Anda di halaman 1dari 4

Nama : Yutika Adnindya

NIM

: 2012730159

Bagaimana mekanisme Baal dan Sulit digerakkan dan mengapa terjadi di sebelah
kiri?
Baal menurut KBBI adalah kebal karena kedinginan, disuntik, dsb sehingga
tidak lagi berasa dingin, sakit, dsb; mati rasa.
Organ sesnsorik khusus yang merekam perubahan fisik dan kimiawi di
lingkungan eksternal dan internal organisme dan mengubahnya (transduksi) menjadi
impuls elektrik yang akan di proses oleh system saraf disebut reseptor. Organ ini
merupakan lokasi awal alur informasi pada system saraf, berdasarkan urutan prinsip
organisasi dasar, persepsi pengolahan respon. Impuls somatosensorik dari
perifer dihantarkan di sepanjang serabut saraf aferen ke badan sel neuron, yang
terletak di ganglian radiks dorsalis (ganglion spinale). Impuls kemudian dihantarkan
menuju system saraf pusat, tanpa melewati sinaps perantara, di sepanjang penonjolan
sentral (akson) pada neuron yang sama. Akson ini membuat kontak sinaptik dengan
neuron kedua di medulla spinalis atau batang otak, yang aksonnya kemudian berjalan
kea rah sentral, dan menyebrangi garis tengah menuju sisi yang berlawanan pada level
tertentu di sepanjang perjalanannya. Neuron ketiga terdapat di thalamus, sehingga
disebut gerbang kesadaran; neuron ini berproyeksi ke berbagai area kortikal, yang
terpenting adalah korteks somatosensorik yang terletak di gitus post-sentralis di lobus
parietalis.
Jika terdapat lesi pada jalur aferen atau di sepanjang jaras somatosensorik, maka
dapat menyebabkan defisit sensorik sesuai letak lesinya, yaitu:

Lesi subkortikal atau kortikal di area somatosensorik yang sesuai pada lengan
dan tungkai menyebabkan parestesia (kesemutan dan sebagainya) dan kebas
pada ekstremitas kontralateral, yang lebih jelas di bagian distal daripada
bagian proksimal. Lesi iritatif pada lokasi ini dapat menimbulkan kejang fokal
sensorik; karena korteks motorik terletak tepat disebelahnya, umumnya sering

didapatkan cetusan motorik juga.


Lesi di semua jaras sensorik di bawah talamus menghilangkan semua jenis
sensasi pada tubuh sisi kontralateral.

Jika semua jaras somatosensorik terkena kecuali jaras untuk nyeri dan suhu,
terdapat hipestesia pada sisi tubuh dan wajah kontralateral, tetapi sensasi nyeri

dan suhu tidak terganggu.


Sebaliknya, lesi pada leminkus trigeminalis dan traktus spinotalamikus
lateralis di batang otak merusak sensasi nyeri dan suhu pada sisi tubuh dan

wajah kontralateral, tetapi tidak merusak modalitas somatosensorik lain.


Jika terdapat lesi di leminkus medialis dan traktus spinotalamikus anterior,
semua modalitas somatosensorik pada setengah sisi tubuh kontralateral

terganggu, kecuali nyeri dan suhu.


Lesi di nukleus spinalis dan traktus nervus trigeminalis serta traktus
spinotalamikus lateralis merusak sensasi nyeri dan suhu pada setengah sisi

wajah ipsilateral dan setengah sisi tubuh kontralateral.


Lesi kolumna posterior menyebabkan hilangnya sensasi posisi dan getar,

diskriminasi, dan sebagainya, disertai oleh ataksia ipsilateral.


Jika terjadi kerusakan pada kornu posterius medula spinalis, sensasi nyeri dan

suhu ipsilateral hilang, tetapi modalitas lain tidak terganggu.


Lesi yang mengenai beberapa radiks posterior yang berdekatan menyebabkan
nyeri radikular dan parastesia, serta kerusakan atau hilangnya semua modalitas
sensorik di area tubuh yang terkena, selain itu didapatkan hipotonia atau
atonia, arefleksia, dan ataksia jika radiks tersebut mempersarafi ekstremitas
atas atau bawah.

Lengan dan kaki yang sulit digerakkan berkaitan dengan sistem motorik. Impuls
motorik untuk gerakan volunter terutama dicetuskan di girus presentralis lobus
frontalis (korteks motorik primer, area 4 Brodmann) dan area kortikal di sekitarnya
(neuron motorik pertama). Impuls tersebut berjalan di dalam jaras serabut yang
panjang (terutama traktus kortikonuklearis dan traktus kortikospinalis/jaras piramida),
melewati batang otak dan turun ke medula spinalis ke kornu anterius, tempat mereka
membentuk kontak sinaptikdengan neuron motorik kedua bisanya melewati satu
atau beberapa interneuron perantara.
Serabut saraf yang muncul dari area 4 dan area kortikal yang berdekatan
bersama sama membentuk traktus piramidalis, yang merupakan hubungan yang
paling langsung dan tercepat antara area motorik primer dan neuron motorik di kornu
aterius. Selain itu, area kortikal lain (terutama korteks premotorik, area 6) dan nuclei
subkortikalis (terutama ganglia basalia) berpartisipasi dalam kontrol neuron gerakan.

Area area tersebut membentuk lengkung umpan balik yang kompleks satu dengan
yang lainnya dan dengan korteks motorik primer dan serebelum; struktur ini
memengaruhi sel sel di kornu anterius medula spinalis melalui beberapa jaras yang
berbeda di medula spinalis. Fungsinya terutama untuk memodulasi gerakan dan untuk
mengatur tonus otot.
Impuls yang terbentuk di neuron motorik kedua pada nuklei nervi kranialis dan
kornu anterius medula spinalis berjalan melewati radiks anterior, pleksus saraf (di
regio servikal dan lumbosakral), serta saraf perifer dalam perjalanannya ke otot otot
rangka. Impuls dihantarkan ke sel sel otot melalui motor end plat taut
neuromuskular.
Lesi pada neuron motorik pertama di otak atau medula spinalis biasanya
menimbulkan paresis spastik, sedangkan lesi neuron motorik orde kedua di kornu
anterius, radiks anterior, saraf perifer, atau motor end plat biasanya menyababkan
paresis flasid. Defisit motorik akibat lesi pada sistem saraf jarang terlihat sendiri
sendiri; biasanya disertai oleh berbagai defisit sensorik, otonomik, kognitif, dan/atau
defisit neuropsikologis dalam berbagai bentuk, tergantung pada lokasi dan sifat lesi
penyebabnya.

Untuk mengetahui penyebab paresis terjadi bagian sinistra, makan harus


diketahui dulu dimana lesi berada. Jika dilihat dari gejala, diperkirakan terjadi defisit
sensorik dan motorik pada pasien ini. Dan jika dikorelasikan dengan penjelasan dan

tabel di atas, maka diperkirakan lesi terdapat di area kortikal atau subkortikal bagian
dextra.