Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Segenap puji dan syukur kami haturkan kehadirat Allah Yang Maha Kuasa atas
segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini
yang berjudul ALKUNA.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Kimia Dasar II.
Selain itu makalah ini juga memberikan kita pengetahuan tentang Alkuna.
Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada bapak Drs.Epinur M.Si selaku dosen
pengajar dalam mata kuliah ini yang memberikan dan pengajarannya.
Kami menyadari terdapat banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu
kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun sangat kami harapakn. Besar
harapan kami makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Jambi, Agustus 2015

Kelompok III

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1
2
3

Latar belakang
Rumusan masalah
Tujuan makalah

BAB II PEMBAHASAN
1
2
3
4
5
6

Pengertian alkuna
Struktur alkuna
Tata nama Alkuna
Sifat sifat alkuna
Pembuatan alkuna
Manfaat alkuna

BAB III PENUTUP


1

Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam bidang kimia, hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang terdiri dari
senyawa karbon yang hanya tersusun dari atom hidrogen (H) dan atom karbon
(C). Seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon dan atom-atom hidrogen yang
berikatan dengan rantai tersebut. Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa
karbon yang paling sederhana. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita temui
senyawa hidrokarbon, misalnya minyak tanah, bensin, gas alam, plastik dan
lain-lain.
Berdasarkan susunan atom karbon dalam molekulnya, senyawa karbon
terbagi dalam 2 golongan besar, yaitu senyawa alifatik dan senyawa siklik.
Senyawa hidrokarbon alifatik adalah senyawa karbon yang rantai C nya
terbuka dan rantai C itu memungkinkan bercabang. Berdasarkan jumlah
ikatannya, senyawa hidrokarbon alifatik terbagi menjadi senyawa alifatik jenuh
dan tidak jenuh.
Sampai saat ini terdapat lebih kurang dua juta senyawa hidrokarbon. sifat
senyawa-senyawa hidrokarbon ditentukan oleh struktur dan jenis ikatan
koevalen antar atom karbon.oleh karena itu,untuk memudahkan mempelajari
senyawa hidrokarbon yang begitu banyak,para ahli melakukan pergolongan
hidrokarbon berdasarkan strukturnya,danjenis ikatan koevalen antar atom
karbon dalam molekulnya.
Berdasarkan susunan atom karbon dalam molekulnya, senyawa karbon
terbagi dalam 2 golongan besar, yaitu senyawa alifatik dan senyawa siklik.
Senyawa hidrokarbon alifatik adalah senyawa karbon yang rantai C nya
terbuka dan rantai C itu memungkinkan bercabang. Berdasarkan jumlah
ikatannya, senyawa hidrokarbon alifatik terbagi menjadi senyawa alifatik jenuh
dan tidak jenuh.
a.

Senyawa alifatik jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya hanya

berisi ikatan-ikatan tunggal saja. Golongan ini dinamakan alkana.


b. Senyawa alifatik tak jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya
terdapat ikatan rangkap dua atau rangkap tiga. Jika memiliki rangkap
dua dinamakan alkena dan memiliki rangkap tiga dinamakan alkuna.
c. Senyawa hidrokarbon siklik adalah senyawa karbon yang rantai C nya
melingkar dan lingkaran itu mungkin juga mengikat rantai samping.
Golongan ini terbagi lagi menjadi senyawa alisiklik dan aromatik.

Senyawa alisiklik yaitu senyawa karbon alifatik yang membentuk rantai


tertutup.
d. Senyawa aromatik yaitu senyawa karbon yang terdiri dari 6 atom C
yang membentuk rantai benzena.

2. Rumusan masalah
1
Apa yang dimaksud dengan alkuna?
2
Apa struktur alkuna ?
3
Bagaimana tata nama dari alkuna ?
4
Apa saja sifat sifat dari alkuna ?
5
Bagaimana pembutan alkuna ?
6
Apa manfaat alkuna dalam kehidupan sehari hari ?
1 3 Tujuan Makalah
1
Mengetahui pengertian alkuna
2
Memahami struktur alkuna
3
Mengetahui dan memahami tata nama alkuna
4
Mengetahui sifat sifat alkuna
5
Mengetahui pembuatan alkuna
6
Mengetahui manfaat alkuna dalam kehidupan sehari hari

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Alkuna
Senyawa alkuna merupakan senyawa hidrokarbon yang memiliki ikatan rangkap
tiga, Senyawa Alkuna termasuk senyawa alifatik tak jenuh. Senyawa alifatik tak jenuh
adalah senyawa alifatik yang rantai C nya terdapat ikatan rangkap dua atau rangkap tiga.
Jika memiliki rangkap dua dinamakan alkena dan memiliki rangkap tiga dinamakan
alkuna.alkuna juga memiliki ikatan tidak jenuh. Rumus umum untuk senyawa alkuna
adalah CnH2n-2.

Alkuna secara khusus ditandai dengan adanya ikatan rangkap tiga antara dua atom
karbon. Kebanyakan ikatan kimia adalah ikatan tunggal, yang berarti terdiri dari dua ikatan
elektron. Ikatan rangkap tiga, di sisi lain, terdiri dari enam ikatan elektron. Seperti
kebanyakan hidrokarbon, banyak alkuna adalah molekul organik penting yang sering
dipelajari dalam kimia organik.
Setiap karbon dalam ikatan rangkap tiga tersebu tmemiliki 2 orbital hibrida sp dan
2 orbital p.

2.2 Struktur Alkuna


Alkuna termasuk golongan hidrokarbon alifatik tak jenuh.
Rumus umum Alkuna CnH2n-2 dengan n>1.
Untuk n:2 , C2H2 merupakan suku pertama alkuna
Untuk n:3 , C3H4 merupakan suku kedua alkuna dan seterusnya
Ikatan tunggal karbon-karbon dalam alkuna kereaktifannya rendah,sedangkan ikatan ganda
tiga karbon-karbon sangat reaktif.

2.3 Tata nama Alkuna


2.3.1 IUPAC
1) Pemberian nama alkuna dilakukan dengan mengganti akhiran ana pada nama alkana
dengan una. Contoh :
Nama alkana
Rumus molekul
H3C-CH3
H3C-CH2-CH3

Rumus struktur
Etana

Nama alkuna
Rumus molekul
HC CH

Rumus strukur
Etuna

Propana

HC

Propuna

C- CH3

2) Tentukan rantai utama (rantai dengan jumlah atom karbon paling panjang yang terdapat
ikatan ganda tiga).
Contoh :

3) Tentukan substituen yang terdapat dalam rantai utama.


Contoh :

4) Penomoran substituen dimulai dari ujung, sedemikian rupa sehingga ikatan ganda tiga
mempunyai nomor atom karbon yang lebih rendah.
Contoh :

5) Jika terdapat 2/lebih substituen berbeda dalam penulisan harus disusun berdasarkan
urutan abjad huruf pertama nama substituen.
Contoh :

6) Awalan di-, tri-, sek-, ters-, tidak perlu diperhatikan dalam penentuan urutan abjad
sedangkan awalan yang tidak dipisahkan dengan tanda hubung (antara lain : iso-, dan neo-)
diperhatikan dalam penentuan urutan abjad.
Contoh :

2.3.2 Trivial (Nama Umum)


1) Dalam pemberian nama umum, alkuna dianggap sebagai turunan asetilena yang satu
atau dua atom hidrogennya diganti oleh gugus alkil.
Contoh :

2) Nama sistem trivial biasanya digunakan untuk alkuna


sederhana.
2.4 Sifat Fisika Dan Kimia
1.Sifat Fisik
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Alkuna merupakan senyawa nonpolar.


Alkuna tidak larut air, akan tetapi larut dalam pelarut nonpolar.
Berat jenis alkuna lebih kecil dari air.
Alkuna dengan atom karbon 2-4 berwujud gas pada suhu kamar.
Alkuna dengan atom karbon lebih dari 4 berwujud cair pada suhu kamar.
Titik didih alkuna makin tinggi dengan bertambahnya jumlah atom karbon.
Adanya percabangan atom karbon pada alkuna dapat menurunkan titik didih.

2. Sifat Kimia
a. Hidrogenasi
Hidrogenasi alkuna dengan 2 mol hidrogen akan menghasilkan alkana.
Contoh :

b. Halogenasi
Alkuna dapat beradisi dengan halogen menghasilkan suatu dihaloalkena.
Contoh :

c. Hidrohalogenasi
Alkuna dapat bereaksi dengan hidrogen halida menghasilkan haloalkena.
Contoh :

d. Hidrasi
Alkuna dapat terhidrolisis dengan katalis raksa(II) sulfat menghasilkan suatu keton.
Contoh :

e. Oksidasi oleh kalium permanganat


Alkuna teroksidasi oleh kalium permanganat menghasilkan senyawa diketon.
Contoh :

f. Oksidasi oleh ozon


Alkuna teroksidasi oleh ozon yang jika terhidrolisis akan menghasilkan suatu asam
karboksilat.
Contoh :

g. Reaksi pembentukan asetilida


Alkuna bereaksi dengan natrium amida menghasilkan suatu natrium alkunida dan amonia.
Contoh :

2.5 Pembuatan Alkuna


a. Dehidrohalogenasi alkil dihalida

Alkil dihalida bereaksi dengan kalium hidroksida pada suhu 2000C menghasilkan
alkuna. Di samping itu, dihasilkan produk samping berupa uap air dan kalium halida.
Contoh :

b. Reaksi asetilida logam dengan alkil halida primer


Alkuna rantai panjang dibuat dengan mereaksikan suatu natrium alkunida dengan
alkil halida. Hasil sampingnya berupa garam natrium halida.
Contoh :

2.6 Manfaat alkuna dalam kehidupan adalah:


1. Gas asetilena (etuna) digunakan untuk bahan bakar las. Ketika asetilena dibakar
dengan oksigen maka dapat mencapai suhu 3000 C. Suhu tinggi tersebut mampu
digunakan untuk melelehkan logam dan menyatukan pecahan-pecahan logam.
2. Asetilena terklorinasi digunakan sebagai pelarut. Asetilena klorida juga digunakan
untuk bahan awal pembuatan polivinil klorida (PVC) dan poliakrilonitril.
3. Karbanion alkuna merupakan nukleofil yang sangat bagus dan bisa digunakan
untuk menyerang senyawa karbonil dan alkil halida untuk melangsungkan reaksi
adisi. Dengan demikian sangat penting untuk menambah panjang rantai senyawa
organik.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN