Anda di halaman 1dari 9

1

Kelompok/Jurusan

: 10/AKAFARMA II

Nama Anggota

: Nurdiana Khamardi Putri

LEMBAR KERJA AKAFARMA


Metode Inkuiri Terbimbing

Mata Kuliah : Pr Kimia Analisa II


Semester
: 2 / 2012-1013
Alokasi waktu: 4 x 50 menit
A. Standar Kompetensi
:
Melaksanakan analisis volumentri
B. Kompetensi Dasar
:
Melaksanakan analisis volumetri metode permanganometri
C. Tujuan Pembelajaran:
1. Mahasiswa dapat merancang percobaan pelaksanaan analisis volumetri
metode permanganometri
2. Mahasiswa dapat membuat larutan standar baku yang digunakan dalam
analisis volumetri metode permanganometri.
3. Mahasiswa dapat memilih indikator yang sesuai untuk digunakan dalam
analisis volumetri metode Permanganometri.
4. Mahasiswa dapat melaksanakan standarisasi larutan dan penentuan
kadar sampel dengan metode permanganometri.
5. Mahasiswa dapat menghitung konsentrasi larutan standar dan kadar sampel
yang ditentukan secara permanganometri setelah data dari praktikum diperoleh.
6. Mahasiswa dapat menuliskan reaksi yang terjadi dalam penentuan
konsentrasi larutan standar dan penentuan kadar sampel
Dasar Teori
Permanganometri adalah analisis volumetri berdasarkan reaksi redoks untuk menentukan
kadar zat yang bersifat reduktor. Fungsinya untuk menentukan kadar zat yang bersifat
reduktor. Dasar reaksi nyang digunakan adalah reaksi redoks. Baku sekunder yang digunakan
adalah kalium permanganat(KMnO4), karena baku sekunder pada titrasi permanagnometri
harus bersifat oksidator, KMnO4 mudah diperoleh,dan tidak membutuhkan tambahan
indikator. Baku primer yang digunakan adalah asam oksalat (H2C2O4), karena dalam titrasi
permanganometri harus bersifat reduktor, tidak higroskopis, dan konsentrasinya sudah stabil.

Permanganometri

Pada titrasi volumetri permanganometri tidak memerlukan indikator karena reaksi dari
KMnO4 + 8H+ + 5e

Mn2+ + 4H2O, sudah bisa menghasilkan warna sendiri dari warna

violet (KMnO4 ) menjadi tak berwarna (Mn2+).


Penambahan H2SO4 berfungsi untuk mempercepat O(n) dengan pemanasan pada suhu 6070 C untuk mempercepat reaksi dengan cara menaikkan energi potensial dari zat-zat yang
bereaksi.
Anda akan melakukan praktikum untuk menentukan kadar suatu sampel yang mengandung
FeSO4. Tentukan metode analisis yang akan anda gunakan. Tentukan dan urutkan langkahlangkah kerja utama apa saja yang akan anda lakukan.
1.
2.
3.
4.

Penentuan baku sekunder


Penentuan baku primer
Pembakuan
Penetapan kadar

Alat dan Bahan


Alat yang digunakan:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Buret
Erlenmeyer
Klem
Statif
Pipet tetes
Botol timbang

7. Corong gelas
8. Batang pengaduk
9. Botol semprot
10. Pipet volume
11. Beaker glass
12. Labu ukur

13. Bola hisap


14. Lampu spiritus
15. Kaki tiga
16. Kawat kassa
17. Alas putih

Bahan yang digunakan:


1.
2.

KMnO4
H2C2O4

3.
4.

FeSO4
H2SO4

Langkah kerja 1 (Pembuatan Baku Sekunder KMnO4 0,1N 100ml)


Meliputi:
1.
2.
3.
4.
5.

Hitung massa yang dibutuhkan untuk membuat KMnO4 0,1N 100ml


Timbang KMnO4 sebanyak 0,316 gram di timbangan kasar
Ditimbang kembali di timbangan analitik
Larutkan KMnO4dengan aquades
Masukkan dalam labu ukur 100ml lalu add kan sampai tanda batas

Langkah kerja 2 ( Pembuatan Baku Primer H2C2O4 0,1N 50ml )


Meliputi:
1.
2.
3.
4.

Hitung massa yang dibutuhkan untuk membuat H2C2O4 0,1N 50ml


Timbang H2C2O4 sebanyak 0,315 gram di timbangan kasar
Ditimbang kembali di timbangan analitik
Larutkan Kristal H2C2O4 dengan aquades
Permanganometri

5.

Aquades

5. Masukkan dalam labu ukur 50ml lalu add kan sampai tanda batas
Langkah kerja 3 ( Pembakuan )
Meliputi:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Menyiapkan buret
Memasukkan baku sekunder (KMnO4) ke dalam buret
Mengambil 5ml baku primer (H2C2O4) masukkan ke erlenmeyer
Masukkan H2SO4 ke Erlenmeyer
Panaskan dengan suhu 60-70C
Titrasi KMnO4 dengan H2C2O4 hingga mencapai TAT, catat perubahan warna dan
volumenya.

Langkah kerja 4 (Penetapan Kadar)


Meliputi:
1.
2.
3.
4.

Pipet 10ml FeSO4 masukkan ke dalam erlenmeyer


Masukkan H2SO4 ke dalam erlenmeyer
Panaskan dengan suhu 60-70C
Titrasi KMnO4 dengan FeSO4 hingga mencapai TAT, catat perubahan warna dan
volumenya.

Data Langkah kerja 3 (Pembakuan)


1
2
3

Volume awal titrasi


8,8
13,9
5,55

Volume akhir titrasi


13,9
18,75
10,35
Volume rata-rata titrasi

Volume titrasi
5,1
4,85
4.8
4,825

Data Langkah kerja 4 (Penetapan Kadar)


1
2
3

Volume awal titrasi


10,35
15,4
11,2

Volume akhir titrasi


15,4
20,4
16,15
Volume rata-rata titrasi

Reaksi :
KMnO4- + 8H+ + 5e
C2O422MnO4-+ 5C2O42-+ 16H+
KMnO4- + 8H+ + 5e

Mn2+ + 4H2O

2CO2 + 2e

2Mn2+ + 8H2O + 10CO2


Mn2+ + 4H2O

Permanganometri

Volume titrasi
5,05
5
4,95
5

Fe2+
MnO4- + 5Fe2+ + 8H+

Fe3+ + e

Mn2+ + 5Fe3+ + H2O

Perhitungan :
Perhitungan KMnO4 :
KMnO4 0,1N 100ml

Mr KMnO4 = 158,04 g./mol

100ml = 0,1L

N = M x val
0,1= M x 5

mol =

M=

M=
0,02 M =

M = 0,02 M

mol = 0,02 x 0,1

0,002mol =
massa = 0,002 mol x
158,04 g/mol

= 0,002 mol

massa = 0,31608 g
= 316 mg

Perhitungan KMnO4 tertimbang :


KMnO4 0,328 g 100ml

Mr KMnO4 = 158,04 g./mol


mol

mol

100ml = 0,1L

= 0,00207 mol
M=

M=
= 0,0207 M
mol

=
N = M x val
Permanganometri

N = 0,0207 M x 5

= 0,1035 N

Perhitungan H2C2O4 :
H2C2O4 0,1N 50ml

Mr H2C2O4 = 126,07 g/mol

50ml = 0,05L

N = M x val
0,1= M x 2

mol

M=

M=
0,0025mol =

0,05M =

M = 0,05 M

mol

= 0,05 x 0,05

mol

= 0,0025 mol

massa = 0,0025 mol x


126,07 g/mol
massa = 0,315 g
= 315 mg

Perhitungan H2C2O4tertimbang :
H2C2O4 0,296 g 50ml

Mr H2C2O4 = 126,07 g/mol


mol

mol

50ml = 0,05L

= 0,0023 mol

M=
M=
= 0,046 M

mol

N = M x val

N = 0,046 M x 2
= 0,092 N

Pembakuan :
Grek KMnO4 = grek H2C2O4
N1 . V1 = N2 . N2
N1 . 4,825 ml = 0,092N . 5ml

Permanganometri

N1

N1

= 0,0953N

Penetapan Kadar :
Mr FeSO4 = 278,02 g/mol
Grek KMnO4 = grek FeSO4
N1 . V1 = N2 . V2
0,0953N . 5ml = 0,4765 mgrek

=
= 0,4765 mmol . Mr
= 0,4765 mmol . 278,02 g/mol
= 132,4765 mg/10ml
= 0,1324 g/10ml = 0,662 g/50ml
= 1,324 g/100ml
= 1,324 % b/v
Persen kesalahan :
Teori 5ml FeSO4 = 1,4 % b/v

% kesalahan =

=
= 5,42%
Permanganometri

x 100%

x 100

x 100

Analisis Data :
Berdasarkan percobaan yang telah anda lakukan, analisis data yang anda peroleh dengan
menjawab pertanyaan berikut:
1. a. Bagaimana anda mengetahui titik akhir dari titrasi yang dilakukan?
b. Perubahan warna apa yang terjadi dari 3 kali titrasi tersebut?
c. Mengapa diambil volume rata-rata dari3 kali titrasi tersebut?

Jawab :
a. Dengan adanya perubahan warna dari tak berwarna menjadi pink
b. Perubahan dari tak berwarna menjadi pink pucat
c. Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dan memperkecil kesalahan
2. Buatlah persamaan reaksi yang terjadi pada kerja anda.
Jawab :
KMnO4- + 8H+ + 5e
C2O422MnO4-+ 5C2O42-+ 16H2O
KMnO4- + 8H+ + 5e
Fe2+
MnO4- + 5Fe2+ + 8H+

Mn2+ + 4H2O

2CO2 + 2e

2Mn2+ + 8H2O + 10CO2


Mn2+ + 4H2O

Fe3+ e

Mn2+ + 5Fe3+ + H2O

3. Dari data pengamatan yang diperoleh pada kerja anda.


a. Rumus apa yang anda gunakan untuk menghitung konsentrasi KMnO4 secara tepat?
b. Hitung konsentrasi KMnO4 secara tepat dari data yang anda peroleh!
Jawab :
a. Rumus pengenceran
N1 . V1 = N2 . V2
b.

Grek KMnO4 = grek H2C2O4


N1 . V1 = N2 . N2
N1 . 4,825 ml = 0,092N . 5ml

N1
Permanganometri

N1

= 0,0953N

4. Berapa persen(%) kesalahan dari konsentrasi KMnO4 yang anda hitung setelah dilakukan
standarisasi jika dibandingkan dengan konsentrasi KMnO40,1Nyang anda buat?

Jawab :

% kesalahan N KMnO4 =

x 100%

x 100%

x 100%

= 7,9227%
5. Persen (%) recavery dari percobaan yang anda lakukan adalah.........%
Jawab :

% recovery =

x 100%

x 100

= 94,571%
6.Persen (%) kesalahan dari percobaan yang anda lakukan adalah .....%
Jawab :
Permanganometri

% kesalahan =

x 100%

x 100

x 100

= 5,42%
7. Mengapa pada permanganometri tidak diperlukan penambahan indikator ?
Jawab :
Permanganometri tidak memerlukan indikator karena reaksi dari
KMnO4- + 8H+ + 5e

Mn2+ + 4H2O sudah bisa menghasilkan warna sendiri dari warna

violet (KMnO4-) menjadi tak berwarna (Mn2+)


8. Mengapa sebelum titrasi dilakukan pemanasan ( 60C)?
Jawab :
Pemanasan dengan suhu 60-70 C untuk mempercepat reaksi dengan cara menaikkan energi
potensial dari zat-zat yang bereaksi.

Permanganometri