Anda di halaman 1dari 8

KARIES

Proses terjadinya karies gigi dimulai dengan adanya plak di permukaan gigi, sukrosa
(gula) dari sisa makanan dan bakteri berproses menempel pada waktu tertentu yang
berubah menjadi asam laktat yang akan menurunkan pH mulut menjadi kritis (5,5)
yang akan menyebabkan demineralisasi email berlanjut menjadi karies gigi
(Suryawati, 2010).
Secara perlahan-lahan demineralisasi interna berjalan ke arah dentin melalui lubang
fokus tetapi belum sampai kavitasi (pembentukan lubang). Kavitasi baru timbul bila
dentin terlibat dalam proses tersebut. Namun kadang-kadang begitu banyak mineral
hilang dari inti lesi sehingga permukaan mudah rusak secara mekanis, yang
menghasilkan kavitasi yang makroskopis dapat dilihat.
Pada karies dentin yang baru mulai yang terlihat hanya lapisan keempat (lapisan
transparan, terdiri atas tulang dentin sklerotik, kemungkinan membentuk rintangan
terhadap mikroorganisme dan enzimnya) dan lapisan kelima (lapisan opak/ tidak
tembus penglihatan, di dalam tubuli terdapat lemak yang mungkin merupakan gejala
degenerasi cabang-cabang odontoblas). Baru setelah terjadi kavitasi, bakteri akan
menembus tulang gigi.
Pada proses karies yang amat dalam, tidak terdapat lapisan-lapisan tiga (lapisan
demineralisasi, suatu daerah sempit, dimana dentin partibular diserang), lapisan
empat dan lapisan lima (Suryawati, 2010).

Karies gigi adalah penyakit multifaktor yang merupakan hasil kombinasi dari 4 faktor
utama yaitu inang dan gigi, mikroorganisme di dalam plak, substrat dan waktu (Pine,
1997).
Proses terjadinya karies gigi dimulai dengan adanya plak di permukaan gigi, sukrosa
(gula) dari sisa makanan dan bakteri berproses menempel pada waktu tertentu yang
berubah menjadi asam laktat yang akan menurunkan pH mulut menjadi kritis (5,5) yang
akan menyebabkan demineralisasi email berlanjut menjadi karies gigi (Schuurs, 1993).
Biasanya karies terlihat berwarna cokelat kehitaman atau noda-noda putih yang bila
diraba dengan sonde, email belum tersangkut. Secara perlahan-lahan demineralisasi
interna berjalan ke arah dentin melalui lubang fokus tetapi belum sampai kavitasi
(pembentukan lubang). Kavitasi akan timbul bila dentin terlibat dalam proses tersebut.
Lama-kelamaan bagian karies ini akan terasa kasar serta diikuti dengan tertahannya
sonde. Namun kadang-kadang begitu banyak mineral hilang dari inti lesi sehingga

permukaan mudah rusak secara mekanis, yang menghasilkan kavitasi yang


makroskopis dapat dilihat. Karies yang berwarna cokelat kehitaman lebih lama
menimbulkan lubang pada gigi sedangkan noda yang berwarna putih lebih cepat
menimbulkan lubang (Tarigan, 1995).
MAKANAN MANIS

Palmer menjelaskan, proses gigi berlubang berawal dari bakteri yang menempel
pada gigi dari makanan. Sisa makanan yang menumpuk itu pun menjadi plak-plak
dalam gigi. Ketika Anda makan gula, bakteri muncul. Bakteri kemudian akan
mengubah gula menjadi asam. Kadar asam dalam gigi ini pun akan merusak enamel
gigi dan menyebabkan pembusukan hingga gigi berlubang.
Namun, reaksi kerusakan gigi karena gula akan berbeda ketika Anda meminum
sesuatu yang manis. Jika Anda minum secangkir kopi manis dengan satu sendok
teh gula atau 10 sendok, potensi pembusukian gigi akan sama.
"Selama Anda sedikit minum dan mengemil makanan, bakteri yang dapat
menyebabkan pembusukan mengubah gula yang menjadi asam, dan asam yang
mengikis gigi," kata Palmer.
Palmer mengatakan, kita tidak bisa menghindari asupan gula. Sebab, gula alami pun
terdapat dalam makanan seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Untuk itu,
rutin lah menyikat gigi setelah makan dan sebelum tidur. Sebaiknya jangan konsumsi
makanan atau minuman sepanjang hari. Bersihkan mulut dan gigi Anda agar bakteri
tidak bebas berkembang biak.
Penyebab utama karies gigi adalah asam yang dihasilkan dari fermentasi gula yang kita konsumsi
oleh bakteri di dalam mulut. Konsumsi makanan dan minuman manis terus menerus meningkatkan
aktivitas bakteri memproduksi asam yang dapat mengurangi struktur gigi e-mail kita karena
keasamannya. Kerusakan yang terjadi berupa gigi yang berlubang sehingga harus ditambal, atau
dirawat saraf atau dicabut jika sudah tidak dapat dipertahankan.

GOSOK GIGI 2 KALI SEHARI


Pentingnya Menggosok Gigi 2 Kali Sehari Menggosok gigi adalah hal yang dianjurkan oleh para
dokter untuk dilakukan demi menjaga kesehatan gigi dari kuman dan bakteri yang membuat gigi
menjadi rusak dan berlubang. Seluruh dokter gigi menyuruh kita untuk menggosok gigi minimal 2x
dalam sehari .

Akan tetapi sayangnya anjuran dokter untuk menggosok gigi 2x sehari masih banyak yang tidak
memperdulikannya dan menganggap bahwa gigi tidak perlu mendapatkan perawatan. Sebagai
akibatnya, banyak orang mengalami masalah pada gigi mereka, seperti gigi keropos dan gigi
berlubang.

Pentingnya Gosok Gigi 2x Sehari Masalah Yang Sering Timbul


Gigi berlubang atau karies gigi dapat terjadi akibat adanya tumpukan sisa makanan pada gigi.
Lapisan atau timbunan plak ini dapat muncul karena adanya bakteri dan kuman yang mengeras
akibat sisa makanan yang ada dipermukaan gigi tidak dibersihkan. Penyakit radang gusi juga sering
kali muncul karena kuman yang ada dalam gusi mengeluarkan racun. Apabila kita kurang dalam
merawat gigi dan gusi, masalah yang paling umum dapat terjadi adalah bau mulut.
Banyak beranggapan bahwa jika masalah bau mulut terjadi karena makanan yang dikonsumsi,
padahal pada kenyataannya, hal ini diakibatkan oleh kurangnya kita untuk menjaga kebersihan gigi
dan mulut. Apabila masalah yang terjadi sudah makin parah, maka gigi yang berlubang harus segera
dicabut.
Apabila radang gusi terjadi, maka penderita biasanya akan merasa nyeri yang sangat hebat atau gusi
berdarah dan gusi bengkak. Tanpa penanganan yang cepat dan tepat, masalah tersebut dapat
menimbulkan penyakit yang lebih parah lagi. maka dari itu sangatlah penting untuk selalu mengingat
akan Pentingnya Menggosok Gigi 2x Sehari.

Pentingnya Menggosok Gigi 2x Sehari


Para ahli spesialis kesehatan gigi dan mulut memberikan anjuran untuk menggosok gigi setidaknya 2
kali dalam sehari, yakni sesudah habis sarapan dan sebelum tidur. Penting pula untuk diingat bahwa
menggosok gigi sesaat setelah mengkonsumsi makanan yang manis dan lengket seperti coklet juga
sangat berguna untuk menjaga gigi menjadi berlubang.
Selain itu, menggosok gigi dengan cara yang benar dan tepat juga penting diketahui. Menurut para
dokter gigi, cara menyikat gigi yang benar adalah dengan mulai menggosok gigi dari arah gusi ke
gigi. Dengan begitu, kebersihan gusi dan gigi akan lebih sempurna. Disarankan pula untuk mengganti
sikat gigi yang digunakan setiap 3 bulan sekali atau setelah bulu sikatnya sudah mulai rusak.
Namun, mengapa menggosok gigi sebelum tidur menjadi sesuatu yang penting untuk dilakukan?
Alasannya adalah karena pada saat Anda tertidur, di dalam mulut tidak terjadi sirkulasi air liur. Oleh
karena itu, bakteri yang terdapat di dalam mulut akan berkembang 2 kali lebih cepat dibandingkan
saat kita masih terjaga. Menggosok gigi sebelum tidur berfungsi untuk mengurangi dan mengontrol
jumlah bakteri yang ada dalam mulut. maka dari itu, Anda harus selalu ingat akan Pentingnya
Menggosok Gigi 2x Dalam Sehari agar kesehatan gigi dan mulut terjaga dari kuman.

IBU HAMIL

Masa kehamilan merupakan masa yang membahagiakan bagi setiap pasangan. Selain perubahan
secara fisik, perubahan hormonal dan perilaku terjadi pada ibu hamil. Hal-hal tersebut berpengaruh
jug pada keadaan gigi dan mulut mereka. Selama masa kehamilan sering kali calon ibu mengalami
keluhan pada gigi dan mulut. Terkadang ibu hamil tersebut memang sudah mengalami masalah
pada gigi dan menjadi bertambah parah ketika hamil. Oleh karena itu sangat disarankan dilakukan
konsultasi ke dokter gigi ketika seseorang sudah merencanakan kehamilan guna melakukan
pencegahan dan perawatan.
Sebenarnya mengapa kesehatan gigi dan mulut harus dijadikan perhatian utama saat kehamilan?
1.

Selama kehamilan ibu membutuhkan asupan zat makanan bergizi bila ibu hamil
mengalami gangguan pada mulut dan gigi maka kebutuhan pemenuhan makanan tersebut
akan terganggu, sehingga ibu tidak dapat mengunyah makanan dengan baik yang berakibat
gigi janin kurang dan bayi mengalami gangguan pertumbuhan dalam kandungan.

2.

Ibu hamil mengalami perubahan hormone baik itu progesterone maupun estrogen.
Dampak dari perubahan hormone kehamilan itu dpaat mempengaruhi kesehatan mukut dan
gigi, contoh ibu hamil trimester pertama sering muntah dan kelebihan air liur. Bila tidak rajin
kumur dan menggosok gigi maka kuman dan bakteri penyakit mudah tumbuh, menyebabkan
bau mulut dan sariawan pada rongga mulut.

3.

Peningkatan resiko terjadinya pembengakan gusi maupun pendarahan pada gusi. Hal ini
terjadi karena pelunakan dari jaringan daerah gusi akibat peningkatan hormone, kadang
timbul benjolan benjolan berwarna bengkak kemerahan pada gusi, dan gusi mulai
berdarah.

4.

Terganggu kenyamanan dan kurang istirahat akibat sering sakit gigi dan ngilu. Pada saat
hamil kondisi gigi yang berlubang akan bertambah parah akibat penyerapan kalsium dari
tubuh ibu hamil yang dibutuhan ibu bayi untuk proses pertumbuhan.

5.

Ibu hamil dengan keadaan gigi yang rusak cukup parah akan merusak keluarnya hormone
prostaglandin. Hormone bersifat merangsang timbulnya kontraksi pada rahim. Bila terus
menerus rahim berkontraksi maka kelahiran prematur bahkan keguguran dapat terjadi.

6.

Infeksi pada gigi ibu hamil dapat menginfeksi janin dalam kandungan. Menurut hasil
penelitian dari Journal Of Obstetrics Gynecology, ibu yang gusinya terinfeksi dapat
menularkan infeksi pada janin melalui peredaran darah plasenta. Sementara itu, di North
Carolina menemukan fakta bahwa Bakteri Streptococcus mutans yang merupakan penyebab
gigi berlubang dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui sirkulasi darah, dan selanjutnya
dapat mencapai jantung dan mnyebabkan gangguan pada jantung ibu hamil.

Dokter gigi memiliki pertimbangan pertimbangan tersendiri saat harus melakukan perawatan pada
ibu hamil. Trimester kedua adalah waktu yang tepat untuk dilakukan perawatan. Pada umumnya
perawatan yang dilakukan terhadap pasien hamil dibatasi pada prosedur prosedur operatif yang
sederhana, seperti penambalan karies gigi, dan tindakan yang tidak menimbulkan komplikasi
seperti tindakan scalling root planning.
Prosedur perawatan saluran akar sederhana dapat dilakukan selama masa kehamilan, dengan
menggunakan tehnik yang asepsis dan menghindari keadaan yang menimbulkan stress bagi
pasien.
Prosedur prosedur yang dapat menimbulkan stress atau yang melelahkan bagi pasien, seperti
pengambilan gigi terpendam sebaiknya dihindari atau ditunda dulu. Penggunakan radiograph
sebaiknya dihindari terutama trimester pertama dari kehamilan, karena pada saat ini perkembangan
janin sangat peka terhadap radiasi.
Apabila

penggunaan

radiograph

sangat

diperlukan,

terutama

untuk

membantu

menegakkan diagnose yang tepat pada pasien hamil harus diperlukan keamanan seperti apron
atau baju timah untuk menghindari terjadi pengaruh negatif radiasi pada janin.
Berikut ini tip yang bisa membantu para calon ibu untuk bisa tetap memelihara kesehatan mulut
mereka :

Lakukan pemeriksaan rutin dan pembersihan gigi ke dokter

Sikat gigi dua kali sehari untuk menghilangkan segala plak yang menempel

Bersihkan gigi dari sisa makanan pada sela gigi yang sulit dijangkau oleh dental
floss setiap hari.

Gunakan obat kumur antibakteri untuk mencegah terjadi gingivitis


Jangan lupa untuk membersihkan lidah dari bakteri dengan sikat gigi atau alat khusus
pembersih lidah.

Hal yang paling mudah dan aman adalah melakukan preventif atau pencegahan sebelumnya,
dimana pasangan yang merencanakan untuk hamil sangat disarankan untuk melakukan
pemeriksaan dan perawatan gigi mulut sehingga dapat meningkatkan kenyamanan dan kualitas
kehamilan nantinya.

Tips merawat gigi pada ibu hamil


1. Gunakan sikat gigi yang lembut dan ukuran yang sesuai.
2. Pada waktu ibu hamil muntah atau sering mengeluarkan air liur, jangan lupa untuk
berkumur. Berkumur bisa dilakukan dengan air hangat yang dibubuhi garam. Berkumur
dengan air hangat juga bermanfaat untuk membersihkan sisa-sisa lemak pada rongga mulut
dan sela gigi.
3. Pilih pasta gigi yang tidak merangsang alergi, terutama untuk gusi sensitif.
4. Lakukan penyikatan gigi secara benar dan gerakan sikat melingkar dengan hati-hati di
selasela gigi. Sikat gigi arah atas ke bawah; dan sebaliknya, arah bawah ke atas.
5. Bila ada gangguan kesehatan pada mulut yang perlu menggunakan obat kumur,
sebaiknya memperhatikan label pada kemasan tentang keterangan kontra indikasi untuk ibu
hamil.
Ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter gigi dalam penggunaan obat kumur, terutama
untuk mengatasi bakteri penyebab bau mulut ataupun membersihkan keasaman pada
rongga mulut.
6. Bila mempunyai gigi palsu, lakukan perawatan gigi palsu secara teratur.
7. Konsumsi buah-buahan berserat yang banyak mengandung vitamin C.
8. Penuhi kebutuhan kalsium sesuai dengan anjuran dokter atau bidan, terutama dari
sumber zat makanan alami.
Semoga bermanfaat bagi Anda, para ibu hamil!

1. Selama kehamilan, ibu membutuhkan asupan zat makanan bergizi.


Bila ibu hamil mengalami gangguan pada mulut dan gigi, maka kebutuhan pemenuhan
makanan tersebut akan terganggu, terutama jika ibu hamil mengalami karies atau gigi
keropos dan berlubang. Si ibu tidak dapat mengunyah makanan dengan baik sehingga gizi

janin kurang, dan bayi mengalami gangguan pertumbuhan dalam kandungan.


2. Ibu hamil mengalami perubahan hormon, baik itu progesteron maupun estrogen.
Dampak dari perubahan hormon kehamilan itu dapat memengaruhi kesehatan mulut dan
gigi. Contohnya, ibu hamil trimester pertama sering muntah dan kelebihan air liur, dan
rasanya ingin meludah terus-menerus. Bila tidak rajin kumur dan menggosok gigi, maka
kuman dan bakteri penyakit mudah tumbuh, serta muncul bau mulut (halitosis) dan jamur
atau sariawan pada rongga mulut.
3. Peningkatan risiko terjadinya pembengkakan gusi ataupun perdarahan pada gusi.
Hal ini terjadi akibat pelunakan dari jaringan daerah gusi akibat peningkatan hormon.
Kadang timbul benjolan-benjolan berwarna bengkak kemerahan pada gusi, dan gusi mudah
berdarah.
4. Kenyamanan terganggu dan kurang istirahat akibat sering sakit gigi dan ngilu.
Pada saat hamil kondisi gigi yang mengalami karies akan bertambah parah akibat
penyerapan kalsium dari tubuh ibu hamil yang dibutuhkan bayi untuk proses pertumbuhan.
5. Keadaan gigi yang rusak cukup parah akan merangsang keluarnya hormon
prostaglandin.
Hormon ini bersifat merangsang timbulnya kontraksi pada rahim. Bila rahim berkontraksi
secara terus-menerus, maka kelahiran prematur, bahkan keguguran, dapat terjadi.
6. Infeksi pada gigi ibu hamil dapat menginfeksi janin dalam kandungan.
Menurut hasil penelitian yang dimuat Journal of Obstetrics Gynecology, Yiping Han, peneliti
dari Case Western Reserve University pada 2010 melaporkan bahwa ibu yang gusinya
terinfeksi dapat menularkan infeksi pada janin melalui peredaran darah plasenta. Kasus
yang diteliti ini membuktikan bahwa kuman Fusobacterium nucleatum, yang menginfeksi
gusi ibu, ditemukan dalam tubuh janin dan mengakibatkan keguguran.