasumsikan bahwa stimulus auditorik yang bersifat melodi yang diterima cortex assosiasi kiri yang tidak dapat disalurkan ke area Broca kiri. Pada prinsipnya MIT dilakukan dengan meminta penderita afasia untuk mengucapkan frase dengan intonasi atau penekanan suku kata. Dengan demikian diharapkan terjadi curah verbal yang bersifat melodik.

Selanjutnya penderita dan terapis melakukannya secara bersama-sama. Pada saatnya nanti.melakukan tapping pada tangan kiri penderita. satu suku kata dengan 1 kali tapping sehingga terbentuk suatu irama. unsur melodi sepenuhnya dapat dihilangkan sehingga penderita dapat melakukan percakapan normal. Dasarnya adalah pasien afasia memiliki gangguan di hemisfer kiri akan tetapi kemampuan hemisfer kanan masih baik sehingga kemampuan komunikasi non verbal antara lain gestural masih dapat dikembangkan . Hal yang perlu ditekankan bahwa untuk melakukan MIT. terapis atau pasien tidak perlu seorang musisi ataupun penyanyi yang baik. Pada akhirnya penderita mampu melakukannya sendiri dan hanya dengan bantuan tapping. Visual Action Therapy Indikasi : afasia global Metode terapi ini melatih para pasien afasia untuk mempergunakan simbol gestural untuk berkomunikasi. 4. Pada tahap awal. terapis mengucapkan sebuah frase dengan humming disertai dengan melakukan tapping pada tangan kiri penderita. Petunjuk diberikan ahli terapi dengan gerak isyarat dan mimik muka. Secara perlahan-lahan terapis mulai mengucapkan frase dengan penekanan suku kata (intonasi) dan penderita mengulangi setelahnya.

5. 3-9 letters in length . Anagram Copy and Recall Treatment (ACRT) Purpose  Provides patients with a core set of specific written words to communicate basic wants and needs  Improves link between graphemic representations and semantics (spelling) Appropriate Patients Non-verbal patients with severe aphasia Materials A core set of approximately 20 words.

6. If client is unsuccessful. those given in step 3) and once again present the picture and ask the client to write the target word. 4.g. Copy and Recall Treatment (CART) Purpose Pairs writing treatment with repeated oral naming practice to improve written and oral naming of target words Appropriate Patients Patients with moderate aphasia who have naming deficits Technique 1. then the clinician should provide a written model of the target for the client to copy at least three times. If client is repeatedly unsuccessful on a particular item. Remove client’s previous written responses (i. If client is successful. then clinician should provide reinforcing feedback and move onto the next target 3. ‘Coffee. 7. 5. If client is unable to successfully write the target. go back to step 3. Client is presented with a picture. If client is able to successfully write the target. move to next item before frustration develops . then clinician should offer feedback before moving to next item 6. Can you write the word coffee?’) 2.e. Clinician provides a spoken prompt to elicit writing (e.

Purpose  Improve reading comprehension by providing practice in grapheme-to-phoneme conversion  Improve oral expression and auditory comprehension of sentences by strengthening the lexicalsemantic system Appropriate Patients Patients with various severity levels of fluent and nonfluent aphasia Materials Sentences and paragraphs up to 100 words in length Procedures  therapist sits across from patient  therapist reads stimulus again with both SLP and patient pointing to each word  therapist and patient read stimulus aloud together with patient pointing to each word. varying rate and volume  For each line or sentence. and written cues to assist the person with aphasia in reading sentences aloud. therapist points to a word for patient to read  Patient reads stimulus aloud ( therapist helps as needed)  therapist reads stimulus aloud pointing to each word as he/she reads it 8. Oral Reading for Language in Aphasia (ORLA) treatment using auditory. therapist states word for patient to identify  For each line or sentence.7. visual. Helm elicited program for syntax stimulation ( HELPSS ) For improvig syntax and therapy of wernickle afasia . repeat.

Umpan balik bertujuan merangsang pasien agar menggunakan strategi yang efektif. saat tiba giliran terapis memberikan gambaran. Conversational coaching: Conversational coaching is a method for training the individual with aphasia to use effective communication strategies – such as gesture. Penanganannya sebanyak mungkin mendekati komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. The clinician serves in the role of coach to both parties. menggambar. or writing – similar to PACE. Both the person with aphasia and the clinician take turns as message sender or receiver. promoting active participation from the person with aphasia. PACE therapy (Promoting Aphasics’ Communicative Effectiveness): treatment designed to improve conversational skills using any modality to communicate messages. . These therapies often consist of more natural interactions involving real life communicative challenges 1. However. menulis. such as a spouse or other family member . Pasien boleh menunjuk.Communication-based methods / Functional Communication Technique are intended to enhance communication by any means and encourage support from caregivers. Latihan ini dapat bertujuan untuk membimbing dan mengajarkan pasien dengan gangguan berat dalam hal menemukan kata agar dapat menggunakan panggambaran-penggambaran untuk menyampaikan maksudnya. asal pesannya tersampaikan. in conversational coaching the training also includes the primary communication partner. drawing. menggunakan gerak-isyarat. 2. pasien tidak perlu menebak dengan kata-kata tetapi dapat juga dengan menunjuk atau menggambar. Sebaliknya.

including participation in an aphasia group. . partner training. Supported conversation: an approach to aphasia rehabilitation that emphasizes the need for multimodal communication. The three essential elements of SCI are incorporating augmentative and alternative communication. and opportunities for social interaction.3. training communication partners. and promoting social communication.